Loading
Tasyabuh | EP Artikel-Edy Gojira

PAHALA Amal Shalih .....Adalah HASIL USAHAnya Sendiri ----------------------------------usaha-ku/ usaha-mu sendiri ------------------- Allah berfirman: “Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka USAHA-kan dan bagimu apa yang telah kamu USAHA-kan.” (Al-Baqarah, 134 & 141) ------------------------------------- Sehingga jelas bahwa kita hanya mendapatkan pahala yang kita kerjakan dan bukan hadiah dari orang lain. ................ Dan masih banyak ayat-ayat yang semisalnya seperti firman Allah: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Al-Baqarah, 286) ---------------------------- Seseorang tidak mendapatkan pahala kecuali dari usahanya sendiri. Pahala kebaikan yang telah didapatkan bisa dilipatgandakan sebesar 10 hingga 700 kali lipat bahkan hingga kelipatan tanpa batas yang hanya diketahui oleh Allah sebagaimana hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim. ---------------------------- Hal ini berbeda dengan apa yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin bahwa pahala amal shalih bisa “dihadiahkan” kepada mayit. Olehkarena itu kita dapati banyak majelis yang dimanfaatkan untuk mangumpulkan kaum muslimin dalam rangka beramal dan mengirimkan pahalanya untuk mayit yang dimaksud. ----------------------------------- Apakah yang seperti ini sesuai dengan ajaran Islam? Karena sepintas kita pahami jika demikian adanya maka akan membuka beberapa pintu kejelekan seperti membuat orang malas beramal, meremehkan dosa, dan lain-lain karena mengandalkan ‘pahala kiriman’ dari orang lain. --------------------------------------

June 28, 2016 Edy Gojira 3

PAHALA Amal Shalih .....Adalah HASIL USAHAnya Sendiri ----------------------------------usaha-ku/ usaha-mu sendiri [...]

TANDA dekatnya KIAMAT/malapetaka/catastrophe/extinction .... TASYABBUH {menyerupai/MENIRU... orang KAFIR MUSYRIK} --------------------------------- “Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari no. 7319) -------------------------------- Tasyabbuh dengan orang kafir ada dua macam: (1) tasyabbuh yang diharamkan, (2) tasyabbuh yang mubah (boleh). .............................. 1- Tasyabbuh yang haram adalah segala perbuatan yang menjadi kekhususan ajaran orang kafir dan diambil dari ajaran orang kafir, tidak diajarkan dalam ajaran Islam. Terkadang tasyabbuh seperti ini dihukumi dosa besar, bahkan ada yang bisa sampai tingkatan kafir tergantung dari dalil yang membicarakan hal ini. Tasyabbuh yang dilakukan bisa jadi karena memang ingin mencocoki ajaran orang kafir, bisa jadi karena dorongan hawa nafsu, atau karena syubhat bahwa hal tersebut mendatangkan manfaat di dunia atau di akhirat. Bagaimana jika melakukannya atas dasar tidak tahu seperti ada yang merayakan ulang tahun (Ultah) padahal ritual seperti ini tidak pernah diajarkan dalam Islam? Jawabnya, kalau dasar tidak tahu, maka ia tidak terkena dosa. Namun orang seperti ini harus diberitahu. Jika tidak mau nurut, maka ia berarti berdosa. .................................... 2- Tasyabbuh yang dibolehkan adalah segala perbuatan yang asalnya sebenarnya bukan dari orang kafir. Akan tetapi orang kafir melakukan seperti ini. Maka tidak mengapa menyerupai dalam hal ini, namun bisa jadi luput karena tidak menyelisihi mereka. Contohnya adalah seperti membiarkan uban dalam keadaan putih. Padahal disunnahkan jika warnanya diubah selain warna hitam. Namun jika dibiarkan pun tidak terlarang keras.

May 24, 2016 Edy Gojira 1

TANDA dekatnya KIAMAT/malapetaka/catastrophe/extinction .... TASYABBUH {menyerupai/MENIRU/mencontoh...  orang KAFIR MUSYRIK} --------------------------------- [...]