Loading
Perhiasannya | EP Artikel-Edy Gojira

apakah HATI itu AURAT ? sehingga ada JILBAB HATI ? ...... {TUBUH} WANITA adalah AURAT sehingga harus ditutupi dengan JILBAB ----------------------------- ---------------------- Ada ungkapan ,sebelum menjilbabpi kepalanya jilbabpi dulu hatinya, buat apa berjilbab kalau akhlaqnya rusak. Ungkapan yang berupa majaz atau kiasan tersebut tidak salah, namun menurut saya juga tidak benar, atau kurang tepat. --------------------- Kenapa ? Jilbab dilihat dari fungsinya untuk menutup aurat , aurat adalah bahasa Arab dari kata kerja ‘ara, artinya telanjang adapun aurat adalah akar kata, artinya ketelanjangan, ringkasnya jilbab adalah penutup aurat . Adapun hati dalam sebuah hadits dikatakan sebagai raja dalam tubuh manusia, yang bila hati itu baik maka baik pulalah seluruh tubuhnya, dalam arti kata bahasa yang keluar dari tubuh adalah bahasa lisan dan bahasa gerakan. ------------------ Dalam hadits lain hati ialah tempatnya iman, “Attaqwa ha huna (Taqwa itu di sini, nabi menunjuk kepada hatinya) Kalau ungkapan tersebut bermakna jilbab yang dilihat dari fungsinya adalah untuk menutupi aib/aurat , maka apakah hati itu tempatnya aib ? Manusia sudah menjadi kodratnya, sebagai tempatnya salah dan dosa, sudah fitrah dan manusiawi , kalau Iman itu kadang naik kadang turun, kadang bertambah kadang berkurang (yazid wa yankus), kalau menunggu hati kita benar benar bersih lalu tidak bernoda lagi, lalu kapan berjilbabnya ? ------------------ Bagaimana dengan seorang akhwat yang berjilbab, namun kelakuannya tidak mencerminkan yang semestinya ? Menurut saya lihat dulu cara berjilbabnya, benarkah sesuai syar’e , seperti yang saya sampaikan di atas ? Sebab ada juga yang berjilbab namun, namun hatinya masih di persimpangan jalan, ada dualisme dalam hati dan pikirannya, antara mengikuti tren berpakaian ala barat/jahiliyah dengan memakai baju muslimah, yang akhirnya dipadukan menjadi jilbab gaul, yang mudah-mudahan asumsi saya salah, yakni menurut bahasa baginda yang mulia “berpakaian tapi telanjang, fungsi baju dan jilbab sebagai penutup aurat tidak nampak, karena pakaiannya ketat atau transparan sehingga lekuk-lekuk tubuhnya nampak. ---------------------- Banyak jalan menuju perbaikan diri, salah satunya adalah dengan menutup aurat, saya yakin bila itu bersumber dari hati bukan karena mengikuti tren, lambat laun jilbabnya yang akan menjadi jalan untuk membuka pintu hatinya dalam menyambut hidayah Allah. Manusia bukan malaikat, juga bukan hewan, manusia makhluk mulia yang dianugerahi dua sifat. -------------------- “ Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (QS 91;8) ------------------- Sifat fujur atau kefasikan ialah sifat pendosa, namun adakalanya manusia bersifat taqwa, karena manusia mempunyai al-hawa atau kecenderungan (hawa nafsu). Hati bukan untuk di tutupi namun hati untuk di jaga. Jangan ragu untuk menutup aurat hanya karena ungkapan, tutupi dulu/jilbapi dulu hatinya, justeru jadikan ungkapan tersebut sebagai motivasi untuk perbaikan diri, gak apa apa awalnya gak syar’e, bagus kalau langsung sesuai syareat, asalkan seiring bertambahnya usia dan waktu bertambah pula kesadaran kita memakai pakaian sesuai tuntutan syara. Boleh jadi ungkapan tersebut adalah propaganda dari kaum sekuler dan orientalis yang hendak menghancurkan Islam dari dalam, terkesan benar dan logis namun tujuan sebenarnya adalah merusak berlahan-lahan. --------------------------- APA JILBAB ITU?------------------ Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi aurat wanita. ------------------ Dalilnya adalah: “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]---------- Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.--------------- Dalilnya ialah:---------- “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).--------- Imam Hakim meriwayatkan sebuah hadis yang menggambarkan saat-saat setelah turunnya ayat perintah menutup aurat, yaitu Surat Annur ayat 31:--------- (dan hendaklah mereka menutupkan khumur- jilbab- nya ke dada mereka…). Riwayat lain menerangkan: “Wanita-wanita (ketika turun ayat tersebut) segera mengambil kain sarung mereka, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Hakim).------------- Imam Bukhari juga meriwayatkan hal senada: “Bahwasannya ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Berkata: “Ketika turun ayat (dan hendaklah mereka menutupkan “khumur” –jilbab- nya ke dada mereka…) maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari).--------- Dari kedua hadits di atas terdapat empat poin: 1. Para wanita Arab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam belum memakai hijab sehingga ketika turunnya ayat tersebut, mereka langsung mengambil kain sarung dan menggunakannya sebagai hijab. Hadits ini sekaligus menjawab perkataan orang-orang Jahil bahwa jilbab hanya tradisi orang Arab.------- 2. Seandainya para wanita Arab sudah memakai penutup kepala, maka bisa dipastikan bahwa yang mereka pakai hanyalah kain yang menutup kepala, bukan hijab yang sesuai syar’i.---- 3. Terdapat semangat di dalam diri para wanita pada zaman itu untuk tunduk dan patuh kepada apa yang telah ditetapkan Allah dan rasul-Nya. Terbukti dengan mereka langsung membuat hijab dari potongan kain sarung. Mereka tidak punya waktu untuk memodifikasinya karena memang hal tersebut adalah langsung dari Allah. Ingat, Allah tidak melihat keindahan jilbabmu, tapi Dia melihat bagaimana kamu dengan jilbabmu yang lebar itu bisa menepis fitnah untuk lelaki dan bagaimana kamu mejalankan syari’at.-------- 4. Di antara para wanita di zaman Rasulullah tersebut tentu ada yang baru masuk Islam atau ahli maksiat. Namun, setelah turunnya ayat kewajiban hijab, maka mereka langsung melakukannya. Tak ada wanita yang beralasan seperti wanita di zaman sekarang yang menolak hijab dengan alasan: “Aku belum siap”, atau “Jilbab hanya untuk wanita sholehah”.---------- AKU BELUM SIAP---------------- Di antara alasan-alasan umum yang dikemukakan wanita Muslimah yang belum berjilbab ialah: “Aku belum siap”. Jika kita cermati, alasan ini kurang bisa diterima dari segi akal maupun dalil dengan sebab sebagai berikut:----------- 1. Ini bisa kita analogikan sebagai berikut: Ketika kita mengajak seseorang untuk sholat wajib lima waktu, kemudian orang itu menolak dengan alasan: “Aku belum mau sholat lima waktu karena belum siap.” Padahal kewajiban memakai jilbab lebih mudah daripada sholat, yang kamu butuhkan hanya jilbab yang cukup hingga menutup dada, rok panjang dan lebar, dan baju yang agak panjang dan tidak ketat. Kalau mau yang lebih efektif bisa memakai pakaian sejenis daster dimana baju dan roknya menyatu. Memakai jilbab tidak seperti orang naik haji, atau membayar zakat, atau menyembelih kambing yang dibutuhkan kemampuan, sehingga alasan: “Aku belum siap” bukanlah udzur dan tidak ada keringanan.-------- 2. Kita tanyakan kepada wanita yang beralasan “Aku belum siap”: “Kapankah kamu siap? Bisa jadi kamu mati dalam keadaan belum siap berjilbab.” Terkadang di antara mereka ada yang meyakini kalau mereka siap berjilbab kalau sudah menikah. Apakah mereka yakin mereka akan hidup di saat itu?----------- 3. Dari segi dalil maupun ijma’, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama dimana wanita yang berjilbab harus menyiapkan sesuatu khusus terlebih dahulu. Bahkan dari hadits yang telah kita bahas di atas, para wanita Arab di zaman Rasulullah yang tentunya di antara mereka ada yang baru saja masuk Islam langsung membuat hijab ketika turunnya ayat yang mewajibkan hijab. Tidak ada di antara mereka yang beralasan: “Ya Rasulullah, bolehkah aku tidak memakai jilbab karena aku belum siap?” Dalil ini juga langsung membantah pernyataan bahwa wanita yang pantas berjilbab hanyalah wanita sholehah atau yang ilmu agamanya luas. Semua wanita Muslimah yang sudah akil baligh WAJIB berjilbab.-------------- KEBATILAN ANGGAPAN JILBAB HATI---------- Sebagian orang yang mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana jilbab hati yang benar itu?” Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan bid’ah-bid’ah[1] yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah SUNAT HATI!’”-------- Maka bertakwalah sekelompok orang yang menyelisihi sunah Rasulullah dan syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam agama yang mulia ini.-------------- Kemudian ada pula yang mengatakan: “Untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat? Lebih baik tidak berjilbab tapi kelakuannya baik.”-------- Maka, kita katakan kepada orang seperti ini: “Berjilbab saja kelakuannya bejat, apalagi tidak berjilbab? Seandainya ada wanita tidak berjilbab berpengarai baik, tentu lebih baik lagi apabila ia berjilbab.”--- Belum satu pun saya temui ayat Al-Qur’an, hadits, atau pendapat ulama yang berkata tentang adanya “Jilbab hati”. Bisa jadi ini adalah perkara baru yang diada-adakan.---------- BOLEHKAH AKU MEMAKAI JILBAB DAN MELEPASNYA SEKALI-KALI?-------- Terkadang ada saja pertanyaan terlontar dari para Jilbabers, para wanita yang masih belajar memakai jilbab, atau yang berencana memakai jilbab: “Bolehkah aku memakai jilbab dan melepasnya sekali-kali?”-- Jawaban: BOLEH-------- Hal ini disebabkan tidak mungkinnya para wanita Muslimah memakai jilbab terus menerus. Ada saat dimana ia melepas jilbabnya. Yaitu di saat mandi, tidur di dalam kamarnya, di saat berdua dengan suami, atau saat berkumpul hanya dengan keluarganya di dalam rumah selama ia yakin tak ada orang non-mahrom yang melihatnya tanpa jilbab. Sebab Allah Azza wa Jalla berfirman:-- “…dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS. An-Nuur 24:31]-------- ----------- SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI TERBUKA AURATNYA?-------- Nenek moyang kita, Adam ‘alayhis salam dan isterinya adalah manusia pertama yang terbuka auratnya setelah keduanya diperdaya oleh syaitan:------- “Hai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari syorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” (Q. S. Al-A’raf: 27)-------- Allah memperingatkan kita agar jangan melakukan kesalahan yang sama, salah satunya yaitu memamerkan aurat di depan orang-orang yang seharusnya tidak pantas melihat aurat kita. Sebab yang demikian merupakan salah satu tipu daya setan.---------- Setan telah berhasil membujuk kaum hawa untuk tidak menutup auratnya sesuai syari’at dengan membisikkan kata-kata yang manis: “Jangan berjilbab, karena engkau belum siap. Kamu masih suka bermaksiat, janganlah berjilbab. Pengetahuan Islammu masih awam, tak perlu berjilbab. Berjilbabnya nanti saja ketika sudah menikah, kalau sekarang kamu berjilbab tak ada laki-laki yang mau dekat sama kamu. Yang penting jilbab hati dulu.” Begitulah pekerjaan setan, sama seperti ketika mereka membujuk nenek moyang kita untuk memakan buah terlarang.------- Demikianlah artikel tentang jilbab ini dibuat. Adapun jika kurang jelas, kurang lengkap, atau terdapat kesalahan padanya semata-mata karena keterbatasan ilmu dan kelupaan penulis. Namun, semoga artikel ini dapat membantu memberikan pencerahan dan motivasi kepada saudari-saudari saya.------ Yang belum berjilbab, hendaklah berjilbab. Yang sudah berjilbab, hendaklah memperbaiki jilbabnya. Yang telah berjilbab dengan baik, bantulah yang belum berjilbab.-------- “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)------------ Dalam riwayat lain: “Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)-------- Teruslah berbuat baik, walau orang-orang di sekelilingmu berbuat maksiat. Jadilah dirimu sendiri. Sebab orang jahat menilaimu dari pikiran jahatnya dan mereka pasti suka engkau berbuat jahat, sedangkan orang baik menilaimu dari pikiran baiknya dan mereka pasti suka engkau berbuat baik.------

September 24, 2016 Edy Gojira 1

apakah HATI itu AURAT ? sehingga ada JILBAB HATI ? [...]

ISTIDRAJ .... diberi REZEKI banyak oleh Allah SWT ... tetapi ... BANYAK dipakai utk DIRI SENDIRI/kikir/pelit ----- BUKAN dipakai di jALAN Allah ----------------- HARTA yang banyak dipakai utk KESENANGAN diri sendiri ... Al-An’am: 44 --------------------------------------- Seseorang “BerAMAL AKHIRAT” …. Untuk tujuan DUNIA= .... NERAKA .............................................................. ingin keHIDUPan DUNIA ….. pasti Allah berikan … TAPI … TIDAK di AKHIRAT kecuali NERAKA ….. SIA-SIA yg mereka KERJAkan … Huud:15-16 ------------------------- Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ “Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan MAKSIAT {:maksiat = DOSA= melanggar LARANGAN Allah... harta,utk bermewahan, ..sedikit zakat, sedikit sedekah, utk diri sendiri/pelit/medit/kikir}, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.” ---------------------------------------- “Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44) .............................................. ﴾ Huud:15 ﴿ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ﴿هود:١٥﴾ --------------------------------------- ﴾ Huud:16 ﴿ Itulah orang-orang yang TIDAK memperoleh di AKHIRAT kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. أُو۟لٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿هود:١٦﴾ ………………………………… Istidraj secara bahasa diambil dari kata da-ra-ja (Arab: درج ) yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. ………………………………………………………………………………………… Secara harfiah istidraj artinya adalah “menarik” atau mengulur”. dalam Kamus Al-Muhit karangan Al-Fairuz Abadi “istidraj” bermakna ia menipu dan ia merendahkannya”. ---------------------------- Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai ‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung. Allah biarkan orang ini dan tidak disegerakan adzabnya. Allah berfirman, سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ “Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Qalam: 44) (Al-Mu’jam Al-Lughah Al-Arabiyah, kata: da-ra-ja). ------------------------------ Jangan dulu gembira jika Anda terus menerus dilimpahi harta, kesenangan, kesuksesan sementara hidup Anda dari dulu tidak pernah diisi dengan ibadah di jalan Allah. Tidak memberikan SEBAGIAN rezeki kepada FAKIR MISKIN, Tidak untuk sedekah JIHAD di jalan Allah, Tidak untuk AMAL jariyah ..... BANYAK rezeki BUKAN untuk di JALAN Allah. ------------------------------- Maka bisa jadi itu adalah istidraj. Yaitu sengaja Allah limpahi Anda dengan kesenangan dan dibukakan dunia agar semakain terjerumus diri kita. Cirinya : semakin maksiat justru semakin kaya rasa, semakin bejat justru semakin sukses, walhasil semakin jahatlah orang itu.. -------------------

August 10, 2016 Edy Gojira 3

ISTIDRAJ .... diberi REZEKI banyak oleh Allah SWT ... tetapi [...]

Apakah “bentuk” BANTUAN Allah sehingga “orang-orang beriman” TIDAK— MUSNAH/ BINASA ?? …. --------------------- ALLAH sekali-kali —TIDAK AKAN— memberi jalan kepada orang-orang –KAFIR– untuk MEMUSNAHKAN orang-ORANG YANG BERIMAN”…. ﴾ An Nisaa:141 ﴿ ------------------------- ﴾ An Nisaa:141 ﴿ (yaitu) orang-orang yang {ٱلَّذِينَ} MENUNGGU-NUNGGU (menunggu peristiwa YANG AKAN TERJADI /يَتَرَبَّصُونَ) pada DIRIMU {بِكُمْ}. Maka jika terjadi bagimu KEMENANGAN { فَتْحٌ } dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu {ikut memenangkan/ نَسْتَحْوِذْ} ?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi KEPUTUSAN { يَحْكُمُ } di antara kamu di HARI KIAMAT {ٱلْقِيٰمَةِ} dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk MEMUSNAHKAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN ========================== “BANI ASHFAR” dan “kalian” … berKOALISI {“gencatan senjata”}, melawan … “BENTENG UMAT ISLAM” …. Tanda KIAMAT (HR. Imam Ahmad) --------------------------- Urutan event 6 tanda kiamat … (1) kematian Nabi Muhammad SAW (2) PENAKLUKAN BAITUL MAQDIS (palestina oleh Umar Bin Kattab) (3) WABAH new desease yg menyebabkan keMATIan dg CEPAT (oleh Virus/bakteri) (4) konflik umat Islam (“umatku”) (5) harta membumbung tinggi (banyak orang KAYA) (6) koalisi negara EROPA {/ BANI ASHFAR } dan negara-negara timur tengah {“kalian”) ….melawan/ vs… {BENTENG} “umat ISLAM (“umat Nabi MUHAMMAD”… Minhaj Nubuwah) --------------------------- “Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata: Aku menemui Nabi saw lalu aku ucapkan salam. Nabi saw: Auf ? Aku: Ya, benar. Nabi saw: Masuklah. Aku: Semua atau aku sendiri? Nabi saw: Masuklah semua. Nabi saw: Wahai Auf, hitung ada ENAM tanda Kiamat. Pertama, (1)KEMATIANKU. Aku: Kalimat Nabi saw ini membuatku menangis sehingga Nabi saw membujukku untuk diam. Aku lalu menghitung: satu. Nabi saw: (2)PENAKLUKAN BAITUL MAQDIS {…. = oleh Umar Bin Khattab dan pasukannya…. }. Aku: Dua. Nabi saw: (3)KEMATIAN yang akan merenggut UMATKU dengan CEPAT seperti wabah kematian kambing. {… = wabah penyakit oleh virus/ bakteri ….} Aku: Tiga. Nabi saw:(4) KONFLIK DAHSYAT yang menimpa UMATKU {… =Afghanistan war, jazirah war, Mesir war, Rohingya (genoside), Gaza war, Syam war ….}. Aku: Empat. Nabi saw: (5) HARTA MEMBUMBUNG TINGGI NILAInya hingga seseorang diberi 100 dinar masih belum puas. Aku: Lima. Nabi saw: (6)Terjadi GENCATAN SENJATA antara kalian dengan BANI ASHFAR {….= bangsa pirang/”negara Eropa” dg KOALISI “negara-negara munafik timur tengah”… HR Abu hurairah….}, lalu mereka mendukung kalian dengan 80 tujuan. Aku: Apa maksud tujuan? Nabi saw: Maksudnya panji. Pada tiap panji terdisi dari 12.000 prajurit. BENTENG UMAT ISLAM SAAT ITU di wilayah yang disebut GHOUTHAH, daerah sekitar kota DAMASKUS.” (HR. Imam Ahmad) -------------------------- Ref HR Abu Hurairah; tanda AKHIR zaman= ….. {1} WAKTU MEMENDEK {24 jam menjadi 16 jam atau kurang; …..{2} umat Islam PENGETAHUAN MENYUSUT {= Al Qashash:60), …. {3} umat Islam KEKURANGAN DAN PENDERITAAN {= akibat perang/ genocide {Rohingya, palestina, Yaman, Afghanistan, Kashmir etc}}; …. {4} PENYAKIT {baru} BERMUNCULAN {= virus baru/ bakteri baru … Mers, AI, ebola etc} …. {5} Umat Islam mengalami HARJ (PEMBUNUHAN/… war/ genocide} -------------------------------- Abû Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Sungguh, tanda-tanda akhir zaman adalah bahwa waktu akan menjadi pendek, pengetahuan akan menyusut, kekurangan dan penderitaan akan tersebar, penyakit bermunculan, dan semakin banyak terjadi harj. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah harj itu?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan.” --------------------------- ﴾ Al Qashash:60 ﴿ << pengetahuan menyusut (MEMENTINGKAN “perhiasan duniawi”} Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? ------------------------------- Umatku yang UNGGUL dg …“ALLAH AKAN MEMBERI RIZKI DARI “MEREKA”” … lalu …. DATANG KIAMAT ------------------------------------ “Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui Nabi saw dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. Nabi saw menjawab: Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah UMATKU YANG UNGGUL melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan ALLAH AKAN MEMBERI RIZKI DARI MEREKA (berupa ghanimah) —hingga— DATANG KEPUTUSAN ALLAH (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, PUSAT NEGERI ISLAM adalah SYAM. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga DATANGnya KIAMAT.” (HR. Imam Ahmad) -----------------------------------------------

August 10, 2016 Edy Gojira 3

>>> Apakah “bentuk” BANTUAN Allah sehingga “orang-orang beriman” —TIDAK— MUSNAH/ [...]

FITNAH HARTA ... beramal AKHIRAT hanya untuk mendapatkan DUNIA ... AMAL SIA-SIA .... hanya memperoleh NERAKA QS Hud:15-16 ---------------------------- “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16) ----------------------- Itulah yang sering kita lihat pada umat Islam saat ini. Mereka memang gemar melakukan puasa sunnah (yaitu puasa Senin-Kamis dan lainnya), namun semata-mata hanya untuk menyehatkan badan sebagaimana saran dari beberapa kalangan. Ada juga yang gemar sekali bersedekah, namun dengan tujuan untuk memperlancar rizki dan karir. Begitu pula ada yang rajin bangun di tengah malam untuk bertahajud, namun tujuannya hanyalah ingin menguatkan badan. Semua yang dilakukan memang suatu amalan yang baik. Tetapi niat di dalam hati senyatanya tidak ikhlash karena Allah, namun hanya ingin mendapatkan tujuan-tujuan duniawi semata. Kalau memang demikian, mereka bisa termasuk orang-orang yang tercela sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. ---------------------------- Dengan Amalan Sholeh Hanya Mengharap Keuntungan Dunia, Sungguh Akan Sangat Merugi ------------------------ Allah Ta’ala berfirman, مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (16) “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16) ------------------------------------ Yang dimaksud dengan “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia” yaitu barangsiapa yang menginginkan kenikmatan dunia dengan melakukan amalan akhirat. ----------------- Yang dimaksud “perhiasan dunia” adalah harta dan anak. -------------------------- Mereka yang beramal seperti ini: “niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan”. Maksudnya adalah mereka akan diberikan dunia yang mereka inginkan. Ini semua diberikan bukan karena mereka telah berbuat baik, namun semata-mata akan membuat terlena dan terjerumus dalam kebinasaan karena rusaknya amalan mereka. Dan juga mereka tidak akan pernah yubkhosuun, yaitu dunia yang diberikan kepada mereka tidak akan dikurangi. Ini berarti mereka akan diberikan dunia yang mereka cari seutuhnya (sempurna). --------------------------- Dunia, mungkin saja mereka peroleh. Dengan banyak melakukan amalan sholeh, boleh jadi seseorang akan bertambah sehat, rizki semakin lancar dan karir terus meningkat. Dan itu senyatanya yang mereka peroleh dan Allah pun tidak akan mengurangi hal tersebut sesuai yang Dia tetapkan. Namun apa yang mereka peroleh di akhirat? -------------------------------- Lihatlah firman Allah selanjutnya (yang artinya), “Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka”. Inilah akibat orang yang hanya beribadah untuk mendapat tujuan dunia saja. Mereka memang di dunia akan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Adapun di akhirat, mereka tidak akan memperoleh pahala karena mereka dalam beramal tidak menginginkan akhirat. Ingatlah, balasan akhirat hanya akan diperoleh oleh orang yang mengharapkannya. Allah Ta’ala berfirman, وَمَنْ أَرَادَ الْآَخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا “Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS. Al Israa’: 19) ---------------------------- Orang-orang seperti ini juga dikatakan: “lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. Ini semua dikarenakan mereka dahulu di dunia beramal tidak ikhlas untuk mengharapkan wajah Allah sehingga ketika di akhirat, sia-sialah amalan mereka. (Lihat penjelasan ayat ini di I’aanatul Mustafid, 2/92-93) -------------------------- Sungguh betapa banyak orang yang melaksanakan shalat malam, puasa sunnah dan banyak sedekah, namun itu semua dilakukan hanya bertujuan untuk menggapai kekayaan dunia, memperlancar rizki, umur panjang, dan lain sebagainya. ----------------------------------

August 5, 2016 Edy Gojira 0

FITNAH HARTA ... beramal AKHIRAT hanya untuk mendapatkan DUNIA ... [...]

DUNIA = negeri UANG..... dg UANG banyak = mudah MENIKMATI dunia ----------------- AKHIRAT= negeri PAHALA .... dg PAHALA yg BANYAK = keNIKMATan AKHIRAT akan diRAIH ------------------------ "Beramal Akhirat Untuk Mengejar Dunia" = golongan orang ke NERAKA = golongan orang MUSYRIK = TUHANnya adalah UANG / HARTA... Hud [11] : 15-16) ... Al Baqarah : 86 -------------------------------- “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16) --------------------------- > PUASA ... niat ingin diberi oleh Allah ... REZEKI .... uang.. harta ... di DUNIA= musyrik --------------- > SHALAT .... niat ingin diberi oleh Allah ... REZEKI .... uang.. harta ... di DUNIA = musyrik -------------------- > SEDEKAH ..... niat ingin diberi oleh Allah ... REZEKI .... uang.. harta ... di DUNIA = musyrik --------- dst ... dst.... dst ............. IKHLAS = TANPA “pamrih” = “TIDAK mengharap IMBALAN apapun” >>> lawan IKHLAS = PAMRIH .......................Ikhlas = menyerahkan dirinya pd Allah saja {An Nisaa:125} --------------- BERAMAL AKHIRAT = karena TAKWA kepada ALLAH saja .... IKHLAS atau TIDAK ADA PAMRIH karena MENJALANKAN perintah Allah saja & menjauhi LARANGAN Allah ------------------------- IKHLAS = TANPA “pamrih” = “TIDAK mengharap IMBALAN apapun” >>> lawan IKHLAS = PAMRIH .......................Ikhlas = menyerahkan dirinya pd Allah saja {An Nisaa:125} ====================== "Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong." Al Baqarah : 86 ----------------------------- KAMPUNG AKHIRAT = lebih UTAMA= lebih PENTING = lebih BAIK .... jika kita digolongkan oleh Allah sebagai orang BERIMAN {ciri orang beriman = TAKWA} ... Al An'am : 32 ... An Nisaa : 77 -------------------- Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? Al An'am : 32 ----------------------- Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.An Nisaa : 77 ---------------- “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77). ---------------- IKHLAS = TANPA “pamrih” = “TIDAK mengharap IMBALAN apapun” >>> lawan IKHLAS = PAMRIH .......................Ikhlas = menyerahkan dirinya pd Allah saja {An Nisaa:125} ............................................................................ <<< …. jika manusia BERIBADAH pada Allah karena ada PAMRIH .. agar dapat SURGA … agar dapat BIDADARI .. agar dapat BIDADARA .. agar dapat RUMAH di SURGA … agar dapat keNIKMATan … agar tidak DISIKSA di neraka .. dst = IBADAH TIDAK “ikhlas” .. krn ada PAMRIH …. >>> ......................................................... … ini yg tidak dipahami orang AWAM … manusia harus ISLAM/ berserah diri pada Allah .. agar aslama/selamat …. IKHLAS “menerima SEMUA pemberian Allah .. baik diberi SURGA .. atau dimasukkan ke NERAKA …. .................................................. “IKHLAS dg pemberian Allah” …. dapat KENIKMATAN atau dapat SIKSAAN dari Allah …………… beramal = IKHLAS krn Allah = tanpa PAMRIH ………………….. << jangan SEPERTI anak kecil …. diperintah orang tua … lalu MENGERJAKAN perintah orang tua …. karena ingin … diberi IMBALAN (uang, permen, minuman, makanan dst ,,,,,,, menunjukkan IMAN dan ISLAM yg MASIh “kerdil” …. tidak memahami …. >>> ﴾ Yunus:105 ﴿ dan (aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ﴿يونس:١۰٥﴾ ﴾ Al Hajj:31 ﴿ dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. حُنَفَآءَ لِلَّـهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّـهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ ٱلطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍ سَحِيقٍ ﴿الحج:٣١﴾ ﴾ An Nisaa:125 ﴿ Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّـهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرٰهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّـهُ إِبْرٰهِيمَ خَلِيلًا ﴿النساء:١٢٥﴾ ﴾ At Taubah:91 ﴿ Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, لَّيْسَ عَلَى ٱلضُّعَفَآءِ وَلَا عَلَى ٱلْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا۟ لِلَّـهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ مَا عَلَى ٱلْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ ۚ وَٱللَّـهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿التوبة:٩١﴾ ====================

August 1, 2016 Edy Gojira 1

DUNIA = negeri UANG..... dg UANG banyak = mudah MENIKMATI [...]

1 2