Bagaimana Terbentuknya molekul Air [H2O} di BUMI ? ... AIR materi UTAMA pembentuk makhluk HIDUP ........ AIR diturunkan dari LANGIT {Az Zukhruf:11} ------------------------ hadis sahih riwayat Imam Ahmad dikisahkan, suatu ketika serombongan orang dari Bani Tamim mengunjungi Rasulullah SAW. Mereka minta penjelasan tentang asal-mula kejadian (bad’ al-khalq). Rasulullah menjawab, “Allah ada sebelum segala sesuatu ada. Sementara itu ‘arasy-Nya di atas AIR. Dia juga menuliskan di lauh mahfudh kejadian segala hal”. -------------------- وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ “Dan Kami jadikan dari AIR segala sesuatu yang HIDUP, apakah mereka BERIMAN? “ (Qs Al Anbiya ‘ : 30 ) ------------------------------ selengkapnya >>> ﴾ Al Anbiyaa:30 ﴿ Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang PADU {رَتْقًا}, kemudian Kami pisahkan antara keduanya {فَفَتَقْنٰهُمَا, proses BIG BANG dan EXPANDING UNIVERSE, LANGIT diLUASkan Allah, LANGIT ditinggikan Allah}. Dan dari AIR {ٱلْمَآءِ} Kami jadikan SEGALA SESUATU yang HIDUP {كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ }. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman {YAKIN, PERCAYA, يُؤْمِنُونَ}? أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ ﴿الأنبياء:٣۰﴾ ------------------------ Air merupakan sebuah zat istimewa bagi kehidupan, dua pertiga dari permukaan bumi adalah air. Bahkan tubuh setiap makhluk hidup di bumi terbentuk dari cairan yang sangat istimewa ini dengan perbandingan antara 50% - 95%. ----------------------------------- ﴾ Az Zukhruf:11 ﴿ Dan Yang menurunkan AIR {مَآءًۢ } dari LANGIT { ٱلسَّمَآءِ} menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami HIDUPkan {فَأَنشَرْنَا} dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). وَٱلَّذِى نَزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِۦ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذٰلِكَ تُخْرَجُونَ ﴿الزخرف:١١﴾ ======================= ﴾ Huud:7 ﴿ Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam ENAM HARI {YAUM, أَيَّامٍ}, dan adalah singgasana-Nya (عَرْشُهُۥ) di atas AIR { ٱلْمَآءِ}, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata". وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ ﴿هود:٧﴾ ===================

air big bang 1

Bagaimana Terbentuknya molekul Air [H2O} di BUMI ? ... AIR materi UTAMA pembentuk makhluk HIDUP ........ AIR diturunkan dari LANGIT  {Az Zukhruf:11}
------------------------
hadis sahih riwayat Imam Ahmad dikisahkan, suatu ketika serombongan orang dari Bani Tamim mengunjungi Rasulullah SAW. Mereka minta penjelasan tentang asal-mula kejadian (bad’ al-khalq). Rasulullah menjawab, “Allah ada sebelum segala sesuatu ada. Sementara itu ‘arasy-Nya di atas AIR. Dia juga menuliskan di lauh mahfudh kejadian segala hal”.
--------------------

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan Kami jadikan dari AIR segala sesuatu yang HIDUP, apakah mereka BERIMAN?

(Qs Al Anbiya ‘ : 30 )
------------------------------
selengkapnya >>>

Al Anbiyaa:30 ﴿
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang PADU {رَتْقًا}, kemudian Kami pisahkan antara keduanya {فَفَتَقْنٰهُمَا, proses BIG BANG dan EXPANDING UNIVERSE, LANGIT diLUASkan Allah, LANGIT ditinggikan Allah}. Dan dari AIR {ٱلْمَآءِ} Kami jadikan SEGALA SESUATU yang HIDUP {كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ }. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman {YAKIN, PERCAYA, يُؤْمِنُونَ}?
أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ ﴿الأنبياء:٣۰
------------------------
Air merupakan sebuah zat istimewa bagi kehidupan, dua pertiga dari permukaan bumi adalah air. Bahkan tubuh setiap makhluk hidup di bumi terbentuk dari cairan yang sangat istimewa ini dengan perbandingan antara 50% - 95%.

-----------------------------------

Az Zukhruf:11 ﴿
Dan Yang menurunkan AIR {مَآءًۢ } dari LANGIT { ٱلسَّمَآءِ} menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami HIDUPkan {فَأَنشَرْنَا} dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).
وَٱلَّذِى نَزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِۦ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذٰلِكَ تُخْرَجُونَ ﴿الزخرف:١١

=======================

Huud:7 ﴿
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam ENAM HARI {YAUM, أَيَّامٍ}, dan adalah singgasana-Nya (عَرْشُهُۥ) di atas AIR { ٱلْمَآءِ}, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".
وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ ﴿هود:٧

===================
Air sebagai sumber kehidupan, dimana terdapat air maka sudah dapat dipastikan bahwa di tempat tersebut pasti ada kehidupan. Di sumber air panas dengan suhu yang mendekati titik didih air atau pada daerah kutub, semua ada kehidupan. Bahkan jika kita perhatikan pada setetes embun yang menempel di dedaunan, terdapat ribuan mikroorganisme yang hidup muncul, bereproduksi, berinterarksi sampai pada akhirnya mati.

Air mempunyai rumus kimia H2O, bermakna bahwa satu molekul air tersusun dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Dalam kondisi standar yaitu pada tekanan 1 bar dan temperatur 0 °C air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau.
Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).
Proses terbentuknya molekul air di alam teryata sangat sulit. Apabila terdapat sejumlah atom hidrogen dan oksigen yang merupakan komponen penyusun molekul air dengan perbandingan tertentu dalam sebuah bejana kaca dengan jangka waktu yang sangat lama, ratusan bahkan sampai ribuan tahun lamanya, maka belum tentu atom-atom tersebut akan segera bereaksi membentuk molekul air, kalaupun terbentuk, maka tidak akan lebih dari segelintir pada dasar wadah dan itupun akan terjadi dengan sangat lambat. Hal itu disebabkan karena faktor suhu yang tidak mendukung, dimana pada suhu kamar antara Oksigen dan Hidrogen sangat lambat untuk bereaksi.
Dalam keadaan bebas, Oksigen dan Hidrogen ditemukan sebagai molekul H2 dan O2. Untuk dapat bergabung membentuk molekul air H2O maka keduanya harus bertubrukan, supaya ikatan-ikatan yang membentuk masing-masing molekul hidrogen dan oksigen melemah, akibatnya tidak ada lagi penghalang untuk bergabungnya atom oksigen dan hidrogen tersebut membentuk molekul air H2O. Temperatur yang tinggi akan berpengruh terhadap kecepatan reaksi antara molekul Hidrogen dan Oksigen. Dengan temperatur yang tinggi akan meningkatkan energi, begitu pula dengan kecepatan molekul-molekul yang bergerak semakin cepat sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah tubrukan antar molekul. Akibat dari semua ini, reaksi yang terjadi berjalan semakin cepat, sehingga terbentuklah apa yang disebut sebagai molekul air.
after big bang 45
Pada saat sekarang ini, tidak ada lagi temperatur yang cukup tinggi untuk membentuk air di permukaan bumi. Panas yang diperlukan untuk pembentukan air pada awalnya disuplai selama terbentuknya bumi ini, yang mana akhirnya memunculkan banyak air sebanyak yang menutupi tiga perempat permukaan bumi. Air tidak lagi terbentuk baru, namun yang terjadi adalah air yang ada di permukaan bumi menguap kemudian naik ke atomosfir, selanjutnya menjadi dingin dan akhirnya kembali ke bumi dalam bentuk hujan. Oleh karena itulah sehingga jumlah air tidak akan pernah bertambah tapi hanya mengalami siklus yang terjadi secara terus menerus.
--------------------------

TEORI TENTANG TERBENTUKNYA AIR

Teori yang paling tepat mengenai asal mula kemunculan air di Bumi sampai saat ini masih menjadi tanda tanya di kalangan ilmuwan. Namun, ada beberapa teori yang paling menonjol.

I.

Yang pertama yakni teori yang berhubungan dengan pendinginan Bumi. Diperkirakan bahwa awal pembentukan air di Bumi berlangsung dua milyar tahun yang lalu, saat Bumi mulai mengalami pendinginan. Bumi berawal dari gas yang kemudian memadat dan mengeras seiring pendinginannya. Proses pendinginan ini terjadi secara bertahap, mengakibatkan Bumi diselimuti oleh lapisan awan yang mengandung air. Saat temperatur permukaan Bumi masih sangat tinggi, tetesan air yang jatuh akan dikembalikan lagi menjadi uap air. Proses ini membuat tidak ada sinar matahari yang mencapai permukaan Bumi. Bumi kemudian mendingin sehingga uap air dapat turun sebagai hujan. Hujan ini terjadi terus-menerus, lalu mengisi cekungan-cekungan dan tempat berelief rendah di permukaan Bumi sehingga menjadi lautan. Namun banyak ilmuwan mengatakan bahwa air yang dihasilkan dari pendinginan ini kuantitasnya tidak akan mencukupi untuk pembentukan samudra pertama.

II.

Teori selanjutnya menyatakan bahwa pada awal terbentuknya sistem tata surya, daerah sekitar posisi Bumi masih terlalu panas untuk bisa memungkinkan terbentuknya molekul air. Tetapi pada jarak matahari ke Bumi, oksigen sudah dapat mengalami pengembunan dengan banyak unsur lain, contohnya bersenyawa membentuk oksida besi. Senyawa kaya hidrogen seperti serpentin juga sudah dapat terbentuk. Dengan demikian, Bumi muda pada waktu itu sudah mengandung atom O dan H tetapi terkunci di dalam senyawa lainnya.

Bumi yang pada saat itu sangat panas, mengakibatkan banyak gas yang terlepas dari permukaannya. Bagian-bagian dari planet Bumi pun meleleh, memanaskan batuan hingga menguap, dan menyebabkan atmosfer yang tersusun atas gas mulai terbentuk. Temperatur dan tekanan di atmosfer memungkinkan atom O dan H untuk berikatan, membentuk senyawa yang kita kenal sebagai air.

III.

Teori lainnya dikeluarkan pada tahun 2010 oleh Dr. Mike Drake dari Universitas Arizona, AS, yang divalidasi oleh tim Profesor Nora de Leeuw dari UCL Chemistry. Drake menyatakan bahwa air sudah ada di permukaan serbuk antariksa saat mereka mulai membentuk planet Bumi. Hal ini dapat terjadi jika adhesi—gaya tarik-menarik antar molekul yang tidak sejenis—antara air dengan serbuk tersebut cukup kuat sehingga memungkinkan untuk bertahan pada kondisi yang ekstrem pada awan serbuk antariksa tempat planet mulai terbentuk. Sebuah simulasi komputer pun dijalankan, dan memberi hasil bahwa adhesi yang dihasilkan antara air dengan mineral yang lazim ditemukan di awan serbuk antariksa—contohnya olivin—memang cocok untuk penyimpanan air selama kondisi suhu dan tekanan ekstrem tersebut.

Melalui hal tersebut, sebuah hipotesis yang sangat kuat pun muncul, yakni bahwa air telah ada saat kelahiran planet Bumi dan keberadaannya bukan sebagai pendatang baru setelah planet Bumi terbentuk.

IV.

Teori selanjutnya berhubungan dengan meteorit karbon kondritik. Meteorit yang sangat primitif ini telah lama dipelajari oleh ilmuwan sebagai sumber dari unsur-unsur volatil yang terdapat di Bumi muda, misalnya hidrogen, nitrogen, carbon, dan mungkin material-material organik. Pemahaman tentang sumber unsur-unsur ini dapat membantu manusia memperkirakan asal mula air dan juga kehidupan di Bumi. Oleh karena itu sebuah penelitian diadakan oleh Conel Alexander dari Carnegie yang berfokus pada air beku yang terdistribusi di sistem tata surya awal.

Bukti keberadaan es tersebut terdapat pada objek seperti komet dan meteorik karbon kondritik. Penemuan tim Alexander menyatakan bahwa meteorit dan asteroid induknya adalah sumber air yang paling memungkinkan. Pendapat mereka ini diterbitkan pada tanggal 12 Juli 2012 di media Science Express.

Dengan mengetahui perbandingan dari hidrogen dengan isotop beratnya yakni deuterium di dalam air normal yang membeku, ilmuwan dapat memprediksi jarak relatif dari matahari ke objek yang mengandung air tersebut. Berdasarkan sains, objek yang terbentuk lebih jauh dari matahari seharusnya memiliki kandungan deuterium yang lebih tinggi dalam esnya, dan objek yang terbentuk di wilayah yang sama seharusnya memiliki isotop hydrogen yang mirip.

Sebelum itu, telah muncul perkiraan bahwa komet dan karbon kondritik terbentuk di luar orbit Jupiter, bahkan mungkin di tepian sistem tata surya, lalu berpindah ke dalam sehingga membawa unsur volatil dan material organik ke Bumi.

Namun tim Alexander telah menganalisis 85 sampel karbon kondritik dan menunjukkan bahwa kandungan deuterium pada karbon kondritik lebih rendah dari komet, sehingga kemungkinan dua benda tersebut tidak terbentuk di wilayah yang sama. Mereka mengusulkan bahwa karbon kondritik terbentuk di sabuk asteroid yang terletak di antara orbit Mars dan Jupiter. Mereka juga mengusulkan bahwa sebagian besar unsur volatil di Bumi datang dari berbagai kondrit, bukan komet.

V.

Teori ini berhubungan dengan komet dan hantaman besar. Di pinggiran tata surya, air dalam bentuk es tersimpan dalam jumlah melimpah pada kometisimal-kometisimal yang menghuni awan komet Opik-Oort maupun sabuk Kuiper-Edgeworth. Jika air berasal dari daerah tersebut, mekanisme yang paling memungkinkan agar air dapat terangkut dari daerah tersebut ke daerah planet-planet terestrial khususnya Bumi adalah melalui tumbukan oleh benda langit. Contohnya, komet.

Tabrakan ini akan menghasilkan pelepasan energi dalam jumlah sangat besar yang ditandai dengan adanya bola api bersuhu sangat tinggi. Namun distribusi suhu pada tabrakan ini tidaklah homogen sehingga tidak seluruh air akan terurai menjadi H dan O, malah hanya sebagian kecil. Sisanya tetap berupa air meskipun wujudnya uap. Jejak kawah di Bulan juga menunjukkan bahwa Bumi pernah mengalami tabrakan hebat dengan komet yang dikenal sebagai periode Hantaman Besar, yang terjadi sekitar 4,2-3,8 milyar tahun yang lalu.

Beberapa komet yang telah diobservasi menunjukkan bahwa sidik jari air yang terkandung dari es di dalamnya berbeda dengan sidik jari air di Bumi. Sidik jari bagi air adalah rasio antara air berat atau D2O—yakni molekul senyawa yang identik dengan air namun atom H-nya digantikan oleh atom D—dengan air normal atau air ringan—yakni H2O biasa. Pada air di Bumi, terdapat 1.558 atom D dalam tiap 10juta atom O. Sedangkan rasio pada komet-komet yang berasal dari awan komet Opik-Oort berbeda jauh dengan rasio tersebut sehingga diyakini bahwa air di Bumi tidak berasal dari sana.

Sidik jari air Bumi justru lebih mirip dengan sidik jari air di meteorit karbon kondritik. Meteorit ini merupakan pecahan asteroid yang berjarak 450juta km dari matahari. Namun air pada tata surya purba berada pada jarak 600-700juta km dari matahari, sehingga pada jarak asteroid tadi jumlah air sedikit dan tidak akan mencukupi suplai ke Bumi.

Pencerahan datang dari observasi terhadap komet Hartley 2. Komet ini membawa es yang sidik jari airnya nyaris identik dengan sidik jari air di Bumi, yakni 1.610 atom D per 10juta atom H. Komet ini juga berasal dari sabuk Kuiper-Edgeworth, sehingga untuk sementara dapat disimpulkan bahwa air dari Bumi disuplai dari kawasan ini. Pada waktu itu Bumi diperkirakan mendapat sedikitnya 70 trilyun ton suplai air, jumlah yang mencukupi untuk pembentukan samudra pertama.
=====================================

Sementara itu ‘arasy-Nya di atas AIR. .... SOP KOSMOS setelah BIG BANG ??? .. wallahua'lam
--------------

MENAKJUBKAN! Alam semesta yang maha luas dan selalu bertambah luas (khususnya pada saat ini) bermula dari suatu "gumpalan", dimana semua materi lumat dalam kerapatan tak hingga. Dapatkah dibayangkan, berapa besar kerapatan materi dalam sebuah "titik" yang volumenya nol, jika seluruh massa alam semesta yang terdiri dari sekitar 100 milyar kali 100 milyar bintang yang massa tiap-tiap bintang sebesar kira-kira massa matahari dalam tata surya kita dipaksakan masuk ke dalamnya? Titik ini dalam kajian kosmologi, yakni bahasan alam semesta skala besar, disebut singularitas. Materi yang sekian banyak tersebut berkumpul menjadi neutron (partikel netral, tak bermuatan listrik). Sebab, elektron-elektron (partikel bermuatan listrik negatip) yang berasal dari masing-masing atom telah "menyatu" dengan proton (partikel bermuatan listrik positip) "pasangan"-nya dalam atom. Keberadaan alam semesta dari "gumpalan maha padat" yang mempunyai interaksi gravitasi (interaksi gravitasi disebabkan oleh adanya massa) yang luar biasa besar, memiliki efek remasan yang juga luar biasa besar sehingga gumpalan alam semesta mengkerut, berukuran lebih kecil dari bintang pulsar yang berjejari sekitar dua hingga tiga kali jari-jari matahari. Bahkan gumpalan ini mengkerut sehingga ia berukuran lebih kecil dari black holes, memiliki massa jauh lebih besar dibandingkan dengan massa pulsar dan terus mengkerut hingga berjejari mendekati ukuran titik.

Menurut Prof. Baiquni, alam semesta yang berawal dari "ketiadaan" sebagai guncangan vakum yang membuatnya memiliki energi yang sangat tinggi dalam singularitas bertekanan negatip. Vakum yang mempunyai kandungan energi luar biasa besar dan tekanan gravitasi negatip ini menimbulkan suatu dorongan eksplosif yang luar biasa besar keluar dari singularitas.

Seiring dengan mengembangnya alam semesta, materi dan radiasi di alam semesta menjadi semakin dingin. Karena suhu merupakan ukuran energi rerata (atau kelajuan rerata) partikel, pendinginan semesta memiliki pengaruh terhadap materi yang dikandungnya. Ketika alam semesta mendingin, karena ekspansi yang super cepat, suhunya merendah melewati 1.000 trilyun-trilyun derajat (coba bandingkan, misal, dengan suhu reaksi fusi di matahari yang "hanya" sekitar 5.500 derajat celcius), pada umur 10 pangkat minus 35 detik, terjadilah gejala 'lewat dingin'. Pada saat pengembunan tersentak, keluarlah materi dari bentuk energi yang memanaskan kosmos kembali menjadi 1.000 trilyun-trilyun (1 dengan 27 nol dibelakangnya) derajat. Namun, seluruh kosmos terdorong membesar dengan kecepatan luar biasa selama waktu 10 pangkat minus 32 detik. Ekspansi alam semesta yang luar biasa, menggelembung dengan tiupan dahsyat yang dikenal sebagai gejala inflasi.

Selama proses inflasi ini, terdapat kemungkinan tak hanya satu alam saja yang muncul, tetapi beberapa alam, berapa jumlahnya? Dan masing-masing alam dapat memiliki hukum-hukumnya sendiri yang tidak perlu sama dengan hukum alam semesta yang kita tempati. Karena materialisasi dari energi yang tersedia yang pada akhirnya berakibat terhentinya inflasi tak terjadi secara serentak, maka di lokasi-lokasi tertentu terdapat konsentrasi materi yang merupakan benih galaksi-galaksi yang tersebar di seluruh kosmos. Jenis materi apa yang muncul pertama-tama di alam ini? Saat umum alam semesta mendekati seperseratus detik, isinya adalah radiasi dan partikel-partikel subnuklir. Pada saat itu, suhu kosmos sekitar 100 milyar derajat celcius. Campuran partikel dan radiasi yang sangat rapat serta bersuhu sangat tinggi itu lebih menyerupai "fluida" daripada zat padat, sehingga kosmolog menamainya "sop kosmos".

Antara umur satu detik hingga tiga menit terjadi proses yang dinamai proses nukleosintesis (proses penggabungan inti-inti atom). Dalam periode ini, inti atom-atom ringan terbentuk sebagai hasil rekasi fusi nuklir. Saat, setelah umur alam semesta mencapai 700.000 tahun, elektron-elektron masuk dalam orbit mereka di sekitar inti dan bersama-sama inti membentuk atom sembil melepaskan energi radiasi; pada saat itu seluruh langit bercahaya terang-benderang dan hingga kini "cahaya" ini masih dapat diamati sebagai radiasi gelombang mikro.

Menurut perhitungan para ilmuwan kosmologi, alam semesta mempunyai sekitar sepuluh dimensi; yaitu, empat dimensi ruang-waktu yang kita hayati, dan enam dimensi lainnya yang tak kita sadari, karena "tergulung" dengan jari-jari 10 pangkat minus 32 sentimeter yang berujud sebagai muatan listrik dan muatan nuklir.

Dimensi yang kita hayati adalah dimensi yang, katakanlah, "terentang" sebagai ruang-waktu. Jika semua yang telah dirintis secara matematika ini memperoleh dukungan dari hasil ekperimen atau observasi, maka ada kemungkinan bahwa alam semesta yang kita huni ini mempunyai "dunia kembaran"(shadow world) yang sebenarnya keberadaannya di sekeliling kita, ia hanya dapat kita hubungi melalui medan gravitasi.

Sumber : Mimbar Koran Kampus Universitas Brawijaya, No. 243, Th. XXII, 1993

--------------------------
Tiga Jenis Air yg ada di BUMI

air bumi proses 1

Secara umum Alquran membedakan jenis air ke dalam tiga kategori. Yaitu, maa’ thahuur atau air murni yang suci dan mensucikan, maa’ furaat atau air tawar layak minum, dan maa’ ujaaj atau air asin yang berkadar garam tinggi dan tidak layak dikonsumsi. Setiap jenis air memiliki spesifikasi dan fungsinya
sendiri-sendiri dalam kehidupan.

Makna inilah yang diisyaratkan dengan kalimat bi qadar, artinya “sesuai takaran dan ukuran yang akurat dan sempurna”, seperti termaktub dalam Alquran, QS. az-Zukhruf/41: 11,
bahwa “Dialah yang menurunkan air dari langit dengan qadar”. Yakni, dengan takaran dan ukuran yang sangat sempurna dan tepat; baik dari aspek kualitas dan kuantitasnya, spesifikasi dan fungsinya, ataupun aspek-aspek lain yang dibuat tepattakarannya sesuai kebutuhan hayati masing-masing lingkungan
=============

wallahua'lam

Sumber:

http://carnegiescience.edu/news/solar_system_ice_source_earth%E2%80%99s_water

http://www.astroparticle.net/wpblog/2012/09/origin-of-water-on-earth/

http://earthsky.org/space/did-comets-bring-water-to-earth

http://langitselatan.com/2011/10/07/komet-dan-samudera-sebuah-benang-merah/

http://phys.org/news/2012-07-solar-ice-source-earth.html