Loading
apakah AKU/KAMU sudah mengira CUKUP amalmu/ku ? …—– mengira SUDAH CUKUP IBADAHmu/ku untuk dibawa setelah MATI ?? .—–. sudah mengira cukup amalmu/ku akan ke SURGA ???? —- Sudah cukup AMALmu/ku menjauhkan dari terjatuh ke NERAKA ???? ……………… bercerminlah … lihat AMALmu/amalku sendiri .. lihat HATImu/hatiku….. sendiri…————————–———– Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Orang yang paling bijak adalah orang yang selalu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian…” [HR Imam Tarmizi; Hadis Hasan] =========== SURGA – NERAKA SESEORANG …. sudah Ditetapkan Allah =========== ———- ——– Peristiwa Yang TERJADI … (now) dan … Yang “AKAN” TERjadi (future) adalah = UJIAN.——- ﴾ Az Zumar:49 ﴿ Maka apabila manusia ditimpa BAHAYA ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya NIKMAT dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. SEBENARNYA itu adalah “”””” UJIAN”””””, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. ———– Bersyukur pada PEMBERIAN Allah…. agarTIDAK meREMEHkan NIKMAT yg diberikan Allah kepada kita —————————————- – dunia …. di-JAGA agar kita CUKUP untuk HIDUP============ – CUKUP = TIDAK berlebihan …. BUKAN hidup MEWAH……………………..……………………… Nabi sbg Ittiba’ …. apakah NABI hidup bermewahan ….sbg kepala NEGARA ?? ……………………..……………………..……………….“Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu.” (HR. Bukhari-Muslim)—————————————–Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu melihat kepada orang yang berada di atasnya dalam hal harta dan fisik, maka hendaknya ia melihat kepada orang yang berada di bawahnya di antara mereka yang diberikan kelebihan.” (HR. Muslim)————————————- Bekerja seakan-akan ….. HIDUP SELAMAnya = PALSU =HADITS PALSU……………………..……………………..……….banyak manusia … tergelincir dalam memahami (shg Cinta dunia ….. takut mati …. al WAHN)……………………..……………………..……….“Bekerjalah untuk duniamu, seakan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kamu mati besok.= hadits PALSU”——-اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا ، و اعمل لآخرتك كأنك تموت غدا————————————-*) hadits seBENARnya adalah “ Uhruz lid Duniaka (JAGA-lah untuk duniamu) …’, bukan “ I’mal lid Duniaka (bekerjalah untuk duniamu) ..”أحزر لدنياك كأنك تعيش أبدا ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا——————————– “Jagalah untuk duniamu, seakan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kamu mati besok.” (Lihat Musnad Al Harits, No. 1079. Mawqi’ Jami’ Al Hadits. Lalu Imam Nuruddin Al Haitsami, Bughiyatul Bahits ‘an Zawaid Musnad Al Harits, Hal. 327. Dar Ath Thala’i Lin Nasyr wat Tauzi’ wat Tashdir. Lihat juga, Al Hafizh Ibnu Hajar, Al Mathalib Al ‘Aliyah, No. 3256. Mauqi’ Jami’ Al Hadits.)——————————————**) ada juga HADITS sebagai berikut: أصلحوا دنياكم ، و اعملوا لآخرتكم ، كأنكم تموتون غدا——“Perbaikilah oleh dunia kalian, dan bekerjalah untuk akhirat kalian, seakan kalian mati besok.” (HR. Al Qudha’i, No. 668. Mawqi’ Jami’ Al Hadits)———————————————-***) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersaba: ما قل و كفى خير مما كثر و ألهى —“Apa pun yang sedikit tapi men-CUKUP-i, adalah lebih baik dibanding yang banyak tetapi melalaikan.” (HR. Ahmad No. 20728}———————————– cukup = ….. BUKAN hidup mewah: ﴾ Al Israa’:16 ﴿Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang— hidup mewah— di negeri itu (supaya mentaati aturan Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. …………………….﴾ Al Mu’minun:64 ﴿ Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang —hidup mewah— di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong…………………..﴾ Saba’:34 ﴿ Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang —hidup mewah—- di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya”…………………. ﴾ Az Zukhruf:23 ﴿ Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang —–hidup mewah— di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”…………….﴾ Al Waaqi’ah:45 ﴿ Sesungguhnya mereka sebelum itu —-hidup bermewahan—…………….. cukup = ….. TIDAK berlebihan ﴾ Al Furqaan:67 ﴿Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak —-berlebihan—, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian………………. ﴾ Al Fajr:20 ﴿dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang —berlebihan—………….—————————–Hadits berikut menjelaskan cara untuk membantu seseorang mensyukuri nikmat. Demikian juga mendorong seseorang agar bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dengan mengakui nikmat-nikmat-Nya, menyebut nikmat itu, menggunakannya untuk ketaatan kepada-Nya serta mengerjakan segala sebab yang membantu untuk bersyukur,——-عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ———–“Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu.” (HR. Bukhari-Muslim)————–Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:——إذَا نَظَرَ أَحَدَكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ مِمَّنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ———–“Apabila salah seorang di antara kamu melihat kepada orang yang berada di atasnya dalam hal harta dan fisik, maka hendaknya ia melihat kepada orang yang berada di bawahnya di antara mereka yang diberikan kelebihan.” (HR. Muslim) ….. wallahua’lam bishawab | Edy Gojira >

apakah AKU/KAMU sudah mengira CUKUP amalmu/ku ? …—– mengira SUDAH CUKUP IBADAHmu/ku untuk dibawa setelah MATI ?? .—–. sudah mengira cukup amalmu/ku akan ke SURGA ???? —- Sudah cukup AMALmu/ku menjauhkan dari terjatuh ke NERAKA ???? ……………… bercerminlah … lihat AMALmu/amalku sendiri .. lihat HATImu/hatiku….. sendiri…————————–———– Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Orang yang paling bijak adalah orang yang selalu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian…” [HR Imam Tarmizi; Hadis Hasan] =========== SURGA – NERAKA SESEORANG …. sudah Ditetapkan Allah =========== ———-<<< Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni SURGA dan orang yang akan menjadi penghuni NERAKA? Rasulullah saw. menjawab: YA. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi UNTUK APA ORANG-ORANG HARUS BERAMAL? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang AKAN DIMUDAHKAN untuk melakukan APA YANG TELAH MENJADI TAKDIRNYA. (Shahih Muslim No.4789) >> ——– Peristiwa Yang TERJADI … (now) dan … Yang “AKAN” TERjadi (future) adalah = UJIAN.——- ﴾ Az Zumar:49 ﴿ Maka apabila manusia ditimpa BAHAYA ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya NIKMAT dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. SEBENARNYA itu adalah “”””” UJIAN”””””, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. ———– Bersyukur pada PEMBERIAN Allah…. agarTIDAK meREMEHkan NIKMAT yg diberikan Allah kepada kita —————————————- – dunia …. di-JAGA agar kita CUKUP untuk HIDUP============ – CUKUP = TIDAK berlebihan …. BUKAN hidup MEWAH……………………..……………………… Nabi sbg Ittiba’ …. apakah NABI hidup bermewahan ….sbg kepala NEGARA ?? ……………………..……………………..……………….“Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu.” (HR. Bukhari-Muslim)—————————————–Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu melihat kepada orang yang berada di atasnya dalam hal harta dan fisik, maka hendaknya ia melihat kepada orang yang berada di bawahnya di antara mereka yang diberikan kelebihan.” (HR. Muslim)————————————- Bekerja seakan-akan ….. HIDUP SELAMAnya = PALSU =HADITS PALSU……………………..……………………..……….banyak manusia … tergelincir dalam memahami (shg Cinta dunia ….. takut mati …. al WAHN)……………………..……………………..……….“Bekerjalah untuk duniamu, seakan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kamu mati besok.= hadits PALSU”——-اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا ، و اعمل لآخرتك كأنك تموت غدا————————————-*) hadits seBENARnya adalah “ Uhruz lid Duniaka (JAGA-lah untuk duniamu) …’, bukan “ I’mal lid Duniaka (bekerjalah untuk duniamu) ..”أحزر لدنياك كأنك تعيش أبدا ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا——————————– “Jagalah untuk duniamu, seakan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kamu mati besok.” (Lihat Musnad Al Harits, No. 1079. Mawqi’ Jami’ Al Hadits. Lalu Imam Nuruddin Al Haitsami, Bughiyatul Bahits ‘an Zawaid Musnad Al Harits, Hal. 327. Dar Ath Thala’i Lin Nasyr wat Tauzi’ wat Tashdir. Lihat juga, Al Hafizh Ibnu Hajar, Al Mathalib Al ‘Aliyah, No. 3256. Mauqi’ Jami’ Al Hadits.)——————————————**) ada juga HADITS sebagai berikut: أصلحوا دنياكم ، و اعملوا لآخرتكم ، كأنكم تموتون غدا——“Perbaikilah oleh dunia kalian, dan bekerjalah untuk akhirat kalian, seakan kalian mati besok.” (HR. Al Qudha’i, No. 668. Mawqi’ Jami’ Al Hadits)———————————————-***) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersaba: ما قل و كفى خير مما كثر و ألهى —“Apa pun yang sedikit tapi men-CUKUP-i, adalah lebih baik dibanding yang banyak tetapi melalaikan.” (HR. Ahmad No. 20728}———————————– cukup = ….. BUKAN hidup mewah: ﴾ Al Israa’:16 ﴿Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang— hidup mewah— di negeri itu (supaya mentaati aturan Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. …………………….﴾ Al Mu’minun:64 ﴿ Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang —hidup mewah— di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong…………………..﴾ Saba’:34 ﴿ Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang —hidup mewah—- di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya”…………………. ﴾ Az Zukhruf:23 ﴿ Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang —–hidup mewah— di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”…………….﴾ Al Waaqi’ah:45 ﴿ Sesungguhnya mereka sebelum itu —-hidup bermewahan—…………….. cukup = ….. TIDAK berlebihan ﴾ Al Furqaan:67 ﴿Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak —-berlebihan—, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian………………. ﴾ Al Fajr:20 ﴿dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang —berlebihan—………….—————————–Hadits berikut menjelaskan cara untuk membantu seseorang mensyukuri nikmat. Demikian juga mendorong seseorang agar bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dengan mengakui nikmat-nikmat-Nya, menyebut nikmat itu, menggunakannya untuk ketaatan kepada-Nya serta mengerjakan segala sebab yang membantu untuk bersyukur,——-عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ———–“Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu.” (HR. Bukhari-Muslim)————–Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:——إذَا نَظَرَ أَحَدَكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ مِمَّنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ———–“Apabila salah seorang di antara kamu melihat kepada orang yang berada di atasnya dalam hal harta dan fisik, maka hendaknya ia melihat kepada orang yang berada di bawahnya di antara mereka yang diberikan kelebihan.” (HR. Muslim) ….. wallahua’lam bishawab

………..apakah KAMU/AKU sudah mengira CUKUP amalmu/ku ? … mengira SUDAH CUKUP IBADAHmu/ku ?? .. sudah mengira cukup amalku/ amalmu untuk jaminan akan ke SURGA ??? …. Sudah cukup AMALmu/ku menjauhkan dari terjatuh ke NERAKA ???? ……………… bercerminlah … lihat AMALmu/amalku sendiri .. lihat HATImu/hatiku….. sendiri… !!!!!!
————————–———–

perSIAPkan BEKAL untuk MATIMU/matiku … SEGERAlah
————————–——————-

Baginda Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
“Orang yang paling bijak adalah orang yang selalu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian…” [HR Imam Tarmizi; Hadis Hasan]
———————————
Dikatakan bahawa maksud “orang yang mengendalikan hawa nafsunya” (man dana nafsahu) dalam hadis di atas adalah orang yang selalu menghisab dirinya di dunia sebelum dirinya dihisab oleh ALLAH pada Hari Kiamat. Berkenaan dengan hadis ini, Khalifah Umar Al-Khattab RA pernah berkata,
————————————-
“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh ALLAH SWT kelak. Bersiaplah menghadapi Hari Perhitungan yang amat dahsyat. Sesungguhnya hisab pada Hari Kiamat akan terasa ringan bagi orang yang selalu menghisab dirinya ketika di dunia.” [Lihat Al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarh Jami’ at-Tirmidzi].

=========================

SURGANERAKA SESEORANG …. sudah Ditetapkan Allah
————————–———-
<<< Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni SURGA dan orang yang akan menjadi penghuni NERAKA? Rasulullah saw. menjawab: YA. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi UNTUK APA ORANG-ORANG HARUS BERAMAL? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang AKAN DIMUDAHKAN untuk melakukan APA YANG TELAH MENJADI TAKDIRNYA. (Shahih Muslim No.4789) >>>

Tahukah Anda bahwa Allah telah menentukan surga dan neraka bagi kita? Sejak dalam kandungan, Allah sudah menentukan kita akan masuk surga ataupun masuk neraka. Hal tersebut disebutkan Rasulullah dalam Kitab Takdir, Hadist Shohih Muslim. Baca baik-baik secara keseluruhan agar tidak terjadi salah paham

<<< Pertanyaan : Lalu apa gunanya kita beramal? >>>>
Mari kita simak penjelasan rasulullah dalam hadist Shohih Muslim tersebut :

  1. Hadis riwayat Anas bin Malik ra :
    Sesungguhnya Allah mengutus seorang malaikat di dalam rahim. Malaikat itu berkata: Ya Tuhan! Masih berupa air mani. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal darah. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal daging. Manakala Allah sudah memutuskan untuk menciptakannya menjadi manusia, maka malaikat akan berkata: Ya Tuhan! Diciptakan sebagai lelaki ataukah perempuan? Sengsara ataukah bahagia? (surga atau neraka) Bagaimanakah rezekinya? Dan bagaimanakah ajalnya? Semua itu sudah ditentukan dalam perut ibunya. (Shahih Muslim No.4785)
  2. Hadis riwayat Ali ra, ia berkata:
    Kami sedang mengiringi sebuah jenazah di Baqi Gharqad (sebuah tempat pemakaman di Madinah), lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri kami. Beliau segera duduk dan kami pun ikut duduk di sekeliling beliau yang ketika itu memegang sebatang tongkat kecil.
    Beliau menundukkan kepalanya dan mulailah membuat goresan-goresan kecil di tanah dengan tongkatnya itu kemudian beliau bersabda: TIDAK ADA SEORANG PUN DARI KAMU SEKALIAN ATAU TIDAK ADA SATU JIWA PUN YANG HIDUP KECUALI TELAH ALLAH TENTUKAN KEDUDUKANNYA DI DALAM SURGA ATAUKAH DI DALAM NERAKA serta apakah ia sebagai seorang yang sengsara ataukah sebagai seorang yang bahagia.

Lalu seorang lelaki tiba-tiba bertanya: Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita pasrah saja kepada takdir kita dan meninggalkan amal sholeh? Jawaban Rasulullah : Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara.

Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: BERAMALLAH! Karena setiap orang AKAN DIPERMUDAH! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara.
Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini: Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar. (Shahih Muslim No.4786)

========================================================

Jangan ikut ikutan tradisi Orang Kafir

santri joget kocak

https://www.youtube.com/watch?v=KwFzfIeEOYg

APA BEDAnya dg MEREKA ????

=================================

TANDA dekatnya KIAMAT/malapetaka/catastrophe/extinction …. TASYABBUH {menyerupai/MENIRU… orang KAFIR MUSYRIK} ——————————— “Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari no. 7319) ——————————– Tasyabbuh dengan orang kafir ada dua macam: (1) tasyabbuh yang diharamkan, (2) tasyabbuh yang mubah (boleh). ………………………… 1- Tasyabbuh yang haram adalah segala perbuatan yang menjadi kekhususan ajaran orang kafir dan diambil dari ajaran orang kafir, tidak diajarkan dalam ajaran Islam. Terkadang tasyabbuh seperti ini dihukumi dosa besar, bahkan ada yang bisa sampai tingkatan kafir tergantung dari dalil yang membicarakan hal ini. Tasyabbuh yang dilakukan bisa jadi karena memang ingin mencocoki ajaran orang kafir, bisa jadi karena dorongan hawa nafsu, atau karena syubhat bahwa hal tersebut mendatangkan manfaat di dunia atau di akhirat. Bagaimana jika melakukannya atas dasar tidak tahu seperti ada yang merayakan ulang tahun (Ultah) padahal ritual seperti ini tidak pernah diajarkan dalam Islam? Jawabnya, kalau dasar tidak tahu, maka ia tidak terkena dosa. Namun orang seperti ini harus diberitahu. Jika tidak mau nurut, maka ia berarti berdosa. ……………………………… 2- Tasyabbuh yang dibolehkan adalah segala perbuatan yang asalnya sebenarnya bukan dari orang kafir. Akan tetapi orang kafir melakukan seperti ini. Maka tidak mengapa menyerupai dalam hal ini, namun bisa jadi luput karena tidak menyelisihi mereka. Contohnya adalah seperti membiarkan uban dalam keadaan putih. Padahal disunnahkan jika warnanya diubah selain warna hitam. Namun jika dibiarkan pun tidak terlarang keras.

Sebelum menjelaskan, kita lanjutkan ke hadist berikutnya agar mengetahui lebih mendalam :

  1. Hadis riwayat Imran bin Hushain ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi untuk apa orang-orang harus beramal? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan apa yang telah menjadi takdirnya. (Shahih Muslim No.4789)
  2. Hadis riwayat Abu Hurairah ra, ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Pernah Adam dan Musa saling berdebat. Kata Musa: Wahai Adam, kamu adalah nenek moyang kami, kamu telah mengecewakan harapan kami dan mengeluarkan kami dari surga. Adam menjawab: Kamu Musa, Allah telah memilihmu untuk diajak berbicara dengan kalam-Nya dan Allah telah menuliskan untukmu dengan tangan-Nya. Apakah kamu akan menyalahkan aku karena suatu perkara yang telah Allah tentukan empat puluh tahun sebelum Dia menciptakan aku? Nabi saw. bersabda: Akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa, akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa. (Shahih Muslim No.4793)
    Buat apa kita beramal bila sudah ditentukan surga dan neraka untuk kita, dijawab rasul : seseorang akan dimudahkan, orang yang ditakdirkan masuk surga dimudahkan untuk berbuat kebaikan dan sebaliknya, maka beramal-lah! Berprasangka baik saja, bahwa kita ditaktdirkan masuk surga, dan tinggalkan perberbuatan dosa, karena belum tentu kita ditakdirkan untuk masuk neraka.
    Setiap kali kita sholat kita membaca : Ihdinas shirotol mustaqin (Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus). Allah tidak semena-mena dalam menentukan Takdir. Allah telah memberikan kita Al Quran sebagai petunjuk hidup, lengkap dengan contoh prakteknya yaitu Rasulullah Muhammad.

Allah dan Rasulnya dengan penuh kasih sayang membimbing kita untuk berfikir dan beramal agar menjadi orang yang beruntung. Apa masih belum cukup Al Quran sebagai petunjuk kita untuk masuk surga? Baca Al Baqaraoh ayat 2 : Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.

Berbuat kebaikan saja belum cukup!!
Meskipun hingga hari ini kita sudah merasa banyak beramal sholih (berbuat baik) janganlah merasa cukup. Perlu berdoa terus agar kita senantiasa diberikan petunjuk hingga kematian menjemput kita. Simak hadist berikut ini :

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. sebagai orang yang jujur dan dipercaya bercerita kepada kami: Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula.
Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia.

Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka.
Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga. (Shahih Muslim No.4781)

Benar-benar sempurna agama Islam yang Allah berikan kepada kita, hadist diatas-lah yang membuat orang-orang sholeh tidak sombong dengan amal sholihnya. Orang-orang sholih tetap berdoa dan mengharapkan rahmat Allah. Orang sholeh juga tidak menghukumi ahli maksiat sebagai ahli neraka, karena siapa tahu dia akan bertobat di akhir hidupnya. Tentulah beda amal orang sholeh dengan amal penghuni neraka sebagaimana firman Allah (surat Az Zumar ayat 9-10) dibawah ini :

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (surat Az Zumar ayat 9)
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (surat Az Zumar ayat 10)

Terlahir muslim dan terlahir non muslim?
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci/islam). Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi. Sebagaimana seekor binatang yang melahirkan seekor anak tanpa cacat, apakah kamu merasakan terdapat yang terpotong hidungnya?. (Shahih Muslim No.4803)

Hadist diatas menunjukkan bahwa kita diberikan modal yang sama, terlahir sebagai orang yang suci. Siapapun orangtua kita, setelah kita dewasa kita diberikan akal untuk menemukan kebenaran. Lihat surat al-ankabut ayat terakhir :
“orang orang yang bersungguh-sungguh dalam (mencari jalan)Ku, sungguh akan aku tunjukkan bagi mereka jalan-jalanku”

Bila penghuni neraka protes kenapa dia masuk neraka, tentu karena perbuatan buruknya di dunia, barangkali juga dia tidak bersungguh-sungguh mencari jalan Allah. Anak seorang muslim bisa saja mati dalam keadaan tidak Islam, sebaliknya pula anak seorang non-muslim bisa juga meninggal dalam keadaan Islam. Semua tergantung perbuatan mereka sendiri sebagaimana firman Allah :
“barangsiapa berbuat baik walau sekecil apapun maka ia akan menerima balasanya, dan barangsiapa berbuat buruk sekecil apapun maka dia juga akan menerima balasanya” (surat al-Zalzalah ayat 7 -8).

Semoga Allah menolong kita dari godaan setan, pesan Allah :
Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah, dan jangan sekali-kali mati kecuali sebagai muslim.” (Ali Imran: 102)
“Sesungguhnya setan itu tidak ada keku¬asa¬annya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesung¬guh¬nya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya menjadi pemimpin dan atas orang-orang yang memper¬seku¬tukannya dengan Allah.” (Q.s. an-Nahl: 99-100).

===============

—– APAKAH kamu/aku mengira AKAN masuk SURGA ??? Al Baqarah : 214
———pertanyaan Allah padaku, padamu, pada kita, pada mereka !!!!!

————————––
Wahai mereka yang telah ridla Allah sebagai Rabb-nya, Islam sebagai Diennya dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulnya. Ketahuil, bahwasanya Allah telah menurunkan ayat dalam surat al-baqarah :
————————–————
“Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN masuk SURGA {?}, padahal belum datang kepada kamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang beriman bersamanya : “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqarah : 214)
———————-
Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN masuk SURGA {?}, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. ﴾ Ali Imran:142 ﴿
————————–—-


Harga dakwah itu amat mahal menurut firman Allah Yang Maha Benar dan Maha Agung serta menurut lisannya Rasulullaah SAW. Harga mengemban prinsip dan memindahkannya dari alam pikiran atau alam teori ke alam tatbiq (praktek) dan alam kenyataan, memerlukan banyak pengorbanan sehingga menjadi benar-benar nyata dan hidup di alam dunia.

  1. HARGA DAKWAH

Dakwah tidak akan mencapai kemenangan dan keberhasilan jika dakwah tersebut tidak diiringi pengorbanan. Baik itu dakwah ardliyah (dari manusia) atau dakwah samawiyah (dari Allah). Darah, tubuh, tulang belulang, nyawa, syuhada`, itu semua adalah api yang menyalakan pertempuran, api yang menyalakan peperangan ideologi, api yang menyalakan perang pemikiran. Adapun ayat tersebut di atas memperingatkan kita kepada persoalan penting dalam gelanggang peperangan ini. Yakni bahwa tidak ada surga bagi orang yang tidak mau berkorban dan menyumbangkan sesuatu.

Apakah kamu mengira? Apakah kalian menyangka bahwa kalian akan masuk surga padahal belum merasakan seperti apa yang dirasakan orang-orang sebelum kalian. Kemudian Allah Rabbul `Izzati mengisyaratkan persoalan penting bahwasanya kamu sekalian tidaklah semulia hamba yang paling dicintaiNya, kalian tidak lebih baik dari hamba-hamba pilihanNya.

“Allah memilih utusan-utusanNya dari malaikat dan dari manusia.” (QS Al Hajj : 75)

Tak ada satu manusia di bumi ini yang lebih utama daripada Muhammad SAW, kendati demikian sebagaimana firman Allah `Azza wa Jalla. “Mereka ditimpa oleh bencana (yakni peperangan), kesengsaraan (kemiskinan), kekurangan dan lain-lain yang serupa.” Dan mereka digoncangkan, coba perhatikanlah diri manusia ketika mereka dalam keadaan tergoncang. Gemetar seluruh tubuhnya seakan-akan ia dilanda gempa bumi sehingga tidak mampu menguasai diri untuk tidak jatuh. Mereka digoncangkan dan goncangan itu membuat makhluk yang paling sabar di muka bumi, yakni Rasulullah SAW, berdo`a dengan penuh ketundukan kepada Allah `Azza wa Jalla, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?”

Orang yang sabar, tawadlu`, khusyu`, Aminullah (yang dipercaya Allah) di muka bumi, yang selalu bertemu Aminus Sama` (Jibril AS) pagi dan petang, yang senantiasa dimantapkan oleh Al Qur`an sepanjang siang dan malam, masih dapat tergoncang sehingga menyeru kepada Allah dengan sepenuh hati dalam permohonannya, serta mengasingkan dirinya untuk bermunajat kepada Allah `Azza wa Jalla. Beliau berdo`a, “Bilakah pertolongan Allah itu tiba?”

“Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan datanglah kepada rasul itu pertolongan Kami.” (QS Yusuf:110)

Masalah tersebut menjadikan para rasul hampir putus harapannya. Mereka tidak mempunyai harapan namun belum sampai pada putus asa, karena :

“Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf : 87)

Mereka meyakini bahwa mereka telah didustakan. Bumi itu telah tertutup rapat di hadapan mereka dan dunia terasa sunyi di wajah mereka, bumi tidak menjanjikan seseorang yang mau mengikuti dakwah mereka, maka mereka tidak berpengharapan lagi.

“Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada Rasul itu pertolongan Kami, lalu Kami selamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari orang-orang yang berdosa. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal, Al Qur`an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat.” (QS Yusuf 110-111)

  1. PENGORBANAN RASULULLAH SAW

Al Qur`an itu bukan hiburan dan bukan untuk kesenangan di waktu-waktu senggang, akan tetapi Al Qur`an adalah manhaj (petunjuk jalan) bagi para Da`i yang menempuh jalan dien ini sampai hari kiamat, mengikuti jejak langkah penghulu para rasul Muhammad SAW dan pemimpin semua umat manusia.

“Aku adalah pemimpin anak cucu Adam, bukan menyombong.” Meskipun demikian, keadaan beliau saat ini adalah seperti yang beliau sendiri ceritakan dalam hadits shahih:

“Sungguh aku pernah disakiti karena menyampaikan risalah Allah dan tak seorangpun pernah disakiti seperti itu, aku pernah diintimidasi karena menyampaikan risalah Allah dan tak seorangpun pernah diteror seperti itu. Dan pernah pula lewat pada diriku tiga puluh hari tiga puluh malam, sementara aku dan Bilal tak ada sesuatu yang dapat dimakan kecuali sedikit makanan yang hanya dapat menutupi ketiak Bilal” (Shahih Al jami` Ash Shagir 1525)

Ketika datang pembesar Quraisy kepada Abu Thalib, meminta dia agar mencegah keponakannya menyakiti perasaan mereka, maka Abu Thalib mengirim anaknya Uqail untuk menemui Rasulullaah SAW dan mengingatkan bahwa kaum Quraisy mendesaknya agar menghentikan penghinaan terhadap mereka, maka beliau Rasulullaah SAW menjawab dengan kata-kata sebagai berikut:

“Demi Allah, aku lebih tidak mampu meninggalkan sesuatu yang aku diutus untuknya daripada seseorang di antara mereka mencoba membakar matahari dengan nyala api.”

“Demi Allah, wahai paman. Sekiranya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku supaya aku meninggalkan perkara ini, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkannya atau aku akan binasa karenanya.” (Riwayat pertama dinyatakan hasan oleh Albani, dan merupakan penguat bagi riwayat kedua)

Urusan menyampaikan dakwah bukan merupakan sesuatu yang mudah atau perjalanan yang menyenangkan.

“Kalau yang kamu serukan kepada merek itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka akan mengikutimu.” (QS At-Taubah : 42)

Sesungguhnya jalan dakwah adalah jalan yang panjang dan sukar. Semuanya berduri, semuanya pengorbanan. Bahkan mungkin engkau meninggal dunia sedangkan engkau belum mencapai satu buahpun dari hasil pekerjaanmu.

`Abdurrahman bin `Auf menangis

`Abdurrahman bin `Auf meletakkan makanan yang lezat didepannya lalu dia menangis dan kemudian berdiri. Dia berkata: “Sungguh sahabat-sahabat kami telah meninggalkan dunia, namun mereka belum pernah melihat seperti ini. Dan sungguh dahulu. Mush`ab bin `Umair, makanannya lebih baik daripada kami, tetapi dia belum pernah melihat makanan yang sebaik ini.”

Anas ra berkata: “Rasulullaah SAW telah diwafatkan oleh Allah, sedangkan beliau belum pernah menikmati daging kambing bakar.”(HR Shahih Bukhari)

“Tak pernah sama sekali keluarga Muhammad makan roti dari Sya`ir (jenis gandum) sampai kenyang selama dua hari berturut-turut.”

“A`isyah berkata: “Demi Allah, kami belum pernah makan korma sampai kenyang kecuali sesudah penaklukkan Khaibar.”” (HR Muslim)

====================

Apakah kalian mengira bahwa prinsip dan keimanan itu hanya merupakan mainan atau senda gurau atau kesenangan yang disampaikan seorang manusia lewat khutbah yang dihiasi dan dirangkai dengan kata-kata yang indah, atau ditulis dalam sebuah buku lalu dicetak dan kemudian disimpan di perpustakaan ????????????/

Itu sama sekali bukan jalan dari Ashabud Da`wah (penyampai dakwah) !!!!

Sesungguhnya dakwah itu selalu akan memperhitungkan bahwa generasi pertama yang menyampaikan dakwah, mereka itu adalah tumbal bagi tegaknya dakwah yang diserukan.

Ucapan Syayid Quthub

Sesungguhnya generasi pertama, mereka itu pergi sebagai api penyala buat tabligh dan sebagai bekal untuk menyampaikan kalimat yang tidak akan hidup kecuali dengan qalbu dan cucuran darah.

Sesungguhnya kalimat kita akan tetap mati seperti boneka yang tak bergerak, sampai kita mati karenanya. Maka dia / kalimat itu akan bergoncang bangkit dan hidup di antara mereka yang hidup. Setiap kalimat yang hidup, maka ia akan bersemayam di hati manusia yang hidup, sehingga hiduplah ia bersama-sama mereka yang hidup. Orang-orang yang hidup tidak akan ingin berdampingan dengan orang-orang yang mati, mereka hanya mau berdampingan dengan orang-orang yang hidup. Adapun mayat itu akan tetap di kubur di bawah tanah, walaupun ia adalah mayat orang terhormat.

3. JALAN DAKWAH

Wahai saudara-saudaraku. Jalan dakwah itu dikelilingi oleh “makaruh” (hal-hal yang tidak disukai), penuh dengan bahaya, dipenjara, dibunuh, diusir dan dibuang. Barangsiapa ingin memegang suatu prinsip atau menyampaikan dakwah, maka hendaklah itu semua sudah ada dalam perhitungannya.

Dan barangsiapa menginginkan dakwah tersebut hanyalah merupakan tamasya yang menyenangkan, kata-kata yang baik, pesta yang besar dan khutbah yagn terang dalam kalimat-kalimatnya, maka hendaklah dia menelaah kembali dokumen kehidupan para rasul dan para da`i yang menjadi pengikut mereka, sejak dien ini datang pertama kalinya sampai sekarang ini.

Berapa banyak orang-orang komunis yang mengurbankan diri mereka untuk mengadakan revolusi merah ?? Berapa lama lenin dipenjara dan dibuang? Dan betapa kagumnya kita saat ini dengan demokrasi barat ? Bagaimana undang-undang tersebut dapat menghakimi Presiden di depan mahkamah, serta memenangkan atau bahkan mengalahkan kasusnya. Undang-undang dan hakim tidak tunduk kepada seorangpun. Cukup sekiranya saya ambilkan sebuah contoh bagi anda, bekas presiden Amerika Serikat, Nixon. Ketika partai oposisi hendak mengajukan tuntutan kepadanya dengan tuduhan bahwa dia memata-matai mereka selama berlangsungnya pemilihan, maka Nixon meminta maaf atas kesalahannya dan kemudian berlindung di balik panggung sejarah karena khawatir akan terjatuh di bawah kekuasaan undang-undang.

Apakah kalian mengira bahwa undang-undang tersebut datang dengan sia-sia? Apakah kalian mengira bahwa undang-undang tersebut datang dengan tiba-tiba? Mereka memperolehnya dengan pengorbanan darah serta tulang belulang para pemikir. Telah dibunuh tiga ratus ribu orang di tangan algojo di mahkamah pemeriksaan, dan tiga puluh ribu diantaranya dibakar hidup-hidup. Mereka yang dibunuh itu ingin mengeluarkan orang-orang barat dari cengkeraman gereja yang lalim dan membebaskan mereka dari belenggunya yang kuat dan kokoh.

Telah dibunuh Bruno, dipenjara Copernicus, serta disiksa Galileo, oleh karena mereka meneriakkan prinsip mereka dengan lantang. Tatkala Bruno diajukan di depan mahkamah gereja dan kemudian dijatuhi hukuman mati, hanya karena dia mengatakan bahwa bumi itu bulat, maka Bruno berkata: “Walau bagaimanapun bumi itu tetap bulat.” Walaupun terbukti bahwa bumi itu memang bulat, tetap saja dia dihukum mati.

Selama tiga abad berturut-turut, para pemikir barat berjuang. Seperti Montesqueu, John Lock, Jan Jack Rosow, John Liel, dan lain-lain. Mereka telah banyak berkorban untuk mengeluarkan umat mereka dari doktrin pendeta yang bertentangan dengan akal pikiran dan ilmu pengetahuan. Pihak gereja menggiring manusia yang membangkang ke neraka penyiksaan dengan cambuk gereja yang kuat.

Dari sinilah, dan dari sebab ketidakmampuan mereka untuk mengadakan konfrontasi dengan pihak gereja, maka mereka berusaha membebaskan orang-orang barat. Untuk itu mereka menyeru orang-orang untuk mengingkari tuhan gerej dengan tujuan merobohkan gereja dan tiraninya yang bernama Paus.

Dua Revolusi Besar

Demokrasi yang dinikmati bangsa-bangsa barat sekarang ini bukan terjadi secara kebetulan saja, dan bukan hasil dari orang-orang yang mau berkorban. Dijalan apa ??? Mereka berkorban untuk menegakkan pemikiran mereka. Mereka tidak berambisi untuk mendapatkan surga, dan juga tidak takut terhadap neraka. Bahkan karena dahsyatnya derita yang mereka alami dari penguasa gereja, maka pada saat mereka menang dalam dua revolusi besar di negeri barat (bangsa barat telah bersepakat bahwa dua revolusi Bolsyoviya tahun 1917 M) mereka membuat syi`ar, Gantung raja terakhir dengan usus Paus terakhir. Maksudnya adalah, Sikatlah habis agama-agama dan raja-raja di bumi, karena mereka membahayakan manusia dan menghancurkan kemanusiaan. Belahlah perut Paus terakhir dan gantunglah raja terakhir dengan usus Paus. Ini adalah syi`ar dalam revolusi Perancis. Adapun syi`ar dalam revolusi Bolsyoviya yang melarikan diri dari gereja dan kediktatoran kaisar adalah “Tidak ada Tuhan dan hidup adalah materi.” Mereka tidak mengingkari wujud Allah, Darwin mungkin Marxis menurut apa yang telah saya telaah tidak meningkari wujud Allah, akan tetapi mereka meningkarinya karena hendak menghancurkan gereja yang menyiksa manusia dengan ayunan cambuknya. Mereka lari dari penguasa gereja. Maka setelah itu timbullah atheisme di negeri barat dan menyebar ke dunia.

Saya ingin mengatakan kepada kalian : “Tidak mungkin suatu prinsip itu bisa menang tanpa pengorbanan dan tanpa cucuran darah. Pernah orang-orang komunis di dunia Arab, yakni di Yordania, dijatuhi hukuman mati oleh hakim pada tahun 1954. Halim mengetuk palu dan memutuskan : “Mahkamah telah menjatuhi hukuman kepada saudara berupa kurungan penjara selama lima belas tahun.” Maka dia berkata lantang: “Hidup Rusia!!!! Hidup Lenin!!!!””

Maka apakah kalian mengira bahwa kalian dapat mempertahankan negara kalian yang lemah itu selama sepuluh tahun atau lima belas tahun ? Para komunis itu adalah pengikut suatu prinsip yang tidak berharap kepada Allah, tidak mengenal Allah. Dunia mereka dan akhirat mereka adalah dunia mereka, jadi tidak ada akhirat buat mereka. Kendati demikian mereka berani berkorban demi keyakinan dan prinsip mereka.

 

 

==================================

Muhasabah (Menghisab diri) sebagai satu pesan ini dari hadis Rasulullah SAW di atas, sangatlah penting dilakukan oleh setiap muslim. Dengan sering melakukan muhasabah, ia akan mengetahui berbagai kelemahan, kekurangan, dosa dan kesalahan yang dilakukan. Dengan itu, ia akan terdorong untuk selalu melakukan perbaikan diri. Dengan itu pula, dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan, dari hari ke hari, bahkan dari waktu ke waktu ia menjadi semakin baik. Imannya semakin kuat; ketaqwaan nya semakin kukuh; solatnya semakin khusyuk; amal solehnya semakin bertambah dan dosa-dosanya semakin berkurang kerana semakin jarang ia bermaksiat; semangat dakwahnya semakin bergelora; pengorbanannya untuk ALLAH SWT dan Rasulnya semakin besar; akhlaknya semakin terpuji- ia semakin ikhlas, semakin tawaduk, semakin wara’, semakin menjaga amanah dan semakin Taqarrub (dekat diri) kepada ALLAH SWT.

Sayangnya, kerana pelbagai kesibukan dunia, entah kerana sibuk dengan kawan-kawan, study, assignment, tesis, bekerja mencari nafkah untuk keluarga, seseorang muslim tidak sempat ber-muhasabah; masanya banyak terbuang dengan pelbagai aktiviti harian yang dilakukan. Ada juga yang jarang ber-muhasabah bukan kerana sibuk, tetapi kerana memang ia lalai. Ia sendiri memang lalai melakukan muhasabah.

Sudah tentu, jarangnya seseorang muslim melakukan muhasabah merupakan musibah (perkara yang buruk berlaku ke atas diri manusia). Betapa tidaknya, jarangnya melakukan muhasabah (menghisab diri), seseorang Muslim sering marasakan tidak ada kurang pada dirinya; ia merasakan dirinya baik-baik saja. Padahal boleh jadi, imannya semakin rapuh, ketaqwaannya semakin terkikis, solatnya tidak lagi khusyuk, amal solehnya sudah jauh berkurangan, dosa-dosanya semakin bertambah, semangatnya untuk menyebarkan Islam ke tengah-tengah umat hampir-hampir padam, pengorbanannya untuk ALLAH SWT dan Rasulnya semakin menipis, akhlaknya semakin jauh dengan akhlak islam- mulai sering muncul ketidak-ikhlasan, ketidak-warak-an, ketidak-amanah-an dan semakin jauh dari ALLAH SWT.

Namun, musibah ini sering tidak disedari kerana kepekaan spiritual memang telah hilang dari dirinya akibat jarangnya ia melakukan muhasabah (menghisab diri). Akibat lebih jauh lagi, ia sering merasa tidak berdosa atau bersalah saat solatnya lalai dan tidak khusyuk, saat amal solehnya berkurangan, saat belajar agamanya jarang-jarang, saat melalaikan amanah ALLAH dalam menyebarkan islam; dan sering merasa tidak bersalah di saat melakukan banyak dosa; seperti sering melihat hal-hal yang haram, mendengar hal-hal yang sia-sia, melakukan hal-hal yang syubhat dan lain-lain. Ia pun tidak lagi merasa menyesal saat meninggalkan solat berjemaah; saat jarang melakukan solat malam; saat solat subuhnya suka terlambat, saat tidak mampu lagi berpuasa sunat, saat jarang membaca Al-Quran, saat tidak lagi boleh menangis ketka berdoa dan lain-lain. Tentu, semua ini sekali lagi dikatakan kerana jarangnya ia melakukan muhasabah.

Kita nampaknya perlu merenung kembali teladan Baginda Nabi Muhammad SAW dan para sahabat-sahabat Baginda yang mulia (Radhiallahu anhu). Baginda Nabi Muhammad SAW, misalnya pernah semalaman tidak dapat tidur kerana khuatir memikirkan sebutir kurma- (hanya sebutir kurma!)- yang terlanjur Baginda SAW makan di suatu tempat. Pasalnya, kemudian Baginda SAW berfikir bahawa kurma itu mungkin sebahagian daripada kurma sedekah yang disediakan untuk fakir miskin. Itulah yang menjadi beban fikiran Baginda Rasullah SAW semalaman.

Khalifah Abu Bakar As-Siddiq RA pernah memuntahkan kembali makanan, yang baru kemudian beliau ketahui bahawa makanan itu ternyata merupakan permberian dari tukang tilik. Saat itu Abu Bakar RA ditanya, mengapa melakukan demikian?, beliau menjawab, “Seandainya untuk memuntahkan makanan itu aku terpaksa menebusnya dengan nyawaku, aku pasti akan melakukannya. Sebab aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

“BADAN YANG TUMBUH DENGAN MAKANAN YANG HARAM, MAKA API NERAKA LEBIH BAIK BAGINYA”, Aku sangat khuatir dengan itu”. (Kanz al-‘Umal).

Hal yang sama dilakukan oleh Khalifah Umar Al-Khattab RA. Beliau pernah memuntahkan kembali susu yang beliau minum, kerana baru kemudian baliau mengerahui bahawa ternyata air susu itu berasal dari unta sedekah. Seketika beliau memasukkan jari ke mulutnya dan memuntahkan kembali air susu itu (Rujuk Imam Malik, dalam kitabnya Al-Muwaththa’).
Diriwayatkan pula, pada zaman Khalifah Uthman bin Affan RA, seorang Ansar sedang solat ditengah-tengah kebunnya. Lalu pandangannya tertuju pada buah-buahan masak ranum yang bergantungan di dahan-dahan pepohonan. Selesai solat, ia merasakan sangat menyesal. Ia lalu segera mewakafkan kebun miliknya itu demi “menebus” kesalahannya (Rujuk Imam Malik, dalam kitabnya Al-Muwaththa’).

Secebis kisah diatas – yang benar-benar nyata- mungkin bagi kita semacam kisah para Rasul, kisah “manusia langit”, kisah “manusia yang dijamin syurga” yang sepertinya mustahil untuk kita teladani. Pernyataan semacam itu hanyalah menunjukkan bahawa, kita benar-benar sangat jauh dengan keteladanan Baginda Nabi SAW dan Para Sabahat RA yang dimuliakan. Mengapa kita sangat jauh dengan keteladanan Nabi SAW dan Para Sahabat RA?

Kerana mungkin- salah satunya- kita jarang melakukan muhasabah. Kalau pun kita melakukannya, mungkin itu kita lakukannya setahun sekali, saat bertukar tahun atau saat “berulang tahun”, atau saat terkena musibah barulah nak dekatkan diri dengan ALLAH, barulah nak bermuhasabah. Padahal dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan setiap hari, bahkan mungkin setiap waktu. Sudah tentu, semua dosa dan kemaksiatan itu sangat mudah kita lupakan, kerana muhasabah (menghisab diri) setahun sekali tidak mungkin boleh “detect” seluruh dosa setiap hari, apatah lagi dosa yang kita lakukan setiap waktu. Dosa setiap hari atau setiap waktu hanya akan mudah di”detect” jika kita melakukan muhasabah setiap hari atau setiap waktu. Mudah-mudahan kita semua boleh melakukannya. Semasa kita masih bernafas lagi inilah kita masih ada peluang untuk bermuhasabah untuk berbuat banyak perkara kebaikan, dan apabila nafas kita berhenti untuk selama-lamanya, peluang untuk bermuhasabah (menghisab diri) sudah tidak ada lagi. Saat itu kita pula akan dihisab oleh ALLAH SWT.

ALLAH SWT berfirman maksudnya:

“Jika kamu berbuat kebaikan, (maka faedah) kebaikan yang kamu lakukan adalah untuk diri kamu (sendiri)…” [TMQ Surah Al-Isra (17): ayat 7]

Allah berfirman,

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. yang mengajar (manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al Alaq: 1-5)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS.Al-Ashr: 1 – 3)

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan HIKMAH dan PELAJARAN yang BAIK dan BANTAHLAH mereka dengan CARA yang TERBAIK. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl ayat 125)

“Tidak ada kepada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”(QS An-Nisa’ [14] : 114)

“….Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS az-zumar (39) ayat : 9)

“….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-mujadillah (58) ayat 11)

“….Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu (ulama)…”(QS fathir (35) ayat 28)

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatau kaum maka tidak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d: 11)

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih bahwasanya mereka akan mendapatkan balasan berupa surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai…” (QS. al-Baqarah: 25)

Nabi Muhammad SAW. bersabda,

“Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sebaik-baiknya kamu adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

“Yang terbaik diantara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.” (HR. Ahmad bin Hambal)

“Sebaik-baiknya manusia diantara kamu ialah orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya.” (HR. Tirmidzi)

“Tidak sempurna iman seseorang diantaramu hingga mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).

“Menuntut Ilmu adalah wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik)

“Pelajarilah oleh kamu ilmu, sebab mempelajari ilmu itu memberikan rasa takut kepada Allah : Menuntutnya merupakan Ibadah, Mengulang-ngulangnya merupakan Tasbih, pembahasannya merupakan Jihad, Mengajarkannya kepada orang lain merupakan Shodaqoh, menyerahkan kepada ahlinya merupakan pendekatan diri kepada Allah. maka SEMPURNAKANLAH…” (HR. Ibn’ Abdil Barr)

“Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tiada bertambah amalnya Tiada bertambah baginya dengan Allah kecuali bertambah jauh ” (HR. Dailami dari Ali).

“Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat.” (HR. Al Baihaqi)

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya dengan (ilmu) itu jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang mengajak (seseorang) kepada petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.”(HR. Muslim)

“Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakan terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan dikalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barang siapa seperti itu, maka baginya neraka… neraka.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau (lebih baik) diam.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

“Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah ialah yang banyak bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

“Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian (maksudnya; istiqamahlah dalam amal dan berkatalah yang benar/jujur) dan mendekatlah kalian (mendekati amalan istiqamah dalam amal dan jujur dalam berkata). Dan ketahuilah, bahwa siapapun diantara kalian tidak akan bisa masuk surga dengan amalnya. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang langgeng (terus menerus) meskipun sedikit.” (HR. Bukhari)

“Katakanlah, saya beriman kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)

“Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yang lain di dunia kecuali Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat”(HR. Muslim)

===================== 

“Demi Allah, sesungguhnya berteman dengan suatu kaum yang menakut-nakutimu hingga akhirnya kamu menemukan rasa aman itu lebih baik daripada kamu berteman dengan sekelompok orang yang membuatmu merasa aman, namun akhirnya kamu di kejar-kejar oleh perkara-perkara yang menakutkan.” (Imam Ahmad, dalam Kitab Az Zuhd)

Wallahu a’lam bish-shawabi… (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)

About Edy Gojira 739 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

Be the first to comment

Leave a Reply