Loading
Tenang | EP Artikel-Edy Gojira

diGUNAkan untuk apa HARTA kita, UMUR kita, ILMU kita, dan BADAN kita --------------------- Agama Islam yang sempurna telah mengatur dan menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh kaum muslimin untuk menyelenggarakan semua urusan dalam hidup mereka, untuk kemaslahatan dan kebaikan mereka dalam urusan dunia maupun agama. -------------------------- Utamanya manusia akan ditanya tentang empat nikmat yang utama, yakni tentang umurnya, ilmunya, hartanya dan badannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ---------- لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ, وَعَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ, وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ, وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ. Artinya: “Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang empat perkara (yaitu):(1) Tentang umurnya untuk apa ia habiskan?; (2) Tentang ilmunya untuk apa ia amalkan?; (3)Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan?; dan (4) Tentang badannya untuk apa ia gunakan?. (Sunan At-Tirmidzî).-------------- 1. Untuk apa umurmu dihabiskan?------------- Umur merupakan karunia Allah yang tidak ternilai oleh materi. Dengannya manusia mengarungi hidup, diberi kesempatan merenung, berpikir kemudian beramal shalih sebaik mungkin dan sebanyak mungkin. Niscaya manusia akan merugi apabila hari-harinya berlalu begitu saja, tidak bertambah amal shalihnya dan tidak bertabah ilmunya. Lebih celaka lagi jika mereka malah banyak melakukan perbuatan yang sia-sia, perbuatan mubadzir, bahkan hari-harinya dipenuhi dosa-dosa dan kemaksiatan.-------- Sungguh usia yang diberikan kepada kita semestinya kita gunakan untuk muhasabah, merenung, mengoreksi diri dan menghisab diri tentang seberapa tinggi ketaatan kita kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana Firman-Nya:---------- أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ, فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ نَصِيْرٍ. Artinya: “…Dan apakah tidak cukup Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?, maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. (Q.S. Fâthir: 37).-------------- Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan sepanjang perjalanan hidup kita akan ditanyai dan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah ta`ala. Sekarang mari kita menimbang berapa persentase hari-hari kita yang digunakan untuk berbuat baik dan menyembah Allah. Lalu bandingkan dengan hari-hari kita yang berlalu dengan sia-sia, berbuat dosa dan melalaikan ibadah.------- kita sepakat bahwa perbuatan dosa dan maksiat adalah keburukan, namun yang jarang kita sadari adalah begitu banyak waktu yang berlalu sia-sia dan mubadzir. Cobalah kita hitung setiap hari berapa jam waktu yang kita habiskan buat nonton TV, ngobrol ngalor ngidul, bersenda gurau, ngerumpi, main gaple, melamun dan yang lainnya. Kemudian bandingkan dengan waktu yang kita manfaatkan untuk menyembah Allah, berdzikir, menggali ilmu, menghadiri majelis ta’lim, dan perbuatan baik lainnya.-------- Umur adalah kesempatan maka janganlah disia-siakan. Sekarang mari kita bertekad bahwa tidak akan ada lagi waktu yang berlalu sia-sia. Kita gunakan usia kita untuk berbuat amal shalih sebanyak-banyaknya sebagaimana hadits Nabi SAW:------------ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ. Artinya: Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang bertanya: “Ya Rasulullah siapa manusia yang paling baik?”, beliau bersabda: “Barang siapa yang dipanjangkan usianya dan makin (bertambah) baik perbuatannya”. “Lalu siapa manusia yang paling buruk”, ia bertanya lagi. Beliau bersabda: “Barang siapa yang dipanjangkan usianya namun buruk amal perbuatannya” (Sunan At-Tirmidzî, no. 2330).--------------- 2. Untuk apa ilmu-mu diamalkan?------------- Berilmu tanpa amal sama seperti pohon tanpa buah. Pohon mangga yang telah ditanam namun tidak menghasilkan buah justeru sangat mengecewakan, demikianlah perumpamaan bagi orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya. Ilmu yang diperoleh oleh setiap muslim harus dimanfaatkan untuk kepentingan umat Islam dan untuk kemaslahatan umat manusia. Rasulullah SAW mamberi peringatan: مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْـيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِيْ رِيْحَهَا. Artinya: “Barang siapa yang belajar ilmu yang semestinya untuk meraih ridha Allah Azza wajalla, tetapi ia gunakan untuk meraih kedudukan dan kesenangan di dunia, maka ia tidak akan mendapatkan surga sedikitpun, walau hanya baunya”. (Sunan Abû Dâwud, no. 3664, dan Sunan Ibnu Mâjah, no. 252).------------------ Maksudnya siapapun yang dikaruniai ilmu dan kepintaran lalu digunakannya untuk menipu manusia, berlaku sombong dan untuk kepentingan pribadinya saja maka orang seperti ini tidak layak masuk ke dalam surga Allah. Setiap manusia akan ditanyai untuk apa ilmunya diamalkan. Insyaflah kita bahwa ilmu yang kita miliki adalah titipan Allah sebagai Dzat yang maha pintar. Oleh karna itu mari kita amalkan ilmu yang ada sebaik-baiknya. Sungguh mulia orang yang menggunakan ilmunya untuk memperjuangkan agama, untuk amar makruf nahi munkar dan dengan ilmunya makin membuatnya takut kepada Allah Azza wa Jalla. Maha suci Allah semoga kita dikarunia ilmu yang bermanfaat.------ 3. Bagaimana hartamu didapat dan dibelanjakan?.---------- Harta pada dasarnya adalah milik Allah dan dititipkan atau diamanahkan kepada manusia. Karena harta merupakan milik Allah maka kita harus mendapatkannya dengan cara yang halal. Dan karena harta yang telah kita dapatkan sebagai titipan maka kita harus membelanjakannya untuk sesuatu yang halal dan diridhai oleh-Nya.------------ Ada dua hal yang akan ditanyakan tentang harta kita, yakni: Pertama, dari mana harta kita dapatkan?. Allah ta’ala mengancam orang yang memperoleh hartanya dari jalan yang haram akan memberinya siksaan yang pedih. Seperti orang-oramg yang mengumpulkan harta dengan menipu, mencuri, korupsi, riba, ngijon (membungakan uang), merampas harta anak yatim, merampas warisan dan lain sebagainya.Sedangkan setiap orang yang memperoleh nafkah dengan cara yang halal maka seluruh harta tersebut akan dihitung seperti pahala shadaqah.---------- Kedua, untuk apa harta tersebut dibelanjakan?. Setiap rupiah nanti akan ditanyai kemana kita habiskan. Allah melarang kita membelanjakan harta untuk sesuatu yang haram, sesuatu yang sia-sia, melarang berfoya-foya, bermegah-megahan, dan menghambur-hamburkan harta.--------- Kita harus berhati-hati dalam mencari harta dan jangan pula salah dalam membelanjakannya. Karena salah satu fitnah terbesar umat muslim adalah harta. Karena harta pribadi mereka dapat rusak dan bahkan dapat menjual keimanan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:----- إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْـنَةً وَفِتْـنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ. Artinya: “Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada fitnah, dan sesungguh-nya fitnah bagi umatku adalah harta” (Sunan At-Tirmidzî, no. 2336). 4. Untuk apa badan-mu digunakan?--------- Manusia dikaruniai jasad yang sempurna yang disertai dengan panca indera, akal pikiran dan hati. Karunia ini mesti dimanfaatkan untuk mengabdikan diri kepada Allah Sang Maha Pencipta. Allah Ta’ala melarang kita dari menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan, yakni perbuatan yang merugikan diri sendiri. Oleh karenanya Allah Ta’ala mengharamkan minuman keras, narkoba, begadang yang sia-sia, berzina atau seks bebas, serta segala sesuatu yang membahayakan lainnya. Hal yang demikian termasuk perbuatan yang merusak badan, merusak panca indra, merusak akal sehat dan mengotori hati. Allah Ta’ala berfirman:----------- وَأَنْفِقُوْا فِي سَبِيْلِ اللهِ وَلاَ تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوْا إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ. Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (Q.S. al-Baqarah: 195).----------- Seluruh anggota badan kita harus digunakan sebagai piranti dalam beribadah kepada Allah SWT. Badan yang sehat, pikiran yang tenang dan hati yang lapang harus kita gunakan di jalan yang diridhai oleh Allah Ta’ala. Rasulullah SAW bersabda: “Tiap-tiap amal (pekerjaan) ada masa semangat, dan tiap-tiap semangat ada masa lelahnya, maka barang siapa yang letih karena melaksanakan ajaranku maka ia telah mendapatkan petunjuk, dan barang siapa yang letih bukan karena telah menjalankan ajaranku, maka ia termasuk orang yang binasa” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).-------- -------------------- Allah Ta’ala berfirman, {وَنزلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ} “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri” (QS an-Nahl:89).---------- Dan ketika sahabat yang mulia, Salman al-Farisy ditanya oleh seorang musyrik: Sungguhkah nabi kalian (nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu sampai (masalah) adab buang air besar? Salman menjawab: “Benar, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami menghadap ke kiblat ketika buang air besar atau ketika buang air kecil…[1].------ Tidak terkecuali dalam hal ini, masalah yang berhubungan dengan mengatur dan membelanjakan rizki/penghasilan, semua telah diatur dalam al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih.-------- Misalnya, tentang keutamaan menginfakkan harta untuk kebutuhan keluarga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,---------- «إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ» “Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampaipun makanan yang kamu berikan kepada istrimu”[2]. ------- Kewajiban Mengatur Pembelanjaan Harta -------------- Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, «لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ» “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”[3].------------ Hadits yang agung ini menunjukkan kewajiban mengatur pembelanjaan harta dengan menggunakannya untuk hal-hal yang baik dan diridhai oleh Allah, karena pada hari kiamat nanti manusia akan dimintai pertanggungjawaban tentang harta yang mereka belanjakan sewaktu di dunia[4].----------- Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai bagi kalian tiga perkara…(di antaranya) idho’atul maal (menyia-nyiakan harta)[5].------ Arti “idho’atul maal” (menyia-nyiakan harta) adalah menggunakannya untuk selain ketaatan kepada Allah Ta’ala, atau membelanjakannya secara boros dan berlebihan[6].---------- ---- Antara Pemborosan dan Penghematan yang Berlebihan ------------ Sebaik-baik cara mengatur pembelanjaan harta adalah dengan mengikuti petunjuk Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya:----------- {وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا} “Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS al-Furqaan:67).-------------- Artinya: mereka tidak mubazir (berlebihan) dalam membelanjakan harta sehingga melebihi kebutuhan, dan (bersamaan dengan itu) mereka juga tidak kikir terhadap keluarga mereka sehingga kurang dalam (menunaikan) hak-hak mereka dan tidak mencukupi (keperluan) mereka, tetapi mereka (bersikap) adil (seimbang) dan moderat (dalam pengeluaran), dan sebaik-baik perkara adalah yang moderat (pertengahan)[7].---------- Juga dalam firman-Nya, {وَلا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا} “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenngu pada lehermu (terlalu kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (terlalu boros), karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal” (QS al-Israa’:29).-------------- Imam asy-Syaukani ketika menafsirkan ayat ini, beliau berkata: “Arti ayat ini: larangan bagi manusia untuk menahan (hartanya secara berlebihan) sehingga mempersulit dirinya sendiri dan keluarganya, dan larangan berlebihan dalam berinfak (membelanjakan harta) sampai melebihi kebutuhan, sehingga menjadikannnya musrif (berlebih-lebihan/mubazir). Maka ayat ini (berisi) larangan dari sikap ifrath (melampaui batas) dan tafrith (terlalu longgar), yang ini melahirkan kesimpulan disyariatkannya bersikap moderat, yaitu (sikap) adil (seimbang) yang dianjurkan oleh Allah”[8].--------------- ----- Waspadai Fitnah (Kerusakan/UJIAN) Harta! ----------- Perlu diwaspadai dalam hal yang berhubungan dengan pembelanjaan harta, fitnah (kerusakan) yang ditimbulkan dari kecintaan yang berlebihan terhadap harta tersebut, sebagaimana yang telah diingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau, «إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةٌ، وَفِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ» “Sesungguhnya pada setiap umat (kaum) ada fitnah (yang merusak/menyesatkan mereka) dan fitnah (pada) umatku adalah harta”.[9]---------- Maksudnya: menyibukkan diri dengan harta secara berlebihan adalah fitnah (yang merusak agama seseorang) karena harta dapat melalaikan pikiran manusia dari melaksanakan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan membuatnya lupa kepada akhirat, sebagaimana firman-Nya,------- {إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ} “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu merupakan fitnah (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar” (QS at-Tagaabun:15)[10].----------- Kerusakan lain yang ditimbulkan dari kecintaan yang berlebihan terhadap harta adalah sifat tamak/rakus dan ambisi untuk mengejar dunia, karena secara tabiat asal nafsu manusia tidak akan pernah merasa puas/cukup dengan harta dan kemewahan dunia yang dimilikinya, bagaimanapun berlimpahnya[11], kecuali orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah Ta’ala.--------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan hal ini dalam sabda beliau: “Seandainya seorang manusia memiliki dua lembah (yang penuh berisi) harta/emas maka dia pasti akan menginginkan lembah (harta) yang ketiga”[12].------------ Sifat rakus inilah yang akan terus memacunya untuk mengejar harta dan mengumpulkannya siang dan malam, dengan mengorbankan apapun untuk tujuan tersebut. Sehingga tenaga dan pikirannya akan terus terkuras untuk mengejar ambisi tersebut, dan ini merupakan kerusakan sekaligus siksaan besar bagi dirinya di dunia.---------- Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Orang yang mencintai dunia/harta (secara berlebihan) tidak akan lepas dari tiga (kerusakan dan penderitaan): Kekalutan (pikiran) yang tidak pernah hilang, keletihan yang berkepanjangan dan penyesalan yang tiada akhirnya[13].---------- Dalam hal ini, salah seorang ulama salaf berkata, “Barangsiapa yang mencintai dunia/harta (secara berlebihan) maka hendaknya dia mempersiapkan dirinya untuk menanggung berbagai macam penderitaan”[14].----------- --- Zuhud dalam Masalah Harta ----- Zuhud dalam harta dan dunia bukanlah dengan meninggalkannya, juga bukan dengan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah Ta’ala. Akan tetapi zuhud dalam harta adalah dengan menggunakan harta tersebut sesuai dengan petunjuk Allah Ta’ala, tanpa adanya keterikatan hati dan kecintaan yang berlebihan kepada harta tersebut. Atau dengan kata lain, zuhud dalam harta adalah tidak menggantungkan angan-angan yang panjang pada harta yang dimiliki, dengan segera menggunakannya untuk hal-hal yang diridhai oleh Allah Ta’ala.------------ Inilah arti zuhud yang sesungguhnya, sebagaimana ucapan imam Ahmad bin Hambal ketika beliau ditanya: Apakah makna zuhud di dunia (yang sebenarnya)? Beliau berkata: “(Maknanya adalah) tidak panjang angan-angan, (yaitu) seorang yang ketika dia (berada) di waktu pagi dia berkata: Aku (khawatir) tidak akan (bisa mencapai) waktu sore lagi”[15].--------------- Salah seorang ulama salaf berkata: “Zuhud di dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal, dan juga bukan dengan menyia-nyiakan harta. Akan tetapi zuhud di dunia adalah dengan kamu lebih yakin dengan (balasan kebaikan) di tangan Allah daripada apa yang ada di tanganmu, dan jika kamu ditimpa suatu musibah (kehilangan sesuatu yang dicintai) maka kamu lebih mengharapkan pahala dan simpanan (kebaikannya diakhirat kelak) daripada jika sesuatu yang hilang itu tetap ada padamu”[16].----------- ---- Jangan Lupa Menyisihkan Sebagian Harta untuk Sedekah ------------ Allah Ta’ala berfirman, {وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ} “Dan apa saja yang kamu nafkahkan (sedekahkan), maka Allah akan menggantinya, dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS Sabaa’:39).------------ Makna firman-Nya “Allah akan menggantinya” yaitu dengan keberkahan harta di dunia dan pahala yang besar di akhirat[17].---------- Dan dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, «مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ» “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan, serta tidaklah seseorang merendahkan diri di (hadapan) Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya”[18].-------- Arti “tidak berkurangnya harta dengan sedekah” adalah dengan tambahan keberkahan yang Allah Ta’ala jadikan pada harta dan terhindarnya harta dari hal-hal yang akan merusaknya di dunia, juga dengan didapatkannya pahala dan tambahan kebaikan yang berlipat ganda di sisi Allah Ta’ala di akhirat kelak, meskipun harta tersebut berkurang secara kasat mata”[19].------------ Maka keutamaan besar ini jangan sampai diabaikan oleh keluarga muslim ketika mereka mengatur pembelanjaan harta, dengan cara menyisihkan sebagian dari rizki yang Allah Ta’ala berikan kepada mereka, untuk disedekahkan kepada fakir miskin.--------

September 24, 2016 Edy Gojira 1

diGUNAkan untuk apa HARTA kita, UMUR kita, ILMU kita, dan [...]

apa itu REZEKI?..... apa saja yang bisa diMANFAATkan {dipakai, dimakan, atau dinikmati} oleh manusia” ------------------------ Rezeki setiap mahluk juga sudah dijamin oleh Allah seperti firmannya dalam surah Hud ayat 6 " tidak ada satu hewan melatapun di atas muka bumi kecuali Allah menjamin rezekinya." - ----------------- Lalu mengapa banyak orang yang masih SUSAH? Bekerja siang dan malam untuk mencari rezeki Allah. - ------------------- Rezeki dengan demikian meliputi uang, makanan, ilmu pengetahuan, rumah, kendaraan, pekerjaan, anak-anak, isteri, kesehatan, ketenangan, dan segala sesuatu yang dirasa nikmat dan membawa manfaat bagi manusia. Selama ini orang banyak mengkaitkan rezeki dengan uang. Hal ini tidak seluruhnya salah, karena pada saat ini dengan uang (fulus), orang bisa meraih kenikmatan dan memperoleh manfaat duniawi dan ukhrawi apa saja. Rezeki merupakan kelengkapan yang pasti dikaruniakan oleh Allah swt. kepada makhluk yang hidup di dunia, khususnya manusia. Sebagaimana ajal, keberadaan rezeki manusia telah dijamin oleh Allah swt. Sabda Rasulullah saw. memperingatkan: يَاأَيُّهَا النَّاسُ ! اِتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِى الطَّلَبِ ؛ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا . فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِى الطَّلَبِ : خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ – رواه ابن ماجه والحاكم "Wahai sekalian manusia, takutlah kepada Allah dan lakukanlah keanggunan dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya jiwa manusia tidak akan mati sehingga disempurnakan rezekinya, walaupun ia lamban dalam bergerak mencarinya. Takutlah kepada Allah dan lakukanlah keanggunan dalam mencari rezeki. Ambillah rezeki yang halal dan tinggalkanlah rezeki yang haram." (H.R. Ibnu Majah dan Al-Hakim) ============================= Rezeki perlu usaha -------------------------------- Pertanyaannya kalau rezeki sudah dijamin Allah harusnya kita tidak perlu bersusah payah bekerja, toh nanti rezeki akan datang dengan sendirinya. Benarkah begitu? Tidak ! untuk memasukkan makanan yang terhidang di meja makan di depan kitapun kita harus usaha menggunakan tangan atau sendok untuk memasukkannya ke dalam mulut. Kita diminta oleh Allah untuk bertebaran di muka bumi mencari karunianya " Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung." (Q.S Al Jumu'ah : 10). Sepanjang kita ikhlas dan mau bekerja keras rezeki pasti datang menyusul. >>>>>>>> Menjadi Magnet Rezeki, menarik rezeki dari segala arah ---------------------------------------------- Bagaimana menjadi magnet rezeki yang bisa menarik rezeki dari segala arah, kapanpun dan dimanapun? Perhatikan hal-hal berikut : ---------------------------- # 1. Berbaik sangkalah pada Allah. Tahukah anda bahwa Allah itu sesuai dengan persangkaan hambaNya. Jika kita menganggap Allah Maha Pemurah, Maha Penyayang, Maha Pemberi maka demikianlah adanya. Kalau kita menganggap bahwa Allah suka menghukum orang berdosa, mengganggap kita tidak pantas untuk menerima kasih sayangNya maka itulah adanya. Pilihlah untuk selalu berbaik sangka padaNya. Berbaik sangka bahwa Dia telah menganugerahkan kita dengan rezeki yang banyak. Camkan dalam pikiran, tutup mata dan bayangkan rezeki Allah yang telah kita miliki. Harta yang cukup, keluarga yang bahagia, badan yang sehat, sukses dalm pekerjaan, anak-anak yang berbakti dan sebagainya. Jika kita berbaik sangka padaNya maka kehidupan kita jauh dari stress, lapang dan tenang. Kita bisa menghadapi dan menerima masalah dengan tenang -------------------------------------- # 2. Hilangkan keraguan akan rezeki Jangan biarkan pikiran anda dipenuhi dengan keraguan bahwa rezeki saya sempit, rezeki saya selalu mandek, rezeki saya betul-betul terhambat, rezeki saya terhalang, rezeki saya sungguh tidak lancar, rezeki saya sepertinya semakin menjauh. Jauhkan semua pikiran negatif itu ganti dengan pikiran positif bahwa rezeki saya lancar, rezeki saya banyak, rezeki saya berkah dan bermanfaat. Allah telah menyediakan rezeki yang berlimpah untuk saya, tinggal saya yang harus menjemputnya (bukan mencarinya). Mencari dan menjemput adalah dua kata yang berbeda. Bandingkan dengan kalimat menjemput istri dan mencari istri. Mencari adalah menemukan sesuatu yang belum kita miliki, atau berusaha menemukan milik kita yang hilang, seperti mencari istri bagi yang bujang atau mencari istri yang pergi dari rumah. Menjemput hakikatnya adalah mengambil milik kita yang berada di suatu tempat, seperti halnya menjemput istri di rumah mertua atau di kantor. Allah telah menyediakan rezeki bagi kita tinggal kita yang menjemput di mana rezeki itu berada, karena sudah pasti rezeki itu milik kita, tidak pernah hilang dan tidak akan diambil oleh orang lain. Setiap orang sudah punya jatah rezeki masing-masing yang ukuran banyak / tidaknya, berkah / tidaknya tergantung CARA dan USAHA menjemputnya. --------------------------- # 3. Percaya diri bahwa kita berezeki baik Allah sudah menentukan rezeki kita, tetapi kita tidak tahu berapa banyak rezeki yang tersedia buat kita. Kepercayaan diri bahwa kita pantas untuk diberi rezeki yang baik karena kita juga memantaskan diri untuk memperoleh rezeki yang baik. Tanamkan dalam pikiran anda bahwa Saya Berezeki Baik dan pantas mendapatkannya. Kepercayaan diri tersebut membuat kita lebih produktif bekerja, menjemput rezeki baik milik kita. Mengapa harus ditekankan pada rezeki baik? Karena rezeki yang tidak baik adalah rezeki yang tidak berkah, tidak bermanfaat dan membuat kita jauh dari Allah. Tidak ada gunanya punya rezeki banyak tapi tidak berkah. -------------------------------- # 4. Yakin bahwa kita adalah Magnet Rezeki Keyakinan dalam hati, dalam pikiran bahwa kita adalah magnet rezeki yang setiap pikiran, tindakan dan usaha yang kita lakukan akan menarik rezeki. Dimana dan kapanpun kita berada rezeki akan datang menghampiri kita. Pikiran yang baik akan mendorong kita untuk berbuat baik. Orang baik akan selalu diterima di manapun dia berada. Orang baik rezekinya baik. Setiap saat ia menjadi bermanfaat untuk diri, keluarga, orang lain, perusahaan, tempat kerja, negara, bangsa bahkan agamanya. Rezeki Allah akan selalu mendatanginya baik melalui usahanya ataupun lewat orang lain. ---------------------------------- # 5. Selaraskan dengan orang terdekat Tahukah anda bahwa LoA erat kaitannya dengan doa? Keduanya saling menguatkan satu sama lain. Hakikatnya doa itu sama saja dengan impian dan harapan yang ingin kita wujudkan. Setiap hari kita mohon pada Allah kemurahan rezeki, kesuksesan, kebahagiaan bagi hidup kita. Tapi tahukah kekuatan doa bisa berlipat jika kita selaraskan dengan doa orang terdekat kita? Berbuat baiklah pada kedua orang tua, jadikan mereka raja, maka rezeki anda akan seperti rezeki raja. Mohon ampun atas semua kesalahan, minta keridhaan mereka. Sampaikan kepada orangtua (ibu/bapak) keinginan kita dalam hidup, minta mereka mendoakan dalam setiap munajat kepada Allah. Orang tua yang mengasihi dan ridha pada kita akan berdoa dengan ikhlas. Doa orangtua yang ikhlas untuk anaknya adalah doa yang diijabah Allah. Bagi yang sudah berkeluarga selain meminta doa orangtua juga mintalah pasangan hidup untuk mendoakan kita, doa yang sama yang kita mohonkan orangtua untuk doakan. Perlakukan pasangan istri / suami dengan baik. Jangan sering menganiaya atau menyakiti hatinya. Doa yang ikhlas dari istri atau suami untuk kita insya Allah diijabah oleh Allah. Bayangkan tiga doa yang sama yang setiap hari dipanjatkan akan menembus langit dan mempercepat terwujudnya keinginan kita.----------

September 1, 2016 Edy Gojira 1

apa itu REZEKI?..... apa saja yang bisa diMANFAATkan {dipakai, dimakan, [...]

betapa RUGI dicap Allah sebagai orang MURTAD .... MURTAD/KAFIR tanpa SADAR .... ----------------------- di cap oleh Allah ....... KAFIR setelah BERIMAN ... an Nahl:106 .... RUGI sia-sia walau MUSLIM/Muslimat ------------------------ “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah Dia BERIMAN (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)” (QS an Nahl:106)!”. -------------------- Yang demikian itu disebabkan karena Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir” (QS An Nahl:107). --------------------- firman Allah مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ Yang artinya, “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah Dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)” (QS an Nahl:106)!”. --------------------------- Dalam ayat di atas Allah menjelaskan bahwa barang siapa yang kafir kepada Allah setelah dulunya beriman maka dia mendapat murka dari Allah dan siksa yang besar. Hal itu dikarenakan dia lebih menyukai dunia dibandingkan dengan akherat. Kafir kepada Allah dalam hal ini mencakup beberapa hal: 1. kafir kepada Allah dengan sengaja dan serius ------ 2. kafir kepada Allah karena mengejek dan main-main------- 3. kafir kepada Allah karena merasa takut----- 4. kafir kepada Allah karena dipaksa namun hatinya merasa mantap dengan kekafiran----- --------------------------- Hal-hal di atas berstatus sebagai kekafiran karena Allah tidak memberian pengecualian kecuali orang yang kafir karena dipaksa sedangkan hatinya mantep dengan keimanan. Sedangkan selainnya adalah kekafiran karena pelakunya dinilai lebih menyuai kehidupan dunia dari pada akhirat. ------------------- Siapa yang kafir dengan sengaja dan serius maka dia lebih memilih dunia daripada akherat. Siapa yang kafir karena guyon maka dia adalah orang yang lebih mengutamakan dunia dibandingkan akhirat. Siapa yang memilih kafir karena rasa takut maka dia telah mengutamakan dunia daripada akherat. Siapa yang kafir karena dipaksa dan hatinya mantep dengan kekafiran maka dia dinilai lebih mencintai dunia dari pada akhirat. ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآَخِرَةِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ Yang artinya, “Yang demikian itu disebabkan karena Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir” (QS An Nahl:107). -------------------------- Allah tidak memberi hidayah kepada mereka karena kekafiran dan kesesatan mereka. ----------------- Yang benar tidak ada perbedaan antara ucapan kekafiran dengan perbuatan kekafiran selama ada pemaksaan yang menghilangkan pilihan. Misalnya ada orang yang meletakkan pedang di leher kita lalu mengatakan sujudlah kepada berhala jika tidak maka kau akan kubunuh. ------------- Akan tetapi seorang muslim yang dipaksa untuk melakukan perbuatan kekafiran hendaknya meniatkan amalnya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Misalnya seorang muslim dipaksa untuk bersujud kepada berhala maka ketika melakukan hal tersebut dia berniat untuk bersujud kepada Allah karena orang yang memaksa itu tidaklah bisa memaksa hati. Sehingga nampaknya orang tersebut bersujud kepada berhala padahal hatinya merasa mantap dengan keimanan sehingga dia tidak berdosa karena melakukan perbuatan tersebut. ... an Nahl:106 --------------------- ================================================== Dr. Khalid bin Abdurrahman al-Juraysi ditanya, “Apakah garis pemisah di antara kufur dan islam? Apakah orang yang mengucapkan dua kalimah syahadat kemudian melakukan perbuatan yang bertentangan dengannya masuk dalam golongan kaum muslimin, sekalipun ia tetap shalat dan puasa?” Maka beliau menjawab, “Garis pemisah di antara kufur dan islam adalah: mengucapkan dua kalimah syahadat dengan benar dan ikhlas dan mengamalkan tuntutan keduanya. -------------- Maka barangsiapa yang terealisasi hal itu padanya maka dia seorang muslim yang beriman. Adapun orang yang munafik, maka dia tidak jujur dan tidak ikhlas maka dia bukanlah seorang mukmin. Demikian pula orang yang mengucapkan dua kalimah syahadat dan melakukan perbuatan syirik yang bertentangan dengan keduanya, seperti orang yang meminta tolong kepada orang yang sudah meninggal di saat susah atau senang, orang yang lebih mengutamakan hukum-hukum positif (buatan manusia) di atas hukum yang diturunkan Allah, orang yang mengolok-olok al-Qur`an atau yang shahih dari sunnah Rasulullah maka dia adalah kafir, sekalipun ia mengucapkan dua kalimah syahadat, shalat dan puasa.” --------------------- Artinya, tidak setiap muslim adalah mu’min. Seseorang bisa saja telah berislam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, namun statusnya tidak dengan serta merta menjadi orang beriman. Bisa jadi hatinya ingkar sehingga ia termasuk ke dalam golongan orang-orang munafiq; bisa jadi hatinya tidak ingkar, namun ia termasuk ke dalam golongan orang yang banyak bermaksiat (fajir/ fasiq). Bahkan, bisa jadi ia telah beriman pada pagi hari, namun pada sore hari ia melakukan suatu hal, baik itu amalan hati maupun amalan fisik yang menyebabkan ia keluar dari Islam. -------------------- Rasulullah bersabda, “Bersegeralah beramal sebelum datang fitnah, seperti malam yang gelap gulita. Seseorang pada waktu pagi beriman dan pada waktu sore kafir, dan pada waktu sore beriman dan pada waktu pagi kafir. Dia menjual diinnya dengan harta dunia.” (HR. Muslim) ----------------------- Orang yang keluar dari Islam setelah beriman disebut murtad. Murtadnya seseorang bisa lebih cepat dari masuknya. Karenanya hari ini begitu banyak orang yang mengaku berilmu namun tidak mengerti laa ilaaha illallah. Mereka menganggap semua yang mengucapkannya sebagai orang Islam, meskipun ia melakukan kekufuran yang terang, yang perkataan ataupun perbuatannya tersebut tidak bisa didefinisikan lain kecuali kekufuran. Allah telah melaknat orang-orang yang murtad dari diin ini (QS. 2: 217) dan Rasulullah Muhammad telah menegaskan dalam haditsnya bahwa seseorang yang murtad, maka ia wajib dibunuh. ---------------------- Iman, sebagaimana ibadah mahdhah yang wajib ditegakkan rukun-rukunnya agar sempurna dan terpenuhi syarat-syaratnya agar sah ibadah tersebut, namun hanya memerlukan satu pembatal saja untuk mengugurkannya. Iman adalah keyakinan, ucapan, dan perbuatan. Maka, pembatal iman pun bisa datang dari pintu ucapan, keyakinan, atau perbuatan. -----------------

August 27, 2016 Edy Gojira 1

betapa RUGI dicap Allah sebagai orang MURTAD .... MURTAD/KAFIR tanpa [...]

Islam akan menang tanpa atau bersama Anda, ...... tetapi tanpa Islam Anda akan tersesat dan hilang –Syeikh Ahmed Deedat ----------------- Syeikh Ahmed Hussein Deedat yang lebih dikenal dengan nama ringkasnya Ahmed Deedat, lahir di daerah Surat, India, 1 Juli 1918 dan wafat 8 Agustus 2005 pada umur 87 tahun akibat stroke yang telah dideritanya sejak tahun 1996. Semasa kanak-kanak, ulama kharismatik ini hidup tanpa seorang ayah di sisinya sampai tahun 1926. Ayahnya terkabar berprofesi sebagai seorang penjahit yang berimigrasi ke Afrika Selatan tidak lama setelah kelahiran Deedat. ------------------------- Dalam bidang dakwah Deedat adalah seorang legenda. Melalui video-videonya yang banyak tersebar di dunia maya, kita mendapati sosok Deedat adalah seorang lelaki tua yang dengan kemantapan diri tinggi berbicara di hadapan hadirin dalam jumlah ribuan. Ya, ribuan orang yang berada dalam setuju dan tak setuju, yang keduanya terlihat mencermati, tak melewatkan kata demi kata yang mengucur lancar dari mulut sang Syeikh. --------------------- deedat2Hal pertama yang menjadi kelebihan Ahmed Deedat adalah artikulasi kata per kata yang diucapkan demikian mantap dan jelas. Disamping itu, ia menguasai beberapa bahasa seperti Arab, Inggris, Yunani, Ibrani, termasuk sedikit bahasa Melayu. Wawasannya tentang Alkitab dalam berbagai versinya, tambah menguatkan lagi daya magnitnya dalam berbicara. ----------------------- Syeikh Deedat, yang oleh beberapa sejawatnya dijuluki singa panggung itu, adalah seorang public speaker yang memiliki cara komunikasi berirama. Kadang ia bergolak-membara, kadang ia bertutur pelan-hening, dan sesekali secara spontan melemparkan humor yang menyegarkan. Tak jarang audience memberikan tepuk tangan yang gegap-gempita, dan kita bisa melihat di situ: Ahmed Deedat tetap tenang, ia akan menunggunya hingga reda, baru kemudian menyambung bicaranya. ------------------------------ deeeedatDari sisi dramaturgi, tak diragukan kemampuan Ahmed Deedat berpenampilan memang jauh di atas rata-rata. Ia mampu berdialog sekaligus mampu bermonolog dengan sangat baik. Ia bisa berbicara berjam-jam lamanya tanpa jeda dengan daya tarik yang tak memudar hingga usai. Bahasa tubuhnya demikian luwes memproyeksikan apa-apa yang disampaikannya. Cara berdiri, ekspresi wajah, gerakan tangan, cara dia menyimak dan kesigapannya memberi jawaban membuktikan ia memiliki kemampuan penguasaan panggung yang ulung. -------------------- Terkisah, masa kecil Deedat adalah masa-masa pematangan yang melalui pelbagai rintangan yang tak gampang. Tahun 1927, Ahmed Deedat berangkat ke Afrika Selatan menyusul ayahandanya. Perpisahan Deedat dengan ibunya pada tahun kepergiannya ke Afrika Selatan tersebut adalah saat terakhir ia bertemu ibunya yang meninggal beberapa bulan kemudian. ---------------------- Di negeri yang asing, seorang Deedat yang baru berusia 9 tahun tanpa berbekal pendidikan formal dan penguasaan bahasa Inggris yang tak memadai mulai menyiapkan diri untuk beradaptasi dan bersaing dengan kehidupan baru di koloni Inggris tersebut. Berkat ketekunannya dalam belajar, Deedat tidak hanya dapat mengatasi hambatan bahasa, tetapi juga unggul di sekolahnya. Kegemaran Deedat membaca membantunya untuk mendapatkan perkembangan yang signifikan. Namun, karena kendala kurangnya biaya menyebabkan sekolah Deedat tertunda di awal usia 16. Ia pun meninggalkan sekolahnya dan bekerja menjadi penjual barang-barang eceran. -------------------------- Jumma-Mosque_www.ipci.co.za.......Pada tahun 1936 Deedat bekerja pada toko muslim di dekat sebuah sekolah menengah Kristen di pantai selatan Natal. Di situ ia sering menerima penghinaan dari siswa-siswa misionaris yang tak jarang menantang Islam selama kunjungan mereka ke toko. Hal ini kemudian memotivasi Deedat mendalami agama Kristen dan membandingkannya dengan Islam. -------------------- Deedat kemudian menemukan sebuah buku berjudul Izharul-Haq yang berarti mengungkapkan kebenaran. Buku tersebut berisi materi debat dan keberhasilan usaha-usaha umat Islam di India yang sangat besar dalam memberikan argumen balasan kepada para misionaris Kristen yang melakukan misi penyebaran agama Kristen di bawah otoritas Kerajaan Inggris dan pemerintahan India. ----------------------- deedatshajahanahmed.wordpress.com...Usai mempelajari buku itu, Ahmed Deedat membeli Injil pertamanya dan mulai melakukan diskusi dengan siswa-siswa misionaris. Ketika siswa misionaris tersebut mundur dalam menghadapi argumen balik Deedat, ia secara pribadi memanggil guru teologi mereka dan bahkan pendeta-pendeta di daerah tersebut. ------------------ Keberhasilan-keberhasilan ini memacu Ahmed Deedat untuk meneruskan dakwahnya. Bahkan perkawinan, kelahiran anak, dan persinggahannya selama tiga tahun ke Pakistan sesudah kemerdekaannya, tidak mengurangi keinginannya untuk membela Islam dari penyimpangan-penyimpangan yang memperdayakan dari para misionaris Kristen. ---------------------- Dengan semangatnya untuk menyebarkan agama Islam, Ahmed Deedat membenamkan dirinya pada sekumpulan kegiatan lebih dari tiga dekade lamanya. Ia memimpin kelas untuk pelajaran Injil dan memberi sejumlah kuliah. Ia mendirikan As-Salaam, sebuah institut untuk tempat para da’i Islam menggembleng diri. Bersama-sama dengan keluarganya, ia mendirikan bangunan-bangunan termasuk masjid yang masih dikenal sampai saat ini. Pada 1957, bersama dua orang temannya, Deedat mendirikan Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan ia menjadi ketuanya hingga 1996. Zakir Naik, juru dakwah yang dewasa ini sedang populer merupakan salah satu dari sekian muridnya. ----------------------

August 27, 2016 Edy Gojira 0

Islam akan menang tanpa atau bersama Anda, ...... tetapi tanpa [...]

membaca al-quran dapat meningkatkan daya ingat. Hanya saat itu saya belum sempat menguraikan secara panjang lebar kajiannya kenapa bisa seperti itu ? ------------------- Mungkin anda sudah penasaran saat itu, kenapa al-quran dapat meningkatkan daya ingat dan menambah kecerdasan. Padahal itu tidak perlu diherankan, karena sekarang hampir semua orang sudah tahu keajaiban al-quran, sampai dunia barat sendiri sudah banyak yang mengakui kemukjizatan al-quran dan pengaruhnya bagi otak. Namun ada juga sebagian manusia yang dipenuhi kedengkian terus berkutat dengan prinsipnya tidak mau mengakui ini. --------------------- Inilah hasil penelitian yang membuktikan al-quran sangat besar pengaruhnya bagi otak manusia. 1. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Al Qadhi di Klinik Besar Florida Amerika Serikat,membuktikan seorang muslim hanya dengan mendengarkan bacaan al-quran saja dapat memberikan pengaruh pada fisiologis secara luar biasa. Pengaruh ini tidak mesti kepada mereka yang berbahasa arab saja, yang bukan juga bisa. -------------- Penelitian yang dilakukan oleh doktor ini bukan asal-asalan, tetapi ditunjang oleh teknologi terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ini ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. -------------- 2. Beberapa orang peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul “Mozart Effect” mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini. Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset terhadap 3000 partisipator. Hasilnya ternyata sangat mengejutkan! Berdasarkan penelitian terhadap ribuan partisipator itu, Pietschnig dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart. ----------------- Senada dengan Jacob Pietschnig dan kawan-kawannya, sebuah tim peneliti Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik, dan ahli musik mengumpulkan berbagai literatur dan fakta mengenai efek mozart ini. Mereka mengemukakan bahwa sangat tidak mungkin mozart dapat membuat seorang anak menjadi jenius. ---------------------- Penelitian terbaru ini membantah habis-habisan hasil riset psikolog Frances Rauscher dan rekan-rekannya di University of California pada tahun 1993 yang mengemukakan bahwa musik Mozart ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial. ----------------- 3. Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, menyebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya. ---------------------- 4. Penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.----------------- Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. ----------------- 5. Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang. ---------------------- Luar biasa, sebagai contoh terbaik adalah dokter cilik (dulu, sekarang tidak lagi) dari iran, husen namanya. Dia ini sudah sangat fenomenal karena mampu menghafal al-quran di usia 6 tahun. Menurut cerita orang tuanya, dia selalu diperdegarkan al-quran sejak masih dalam kandungan. Adalah ayahnya dan ibunya yang selalu membaca al-quran sejak mengandung sampai setelah lahir. --------------------- Tentunya tidak sedikit penelitian lain dan kisah-kisah menakjubkan lainnya tentang al-quran dapat meningkatkan kinerja otak yang tidak kita ketahui, atau disembunyikan. Kiranya itu cukup untuk memotivasi kita membaca al-quran setiap ada kesempatan.

August 21, 2016 Edy Gojira 1

membaca al-quran dapat meningkatkan daya ingat. Hanya saat itu saya [...]

1 2 3 5