Neraka dalam terminologi al-Quran memiliki beberapa pengertian, di antaranya: 1) Alam akhirat tempat penyiksaan untuk orang berdosa, 2) Sial, dan 3) Keadaan atau tempat menyengsarakan, penyakit parah, dan kemiskinan. —————– Dalam terminologi al-Quran, kata neraka disebut *naar*, yang berarti api yang menyala. Secara istilah, neraka berarti tempat balasan berupa siksaan bagi orang yang berbuat dosa dan kesalahan. —————— Neraka adalah tempat penyiksaan dimana bentuk hukumannya yang paling sangat menyiksa digambarkan sebagai api. Nama-nama neraka yang digunakan di dalam al-Quran : al-Naar (api),jahannam, al-Jahim (yang membakar), al-Sa’ir (jilatan api), al-Saqar (api yang menghanguskan), al-Hawiyah (jurang), al-Huthamah (api yang meremukkan). ——————— Naar adalah api yang panas sekali —————– Adapun ayat-ayat yang menggunakan kata naar ditemukan sebanyak 194 kali. ——————- Jahannam, yang memiliki arti sumur yang dalam. Kata jahannam dalam al-Quran disebutkan sebanyak 77 kali. ———————- Kata Janah dalam bahasa Arab memiliki arti “Kebun”, maka dalam bahasa Al-Qur’an berarti “Kebun Surga”. ——————– Dalam bahasa arab Jannah adalah kata jamak dari kata Jinan, yang berarti kebun atau taman. Dimana kebun atau taman tersebut adalah tempat yang kekal diakhirat, yang diperuntukan bagi hamba Allah yang beriman dan beramal shaleh, tempat yang memberikan kenikmatan yang belum pernah dirasakan di dunia dan sebagai balasan untuk amalannya yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Hal ini sesuai dengan gambaran Al-Jannah dalam Al-Qur’an. ———————– Pengertian Surga ————————- Kata “*surga*” sendiri berasal dari kata/sanskerta/, suarga, dari suku kata SUAR dan GA. /SUAR artinya cahaya/, dan/GA artinya perjalanan/. Orang Jawa sering menyebutnya dengan /SUARGO/. Dengan demikian, pada mulanya surga berarti /perjalanan ke dunia cahaya/. Pengertian ini terdapat dalam ajaran Hindu-Budha. Bagaimana dalam ajaran Islam? Dalam al-Qur’an (Islam), konsep surga dimaksudkan terjemahan dari kata bahasa arab,*jannah* – jamak dari Jinan – yang berarti “/kebun, taman/“. Ia adalah tempat yang kekal di akhirat dan diperuntukkan bagi hamba-hamba Allah Swt yang beriman dan beramal shaleh, tempat yang memberikan kenikmatan yang belum pernah dirasakan ketika hidup di dunia dan sebagai balasan jerih payah memenuhi perintah dan menjauhi larangannya. ————————- Dari arti “kebun” itu, tampaknya sangat sesuai ketika Al-Qur’an melukiskan Al-Jannah (surga) sebagai sebuah tempat yang indah, dipenuhi pohonn-pohon rindang, sungai yang airnya mengalir jernih dan segala keindahan lainnya. Hal tersebut dimaksudkan dan juga sejumlah penafsir menggarisbawahi bahwa keadaan di surga, begitu indah dan nikmatnya sampai tidak terbayangkan oleh manusia. ————————– Di dalamnya terdapat segala sesuatu yang memikat dan menyenangkan hati serta pandangan, di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terpikirkan oleh akal pikiran. Oleh karena itu, Allah subhanahu wata’aala berfirman: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As Sajdah: 17). —————————— Sebagaimana diungkap di atas, surga dan neraka merupakan kelanjutan alami dari perbuatan baik dan jahat manusia. Secara logis manusia memerlukan keduanya sebagai balasan amal mereka. Jika beramal sholeh balasannya adalah surga dan sebaliknya neraka adalah buat orang kafir dan ingkar terhadap ayat-ayatnya. Ini lebih menjelaskan lagi bahwa surga merupakan tempat yang bagus dan sebaliknya dengan neraka. إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا (107) خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا (108)‏ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.” (Al Kahfi: 107-108). ———————————

surga neraka tulis

Kata Janah dalam bahasa Arab memiliki arti “Kebun”, maka dalam bahasa Al-Qur’an berarti “Kebun Surga”.
——————–
Dalam bahasa arab Jannah adalah kata jamak dari kata Jinan, yang berarti kebun atau taman. Dimana kebun atau taman tersebut adalah tempat yang kekal diakhirat, yang diperuntukan bagi hamba Allah yang beriman dan beramal shaleh, tempat yang memberikan kenikmatan yang belum pernah dirasakan di dunia dan sebagai balasan untuk amalannya yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Hal ini sesuai dengan gambaran Al-Jannah dalam Al-Qur’an.
———————–

  1. Pengertian Surga

————————-

Kata “*surga*” sendiri berasal dari kata/sanskerta/, suarga, dari suku

kata SUAR dan GA. /SUAR artinya cahaya/, dan/GA artinya perjalanan/.

Orang Jawa sering menyebutnya dengan /SUARGO/.

Dengan demikian, pada mulanya surga berarti /perjalanan ke dunia

cahaya/. Pengertian ini terdapat dalam ajaran Hindu-Budha. Bagaimana

dalam ajaran Islam?

Dalam al-Qur’an (Islam), konsep surga dimaksudkan terjemahan dari kata

bahasa arab,*jannah* – jamak dari Jinan – yang berarti “/kebun, taman/“.

Ia adalah tempat yang kekal di akhirat dan diperuntukkan bagi

hamba-hamba Allah Swt yang beriman dan beramal shaleh, tempat yang

memberikan kenikmatan yang belum pernah dirasakan ketika hidup di dunia

dan sebagai balasan jerih payah memenuhi perintah dan menjauhi larangannya.

————————-

Dari arti “kebun” itu, tampaknya sangat sesuai ketika Al-Qur’an

melukiskan Al-Jannah (surga) sebagai sebuah tempat yang indah, dipenuhi

pohonn-pohon rindang, sungai yang airnya mengalir jernih dan segala

keindahan lainnya. Hal tersebut dimaksudkan dan juga sejumlah penafsir

menggarisbawahi bahwa keadaan di surga, begitu indah dan nikmatnya

sampai tidak terbayangkan oleh manusia.

————————–

Di dalamnya terdapat segala sesuatu yang memikat dan menyenangkan hati

serta pandangan, di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah

dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah

terpikirkan oleh akal pikiran. Oleh karena itu, Allah subhanahu

wata’aala berfirman:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu

(bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan

terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As Sajdah: 17).

——————————

Sebagaimana diungkap di atas, surga dan neraka merupakan kelanjutan

alami dari perbuatan baik dan jahat manusia. Secara logis manusia

memerlukan keduanya sebagai balasan amal mereka. Jika beramal sholeh

balasannya adalah surga dan sebaliknya neraka adalah buat orang kafir

dan ingkar terhadap ayat-ayatnya. Ini lebih menjelaskan lagi bahwa surga

merupakan tempat yang bagus dan sebaliknya dengan neraka.

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا (107) خَالِدِينَ

فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا (108)‏

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka

adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya,

mereka tidak ingin berpindah daripadanya.” (Al Kahfi: 107-108).

———————————

  1. Calon-Calon Penghuni Surga

—————————–

Berdasarkan Al Quran dan hadits Nabi Saw, Ada sepuluh golongan yang

akan menjadi penghuni Surga. Kesepuluh golongan itu diantaranya:

  1. Para Nabi, orang-orang yang jujur, syuhada, dan orang-orang yang

shalih.

Allah berfirman:Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan

Rasul-(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang

yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para

shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh.

Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (TQS. An-Nisa [4]: 69)

  1. Orang-orang yang berbuat baik (al-Abrar).

Allah berfirman:Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar

berada dalam keni’matan yang besar (surga), (TQS. Muthafifin

[83]: 22)Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan, minum

dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.

(Yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba

Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan

sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu

hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan

makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan

orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu

hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak

menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima

kasih. Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu

hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh

kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu,

dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan

hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran

mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, (TQS. Al-Insan [76]:

5-12).

  1. Orang-orang yang terdahulu (masuk islam) yang didekatkan kepada

Allah.

Allah berfirman: Dan orang-orang yang paling dahulu beriman,

merekalah yang paling dulu (masuk surga). Mereka itulah orang

yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga keni’matan.

(TQS al-Waqiah [56]: 10 –12)

  1. Ashhabul Yamin yaitu orang-orang yang menerima buku catatan amal

dari sebelah kanan.

Allah berfirman: Dan golongan kanan, alangkah bahagianya

golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak

berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan

naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan

buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak

terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan

langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh

cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan

kanan, (TQS. al-Waqiah [56]: 27-38)

  1. Al-Muhsinun yaitu orang-orang yang senantiasa berbuat baik

dengan ikhlas dan sesuai dengan aturan syariat.

Allah berfirman: Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali

persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun

berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha

Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (TQS. Yunus [10]: 36)

  1. Ash-Shabirun, yaitu orang-orang yang bersabar. Allah Swt

berfirman:(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya

bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya,

isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat

masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil

mengucapkan): “Salamun `alaikum bima shabartum”. Maka alangkah

baiknya tempat kesudahan itu. (TQS. Ar-Ra’d [13]: 23-24)

  1. Orang yang takut saat menghadap Tuhannya.

Allah berfirman: Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap

Tuhannya ada dua surga. (TQS. Ar-Rahman [55]: 46)

  1. Al-Muttaqun yaitu orang-orang yang bertakwa.

Allah berfirman :Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu

berada dalam syurga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata

air (yang mengalir). (TQS. Al-Hijr [15]: 45).Sesungguhnya

orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu)

di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; (TQS. Ad-Dukhan

[44]: 51-52).Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada

hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa. (TQS. Maryam [19]: 63).

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa

ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya;

buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula).

Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang

tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (TQS.

Ar-Ra’d [13]: 35).

  1. Orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Allah

berfirmanSesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal

saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,

mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah

daripadanya. (TQS. Al-Kahfi [18]:107-108),Orang-orang yang

beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat

kembali yang baik. (TQS. Ar-Ra’d [13] :29),Sesungguhnya

orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka

diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah

mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh

keni`matan. (TQS. Yunus [10]: 9),

(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan

adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah

kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan.

(TQS. Az-Zukhruf [43]: 69-70),

Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan

mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan

pahala yang besar. (TQS. Hud [11]: 23).

  1. At-Taaibun, yaitu orang-orang yang bertaubat.

Allah berfirman: Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan

beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak

dianiaya (dirugikan) sedikitpun. (TQS. Maryam [19]: 60).

*

  1. Ciri Fisik Penghuni Surga

Penghuni al jannah memiliki ciri-ciri khusus. Diantaranya;

Berperawakan seperti Adam. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu

‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ

بَعْدَهُ حَتَّى اْلآنَ

“Maka setiap orang yang masuk al jannah wajahnya seperti Adam dan

tingginya 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga

sampai sekarang.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Berusia masih muda. Dari shahabat Syahr bin Husyab radhiallahu

‘anhu, Rasulullah bersabda:

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلاَثِينَ أَوْ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ سَنَةً

“Penghuni al jannah akan masuk ke dalam al jannah dengan keadaan

rambut pendek, jenggot belum tumbuh, mata bercelak, dan berusia tiga

puluh tahun atau tiga pulu tiga tahun.” (HR. At Tirmidzi no. 2468,

dihasankan Asy Syaikh Al Albani. Keraguan ini berasal dari perawi,

namun dalam riwayat Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Ath Thabarani dan Al

Baihaqi dengan riwayat tegas tanpa ada keraguan yaitu berusia 33

tahun. Lihat Tuhfatul Ahwadzi 7/215)

*

  1. Orang Yang Pertama Mengetuk Pintu Surga

Orang pertama kali yang mengetuk pintu al jannah, lalu membukanya

dan kemudian memasukinya adalah /Rasulullah shalallahu ‘alaihi

wasallam/.

Dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah

shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَنَا أَكْثَرُ اْلأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ

“Saya adalah orang yang paling banyak pengikutnya pada Hari Kiamat

dan saya adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu Al Jannah.”

(HR. Muslim no. 196)

Masih dari shahabat Anas bin Malik namun dalam riwayat At Tirmidzi,

dengan lafadz:

“Saya adalah orang yang pertama kali keluar jika mereka

dibangkitkan. Saya adalah orang pertama kali bicara, jika mereka

diam. Saya adalah pemimpin mereka, jika mereka dikirim. Saya adalah

pemberi syafaat kepada mereka, jika mereka tertahan. Saya adalah

pemberi berita gembira, jika mereka putus asa. Panji pujian ada

digenggaman tanganku. Kunci-kunci al jannah ada ditanganku. Saya

adalah keturunan Adam yang paling mulia di sisi Rabb-ku dan tidak

ada kebanggaan melebihi hal ini. Saya dikelilingi seribu pelayan

setia laksana mutiara yang tersimpan.”

*

  1. Umat Yang Pertama Kali Masuk Surga Dan Ciri-Cirinya

Sekalipun umat Islam ini adalah umat terakhir, namun Allah subhanahu

wata’ala (dengan rahmat-Nya yang luas) memilihnya sebagai umat yang

pertama kali masuk al jannah. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu

‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

نَحْنُ اْلآخِرُونَ اْلأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ

أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ

“Kita adalah umat terakhir namun paling awal pada hari kiamat. Kita

adalah umat yang pertama kali masuk al jannah, meskipun mereka

diberi kitab sebelum kita, dan kita diberi kitab sesudah mereka.”

(HR. Muslim no. 855)

Selain itu, Allah subhanahu wata’ala pun menampilkan umat Islam

dengan penampilan yang amat indah. Masih dari shahabat Abu Hurairah

radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً

“Rombongan pertama yang masuk Al Jannah laksana bulan purnama,

sedangkan rombongan berikutnya bagaikan bintang yang paling berkilau

di langit.”

(HR. Al Bukhari no. 3327, Muslim no. 2824)

*Orang Fakir Miskin Lebih Dahulu Masuk Al Jannah*

Lalu siapakah diantara umat Islam yang pertama kali masuk al jannah?

Hal yang sama pernah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tanyakan

kepada para shahabatnya. Seraya mereka menjawab: “Allah dan

Rasul-Nya yang lebih tahu.” Barulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi

wasallam menjelaskan: “Mereka adalah kaum faqir Muhajirin yang

terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Salah seorang dari mereka

meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya namun ia

tidak mampu menunaikannya. Para Malaikat berkata: ” Ya Rabb-kami,

kami adalah para malaikat-Mu, penjaga-Mu, dan penghuni langit-Mu,

janganlah Engkau dahulukan mereka daripada kami memasuki jannah-Mu!

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Mereka adalah hamba-hamba-Ku

yang tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Mereka terlindungi

dari hal-hal yang dibenci. Ada salah seorang diantara mereka

meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya yang

tidak mampu ia tunaikan. Mendengar jawaban Allah seperti itu, para

malaikat segera masuk ketempat mereka dari semua pintu seraya

berkata,” Salam sejahtera untuk kalian atas kesabaran kalian. Ini

adalah sebaik-baik tempat tinggal.” (HR. Ahmad dan At Thabarabi,

dari shahabat Abdullah bin Umar)

Sementara dalam riwayat Al Imam Muslim dan At Tirmidzi menjelaskan

selisih waktu antara rombongan orang-orang fakir dengan orang-orang

kaya masuk ke dalam al jannah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi

wasallam bersabda:

إِنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ اْلأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا

“Orang-orang fakir kaum Muhajirin masuk Al Jannah mendahului

orang-orang kaya dari mereka, dengan selisih waktu 40 tahun.” (HR.

Muslim no. 2979)

—————————–

  1. Pengertian Neraka

————————-

Neraka dalam terminologi al-Quran memiliki beberapa pengertian, di

antaranya:

1) Alam akhirat tempat penyiksaan untuk orang berdosa,

2) Sial, dan

3) Keadaan atau tempat menyengsarakan, penyakit parah, dan kemiskinan.
—————–

Dalam terminologi al-Quran, kata neraka disebut *naar*, yang berarti api

yang menyala. Secara istilah, neraka berarti tempat balasan berupa siksaan bagi orang

yang berbuat dosa dan kesalahan.
——————
Neraka adalah tempat penyiksaan dimana bentuk hukumannya yang paling sangat menyiksa digambarkan sebagai api. Nama-nama neraka yang digunakan di dalam al-Quran : al-Naar (api),jahannam, al-Jahim (yang membakar), al-Sa’ir (jilatan api), al-Saqar (api yang menghanguskan), al-Hawiyah (jurang), al-Huthamah (api yang meremukkan).
———————

Naar adalah api yang panas sekali
—————–

Adapun ayat-ayat yang menggunakan kata naar ditemukan sebanyak 194 kali.
——————-

Jahannam, yang memiliki arti sumur yang dalam. Kata jahannam dalam

al-Quran disebutkan sebanyak 77 kali.

———————-

Bersabda Nabi SAW : Adapun Neraka itu gelap gulita, tidak mempunyai

penerangan kecuali api yang menyala-nyala. Neraka itu mempunyai tujuh

pintu dan tiap-tiap pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu bukit,

tiap-tiap bukit mempunyai tujuh puluh ribu cabangnya, tiap-tiap cabang

itu terdiri atas bagian-bagian yang lebih kecil. Dan tiap-tiap bagian

yang lebih kecil itu terdiri atas tujuh puluh ribu dusunnya. Dan

tiap-tiap dusun itu tujuh puluh ribu rumahnya dan api yang

menyala-nyala. Tiap-tiap rumah itu tujuh puluh ribu ular dan kalajengking

—————————-

Calon Penghuni Neraka

——————————————-

Dalam firman Allah tersebut terdapat enam sifat orang yang bakal

dilemparkan ke dalam Jahannam.

o Orang yang sangat ingkar: yakni mereka yang sangat kafir, di

mana berbagai macam kekafiran mereka lakukan baik berupa

perbuatan maupun ucapan. Atau mereka yang kekafiran itu telah

menguat dalam qalbunya.

o Keras kepala: yakni membangkang terhadap kebenaran,

menghadapinya dengan kebatilan sementara ia tahu kebenaran itu.

Kalaupun kebenaran itu ditawarkan kepadanya, dia tidak mau

menerimanya walaupun kebenaran itu begitu jelas. Akibatnya, ia

akan banyak berbuat maksiat, berani menerjang larangan-larangan

Allah.

o Sangat menghalangi kebajikan: kebajikan di sini berarti segala

macam kebajikan. Seolah-olah dia mencari-cari segala macam

kebajikan untuk dia halangi sehingga dia menghalangi segala

macam amal baik, dan yang terbesar adalah iman kepada Allah ,

malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya, serta

menghalangi seseorang untuk berdakwah kepadanya. Ia juga tidak

menunaikan apa yang menjadi kewajibannya, tidak mau berbuat

baik, bersilaturahmi, dan bershadaqah. Ia menghalangi dirinya

sendiri untuk berjuang dengan harta dan badannya dalam perkara

yang diridhai Allah .

o Melanggar batas: yakni melanggar batas-batas hukum Allah  dan

melanggar hak-hak makhluk, sehingga ia berbuat jahat kepada

mereka. Yakni, bukan saja dia menghalangi seseorang untuk

berbuat kebajikan, namun ia juga berbuat jahat kepadanya. Ini

semacam perlakuan orang Quraisy terhadap Nabi. Mereka melarang

beliau n berbuat baik sekaligus mereka berbuat jahat kepada

beliau. Sebagaimana ia juga melampaui batas dalam membelanjakan

hartanya. Qatadahmenafsirkan: “Yakni melampaui batas dalam

bicara, jalan dan segala urusannya.”

o Lagi ragu-ragu: yakni tertanam dalam dirinya keraguan dan

kebimbangan. Demikian juga, ia membuat keraguan pada diri orang

lain, baik keraguan dalam hal janji Allah  ataupun ancaman-Nya,

sehingga tiada iman dan kebaikan dalam dirinya.

o Yang menyembah sesembahan yang lain beserta Allah : mencakup

semua orang yang menghambakan diri dan menghinakan diri kepada

selain Allah.

Untuk orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut, Allah katakan:

“Maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.”

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah  bersabda:

يَخْرُجُ عُنُقٌ مِنَ النَّارِ يَتَكَلَّمُ يَقُوْلُ: وُكِلْتُ الْيَوْمَ بِثَلَاثَةٍ؛ بِكُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ،

وَمَنْ جَعَلَ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ، وَمَنْ قَتَلَ نَفْساً بِغَيْرِ نَفْسٍ فَتَنْطَوِي عَلَيْهِمْ

فَتَقْذِفُهُمْ فِيْ غَمَرَاتِ جَهَنَّمِ

Sebuah leher keluar dari neraka, ia bisa berbicara. Ia pun

mengatakan: “Pada hari ini aku dipasrahi (menyiksa) tiga

golongan manusia: setiap orang yang sombong lagi membangkang,

orang yang menjadikan sesembahan selain Allah  bersama-Nya, dan

setiap orang yang membunuh sebuah jiwa bukan karena qishash.”

Sehingga leher tersebut melilit mereka dan melemparkan mereka ke

dalam dahsyatnya azab jahannam. (HR. Ahmad)

berbagai sumber
wallahua’lam

Betapa Dahsyat dan MeNGERIkannya …. SIKSA-an di Dalam NERAKA …………………………… perSIAPkan bekalmu/bekalku …. sebelum MATImu/matiku … di akhirat HANYA ada … dua golongan yaitu … orang-orang merugi {di NERAKA} dan …..orang-orang yang beruntung {di JANNAH} …………………………………………………. Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah memperingatkan kepada hamba-Nya tentang dahsyatnya Azab Neraka. Allah Subhanahu wata’ala berfirman, “Maka Kami memperingatkan kamu dengan Neraka yang menyala-nyala” (Al Lail: 14) —————————— “Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia.” (Al Muddatsir: 35) ————————– Wahai hamba Allah !!… Wahai anak adam, “Peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah: 24) ———————————– “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wata’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim: 6) —————————– Dan api Neraka itu, wahai hamba Allah !… Sebagaimana yang disifatkan di dalam firman-Nya, “Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah Subhanahu wata’ala mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.” (Az Zumar: 16) ————————-

gambar hell
Betapa Dahsyat dan MeNGERIkannya …. SIKSA-an di Dalam NERAKA
……………………..…….
perSIAPkan bekalmu/bekalku …. sebelum MATImu/matiku … di akhirat HANYA ada … dua golongan yaitu … orang-orang merugi {di NERAKA} dan …..orang-orang yang beruntung {di JANNAH}
……………………..……………………..……
Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah memperingatkan kepada hamba-Nya tentang dahsyatnya Azab Neraka. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Maka Kami memperingatkan kamu dengan Neraka yang menyala-nyala” (Al Lail: 14)
——————————
“Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia.” (Al Muddatsir: 35)
————————–
Wahai hamba Allah !!… Wahai anak adam,
“Peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah: 24)
———————————–
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wata’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim: 6)
—————————–
Dan api Neraka itu, wahai hamba Allah !… Sebagaimana yang disifatkan di dalam firman-Nya,
“Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah Subhanahu wata’ala mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.” (Az Zumar: 16)
————————-
Memperhatikan hari ini, wahai saudaraku kaum Muslmin, adalah perkara yang sangat penting dan membuat kita sadar bagaimana pentingnya untuk berlindung dari pedihnya api Neraka. Karena itu jadilah orang-orang yang disifatkan dalam firman-Nya,
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah Subhanahu wata’ala sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam Neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun.” (Ali Imron: 190-192)

Dan jadilah seperti orang-orang yang disifatkan dalam firman-Nya,
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (Al Furqaan: 63-66)

Dan jadilah kaum Muslim yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wata’ala, orang yang tergolong di dalam firman-Nya,
“Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).” (At Thuur: 25-26)

Juga diriwayatkan dari Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu,
“Sesungguhnya kebanyakan doa nabi Shallallahu’alaihi wasallam yaitu,
“Wahai Rabb kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari Neraka”
Dan orang-orang yang senantiasa meneteskan air mata takut kepada Allah Subhanahu wata’ala dinyatakan di dalam hadits,
“Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api Neraka: (pertama) mata yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wata’ala, (kedua) mata yang bermalam dalam keadaan berjaga di jalan Allah Subhanahu wata’ala.” (HR. At-Tirmidzi no. 1639)

Dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu,
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ada tujuh orang yang akan dinaungi oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam naungan-Nya pada hari yang tiada naungan melainkan naungan-Nya sendiri”, Disebutkan di antara mereka,

“….Orang yang mengingat pada Allah Subhanahu wata’ala di waktu keadaan sunyi lalu melelehlah airmata dari kedua matanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasa Takutnya Salafus Shalih Kepada Neraka
Umar bin Khatab pernah berkata, “Wahai sekalian manusia, andaikata ada yg menyeru dari langit, ‘wahai sekalian manusia, sesunguhnya kalian semua masuk Surga kecuali satu orang’ Saya takut satu orang itu adalah aku.”
Suatu hari Al Hasan Al Bashri pernah menangis, maka ditanya kepada beliau, “Apa yg membuatmu menangis wahai Abu Said?” Beliau menjawab, “Saya takut Allah Subhanahu wata’ala akan melemparkan saya besok ke dalam api Neraka dan Allah Subhanahu wata’ala tidak memperhatikannya.”
Dan berkata Yazid bin Kholsyan, “Demi Allah! Saya tidak penah melihat org yang lebih takut dari Al Hasan Al Bashri dan Umar bin Abdul Aziz seakan Neraka diciptakan untuk mereka berdua saja. Sehingga merek senantiasa merasa takut darinya.”

Ketika Engkau Berdiri sedangkan Neraka Ada di Hadapanmu…
“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Para shahabat bertanya: “Apa yang engkau lihat ya Rasulullah” Beliau shallallahu‘alaihi wasallam menjawab: “Saya melihat Al Jannah dan An Naar.” (HR. Muslim )

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.” Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.” (QS. Al Fajr: 22-26)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Dan diperlihatkan dengan jelas Neraka Jahim kepada orang orang yang sesat”, (Asy Syu’araa: 91)

“Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya).” (QS. An Naazi’aat: 34-39)

“Dan Kami nampakkan Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas.” (Al Kahfi: 100)
Dan mereka datang dalam keadaan penuh dengan kehinaan dan memandang dengan pandangan yang lesu sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala,
“Dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka. (Al Ma’arij: 44)

“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada Neraka, (dikatakan kepada mereka): “Bukankah (azab) ini benar?” Mereka menjawab: “Ya benar, demi Tuhan kami”. Allah Subhanahu wata’ala berfirman “Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar”. (Al Ahqaf: 34)

Suara Kemarahan Neraka

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara Neraka yang mengerikan, sedang Neraka itu menggelegak, hampir-hampir (Neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (Neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” (Al Mulk: 7-8)

Penghuni Neraka Dari Kalangan Jin dan Manusia

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al A’raaf: 179)
“Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (Huud: 119)

Neraka Bertingkat-Tingkat

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (An Nisa: 145)

“Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (Al Hijr: 44)

“Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam Neraka yang ditutup rapat.” (Al balad: 19-20)
“Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” (Al Humazah: 8-9)

Panasnya dan Pedihnya Siksaan di Dalam Neraka

Dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “(Panasnya) api yang kalian (Bani Adam) nyalakan di dunia ini merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya api Neraka Jahannam.” Para sahabat bertanya: “Demi Allah! Apakah itu sudah cukup wahai Rasulullah?” Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “(Belum), sesungguhnya panasnya sebagian yang satu melebihi sebagian yang lainnya sebanyak enam puluh kali lipat.” (HR. Muslim no. 2843)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam Neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An Nisa: 56)

“Sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan isterinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya Neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala, (Al Ma’arij: 11-16)

“Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan Neraka yang menyala-nyala.” (Al Insaan: 4)

“Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir.” (Saba’: 33)

“Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.” (Al Haaqqah: 30-32)

Dan Neraka Jahannam ini siksaannya tidak berujung sampai di sini dan jangan dikira bahwa siksaanya hanya seperti ini bahkan siksaaan di dalamnya berlipat ganda dan terdapat berbagai maacam siksaan dan kepedihan yang membuat bulu kuduk merinding dan membuat hati orang yang beriman gemetar.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Hibban, Al Hakim, dan Al Baihaqi, Dari Abdullah bin Khaliq bin Jundub Al Jabili dia berkata, nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya di Neraka ada enam ular bagaikan leher-leher unta yang menyengat seorang di antara penghuni Neraka tersebut, maka ia mendapatkan panasnya selama tujuh puluh tahun. Dan di dalam Neraka tersebut ada kalajangking-kalajengking yang besarnya bagaikan keledai dan salah satu di antaranya kalajengking tersebut menyengat seorang dari penghuni Neraka maka ia mendapatkan pedihnya sengatan tersebut selama empat puluh tahun.”

“Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”. (Al Qaqi’ah: 51-56)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pambalasan yang setimpal.” (An Naba’: 24-26)

“Dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” (Muhammad: 15)
“Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.” (Ibrahim: 16-17)

Dan pada hari itu, wahai hamba Allah!… Penduduk Neraka akan meraung-raung dan meminta supaya diberi minuman. Allah Subhanahu wata’ala menyatakan menggambarkan tentang pedihnya siksaan mereka,
“Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu Neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Al Kahfi: 29)

Dan diriwayatkan oleh Ibnul Mubarok, Imam Ahmad, dan Imam At Tirmidzi, dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
“sesungguhnya air mendidih dalam Neraka itu akan dituangkan di atas kepala-kepala mereka kemudian air tersebut akan menembus mereka sampai masuk ke dalam lambung mereka kemudian akan masuk ke dalamnya secara perlahan-lahan supaya merasakan siksaan, masuk secara perlahan-lahan ke dalam lambungnya kemudian iapun membuat kuah di dalamnya, membuat kuah yang mengalir di kakinya dan itulah As Sahr. Setiap kali ia mendapat kuah tersebut dikembalikan lagi dan mendapat siksaan tersebut.”

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api Neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. (Al Hajj: 19)

“Dan orang-orang kafir bagi mereka Neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam Neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shalih berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (Fathir: 36-37)

Dan mereka, wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, berteriak supaya adzabnya diringankan. Allah Subhanahu wata’ala menghikayatkan,
“Dan orang-orang yang berada dalam Neraka berkata kepada penjaga-penjaga Neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari”. Penjaga Jahannam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang”. Penjaga-penjaga Jahannam berkata: “Berdoalah kamu”. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.” (Al Mukmin: 49-50)

Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim. Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.” (Al Mukminun: 107-108)

Dan ingatlah bahwa pada hari itu penghuni Neraka berteriak minta tolong supaya diberikan minuman kepada penghuni surga.

Allah Subhanahu wata’ala menghikayatkan di dalam Al Quran.
“Dan penghuni Neraka menyeru penghuni syurga: ” Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah Subhanahu wata’ala kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,” (Al A’raf: 50)

Dan Mereka Ingin Keluar Tetapi Mereka Tidak Bisa Keluar Dari Neraka Tersebut.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa Neraka yang dahulu kamu mendustakannya.” (As Sajdah: 20)
“Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari Neraka itu.” (Infithaar: 15-16)

Dan Mereka Sangat Berharap Mereka Bisa Menebus Diri-Dirinya.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.” (Ali Imaran: 91)

“Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam Neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.” (Al An’am: 70)

“Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah Subhanahu wata’ala yang belum pernah mereka perkirakan.” (Az Zumar: 47)

Siksaan Yang Paling Ringan di Dalam Neraka

Wahai hamba Allah…! Tahukah kita bahwa siksaaan yang paling ringan di dalam Neraka tersebut disebutkan oleh Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, beliau meriwayatkan dari nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “sesunggunya penduduk Neraka yang paling ringan siksaaan adalah orang yang memiliki dua terompah dari Neraka. dua terompah ini dipanaskan, begitu dimasukkan dua kakinya maka akan mendidih otak kepalanya seakan-akan dibuat mendidihnya mirjan. Ia menyangka bahwa tidak ada lagi orang yang lebih berat siksaanya dari dia, padahal ini adalah siksaan yang paling ringan.”
****
Inilah beberapa kabar tentang api Neraka yang tertera di dalam Al Quran dan As Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Apakah ada dari kita upaya untuk bertaubat dan upaya untuk kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala?

Dan ingatlah wahai hamba Allah!.. Sesungguhnya tidak ada yang bisa menyelamatkan kita dari api Neraka, setelah rahmat Allah Subhanahu wata’ala, kecuali amal shalih kita, dan ketahuilah kita tidak tahu kapan kita akan dijemput oleh ajal secara tiba-tiba.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah Subhanahu wata’ala”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).” (Yunus: 49)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali Imran: 185)

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,” (An Nisa: 78)

Karena itulah wahai hamba Allah..! Wahai orang-orang yang melampaui batas, wahai orang-orang yang telah menzhalimi dirinya, dan wahai orang-orang yang telah berbuat zhalim kepada Allah Subhanahu wata’ala, tidakkah engkau takut jika menghadap Allah Subhanahu wata’ala dalam keadaan bergelimang dengan dosa, bergelimang dengan penyimpangan kepada Allah Subhanahu wata’ala?

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya Neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup (Thaahaa: 74)

Karena itulah hendaklah kita membenahi diri dan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala, menghabiskan waktu kita dengan ketatan dan mengisinya dengan amal shalih, mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala, kita harus habiskan hidup ini sepanjang Allah Subhanahu wata’ala masih memberikan kesempatan-kesempatan untuk bernafas kepada kita dan tidak ada seorangpun yang tahu berapa detak nafasnya dan setiap dari kita akan menghadap kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Maka bersegeralah wahai saudaraku Muslim, wahai saudaraku muslim, sebelum ajal datang menjemput, sebelum datang hari, yang hari itu hanya ada dua golongan orang-orang merugi dan orang-orang yang beruntung. Golongan di dalam Surga dan golongan di dalam Neraka. Golongan yang beristirahat dengan istirahat dengan tenang dan golongan yang dirundung dengan kepedihan dan dan dirundung dengan nestapa.
Karena itu hendaklah kita mengingat kepada Allah Subhanahu wata’ala dan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Nasihat Kepada Setiap Wanita

Dan engkau wahai ukhti Muslimah, tidaklah engkau ingat bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda,
“Aku berdiri di depan pintu surga, ternyata kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang miskin, sementara orang kaya lagi terpandang masih tertahan (untuk dihisab) namun penghuni Neraka telah diperintah untuk masuk ke dalam Neraka, ternyata mayoritas yang masuk ke dalam Neraka adalah kaum wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5196 dan Muslim no. 2736)

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala melindungi kita dari api Neraka dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala menjaga kita semua dari pedihnya api Neraka dan memberikan keberuntungan kepada kita di dunia dan di akhirat dan dijadikan segolongan orang-orang yang masuk ke dalam golongan kanan yang menghuni surganya yang penuh kemuliaan dan kenikmatan.

“Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Walhamdulillahi rabbil ‘alamin