Loading
hati | Edy Gojira >

Alhamdulillah dijauhkan BUKAN didekatkan … Kau perlihatkan “TANDA yang sangat JELAS” padaku, MAHA BENAR ALLAH SWT …. Sehingga aku lebih bersyukur pada-Mu ….. wallahua’lam !!===== BAGI orang KAFIR dan TASYABUH (pengikut cara hidup) KAFIR, DUNIA = adalah HIDUP yg INDAH, karena diberi ALLAH penuh NIKMAT(kecukupan dunia, punya harta banyak utk memuaskan keinginan dunia, dst ) !! ﴾ Al Baqarah:212 ﴿ ====== ……. berbeda dg MUKMIN, DUNIA adalah PENJARA, penuh UJIAN /COBAAN dari ALLAH ﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿====== tanda orang MUKMIN …… selalu diberi UJIAN/COBAAN dari Allah ….. semakin tinggi/kuat AGAMAnya … UJIANnya semakin BERAT (Hadits)—————————— ——— Mukmin akan didekatkan dengan kelompok mukmin. ———- APALAGI di AKHIRAT, pasti MUKMIN akan bersama MUKMIN, TIDAK AKAN MUNGKIN didekatkan dan bersama BUKAN MUKMIN ! … ———— orang BAIK menurut Allah = MUKMIN (mukminin & Mukminat) —————- orang BAIK menurut ALLAH = BUKAN KAFIRin, bukan MUSYRIKin, bukan FASIKin, bukan MUNAFIKin, bukan AHLUL BID’AH, bukan pengikut SYUBHAT 30 DAJJAL ….. BUKAN muslim 72 golongan yg DZALIM ﴾ Al An’am:82 ﴿ dan mendzalimi diri sendiri sehingga tergolong ahlul naar, karena TAKLID BUTA “menyembah manusia” dan BUTA QALBU, hatinya menghitam sehingga sulit memantulkan cahaya KEBENARAN dari ALLAH SWT. ——————– MUKMIN (mukminin) = akan didekatkan/dipasangkan/dijodohkan dengan MUKMIN (mukminat) sudah ketetapan ALLAH DI DUNIA ini ( An Nuur:26 ﴿), ﴾ Al Baqarah:221 ﴿ !!! ….. karena di AKHIRAT, MUKMIN dan NON MUKMIN = dipisahkan oleh ALLAH, diberikan ALAM tempat tinggal yg JAUH berbeda, hanya 2 ALAM, ……. ALAM JANNAH= tempat tinggal MUKMIN ….. ALAM NERAKA/naar/api/siksaan = tempat tinggal BUKAN MUKMIN/non mukmin !!! ============ كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّـهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفٰسِقُونَ ﴿آل عمران:١١۰﴾ —– ﴾ Ali Imran:110 ﴿ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. =============﴾ An Nisaa:57 ) Dan orang-orang yang beriman (MUKMININ & MUKMINAT) dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. ======= BAGI orang KAFIR dan TASYABUH (pengikut cara hidup) KAFIR, DUNIA = adalah HIDUP yg INDAH, karena diberi ALLAH penuh NIKMAT !! …berbeda dg MUKMIN DUNIA adalah PENJARA, penuh UJIAN /COBAAN dari ALLAH ====== “Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya” HR At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023=======﴾ Al Baqarah:212 ﴿ Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. ======== ﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? ======== ﴾ Al An’am:82 ﴿ Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (kesyirikan, kesesatan,kebid’ahan,kekafiran dst), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ======== WALLAHUA’LAM

June 1, 2021 Edy Gojira 5

Alhamdulillah dijauhkan BUKAN didekatkan … Kau perlihatkan “TANDA yang sangat […]

my dreams to EASE my pains ……….. my Risalah come to me …………. with love to ease my pains ………. ========= Macam-Macam Mimpi ================Pertama: =====Mimpi yang baik (ru’ya shalihah hasanah), yaitu jika seseorang bermimpi hal yang ia sukai. Mimpi ini datangnya dari Allah dan itu suatu nikmat. Karena jika ia bermimpi seperti itu, ia jadi semangat dan bergembira. Inilah yang dimaksud dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,————–لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلاَّ المُبَشِّرَاتِ———————“Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar-kabar gembira.”——–=============Kedua: ====Mimpi buruk (ru’ya makruhah), mimpi ini datang dari setan. Mimpi ini menggelisahkan. Salah satu terapi dari mimpi seperti ini adalah membaca ta’awudz, yaitu meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Mimpi ini baiknya tidak diceritakan kepada orang lain dan yang bermimpi harus bersabar dalam hal itu.——————–Karena ingatlah bahwa setan itu musuh manusia dan berusaha menyakiti, juga membuat sedih manusia. Coba kita renungkan dengan baik ayat berikut,——–إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِۚوَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ—————–“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.” (QS. Al-Mujadalah: 10)—————-============Ketiga:=========== Mimpi biasa yang tidak ada maksud apa pun. Biasanya itu cuma bisikan jiwa atau suatu pikiran yang akhirnya terbawa dalam mimpi.===== “TELINGA BERDENGING” Adalah Panggilan Nabi MUHAMMAD Sholallohu Alaihi Wasallam ?? ==== wallahua’lam

April 27, 2021 Edy Gojira 5

my good dreams to EASE my pains ……. ……………. my […]

ASLI atau FOTOCOPY sama saja bagiku … my dream come true = jika aku ke JANNAH saja ……. jika BUKAN jatuh ke NERAKA ….. ============== semua TANDA sudah lengkap menurut-ku ============== SURGA = mendapatkan apa yg aku/kamu KEHENDAKI /INGINkan/ IDAMkan/ IMPIkan /HARAPkan/CITA-CITAkan (QS Al-Furqoon : 16) (QS Az-Zumar : 34) (QS Qoof : 35) (QS Fushshilat : 31) ================== Manusia-manusia BUIH akan selalu mengikuti cara HIDUP dan bersenang-senang seperti orang kafir (Al Mursalaat:46 ). ………. ………. bersenang-senang dg DUNIAWI ….. tasyabuh KAFIR …. mengikuti gaya hidup keMEWAHan ,,,,,, mengikuti perilaku dan gaya hidup KAFIR dan MUSYRIK … kan banyak UANG/duit ….??!! ——————————- mimpi-MIMPI para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM 72 golongan,,,,selalu BERMIMPI …. dapat BAIk/nikmat/ SURGA ……. janji Allah {katanya} ——————————— Jika semua “DUNIA” diberikan Allah …. kemungkinan terJERUMUS ke NERAKA …. semakin BESAR … godaan SYAITAN, dan Nafsu memiliki DUNIA ————————————– >> UJUB … sombong DIRI …. pasti MENYELIMUTI HATI >> BERAMAL akhirat utk DUNIA …. pasti SELAMAnya dilakukan >>meremehkan JIHAD … lebih MENYIBUKKAN … kesenangan DUNIA >> BUTA mata QALBU …. ingin hidup lama …. menikmati DUNIA >> MENGIRA diri … dpt NIKMAT Akhirat …. di dunia SAJA diberi BAIK >> merasa CUKUP …. agamanya … AMALANnya … REZEKI … bangga diri>> LUPA Kewajiban BESAR …. yg BELUM/TIDAK dilakukan …. fasik >> BERKACA … melihat ke ATAS pada manusia LAIN … tidak TUNDUK >> IQRO’ … KORAN, TV, MUSIK, VIDEO … keMEWAHan dunia >> INTERNET … tidak MENYAMPAIKAN … takut dianggap “SOK SUCI” >> RIYA’ .. pada manusia .. TAKUT hanya pada CEMOOHAN manusia >> INTERNET … hanya utk GHIBAH … tak INGAT “DOSA” yg akan diHISAB >> AKHIRAT adalah … BESOK …. syaitan memBISIKi tiap saat >> MATI adalah TUA … masih MUDA .. masih SEHAT .. apa yg diTAKUTkan >> saya kan ISLAM … ya PASTI dapat… SYAFAAT ….masuk SURGA pasti >> Allah kan MAHA PENGAMPUN … aku ISLAM pasti “diampuni” >> aku sudah Shalat ….. aku sudah puasa … ya pasti dapat SURGA >> aku sudah SYAHADAT … api NERAKA .. tak mempan pd KULITku >> BIDADARI – BIDADARI … sudah siap MENYAMBUTku …. di akhirat >> NAUNGAN … pohon dan nikmat SURGA … sudah TERBAYANG >> aku kan ISLAM … aku kan orang BERIMAN …..————————————- ————–————— Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. Buta melihat BATAS ‘waktu” >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. TIDAK menyiapkan BEKAL >>>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu ‘melihat” keSENANGan >>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu berMIMPI surga >>>>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira cukup BAIK amalnya >>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira CUKUP ibadahnya >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira AKAN dapat syafaat Tuhan >>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira dapat AMPUNAN Tuhan >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira SELAMAT di akhirat >>>>>>> ——————- ================== kamu/aku SUDAH merasa akan ke SURGA Allah ? ……… MENYESAL setelah di CABUT nyawa oleh MALAIKAT ?? …. apa gunanya ??… ————————————– >> ﴾ Ali Imran:142 ﴿…. Belum/tidak … diUJI dengan “JIHAD dan SABAR” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ??……………………………… Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (???), padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. ———————————- >>> ﴾ Al Baqarah:214 ﴿ …. Belum/tidak … diUJI dengan “MALAPETAKA dan KESENGSARAAN” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ??………………………………. Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (??), padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ================TANDA-TANDA … manusia diberi KEBAIKAN oleh Allah … sebelum MATInya===== ————————–———–apakah aku/kamu merasakan DEKAT .. dg keMATIan kita ?————–apakah aku/kamu sekarang merasakan … UJIAN Allah ?——————-apakah aku/kamu merasa .. di JALAN Allah atau malah menJAUH?————–apakah aku/kamu merasakan UJIAN BERAT …. shg harus SABAR?————-apakah aku/kamu DEKAT dg FIRMAN Allah dan hadit-Nya ?—————apakah aku/kamu merasa WAJIB … utk TAKWA ?—————————————–—– apakah kamu/aku lakukan .. dalam menambah BEKAL pahalamu ??? … tambah FOYA-FOYA dg dunia?? …. tambah AL WAHN-mu … cinta dunia takut mati ??————————–————————–————–“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” (HR Al Bukhari dan Muslim).—————— Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus terhadap Al Qur’an dan hadits berasal dari kebeningan hati dan aqidah yang shahih.……………………..……………………..…..1. Dibukanya pintu amal sebelum kematian menjelang.……………………..…………………… 2. dipercepat sanksinya di dunia………………………………. 3. Diberikan cobaan…………………………. 4. Difaqihkan {paham} dalam agama…………………………. 5. Diberikan kesabaran. ————======= wallahua’lam bishawab

April 21, 2021 Edy Gojira 4

ASLI atau FOTOCOPY sama saja bagiku … my dream come […]

dream risalah tidak hilang .. masih bersisa —– (KEHENDAK ALLAH SWT saja ….. keAJAIBan bagi-ku) ——- di surga, mengapa “harus” ada bidadari? …. Mengapa di surga “harus” berpasangan/jodoh? ….. Apakah tanda-tanda manusia SURGA dan manusia NERAKA … ada di dunia? … Apakah beda mimpi manusia tergolong mukmin/mukminah dan BUKAN tergolong mukmin/mukminah? … mengapa sedikit sekali manusia diperlihatkan TAKDIR ke surga (masa depannya setelah mati) … atau takdir ke NERAKA (masa depannya setelah mati, … baik lewat mimpi atau KASYAF ? ————— ——- BAIK BURUK manusia = akan terlihat manusia di QALBU/”hati” manusia, … “hati/qalbu semakin HITAM” = hati yg semakin buruk atau bertambah banyak DOSAnya ….. hanya manusia itu sendiri dan ALLAH SWT saja yg mengetahui “ISI HATI/qalbu manusia itu”——- ……….. Risalah hati-ku …. = MIMPI-ku ======= Risalah hatiku-ku ….= MASA DEPAN-ku setelah MATI… wallahua’lam ======== Amalmu/ku sendiri yang akan membuat DIRImu/diriku lebih BURUK/ lebih BAIK dari sekarang (di dunia)————————— akan BERUBAH sesuai dg PAHALA ku/mu atau DOSAku/mu ——————————— Yang CANTIK & GANTENG jika PAHALA lebih sedikit dari DOSA ketika ditimbang Allah di AKHIRAT = maka akan menjadi BENTUK tubuh dan wajah yang sangat BURUK /JELEK/mengerikan !!! —————————- Yang TIDAK CANTIK & TIDAK GANTENG (menurut penilaian manusia di dunia) jika PAHALA lebih BANYAK dari DOSA ketika ditimbang Allah di AKHIRAT = maka akan menjadi BENTUK tubuh dan wajah yang sangat CANTIK/ sangat TAMPAN/sangat BAIK/sangat RUPAWAN/ sangat INDAH dilihat …dst !!! ——————- yang sudah cantik dan sangat rupawan & dg PAHALA yg besar dan sedikit DOSA = kalangan para NABI dan orang PILIHAN (wanita/pria pilihan Allah SWT) …. Akan bertambah LEBIH sangat CANTIK lagi dan lebih sangat RUPAWAN lagi … wallahua’lam——————————- di dunia laki-laki disunnahkan membiarkan JENGGOT tumbuh alami, sebagai “UJIAN bagi MUSLIMin dan MUKMINin” ——————- di AKHIRAT/jannah LAKI-LAKI tidak ada JENGGOTnya,kumis, atau BULU di tubuhnya …….wallahua’lam—————-jika aku melihat diriku di mimpi jannahku = seperti diriku di DUNIA maka = BUKAN masa depanku setelah mati/di akhirat = BUKAN JANNAH yg diperlihatkan Allah padaku ………..…wallahua’lam—————- hukum memelihara jenggot adalah sunnah, adalah berdasarkan hadits-hadits nabi. Ada banyak hadits yang menjelaskan hal ini. Salah satunya riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,—————–خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى———“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625) ——————————- Imam At-Tirmidzi juga menyebutkan sifat-sifat ahli surga kelak di mana di dalamnya tidak ada orang tua, orang dengan bulu kumis, jenggot, dan bulu lainnya.————————–عن معاذ بن جبل رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ، بني ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ رواه الترمذي————–“Dari Muadz bin Jabal, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Penghuni surga kelak masuk ke dalamnya dalam keadaan tak berbulu, muda, dan bercelak mata, sekira usia 33 tahun,’” (HR At-Tirmidzi).————————Kata Jurdan [جُرْدًا] merupakan bentuk jama’ dari ajrad [أَجْرَد] yang artinya orang yang fisiknya tidak berbulu. (al-Qamus, hlm. 347)————————–Sementara Murdan [مُرْدًا] dari kata amrad [أَمْرَد], yang artinya pemuda yang baru tumbuh kumisnya dan belum tumbuh jenggotnya. (al-Qamus, hlm. 407)———————

March 25, 2021 Edy Gojira 4

……….. ……….. hanya karena …..KEHENDAK ALLAH SWT saja ….. keAJAIBan dari Allah  […]

apakah mungkin bisa MEMANDANG ALLAH di surga ?…… Wajah Allah dapat dilihat orang BERIMAN di SURGA KELAK … jika MASUK SURGA … ———————– Melihat Dengan Mata Kepala——— Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Mereka melihat kepada RabbNya. (Al-Qiyamah: 22-23)——- Ayat ini menegaskan dengan gamblang bahwa Allah akan dilihat dengan mata kepala secara langsung pada hari kiamat nanti. Tentang hal ini banyak hadits berderajat mutawatir.—— Hadits Abu Hurairah dan Abu Sa’id dalam Shahihain menceritakan bahwa para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita pada hari kiamat?” Rasulullah saw. menjawab, “Apakah kalian mendapatkan kesulitan melihat bulan pada saat purnama?” Mereka menjawab, “Tidak, ya Rasulullah.” Beliau bertanya lagi, “Apakah kalian mendapatkan kesulitan melihat matahari pada saat tidak ada awan?” Mereka menjawab, “Tidak.” Beliau kemudian bersabda, “Seperti itu juga kalian melihat Rabb kalian.”———– Anas bin Malik berkata, “Manusia akan melihat Allah pada hari kiamat nanti dengan mata kepala mereka.”——– Orang Kafir Tidak Akan Melihat Allah———– Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka. (Al-Muthaffifin: 14-15)———- Dan salah satu bagian dari hukuman terbesar terhadap orang-orang kafir adalah mereka terhalang untuk melihat Allah dan terhalang dari mendengar perkataan-Nya.———- Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i menjelaskan tentang ayat itu, “Ketika mereka itu terhalang dari melihat Rabb mereka karena mereka dalah orang-orang yang dibenci atau dimurkai Allah, maka ini menjadi bukti bahwa wali Allah itu akan melihat Allah karena Allah meridhai mereka.”——– Lalu Ar-Rabi’ bertanya, “Wahai Abu Abdillah, apakah benar engkau mengatakan demikian?” Ia menjawab, “Ya, benar! Karena itu pulalah aku menundukkan diri diri di hadapan Allah. Kalau saja Muhammad bin Idris tidak meyakini bahwa ia akan melihat Allah tentu ia tidak mau menghambakan diri kepada-Nya.” ====================

February 4, 2017 Edy Gojira 3

apakah mungkin bisa MEMANDANG ALLAH di surga ?…… Wajah Allah […]

APA gunanya kita diberi Allah … MARAH?…. gunakan MARAH pada tempatnya … untuk memBERANTAS KEMAKSIATAN ———————————— melihat MAKSIAT … keMUNKARan kok DIAM … tidak MARAH ?? … ALLAH akan sangat MARAH/murka pada orang itu …. —————————– ‘Adi bin Umair ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mengadzab manusia secara umum hanya karena perbuatan maksiat dari orang-orang tertentu, kecuali mereka mengetahui kemaksiatan itu, namun tidak mau memberantasnya. Padahal mereka sebenarnya mampu. Jika mereka melakukan seperti itu maka Allah akan mengadzab semuanya, yang tidak melakukan dan yang melakukan.” (HR Abu Dawud) ——————- >>>> Marah adalah sifat bagi makhluk. Jika kita menetapkan sifat marah bagi Allah berarti kita menyamakan Allah dengan makhluk-Nya. ????? <<<<<< --------------- Untuk menjawab kesalahpahaman seperti ini maka bisa kita jawab dari beberapa sisi: 1 Jika Anda boleh mengatakan demikian, maka kami pun juga bisa mengatakan bahwa orang yang menolak sifat ghadhab bagi Allah sama artinya telah menyerupakan Allah dengan dengan benda-beda mati (seperti batu, tanah, kayu, dsb) yang tidak memiliki sifat marah. 2 Kesamaan nama tidak mengharuskan kesamaan materi. Sebagai contoh, Allah bersifat wujud (ada). Demikian juga manusia bersifat wujud. Akan tetapi eksistensi keduanya berbeda. Wujud Allah adalah wujud azali abadi, sedangkan wujud manusia adalah wujud fana dan sementara. ---------- Demikian juga dengan sifat murka/marah/gadhab, meskipun Allah punya sifat marah namun amarah Allah sesuai dengan kemuliaan-Nya tidak sama dengan sifat amarah makhluk-Nya. ----------------- >> Marah adalah keadaan saat darah mendidih dalam hati, dan hal itu mustahil bagi Allah. —————- >>> Pemahaman seperti ini juga tidak tepat. Sebab mendidihnya darah, atau berubahnya warna wajah saat marah adalah sifat yang terjadi pada makhluk. Adapun Allah, maka marah-Nya tidak lazim harus seperti itu. Lantas bagaimana marahnya Allah? Hanya Allah–lah yang mengetahui bagaimana kaifiahnya. —————- >>> Menetapkan sifat marah bagi Allah sama dengan mengatakan bahwa Allah dipengaruhi oleh ciptaan, dan ciptaan yang menyebabkan peristiwa kemarahan-Nya, dll. Padahal Allah tidak terpengaruh oleh apa yang kita lakukan, atau oleh apa pun dalam ciptaan-Nya. Karena Dia tidak membutuhkan ciptaan dengan cara atau bentuk apapun. ——————- Untuk meluruskan kesalahpahaman ini kita bisa menjawabnya dari beberapa sisi: Pertama: Yang menetapkan sifat murka bagi Allah adalah Allah sendiri. Sedangkan kewajiban kita hanyalah menetapkan apa-apa yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya sendiri. Sebagai hamba-Nya tentu kita tidak boleh lancang sampai berani menolak ketetapan Allah atau menetapkan perkara yang tidak Ia tetapkan bagi diri-Nya Kedua: sifat murka adalah sifat ikhtiyariyah (pilihan) Allah. Artinya Allah tidak dipaksa oleh siapapun dalam hal ini. Semuanya terserah kepada kehendak Allah. Jika Ia menghendaki maka Ia akan murka kepada orang yang pantas untuk dimurkai, Sebagaimana Allah juga meridai hamba-Nya sesuai dengan kehendak dan iradah-nya. Jadi menetapkan sifat murka bagi Allah, tidak berarti mengtakan bahwa Allah bergantung kepada makhluk-Nya. Dengan demikian kita tidak perlu menakwil makna ghadhab dengan “kehendak menyiksa” atau “siksaan” atau takwil-takwil lain yang menyimpang dari makna lahirnya. —————- MAKSIAT kok didiamkan ??? kok TIDAK MARAH ?? .. apa gunanya mARAH yg diberikan Allah ??? ————— Abu Bakar ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Jika terjadi kemaksiatan dalam suatu kaum, tetapi mereka tidak memberantasnya, padahal mereka mampu melakukannya, maka dikhawatirkan Allah akan menurunkan siksa-Nya kepada mereka semua.” (HR Abu Dawud) sifat PENGECUT …. MUNAFIK … FASIK ———————– mengapa KAU DIAM saja …. melihat keMUNKARan ? … mengapa tidak kau GUNAKAN MARAHmu …. untuk membasmi KEMUNKARAN ??!!! ——————————— Abu Sa’id al-Khudri ra. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Pada hari kiamat, Allah akan bertanya kepada seseorang, “Apa yang menghalangimu untuk memberantas kemunkaran yang kamu lihat?” Lalu Allah mengajarkan jawabannya, “Ya Rabbi, saya mengharapkan pengampunan-Mu, dan sayat takut musibah yang akan menimpaku, atau hartaku.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah) —- Ada banyak teks ayat Alquran yang menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat marah / murka/ghadhab. Di antaranya adalah: ——————— QS. An-Nisa: 93 وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا “Dan barang siapa membunuh seorang beriman dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan adzab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa: 93) ——————— QS. Al-Baqarah: 90 Allah berfirman, فَبَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُهِينٌ “Dankarena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan, dan kepada orang-orang kafir ditimpakan azab yang pedih.” (QS. Al-Baqarah: 90) —————— Ketika menanggapi ayat ini, Imam Ibnu Katsir membawakanriwayat dari Abu ‘Aliyah. Beliau mengatakan, “Allahmurka kepada mereka lantaran mereka mengingkari Injil dan Isa. Kemudian mereka juga ingkar terhadap Muhammad dan Alquran.” ——————- QS. An-Nur: 9 ————– Allah berfirman, وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِنْ كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ “Dan sumpah yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya (istri) jika suaminya termasuk orang yang berkata benar.” (QS. An-Nur: 9) Ada sekian banyak hadis yang menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat marah/murka/ghadhab. Di antaranya adalah: ——— Hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, إِنَّ اللهَ لَمَّا قَضَى الْخَلْقَ كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي “Sesungguhnya tatkala Allah menetapkan makhluk-Nya, Dia tulis di sisi-Nya di atas ‘arsy bahwa rahmat-Ku mendahului murka-Ku” (HR. Bukhari: 7422) ————— Hadis yang juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Ketika Rasulullah terluka dalam sebuah peperangan, beliau bersabda, اشْتَدَّ غَضَبُ اللهِ عَلَى قَوْمٍ فَعَلُوا بِنَبِيِّهِ يُشِيرُ إِلَى رَبَاعِيَتِهِ اشْتَدَّ غَضَبُ اللهِ عَلَى رَجُلٍ يَقْتُلُهُ رَسُولُ اللهِ فِي سَبِيلِ اللهِ “Allah sangat murka terhadap kaum yang memperlakukan nabinya seperti ini. Beliau menunjuk giginya yang patah. Kemudian beliau mengatakan, “Allah juga sangat murka terhadap orang yang dibunuh oleh nabi-Nya.”(HR. Bukhari: 4073 dan Muslim: 1793)

October 21, 2016 Edy Gojira 1

APA gunanya kita diberi Allah … MARAH?…. gunakan MARAH pada […]

1 2 3 49