BARISAN di Akhirat ...... sesuai dg AMAL perbuatannya di DUNIA ................................. ada yg berbentuk: tanpa tangan kaki, jadi BABI, KELEDAI, darah di mulutnya, bau BANGKAI, TANPA kepala, mulut keluar NANAH dan darah, KEPALA di bawah, WAJAH hitam, tubuh KUSTA, BUTA mata, ... dan... barisan ke 12. wajah berSINAR... manusia ke surga ............................................................. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ .................................................................................................

barisan neraka 1

BARISAN di Akhirat ...... sesuai dg AMAL perbuatannya di DUNIA
.................................
ada yg berbentuk: tanpa tangan kaki, jadi BABI, KELEDAI, darah di mulutnya, bau BANGKAI, TANPA kepala, mulut keluar NANAH dan darah, KEPALA di bawah, WAJAH hitam, tubuh KUSTA, BUTA mata, ... dan... barisan ke 12. wajah berSINAR... manusia ke surga
.............................................................
﴾ Ali Imran:185 ﴿
Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾
.................................................................................................
Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)”

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.”

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut…..

Barisan Pertama

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kedua

Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Ketiga

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Keempat

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kelima

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Keenam

Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Ketujuh

Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kedelapan

Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kesembilan

Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kesepuluh

Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kesebelas

Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kedua Belas

Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”
...................................................
Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin…

Ingkar Janji (Khianat), Watak Kaum Yahudi .................................................................. sehingga YAHUDI digolongkan Allah sebagai kaum yg diMURKAi oleh Allah .................................................... “HAI Bani Israil , ingatlah ni’mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku , niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al Baqarah (2) :40) ................................... orang yang dimurkai Allah adalah kaum Yahudi. Karena selain ingkar, mereka berusaha membunuh para nabi seperti Nabi Zakaria, Yahya, Isa, dan juga Nabi Muhammad. Ada pun orang yang sesat adalah kaum Nasrani karena mereka tersesat oleh Paulus sehingga menyembah Yesus sebagai Tuhan mereka. ............................al fatihah:6-7 Tunjukilah kami jalan yang lurus {=jalan orang BERIMAN, dg petunjuk Allah}” ....................................... “(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat {= jalan orang BERIMAN} kepada mereka; BUKAN (jalan) mereka yang dimurkai {= jalan kaum YAHUDI} dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat {= jalan kaum KRISTEN/NASRANI/penyembah yesus}”. ........................... Kita baca lagi ayat lainnya: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” [Al Baqarah 120]

murkai 1
Ingkar Janji (Khianat), Watak Kaum Yahudi
.................................................................. sehingga YAHUDI digolongkan Allah sebagai kaum yg diMURKAi oleh Allah
....................................................
“HAI Bani Israil , ingatlah ni’mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku , niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al Baqarah (2) :40)
...................................
orang yang dimurkai Allah adalah kaum Yahudi. Karena selain ingkar, mereka berusaha membunuh para nabi seperti Nabi Zakaria, Yahya, Isa, dan juga Nabi Muhammad. Ada pun orang yang sesat adalah kaum Nasrani karena mereka tersesat oleh Paulus sehingga menyembah Yesus sebagai Tuhan mereka.
............................al fatihah:6-7
Tunjukilah kami jalan yang lurus {=jalan orang BERIMAN, dg petunjuk Allah}”
.......................................
“(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat {= jalan orang BERIMAN} kepada mereka; BUKAN (jalan) mereka yang dimurkai {= jalan kaum YAHUDI} dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat {= jalan kaum KRISTEN/NASRANI/penyembah yesus}”.
...........................

Kita baca lagi ayat lainnya:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” [Al Baqarah 120]

Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nasrani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain kaum Yahudi dan Nasrani, ada lagi Musuh Islam lainnya yang levelnya tentu di bawah kaum Yahudi dan Nasrani. Karena mereka ini sekedar antek. Yaitu kaum MUNAFIK. Apa ciri-ciri kaum Munafik?

Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]

Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]
..................................
Dalam tulisan yang lalu telah dibahas tentang sifat orang-orang Yahudi yang suka “melupakan ni’mat” atau “tidak bersyukur”.

Bani Israil telah diambil janjinya baik dalam keadaan nyaman maupun di bawah ancaman bukit Thursina.

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat gunung (Thursina) di atasmu (seraya kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertaqwa”. (QS. Al Baqarah (2) :63)

Isi perjanjian itu adalah melaksanakan sekuat tenaga apa yang telah diberikan kepada mereka, yaitu Taurat, yang kemudian injil pada masa Nabi Isa ‘Alaihissalam. Dan Allah akan menepati pula janji-Nya bila Bani Israil menepati janjinya kepada Allah. Namun, meskipun telah berjanji di bawah ancaman bukit Thursina, tapi tetap saja kemudian mereka berpaling.

“Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi. ” (QS. Al Baqarah (2) :64)

Namun Allah adalah Dzat Yang Maha Pemberi Karunia dan Maha Rahman. Janji yang lain adalah: jika datang Nabi Muhammada Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang telah Allah janjikan, supaya beriman kepadanya dan mengikutinya. Namun ketika janji Allah itu telah tiba, yaitu datangnya Nabi akhir zaman, mereka justeru mengingkarinya hanya karena Muhammad itu dari bangsa Arab (QS Al Baqarah (2) : 89) dan hanya karena Muhammad tidak memusuhi Jibril (QS Al Baqarah (2): 97).

Tidak hanya mengingkari janjinya kepada Allah, Bani Israil juga suka mengkhianati perjanjian-perjanjian dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan Muslimin. Tercatat jelas dalam sejarah para nabi hingga era millenium ini, deretan daftar panjang perjanjian-perjanjian yang dikhianati oleh kaum Yahudi ini. Melanggar perjanjian membuat mereka diusir dari Madinah dan menciptakan beberapa perang besar. Pelanggaran panjang pun selalu mereka lakukan di dalam konflik berdarah Palestina – Israel. Yang terbaru adalah kaum Yahudi ini melanggar perjanjian international dengan tidak mematuhi resolusi PBB dalam penyerangan koalisi terhadap Libya.

Tokoh-tokoh Yahudi menciptakan aturan-aturan international guna mengintervensi negara-negara lain. Sedangkan di sisi lain justeru mereka yang melanggarnya. Pelanggaran international yang tak pernah mereka hentikan adalah penjajahan dan pembantaian terhadap Muslimin, wanita dan anak-anak Palestina.

Melanggar janji atau berkhianat adalah bagian dari karakter kuat Bani Israil (Yahudi). Maka Muslim yang suka berkhianat, jelas raganya Muslim tapi sifatnya Yahudi.

Bukan hanya Bani Israil yang punya ikatan janji kepada Allah dan Rasul-Nya, tapi juga Muslimin. Janji adalah hal yang tidak terpisahkan dari “tha’at”. Setiap Muslim telah diikat oleh janji. Adalah wajib untuk memenuhinya. Karena, jika tidak dipenuhi, maka hal itu akan jadi “boomerang” bagi Muslim itu sendiri.

“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (jahannam).” (QS. Ar Ra’d (13) :25)

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. ” (QS. Ali Imran (3) :77)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak sempurna iman bagi mereka yang tidak bersifat amanah dan tidak sempurna agama bagi mereka yang tidak menepati janji.” (HR. Ahmad).

“Tipu daya, tipuan dan khianat itu di neraka.” (HR. Abu Daud).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: “Tiga orang, Aku musuhnya pada hari Kiamat, yaitu seseorang yang memberikan kepada-Ku (janji) kemudian ia khianat, seseorang yang men jual orang merdeka lalu harganya dimakannya, dan seseorang yang mempekerjakan buruh yang telah menyempurnakannya namun ia tidak diberi upanya”.” (HR. Bukhari)
.........................
Sebelum melakoni kehidupan di dunia, manusia telah diambil kesaksiannya di alam ruh. Meskipun sifatnya kesaksian, tetapi hal tersebut pun mengandung kesepakantan antara Allah dan manusia.

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Rabbmu”. Mereka menjawab: “Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Rabb). Atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Ilah sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang yang sesat dahulu ?” (QS. Al A’raf ( 7):172- 173).

Karena itulah Allah mengutus para Rasul untuk mengingatkan manusia tentang kesepakatan anatara manusia dengan Allah tersebut. Dan di dunia ini, berulang kali pula Allah mengambil dan memegang janji manusia.

Syahadat adalah satu ikrar janji setia dan suci. Seorang Muslim dituntut dan dituntun untuk selalu mengucapkan dan mengingat janji yang utama ini, minimal dalam setiap sholat.

Di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, selain ucapan 2 kalimat syahadat, para sahabat pun mengadakan kesepakatan janji setia pula kepada Rasulullah dengan cara syari’at “bai’at”. Bai’at (janji setia) yang menyatakan akan menolong Allah (agama Allah) dan Rasul-Nya. Bahkan para wanita pun berbai’at (berjanji setia) untuk tidak mempersekutukan Allah dan tidak bermaksiat (QS. Al Mumthahanah (60): 12).

Berjanji kepada Allah, tidak mungkin langsung kepada Allah. Karana itulah Allah menetapkan pembantu-Nya di dunia, yaitu para Rasul sebagai sarana perantara. Termasuk dalam hal penerimaan janji dan sumpah. Bani Israil diambil janjinya melalui perantara tangan para Rasul. Para sahabat dan sahabiyah diambil janjinya melalui perantara tangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Ketika Rasulullah telah wafat, maka janji setia itu melalui tangan para khalifah yang menggantikan kedudukan para Nabi dan Rasul sebagai sarana perantara antara umat dengan Allah dalam beberapa syari’at yang bersifat khusus sebagaimana telah dicontohkan oleh para Khulafaur Rasyidin.

Memenuhi janji adalah wajib (QS. Al Maidah (5): 1).

Qalamullah:

“Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah . Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar”. (QS. Al Fath (48):10).

Jelas tidak ada pilihan lain bagi seorang Mu’min selain memenuhi janji-janjinya, terutama janji kepada Allah. Ketika Muslimin bisa menepati janji-janjinya, akan terciptalah ummat yang sangat kuat dan penuh loyalitas kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena itulah, Yahudi berupaya melemahkan sumber-sumber energi kekuatan Muslimin yang salah satunya terletak pada “janji setia”. Maka Yahudi mencoba menghilangkan syari’at “bai’at” dengan menggulirkan opini angker tentang “bai’at”. Yahudi menciptakan momok bagi masyarakat dunia tentang “bai’at”. “Bai’at sangat identik dengan teroris”. Akibatnya, Muslimin takut dengan syari’atnya sendiri.

Banyaknya syari’at janji (bai’at) di dalam Al Qur’an dan Al hadits, jelas menunjukkan “wajib”-nya seorang Muslim memiliki ikatan janji kepada Allah. Dan tata cara berjanji setia itu telah dicontohkan oleh para sahabat, yaitu “berbai’at”.

Wahai Muslimin! Berbai’atlah kepada Allah melalui wakilnya di dunia dan penuhilah janji setia itu, maka Allah akan menepati janji-Nya dengan memberikan surga.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah ( 9) :111).

Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun telah mengancam:

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berklata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa yang melepaskan (diri) satu jengkal dari ketha’tan (kepada Allah), maka ia di hari Kiamat nanti akan bertemu dengan Allah dengan tidak membawa alasan. Dan barang siapa yang mati dan di lehernya tidak terdapat janji bai’at kepada Allah, maka ia mati seperti dalam keadaan jahiliyah”. (HR. Muslim).

Untuk itu, tepatilah janji kita, jangan sampai karakter Yahudi ini membuat kita mengingkari syahadat kita!

Wallahu a’lam... berbagai sumber

 

PEMBAKARAN yang dilakukan memanggang SELURUH umat dunia karena murka dari Tuhan ….. {ref: MANUSKRIP AL-‘ABARI} ------------- sebelum PEMBAKARAN adalah peristiwa: -------------------------------- 1} … Tuhan MURKA kepada seluruh umat MANUSIA. Sebab, kejahatan lebih banyak daripada kebaikan, dan semua orang tunduk kepada penjahat besar, berhala sapi Bani Israel 2} … datanglah ISRAEL untuk menyatakan PERANG 3} … Di Sinai {= Negara MESIR} Tuhan sangat MURKA <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<< 4} …. dan kemudian MEMBAKAR ISRAEL …. {DAN dan KEMUDIAN = menunjukkan PERISTIWA selanjutnya, setelah peristiwa SEBELUMnya terjadi} >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> SEBAB “pembakaran” krn “segerombolan burung api dari langit” = HUJAN BATU dari LANGIT … bukan …. hujan batu dari gunung meletus 1} …. Kejahatan merajalela di seluruh dunia {= mengikuti hukum/aturan Dajjal} 2} …. kejahatan datang dari semua tempat dan penjuru dunia {= al harj, “… semua orang tunduk kepada penjahat besar, berhala sapi Bani Israel…..”} 3} …. Dia (Tuhan) …. berbicara tentang API GEROMBOLAN BURUNG (hizb ath-thair) di langit {= METEOR SHOWER/ HUJAN BATU = segerombolan burung api dari langit} >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 4} … PEMBAKARAN yang dilakukan memanggang SELURUH umat dunia karena murka dari Tuhan <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<< setelah pembakaran …. SISA-sisa parajurit dari negara-negara di dunia, berkumpul di Magido (Israel) = Armagedon = setelah peristiwa PEMBAKARAN Tuhan (ref-manuskrip)

firebirds  1
PEMBAKARAN yang dilakukan memanggang SELURUH umat dunia karena murka dari Tuhan ….. {ref: MANUSKRIP AL-‘ABARI}
-------------
sebelum PEMBAKARAN adalah peristiwa:
--------------------------------
1} … Tuhan MURKA kepada seluruh umat MANUSIA. Sebab, kejahatan lebih banyak daripada kebaikan, dan semua orang tunduk kepada penjahat besar, berhala sapi Bani Israel
2} … datanglah ISRAEL untuk menyatakan PERANG
3} … Di Sinai {= Negara MESIR} Tuhan sangat MURKA
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
4} …. dan kemudian MEMBAKAR ISRAEL …. {DAN dan KEMUDIAN = menunjukkan PERISTIWA selanjutnya, setelah peristiwa SEBELUMnya terjadi}
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

SEBAB “pembakaran” krn “segerombolan burung api dari langit” = HUJAN BATU dari LANGIT … bukan …. hujan batu dari gunung meletus

1} …. Kejahatan merajalela di seluruh dunia {= mengikuti hukum/aturan Dajjal}
2} …. kejahatan datang dari semua tempat dan penjuru dunia {= al harj, “… semua orang tunduk kepada penjahat besar, berhala sapi Bani Israel…..”}
3} …. Dia (Tuhan) …. berbicara tentang API GEROMBOLAN BURUNG (hizb ath-thair) di langit {= METEOR SHOWER/ HUJAN BATU = segerombolan burung api dari langit}

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
4} … PEMBAKARAN yang dilakukan memanggang SELURUH umat dunia karena murka dari Tuhan
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

setelah pembakaran …. SISA-sisa parajurit dari negara-negara di dunia, berkumpul di Magido (Israel) = Armagedon = setelah peristiwa PEMBAKARAN Tuhan (ref-manuskrip)

MANUSKRIP AL-‘ABARI yang ditulis dalam bahasa Ibrani mengatakan:

Di masa awal zaman akhir, Tuhan menyerahkan bendera kepada al-Mahdi, seorang pemuda Tuhan, …yang kemudian keluar untuk berbicara dengan firman Tuhan. Ia mengingatkan bahwa Tuhan Maha Agung dan bahwa Tuhan murka kepada seluruh umat manusia. Sebab, kejahatan lebih banyak daripada kebaikan, dan semua orang tunduk kepada penjahat besar, berhala sapi Bani Israel. Raja Afrika memerintah ar-Ridha, dan ingin memerintah semua orang. Lalu, datanglah Israel untuk menyatakan perang. Di Sinai Tuhan sangat murka dan kemudian membakar Israel.

Dan tibalah rahasia Tuhan. Dari bumi cahaya muncul cahaya, dan Tuhan berkehendak menjadikan cahaya untuk bumi Tuhan. Tuhan menghendaki hukum yang bukan hukum orang-orang ’Hizb’ yang menyongsong api dan terbakar. Dia berbicara tentang api gerombolan burung (hizb ath-thair) di langit {= METEOR SHOWER/ HUJAN BATU}, dan seluruh urusan dunia pada ‘Muhahhad’. Kejahatan merajalela di seluruh dunia, dan kejahatan datang dari semua tempat dan penjuru dunia.

Pembakaran yang dilakukan memanggang seluruh umat dunia karena murka dari Tuhan.
Dan Tibalah ‘Majd’ Tuhan. Dan semua bangsa dunia bermimpi menjadi pengibar bendera Tuhan. Akan tetapi, Tuhan hanya rela dengan bendera kebenaran. Tuhan adalah kebenaran, dan Tuhan Maha Agung. Bendera yang dibenci manusia di ‘Magedo’. Akan tetapi, bendera al-Masih Tuhan tidak dibenci. Tuhan membenci orang-orang yang mengatakan bahwa Al Masih Tuhan adalah salah satu dari sekian nama. Tuhan membenci pada orang yang mengatakan bahwa al-Masih Tuhan adalah anak Tuhan. Tuhan membenci orang-orang yang mengatakan bahwa al-Masih bin Maryam adalah anak Tuhan. Tuhan Maha Agung, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dia Maha Esa. Sesungguhnya al-Masih dan Pemuda Tuhan hampir tiba. Al-Masih datang sesudah Pemuda Tuhan menguasai dunia, seluruh dunia yang besar. Di Magedon, bendera yang buruk bintangnya bernama ‘darah’. Bintangnya adalah bintang milik Dawud. Tuhan melimpahkan kesejahteraan kepadanya dan memilihnya. Dan di Magedon ada bendera yang rahasianya adalah ‘bintang-bintang’ raja Dajjal. Semuanya adalah bintang-bintang yang hampir tenggelam. Di Magedon terdapat ‘bintang yang semuanya singa’. Dan singa hampir mati. Sebab, singa diperintah sapi-sapi. Di Magedon ada bendera yang ‘penguasanya perempuan berumur panjang’. Perempuan itu sudah ham¬pir mati dan laki-laki yang kuat menguasainya. Bendera itu sudah hampir rusak. Semuanya hancur. Dan kehancuran sudah hampir tiba di kota yang dibenci dijarah serigala. Di Magedon ada bendera yang penguasanya adalah seorang raja, yakni ’matahari’, dan hampir hancur. Mataharinya hampir rusak dalam bentuk tiga keping. Bendera itu dihancurkan di Magedon oleh Pemuda Tuhan.Di Magedon ada bendera yang ’penguasanya laki-laki tuhan’, dan Tuhan tidak rela dengannya Tuhan cemburu, dan sesungguhnya Tuhan Maha Agung. Kehancuran hampir tiba bagi bendera, dan tuhan pun hampir hancur. Dan semuanya diperintah oleh Pemuda Tuhan. Di Magedon ada bendera yang ’penguasanya pendeta’. la adalah pendeta yang dibenci Pemuda Tuhan. Tuhan murka dan mengutuknya. Sesungguhnya, Tuhan Maha Besar dan menyukai orang yang melaksanakan kerajaan Tuhan untuk Tuhan. Hampir tiba kehancuran bagi Hakham. Lalu balatentara dipimpin oleh lelaki perang dan ia mencintai Tuhan. Dan semuanya diperintah oleh Pemuda Tuhan. Di Magedon ada bendera bagi ’bulatan merah darah’. Bendera itu milik dua kota yang bermusuhan tetapi satu. Kehancuran dialami oleh darah, dan hampir tiba saatnya kehancuran bagi bulatan. Sudah hampir tiba saatnya kehancuran bagi bendera. Dan kedua kota itu dikuasai oleh Pemuda Tuhan.Di Magedon ada bendera yang penguasanya adalah raja. Kepala raja berada di atas sinar bulat, dan keluarga Budha adalah tuhan. Budha adalah berhala. Budha adalah ’mimpi pohon’, dan Tuhan murka. Tuhan Maha kuat lagi Maha besar. Bendera hancur. Dan ats-tsay tidak kekal. Sebab, Pemuda Tuhan berkuasa. Di Magedon ada bendera yang penguasanya adalah ’khadam, dan hasyam’ Ia adalah bendera yang hampir tiba saatnya untuk hancur, dan penghuninya ada yang baik dan bersahaja, dan semuanya diperintah pemuda Tuhan. Di Magedon ada bendera yang di dalamnya terdapat sekian banyak bendera. Hampir tiba saatnya bendera yang baik baginya. Dan bendera-bendera jahat baginya kehancuran dan kemusnahan. Dan semuanya diperintah oleh pemuda Tuhan. Di Magedon terdapat bendera yang mempunyai ’benteng besi’. Sudah tiba saatnya kehancuran bagi besi. Bendera benteng tidak lagi hidup. Dan semuanya diperintah oleh pemuda Tuhan. Di Magedon ada bendera yang semuanya ’lonceng’, dan gereja-gereja lebih banyak daripada kemah. Sudah tiba saatnya rahasia yang ada di dalamnya keluar. Di bawah istana-istana dan benteng-benteng. Harta terpendam dalam bentuk kertas-kertas dan perhiasan, Taurat, dan kabar gembira tentang berbagai urusan. Segala urusan ada pada Tuhan. Tuhan Mahakuasa. Dan sudah tiba saatnya bendera hancur. Pemuda Tuhan. Pemuda Tuhan memerintah semuanya. Lalu harta kekayaan dikeluarkan. Di Magedon ada bendera-bendera yang mempunyai ‘tali, kemah, dan api’. Semuanya hitam warnanya. Semuanya fatamorgana. Dan tibalah saatnya bendera itu dikuasai oleh Pemuda Tuhan. Di Magedon ada bendera yang semuanya cahaya dan lembah. Sudah tiba saatnya bendera itu hancur, dan bumi bendera itu milik Tuhan. Dan tiba saatnya bendera itu dikuasai oleh Pemuda Tuhan. Pemuda tuhan menjadi penguasa atas seluruh bumi Tuhan sesudah perang, perang, dan perang. Tuhan membebaskan seluruh bumi Tuhan
………….
ket: yang menDEKATi AJAL (” …. Kehancuran hampir tiba bagi bendera, dan tuhan pun hampir hancur….”.) ….. dengan LAMBANG bendera

<<<< …. sebab … Tuhan MURKA kepada seluruh umat MANUSIA. Sebab, kejahatan lebih banyak daripada kebaikan, dan semua orang tunduk kepada penjahat besar, berhala sapi Bani Israel ….>>>

<<… Pemuda tuhan menjadi penguasa atas seluruh bumi Tuhan sesudah perang, perang, dan perang. Tuhan membebaskan seluruh bumi Tuhan …>>> baru ISA DATANG ….” …. Al-Masih datang sesudah Pemuda Tuhan menguasai dunia, seluruh dunia yang besar ….”

1} Israel …. Di Magedon, bendera yang buruk bintangnya bernama ‘darah’. Bintangnya adalah bintang milik Dawud …. Tuhan melimpahkan kesejahteraan kepadanya dan memilihnya. {Israel dunia (dg warga dari seluruh dunia}.. besar krn kehendak Tuhan}

2} Amerika {raja Dajjal-ref manuskrip} ….. di Magedon ada bendera yang rahasianya adalah ‘bintang-bintang’ raja Dajjal. Semuanya adalah bintang-bintang yang hampir tenggelam. {akhir negara itu = tenggelam spt Fir’aun = serupa Fir’aun}

3} Kerajaan Belanda ….. Di Magedon terdapat ‘bintang yang semuanya singa’. Dan singa hampir mati. Sebab, singa diperintah sapi-sapi.<< tiga singa merupakan bendera resmi kerajaan Inggris. <<< Lambang kerajaan Belanda-singa berwarna emas dengan mahkota emas berlatar biru-melambangkan kesatuan negeri Belanda

4} kerajaan Inggris, ….. Di Magedon ada bendera yang ‘penguasanya perempuan berumur panjang’. Perempuan itu sudah ham¬pir mati dan laki-laki yang kuat menguasainya. Bendera itu sudah hampir rusak. Semuanya hancur. Dan kehancuran sudah hampir tiba di kota yang dibenci dijarah serigala <<<<Usia tahta Ratu Elizabeth II dari Inggris tercatat sebagai yang terlama

5} Jepang ….. Di Magedon ada bendera yang penguasanya adalah seorang raja, yakni ’matahari’, dan hampir hancur. Mataharinya hampir rusak dalam bentuk tiga keping. Bendera itu dihancurkan di Magedon oleh Pemuda Tuhan

6}Arab Saudi {laki-laki Tuhan = muslim} … Di Magedon ada bendera yang ’penguasanya laki-laki tuhan’, dan Tuhan tidak rela dengannya Tuhan cemburu, dan sesungguhnya Tuhan Maha Agung. Kehancuran hampir tiba bagi bendera, dan tuhan pun hampir hancur. Dan semuanya diperintah oleh Pemuda Tuhan

7}Paus/ Roma/Italia ……. Di Magedon ada bendera yang ’penguasanya pendeta’. la adalah pendeta yang dibenci Pemuda Tuhan. Tuhan murka dan mengutuknya. Sesungguhnya, Tuhan Maha Besar dan menyukai orang yang melaksanakan kerajaan Tuhan untuk Tuhan. Hampir tiba kehancuran bagi Hakham. Lalu balatentara dipimpin oleh lelaki perang dan ia mencintai Tuhan. Dan semuanya diperintah oleh Pemuda Tuhan.

8} Korea (utara dan selatan) …… Di Magedon ada bendera bagi ’bulatan merah darah’. Bendera itu milik dua kota yang bermusuhan tetapi satu. Kehancuran dialami oleh darah, dan hampir tiba saatnya kehancuran bagi bulatan. Sudah hampir tiba saatnya kehancuran bagi bendera. Dan kedua kota itu dikuasai oleh Pemuda Tuhan

9} India …… Di Magedon ada bendera yang penguasanya adalah raja. Kepala raja berada di atas sinar bulat, dan keluarga Budha adalah tuhan. Budha adalah berhala. Budha adalah ’mimpi pohon’, dan Tuhan murka. Tuhan Maha kuat lagi Maha besar. Bendera hancur. Dan ats-tsay tidak kekal. Sebab, Pemuda Tuhan berkuasa.

10} Iran (Persia/Imam Iran=Syiah penguasa sebenarnya)…. Di Magedon ada bendera yang penguasanya adalah ’khadam {pembantu/pengawal), dan hasyam (keturunan quarisy… beda Arab badui atau arab saudi sekarang )’ Ia adalah bendera yang hampir tiba saatnya untuk hancur, dan penghuninya ada yang baik (Sunni yg sekarang diBANTAI Syiah-Iran) dan bersahaja, dan semuanya diperintah pemuda Tuhan

and more ….. Di Magedon ada bendera yang di dalamnya terdapat sekian banyak bendera. Hampir tiba saatnya bendera yang baik baginya. Dan bendera-bendera jahat baginya kehancuran dan kemusnahan. Dan semuanya diperintah oleh pemuda Tuhan

AL FATIHAH .... HIDAYAH/petunjuk,... kEIMANan.... AMALAN... agar bisa meniti JALAN yg LURUS ...sesuai .. KEHENDAK Allah .......................jalan Ni'mat .. bukan jalan diMURKAi.. bukan jalan SESAT ............................ Ibadah kepada Allah pun tidak akan diterima kecuali apabila dilandasi dengan keimanan, keikhlasan, dan mengikuti tuntunan. Oleh sebab itu di dalam surat Al Fatihah kita memohon kepada Allah hidayah (yakni ayat –red), yang di dalamnya tercakup hidayah ilmu dan hidayah berupa amalan. Agar kita bisa mendapatkan ilmu yang benar, dan agar kita bisa mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh. Inilah jalan ‘orang-orang yang diberikan kenikmatan’, . -------------------------- Adapun jalan ‘orang yang dimurkai’ , adalah jalan orang yang berilmu namun tidak mengamalkan ilmunya, sebagaimana orang-orang Yahudi yang dimurkai Allah. Adapun jalan ‘orang-orang sesat’, , adalah jalan orang yang beramal tanpa bekal ilmu, sebagaimana orang-orang Nashara. Kaum yang dimurkai menyimpang karena niat yang rusak, sedangkan kaum yang sesat menyimpang karena pemahaman yang rusak. Oleh sebab itu para ulama menyatakan bahwa ‘kelurusan niat dan benarnya pemahaman’ adalah salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah kepada seorang hamba. Itulah yang setiap hari kita minta dalam doa kita , yang artinya, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. ----------------------------------- Tidak mungkin ibadah kita ikhlas jika kita tidak mengerti apa itu ikhlas dan apa saja yang merusaknya, sebagaimana tidak mungkin kita beribadah mengikuti tuntunan (As Sunnah) jika kita tidak mengerti seperti apa tuntunan itu dan apa saja yang tidak dituntunkan. Sementara ilmu tentang itu semuanya hanya akan bisa kita gali dari Al Qur’an dan As Sunnah. Dan itu semua akan terwujud dengan taufik dan pertolongan Allah semata, bukan karena kepintaran, kecerdasan, pengalaman, atau kepandaian kita.

fatihah petunjuk 1
AL FATIHAH .... HIDAYAH/petunjuk,... kEIMANan.... AMALAN... agar bisa meniti JALAN yg LURUS ...sesuai .. KEHENDAK Allah
.......................jalan Ni'mat .. bukan jalan diMURKAi.. bukan jalan SESAT
............................
Ibadah kepada Allah pun tidak akan diterima kecuali apabila dilandasi dengan keimanan, keikhlasan, dan mengikuti tuntunan. Oleh sebab itu di dalam surat Al Fatihah kita memohon kepada Allah hidayah (yakni ayat <Ihdinash shiraathal mustaqiim> –red), yang di dalamnya tercakup hidayah ilmu dan hidayah berupa amalan. Agar kita bisa mendapatkan ilmu yang benar, dan agar kita bisa mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh. Inilah jalan ‘orang-orang yang diberikan kenikmatan’, <shiraathalladziina an’amta ‘alaihim>.
--------------------------
Adapun jalan ‘orang yang dimurkai’ <al maghdhuubi ‘alaihim>, adalah jalan orang yang berilmu namun tidak mengamalkan ilmunya, sebagaimana orang-orang Yahudi yang dimurkai Allah. Adapun jalan ‘orang-orang sesat’, <adh dhaalliin>, adalah jalan orang yang beramal tanpa bekal ilmu, sebagaimana orang-orang Nashara. Kaum yang dimurkai menyimpang karena niat yang rusak, sedangkan kaum yang sesat menyimpang karena pemahaman yang rusak. Oleh sebab itu para ulama menyatakan bahwa ‘kelurusan niat dan benarnya pemahaman’ adalah salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah kepada seorang hamba. Itulah yang setiap hari kita minta dalam doa kita <Ihdinash shiraathal mustaqiim>, yang artinya, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”.
-----------------------------------
Tidak mungkin ibadah kita ikhlas jika kita tidak mengerti apa itu ikhlas dan apa saja yang merusaknya, sebagaimana tidak mungkin kita beribadah mengikuti tuntunan (As Sunnah) jika kita tidak mengerti seperti apa tuntunan itu dan apa saja yang tidak dituntunkan. Sementara ilmu tentang itu semuanya hanya akan bisa kita gali dari Al Qur’an dan As Sunnah. Dan itu semua akan terwujud dengan taufik dan pertolongan Allah semata, bukan karena kepintaran, kecerdasan, pengalaman, atau kepandaian kita.

..............................
Dari Abu sa’id Ibnu Mu’alla radhiallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Sungguh aku akan ajarkan kepadamu sebuah surah yang paling agung dalam al-Qur’an, (yaitu surah) Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin… (surah al-Fatihah), inilah tujuh ayat yang (dibaca) berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung yang diberikan (oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala) kepadaku.’”[HSR al-Bukhari (no. 4204).]

Hadits yang agung ini menunjukkan tingginya kedudukan surah al-Fatihah dan besarnya keutamaan orang yang membacanya, karena surah ini berisi inti kandungan seluruh al-Qur’an. Salah seorang ulama salaf berkata, “(Surah) al-Fatihah adalah rahasia (inti kandungan) al-Qur’an, dan rahasia (inti kandungan) al-Fatihah adalah ayat ‘Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan.’”[oleh Ibnu Katsir dalam tafsir beliau (1/48).]
............................
membaca Al fatihah:
.................................
Kesatu: Allah Ta’ala memerintahkan ta’awudz (membaca a’udzu billahi min asy-syaithani ar-rajim) sebelum membaca al-Qur’an.

Menurut Ja’far ash-Shadiq, perintah ta’awudz tersebut hanya dikhususkan ketika membaca al-Qur’an, sedang hal itu tak diwajibkan untuk ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Hikmahnya antara lain, sebab terkadang lisan seorang hamba bergelimang dosa dengan dusta, ghibah, atau mengadu domba. Olehnya, Allah menyuruh orang itu ber-ta’awudz agar lisannya menjadi bersih kembali sebelum membaca ayat yang turun dari Zat Yang Mahasuci lagi Bersih.

Kedua: Adanya ayat basmalah di ayat pertama. Yaitu lafadz bismillahirrahirrahmanirrahim. Ayat basmalah yang mengawali surah al-Fatihah memberi indikasi yang terang agar seluruh amal perbuatan seorang Muslim juga wajib didahului dengan bacaan basmalah. Hal ini selaras dengan hadits Nabi.

“Setiap urusan kehidupan yang tidak diawali dengan ucapan bimillahirrahmanirrahim maka dia akan terputus.” (Riwayat Abu Daud).

Ketiga: Pengucapan lafadz “bismillah” (dengan nama Allah) dan tidak mengatakan “billahi” (dengan (zat) Allah). Meski ada yang menganggap penyebutan keduanya bermakna sama., namun yang benar adalah masing-masing memiliki arti yang beda. Bahwa lafadz “bismillah” dipakai untuk mengharap berkah dari Allah (tabarruk) sedang “billahi” digunakan ketika seseorang bersumpah atas nama Allah (qasam).

Keempat: Penamaan yang berbeda antara lafadz “Allah” dan “al-Ilah”. Nama “Allah” khusus dipakai untuk nama agung Allah Tuhan semesta alam. Tak ada sekutu bagi-Nya dan tak ada sesembahan selain diri-Nya (la ma’buda bi haqqin illa ilaihi). Sedang nama “al-Ilah” digunakan untuk menyebut Tuhan secara umum. Berhala yang disembah oleh orang musyrik, misalnya, juga dinamai dengan sebutan “al-Ilah”.

Kelima : Kandungan makna ayat “bismillahirrahirrahmanirrahim”. Di antaranya adalah memohon berkah dengan nama Allah dan pernyataan ketinggian Zat Allah. Ayat ini sekaligus berfungsi sebagai penangkal jitu untuk seluruh makar jahat setan kepada manusia. Sebab setan akan kabur acap lafadz basmalah ini dibaca. Lebih jauh, menurut Ali ash-Shabuni, ayat ini mengandung makna penegasan kepada orang-orang musyrik yang selama ini mengagungkan nama-nama selain Allah dalam setiap urusan mereka.

Keenam: Adanya huruf alif lam (al-makrifah) pada kata “al-hamdu”. Suatu pujian yang sempurna kepada Allah. Oleh Ali ash-Shabuni, pujian tersebut dengan sendirinya meredupkan bahkan melenyapkan seluruh yang lain di luar Sang Khaliq (istighraq al-jinsi). Huruf alif lam (al-makrifah) tersebut juga mengisyaratkan sanjungan kepada Allah yang bersifat kontinuitas, bukan suatu pujian yang dibuat-buat apalagi dipaksakan.

Ketujuh: Penyebutan “ar-Rahman ar-Rahim” yang datang setelah lafadz “Rabb al-Alamin”. Sebab boleh dikata nama “Tuhan semesta alam” menyiratkan makna kesombongan, kekuasaan, dan keperkasaan. Kesan seperti itu terkadang melahirkan kebimbangan bahwa Tuhan itu tidak menyayangi hamba-Nya. Ujungnya, sangkaan sepintas itu memunculkan putus asa dan ketakutan seorang hamba. Untuk itu, lafadz tersebut menguatkan bahwa Rabb yang dimaksud adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang bagi seluruh makhluk-Nya.

Kedelapan : Penyebutan “iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. Penyebutan dhamir khithab (kata ganti kedua) menunjukkan dialog kedekatan hamba dengan Rabbnya. Allah tak memiliki jarak untuk mengabulkan doa dan memberi pertolongan kepada hamba-hamba-Nya. Abu Hayyan al-Andalusi, pengarang kitab Tafsir al-Bahru al-Muhith menambahkan, seolah-olah orang tersebut menghadirkan Allah secara nyata di hadapannya ketika sedang bermunajat kepada-Nya.

Kesembilan : Penggunaan kata jamak dalam lafadz “na’budu” (kami menyembah) dan “nasta’in” (kami memohon pertolongan). Sebuah pemilihan kata yang sangat halus kala seorang hamba datang mengetuk perkenan Allah, Zat Yang Maha Pencipta. Seolah ia berkata, wahai Tuhanku, aku tak lain adalah hamba-Mu yang papa lagi hina. Tak pantas bagiku menghadap seorang diri di hadapan cahaya kemuliaan-Mu. Untuk itu aku memilih berbaris bersama orang-orang yang juga memohon kepada-Mu dan ikut berdoa bersama mereka. Terimalah doaku dan doa kami semua.

Kesepuluh: Penyandaran kata nikmat kepada Allah dalam lafadz “an’amta” (yang Engkau beri nikmat). Sebaliknya, kata marah (ghadhab) dan sesat atau penyesatan (dhalal) tidak disandarkan kepada-Nya. Ini terlihat ketika Allah menyebut kata “an’amta alaihim” (yang Engka beri nikmat atas mereka) tapi tidak mengucap “ghadhabta alaihim”(yang Engkau marahi atas mereka) atau “adhlalta alaihim” (yang Engkau sesatkan atas mereka).
Tafsir Ayat al-Ahkam Min al-Qur’an (Cetakan Dar ash-Shabuni, Kairo: 2007, cetakan pertama). Berikut penjelasannya:

 

al FATIHAH dibaca berulang kali ….. KENAPA?? ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, MUSLIM banyak yg masih BUTA …. melihat Siapa Musuh Utama umat Islam berdasarkan Al Qur’an dan Hadits!… malah MEMBANTU mereka …. jadi PENGIKUTnya ….. bahkan ……MEMUSUHI muslim sendiri dan dan orang BERIMAN ……………………. Muslim TIDAK memahami … yg di BACA …. ? …………….jangan sampai di CAP Allah sbg MANUSIA MUNAFIK … oleh Allah …. lalu apa GUNAnya SHALAT?? apa GUNAnya IBADAH kita … jika kita dianggap BERAMAL yg SIA-SIA .. tak ada GUNAnya ….. ……………………………..dilempar ke NERAKA walau mengaku MUSLIM ?? ………………………………………………………… Setiap Sholat kita membaca Surat Al Fatihah. Di antara ayatnya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” [Al Faatihah 6-7]

fatihah 1

al FATIHAH dibaca berulang kali ….. KENAPA??
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
MUSLIM banyak yg masih BUTA …. melihat Siapa Musuh Utama umat Islam berdasarkan Al Qur’an dan Hadits!… malah MEMBANTU mereka …. jadi PENGIKUTnya ….. bahkan ……MEMUSUHI muslim sendiri dan dan orang BERIMAN
……………………. Muslim TIDAK memahami … yg di BACA …. ?
…………….jangan sampai di CAP Allah sbg MANUSIA MUNAFIK … oleh Allah …. lalu apa GUNAnya SHALAT?? apa GUNAnya IBADAH kita … jika kita dianggap BERAMAL yg SIA-SIA .. tak ada GUNAnya …..
……………………………..dilempar ke NERAKA walau mengaku MUSLIM ??
…………………………………………………………munafik
Setiap Sholat kita membaca Surat Al Fatihah. Di antara ayatnya:

“Tunjukilah kami jalan yang lurus,

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” [Al Faatihah 6-7]

Penjelasan Nabi atas Surat Al Fatihah yang biasa kita baca:

Hamad bin Salamah meriwayatkan dari Adi bin Hatim, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW ihwal ‘bukan jalannya orang-orang yang dimurkai’. Beliau bersabda, “Yaitu kaum Yahudi.’ Dan bertanya ihwal ‘bukan pula jalannya orang-orang yang sesat’. “Beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani adalah orang-orang yang sesat.’

Demikian pula hadits yang diriwayatkan Sufyan bin Uyainah dengan sanadnya dari Adi bin Hatim. Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang orang-orang yang dimurkai, beliau bersabda, ‘Kaum Yahudi.’ Saya bertanya tentang orang-orang yang sesat, beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani.’”

Menurut penafsiran ulama, orang yang dimurkai Allah adalah kaum Yahudi. Karena selain ingkar, mereka berusaha membunuh para nabi seperti Nabi Zakaria, Yahya, Isa, dan juga Nabi Muhammad. Ada pun orang yang sesat adalah kaum Nasrani karena mereka tersesat oleh Paulus sehingga menyembah Yesus sebagai Tuhan mereka.

Kita baca lagi ayat lainnya:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” [Al Baqarah 120]

Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nasrani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain kaum Yahudi dan Nasrani, ada lagi Musuh Islam lainnya yang levelnya tentu di bawah kaum Yahudi dan Nasrani. Karena mereka ini sekedar antek. Yaitu kaum MUNAFIK. Apa ciri-ciri kaum Munafik?

Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]

Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]

Nabi dalam Nubuwatnya menyatakan bahwa ummat Islam akan memerangi kaum Yahudi hingga habis:

Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” [HR Muslim no. 2922, Imam Ahmad no. 27502 dan 10476, Bukhari no. 2926]

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:

Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!. (Shahih Muslim No.5200)

Insya Allah jika kita paham Al Qur’an dan Hadits dan tahu Informasi Dunia Masa Kini, kita tinggal memetakan Al Qur’an dan Hadits untuk menyikapi masalah2 yang terjadi di dunia saat ini. Jika informasi tepat dan Al Qur’an dan Hadits dipahami secara faqih, insya Allah kita tidak tersesat.

Jauhi ulama/pemimpin yg menyesatkan yang akan menyeret kita ke neraka:
Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR. Abu Dawud)

Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim}