Handshaking yang terbukti, life in pains ….. DULU sangat sulit kupahami, setelah menjalani sangat PAHIT in LIFE …. Baru bisa kupahami. Yang dicari BUKAN surga,—– TAPI RIDHO ALLAH saja … mengikuti kehendak ALLAH …. MESKIPUN dianugerahi oleh Allah di dunia berupa …. hidup PENUH DERITA …. hidup PEDIH … hidup PERIH … hidup SAKIT sekali …… hidup sangat kekurangan …. dll.——- >> hanya mengikuti KEHENDAK ALLAH TANPA bertanya lagi ……. WHY .. mengapa … sebabnya apa … dst …… MENGAPA orang mukmin lebih memilih JALAN SUKAR dan MENDAKI (QS Al-Balad [90]: 11-12) ….. sangat menyakitkan … tidak mengenakkan … menyesakkan hati ……<<< BUKAN memilih HIDUP yang INDAH … hidup yang ENAK… hidup yang NIKMAT ….. hidup yang NYAMAN ….. menikmati HIDUP … dst >>> Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:————مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنْ الْكَرَامَةِ———-“Tidak seorangpun yang masuk surga namun dia suka untuk kembali ke dunia padahal dia hanya mempunyai sedikit harta di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali karena dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid).”[ HR. Al-Bukhari no. 2817 dan Muslim no. 1877] ——————— Diriwayatkan dari Ali bin abi thalib, dia berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW, bersabda; ” Apakah kamu mau aku beri lima ribu ekor kambing, atau aku ajari kamu lima kalimat yang memuat kemaslahatan agamamuu dan duniamu?” maka aku jawab, ” Ya Rasulullah, lima ribu ekor kambing itu banyak, tetapi ajari aku ilmu.” lalu, Rasulullah SAW bersabda, bacalah; ALLAAHUMMAGHFIR LII DZANBII, WA WASSI’ KHULUQII, WA THAYYIB LII KASABII, WA QANNI’NII BIMAA RAZAQTANII, WA LAA TADZ-HAB QALBII ILAA SYAI-IN SHARRAFTAHU ‘ANNII, (” Ya Allah, ampunillah dosaku, perluaslah (muliakanlah) akhlakku, berilah untukku pekerjaan yang baik, jadikanlah aku puas menerima apapun yang Engkau karuniakan kepadaku, dan janganlah Engkau buat hatiku mengingat apapun yang telah Engkau palingkan dariku” ). (HR. Ibnu An-Najjar)——————- dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidak boleh ada hasad kecuali untuk 2 orang: Orang yang diberi harta oleh Allah, lalu dia gunakan harta itu untuk membela kebenaran. Yang kedua, orang yang diberi ilmu oleh Allah, lalu dia memutuskan perkara berdasarkan ilmu agamanya dan dia mengajarkannya. (HR. Ahmad 4109, Bukhari 1409 dan yang lainnya).————–MAYORITAS …. keBANYAKan ,,,,,manusia minta dikembalikan ke dunia, karena begitu “SULIT”nya setelah MATI, tidak semudah orang KIRA ——-Allah Ta’ala berfirman,—————–حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩)لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٠٠)————— “Hingga apabila telah datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.”(Al Mukminun: 99-100) … ————————- Di dalam Al-Quran Allah menyebutkan sebuah pertanyaan:————–فَلَا ٱقۡتَحَمَ ٱلۡعَقَبَةَ (١١) وَمَآ أَدۡرَٮٰكَ مَا ٱلۡعَقَبَةُ (١٢)———-Artinya: “Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?” (QS Al-Balad [90]: 11-12).—————————-Ayat ini berbicara soal jalan kebaikan yang dikatakan sebagai jalan yang sukar, sulit ditempuh lagi menanjak. Hanya orang-orang yang sabar saja yang mampu dan mau melakukannya.——————-Apa jalan mendaki itu? Allah menjawab pada ayat-ayat berikutnya, yakni:———فَكُّ رَقَبَةٍ (١٣) أَوۡ إِطۡعَـٰمٌ۬ فِى يَوۡمٍ۬ ذِى مَسۡغَبَةٍ۬ (١٤) يَتِيمً۬ا ذَا مَقۡرَبَةٍ (١٥) أَوۡ مِسۡكِينً۬ا ذَا مَتۡرَبَةٍ۬ (١٦) ثُمَّ كَانَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡمَرۡحَمَةِ (١٧)—————-Artinya: “[yaitu] melepaskan budak dari perbudakan, (13) atau memberi makan pada hari kelaparan, (14) [kepada] anak yatim yang ada hubungan kerabat, (15) atau orang miskin yang sangat fakir. (16) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. ”(17). (QS Al-Balad [90]: 13-17). —————- wallahua’lam

January 22, 2022 Edy Gojira 0

MAYORITAS …. keBANYAKan ,,,,,manusia minta dikembalikan ke dunia, karena begitu […]

ku-kurangi buruk sangka-ku sendiri …….. hanya bisa berbaik sangka pada ALLAH SWT saja …… ———- “the sign for me, my destiny, good destiny from Allah” … HUSNUDZON-ku pada Allah SWT ———— dalam “kesempitanku” ========== Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Berusahalah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan Allah dan janganlah sampai kamu lemah (semangat). Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berkata ‘seandainya aku melakukan ini dan itu, niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah ‘Qodarullah wa maa-syaa-a fa’ala (Allah telah menTAKDIRkan segalanya dan apa yang diKEHENDAKi-Nya pasti dilakukan-Nya).’ Karena sesungguhnya (kata) ‘seandainya’ itu akan mengawali perbuatan syaithan.”(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya (no. 2664)) ————— Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,——————-لا يؤمن عبد حتى يؤمن بالقدر خبره وشره حتى بعلم أن ما أصابه لم يكن ليخطئه وأن ما أخطأه لم يكن ليصيبه—————–“TIDAK BERIMAN salah seorang dari kalian hingga dia beriman kepada QADAR BAIK dan BURUK-nya dari Allah, dan hingga yakin bahwa apa yang menimpanya tidak akan luput darinya, serta apa yang luput darinya tidak akan menimpanya.” (Shahih, riwayat Tirmidzi dalam Sunan-nya (IV/451) dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 6985) dari ‘Abdullah bin ‘Amr. Syaikh Ahmad Syakir berkata: ‘Sanad hadits ini shahih.’ Lihat juga Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah (no. 2439), karya Syaikh Albani rahimahullah)………………………….. Jibril ‘alaihis salam pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai iman, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,————-الإيمان أن تؤ من با لله وملا ئكته وكتبه ورسله واليوم الا خر وتؤ من بالقدرخيره وشره——————“Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir serta qadha’ dan qadar, yang BAIK maupun yang BURUK.”(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya di kitab al-Iman wal Islam wal Ihsan (VIII/1, IX/5)) ===== wallahua’lam

September 11, 2021 Edy Gojira 4

ku-kurangi buruk sangka-ku sendiri  …………  hanya bisa berbaik sangka pada […]

yang tersisa ….. broken notes (KEHENDAK ALLAH SWT saja ….. keAJAIBan bagi-ku) ————– lesu …..sedih ….sadness …… ingat HADITS nabi SAW. —————- “Demi Allah, tidaklah kehidupan dunia dibandingkan akhirat melainkan hanya seperti salah satu dari kalian mencelupkan tangannya ke dalam lautan, maka silakan dilihat apa yang dibawa oleh jarinya”. (HR. Muslim) ========== “BARANGSIAPA YANG NIATNYA ADALAH UNTUK MENGGAPAI AKHIRAT, MAKA ALLAH AKAN MEMBERIKAN KECUKUPAN DALAM HATINYA, DIA AKAN MENYATUKAN KEINGINANNYA YANG TERCERAI BERAI, DUNIA PUN AKAN DIA PEROLEH DAN TUNDUK HINA PADANYA. BARANGSIAPA YANG NIATNYA ADALAH UNTUK MENGGAPAI DUNIA, MAKA ALLAH AKAN MENJADIKAN DIA TIDAK PERNAH MERASA CUKUP, AKAN MENCERAI BERAIKAN KEINGINANNYA, DUNIA PUN TIDAK DIA PEROLEH KECUALI YANG TELAH DITETAPKAN BAGINYA.” (HR. TIRMIDZI) ——- CARA MEMBANGUN “RUMAH DI SURGA/KAMPUNG AKHIRAT/JANNAH” … … —– DG BERUSAHA KE ARAH KEHIDUPAN AKHIRAT {AL ISRAA’:19} ——- DG SUNGGUH-SUNGGUH DAN DALAM GOLONGAN MUKMIN —— ﴾ AL ISRAA’:19 ﴿ =========== MIMPI BAIK dan BENAR ….. benar akan terbukti …… atau .. sudah terbukti di dunia …. Atau akan terbukti kebenarannya setelah MATI =========== MIMPI yang BAIK & BENAR .. pada MUKMIN (mukminin & mukminat) …….. diperlihatkan oleh Allah kepadanya … (sebelum event penenggelaman/pembenaman) ….=========Mimpi baik seorang mukmin merupakan khabar gembira bagi amal-amal baiknya dan merupakan sebahagian tanda dekatnya kiamat/assaah.malapetaka/awal tanda kiamat PENENGGELAMAN/pembenaman ke dalam bumi. Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa mimpi seorang mukmin di akhir zaman, sedikit sekali yang bohong atau terjadi dari syaitan.==========>>>>>>> Hal itu akan terjadi ketika menjelang Kiamat/ malapetaka besar, kebanyakan ilmu (agama) diambil dan syari’at Islam telah terhapus dengan sebab fitnah dan banyaknya pembunuhan. Manusia seperti berada di zaman fathrah (zaman di antara dua Nabi), mereka membutuhkan seorang mujaddid dan pemberi pengingatan dalam masalah agama yang telah terhapus, sebagaimana umat terdahulu diingatkan oleh para Nabi. Akan tetapi, Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Nabi terakhir dan kenabian berakhir pada umat ini maka mereka digantikan dengan orang yang bermimpi dengan mimpi yang benar, yang merupakan bagian dari kenabian dengan membawa kabar gembira dan peringatan.=======>>>>>>bisa juga Hal itu terjadi ketika jumlah orang-orang yang beriman sedikit, sementara kekufuran, kebodohan, dan kefasikan menimpa orang-orang yang ada. Sehingga seorang mukmin merasa kesepian, lalu diberikan pertolongan dengan mimpi yang benar sebagai penghormatan dan penghibur baginya. =============wallahua’lam………..Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mimpinya orang muslim adalah yang dia lihat, atau yang diperlihatkan kepadanya. Dan di dalam Hadits Ibnu Mushir; “Mimpi yang baik adalah bagian dari empat puluh enam kenabian.” (HR Muslim) …………. hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah SAW bersabda , “ Tidak tersisa dari kenabian, kecuali peringatan peringatan.” Mereka bertanya, “Apa peringatan peringatan itu?” Rasulullah SAW menjawab, “ Mimpi yang baik atau benar.”(HR Bukhari) ………………………Rasulullah SAW bersabda,” Jika zaman itu telah dekat (kiamat) , banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan.” (HR Muslim) …………….. wallahua’lam ====

March 21, 2021 Edy Gojira 3

……….. hanya karena …..KEHENDAK ALLAH SWT saja ….. keAJAIBan dari […]

Gigitlah jangan kau LEPAS, JALAN NABI dan RASUL atau Sunnah RASUL dengan Gigi Gerahammu …. sampai kamu MATI …………………………… “Akan tiba suatu zaman bagi manusia, barnagsiapa di antara mereka yang bersabar berpegang teguh pada agamanya, ia ibarat menggenggam bara api” (HR. At Tirmidzi 2260, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi). ————— “Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam mengibaratkan dengan perumpamaan yang bisa cerna secara inderawi. Maksudnya orang yang bersabar dalam berpegang pada hukum Al Qur’an dan As Sunnah akan mendapatkan perlakuan keras dan kesulitan-kesulitan dari ahlul bid’ah dan orang-orang menyimpang dianalogikan bagai memegang bara api dengan genggaman tangannya, bahkan lebih dahsyat dari itu ———– Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya : “Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemerintahan Islam) walaupun yang memimpin kalian adalah seorang hamba sahaya dari negeri Habasyah. Sesungguhnya barangsiapa hidup sesudahku niscaya dia akan melihat banyak perselisihan, maka wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. Berpeganglah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan gigi gerahammu serta jauhilah oleh kalian perkara agama yang diada-adakan karena semua yang baru dalam agama adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat.” HR Ahmad,Abu Dawud,Tirmidzi,Dzahabi dan Hakim, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al jami’ no. 2549 ———————– Pelajaran: ———- 1. Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah ta’ala.——– 2. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat didalamnya maksiat.— 3. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena didalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.— 4. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.—- 5. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama—————– ======= KARAKTERISTIK AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH —————- Di antara karakteristik Ahlus Sunnah wal jama’ah adalah : ————— 1. Menempuh jalan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan menelusuri jejaknya secara lahir dan bathin. Beda halnya dengan kaum munafiqin yang hanya secara lahiriyah saja mengikutinya, sementara batinnya tidak. Jejak Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam itu adalah sunnahnya, yaitu segala sesuatu yang diriwayatkan dan dinukil dari beliau berupa ucapan, perbuatan atau taqrir (persetujuan). Jadi, bukan jejak lahiriyahnya seperti tempat di mana beliau duduk, tidur dan lainnya, karena menelusuri hal-hal seperti itu dapat menyebabkan perbuatan syirik, sebagaimana telah terjadi pada umat-umat sebelumnya. ——————- 2. Menelusuri jalan para as-sabiqun al-awwalun dari para sahabat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dan kaum Anshar, karena Allah Subhanahu waTa’ala telah memberikan keunggulan kepada mereka berupa ilmu dan pemahaman (yang mendalam terhadap masalah agama). Mereka telah menyaksikan turunnya wahyu dan mendengar tafsirnya (penjelasannya langsung dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam ) serta belajar langsung kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tanpa perantara. Maka mereka lebih dekat kepada kebenaran dan lebih berhak diikuti setelah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam . Jadi, mengikuti mereka menempati urutan kedua sesudah mengikuti Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu aqwal (ucapan-ucapan para sahabat adalah hujjah (dalil) yang wajib diikuti bila tidak ada nash dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam , karena cara mereka beragama lebih selamat, lebih mengetahui dan lebih bijak. Tidak sebagaimana dikatakan oleh sebagian kaum mutaakhkhirin yang mengatakan, “Sesungguhnya cara kaum salaf itu aslam (lebih selamat) sedangkan cara kaum khalaf itu lebih mengetahui lagi lebih bijak. Lalu dengan itu mereka mengikuti jalan khalaf dan meninggalkan jalan salaf.” ————— 3. Di antara karakteristik Ahlus Sunnah wal jama’ah ialah berpegang teguh kepada wasiat (pesan) Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam di mana beliau bersabda,——- عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اْلمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِيْ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ. “Hendaklah kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah para Khulafa’ur Rasyidin sepeninggalku, berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dengan gigi geraham kalian sekuat-kuatnya, dan awas, hindarilah perkara-perkara baru (yang diada-adakan), karena setiap bid’ah (hal baru) itu adalah sesat.”( HR. Imam Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi berkata, “Hasan Shahih.”) ————– Ahlus Sunnah itu selalu mengikuti thariqah (jalan) para khulafa’ur Rasyidin secara khusus sesudah mereka mengikuti jalan as-Sabiqun al-Awwalun (Generasi awal) dari kaum Muhajirin dan Anshar secara umum. Karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah mewasiatkan wasiat khusus agar mematuhi sunnah Khulafa’ur Rasyidin sebagaimana di dalam hadits di atas. Pada hadits tersebut Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menggandengkan Sunnah Khulafa’ur Rasyidin dengan Sunnahnya, maka hal itu menunjukkan bahwa apa yang disunnahkan oleh para Khulafa’ur Rasyidin atau salah seorang dari mereka tidak boleh diabaikan. —————– 4. Termasuk karakteristik mereka juga adalah menjunjung tinggi Kitabullah dan Sunnah RasulNya, mereka selalu lebih mendahulukan keduanya di dalam penggunaan dalil (istidlal) dan berpanutan kepada keduanya daripada pendapat orang dan perbuatannya, karena mereka mengetahui bahwa sebenar-benar perkataan adalah perkataan (firman) Allah Subhanahu waTa’ala, sebagaimana Allah Subhanahu waTa’ala tegaskan, ———– وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا [النساء/87] Artinya: “Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?” (An-Nisa’: 87).—- Dan juga: وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا [النساء/122] [Artinya: “Siapakah yang lebih benar ucapannya daripada Allah?” (An-Nisa’: 122). ——– ————- 5. Sepakat untuk mengamalkan al-Qur’an dan as-Sunnah serta bersatu pada al-haq (kebenaran) dan saling tolong-menolong di dalam kebajikan dan takwa. Hal ini telah melahirkan wujudnya ijma’, sedangkan ijma’ merupakan sumber ketiga di dalam ilmu dan agama. Para ulama ushul telah mendefinisikan ijma’ sebagai berikut: Kesepakatan ulama di zamannya atas suatu perkara agama sepeninggal Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam; ijma’ adalah hujjah yang pasti (qath’i) yang wajib diamalkan sesudah dua sumber utamanya, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. —————– Termasuk karakteristiknya juga adalah mengukur dengan tiga landasan tersebut semua ucapan (pendapat) manusia dan perbuatan mereka baik lahir maupun batin yang ada hubungannya dengan masalah agama.———— Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :” Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, Allah akan menjadikan dia paham tantang ilmu Agama. Sesungguhnya aku hanyalah pembagi (zakat) sedangkan Allahlah yang memberinya (yakni pemberi rezeki). Senantiasa akan ada dari umat ini orang yang menunaikan perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang keputusan Allah“. HR. Bukhari dalam Fathul bary, no.71 dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan—————–

November 18, 2016 Edy Gojira 1

Gigitlah jangan kau LEPAS, JALAN NABI dan RASUL atau Sunnah […]