Loading
my dreams to EASE my pains ……….. my Risalah come to me …………. with love to ease my pains ………. ========= Macam-Macam Mimpi ================Pertama: =====Mimpi yang baik (ru’ya shalihah hasanah), yaitu jika seseorang bermimpi hal yang ia sukai. Mimpi ini datangnya dari Allah dan itu suatu nikmat. Karena jika ia bermimpi seperti itu, ia jadi semangat dan bergembira. Inilah yang dimaksud dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,————–لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلاَّ المُبَشِّرَاتِ———————“Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar-kabar gembira.”——–=============Kedua: ====Mimpi buruk (ru’ya makruhah), mimpi ini datang dari setan. Mimpi ini menggelisahkan. Salah satu terapi dari mimpi seperti ini adalah membaca ta’awudz, yaitu meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Mimpi ini baiknya tidak diceritakan kepada orang lain dan yang bermimpi harus bersabar dalam hal itu.——————–Karena ingatlah bahwa setan itu musuh manusia dan berusaha menyakiti, juga membuat sedih manusia. Coba kita renungkan dengan baik ayat berikut,——–إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِۚوَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ—————–“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.” (QS. Al-Mujadalah: 10)—————-============Ketiga:=========== Mimpi biasa yang tidak ada maksud apa pun. Biasanya itu cuma bisikan jiwa atau suatu pikiran yang akhirnya terbawa dalam mimpi.===== “TELINGA BERDENGING” Adalah Panggilan Nabi MUHAMMAD Sholallohu Alaihi Wasallam ?? ==== wallahua’lam | Edy Gojira >

my dreams to EASE my pains ……….. my Risalah come to me …………. with love to ease my pains ………. ========= Macam-Macam Mimpi ================Pertama: =====Mimpi yang baik (ru’ya shalihah hasanah), yaitu jika seseorang bermimpi hal yang ia sukai. Mimpi ini datangnya dari Allah dan itu suatu nikmat. Karena jika ia bermimpi seperti itu, ia jadi semangat dan bergembira. Inilah yang dimaksud dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,————–لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلاَّ المُبَشِّرَاتِ———————“Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar-kabar gembira.”——–=============Kedua: ====Mimpi buruk (ru’ya makruhah), mimpi ini datang dari setan. Mimpi ini menggelisahkan. Salah satu terapi dari mimpi seperti ini adalah membaca ta’awudz, yaitu meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Mimpi ini baiknya tidak diceritakan kepada orang lain dan yang bermimpi harus bersabar dalam hal itu.——————–Karena ingatlah bahwa setan itu musuh manusia dan berusaha menyakiti, juga membuat sedih manusia. Coba kita renungkan dengan baik ayat berikut,——–إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِۚوَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ—————–“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.” (QS. Al-Mujadalah: 10)—————-============Ketiga:=========== Mimpi biasa yang tidak ada maksud apa pun. Biasanya itu cuma bisikan jiwa atau suatu pikiran yang akhirnya terbawa dalam mimpi.===== “TELINGA BERDENGING” Adalah Panggilan Nabi MUHAMMAD Sholallohu Alaihi Wasallam ?? ==== wallahua’lam

my good dreams to EASE my pains …….

……………. my Risalah come to me …………. with love to ease my pains ……. wallahua’lam

Mimpi BAIK / indah  dan Mimpi Buruk

Allah Ta’ala berfiman,

قَالَ الله تَعَالَى: {وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ}

الروم: 23

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari…” (QS. Ar-Ruum: 23)

hadis dari Abu Hurairah RA menyebutkan, “Mimpi itu ada tiga macam; bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR Bukhari).

Jika seseorang mimpi pada kategori yang pertama, maka mimpi ini tak perlu diceritakan apalagi ditafsirkan. Sebagaimana riwayat dari Jabir mengisahkan seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi SAW tentang mimpinya semalam. “Ya Rasulullah, aku bermimpi kemarin seakan-akan kepalaku di penggal, bagaimana itu?” tanya laki-laki tersebut.

Rasulullah SAW pun tertawa, seraya bersabda, “Apabila setan mempermainkan salah seorang dari kalian di dalam tidurnya, maka janganlah dia menceritakannya kepada orang lain.” (HR Muslim).

Demikian juga mimpi kategori yang kedua. Mimpi buruk yang selalu teringat bisa jadi pertanda keburukan. Maka hendaklah si pemimpi menahan diri untuk menceritakannya kepada orang lain.

Adapun mimpi jenis ketiga mengindikasikan kebenaran. Mimpi yang baik dan menggembirakan inilah yang patut diceritakan dan dimintakan penakwilannya kepada orang saleh. Imam Malik memesankan, tidak seluruh mimpi patut diceritakan. Hanya mimpi-mimpi yang baik saja yang patut untuk diceritakan.

Hal ini berdalil dengan hadis Rasulullah SAW, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik-baik saja atau diam.” (HR Bukhari Muslim).

Hadits # 838

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقُوْلُ: «لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلاَّ المُبَشِّرَاتِ» قَالُوْا: وَمَا المُبَشِّرَاتُ؟ قَالَ: «الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ». رَوَاهُ البُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar-kabar gembira.’ Para sahabat bertanya, ‘Apa kabar gembira tersebut?’ Beliau menjawab, ‘Mimpi yang baik.’” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6990]

Hadits # 839

وَعَنْهُ: أنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤيَا المُؤْمِنِ تَكْذِبُ، وَرُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
وَفِي رِوَايَةٍ: «أَصْدَقُكُمْ رُؤْيَا، أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا».

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila telah datang waktunya (kiamat),  hampir tidak ada mimpi soerang mukmin yang dusta. Dan mimpi seorang mukmin itu satu dari empat puluh enam bagian kenabian.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 7017 dan Muslim, no. 2263]

Tentang Mimpi dan Tidur

Yang dimaksud mimpi di sini adalah mimpi ketika tidur. Ketika seseorang tidur, maka ia mengalami kematian kecil.

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُسَمًّى ۖثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al-An’am: 60)

Begitu juga Allah berfirman,

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖفَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚإِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az-Zumar: 42)

Oleh karenanya di antara bacaan dzikir saat tidur adalah,

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

BISMIKA ROBBI WADHO’TU JAMBII, WA BIKA ARFA’UH, FA-IN AMSAKTA NAFSII FARHAMHAA, WA IN ARSALTAHAA FAHFAZH-HAA BIMAA TAHFAZH BIHI ‘IBAADAKASH SHOOLIHIIN.

Artinya:

“Dengan nama Engkau, wahai Rabbku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah (dari kejahatan setan dan kejelekan dunia), sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Apabila akan tidur, maka hendaklah tempat tidur tersebut dibersihkan karena siapa tahu ada kotoran yang membahayakan di situ, lalu membaca dzikir di atas. (HR. Bukhari, no. 6320 dan Muslim, no. 2714)

Macam-Macam Mimpi

Pertama: Mimpi yang baik (ru’ya shalihah hasanah), yaitu jika seseorang bermimpi hal yang ia sukai. Mimpi ini datangnya dari Allah dan itu suatu nikmat. Karena jika ia bermimpi seperti itu, ia jadi semangat dan bergembira. Inilah yang dimaksud dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلاَّ المُبَشِّرَاتِ

Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar-kabar gembira.

Kedua: Mimpi buruk (ru’ya makruhah), mimpi ini datang dari setan. Mimpi ini menggelisahkan. Salah satu terapi dari mimpi seperti ini adalah membaca ta’awudz, yaitu meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Mimpi ini baiknya tidak diceritakan kepada orang lain dan yang bermimpi harus bersabar dalam hal itu.

Karena ingatlah bahwa setan itu musuh manusia dan berusaha menyakiti, juga membuat sedih manusia. Coba kita renungkan dengan baik ayat berikut,

إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِۚوَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.” (QS. Al-Mujadalah: 10)

Ketiga: Mimpi biasa yang tidak ada maksud apa pun. Biasanya itu cuma bisikan jiwa atau suatu pikiran yang akhirnya terbawa dalam mimpi. ……..

=============================

“TELINGA BERDENGING” Adalah Panggilan  Nabi MUHAMMAD Sholallohu Alaihi Wasallam ?? ….. WALLAHUA’LAM

Banyak orang bertanya kenapa terkadang telinga bersuara “Nging” ? Apa sebab musababnya, karena musababnya ada yang mengatakan dengan tidak berpedoman, bertahayul dan sangkaan jelek terhadap hal itu?

Sesungguhnya suara “NGING” dalam telinga, itu ialah Sayyidina Rosululloh Saw sedang menyebut orang yang telinganya bersuara “NGING” dalam perkumpulan yang tertinggi (malail a’laa) dan supaya ia ingat pada sayyidina rosululloh Saw dan membaca sholawat.-

Hal ini berdasarkan keterangan dari kitab ( AZIZI ‘ALA JAMI’USH SHAGHIR)

“Jika telinga salah seorang kalian berdengung(nging) maka hendaklah ia mengingat aku (Sayyidina Rosululloh Saw) dan membaca sholawat kepadaku.Serta mengucapkan “DZAKARALLOHU MAN DZAKARONII BIKHOIR”; (artinya, Alloh ta’ala akan mengingat yang mengingatku dengan kebaikan)”.

Disebutkan dalam kitab Mu’jam al kabir Imam thobrony :

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرو الْقَطِرَانِيُّ، ثنا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ، ثنا حِبَّانُ بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَخِيهِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِذَا طَنَّتْ أُذُنُ أَحَدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِي، وَلْيُصَلِّ عَلَيَّ، وَلْيَقُلْ: ذَكَرَ اللهُ بِخَيْرٍ مَنْ ذَكَرَنِي ”   المعجم الكبير للطبراني

Menceritakan kepada kami Ahmad bin Amr al-Qathirani, menceritakan kepada kami Abu ar-Rabi’ az-Zahrani, menceritakan kepada kami Hibban bin Ali, dari Muhammad bin Ubaydillah bin Abi Rafi’, dari saudaranya, yaitu Abdillah bin Ubaydillah bin Abi Rafi’, dari ayahnya (Ubaydillah bin Abi Rafi’), dari kakeknya (Abi Rafi’, budak Rasulullah) berkata: Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, “Jika berdengung telinga seseorang dari kalian, maka ingatlah aku, dan bershalawatlah atasku, dan katakan: Dzakarollohu bi khayrin man dzakaroni (Semoga Allah menyebut dengan kebaikan orang yang menyebutku). [Al-Mu’jamul Kabir lithThobroni].

Sedang dalam Al-jami’ish shoghir Imam suyuthi dijelaskan :

إِذا طَنَّتْ أُذُنُ أحدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِي ولْيُصَلِّ عَلَيَّ ولْيَقُلْ ذَكَرَ الله مَنْ ذَكَرَنِي بِخَيْرٍ   الجامع الصغير للسيوطي

Jika berdengung telinga seseorang dari kalian, maka ingatlah aku, dan bershalawatlah atasku, dan katakan: Dzakarollohu man dzakaroni bi khayr (Semoga Allah menyebut orang yang menyebutku dengan kebaikan). [Al-Jami’ush Shoghir lis Suyuthi].

Terdapat keterangan dari Imam Munawi dalam kitab beliau At-Taysir bi Syarh al-Jami’ish Shoghir :

فَإِن الْأذن إِنَّمَا تطن لما ورد على الرّوح من الْخَبَر الْخَيْر وَهُوَ أَن الْمُصْطَفى قد ذكر ذَلِك الْإِنْسَان بِخَير فِي الْمَلأ الْأَعْلَى فِي عَالم الْأَرْوَاح

Maka sesungguhnya telinga itu berdengung ketika datang berita baik kepada ruh, yaitu Rasulullah SAW al-Mushthofa telah menyebut orang tersebut (pemilik telinga yang berdengung) dengan kebaikan di mala-il a’la (perkumpulan atau majelis tertinggi) di alam ruh

……. wallahua’lam

About Edy Gojira 738 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

5 Comments on my dreams to EASE my pains ……….. my Risalah come to me …………. with love to ease my pains ………. ========= Macam-Macam Mimpi ================Pertama: =====Mimpi yang baik (ru’ya shalihah hasanah), yaitu jika seseorang bermimpi hal yang ia sukai. Mimpi ini datangnya dari Allah dan itu suatu nikmat. Karena jika ia bermimpi seperti itu, ia jadi semangat dan bergembira. Inilah yang dimaksud dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,————–لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلاَّ المُبَشِّرَاتِ———————“Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar-kabar gembira.”——–=============Kedua: ====Mimpi buruk (ru’ya makruhah), mimpi ini datang dari setan. Mimpi ini menggelisahkan. Salah satu terapi dari mimpi seperti ini adalah membaca ta’awudz, yaitu meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Mimpi ini baiknya tidak diceritakan kepada orang lain dan yang bermimpi harus bersabar dalam hal itu.——————–Karena ingatlah bahwa setan itu musuh manusia dan berusaha menyakiti, juga membuat sedih manusia. Coba kita renungkan dengan baik ayat berikut,——–إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِۚوَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ—————–“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.” (QS. Al-Mujadalah: 10)—————-============Ketiga:=========== Mimpi biasa yang tidak ada maksud apa pun. Biasanya itu cuma bisikan jiwa atau suatu pikiran yang akhirnya terbawa dalam mimpi.===== “TELINGA BERDENGING” Adalah Panggilan Nabi MUHAMMAD Sholallohu Alaihi Wasallam ?? ==== wallahua’lam

  1. MIMPI BAIK dan BENAR ….. benar akan terbukti …… atau .. sudah terbukti di dunia …. Atau akan terbukti kebenarannya setelah MATI =========== MIMPI yang BAIK & BENAR .. pada MUKMIN (mukminin & mukminat) …….. diperlihatkan oleh Allah kepadanya … (sebelum event penenggelaman/pembenaman) ….=========Mimpi baik seorang mukmin merupakan khabar gembira bagi amal-amal baiknya dan merupakan sebahagian tanda dekatnya kiamat/assaah.malapetaka/awal tanda kiamat PENENGGELAMAN/pembenaman ke dalam bumi. Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa mimpi seorang mukmin di akhir zaman, sedikit sekali yang bohong atau terjadi dari syaitan.==========>>>>>>> Hal itu akan terjadi ketika menjelang Kiamat/ malapetaka besar, kebanyakan ilmu (agama) diambil dan syari’at Islam telah terhapus dengan sebab fitnah dan banyaknya pembunuhan. Manusia seperti berada di zaman fathrah (zaman di antara dua Nabi), mereka membutuhkan seorang mujaddid dan pemberi pengingatan dalam masalah agama yang telah terhapus, sebagaimana umat terdahulu diingatkan oleh para Nabi. Akan tetapi, Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Nabi terakhir dan kenabian berakhir pada umat ini maka mereka digantikan dengan orang yang bermimpi dengan mimpi yang benar, yang merupakan bagian dari kenabian dengan membawa kabar gembira dan peringatan.=======>>>>>>bisa juga Hal itu terjadi ketika jumlah orang-orang yang beriman sedikit, sementara kekufuran, kebodohan, dan kefasikan menimpa orang-orang yang ada. Sehingga seorang mukmin merasa kesepian, lalu diberikan pertolongan dengan mimpi yang benar sebagai penghormatan dan penghibur baginya. =============wallahua’lam………..Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mimpinya orang muslim adalah yang dia lihat, atau yang diperlihatkan kepadanya. Dan di dalam Hadits Ibnu Mushir; “Mimpi yang baik adalah bagian dari empat puluh enam kenabian.” (HR Muslim) …………. hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah SAW bersabda , “ Tidak tersisa dari kenabian, kecuali peringatan peringatan.” Mereka bertanya, “Apa peringatan peringatan itu?” Rasulullah SAW menjawab, “ Mimpi yang baik atau benar.”(HR Bukhari) ………………………Rasulullah SAW bersabda,” Jika zaman itu telah dekat (kiamat) , banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan.” (HR Muslim) …………….. wallahua’lam ===============

  2. lesu …..sedih ….sadness …… ingat HADITS nabi SAW.
    “Demi Allah, tidaklah kehidupan dunia dibandingkan akhirat melainkan hanya seperti salah satu dari kalian mencelupkan tangannya ke dalam lautan, maka silakan dilihat apa yang dibawa oleh jarinya”. (HR. Muslim)

  3. AL-MUBASSYIRAT MIMPI BENAR MUKMININ AKHIR ZAMAN
    Apa itu mubasyirat? Mubasyirat ialah mimpi yang benar dan baik .

    #1) As-Syuura (42) a. 51: Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana

    #2) Dalam Surat Yunus ayat 64 Allah berfirman: “Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.”

    #3) As-Syu’ara (26) a. 208-209: Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya; untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zhalim.

    Hadis – hadis berkaitan:
    #1) Dari Abu Hurairah RA Berkata: bahwasanya Nabi s.a.w bersabda : “Apabila telah dekat Hari Kiamat maka mimpi orang mukmin nyaris tidak pernah bohong. Mimpi orang mukmin itu merupakan satu dari empat puluh enam bagian tanda-tanda kenabian, dan apa-apa yang berasal dari kenabian tidak mengandung dusta.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

    #2) Diriwayatkan dari Ummu Kurz, Sabda Rasulullah:”Telah habis kenabian, tetapi tinggal Mubasyirat (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

    #3) Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Sabda RAsulullah:”Tidak ketinggalan dari (urusan) kenabian melainkan Mubasyirat. Sahabat-sahabat bertanya: Apa dia Mubasyirat? Sabdanya: Mimpi yang baik. (HR. Bukhari)

    #4) Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka seakan-akan dia melihatku pada saat terjaga dan setan tidaklah dapat menyerupaiku.” (HR. Bukhari)

    #5) Berkata Abu Salamah, “Telah berkata Abu Qatadah, Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang telah melihatku dalam mimpinya, maka sesungguhnya dia telah melihat yang benar (Al-haq).” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

    #6) At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa seorang penduduk Mesir bertanya kepada Abu Darda RA mengenai firman Allah ini. Abu Darda’ menjawab: “Tidak ada seorangpun bertanya tentang ayat ini semenjak aku bertanya kepada Rasulullah SAW dan beliau menjawab: “Tidak seorangpun bertanya kepadaku tentang ayat ini selain engkau semenjak ayat ini diturunkan. Ayat ini menjelaskan mimpi baik, yang di alami seorang muslim.” (HR At-Tirmidzi)

    #7) Sahih Bukhari: 9, 119:
    Riwayat Abu Huraira: “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada sisa dari kenabian kecuali Al-mubashshirat.” Mereka bertanya, “Apakah Al-mubashshirat?” Beliau SAW menjawab: “Mimpi yang baik (yang memberitakan kabar gembira).”

    ===============

    Allah Ta’ala berfiman,

    قَالَ الله تَعَالَى: {وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ}

    الروم: 23

    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari…” (QS. Ar-Ruum: 23)

    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقُوْلُ: «لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلاَّ المُبَشِّرَاتِ» قَالُوْا: وَمَا المُبَشِّرَاتُ؟ قَالَ: «الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ». رَوَاهُ البُخَارِيُّ

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar-kabar gembira.’ Para sahabat bertanya, ‘Apa kabar gembira tersebut?’ Beliau menjawab, ‘Mimpi yang baik.’” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6990]

    وَعَنْهُ: أنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤيَا المُؤْمِنِ تَكْذِبُ، وَرُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
    وَفِي رِوَايَةٍ: «أَصْدَقُكُمْ رُؤْيَا، أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا».

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila telah datang waktunya (kiamat), hampir tidak ada mimpi soerang mukmin yang dusta. Dan mimpi seorang mukmin itu satu dari empat puluh enam bagian kenabian.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 7017 dan Muslim, no. 2263]

  4. MAKNA SABDA NABI: MIMPI SEORANG MUKMIN BAGIAN DARI NUBUWWAH ———
    Apa makna sabda Nabi:
    “Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian nubuwwah (kenabian).”
    Kalau begitu siapakah yang benar mimpinya?
    “Makna sabda Nabi :
    adalah apa yang diimpikan seorang mukmin akan terjadi dengan benar, karena mimpi tersebut merupakan permisalan yang dibuat bagi orang yang bermimpi. Terkadang mimpi itu adalah berita tentang sesuatu yang sedang atau akan terjadi. Kemudian sesuatu itu benar terjadi persis seperti yang diimpikan. Dengan demikian, dari sisi ini mimpi diibaratkan seperti nubuwwah dalam kebenaran apa yang ditunjukkannya, walaupun mimpi berbeda dengan nubuwwah. Karena itulah mimpi dikatakan satu dari 46 bagian nubuwwah. Kenapa disebut 46 bagian, karena hal ini termasuk perkara tauqifiyyah1. Tidak ada yang mengetahui hikmahnya sebagaimana halnya bilangan-bilangan rakaat dalam shalat2.
    Adapun ciri orang yang benar mimpinya adalah seorang mukmin yang jujur, bila memang mimpinya itu mimpi yang baik/bagus. Jika seseorang dikenal jujur ucapannya ketika terjaga, ia memiliki iman dan takwa, maka secara umum mimpinya benar. Karena itulah hadits ini pada sebagian riwayatnya datang dengan menyebutkan adanya syarat, yaitu mimpi yang baik/bagus dari seorang yang shalih.
    Dalam Shahih Muslim dari hadits Abu Hurairah z disebutkan bahwa Nabi n bersabda:
    “Orang yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling jujur ucapannya.”
    Akan tetapi perlu diketahui di sini bahwa mimpi yang dilihat seseorang dalam tidurnya itu ada tiga macam:
    Pertama: Mimpi yang benar lagi baik. Inilah mimpi yang dikabarkan oleh Nabi n sebagai satu dari 46 bagian kenabian. Secara umum, mimpinya itu tidak terjadi di alam nyata. Namun terkadang pula terjadi persis seperti yang dilihat dalam mimpi. Terkadang terjadi di alam nyata sebagai penafsiran dari apa yang dilihat dalam mimpi. Dalam mimpi ia melihat satu permisalan kemudian ta’bir dari mimpi itu terjadi di alam nyata namun tidak mirip betul. Contohnya seperti mimpi Nabi n beberapa waktu sebelum terjadi perang Uhud. Beliau mimpi di pedang beliau ada rekahan/retak dan melihat seekor sapi betina disembelih. Ternyata retak pada pedang beliau tersebut maksudnya adalah paman beliau Hamzah z akan gugur sebagai syahid. Karena kabilah (kerabat/keluarga) seseorang kedudukannya seperti pedangnya dalam pembelaan yang mereka berikan berikut dukungan dan pertolongan mereka terhadap dirinya. Sementara sapi betina yang disembelih maksudnya adalah beberapa sahabat beliau g akan gugur sebagai syuhada. Karena pada sapi betina ada kebaikan yang banyak, demikian pula para sahabat g. Mereka adalah orang-orang yang berilmu, memberi manfaat bagi para hamba dan memiliki amal-amal shalih.
    Kedua: Mimpi yang dilihat seseorang dalam tidurnya sebagai cermin dari keinginannya atau dari apa yang terjadi pada dirinya dalam hidupnya. Karena kebanyakan manusia mengimpikan dalam tidurnya apa yang menjadi bisikan hatinya atau apa yang memenuhi pikirannya ketika masih terjaga (belum tidur) dan apa yang berlangsung pada dirinya saat terjaga (tidak tidur). Mimpi yang seperti ini tidak ada hukumnya.
    Ketiga: Gangguan dari setan yang bermaksud menakut-nakuti seorang manusia, karena setan dapat menggambarkan dalam tidur seseorang perkara yang menakutkannya, baik berkaitan dengan dirinya, harta, keluarga, atau masyarakatnya. Hal ini dikarenakan setan memang gemar membuat sedih kaum mukminin sebagaimana Allah l berfirman:
    “Sesungguhnya pembicaraan rahasia4 itu dari setan, dengan tujuan agar orang-orang beriman itu bersedih hati, padahal pembicaraan itu tidaklah memberi mudarat sedikitpun kepada mereka kecuali dengan izin Allah ….” (Al-Mujadalah: 10)
    Setiap perkara yang dapat menyusahkan seseorang dalam hidupnya dan mengacaukan kebahagiaan hidupnya merupakan target yang dituju oleh setan. Ia sangat bersemangat untuk mewujudkannya, baik orang yang hendak diganggunya itu tengah terjaga atau sedang larut dalam mimpinya. Karena memang setan merupakan musuh sebagaimana Allah l berfirman:
    “Sesungguhnya setan itu merupakan musuh bagi kalian maka jadikanlah ia sebagai musuh.” (Fathir: 6)
    Terhadap bentuk mimpi yang ketiga ini, kita dibimbing oleh Rasulullah n untuk berlepas diri darinya. Beliau memerintahkan kepada orang yang bermimpi melihat perkara yang dibencinya agar berlindung kepada Allah l dari gangguan setan dan dari kejelekan apa yang dilihatnya. Kemudian ia meludah sedikit ke arah kirinya sebanyak tiga kali, mengubah posisi tidurnya dengan membalikkan lambung/rusuknya ke arah lain dan tidak boleh menceritakan mimpi tersebut kepada seorang pun. Bila seseorang telah melakukan bimbingan Rasul yang telah disebutkan ini, niscaya mimpi buruknya itu tidak akan memudaratkannya sedikitpun. Hal ini banyak terjadi di kalangan manusia. Banyak pertanyaan yang datang tentang permasalahan ini, namun obatnya adalah apa yang telah diterangkan oleh Nabi n, sebagaimana disebutkan dalam hadits Jabir bin Abdillah c yang diriwayatkan Al-Imam Muslim .
    Rasulullah bersabda:
    “Bila seseorang dari kalian bermimpi hal yang dibencinya (mimpi buruk), hendaklah meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali dan berlindung kepada Allah dari gangguan setan tiga kali, serta memalingkan lambung/rusuknya ke arah yang berbeda dengan yang sebelumnya.”
    Sebagaimana disebutkan pula dalam hadits Abu Sa’id Al-Khudri z yang diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari t:
    “Bila seseorang dari kalian bermimpi perkara yang dibencinya (mimpi buruk) maka hanyalah mimpi itu dari setan. Karena itu, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari kejelekan mimpi tersebut dan janganlah ia ceritakan mimpinya kepada seorang pun. Sungguh mimpi itu tidak akan memudaratkannya.”
    Dalam hadits Abu Qatadah z yang dikeluarkan Al-Imam Muslim disebutkan bahwa Abu Qatadah berkata:
    “Aku pernah bermimpi buruk hingga mimpi itu membuatku sakit/lemah. Sampai akhirnya aku mendengar Rasulullah n bersabda bahwa mimpi yang bagus itu dari Allah, maka bila salah seorang dari kalian bermimpi melihat perkara yang disukainya maka jangan ia ceritakan mimpi tersebut kecuali kepada orang yang dicintainya. Bila yang diimpikan itu perkara yang tidak disukai (mimpi buruk), hendaklah ia meludah sedikit ke kiri tiga kali, berlindung kepada Allah dari kejelekan setan dan dari kejelekan mimpi tersebut, dan jangan ia ceritakan mimpi itu kepada seorang pun.
    Bila demikian yang dilakukannya niscaya mimpi itu tidak akan memudaratkannya.”
    Adapun dalam hadits Abu Hurairah z disebutkan bahwa Nabi n bersabda:
    “Bila seseorang dari kalian melihat perkara yang dibencinya dalam mimpinya maka hendaklah ia bangkit dari tempat tidurnya (untuk berwudhu) lalu mengerjakan shalat dan jangan ia ceritakan mimpinya itu kepada manusia.” (HR. Muslim)
    ====================

  5. Mimpi baik seorang mukmin merupakan khabar gembira bagi amal-amal baiknya dan merupakan sebahagian tanda dekatnya kiamat/assaah.malapetaka/awal tanda kiamat PENENGGELAMAN/pembenaman ke dalam bumi. Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa mimpi seorang mukmin di akhir zaman, sedikit sekali yang bohong atau terjadi dari syaitan.
    nabi bersabda: إِنَّ السَّاعَةَ لاَ تَكُوْنُ حَتَّى تَكُوْنَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ فِي جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَالدُّخَانُ، وَالدَّجَّالُ، ودَابَّةٌ، وَيَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ، وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ، وَنُزُوْلُ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ ============ “Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda: penenggelaman permukaan bumi di timur, penenggelaman permukaan bumi di barat, penenggelaman permukaan bumi di Jazirah Arab, keluarnya asap, keluarnya Dajjal, keluarnya binatang besar, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, dan api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, serta turunnya Isa bin Maryam alaihissallam.” (HR Muslim).============

    Rasulullah SAW bersabda, “Jika zaman itu telah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar-benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan. “(HR Muslim)

    صحيح مسلم 4203: و حدثنا إسمعيل بن الخليل أخبرنا علي بن مسهر عن الأعمش ح و حدثنا ابن نمير حدثنا أبي حدثنا الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة قال
    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم رؤيا المسلم يراها أو ترى له وفي حديث ابن مسهر الرؤيا الصالحة جزء من ستة وأربعين جزءا من النبوة

    Dan telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Al Khalil; Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Ali bin Mushir dari Al A’masy; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair; Telah menceritakan kepada kami Bapakku telah menceritakan kepada kami al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mimpinya orang muslim adalah yang dia lihat, atau yang diperlihatkan kepadanya. Dan di dalam Hadits Ibnu Mushir; “Mimpi yang baik adalah sebahagian daripada empat puluh enam kenabian.” (HR Muslim)

    Demikianlah Rasulullah SAW menganggap masa kenabiannya telah habis dan tinggal peringatan-peringatannya, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak tersisa dari kenabian, kecuali peringatan-peringatan.” Mereka bertanya, “Apa peringatan peringatan itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Mimpi yang baik atau benar.”

    Para ulama membahagikan kebenaran mimpi orang mukmin menjadi tiga bahagian iaitu:

    1. Berlaku dalam keadaan memerangi kekafiran dan kebodohan. Maka, orang mukmin terhibur dengan mimpi baik itu.

    2. Berlaku dalam penguasaan ilmu ketika terjadi kekacauan dan fitnah. Dalam keadaan seperti ini, orang mukmin juga terhibur dengan mimpi yang baik itu.

    3. Berlaku pada zaman turunnya Isa as dan kekhilafahan Al Mahdi kerana pada waktu itu, zaman telah berubah menjadi baik, sebagaimana Rasulullah SAW memberitahu kepada kita bahwa pada waktu itu, mimpi orang orang mukmin yang jujur tidak bohong.
    Wallahu’alam bissawab

    ……………………..………………………
    Dan di antara tanda-tandanya adalah benarnya mimpi seorang mukmin di akhir zaman. Setiap kali seseorang yang benar dalam keimanannya, maka mimpinya pun benar. Dijelaskan dalam ash-Shahiihain [1] dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِذَا اقْتَـرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ تَكْذِبُ، وَأَصْدَقُكُـمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا، وَرُؤْيَا الْمُسْلِمِ جُـزْءٌ مِنْ خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ.

    ‘Jika Kiamat sudah dekat, maka hampir-hampir mimpi seorang muslim tidak dusta. Mimpi kalian yang paling benar adalah yang paling benar pembicaraannya. Dan mimpi seorang muslim adalah satu bagian dari empat puluh lima bagian kenabian.’”. Ini adalah lafazh Muslim.

    Sementara dalam lafazh al-Bukhari:

    لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ تَكْذِبُ … وَمَا كَانَ مِنَ النُّبُوَّةِ فَإِنَّهُ لاَ يَكْذِبُ.

    “Hampir saja mimpi seorang mukmin tidak dusta… dan apa saja yang berasal dari kenabian, maka ia tidak dusta.”.

    Ibnu Abi Hamzah rahimahullah berkata, “Makna ungkapan bahwa mimpi seorang mukmin di akhir zaman tidak dusta adalah sebagian besar mimpi seorang mukmin terjadi dalam bentuk yang tidak memerlukan tafsiran, dan kebohongan tidak akan pernah masuk ke dalamnya. Berbeda dengan mimpi yang sebelumnya, terkadang pentakwilannya agak samar sehingga seseorang menafsirkannya, tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang dikatakan. Maka masuklah kebohongan ke dalamnya dengan tafsiran tersebut.”

    Beliau berkata, “Dan hikmah pengkhususan peristiwa tersebut di akhir zaman bahwasanya seorang mukmin ketika itu menjadi orang yang asing, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits:

    بَدَأَ اْلإسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا.

    “Islam datang dalam keadaan asing, lalu dia akan kembali asing sebagaimana awal kedatangannya.[2] [HR. Muslim]. Saat itu kawan seorang mukmin juga yang menolongnya sangat sedikit, maka dia dimuliakan dengan mimpi yang benar. [3].

    Para ulama berbeda pendapat tentang penentuan waktu terjadinya mimpi seorang mukmin menjadi benar dengan beberapa pendapat: [4].

    Pertama : Hal itu akan terjadi ketika menjelang Kiamat, kebanyakan ilmu (agama) diambil dan syari’at Islam telah terhapus dengan sebab fitnah dan banyaknya pembunuhan. Manusia seperti berada di zaman fathrah (zaman di antara dua Nabi), mereka membutuhkan seorang mujaddid dan pemberi pengingatan dalam masalah agama yang telah terhapus, sebagaimana umat terdahulu diingatkan oleh para Nabi. Akan tetapi, Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Nabi terakhir dan kenabiaan berakhir pada umat ini maka mereka digantikan dengan orang yang bermimpi dengan mimpi yang benar, yang merupakan bagian dari kenabian dengan membawa kabar gembira dan peringatan. Pendapat ini diperkuat dengan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu :

    يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ.

    “Zaman saling berdekatan dan ilmu diambil.” [5].

    Ibnu Hajar rahimahullah menguatkan pendapat ini.

    Kedua: Hal itu terjadi ketika jumlah orang-orang yang beriman sedikit, sementara kekufuran, kebodohan, dan kefasikan menimpa orang-orang yang ada. Sehingga seorang mukmin merasa kesepian, lalu diberikan pertolongan dengan mimpi yang benar sebagai penghormatan dan penghibur baginya.

    Pendapat ini hampir sama dengan perkataan Ibnu Abi Hamzah terdahulu. Berdasarkan dua pendapat ini, maka mimpi seorang mukmin tidak khusus pada zaman tertentu. Akan tetapi, setiap kali kekosongan dunia semakin mendekat, agama semakin merosot, maka saat itu mimpi seorang mukmin yang jujur adalah benar.

    Ketiga: Hal itu khusus terjadi pada masa Nabi ‘Isa Alaihissallam (di akhir zaman), karena penduduk pada zamannya adalah umat terbaik setelah kurun pertama. Perkataan mereka paling benar, maka mimpi seorang mukmin yang jujur dengan imannya pada saat itu benar-benar terjadi, wallaahu a’lam.

Leave a Reply