Loading
ومن | Edy Gojira > - Part 3

Benarkah Musik Islami Itu Haram?…….. Nasyid Islami yang banyak kita dengar sekarang ini itu, bukanlah nasyid yang dilakukan oleh para sahabat Nabi yang mereka lakukan ketika mereka melakukan perjalanan jauh ataupun ketika mereka bekerja, akan tetapi nasyid-nasyid saat ini itu merupakan budaya kaum sufi ——————- MUSIK adalah HARAM …… bagaimanapun BENTUKnya ————————————- Thabl (bedug, drum, genderang) itu hukumnya haram dimainkan dalam keadaan dan kesempatan apa pun dan bagi siapapun. Karena ia termasuk alat musik yang tidak ada pengecualiannya dari hukum asal. ————- Sedangkan duff (rebana), ia alat musik yang diharamkan memainkannya bagi laki-laki dalam keadaan dan kesempatan apapun. Namun diberi keringanan khusus bagi wanita dan anak-anak perempuan untuk memainkannya. Adapun laki-laki mendengarkan permainan duff dari anak-anak perempuan hukumnya mubah, sebatas dalam pesta pernikahan atau hari raya saja. ———————— Lalu mendengarkan permainan duff melalui kaset, baik bagi wanita maupun laki-laki, diluar pesta pernikahan atau hari raya, hukumnya haram. Wallahu’alam. —————————- Hukum asal bagi seluruh jenis alat musik adalah haram, baik mendengarkan atau memainkannya, baik laki-laki maupun wanita. Berdasarkan hadits marfu dari Abu Malik Al Asy’ari radhiallahu’anhu : لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الحِرَ والحريرَ والخَمْرَ والمَعَازِفَ “Akan datang kaum dari umatku kelak yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan ma’azif (alat musik)” (HR. Bukhari secara mu’allaq dengan shighah jazm) —————– Juga hadits Amir bin Sa’ad Al Bajali, ia berkata: دَخَلْتُ عَلَى قُرَظَةَ بْنِ كَعْبٍ، وَأَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ، فِي عُرْسٍ، وَإِذَا جَوَارٍ يُغَنِّينَ، فَقُلْتُ: أَنْتُمَا صَاحِبَا رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِنْ أَهْلِ بَدْرٍ، يُفْعَلُ هَذَا عِنْدَكُمْ؟ فَقَالَ: اجْلِسْ إِنْ شِئْتَ فَاسْمَعْ مَعَنَا، وَإِنْ شِئْتَ اذْهَبْ، قَدْ رُخِّصَ لَنَا فِي اللَّهْوِ عِنْدَ الْعُرْسِ “Aku datang ke sebuah acara pernikahan bersama Qurazah bin Ka’ab dan Abu Mas’ud Al Anshari. Di sana para budak wanita bernyanyi. Aku pun berkata, ‘Kalian berdua adalah sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan juga ahlul badr, engkau membiarkan ini semua terjadi di hadapan kalian?’. Mereka berkata: ‘Duduklah jika engkau mau dan dengarlah nyanyian bersama kami, kalau engkau tidak mau maka pergilah, sesungguhnya kita diberi rukhshah untuk mendengarkan al lahwu dalam pesta pernikahan’” (HR. Ibnu Maajah 3383, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Ibni Maajah) —————– Yang namanya rukhshah (keringanan), tidak akan ada jika tidak ada larangan atau pengharaman. ————— Duff dan thabl tanpa diragukan lagi termasuk alat musik. Ibnu Atsir dalam kitab Nihayah Fii Gharibil Hadits Wal Atsar berkata: العزف: اللعب بالمعازف وهي الدفوف وغيرها مما يضرب به “Al ‘Azaf adalah memainkan alat musik semisal duff dan semacamnya yang ditabuh” —————- Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (1/484) berkata: وآلات المعازف: من اليراع والدف والأوتار والعيدان “Alat musik berupa yaraa’, duff, sitar, ‘idaan” ————- Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari (10/46) berkata: وفي حواشي الدمياطي، المعازف: الدفوف وغيرها مما يضرب به “Dalam kitab Al Hawasyi karya Ad Dimyathi, al ma’azif maknanya duff dan sejenisnya yang ditabuh” ————- Oleh karena itu, duff dan thabl baik secara bahasa maupun secara syar’i termasuk ma’azif yang dilarang dalam hadits. —————–

August 2, 2016 Edy Gojira 1

MUSIK adalah HARAM …… bagaimanapun BENTUKnya ————————————- Thabl (bedug, drum, genderang) […]

format Excel … penghitungan waktu shalat ——————— Dari sahabat Umar beliau berkata : Seorang laki-laki mendatangi Rosululooh SAW dan bertanya “Sesuatu apakah yang lebih dicintai Alloh di dalam Islam?”. Maka Rosululloh SAW menjawab “Yaitu melaksanakan sholat pada waktunya, barangsiapa meninggalkan sholat maka sama dengan tidak beragama, Sholat adalah tiang agama” (Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi) ——————————- Ibadah sholat adalah ibadah yang ada waktunya untuk mengetahui masuknya waktu sholat tersebut Alloh telah mengutus malaikat Jibril untuk memberi arahan kepada Rosululloh SAW tentang waktu-waktunya sholat tersebut dengan acuan matahari dan fenomena cahaya langit yang notabene juga disebabkan oleh pancaran sinar matahari. Jadi sebenarnya petunjuk awal untuk mengetahui masuknya awal waktu sholat adalah dengan melihat(rukyat) matahari. ————————- Untuk memudahkan kita dalam mengetahui awal masuknya waktu sholat kita bisa menggunakan perhitungan hisab, sehingga tidak harus melihat matahari setiap kali kita akan melaksanakan sholat. Akan tetapi sebelum kita menghitung awal masuknya waktu sholat, terlebih dahulu kita harus mengetahui kriteria-kriteria masuknya waktu sholat yang telah digariskan oleh Alloh SWT. —————————- WAKTU-WAKTU SHOLAT ——————————- Sholat disyaria’tkan di dalam Islam pada bulan Rojab tahun ke-11 kenabian, saat rosululloh diIsro’ dan Mi’rojkan ke sidrotil muntaha. Sholat diwajibkan bagi umat Islam dalam sehari semalam sebanyak lima (5) kali, yaitu Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’. Dan Alloh telah menentukan waktu-waktu baginya. Firman Alloh di dalam Al-Qur’an : إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا (النساء 103) Artinya : Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (An-Nisa’ 103) —————– فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ (الروم 17-18) Artinya : Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh, dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur.(Ar-Ruum 17-18) ———————- Mengetahui waktunya sholat adalah termasuk syarat syahnya sholat. Sholat adalah salah satu ibadah yang ada batasan waktunya, batas awal dan akhirnya. Waktu sholat habis ketika datang waktu sholat berikutnya, kecuali waktu sholat shubuh yang berakhir ketika munculnya matahari di ufuk timur. ———————— Yang dimaksud waktu sholat dalam pengertian hisab ialah awal masuknya waktu sholat. Waktu sholat ditentukan berdasarkan posisi matahari diukur dari suatu tempat di muka bumi. Menghitung waktu sholat pada hakekatnya adalah menghitung posisi matahari sesuai dengan yang kriteria yang ditentukan ditentukan. ——————— Firman Alloh didalam Al-Qur’an : أَلَمْ تَرَ إِلَى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ وَلَوْ شَاءَ لَجَعَلَهُ سَاكِنًا ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلًا (الفرقان 45) Artinya : Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,(AL-Furqon 45) ——————– وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ (هود 114) Artinya : Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (Hud 114) ———————- أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْءَانَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْءَانَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (الإسراء 78) Artinya : Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat) (Al-Isro’ 78). ——————— فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ ءَانَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى( طه 130) Artinya : Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang. (Thooha 130) ———————

August 1, 2016 Edy Gojira 0

penghitungan waktu shalat   ————————– Dari sahabat Umar beliau berkata : […]

DUNIA = negeri UANG….. dg UANG banyak = mudah MENIKMATI dunia —————– AKHIRAT= negeri PAHALA …. dg PAHALA yg BANYAK = keNIKMATan AKHIRAT akan diRAIH ———————— “Beramal Akhirat Untuk Mengejar Dunia” = golongan orang ke NERAKA = golongan orang MUSYRIK = TUHANnya adalah UANG / HARTA… Hud [11] : 15-16) … Al Baqarah : 86 ——————————– “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16) ————————— > PUASA … niat ingin diberi oleh Allah … REZEKI …. uang.. harta … di DUNIA= musyrik ————— > SHALAT …. niat ingin diberi oleh Allah … REZEKI …. uang.. harta … di DUNIA = musyrik ——————– > SEDEKAH ….. niat ingin diberi oleh Allah … REZEKI …. uang.. harta … di DUNIA = musyrik ——— dst … dst…. dst …………. IKHLAS = TANPA “pamrih” = “TIDAK mengharap IMBALAN apapun” >>> lawan IKHLAS = PAMRIH …………………..Ikhlas = menyerahkan dirinya pd Allah saja {An Nisaa:125} ————— BERAMAL AKHIRAT = karena TAKWA kepada ALLAH saja …. IKHLAS atau TIDAK ADA PAMRIH karena MENJALANKAN perintah Allah saja & menjauhi LARANGAN Allah ————————- IKHLAS = TANPA “pamrih” = “TIDAK mengharap IMBALAN apapun” >>> lawan IKHLAS = PAMRIH …………………..Ikhlas = menyerahkan dirinya pd Allah saja {An Nisaa:125} ====================== “Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.” Al Baqarah : 86 —————————– KAMPUNG AKHIRAT = lebih UTAMA= lebih PENTING = lebih BAIK …. jika kita digolongkan oleh Allah sebagai orang BERIMAN {ciri orang beriman = TAKWA} … Al An’am : 32 … An Nisaa : 77 ——————– Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? Al An’am : 32 ———————– Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.An Nisaa : 77 —————- “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77). —————- IKHLAS = TANPA “pamrih” = “TIDAK mengharap IMBALAN apapun” >>> lawan IKHLAS = PAMRIH …………………..Ikhlas = menyerahkan dirinya pd Allah saja {An Nisaa:125} …………………………………………………………………. <<< …. jika manusia BERIBADAH pada Allah karena ada PAMRIH .. agar dapat SURGA … agar dapat BIDADARI .. agar dapat BIDADARA .. agar dapat RUMAH di SURGA … agar dapat keNIKMATan … agar tidak DISIKSA di neraka .. dst = IBADAH TIDAK “ikhlas” .. krn ada PAMRIH …. >>> ………………………………………………… … ini yg tidak dipahami orang AWAM … manusia harus ISLAM/ berserah diri pada Allah .. agar aslama/selamat …. IKHLAS “menerima SEMUA pemberian Allah .. baik diberi SURGA .. atau dimasukkan ke NERAKA …. ………………………………………….. “IKHLAS dg pemberian Allah” …. dapat KENIKMATAN atau dapat SIKSAAN dari Allah …………… beramal = IKHLAS krn Allah = tanpa PAMRIH ………………….. << jangan SEPERTI anak kecil …. diperintah orang tua … lalu MENGERJAKAN perintah orang tua …. karena ingin … diberi IMBALAN (uang, permen, minuman, makanan dst ,,,,,,, menunjukkan IMAN dan ISLAM yg MASIh “kerdil” …. tidak memahami …. >>> ﴾ Yunus:105 ﴿ dan (aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ﴿يونس:١۰٥﴾ ﴾ Al Hajj:31 ﴿ dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. حُنَفَآءَ لِلَّـهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّـهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ ٱلطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍ سَحِيقٍ ﴿الحج:٣١﴾ ﴾ An Nisaa:125 ﴿ Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّـهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرٰهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّـهُ إِبْرٰهِيمَ خَلِيلًا ﴿النساء:١٢٥﴾ ﴾ At Taubah:91 ﴿ Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, لَّيْسَ عَلَى ٱلضُّعَفَآءِ وَلَا عَلَى ٱلْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا۟ لِلَّـهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ مَا عَلَى ٱلْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ ۚ وَٱللَّـهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿التوبة:٩١﴾ ====================

August 1, 2016 Edy Gojira 1

DUNIA = negeri UANG….. dg UANG banyak = mudah MENIKMATI […]

MENGAPA Allah malah BERTANYA pada manusia manusia, “…. Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA ??? …” ————————————————————– >> ﴾ Ali Imran:142 ﴿…. Belum/tidak … diUJI dengan “JIHAD dan SABAR” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? …………………. Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (???), padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. ————————————————————– >>> ﴾ Al Baqarah:214 ﴿ …. Belum/tidak … diUJI dengan “MALAPETAKA dan KESENGSARAAN” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? …………………… Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (??), padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ========================== semua diMULAI … setelah MATI ….. diPERLIHATkan …. HELL or HEAVEN ……………………………sesuai AMALnya… banyak BAIK atau buruk …. atau .. BERAMAL .. tapi SIA-SIA ………………………………….. Rasulullah SAW. juga bersabda : عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. Dari Abdullah Bin Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh jika diantara kalian telah wafat, diperlihatkan padanya tempatnya kelak setiap pagi dan sore, jika ia penduduk surga maka diperlihatkan bahwa ia penduduk surga, jika ia penduduk neraka maka diperlihatkan bahwa ia penduduk neraka, dan dikatakan padanya: inilah tempatmu. Demikian hingga kau dibangkitkan Allah di hari kiamat” (HR, Bukhari) —————————– Orang yang telah meninggal saling kunjung-mengunjungi antara yang satu dengan yang lainnya. Nabi SAW bersabda: “Ummu Hani bertanya kepada Rasulullah SAW: ‘Apakah kita akan saling mengunjungi jika kita telah mati, dan saling melihat satu dengan yang lainnya wahai Rasulullah SAW?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ruh akan menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya masing-masing’,” (HR. Ahmad dan Thabrani dengan sanad baik). —————————– Allah SWT. berfirman : اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ [الزمر: 42] “Allah memegang jiwa (manusia) ketika matinya dan (memegang) jiwa (manusia) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan, dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir” . (Az-Zumar : 42) ————————— Rasulullah SAW. bersabda : عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِذَا وُضِعَتِ الْجَنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلاَّ الإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهَا ؤ (رواه البخاري) Dari Sa’id bin abi sa’id dari Bapaknya bahwa dia mendengar dari Abu Sa’id AL Khudriy RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Jika jenazah diletakkan lalu dibawa oleh para orang-orang di atas pundak mereka, jika jenazah tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka (jenazah tersebut) berkata; “Bersegeralah kalian (membawa aku). Dan jika ia bukan dari orang shalih, maka dia akan berkata kepada keluarganya; “Celaka, kemana mereka akan membawanya?. Suara jenazah itu akan didengar oleh setiap makhluq kecuali manusia dan seandainya ada manusia yang mendengarnya tentu dia akan jatuh pingsan”. (HR. Bukhari) ———————— ……………………berAMAL tapi SIA-SIA … apa GUNAnya ??? ………. janganlah melelahkan dirimu dahulu dengan banyak melakukan amal perbuatan, karena banyak sekali orang yang melakukan perbuatan, sedangkan amal tersebut sama sekali tidak memberikan apa-apa kecuali kelelahan di dunia dan dan siksa di akhirat. Oleh karena itu sebelum melangkah untuk melakukan amal perbuatan, kita harus mengetahui syarat diterimanya amal tersebut, dengan harapan amal kita bisa diterima di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Di dalam masalah ini ada tiga syarat penting lagi agung yang perlu diketahui oleh setiap hamba yang beramal, jika tidak demikian, maka amal terebut tidak akan diterima. ————————— Pertama, Iman Kepada Allah dengan Men-tauhid-Nya إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـلِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّـتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلاً “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.”(QS. Al- Kahfi:107) ———————————- Tempat masuknya orang-orang kafir adalah neraka jahannam, sedangkan surga firdaus bagi mereka orang-orang yang mukmin, namun ada 2 syarat seseorang bisa memasuki surga firdaus tersebut yaitu: ————————————– 1. Iman ——————– Aqidah Islam dasarnya adalah iman kepada Allah, iman kepada para malaikat-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada para rasul-Nya, iman kepada hari akhir, dan iman kepada takdir yang baik dan yang buruk. Dasar-dasar ini telah ditunjukkan oleh kitabullah dan sunnah rasul-Nya ——————– Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam sunnahnya sebagai jawaban terhadap pertanyaan malaikat Jibril ketika bertanya tentang iman: “Iman adalah engkau mengimani Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kemudian, dan mengimani takdir yang baik dan yang buruk.” (HR Muslim) ———————————– 2. Amal Shalih ———————— Yaitu mencakup ikhlas karena Allah dan sesuai dengan yang diperintahkan dalam syariat Allah. …إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ (2) أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ “Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agamya yang bersih (dari syirik).” (Az-Zumar: 2-3) ——————————- الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.” (All-Mulk : 2) ———————— Al-Fudhail berkata: “Maksud yang lebih baik amalnya dalam ayat ini adalah yang paling ikhlas dan paling benar.” (Tafsir al-Baghawi, 8:176) ———————————- Kedua, Ikhlas karena Allah ———————- Mungkin kita sudah bosan mendengar kata ini, seringkali kita dengar di ceramah-ceramah, namun kita tidak mengetahui makna dari ikhlas tersebut. Ikhlas adalah membersihkan segala kotoran dan sesembahan-sesembahan selain Allah dalam beribadah kepada-Nya. Yaitu beramal karena Allah tanpa berbuat riya’ dan juga tidak sum’ah. ———————– Orang-orang bertanya: “Wahai Abu Ali, apakah amal yang paling ikhlas dan paling benar itu?”. Dia menjawab, “Sesungguhnya jika amal itu ikhlas namun tidak benar, maka ia tidak diterima. Jika amal itu benar namun tidak ikhlas maka ia tidak akan diterima, hingga amal itu ikhlas dan benar. Yang ikhlas ialah yang dikerjakan karena Allah, dan yang benar ialah yang dikerjakan menurut As-Sunnah.” Kemudian ia membaca ayat: فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya.” (Al-Kahfi :110) ——————————— Allah juga berfirman: وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ “Artinya : Dan sipakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan?” (An-Nisa’ :125) ——————————– Menyerahkan diri kepada Allah artinya memurnikan tujuan dan amal karena Allah. Sedangkan mengerjakan kebaikan ialah mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sunnah beliau. —————– Allah juga berfirman. وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا ” Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan”. (Al-Furqan : 23) ——————–

July 23, 2016 Edy Gojira 1

MENGAPA Allah malah BERTANYA pada manusia manusia, “…. Apakah kamu […]

Larangan bersahabat/TEMAN DEKAT/sahabat DEKAT {AULIYA} dengan orang-orang KAFIR ————————— Firman Allah SWT: لاَيَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكٰفِرِينَ اَوْلَيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَۚ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّٰهِ فِى شَيْءٍ إِلاَّ أَن تَتَّقُوا مِنهُمْ تُقٰةًۚ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ وَإِلَى اللّٰهِ الْمَصِيرُ۝ آل عمران ٢٨ “Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena ( siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri ( siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” (Qs: Ali Imran; ayat; 28). ————————- Kupasan Kata-kata ——————————— “Auliyah” bentuk jama’ dari ” Wali.” Menurut bahasa berarti: “Pelindung” Penolong”. —————————– Raghib Asfahani berkata: setiap orang yang mengurus persoalan orang lain, maka orang tersebut adalah, ‘wali’ dari orang lain itu. Makna ini terdapat pada firman Allah SWT: اللّٰهُ وَلِىُّ الَّذِينَ ءَامَنُو١ ۝ البقرة ٢٥٧ ( Allah Pengurus bagi orang-orang yang beriman…..) Al Baqarah; 257) ( lihat Al-Mufradat oleh Raghib Asfahani, hal; 533). ———————————— ” Tiqaah” semakna dengan, “Taqiyyah” yakni ‘ menggunakan siasat terhadap seseorang karena takut akan kejahatan orang itu.” Ibnu Abbas RA berkata: “Al Taqiyyah” ialah sikap lahir yang digunakan sebagai siasat, yaitu ada kalanya seseorang bersama-sama di antara orang-orang kafir, atau berada di tengah-tengah mereka, maka ia berpura-pura senang dengan mereka dengan lisannyya, akan tetapi dalam hatinya ia sedikit pun tidak menaruh kecintaan pada mereka. ( lihat tafsier Al-Bahrul-Muhith, jilid II hal; 432). —————————– Al-Qurthubi berkata; kata ” Tuqaah” asalnya ” Wuqayah.” Senada dengan kata; “Tu’adah” ( Ketenangan dalam berfikir dan bertindak). ——————————– Adapun makna: إِلاَّ أَن تَتَّقُوا مِنهُمْ تُقٰةً “Kecuali bila ada sesuatu pada mereka yang kamu takuti, maka tak mengapa melahirkan keakraban dengan mereka dengan lisan untuk memelihara diri dan sebagai siasat untuk menolak kedurjanaan dan gangguan mereka, tanpa keyakinan di dalam hati. وَإِلَى اللّٰهِ الْمَصِيرُ “Artinya: dan kepada Allah-lah tempat kamu kembali dan pulang, kemudian Dia akan membalas segala amal perbuatanmu. ———————– Sebab Turunnya Ayat ————————— 1. Ayat ini turun sehubungan dengan masalah segolongan dari kaum mukminin, yang mempunyai kawan-kawan orang Yahudi dan yang mereka jadikan teman-teman akrab. Beberapa sahabat menegur mereka: “Jauhilah orang-orang Yahudi itu, dan berhati-hatilah berkawan dengan mereka, supaya mereka tidak dapat mengintimidasi kalian terhadap agama kalian, dan menyesatkan kalian setelah kalian beriman.” Akan tetapi mereka menolak menerima baik nasihat tersebut dan mereka tetap dalam keakraban mereka dengan orang-orang Yahudi itu,. Maka turunlah ayat ini. ( lihat tafsier Ath-Thabari, jilid III hal; 223). ————————— 2. Al-Qurthubi meriwayatkan dalam Tafsiernya dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya ayat tersebut turun sehubungan dengan masalah Ubadah bin Shamit dari golongan Anshor yangg menghadiri perang Badr. Ia mempunyai sekutu-sekutu dari orang-orang Yahudi. Ketika Nabi SAW keluar untuk berjuang dalam perang Azhab, Ubadah berkata kepada Nabi SAW : “Ya Nabi Allah, saya mempunyyai lima ratus orang sekutu dari orang-orang Yahudi. Saya berpendapat agar mereka keluar bersama saya untuk menggunakan mereka sebagai kekuatan menghadapi musuh.” Lalu Allah SWT menurunkan ayat tersebut. ————————- Ayat-Ayat yang Menunjukkan Kepada Diharamkan Berteman Akrab Dengan Orang-Orang Kafir —————- Semakna dengan apa yang kami sebutkan di atas, yaitu di haramkannya berkawan akrab dengan orang-orang kafir, banyak ayat telah turun perihal tersebut, yang di antaranya khusus mengenai masalah hubungan dengan orang-orang ahli Kitab dan yang lain berhubungan secara umum dengan kaum musyrikin. —————————— Di sini kami mambatasi diri dengan menyebutkan sebagian saja dari ayat-ayat yang bersangkutan: ————————- 1. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Maidah, ( 5) ayat; 51. يٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصٰرٰىٓ أَوْلِيَآءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءَ بَعْضٍ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi wali-wali.” ( teman akrab, seperti pemimpin, penolong atau pelindung). Sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain……” ———————– 2. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Mumtahinah, (60) ayat; 1. يَٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَتَّخِذُوا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَآءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan hal-hal kepadanya, karena rasa kasih sayang….” —————————– 3. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Maidah, ( 5), ayat; 57. يٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَآءَ وَاتَّقُوا اللّٰهَ إِن كُنتُمْ مُؤْمِنِينَ۝ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, jadi pemimpinmu ( teman setiamu) yaitu di antara orang-orang yang diberi Kitab sebelummu dan orang-orang yang kafir ( orang-orang musyrik). Dan bertaqwalah kepada Allah, jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” ——————————– 4. Firman Allah SWT di dalam surah Ali ‘Imran (3), ayat 118. يٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لاَ يَأْلُو نَكُمْ خَبَالاً “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil jadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu…..” ————————— 5. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Mujadalah (58) ayat; 22. لاَتَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ اْلأٰخِرِ يُوَآ دُّوْنَ مَن حَآ دَّ اللّٰهَ وَرَسُولَهٗ “Tidaklah kamu akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya….” ——————————

July 23, 2016 Edy Gojira 2

Larangan bersahabat/TEMAN DEKAT/sahabat DEKAT {AULIYA}  dengan orang-orang KAFIR ————————— Firman […]

ISLAM adalah agama yang FITRAH …………………………………………………………. artinya = orang yang memiliki jiwa yang bersih sebagaimana ketika ia diciptakan pasti akan menerima ajaran-ajaran Islam dengan lapang dada ……………………………………….. Secara bahasa, fitrah artinya al khilqah yaitu keadaan asal ketika seorang manusia diciptakan oleh Allah (lihat Lisaanul Arab 5/56, Al Qamus Al Muhith 1/881). ————————— Dan ketahuilah, yang dimaksud dengan agama yang fitrah ialah Islam. Setiap manusia lahir dalam keadaan berislam, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam: كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ “Setiap manusia yang lahir, mereka lahir dalam keadaan fitrah. Orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani” (HR. Bukhari-Muslim) —————————- Allah Ta’ala berfirman: أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. Ar Ruum: 30) —————————- Seorang ulama pakar tafsir, Imam Ibnu Katsir, menjelaskan ayat ini: “Maksudnya adalah tegakkan wajahmu dan teruslah berpegang pada apa yang disyariatkan Allah kepadamu, yaitu berupa agama Nabi Ibrahim yang hanif, yang merupakan pedoman hidup bagimu. Yang Allah telah sempurnakan agama ini dengan puncak kesempurnaan. Dengan itu berarti engkau masih berada pada fitrahmu yang salimah (lurus dan benar). Sebagaimana ketika Allah ciptakan para makhluk dalam keadaan itu. Yaitu Allah menciptakan para makhluk dalam keaadan mengenal-Nya, mentauhidkan-Nya dan mengakui tidak ada yang berhak disembah selain Allah” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/313) ————————– Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata: “Islam adalah agama yang fitrah yang pasti akan diterima oleh semua orang yang memiliki fitrah yang salimah”. Artinya orang yang memiliki jiwa yang bersih sebagaimana ketika ia diciptakan pasti akan menerima ajaran-ajaran Islam dengan lapang dada. —————————— Setelah kita paham bahwa sesungguhnya agama yang sesuai dengan fitrah manusia itu adalah agama Islam dan manusia sesungguhnya terlahir dalam keadaan Islam yang murni, maka kini kita perlu ketahui apa itu Islam. —————- Makna Islam ——————————- Allah Ta’ala berfirman: إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلامُ “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam” (QS. Al Imran: 19) ——————— Ia juga berfirman: وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al Imran: 85) ———————————– Islam artinya berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dalam ketaatan, serta berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya. Karena kesyirikan merupakan aqidah orang Arab sebelum berkembangnya dakwah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. ——————————– Imam Al Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Raja’ Al ‘Atharidi, ia berkata: كنا نعبد الحجر فإذا وجدنا حجراً هو خير منه ألقيناه وأخذنا الآخر، فإذا لم نجد حجراً جمعنا حثوة من تراب ثم جئنا بالشاة فحلبنا عليه ثم طفنا به “Dahulu kami menyembah batu. Apabila kami mendapatkan batu yg lebih baik, maka kami melemparkannya dan mengambil yg lain. Apabila kami tidak menemukan batu, kami kumpulkan segenggam tanah, lalu kami bawakan seekor kambing kemudian kami peraskan susu untuknya. Lalu kami thawaf dengannya” —————————- Keadaan Manusia Sebelum Datangnya Islam —————————– Sedangkan keadaan umat secara umum, sebelum berkembangnya dakwah Islam, telah dijelaskan oleh banyak ayat-ayat Al Qur’an, diantaranya firman Allah Ta’ala: وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah”” (QS. Yunus: 18) ————————————– Juga firman Allah Ta’ala: وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”” (QS. Az Zumar: 3) ————————–

July 23, 2016 Edy Gojira 1

ISLAM adalah agama yang FITRAH ……………………..……………………..…………… artinya = orang yang […]

SURGA atau ke NERAKA = PILIHAN manusia itu SENDIRI——– Allah memberi keBEBASan manusia di DUNIA —– ingin “BERIMAN pada Allah” << silahkan >> ———————- > ingin menjadi “MUSUH Allah” …. KAFIR/ MUSYRIK/ MUNAFIK/ FASIK/AL WAHN/ Muslim 72 golongan/ Muslim BUIH {=manusia DZALIM} … ke NERAKA << ya ...Silahkan >> ————————————- dan siapa saja yang TIDAK berHUKUM dengan apa-apa yang di turunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang KAFIR…. {Al-maidah (5) ayat 44} —————————— > pilihan ke SURGA atau ke NERAKA = PILIHAN manusia itu SENDIRI …… ———————————– >SURGA = adalah CIPTAAN Allah … Allah yang menentukan SYARAT-SYARAT ke SURGA-Nya ————————————- > NERAKA = adalah CIPTAAN Allah … Allah yang menentukan SYARAT-SYARAT ke NERAKA-Nya ————————- Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia BERIMAN {فَلْيُؤْمِن}, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia KAFIR {فَلْيَكْفُرْ}”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang DZALIM {لِلظّٰلِمِينَ} itu NERAKA {نَارً}, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang MENDIDIH {كَٱلْمُهْلِ/logam mendidih} yang mengHANGUSkan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling BURUK { وَسَآءَتْ}. {Q.s. Al-Kahfi: 29} ——————– Berimanlah, atau …. tidak usah beriman sama sekali. ——————————————— Iman berarti selalu mentaati aturan-aturan Alloh dan mencontoh Rosululloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat An-Nur (24) ayat 51, yaitu :  إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Artinya : Hanya perkataan orang-orang yang beriman sajalah, yang apabila diajak kepada (aturan) Alloh dan Rosul-Nya, supaya dia menghukum diantara mereka, mereka mengatakan “kami mendengar dan kami taat” dan mereka itulah orang-orang yang beruntung ———————————- Sedangkan kafir adalah lawan dari iman, maka kafir adalah yang tidak mau melaksanakan aturan atau hukum Alloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-maidah (5) ayat 44, yaitu : وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ Artinya : dan siapa saja yang tidak berhukum dengan apa-apa yang di turunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir ——————————————– Orang-orang yang beriman itu tempat kembalinya surga, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Baqoroh (2) ayat 82, yaitu : وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أُولَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ Artinya : Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya —————————————– Sedangkan orang-orang kafir akan di masukkan ke dalam neraka, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat An-Nisa (4) ayat 140, yaitu : إِنَّ اللّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعاً Artinya : Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam neraka Jahannam —————————————— ﴾ Al Baqarah:98 ﴿ Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. ——————- ﴾ Al Anfaal:60 ﴿ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). ———– ﴾ At Taubah:114 ﴿ Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. ————- ﴾ Ali Imran:146 ﴿ Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. ————- ﴾ Al Fushilat:19 ﴿ Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya.———

July 12, 2016 Edy Gojira 4

Allah memberi keBEBASan manusia di DUNIA —– ingin “BERIMAN pada […]

Allah memberi keBEBASan manusia di DUNIA —– ingin “BERIMAN pada Allah” << silahkan >> ———————- > ingin menjadi “MUSUH Allah” …. KAFIR/ MUSYRIK/ MUNAFIK/ FASIK/AL WAHN/ Muslim 72 golongan/ Muslim BUIH {=manusia DZALIM} … ke NERAKA << ya ...Silahkan >> ————————————- dan siapa saja yang TIDAK berHUKUM dengan apa-apa yang di turunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang KAFIR…. {Al-maidah (5) ayat 44} —————————— > pilihan ke SURGA atau ke NERAKA = PILIHAN manusia itu SENDIRI …… ———————————– >SURGA = adalah CIPTAAN Allah … Allah yang menentukan SYARAT-SYARAT ke SURGA-Nya ————————————- > NERAKA = adalah CIPTAAN Allah … Allah yang menentukan SYARAT-SYARAT ke NERAKA-Nya ————————- Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia BERIMAN {فَلْيُؤْمِن}, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia KAFIR {فَلْيَكْفُرْ}”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang DZALIM {لِلظّٰلِمِينَ} itu NERAKA {نَارً}, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang MENDIDIH {كَٱلْمُهْلِ/logam mendidih} yang mengHANGUSkan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling BURUK { وَسَآءَتْ}. {Q.s. Al-Kahfi: 29} ——————– Berimanlah, atau …. tidak usah beriman sama sekali. ——————————————— Iman berarti selalu mentaati aturan-aturan Alloh dan mencontoh Rosululloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat An-Nur (24) ayat 51, yaitu :  إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Artinya : Hanya perkataan orang-orang yang beriman sajalah, yang apabila diajak kepada (aturan) Alloh dan Rosul-Nya, supaya dia menghukum diantara mereka, mereka mengatakan “kami mendengar dan kami taat” dan mereka itulah orang-orang yang beruntung ———————————- Sedangkan kafir adalah lawan dari iman, maka kafir adalah yang tidak mau melaksanakan aturan atau hukum Alloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-maidah (5) ayat 44, yaitu : وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ Artinya : dan siapa saja yang tidak berhukum dengan apa-apa yang di turunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir ——————————————– Orang-orang yang beriman itu tempat kembalinya surga, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Baqoroh (2) ayat 82, yaitu : وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أُولَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ Artinya : Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya —————————————– Sedangkan orang-orang kafir akan di masukkan ke dalam neraka, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat An-Nisa (4) ayat 140, yaitu : إِنَّ اللّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعاً Artinya : Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam neraka Jahannam —————————————— ﴾ Al Baqarah:98 ﴿ Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. ——————- ﴾ Al Anfaal:60 ﴿ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). ———– ﴾ At Taubah:114 ﴿ Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. ————- ﴾ Ali Imran:146 ﴿ Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. ————- ﴾ Al Fushilat:19 ﴿ Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya.———

July 12, 2016 Edy Gojira 4

Allah memberi keBEBASan manusia di DUNIA —– ingin “BERIMAN pada […]

1 2 3 4