Loading
Protes | EP Artikel-Edy Gojira

HIKMAH TAKDIR Allah .. Kehendak Allah ….. ——————————————– BURUK menurut kita {ini salah}….BAIK menurut Allah {pasti BENAR} ————————— BAIK menurut kita {ini salah) .. BURUK menurut Allah {pasti BENAR} ———————– Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ,” diwajibkan atas kamu berPERANG, padahal berperang itu adalah suatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui ,” (Qs. Al-Baqarah : 216). —————————– << yg paling BAIK >> sbg orang BERIMAN …. melihat dengan CAHAYA Allah …………………………………………… > Salah menurut kita … Salah menurut Allah {BENAR} > Benar menurut kita … Benar menurut Allah {BENAR} —————————————– “Hati- hatilah dengan firasat (intuisi) orang yang beriman, karena dia melihat dengan cahaya Allah. “(HR Tirmidzi) ———————— “ Sesungguhnya pada peristiwa itu terdapat tanda- tanda bagi orang – orang yang “ Al Mutawassimin “ (QS Al Hijr: 75).———— Al Mutawasimin menurut pengertian ulama adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan firasat/intuisi, yaitu mereka yang mampu mengetahui suatu hal dengan mempelajari tanda-tandanya. ————– Sebagaimana firman Allah: “Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu benar- benar mengetahui mereka dengan tanda- tandanya.“ (QS Muhammad: 30). ……………………………. Al Mutawasimin menurut pengertian ulama adalah orang-orang yang mempunyai firasat, yaitu mereka yang mampu mengetahui suatu hal dengan mempelajari tanda-tandanya. —————— Sebagaimana firman Allah: ولو نشاء لأريناكهم فلعرفتهم بسيماهم “Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu benar- benar mengetahui mereka dengan tanda- tandanya.“ (QS Muhammad: 30).—————– Allah juga berfirman : يحسبهم الجاهل أغنياء من التعفف تعرفهم بسيماهم “Orang – orang yang bodoh menyangka mereka adalah orang kaya, karena mereka memelihara diri dari meminta- minta, kamu mengetahui mereka dengan tanda- tandanya.“ (QS Al Baqarah: 273). =================================== Ketika semua tak seperti yang kita inginkan, sedih pasti, kecewa apalagi, dan akan menjadi kekeliruan yang fatal ketika kita salah menyikapi, haruskah kita marah dengan ALLAH yang telah memutuskan ini terjadi? satu hal yang harus kita ingat “boleh jadi engkau menyukai sesuatu tapi itu belum tentu baik menurut ALLAH, dan boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi itu belum tentu buruk menurut ALLAH” siapa yang lebih tahu, kita atau ALLAH? jadi kalau kita protes dan sok tahu bahwa rencana kita yang terbaik dan harus terjadi, itulah kesombongan kita. Jadi ALLAH lah yang lebih tahu. —————————– Saudaraku, janganlah kita menjadi orang yang berprasangka buruk kepada ALLAH yaitu orang yang selalu melihat sisi buruk dari setiap kejadian yang menimpa dirinya. Orang seperti ini akan selalu dihantui oleh ketakutan-ketakutan dan diliputi oleh keburukan-keburukan, karena sebaik apapun pemberian Allah kepadanya tetap saja dia merasa hal itu buruk baginya. ————————– Dan teruslah penuhi hidup dengan berbaik sangka kepada ALLAH, jangan ada ruang sekecil apapun dalam diri ini untuk berburuk sangka padaNYA, dapat menemui kehendakNYA sejalan dengan prasangka kita kepadaNYA. Percayalah dengan berbaik sangka kepada ALLAH akan merubah musibah menjadi anugrah, kesedihan menjadi kegembiraan. Karena ALLAH mengikuti prasangka hambaNYA. Ujian, kehilangan, luka dan duka yang terjadi akan berubah dalam sesaat menjadi kekuatan hidup yang kian membuat kita lebih bijaksana dan tenang. ——————————– Dalam sebuah Hadits Qudsi:———– Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : “Allah Ta’ala berfirman : “Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil”. (HR. Bukhari). —————————- Kadang orang berucap “kalau semua yang terjadi adalah takdir ALLAH, kenapa harus sibuk ikthiar, duduk manis saja menunggu takdir“ inilah pasrah, kira-kira apa yang akan kita dapat ketika kita hanya pasrah tanpa ikhtiar? satu lagi yang perlu diingat takdir ALLAH adalah akhir dari ikhtiar, dimana ikthiar dulu baru takdir. ================================= Banyak hal yang membuktikan bahwa orang yang beriman mampu memandang sesuatu dengan tepat dan akurat. Karena Allah memberikan kekuatan kepada orang yang beriman kepada-Nya, yang mana hal itu tidak diberikan kepada orang lain. ——————————- Kekuatan yang diberikan Allah tersebut, tidak hanya terbatas kepada cara memandang, melihat, memutuskan suatu perkara ataupun mencarikan jalan keluar. Akan tetapi, kekuatan tersebut mencakup seluruh aspek kehidupan ini. Orang yang beriman mempunyai kelebihan kekuatan dalam bersabar menghadapi ujian dan cobaan, karena dia yakin bahwa hanya Allah-lah yang mampu menyelamatkan dan memberikan jalan keluar dari ujian tersebut, sekaligus berharap dari ujian tersebut, bahwa dia akan mendapatkan pahala di sisi-Nya dan akan menambah ketinggian derajatnya di akherat kelak. Apalagi tatkala dia mendengar hadits yang menyatakan : ———- “ Jika Allah mencintai hamban-Nya , niscaya Dia akan mengujinya “, —————– tentunya, dia akan bertambah sabar, tabah dan tegar. ——————- Di dalam peperangan, orang yang berimanpun mempunyai stamina dan keberanian yang lebih, karena mati syahid adalah sesuatu yang didambakan. Mati mulia yang akan mengantarkannya kepada syurga nan abadi tanpa harus dihisab dahulu. Belum lagi nilai jihad yang begitu tinggi, yang merupakan “puncak“ ajaran Islam, suatu amalan yang kadang, bisa menjadi wasilah(sarana) untuk menghapuskan dosa-dosanya, walaupun dosa tersebut begitu besar, seperti yang dialami oleh Ibnu Abi Balta’ah seorang sahabat yang terbukti berbuat salah, dengan membocorkan rahasia pasukan Islam yang mau menyerang Makkah. Keikutsertaannya dalam perang Badar, ternyata mampu menyelamatkannya dari tajamnya pedang Umar ibnu Khottob. ———————— Dalam bidang keilmuan, tentunya keimanan seseorang mempunyai peran yang sangat urgen di dalamnya. Masalah keilmuan ini ada kaitannya dengan masalah firasat, yang merupakan pembahasan kita kali ini. Allah berfirman : واتقوا الله ويعلمكم الله “ Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, dan Allah mengajarimu“ (QS Al Baqarah: 282). ——————– Ayat di atas menunjukan bahwa barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarinya( memberikan ilmu kepadanya ).Kalau orang – orang awam sekarang menyebutnya dengan “ Ilmu Laduni “ , yaitu ilmu yang diberikan Allah kepada seseorang tanpa melalui proses belajar, yang wajar dilakukan orang. Hakekat Ilmu Laduni ini sudah kita terangkan pada pembahasan sebelumnya. ——————– Di sana juga, terdapat hadits yang mendukung ayat di atas, yaitu hadits yang berbunyi : “ Barang siapa yang mengajarkan Al Qur’an , niscaya Allah akan mengajarkan sesuatu yang belum ia ketahui “ ————————– Artinya : Mengajarkan Al Qur’an adalah salah satu dari kegiatan yang menambah ketaqwaan atau keimanan seseorang kepada Allah, sehingga dengan amalan tersebut Allah akan membalasnya dengan mengajarkan kepadanya sesuatu yang ia belum mengetahuinya. ————————

August 12, 2016 Edy Gojira 1

HIKMAH TAKDIR Allah .. Kehendak Allah ….. ——————————————– BURUK menurut […]

Yesus Kristus = Isa Al-Masih … maha benar Allah .. wallahua’lam —————————————- saat menyamakan antara Yesus Kristus dengan Isa Al-Masih (Isa bin Maryam) | banyak yang masih bingung dan tak jarang protes ————————————— 01. marilah sedikit berbahas tentang Isa bin Maryam | dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya 02. Alkitab dikira kuat oleh ilmuwan Nasrani berasal dari bahasa Ibrani atau bahasa Aramaik | yang serumpun dengan bahasa Arab 03. karena satu rumpun dengan bahasa Arab | maka transliterasi ישוע – YÊSYÛA’ dibaca jadi YISYUA-YISYA-ISA (عِيسَى) dalam bahasa Arab 03. karenanya dalam Alkitab Ibrani, Yesus dilafalkan יהושוע – YEHÕSYÛA | atau dilafalkan ישוע – YÊSYÛA’ dalam bahasa Aramaik 04. nah dalam perjalanan, kaum Yunani memeluk Nasrani yang pertama-tama | menyebut ישוע – YÊSYÛA’ menjadi ιησους – iêsous (Yesus) 05. sampai disini kita pahami YÊSYÛA’ (Aram) – YEHÕSYÛA (Ibrani) – iêsous (Yunani) – Isa (Arab) | adalah arti yang sama, beda lafal saja 06. bagaimana dengan KRISTUS? | KRISTUS asal katanya Χριστός, Christós (Yunani) artinya “yang diurapi” atau “yang dibasuh” 07. Χριστός, Christós (Yunani) diambil dari bahasa Aram מָשִׁיחַ – Māšîaḥ (Mesias) | dalam bahasa Arab dibaca الْمَسِيحُ (Al-Masih) 08. sampailah kita pada kesimpulan bahwa Yesus Kristus (Yesus Sang Mesias) sama saja dengan Isa Al-Masih | dari segi bahasa 09. lalu apa beda Islam dan Nasrani? | sudah jelas bedanya | Nasrani anggap Yesus itu Tuhan | Muslim memuliakan Isa sebagai Nabiyullah 09. Nasrani percaya Yesus wafat di kayu salib dan dibangkitkan kembali | Muslim percaya Allah swt memuliakannya dan angkat Isa ke sisi-Nya 10. Nasrani percaya (sekarang sudah banyak yang tak percaya) Yesus lahir di musim dingin (25/12) | Muslim percaya lahirnya musim panas 11. Islam sangat memuliakan Nabi Isa | salah satu ulul azmi (nabi dan rasul yang utama) | bahkan menurunkan 1 surat khusus bercerita ibunya 12. baca surah Maryam (QS 19) | sungguh kita temukan kemuliaan Isa Al-Masih dan ibunya | wanita suci yang dimuliakan lagi terhormat 13. QS Maryam | “Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,” 14. “dan Dia jadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup” 15. “dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka” 16. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, di hari aku dilahirkan, di hari aku meninggal dan di hari aku dibangkitkan kembali” 17. QS Maryam [19] 30-33 | subhanallah | inilah surah yang menyebabkan Raja Najasyi bercucur airmata | mendengar pemuliaan Islam bagi Isa 18. namun walau Islam begitu memuliakan Isa | posisinya sama sebagaimana Nabi dan Rasul yang lain | ia dimuliakan namun tidak dituhankan 19. Muslim diharuskan beriman pada Isa, sebagaimana beriman akan Nabi dan Rasul yang lain | namun tidak menjadikannya sebagai Tuhan 20. demikian adanya bahasan kita tentang Isa | Nabiyullah yang berbicara sejak dalam buaian | insyaAllah kita lanjutkan bahasan yang lain berbagai sumber

May 27, 2016 Edy Gojira 3

Yesus Kristus = Isa Al-Masih … maha benar Allah .. […]