Loading
makhlukmakhluk | Edy Gojira >

seluruh MAKHLUK CIPTAAN Allah, TUNDUK dan PATUH pada PERINTAH dan LARANGAN Allah (TAKWA) .. kecuali MANUSIA KAFIR/ KUFUR / INGKAR ….. ————————- manusia yang LEBIH RENDAH, lebih BURUK dari BINATANG … manusia SESAT/ INGKAR pada PERINTAH Allah ———————————— [QS. Al A’Raaf (7) ayat 179] “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neRaka Jahannam) kebanyakan daRi jin dan manusia, meReka mempunyai hati, tetapi tidak dipeRgunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan meReka mempunyai mata (tetapi) tidak dipeRgunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan meReka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipeRgunakannya untuk mendengaR (ayat-ayat Allah). MeReka itu sebagai binatang teRnak, bahkan meReka lebih sesat lagi. MeReka itulah ORang-ORang yang lalai. “ —————– [QS. Al Anfaal (8) ayat 22] “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang sebuRuk-buRuknya pada sisi Allah ialah; ORang-ORang yang pekak dan tuli yang tidak mengeRti apa-apapun. “ ————————- langit, bumi, planet, bintang, hewan, pepohonan, daratan, lautan, malaikat, serta manusia seluruh-nya tunduk kepada Allah dan patuh kepada perintah kauniyah-Nya. ——– Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “…padahal kepadaNya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa …” (Ali Imran: 83)———– “… bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepadaNya.” (Al-Baqarah: 116) ——— “Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.” (An-Nahl: 49)—- “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gu-nung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan seba-gian besar daripada manusia?” (Al-Hajj: 18) ——— “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.” (Ar-Ra’d: 15)———— Jadi seluruh benda alam semesta ini tunduk kepada Allah, patuh kepada kekuasaanNya, berjalan menurut kehendak dan perintahNya. Tidak satu pun makhluk yang mengingkariNya. Semua menjalankan tugas dan perannya masing-masing serta berjalan menurut aturan yang sangat sempurna. ————————– “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari pada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (Al-Hajj: 18)————- Telah nampak bukti kebesaran Allah didepan kita! LALU APAKAH KITA MASIH MENDUSTAI KEBESARAN & KUASA ALLAH?. Lihatlah, seekor burung yang “bersujud” menghadap kiblat. Anda mengira burung ini mati, tapi lihatlah! kakinya tetap berdiri tegak… Dan lihat! kucing yang “bersujud”, mungkin anda mengira mereka sedang tertidur.. Tapi kita tidak tahu rahasia dibalik itu. bukankah Firman Allah “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari pada manusia?”….???————- Allah jelaskan pula dalam surat Al-Israa’ ayat 44: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Al-Israa: 44)———— ——————— Penciptanya sama sekali tidak memiliki sifat kurang, lemah dan cacat. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya ber-tasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (Al-Isra’: 44)————- Jadi seluruh makhluk, baik yang berbicara maupun yang tidak, yang hidup maupun yang mati, semuanya tunduk kepada perintah kauniyah Allah. Semuanya menyucikan Allah dari segala kekurangan dan kelemahan, baik secara keadaan maupun ucapan. Orang yang berakal pasti semakin merenungkan makhluk-makhluk ini, semakin yakin itu semua diciptakan dengan hak dan untuk yang hak. Bahwasanya ia diatur dan tidak ada pengaturan yang keluar dari aturan Penciptanya. Semua meyakini Sang Pencipta dengan fitrahnya.—————

September 28, 2016 Edy Gojira 1

seluruh MAKHLUK CIPTAAN Allah, TUNDUK dan PATUH pada PERINTAH dan […]

Mengapa Dia Murka kepada Yahudi dan menyuruh kaum Islam untuk memusuhi dan memerangi ————– seorang teman berkomentar, “Kadang gue kepikir kenapa Allah sedemikian benci dengan ciptaan -Nya sendiri yg dinamai Yahudi ini ya….dan menyuruh kaum Islam untuk memusuhi dan memerangi… sorry bener-bener ga mengerti…” ?? ————– Nampaknya teman saya ini memang benar-benar tidak mengerti tentang siapakah kaum Yahudi dan kenapa Allah mengarahkan umat Islam untuk berhati-hati terhadap mereka, bahkan disuruh bersiap untuk berperang dengan kaum Yahudi. Dan saya menduga, jangan-jangan tidak cuma dia yang benar-benar tidak mengerti tentang siapakah kaum Yahudi sehingga Allah murka pada mereka. —————- Karena yang ditanya tentang sikap Allah, maka untuk mengetahui bagaimana sikap-Nya itu perlu kita tanyakan kepada Allah. Namun karena saya tidak bisa mendapat jawaban langsung dari-Nya, maka saya cukup mendapatkan jawabannya dari apa yang sudah Dia firmankan di dalam al-Quran maupun Hadits (melalui Nabi-Nya). —————- Untuk menjawab pertanyaan teman saya tentang sikap Allah terhadap Yahudi, perlu memahami dulu apa sifat-sifat Allah. ———————– Apakah Allah Tuhan Yang Pemurka? (Mengapa Dia Murka kepada Yahudi?) ————— Sama sekali tidak. Dia adalah Tuhan yang Maha Pencipta, Maha Pemberi dan Maha Penyayang. Juga Maha Sabar. ————– Mari kita bandingkan antara kasih sayang orangtua kepada anaknya dan kasih sayang Allah kepada makhluknya. ——————– Setiap orangtua pasti cinta dan sayang pada anak-anaknya. Meski begitu, sebagai orangtua kita pernah marah kepada anak kita kalau mereka membangkang terhadap perintah dan larangan kita. Apalagi jika anak kita durhaka kepada kita, tentu kita sangat marah, galau dan sedih. Tapi tidak ada orangtua yang tiba-tiba marah dan benci kepada anaknya tanpa sebab. ————— Seperti orangtua kepada anaknya, sesungguhnya Allah juga sangat cinta dan sayang kepada seluruh ciptaan-Nya. Bahkan kasih sayang dan cinta Allah kepada makhluk-Nya melebihi kasih sayang orangtua kepada anaknya. ———————– Kisah ini disampaikan oleh ‘Umar bin al-Khaththab : ——————— Datang para tawanan di hadapan Rasulullah. Ternyata di antara para tawanan ada seorang wanita yang buah dadanya penuh dengan air susu. Setiap dia dapati anak kecil di antara tawanan, diambilnya, didekap di perutnya dan disusuinya. Maka Nabi bertanya, “Apakah kalian menganggap wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?” Kami pun menjawab, “Tidak. Padahal dia kuasa untuk tidak melemparkan anaknya ke dalam api.” Nabi bersabda, “Sungguh Allah lebih penyayang terhadap hamba-Nya daripada wanita ini terhadap anaknya.” (Shahih, HR. al-Bukhari no. 5999) ——————– Begitu penyayangnya Allah kepada kita, sehingga tak mungkin Dia murka kecuali bila makhluknya telah bertindak keterlaluan. Begitu pula kepada orang-orang Yahudi, Allah murka kepada mereka disebabkan mereka perilaku pembangkangan dan kedurhakaan mereka sudah melampuai batas ———————- Namun meski Allah sangat marah kepada makhluk yang kufur kepada-Nya, Dia bersabar terhadap kekufuran mereka. Allah tidak serta-merta marah kepada makhluk-makhluk yang membangkang dan durhaka kepada-Nya lalu mengazab mereka atas kekufurannya itu, meski Dia sangat bisa melakukan itu. Karena Allah telah menetapkan ketentuan untuk dirinya sendiri bahwa, “Kasih sayang-Ku mendahului murka-Ku.” Padahal setiap hari lautan, gunung dan bumi merasa geram terhadap manusia. ———————–

August 19, 2016 Edy Gojira 1

seorang teman berkomentar, “Kadang gue kepikir kenapa Allah sedemikian benci […]

PERCAKAPAN NABI MUHAMMAD SAW DENGAN IBLIS YANG MENGEJUTKAN!!… dan PENGAKUAN IBLIS —————————————————— hanya Allah saja yg MAHA mengetahui KEBENARAN yg … SEBENARnya ——————————— “Sebagaimana dirimu, kamu tidak boleh memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau boleh memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.Kau hanya boleh menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. ————————– Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya. —————— Rasulullah SAW lalu membaca ayat : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119) Juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al- Ahzab : 38) ————————— Iblis lalu berkata : “Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong”………… dari Muadz bin Jabal dari Ibnu Abbas R.A

July 23, 2016 Edy Gojira 2

PERCAKAPAN NABI MUHAMMAD SAW DENGAN IBLIS YANG MENGEJUTKAN!!… dan PENGAKUAN […]