Handshaking yang terbukti, life in pains ….. DULU sangat sulit kupahami, setelah menjalani sangat PAHIT in LIFE …. Baru bisa kupahami. Yang dicari BUKAN surga,—– TAPI RIDHO ALLAH saja … mengikuti kehendak ALLAH …. MESKIPUN dianugerahi oleh Allah di dunia berupa …. hidup PENUH DERITA …. hidup PEDIH … hidup PERIH … hidup SAKIT sekali …… hidup sangat kekurangan …. dll.——- >> hanya mengikuti KEHENDAK ALLAH TANPA bertanya lagi ……. WHY .. mengapa … sebabnya apa … dst …… MENGAPA orang mukmin lebih memilih JALAN SUKAR dan MENDAKI (QS Al-Balad [90]: 11-12) ….. sangat menyakitkan … tidak mengenakkan … menyesakkan hati ……<<< BUKAN memilih HIDUP yang INDAH … hidup yang ENAK… hidup yang NIKMAT ….. hidup yang NYAMAN ….. menikmati HIDUP … dst >>> Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:————مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنْ الْكَرَامَةِ———-“Tidak seorangpun yang masuk surga namun dia suka untuk kembali ke dunia padahal dia hanya mempunyai sedikit harta di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali karena dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid).”[ HR. Al-Bukhari no. 2817 dan Muslim no. 1877] ——————— Diriwayatkan dari Ali bin abi thalib, dia berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW, bersabda; ” Apakah kamu mau aku beri lima ribu ekor kambing, atau aku ajari kamu lima kalimat yang memuat kemaslahatan agamamuu dan duniamu?” maka aku jawab, ” Ya Rasulullah, lima ribu ekor kambing itu banyak, tetapi ajari aku ilmu.” lalu, Rasulullah SAW bersabda, bacalah; ALLAAHUMMAGHFIR LII DZANBII, WA WASSI’ KHULUQII, WA THAYYIB LII KASABII, WA QANNI’NII BIMAA RAZAQTANII, WA LAA TADZ-HAB QALBII ILAA SYAI-IN SHARRAFTAHU ‘ANNII, (” Ya Allah, ampunillah dosaku, perluaslah (muliakanlah) akhlakku, berilah untukku pekerjaan yang baik, jadikanlah aku puas menerima apapun yang Engkau karuniakan kepadaku, dan janganlah Engkau buat hatiku mengingat apapun yang telah Engkau palingkan dariku” ). (HR. Ibnu An-Najjar)——————- dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidak boleh ada hasad kecuali untuk 2 orang: Orang yang diberi harta oleh Allah, lalu dia gunakan harta itu untuk membela kebenaran. Yang kedua, orang yang diberi ilmu oleh Allah, lalu dia memutuskan perkara berdasarkan ilmu agamanya dan dia mengajarkannya. (HR. Ahmad 4109, Bukhari 1409 dan yang lainnya).————–MAYORITAS …. keBANYAKan ,,,,,manusia minta dikembalikan ke dunia, karena begitu “SULIT”nya setelah MATI, tidak semudah orang KIRA ——-Allah Ta’ala berfirman,—————–حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩)لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٠٠)————— “Hingga apabila telah datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.”(Al Mukminun: 99-100) … ————————- Di dalam Al-Quran Allah menyebutkan sebuah pertanyaan:————–فَلَا ٱقۡتَحَمَ ٱلۡعَقَبَةَ (١١) وَمَآ أَدۡرَٮٰكَ مَا ٱلۡعَقَبَةُ (١٢)———-Artinya: “Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?” (QS Al-Balad [90]: 11-12).—————————-Ayat ini berbicara soal jalan kebaikan yang dikatakan sebagai jalan yang sukar, sulit ditempuh lagi menanjak. Hanya orang-orang yang sabar saja yang mampu dan mau melakukannya.——————-Apa jalan mendaki itu? Allah menjawab pada ayat-ayat berikutnya, yakni:———فَكُّ رَقَبَةٍ (١٣) أَوۡ إِطۡعَـٰمٌ۬ فِى يَوۡمٍ۬ ذِى مَسۡغَبَةٍ۬ (١٤) يَتِيمً۬ا ذَا مَقۡرَبَةٍ (١٥) أَوۡ مِسۡكِينً۬ا ذَا مَتۡرَبَةٍ۬ (١٦) ثُمَّ كَانَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡمَرۡحَمَةِ (١٧)—————-Artinya: “[yaitu] melepaskan budak dari perbudakan, (13) atau memberi makan pada hari kelaparan, (14) [kepada] anak yatim yang ada hubungan kerabat, (15) atau orang miskin yang sangat fakir. (16) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. ”(17). (QS Al-Balad [90]: 13-17). —————- wallahua’lam

January 22, 2022 Edy Gojira 0

MAYORITAS …. keBANYAKan ,,,,,manusia minta dikembalikan ke dunia, karena begitu […]

APAKAH ini TANDA WAKTUnya … sudah dekat ?, bagi HUKUMAN kerusakan dan kesombongan keDUA, … ya ALLAH ?? (Al Israa’:7) ========<<... Israel Kembali Serang Jalur Gaza Setelah Satu Bulan Gencatan Senjata (Juni 16, 2021) ... >> <<< Israel Launches Fresh Airstrikes on Gaza Within Days Of Naftali Bennett-led Govt Coming To Power .... Israel Luncurkan Serangan Udara Baru di Gaza Dalam Beberapa Hari Setelah Pemerintahan Naftali Bennett Berkuasa >>>> Israel membuat kerusakan dan kesombongan besar 2 (dua kali) … dulu dan SEKARANG ini … dg ciri khas = KESOMBONGAN besar (yang kedua/ terakhir)… merasa akan menang dg keKUATannya besar dan dukungan BESAR (united state) … melawan … Palestina sekecil itu (Gaza strip) ======== & ======= diBIARKAN & TIDAK dibantu oleh warga MUSLIM di dunia ini ….. !!! …. dg ALASAN ” HAMAS ITU BUATAN YAHUDI DAN DIDUKUNG SYIAH IRAN.. BENARKAH???? ” ======= KAPAN SYIAH IRAN pernah memerangi YAHUDI/ISRAEL ???? ============ “Syiah Iran Dan Y4hudi Isr4el adalah Satu Kesatuan Yang Erat”, kata B3ny4min N3tany4hu ======== BAGAIMANA Pendapat Penduduk Gaza tentang Syiah dan Iran ????======== ‘Adi bin Umair ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mengadzab manusia secara umum hanya karena perbuatan maksiat dari orang-orang tertentu, kecuali mereka mengetahui kemaksiatan itu, namun tidak mau memberantasnya. Padahal mereka sebenarnya mampu. Jika mereka melakukan seperti itu maka Allah akan meng-ADZAB SEMUA-nya, yang tidak melakukan dan yang melakukan.” (HR Abu Dawud) …=========== Dari Hudzaifah bin al Yaman radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah mengenai kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau mengenai keburukan.”—–Hudzaifah melanjutkan, “Wahai Rasulullah, apakah setelah kebaikan yang Allah berikan kepada kita ini, akan muncul keburukan setelahnya seperti masa-masa sebelumnya?”———Rasul menjawab, “Benar!”Hudzaifah bertanya lagi, “Lalu bagaimana caranya selamat dari hal tersebut?”—-Beliau menegaskan, “Dengan pedang!”—Hudzaifah melayangkan pertanyaan kembali, “Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan terjadi?”——Rasul menjelaskan, “Jika Allah mempunyai —KHALIFAH— di muka bumi, lalu dia memukul punggung dan mengambil hartamu, maka taatilah dia. Jika tidak begitu, maka matilah engkau dalam keadaan menggigit akar pohon (tidak taat dan pergi menyepi).”——–Hudzaifah bertanya lagi, “Lalu apa yang akan terjadi?”—–Rasul menjawab, “Akan muncul DAJJAL dengan membawa SUNGAI dan API. Siapa yang jatuh ke dalam apinya, maka ia akan mendapatkan pahala dan akan dihapus dosanya. Dan siapa yang jatuh ke dalam sungainya, maka ia akan mendapat dosa dan digugurkan pahalanya.”—-Hudzaifah bertanya kembali, “Lalu apa lagi?”—–Rasul menyebutkan, “KIAMAT akan terjadi.”===————————— Hadits Hudzaifah: Nabi bersabda: “Ya”, Dai – dai yang mengajak ke pintu Neraka Jahanam. Barang siapa yang mengikutinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda: “Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita”. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya? Beliau bersabda: “Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya”. Aku bertanya: “Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya?” Beliau bersabda: “Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. (Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399) ————— wallahua’lam

May 14, 2021 Edy Gojira 5

APAKAH ini TANDA WAKTUnya … sudah dekat ?, bagi HUKUMAN […]

dream risalah tidak hilang .. masih bersisa —– (KEHENDAK ALLAH SWT saja ….. keAJAIBan bagi-ku) ——- di surga, mengapa “harus” ada bidadari? …. Mengapa di surga “harus” berpasangan/jodoh? ….. Apakah tanda-tanda manusia SURGA dan manusia NERAKA … ada di dunia? … Apakah beda mimpi manusia tergolong mukmin/mukminah dan BUKAN tergolong mukmin/mukminah? … mengapa sedikit sekali manusia diperlihatkan TAKDIR ke surga (masa depannya setelah mati) … atau takdir ke NERAKA (masa depannya setelah mati, … baik lewat mimpi atau KASYAF ? ————— ——- BAIK BURUK manusia = akan terlihat manusia di QALBU/”hati” manusia, … “hati/qalbu semakin HITAM” = hati yg semakin buruk atau bertambah banyak DOSAnya ….. hanya manusia itu sendiri dan ALLAH SWT saja yg mengetahui “ISI HATI/qalbu manusia itu”——- ……….. Risalah hati-ku …. = MIMPI-ku ======= Risalah hatiku-ku ….= MASA DEPAN-ku setelah MATI… wallahua’lam ======== Amalmu/ku sendiri yang akan membuat DIRImu/diriku lebih BURUK/ lebih BAIK dari sekarang (di dunia)————————— akan BERUBAH sesuai dg PAHALA ku/mu atau DOSAku/mu ——————————— Yang CANTIK & GANTENG jika PAHALA lebih sedikit dari DOSA ketika ditimbang Allah di AKHIRAT = maka akan menjadi BENTUK tubuh dan wajah yang sangat BURUK /JELEK/mengerikan !!! —————————- Yang TIDAK CANTIK & TIDAK GANTENG (menurut penilaian manusia di dunia) jika PAHALA lebih BANYAK dari DOSA ketika ditimbang Allah di AKHIRAT = maka akan menjadi BENTUK tubuh dan wajah yang sangat CANTIK/ sangat TAMPAN/sangat BAIK/sangat RUPAWAN/ sangat INDAH dilihat …dst !!! ——————- yang sudah cantik dan sangat rupawan & dg PAHALA yg besar dan sedikit DOSA = kalangan para NABI dan orang PILIHAN (wanita/pria pilihan Allah SWT) …. Akan bertambah LEBIH sangat CANTIK lagi dan lebih sangat RUPAWAN lagi … wallahua’lam——————————- di dunia laki-laki disunnahkan membiarkan JENGGOT tumbuh alami, sebagai “UJIAN bagi MUSLIMin dan MUKMINin” ——————- di AKHIRAT/jannah LAKI-LAKI tidak ada JENGGOTnya,kumis, atau BULU di tubuhnya …….wallahua’lam—————-jika aku melihat diriku di mimpi jannahku = seperti diriku di DUNIA maka = BUKAN masa depanku setelah mati/di akhirat = BUKAN JANNAH yg diperlihatkan Allah padaku ………..…wallahua’lam—————- hukum memelihara jenggot adalah sunnah, adalah berdasarkan hadits-hadits nabi. Ada banyak hadits yang menjelaskan hal ini. Salah satunya riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,—————–خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى———“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625) ——————————- Imam At-Tirmidzi juga menyebutkan sifat-sifat ahli surga kelak di mana di dalamnya tidak ada orang tua, orang dengan bulu kumis, jenggot, dan bulu lainnya.————————–عن معاذ بن جبل رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ، بني ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ رواه الترمذي————–“Dari Muadz bin Jabal, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Penghuni surga kelak masuk ke dalamnya dalam keadaan tak berbulu, muda, dan bercelak mata, sekira usia 33 tahun,’” (HR At-Tirmidzi).————————Kata Jurdan [جُرْدًا] merupakan bentuk jama’ dari ajrad [أَجْرَد] yang artinya orang yang fisiknya tidak berbulu. (al-Qamus, hlm. 347)————————–Sementara Murdan [مُرْدًا] dari kata amrad [أَمْرَد], yang artinya pemuda yang baru tumbuh kumisnya dan belum tumbuh jenggotnya. (al-Qamus, hlm. 407)———————

March 25, 2021 Edy Gojira 5

……….. ……….. hanya karena …..KEHENDAK ALLAH SWT saja ….. keAJAIBan dari Allah  […]

Gigitlah jangan kau LEPAS, JALAN NABI dan RASUL atau Sunnah RASUL dengan Gigi Gerahammu …. sampai kamu MATI …………………………… “Akan tiba suatu zaman bagi manusia, barnagsiapa di antara mereka yang bersabar berpegang teguh pada agamanya, ia ibarat menggenggam bara api” (HR. At Tirmidzi 2260, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi). ————— “Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam mengibaratkan dengan perumpamaan yang bisa cerna secara inderawi. Maksudnya orang yang bersabar dalam berpegang pada hukum Al Qur’an dan As Sunnah akan mendapatkan perlakuan keras dan kesulitan-kesulitan dari ahlul bid’ah dan orang-orang menyimpang dianalogikan bagai memegang bara api dengan genggaman tangannya, bahkan lebih dahsyat dari itu ———– Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya : “Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemerintahan Islam) walaupun yang memimpin kalian adalah seorang hamba sahaya dari negeri Habasyah. Sesungguhnya barangsiapa hidup sesudahku niscaya dia akan melihat banyak perselisihan, maka wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. Berpeganglah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan gigi gerahammu serta jauhilah oleh kalian perkara agama yang diada-adakan karena semua yang baru dalam agama adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat.” HR Ahmad,Abu Dawud,Tirmidzi,Dzahabi dan Hakim, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al jami’ no. 2549 ———————– Pelajaran: ———- 1. Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah ta’ala.——– 2. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat didalamnya maksiat.— 3. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena didalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.— 4. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.—- 5. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama—————– ======= KARAKTERISTIK AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH —————- Di antara karakteristik Ahlus Sunnah wal jama’ah adalah : ————— 1. Menempuh jalan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan menelusuri jejaknya secara lahir dan bathin. Beda halnya dengan kaum munafiqin yang hanya secara lahiriyah saja mengikutinya, sementara batinnya tidak. Jejak Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam itu adalah sunnahnya, yaitu segala sesuatu yang diriwayatkan dan dinukil dari beliau berupa ucapan, perbuatan atau taqrir (persetujuan). Jadi, bukan jejak lahiriyahnya seperti tempat di mana beliau duduk, tidur dan lainnya, karena menelusuri hal-hal seperti itu dapat menyebabkan perbuatan syirik, sebagaimana telah terjadi pada umat-umat sebelumnya. ——————- 2. Menelusuri jalan para as-sabiqun al-awwalun dari para sahabat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dan kaum Anshar, karena Allah Subhanahu waTa’ala telah memberikan keunggulan kepada mereka berupa ilmu dan pemahaman (yang mendalam terhadap masalah agama). Mereka telah menyaksikan turunnya wahyu dan mendengar tafsirnya (penjelasannya langsung dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam ) serta belajar langsung kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tanpa perantara. Maka mereka lebih dekat kepada kebenaran dan lebih berhak diikuti setelah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam . Jadi, mengikuti mereka menempati urutan kedua sesudah mengikuti Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu aqwal (ucapan-ucapan para sahabat adalah hujjah (dalil) yang wajib diikuti bila tidak ada nash dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam , karena cara mereka beragama lebih selamat, lebih mengetahui dan lebih bijak. Tidak sebagaimana dikatakan oleh sebagian kaum mutaakhkhirin yang mengatakan, “Sesungguhnya cara kaum salaf itu aslam (lebih selamat) sedangkan cara kaum khalaf itu lebih mengetahui lagi lebih bijak. Lalu dengan itu mereka mengikuti jalan khalaf dan meninggalkan jalan salaf.” ————— 3. Di antara karakteristik Ahlus Sunnah wal jama’ah ialah berpegang teguh kepada wasiat (pesan) Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam di mana beliau bersabda,——- عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اْلمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِيْ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ. “Hendaklah kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah para Khulafa’ur Rasyidin sepeninggalku, berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dengan gigi geraham kalian sekuat-kuatnya, dan awas, hindarilah perkara-perkara baru (yang diada-adakan), karena setiap bid’ah (hal baru) itu adalah sesat.”( HR. Imam Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi berkata, “Hasan Shahih.”) ————– Ahlus Sunnah itu selalu mengikuti thariqah (jalan) para khulafa’ur Rasyidin secara khusus sesudah mereka mengikuti jalan as-Sabiqun al-Awwalun (Generasi awal) dari kaum Muhajirin dan Anshar secara umum. Karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah mewasiatkan wasiat khusus agar mematuhi sunnah Khulafa’ur Rasyidin sebagaimana di dalam hadits di atas. Pada hadits tersebut Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menggandengkan Sunnah Khulafa’ur Rasyidin dengan Sunnahnya, maka hal itu menunjukkan bahwa apa yang disunnahkan oleh para Khulafa’ur Rasyidin atau salah seorang dari mereka tidak boleh diabaikan. —————– 4. Termasuk karakteristik mereka juga adalah menjunjung tinggi Kitabullah dan Sunnah RasulNya, mereka selalu lebih mendahulukan keduanya di dalam penggunaan dalil (istidlal) dan berpanutan kepada keduanya daripada pendapat orang dan perbuatannya, karena mereka mengetahui bahwa sebenar-benar perkataan adalah perkataan (firman) Allah Subhanahu waTa’ala, sebagaimana Allah Subhanahu waTa’ala tegaskan, ———– وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا [النساء/87] Artinya: “Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?” (An-Nisa’: 87).—- Dan juga: وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا [النساء/122] [Artinya: “Siapakah yang lebih benar ucapannya daripada Allah?” (An-Nisa’: 122). ——– ————- 5. Sepakat untuk mengamalkan al-Qur’an dan as-Sunnah serta bersatu pada al-haq (kebenaran) dan saling tolong-menolong di dalam kebajikan dan takwa. Hal ini telah melahirkan wujudnya ijma’, sedangkan ijma’ merupakan sumber ketiga di dalam ilmu dan agama. Para ulama ushul telah mendefinisikan ijma’ sebagai berikut: Kesepakatan ulama di zamannya atas suatu perkara agama sepeninggal Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam; ijma’ adalah hujjah yang pasti (qath’i) yang wajib diamalkan sesudah dua sumber utamanya, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. —————– Termasuk karakteristiknya juga adalah mengukur dengan tiga landasan tersebut semua ucapan (pendapat) manusia dan perbuatan mereka baik lahir maupun batin yang ada hubungannya dengan masalah agama.———— Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :” Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, Allah akan menjadikan dia paham tantang ilmu Agama. Sesungguhnya aku hanyalah pembagi (zakat) sedangkan Allahlah yang memberinya (yakni pemberi rezeki). Senantiasa akan ada dari umat ini orang yang menunaikan perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang keputusan Allah“. HR. Bukhari dalam Fathul bary, no.71 dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan—————–

November 18, 2016 Edy Gojira 1

Gigitlah jangan kau LEPAS, JALAN NABI dan RASUL atau Sunnah […]