Loading
kuasa | Edy Gojira >

seluruh MAKHLUK CIPTAAN Allah, TUNDUK dan PATUH pada PERINTAH dan LARANGAN Allah (TAKWA) .. kecuali MANUSIA KAFIR/ KUFUR / INGKAR ….. ————————- manusia yang LEBIH RENDAH, lebih BURUK dari BINATANG … manusia SESAT/ INGKAR pada PERINTAH Allah ———————————— [QS. Al A’Raaf (7) ayat 179] “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neRaka Jahannam) kebanyakan daRi jin dan manusia, meReka mempunyai hati, tetapi tidak dipeRgunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan meReka mempunyai mata (tetapi) tidak dipeRgunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan meReka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipeRgunakannya untuk mendengaR (ayat-ayat Allah). MeReka itu sebagai binatang teRnak, bahkan meReka lebih sesat lagi. MeReka itulah ORang-ORang yang lalai. “ —————– [QS. Al Anfaal (8) ayat 22] “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang sebuRuk-buRuknya pada sisi Allah ialah; ORang-ORang yang pekak dan tuli yang tidak mengeRti apa-apapun. “ ————————- langit, bumi, planet, bintang, hewan, pepohonan, daratan, lautan, malaikat, serta manusia seluruh-nya tunduk kepada Allah dan patuh kepada perintah kauniyah-Nya. ——– Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “…padahal kepadaNya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa …” (Ali Imran: 83)———– “… bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepadaNya.” (Al-Baqarah: 116) ——— “Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.” (An-Nahl: 49)—- “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gu-nung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan seba-gian besar daripada manusia?” (Al-Hajj: 18) ——— “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.” (Ar-Ra’d: 15)———— Jadi seluruh benda alam semesta ini tunduk kepada Allah, patuh kepada kekuasaanNya, berjalan menurut kehendak dan perintahNya. Tidak satu pun makhluk yang mengingkariNya. Semua menjalankan tugas dan perannya masing-masing serta berjalan menurut aturan yang sangat sempurna. ————————– “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari pada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (Al-Hajj: 18)————- Telah nampak bukti kebesaran Allah didepan kita! LALU APAKAH KITA MASIH MENDUSTAI KEBESARAN & KUASA ALLAH?. Lihatlah, seekor burung yang “bersujud” menghadap kiblat. Anda mengira burung ini mati, tapi lihatlah! kakinya tetap berdiri tegak… Dan lihat! kucing yang “bersujud”, mungkin anda mengira mereka sedang tertidur.. Tapi kita tidak tahu rahasia dibalik itu. bukankah Firman Allah “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari pada manusia?”….???————- Allah jelaskan pula dalam surat Al-Israa’ ayat 44: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Al-Israa: 44)———— ——————— Penciptanya sama sekali tidak memiliki sifat kurang, lemah dan cacat. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya ber-tasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (Al-Isra’: 44)————- Jadi seluruh makhluk, baik yang berbicara maupun yang tidak, yang hidup maupun yang mati, semuanya tunduk kepada perintah kauniyah Allah. Semuanya menyucikan Allah dari segala kekurangan dan kelemahan, baik secara keadaan maupun ucapan. Orang yang berakal pasti semakin merenungkan makhluk-makhluk ini, semakin yakin itu semua diciptakan dengan hak dan untuk yang hak. Bahwasanya ia diatur dan tidak ada pengaturan yang keluar dari aturan Penciptanya. Semua meyakini Sang Pencipta dengan fitrahnya.—————

September 28, 2016 Edy Gojira 1

seluruh MAKHLUK CIPTAAN Allah, TUNDUK dan PATUH pada PERINTAH dan […]

JANTUNG komandan OTAK, ….. lalu OTAK PATUH pada perintah JANTUNG —————- Jantung ternyata pegang peran yang amat penting bagi baik buruknya keputusan yang manusia ambil yg otomatis pada baik buruknya manusia itu sendiri. —————- Dari sekian peneliti psychophysiological untuk hubungan otak dan jantung, beberapanya adalah John dan Beatrice Lacey. Melalui 20 tahun penelitian, mereka temukan bahwa jantung berkomunikasi dengan otak dalam cara-cara yang secara signifikan mempengaruhi bagaimana cara kita memandang dan bereaksi terhadap fenomena. Kedua peneliti itu juga menemukan betapa jantung sepertinya punya logika “anehnya” sendiri yang memiliki alur berbeda (dan mandiri) dari arahan dari sistem syaraf tak-sadar (autonomic). Jantung ini tampak selalu mengirimkan pesan sarat-makna kepada otak yang tidak hanya dipahami oleh si otak, namun juga dipatuhi. Maka menariknya, pesan dari jantung tersebut akan berpengaruh pada pilihan perilaku seseorang.——— Pada 1991, Dr. J. Andrew Armour memperkenalkan konsep “otak jantung”. Hasil kerjanya menyatakan bahwa jantung memiliki sistem syaraf intrinsik kompleks yang sedemikian rumitnya hingga bisa dikata bahwa dia memiliki “otak kecil”nya sendiri. Jantung memiliki sistem sirkuit yang menjadikannya mampu bertindak independen atas otak – untuk secara mandiri belajar, mengingat, dan bahkan merasa dan mengindera.———- Sistem syarat jantung terdiri dari 40.000 neuron yang disebut sensory neurites. Komunikasi antara jantung dan otak dilakukan melalui jalur afferent. Melaluinya, sinyal sakit (pain) dan sensasi rasa lain masuk ke otak, tepatnya yang disebut medulla. Lebih dari itu, ada juga sinyal yang terus masuk lebih dalam ke wilayah otak sedemikian rupa berpengaruh pada persepsi, pengambilan keputusan dan proses kognitif yang lain.———- The heart is the most powerful generator of rhythmic information patterns in the human body. Institute of Heartmath menemukan bahwa manakala pola ritme otak bersifat baik dan koheren, informasi syaraf yang dikirimkan ke otak akan memfasilitasi cortical function. Efek darinya adalah: kejelasan pikiran yang meningkat, kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik, dan meningkatnya daya kreatif. Sebagai tambahan, input yang koheren dan positif dari jantung cenderung akan membentuk cara pandang dan rasa yang baik.——— Since emotional processes can work faster than the mind, it takes a power stronger than the mind to bend perception, override emotional circuitry, and provide us with intuitive feeling instead. It takes the power of the heart.” ~Doc Childre, founder, Institute of Heart——– Hasil Riset: Jantung Punya Kuasa untuk Berpikir Mandiri dari Otak Manakala kemudian di Al Quran surat Al A’raf (surat 7) ayat 179 dikatakan:—— Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati {JANTUNG/QALBU/ قُلُوبٌ) , tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami [3] dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat [2], dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar [1]. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.—– [1] Telinga, jelas untuk mendengar——- [2] Mata, jelas untuk melihat—— [3] Hati atau jantung, adalah untuk memahami——- Jika yang kita inginkan adalah kebaikan, maka mari kita baikkan jantung kita agar kita dianugerahi cara pandang yang baik dan benar untuk bisa memiliki pengertian yang benar, bijak, dan memuliakan.—- Referensi: Rollin McCraty, The Scientific Role of the Heart in Learning and Performance, Institute of HeartMath, 2003.——– =============== Allah melalui Al-Qur’an sebagai kitab suci, banyak memerintahkan manusia untuk menggunakan akal mereka untuk berpikir, menemukan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, dan juga di dalam diri manusia itu sendiri. Memahami dan berpikir, tidak hanya di perintahkan untuk dilakukan dengan akal atau otak, akan tetapi dengan hati. Karena perpaduan akal dan hati, bagi seorang manusia, akan menuntunnya kepada kebenaran. Hal ini tertuang di dalam surah 22. Al-Hajj:46 : ——— [22:46] maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati {JANTUNG, QALBU,لْقُلُوبُ) yang di dalam dada.— Perhatikan surah Al-Hajj ayat 46 di atas. “fatakuuna lahum qulubun ya’qiluuna biha” yang diartikan “…lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami…”, memiliki arti kata per kata “maka bagi mereka hati (qulubun) yang memahami (ya’qiluuna) dengannya”. Dalam bahasa Arab, qulubun berasal dari akar kata qalb yang artinya hati atau jantung. Harap dibedakan antara hati disini dengan hati (liver) yang merupakan salah satu anatomi dalam sistem pencernaan. Sebagaimana halnya beberapa bahasa di dunia, seperti misalnya bahasa Inggris, yang mana heart dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung, dalam bahasa Arab qalb dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung. Sedangkan ya’qiluuna berasal dari akar kata a’qal yang berarti berpikir atau memahami, dan dalam kaitannya dengan anatomi berarti otak.———— Deangan demikian “qulubun ya’qiluuna” secara tersurat juga berarti “jantung untuk memahami/berpikir”. Hal ini dipertegas pada kelanjutan ayat tersebut di ayat yang sama, mengenai kemampuan jantung ini : “fa-innahaa laa ta’maa l-abshaaru walaakin ta’ma l-qulubu allatii fii l-shuduuri” — “karena sesungguhnya bukanlah yang buta itu mata, tetapi yang buta adalah qalbu yang ada di dalam dada (l-qulubu allatii fii l-shuduuri)”. Frasa ini menegaskan frasa sebelum-nya. Dimanakah letak qalb yang dimaksud ? Qulubu allatii fii l-shuduuri, qalbu tersebut terletak di dalam dada. Qalb apakah yang ada di dalam dada ? Secara anatomi, qalbu yang berada di dalam dada adalah jantung. Al-Qur’an dalam hal ini mengatakan qalb orang-orang yang kafir itu buta, sebagaimana di Allah mengatakan bahwa orang-orang kafir memiliki “qalb yang tidak dapat memahami”, di Q.S 6:25, 9:87, 63:3.———— Pemilihan kata a’qal yang disandingkan dengan qalb disini patut digaris-bawahi, karena “memahami” dalam bahasa arab, yang digunakan kurang lebih 19 kali dalam Al-Qur’an, adalah faqaha, bukan a’qal. A’qal yang berarti “memahami” atau “berakal” sendiri digunakan lebih dari 40 kali dalam Al-Qur’an, akan tetapi kaitannya dengan memikirkan dengan otak, bukan dengan hati.———– Jika “memahami” dengan qalb menggunakan kata faqaha (dan turunannya), sedangkan “memahami” dengan otak” Al-Qur’an menggunakan kata a’qal (dan turunannya), maka di surah Al-Hajj ayat 46 secara khusus dikaitkan kemampuan qalb dengan a’qal — qulubun ya’qiluun, yang berbeda dari penggunaannya di ayat-ayat yang lain.———– Qs22:46 “maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, mereka mempunyai jantung yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah yang buta itu mata, tetapi yang buta adalah qalbu yang ada di dalam dada”———

September 27, 2016 Edy Gojira 1

JANTUNG komandan OTAK, ….. lalu OTAK PATUH pada perintah JANTUNG […]

mengetahui nama dan sifat Allah {asmaul husna} yang mempunyai SIFAT yaitu MAHA PENYIKSA… AL MUNTAQIM …. di dunia dan di AKHIRAT {neraka} …. agar kita PAHAM siapa Allah itu !!! —————— AL MUNTAQIM = MAHA PENUNTUT BALAS ———– Maha PENYIKSA ———- Nama Allah, Al Muntaqimu ( المنتقم ) dibaca Al Muntaqim termasuk Al-Asma`ul Husna, firman Allah : ————– Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil diantara kamu sebagai had-yan yang dibawa sampai ke Ka’bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu,supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. (Surat Al-Maa’idah [5]: 95) ————- (Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan. (Surat Ad-Dukhaan [44]: 16)———— Makna Kata, Nama Allah, Al Muntaqimu bermakna Yang membalas segala dosa dengan siksa. ———— Tetapi ini dilakukan setelah Dia yang Mahasuci memperingatkan mereka terlebih dahulu, dan setelah memberi mereka kesempatan dan waktu untuk merubah diri. Namun, inilah pembalasan yang lebih keras dibanding hukuman yang segera dijatuhkan, karena bila hukuman segera dijatuhkan, orang tidak terus menerus dalam kedurhakaannya, dan konsekuensinya dia tidak patut mendapat hukuman yang penuh ———- `Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya?. Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa` (As-Sajdah:22) ——— `(Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan` (Ad-Dukhan:16) ————- `Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya` (Al Maaidah:95) ——– ‘Sungguh, jika kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat)` (Az-Zukhruf:41) ————— Kandungan Nama-nama dan Sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-Ikhlas:——- 1) Allah (اللَّهُ): ——– ومعنى {اللَّهُ} : الإله، وإله بمعنى مألوه أي: معبود “Makna Allah adalah al-ilaah (الإله), sedang ilaah maknanya ma’luh, yaitu: Yang disembah.”—— المعبود حباً وتعظيماً “Yang disembah dengan kecintaan dan pengagungan.”[1]——– 2) Al-Ilah (الإله), sama maknanya dengan nama Allah.———- Sifat yang Terkandung Pada Nama Allah dan Al-Ilah: Al-Uluhiyyah (الألوهية), yang sepatutnya disembah dengan penuh cinta dan pengagungan.——— 3) Al-Ahad (الأحد), Maha Esa:——— لا ثاني له ولا نظير له ولا ند له “Tidak ada yang kedua bagi-Nya, tidak ada yang semisal dengan-Nya dan tidak ada tandingan bagi-Nya.”———— 4) Al-Waahid (الْوَاحِدُ), Maha Esa:——— Penyebutan Al-Ahad dan Al-Waahid dalam Al-Qur’an:——- Al-Ahad disebutkan sekali dalam Al-Qur’an dan Al-Waahid disebutkan enam kali dalam Al-Qur’an:—- Surat Yusuf: 39;———- أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ “Hai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan yang disembah bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?”———- Surat Ar-Ra’du: 16;———— قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ “Katakanlah: Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”——- Surat Ibrahim: 48;———- وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ “Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”———- Surat Shood: 65;—— وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلاَّ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ “Dan sekali-kali tidak ada yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.”— Surat Az-Zumar: 4;——– سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ “Maha Suci Allah. Dia-lah Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”—— Surat Ghafir: 16;——– لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ “(Lalu Allah berfirman): “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”——— Dan disebutkan sebagai sifat bagi Al-Ilah sebanyak 13 kali, diantaranya dalam Surat Al-Baqoroh: 163;— وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ “Dan Sesembahanmu adalah Sesembahan yang Maha Esa; tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”——— Sifat yang Terkandung Pada Nama Al-Ahad dan Al-Waahid: Al-Ahadiyyah (الأحدية) atau al-wahdaaniyyah (الوحدانية), yang Maha esa, tidak ada satu pun yang serupa dengan-Nya, tidak ada tandingan-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya.——- Faidah: Nama yang bermakna sama dengan Al-Ahad dan Al-Waahid tetapi haditsnya dha’if adalah: Al-Fardu[2] (الفرد), sehingga tidak boleh ditetapkan sebagai nama bagi Allah ta’ala, namun boleh dimasukkan dalam bab al-ikhbaar, pengabaran tentang Allah.———-

September 16, 2016 Edy Gojira 1

mengetahui nama dan sifat Allah {asmaul husna}  yang mempunyai SIFAT […]

MATI itu PASTI akan datang ….. walau orang berusaha MELARIKAN diri dari keMATIan ——————————————————– Kematian adalah sesuatu yang pasti menimpa siapapun manusia di dunia, yang mukminnya ataupun yang munafik atau yang kafirnya, ulamanya ataupun kaum awamnya, lelaki ataupun perempuannya, yang mudanya ataupun yang tuanya, kaum kayaknya ataupun miskinnya, golongan pejabat ataupun rakyat jelatanya dan selainnya, niscaya mereka semuanya akan mengalami kematian. Hal tersebut sebagaimana yang telah banyak di alami oleh umat-umat terdahulu dan sekang ini, dan juga pernah dialami oleh seorang shahabat dari golongan Anshor yang diselenggarakan penguburannya oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabat radliyallahu anhum, sebagaimana persaksian al-Barra’ bin ‘Azib radliyallahu anhu di dalam pembahasan dari hadits terdahulu. [1] ——————— TIAP TIAP YANG BERNYAWA AKAN MERASAKAN MATI (QS:ALI IMRON :185) ——– Mari kita perhatikan firman-firman Allah Ta’ala berikut ini:———— 1. إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”. (Surat Az Zumar: 30). 2. كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian”. (Surat Ali `Imran: 185).——— 3. أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ “Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (Surat An Nisa’: 78)————– 4. قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan”. (Surat Al Jumu`ah: 8).————— “Sesungguhnya segala yang bermula itu akan berakhir, setiap yang kuat itu memiliki kelemahan dan setiap yang hidup pasti akan mati” —————– Hal inipun didukung oleh beberapa dalil berikut ini, تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ اْلمـُلْكُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِى خَلَقَ اْلـمَوْتَ وَ اْلحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَ هُوَ اْلعَزِيزُ اْلغَفُورُ Maha berkah Allah, yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa lagi Maha pengampun. [QS. Al-Mulk/ 67: 1-2].——— Ayat di atas dengan jelas menerangkan bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala telah menciptakan mati dan hidup. Jika Allah Azza wa Jalla telah menciptakan kehidupan bagi seorang manusia, maka Ia juga akan menciptakan kematian baginya. Maka kematian adalah sesuatu yang dipastikan akan dimiliki oleh setiap makhluk hidup sebagaimana Allah Jalla wa Ala pernah memberikan kehidupan kepadanya. Sebab setiap yang memiliki jiwa niscaya akan merasakan kematian, meskipun ia berusaha dengan maksimal dan optimal untuk selalu menjauhi dan menghindarinya. Kendatipun ia berada di dalam benteng kuat yang tak mudah dihancurkan senjata canggih apapun yang dijumpai di muka bumi, bungker kokoh yang keberadaannya sangat tersembunyi, istana megah yang diawasi oleh ribuan penjaga perkasa tak tertandingi namun tetap kematian itu akan datang menemui dan menghampirinya tiada peduli. Hal ini berdasarkan beberapa dalil berikut ini,—- وَ مَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ اْلخُلْدَ أَفَإِين مِّتَّ فَهُمُ اْلخَالِدُونَ Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?. [QS al-Anbiya’/21: 34].———- كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ اْلمـَوْتِ Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. [QS. Ali Imran/3: 185, al-Anbiya’/21: 35 dan al-Ankabut/29: 57].———- مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَ مَا يَسْتَئْخِرُونَ Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya). [QS al-Hijr/ 15: 5].——— قُلْ إِنَّ اْلمـَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ اْلغَيْبِ وَ الشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكَمْ بِمَا كُنتُمْ تَعْلَمُونَ Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah, Yang mengetahui keghaiban dan yang nyata. Lalu Ia akan beritakan kepada kalian apa yang kalian telah kerjakan. [QS. Al-Jumu’ah/62: 8].—- أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ اْلمـَوْتُ وَ لَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. [QS. An-Nisa’/ 4: 78].—- Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang semakna di dalam alqur’an bahwasanya setiap yang berjiwa akan merasakan kematian dan ketidak-abadian. Karena keabadian itu hanya ada di hari kiamat kelak, di dalam surga dengan segala kenikmatannya atau di dalam neraka dengan segala kesengsaraanya. Apakah kematian yang merenggut nyawanya itu karena penyakit yang menimpanya, kecelakaan kendaraan atau pesawat yang ditumpanginya, terbenam dalam kubangan air yang menenggelamkannya, teruruk dalam bongkahan-bongkahan tanah yang menguburnya, terbakar oleh api yang mengepungnya, terbunuh oleh lawan yang berseteru dengannya ataupun dengan sebab-sebab lainnya.———- Setiap manusia meskipun ia takut mati sehingga ia hanya berdiam diri di rumahnya dalam rangka menghindar dari kematian maka jikalau telah ditentukan kematian kepadanya niscaya ia akan mendatangi tempat dimana ia akan mati di tempat tersebut dan akan tertimpa sesuatu peristiwa yang menyebabkan kematian yang telah ditentukan baginya. Hal ini sebagaimana telah diungkapkan oleh Allah Azza wa Jalla di dalam ayat berikut,———- قُلْ لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ اْلقَتْلُ إِلَى مَضَاجَعِهِمْ Katakanlah, “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. [QS Alu Imran/ 3: 154].———– Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Terdapat penetapan akan dasar qodlo dan qodar Allah. Bahwa orang yang telah ditetapkan kematian baginya di suatu tempat maka ia pasti akan mati di tempat tersebut”. [2]————- Maka kematian itu niscaya akan menghampiri setiap jiwa dalam berbagai keadaan, apakah matinya itu lantaran memperjuangkan agama Allah dengan bentuk berjihad dengan harta, lisan dan jiwa, kelelahan tatkala mengerjakan beberapa ibadah dari ibadah-ibadah yang disyariatkan oleh agama, membantu dan mengajak orang lain untuk ikut berpartisipasi di dalam menegakkan Islam sebagai agama yang paling bersahaja dan lain sebagainya. Ini adalah kematian yang mengandung kemuliaan. Ataukah matinya itu ketika sedang membela kebatilan yang selama ini ia yakini, melakukan berbagai kemaksiatan yang selama ini ia sukai, membantu dan mengajak orang lain untuk menentang dan melawan kebenaran yang selama ini ia benci dan jauhi dan lain sebagainya. Ini adalah kematian yang mengundang kenistaan. Mati berbalutkan kemuliaan ataukah mati berselimutkan kenistaan, itulah dua pilihan yang mesti diambil oleh setiap manusia yang niscaya akan melampaui dan memilih salah satu di antara keduanya.——– إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَ إِمَّا كَفُورًا Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur. [QS. Al-Insan/ 76: 3].———- Bahkan di dalam setiap kematian itu terdapat sekarat, yang mesti di alami oleh setiap manusia baik yang mukmin, munafik ataupun kafirnya. وَ جَآءَتْ سَكْرَةُ اْلـمَوْتِ بِاْلحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ Dan datanglah sekaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. [QS. Qof/ 50: 19].——- Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Terdapat penjelasan bahwasanya kematian itu mempunyai sekarat secara pasti. Ya Allah mudahkanlah sekaratul maut atas kami”. [3] وَ لَوْ تَرَى إِذِ اْلظَّالِمـُونَ فِى غَمَرَاتِ اْلمـَوْتِ وَ اْلمـَلَائِكَةُ بَاسِطُوا أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمْ Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim berada dalam tekanan sekaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu”. [QS. Al-An’am/ 6: 93].——- Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Terdapat penetapan adanya adzab kubur dan sekaratul maut”. Di dalam hadits, “Bahwasanya kematian itu mempunyai sekarat”. [4]– عن عائشة كَانَتْ تَقُوْلُ: إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ – عُلْبَةٌ فِيْهَا مَاءٌ – يَشُكُّ عُمَرُ – فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَهُ فىِ اْلمـَاءِ فَيَمْسَحُ بِهَا وَجْهَهُ وَ يَقُوْلُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُوْلُ: فىِ الرَّفِيْقِ اْلأَعْلىَ حَتىَّ قُبِضَ وَ مَالَتْ يَدُهُ Dari Aisyah radliyallahu anha berkata, “Sesungguhnya di hadapan Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam ada sebuah bejana (yang terbuat dari kulit atau mangkuk) –Umar ragu-ragu- yang berisi air. Lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam air itu dan membasuh wajahnya dengannya. Beliau bersabda, “Laa ilaaha illallah (tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah), sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat”. Kemudian beliau mengangkat tangannya seraya bersabda, “Berada di tempat yang tinggi”. Sehingga beliau wafat sedangkan tangannya mengendur/ terkulai. [HR al-Bukhoriy: 6510. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [5]——- Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Terdapat penjelasan bahwasanya kematian itu mempunyai sekarat dan kesulitan sehingga para Nabi Alaihim as-Salam pun meminta diringankan dari sekarat ini”. [6]—— Berdasarkan ayat dan hadits di atas dapat dipahami bahwasanya setiap kematian yang menimpa seseorang itu niscaya terdapat sekarat, yaitu suatu tekanan yang amat berat lagi menyulitkan ketika menjelang kematiannya sehingga orang tersebut seperti orang yang kehilangan akal dan kesadarannya sebagaimana keadaan orang yang sedang mabuk. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta’ala meringankan kita dari sekaratul maut ini seringan-ringannya.————– Hadits dari Aisyah radliyallahu anha di atas menjadi dalil akan bolehnya bagi orang yang sakit untuk mempergunakan air pada bagian kepalanya (ngompres) untuk meringankan sakit panas yang menimpanya dan juga disunnahkan baginya untuk selalu memohon ampunan dan rahmat dari-Nya. Hal ini juga didukung oleh dalil berikut ini,—– عن عائشة قَالَتْ: سَمِعْتُ النَّبِيِّ وَ هُوَ مُسْتَنِدٌ إِلَيَّ يَقُوْلُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لىِ وَ ارْحَمْنىِ وَ أَلْحِقْنىِ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى Dari Aisyah radliyallahu anha berkata, “Aku pernah mendengar Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkata sedangkan beliau sedang bersandar kepadaku, “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan himpunkan aku di tempat yang tinggi”. [HR al-Bukhoriy: 5674 dan Muslim: 2444. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [7]———- Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Sepatutnya bagi orang yang sakit itu untuk meminta ampunan dan rahmat. Ia tidak boleh berputus asa dari pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala dan tidak boleh berputus harapan dari rahmat-Nya”. [8]——- Maka dianjurkan bagi setiap muslim, ketika tertimpa sakit apalagi sakitnya itu mendekati tanda-tanda kematian untuk memperbanyak meminta ampun dan rahmat kepada Allah Jalla dzikruhu, selalu memuji-Nya, menghiasi diri dengan berbaik sangka kepada-Nya dan senantiasa berharap berjumpa dengan-Nya dan takut terhadap akibat dari dosa-dosa yang telah dikerjakannya. Hal ini sebagaimana telah disinyalir di dalam dalil-dalil hadits berikut ini,——– Dari Ibnu Abbas radliyallahu anha berkata, “Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah mengambil seorang anak perempuan asuh yang hampir meninggal dunia. Beliau meletakkannya di atas dadanya (memeluknya), lalu ia meninggal dunia di dalam pelukannya. Maka Ummu Ayman radliyallahu anha pun berteriak menangis. Dikatakan kepadanya, “Mengapa kamu menangis di sisi Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam?”. Iapun berkata, “Bukankah aku juga melihatmu menangis wahai Rosulullah?”. Beliau Shallallahu alaihi wa sallampun bersabda, “Aku tidaklah menangis, ini hanyalah rahmat (rasa kasih sayang)”.—- إِنَّ اْلمـُؤْمِنَ بِكُلِّ خَيْرٍ عَلَى كُلِّ حَالٍ إِنَّ نَفْسَهُ تَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ جَنْبَيْهِ وَ هُوَ يَحْمَدُ اللهَ عز و جل “Sesungguhnya orang mukmin itu selalu di dalam kebaikan di atas setiap keadaan, sesungguhnya jiwanya keluar dari jasadnya sedangkan ia dalam keadaan memuji Allah Azza wa Jalla”. [HR Ahmad: I/ 273-274. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy shahih]. [9]——– عن جابر رضي الله عنه قَالَ: َسمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ قَبْلَ وَفَاتِهِ بِثَلاَثٍ قَالَ: لاَ يَمُوْتُ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَ هُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللهِ Dari Jabir bin Abdullah radliyallahu anhu berkata, “Aku pernah mendengar Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan tiga hal sebelum wafatnya. Beliau bersabda, “Janganlah seseorang di antara kalian mati melainkan dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah”. [HR Abu Dawud: 3113, Muslim, Ibnu Majah: 4167 dan Ahmad: III/ 293, 325, 330, 334, 390. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [10]——– Dari Anas radliyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah masuk menemui seorang pemuda yang sedang mendekati kematian. Beliau bersabda, “Apa yang kamu rasakan?”. Ia menjawab, “Demi Allah, wahai Rosulullah, sesungguhnya aku mengharapkan Allah dan aku takut terhadap dosa-dosaku”. Maka Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, لاَ يَجْتَمِعَانِ فىِ قَلْبِ عَبْدٍ فىِ مِثْلِ هَذَا اْلمـَوْطِنِ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللهُ مَا يَرْجُوْ وَ آمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ “Tidaklah keduanya terhimpun di dalam hati seorang hamba di semisal tempat ini melainkan Allah akan memberikan kepadanya apa yang ia harapkan dan mengamankannya dari apa yang ia takuti”. [HR at-Turmudziy: 983, Ibnu Majah: 4261 dan Ibnu Abi ad-Dunya. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: hasan]. [11]——–

September 9, 2016 Edy Gojira 1

MATI itu PASTI akan datang ….. walau orang berusaha MELARIKAN […]

BUMI BULAT … LANGIT juga BULAT … sudah diJELASkan AL QUR’AN ————————————— AL QUR’AN menjelaskan “segala SESUATU” … >> Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan SEGALA SESUATU, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. Q.S Yusuf:111 ——————– SIFAT KETERBATASAN MANUSIA ITU ADALAH MERASA SEGALA TAHU DAN HANYA BERBEKAL TEORI YANG TERPANDANG OLEH MATA ——————— Para kafir harby sering kali menuduh Ayat Alqur’an tidak ilmiah —————- TUJUH (7) langit = HAMPIR sama bentuknya dengan BUMI = universe = alam semesta <<<< ----------------------------- 7 LANGIT= 7 konstelasi = lapisan langit …. seperti BUMI [berbentuk BOLA .. efek dari BIG BANG } konstelasi bumi mulai dari elektron mengelilingi Inti …. sampai konstelasi pulau yg terpisahkan samudra /laut {memudahkan penggambaran pemahaman} --------------------------------------- konstelasi LANGIT /alam semesta/ universe .... <<< mulai dari langit 1 BINTANG dan PLANETnya ,,,,,,, << langit 2 {selanjutnya} .. al BURUJ/ gugusan bintang /kumpulan BINTANG/galaksi .... << langit 3 /selanjutnya .... gugusan/kumpulan BURUJ/ cluster .... << langit 4 ... gugusan/kumpulan CLUSTER / super cluster .... << sampai langit 7 SAJA {langit/samawat= TERBATAS= yg TIDAK terbatas adalah ALLAH .... ALLAHU AKBAR ... Allah MAHA BESAR --------------------------------------- ﴾ Ath Thalaaq:12 ﴿ Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. ٱللَّـهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ ٱللَّـهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا ﴿الطلاق:١٢﴾ ———————------------------------------------- << LANGIT terdekat … konstelasi BINTANg dan PLANETnya = langit 1 >>> ——————– Ash Shaaffat:6 ﴿ Sesungguhnya Kami telah menghiasi {زَيَّنَّا} langit { ٱلسَّمَآءَ} yang terdekat {ٱلدُّنْيَا} dengan hiasan, yaitu PLANET-PLANET {ٱلْكَوَاكِبِ}, إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ ﴿الصافات:٦﴾ —————————– Qur-an menamakan planet itu dengan nama Kaukab. Kata jamaknya Kawakib, tetapi tanpa memberitahukan jumlahnya. Impian Nabi Yusuf menyebutkan sebelas (surat 12 atau surat Yusuf) akan tetapi ini adalah riwayat impian NabiYusuf. ——————– ———————————- HIASAN langit yg lain ….. GALAKSI /buruj… konstelasi PUSAT GALAKSI / blackhole / dwarf star dan BINTANG-BINTANG ….. LANGIT ke 2 ——————— ﴾ Al Hijr:16 ﴿ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (GALAKSI / galaxy / KUMPULAN BINTANG-BINTANG /بُرُوجًا) dan Kami telah menghiasi {وَزَيَّنّٰهَا} langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِينَ ﴿الحجر:١٦﴾ ——————————- ﴾ Al Buruuj:1 ﴿ Demi langit yang mempunyai gugusan bintang {BURUJ/ٱلْبُرُوجِ} , وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ ﴿البروج:١﴾ ————- ﴾ Al Furqaan:61 ﴿ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang {BURUJ/ بُرُوجًا} dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرٰجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا ﴿الفرقان:٦١﴾ —————– Galaksi atau yang dalam terminologi al-Qur’an disebut al-buruj,merupakan suatu sistem dari himpunan besar yang terdiri dari bintang-bintang yang jumlahnya jutaan, bahkan milyaran. Hornby mendefinisikan galaksi sebagai beberapa kelompok besar gugusan bintang-bintang di angkasa luar yang menghimpun tata surya kita. ========================= AL QUR’AN Menjawab …. Tuduhan Allah Menciptakan Bumi Datar ———————————— BULATNYA BUMI DI JELASKAN DALAM AL-QUR’AN —————————— SIFAT KETERBATASAN MANUSIA ITU ADALAH MERASA SEGALA TAHU DAN HANYA BERBEKAL TEORI YANG TERPANDANG OLEH MATA —————————- Para kafir harby sering kali menuduh Ayat Alqur’an tidak ilmiah berkaitan dengan anggapan bahwa menurut Alqur’an bumi itu datar. ——————————- ———— Ada satu ayat Al-Qur’an lagi yang patut kita perhatikan sebagai tambahan penjelasan masalah ini, inilah jawaban telak tentang tuduhan bumi itu datar menurut Alqur’an: surat Az-Zumar ayat 5 خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ “Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Maha Mulia, Maha Pengampun.” (QS.Az-Zumar:5) —————- Kata “at-takwir” artinya adalah menggulung. Pada ayat di atas dengan jelas Allah berfirman bahwa malam menggulung siang dan siang menggulung malam. Kalau malam dan siang dapat saling menggulung, pastilah karena keduanya berada pada satu TEMPAT YANG BULAT secara bersama-sama. Bagaimana keduanya dapat saling menggulung jika berada pada tempat yang datar….? Kalau saja kejadian itu pada tempat yang datar, mestinya akan lebih tepat jika dipakai kata MENIMPA atau MENINDIH. ——————— Dari keterangan ayat di atas juga dapat diperoleh gambaran bahwa pada permukaan bumi ini setiap saat, separuh permukaannya senantiasa malam, dan separuh lagi permukaannya adalah siang hari. Hal ini dapat digambarkan dari keterangan ayat, dimana seolah-olah bagian kepala dari sang malam itu menggulung bagian ekor dari sang siang, namun pada saat yang sama bagian kepala dari sang siang sedang menggulung pula bagian ekor dari sang malam. Sebanyak bagian siang yang digulung malam, maka pada saat yang bersamaan, sebanyak itu pula bagian malam yang sedang digulung oleh sang siang. Sekali lagi, keterangan ini menggambarkan bahwa terjadinya hal menakjubkan tersebut di atas bumi, hanya jika permukaan BUMI ITU BULAT adanya…! —————–

September 2, 2016 Edy Gojira 1

BUMI BULAT … LANGIT juga BULAT … sudah diJELASkan AL […]

KEHANCURAN ALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN —————— KEHANCURAN ALAM PERSPEKTIF SAINS MODERN (TEORI BIG CRUNCH) ————————- Al-Qur’an memiliki banyak ayat yang menganjurkan manusia untuk berfikir dan menggunakan akal mereka dalam mengungkapkan rahasia alam semesta.[4] Pada kesempatan ini, pemakalah membatasi sumber yang diambil dari ayat Al-Quran. Ayat Al-Quran yang digunakan adalah surat Al-Anbiya’ ayat 104. ” Pada hari kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku”. ———— Kiamat atau kehancuran alam semesta merupakan fenomena tersendiri untuk para cendekiawan dan ilmuan. Salah satu cabang ilmu yang menelaah kiamat adalah sains. Dalam hal ini pemakalah membatasi kajian mengenai kehancuran alam semesta perspektif sains pada teori Big Crunch.———– Rumusan Masalah—– Dari latar belakang dan dasar pemikiran di atas, maka pokok yang menjadi titik konsentrasi kajian adalah: Bagaimana Teori Kehancuran Alam menurut Al-Quran? Bagaimana Kehancuran Alam perspektif Sains (Fisika) pada teori Big Crunch? Bagaimana hubungan penjelasan Teori Kehancuran Alam dari sudut pandang Al-Qur’an dan Sains (Fisika)? Tujuan———— Mengetahui ranah integrasi-interkoneksi teori kehancuran alam semesta perspektif Al-Qur’an dan Sains modern Mengetahui model integrasi-interkoneksi teori kehancuran alam semesta perspektif Al-Qur’an dan Sains modern Manfaat———– Mempertebal keimanan dan ketaqwaan Mengetahui penjelasan Al-Quran mengenai Teori Kehancuran Alam Mengetahui penyelidikan Sains mengenai Teori Kehancuran Alam Mengetahui hubungan pendekatan Islam dan Sains (Fisika).—————— Di dalam Al-Quran sendiri, terdapat beberapa tanda-tanda Hari Kehancuran salah satunya seperti dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 104 ————– Artinya: “ Pada hari Kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama Kami akan mengulanginya. Suatu janji atas diri Kami sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.”——— Ketakutan yang besar dan terbesar itu, mulai terjadi pada hari Kami melipat langit dengan sangat mudah bagaikan melipat lembaran buku-buku atau kertas. Ketika itulah bermula proses perhitungan dan pembalasan. Hal itu sangat gampang Kami lakukan-walaupun makhluk telah mati dan punah, karena sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama dari ketiadaan menjadi ada, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji atas diri Kami, yakni yang pasti Kami tepati atas kehendak Kami sendiri bukan karena terpaksa; sesungguhnya Kami-lah yang kan melaksanakannya. Demikian juga halnya dengan langit bila ditutup atas kuasa Allah Swt. “semua langit dilipat dengan tangan kanan-Nya” (QS. az-Zumar: 97), dalam arti semua langit hilang dari pandangan dan pengetahuan siapapun kecuali Allah Swt. dan siapa yang dikehendaki-Nya.[6]—————- Pengetahuan tentang hari kehancuran, hanya Allah yang mengetahuinya. Manusia hanya diberi ilmu sedikit.[7] Al-Qur’an hanya memberikan beberapa isyarat tentang hari kehancuran alam semesta ini. Belum tentu sebagai suatu rangkian mekanisme yang pernah terjadi atau dapat diprakirakan oleh sains saat ini. Tetapi mengkaji kemungkinan secara ilmiah, diharapkan memerkuat keyakinan kita akan kepastian hari kehancuran.————— Menurut teori evolusi bintang, matahari akan membesar menjadi bintang raksasa, merah menjelang kematiaanya. Pada saat itu matahari bersinar sedemikian terangnya hingga lautan akan mendidih dan kering, batuan akan meleleh, dan kehidupan pun akan punah. Kemudian matahari akan terus bertambah besar hingga planet-planet disekitarnya, merkurius, venus, bumi dan bulan serta mars, masuk ke dalam bola gas matahari. Barangkali kejadian inilah yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an Surat al-Qiyamah ayat 7-9 sebagai “bersatunya matahari dan bulan”. Kita tidak bisa bicara tentang rentang waktu tibanya peristiwa ini sampai akhirnya kehancuran ntotal alam semesta. Karena, walaupun secara teoritik dapat diperkirakan kapan matahari akan menjadi bintang raksasa merah, sekitar 5 milyar tahun lagi, tetapi kepastian tentang saat kehancuran hanya Allah yang tahu.[8]—————- Jatuhnya pecahan komet berdiameter sekitar 100 meter di Tunguska (Siberia Utara) menumbangkan hutan dengan radius 25 km, dan ledakannya terdengar sejauh 800 km. ini contoh kerusakan akibat tumbukan benda langit.[9]————— Kehancuran total nampaknya bermula dari berkontraksinya alam semesta. Kontraksi atau pengerutan alam semesta yang digambarkan dalam model alam semesta yang digambarkan dalam model alam semesta “tertutup” mirip dengan gambaran Al-Qur’an tentang hari kehancuran semesta. “Apabila matahari digulung dan apabila bintang-bintang berjatuhan” (at-Takwir: 1-2). Mungkin ini menggambarkan ketika alam semesta mulai mengerut. Ketika itulah galaksi-galaksi mulai saling mendekat dan bintang-bintang, termasuk tata surya, saling bertumbukan, atau ‘jatuh’ satu menimpa yang lain. Alam semesta makin mengecil ukurannya. Dan akhirnya semua materi di alam semesta akan runtuh kembali menjadi satu kesatuan seperti pada awal penciptaannya. Inilah yang disebut Big Crunch (keruntuhan besar) sebagai kebalikan dari Big Bang, ledakan besar saat penciptaan alam semesta. Kejadian inilah yang digambarkan oleh Allah dalam Surat al-Ambiya’ ayat 104 dengan mengumpamakan pengerutan alam semesta seperti makin mampatnya lembaran kertas yang digulung.—————-

August 20, 2016 Edy Gojira 1

KEHANCURAN ALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN —————— KEHANCURAN ALAM PERSPEKTIF SAINS MODERN […]

Mengapa Dia Murka kepada Yahudi dan menyuruh kaum Islam untuk memusuhi dan memerangi ————– seorang teman berkomentar, “Kadang gue kepikir kenapa Allah sedemikian benci dengan ciptaan -Nya sendiri yg dinamai Yahudi ini ya….dan menyuruh kaum Islam untuk memusuhi dan memerangi… sorry bener-bener ga mengerti…” ?? ————– Nampaknya teman saya ini memang benar-benar tidak mengerti tentang siapakah kaum Yahudi dan kenapa Allah mengarahkan umat Islam untuk berhati-hati terhadap mereka, bahkan disuruh bersiap untuk berperang dengan kaum Yahudi. Dan saya menduga, jangan-jangan tidak cuma dia yang benar-benar tidak mengerti tentang siapakah kaum Yahudi sehingga Allah murka pada mereka. —————- Karena yang ditanya tentang sikap Allah, maka untuk mengetahui bagaimana sikap-Nya itu perlu kita tanyakan kepada Allah. Namun karena saya tidak bisa mendapat jawaban langsung dari-Nya, maka saya cukup mendapatkan jawabannya dari apa yang sudah Dia firmankan di dalam al-Quran maupun Hadits (melalui Nabi-Nya). —————- Untuk menjawab pertanyaan teman saya tentang sikap Allah terhadap Yahudi, perlu memahami dulu apa sifat-sifat Allah. ———————– Apakah Allah Tuhan Yang Pemurka? (Mengapa Dia Murka kepada Yahudi?) ————— Sama sekali tidak. Dia adalah Tuhan yang Maha Pencipta, Maha Pemberi dan Maha Penyayang. Juga Maha Sabar. ————– Mari kita bandingkan antara kasih sayang orangtua kepada anaknya dan kasih sayang Allah kepada makhluknya. ——————– Setiap orangtua pasti cinta dan sayang pada anak-anaknya. Meski begitu, sebagai orangtua kita pernah marah kepada anak kita kalau mereka membangkang terhadap perintah dan larangan kita. Apalagi jika anak kita durhaka kepada kita, tentu kita sangat marah, galau dan sedih. Tapi tidak ada orangtua yang tiba-tiba marah dan benci kepada anaknya tanpa sebab. ————— Seperti orangtua kepada anaknya, sesungguhnya Allah juga sangat cinta dan sayang kepada seluruh ciptaan-Nya. Bahkan kasih sayang dan cinta Allah kepada makhluk-Nya melebihi kasih sayang orangtua kepada anaknya. ———————– Kisah ini disampaikan oleh ‘Umar bin al-Khaththab : ——————— Datang para tawanan di hadapan Rasulullah. Ternyata di antara para tawanan ada seorang wanita yang buah dadanya penuh dengan air susu. Setiap dia dapati anak kecil di antara tawanan, diambilnya, didekap di perutnya dan disusuinya. Maka Nabi bertanya, “Apakah kalian menganggap wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?” Kami pun menjawab, “Tidak. Padahal dia kuasa untuk tidak melemparkan anaknya ke dalam api.” Nabi bersabda, “Sungguh Allah lebih penyayang terhadap hamba-Nya daripada wanita ini terhadap anaknya.” (Shahih, HR. al-Bukhari no. 5999) ——————– Begitu penyayangnya Allah kepada kita, sehingga tak mungkin Dia murka kecuali bila makhluknya telah bertindak keterlaluan. Begitu pula kepada orang-orang Yahudi, Allah murka kepada mereka disebabkan mereka perilaku pembangkangan dan kedurhakaan mereka sudah melampuai batas ———————- Namun meski Allah sangat marah kepada makhluk yang kufur kepada-Nya, Dia bersabar terhadap kekufuran mereka. Allah tidak serta-merta marah kepada makhluk-makhluk yang membangkang dan durhaka kepada-Nya lalu mengazab mereka atas kekufurannya itu, meski Dia sangat bisa melakukan itu. Karena Allah telah menetapkan ketentuan untuk dirinya sendiri bahwa, “Kasih sayang-Ku mendahului murka-Ku.” Padahal setiap hari lautan, gunung dan bumi merasa geram terhadap manusia. ———————–

August 19, 2016 Edy Gojira 1

seorang teman berkomentar, “Kadang gue kepikir kenapa Allah sedemikian benci […]

1 2 3