Islam akan menang tanpa atau bersama Anda, …… tetapi tanpa Islam Anda akan tersesat dan hilang –Syeikh Ahmed Deedat —————– Syeikh Ahmed Hussein Deedat yang lebih dikenal dengan nama ringkasnya Ahmed Deedat, lahir di daerah Surat, India, 1 Juli 1918 dan wafat 8 Agustus 2005 pada umur 87 tahun akibat stroke yang telah dideritanya sejak tahun 1996. Semasa kanak-kanak, ulama kharismatik ini hidup tanpa seorang ayah di sisinya sampai tahun 1926. Ayahnya terkabar berprofesi sebagai seorang penjahit yang berimigrasi ke Afrika Selatan tidak lama setelah kelahiran Deedat. ————————- Dalam bidang dakwah Deedat adalah seorang legenda. Melalui video-videonya yang banyak tersebar di dunia maya, kita mendapati sosok Deedat adalah seorang lelaki tua yang dengan kemantapan diri tinggi berbicara di hadapan hadirin dalam jumlah ribuan. Ya, ribuan orang yang berada dalam setuju dan tak setuju, yang keduanya terlihat mencermati, tak melewatkan kata demi kata yang mengucur lancar dari mulut sang Syeikh. ——————— deedat2Hal pertama yang menjadi kelebihan Ahmed Deedat adalah artikulasi kata per kata yang diucapkan demikian mantap dan jelas. Disamping itu, ia menguasai beberapa bahasa seperti Arab, Inggris, Yunani, Ibrani, termasuk sedikit bahasa Melayu. Wawasannya tentang Alkitab dalam berbagai versinya, tambah menguatkan lagi daya magnitnya dalam berbicara. ———————– Syeikh Deedat, yang oleh beberapa sejawatnya dijuluki singa panggung itu, adalah seorang public speaker yang memiliki cara komunikasi berirama. Kadang ia bergolak-membara, kadang ia bertutur pelan-hening, dan sesekali secara spontan melemparkan humor yang menyegarkan. Tak jarang audience memberikan tepuk tangan yang gegap-gempita, dan kita bisa melihat di situ: Ahmed Deedat tetap tenang, ia akan menunggunya hingga reda, baru kemudian menyambung bicaranya. —————————— deeeedatDari sisi dramaturgi, tak diragukan kemampuan Ahmed Deedat berpenampilan memang jauh di atas rata-rata. Ia mampu berdialog sekaligus mampu bermonolog dengan sangat baik. Ia bisa berbicara berjam-jam lamanya tanpa jeda dengan daya tarik yang tak memudar hingga usai. Bahasa tubuhnya demikian luwes memproyeksikan apa-apa yang disampaikannya. Cara berdiri, ekspresi wajah, gerakan tangan, cara dia menyimak dan kesigapannya memberi jawaban membuktikan ia memiliki kemampuan penguasaan panggung yang ulung. ——————– Terkisah, masa kecil Deedat adalah masa-masa pematangan yang melalui pelbagai rintangan yang tak gampang. Tahun 1927, Ahmed Deedat berangkat ke Afrika Selatan menyusul ayahandanya. Perpisahan Deedat dengan ibunya pada tahun kepergiannya ke Afrika Selatan tersebut adalah saat terakhir ia bertemu ibunya yang meninggal beberapa bulan kemudian. ———————- Di negeri yang asing, seorang Deedat yang baru berusia 9 tahun tanpa berbekal pendidikan formal dan penguasaan bahasa Inggris yang tak memadai mulai menyiapkan diri untuk beradaptasi dan bersaing dengan kehidupan baru di koloni Inggris tersebut. Berkat ketekunannya dalam belajar, Deedat tidak hanya dapat mengatasi hambatan bahasa, tetapi juga unggul di sekolahnya. Kegemaran Deedat membaca membantunya untuk mendapatkan perkembangan yang signifikan. Namun, karena kendala kurangnya biaya menyebabkan sekolah Deedat tertunda di awal usia 16. Ia pun meninggalkan sekolahnya dan bekerja menjadi penjual barang-barang eceran. ————————– Jumma-Mosque_www.ipci.co.za…….Pada tahun 1936 Deedat bekerja pada toko muslim di dekat sebuah sekolah menengah Kristen di pantai selatan Natal. Di situ ia sering menerima penghinaan dari siswa-siswa misionaris yang tak jarang menantang Islam selama kunjungan mereka ke toko. Hal ini kemudian memotivasi Deedat mendalami agama Kristen dan membandingkannya dengan Islam. ——————– Deedat kemudian menemukan sebuah buku berjudul Izharul-Haq yang berarti mengungkapkan kebenaran. Buku tersebut berisi materi debat dan keberhasilan usaha-usaha umat Islam di India yang sangat besar dalam memberikan argumen balasan kepada para misionaris Kristen yang melakukan misi penyebaran agama Kristen di bawah otoritas Kerajaan Inggris dan pemerintahan India. ———————– deedatshajahanahmed.wordpress.com…Usai mempelajari buku itu, Ahmed Deedat membeli Injil pertamanya dan mulai melakukan diskusi dengan siswa-siswa misionaris. Ketika siswa misionaris tersebut mundur dalam menghadapi argumen balik Deedat, ia secara pribadi memanggil guru teologi mereka dan bahkan pendeta-pendeta di daerah tersebut. —————— Keberhasilan-keberhasilan ini memacu Ahmed Deedat untuk meneruskan dakwahnya. Bahkan perkawinan, kelahiran anak, dan persinggahannya selama tiga tahun ke Pakistan sesudah kemerdekaannya, tidak mengurangi keinginannya untuk membela Islam dari penyimpangan-penyimpangan yang memperdayakan dari para misionaris Kristen. ———————- Dengan semangatnya untuk menyebarkan agama Islam, Ahmed Deedat membenamkan dirinya pada sekumpulan kegiatan lebih dari tiga dekade lamanya. Ia memimpin kelas untuk pelajaran Injil dan memberi sejumlah kuliah. Ia mendirikan As-Salaam, sebuah institut untuk tempat para da’i Islam menggembleng diri. Bersama-sama dengan keluarganya, ia mendirikan bangunan-bangunan termasuk masjid yang masih dikenal sampai saat ini. Pada 1957, bersama dua orang temannya, Deedat mendirikan Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan ia menjadi ketuanya hingga 1996. Zakir Naik, juru dakwah yang dewasa ini sedang populer merupakan salah satu dari sekian muridnya. ———————-

Islam akan menang tanpa atau bersama Anda, …… tetapi tanpa Islam Anda akan tersesat dan hilang –Syeikh Ahmed Deedat
—————–

 Syeikh Ahmed Hussein Deedat yang lebih dikenal dengan nama ringkasnya Ahmed Deedat,  lahir di daerah Surat, India, 1 Juli 1918 dan wafat 8 Agustus 2005 pada umur 87 tahun akibat stroke yang telah dideritanya sejak tahun 1996. Semasa kanak-kanak, ulama kharismatik ini hidup tanpa seorang ayah di sisinya sampai tahun 1926. Ayahnya terkabar berprofesi sebagai seorang penjahit yang berimigrasi ke Afrika Selatan tidak lama setelah kelahiran Deedat.

————————-

 Dalam bidang dakwah Deedat adalah seorang legenda. Melalui video-videonya yang banyak tersebar di dunia maya, kita mendapati sosok Deedat adalah seorang lelaki tua yang dengan kemantapan diri tinggi berbicara di hadapan hadirin dalam jumlah ribuan. Ya, ribuan orang yang berada dalam setuju dan tak setuju, yang keduanya terlihat mencermati, tak melewatkan kata demi kata yang mengucur lancar dari mulut sang Syeikh.

———————

deedat2Hal pertama yang menjadi kelebihan Ahmed Deedat adalah artikulasi kata per kata yang diucapkan demikian mantap dan jelas. Disamping itu, ia menguasai beberapa bahasa seperti Arab, Inggris, Yunani, Ibrani, termasuk sedikit bahasa Melayu. Wawasannya tentang Alkitab dalam berbagai versinya, tambah menguatkan lagi daya magnitnya  dalam berbicara.
———————–

Syeikh Deedat, yang oleh beberapa sejawatnya dijuluki singa panggung itu, adalah seorang public speaker yang memiliki cara komunikasi berirama. Kadang ia bergolak-membara, kadang ia bertutur pelan-hening, dan sesekali secara spontan melemparkan humor yang menyegarkan. Tak jarang audience memberikan tepuk tangan yang gegap-gempita, dan kita bisa melihat di situ: Ahmed Deedat tetap tenang, ia akan menunggunya hingga reda, baru kemudian menyambung bicaranya.
——————————

deeeedatDari sisi dramaturgi, tak diragukan kemampuan Ahmed Deedat berpenampilan memang jauh di atas rata-rata. Ia mampu berdialog sekaligus mampu bermonolog dengan sangat baik. Ia bisa berbicara berjam-jam lamanya tanpa jeda dengan daya tarik yang tak memudar hingga usai. Bahasa tubuhnya demikian luwes memproyeksikan apa-apa yang disampaikannya. Cara berdiri, ekspresi wajah, gerakan tangan, cara dia menyimak dan kesigapannya memberi jawaban membuktikan ia memiliki kemampuan penguasaan panggung yang ulung.
——————–

Terkisah, masa kecil Deedat adalah masa-masa pematangan yang melalui pelbagai rintangan yang tak gampang. Tahun 1927, Ahmed Deedat berangkat ke Afrika Selatan menyusul  ayahandanya. Perpisahan Deedat dengan ibunya pada tahun kepergiannya ke Afrika Selatan tersebut adalah saat terakhir ia bertemu ibunya yang meninggal beberapa bulan kemudian.
———————-

Di negeri yang asing, seorang Deedat yang baru berusia 9 tahun tanpa berbekal pendidikan formal dan penguasaan bahasa Inggris yang tak memadai mulai menyiapkan diri untuk beradaptasi dan bersaing dengan kehidupan baru di koloni Inggris tersebut. Berkat ketekunannya dalam belajar, Deedat tidak hanya dapat mengatasi hambatan bahasa, tetapi juga unggul di sekolahnya. Kegemaran Deedat membaca membantunya untuk mendapatkan perkembangan yang signifikan. Namun, karena kendala kurangnya biaya menyebabkan sekolah Deedat tertunda di awal usia 16. Ia pun meninggalkan sekolahnya dan bekerja menjadi penjual barang-barang eceran.
————————–

Jumma-Mosque_www.ipci.co.za.......Pada tahun 1936 Deedat bekerja pada toko muslim di dekat sebuah sekolah menengah Kristen di pantai selatan Natal. Di situ ia sering menerima penghinaan dari siswa-siswa  misionaris yang tak jarang menantang Islam selama kunjungan mereka ke toko. Hal ini kemudian memotivasi Deedat mendalami agama Kristen dan membandingkannya dengan Islam.
——————–

Deedat kemudian menemukan sebuah buku berjudul Izharul-Haq yang berarti mengungkapkan kebenaran. Buku tersebut berisi materi debat dan keberhasilan usaha-usaha umat Islam di India yang sangat besar dalam memberikan argumen balasan kepada para misionaris Kristen yang melakukan misi penyebaran agama Kristen di bawah otoritas Kerajaan Inggris dan pemerintahan India.
———————–

deedatshajahanahmed.wordpress.com...Usai mempelajari buku itu, Ahmed Deedat membeli Injil pertamanya dan mulai melakukan diskusi dengan siswa-siswa misionaris. Ketika siswa misionaris tersebut mundur dalam menghadapi argumen balik Deedat, ia secara pribadi memanggil guru teologi mereka dan bahkan pendeta-pendeta di daerah tersebut.
——————

Keberhasilan-keberhasilan ini memacu Ahmed Deedat untuk meneruskan dakwahnya. Bahkan perkawinan, kelahiran anak, dan persinggahannya selama tiga tahun ke Pakistan sesudah kemerdekaannya, tidak mengurangi keinginannya untuk membela Islam dari penyimpangan-penyimpangan yang memperdayakan dari para misionaris Kristen.
———————-

Dengan semangatnya untuk menyebarkan agama Islam, Ahmed Deedat membenamkan dirinya pada sekumpulan kegiatan lebih dari tiga dekade lamanya. Ia memimpin kelas untuk pelajaran Injil dan memberi sejumlah kuliah. Ia mendirikan As-Salaam, sebuah institut untuk tempat para da’i Islam menggembleng diri. Bersama-sama dengan keluarganya, ia mendirikan bangunan-bangunan termasuk masjid yang masih dikenal sampai saat ini. Pada 1957, bersama dua orang temannya, Deedat mendirikan Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan ia menjadi ketuanya hingga 1996. Zakir Naik, juru dakwah yang dewasa ini sedang populer merupakan salah satu dari sekian muridnya.
———————-

deedatAhmed Deedat telah menerbitkan sekitar 22 buku penting dan telah dicetak hingga 20 juta kopi. Karya-karya Deedat seperti, The Choice-Between Islam and Christianity, Is the Bible God’s Word?, Al Qur’an the Miracle of Miracles, What the Bible says about Muhammad?, dan Crucifixion or Cruci-Fiction? begitu dikenal dan diakui di seluruh dunia. Buku The Choice-Between Islam and Christianity adalah buku terlarisnya yang menyebar luas dari Afrika Selatan hingga ke Eropa, Asia, Oceania, bahkan Amerika Utara dan Selatan.

Ahmed-DeedatSebagai penghargaan yang pantas untuk prestasi yang bersejarah itu, ia mendapat penghargaaan internasional dari Raja Faisal tahun 1986. Penghargaan bergengsi yang sangat berharga dalam dunia Islam.

Di sisa sembilan tahun usia hidupnya, Ahmed Deedat menjalani rawat jalan terkait penyakit stroke kronis yang dideritanya di kediamannya di Verulam, Afrika Selatan. Pada 8 Agustus 2005, ia meninggal di rumahnya di Trevennen Road di Verulam, provinsi KwaZulu-Natal, Durban. Ia dimakamkan di pemakaman Verulam.@ (Abu Alif Alfatih – oasemuslim)

Energi keBAIKan & Energi keBURUKan… tidak HILANG … akan berUBAH menjadi BENTUK LAIN …. >> menjadi MATERI LAIN ——————————– BARISAN manusia di negeri AKHIRAT : …… ada yg berbentuk: ….tanpa tangan kaki,…. jadi BABI, ….KELEDAI, ….darah di mulutnya, ….bau BANGKAI, …TANPA kepala, …mulut keluar NANAH dan darah, …KEPALA di bawah, …WAJAH hitam, …tubuh KUSTA, …BUTA mata, … dan… barisan ke 12. …wajah berSINAR… manusia ke surga ……………………………………………………. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ ……………………………… ———————— Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)” … Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.”…. Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut….. ………….Barisan Pertama…. Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……….Barisan Kedua…… Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………Barisan Ketiga….. Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………….Barisan Keempat…. Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………..Barisan Kelima………. Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………….Barisan Keenam…………….. Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” …………Barisan Ketujuh………………. Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……….Barisan Kedelapan……………….. Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……..Barisan Kesembilan………….. Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………….Barisan Kesepuluh…………….. Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………Barisan Kesebelas………….. Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……………..Barisan Kedua Belas……………….. Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…” ……………………..…………………….

akhirat sebenarnya 1

 Energi keBAIKan & Energi keBURUKan… tidak HILANG … akan berUBAH menjadi BENTUK LAIN …. >> menjadi MATERI LAIN
——————————–

BARISAN manusia di negeri AKHIRAT : ……

ada yg berbentuk: ….tanpa tangan kaki,…. jadi BABI, ….KELEDAI, ….darah di mulutnya, ….bau BANGKAI, …TANPA kepala, …mulut keluar NANAH dan darah, …KEPALA di bawah, …WAJAH hitam, …tubuh KUSTA, …BUTA mata, … dan… barisan ke 12. …wajah berSINAR… manusia ke surga ……………………………………………………. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ ………………………………
————————
manusia babi kera

Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)” …

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.”….

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut…..

………….Barisan Pertama….

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

……….Barisan Kedua……

Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

………Barisan Ketiga…..

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

………….Barisan Keempat….

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

………..Barisan Kelima……….

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

hell paint dream

………….Barisan Keenam……………..

Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

…………Barisan Ketujuh……………….

Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

……….Barisan Kedelapan………………..

Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

……..Barisan Kesembilan…………..

Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

………….Barisan Kesepuluh……………..

Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

………Barisan Kesebelas…………..

Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

……………..Barisan Kedua Belas………………..

Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”
……………………..…………………….

atom sebagai partikel dasar yang menyusun jagat raya ini, dan energi  yang sudah tersedia di dalam atom. Dan berikutnya, kita akan membahas Hukum Kekekalan Energi & Massa.

Bahasa yang terkesan melawan kodrat dari Tuhan tentang makna  kekekalan.  Dan, tentu bukan itu yang akan kita bahas, karena energi akan ada hanya kalau ada materi, tanpa materi maka tidak ada energi. Dan ada Sang Pencipta materi. Dan istilah kekekalan energi hanya ada dalam terminologi ilmu fisika dan kimia.
Dalam ilmu fisika, setiap system fisik (materi) mengandung atau menyimpan energi. Dan untuk mengetahui besaran energinya, ada persamaan khusus, masing-masing persamaan di desain untuk mengukur energi yang tersimpan secara khusus. Secara umum, adanya energi diketahui oleh para peneliti atau pengamat melalui perubahan sifat objek atau system. Dan tidak ada cara seragam untuk mengungkap energi.

Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) seorang ilmuwan fisika teoretis, keturunan Yahudi yang lahir di Jerman, membuat rumus yang paling terkenal :

E = mc2

  • E = energi (J)
  • m = massa (kg)
  • c = kecepatan cahaya (m. s-1)

Energi dalam persamaan di atas dikategorikan sebagai energi diam. Diamnya dimaknai tidak bergerak dalam kerangka acuan inersia.
Kerangka acuan inersia didefinisikan sebagai bergerak dengan kecepatan konstan, tidak bergerak dipercepat (tidak ada percepatan), tidak berotasi dan bergerak dalam garis lurus.

Rumus yang diungkap Einstein itu pada dasarnya masih sebuah teori atau formula yang didasarkan atas pengamatannya pada tahun 1905 atas kelakuan obyek yang bergerak dengan laju mendekati laju cahaya. Kesimpulan terkenal yang ditariknya dari pengamatan ini adalah bahwa massa sebuah benda adalah sebuah ukuran dari kandungan energi benda tersebut.
Pembuktian formula tersebut masih belum bisa dicapai sampai sekarang ini, karena manusia belum mampu membuat atau menciptakan alat yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya.

Beberapa kejadian di reaksi atom dianggap mewakili rumus itu, yaitu pada peristiwa peluruhan inti atom. Di mana pada saat peluruhan inti atom, ada partikel yang dipancarkan (radiasi elektromagnetik) yang menyebabkan massa atom berkurang. Massa yang hilang dianggap berubah menjadi energi.

Kecepatan cahaya dalam ruang vakum (hampa udara atau dalam keadaan kosong) :

299.792.458 meter per detik (m/s) = 1.079.252.848,8 kilometer per jam (km/h)

Atau 1,079 milyar kilometer per jam.

Sangat cepat sehingga hanya dibutuhkan waktu 0,13 detik untuk mengelilingi bumi, atau  sekejapan mata. Diameter bumi 12.756 km, kelilingnya 40.054 km (bulat).

Namun, di dalam film digambarkan bahwa suatu saat akan ada pesawat yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya.  Pesawat yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya akan berubah menjadi energi, sehingga bisa menembus ruang dan waktu.

Seandainya saja teori Einstein terbukti, di mana sudah ada teknologi yang mampu merubah benda padat  menjadi energi dan dari energi dikembalikan lagi menjadi benda padat. Maka akan banyak rekayasa teknologi yang tidak terbayangkan sekarang ini.

Misalnya akan ada sarana bagi kita untuk masuk ke dalam bumi tanpa harus mengebornya atau membuat lubang, dan membawa kita masuk ke bumi.
Tidak ada lagi tabrakan kendaraan bermotor atau kecelakaan lalu lintas, karena motor-motor sudah bisa berubah menjadi energi.
Kendaraan tidak lagi butuh jalan raya, karena sifat energi yang bisa menembus ruang dan waktu. Dan lain-lain
Jadi kita bisa menghilang dan menembus tembok seperti hantu. He he he ….

Hukum Kekekalan Energi

Hukum Kekekalan Energi (Hukum I termodinamika) berbunyi: “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”.
Karena energi bersifat kekal, maka energi yang ada di alam semesta ini jumlahnya tidak pernah berubah, tidak bertambah dan berkurang. Yang ada hanyalah perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain.

Di dalam ilmu fisika yang dipakai sekarang ini, penghitungan besaran energi lebih pada perubahan-perubahan energi yang terjadi pada suatu benda/materi. Karena setiap materi memiliki energi. Bukan energi yang dibicarakan Einstein E= mc2 (miroskopis), tetapi energi pada skala makroskopis.

Energi dari sebuah materi bisa dihitung melalui proses-proses atau sebab-sebab tertentu, misalnya energi dari benda yang bergerak, energi hasil dari pembakaran, energi dari proses kimia, energi listrik, dan lain-lain.

Untuk memudahkan penghitungan  energi suatu materi, para ilmuwan ilmu fisika dan kimia sepakat untuk menggunakan rumus pendekatan Joule disingkat J. Nama joule diambil dari penemunya James Prescott Joule.
1 Joule = 1 kg

m2/s2 = 1 kg dikalikan kecepatan kuadrat.
1 joule = 1 newton meter (simbol: N.m).

Satu newton adalah besarnya gaya yang diperlukan untuk membuat benda bermassa satu kilogram mengalami percepatan sebesar satu meter per detik.

Definisi satu joule lainnya:

  • Pekerjaan yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan listrik sebesar satu coulomb melalui perbedaan potensial satu volt, atau satu coulomb volt (simbol: C.V).
  • Pekerjaan untuk menghasilkan daya satu watt terus-menerus selama satu detik, atau satu watt sekon (simbol: W.s).

1 Joule mendekati sama dengan:

  • 6.241506363×1018 eV (elektron volt)
  • 0.239 kal (kalori). Kalori adalah satuan panas untuk menaikkan suhu temperatur air 1 derajat Celsius. Satuan ini sebesar 4,2 joule.
  • 2.7778×10-7 kwh (kilowatt-hour)
  • 2.7778×10-4 wh (watt-hour)
  • 9.8692×10-3 liter-atmosfer

Dengan adanya satuan untuk mengukur besaran energi ini, memudahkan manusia untuk mengembangkan peralatan dan tekonologi yang berhubungan dengan pemanfaatan energi.
Misalnya berapa joule energi yang dihasilkan dari seliter Bensin. Atau berapa joule, energi yang dihasilkan dari 1 kg TNT.
Termasuk kekuatan pukulan manusia juga bisa dihitung. Misalnya anda memukul sebuah dinding, maka bisa diketahui kekuatan pukulan anda. Juga kekuatan tendangan kaki kita, bahkan sampai kekuatan suara kita (suara diukur dengan satuan desibel)

Untuk memanfaatkan energi, manusia perlu usaha atau kerja untuk merubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain. Dan untuk itu manusia membutuhkan alat bantu atau teknologi.

  • Air yang mengalir (entah dari sungai yang dibendung, waduk atau air terjun), bisa menggerakkan baling-baling (yang lebih canggih turbin), putaran baling-baling lalu memutar kumparan listrik sehingga energinya berubah menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan lalu bisa dirubah untuk berbagai keperluan lain seperti kebutuhan rumah tangga kita. Dari energi listrik bisa dirubah menjadi energi panas, untuk menyetrika, untuk memasak dan lain-lain. Energi listrik bisa menjadi energi cahaya misalnya pada lampu. Energi listrik bisa menjadi energi gerak misalnya pada kipas.
  • Minyak bumi, di ambil dari dalam bumi, salah satunya menjadi bensin, yang sering kita gunakan pada kendaraan bermotor kita. Melalui proses pembakaran dan ledakan dalam mesin kendaraan kita, muncul energi yang mampu menggerakkan motor kita.
  • Yang paling hebat yang sudah ditemukan adalah energi yang ada di dalam atom dan dirubah menjadi energi nuklir. Selain untuk pembangkit listrik juga bisa untuk membuat bom nuklir.

Kalau dipakai terus, energinya akan habis dong???
Kembali ke hukum kekekalan energi, bahwa energi tidak bisa diciptakan dan dimusnahkan. Jadi pada prinsipnya energi tidak pernah berkurang dan bertambah.
Bahwa kemudian ada istilah krisis energi, hal itu lebih pada krisis pada sumber energinya. Sumber energi seperti minyak, gas dan batu bara memang suatu saat akan habis, dan tentu akan menyulitkan dan menyusahkan banyak manusia yang terbiasa tergantung dengan sumber energi seperti minyak, gas dan batu bara. (baca lebih jauh artikelku yang lain terkait krisis energi)

Matahari juga bagian dari sumber energi, dan diprediksi suatu saat juga akan habis. Tetapi masih lamaaa sekali, milyaran tahun… jadi tenang saja.

Seperti yang telah kita pelajari di artikel sebelumnya bahwa alam semesta ini sesungguhnya terdiri dari atom. Dan di dalam setiap materi ada energi yang tersimpan di dalamnya. Sehingga seluruh alam semesta dipenuhi oleh energi dan atom.
Di dalam batu, di sebuah besi, dipepohonan, di dalam hewan, dilangit, di udara dan diseluruh alam semesta.

Setiap aktifitas manusia juga membutuhkan energi, misalnya berjalan, berbicara, melihat, mendengar, berlari, berolah raga, dan semua aktifitas lainnya.  Seperti mobil butuh bensin, manusia butuh makan dan minum, juga butuh istirahat karena kelelahan. Jadi tubuh manusia pada dasarnya adalah pabrik (produsen) energi, mengolah makanan dan minuman (sumber energi) dan merubahnya menjadi energi,  sebagaimana mesin mobil/motor adalah alat untuk mengubah energi.

Bedanya adalah kalau tubuh manusia ini produk alami karena ciptaan Tuhan, sedang mesin mobil adalah produk yang tidak alami karena ciptaan manusia. Hasil buangannya pun berbeda, di mana buangan manusia adalah kotoran yang bisa diurai kembal oleh alam, sedangkan buangan energi mobil/motor menjadi polusi bagi alam.

Kalau menciptakan mobil, televisi, HP, komputer dan lain-lain, manusia membutuhkan pabrik, membutuhkan banyak sumber daya manusia maupun bahan baku. Namun Tuhan menciptakan manusia tanpa itu semua. Dan hebatnya semua mahluk hidup seperi tumbuh-tumbuhan,hewan dan manusia terus berkembang tanpa adanya sebuah pabrik.
Coba kalau pabrik mobil bisa menciptakan mobil yang bisa beranak pinak, tentu manusia tidak akan menjadi repot. He he he

Jadi setiap aktifitas yang menjadikan adanya perubahan energi, akan menyebabkan energi berubah dalam bentuk lain dan mengubah atau mempengaruhi lingkungan.
Misalnya anda membakar korek api dari kayu. Maka ketika kayu korek api habis, apinya akan mati. Apakah energinya hilang? Sama sekali tidak, karena energi bersifat kekal, maka setiap energi yang habis dipakai, akan terbuang dan terurai oleh alam. Atau terjadi perpindahan energi dari satu materi ke materi yang lain.

Beberapa hal lain yang bisa kita rumuskan terkait dengan energi ini adalah:

  • Setiap aktifitas manusia selalu membutuhkan energi atau mengeluarkan energi.
  • Setiap aktifitas alam, juga akan selalu memunculkan perubahan energi, baik mahluk hidup maupun benda mati. Seperti bumi yang selalu berputar dan berotasi.
  • Semua materi yang ada di dunia ini diselimuti oleh energi dan dihubungkan atau menghubungkan energi yang lain
  • Hanya sedikit sekali energi yang ada di dalam diri dan di alam semesta yang mampu dikenali, diteliti dan diolah manusia.
  • Bahkan manusia yang sedang tidur juga memerlukan energi, yang diperkirakan  membutuhkan 48 kilojoule (kJ) setiap kg berat tubunya. Karena sekalipun dia tidur, tetapi jantung, paru-paru dan organ-organ tubuh lainnya juga bekerja.
  • Juga batu atau besi, yang setiap saat juga mengalami perubahan sifat materinya

Mungkin, selama ini kita hanya menyadari adanya energi kalau aktifitas dari perubahan energi ini bisa kita lihat atau dirasakan oleh indra maupun tubuh kita. Misalnya energi panas, energi dingin, energi listrik dan lain-lain. Sehingga sering lupa atau sering tidak sadar bahwa ada energi yang melimpah di dalam diri dan diluar diri kita.

Para ilmuan juga belum mampu menyentuh energi yang dimunculkan oleh adanya aktifitas organ seperti otak, hati atau mata kita. Padahal kalau kita merasakan, menghayati, memahami atau melihat sesuatu dalam waktu tertentu akan membuat kita lelah dan lapar. Mata kita juga memiliki kecepatan penglihatan, namun belum diketahui lebih cepat mana dengan kecepatan cahaya.

Untuk otak, para ilmuwan baru bisa mengukur gelombang otak manusia untuk mengetahui tingkat kerja otak manusia pada keadaan dan kondisi tertentu. Misalnya bedanya kerja otak ketika orang sedang bekerja dan sedang tidur. Tetapi belum menyentuh sampai besaran energi yang keluar dan masuk ke otak manusia……. Pembicaraan lebih lengkap tentang otak dan pikiran pada artikel lain. Insyaallah.

Dari dalam tubuh manusia juga mengeluarkan energi yang sampai sekarang ini belum mampu diilmiahkan. Di yakini bahwa dari dalam tubuh manusia mengeluarkan gelombang elektromagnetik, atau yang dikenal dengan istilah AURA, dan berubah terus-menerus sesuai dengan keadaan emosi dan jiwanya. Masih dianggap metafisik, karena ilmu fisika belum sampai ke sana. Namun seorang ilmuwan berkebangsaan Rusia bernama Kirlian, menciptakan Kamera Kirlian untuk menangkap fenomena ini. Kamera itu sekarang telah disempurnakan menjadi Aura Camera 6000. Dari kamera itu, kita bisa melihat selubung gelombang elektromagnetik yang menyelimuti manusia dengan perwujudan beragam spektrum warna dengan implikasi berdasarkan kondisi fisik dan psikisnya.

Hukum Kekekalan Massa

Massa diartikan sebagai sifat fisika dari suatu benda, yang secara umum dapat digunakan untuk mengukur banyaknya materi yang terdapat dalam suatu benda.
Dalam Sistem Internasional (SI), massa diukur dalam satuan kilogram (kg). Alat yang digunakan untuk mengukur massa biasanya adalah timbangan. Tetapi massa berbeda dengan berat, karena massa selalu sama disetiap tempat.

Misalnya: massa kita ketika di bumi sama dengan massa di bulan, akan tetapi berat kita di bumi dan di bulan berbeda.
Berat (F/force) = massa (m) dikalikan gaya grafitasi (g) atau F = mg
Gaya garfitasi bumi juga tidak merata disetiap permukaan bumi. Contohnya  berat suatu benda di atas permukaan laut akan lebih besar dari pada beratnya pada puncak gunung yang tinggi. Hal ini disebabkan karena percepatan gravitasi di kutub lebih besar daripada di katulistiwa, dan percepatan gravitasi di atas permukaan laut lebih besar dari pada di tempat yang lebih tinggi (karena jaraknya ke pusat bumi lebih jauh).

Hukum kekekalan Massa dikemukakan oleh Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) yang berbunyi: ”Dalam suatu reaksi, massa zat  sebelum dan sesudah reaksi adalah  sama”, dengan kata lain massa tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Artinya selama reaksi terjadi tidak ada atom-atom pereaksi dan hasil reaksi yang hilang.

Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.
Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti kimia, teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida.

Hukum kekekalan massa dapat terlihat pada reaksi pembentukan hidrogen dan oksigen dari air. Bila hidrogen dan oksigen dibentuk dari 36 g air, maka bila reaksi berlangsung hingga seluruh air habis, akan diperoleh massa campuran produk hidrogen dan oksigen sebesar 36 g. Bila reaksi masih menyisakan air, maka massa campuran hidrogen, oksigen dan air yang tidak bereaksi tetap sebesar 36 g.

Begitu juga kalau kita membakar kayu misalnya kayu korek api. Berlaku juga hukum kekekalan massa. Memang setelah kayu terbakar akan menjadi abu. Namun yang  perlu anda ketahui adalah bahwa selain abu, pada pembakaran kayu juga dihasilkan oksida karbon, asap dan uap air. Oksida carbon dan uap air tidak tampak oleh mata karena bermujud gas. Jika ditimbang ulang :
mk massa kayu + masa oksigen = masa abu + massa oksida karbon + massa uap air + massa asap.

Kalau hukum kekekalan massa memang benar, maka massa dari materi yang ada didunia ini berarti tidak pernah berubah.
Kalau begitu, maka ketika mahluk hidup, hewan, tumbuhan dan manusia, setiap kali tumbuh menjadi semakin besar, berarti ada penambahan massa yang diambilkan dari massa materi yang lain. Begitu juga setiap bayi yang lahir, berarti ada energi dan massa di alam semesta ini yang beralih ke dalam diri bayi.

Kalau kita makan, maka ada beberapa massa dari air dan makanan yang makan akan menjadi daging pada tubuh kita. Kalau manusia bertambah banyak, sesungguhnya tidak ada perubahan massa di alam semesta ini, karena jumlah massa tentu juga sama sebagaimana jumlah energi di alam semesti ini, berarti selalu sama. Ini masih kalau……

Hukum kekekalan massa dan energi ini,  menunjukkan bahwa dunia dan alam semesta ini merupakan system yang tertutup, di mana perubahan-perubahan di dalamnya tidak mempengaruhi jumlah energi dan massa. Perubahan jumlah manusia, hewan, tumbuhan, bumi dan planet-planet lainnya, hanyalah merupakan perpindahan bentuk energi dan massa dari bentuk satu ke bentuk yang lainnya.

Pengetahuan ini menunjukkan bahwa diri kita selalu terhubung ke semua bentuk energi dan massa yang ada dilingkungan kita sampai ke alam semesta. Tubuh kita merupakan bagian dari rangkaian system energi dan massa yang mengisi jagat raya ini. Tubuh kita adalah simpanan atau kandungan dari materi dan energi.

Apa yang kita lakukan, pikirkan dan ucapkan selalu mempengaruhi dan dipengaruhi system yang ada di dalam diri kita maupun diluar diri kita.
Energi dari kekuatan pikiran juga menimbulkan serangkaian energi yang belum mampu diurai secara ilmiah.

Ada fenomena seperti ini :
“Suatu saat saya pernah diajari teman saya tentang kekuatan fokus pikiran, kemudian saya praktekkan ketika saya berada pada sebuah perjalanan di pesawat, saya fokuskan pandangan saya pada sesorang, yang duduk beberapa baris di depan saya. Kemudian saya gunakan focus pikiran saya pada orang itu, agar orang itu menoleh kepada saya. Beberapa saat kemudian orang tersebut benar-benar menoleh pada saya dan tersenyum.”
Saya sempat tertegun dan takjub.
Kekuatan fokus pikiran tersebut relatif mudah dipraktekkan dan dibuktikan, namun meninggalkan pertanyaan tentang dasar ilmiahnya. Karena belum ada teori ilmiah yang menerangkan hal itu.
================================

Semuanya Adalah Energi
================

Mengapa penemuan Albert Einstein ini begitu penting? Untuk memahami ini, Anda perlu memiliki sedikit informasi tentang latar belakangnya. Sebelum Einstein, para ilmuwan percaya bahwa alam semesta dibuat dari dua unsur yang berbeda secara mendasar, yaitu materi (yang dianggap dibuat dari partikel yang tidak terbagi) dan energi (dianggap dibuat dari gelombang). Materi dan energi ini berinteraksi untuk membentuk jagad material, tetapi mereka tidak bercampur (yang satu tidak bisa diubah menjadi yang lain).

Diantara para ilmuwan tersebut, tiba-tiba muncul seorang petugas paten sederhana (Einstein) yang datang dengan rumus sederhana, E = mc2, yang membuat pandangan dunia sebelumnya menjadi usang. Bahkan, Einstein membuktikan bahwa dualisme materi/energi telah salah selama ini.

Formula Einstein (dan percobaan yang tak terhitung jumlahnya telah membuktikan rumus tersebut) bahwa materi dapat diubah menjadi energi dan sebaliknya.
Anda mungkin telah belajar bahwa reaksi nuklir mengkonversi materi (uranium) menjadi energi. Namun, pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Pada kenyataannya, reaksi nuklir hanya membebaskan energi yang sudah tersimpan dalam atom Uranium. Mengapa energi tersebut bisa tersimpan di dalam atom ? Karena atom itu terbuat dari energi!

Perjalanan ke Materi

Konsekuensi dari itu rumus Einstein adalah bahwa semua materi terbuat dari energi. Untuk mendapatkan ide visual fakta yang agak abstrak ini, bayangkan bahwa Anda memulai perjalanan ke dalam level yang lebih dalam dari materi. Anda mulai dari permukaan, dan pada tingkat ini besi tampak padat. Namun, Anda mengetahui bahwa materi tersusun dari blok bangunan yang lebih kecil, yang disebut molekul. Ketika Anda masuk ke tingkat molekuler, Anda melihat bahwa blok materi padat dibuat dari banyak potongan-potongan kecil dan ada ruang terbuka di antara molekul-molekul tersebut.

Namun, molekul bukanlah dasar blok bangunan atau akhir dari materi. Molekul terbuat dari kombinasi beberapa blok bangunan yang lebih kecil, yang disebut atom. Ketika Anda melompat ke tingkat atom, Anda menyadari bahwa ada banyak ruang kosong di antara atom-atom yang membentuk molekul. Selanjutnya, Anda menyadari bahwa atom tidak kokoh. Sebagian besar atom adalah ruang kosong. Memiliki inti, yang dari kejauhan tampak padat, dan kemudian sejumlah elektron yang mengorbit di sekitar inti, seperti planet mengelilingi matahari (atau setidaknya ini adalah bagaimana kebanyakan orang memvisualisasikan atom).

Sebelum Einstein, para ilmuwan percaya bahwa berbagai jenis atom (108 tepatnya) dibuat dari hanya tiga jenis partikel;. Partikel-partikel Dasar ini diduga akan membangun blok terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Hal ini justru adalah keyakinan yang dihancurkan Einstein!

Partikel atau gelombang

Formula Einstein membuktikan bahwa apa yang sebelumnya dianggap sebagai blok bangunan terkecil dari materi, partikel-partikel dasar, ternyata bisa dipecah lagi. Dengan kata lain, mereka tidak hanya sangat kecil, seperti bola biliar padat. Mereka bahkan bisa dipecah menjadi komponen yang lebih mendasar atau lebih kecil, dan ketika kita melakukannya, kita bergerak melampaui alam materi dan menjadi sebuah dunia di mana semuanya adalah energi!

Berdasarkan temuan Einstein, sekelompok ahli fisika yang berpikiran terbuka mengembangkan Mekanika kuantum. Cabang ilmu pengetahuan baru ini mengkaji tingkat yang paling mendasar dari materi, yaitu partikel subatom.

Fisika Quantum dengan cepat menemukan fenomena yang sangat menarik yang bertentangan total dengan pandangan dunia yang berbasis indera kita. Indra kita memang dirancang untuk mendeteksi kontras dan perbedaan. Dengan kata lain, indra kita melihat sesuatu sebagai bulat atau persegi, padat atau cair. Materi adalah padat, dan energi adalah cair, karena itu materi dan energi berbeda.

Fisika Quantum menemukan bahwa partikel subatomik bisa muncul baik sebagai partikel maupun sebagai gelombang. Dengan kata lain, mereka tampaknya memiliki sifat ganda, dan ini disebut dualitas gelombang/partikel. Fenomena ini ditemukan pada tahun 1920, dan memiliki beberapa implikasi yang sangat menarik.

Realitas tergantung pada pengamat

Fisikawan Quantum telah menunjukkan (melalui percobaan yang tak terhitung jumlahnya) bahwa apa yang kita sebut partikel subatomik dapat berperilaku baik sebagai gelombang maupun partikel. Apakah mereka berperilaku sebagai satu atau yang lain tampaknya tergantung pada bagaimana kita ingin mengamati mereka. Dengan kata lain, jika seorang fisikawan sedang mencari sebuah partikel, entitas subatomik berperilaku sebagai sebuah partikel. Jika fisikawan sedang mencari gelombang, entitas subatomik berperilaku sebagai gelombang.

Hal ini menyebabkan ahli fisika menyimpulkan bahwa pengamatan ilmiah adalah produk dari tiga faktor:

  • Fenomena yang diamati (entitas subatomik)
  • Instrumen yang digunakan untuk membuat pengamatan
  • Kesadaran dari ilmuwan yang membuat pengamatan

Ketiga faktor ini bergabung membentuk apa yang para ilmuwan sebut “situasi pengukuran keseluruhan.” Pengamatan adalah produk dari ketiga faktor, termasuk kesadaran pengamat.

Dengan kata lain, kesadaran dari ilmuwan mempengaruhi pengamatan! Kesimpulan ini telah diterima oleh sebagian besar fisikawan. Sayangnya, kebanyakan ilmuwan menghindari berpikir tentang konsekuensi filosofis dari fakta eksperimental yang divalidasi ini. Konsekuensi tersebut sangat menakjubkan, dan itu memaksa kita untuk memikirkan kembali setiap aspek dari pandangan dunia kita saat ini.

Pada bagian berikut, kita akan meneliti beberapa wilayah yang dipengaruhi oleh temuan ilmiah tersebut.

Tidak ada Dualisme

Orang mungkin mengatakan bahwa manusia selalu dipengaruhi oleh dua kondisi kesadaran. Ada tingkat kesadaran di permukaan yang didominasi oleh indera kita dan kesimpulan yang kita buat berdasarkan apa yang indra kita memberitahu kita tentang dunia. Ini adalah apa yang Yesus sebut sebagai pikiran bawah atau keinginan daging.

Keadaan kesadaran ini sesungguhnya didominasi oleh dualisme, relativitas, hambatan dan batas-batas. Dalam kondisi pikiran ini, kita menilai segala sesuatu (kebanyakan dari ide orang lain) dengan meletakkannya pada skala relatif, didominasi oleh dua ekstrim (benar dan salah, baik dan buruk dll). Kita berusaha untuk menilai segala sesuatu berdasarkan pada skala ini. Kita berusaha untuk memberi label terhadap segala sesuatu dan menaruhnya dalam kotak kecil sebagai benar atau salah, baik atau buruk. Sekali berada dalam kotak, ide atau manusia kelihatannya tidak ingin untuk keluar dari itu. Keadaan pikiran dualistik ini ingin menjaga segala sesuatu di bawah kendali mereka.

Namun, kita juga memiliki dorongan untuk pemahaman yang lebih dalam, dan ini menyebabkan kita untuk berusaha mencoba melihat melampaui indra, di luar tampilan permukaan dan di luar dunia material. Melalui keadaan kesadaran ini, kita sering melihat di luar dualisme dan relativitas dari kesadaran permukaan. Kita melihat koneksi dan kesatuan yang lebih dalam. Ini adalah apa yang Yesus katakan sebagai kesadaran Kristus.

Daripada menilai segala sesuatu berdasarkan skala relatif, orang-orang dalam keadaan kesadaran yang lebih tinggi berusaha tidak menghakimi. Mereka tidak memberi label apa pun, dan mereka tidak memiliki kotak dalam pikiran mereka;. Mereka tidak tertarik untuk menempatkan segala sesuatu di dalam kotak, mereka hanya ingin meningkatkan pemahaman mereka terhadap dunia. Mereka tidak ingin mengontrol, mereka ingin menemukan.

Sebelum Einstein, ilmu pengetahuan didominasi oleh kesadaran dualistik. Ilmu pengetahuan hanya berfokus pada memperpanjang jangkauan indra, misalnya melalui teleskop dan mikroskop, tetapi sedikit sekali yang dilakukan untuk menantang pandangan dualistik dunia.

Teori Relativitas adalah tantangan serius pertama terhadap dualisme, dan fisika kuantum telah berjalan lebih jauh daripada Teori Einstein. Jika semuanya adalah energi, maka dunia ini tidak dibuat dari dua unsur yang terpisah. Semua hanya dibuat dari satu elemen yang hanya muncul dalam bentuk yang berbeda.

Banyak ilmuwan menunjukkan bahwa materi adalah bentuk lain dari energi. Namun, fisika kuantum tampaknya menunjukkan bahwa ada sesuatu di luar dari apa yang biasanya kita sebut energi. Oleh karena itu, orang mungkin menduga bahwa materi dan energi hanyalah dua manifestasi yang berbeda dari suatu realitas yang lebih dalam. Dengan kata lain, ketika kita melampaui dualitas energi/materi, kita menemukan tingkat yang lebih dalam terhadap kesatuan.

Berdasarkan temuan tersebut, adalah perlu bagi kita untuk mengevaluasi kembali pandangan dunia kita dan menghancurkan rintangan buatan yang halus dan banyak yang berasal dari dualisme. Energi dapat muncul dalam berbagai bentuk, tetapi satu-satunya perbedaan antara berbagai bentuk energi adalah perbedaan dalam getaran. Tidak ada penghalang yang nyata antara materi dan energi, antara tubuh dan pikiran atau antara pikiran dan materi. Hambatan ini hanyalah konstruksi mental yang dihasilkan dari dualisme.

Mengapa melampaui dualisme?

Apa yang salah dengan kondisi kesadaran dualistik, mengapa perlu melampaui itu? Dalam kerangka pemikiran dualisme akan banyak timbul masalah dan konflik yang tampaknya tidak ada solusi. Jika ada perbedaan antara dua sistem keyakinan maka salah satu harus benar dan yang lainnya salah. Jika ada perbedaan antara dua kelompok, satu kelompok akan berusaha untuk memaksakan kelompok yang lain menjadi sesuai dengan yang diinginkan kelompok tersebut. Jika ini tidak dapat dilakukan, kelompok yang menentang harus dihilangkan. Sejarah menunjukkan bahwa hampir semua konflik manusia berasal dari kesadaran dualistik ini. Dengan melihat kekejaman yang dihasilkan, keadaan kesadaran ini akan dapat menyebabkan manusia menghancurkan dirinya sendiri.

Dengan meruntuhkan hambatan ini, kita dapat mengatasi beberapa masalah yang tampaknya tak terpecahkan yang berasal dari keadaan kesadaran dualistik. Sebagai contoh, kita dapat mulai melihat hubungan yang lebih dalam antara pikiran dan penyakit fisik yang mungkin dapat membuka jalan baru untuk mendeteksi dan menyembuhkan penyakit. Dengan mengakui bahwa segala sesuatu adalah energi, kita bisa membuka jalan baru untuk-teknik penyembuhan diri yang ditujukan untuk menangani energi mental dan emosional (psikis). Pada skala yang lebih besar, kita mungkin mulai mampu melihat di balik label buatan manusia, seperti ras, jenis kelamin, kebangsaan, status dll, yang sering menimbulkan konflik diantara kelompok-kelompok orang. Mungkin ini akhirnya bisa mengarah pada bentuk baru hidup berdampingan secara damai.

Meruntuhkan dualisme dapat memiliki implikasi besar bagi seluruh aspek atau kehidupan pribadi dan interpersonal kita. Hal ini dapat meningkatkan tren, yang telah berlangsung selama berabad-abad, yang berusaha memecah hambatan ini untuk kemajuan dan kerja sama. Sebagai contoh, beberapa abad yang lalu, sebagian besar masyarakat kita masih didasarkan pada beberapa bentuk perbudakan atau pembedaan penduduk. Ini jelas adalah pendekatan dualistik, dan sebagai hasilnya banyak konflik yang tampaknya tidak memiliki solusi. Jika kita tetap berpikiran terpisah dari yang laini, bagaimana kita bisa menyelesaikan konflik antara majikan dan budak atau antara ras?

Demokrasi adalah akibat langsung dari pemahaman yang lebih dalam ini, yaitu bahwa semua manusia diciptakan sama. Berdasarkan pemahaman ini, perbudakan tidak lagi dapat diterima, dan kita bisa menghilangkan konflik antara majikan dan budak dengan menciptakan sebuah masyarakat di mana orang tidak dapat lagi dimiliki seperti properti.

Apakah ilmu pengetahuan benar-benar obyektif?

Selama lebih dari empat abad, masyarakat Barat telah disandera oleh perang antara sains dan agama. Perang ini jelas adalah hasil dari pandangan dunia yang dualistik. Fisika modern kini telah membuktikan bahwa pandangan dunia dualistik adalah usang, dan oleh karena itu konflik antara sains dan agama seharusnya tidak ada lagi.

Kita perlu melihat di luar pemisahan buatan yang diciptakan oleh konflik ini dan mencari pemahaman yang lebih dalam terhadap realitas. Konflik antara ilmu pengetahuan dan agama muncul dari sebuah kondisi kesadaran dualistik yang melihat perbedaan sebagai sumber konflik. Jika agama dan ilmu pengetahuan bersikeras melihat semua berdasarkan doktrin mereka yang dianggap “sempurna” , maka salah satu harus benar dan yang lainnya salah.

Kondisi kesadaran yang lebih tinggi melihat dibalik tampilan permukaan tersebut. Mereka hanya melihat konflik ini sebagai bukti bahwa kita belum sampai pada pemahaman yang lebih tinggi terhadap dunia. Oleh karena itu, kita harus melihat melampaui doktrin-doktrin yang disajikan oleh kedua belah pihak. Alih-alih membuktikan satu sisi benar dan yang lain salah, kita harus mencari pemahaman yang lebih dalam yang bisa menghilangkan konflik tersebut.

Bagaimana kita bisa mulai menemukan pemahaman seperti itu? Satu tempat yang jelas untuk memulainya adalah temuan fisika. Karena fisika kuantum telah membuktikan bahwa pengamatan ilmiah dapat dipengaruhi oleh kesadaran dari ilmuwan, ilmu pengetahuan tidak bisa lagi bisa menjauhkan diri dari agama dengan mengklaim bahwa sains adalah objektif sementara semua ide-ide agama adalah subyektif. Kita harus mempertimbangkan fakta bahwa pengetahuan ilmiah juga dapat dipengaruhi oleh pikiran dari ilmuwan.

Sangat menarik untuk melihat bahwa ilmu pengetahuan modern berkembang sebagai reaksi terhadap gereja di abad pertengahan dan doktrin-doktrin sempurna-nya. Sains berusaha untuk mendirikan suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang tidak dapat dipengaruhi oleh takhayul atau kepercayaan dari ilmuwan. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan materialistik kini mengklaim berada di posisi yang sama dengan posisi yang dimiliki oleh gereja di abad pertengahan. Gereja mengklaim kebenarannya karena otoritas Paus tidak dipengaruhi oleh kesadaran manusia. Sains mengklaim kebenarannya karena metode ilmiah mengarah pada pengetahuan yang tidak dipengaruhi oleh kesadaran manusia.

Sains membuktikan bahwa gereja bisa salah, dan sekarang fisika kuantum telah membuktikan bahwa ilmu pengetahuan ternyata belum sempurna. Mungkin pelajaran sebenarnya adalah bahwa tidak ada manusia atau institusi yang harus dilihat sebagai sempurna. Alih-alih menyatakan bahwa doktrin kita sekarang adalah doktrin paling benar, kita selalu harus mencari pemahaman yang lebih tinggi. Alih-alih membela kesempurnaan dari ide yang ada, kita mungkin harus menerima bahwa pemahaman kita sekarang adalah batu loncatan untuk pemahaman yang lebih baik.

Pada kenyataannya, kebutuhan akan suatu doktrin sempurna adalah produk dari kondisi dualistik atau kesadaran yang lebih rendah. Dengan mencapai keadaan di luar kesadaran tersebut, kita bisa membuka jalan baru baik bagi ilmu pengetahuan maupun agama. Alih-alih menjadi korban dari perjuangan untuk perebutan kekuasaan, ilmu pengetahuan dan agama bisa menjadi dua alat untuk mencari jawabannya. Mungkin satu-satunya cara untuk menemukan jawaban yang valid adalah untuk menjangkau di luar kondisi kesadaran dualistik.

Manusia selalu memiliki keinginan untuk pemahaman yang lebih tinggi. Mungkin keinginan untuk keadaan kesadaran yang lebih tinggi , yang berada di luar dualitas, adalah kekuatan pendorong sebenarnya di balik ilmu pengetahuan dan agama?

Sejarah manusia dapat dilihat sebagai sebuah perjuangan antara dua kekuatan. Satu kekuatan diwakili oleh kondisi dualistik kesadaran yang membuat segala sesuatu menjadi perebutan kekuasaan dan kontrol. Yang lainnya adalah usaha untuk persatuan dan pemahaman yang lebih tinggi yang diungkapkan melalui sisi positif dari sifat alami manusia.

Sejarah telah dengan jelas membuktikan bahwa baik sains maupun agama dapat digunakan dalam permainan ini untuk kontrol dan kekuasaan. Namun, baik sains maupun agama juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan pemahaman yang lebih tinggi. Mungkinkah pemahaman yang lebih tinggi adalah kunci untuk menyatukan ilmu pengetahuan dan agama?

Sains dan kesadaran

Sains telah berkembang sebagai upaya untuk melampaui kesadaran manusia yang lebih rendah yang didominasi oleh dualisme, relativitas dan konflik. Sains berusaha untuk mendirikan suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang tidak dapat dipengaruhi oleh  keegoisan manusia, takhayul, dan dualisme. Jelas, ilmu pengetahuan telah mencapai banyak kemajuan dalam hal ini, dan itu akan menjadi tidak adil untuk mendiskreditkan kemajuan ini. Namun, karena keinginan untuk objektivitas, ilmu pengetahuan telah sering mengabaikan kesadaran. Para ilmuwan sering melihat kesadaran sebagai berada di luar bidang ilmu pengetahuan, terlalu subjektif untuk penelitian ilmiah atau dianggap tidak penting untuk hasil ilmiah dan kesimpulan. Berdasarkan temuan dari fisika kuantum, sudut pandang ini tidak berlaku lagi.

Sains tidak bisa terus mengabaikan kesadaran. Jika kesadaran dapat mempengaruhi pengamatan ilmiah dari aspek yang paling fundamental dari materi, maka ilmuwan tidak lagi bisa mengabaikan kesadaran. Jika semuanya adalah energi, maka berarti bahwa pikiran manusia terdiri dari energi. Oleh karena itu, tidak ada lagi penghalang yang nyata antara materi dan pikiran atau antara dunia dan kesadaran pengamat. Kita harus melihat melampaui hambatan-hambatan buatan ini dan mulai memahami bagaimana kesadaran mempengaruhi setiap aspek kehidupan kita.
==================

Proses dan Hasil Penemuan Relativitas Umum Albert Einstein
===============

Teori relativitas khusus diperluas sehingga mencakup benda-benda yang bergerak relatif dipercepat, seperti gravitasi (dimana objek yang jatuh meningkat kecepatannya). Untuk melakukan hal ini, Einstein pertama-tama harus mengesampingkan gagasan klasik Newton mengenai gravitasi yaitu gaya tarik-menarik antara dua benda. Sebaliknya, ia memandang gravitasi sebagai suatu medan energi yang berasal dari materi itu sendiri. Semakin besar jumlah materi, semakin besar pula pengaruh energi gravitasi yang dihantarkan.
Einstein mengemukakan mengenai awal fikiran mengenai relativitas umum yaitu “Suatu hari saya sedang duduk di atas sebuah kursi di Kantor Paten Swiss di Bern. Inilah saatnya sebuah ide cemerlang melintas di benak saya. “Seseorang yang jatuh bebas tidak akan mengetahui berat badannya.” Ide sederhana ini memberi saya pemikiran yang mendalam. Emosi liar yang melanda saya saat itu mendorong saya ke arah teori gravitasi. Saya kembali berfikir, “Seseorang yang jatuh bebas memiliki percepatan.” Pengamatan yang dilakukan oleh orang ini sebenarnya dilakukan pada sistem yang dipercepat. Saya memutuskan untuk memperluas prinsip relativitas dengan memasukkan percepatan. Saya juga berharap, dengan menggeneralisasi teori ini saya akan sekaligus memecahkan masalah gravitasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa orang yang jatuh bebas tidak merasakan berat badannya akibat adanya medan gravitasi lain yang menghilangkan medan gravitasi bumi. Dengan kata lain, setiap benda yang dipercepat membutuhkan medan gravitasi baru. Meski demikian saya tidak dapat memecahkan masalah ini secara utuh. Delapan tahun saya habiskan untuk menurunkan relasi yang nyata. Sebelum itu, saya hanya mendapatkan potongan-potongan dasar teori tersebut”.

Sejak 1905, Einstein juga memperluas teorinya mengenai cahaya, mengembangkan gagasan bahwa cahaya itu harus dipandang sebagai partikel maupun sebagai gelombang. Namun apabila cahaya terdiri dari partikel-partikel, maka cahaya dapat berpengaruh ketika melintasi medan gravitasi. Dengan kata lain, apabila cahaya melintasi medan gravitasi yang kuat, maka cahaya pasti melengkung.
Seluruh gagasan kita mengenai garis lurus tergantung pada lintasan cahaya. Misalnya, jarak paling dekat antara dua titik dalam medan lengkung bukanlah sebuah garis lurus. seperti sebuah pesawat yang terbang pada jarak terdekat antara London dan Los Angeles akan membentuk lintasan lengkung.
Demikian pula seluruh gagasan kita tentang kecepatan tinggi –the ultimate speed- (dan juga ruang, serta waktu) tergantung pada kecepatan cahaya. Apabila sebuah sinar cahaya dilengkungkan ketika melintasi medan gravitasi, ini tidak berarti tidak ada yang bisa melintas lebih cepat di antara dua titik pada sinar yang dibelokkan itu selain yang melalui sinar lengkung itu (ruang lengkung).
Ruang dan waktu melengkung serta tidak bersifat absolut; tetapi semata-mata seperti dimensi keempat dalam sebuah kesatuan ruang-waktu. Apabila cahaya bergerak dalam sebuah lengkungan, maka waktu tidakbisa bergerak dalam garis lurus yang lebih cepat melainkan harus bergerak dalam sebuah lengkungan pula.
Einstein menerbitkan hasil penelitiannya pada bulan Maret 1916 dalam Annalen der Physik, dengan artikel berjudul “The Foundation of the General Theory of Relativity”.
Gagasannya sangat bagus, tetapi semuanya hanyalah teori. Ia mengklaim bahwa teorinya dapat menjelaskan alam semesta, tetapi semua yang disajikannya hanyalah perhitungan matematis, dimana tidak ada bukti-bukti nyata di dalamnya.
Einstein mengemukakan suatu pengujian nyata. Menurut teorinya, cahaya dari bintang yang jauh pasti dibelokkan pada saat melintasi medan gravitasi matahari yang kuat.
Medan ruang dan waktu adalah medan 4-dimensi, tiga dimensi berasal dari ruang dan satu dimensi berasal dari waktu. Bentuk susunan anyaman ruang dan waktu ini sangat dipengaruhi oleh distribusi massa atau energi yang berada di dalammedan 4-dimensi ini. Benda angkasa seperti matahari akan melekukkan medan ini. Efek lekukannya bisa dibayangkan seperti lekukkan permukaan kasur karet yang disebabkan oleh bola bowling di atasnya. Sebagai perhatian, gambaran lekukan kasur dua dimensi ini hanyalah untuk menyederhanakan gambaran lekukan 4-dimensi yang sulit dibayangkan. Fenomena ini lebih dikenal sebagai warped space time atau ruang-waktu yang terlekuk.
Dalam konsep ini, semakin besar massa benda semakin luas efek lekukan yang terjadi. Karena matahari memiliki massa yang cukup besar, maka efek lekukanmedan ruang dan waktu memiliki jangkauan yang jauh menjangkau planet, asteroid atau benda-benda angkasa yang bermassa lebih kecil lainnya. Gerakan planet-planet yang mengorbit matahari bisa dimengerti bukan sebagai efek gaya tarik matahari melainkan karena planet-planet ini bergerak mengikuti konturmedan ruang dan waktu yang terlekuk di sekitar matahari.
Pada bulan November 1919, Arthur Eddington, seorang ahli astrofisika Inggris berhasil memotret gerhana matahari. Foto itu menunjukkan bahwa ketika cahaya bintang-bintang melintas dekat matahari, cahaya tersebut dilengkungkan. Akibatnya,posisi bintang-bintang itu tampak berbeda dibandingkan ketika cahayanya tiddak melintas dekat matahari. Pengamatan itu sesuai dengan prediksi Einstein bahwa cahaya dari bintang yang jauh akan dilengkungkan oleh matahari. Teori relativitas umum pun terbukti kebenarannya.
Ketika mengajukan teorinya Einstein paham benar bahwa orang akan meminta bukti lapangan untuk bisa menerima teori relativitas umumnya. Oleh karena itu ia mengajukan tiga fenomena alam semesta yang bisa dijelaskan dengan menggunakan teori relativitas umum: melekuknya lintasan cahaya, gerak presisi perihelion planet Merkuri, dan pergeseran warna merah akibat gravitasi.
Premis utama relativitas umum adalah bahwa semua materi dan energi dipengaruhi oleh medan ruang dan waktu yang terlekuk. Lintasan cahaya termasuk ke dalam kategori ini, sehingga bisa berjalan dalam garis lengkung. Cahaya yang berasal dari bintang yang sangat jauh dan terdeteksi oleh teleskop di permukaan bumi mungkin mengalami fenomena ini. Apalagi ketika cahaya itu melintas berdekatan dengan matahari. Gravitasi matahari yang cukup besar oleh Einstein diprediksikan membelokkan cahaya sejauh 1,75 detik arc. Satu detik arc sama dengan satu per per tiga ribu enam ratus derajat.
Untuk mengamati fenomena ini, pengamatan harus dilakukan ketika sebuah bintang menempati lokasi yang dekat dengan matahari. Tetapi dalam kondisi seperti ini cahaya matahari akan menutupi cahaya bintang tersebut. Karenanya pengamatan harus dilakukan pada saat gerhana matahari total. Pada 29 Mei 1919 Sir Arthur Edington memimpin ekspedisi ke Afrika untuk pengamatan sinar bintang saat gerhana matahari total terjadi. Pada 6 November 1919, konfirmasi pembelokan lintasan cahaya yang diprediksikan Einstein dalam ketelitian sekitar 20 persen diumumkan ke dunia. Di antara tahun 1969 sampai 1975 sebanyak dua belas pengamatan dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dan menghasilkan pengukuran dengan ketelitian satu persen dibanding dengan prediksi Einstein.
Sesuai dengan hukum gerak dan teori gravitasi universal Newton, setiap planet akan bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan orbit elips. Posisi terdekat dan terjauh sebuah planet dari matahari dalam lintasan tersebut masing-masing dikenal sebagai perihelion dan apehelion. Jika hanya satu planet yang mengelilingi matahari maka lintasan elips tadi tidak akan berubah, namun karena ada lebih dari satu planet dalam tata surya, planet-planet lain juga memberikan pengaruh gravitasinya yang relatif kecil kepada salah satu planet. Akibatnya orbit sebuah planet dalam tata-surya kita tidaklah statis melainkan bergerak berputar (berpresisi) terhadap Matahari.
Dari pengamatan yang dilakukan bertahun-tahun, titik perihelion planet merkuri mengalami total presisi sejauh 574 arc detik setiap satu abad. Namun teori gravitasi Newton hanya memberikan 531 arc detik. Itu berarti masih ada perbedaan sebanyak 43 arc detik. Tidak sedikit alasan yang diajukan untuk menjelaskan angka 43 arc detik ini namun tidak ada yang berhasil menyempurnakan prediksi dengan teori gravitasi Newton ini. Namun dengan teori gravitasinya, Einstein sanggup menjelaskan perbedaan 43 arc detik dan dengan demikian menghasilkan angka yang sesuai dengan data astronomy lapangan.
Fenomena terakhir yang diajukan oleh Einstein berhubungan dengan hilangnya sebagian energi cahaya ketika sebuah berkas cahaya keluar darimedan gravitasi sebuah benda angkasa. Ketika sebuah berkas sinar kehilangan sebagian energi, panjang gelombangnya berubah menjadi lebih panjang mengakibatkan warna cahaya tersebut akan bergeser ke arah warna merah. Itulah sebabnya fenomena ini disebut sebagai pergeseran warna merah akibatmedan gravitasi.
Eksperimen terkenal untuk membuktikan prediksi ini dilakukan oleh R.V. Pound dan G.A. Rebka di universitas Harvard pada tahun 1959 dengan menggunakan teknik yang disebut sebagai efek Mossbauer. Sinar gamma yang dihasilkan oleh elemen radioaktif kobalt dipancarkan dari lantai dasar laboratorium fisika Jefferson di kampus itu. Melalui lubang yang didesain mencapai tingkat teratas laboratorium setinggi 22.5 meter menghasilkan konfirmasi perbedaan frekuensi cahaya yang dihasilkan.
Sebuah tes yang lebih akurat dari percobaan di atas adalah yang dilakukan oleh Gravity Probe A (GP A), percobaan yang menggunakan roket, di tahun 1976. Dalam percobaan ini, sebuah jam yang menggunakan cahaya maser-hidrogen dilepaskan dengan menggunakan roket Vessot-Levine. Frekuensi jam ini dibandingkan dengan frekuensi yang terdapat di bumi dan menunjukkan perbedaan yang sesuai dengan prediksi teori relativitas umum Eistein.

========================
Sejarah Bom Atom
E = MC2 Albert Einstein mengembangkan teori tentang hubungan massa dan energi. Rumus, E = mc², mungkin adalah hasil yang paling terkenal dari teori khusus relativitas Einstein. Rumus yang mengatakan energi (E) sama dengan massa (m) kali kecepatan cahaya (c) kuadrat. Pada dasarnya, itu berarti massa hanyalah salah satu bentuk energi. Karena kecepatan cahaya kuadrat adalah sejumlah besar (186.000 mil per detik)², sejumlah kecil massa dapat dikonversi ke jumlah energi yang fenomenal. Atau, jika ada banyak energi yang tersedia, energi sebagian dapat dikonversi menjadi massa dan partikel yang baru dapat dibuat. reaktor nuklir, misalnya, bekerja karena reaksi nuklir mengubah sejumlah kecil massa dalam jumlah besar energi


Rumus E=MC² memang sangat berpengaruh terhadap terciptanya Bom Atom. Tapi taukah Anda bahwa bahkan Albert Einstein pun ragu bahwa teorinya itu dapat dibuktikan. Bahkan Albert Einstein pernah mengibaratkan membuat bom berdasarkan rumus E=MC² sama saja seperti menembak burung dalam gelap di negara yang memiliki sedikit sekali burung. Lalu bagaimana bom atom dapat dibuat?

Pada jaman Perang Dunia I, para ilmuwan Jerman yang mendukung Nazi berusaha untuk membuat sebuah energi dari partikel – partikel atom. Namun usaha yang dilakukan untuk menciptakan energi tersebut terlalu besar, dan tidak sebanding dengan energi yang tercipta. Hal ini terjadi karena para ilmuwan berusaha untuk menabrakkan partikel Proton dan Neutron, hal ini sangat sulit, karena kedua partikel ini bersifat positif. Ibarat kedua kubu Magnet positif yang ketika didekatkan akan saling menolak. Oleh karena itulah usaha para ilmuwan Jerman selalu kandas.


Namun, seorang ilmuwan asal Hungaria, Leo Szilard, berhasil menemukan teori baru dimana dia berhasil menemukan teori bahwa energi dapat dihasilkan apabila Elektron yang bermuatan negatif bertabrakan dengan Neutron dan akan menghasilkan reaksi berantai dan akan menciptakan sebuah energi yang sangat besar. Hal ini kemudian membuat Leo Szilard menjadi takut, karena apabila dia berhasil menemukan teori ini, maka Ilmuwan Jerman dapat pula menemukan ini.


Dalam kekhawatirannya, Leo Szilard pergi mengunjungi Albert Einstein untuk meyakinkan Albert Einstein bahwa sebuah Bom Atom yang menghasilkan dampak besar dapat dibuat. Hal ini membuat gusar Einstein, karena dia merasa bertanggung jawab telah menemukan rumus tersebut. Akan tetapi idealisme Einstein untuk tidak menyatukan urusan Laboratorium dan Perang, sedikit menghalangi Szilard. Namun setelah beberapa pertemuan, Leo Szilard berhasil meyakinkan Albert Einstein untuk membuat surat kepada Presiden Amerika saat itu, Roosevelt.


Agustus 1939, surat tersebut akhirnya dibuat dan dikirimkan kepada Presiden Roosevelt. Surat itu kemudian memicu Amerika untuk membuat Bom Atom, proyek tersebut biasa dikenal dengan nama “The Manhattan Project” Leo Szilard pun ikut dalam proyek itu, namun Albert Einstein tetap dalam pendiriannya untuk tidak terlibat dalam urusan perang.


Ternyata tak begitu lama setelah surat tersebut dikirim, PD I berakhir dengan kekalahan Jerman. Hal itu berarti Jerman belum berhasil membuat bom atom. Albert Einstein pun meminta kepada Presiden Roosevelt supata “The Manhattan Project” dihentikan, namun hal itu tidak digubris. Bahkan setelah bom berhasil dibuat. Amerika menggunakan bom tersebut untuk mengakhiri PD II dengan menjatuhkan “Little Boy” dan “Fat Man” di kota Hiroshima dan Nagasaki. Kejadian ini membuat dunia berubah.


Pengeboman tersebut membuat Einstein menyesal telah mengirimkan surat tersebut kepada Roosevelt. Bahkan Einstein menyebutkan bahwa penyesalan terberatnya adalah mengirimkan surat itu.Rumus E=MC² adalah rumus yang menyebabkan kehancuran. Saat itu hanya Kehancuranlah yang diketahui Einstein tentang gunanya rumus yang berhasil dia ciptakan. Namun setelah Kematian Einstein, teori baru tentang “Penciptaan” lahir, teori yang juga didasari teori relativias Albert Einstein menjawab bagaimana Alam semesta ini lahir. Teori ini biasa disebut dengan “Big Bang Theory” dimana massa tercipta dari suatu energi yang sangat besar.
=======================
Beberapa kesimpulan para ahli Fisika Kuantum antara lain :

  1.   Segala yang ada di dunia ini bukan berasal dari benda padat tapi berasal dari ruang hampa, yang berupa energi yang tak tampak dan bergetar. Segalanya yang kita lihat bukanlah benda padat seperti yang terlihat.
  2.   Setiap benda padat terdiri dari molekul-molekul dan molekul-molekul itu terdiri dari atom-atom. Seluruh dunia fisik dimana kita berada termasuk diri kita sendiri adalah terdiri dari bukan apa-apa kecuali energi yang bergetar. Fenomena ini mencipatakan sebuah illusi yang membuat persepsi yang seolah-olah benda padat itu merupakan kenyataan, padahal sebenarnya bukan.
  3.    Para ilmuwan menemukan bahwa realitas obyektif (kenyataan) sesungguhnya tidak lebih dan hanyalah merupakan ilusi.
  4.   Saat Roh menguasai tubuh fisik secara sempurna maka dalam diri manusia tersebut berlaku hukum Fisika Quantum. Dalam hukum fisika quantum tidak ada lagi jarak dan waktu. Dan alam semesta ini hanyalah vibrasi energi.
  5.    Ilmuwan telah membuktikan dalam “teori kuantum superposisi”, bahwa suatu benda bisa berada di dua dimensi yang berbeda pada waktu yang sama.
  6. Kesadaran kuantum adalah teori kesadaran yang mendasari keterhubungan semua orang dan segala sesuatu dan didasarkan pada fakta bahwa medan kuantum dapat menjangkau segala sesuatu bahkan yang jauh di ruang angkasa.
  7. Pada kecepatan cahaya, masa lalu, masa kini, dan masa depan semua bisa ada secara bersamaan. Jika seseorang bisa melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya, mereka akan menjadi abadi.
  8. Manusia bergerak menuju suatu tingkatan kesadaran yang semakin tinggi dan pada akhirnya berada dalam posisi paralel / selaras dengan sumbernya. Manakala keselarasan itu terjadi, hal yang ada dalam alam pikirannya, bisa terwujud berupa materi.
  9. Waktu mengalir baik maju dan mundur secara simetris dan relatif – sebuah konsep yang membuat perjalanan waktu menjadi mungkin.
  10. Lanzaberpendapat bahwabeberapaalam semestadapat eksis secara bersamaan. Dalam satualam semesta, tubuh bisamati. Dandidimensi yang lain kesadaran terus ada, kemudian bermigrasike alam semestaini. Ini berarti bahwaorang matisaat bepergian melaluiterowonganyang samaberakhirtidakdi nerakaataudi surga, tetapi diduniayang samayang iapernahhuni (berreinkarnasi)
  11. Lanzajuga berpendapat bahwakehidupantidak berakhir ketikatubuh mati,
  12. Teori biocentrisme menyiratkanbahwa kematiankesadaransama sekali tidak ada., Umumnya orang mengidentifikasikan dirinya dengantubuh mereka, maka ketika tubuhnya mati, mereka mengira kesadarannya juga mati. Tubuh pasti akanbinasa, cepat atau lambat, tetapi kesadaran abadi
  13. Fisika quantum juga menegaskan bahwa setiap interaksi antara individu dengan semua makluk akan mempengaruhi segala sesuatu di alam semesta ini.

KUANTUM 1

Apa itu Fisika Kuantum

Didalam dunia fisika terdapat dua pandangan, fisika klasik (Newtonian), dan fisika modern (Fisika Quantum). Fisika Newtonian mengkonsentrasikan pikirannya kepada benda solid, atau yang bisa dilihat sehari-hari. Sedangkan fisika Quantum memulai observasinya pada benda-benda yang sangat kecil, yang lebih kecil dari atom, yang tidak bisa dilihat oleh mata. Dari berbagai macam penelitian, di temukan hal yang menarik yaitu ternyata segala yang ada di dunia ini bukan berasal dari benda padat tapi berasal dari ruang hampa, yang berupa energi yang tak tampak dan bergetar. Karena kita berasal dari quanta juga, kitapun mampu menciptakan realitas yang kita mau. sebab yang berlaku atas kesuksesan kita misalnya tidak hanya berasal dari teori atau kerja keras kita, tetapi juga berasal dari diri kita (tepatnya dari olah fikir, positif thinking, positif feeling, doa).

Fisika kuantum merupakan studi tentang perilaku materi dan energi pada molekul, atom, nuklir, dan tingkat mikroskopis bahkan lebih kecil. “Quantum” berasal dari bahasa Latin yang berarti “berapa banyak.” Hal ini mengacu pada unit diskrit materi dan energi yang diprediksi oleh dan diamati dalam fisika kuantum. Fisika kuantum kadang-kadang disebut mekanika kuantum atau teori medan kuantum. Fisika Quantum mempelajari blok bangunan alam semesta; ilmu yang menjelaskan bagaimana keseluruhan di dunia ini hadir sebagai kenyataan. Hal ini menyangkut benda-benda sangat kecil yang membentuk dunia secara keseluruhan. Segalanya yang kita lihat bukanlah benda padat seperti yang terlihat. Setiap benda padat terdiri dari molekul-molekul dan molekul-molekul itu terdiri dari atom-atom. Jadi berarti lengan atau kursi yang diduduki sekarang adalah terdiri dari atom-atom yang sangat kecil yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang. Atom-atom yang dikatakan sebagai benda terkecil ternyata terdiri lagi dari partikel sub atom, yang tidak memiliki kepadatan sama sekali. Mereka pada hakekatnya, kumpulan atau gelombang-grelombang informasi dan konsentrasi energi. Jadi tangan atau kursi yang diduduki adalah energi dan informasi. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa seluruh dunia fisik dimana kita berada termasuk diri kita sendiri adalah terdiri dari bukan apa-apa kecuali energi yang bergetar pada frekuensi yang berbeda. Fenomena ini mencipatakan sebuah illusi yang membuat persepsi yang seolah-olah benda padat itu merupakan kenyataan, padahal sebenarnya bukan. Jadi apakah yang membedakan antara satu benda dengan benda yang lainnya ?. Yang membedakan adalah perbedaan frekuensi masing-masing yang bergetar. Hal ini sulit untuk diterima, tetapi bagaimanapun ini adalah kebenaran..

Fisika Kuantum adalah Ilmu Fisika yang membahas tentang Gelombang Elektromagnetik (GEM) dengan menghitung kecepatan cahaya 186,000 mil per detik. Methoda normal untuk menghitung kecepatan relativitas dengan mengambil gelombang suara sebagai contohnya. Gelombang suara bergerak pada kecepatan 1088 ft/per detik. Jika anda bergerak pada kecepatan 1000 ft. /detik dan sebuah gelombang suara juga bergerak dengan arah yang sama, anda akan mengamati gelombang itu begerak dengan kecepatan 88 ft/detik. Begitu juga, untuk seorang pengamat yang bergerak dengan kecepatan 1088 ft/detik, kecepatan gelombang suara itu yang teramati adalah nihil. Jika bergerak dengan arah berlawanan, anda akan menambahkan selisih kedua kecepatan itu jika menghitung dengan cara Fisika Newtonian klasik.
Hipotesis Max Planck : “radiant energi (energi gelombang cahaya) tidaklah mengalir dalam arus yang kontinyu, tetapi terdiri dari potongan-potongan yang disebut quanta”. Pada tahun 1900 Max Planck seorang ahli Fisika memperkenalkan teori Kuantum ang menjelaskan dalam teorinya bahwa pada materi, energi terjadi pada satu satuan materi dan terukur sehingga dipastikan pula bahwa semua bentuk materi akan memancarkan atau menyerap energi dalam satuan yang disebut Kuanta (Quantum). Albert Einstein menyatakan teorinya bahwa tidak hanya energi saja yang terukur tetapi radiasi juga terukur.

Pada tahun 1905, Albert Einstein menjelaskan efek fotoelektrik dengan menyimpulkan bahwa energi cahaya datang dalam bentuk kuanta yang disebut foton. Pada tahun 1913, Niels Bohr menjelaskan garis spektrum dari atom hidrogen, lagi dengan menggunakan kuantisasi. Pada tahun 1924, Louis de Broglie memberikan teorinya tentang gelombang benda. Teori-teori di atas, meskipun sukses, tetapi sangat fenomenologikal, tidak ada penjelasan yang gamblang untuk kuantisasi. Mereka dikenal sebagai teori kuantum lama. Istilah “Fisika kuantum” pertama kali digunakan oleh Johnston dalam tulisannya Planck’s Universe in Light of Modern Physics (Alam Planck Dalam Cahaya Fisika Modern).

Nabi IBRAHIM memBUKTIkan ……CINTAnya kepada ALLAH … meNEGAKkan TAUHID —————————– 1. Mengenal Allah, berusaha mendekatkan diri pada Allah ————————- 2. mengHANCURkan semua KESYIRIKAN tanpa TAKUT, .. hanya Allah saja yg diTAKUTI ————————— 3. diberi UJIAN sangat BERAT, … tetap diLAKSANAkan ….. tanpa RAGU —————————— Maka tatkala anak itu (Nabi Ismail as) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. As-Shaffat : 102) ———————————

ibrahim cover 1

Nabi IBRAHIM memBUKTIkan ……CINTAnya kepada ALLAH … meNEGAKkan TAUHID
—————————–
1. Mengenal Allah, berusaha mendekatkan diri pada Allah
————————-
2. mengHANCURkan semua KESYIRIKAN tanpa TAKUT, .. hanya Allah saja yg diTAKUTI
—————————
3. diberi UJIAN sangat BERAT, … tetap diLAKSANAkan ….. tanpa RAGU
——————————
Maka tatkala anak itu (Nabi Ismail as) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. As-Shaffat : 102)
———————————

Terdapat beberapa hikmah yang dapat dipetik dari ayat di atas, diantara hikmah-hikmahnya adalah sebagai berikut :

  1. Bahwa Nabi Ibrahim as merupakan seorang nabi yang patut dijadikan teladan, khususnya dalam masalah pengorbanan. Demikian pentingnya kita mengambil pelajaran dan keteladanan dari Nabi Ibrahim as, hingga Allah SWT menyebutkan tentang kisah Nabi Ibrahim di dalam Al-Qur’an sebanyak 25 kali yang mencakup 156 ayat yang tersebar di dalam 20 surat di dalam Al-Qur’an. Berikut adalah diantara keistimewaan Nabi Ibrahim as :
    1. Beliau mendapatkan julukan sebagai ( أبو الأنبياء ) Abul Anbiya’ (Bapaknya para Nabi dan Rasul), karena dari garis keturunan beliau, lahirlah nabi Ismail dan nabi Ishak. Dari keturunan kedua nabi ini muncul banyak nabi dan Rasul. Dan dari keturunan nabi Ismail as, lahirlah para nabi dan rasul, dan yang paling terarkhir adalah nabi kita, nabi Muhammad SAW.
    2. Selain Abul Anbiya’, Nabi Ibrahim as juga mendapatkan julukan ( أبو الضيفان ) Abu Dhaifan (Bapaknya para tamu). Karena beliau memiliki sifat mulia, suka menjamu para tamu, khususnya ketika datang tamu yang kemudian beliau menyuguhkan daging anak sapi gemuk yang dibakar (dipanggang) yang tenyata mereka adalah para Malaikat yang mulia.
    3. Beliau juga disebut sebagai ( أبو التوحيد ) Abu Tauhid, atau Bapak agama Tauhid. Hal ini karena keistiqamahan dan kekokohan beliau dalam mentauhidkan Allah dan dalam memberantas kemusyrikan, walalupun berakibat buruk bagi keselematan beliau.
    4. Nabi Ibrahim as juga merupakan satu-satunya Nabi yang Allah SWT sifatkan dalam Al-Qur’an memiliki ( قلب سليم ) “qalbun salim”, yaitu hati yang bersih. Bahkan Allah SWT menyebutkan istilah qalbun salim dalam Al-Qur’an sebanyak dua kali, dan keduanya hanya ketika menyebutkan nabi Ibrahim as. Kedua ayat tersebut adalah pertama dalam QS. As-Syu’ara : 89, dan Kedua dalam QS. As-Shaffat : 84.
  2. Hal yang paling dominan pada Nabi Ibrahim as yang patut dijadikan keteladanan adalah sisi kecintaannya kepada Allah SWT dan sisi pengorbanannya yang demikian besar. Keteladanan Nabi Ibrahim as dalam hal pengorbanan demikian besarnya demi melaksanakan perintah Allah SWT dan mengharapkan ridha-Nya, bahkan hingga beliau “rela” melakukan apapun, kendatipun ketika harus mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya yaitu putra kandungnya sendiri yang tentunya teramat sangat disayanginya. Adalah Nabi Ismail as sebagaimana digambarkan dalam QS. As-Shaffat : 102, merupakan putra yang dikorbankan oleh Nabi Ibrahim as untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Walaupun hati terasa berat, walaupun rasa iba kepada sang anak demikian menggelora, namun kalau itu sudah menjadi ketetapan dan perintah Allah SWT, maka beliaupun siap melaksanakan apa yang Allah SWT perintahkan. Karena cinta kepada Allah haruslah berada di atas cinta kepada yang lain-lainnya. Allah SWT berfirman :

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ ﴿٢٤﴾

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kerabat keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS. At-Taubah : 24)

  1. Bahwa terdapat beberapa pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as, dalam rangka menggapai cinta dan keridhaan Allah SWT. Diantara pengorbanan beliau adalah sebagai berikut :
    1. Pengorbanan dalam menghilangkan kemusyrikan. Hal ini terlihat jelas sejak beliau baru tumbuh remaja. Bahkan beliau tetap dengan tegas berupaya menghilangkan kemusyrikan kendatipun yang melakukan perbuatan syirik tersebut adalah ayahnya sendiri dan juga kaumnya. Beliau mengingatkan mereka, memberi nasehat serta melakukan dialog dengan logika yang rasional. Al-Qur’an merekam kejadian tersebut :

وَلَقَدْ آتَيْنَا إِبْرَاهِيمَ رُشْدَهُ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِه عَالِمِينَ ﴿٥١﴾ إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ ﴿٥٢﴾

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan) nya.(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” (QS. Al-Anbiya’ : 51 – 52)

ibrahim berhala 1Ideologi keimanannya berbicara lantang menghancurkan sanubari para penyembah berhala. Bahkan dengan idiologi keimanannya ini pulalah, (bukan hanya menghancurkan sanubari mereka) namun beliau juga menghancurkan berhala-berhala buatan kaumnya dengan tangan beliau sendiri. Beliau “rela berkorban” untuk melakukan hal tersebut, meskipun beliau sadar bahwa hal tersebut akan memiliki resiko yang berat baginya;

وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ ﴿٥٧﴾ فَجَعَلَهُمْ جُذَاذاً إِلاَّ كَبِيراً لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ ﴿٥٨﴾

Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. (QS. Al-Anbiya’ 57 – 58)

Dan ternyata benar, kaumnya murka dan sangat marah kepada beliau, bahkan mereka bertekad untuk membakar Nabi Ibrahim hidup-hidup. Mereka berbuat demikian kaena mereka merasa tidak mampu berbicara dengan logika, ketika berhadapan dengan Nabi Ibrahim. Mereka kalap dan kehabisan akal, serta bertindak brutal dan melakukan tindakan fatal, yaitu ingin membakar nabi Ibrahim as hidup-hidup.:

قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ ﴿٦٨﴾ قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْداً وَسَلاَماً عَلَى إِبْرَاهِيمَ ﴿٦٩﴾
Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”. Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. (QS. Al-Anbiya’ : 68 – 69)

ibrahim bakar1

Namun Allah SWT pasti akan menolong hamba-hamba-Nya yang menolong agamanya. Beliau selamat tanpa luka sedikitpun, bahkan kemudian Allah muliakan dengan mu’jizat tersebut.

  1. Pengorbanan jiwa dan keluarga. Cobaaan dan pengorbanan Nabi Ibrahim as, ternyata tidak terhenti sampai di sini saja. Allah SWT masih ingin mendapatkan pembuktian pengorbanan Nabi Ibrahim as, sebagai bukti kecintaannya kepada Allah SWT. Sebagai manusia biasa, Nabi Ibrahin pun sangat berharap memiliki keturunan, yang kelak dapat meneruskan da’wahnya. Namun hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun berlalu, dan kehadiran sang penerus generasi belum juga muncul. Usia pun telah mulai senja, dan kekuatan Nabi Ibramin pun mulai melemah. Meskipun pada akhirnya penantian panjang ini berlalu dengan hadirnya seorang bayi sehat, cerdas dan kuat yang bernama Ismail as. Dan betapa bahagianya sang ayah ketika lahirnya Ismail as. Penantian panjangnya berbuah manis; beliau memiliki keturunan yang akan meneruskan da’wahnya kelak. Namun belum lagi kebahagiaan itu dirasakannya, tiba-tiba Allah memerintahkannya untuk meninggalkan anak dan istrinya di sebuah padang yang sangat tandus, dan tiada tanaman dan tumbuhan serta air disana.ismail 1Padang itu adalah Mekah Mukarramah. Berat sebenarnya hati beliau, namun karena kecintaan beliau kepada Allah yang demikian besarnya, Nabi Ibrahim harus “rela” berkurban kembali meninggalkan anak dan istrinya di sebuah padang tandus yang tiada air, tiada tumbuhan dan tiada kehidupan tersebut. Beliau sangat yakin, bahwa Allah tidak akan mungkin menyengsarakan anak istrinya di tempat tersebut. Allah SWT berfirman :

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ ﴿٣٧﴾

“Wahai Rab kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman, di dekat rumah Engkau (baitullah) yang dihormati. Yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim 37)

Siti Hajar mendidik Nabi Ismail hingga menjadi seorang remaja yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Bersamaan dengan itu, Mekah lambat laun banyak dikunjungi dan dijadikan tempat tinggal oleh banyak orang, sehingga jadilah Mekah sebagai kota kecil yang sering dilalui oleh para pedagang. Tempat yang asalnya gersang, Allah cukupi dengan makanan dan buah-buahan. Hingga suatu ketika, Allah mengizinkan Nabi Ibrahim as untuk kembali ke Mekah. Dan betapa bahagianya beliau ketika bertemu dengan anaknya yang sudah sekian lama ditinggalkannya. Bersama dengan putranya Ismail, Nabi Ibrahim membangun baitullah Ka’bah al-musyarrafah. Namun kebahagiaan yang baru sebentar dinikmatinya, lagi-lagi diuji oleh Allah SWT. Allah memerintahkannya untuk menyembelih sang anak, yang teramat sangat di sayangi dan dicintainya. Setiap orang pasti akan miris hatinya, ketika diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri. Dan disinilah, idiologi keimanan dalam diri Nabi Ibrahim kembali berbicara. Bahwa kecintaan kepada Allah harus didahulukan dari pada kecintaan pada apapun juga di dunia ini. Nabi Ibrahim pun mencoba mengkomunikasikan perintah Allah ini kepada Ismail as. Dan subhanallah, ketika mendengarkan hal tersebut, Nabi Ismail as yang memiliki keimanan dan ketaqwaan menerima dengan ikhlas perintah Allah tersebut. Dalam Al-Qur’an Allah menggambarkan:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ ﴿١٠٢﴾

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. As-Shaffat : 102)

semb ismail 1

Dengan hati yang ikhlas mengharapkan ridha dan cinta Allah SWT, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah tersebut. Namun ketika pisau telah siap mengenai leher Nabi Ismail, ketika itu pulalah Allah SWT mencegah beliau:

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ ﴿١٠٣﴾ وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ ﴿١٠٤﴾ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ﴿١٠٥﴾ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاَء الْمُبِينُ ﴿١٠٦﴾ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ ﴿١٠٧﴾ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي اْلآخِرِينَ ﴿١٠٨﴾

“Maka tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.” (As-Shaffat, 103-108)

  1. Inilah gambaran pengorbanan yang sempurna dari seorang hamba demi mengharapkan keridhaan Allah SWT, yaitu pengorbanan Nabi Ibrahim as. Dan atas pengorbanan yang demikian besarnya tersebut, kita umat Islam dianjurkan untuk mengikuti keteladanan beliau untuk senantiasa berkurban dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan demi mengharapkan cinta-Nya. Pengorbanan hakiki adalah dengan “menyembelih” sifat-sifat kenegatifan yang terdapat dalam diri kita, seperti sikap egois, mau menang sendiri, cinta dunia, ambisi terhadap harta, kedudukan, dsb. Untuk kemudian kita menjadi hamba-hamba Allah SWT yang senantiasa “sami’na wa atha’na” terhadap apapun yang diperintahkan oleh Allah SWT. Pengorbanan tersebut disimbolikkan dengan menyembelih hewan kurban pada hari raya Idul Adha bagi yang memiliki kemampuan untuk menyembelihnya. Namun yang perlu digarisbawahi adalah bahwa dalam berkurban haruslah didasari dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena hewan-hewan kurban tersebut tidak akan sampai kepada Allah SWT, namun yang akan sampai kepada-Nya adalah nilai dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman :

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلاَ دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ ﴿٣٧﴾

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Hajj : 37)

Wallahu A’lam bis Shawab
==================================
Nabi Ibrahim Tidak Pernah mengalami transisi keimanan (proses pencarian tuhan)

Banyak riwayat yang menjelaskan bahwa nabi Ibrahim As ketika masih anak-anak beliau mencari Tuhan, ada juga didalam tafsir yang menyebutkan bahwa beliau pertamanya masih ragu dengan Tuhannya dan melakukan pencarian Tuhan.

Didalam al-quran surat al-an’am ayat 76, firman Allah, yang mengisahkan nabi Ibrahim As yang berbunyi:” Ini adalah Tuhanku” dalam menafsiri ayat ini banyak sekali ulama tafsir yang mengambil kisah atau hadist dari ahli kitab (israiliyat) bahkan adalah hadist palsu (maudhu’), kisah ini, bisa menurunkan eksistensi beliau sebagai bapak tauhid, nabi dan rasul.

Dari hadist dan kisah-kisah tadi seakan menunjukkan bahwa beliau mengalami masa pencarian Tuhan, ini tentu bertentangan dengan aqidah kita, karena beliau adalah rasul yang ma’sum (dijaga) bagaimana mungkin akan mengalami masa transisi ketuhanan dalam keyakinannya.

Seorang nabi bukan di pilih ketika dia berumur anak-2 atau setelah remaja melainkan dari bayi sudah mulai dicetak. Kita mempercayai bahwa setiap bayi yang lahir dalam keadaan muslim, berdasarkan hadist nabi Muhammad Saw:” setiap anak yang lahir dalam keadaan suci (islam) maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan dia Yahudi, atau Nashrani” Dalam pendapat yang muktamad, bahwa semua orang yang lahir dalam keadaan beragama islam, ini disebabkan karena didalam hadist tadi tidak menyebutkan lafadz ” yusallimaanihi”.

Ada beberapa hadist didalam kitab tafsir yang oleh muhadditsin dan mufassirin di yakini hadist maudhu’ dan israiliyah; misalnya yang telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas didalam kitab tafsir At-Thabary.

Didalam tafsir ini walaupun termasuk tafsir yang ma’tsur (manqul dari al-quran, nabi, sahabat dan tabi,in) akan tetapi banyak sekali kisah Israiliyat (cerita-2 orang-2 Yahudi) dan hadist palsu yang tidak di ta’liq (di komentari atau di sanggah), jika tidak di komentari atau di sanggah, maka nantinya akan membuat pembaca meyakini begitu saja, jika pembaca tidak membaca kitab tafsir yang lainnya bisa saja bagi pembaca menimbulkan salah pengertian terhadap suatu tafsir ayat tertentu, jika pembaca tanpa mengoreksi atau meneliti kisah-2 atau hadist yang menafsir suatu ayat tertentu, yang akhirnya adalah menafikan sifat maksum para utusan Allah.

Mayoritas semua kisah yang palsu atau israiliyah di nisbatkan kepada Ibnu Abbas ini tidak terlepas karena terkadang beliau bertanya kepada orang Yahudi Nasrani yang telah masuk islam akan tetapi pertanyaan beliau bukan sesuatu yang berkaitan dengan aqidah.

Kisah nabi Ibrahim di atas di sanggah oleh Imam Arrozi dalam kitabnya Mafatihul Ghaib (tafsir kabir), dalam pandangan beliau cerita bahwa nabi Ibrahim mencari Tuhan ini tidak benar, beliau berpendapat bahwa nabi Ibrahim tidak sedang mencari Tuhan melainkan mengajak dialog atau debat kaumnya, bahwa apa saja yang mereka jadikan Tuhan selain Allah adalah keyakinan yang sesat.

Ini adalah sebagian cara nabi Ibrahim As untuk menghadapi kaumnya yang berbeda-berbeda keyakinan, dari yang menyembah berhala sampai yang menyembah matahari, ketika kaumnya sedang mengadakn ritual pemujaan, beliau mendatangi mereka yang sedang menyembah Tuhan mereka, mereka di ajak diskusi dialog dan adu argumen, sebenarnya Tuhan siapa yang paling benar. Maka tatkala matahari, bulan dan bintang terbenam beliau berkata” qola” hadza rabbi?” Dalam ayat ini Imam Arrozi mempunyai penafsiranm yang berbeda dengan ulama tafsir lainnya, beliau berpendapat bahwa nabi Ibrahim As berkata kepada kaumnya dengan methode kata tanya (istifahmul inkar) ” Ibrahim Berkata” Inikah Tuhanku dalam keyakinan kalian?” dengan maksud untuk mempertanyakan dan membatalkan pendapat mereka bahwa sesuatu yang terbenam tidak pantas di jadikan Tuhan.

Jadi perkataan Nabi Ibrahim didalam ayat al-quran itu bukan sebagai penetapan atau keyakinan (la ‘ala sabilil jazmi) bahwa dengan mengatakan “ ini tuhanku?” melainkan dengan lafadz istifaham inkar (pertanyaan menyangkal).

Begitu juga dengan Imam al-Qurtubi, beliau memaparkan bahwa perkataan nabi ibrahim ketika berkata” ini adalah Tuhanku” untuk mengalahkan pendapat kaumnya, ketika matahari terbenam, maka pendapat mereka tentang Tuhan yang mereka sembah batal, salah dan kalah dengan pendapat nabi Ibrahim As bahwa sesuatu yang terbenam tidak pantas untuk di jadikan Tuhan atau mempunyai arti, “masa’ seperti ini dijadikan tuhan?”.

Begitu juga Imam Al-Baidhowi didalam kitabnya, Syarhul muwafiq, beliau berpendapat bahwa kejadian ini, dimasa nabi Ibrahim masih anak-anak dan perkataan tadi memang keluar dari lisan beliau akan tetapi bukan sebuah bentuk penetapan keyakinan penyembahan terhadap apa yang disembah oleh kaumnya, dengan demikian nabi ibrahin tidak berdusta didalam perkataanya ” Hadza Rabbi” akan tetapi perkatannya tadi menunjukkan bahwa beliau sedang berdebat dengan kaumnya dan menentang pendapat kaumnya yang salah, yang telah mepertuhankan, matahari, bulan dan bintang.

Diperkuat juga pendapat ini oleh pendapat Imam Ibnu Arabi, didalam kitab karangannya, Ahkamul Quran, beliau berpendapat bahwa apa yang telah Allah berikan kepada nabi Ibrahim As dari ilmu, hujjah dan kuatnya aqidah beliau dan termasuk nabi dan rasul pertama yang diutus untuk membumikan tauhid Allah di muka bumi ini serta penjelasan yang telah Allah berikan kepadanya tentang ketauhidan Allah, dengan demikian Ibrahim As tidak mungkin tidak mengetahui Allah SWT atau bahkan ragu akan keesaan Allah Swt, kejadian tersebut adalah berita atau cerita yang terjadi antara Ibrahim As dengan kaumnya didalam perdebatan atau diskusi saja, bukan suatu bentuk keyakinan dan kometmen dari nabi Ibrahim As.

Ibnu Arabi mengatakan: “Barang siapa yang berprasangka atau yakin bahwa Ibrahim As ragu, mengalami transisi dalam menentukan Tuhannya atau yakin bahwa nabi Ibrahim pernah menyembah matahari, bulan, bintang maka itu adalah pemahaman yang keliru dan salah, disebabkan orang ini kurang dalam memahami dan bodoh terhadap sifat-2 Nabi dan Rasul” Bagaimana mungkin seorang rasul yang Allah telah berikan kepadanya akal, ilmu, anugerah dan kesempurnaan kepintarannya sebelum menjadi nabi, kok malah menyembah selain Allah denagn kata lain kok masih ragu dengan keEsaan Allah SWT, ini tentu tidak masuk akal,

Firman Allah Swt dalam al-quran:” Dan sesungguhnya telah kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum ( Musa dan Harun), dan adalah kami mengetahui (keadaan) nya“. Begitu juga lanjutan dari ayat yang di surah al-an’am ayat 78, Allah berfirman:” Ibrahim berkata, ” Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas dari apa yang kamu sekutukan”.

Dari ayat ini jelas sekali bahwa nabi Ibrahim tidak pernah mengalami transisi ketuhanan dengan artian mencari Tuhan, ayat ini juga mempertegas bahwa beliau tidak termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah Swt.

Allhu A’lam Bisshowab

Oleh; Miskari Ahmad. Mahasiswa Universitas al-Azhar Kairo Mesir,

Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir

Cemburu Menurut Islam ————————————– Ketahuilah, Allah Azza wajala pun Cemburu. ————————————- Kapan Allah cemburu? Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003) —————————————— Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satupun sosok yang lebih menyukai pujian kepada dirinya dibandingkan Allah. Oleh sebab itulah Allah pun memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih punya rasa cemburu dibandingkan Allah, dikarenakan itulah maka Allah pun mengharamkan perkara-perkara yang keji.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/27] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003) ——————- Kapan Allah gembira? Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, Allah sangat-sangat bergembira terhadap taubat salah seorang di antara kalian jauh melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian di saat ia berhasil menemukan kembali ontanya yang telah menghilang.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/13] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003) —————————————————— Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, Allah jauh-jauh lebih bergembira terhadap taubat hamba-Nya ketika dia bertaubat kepada-Nya daripada salah seorang dari kalian yang suatu saat mengendarai hewan tunggangannya di suatu padang yang luas namun tiba-tiba hewan itu lepas darinya. Padahal di atasnya terdapat makanan dan minumannya. Dia pun berputus asa untuk bisa mendapatkannya kembali. Lalu dia mendatangi sebuah pohon kemudian berbaring di bawah naungannya dengan perasaan putus asa dari memperoleh tunggangannya tadi. Ketika dia sedang larut dalam perasaan semacam itu, tiba-tiba hewan tadi telah ada berdiri di sisinya. Lalu dia pun meraih tali pengikat hewan tadi, dan karena saking bergembiranya dia pun berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabbmu.’ Dia salah berucap gara-gara saking gembiranya. “ (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/16] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003) ==================================== Sabar, Dunia hanya sebentar Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/214] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003) ———————————- Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Surga diliputi oleh perkara-perkara yang terasa tidak menyenangkan, sedangkan neraka diliputi oleh perkara-perkara yang terasa menyenangkan hawa nafsu.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/101] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003) ====================================== Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, tiada kehidupan yang sejati melainkan kehidupan akherat…” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/260] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H). ——————————————- Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berusaha menjaga kehormatannya maka Allah pun akan mengaruniakan iffah/terjaganya kehormatan kepadanya. Barangsiapa yang melatih diri untuk bersabar maka Allah akan jadikan dia penyabar. Barangsiapa yang melatih diri untuk senantiasa merasa cukup maka niscaya Allah akan beri kecukupan untuk dirinya. Tidaklah kalian diberikan suatu karunia yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/343] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H) ————————————————– Jangan tertipu oleh dunia! Amr bin Auf radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kemiskinan yang kukhawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi sesungguhnya yang kukhawatirkan menimpa kalian adalah ketika dunia dibentangkan untuk kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian sehingga kalian pun berlomba-lomba untuk meraupnya sebagaimana dahulu mereka berlomba-lomba mendapatkannya. Dan dunia mencelakakan kalian sebagaimana dulu dunia telah mencelakakan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/216] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003 dan Fath al-Bari [11/274] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H) ——————————————– ‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan, “Keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak awal tiba di Madinah tidak pernah sampai merasakan kenyang karena menyantap hidangan gandum halus selama tiga malam berturut-turut sampai beliau meninggal.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/327] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H) ——————————————— ‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan, “Keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memakan dua jenis makanan dalam sehari kecuali salah satunya pasti kurma kering.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/329] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H) ————————————————- Ikhlaslah! =================================== Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, ‘Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang di dalamnya dia mempersekutukan selain-Ku bersama dengan diri-Ku maka akan Kutinggalkan dia bersama kesyirikannya.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/232] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003) ————————————————— Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, kaya jiwanya (merasa cukup), dan tersembunyi (tidak suka menonjol-nonjolkan diri, pent).” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/220] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003) —————————————— Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan yang sejati itu kekayaan yang berupa melimpahnya perbendaharaan dunia. Akan tetapi kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan di dalam hati -merasa cukup dengan pemberian Allah, pent-.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/306] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H) ————————————— Kenikmatan tiada tara menanti di sana… JIKA ke SURGA {jika ke NERAKA = SEBALIKnya ….. KESAKITAN tiada TARA —————————————- Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Aku telah persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang soleh kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, belum pernah terdengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.’.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/102] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003) ————————————-

telur eggs

Cemburu Menurut Islam

————————————–
Ketahuilah, Allah Azza wajala pun Cemburu.
————————————-
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin itu merasa cemburu, sedangkan Allah LEBIH BESAR rasa CEMBURU -daripada dirinya-.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/29] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
——————————-
Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahu’anhuma meriwayatkan, suatu saat dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang LEBIH PENCEMBURU daripada Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
———————————–

Kapan Allah cemburu?
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
——————————————
allah cemburu

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satupun sosok yang lebih menyukai pujian kepada dirinya dibandingkan Allah. Oleh sebab itulah Allah pun memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih punya rasa cemburu dibandingkan Allah, dikarenakan itulah maka Allah pun mengharamkan perkara-perkara yang keji.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/27] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)

allah cemburu 3

——————-

Kecemburuan  Allah atas setiap dosa yang dilakukan oleh hamba-Nya.  Kecemburuan ketika makhluk Nya melanggar batasan yang telah ditetapkan.

أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلاَ إِنَّ حِمَى اللَّهِ فِي أَرْضِهِ مَحَارِمُهُ

Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

allah cemburu 4

Jangan lupakan doa ini dalam permohonan kita kepada-Nya,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِى وَتَرْحَمَنِى وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِى غَيْرَ مَفْتُونٍ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot wa tarkal munkaroot wa hubbal masaakiin, wa an taghfirolii wa tarhamanii, wa idza arodta fitnata qowmin fatawaffanii ghoiro maftuunin. As-aluka hubbak wa hubba maa yuhibbuk wa hubba ‘amalan yuqorribu ilaa hubbik


Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin, ampunilah (dosa-dosa)ku, rahmatilah saya, jika Engkau menginginkan untuk menguji suatu kaum maka wafatkanlah saya dalam keadaan tidak terfitnah. Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu)
”. (HR. Tirmidzi)

Kapan Allah gembira?
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, Allah sangat-sangat bergembira terhadap taubat salah seorang di antara kalian jauh melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian di saat ia berhasil menemukan kembali ontanya yang telah menghilang.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/13] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
——————————————————

Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, Allah jauh-jauh lebih bergembira terhadap taubat hamba-Nya ketika dia bertaubat kepada-Nya daripada salah seorang dari kalian yang suatu saat mengendarai hewan tunggangannya di suatu padang yang luas namun tiba-tiba hewan itu lepas darinya. Padahal di atasnya terdapat makanan dan minumannya. Dia pun berputus asa untuk bisa mendapatkannya kembali. Lalu dia mendatangi sebuah pohon kemudian berbaring di bawah naungannya dengan perasaan putus asa dari memperoleh tunggangannya tadi. Ketika dia sedang larut dalam perasaan semacam itu, tiba-tiba hewan tadi telah ada berdiri di sisinya. Lalu dia pun meraih tali pengikat hewan tadi, dan karena saking bergembiranya dia pun berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabbmu.’ Dia salah berucap gara-gara saking gembiranya. “ (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/16] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
====================================

Sabar, Dunia hanya sebentar
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/214] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
———————————-

Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Surga diliputi oleh perkara-perkara yang terasa tidak menyenangkan, sedangkan neraka diliputi oleh perkara-perkara yang terasa menyenangkan hawa nafsu.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/101] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
======================================

Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, tiada kehidupan yang sejati melainkan kehidupan akherat…” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/260] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H).
——————————————-

Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berusaha menjaga kehormatannya maka Allah pun akan mengaruniakan iffah/terjaganya kehormatan kepadanya. Barangsiapa yang melatih diri untuk bersabar maka Allah akan jadikan dia penyabar. Barangsiapa yang melatih diri untuk senantiasa merasa cukup maka niscaya Allah akan beri kecukupan untuk dirinya. Tidaklah kalian diberikan suatu karunia yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/343] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H)
————————————————–

Jangan tertipu oleh dunia!
Amr bin Auf radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kemiskinan yang kukhawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi sesungguhnya yang kukhawatirkan menimpa kalian adalah ketika dunia dibentangkan untuk kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian sehingga kalian pun berlomba-lomba untuk meraupnya sebagaimana dahulu mereka berlomba-lomba mendapatkannya. Dan dunia mencelakakan kalian sebagaimana dulu dunia telah mencelakakan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/216] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003 dan Fath al-Bari [11/274] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H)
——————————————–

‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan, “Keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak awal tiba di Madinah tidak pernah sampai merasakan kenyang karena menyantap hidangan gandum halus selama tiga malam berturut-turut sampai beliau meninggal.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/327] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H)
———————————————

‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan, “Keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memakan dua jenis makanan dalam sehari kecuali salah satunya pasti kurma kering.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/329] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H)
————————————————-

Ikhlaslah!
===================================

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, ‘Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang di dalamnya dia mempersekutukan selain-Ku bersama dengan diri-Ku maka akan Kutinggalkan dia bersama kesyirikannya.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/232] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
—————————————————

Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, kaya jiwanya (merasa cukup), dan tersembunyi (tidak suka menonjol-nonjolkan diri, pent).” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/220] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
——————————————

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan yang sejati itu kekayaan yang berupa melimpahnya perbendaharaan dunia. Akan tetapi kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan di dalam hati -merasa cukup dengan pemberian Allah, pent-.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/306] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H)
—————————————

Kenikmatan tiada tara menanti di sana… JIKA ke SURGA {jika ke NERAKA = SEBALIKnya ….. KESAKITAN tiada TARA
—————————————-

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Aku telah persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang soleh kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, belum pernah terdengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.’.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/102] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
————————————-

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang masuk surga maka dia akan selalu senang dan tidak akan merasa susah. Pakaiannya tidak akan usang dan kepemudaannya tidak akan habis.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/110] cet. Dar Ibnu al-Haitsam tahun 2003)

Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila para penduduk surga telah memasuki surga dan para penduduk neraka pun telah memasuki neraka maka didatangkanlah kematian hingga diletakkan di antara surga dan neraka, kemudian kematian itu disembelih. Lalu ada yang menyeru, ‘Wahai penduduk surga, kematian sudah tiada. Wahai penduduk neraka, kematian sudah tiada’. Maka penduduk surga pun semakin bertambah gembira sedangkan penduduk neraka semakin bertambah sedih karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/120-121] cet. Dar Ibnu al-Haitsam tahun 2003)

=————————————
Wajib hukumnya bagi suami memiliki rasa cemburu kepada istrinya.
————————————————
Nabi bersabda:
“Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya,wanita yang menyerupai pria dan dayuts.” (HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad).
—————————-
Dayuts adalah suami/kepala keluarga yang tidak cemburu terhadap istrinya.
Suami dituntut untuk memiliki cemburu kepada istrinya agar terjaga rasa malu dan kemuliaannya. Cemburu ini merupakan fitrah manusia dan termasuk akhlaq mulia. Cemburu ini dapat menjaga dan melindungi harga diri dan keluarga dari tindakan melanggar syariat. Kerusakan akhlaq dan moral atas nama modernitas telah mengikis rasa cemburu ini. Suami tidak lagi sensitif dengan penampilan istri yang mencolok, busana yang tidak menutup aurat, istrinya digoda orang lain, istrinya berkhalwat dengan pria lain Akibatnya pintu perselingkuhan terbuka lebar hingga berujung pada kehancuran rumah tangga.
————————–
Sa’ad bin Ubadah ra berkata: “Seandainya aku melihat seorang pria bersama istriku, niscaya aku akan menebas pria itu dengan pedang.” Nabi saw bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa`ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa`ad dan Allah lebih cemburu daripadaku” (HR Bukhari Muslim).
“Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburuNya Allah jika seorang Mu’min melakukan apa yang Allah haramkan atasnya” (HR. Imam Ahmad, al-Bukhari dan Muslim).
——————————————-

Dari Anas bin Malik ra, ia menceritakan bahwa Nabi SAW pernah berada di sisi salah seorang istrinya, ke mudian seseorang dari mereka me ngirim kan satu mangkuk makanan. Lalu, istri Nabi yang berada di rumahnya memukul tangan Rasulullah sehingga mangkuk itu jatuh dan pecah. Maka, Nabi pun mengambil dan mengumpulkan makanan di dalamnya. Beliau berkata kepada salah satu anaknya, “Ibumu cemburu, makanlah.” (HR Bukhari, Ahmad, Nasai, dan Ibn Majah).
——————————
Cemburu? Adakalanya bagi salah satu pasangan suami istri atau bahkan keduanya sekaligus, sangat mengganggu dan mengundang rasa tidak nyaman. Terlebih bila kecemburuan itu tidak dibarengi dengan akal sehat dan nurani yang jernih, alias cemburu buta. Banyak alasan yang dikemukakan di balik rasa itu. Mencemburui pasangan disebutsebut sebagai salah satu ungkapan kecintaan. Tetapi, bagaimanakah hukum Islam memandang cemburu? Riwayat di atas mengisahkan bahwa rasa cemburu juga menyerang istri Rasulullah. Beliau tidak melarang dan menegur istrinya tersebut.

Menurut para ulama, cemburu yang muncul, baik dari suami maupun istri, tidak dipersoalkan. Bahkan, tindakan cemburu dikategorikan sebagai akhlak terpuji. Kecemburuan merupakan bentuk mu’asyarah bil ma’ruf, upaya menciptakan hubungan yang harmonis antara kedua pasangan. Menurut al Raghib, cemburu ( ghirah: Arab—Red) adalah luap an kemarahan yang disebabkan oleh keinginan menjaga kehormatan yang ditujukan kepada perempuan. Oleh karena itu, dikatakan, ghirah bukanlah penjagaan seorang laki-laki terhadap istrinya, melainkan penjagaannya terhadap segala sesuatu yang spesial baginya. Cemburu juga berlaku sebaliknya, istri kepada suami.

Selain kisah di atas, riwayat lain menyebutkan bahwa rasa cemburu dari pihak istri termasuk hak yang diperbolehkan. Dalam hadis yang dinukil oleh Muslim disebutkan, Rasulullah pernah bertanya kepada Aisyah apakah ia pernah mencemburui Rasulullah? Aisyah pun menjawab, bagaimana rasa cemburu itu tidak muncul, sementara Rasulullah adalah publik figur yang sangat diagung-agungkan.
Dalam islam ternyata kecemburuan itu diatur sedemikian rupa sehingga menjadi ladang amal bagi orang menderita rasa cemburu didalam dadanya.
————————————————————–

MENGENDALIKAN RASA CEMBURU DALAM RUMAH TANGGA
————————————————————
Perasaan cemburu adalah ketidaksukaan bergabungnya orang lain pada haknya.Sesungguhnya perasaan cemburu adalah tabiat yang alami. Merupakan fitrah yang tercipta pada diri setiap manusia, sesuai dengan tabiat manusiawi yang dipupuk dengan nilai-nilai keimanan. Ia berfungsi sebagai penjaga kemuliaan dan kehormatan manusia. Akan tetapi, perasaan cemburu tersebut haruslah sesuai dengan aturan agama yang mengutamakan kesabaran, ilmu, keadilan, kebijaksanaan, kejujuran, ketenangan dan kelembutan dalam semua perkara.

Menurut ‘Abdullah bin Syaddad, ada dua jenis ghirah. Pertama, ghirah yang dengannya seseorang dapat memperbaiki keadaan keluarga. Kedua, ghirah yang dapat menyebabkannya masuk neraka. Ditinjau dari nilainya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, cemburu ada dua macam. Dalam sebuah hadits disebutkan : bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ada jenis cemburu yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, adapula yang dibenci-Nya. Yang disukai, yaitu cemburu tatkala ada keraguan, sedangkan yang dibenci, yaitu adalah yang tidak dilandasi keraguan.’

Disebutkan di dalam hadits,
‘Saad bin Ubadah radhiallahu ‘anhu berkata, Sekiranya aku melihat seorang laki-laki bersama dengan isteriku, niscaya akan kutebas ia dengan pedang,’ ucapan itu akhirnya sampai kepada Rasulullah. Lalu beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Apakah kalian merasa heran terhadap kecemburuan Saad’ Demi Allah, aku lebih cemburu daripadanya, dan Allah lebih cemburu daripadaku.’

Ditinjau dari sisi yang lain, cemburu ada dua macam. Pertama, ghirah lil mahbub (cemburu membela orang yang dicintai). Kedua, ghirah ‘alal mahbub (cemburu membela agar jangan sampai ada orang lain yang juga mencintai orang yang dicintainya.

Ghirah lil mahbub adalah pembelaan seseorang terhadap orang yang dicintai, disertai dengan emosi demi membelanya, ketika hak dan kehormatan orang yang dicintai diabaikan atau dihinakan. Dengan adanya penghinaan tersebut, ia marah demi yang dicintainya, kemudian membelanya dan berusaha melawan orang yang menghina tadi. Inilah cemburu sang pencinta yang sebenarnya. Dan ini pula ghirah para Rasul ‘alaihi salam dan pengikutnya terhadap orang-orang yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta melanggar syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jenis ghirah inilah yang semestinya dimiliki seorang muslim, untuk membela Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallam dan agama-Nya. Adapun ghirah ‘alal mahbub adalah kecemburuan terhadap orang lain yang ikut mencintai orang yang dicintainya. Jenis ghirah inilah yang hendak kita kupas pada pembahasan ini.
——————————————
BEBERAPA CONTOH KECEMBURUAN
————————————-
SEBAGIAN ISTERI NABI SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Disebutkan dalam sebuah riwayat, Anas radhiallahu ‘anhu berkata:
‘Suatu ketika Nabi di rumah salah seorang isteri beliau. Tiba-tiba isteri yang lain mengirim mangkuk berisi makanan. Melihat itu, isteri yang rumahnya kedatangan Rasul memukul tangan pelayan pembawa makanan tersebut, maka jatuhlah mangkuk tersebut dan pecah. Kemudian Rasul mengumpulkan kepingan-kepingan pecahan tersebut serta makanannya, sambil berkata: ‘Ibu kalian sedang cemburu,’ lalu Nabi menahan pelayan tersebut, kemudian beliau memberikan padanya mangkuk milik isteri yang sedang bersama beliau untuk diberikan kepada pemilik mangkuk yang pecah. Mangkuk yang pecah beliau simpan di rumah isteri yang sedang bersama beliau.’

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa isteri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam yang memecahkan mangkuk adalah ‘Aisyah Ummul Mukminin, sedangkan yang mengirim makanan adalah Zainab binti Jahsy.’
Dalam hadits yang lain diriwayatkan:
‘Dari Aisyah: ‘Aku tidak cemburu kepada seorang wanita terhadap Rasulullah sebesar cemburuku kepada Khadijah, sebab beliau selalu menyebut namanya dan memujinya.’
Dalam sebuah riwayat disebutkan, ‘Aisyah berkata: ‘Tatkala pada suatu malam yang Nabi berada di sampingku, beliau mengira aku sudah tidur, maka beliau keluar. Lalu aku (pun) pergi mengikutinya. (Aku menduga beliau pergi ke salah satu isterinya dan aku mengikutinya sehingga beliau sampai di baqi’). Beliau belok, aku pun belok. Beliau berjalan cepat, akhirnya aku mendahuluinya. Lalu beliau bersabda: ‘Kenapa kamu, hai Aisyah, dadamu berdetak kencang’’ Lalu aku mengabarkan kepada beliau kejadian yang sesungguhnya, beliau bersabda: ‘Apakah kamu mengira bahwa Allah dan Rasul-Nya akan menzhalimimu’’.
————————————————–
NASIHAT BAGI WANITA DALAM MENGENDALIKAN PERASAAN CEMBURU

Sebagaimana fenomena yang kita lihat dalam kehidupan tangga pada umumnya, tampaklah bahwa sifat cemburu itu sudah menjadi tabiat setiap wanita, siapapun orangnya dan bagaimanapun kedudukannya. Akan tetapi, hendaklah perasaan cemburu ini dapat dikendalikan sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan masalah yang bisa menghancurkan kehidupan rumah tangga.

Berikut beberapa nasihat yang perlu diperhatikan oleh para isteri untuk menjaga keharmonisan kehidupan rumah tangga, sehingga tidak ternodai oleh pengaruh perasaan cemburu yang berlebihan.
* Seorang isteri hendaklah bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersikap pertengahan dalam hal cemburu terhadap suami. Sikap pertengahan dalam setiap perkara merupakan bagian dari kesempurnaan agama dan akal seseorang. Dikatakan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha: ‘Hai ‘Aisyah, bersikaplah lemah-lembut, sebab jika Allah menginginkan kebaikan pada sebuah keluarga, maka Dia menurunkan sifat kasih-Nya di tengah-tengah keluarga tersebut.’ Dan sepatutnya seorang isteri meringankan rasa cemburu kepada suami, sebab bila rasa cemburu tersebut melampaui batas, bisa berubah menjadi tuduhan tanpa dasar, serta dapat menyulut api di hatinya yang mungkin tidak akan pernah padam, bahkan akan menimbulkan perselisihan di antara suami dan melukai hati sang suami. Sedangkan isteri akan terus hanyut mengikuti hawa nafsunya.

* Wanita pencemburu, lebih melihat permasalahan dengan perasaan hatinya daripada indera matanya. Ia lebih berbicara dengan nafsu emosinya dari pada pertimbangan akal sehatnya. Sehingga sesuatu masalah menjadi berbalik dari yang sebenarnya. Hendaklah hal ini disadari oleh kaum wanita, agar mereka tidak berlebihan mengikuti perasaan, namun juga mempergunakan akal sehat dalam melihat suatu permasalahan.

* Dari kisah-kisah kecemburuan sebagian isteri Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, bisa diambil pelajaran berharga, bahwa sepatutnya seorang wanita yang sedang dilanda cemburu agar menahan dirinya, sehingga perasaan cemburu tersebut tidak mendorongnya melakukan pelanggaran syari’at, berbuat zhalim, ataupun mengambil sesuatu yang bukan haknya. Maka janganlah mengikuti perasaan secara membabi buta.

* Seorang isteri yang bijaksana, ia tidak akan menyulut api cemburu suaminya. Misalnya, dengan memuji laki-laki lain di hadapannya atau menampakkan kekaguman terhadap laki-laki lain di hadapannya atau menampakkan kekagumman terhadap laki-laki lain, baik pakaiannya, gaya bicaranya, kekuatan fisiknya dan kecerdasannya. Bahkan sangat menyakitkan hati suami, jika seorang isteri membicarakan tentang suami pertamanya atau sebelumnya. Rata-rata laki-laki tidak menyukai itu semua. Karena tanpa disadarinya, pujian tersebut bermuatan merendahkan ‘kejantanan’nya, serta mengurangi nilai kelaki-lakiannya, meski tujuan penyebutan itu semua adalah baik. Bahkan, walaupun suami bersumpah tidak terpengaruh oleh ungkapannya tersebut, tetapi seorang isteri jangan melakukannya. Sebab, seorang suami berat melupakan itu semua.

* Ketahuilah wahai para isteri! Bahwa yang menjadi keinginan laki-laki di lubuk hatinya adalah jangan sampai ada orang lain dalam hati dan jiwamu. Tanamlah dalam dirimu bahwa tidak ada lelaki yang terbaik, termulia, dan lainnya selain dia.

* Wahai para isteri! Jadikanlah perasaan cemburu kepada suami sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepadanya. Jangan menjadikan ia menoleh kepada wanita lain yang lebih cantik darimu. Berhias dirilah, jaga penampilan di hadapannya agar engkau selalu dicintai dan disayanginya. Cintailah sepenuh hatimu, sehingga suami tidak membutuhkan cinta selain darimu. Bahagiakan ia dengan seluruh jiwa, perasaan dan daya tarikmu, sehingga suami tidak mau berpisah atau menjauh darimu. Berikan padanya kesempatan istirahat yang cukup. Perdengarkan di telinganya sebaik-baik perkataan yang engkau miliki dan yang paling ia senangi.

* Wahai, para isteri! Janganlah engkau mencela kecuali pada dirimu sendiri, bila saat suamimu datang wajahnya dalam keadaan bermuram durja. Jangan menuduh ‘salah-kecuali pada dirimu sendiri, bila suamimu lebih memilih melihat orang lain dan memalingkan wajah darimu. Dan jangan pula mengeluh bila engkau mendapatkan suamimu lebih suka di luar daripada duduk di dekatmu. Tanyakan kepada dirimu, mana perhatianmu kepadanya’ Mana kesibukanmu untuknya’ Dan mana pilihan kata-kata manis yang engkau persembahkan kepadanya, serta senyum memikat dan penampilan menawan yang semestinya engkau berikan kepadanya’ Sungguh engkau telah berubah di hadapannya, sehingga berubah pula sikapnya kepadamu, lebih dari itu, engkau melemparkan tuduhan terhadapnya karena cemburu butamu.

* Dan ingatlah wahai para isteri! Suamimu tidak mencari perempuan selain dirimu. Dia mencintaimu, bekerja untukmu, hidup senantiasa bersamamu, bukan dengan yang lainnya. Bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ikutilah petunjuk-Nya dan percayalah sepenuhnya kepada suamimu setelah percaya kepada Allah yang senantiasa menjaga hamba-hamba-Nya yang selalu menjaga perintah-perintah-Nya, lalu tunaikanlah yang menjadi kewajibanmu. Jauhilah perasaan was-was, karena setan selalu berusaha untuk merusak dan mengotori hatimu.
————————————
TIDAK BOLEHKAH CEMBURU?
——————————————-
Barangkali, di antara para isteri ada yang membantah dan berkata, adalah kebodohan apabila seorang isteri tidak memiliki rasa cemburu pada suaminya, padahal cemburu ini merupakan ungkapan cintanya kepada suaminya, sekaligus sebagai bumbu penyedap yang bisa menimbulkan keharmonisan, kemesraan dan kepuasan batin dalam kehidupan rumah tangga.

Ya benar! Akan tetapi, apakah pantas seorang isteri yang berakal sehat, jika ia tenggelam dalam rasa cemburunya, sehingga menenggelamkan bahtera kehidupan rumah tangganya, mencabik-cabik jalinan cinta dan kasih sayang dalam keluarganya, bahkan ia sampai terjangkiti penyakit psikis yang kronis, perang batin yang tidak berkesudahan, dan akhirnya merusak akal sehatnya’

Memang sangat tipis, perbedaan antara yang benar dengan yang salah, antara yang sakit dengan yang sehat, antara cemburu yang penuh dengan kemesraan dengan cemburu yang membakar dan menyakitkan hati dikarenakan penyakit kejiwaan yang berat. Namun, tetap ada perbedaan antara cemburu dalam rangka membela kehormatan diri dan kelembutan karena didasari rasa cinta kepada suami, dengan cemburu yang merusak dan membinasakan. Kalau begitu, cemburulah wahai para isteri, dengan kecemburuan yang membahagiakan suamimu, dan menampakkan ketulusan cintamu kepadanya! Tetapi hindarilah kecemburuan yang merusak dan menghancurkan keluargamu. Cemburulah demi memelihara harga diri dan kehormatan suami. Dan lebih utama lagi, cemburu untuk membela agama Allah.

Isteri yang selalu memantau kegiatan suaminya, mencari-cari berita tentangnya, serta selalu menaruh curiga pada setiap aktivitas suaminya, bahkan cemburu kepada teman dan sahabatnya, maka inilah isteri yang bodoh. Dengan sifatnya tersebut, maka kehidupan rumah tangganya, rasa cinta, kepercayaan di antara keduanya akan terputus dan hancur. Dan bagi wanita yang rasa cemburunya tersulut karena suatu sebab, kemudian ia merasa hal itu tidak pada tempatnya, hendaklah ia menyadari kesalahannya, lalu melakukan perbaikan atas sikapnya tersebut. Dan yang paling penting adalah, tidak mengulangi lagi kesalahan serupa di kemudian hari.
================================
ref .. KATA-KATA cemburu ……. berbagai SUMBER
—————————-

Cemburu adalah diksi indah yang melukiskan hebatnya sebuah ilustrasi rasa, kata indah yang berkali kali Rasulullah Shalallahu’ Alaihi Wassalam utarakan untuk mendeskripsikan sebuah suasana bahwasannya Dzat Maha Pencipta Allah Aza Wajala yang menggenggam Cinta adalah Cemburu pada sebuah situasi atas hambanya.
Dalam logika dan takaran yang wajar, kata cemburu timbul karena adanya Cinta.
Cinta adalah kata yang seakan tidak ada habisnya untuk diceritrakan. Sepertinya semua orang telah begitu memahami kata Cinta, sebagian memujinya sebagai karunia dan rahmat Allah yang begitu besar, ada juga sebagian orang orang munafik yang mengutuknya karena pemahaman terhadap cinta yang sempit.
Apakah itu Cinta?
Sedalam apa cinta kita, bisa kita ukur dengan seberapa hebat debaran rasa yang bergelora saat nama sesuatu yang kita cintai terdengar oleh telinga kita.
Cinta tidak peduli tempat, ruang dan waktu atau apapun.
Bayangkanlah ketika dirimu terjebak dikeramaian kota, atau terasing di sebuah Negeri yang jauh.
Lalu tanpa terduga nama kekasihmu, itu disebut sebut oleh seseorang…
Adakah sebuah getaran dihatimu?
Iyah getaran itu adalah Cinta kepada kekasihmu yang kamu tidak bisa membohonginya.
Bayangkan lagi,
Ketika dirimu berada di luar negeri dan menonton siaran televisi, tiba tiba kampung halamanmu tampil disana. Atau bahkan rumahmu dan keluargamu ada disana?
Adakah getaran itu?
Iyah, ada kerinduan yang mendalam.
Seperti cemburu, rindu pun ada karena Cinta.
Kenapa kamu begitu merindukan kampung halaman?
Kenapa sosok Ibu atau Ayah itu selalu dalam ingatan dimanapun kamu berpijak?
Sederhana saja, karena Cinta.
Cinta yang kadang kamu tidak sadari keberadaannya.
Cinta kepada Ibu adalah timbul dengan sendirinya. Cinta itu timbul sebagai fitrah dalam dirimu, Cinta yang timbul bukan karena sebuah rasa suka. Cinta itu tumbuh dengan sendirinya..
Ingatkah ketika kamu kecil dan menangis ditengah malam karena demam?
Saat itu ayah terbangun, dan memelukmu. Beliau tergesa memabawamu ke dokter, hingga terlupa tadi sedang terlelap dan begitu mengantuk. Lalu Ibu mencarikan kunci mobil untuk ayah?
Ingatkah saat hujan lebat menghujam desa tempat kamu dilahirkan?
Kemana saat itu kamu berlari?
Iyah. Saat itu kamu berlari menuju rumahmu..
Rumahmu yang melindungimu dari hujan dan terik matahari.
Setiap hari dan malam dimasa kecilmu hingga kamu dewasa dan meninggalkannya.
Hingga rumah dan suasana kampung halaman itu ada dalam ingatanmu, dan kamu merindukannya, dan kamu ingin kembali ketika telah menjauh darinya.
Kamu mencintai rumah itu,
Ada kerinduan untuk kembali meski rumah itu tidak indah?
Itulah Cinta, yang disebut Natural Tendency atau Fitrah dimana kita secara tidak sadar telah mencintainya.
Baiklah,.
Katakanlah seperti itulah Cinta.
Tidak usah dibahas cinta kepada kekasihmu,
Itu adalah rahasia mu sendiri dan Allah yang Maha Indah dengan jutaan kisah kisah cinta yang dianugerahkannya kepa manusia yang taat ataupun pembangkang sekalipun.
Sekarang saatnya kita berfikir…
Jika Kita mencintai, rumah kita, ibu kita, ayah kita dan semua fasilitas yang menemani kita dan menjaga kita. Apakah dalam hati kita tidak timbul dengan sendirinya Cinta kepada Pencipta semua Fasilitas itu. ?
Sebuah kemustahilan jika jawabannya tidak!
Dalam tiap tiap diri dan hati manusia ada sebuah Cinta Sejati yang diwarisi Allah Azza wajala dalam ruh kita. Cinta itu adalah sebuah kerinduan untuk kembali.
Adalah Adam Alaihissalam, Manusia pertama yang diciptakan di Syurga lalu atas Takdir Allah diturunkan Ke Bumi tempat kita berpijak ini. Karena itulah dalam diri kita ada kerinduan…
Kerinduan untuk kembali ke syurga.
Itu adalah fitrah!
Adalah fitrah jika manusia mencintai Allah..
Karena Allah Azza wa Jala lah yang telah menjaga kita selama ini.
Subhanallah..
Lalu apa yang menghalangi hati kita untuk mencintai Allah?
Jawabannya adalah kelalaian kita, style hidup, lingkungan kita yang bergelimang dosa dosa dan kemaksiatan. Hawa nafsu yang diperturutkan. .
Sehingga ketika Nama Allah disebut sebut dalam Adzan yang menggema diseluruh kota, kita sibuk dalam persiapan untuk Dunia kita..
Adalah kita yang lalai…
Hingga kita sibuk memikirkan kekasih kekasih dunia kita.
Istri kita..
Anak kita..
Harta kita…
Kita sibuk dalam persiapan untuk sebuah kurun waktu yang kurang dari seabad ini..
Sementara kita lupa mempersiapkan diri kita untuk waktu akhirat yang lamanya bukan 10 atau 20 abad, tapi selamanya… Selamanya…
Betapa dzolimnya diri ini..
Yang setiap hari menikmati karunia Nya, lantas terlupa..
Adakah terlintas Jika Allah Subhana Huwataala itu Cemburu kepada Kita?
Bukankah Allah lah Tuhan yang memiliki Cinta dari segala Cinta.
Yang menciptakan Cinta dan Menggenggamnya?
Yang mencintai hambanya yang beriman dan menaburkan Cinta itu kepada penghuni bumi sehingga kita bisa merasakan Indahnya dalam berbagai kisah cinta yang kita lalui?
Adalah benar bahwa Allah mencintai kita.
Bukankah kita semua dibangunkan pagi ini karena Cinta Nya?
Ini adalah bukan syair atau puisi.
Ini sebuah perenungan yang harus kita renungkan saudaraku.
Bahwasannya Setelah Cinta itu ada Cemburu.
Dan ketahulah bahwasannya dalam sebuah situasi Allah adalah Cemburu kepada kita…
Pernahkah sampai kepadamu sebuah kisah kecemburuan Aisyah radiyallahu anhu kepada Rasulullah Shalallahu’ Alaihi wassalam?
Hingga Aisyah Ra berkata kepada Rasulullah saw:
‘Demi Allah, aku melihat Tuhanmu selalu bersegera menuruti keinginanmu…’
Atau, Hingga Aisyah begitu cemburu saat Rasulullah saw dalam perjalanan dengan Hafsah Ra dengan dirinya. Aisyah menjulurkan kakinya kererumputan berharap ada kalajengking atau ular yang menggigit kakinya dan dia akan tetap diam menahan cemburunya?
Itu cemburu seorang hamba Allah.
Dan, Seperti yang diriwayatkan Al-Baihaqi dan Ibnu Babawih, Rasulullah saw mengatakan bahwa cemburu (yang wajar) itu sebagian dari keimanan..
Betapa hebatnya kata ‘Cemburu ini’,
Sahabat sahabatku yang diridhai Allah..
Goresan sederhana ini terlalu angkuh jika kukatakan untuk berdakwah atau mendakwahi kalian.
Aku pun adalah hamba Nya yang biasa, yang sering lupa dan lalai..
Namun izinkanlah, di hari yang kesekian ini. Jari jari yang lemah ini menggugahmu kembali..
Membawa sebuah berita untuk jiwa kita..
Bahwasannya Allah akan Cemburu kepada hambanya pada sebuah situasi..
Dan kita harus mengetahuinya, agar kita bisa menghindarinya..
Sebelum cemburu yang datang dari Cinta itu berubah menjadi Murka..
Maha Pencemburu adalah bukan bagian dari Nama Nama Allah yang tertera dalam Asmaul Husna.
Tapi Kata Cemburu ini telah di Isyaratkan dengan tegas oleh Rasulullah Shalallahu’ Alaihi Wassalam dalam beberapa Hadits Shahih yang tercatat,..
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika orang mukmin melakukan apa yang diharamkan”. (Shahih Muslim No.4959)
Dalam Shahih Al Bukhari yang diringkas Muhammad Nasiruddin Al Albani, beliau juga menyertakan Hadits senada dalam bab Kusuf (Gerhana) bahwa Rasulullah saw bersabda; “…Wahai umat Muhammad! Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah, melebihi kecemburuan seorang laki-laki atau wanita yang berzina. Wahai umat Muhammad! Demi Allah, seandainya kamu mengetahui apa yang saya ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis.” 
Bergetarkah hatimu saudaraku?
Bukankah hati kita bergetar hebat saat kekasih kita atau istri kita berzina dengan manusia lain?
Dalam shahih muslim ditegaskan lagi, bahwa Allah azza wa jalla sangat cemburu jika seorang manusia berzina.
Diriwayatkan juga dari Aisyah Ra ketika menceritakan peristiwa Gerhana di madinah semasa Rasulullah saw:
“…Hai umat Muhammad, tidak seorang pun lebih cemburu daripada Allah, bila hambanya, lelaki maupun perempuan, berbuat zina. Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui, tentu kalian banyak menangis dan sedikit tertawa. Ingatlah! Bukankah aku telah menyampaikan”. (Kutifan Shahih Muslim No.1499)
Sumber Hadits: Terjemah Riyadhusshalihin Bab 5, Muraqabah (Menjaga Diri), Juga di disertakan secara terpisah di Bab 368.
Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pujian daripada Allah maka oleh karena itulah Dia memuji Zat-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah maka karena itu Allah mengharamkan perbuatan keji”. (Shahih Muslim No.4955)
Apa yang terjadi saat kekasihmu Cemburu?
Apa yang seharusnya seorang beriman lakukan jika kekasih Sejatinya Cemburu?
Adalah kejujuran masing masing untuk menjawabnya.
Subhanallah..
Maha terpuji Engkau wahai Allah..
Yang telah menyembunyikan Aib Aib ku. Janganlah engkau buka kan Aibku di akhirat kelak, dimana semua dosa dosa diperlihatkan. Ampunilah Hamba mu ini yang sering lalai dan membuatmu cemburu padahal tidak kusadari.