Loading
terhadap | Edy Gojira > - Part 11

PUASA tapi … SIA-SIA ….hanya dapat LAPAR dan HAUS .. ??? ……………………..…………… >>> PUASA … tapi masih MAKSIAT/banyak berbuat KEJI/ DOSA/pelanggaran ?? sia-sia ————————–———— >>> PUASA …. tapi masih MURTAD TANPA SADAR ???? —————————- >>> PUASA … tapi masih FASIK ??? ————————– >>> PUASA … tapi masih BUTA qalbu kita ?? ——————————– >>> PUASA .. tapi kita masih tergolong orang TULI ??? ——————— >>> PUASA … tapi kita masih tergolong BISU ??? ———————– perbaiki IMAN kita …… perbaiki QALBU kita …… agar tidak termasuk berAMAL tap SIA-SIA …. …………………………. Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bukanlah berpuasa dari makan dan minum saja, akan tetapi dari dusta, kebatilan dan perbuatan sia-sia.” Lihat Al Muhalla, 4/305. ————————–——– “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa LAPAR dan DAHAGA {/haus}.” (HR. Ath Thobroniy } ————————–——– “Lima hal yang dapat membatalkan puasa: berkata dusta, ghibah (menggunjing), memfitnah, sumpah dusta dan memandang dengan syahwat.” (Hadits Riwayat Al-Azdiy) ———————– Berkata Jabir radhiyallahu ‘anhu: “Jika kamu berpuasa maka berpuasalah pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa, tinggalkan dari menyakiti tetangga dan hendaknya kamu penuh ketenangan dan wibawa pada hari puasamu, dan jangan samakan hari berbukamu (maksudnya: tidak berpuasa-pent) sama dengan hari puasamu.” Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah, no. 8973. ————————- “Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah berkata, “Kecuali puasa, Aku yang akan membalas orang yang mengerjakannya, karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsu dan makannya karena Aku.” (HR. Muslim). ————————–—- Rasulullah SAW bersabda : “Puasa adalah perisai (tabir penghalang dari perbuatan dosa). Maka apabila seseorang dari kamu sedang berpuasa, janganlah ia mengucapkan sesuatu yang keji dan janganlah ia berbuat jahil.” (Hadits Riwayat Bukhari – Muslim) ——————— “Barangsiapa yang tidak dapat meninggalkan perkataan kotor dan dusta selama berpuasa, maka Allah S.W.T tidak berhajat kepada puasanya.” (Hadits Riwayat Bukhari)

June 26, 2016 Edy Gojira 3

>>> PUASA tapi … SIA-SIA ….hanya dapat LAPAR dan HAUS […]

maka ….DIRIKAN-lah SHOLAT {Al Baqarah:3 } …. bukan hanya mengerjakan SHALAT … ” tapi” …. NIAT-nya {“tidak riya”} dan lihat “GUNA/imbas”-nya setelah shalat…. masih MAKSIAT/KEJI/Munkar ??… Shalat hanya dapat PAYAH dan LETIH !!!?? ………………… Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad). ………………………….. Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Akan datang pada manusia (umat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya SHALAT, padahal mereka sebenarnya TIDAK shalat.” (HR Ahmad} ………………………….. Rasulullah menyatakan, ”Berapa BANYAK ORANG yang SHALAT, keuntungan yang diperoleh hanyalah PAYAH dan LETIH.” (HR Ibnu Majah). ……………………………. SUDAH “mengerjakan” SHALAT ….. tapi … masih CELAKA {Al Maa’uun:4} …. apa sebabnya ??? —————————– ﴾ Al Baqarah:3 ﴿ (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang MENDIRIKAN {dan mereka mendirikan/ وَيُقِيمُونَ} SHALAT, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. ﴾ Al Baqarah:43 ﴿ Dan DIRIKANLAH {dan dirikan olehmu/ وَأَقِيمُوا۟} SHALAT, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. ﴾ Al Baqarah:110 ﴿ Dan DIRIKANLAH {وَأَقِيمُوا۟} SHALAT dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. ……………………….. ﴾ Al Maa’uun:1 ﴿ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? ﴾ Al Maa’uun:2 ﴿ Itulah orang yang menghardik anak yatim, ﴾ Al Maa’uun:3 ﴿ dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. ﴾ Al Maa’uun:4 ﴿ Maka keCELAKAanlah {فَوَيْلٌ} bagi orang-orang yang shalat, ﴾ Al Maa’uun:5 ﴿ (yaitu) orang-orang yang LALAI {سَاهُونَ} dari shalatnya, ﴾ Al Maa’uun:6 ﴿ orang-orang yang berbuat riya {يُرَآءُونَ}, ﴾ Al Maa’uun:7 ﴿ dan mereka enggan {وَيَمْنَعُونَ} menolong {memberi PERTOLONGAN/ ٱلْمَاعُونَ) …………………

June 22, 2016 Edy Gojira 4

>> maka ….DIRIKAN-lah SHOLAT {Al Baqarah:3 } …. bukan hanya […]

DUNIA = PENJARA …. hawa nafsu-nya DIPENJARA << .... semua nafsu keinginan SYAITAN ...dipenjara -------------------------------- Bagaimanakah orang mukmin memandang dunia? --------------------- Orang mukmin adalah sebaik-baik makhluk dalam memanfaatkan dunia. Baginya, dunia bukanlah tempat untuk mencari kepuasan lahiriah semata, karena ada hal yang lebih penting dari sekadar kesenangan duniawi. Menurutnya, kebahagiaan tidak terletak pada materi, namun lebih pada ketentraman hati. Yaitu hati yang disirami oleh cahaya keimanan, hati yang tersentuh oleh panggilan ilahi. Itulah sumber kebahagiaan. Oleh karena itu, ia tidak memandang dunia sebagai tujuan utama hidupnya. -------------------------- Ketika manusia satu persatu dihinakan di hadapan seluruh makhluk sebagai akibat atas apa yang telah diperbuat, ia dengan tenangnya menghadapi semua itu tanpa rintangan. Ya, itulah hari perhitungan atau dalam istilah syar’i “Yaumul Hisab“. Hari ditimbangnya amalan manusia. Dan hal itu semua tidak akan terjadi, kecuali karena ia menjadikan dunia bukan sebagai tujuan utamanya. Berikut ini pandangan orang mukmin terhadap dunia: ----------------------------------- Penjara dunia ---------------------- Di matanya, dunia tak lebih dari sebuah penjara karena ia tidak bisa bebas sepuas-puasnya. Ia tidak bisa mengumbar nafsu semaunya. Ada aturan yang membatasinya. Jika ia melewati batas itu, ia akan terjungkal sedalam-dalamnya ke lembah kenistaan yang berujung penyesalan. Namun, sebaliknya, bagi orang kafir dunia ini adalah kesenangannya. Dunia ini adalah ‘surga’nya. Ia bebas melakukan apa saja semaunya; tak ada yang melarang. Begitulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan, dalam sabdanya; ................................... الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ “Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir” (HR. Muslim). ------------------------------------- Selain itu pun, orang mukmin masih dituntut menjalankan ketaatan-ketaatan yang memberatkan, yang tidak boleh disia-siakan. Sebagaimana ia juga terlarang melakukan perkara-perkara yang diharamkan. Berikut Rasulullah menegaskan. إنّ اللَّهَ حدَّ حُدُوداً فلا تَعْتَدُوْهَا وفَرَضَ فَرَائِضَ فلا تُضَيِّعُوْهَا وحَرَّمَ أشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوْهَا وتَرَكَ أشْيَاءَ مِنْ غَيْرِ نِسْيَانٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَلكِنْ رَحْمَةً مِنْهُ لَكُمْ فَاقْبِلُوْهَا وَلتَبْحَثُوْافِيْهَا “Sesungguhnya Allah telah menentukan batasan-batasan, janganlah kalian melampauinya. Juga menetapkan perkara-perkara wajib, janganlah kalian menyia-nyiakannya. Selain itu, juga mengharamkan beberapa hal, jangan pula kalian melanggarnya. Dan mendiamkan beberapa macam perkara, bukan karena lupa, tapi sebagai bentuk kasih sayang kepada kalian, maka terimalah dan janganlah kalian mencari-carinya” (HR. Hakim). -------------------------------

June 17, 2016 Edy Gojira 4

DUNIA = PENJARA …. hawa nafsu-nya DIPENJARA << …. semua […]

1 9 10 11