apakah HATI itu AURAT ? sehingga ada JILBAB HATI ? …… {TUBUH} WANITA adalah AURAT sehingga harus ditutupi dengan JILBAB —————————– ———————- Ada ungkapan ,sebelum menjilbabpi kepalanya jilbabpi dulu hatinya, buat apa berjilbab kalau akhlaqnya rusak. Ungkapan yang berupa majaz atau kiasan tersebut tidak salah, namun menurut saya juga tidak benar, atau kurang tepat. ——————— Kenapa ? Jilbab dilihat dari fungsinya untuk menutup aurat , aurat adalah bahasa Arab dari kata kerja ‘ara, artinya telanjang adapun aurat adalah akar kata, artinya ketelanjangan, ringkasnya jilbab adalah penutup aurat . Adapun hati dalam sebuah hadits dikatakan sebagai raja dalam tubuh manusia, yang bila hati itu baik maka baik pulalah seluruh tubuhnya, dalam arti kata bahasa yang keluar dari tubuh adalah bahasa lisan dan bahasa gerakan. —————— Dalam hadits lain hati ialah tempatnya iman, “Attaqwa ha huna (Taqwa itu di sini, nabi menunjuk kepada hatinya) Kalau ungkapan tersebut bermakna jilbab yang dilihat dari fungsinya adalah untuk menutupi aib/aurat , maka apakah hati itu tempatnya aib ? Manusia sudah menjadi kodratnya, sebagai tempatnya salah dan dosa, sudah fitrah dan manusiawi , kalau Iman itu kadang naik kadang turun, kadang bertambah kadang berkurang (yazid wa yankus), kalau menunggu hati kita benar benar bersih lalu tidak bernoda lagi, lalu kapan berjilbabnya ? —————— Bagaimana dengan seorang akhwat yang berjilbab, namun kelakuannya tidak mencerminkan yang semestinya ? Menurut saya lihat dulu cara berjilbabnya, benarkah sesuai syar’e , seperti yang saya sampaikan di atas ? Sebab ada juga yang berjilbab namun, namun hatinya masih di persimpangan jalan, ada dualisme dalam hati dan pikirannya, antara mengikuti tren berpakaian ala barat/jahiliyah dengan memakai baju muslimah, yang akhirnya dipadukan menjadi jilbab gaul, yang mudah-mudahan asumsi saya salah, yakni menurut bahasa baginda yang mulia “berpakaian tapi telanjang, fungsi baju dan jilbab sebagai penutup aurat tidak nampak, karena pakaiannya ketat atau transparan sehingga lekuk-lekuk tubuhnya nampak. ———————- Banyak jalan menuju perbaikan diri, salah satunya adalah dengan menutup aurat, saya yakin bila itu bersumber dari hati bukan karena mengikuti tren, lambat laun jilbabnya yang akan menjadi jalan untuk membuka pintu hatinya dalam menyambut hidayah Allah. Manusia bukan malaikat, juga bukan hewan, manusia makhluk mulia yang dianugerahi dua sifat. ——————– “ Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (QS 91;8) ——————- Sifat fujur atau kefasikan ialah sifat pendosa, namun adakalanya manusia bersifat taqwa, karena manusia mempunyai al-hawa atau kecenderungan (hawa nafsu). Hati bukan untuk di tutupi namun hati untuk di jaga. Jangan ragu untuk menutup aurat hanya karena ungkapan, tutupi dulu/jilbapi dulu hatinya, justeru jadikan ungkapan tersebut sebagai motivasi untuk perbaikan diri, gak apa apa awalnya gak syar’e, bagus kalau langsung sesuai syareat, asalkan seiring bertambahnya usia dan waktu bertambah pula kesadaran kita memakai pakaian sesuai tuntutan syara. Boleh jadi ungkapan tersebut adalah propaganda dari kaum sekuler dan orientalis yang hendak menghancurkan Islam dari dalam, terkesan benar dan logis namun tujuan sebenarnya adalah merusak berlahan-lahan. ————————— APA JILBAB ITU?—————— Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi aurat wanita. —————— Dalilnya adalah: “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]———- Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.————— Dalilnya ialah:———- “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).——— Imam Hakim meriwayatkan sebuah hadis yang menggambarkan saat-saat setelah turunnya ayat perintah menutup aurat, yaitu Surat Annur ayat 31:——— (dan hendaklah mereka menutupkan khumur- jilbab- nya ke dada mereka…). Riwayat lain menerangkan: “Wanita-wanita (ketika turun ayat tersebut) segera mengambil kain sarung mereka, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Hakim).————- Imam Bukhari juga meriwayatkan hal senada: “Bahwasannya ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Berkata: “Ketika turun ayat (dan hendaklah mereka menutupkan “khumur” –jilbab- nya ke dada mereka…) maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari).——— Dari kedua hadits di atas terdapat empat poin: 1. Para wanita Arab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam belum memakai hijab sehingga ketika turunnya ayat tersebut, mereka langsung mengambil kain sarung dan menggunakannya sebagai hijab. Hadits ini sekaligus menjawab perkataan orang-orang Jahil bahwa jilbab hanya tradisi orang Arab.——- 2. Seandainya para wanita Arab sudah memakai penutup kepala, maka bisa dipastikan bahwa yang mereka pakai hanyalah kain yang menutup kepala, bukan hijab yang sesuai syar’i.—- 3. Terdapat semangat di dalam diri para wanita pada zaman itu untuk tunduk dan patuh kepada apa yang telah ditetapkan Allah dan rasul-Nya. Terbukti dengan mereka langsung membuat hijab dari potongan kain sarung. Mereka tidak punya waktu untuk memodifikasinya karena memang hal tersebut adalah langsung dari Allah. Ingat, Allah tidak melihat keindahan jilbabmu, tapi Dia melihat bagaimana kamu dengan jilbabmu yang lebar itu bisa menepis fitnah untuk lelaki dan bagaimana kamu mejalankan syari’at.——– 4. Di antara para wanita di zaman Rasulullah tersebut tentu ada yang baru masuk Islam atau ahli maksiat. Namun, setelah turunnya ayat kewajiban hijab, maka mereka langsung melakukannya. Tak ada wanita yang beralasan seperti wanita di zaman sekarang yang menolak hijab dengan alasan: “Aku belum siap”, atau “Jilbab hanya untuk wanita sholehah”.———- AKU BELUM SIAP—————- Di antara alasan-alasan umum yang dikemukakan wanita Muslimah yang belum berjilbab ialah: “Aku belum siap”. Jika kita cermati, alasan ini kurang bisa diterima dari segi akal maupun dalil dengan sebab sebagai berikut:———– 1. Ini bisa kita analogikan sebagai berikut: Ketika kita mengajak seseorang untuk sholat wajib lima waktu, kemudian orang itu menolak dengan alasan: “Aku belum mau sholat lima waktu karena belum siap.” Padahal kewajiban memakai jilbab lebih mudah daripada sholat, yang kamu butuhkan hanya jilbab yang cukup hingga menutup dada, rok panjang dan lebar, dan baju yang agak panjang dan tidak ketat. Kalau mau yang lebih efektif bisa memakai pakaian sejenis daster dimana baju dan roknya menyatu. Memakai jilbab tidak seperti orang naik haji, atau membayar zakat, atau menyembelih kambing yang dibutuhkan kemampuan, sehingga alasan: “Aku belum siap” bukanlah udzur dan tidak ada keringanan.——– 2. Kita tanyakan kepada wanita yang beralasan “Aku belum siap”: “Kapankah kamu siap? Bisa jadi kamu mati dalam keadaan belum siap berjilbab.” Terkadang di antara mereka ada yang meyakini kalau mereka siap berjilbab kalau sudah menikah. Apakah mereka yakin mereka akan hidup di saat itu?———– 3. Dari segi dalil maupun ijma’, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama dimana wanita yang berjilbab harus menyiapkan sesuatu khusus terlebih dahulu. Bahkan dari hadits yang telah kita bahas di atas, para wanita Arab di zaman Rasulullah yang tentunya di antara mereka ada yang baru saja masuk Islam langsung membuat hijab ketika turunnya ayat yang mewajibkan hijab. Tidak ada di antara mereka yang beralasan: “Ya Rasulullah, bolehkah aku tidak memakai jilbab karena aku belum siap?” Dalil ini juga langsung membantah pernyataan bahwa wanita yang pantas berjilbab hanyalah wanita sholehah atau yang ilmu agamanya luas. Semua wanita Muslimah yang sudah akil baligh WAJIB berjilbab.————– KEBATILAN ANGGAPAN JILBAB HATI———- Sebagian orang yang mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana jilbab hati yang benar itu?” Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan bid’ah-bid’ah[1] yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah SUNAT HATI!’”——– Maka bertakwalah sekelompok orang yang menyelisihi sunah Rasulullah dan syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam agama yang mulia ini.————– Kemudian ada pula yang mengatakan: “Untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat? Lebih baik tidak berjilbab tapi kelakuannya baik.”——– Maka, kita katakan kepada orang seperti ini: “Berjilbab saja kelakuannya bejat, apalagi tidak berjilbab? Seandainya ada wanita tidak berjilbab berpengarai baik, tentu lebih baik lagi apabila ia berjilbab.”— Belum satu pun saya temui ayat Al-Qur’an, hadits, atau pendapat ulama yang berkata tentang adanya “Jilbab hati”. Bisa jadi ini adalah perkara baru yang diada-adakan.———- BOLEHKAH AKU MEMAKAI JILBAB DAN MELEPASNYA SEKALI-KALI?——– Terkadang ada saja pertanyaan terlontar dari para Jilbabers, para wanita yang masih belajar memakai jilbab, atau yang berencana memakai jilbab: “Bolehkah aku memakai jilbab dan melepasnya sekali-kali?”– Jawaban: BOLEH——– Hal ini disebabkan tidak mungkinnya para wanita Muslimah memakai jilbab terus menerus. Ada saat dimana ia melepas jilbabnya. Yaitu di saat mandi, tidur di dalam kamarnya, di saat berdua dengan suami, atau saat berkumpul hanya dengan keluarganya di dalam rumah selama ia yakin tak ada orang non-mahrom yang melihatnya tanpa jilbab. Sebab Allah Azza wa Jalla berfirman:– “…dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS. An-Nuur 24:31]——– ———– SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI TERBUKA AURATNYA?——– Nenek moyang kita, Adam ‘alayhis salam dan isterinya adalah manusia pertama yang terbuka auratnya setelah keduanya diperdaya oleh syaitan:——- “Hai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari syorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” (Q. S. Al-A’raf: 27)——– Allah memperingatkan kita agar jangan melakukan kesalahan yang sama, salah satunya yaitu memamerkan aurat di depan orang-orang yang seharusnya tidak pantas melihat aurat kita. Sebab yang demikian merupakan salah satu tipu daya setan.———- Setan telah berhasil membujuk kaum hawa untuk tidak menutup auratnya sesuai syari’at dengan membisikkan kata-kata yang manis: “Jangan berjilbab, karena engkau belum siap. Kamu masih suka bermaksiat, janganlah berjilbab. Pengetahuan Islammu masih awam, tak perlu berjilbab. Berjilbabnya nanti saja ketika sudah menikah, kalau sekarang kamu berjilbab tak ada laki-laki yang mau dekat sama kamu. Yang penting jilbab hati dulu.” Begitulah pekerjaan setan, sama seperti ketika mereka membujuk nenek moyang kita untuk memakan buah terlarang.——- Demikianlah artikel tentang jilbab ini dibuat. Adapun jika kurang jelas, kurang lengkap, atau terdapat kesalahan padanya semata-mata karena keterbatasan ilmu dan kelupaan penulis. Namun, semoga artikel ini dapat membantu memberikan pencerahan dan motivasi kepada saudari-saudari saya.—— Yang belum berjilbab, hendaklah berjilbab. Yang sudah berjilbab, hendaklah memperbaiki jilbabnya. Yang telah berjilbab dengan baik, bantulah yang belum berjilbab.——– “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)———— Dalam riwayat lain: “Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)——– Teruslah berbuat baik, walau orang-orang di sekelilingmu berbuat maksiat. Jadilah dirimu sendiri. Sebab orang jahat menilaimu dari pikiran jahatnya dan mereka pasti suka engkau berbuat jahat, sedangkan orang baik menilaimu dari pikiran baiknya dan mereka pasti suka engkau berbuat baik.——

jilbab hati aurat

apakah HATI itu AURAT ? sehingga ada JILBAB HATI ? …… {TUBUH} WANITA adalah AURAT sehingga harus ditutupi dengan JILBAB

—————————–
Ada ungkapan ,sebelum menjilbabpi kepalanya jilbabpi dulu hatinya, buat apa berjilbab kalau akhlaqnya rusak. Ungkapan yang berupa majaz atau kiasan tersebut tidak salah, namun menurut saya juga tidak benar, atau kurang tepat.

———————

Kenapa ? Jilbab dilihat dari fungsinya untuk menutup aurat , aurat adalah bahasa Arab dari kata kerja ‘ara, artinya telanjang adapun aurat adalah akar kata, artinya ketelanjangan, ringkasnya jilbab adalah penutup aurat . Adapun hati dalam sebuah hadits dikatakan sebagai raja dalam tubuh manusia, yang bila hati itu baik maka baik pulalah seluruh tubuhnya, dalam arti kata bahasa yang keluar dari tubuh adalah bahasa lisan dan bahasa gerakan.

——————

Dalam hadits lain hati ialah tempatnya iman, “Attaqwa ha huna (Taqwa itu di sini, nabi menunjuk kepada hatinya) Kalau ungkapan tersebut bermakna jilbab yang dilihat dari fungsinya adalah untuk menutupi aib/aurat , maka apakah hati itu tempatnya aib ? Manusia sudah menjadi kodratnya, sebagai tempatnya salah dan dosa, sudah fitrah dan manusiawi , kalau Iman itu kadang naik kadang turun, kadang bertambah kadang berkurang (yazid wa yankus), kalau menunggu hati kita benar benar bersih lalu tidak bernoda lagi, lalu kapan berjilbabnya ?

——————

Bagaimana dengan seorang akhwat yang berjilbab, namun kelakuannya tidak mencerminkan yang semestinya ? Menurut saya lihat dulu cara berjilbabnya, benarkah sesuai syar’e , seperti yang saya sampaikan di atas ? Sebab ada juga yang berjilbab namun, namun hatinya masih di persimpangan jalan, ada dualisme dalam hati dan pikirannya, antara mengikuti tren berpakaian ala barat/jahiliyah dengan memakai baju muslimah, yang akhirnya dipadukan menjadi jilbab gaul, yang mudah-mudahan asumsi saya salah, yakni menurut bahasa baginda yang mulia “berpakaian tapi telanjang, fungsi baju dan jilbab sebagai penutup aurat tidak nampak, karena pakaiannya ketat atau transparan sehingga lekuk-lekuk tubuhnya nampak.

———————-
Hasil gambar untuk hadits berpakaian tapi telanjang

Banyak jalan menuju perbaikan diri, salah satunya adalah dengan menutup aurat, saya yakin bila itu bersumber dari hati bukan karena mengikuti tren, lambat laun jilbabnya yang akan menjadi jalan untuk membuka pintu hatinya dalam menyambut hidayah Allah. Manusia bukan malaikat, juga bukan hewan, manusia makhluk mulia yang dianugerahi dua sifat.

——————–

“ Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (QS 91;8)

——————-

Sifat fujur atau kefasikan ialah sifat pendosa, namun adakalanya manusia bersifat taqwa, karena manusia mempunyai al-hawa atau kecenderungan (hawa nafsu). Hati bukan untuk di tutupi namun hati untuk di jaga.

Jangan ragu untuk menutup aurat hanya karena ungkapan, tutupi dulu/jilbapi dulu hatinya, justeru jadikan ungkapan tersebut sebagai motivasi untuk perbaikan diri, gak apa apa awalnya gak syar’e, bagus kalau langsung sesuai syareat, asalkan seiring bertambahnya usia dan waktu bertambah pula kesadaran kita memakai pakaian sesuai tuntutan syara. Boleh jadi ungkapan tersebut adalah propaganda dari kaum sekuler dan orientalis yang hendak menghancurkan Islam dari dalam, terkesan benar dan logis namun tujuan sebenarnya adalah merusak berlahan-lahan.
—————————

APA JILBAB ITU?——————

Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi aurat wanita.

——————

Dalilnya adalah:

“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]———-

Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.—————

Dalilnya ialah:———-

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).———

Imam Hakim meriwayatkan sebuah hadis yang menggambarkan saat-saat setelah turunnya ayat perintah menutup aurat, yaitu Surat Annur ayat 31:———

(dan hendaklah mereka menutupkan khumur- jilbab- nya ke dada mereka…). Riwayat lain menerangkan: “Wanita-wanita (ketika turun ayat tersebut) segera mengambil kain sarung mereka, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Hakim).————-

Imam Bukhari juga meriwayatkan hal senada:

“Bahwasannya ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Berkata: “Ketika turun ayat (dan hendaklah mereka menutupkan “khumur” –jilbab- nya ke dada mereka…) maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari).———

Dari kedua hadits di atas terdapat empat poin:

1. Para wanita Arab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam belum memakai hijab sehingga ketika turunnya ayat tersebut, mereka langsung mengambil kain sarung dan menggunakannya sebagai hijab. Hadits ini sekaligus menjawab perkataan orang-orang Jahil bahwa jilbab hanya tradisi orang Arab.——-
2. Seandainya para wanita Arab sudah memakai penutup kepala, maka bisa dipastikan bahwa yang mereka pakai hanyalah kain yang menutup kepala, bukan hijab yang sesuai syar’i.—-
3. Terdapat semangat di dalam diri para wanita pada zaman itu untuk tunduk dan patuh kepada apa yang telah ditetapkan Allah dan rasul-Nya. Terbukti dengan mereka langsung membuat hijab dari potongan kain sarung. Mereka tidak punya waktu untuk memodifikasinya karena memang hal tersebut adalah langsung dari Allah. Ingat, Allah tidak melihat keindahan jilbabmu, tapi Dia melihat bagaimana kamu dengan jilbabmu yang lebar itu bisa menepis fitnah untuk lelaki dan bagaimana kamu mejalankan syari’at.——–
4. Di antara para wanita di zaman Rasulullah tersebut tentu ada yang baru masuk Islam atau ahli maksiat. Namun, setelah turunnya ayat kewajiban hijab, maka mereka langsung melakukannya. Tak ada wanita yang beralasan seperti wanita di zaman sekarang yang menolak hijab dengan alasan: “Aku belum siap”, atau “Jilbab hanya untuk wanita sholehah”.———-

AKU BELUM SIAP—————-

Di antara alasan-alasan umum yang dikemukakan wanita Muslimah yang belum berjilbab ialah: “Aku belum siap”. Jika kita cermati, alasan ini kurang bisa diterima dari segi akal maupun dalil dengan sebab sebagai berikut:———–

1. Ini bisa kita analogikan sebagai berikut: Ketika kita mengajak seseorang untuk sholat wajib lima waktu, kemudian orang itu menolak dengan alasan: “Aku belum mau sholat lima waktu karena belum siap.” Padahal kewajiban memakai jilbab lebih mudah daripada sholat, yang kamu butuhkan hanya jilbab yang cukup hingga menutup dada, rok panjang dan lebar, dan baju yang agak panjang dan tidak ketat. Kalau mau yang lebih efektif bisa memakai pakaian sejenis daster dimana baju dan roknya menyatu. Memakai jilbab tidak seperti orang naik haji, atau membayar zakat, atau menyembelih kambing yang dibutuhkan kemampuan, sehingga alasan: “Aku belum siap” bukanlah udzur dan tidak ada keringanan.——–
2. Kita tanyakan kepada wanita yang beralasan “Aku belum siap”: “Kapankah kamu siap? Bisa jadi kamu mati dalam keadaan belum siap berjilbab.” Terkadang di antara mereka ada yang meyakini kalau mereka siap berjilbab kalau sudah menikah. Apakah mereka yakin mereka akan hidup di saat itu?———–
3. Dari segi dalil maupun ijma’, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama dimana wanita yang berjilbab harus menyiapkan sesuatu khusus terlebih dahulu. Bahkan dari hadits yang telah kita bahas di atas, para wanita Arab di zaman Rasulullah yang tentunya di antara mereka ada yang baru saja masuk Islam langsung membuat hijab ketika turunnya ayat yang mewajibkan hijab. Tidak ada di antara mereka yang beralasan: “Ya Rasulullah, bolehkah aku tidak memakai jilbab karena aku belum siap?” Dalil ini juga langsung membantah pernyataan bahwa wanita yang pantas berjilbab hanyalah wanita sholehah atau yang ilmu agamanya luas. Semua wanita Muslimah yang sudah akil baligh WAJIB berjilbab.————–

KEBATILAN ANGGAPAN JILBAB HATI———-

Sebagian orang yang mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana jilbab hati yang benar itu?” Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan bid’ah-bid’ah[1]  yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah SUNAT HATI!’”——–

Maka bertakwalah sekelompok orang yang menyelisihi sunah Rasulullah dan syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam agama yang mulia ini.————–

Kemudian ada pula yang mengatakan: “Untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat? Lebih baik tidak berjilbab tapi kelakuannya baik.”——–

Maka, kita katakan kepada orang seperti ini: “Berjilbab saja kelakuannya bejat, apalagi tidak berjilbab? Seandainya ada wanita tidak berjilbab berpengarai baik, tentu lebih baik lagi apabila ia berjilbab.”—

Belum satu pun saya temui ayat Al-Qur’an, hadits, atau pendapat ulama yang berkata tentang adanya “Jilbab hati”. Bisa jadi ini adalah perkara baru yang diada-adakan.———-

BOLEHKAH AKU MEMAKAI JILBAB DAN MELEPASNYA SEKALI-KALI?——–

Terkadang ada saja pertanyaan terlontar dari para Jilbabers, para wanita yang masih belajar memakai jilbab, atau yang berencana memakai jilbab:

“Bolehkah aku memakai jilbab dan melepasnya sekali-kali?”–

Jawaban: BOLEH——–

Hal ini disebabkan tidak mungkinnya para wanita Muslimah memakai jilbab terus menerus. Ada saat dimana ia melepas jilbabnya. Yaitu di saat mandi, tidur di dalam kamarnya, di saat berdua dengan suami, atau saat berkumpul hanya dengan keluarganya di dalam rumah selama ia yakin tak ada orang non-mahrom yang melihatnya tanpa jilbab. Sebab Allah Azza wa Jalla berfirman:–

“…dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS. An-Nuur 24:31]——–

———–

SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI TERBUKA AURATNYA?——–

Nenek moyang kita, Adam ‘alayhis salam dan isterinya adalah manusia pertama yang terbuka auratnya setelah keduanya diperdaya oleh syaitan:——-

“Hai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari syorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” (Q. S. Al-A’raf: 27)——–

Allah memperingatkan kita agar jangan melakukan kesalahan yang sama, salah satunya yaitu memamerkan aurat di depan orang-orang yang seharusnya tidak pantas melihat aurat kita. Sebab yang demikian merupakan salah satu tipu daya setan.———-

Setan telah berhasil membujuk kaum hawa untuk tidak menutup auratnya sesuai syari’at dengan membisikkan kata-kata yang manis: “Jangan berjilbab, karena engkau belum siap. Kamu masih suka bermaksiat, janganlah berjilbab. Pengetahuan Islammu masih awam, tak perlu berjilbab. Berjilbabnya nanti saja ketika sudah menikah, kalau sekarang kamu berjilbab tak ada laki-laki yang mau dekat sama kamu. Yang penting jilbab hati dulu.” Begitulah pekerjaan setan, sama seperti ketika mereka membujuk nenek moyang kita untuk memakan buah terlarang.——-

Demikianlah artikel tentang jilbab ini dibuat. Adapun jika kurang jelas, kurang lengkap, atau terdapat kesalahan padanya semata-mata karena keterbatasan ilmu dan kelupaan penulis. Namun, semoga artikel ini dapat membantu memberikan pencerahan dan motivasi kepada saudari-saudari saya.——

Yang belum berjilbab, hendaklah berjilbab. Yang sudah berjilbab, hendaklah memperbaiki jilbabnya. Yang telah berjilbab dengan baik, bantulah yang belum berjilbab.——–

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)————

Dalam riwayat lain:
“Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)——–

Teruslah berbuat baik, walau orang-orang di sekelilingmu berbuat maksiat. Jadilah dirimu sendiri. Sebab orang jahat menilaimu dari pikiran jahatnya dan mereka pasti suka engkau berbuat jahat, sedangkan orang baik menilaimu dari pikiran baiknya dan mereka pasti suka engkau berbuat baik.——

Wabillahi taufiq wal hidayah…

Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada kita, dan memudahkan kita untuk selalu berbuat baik kapanpun dan dimanapun kita berada.

“Dialah (Allah) yang telah menamakan kamu sekalian Muslimin dari dulu dan didalam (Al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dialah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (Q. S. Al Hajj:78)

 


[1]     Bid’ah = ajaran baru yang tidak berasal dari Allah dan rasul-Nya. Ingat hadits: “…Tiap-tiap    yang diada-adakan adalah bid’ah, dan tiap bid’ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke       neraka.” (HR. Muslim)
——————————————
Hasil gambar untuk jilbab punuk unta

Gambar Perempuan Yang Kepalanya Ibarat Punuk Onta, Yang Disebutkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan Lainnya Bahwasanya Mereka Tidak Akan Masuk Surga dan Tidak Akan Mencium Bau Wangi Surga, Padahal Bau Wangi Surga Bisa Dicium Dari Jarak Yang Sangat Jauh..


Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda”

( صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لايدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وان ريحها لتوجد من مسيرة كذاوكذا )
رواه أحمد ومسلم في الصحيح .

 

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,

  1. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],
  2. dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.

(HR. Muslim dan yang lain).

Penjelasan Hadits Menurut Para Ulama:

Imam An Nawawi dalam Syarh-nya atas kitab Shahih Muslim berkata:

“Hadis ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi…

Adapun “berpakaian tapi telanjang”, maka ia memiliki beberapa sisi pengertian.

Pertama, artinya adalah mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepada-Nya.

Kedua, mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan baik dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan.

Ketiga, yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang.

Keempat, yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalamnya, berpakaian namun telanjang dalam satu makna.

Sedangkan “maa`ilaatun mumiilaatun”, maka ada yang mengatakan: menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya.

“Mumiilaat” artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang mereka lakukan.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” itu berlenggak-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyang-goyangkan pundak.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu model para pelacur yang telah mereka kenal.

“Mumiilaat” yaitu yang menyisirkan rambut perempuan lain dengan gaya itu.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” maksudnya cenderung kepada laki-laki.

“Mumiilaat” yaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya.

Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.

Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.

Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.

Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.

Fatwa Syaikhuna Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah:
Pertanyaan :

السؤال : هل ما تفعله بعض النسوة من جمع شعورهن على شكل كرةفي مؤخرة الرأس ، هل يدخل في الوعيد : ” نساء كاسيات عاريات … رؤوسهنكأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ….” ؟

 

Apakah perbuatan yang dilakukan sebagian wanita berupa mengumpulkan rambut menjadi berbentuk bulat (menggelung/menyanggul) di belakang kepala, masuk ke dalam ancaman dalam hadits :
نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة …“…Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga…“ ?

Jawaban :

الجواب :
أما جمع المرأة رأسها للشغل ، ثم بعد ذلك ترده ، فهذا لا يضر ، لأنها لا تفعل هذا زينة أو تجملا ، لكن للحاجة ،وأما رفعه وجمعه على سبيل التزين ، فإن كان إلى فوق فهو داخل في النهي ،لقوله صلى الله عليه وسلم : [ رؤوسهن كأسنمة البخت …] ، والسنام يكون فوق.

 

Adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa, karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan.
Adapun mengangkat dan menggelung rambut untuk tujuan berhias, jika dilakukan ke bagian atas kepala maka ini masuk ke dalam larangan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam :
رؤوسهن كأسنمة البخت …“…kepala-kepala mereka seperti punuk unta…”, dan punuk itu adanya di atas…”
Sumber : “Liqo’ Bab al-Maftuh” kaset no. 161.

Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah:
Pertanyaan :

لسائل: ما حكم جمع المرأة لشعرها فوق رَقَبَتِهَا وخلف رأسها بحيث يعطيشكلاً مكوراً مع العلم بأن المرأة حين تتحجب يظهر شكل الشعر من خلف الحجاب؟.

Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya?

Jawaban :

الشيخ: هذه خطيئة يقع فيها كثير من المتحجبات حيث يجْمَعْن شعورهن خلفرؤوسهن فَيَنْتُؤُ من خلفهن ولو وضعن الحجاب من فوق ذلك، فإن هذا يخالفشرطا من شروط الحجاب التي كنت جمعتها في كتابي حجاب المرأة المسلمة منالكتاب والسنة ومن هذه الشروط ألا يحجم الثوب عضوا أو شيئا من بدن المرأة،فلذلك فلا يجوز للمرأة أن تكور خلف رأسها أو في جانب من رأسها شعر الرأسبحيث أنه يَنْتُؤُ هكذا فيظهر للرأي ولو بدون قَصْدٍ أنها مشعرانية أو أنهاخفيفة الشعر يجب أن تسدله ولا تُكَوِمَهُ .

Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya walaupun mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.
Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya.

Sumber : “Silsilatul Huda wan Nur“.

 

Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27:

Pertanyaan:

” السؤال : هل يجوز أن نعتقد كفر النساء الكاسيات العاريات لقول النبي صلىالله عليه وسلم : ( لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها ) الحديث ؟

 

Apakah boleh kita berkeyakinan tentang kafirnya para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali” (Al-Hadits)?.

والجواب :
يكفر من اعتقد حل ذلك منهن بعد البيان والتعريف بالحكم ، ومن لم تستحل ذلكمنهن ولكن خرجت كاسية عارية فهي غير كافرة ، لكنها مرتكبة لكبيرة من كبائرالذنوب ، ويجب الإقلاع عنها ، والتوبة منها إلى الله ، عسى أن يغفر اللهلها ، فإن ماتت على ذلك غير تائبة فهي تحت مشيئة الله كسائر أهل المعاصي ؛لقول الله عز وجل : ( إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِوَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ) ” انتهى.

Jawaban:

Siapa saja yang meyakini akan halalnya hal itu dari kalangan para wanita padahal telah dijelaskan kepadanya [kalau tidak halal] dan diberi pengertian tentang hukumnya, maka ia kafir.

Adapun yang tidak menghalalkan hal itu dari kalangan para wanita akan tetapi ia keluar rumah dalam keadaan berpakaian tapi telanjang, maka ia tidak kafir, akan tetapi ia terjerumus dalam dosa besar, yang harus melepaskan diri darinya dan taubat daripadanya kepada Allah, semoga Allah mengampuninya. Jika ia mati dalam keadaan belum bertaubat dari dosanya itu maka ia berada dalam kehendak Allah sebagaimana layaknya para ahli maksiat; sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An-Nisaa’: 48). Selesai. Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27.

Kesimpulan:

Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk onta”, adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga tampak sebuah benjolan di bagian belakang kepala dan tampak dari balik hijabnya .

Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.

Apabila telah ada ketetapan dari Allah baik berupa perintah atau pun larangan, maka seorang mukmin tidak perlu berpikir-pikir lagi atau mencari alternatif yang lain. Terima dengan sepenuh hati terhadap apa yang ditetapkan Allah tersebut dalam segala permasalahan hidup.

Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab: 36 ]

 Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..”

[Q.S. Al Hujaraat : 15]

Kalau kita cermati dengan seksama maka akan jelas sekali bahwa saat ini banyak kaum wanita yang telah melakukan apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam hadits tersebut, yaitu memakai jilbab yang dibentuk sehingga mirip punuk onta. Kalau berjilbab seperti ini saja tidak masuk surga, bagaimana pula yang tidak berjilbab?

Inti dari larangan dalam hadits tersebut adalah bertabarruj, yaitu keluar rumah dengan berdandan yang melanggar aturan syari’at dan berjilbab yang tidak benar sebagaimana firman Allah:

“dan hendaklah kamu tetap di rumahmudan janganlah kamu (bertabarruj) berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu“. (QS. Al-Ahzaab: 33).

Adapun ketika dirumah dan dihadapan suami, maka para isteri diperbolehkan berdandan dengan cara apa saja yang menarik hati suaminya, bahkan tanpa mengenakan sehelai kainpun juga boleh, tidak haram, bahkan berpahala.

Semoga jelas dan bermanfaat..

menJAWAB pertanyaan, bagaimana Allah akan MENYIKSA karena DOSA/ maksiat, padahal telah Dia TAKDIR-kan hal itu atas manusia ? ———————– Rasulullah saw bersabda: Allah berfirman:”Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kamu membuat kesalahan pada waktu malam dan siang, dan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya, maka memohon ampunlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu. (Hadist Shohih riwayat Muslim, no : 2577) —————— Rosulullah saw juga bersabda : Allah berfirman : ” Wahai anak adam, walaupun dosa kamu mencapai setinggi langit , kemudian kamu beristighfar memohon ampun kepada –Ku, maka niscaya Aku ampuni kamu, dan Aku tidak peduli. ” ( Hadist Shohih Riwayat Tirmidzi no : 2540 dan Ahmad : 5/ 172) ———————- Rasulullah saw bersabda:”Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, jika kamu tidak pernah berbuat dosa, maka Allah akan mematikan kamu dan menggantikannya dengan suatu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka meminta ampun kepada-Nya, kemudian Allah akan mengampuni mereka.” ( Hadist Shohih riwayat Muslim, no : 2749 ) ———————— Jawaban. —————— Langkah manusia untuk berbuat jahat kemudian dia disiksa karenanya bukanlah persoalan yang sulit. Karena langkah manusia pada berbuat jahat adalah langkah yang sesuai dengan pilihannya sendiri dan tidak ada seorangpun yang mengacungkan pedang di depannya dan mengatakan : “Lakukanlah perbuatan munkar/maksiat itu”, akan tetapi dia melakukannya atas pilihannya sendiri. Allah telah berfirman.———— “Artinya : Sesungguhnya Aku telah memberi petunjuk kepadanya pada jalan (yang benar), maka adakalanya dia bersyukur dan adakalanya dia kufur” [Al-Insan : 3]—————– Maka baik kepada mereka yang bersyukur maupun yang kufur, Allah telah menunjukkan dan menjelaskan tentang jalan (yang benar). Akan tetapi sebagian manusia ada yang memilih jalan tersebut dan sebagian lagi ada yang tidak memilihnya. Penjelasan (Allah) tersebut pertama dengan Ilzam (keharusan/kepastia logis) dan kedua dengan Bayan (penjelasan).—————- Dalam hal Ilzam, maka kita dapat mengatakan kepada seseorang : Amal duniawi dan amal ukhrawimu sebenarnya sama dan seharusnya anda memperlakukan keduanya secara sama. Sebagai hal yang maklum adalah apabila ditawarkan kepadamu dua pekerjaan duaniawi yang telah direncanakan. Yang pertama kamu yakini mengandung kabaikan untuk dirimu dan yang kedua merugikan dirimu. Maka pastilah anda akan memilih pekerjaan pertama yang merupakan pekerjaan terbaik dari dua rencana di atas dan tidak mungkin anda memilih pekerjaan kedua, yang merupakan pilihan terburuk lalu anda mengatakan : “Qadar (Allah) telah menetapkan saya padanya (piliha kedua). Dengan demikian, apa yang telah anda tetapkan dalam menempuh jalan dunia semestinya anda lakukan dalam menempuh jalan ukhrawi. Kita dapat mengatakan : Allah telah menawarkan di hadapanmu dua amal akhirat, yaitu amal buruk yang berupa amal-amal yang menyalahi syara’ dan amal shalih yang berupa amal-amal yang sesuai dengan syara’. Maka apabila dalam berbagai pekerjaan duniawi anda memilih perbuatan yang baik, mengapa anda tidak memilih amal baik dalam amal akhirat. Karena itu, seharusnya anda memilih amal baik di dalam mencari akhirat sebagaimana anda harus memilih pekerjaan baik dalam mencari dunia. Inilah cara Ilzam.—————- Adapun cara Bayan, maka kita dapat mengatakan bahwa kita semua tidak tahu apa yang telah ditakdirkan Allah kepada kita. Allah berfirman.————- “Artinya : Setiap diri tidak mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok” [Luqman : 34]———– Maka ketika seseorang melakukan suatu perbuatan, berarti dia melakukannya atas pilihannya sendiri dan bukan karena mengetahui bahwa Allah telah mentakdirkan perbuatan tersebut kepadanya. Oleh karena itu, sebagian ulama’ mengatakan : “Sesungguhnya Qadar itu rahasia yang tertutup”. Dan kita semua tidak pernah mengetahui bahwa Allah telah mentakdirkan begitu, kecuali bila perbuatan tersebut telah terjadi. Dengan demikian, ketika kita melakukan sesuatu perbuatan, maka bukan berarti kita melakukannya atas dasar bahwa perbuatan tersebut telah ditetapkan bagi kita. Akan tetapi kita melakukannya berdasarkan pilihan kita sendiri dan ketika telah terjadi maka kita baru tahu bahwa Allah telah mentakdirkannya untuk kita.—————— Oleh karena itu, manusia tidak bisa beralasan dengan takdir kecuali setelah terjadinya perbuatan tersebut. Disebutkan dari Amirul Mu’minin, Umar bin Kahtthab, sebuah kisah (mungkin benar dari beliau mungkin tidak) bahwa seorang pencuri yang telah memenuhi syarat potong tangan dilaporkan kepada beliau. Ketika Umar menyuruh untuk memotong tangannya, dia mengatakan : “Tunggu dulu hai Amirul Mu’minin, demi Allah aku tidak mencuri itu kecuali karena Qadar Allah”. Umar mengatakan : “Aku tidak akan memotong tanganmu kecuali karena Qadar Allah”. Maka Umar berargumentasi dengan argumentasi yang digunakan pencuri tersebut tentang kasus pencurian terhadap harta orang-orang Islam. Padahal Umar bisa berargumentasi dengan Qadar dan Syari’at, karena beliau diperintahkan untuk memotong tangannya. Adapun dalam kasus tersebut, beliau berargumentasi dengan Qadar karena argumentasi tersebut lebih tepat mengenai sasaran.—————– Berdasarkan hal itu, maka seseorang tidak lagi berargumentasi dengan Qadar untuk berbuat ma’siyat kepada Allah dan dalam kenyataannya dia memang tidak punya alasan dalam hal di atas. Allah berfirman.————– “Artinya : (Aku telah mengutus) para rasul yang membawa berita gembira dan memberi peringatan agar manusia tidak punya alasan/argumentasi kepada Allah setelah adanya para rasul” [An-Nisa : 165]———— Sementara semua amal manusia, setelah datangnya para rasul, tetap terjadi atas Qadar Allah. Walaupun Qadar bisa dijadikan argumentasi akan tetapi selalu bersama-sama dengan terutusnya para rasul selamanya. Dengan demikian jelas bahwa tidak layak berbuat ma’siyat dengan alasan Qadha’ dan Qadar Allah, karena dia tidak dipaksa untuk melakukannya.——– Semoga Allah memberi Taufiq. ============================ Ketika musibah dan bencana menghampiri kita, kadang yang dijadikan kambing hitam adalah alam, artinya alam itu murka. Ketika sakit datang, yang disalahkan pula konsumsi makanan, kurang olaharga dan seterusnya. Ketika kita terzholimi oleh atasan atau majikan karena belum telat gaji bulanan, kadang yang jadi biang kesalahan adalah majikan atau bos yang dijuluki pelit atau bakhil. Walau memang sebab-sebab tadi bisa jadi benar sebagai penyebab, namun jarang ada yang merenungkan bahwa karena dosa atau maksiat yang kita perbuat, akhirnya Allah mendatangkan musibah, menurunkan penyakit atau ada yang menzholimi kita. Coba kita renungkan ayat yang akan dibahas berikut ini.——— Allah Ta’ala berfirman, وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).—— Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa musibah yang menimpa kalian tidak lain adalah disebabkan karena dosa yang kalian dahulu perbuat. Dan Allah memaafkan kesalahan-kesalahan kalian tersebut. Dia bukan hanya tidak menyiksa kalian, namun Allah langsung memaafkan dosa yang kalian perbuat.” Karena memang Allah akan menyiksa seorang hamba karena dosa yang ia perbuat. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,——- وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ “Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melata pun” (QS. Fathir: 45).——– Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, mereka mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلاَّ كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ “Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni” (HR. Muslim no. 2573).————- Dari Mu’awiyah, ia berkata bahwa ia mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, مَا مِنْ شَىْءٍ يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ فِى جَسَدِهِ يُؤْذِيهِ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ عَنْهُ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِه “Tidaklah suatu musibah menimpa jasad seorang mukmin dan itu menyakitinya melainkan akan menghapuskan dosa-dosanya” (HR. Ahmad 4: 98. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa sanadnya shahih sesuai syarat Muslim).————- Boleh jadi karena tidak menjaga pandangan, terus menerus dalam maksiat serta meremehkan dosa, itulah sebab Allah memalingkan Al Qur’an dari kita.———– Demikian faedah yang kami peroleh dari tafsir Ibnu Katsir. Moga Allah melepaskan berbagai musibah yang menimpa kita. Ayat ini adalah sebagai renungan bagi kita untuk selalu mengintrospeksi diri sebelum menyalahkan orang lain ketika kita terzholimi. Boleh jadi musibah itu datang karena dosa syirik, tidak ikhlas dalam amalan, amalan bid’ah, dosa besar atau meremehkan maksiat yang kita perbuat hari demi hari.———– Ya Allah, ampunilah dosa dan terimalah taubat kami.——– Semoga hati, lisan dan badan ini bisa bersabar dalam menghadapi berbagai cobaan.

NERAKA memanggil

menJAWAB pertanyaan,  bagaimana Allah akan MENYIKSA karena DOSA/ maksiat, padahal telah Dia TAKDIR-kan hal itu atas manusia ?
———————–
Rasulullah saw bersabda: Allah berfirman:”Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kamu membuat kesalahan pada waktu malam dan siang, dan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya, maka memohon ampunlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu. (Hadist Shohih riwayat Muslim, no : 2577)
——————
Rosulullah saw juga bersabda : Allah berfirman : ” Wahai anak adam, walaupun dosa kamu mencapai setinggi langit , kemudian kamu beristighfar memohon ampun kepada –Ku, maka niscaya Aku ampuni kamu, dan Aku tidak peduli. ” ( Hadist Shohih Riwayat Tirmidzi no : 2540 dan Ahmad : 5/ 172)
———————-
Rasulullah saw bersabda:”Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, jika kamu tidak pernah berbuat dosa, maka Allah akan mematikan kamu dan menggantikannya dengan suatu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka meminta ampun kepada-Nya, kemudian Allah akan mengampuni mereka.” ( Hadist Shohih riwayat Muslim, no : 2749 )
————————

Jawaban.
——————
Langkah manusia untuk berbuat jahat kemudian dia disiksa karenanya bukanlah persoalan yang sulit. Karena langkah manusia pada berbuat jahat adalah langkah yang sesuai dengan pilihannya sendiri dan tidak ada seorangpun yang mengacungkan pedang di depannya dan mengatakan : “Lakukanlah perbuatan munkar/maksiat itu”, akan tetapi dia melakukannya atas pilihannya sendiri. Allah telah berfirman.————

“Artinya : Sesungguhnya Aku telah memberi petunjuk kepadanya pada jalan (yang benar), maka adakalanya dia bersyukur dan adakalanya dia kufur” [Al-Insan : 3]—————–

Maka baik kepada mereka yang bersyukur maupun yang kufur, Allah telah menunjukkan dan menjelaskan tentang jalan (yang benar). Akan tetapi sebagian manusia ada yang memilih jalan tersebut dan sebagian lagi ada yang tidak memilihnya. Penjelasan (Allah) tersebut pertama dengan Ilzam (keharusan/kepastia logis) dan kedua dengan Bayan (penjelasan).—————-

Dalam hal Ilzam, maka kita dapat mengatakan kepada seseorang : Amal duniawi dan amal ukhrawimu sebenarnya sama dan seharusnya anda memperlakukan keduanya secara sama. Sebagai hal yang maklum adalah apabila ditawarkan kepadamu dua pekerjaan duaniawi yang telah direncanakan. Yang pertama kamu yakini mengandung kabaikan untuk dirimu dan yang kedua merugikan dirimu. Maka pastilah anda akan memilih pekerjaan pertama yang merupakan pekerjaan terbaik dari dua rencana di atas dan tidak mungkin anda memilih pekerjaan kedua, yang merupakan pilihan terburuk lalu anda mengatakan : “Qadar (Allah) telah menetapkan saya padanya (piliha kedua). Dengan demikian, apa yang telah anda tetapkan dalam menempuh jalan dunia semestinya anda lakukan dalam menempuh jalan ukhrawi. Kita dapat mengatakan : Allah telah menawarkan di hadapanmu dua amal akhirat, yaitu amal buruk yang berupa amal-amal yang menyalahi syara’ dan amal shalih yang berupa amal-amal yang sesuai dengan syara’. Maka apabila dalam berbagai pekerjaan duniawi anda memilih perbuatan yang baik, mengapa anda tidak memilih amal baik dalam amal akhirat. Karena itu, seharusnya anda memilih amal baik di dalam mencari akhirat sebagaimana anda harus memilih pekerjaan baik dalam mencari dunia. Inilah cara Ilzam.—————-

Adapun cara Bayan, maka kita dapat mengatakan bahwa kita semua tidak tahu apa yang telah ditakdirkan Allah kepada kita. Allah berfirman.————-

“Artinya : Setiap diri tidak mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok” [Luqman : 34]———–

Maka ketika seseorang melakukan suatu perbuatan, berarti dia melakukannya atas pilihannya sendiri dan bukan karena mengetahui bahwa Allah telah mentakdirkan perbuatan tersebut kepadanya. Oleh karena itu, sebagian ulama’ mengatakan : “Sesungguhnya Qadar itu rahasia yang tertutup”. Dan kita semua tidak pernah mengetahui bahwa Allah telah mentakdirkan begitu, kecuali bila perbuatan tersebut telah terjadi. Dengan demikian, ketika kita melakukan sesuatu perbuatan, maka bukan berarti kita melakukannya atas dasar bahwa perbuatan tersebut telah ditetapkan bagi kita. Akan tetapi kita melakukannya berdasarkan pilihan kita sendiri dan ketika telah terjadi maka kita baru tahu bahwa Allah telah mentakdirkannya untuk kita.——————

Oleh karena itu, manusia tidak bisa beralasan dengan takdir kecuali setelah terjadinya perbuatan tersebut. Disebutkan dari Amirul Mu’minin, Umar bin Kahtthab, sebuah kisah (mungkin benar dari beliau mungkin tidak) bahwa seorang pencuri yang telah memenuhi syarat potong tangan dilaporkan kepada beliau. Ketika Umar menyuruh untuk memotong tangannya, dia mengatakan : “Tunggu dulu hai Amirul Mu’minin, demi Allah aku tidak mencuri itu kecuali karena Qadar Allah”. Umar mengatakan : “Aku tidak akan memotong tanganmu kecuali karena Qadar Allah”. Maka Umar berargumentasi dengan argumentasi yang digunakan pencuri tersebut tentang kasus pencurian terhadap harta orang-orang Islam. Padahal Umar bisa berargumentasi dengan Qadar dan Syari’at, karena beliau diperintahkan untuk memotong tangannya. Adapun dalam kasus tersebut, beliau berargumentasi dengan Qadar karena argumentasi tersebut lebih tepat mengenai sasaran.—————–

Berdasarkan hal itu, maka seseorang tidak lagi berargumentasi dengan Qadar untuk berbuat ma’siyat kepada Allah dan dalam kenyataannya dia memang tidak punya alasan dalam hal di atas. Allah berfirman.————–

“Artinya : (Aku telah mengutus) para rasul yang membawa berita gembira dan memberi peringatan agar manusia tidak punya alasan/argumentasi kepada Allah setelah adanya para rasul” [An-Nisa : 165]————

Sementara semua amal manusia, setelah datangnya para rasul, tetap terjadi atas Qadar Allah. Walaupun Qadar bisa dijadikan argumentasi akan tetapi selalu bersama-sama dengan terutusnya para rasul selamanya. Dengan demikian jelas bahwa tidak layak berbuat ma’siyat dengan alasan Qadha’ dan Qadar Allah, karena dia tidak dipaksa untuk melakukannya.——–

Semoga Allah memberi Taufiq.
============================

Ketika musibah dan bencana menghampiri kita, kadang yang dijadikan kambing hitam adalah alam, artinya alam itu murka. Ketika sakit datang, yang disalahkan pula konsumsi makanan, kurang olaharga dan seterusnya. Ketika kita terzholimi oleh atasan atau majikan karena belum telat gaji bulanan, kadang yang jadi biang kesalahan adalah majikan atau bos yang dijuluki pelit atau bakhil. Walau memang sebab-sebab tadi bisa jadi benar sebagai penyebab, namun jarang ada yang merenungkan bahwa karena dosa atau maksiat yang kita perbuat, akhirnya Allah mendatangkan musibah, menurunkan penyakit atau ada yang menzholimi kita. Coba kita renungkan ayat yang akan dibahas berikut ini.———

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).——

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa musibah yang menimpa kalian tidak lain adalah disebabkan karena dosa yang kalian dahulu perbuat. Dan Allah memaafkan kesalahan-kesalahan kalian tersebut. Dia bukan hanya tidak menyiksa kalian, namun Allah langsung memaafkan dosa yang kalian perbuat.” Karena memang Allah akan menyiksa seorang hamba karena dosa yang ia perbuat. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,——-

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melata pun” (QS. Fathir: 45).——–

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, mereka mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلاَّ كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ

Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni” (HR. Muslim no. 2573).————-

Dari Mu’awiyah, ia berkata bahwa ia mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا مِنْ شَىْءٍ يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ فِى جَسَدِهِ يُؤْذِيهِ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ عَنْهُ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِه

Tidaklah suatu musibah menimpa jasad seorang mukmin dan itu menyakitinya melainkan akan menghapuskan dosa-dosanya” (HR. Ahmad 4: 98. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa sanadnya shahih sesuai syarat Muslim).————-

Boleh jadi karena tidak menjaga pandangan, terus menerus dalam maksiat serta meremehkan dosa, itulah sebab Allah memalingkan Al Qur’an dari kita.———–

Demikian faedah yang kami peroleh dari tafsir Ibnu Katsir. Moga Allah melepaskan berbagai musibah yang menimpa kita. Ayat ini adalah sebagai renungan bagi kita untuk selalu mengintrospeksi diri sebelum menyalahkan orang lain ketika kita terzholimi. Boleh jadi musibah itu  datang karena dosa syirik, tidak ikhlas dalam amalan, amalan bid’ah, dosa besar atau meremehkan maksiat yang kita perbuat hari demi hari.———–

Ya Allah, ampunilah dosa dan terimalah taubat kami.——–

Semoga hati, lisan dan badan ini bisa bersabar dalam menghadapi berbagai cobaan.

=========================================
APA TANDA-TANDA KECINTAAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA DI DUNIA INI?1. Tidak Cepat-Cepat Menurunkan Siksaan Sengaja Allah SWT menunda-nunda siksaan terhadap hamba-Nya yang berbuat dosa sebagai tanda cinta Nya dan untuk memberikan kesempatan kepada hamba-Nya agar segera bertaubat

“Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan- Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (16:61)

“Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.” (35:45)

2. Allah Menerima Tobat

“Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat lagi keras hukuman-Nya; Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya lah kembali (semua makhluk). (40:3)

3. Satu Kebaikan Dibalas Dengan Sepuluh Pahala

“Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). (6:160)

4. Amal sedikit dibalas dengan imbalan pahala yang besar Misalnya:

a. Puasa pada hari Arafat menghapuskan dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang

b. Puasa Ashura (10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang silam

c. Barangasiapa membaca “Subhanallah” 100X dalam sehari Allah akan mengampuni dosanya maskipun sebesar buih dilautan

d. Seorang suami yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian melakukan qiamul lail (salat malam) akan dihujani dengan rahmat Allah SWT.

e. Barangsiapa yang berkata malam dan siang “Aku rela Allah sebagai tuhanku Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulku” Maka dia akan mendapatkan keridhaan Allah pada hari itu

5. Allah Menenangkan Hamba-Nya Dengan Ketetapan Rahmat-Nya

“Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman. (6:12)

“Sesungguhnya Allah SWT telah menuliskan dibawah Arash bahwa Rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku” Hadits Nabi.

“Allah menghendaki kemudahan, dan tidak menyukai kesulitan” (2:185)

Setelah peperangan Uhud dimana kaum muslimin dikelilingi dengan kesedihan karena kalah perang, Rasulullah terluka, Hamzah dan 70 shahabat lainnya gugur, tiba-tiba Allah menghibur mereka dengan menurunkan ayat berikut ini:

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang- orang yang zalim, (3:140-141)

6. Allah Mempersiapkan Syurga Oleh Diri-Nya sendiri.

“Aku telah mempersiapkan untuk hamba-Ku yang soleh suatu Syurga dimana mata tidak pernah melihatnya, telinga tidak pernah mendengarnya, dan tidak pernah terlintas dalam hati atau pikiran (bagaimana indahnya syurga itu).” Hadits Nabi saw

7. Nama-nama Allah Yang Indah (Jamal) Melebihi Nama-nama-Nya Yang Gagah Seperti Arrahman (Maha Pengasih), Alwadud (Maha Sayang), Al-Ghafur (Pangampun) , Attawab (Penerima tobat), Assobur (Maha Sabar), Al-Halim (Maha Panyantun) dsb.

8. Allahlah Yang Memohon Kita Untuk Berdo’a Kepada-Nya

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina” (40:60)

9. Allah SWT Menjamin Kehidupan Kita Didunia

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh mahfuz) (11:6)

10. Membuat Kita Orang Yang Mendekat Ke Agama

“Sesungguhnya Allah SWT memberi dunia kepada yang suka dan yang tidak suka. Namun Dia tidak memberi agama kecuali kepada yang suka. Barangsiapa yang diberi agama, maka berarti dia telah dicintai oleh Allah” Hadits Nabi

Maksudnya kalau tiba-tiba kita merasa dekat dengan agama, rajin solat, rajin hadir majelis ilmu itu merupakan tanda akan kecintaan Allah (SWT) kepada kita. Maka kita harus memanfaatkan momentum itu dengan sungguh- sungguh, sebelum syaitan datang mengganggu kita.

11. Menjadikan Kita Senang Mempelajari Agama

Termasuk tanda kecintaan Allah kepada kita adalah apabila kita merasa senang memperdalam ilmu agama. Nabi (SAW) bersabda: “Apabila Allah SWT menyenangi seseorang maka dibuatnya dia senang memperdalam agama”

12. Allah Mengajarkan Kita Untuk Lemah lembut

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (3:159)

13. Allah Memudahkan Keta’atan

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (2. 286)

Semua perintah Allah sesungguhnya mudah untuk dilaksanakan, karena Dia tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuanya. Hal itu merupakan tanda akan kecintaan-Nya terhadap hamba-Nya.

14. Allah Menciptakan Suasana Yang Membuat Kita Mati Dalam Husnul Khatimah

“Apabila Allah mencintai seseorang maka Dia membuatnya mudah untuk berbuat segala amal soleh ketika ajalnya sudah dekat, sehingga tetangganya (dan orang disekitarnya) mengetahuinya”
=====================

Kadang-kadang musibah atau cobaan itu untuk membuat seseorang sadar dari maksiat yang selama ini dilakukannya

Kadang-kadang untuk meningkatkan derajat seseorang di Akhirat nanti

Kadang-kadang untuk memperingatkan seseorang akan nikmat yang selama ini diberikan oleh Allah SWT dan dia tidak menyadarinya. Baru ketika nikmat itu hilang dari tangannya dia sadar akan kebesaran nikmat itu.

Kadang-kadang agar dia menyadari akan realita kehidupan dunia yang fana ini, bahwa tidak ada kebahagiaan yang sejati. Sehingga akhirnya dia rindu akan kehidupan akhirat.

Kadang-kadang untuk menguji seseorang apakah dia ridho dengan ketetapan Allah SWT dan kebijaksanaan-Nya atau tidak.?

Kadang-kadang agar seseorang yang ditimpa musibah atau cobaan itu masuk Surga tanpa dihisab lagi karena kesabarannya.

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa dihisab lagi (39:10)

Kadang-kadang untuk menghapuskan dosa seseorang. Karena apapun penderitaan yang menimpa seorang mukmin-meskipun hanya duri yang mengena jari tangannya- akan diberi pahala (dan menghapuskan dosa)
=============================

mengetahui nama dan sifat Allah {asmaul husna} yang mempunyai SIFAT yaitu MAHA PENYIKSA… AL MUNTAQIM …. di dunia dan di AKHIRAT {neraka} …. agar kita PAHAM siapa Allah itu !!! —————— AL MUNTAQIM = MAHA PENUNTUT BALAS ———– Maha PENYIKSA ———- Nama Allah, Al Muntaqimu ( المنتقم ) dibaca Al Muntaqim termasuk Al-Asma`ul Husna, firman Allah : ————– Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil diantara kamu sebagai had-yan yang dibawa sampai ke Ka’bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu,supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. (Surat Al-Maa’idah [5]: 95) ————- (Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan. (Surat Ad-Dukhaan [44]: 16)———— Makna Kata, Nama Allah, Al Muntaqimu bermakna Yang membalas segala dosa dengan siksa. ———— Tetapi ini dilakukan setelah Dia yang Mahasuci memperingatkan mereka terlebih dahulu, dan setelah memberi mereka kesempatan dan waktu untuk merubah diri. Namun, inilah pembalasan yang lebih keras dibanding hukuman yang segera dijatuhkan, karena bila hukuman segera dijatuhkan, orang tidak terus menerus dalam kedurhakaannya, dan konsekuensinya dia tidak patut mendapat hukuman yang penuh ———- `Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya?. Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa` (As-Sajdah:22) ——— `(Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan` (Ad-Dukhan:16) ————- `Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya` (Al Maaidah:95) ——– ‘Sungguh, jika kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat)` (Az-Zukhruf:41) ————— Kandungan Nama-nama dan Sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-Ikhlas:——- 1) Allah (اللَّهُ): ——– ومعنى {اللَّهُ} : الإله، وإله بمعنى مألوه أي: معبود “Makna Allah adalah al-ilaah (الإله), sedang ilaah maknanya ma’luh, yaitu: Yang disembah.”—— المعبود حباً وتعظيماً “Yang disembah dengan kecintaan dan pengagungan.”[1]——– 2) Al-Ilah (الإله), sama maknanya dengan nama Allah.———- Sifat yang Terkandung Pada Nama Allah dan Al-Ilah: Al-Uluhiyyah (الألوهية), yang sepatutnya disembah dengan penuh cinta dan pengagungan.——— 3) Al-Ahad (الأحد), Maha Esa:——— لا ثاني له ولا نظير له ولا ند له “Tidak ada yang kedua bagi-Nya, tidak ada yang semisal dengan-Nya dan tidak ada tandingan bagi-Nya.”———— 4) Al-Waahid (الْوَاحِدُ), Maha Esa:——— Penyebutan Al-Ahad dan Al-Waahid dalam Al-Qur’an:——- Al-Ahad disebutkan sekali dalam Al-Qur’an dan Al-Waahid disebutkan enam kali dalam Al-Qur’an:—- Surat Yusuf: 39;———- أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ “Hai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan yang disembah bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?”———- Surat Ar-Ra’du: 16;———— قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ “Katakanlah: Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”——- Surat Ibrahim: 48;———- وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ “Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”———- Surat Shood: 65;—— وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلاَّ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ “Dan sekali-kali tidak ada yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.”— Surat Az-Zumar: 4;——– سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ “Maha Suci Allah. Dia-lah Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”—— Surat Ghafir: 16;——– لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ “(Lalu Allah berfirman): “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”——— Dan disebutkan sebagai sifat bagi Al-Ilah sebanyak 13 kali, diantaranya dalam Surat Al-Baqoroh: 163;— وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ “Dan Sesembahanmu adalah Sesembahan yang Maha Esa; tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”——— Sifat yang Terkandung Pada Nama Al-Ahad dan Al-Waahid: Al-Ahadiyyah (الأحدية) atau al-wahdaaniyyah (الوحدانية), yang Maha esa, tidak ada satu pun yang serupa dengan-Nya, tidak ada tandingan-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya.——- Faidah: Nama yang bermakna sama dengan Al-Ahad dan Al-Waahid tetapi haditsnya dha’if adalah: Al-Fardu[2] (الفرد), sehingga tidak boleh ditetapkan sebagai nama bagi Allah ta’ala, namun boleh dimasukkan dalam bab al-ikhbaar, pengabaran tentang Allah.———-

muntaqim maha penyiksa

mengetahui nama dan sifat Allah {asmaul husna}  yang mempunyai SIFAT yaitu  MAHA PENYIKSA... AL MUNTAQIM  …. di dunia dan di AKHIRAT {neraka} …. agar kita PAHAM siapa Allah itu !!!
——————

AL MUNTAQIM = MAHA PENUNTUT BALAS …. maha PENYIKSA

 ———————

Al Baqarah:284 ﴿
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Ali Imran:11 ﴿
(keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
Ali Imran:129 ﴿
Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
An Nisaa:173 ﴿
Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.
Al Maidah:18 ﴿
Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).
Al Anfaal:52 ﴿
(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.
At Taubah:39 ﴿
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


—————

Nama Allah, Al Muntaqimu ( المنتقم ) dibaca Al Muntaqim termasuk Al-Asma`ul Husna, firman Allah :   ————–

  • Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil diantara kamu sebagai had-yan  yang dibawa sampai ke Ka’bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu,supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. (Surat Al-Maa’idah [5]: 95) ————-
  • (Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan. (Surat Ad-Dukhaan [44]: 16)————

Makna Kata, Nama Allah, Al Muntaqimu bermakna Yang membalas segala dosa dengan siksa.
————

Tetapi ini dilakukan setelah Dia yang Mahasuci memperingatkan mereka terlebih dahulu, dan setelah memberi mereka kesempatan dan waktu untuk merubah diri. Namun, inilah pembalasan yang lebih keras dibanding hukuman yang segera dijatuhkan, karena bila hukuman segera dijatuhkan, orang tidak terus menerus dalam kedurhakaannya, dan konsekuensinya dia tidak patut mendapat hukuman yang penuh

———-

`Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya?. Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa` (As-Sajdah:22)

———

`(Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan` (Ad-Dukhan:16)

————-

`Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya` (Al Maaidah:95)

——–

‘Sungguh, jika kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat)` (Az-Zukhruf:41)

—————-

Daftar nama-nama Allah

Nomor Nama Arti Antara Lain Terdapat Dalam

 

1. ar-Rahmaan Yang Maha Pemurah Al-Faatihah: 3
2. ar-Rahiim Yang Maha Pengasih Al-Faatihah: 3
3. al-Malik Maha Raja Al-Mu’minuun: 11
4. al-Qudduus Maha Suci Al-Jumu’ah: 1
5. as-Salaam Maha Sejahtera Al-Hasyr: 23
6. al-Mu’min Yang Maha Terpercaya Al-Hasyr: 23
7. al-Muhaimin Yang Maha Memelihara Al-Hasyr: 23
8. al-‘Aziiz Yang Maha Perkasa Aali ‘Imran: 62
9. al-Jabbaar Yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari Al-Hasyr: 23
10. al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran/Yang Sombong Al-Hasyr: 23
11. al-Khaaliq Yang Maha Pencipta Ar-Ra’d: 16
12. al-Baari’ Yang Mengadakan dari Tiada Al-Hasyr: 24
13 al-Mushawwir

 

Yang Membuat Bentuk

 

Al-Hasyr: 24

 

14. al-Ghaffaar

 

Yang Maha Pengampun

 

Al-Baqarah: 235

 

15. al-Qahhaar

 

Yang Maha Perkasa

 

Ar-Ra’d: 16

 

16. al-Wahhaab

 

Yang Maha Pemberi

 

Aali ‘Imran: 8

 

17. ar-Razzaq

 

Yang Maha Pemberi Rezki

 

Adz-Dzaariyaat: 58
18. al-Fattaah

 

Yang Maha Membuka (Hati) Sabaa’: 26

 

19. al-‘Aliim

 

Yang Maha Mengetahui

 

Al-Baqarah: 29

 

20. al-Qaabidh

 

Yang Maha Pengendali

 

Al-Baqarah: 245

 

21. al-Baasith

 

Yang Maha Melapangkan Ar-Ra’d: 26

 

22. al-Khaafidh

 

Yang Merendahkan Hadits at-Tirmizi
23. ar-Raafi’

 

Yang Meninggikan

 

Al-An’aam: 83

 

24. al-Mu’izz

 

Yang Maha Terhormat

 

Aali ‘Imran: 26
25. al-Mudzdzill

 

Yang Maha Menghinakan

 

Aali ‘Imran: 26

 

26. as-Samii’

 

Yang Maha Mendengar

 

Al-Israa’: 1
27. al-Bashiir

 

Yang Maha Melihat

 

Al-Hadiid: 4

 

28. al-Hakam

 

Yang Memutuskan Hukum Al-Mu’min: 48

 

29. al-‘Adl

 

Yang Maha Adil

 

Al-An’aam: 115

 

30. al-Lathiif

 

Yang Maha Lembut

 

Al-Mulk: 14

 

31. al-Khabiir

 

Yang Maha Mengetahui

 

Al-An’aam: 18

 

32. al-Haliim

 

Yang Maha Penyantun

 

Al-Baqarah: 235

 

33. al-‘Azhiim

 

Yang Maha Agung

 

Asy-Syuura: 4

 

34. al-Ghafuur

 

Yang Maha Pengampun

 

Aali ‘Imran: 89

 

35. asy-Syakuur

 

Yang Menerima Syukur

 

Faathir: 30

 

36. al-‘Aliyy

 

Yang Maha Tinggi

 

An-Nisaa’: 34

 

37. al-Kabiir

 

Yang Maha Besar

 

Ar-Ra’d: 9

 

38. al-Hafiizh

 

Yang Maha Penjaga

 

Huud: 57

 

39. al-Muqiit

 

Yang Maha Pemelihara

 

An-Nisaa’: 85

 

40. al-Hasiib

 

Yang Maha Pembuat Perhitungan

 

An-Nisaa’: 6

 

41. al-Jaliil

 

Yang Maha Luhur

 

Ar-Rahmaan: 27

 

42. al-Kariim

 

Yang Maha Mulia

 

An-Naml: 40

 

43. ar-Raqiib

 

Yang Maha Mengawasi

 

Al-Ahzaab: 52

 

44. al-Mujiib

 

Yang Maha Mengabulkan

 

Huud: 61

 

45. al-Waasi’

 

Yang Maha Luas

 

Al-Baqarah: 268

 

46. al-Hakiim

 

Yang Maha Bijaksana

 

Al-An’aam: 18

 

47. al-Waduud

 

Yang Maha Mengasihi

 

Al-Buruuj: 14

 

48. al-Majiid

 

Yang Maha Mulia Al-Buruuj: 15

 

49. al-Baa’its

 

Yang Membangkitkan

 

Yaasiin: 52

 

50. asy-Syahiid

 

Yang Maha Menyaksikan

 

Al-Maaidah: 117

 

51. al-Haqq

 

Yang Maha Benar

 

Thaahaa: 114

 

52. al-Wakiil

 

Yang Maha Pemelihara

 

Al-An’aam: 102

 

53. al-Qawiyy

 

Yang Maha Kuat

 

Al-Anfaal: 52

 

54. al-Matiin

 

Yang Maha Kokoh

 

Adz-Dzaariyaat: 58

 

55. al-Waliyy

 

Yang Maha Melindungi

 

An-Nisaa’: 45

 

56. al-Hamiid

 

Yang Maha Terpuji

 

An-Nisaa’: 131

 

57. al-Muhshi

 

Yang Maha Menghitung

 

Maryam: 94

 

58. al-Mubdi’

 

Yang Maha Memulai

 

Al-Buruuj: 13

 

59. al-Mu’id

 

Yang Maha Mengembalikan

 

Ar-Ruum: 27

 

60. al-Muhyi

 

Yang Maha Menghidupkan

 

Ar-Ruum: 50

 

61. al-Mumiit

 

Yang Maha Mematikan

 

Al-Mu’min: 68

 

62. al-Hayy

 

Yang Maha Hidup

 

Thaahaa: 111

 

63. al-Qayyuum

 

Yang Maha Mandiri

 

Thaahaa: 11

 

64. al-Waajid

 

Yang Maha Menemukan

 

Adh-Dhuhaa: 6-8

 

65. al-Maajid

 

Yang Maha Mulia

 

Huud: 73

 

66. al-Waahid

 

Yang Maha Tunggal

 

Al-Baqarah: 133

 

67. al-Ahad

 

Yang Maha Esa

 

Al-Ikhlaas: 1

 

68. ash-Shamad

 

Yang Maha Dibutuhkan

 

Al-Ikhlaas: 2

 

69. al-Qaadir

 

Yang Maha Kuat

 

Al-Baqarah: 20

 

70. al-Muqtadir

 

Yang Maha Berkuasa

 

Al-Qamar: 42

 

71. al-Muqqadim

 

Yang Maha Mendahulukan

 

Qaaf: 28
72. al-Mu’akhkhir

 

Yang Maha Mengakhirkan

 

Ibraahiim: 42

 

73. al-Awwal

 

Yang Maha Permulaan

 

Al-Hadiid: 3

 

74. al-Aakhir

 

Yang Maha Akhir

 

Al-Hadiid: 3

 

75. azh-Zhaahir

 

Yang Maha Nyata

 

Al-Hadiid: 3

 

76. al-Baathin

 

Yang Maha Gaib

 

Al-Hadiid: 3

 

77. al-Waalii

 

Yang Maha Memerintah

 

Ar-Ra’d: 11
78. al-Muta’aalii

 

Yang Maha Tinggi

 

Ar-Ra’d: 9

 

79. al-Barr Yang Maha Dermawan

 

Ath-Thuur: 28

 

80. at-Tawwaab

 

Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa’: 16
81. al-Muntaqim

 

Yang Maha Penyiksa

 

As-Sajdah: 22
82. al-‘Afuww

 

Yang Maha Pemaaf

 

An-Nisaa’: 99

 

83. ar-Ra’uuf

 

Yang Maha Pengasih Al-Baqarah: 207

 

84. Maalik al-Mulk Yang Mempunyai Kerajaan

 

Aali ‘Imran: 26

 

85. Zuljalaal wa al-‘Ikraam

 

Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan

 

Ar-Rahmaan: 27

 

86. al-Muqsith

 

Yang Maha Adil An-Nuur: 47

 

87. al-Jaami’

 

Yang Maha Pengumpul

 

Sabaa’: 26
88. al-Ghaniyy

 

Yang Maha Kaya

 

Al-Baqarah: 267

 

89. al-Mughnii

 

Yang Maha Mencukupi

 

An-Najm: 48

 

90. al-Maani’

 

Yang Maha Mencegah

 

Hadits at-Tirmizi
91. adh-Dhaarr

 

Yang Maha Pemberi Derita

 

Al-An’aam: 17

 

92. an-Naafi’

 

Yang Maha Pemberi Manfaat

 

Al-Fath: 11

 

93. an-Nuur

 

Yang Maha Bercahaya

 

An-Nuur: 35

 

94. al-Haadii

 

Yang Maha Pemberi Petunjuk

 

Al-Hajj: 54

 

95. al-Badii’ Yang Maha Pencipta Al-Baqarah: 117
96. al-Baaqii

 

Yang Maha Kekal

 

Thaahaa: 73

 

97. al-Waarits

 

Yang Maha Mewarisi

 

Al-Hijr: 23

 

98. ar-Rasyiid

 

Yang Maha Pandai Al-Jin: 10

 

99 ash-Shabuur Yang Maha Sabar Hadits at-Tirmizi

Kandungan Nama-nama dan Sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-Ikhlas:——-

1) Allah (اللَّهُ): ——–

ومعنى {اللَّهُ} : الإله، وإله بمعنى مألوه أي: معبود

“Makna Allah adalah al-ilaah (الإله), sedang ilaah maknanya ma’luh, yaitu: Yang disembah.”——

المعبود حباً وتعظيماً

“Yang disembah dengan kecintaan dan pengagungan.”[1]——–

2) Al-Ilah (الإله), sama maknanya dengan nama Allah.———-

Sifat yang Terkandung Pada Nama Allah dan Al-Ilah: Al-Uluhiyyah (الألوهية), yang sepatutnya disembah dengan penuh cinta dan pengagungan.———

3) Al-Ahad (الأحد), Maha Esa:———

لا ثاني له ولا نظير له ولا ند له

“Tidak ada yang kedua bagi-Nya, tidak ada yang semisal dengan-Nya dan tidak ada tandingan bagi-Nya.”————

4) Al-Waahid (الْوَاحِدُ), Maha Esa:———

Penyebutan Al-Ahad dan Al-Waahid dalam Al-Qur’an:——-

Al-Ahad disebutkan sekali dalam Al-Qur’an dan Al-Waahid disebutkan enam kali dalam Al-Qur’an:—-

Surat Yusuf: 39;———-

أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

“Hai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan yang disembah bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?”———-

Surat Ar-Ra’du: 16;————

قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

“Katakanlah: Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”——-

Surat Ibrahim: 48;———-

وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

“Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”———-

Surat Shood: 65;——

وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلاَّ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

“Dan sekali-kali tidak ada yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.”—

Surat Az-Zumar: 4;——–

سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

“Maha Suci Allah. Dia-lah Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”——

Surat Ghafir: 16;——–

لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

“(Lalu Allah berfirman): “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”———

Dan disebutkan sebagai sifat bagi Al-Ilah sebanyak 13 kali, diantaranya dalam Surat Al-Baqoroh: 163;—

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

“Dan Sesembahanmu adalah Sesembahan yang Maha Esa; tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”———

Sifat yang Terkandung Pada Nama Al-Ahad dan Al-Waahid: Al-Ahadiyyah (الأحدية) atau al-wahdaaniyyah (الوحدانية), yang Maha esa, tidak ada satu pun yang serupa dengan-Nya, tidak ada tandingan-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya.——-

Faidah: Nama yang bermakna sama dengan Al-Ahad dan Al-Waahid tetapi haditsnya dha’if adalah: Al-Fardu[2] (الفرد), sehingga tidak boleh ditetapkan sebagai nama bagi Allah ta’ala, namun boleh dimasukkan dalam bab al-ikhbaar, pengabaran tentang Allah.———-

5) Ash-Shomad (الصَّمَدُ):———

Ada tiga riwayat dari Salaf yang semuanya saling melengkapi untuk menjelaskan maknanya:

Pertama:

هو الكامل، في علمه في قدرته، في حكمته، في عزته، في سؤدده، في كل صفاته

“Ash-Shomadu adalah yang sempurna dalam ilmu-Nya, qudroh-Nya, hikmah-Nya, keperkasaan-Nya dan kekuasaan-Nya, serta seluruh sifat-sifat-Nya.”

Kedua:

الذي لا جوف له، يعني لا أمعاء ولا بطن

“Ash-Shomadu adalah yang tidak memiliki rongga, yaitu tidak memiliki usus dan tidak pula perut.”

Penjelasan:

ولا ينافي المعنى الأول، لأنه يدل على غناه بنفسه عن جميع خلقه

“Makna ini tidak menafikan makna yang pertama, karena tidak memiliki rongga membutuhkan kekayaan dan kecukukupan-Nya dari seluruh makhluk-Nya”

Maknanya: Allah ta’ala tidak butuh makan dan minum seperti makhluk, dan tidak butuh kepada makhluk sedikit pun.

Ketiga:

المصمود إليه، أي الذي تصمد إليه الخلائق في حوائجها

“Ash-Shomadu adalah yang kepada-Nya makhluk bergantung, yaitu kepada-Nya makhluk menggantungkan hajat-hajat mereka.”

Kesimpulan:

وحينئذ يتبين لك المعنى العظيم في كلمة {الصَّمَدُ} : أنه مستغن عن كل ما سواه، كامل في كل ما يوصف به، وأن جميع ما سواه مفتقر إليه.

“Telah menjadi jelas bagimu makna yang agung dalam nama As-Shomad, adalah:

Allah tidak membutuhkan siapa pun selain-Nya, yang Maha sempurna dalam semua sifat-Nya, dan seluruh makhluk butuh kepada-Nya.”

Sifat yang Terkandung Pada Nama Ash-Shomad: Ash-Shomadiyyah (الصمدية), yang terkandung padanya tiga makna:

Kesempurnaan dalam seluruh sifat-sifat-Nya, tidak ada kekurangan dari sisi mana pun,
Tidak memiliki rongga (usus dan perut),
Seluruh makhluk butuh kepada-Nya, sedang Dia tidak membutuhkan makhluk sedikit pun.

Sifat-sifat Salbiyyah (yang Dinafikan) dalam Surat Al-Ikhlas:

Allah tidak beranak (لَمْ يَلِدْ), sebab orang yang beranak menunjukan kebutuhannya untuk memiliki anak.
Allah tidak diperanakkan (وَلَمْ يُولَدْ) sebab apabila Dia diperanakan menunjukan adanya orang tua bagi-Nya, padahal Dia adalah Al-Awwal, yang pertama, tidak ada sebelum-Nya apa pun, dan Dia adalah Al-Khaaliq, yang menciptakan seluruh makhluq, bagaimana mungkin makhluk melahirkan-Nya?!
Makhluk yang serupa dengan-Nya. Allah, tidak ada yang serupa dengan-Nya (وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ), yaitu tidak ada yang serupa dengan-Nya dalam semua sifat-Nya.

Kandungan nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala dalam Ayat Al-Kursiy (Selain Lafaz Nama “Allah” yang Telah Dibahas Sebelumnya):

6) Al-Hayy (الْحَيُّ), Maha Hidup:

{الْحَيُّ} أي: ذو الحياة الكاملة المتضمنة لجميع صفات الكمال لم تسبق بعدم، ولا يلحقها زوال، ولا يعتريها نقص بوجه من الوجوه.

“Al-Hayy (Maha Hidup) artinya: Pemilik kehidupan sempurna yang meliputi semua sifat kesempurnaan yang tidak didahului oleh ketiadaan dan tidak diikuti oleh kefanaan, serta tidak ada kekurangan dari sisi mana pun.”

Sifat yang Terkandung Pada Nama Al-Hayy: Al-Hayat, kehidupan yang Maha sempurna.

7) Al-Qoyyum (الْقَيُّومُ):

القيوم هو القائم على نفسه القائم على غيره

“Al-Qoyyum adalah yang berdiri sendiri serta mengurusi seluruh makhluk-Nya.”

Penjelasan:

ومعنى {الْقَيُّومُ}، أي: أنه القائم بنفسه، فقيامه بنفسه يستلزم استغناءه عن كل شيء، لا يحتاج إلى أكل ولا شرب ولا غيرها، وغيره لا يقوم بنفسه بل هو محتاج إلى الله عز وجل في إيجاده وإعداده وإمداده.

“Makna Al-Qoyyum adalah: Allah berdiri sendiri, maka berdiri-Nya dengan diri-Nya sendiri menunjukan kecukupan-Nya dari segala sesuatu, tidak butuh makan, minum dan lain-lain. Adapun makhluk, tidak mungkin berdiri dengan dirinya sendiri, akan tetapi selalu butuh kepada Allah ‘azza wa jalla untuk menciptakannya, menyiapkannya dan memberikan segala kebutuhannya.”

Sifat yang Terkandung Pada Nama Al-Qoyyum: Al-Qoyyumiyyah, Allah yang berdiri sendiri dan mengurus seluruh makhluk, sedang seluruh makhluk selalu butuh kepada-Nya.

Penyebutan Al-Hayy dan Al-Qoyyum Secara Bersamaan Terdapat dalam Tiga Ayat:

Pertama:

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلاّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

“Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, Al-Hayy Al-Qoyyum; yang Maha Hidup lagi senantiasa berdiri sendiri serta mengurus makhluk-Nya.” [Al-Baqoroh: 255]

Kedua:

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلاّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

“Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, Al-Hayy Al-Qoyyum; yang Maha Hidup lagi senantiasa berdiri sendiri serta mengurus makhluk-Nya.” [Ali Imron: 2]

Ketiga:

وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْماً

“Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Allah Al-Hayy Al-Qoyyum; yang Maha Hidup lagi senantiasa berdiri sendiri serta mengurus makhluk-Nya. Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.” [Thoha: 111]

Faidah:

هذان الاسمان فيهما الكمال الذاتي والكمال السلطاني، فالذاتي في قوله: {الْحَيُّ} والسلطاني في قوله: {الْقَيُّومِ} ، لأنه يقوم على كل شيء ويقوم به كل شيء.

“Dua nama ini, terkandung padanya sifat kesempurnaan zat dan kesempurnaan kuasa. Kesempurnaan zat pada firman Allah: “Dia Al-Hayy” dan kesempurnaan kuasa pada firman Allah: “Dia Al-Qoyyum”, karena Dia senantiasa mengurus segala sesuatu, dan segala sesuatu hanya dapat berdiri dengan-Nya.”

Diantara Keutamaan Nama-nama Allah Ta’ala yang Disebutkan di Atas:

  • Sahabat yang Mulia Buraidah radhiyallahu’anhu berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ، وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، فَقَالَ: لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِالِاسْمِ (وفي رواية: باسمه الأعظم) الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى، وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ.

“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mendengar seseorang berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ، وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Allaahumma inniy as-aluka anniy asyhadu annaka Antallaahu, laa ilaaha illa Antal Ahadus Shomadulladziy lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahadun.”

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu bahwa aku bersaksi engkau adalah Allah, tidak ada yang berhak disembah selain-Mu, yang Maha Esa, Ash-Shomad, yang tidak beranak, tidak diperanakan dan tidak ada satu pun yang serupa dengan-Nya.”

Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Sungguh engkau telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya (dalam riwayat lain: dengan nama-Nya yang teragung), yang apabila Dia dimohon dengan nama itu pasti Dia memberikan dan apabila Dia dipanjatkan doa dengan nama itu pasti Dia mengabulkan.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, Shahih Abu Daud: 1341]

  • Dari Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu,

أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلم جَالِسًا وَرَجُلٌ يُصَلِّي، ثُمَّ دَعَا: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ، بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ، الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ، وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى.

“Bahwa beliau pernah bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika sedang duduk dan ada seseorang yang sedang sholat, kemudian ia berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ، بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ

“Allaahumma inniy as-aluka bi-anna lakal hamdu, laa ilaaha illaa Antal Mannaan, Badi’us samaawaati wal ardhi, yaa Dzal jalaali wal ikroom, yaa Hayyu yaa Qoyyuum.”

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (bersaksi) bahwa hanya milik-Mu segala pujian, tidak ada yang berhak disembah selain-Mu, yang Maha Memberi, Pencipta langit dan bumi, wahai Pemilik kemuliaan dan kehormatan, wahai yang Maha Hidup, wahai Qoyyum.”

Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Sungguh ia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang teragung, yang apabila dipanjatkan doa kepada-Nya dengan nama itu pasti Dia mengabulkan, dan apabila dimohon dengan nama itu pasti Dia memberikan.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, Shahih Abu Daud: 1342]

  • Dari Sahabat yang Mulia Asma’ binti Yazid radhiyallahu’anha, bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

اسْمُ اللَّهِ الْأَعْظَمُ فِي هَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ {وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ}، وَفَاتِحَةِ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ: {الم اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ}

“Nama Allah yang teragung terdapat dalam dua ayat ini:

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

“Dan Sesembahanmu adalah Sesembahan Yang Maha Esa; tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqoroh: 163)

Dan awal surat Ali Imron,

الم اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

“Alif laam miim. Allah, tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi berdiri sendiri dan terus menerus mengurus makhluk-Nya.” (Ali Imron: 1-2).” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, Shahih Abu Daud: 1343]

8) Al-‘Aliy (الْعَلِيُّ), Maha Tinggi:

له العلو المطلق: علو الذات، علو القدر، وعلوالقهر.

“Hanya Allah pemilik ketinggian yang mutlak, yaitu ketinggian zat, ketinggian sifat kemuliaan dan ketinggian sifat kekuasaan.”[3]

Penjelasan tentang Sifat Ketinggian Allah Ta’ala:

وعلو الله عز وجل قسمان: علو ذات، وعلو صفات:

فأما علو الذات، فإن معناه أنه فوق كل شيء بذاته، ليس فوقه شيء ولا حذاءه شيء.

وأما علو الصفات، فهي ما دل عليه قوله تعالى: {وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الأَعْلَى}، يعني: أن صفاته كلها علياً، ليس فيها نقص بوجه من الوجوه.

“Ketinggian Allah ta’ala da dua bentuk: Ketinggian zat dan ketinggian sifat:

  • Ketinggian zat maknanya, zat Allah di atas segala sesuatu, tidak ada apa pun di atas-Nya dan tidak pula yang mendekati-Nya.
  • Ketinggian sifat adalah yang ditunjukkan oleh firman Allah ta’ala,

وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الأَعْلَى

“Dan Allah mempunyai sifat yang Maha tinggi.” (An-Nahl: 60), maknanya: Sifat-sifat Allah seluruhnya Maha tinggi, tidak ada padanya kekurangan dari sisi mana pun.”

Penyebutan Nama Al-‘Aliy dalam Al-Qur’an Sebanyak Delapan Kali:

– Disebutkan dua kali bersama Al-‘Azhim:

Surat Al-Baqoroh: 255;

وَلا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Surat Asy-Syuro: 4;

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Kepunyaan-Nya lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

– Disebutkan lima kali bersama Al-Kabir:

Surat Al-Hajj: 62;

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah sesembahan yang benar, dan sesungguhnya apa saja yang mereka sembah selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”.

Surat Luqman: 30;

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah sesembahan yang benar, dan sesungguhnya apa saja yang mereka sembah selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Surat Saba’: 23;

حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, maka mereka berkata: “Apakah yang telah difirmankan oleh Rabb-mu?” Mereka menjawab: “(Perkataan) yang benar”, dan Dia-lah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Surat Ghafir: 12;

ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ

“Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Surat An-Nisa’: 34;

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيّاً كَبِيراً

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

– Disebutkan sekali bersama Al-Hakim:

Surat Asy-Syuro: 51;

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلاَّ وَحْياً أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولاً فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

“Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.”

9) Al-Muta’ali (المتعال), Maha Tinggi:

Disebutkan sekali dalam Al-Qur’an pada surat Ar-Ra’du: 9;

عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ

“Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nampak; yang Maha Besar lagi Maha Tinggi”

10) Al-A’la (الأعلى), Maha Tinggi:

Disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an:

Surat Al-A’la: 1;

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى

“Sucikanlah nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi.”

Surat Al-Lail: 19-20;

وَمَا لأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى إِلاَّ ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الأَعْلَى

“Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Rabbnya Yang Maha Tinggi.”

11) Al-‘Azhim (الْعَظِيمُ), Maha Agung:

{الْعَظِيمُ} الجامع، لجميع صفات العظمة والكبرياء، والمجد والبهاء، الذي تحبه القلوب، وتعظمه الأرواح، ويعرف العارفون أن عظمة كل شيء، وإن جلت عن الصفة، فإنها مضمحلة في جانب عظمة العلي العظيم.

“Al-‘Azhim adalah yang mengumpulkan kepemilikan seluruh sifat-sifat keagungan, kebesaran, kemuliaan dan kehormatan, yang dicintai oleh hati dan diagungkan oleh ruh, serta diketahui oleh orang-orang yang mengenal-Nya bahwa keagungan seluruh makhluk, walau jelas terlihat, sesungguhnya semua keagungan itu sirna jika di hadapan keagungan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”[4]

Penyebutan Nama Al-‘Azhim Sebanyak Enam Kali dalam Al-Qur’an:

Surat Al-Baqoroh: 255
Surat Asy-Syuro: 4
Surat Al-Waaqi’ah: 4
Surat Al-Waaqi’ah: 96
Surat Al-Haaqqoh: 33
Surat Al-Haaqqoh: 52

12) Al-Kabir (الْكَبِيرُ), Maha Besar:

{الْكَبِيرُ} الذي له الكبرياء في ذاته وصفاته، وله الكبرياء في قلوب أهل السماء والأرض.

“Al-Kabir yang memiliki kebesaran pada zat-Nya dan sifat-sifat-Nya, dan memiliki kebesaran di hati penduduk langit dan bumi.”[5]

Penyebutan nama Al-Kabir di dalam Al-Qur’an telah disebutkan di atas bersama Al-’Aliy dan Al-Muta’ali.

Hakikat Keagungan dan Kebesaran Ada Dua Jenis:

  • Kesempurnaan sifat keagungan dan kebesaran bagi Allah ta’ala dengan seluruh makna yang terkandung padanya.
  • Tidak ada seorang pun yang boleh diagungkan sebagaimana pengagungan kepada Allah ta’ala.[6]

Faidah: Nama yang bermakna sama dengan Al-‘Azhim dan Al-Kabir tetapi haditsnya dha’if adalah: Al-Jalil[7] (الجليل), sehingga tidak boleh ditetapkan sebagai nama bagi Allah ta’ala, namun boleh dimasukkan dalam bab al-ikhbaar, pengabaran tentang Allah.

Sifat-sifat Allah Ta’ala yang Terkandung dalam Ayat Al-Kursiy:

  1. Sifat yang terkandung dalam nama Allah
  2. Sifat yang terkandung dalam nama Al-Hayy
  3. Sifat yang terkandung dalam nama Al-Qoyyum
  4. Sifat yang terkandung dalam nama Al-‘Aliy
  5. Sifat yang terkandung dalam nama Al-‘Azhim
  6. Keesaan-Nya dalam uluhiyyah
  7. Tidak mengantuk dan tidak tidur, karena sempurnanya sifat hidup dan qoyyumiyah-Nya.
  8. Kekuasaan-Nya mencakup segala sesuatu, dipetik dari firman Allah ta’ala,

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ

“Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.”

  1. Keesaan-Nya dalam kekuasaan, sifat ini dipetik dari makna pembatasan yang ada dalam penyebutan khabar lebih dulu.
  2. Kuatnya dan sempurnanya kekuaasaan Allah, dipetik dari firman-Nya,

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاّ بِإِذْنِهِ

“Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah kecuali dengan izin-Nya.”

  1. Penetapan Sifat Al-‘Indiyyah (العندية) di sisi, dan ini menunjukkan Dia tidak di mana-mana, maka padanya ada bantahan terhadap pemahaman hululiyyah.
  2. Penetapan sifat memberi izin (الإذن), yaitu dari ayat

إِلاّ بِإِذْنِهِ

“Kecuali dengan izin-Nya.”

  1. Ilmu-Nya mencakup segala sesuatu, dipetik dari firman-Nya,

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ

“Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.”

  1. Tidak lupa yang telah berlalu,

وَمَا خَلْفَهُمْ

“(Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan) di belakang mereka.”

  1. Tidak memiliki sifat jahl (tidak berilmu) terhadap yang akan datang,

مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ

“(Allah mengetahui) apa-apa yang di hadapan mereka.”

  1. Sempurnanya keagungan Allah, yang menunjukkannya adalah keleMahan makhluk untuk meliputi ilmu-Nya,

وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاّ بِمَا شَاءَ

“Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.”

  1. Penetapan sifat kehendak,

إِلاّ بِمَا شَاءَ

“Melainkan apa yang dikehendaki-Nya.”

  1. Penetapan adanya Al-Kursiy, yaitu makhluk Allah, tempat meletakkan kedua kaki Allah yang Maha mulia.
  2. Penetapan sifat Maha Agung
  3. Penetapan sifat Maha Kuat
  4. Penetapan sifat Maha Mampu
  • Sifat Maha Agung, Maha Kuat dan Maha Mampu dipetik dari firman Allah ta’ala,

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ

“Kursi Allah meliputi langit dan bumi.”

  • Karena agungnya makhluk menunjukkan Penciptanya lebih agung lagi.
  1. Sempurnanya ilmu Allah
  2. Sempurnanya rahmat Allah
  3. Sempurnanya penjagaan Allah
  • Sempurnanya ilmu, rahmat dan penjagaan dipetik dari firman Allah ta’ala,

وَلا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا

“Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya.”

  1. Penetapan sifat al-‘uluw (Maha Tinggi)
  2. Penetapan sifat al-‘azhomah (Maha Agung).

Sifat-sifat Salbiyyah (yang Dinafikan) dalam Ayat Al-Kursiy:

  • Allah tidak mengantuk (لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ)
  • Allah tidak tidur (وَلا نَوْمٌ), karena mengantuk dan tidur adalah sifat kekurangan, sebab butuh istirahat.
  • Allah tidak merasa berat dalam memelihara langit dan bumi (وَلا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا).

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

[Diringkas dari Syarhu Al-Aqidah Al-Waashitiyyah karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah dan disertai tambahan]

—————-

Catatan Kaki

[1] Lihat Syarhu Tsalatsatil Ushul, karya Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah

[2] Yaitu hadits yang diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Al-Asma’ wash Shifaat dan beliau mendha’ifkannya. Lihat Mu’taqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah fil Asmaail Husna, Asy-Syaikh DR. Muhammad bin Khalifah At-Tamimi hafizhahullah, hal. 297.

[3] Lihat Syarhul ‘Aqidah Al-Waasithiyyah karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah, terbitan Ar-Riaasah Al-‘Aammah 1429 H, cet. Ke-8, hal. 30.

[4] Tafsir As-Sa’di, hal. 954.

[5] Tafsir As-Sa’di, hal. 651.

[6] Lihat Tafsir Al-Asma Al-Husna karya Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah, hal. 217 dan Fiqhul Asmaail Husna karya Syaikh Abdur Rozzaq Al-Badr hafizhahullah, hal. 179-180.

[7] Yaitu hadits tentang penyebutan 99 nama yang terdapat dalam riwayat At-Tirmidzi dan yang lainnya.

=============================
Kaidah Kesembilan:

طريقة القرآن في الصفات النفي والإثبات: نفي المماثلة، وإثبات صفات الكمال.

“Metode Al-Qur’an dalam permasalahan sifat-sifat Allah ta’ala adalah penafikan dan penetapan, yaitu menafikan penyerupaan (antara sifat Allah ta’ala dan sifat makhluk) dan menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah jalla wa ‘ala.”[1]

Kaidah Kesepuluh:

النفي على وجه الإجمال والإثبات على وجه التفصيل.

“Menafikan pernyerupaan secara global dan menetapkan sifat-sifat secara terperinci.”[2]

Kaidah Kesebelas:

ولا ينفون عنه ما وصف به نفسه.

“Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak menafikan dari Allah satu sifat yang Allah sifatkan untuk diri-Nya.”

Kaidah Keduabelas:

ولا يحرفون الكلم عن مواضعه.

“Tidak menyelewengkan (menafsirkan tanpa dalil) ayat-ayat tentang sifat-sifat Allah hingga keluar dari makna-maknanya yang sebenarnya.”

Kaidah Ketigabelas:

ولا يلحدون في أسماء الله وآياته.

“Tidak melakukan ilhad (penyimpangan) terhadap nama-nama Allah dan ayat-ayat-Nya.”

Penjelasan:

  • Macam-macam Ilhad dalam Nama-nama dan Sifat-sifat Allah Ta’ala:

Pertama: Menamakan Allah dengan nama yang tidak Dia namakan untuk diri-Nya. Seperti orang-orang Kristen menamakan Allah ta’ala dengan “Bapak”.

Kedua: Mengingkari salah satu nama Allah ta’ala.

Ketiga: Mengingkari sifat-sifat yang ditunjukkan oleh nama-nama Allah ta’ala (lihat penjelasan kaidah selanjutnya).

Keempat: Menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala tetapi melakukan tamtsil (penyerupaan sifat-sifat Allah dengan makhluk).

Kelima: Menamakan sesembahan-sesembahan selain Allah dengan nama-nama-Nya atau dengan pecahan kata dari nama-nama-Nya. Seperti kaum musyrikin menamakan sesembahan mereka dengan Al-Laata dari nama Al-Ilah, Al-‘Uzza dari Al-‘Aziz dan Al-Manat dari Al-Mannan.

  • Macam-macam Ilhad dalam Ayat-ayat Allah Ta’ala Kauniyyah:

Menisbatkan ayat-ayat Allah ta’ala kauniyyah (seperti penciptaan langit dan bumi, pengaturan dan penguasaannya) kepada selain-Nya, apakah dalam bentuk istiqlal (berdiri sendiri tanpa Allah ta’ala), musyarokah (bersekutu dengan Allah ta’ala) atau i’aanah (membantu Allah ta’ala), maka ini semua termasuk kesyirikan dan kekafiran.

  • Macam-macam Ilhad dalam Ayat-ayat Allah Ta’ala Syar’iyyah:

Pertama: Mendustakannya, dalam dua bentuk: (1) Tidak meyakininya berasal dari Allah ta’ala atau (2) Meyakininya berasal dari Allah ta’ala namun tidak mempercayainya.

Kedua: Melakukan tahrif (penyelewengan), seperti menafsirkan makna istiwa di atas ‘asry dengan istila (berkuasa di atas ‘arsy) atau menafsirkan makna Allah turun ke langit dunia dengan “turun perintah-Nya”, maka ini adalah penyimpangan.

Ketiga: Menyelisihinya, yaitu dengan meninggalkan perintahnya dan melakukan larangannya.

Kaidah Keempatbelas:

الاسم له أنواع ثلاثة في الدلالة: دلالة مطابقة، ودلالة تضمن، ودلالة التزام:

1- فدلالة المطابقة: دلالة اللفظ على جميع مدلوله، وعلى هذا، فكل اسم دال على المسمى به، وهو الله، وعلى الصفة المشتق منها هذا الاسم.

2- ودلالة التضمن: دلالة اللفظ على بعض مدلوله، وعلى هذا، فدلالة الاسم على الذات وحدها أو على الصفة وحدها من دلالة التضمن.

3- ودلالة الالتزام: دلالته على شيء يفهم لا من لفظ الاسم لكن من لازمه ولهذا سميناه: دلالة الالتزام.

“Nama Allah memiliki tiga macam penunjukan: Penunjukan secara muthoobaqoh (ketercakupan makna), tadhammun (kandungan makna) dan iltizam (konsekuensi makna):

Penunjukkan secara muthoobaqoh adalah penunjukan suatu lafaz terhadap seluruh maknanya, maka setiap nama Allah menunjukan adanya dzat yang dinamakan dengannya, yaitu Allah, dan menunjukan adanya sifat yang terkandung dalam nama tersebut.

Penunjukan secara tadhommun adalah penunjukan suatu lafaz terhadap sebagian maknanya, maka satu nama Allah menunjukan adanya dzat Allah itu sendiri dan menunjukan adanya sifat itu sendiri yang dipahami dari penunjukan secara tadhommun.

Penunjukan secara iltizam adalah penunjukan suatu lafaz terhadap sesuatu yang dipahami bukan dari lafaz satu nama Allah, akan tetapi sesuatu tersebut termasuk konsekuensinya (kelazimannya), oleh karena itu kita menamakannya: Penunjukan secara konsekuensi.”

Contoh:

Nama Allah ta’ala: Al-Khaliq (Maha Mencipta) maka secara muthoobaqoh menunjukan adanya dzat Allah dan sifat yang terkandung padanya, yaitu sifat al-khalqu (mencipta).

Secara tadhommun nama Al-Khaliq dari satu sisi menunjukan adanya dzat Allah saja, dan di sisi yang lain nama Al-Khaliq menunjukan adanya sifat al-khalqu (mencipta) saja.

Secara iltizam nama Al-Khaliq menunjukan adanya sifat ilmu (maha berilmu) dan qudroh (maha mampu), karena tidak mungkin dapat mencipta kecuali harus memiliki ilmu dan qudroh.

Contoh Lain untuk Mendekatkan Pemahaman:

Kata rumah secara muthoobaqoh menunjukan adanya sebuah rumah dengan segenap sifat-sifatnya (bagian-bagiannya) secara keseluruhan.

Secara tadhommun kata rumah di satu sisi menunjukan adanya kamar tidur, di sisi yang lain kata rumah menunjukan adanya ruang tamu, di sisi yang lain kata rumah menunjukan adanya WC dan seterusnya, ini disebut penunjukan terhadap sebagian makna rumah (tadhommun).

Secara iltizam kata rumah menunjukan adanya orang yang membangun rumah tersebut, karena tidak mungkin sebuah rumah berdiri tanpa ada yang membangunnya.

Kaidah Kelimabelas:

الصفات أعم من الأسماء، لأن كل اسم متضمن لصفة، وليس كل صفة متضمنة لاسم.

“Sifat-sifat lebih luas dari nama-nama, karena setiap nama Allah ‘azza wa jalla mengandung sifat, dan tidak setiap sifat mengandung nama.”[3]

Kaidah Keenambelas:

ولا يكيفون ولا يمثلون صفاته بصفات خلقه؛ لأنه سبحانه لا سمي له وكفو له ولا ند له, بخلقه سبحانه وتعالى.

“Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak melakukan takyif (menggambarkan bentuk) dan tamtsil (menyerupakan) sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat makhluk-Nya, karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada yang semisal dengan-Nya, tidak ada yang setara dengan-Nya dan tidak ada yang sebanding dengan-Nya.”

Kaidah Ketujuhbelas:

ولا يقاس بخلقه سبحانه وتعالى.

“Allah tidak boleh di-qiyas-kan dengan makhluk-Nya subhanahu wa ta’ala.”

Penjelasan:

Maksud Penulis (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah) adalah qiyas syumul dan qiyas tamtsil, bukan qiyas aulawiyyah. Karena qiyas ada tiga macam:

Pertama: Qiyas syumul, yaitu secara umum yang mencakup keseluruhan maknanya, contohnya meng-qiyas-kan kehidupan Allah dengan kehidupan makhluk, dengan alasan keduanya sama-sama hidup, maka qiyas seperti ini jelas kebatilan dan kebodohan.

Kedua: Qiyas tamtsil, yaitu menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk, ini juga termasuk kebatilan dan kebodohan.

Ketiga: Qiyas Aulawiyyah, yaitu dalam satu sifat yang Allah lebih pantas menyandangnya daripada makhluk. Seperti sifat ilmu, qudroh, hikmah, hayat dan lain-lain adalah sifat-sifat yang sempurna bagi makhluk, maka Allah ta’ala lebih pantas menyandang sifat-sifat tersebut dan dalam bentuk yang lebih tinggi dan lebih sempurna.

Kaidah Kedelapanbelas:

فإنه سبحانه أعلم بنفسه وبغيره، وأصدق قيلاً وأحسن حديثاً من خلقه.

“Sesungguhnya Allah lebih tahu tentang diri-Nya (baik dzat-Nya, nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya) dan tentang selain-Nya, lebih benar ucapannya dan lebih baik pembicaraannya daripada makhluk-Nya.”

Kaidah Kesembilanbelas:

ثم رسله صادقون مصدقون؛ بخلاف الذين يقولون عليه ما لايعلمون.

“Kemudian (yang lebih tahu tentang Allah, lebih benar ucapannya dan lebih baik pembicaraannya) adalah para rasul-Nya yang benar lagi dibenarkan, berbeda dengan orang-orang yang berkata tentang Allah tanpa ilmu.”

Kaidah Keduapuluh:

صفات الله عز وجل قسمان: ثبوتية وسلبية, فالثبوتية: ما أثبت الله تعالى لنفسه في كتابه أو على لسان رسوله صلى الله عليه وسلم، وكلها صفات كمال، ليس فيها نقص بوجه من الوجوه كالحياة، والعلم، والقدرة، والاستواء على العرش، والنزول إلى السماء الدنيا، والوجه، واليدين، ونحو ذلك.

والصفات السلبية: ما نفاها الله سبحانه عن نفسه في كتابه، أو على لسان رسوله صلى الله عليه وسلم، وكلها صفات نقص في حقه، كالموت، والنوم، والجهل، والنسيان، والعجز، والتعب. فيجب نفيها عن الله تعالى مع إثبات ضدها على الوجه الأكمل.

“Sifat-sifat Allah ada dua macam, tsubutiyyah (yang ditetapkan) dan salbiyyah (yang dinafikkan):

Tsubutiyyah (sifat yang ditetapkan) artinya adalah sifat-sifat yang ditetapkan Allah ta’ala untuk diri-Nya di dalam kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam.

Dan semua sifat yang Allah ta’ala tetapkan untuk diri-Nya adalah sifat-sifat kesempurnaan, tidak mengandung kekurangan dilihat dari sisi mana pun.

Seperti sifat maha hidup, maha berilmu, maha mampu, istiwa di atas ‘arsy, turun ke langit dunia, wajah, dua tangan dan yang semisalnya.

Salbiyyah (sifat yang dinafikan) artinya adalah sifat-sifat yang dinafikan Allah ta’ala dari diri-Nya dalam kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam.

Dan semua sifat yang Allah nafikan dari diri-Nya adalah sifat-sifat kekurangan apabila disematkan kepada-Nya.

Seperti sifat mati, tidur, bodoh, lupa, lemah dan capek.

Maka wajib menafikannya dari Allah ta’ala disertai dengan penetapan sifat yang berlawanan dengannya dalam bentuk yang paling sempurna.”

Kaidah Keduapuluhsatu:

الصفات تنقسم إلى ثلاثة أقسام: صفة كمال مطلق، وصفة كمال مقيد، وصفة نقص مطلق.

“Sifat-sifat (terkait dengan kesempurnaan dan kekurangan) terbagi menjadi tiga macam:

Sifat yang sempurna secara mutlak (umum).

Sifat yang sempurna dengan disertai taqyid (tambahan keterangan).

Sifat yang kurang secara mutlak.”

Penjelasan:

Sifat yang sempurna secara mutlak adalah sifat-sifat yang Allah tetapkan secara mutlak untuk diri-Nya yang mengandung kesempurnaan tanpa kekurangan sedikit pun, dari sisi mana pun, seperti sifat maha hidup, maha berilmu, maha mampu, istiwa di atas ‘arsy, turun ke langit dunia, wajah, dua tangan dan yang semisalnya.

Sifat yang sempurna secara tidak mutlak adalah sifat-sifat yang tidak boleh disifatkan kepada Allah secara mutlak (umum) tanpa adanya taqyid (tambahan keterangan), seperti sifat makar, menipu, memperolok-olok dan yang semisalnya. Tidak boleh mengatakan secara mutlak: “Allah membuat makar, Allah menipu, Allah memperolok-olok”. Tetapi harus dengan tambahan keterangan: “Allah membuat makar terhadap orang-orang yang berbuat makar, Allah menipu kaum munafikin, Allah memperolok-olok kaum munafikin”.

Sifat yang kurang secara mutlak adalah yang mengandung kekurangan dilihat dari sisi mana pun, contohnya lemah, khianat, buta, tuli dan yang semisalnya, tidak boleh disifatkan kepada Allah ta’ala.

Kaidah Keduapuluhdua:

الصفات المأخوذة من الأسماء هي كمال بكل حال.

“Sifat-sifat yang diambil dari nama-nama Allah adalah sifat-sifat yang sempurna dalam semua keadaan.”

Kaidah Keduapuluhtiga:

 

عدة طرق لإثبات الصفة:

 

الطريق الأول: دلالة الأسماء عليها، لأن كل اسم، فهو متضمن لصفة.

 

الطريق الثاني: أن ينص على الصفة، مثل الوجه، واليدين، والعينين.

 

الطريق الثالث: أن تؤخذ من الفعل.

“Beberapa cara untuk menetapkan sifat:

Cara Pertama: Penunjukan satu nama terhadap sifat, karena setiap nama mengandung sifat.

Cara Kedua: Terdapat nash (Al-Qur’an dan As-Sunnah) yang menunjukan kepada sifat tersebut, seperti wajah, dua tangan dan dua mata.

Cara Ketiga: Diambil dari perbuatan.”

Kaidah Keduapuluhempat:

فلا عدول لأهل السنة والجماعة عما جاء به المرسلون؛ فإنه الصراط المستقيم, صراط الذين أنعمت عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين.

“Maka tidak ada penyimpangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari ajaran para rasul, karena itu adalah jalan yang lurus, jalan orang-orang yang Engkau (Allah) berikan kenikmatan, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada dan shaalihin.”

 

[Diringkas dari Syarhu Al-Aqidah Al-Waashitiyyah karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah dan disertai tambahan]

 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 

———————

Catatan Kaki:

[1] Lihat Syarhul Aqidah Al-Waasithiyyah hal. 69 karya Asy-Syaikh Muhammad bin Khalil bin Hasan Harras rahimahullah.

[2] Lihat Majmu’ Al-Fatawa, 3/4 dan 6/37 dan 515, At-Tadmuriyyah hal. 8.

[3] Lihat Al-Qowaa’idul Mutsla, hal. 30, sebagaimana dalam Shifaatullaahi ‘Azza wa Jalla Al-Waaridah fil Kitab was Sunnah, hal. 26.

===========================
Kaidah Keduapuluhlima:

التوقف في الألفاظ المجملة التي لم يرد إثباتها ولا نفيها، أما معناها؛ فَيُسْتفصل عنه، فإن أريد به باطل يُنَزَّه الله عنه؛ رُدَّ، وإن أريد به حق لا يمتنع على الله؛ قُبِلَ، مع بيان ما يدلُّ على المعنى الصواب من الألفاظ الشرعية، والدعوة إلى استعماله مكان هذا اللفظ المجمل الحادث

“Tawaqquf terhadap lafaz-lafaz global yang tidak ditetapkan dan tidak pula dinafikan oleh dalil syar’i. Adapun maknanya, harus diminta perinciannya, apabila bermakna batil yang Allah suci darinya maka ditolak, namun apabila bermakna benar yang sesuai dengan (keagungan) Allah maka diterima, namun disertai dengan penjelasan lafaz-lafaz yang sesuai syari’at yang memenunjukkan makna yang benar tersebut dan ajakan menggunakan lafaz-lafaz yang sesuai syari’at tersebut untuk mengganti lafaz mujmal yang baru itu.”[1]

Kaidah Keduapuluhenam:

كل صفة ثبتت بالنقل الصحيح؛ وافقت العقل الصريح، ولابد

“Semua sifat yang ditetapkan dengan dalil yang shahih pasti sesuai dengan akal yang sehat, tidak mungkin tidak.”[2]

Kaidah Keduapuluhtujuh:

صفات الله عَزَّ وجَلَّ يستعاذ بها ويُحلف بها

“Boleh ber-isti’adzah dan bersumpah dengan sifat-sfat Allah ‘azza wa jalla.”[3]

Penjelasan:

1) Boleh ber-isti’adzah dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala,

2) Boleh bersumpah dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala,

3) Hendaklah hanya berdoa dengan menyeru nama-nama Allah ta’ala,

4) Tidak boleh berdoa dengan menyeru sifat-sifat Allah ta’ala, bahkan sepakat ulama bahwa perbuatan itu adalah kekafiran, karena itu artinya menjadikan sifat-sifat Allah ta’ala terpisah dari-Nya. (Lihat Liqo’ Al-Baabil Maftuh lbnil ‘Utsaimin rahimahullah, 30/234)

5) Boleh ber-tawassul dengan sifat-sifat Allah ‘azza wa jalla (lihat Fatawa Nur ‘alad Darb libnil Baz rahimahullah, 2/131, no. 44)

Kaidah Keduapuluhdelapan:

الكلام في الصفات كالكلام في الذات

“Pembicaraan tentang sifat sama dengan pembicaraan tentang dzat.”[4]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وَقَدْ أَطْلَقَ غَيْرُ وَاحِدٍ مِمَّنْ حَكَى إجْمَاعَ السَّلَفِ – مِنْهُمْ الخطابي – مَذْهَبَ السَّلَفِ: أَنَّهَا تَجْرِي عَلَى ظَاهِرِهَا مَعَ نَفْيِ الْكَيْفِيَّةِ وَالتَّشْبِيهِ عَنْهَا؛ وَذَلِكَ أَنَّ الْكَلَامَ فِي ” الصِّفَاتِ ” فَرْعٌ عَلَى الْكَلَامِ فِي ” الذَّاتِ ” يُحْتَذَى حَذْوُهُ وَيُتَّبَعُ فِيهِ مِثَالُهُ؛ فَإِذَا كَانَ إثْبَاتُ الذَّاتِ إثْبَاتَ وُجُودٍ لَا إثْبَاتَ كَيْفِيَّةٍ؛ فَكَذَلِكَ إثْبَاتُ الصِّفَاتِ إثْبَاتُ وُجُودٍ لَا إثْبَاتُ كَيْفِيَّةٍ فَنَقُولُ إنَّ لَهُ يَدًا وَسَمْعًا وَلَا نَقُولُ إنَّ مَعْنَى الْيَدِ الْقُدْرَةُ وَمَعْنَى السَّمْعِ الْعِلْمُ.

“Dan telah menyebutkan secara mutlak tidak seorang ulama saja yang telah menghikayatkan ijma’ (kesepakatan) generasi Salaf –diantaranya yang dinukil oleh Al-Khattabi- tentang mazhab Salaf: Bahwa ayat-ayat sifat dibiarkan sesuai zhahir-nya (tidak ditakwil tanpa dalil), disertai dengan penafikan kaifiyyah (tidak menggambarkan bentuk sifat Allah) dan tidak menyerupakannya dengan sifat makhluk.

Hal itu karena pembicaraan tentang sifat Allah adalah cabang dari pembicaraan tentang dzat-Nya, maka harus sama dan semisal; maksudnya adalah:

Apabila penetapan (keimanan) terhadap dzat Allah adalah penetapan (keimanan) terhadap wujudnya, bukan penetapan untuk menggambarkan bentuk dzat Allah, demikian pula penetapan (keimanan) terhadap sifat Allah adalah penetapan (keimanan) terhadap wujudnya, bukan penetapan untuk menggambarkan bentuk sifat Allah; maka kita katakan bahwa Allah memiliki tangan dan pendengaran, dan kita tidak boleh mengatakan bahwa makna tangan adalah kemampuan (qudroh) dan tidak pula boleh pula mengatakan pendengaran adalah ilmu.” [Majmu’ Al-Fatawa, 6/355]

Kaidah Keduapuluhsembilan:

القول في بعض الصفات كالقول في البعض الآخر

“Ucapan tentang sebagian sifat sama dengan ucapan tentang sebagian sifat yang lain.”[5]

Kaidah Ketigapuluh:

ما أضيف إلى الله مما هو غير بائنٍ عنه؛ فهو صفة له غير مخلوقة، وكلُّ شيء أضيف إلى الله بائن عنه؛ فهو مخلوق؛ فليس كل ما أضيف إلى الله يستلزم أن يكون صفةً له

“Apa yang disandarkan kepada Allah sedang ia tidak terpisah dengan Allah, maka itu adalah sifat Allah ta’ala dan bukan makhluk, dan segala sesuatu yang disandarkan Allah sedang ia terpisah dengan Allah maka ia makhluk, karena tidak setiap yang disandarkan kepada Allah mengharuskannya sebagai sifat Allah.”[6]

Kaidah Ketigapuluhsatu:

صفات الله عَزَّ وجَلَّ وسائر مسائل الاعتقاد تثبت بما ثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، وإن كان حديثاً واحداً، وإن كان آحاداً

“Sifat-sifat Allah ‘azza wa jalla dan seluruh masalah aqidah ditetapkan (juga) dengan hadits shahih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam walau hanya satu hadits, walau hadits ahad.”[7]

Kaidah Ketigapuluhdua:

باب الأخبار أوسع من باب الصفات، وما يطلق عليه من الأخبار؛ لا يجب أن يكون توقيفياً؛ كالقديم، والشيء، والموجود والقائم بنفسه

“Bab pengabaran lebih luas dari bab sifat, dan pengabaran secara umum tidak wajib berdasarkan dalil, seperti al-qodim, asy-syaiu, al-maujud dan al-qooim bi nafsihi (berdiri sendiri).”[8]

Kaidah Ketigapuluhtiga:

صفات الله عَزَّ وجَلَّ لا حصر لها؛ لأن كل اسم يتضمن صفة، وأسماء الله لا حصر لها، فمنها ما استأثر الله به في علم الغيب عنده.

“Sifat-sifat Allah ‘azza wajalla tidak ada batasan jumlahnya, karena setiap nama mengandung sifat, sedang nama-nama Allah tidak ada batasan jumlahnya, karena diantara nama-nama Allah ada yang Allah khususkan dalam ilmu ghaib di sisi-Nya.”[9]

 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 

——————-

Catatan Kaki:

[1] Shifaatullahi ‘Azza wa Jalla Al-Waaridah fil Kitab was Sunnah, hal. 24. Lihat juga Majmu’ Al-Fatawa, 5/299 dan 6/36, At-Tadmuriyyah, hal. 65 dan Mukhtashor Ash-Showaa’qul Mursalah, hal. 139.

[2] Shifaatullahi ‘Azza wa Jalla Al-Waaridah fil Kitab was Sunnah, hal. 25. Lihat juga Mukhtashor Ash-Showaa’qul Mursalah, hal. 141.

[3] Shifaatullahi ‘Azza wa Jalla Al-Waaridah fil Kitab was Sunnah, hal. 27. Lihat Majmu’ Al-Fatawa 6/143, 229 dan 35/273, dan lihat Syarhus Sunnah lil Baghowi, 1/185-187.

[4] Shifaatullahi ‘Azza wa Jalla Al-Waaridah fil Kitab was Sunnah, hal. 27. Lihat juga Majmu’ Al-Fatawa, 5/330 dan 6/335, dan At-Tamuriyyah, hal. 43.

[5] Shifaatullahi ‘Azza wa Jalla Al-Waaridah fil Kitab was Sunnah, hal. 28. Lihat juga Majmu’ Al-Fatawa, 5/212, dan At-Tamuriyyah, hal. 31.

[6] Shifaatullahi ‘Azza wa Jalla Al-Waaridah fil Kitab was Sunnah, hal. 28. Lihat juga Majmu’ Al-Fatawa, 9/290, Al-Jawaabus Shahih, 3/145 dan Majmu’ Fatawa wa Rosaal Ibni ‘Utsaimin, 1/166.

[7] Shifaatullahi ‘Azza wa Jalla Al-Waaridah fil Kitab was Sunnah, hal. 29. Lihat juga Mukhtashor Ash-Showaa’iq Al-Mursalah, 2/332, 412 dan 433.

[8] Shifaatullahi ‘Azza wa Jalla Al-Waaridah fil Kitab was Sunnah, hal. 30. Lihat juga Badaai’ul Fawaaid, 1/162.

[9] Shifaatullahi ‘Azza wa Jalla Al-Waaridah fil Kitab was Sunnah, hal. 30.

apa itu KHUSYU’ SHALAT …. tapi masih termasuk orang SHALAT tapi CELAKA ? ——————– “Sungguh berbahagialah orang-orang yang berimân. (Yaitu) orang-orang yang khusyû dalam shalatnya”. Al-Mu’minûn ayat 1 dan 2: ——— Ayat ini secara tegas menyatakan, betapa berbahagianya orang-orang yang berimân itu, yaitu mereka yang melaksanakan shalat dengan khusyû’. Namun, masih banyak di antara kaum Muslimîn yang belum mengerti dan memahami apa arti khusyû’ dan bagaimana upaya untuk meraihnya.—– Khusyû’ (خُُُشُوْع) berasal dari kata Khasya’a ( خَشَع ) yang artinya dari segi bahasa: َتَطَأَمَنَ وَ ذَلَّ وَ خَضَعَ Artinya : “Tunduk, merendah dan menyerah”. ———- Namun, yang dimaksud di sini bukan secara lahiriyah, akan tetapi tunduk, merendah dan menyerah secara bathiniyyah; yaitu tunduk, merendah dan menyerahnya hati atau qalbu. Karena khusyû’ itu tempatnya di dalam hati, sebagaimana ditegaskan oleh Al-Imâm Al-Qurthubî:——– وَ الْخُشُوْعُ مَحْلُهُ الْقَلْبِ Artinya : “Adapun khusyû’ tempatnya di dalam hati”. (Tafsîr Al-Qurthubî jilid VI hal. 414) ———— Jadi, shalat yang khusyû’ adalah shalat yang dilakukan penghayatan yaitu dengan menghadirkan hati yang tunduk, merendah dan menyerah sepenuhnya kepada Allâh. Dan ini tidak mungkin dicapai kecuali dengan memahami arti dari bacaan yang dibaca dalam shalat dan juga dengan pelaksanaan shalat yang sesuai dengan tuntunan Sunnah Rasûlullâh saw. Untuk itu seorang muslim/muslimah harus benar-benar serius mempelajari tata-cara shalat Rasûlullâh saw. melalui hadits-hadits yang shahîh atau kitab-kitab yang memang membahas soal tersebut dengan cermat.————— Akan tetapi perlu diketahui, meskipun seseorang sudah mengerti arti bacaan-bacaan yang dibaca dalam shalat dan juga sudah berupaya melaksanakannya sesuai dengan petunjuk Rasûlullâh saw., namun tetap sulit untuk mencapai ke-khusyû’an yang sempurna, karena syatihân terus menerus mengganggunya ketika ia shalat, sebagaimana disebutkan oleh Rasûlullâh saw.:——– َحَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّثْوِيْبُ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطُرُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ نَفْسِهِ يَقُوْلُ لَهُ:أذْكُرْ كَذَا وَ اذْكُرْ كَذاَ لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ مِنْ قَبْلُ ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ مَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى Artinya : “…Sehingga ketika selesai qamat, syaithân pun datang lagi, kemudian ia membisik-bisikkan kepada seseorang — yang sedang shalat — , yaitu ke dalam hatinya. Syaithân berkata kepada orang itu: “Ingatlah ini, ingatlah itu”. — Dibisikkannya — apa saja yang tidak diingat orang itu sebelumnya, sehingga orang itu tidak tahu lagi sudah berapa raka’at shalatnya”. (H.R. Muslim. Lihat Syarah Muslim juz IV hal. 91) ———— Kita semua tentu sering mengalami hal seperti ini, yaitu kita lupa sudah berapa raka’atkah shalat yang kita kerjakan. Ini membuktikan adanya gangguan syaithân sebagaimana disebutkan oleh hadits di atas. Jadi bagaimana meraih khusyû’ dalam shalat? ————– Sebagian orang mengatakan, bahwa khusyû’ dalam shalat hanya bisa diraih oleh orang-orang yang memiliki hati yang khusyû’ di luar shalat; yaitu hati yang yakin akan berjumpa dengan Allâh dan akan kembali kepada-Nya, sebaimana firman Allâh:———- الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ أَنَّهُمْ مُلاَقُوْا رَبِّهِمْ وَ أَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ Artinya : “(Yaitu) orang-orang yang yakin sesungguhnya mereka akan berjumpa dengan Rabb mereka, dan sesungguhnya mereka akan kembali kepada-Nya”. (Surah Al-Baqarah (2):45) —————– Al-Imâm Ibnu Katsîr berkata dalam “Tafsîrnya” tentang mereka yang disebut dalam ayat ini: “Mereka mengerti, bahwa mereka akan dikumpulkan pada hari qiyamat, dan semua persoalan mereka akan dikembalikan kepada kehendak Allâh, dan Dia akan memberi keputusan sesuai dengan keadilan-Nya. Jadi, apabila manusia telah meyakini akan hari qiyamat sebagai hari pembalasan, akan mudahlah bagi mereka melaksanakan keta’atan — kepada Allâh — dan meninggalkan semua perbuatan munkar (kemunkaran)”. ——— Mereka yang seperti inilah yang dapat meraih ke-khusyû’an dalam shalatnya. Jadi, orang yang hatinya masih setengah-setengah keyakinannya pada akhirat, apalagi masih sangat cenderung terhadap kehidupan dunia, sulitlah baginya untuk meraih ke-khusyû’an dalam shalat. =============================== Muslim …..dan sudah SHALAT…. TAPI … di CAP Allah sebagai PENDUSTA AGAMA …. ———————- Karena ….mengHARDIK/mengusir anak yatim & tidak memberi MAKAN orang MISKIN ——————— …. Shalat krn Riya’ & tidak menolong sesama MUSLIM yg kesusahan/menderita butuh pertolongan ==================================== ﴾ Al Maa’uun:1 ﴿ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? ……………. ﴾ Al Maa’uun:2 ﴿ Itulah orang yang menghardik anak yatim,…………….. ﴾ Al Maa’uun:3 ﴿ dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin……………. ﴾ Al Maa’uun:4 ﴿ Maka keCELAKAanlah {فَوَيْلٌ} bagi orang-orang yang shalat,………………. ﴾ Al Maa’uun:5 ﴿ (yaitu) orang-orang yang LALAI {سَاهُونَ} dari shalatnya,……………… ﴾ Al Maa’uun:6 ﴿ orang-orang yang berbuat riya {يُرَآءُونَ},……………. ﴾ Al Maa’uun:7 ﴿ dan mereka enggan {وَيَمْنَعُونَ} menolong {memberi PERTOLONGAN/ ٱلْمَاعُونَ)…………….. ………………… Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad). ————————–————– Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Akan datang pada manusia (umat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya SHALAT, padahal mereka sebenarnya TIDAK shalat.” (HR Ahmad} ………………………….. Rasulullah menyatakan, ”Berapa BANYAK ORANG yang SHALAT, keuntungan yang diperoleh hanyalah PAYAH dan LETIH.” (HR Ibnu Majah). …………………………………….. ===================================== SUDAH “mengerjakan” SHALAT ….. tapi … masih CELAKA {Al Maa’uun:4} ————————–—————– ——- jangan sudah shalat TAPI malah semakin JAUH dari Allah ….masih berbuat KEJI {akhlak BURUK} dan MUNKAR .. apa itu KEJI dan MUNKAR?? .. ———— Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur’an) dan DIRIKANlah SHALAT. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan fahsya’ {KEJI/buruk} dan MUNKAR. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45) ————————–—– perbuatan KEJI dari bahasa Arab yakni fakhisyah (فاخشة), menurut bahasa artinya perbuatan atau kejahatan yan menimbulkan aib besar, sedangkan menurut istilah, keji ialah suatu perbuatan yang melanggar susila. ………….. perbuatan MUNKAR ialah sesuatu yang disyariat mengingkarinya, karena bertentangan dengan fitrah dan maslahah. Munkar secara bahasa berarti tidak terkenali atau asing, karena diakui buruk. Al-Quran menekankan kepada Nabi dan kaum muslimin agar terus menerus untuk menyuruh kepada perbuatan yang ma’ruf {baik}dan mencegah yang munkar. ———————————————————– ============================= orang ISLAM …. yang “BANGKRUT” di AKHIRAT ….. MENGAPA?? ———– … sudah “susah-susah” PUASA … sudah “susah-susah” SHALAT … sudah “susah-susah” ZAKAT ————- *) {TETAPI} …. TIDAK BISA menjaga ‘NAFSU (…. egois/ ingin menang sendiri/ ingin BENAR sendiri … lalu MENUDUH/ MEMFITNAH manusia lain…. ) dari MULUTnya’………… **) KEBAIKANnya diambil …..setelah ….. sudah HABIS KEBAIKANnya, KEBURUKAN mansuia yang diFITNAH diletakkan di PUNDAKnya …. lalu orang yang MEMFITNAH dilemparkan ke NERAKA ……………… ***) betapa RUGI ibadah PUASA, SHALAT, dan ZAKATnya….. tak berguna …. BANGKRUT/ RUGI BESAR………… ————————- Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim) ——————————– Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya) : “Barangsiapa yang memiliki kesalahan dengan saudaranya maka hendaklah diselesaikan sekarang, karena sesungguhnya di sana (di akhirat) tiada lagi harta untuk membayar, (yang ada hanyalah) diambil kebaikan yang ada padanya, kalau dia tidak mempunyai kebaikan, diambil keburukan orang itu lalu diletakkan ke atasnya.” (Hadits Riwayat Bukhari) ———————————– Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?”………. Mereka menjawab : “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.”……………… Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala SHALAT, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522) ————————————— ================================================= maka seorang MUSLIM ,.. tidak hanya CUKUP mengerjakan SHALAT saja .. tetapi …. DIRIKANlah SHALAT …… {Al Baqarah:3 } …. bukan hanya mengerjakan SHALAT … ” tapi” …. NIAT-nya {“tidak riya”} dan lihat “GUNA/imbas”-nya setelah shalat… apakah masih banyak amal KEJI dan MUNKAR !!!! ======================================= ………………… Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad). ……………………………. ﴾ Al Baqarah:3 ﴿ (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang MENDIRIKAN {dan mereka mendirikan/ وَيُقِيمُونَ} SHALAT, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. —————– ﴾ Al Baqarah:43 ﴿ Dan DIRIKANLAH {dan dirikan olehmu/ وَأَقِيمُوا۟} SHALAT, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. ————————— ﴾ Al Baqarah:110 ﴿ Dan DIRIKANLAH {وَأَقِيمُوا۟} SHALAT dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. ————————————– ===================================== ﴾ Al Baqarah:177 ﴿ Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat (=SHALAT) itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. ———————————– KEBAIKAN itu bukan hanya …. menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat {“mengerjakan” SHALAT) ….. tetapi ada 10 (nilai tertinggi seorang manusia) …………… 1) beriman kepada Allah,….. 2) beriman hari kemudian,……… 3) beriman malaikat-malaikat,…………. 4) beriman kitab-kitab,…………….. 5) beriman nabi-nabi…………… 6) memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,………………. 7) MENDIRIKAN { وَأَقَامَ} SHALAT { ٱلصَّلَوٰةَ},…………… 8) menunaikan zakat;…………… 9) orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan………. 10) orang-orang yang sabar dalam ke-SEMPIT-an, pen-DERITA-an dan dalam pe-PERANG-an………. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. ======================

khusyu masih celaka

apa itu KHUSYU’  SHALAT …. tapi masih termasuk orang SHALAT tapi CELAKA ?
——————–
“Sungguh berbahagialah orang-orang yang berimân. (Yaitu) orang-orang yang khusyû dalam shalatnya”. Al-Mu’minûn ayat 1 dan 2:
———
Ayat ini secara tegas menyatakan, betapa berbahagianya orang-orang yang berimân itu, yaitu mereka yang melaksanakan shalat dengan khusyû’. Namun, masih banyak di antara kaum Muslimîn yang belum mengerti dan memahami apa arti khusyû’ dan bagaimana upaya untuk meraihnya.—–
Khusyû’ (خُُُشُوْع) berasal dari kata Khasya’a ( خَشَع ) yang artinya dari segi bahasa:

َتَطَأَمَنَ وَ ذَلَّ وَ خَضَعَ
Artinya :
“Tunduk, merendah dan menyerah”.
———-
Namun, yang dimaksud di sini bukan secara lahiriyah, akan tetapi tunduk, merendah dan menyerah secara bathiniyyah; yaitu tunduk, merendah dan menyerahnya hati atau qalbu. Karena khusyû’ itu tempatnya di dalam hati, sebagaimana ditegaskan oleh Al-Imâm Al-Qurthubî:——–

وَ الْخُشُوْعُ مَحْلُهُ الْقَلْبِ
Artinya :
“Adapun khusyû’ tempatnya di dalam hati”.
(Tafsîr Al-Qurthubî jilid VI hal. 414)
————
Jadi, shalat yang khusyû’ adalah shalat yang dilakukan penghayatan yaitu dengan menghadirkan hati yang tunduk, merendah dan menyerah sepenuhnya kepada Allâh. Dan ini tidak mungkin dicapai kecuali dengan memahami arti dari bacaan yang dibaca dalam shalat dan juga dengan pelaksanaan shalat yang sesuai dengan tuntunan Sunnah Rasûlullâh saw. Untuk itu seorang muslim/muslimah harus benar-benar serius mempelajari tata-cara shalat Rasûlullâh saw. melalui hadits-hadits yang shahîh atau kitab-kitab yang memang membahas soal tersebut dengan cermat.—————
Akan tetapi perlu diketahui, meskipun seseorang sudah mengerti arti bacaan-bacaan yang dibaca dalam shalat dan juga sudah berupaya melaksanakannya sesuai dengan petunjuk Rasûlullâh saw., namun tetap sulit untuk mencapai ke-khusyû’an yang sempurna, karena syatihân terus menerus mengganggunya ketika ia shalat, sebagaimana disebutkan oleh Rasûlullâh saw.:——–

َحَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّثْوِيْبُ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطُرُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ نَفْسِهِ يَقُوْلُ لَهُ:أذْكُرْ كَذَا وَ اذْكُرْ كَذاَ لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ مِنْ قَبْلُ ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ مَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى
Artinya :
“…Sehingga ketika selesai qamat, syaithân pun datang lagi, kemudian ia membisik-bisikkan kepada seseorang — yang sedang shalat — , yaitu ke dalam hatinya. Syaithân berkata kepada orang itu: “Ingatlah ini, ingatlah itu”. — Dibisikkannya — apa saja yang tidak diingat orang itu sebelumnya, sehingga orang itu tidak tahu lagi sudah berapa raka’at shalatnya”.
(H.R. Muslim. Lihat Syarah Muslim juz IV hal. 91)
————
Kita semua tentu sering mengalami hal seperti ini, yaitu kita lupa sudah berapa raka’atkah shalat yang kita kerjakan. Ini membuktikan adanya gangguan syaithân sebagaimana disebutkan oleh hadits di atas. Jadi bagaimana meraih khusyû’ dalam shalat?
————–
Sebagian orang mengatakan, bahwa khusyû’ dalam shalat hanya bisa diraih oleh orang-orang yang memiliki hati yang khusyû’ di luar shalat; yaitu hati yang yakin akan berjumpa dengan Allâh dan akan kembali kepada-Nya, sebaimana firman Allâh:———-

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ أَنَّهُمْ مُلاَقُوْا رَبِّهِمْ وَ أَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Artinya :
“(Yaitu) orang-orang yang yakin sesungguhnya mereka akan berjumpa dengan Rabb mereka, dan sesungguhnya mereka akan kembali kepada-Nya”.
(Surah Al-Baqarah (2):45)
—————–
Al-Imâm Ibnu Katsîr berkata dalam “Tafsîrnya” tentang mereka yang disebut dalam ayat ini:
“Mereka mengerti, bahwa mereka akan dikumpulkan pada hari qiyamat, dan semua persoalan mereka akan dikembalikan kepada kehendak Allâh, dan Dia akan memberi keputusan sesuai dengan keadilan-Nya. Jadi, apabila manusia telah meyakini akan hari qiyamat sebagai hari pembalasan, akan mudahlah bagi mereka melaksanakan keta’atan — kepada Allâh — dan meninggalkan semua perbuatan munkar (kemunkaran)”.
———
Mereka yang seperti inilah yang dapat meraih ke-khusyû’an dalam shalatnya. Jadi, orang yang hatinya masih setengah-setengah keyakinannya pada akhirat, apalagi masih sangat cenderung terhadap kehidupan dunia, sulitlah baginya untuk meraih ke-khusyû’an dalam shalat.
===============================

Muslim …..dan sudah SHALAT…. TAPI … di CAP Allah sebagai PENDUSTA AGAMA ….
———————-
Karena ….mengHARDIK/mengusir anak yatim & tidak memberi MAKAN orang MISKIN
———————
…. Shalat krn Riya’ & tidak menolong sesama MUSLIM yg kesusahan/menderita butuh pertolongan
====================================

﴾ Al Maa’uun:1 ﴿
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? …………….
﴾ Al Maa’uun:2 ﴿
Itulah orang yang menghardik anak yatim,……………..
﴾ Al Maa’uun:3 ﴿
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin…………….
﴾ Al Maa’uun:4 ﴿
Maka keCELAKAanlah {فَوَيْلٌ} bagi orang-orang yang shalat,……………….
﴾ Al Maa’uun:5 ﴿
(yaitu) orang-orang yang LALAI {سَاهُونَ} dari shalatnya,………………
﴾ Al Maa’uun:6 ﴿
orang-orang yang berbuat riya {يُرَآءُونَ},…………….
﴾ Al Maa’uun:7 ﴿
dan mereka enggan {وَيَمْنَعُونَ} menolong {memberi PERTOLONGAN/ ٱلْمَاعُونَ)……………..
…………………
Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad).
————————–————–
Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Akan datang pada manusia (umat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya SHALAT, padahal mereka sebenarnya TIDAK shalat.” (HR Ahmad}
…………………………..
Rasulullah menyatakan, ”Berapa BANYAK ORANG yang SHALAT, keuntungan yang diperoleh hanyalah PAYAH dan LETIH.” (HR Ibnu Majah).
……………………………………..
=====================================
SUDAH “mengerjakan” SHALAT ….. tapi … masih CELAKA {Al Maa’uun:4}
————————–—————–
——- jangan sudah shalat TAPI malah semakin JAUH dari Allah ….masih berbuat KEJI {akhlak BURUK} dan MUNKAR .. apa itu KEJI dan MUNKAR?? .. ————
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur’an) dan DIRIKANlah SHALAT. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan fahsya’ {KEJI/buruk} dan MUNKAR. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45)
————————–—–
perbuatan KEJI dari bahasa Arab yakni fakhisyah (فاخشة), menurut bahasa artinya perbuatan atau kejahatan yan menimbulkan aib besar, sedangkan menurut istilah, keji ialah suatu perbuatan yang melanggar susila.
…………..
perbuatan MUNKAR ialah sesuatu yang disyariat mengingkarinya, karena bertentangan dengan fitrah dan maslahah. Munkar secara bahasa berarti tidak terkenali atau asing, karena diakui buruk. Al-Quran menekankan kepada Nabi dan kaum muslimin agar terus menerus untuk menyuruh kepada perbuatan yang ma’ruf {baik}dan mencegah yang munkar.

———————————————————–
=============================
orang ISLAM …. yang “BANGKRUT” di AKHIRAT ….. MENGAPA?? ———–

… sudah “susah-susah” PUASA
… sudah “susah-susah” SHALAT
… sudah “susah-susah” ZAKAT

————- *) {TETAPI} …. TIDAK BISA menjaga ‘NAFSU (…. egois/ ingin menang sendiri/ ingin BENAR sendiri … lalu MENUDUH/ MEMFITNAH manusia lain…. ) dari MULUTnya’…………

**) KEBAIKANnya diambil …..setelah ….. sudah HABIS KEBAIKANnya, KEBURUKAN mansuia yang diFITNAH diletakkan di PUNDAKnya …. lalu orang yang MEMFITNAH dilemparkan ke NERAKA ………………

***) betapa RUGI ibadah PUASA, SHALAT, dan ZAKATnya….. tak berguna …. BANGKRUT/ RUGI BESAR…………
————————-

Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam lalu berkata,

“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim)
——————————–

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya) :

“Barangsiapa yang memiliki kesalahan dengan saudaranya maka hendaklah diselesaikan sekarang, karena sesungguhnya di sana (di akhirat) tiada lagi harta untuk membayar, (yang ada hanyalah) diambil kebaikan yang ada padanya, kalau dia tidak mempunyai kebaikan, diambil keburukan orang itu lalu diletakkan ke atasnya.” (Hadits Riwayat Bukhari)
———————————–

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?”……….

Mereka menjawab : “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.”………………

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala SHALAT, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522)
—————————————
=================================================
maka seorang MUSLIM ,.. tidak hanya CUKUP mengerjakan SHALAT saja .. tetapi …. DIRIKANlah SHALAT …… {Al Baqarah:3 } …. bukan hanya mengerjakan SHALAT … ” tapi” …. NIAT-nya {“tidak riya”} dan lihat “GUNA/imbas”-nya setelah shalat… apakah masih banyak amal KEJI dan MUNKAR !!!!
=======================================
…………………
Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad).

…………………………….
﴾ Al Baqarah:3 ﴿
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang MENDIRIKAN {dan mereka mendirikan/ وَيُقِيمُونَ} SHALAT, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
—————–
﴾ Al Baqarah:43 ﴿
Dan DIRIKANLAH {dan dirikan olehmu/ وَأَقِيمُوا۟} SHALAT, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.
—————————
﴾ Al Baqarah:110 ﴿
Dan DIRIKANLAH {وَأَقِيمُوا۟} SHALAT dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
————————————–
=====================================
﴾ Al Baqarah:177 ﴿
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat (=SHALAT) itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
———————————–

KEBAIKAN itu bukan hanya …. menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat {“mengerjakan” SHALAT) ….. tetapi ada 10 (nilai tertinggi seorang manusia) ……………

1) beriman kepada Allah,…..
2) beriman hari kemudian,………
3) beriman malaikat-malaikat,………….
4) beriman kitab-kitab,……………..
5) beriman nabi-nabi……………
6) memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,……………….
7) MENDIRIKAN { وَأَقَامَ} SHALAT { ٱلصَّلَوٰةَ},……………
8) menunaikan zakat;……………
9) orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan……….
10) orang-orang yang sabar dalam ke-SEMPIT-an, pen-DERITA-an dan dalam pe-PERANG-an……….

Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
======================

Jangankan menzalimi orang. Sekedar ghibah/membicarakan aib/keburukan orang saja meski benar, dosanya seperti memakan mayat saudaranya sendiri:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 12]

Di satu hadits seorang sahabat berkata, “Tapi ini benar ya Rasul”

Kata Nabi, “Kalau benar, itu namanya Ghibah/Menggunjing. Kalau tidak benar, namanya FITNAH. Dosanya lebih besar lagi”.

Jangankan Ghibah atau ngomongin orang. Sekedar Zhon/Menduga saja sudah dosa:

Berhati-hatilah terhadap buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh. (HR. Bukhari)

Orang yang paling dibenci Allah ialah yang bermusuh-musuhan dengan keji dan kejam. (HR. Bukhari)

Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji, yang berkata kotor dan membenci orang yang meminta-minta dengan memaksa. (AR. Ath-Thahawi)

Barangsiapa mengintai-ngintai (menyelidiki) keburukan saudaranya semuslim maka Allah akan mengintai-intai keburukannya. Barangsiapa diintai keburukannya oleh Allah maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun dia melakukan itu di dalam rumahnya. (HR. Ahmad)

Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka. (HR. Ahmad)

Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)

“Kebanyakan hal yang memasukkan manusia ke dalam surga adalah taqwa kepada Allah dan ahlak yang baik, dan kebanyakan hal yang memasukkan manusia ke dalam neraka adalah mulut dan kemaluan”. [HR Tirmidzi].

“Orang yang menutupi aib orang lain di dunia, niscaya Allah akan menutup aibnya kelak di hari kiamat.” [HR Muslim].

Rasulullah SAW bersabda: “Sibuk mencari keburukan atau aib orang lain adalah salah satu dari 6 perkara yang bisa merusak amal kebaikan, 5 perkara lainnya adalah keras hati, terlalu cinta dunia, sedikit mempunyai rasa malu, panjang khayalan dan kedzaliman yang tidak pernah berhenti”. [HR Ad-Dailami].

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang mudah bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, serta penyebar fitnah”. [Al Qalam (68): 10-11].

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka menghambur fitnah. [HR Hudzaifah].

 

memahami pendekatan teori WORMHOLE, BLACK HOLE dan ISRA’ Mi’raj Nabi Muhammad ….. misteri John Titor time machine …… hanya Allah saja yang MAHA mengetahui ———————– Kata Isra’ berasal dari bahasa arab, artinya berjalan malam. Menurut istilah , Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa atau disebut Baitul Maqdis di Palestina. ————- Mi’raj dari bahasa arab berarti naik ke atas. Menurut istilah Mi’raj berarti naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju ke Al Arsy menghadap Allah SWT.—- Allah berfirman dalam QS Al-Isra’ : 1 yang berbunyi: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ Artinya “Maha suci Allah, yang telah memberi jalan hambanya pada suatu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar lagi maha melihat.” (QS. Al-Isra: 1) ——————- Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .(QS. An Najm / 53:13-15) —————— 1. Black Hole (Lubang Hitam)———— Lubang hitam mampu menelan berbagai benda angkasa. Semakin banyak yang ia telan, semakin besar daya hisapnya. Namun resikonya tidak hanya itu. Lubang hitam merupakan wilayah luar angkasa yang dapat menelan gas, debu, bintang, planet, maupun benda angkasa lain yang ada dalam suatu galaksi. Gaya tarik gravitasinya sangat kuat. Sebuah planet yang melintas di sekitarnya tidak akan selamat dari hisapan lubang itu. ——————- Banyak astronom khawatir aktivitasnya yang semakin liar akan mampu menelan planet Bumi. Lantas apa yang membuat sebuah lubang hitam mampu menyedot benda-benda angkasa di sekitarnya? Sebenarnya ada teori yang menyebutkan, daya hisap sebuah lubang hitam bisa melemah lalu ia akan masuk ke fase tidur, berhenti memakan benda angkasa. Menurut George Helou, dari Spitzer Science Center NASA di Institut Teknologi California, lubang hitam di galaksi kita saat ini sedang dalam fase tidur itu.————- Lubang hitam yang disebut Sagitarius A itu letaknya berada di tengah galaksi Bima Sakti. Scherbakov, astronom dari Pusat Astrofisika Harvard mengatakan, lubang hitam di galaksi Bima Sakti hanya memakan 0,01% bintang di sekelilingnya.—————– Namun selanjutnya peneliti juga menemukan fakta, lubang hitam senantiasa berevolusi, sehingga bisa jadi akan aktif lagi suatu hari nanti. Semakin banyak ia menelan bintang, semakin cepat pula proses evolusinya.————– Menurut data yang didapat dari teleskop luar angkasa, selama beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak lubang hitam menelan benda angkasa. Selain itu, dikatakan bahwa semakin banyak ia menghisap benda angkasa, semakin besar pula daya sedotnya. Ini dikarenakan peningkatan unsur ion di dalamnya.—– Namun tidak hanya berevolusi, belakangan juga diketahui lubang-lubang hitam yang ada di berbagai galaksi juga saling bergabung. Berbagai benda angkasa yang masuk ke dalam lubang hitam mengandung banyak energi dalam jumlah besar.———- Sehingga gabungan antar lubang hitam tentunya juga meningkatkan jumlah energi yang dimilikinya. Energi ini dapat mengendalikan alur keluar masuk gas dan debu ke luar lubang.————— Tidak hanya debu dan gas, para astronom meyakini bahwa hisapan sebuah lubang hitam juga banyak melepaskan sinar-X dan gelombang radioaktif. Namun jumlah radiasi sinar X yang mereka amati belum dapat dijelaskan. Yang jelas, semuanya itu mempengaruhi perkembangan galaksi dimana tempat lubang hitam itu berada.—————— Memahami proses, cara kerja dan evolusi lubang hitam adalah penting untuk menjelaskan formasi galaksi bima sakti dan keutuhan bumi di masa depan. Mempelajari radiasi dan interaksi antargalaksi dapat membuat kita paham akan besarnya medan gravitasi, gaya magnet, dan proses radiasi lubang hitam.————– “Kami telah mempelajari data dari teleskop ruang angkasa selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan bahwa semakin cepat lubang hitam melahap material angkasa, maka semakin tinggi daya ionisasinya,” ujar David Ballantyne, asisten profesor fisika Georgia Institute of Technology.——— Ahli fisika angkasa saat ini belum memiliki penjelasan yang cukup mengenai daya sedot lubang hitam dan bagaimana pertumbuhannya atau apa yang membuat lubang hitam tertentu berhenti berkembang. Tapi yang jelas, lubang hitam dan cakram di sekitarnya akan memengaruhi benda-benda langit.————- “Penghisapan lubang hitam atas benda angkasa melepaskan banyak energi. Tidak hanya radiasi, tapi juga gas yang dilepaskan sampai jauh ke luar galaksi. Gas ini dapat mengubah susunan letak bintang, dan menghentikan perkembangan galaksi,” ujar Ballantyne.—————– “Daya hisap lubang hitam masih terus dipelajari. Ada yang berkembang dan ada juga yang mati. Mempelajari ini penting untuk mengetahui bentuk dan perubahan susunan galaksi kita,” tambah Ballantyne.————– Lubang hitam memang menyedot benda angkasa. Bumi beresiko ditelan olehnya. Namun risikonya ternyata tidak hanya itu. Gas yang disemburkan dari dalamnya pun dapat membuat benda angkasa bergeser, dan bahkan mungkin bertabrakan.—————— 2. Worm Hole (Lubang Cacing)————– Keberadaan wormhole dalam teori dimulai ketika Albert Einstein memperkenalkan Teori Relativitas Umum. Einstein menunjukkan bahwa massa bisa membuat ruang (waktu) melengkung/terlipat, semakin besar massa, semakin melengkung ruang(waktu). Sulitdibayangkan.Di tahun 1919, Arthur Eddington membuktikan, ketika pada waktu itu terjadi Gerhana Matahari Total, bintang-bintang di sekitar Matahari teramati dalam posisi yang bergeser dari posisi yang seharusnya. Tentu saja pada saat gerhana, bintang-bintang bisa diamati pada siang hari. Dan bukti pengamatan tersebut menunjukkan bahwa Einstein memang benar. Bagaimana bintang bisa bergeser dari posisi yang seharusnya? Karena medan gravitasi Matahari membelokkan arah pancaran cahaya bintang.Tapi bukti pembengkokan cahaya oleh Matahari pada saat gerhana itu tidak ada hubungannya dengan wormhole. Pembuktian oleh Eddington tersebut menunjukkan bahwa teori Relativitas Einstein itu benar. Dari teori itu, satu pemikiran fundamental yang kita tahu kemudian adalah, bahwa massa mempengaruhi ruang dan waktu. Secara umum gravitasi berkaitan erat dengan geometri, bagaimana arah cahaya bisa berbelok, itu tidak terbayangkan sebelumnya. Secara sederhana, bagaimana hubungan gravitasi dan geometri bisa digambarkan seperti gambar berikutini.Perlu dipahami bahwa sebelum Einstein, ruang dan waktu adalah dua entitas yang terpisah, tetapi teori Einstein menyatakan bahwa ruang dan waktu merupakan entitas tunggal yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, geometri disini perlu dipahami sebagai relasi ruang-waktu.——————– Kembali pada pekerjaan Einstein, teori Einstein mempergunakan teori matematis yang dikenal sebagai persamaan medan Einstein, dan solusinya dikenal sebagai solusi Scwarzschild. Solusi teori ini menguraikan tentang medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi. Solusi ini adalah yang menjadi cikal-bakal adanya blackhole (Blackhole Schwarzschild).————- Di tahun 1916, tidak lama setelah Einstein memperkenalkan teori Relativitas. Ludwing Flamm menyadari bahwa persamaan Einstein mempunyai solusi yang lain, dikenal sebagai White Hole, dan bahwa kedua solusi tersebut menguraikan adanya dua daerah dalam ruang-waktu (datar) yang terhubungkan (secara matematis) oleh adanya suatu ‘lorong’ ruang-waktu. Karena teori belum mengatakan dimana wilayah ruang waktu itu di dunia nyata, jadi bisa saja black-hole sebagai pintu masuk dan white hole sebagai pintu keluar, tapi bisa saja di dunia yang sama dengan kita (ruang waktu yang bisa kita pahami), atau di ruang dan waktu yang lain (semesta lain, semesta paralel, masa lalu, sekarang, masa depan). Tetapi, White Hole melanggar Hukum Ke-2 Termodinamika, dengan demikian, keberadaan White Hole sulit diterima secara mudah.——— Pada tahun 1935, Albert Einstein dan Nathan Rosen mempelajari lebih lanjut kaitan Black Hole dan White Hole tersebut, bahwa dari perumusan teori Relativitas Umum, struktur ruang-waktu yang melengkung bisa menghubungkan dua wilayah dari ruang-waktu yang jauh, melalui suatu bentuk serupa lorong, sebagai jalan pintas dalam ruang. Pekerjaan ini secara formal dikenal sebagai jembatan Einstein-Rosen. Tujuannya bukan untuk mempelajari perjalanan yang lebih cepat dari cahaya atau perjalanan antar semesta, tetapi lebih pada mencari penjelasan pada partikel fundamental (seperti elektron) dalam ruang-waktu. Jembatan Einstein-Rosen ini dikenal juga dengan nama lain, seperi Lorentzian Wormhole atau Schwazschild wormhole.————— Pada tahun 1962, John Wheeler dan Robert Fuller menunjukkan bahwa wormhole tipe jembatan Einstein-Rosen tidak stabil, menyebabkan cahaya pun tidak dapat melewatinya sesaat wormhole terbentuk. Lalu, apakah wormhole tidak bisa dilalui? (Traversable)? Kita akan meninjau tentang traversable wormhole sejurus nanti.———— Demikian, sejak saat itu, teori tentang wormhole terus menerus dikaji. Demikian juga, urban legend tentang wormhole pun hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam literatur fiksi ilmiah. Teori ilmiah tentang wormhole terus berkembang. Semuanya mempunyai prinsip yang sama, yaitu solusi matematis mengenai hubungan geometris antara satu titik dalam ruang-waktu dengan titik yang lain, dimana hubungan tersebut bisa berperilaku sebagai ‘jalan pintas’ dalam ruang-waktu. Bagaimana wormhole terbentuk? Kembali pada ilustrasi gambar Bumi. Jika ada kelengkungan ruang-waktu pada suatu titik, dan tersambung dengan kelengkungan pada ruang-waktu yang lain, maka demikian lah gambaran wormhole ada. Seperti pada ilustrasi berikut, yang diambil dari film Stargate S1, seolah-olah semuanya itu indah dan menyenangkan. Seperti pintu Doraemon, kita buka pintu-nya, lalu kita sampai di suatu tempat yang jauhh sekali. Ah indahnya fiksi ilmiah.———— Wormhole yang berkaitan dengan hubungan dalam ruang-waktu, dikenal sebagai Laurentzian wormhole. Hubungan disini tentu saja dikatakan sebagai jalan pintas, karena jika perjalanan dari Gerbang ke Bulan, bisa dilakukan jauh lebih cepat, bahkan lebih cepat daripada laju cahaya menempuh jalur normal. (Tentu saja artian lebih cepat dari laju cahaya ini karena menggunakan jalur yang lebih pintas, bukan karena ‘lebih cepat dari laju cahaya’). Itu tentu saja, bila perjalanan memang dapat dilakukan melalui wormhole.Tetapi, kompleksitas muncul, karena, apakah kita bisa menentukan ujung perjalanan kita? Apakah kita akan keluar di ujung, di semesta yang sama? Atau di semesta paralel? Atau kita muncul di waktu yang sama? Apakah kita muncul di waktu kita? Atau di masa lalu? Atau masa depan? Tentu saja semua mungkin, karena Laurentzian wormhole merupakan produk dari Teori Relativitas Umum yang menyatakan bahwa semua bergerak baik dalam ruang maupun dalam waktu.Lorentzian wormholes terbagi dalam dua jenis:———- 1) Inter-universe wormholes, wormholes yang menghubungkan semesta kita dengan ’semesta’ yang lain. Ini adalah dugaan tentang adanya semesta paralel.———- 2) Intra-universe wormholes, wormhole yang menghubungkan dua daerah dalam semesta yang sama.Ada juga wormhole lain yang dikenal sebagai Euclidean wormholes, yang mana, wormhole ini ada dalam proses yang sangat mikro, karena menjadi perhatian utama para ahli teori medan quantum. Dengan demikian wormhole jenis ini, pada saat ini tidak akan dibahas, dan Laurentzian wormhole adalah wormhole yang kita bahas.——- Kembali pada pertanyaan, apakah mungkin kita melakukan perjalanan melalui wormhole? Kip Thorne dan Mike Morris pada tahun 1988 mengusulkan bahwa wormhole bisa dipertahankan kestabilannya mempergunakan materi eksotik (materi yang masih teoritis, dan belum ditemukan di dunia, dengan perilaku seperti massa yang negatif atau menolak gravitasi, alih-alih patuh pada hukum Gravitasi Newton). Model teori ini dikenal sebagai Morris-Thorne wormhole. Teori-teori yang kemudian dikembangkan untuk mempertahankan kestabilan wormhole, sehingga bisa dilalui, sampai saat ini berpedoman pada argumentasi bahwa, tidak ada materi yang kita ketahui bisa berperanan untuk mempertahankan kestabilan, karena membutuhkan adanya energi negatif.——- Kendati wormhole masih menjadi wacana teori (dan urban legend), tetapi belum ada bukti yang bisa mendukung keberadaannya, baik dari pengamatan maupun secara eksperimen. Apakah kemudian wormhole itu tidak mungkin ada? Atau mungkinkah wormhole dibuat?———- Secara teori, kita bisa membangun wormhole. Caranya? Supaya ruang-waktu bisa terlipat dibutuhkan materi dan energi yang sangat luar biasa, jadi kita tinggal mencari materi yang sangat padat di luar angkasa sana, sebut saja, dari bintang ne(u)tron. Kenapa bintang netron? Bintang netron adalah jenis bintang yang massa-nya mencapai 1,35 sampai 2,1 kali masssa Matahari, tetapi dengan radius hanya 20 sampai 10 km, mencapai 30 ribu – 70 ribu lebih kecil daripada Matahari. Dengan demikian, maka berat-jenis bintang netron mencapai of 8×10^13 to 2×10^15 g/cm^3.———– Seberapa banyak? “Secukupnya” sampai bisa membentuk cincin raksasa seukuran orbit Bumi mengelilingi Matahari. Kemudian, buat cincin yang lain di ujung yang lain. Setelah konstruksi cincin raksasa di kedua ujung tersebut selesai, berikan tegangan listrik yang sangat tinggi, pada kedua ujungnya, diputar sampai mencapai laju cahaya dua-duanya, dan voila, perjalanan lintas ruang-waktu seketika.————- Fakta bahwa perjalanan menembus waktu, apabila meloncat ke masa depan itu bisa diterima, karena memang tidak bertentangan dengan Teori Relativitas Khusus, tetapi jika perjalanan-nya mundur dalam waktu? Itu menjadi kontroversi, sulit dipahami, bahkan bisa menimbulkan paradoks.————— Bila, salah satu ujung wormhole yang tadi telah dibuat tersebut digerakkan dengan laju mencapai laju cahaya, dan sesuai dari teori Relativitas Khusus, semakin laju suatu benda, mencapai kecepatan cahaya, waktu berjalan menjadi lambat. Gerak relatif tersebut menciptakan perbedaan waktu antara keduanya. Sedemikian sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari ujung yang diam, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari ujung yang bergerak, dia akan kembali ke masa lalu.—————— Disinilah kontroversinya, jika seseorang kembali dari masa depan, lalu membunuh orang-tuanya sebelum dia dilahirkan, lalu bagaimana dia bisa ‘ada’ dan melaksanakan misi membunuh orang-tuanya? Dengan pengetahuan akan teori Quantum, Stephen Hawking memperkenalkan ‘Konjektur Perlindungan Kronologi’, yang bisa ‘melindungi’ perjalanan antar waktu tersebut. Karena secara teori, di dalam lorong pasangan partikel-antipartikel secara terus menerus tercipta dan saling meniadakan, dengan demikian energi meluap dengan amat sangat, bahkan bisa melebihi energi eksotis yang diperlukan untuk membuka gerbang wormhole. Dan wormhole akan terganggu dan tertutup, bahkan sebelum mesin waktu tercipta. Lalu apakah dengan demikian mesin waktu itu tidak mungkin?———- Apapun yang mungkin sebenarnya bisa terjadi, apakah wormhole sebagai mesin waktu ada? Bisa terjadi? Atau sebagai portal antar ruang? Semua masih terbuka, masih harus menunggu penantian yang panjang, karena masih harus mencari pemahaman dan penyatuan teori mekanika quantum dan gravitasi. Jangan jangan wormhole ini sering digunakan oleh pesawat-pesawat ufo——— untuk menjelajahi waktu. Atau jangan jangan bangsa lemuria yang hilang secara misterius telah masuk ke worm hole dan telah membentuk sebuah kehidupan baru di dimensi lain. Hanya Allah yang tahu segalanya————-

wormhole isra

memahami pendekatan teori WORMHOLE, BLACK HOLE dan  ISRA’ Mi’raj Nabi Muhammad …..  serta misteri  John Titor time machine …… hanya Allah saja yang MAHA mengetahui
———————–

Kata Isra’ berasal dari bahasa arab, artinya berjalan malam. Menurut istilah , Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa atau disebut Baitul Maqdis di Palestina. ————-

Mi’raj dari bahasa arab berarti naik ke atas. Menurut istilah Mi’raj berarti naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju ke Al Arsy menghadap Allah SWT.—-

Allah berfirman dalam QS Al-Isra’ : 1 yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya “Maha suci Allah, yang telah memberi jalan hambanya pada suatu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar lagi maha melihat.” (QS. Al-Isra: 1)
——————-
Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .(QS. An Najm / 53:13-15)
——————

1. Black Hole (Lubang Hitam)————
Lubang hitam mampu menelan berbagai benda angkasa. Semakin banyak yang ia telan, semakin besar daya hisapnya. Namun resikonya tidak hanya itu. Lubang hitam merupakan wilayah luar angkasa yang dapat menelan gas, debu, bintang, planet, maupun benda angkasa lain yang ada dalam suatu galaksi. Gaya tarik gravitasinya sangat kuat. Sebuah planet yang melintas di sekitarnya tidak akan selamat dari hisapan lubang itu. ——————-
Banyak astronom khawatir aktivitasnya yang semakin liar akan mampu menelan planet Bumi. Lantas apa yang membuat sebuah lubang hitam mampu menyedot benda-benda angkasa di sekitarnya?
Sebenarnya ada teori yang menyebutkan, daya hisap sebuah lubang hitam bisa melemah lalu ia akan masuk ke fase tidur, berhenti memakan benda angkasa. Menurut George Helou, dari Spitzer Science Center NASA di Institut Teknologi California, lubang hitam di galaksi kita saat ini sedang dalam fase tidur itu.————-
Lubang hitam yang disebut Sagitarius A itu letaknya berada di tengah galaksi Bima Sakti. Scherbakov, astronom dari Pusat Astrofisika Harvard mengatakan, lubang hitam di galaksi Bima Sakti hanya memakan 0,01% bintang di sekelilingnya.—————–
Namun selanjutnya peneliti juga menemukan fakta, lubang hitam senantiasa berevolusi, sehingga bisa jadi akan aktif lagi suatu hari nanti. Semakin banyak ia menelan bintang, semakin cepat pula proses evolusinya.————–
Menurut data yang didapat dari teleskop luar angkasa, selama beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak lubang hitam menelan benda angkasa. Selain itu, dikatakan bahwa semakin banyak ia menghisap benda angkasa, semakin besar pula daya sedotnya. Ini dikarenakan peningkatan unsur ion di dalamnya.—–
Namun tidak hanya berevolusi, belakangan juga diketahui lubang-lubang hitam yang ada di berbagai galaksi juga saling bergabung. Berbagai benda angkasa yang masuk ke dalam lubang hitam mengandung banyak energi dalam jumlah besar.———-
Sehingga gabungan antar lubang hitam tentunya juga meningkatkan jumlah energi yang dimilikinya. Energi ini dapat mengendalikan alur keluar masuk gas dan debu ke luar lubang.—————
Tidak hanya debu dan gas, para astronom meyakini bahwa hisapan sebuah lubang hitam juga banyak melepaskan sinar-X dan gelombang radioaktif. Namun jumlah radiasi sinar X yang mereka amati belum dapat dijelaskan. Yang jelas, semuanya itu mempengaruhi perkembangan galaksi dimana tempat lubang hitam itu berada.——————
Memahami proses, cara kerja dan evolusi lubang hitam adalah penting untuk menjelaskan formasi galaksi bima sakti dan keutuhan bumi di masa depan. Mempelajari radiasi dan interaksi antargalaksi dapat membuat kita paham akan besarnya medan gravitasi, gaya magnet, dan proses radiasi lubang hitam.————–
“Kami telah mempelajari data dari teleskop ruang angkasa selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan bahwa semakin cepat lubang hitam melahap material angkasa, maka semakin tinggi daya ionisasinya,” ujar David Ballantyne, asisten profesor fisika Georgia Institute of Technology.———
Ahli fisika angkasa saat ini belum memiliki penjelasan yang cukup mengenai daya sedot lubang hitam dan bagaimana pertumbuhannya atau apa yang membuat lubang hitam tertentu berhenti berkembang. Tapi yang jelas, lubang hitam dan cakram di sekitarnya akan memengaruhi benda-benda langit.————-
“Penghisapan lubang hitam atas benda angkasa melepaskan banyak energi. Tidak hanya radiasi, tapi juga gas yang dilepaskan sampai jauh ke luar galaksi. Gas ini dapat mengubah susunan letak bintang, dan menghentikan perkembangan galaksi,” ujar Ballantyne.—————–
“Daya hisap lubang hitam masih terus dipelajari. Ada yang berkembang dan ada juga yang mati. Mempelajari ini penting untuk mengetahui bentuk dan perubahan susunan galaksi kita,” tambah Ballantyne.————–
Lubang hitam memang menyedot benda angkasa. Bumi beresiko ditelan olehnya. Namun risikonya ternyata tidak hanya itu. Gas yang disemburkan dari dalamnya pun dapat membuat benda angkasa bergeser, dan bahkan mungkin bertabrakan.——————
2. Worm Hole (Lubang Cacing)————–

Keberadaan wormhole dalam teori dimulai ketika Albert Einstein memperkenalkan Teori Relativitas Umum. Einstein menunjukkan bahwa massa bisa membuat ruang (waktu) melengkung/terlipat, semakin besar massa, semakin melengkung ruang(waktu). Sulitdibayangkan.Di tahun 1919, Arthur Eddington membuktikan, ketika pada waktu itu terjadi Gerhana Matahari Total, bintang-bintang di sekitar Matahari teramati dalam posisi yang bergeser dari posisi yang seharusnya. Tentu saja pada saat gerhana, bintang-bintang bisa diamati pada siang hari. Dan bukti pengamatan tersebut menunjukkan bahwa Einstein memang benar. Bagaimana bintang bisa bergeser dari posisi yang seharusnya? Karena medan gravitasi Matahari membelokkan arah pancaran cahaya bintang.Tapi bukti pembengkokan cahaya oleh Matahari pada saat gerhana itu tidak ada hubungannya dengan wormhole. Pembuktian oleh Eddington tersebut menunjukkan bahwa teori Relativitas Einstein itu benar. Dari teori itu, satu pemikiran fundamental yang kita tahu kemudian adalah, bahwa massa mempengaruhi ruang dan waktu. Secara umum gravitasi berkaitan erat dengan geometri, bagaimana arah cahaya bisa berbelok, itu tidak terbayangkan sebelumnya. Secara sederhana, bagaimana hubungan gravitasi dan geometri bisa digambarkan seperti gambar berikutini.Perlu dipahami bahwa sebelum Einstein, ruang dan waktu adalah dua entitas yang terpisah, tetapi teori Einstein menyatakan bahwa ruang dan waktu merupakan entitas tunggal yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, geometri disini perlu dipahami sebagai relasi ruang-waktu.——————–

Kembali pada pekerjaan Einstein, teori Einstein mempergunakan teori matematis yang dikenal sebagai persamaan medan Einstein, dan solusinya dikenal sebagai solusi Scwarzschild. Solusi teori ini menguraikan tentang medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi. Solusi ini adalah yang menjadi cikal-bakal adanya blackhole (Blackhole Schwarzschild).————-
Di tahun 1916, tidak lama setelah Einstein memperkenalkan teori Relativitas. Ludwing Flamm menyadari bahwa persamaan Einstein mempunyai solusi yang lain, dikenal sebagai White Hole, dan bahwa kedua solusi tersebut menguraikan adanya dua daerah dalam ruang-waktu (datar) yang terhubungkan (secara matematis) oleh adanya suatu ‘lorong’ ruang-waktu. Karena teori belum mengatakan dimana wilayah ruang waktu itu di dunia nyata, jadi bisa saja black-hole sebagai pintu masuk dan white hole sebagai pintu keluar, tapi bisa saja di dunia yang sama dengan kita (ruang waktu yang bisa kita pahami), atau di ruang dan waktu yang lain (semesta lain, semesta paralel, masa lalu, sekarang, masa depan). Tetapi, White Hole melanggar Hukum Ke-2 Termodinamika, dengan demikian, keberadaan White Hole sulit diterima secara mudah.———
Pada tahun 1935, Albert Einstein dan Nathan Rosen mempelajari lebih lanjut kaitan Black Hole dan White Hole tersebut, bahwa dari perumusan teori Relativitas Umum, struktur ruang-waktu yang melengkung bisa menghubungkan dua wilayah dari ruang-waktu yang jauh, melalui suatu bentuk serupa lorong, sebagai jalan pintas dalam ruang. Pekerjaan ini secara formal dikenal sebagai jembatan Einstein-Rosen. Tujuannya bukan untuk mempelajari perjalanan yang lebih cepat dari cahaya atau perjalanan antar semesta, tetapi lebih pada mencari penjelasan pada partikel fundamental (seperti elektron) dalam ruang-waktu. Jembatan Einstein-Rosen ini dikenal juga dengan nama lain, seperi Lorentzian Wormhole atau Schwazschild wormhole.—————
Pada tahun 1962, John Wheeler dan Robert Fuller menunjukkan bahwa wormhole tipe jembatan Einstein-Rosen tidak stabil, menyebabkan cahaya pun tidak dapat melewatinya sesaat wormhole terbentuk. Lalu, apakah wormhole tidak bisa dilalui? (Traversable)? Kita akan meninjau tentang traversable wormhole sejurus nanti.————
Demikian, sejak saat itu, teori tentang wormhole terus menerus dikaji. Demikian juga, urban legend tentang wormhole pun hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam literatur fiksi ilmiah.
Teori ilmiah tentang wormhole terus berkembang. Semuanya mempunyai prinsip yang sama, yaitu solusi matematis mengenai hubungan geometris antara satu titik dalam ruang-waktu dengan titik yang lain, dimana hubungan tersebut bisa berperilaku sebagai ‘jalan pintas’ dalam ruang-waktu.
Bagaimana wormhole terbentuk? Kembali pada ilustrasi gambar Bumi. Jika ada kelengkungan ruang-waktu pada suatu titik, dan tersambung dengan kelengkungan pada ruang-waktu yang lain, maka demikian lah gambaran wormhole ada. Seperti pada ilustrasi berikut, yang diambil dari film Stargate S1, seolah-olah semuanya itu indah dan menyenangkan. Seperti pintu Doraemon, kita buka pintu-nya, lalu kita sampai di suatu tempat yang jauhh sekali. Ah indahnya fiksi ilmiah.————
Wormhole yang berkaitan dengan hubungan dalam ruang-waktu, dikenal sebagai Laurentzian wormhole. Hubungan disini tentu saja dikatakan sebagai jalan pintas, karena jika perjalanan dari Gerbang ke Bulan, bisa dilakukan jauh lebih cepat, bahkan lebih cepat daripada laju cahaya menempuh jalur normal. (Tentu saja artian lebih cepat dari laju cahaya ini karena menggunakan jalur yang lebih pintas, bukan karena ‘lebih cepat dari laju cahaya’). Itu tentu saja, bila perjalanan memang dapat dilakukan melalui wormhole.Tetapi, kompleksitas muncul, karena, apakah kita bisa menentukan ujung perjalanan kita? Apakah kita akan keluar di ujung, di semesta yang sama? Atau di semesta paralel? Atau kita muncul di waktu yang sama? Apakah kita muncul di waktu kita? Atau di masa lalu? Atau masa depan? Tentu saja semua mungkin, karena Laurentzian wormhole merupakan produk dari Teori Relativitas Umum yang menyatakan bahwa semua bergerak baik dalam ruang maupun dalam waktu.Lorentzian wormholes terbagi dalam dua jenis:———-
1) Inter-universe wormholes, wormholes yang menghubungkan semesta kita dengan ’semesta’ yang lain. Ini adalah dugaan tentang adanya semesta paralel.———-
2) Intra-universe wormholes, wormhole yang menghubungkan dua daerah dalam semesta yang sama.Ada juga wormhole lain yang dikenal sebagai Euclidean wormholes, yang mana, wormhole ini ada dalam proses yang sangat mikro, karena menjadi perhatian utama para ahli teori medan quantum. Dengan demikian wormhole jenis ini, pada saat ini tidak akan dibahas, dan Laurentzian wormhole adalah wormhole yang kita bahas.——-

Kembali pada pertanyaan, apakah mungkin kita melakukan perjalanan melalui wormhole? Kip Thorne dan Mike Morris pada tahun 1988 mengusulkan bahwa wormhole bisa dipertahankan kestabilannya mempergunakan materi eksotik (materi yang masih teoritis, dan belum ditemukan di dunia, dengan perilaku seperti massa yang negatif atau menolak gravitasi, alih-alih patuh pada hukum Gravitasi Newton). Model teori ini dikenal sebagai Morris-Thorne wormhole. Teori-teori yang kemudian dikembangkan untuk mempertahankan kestabilan wormhole, sehingga bisa dilalui, sampai saat ini berpedoman pada argumentasi bahwa, tidak ada materi yang kita ketahui bisa berperanan untuk mempertahankan kestabilan, karena membutuhkan adanya energi negatif.——-
Kendati wormhole masih menjadi wacana teori (dan urban legend), tetapi belum ada bukti yang bisa mendukung keberadaannya, baik dari pengamatan maupun secara eksperimen. Apakah kemudian wormhole itu tidak mungkin ada? Atau mungkinkah wormhole dibuat?———-
Secara teori, kita bisa membangun wormhole. Caranya? Supaya ruang-waktu bisa terlipat dibutuhkan materi dan energi yang sangat luar biasa, jadi kita tinggal mencari materi yang sangat padat di luar angkasa sana, sebut saja, dari bintang ne(u)tron. Kenapa bintang netron? Bintang netron adalah jenis bintang yang massa-nya mencapai 1,35 sampai 2,1 kali masssa Matahari, tetapi dengan radius hanya 20 sampai 10 km, mencapai 30 ribu – 70 ribu lebih kecil daripada Matahari. Dengan demikian, maka berat-jenis bintang netron mencapai of 8×10^13 to 2×10^15 g/cm^3.———–
Seberapa banyak? “Secukupnya” sampai bisa membentuk cincin raksasa seukuran orbit Bumi mengelilingi Matahari. Kemudian, buat cincin yang lain di ujung yang lain. Setelah konstruksi cincin raksasa di kedua ujung tersebut selesai, berikan tegangan listrik yang sangat tinggi, pada kedua ujungnya, diputar sampai mencapai laju cahaya dua-duanya, dan voila, perjalanan lintas ruang-waktu seketika.————-
Fakta bahwa perjalanan menembus waktu, apabila meloncat ke masa depan itu bisa diterima, karena memang tidak bertentangan dengan Teori Relativitas Khusus, tetapi jika perjalanan-nya mundur dalam waktu? Itu menjadi kontroversi, sulit dipahami, bahkan bisa menimbulkan paradoks.—————
Bila, salah satu ujung wormhole yang tadi telah dibuat tersebut digerakkan dengan laju mencapai laju cahaya, dan sesuai dari teori Relativitas Khusus, semakin laju suatu benda, mencapai kecepatan cahaya, waktu berjalan menjadi lambat. Gerak relatif tersebut menciptakan perbedaan waktu antara keduanya. Sedemikian sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari ujung yang diam, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari ujung yang bergerak, dia akan kembali ke masa lalu.——————
Disinilah kontroversinya, jika seseorang kembali dari masa depan, lalu membunuh orang-tuanya sebelum dia dilahirkan, lalu bagaimana dia bisa ‘ada’ dan melaksanakan misi membunuh orang-tuanya? Dengan pengetahuan akan teori Quantum, Stephen Hawking memperkenalkan ‘Konjektur Perlindungan Kronologi’, yang bisa ‘melindungi’ perjalanan antar waktu tersebut. Karena secara teori, di dalam lorong pasangan partikel-antipartikel secara terus menerus tercipta dan saling meniadakan, dengan demikian energi meluap dengan amat sangat, bahkan bisa melebihi energi eksotis yang diperlukan untuk membuka gerbang wormhole. Dan wormhole akan terganggu dan tertutup, bahkan sebelum mesin waktu tercipta. Lalu apakah dengan demikian mesin waktu itu tidak mungkin?———-
Apapun yang mungkin sebenarnya bisa terjadi, apakah wormhole sebagai mesin waktu ada? Bisa terjadi? Atau sebagai portal antar ruang? Semua masih terbuka, masih harus menunggu penantian yang panjang, karena masih harus mencari pemahaman dan penyatuan teori mekanika quantum dan gravitasi.
Jangan jangan wormhole ini sering digunakan oleh pesawat-pesawat ufo———
untuk menjelajahi waktu. Atau jangan jangan bangsa lemuria yang hilang secara misterius telah masuk ke worm hole dan telah membentuk sebuah kehidupan baru di dimensi lain. Hanya Allah yang tahu segalanyao:)————-
3. Hubungan Peristiwa Isra’ Mi’raj dengan Worm Hole
Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya beliau oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.

Teori Lubang Cacing

Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum Gravitasi dan Hukum Gerak.Kemudian dilanjutkan oleh Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).Dan yang terakhir adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942), beliau dikenal sebagai ahli fisika teoritis.Dr. Stephen Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama sekali karena teori-teorinya mengenai teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan tulisan-tulisan topnya di mana ia membicarakan teori-teori dan kosmologinya secara umum.

Tulisan-tulisannya ini termasuk novel ilmiah ringan A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut, suatu periode terpanjang dalam sejarah.
Berdasarkan teori Roger Penrose :
“Bintang yang telah kehabisan bahan bakarnya akan runtuh akibat gravitasinya sendiri dan menjadi sebuah titik kecil dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, sehingga menjadi sebuah singularitas di pusat lubang hitam (black hole).“

Dengan cara membalik prosesnya, maka diperoleh teori berikut :Lebih dari 15 milyar tahun yang lalu, penciptaan alam semesta dimulai dari sebuah singularitas dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, meledak dan mengembang. Peristiwa ini disebut Dentuman Besar (Big Bang), dan sampai sekarang alam semesta ini masih terus mengembang hingga mencapai radius maksimum sebelum akhirnya mengalami Keruntuhan Besar (kiamat) menuju singularitas yang kacau dan tak teratur.Dalam kondisi singularitas awal jagad raya, Teori Relativitas, karena rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga akan menghasilkan besaran yang tidak dapat diramalkan.Menurut Hawking bila kita tidak bisa menggunakan teori relativitas pada awal penciptaan “jagad raya”, padahal tahap-tahap pengembangan jagad raya dimulai dari situ, maka teori relativitas itu juga tidak bisa dipakai pada semua tahapnya.

Di sini kita harus menggunakan mekanika kuantum. Penggunaan mekanika kuantum pada alam semesta akan menghasilkan alam semesta “tanpa pangkal ujung” karena adanya waktu maya dan ruang kuantum.
Pada kondisi waktu nyata (waktu manusia) waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, menuju nanti, besok, seminggu, sebulan, setahun lagi dan seterusnya, tidak bisa melompat ke masa lalu atau masa depan.
Menurut Hawking, pada kondisi waktu maya (waktu Tuhan) melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke waktu manapun dalam riwayat bumi, bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan.
Hal ini bermakna, masa depan dan kiamat (dalam waktu maya) menurut Hawking “telah ada dan sudah selesai” sejak diciptakannya alam semesta. Selain itu melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke manapun di seluruh alam semesta dengan seketika.Jadi dalam pandangan Hawking takdir itu tidak bisa diubah, sudah jadi sejak diciptakannya.Dalam bahasa ilmu kalam :
“Tinta takdir yang jumlahnya lebih banyak daripada seluruh air yang ada di tujuh samudera di bumi telah habis dituliskan di Lauhul Mahfudz pada awal penciptaan, tidak tersisa lagi (tinta) untuk menuliskan perubahannya barang setetes.”
Menurut Dr. H.M. Nasim Fauzi, sesuai dengan teori Stephen Hawking, manusia dengan waktu nyatanya tidak bisa menjangkau masa depan (dan masa silam).Tetapi bila manusia dengan kekuasaan Allah, bisa memasuki waktu maya (waktu Allah) maka manusia melalui “lubang cacing” bisa pergi ke masa depan yaitu masa kiamat dan sesudahnya, bisa melihat masa kebangkitan, neraka dan shiroth serta bisa melihat surga kemudian kembali ke masa kini, seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, sewaktu menjalani Isra’ dan Mi’raj.

Sebagaimana firman Allah :
Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .(QS. An Najm / 53:13-15)

Nampaknya dalam mengungkap Perjalanan Mi’raj, Teori Hawking dengan “Lubang Cacing”-nya, sama logisnya dengan Teori Menerobos Garis Tengah Jagad Raya namun meskipun begitu, teori Hawking, tidak semuanya bisa kita terima dengan mentah-mentah.Seandainya benar, Rasulullah diperjalankan Allah melalui “lubang cacing” semesta, seperti yang diutarakan oleh Dr. H.M. Nasim Fauzi, harus diingat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan lintas alam, yakni menuju ke tempat yang kelak dipersiapkan bagi umat manusia, di masa mendatang (surga).Rasulullah dari masa ketika itu (saat pergi), berangkat menuju surga, dan pada akhirnya kembali ke masa ketika itu (saat pulang).Dan dengan mengambil teladan peristiwa Isra, kita bisa ambil kesimpulan :

1. Manusia dengan kekuasaan Allah, dapat melakukan perjalanan lintas alam, untuk kemudian kembali kepada waktu normal.
2. Manusia yang melakukan perjalanan ke masa depan, namun masih pada ruang dimensi alam yang sama, tidak akan kembali kepada masa silam (mungkin sebagaimana terjadi pada Para Pemuda Kahfi).
3. Manusia sekarang, ada kemungkinan dikunjungi makhluk masa silam, tetapi mustahil bisa dikunjungi oleh makhluk masa depan. Hal ini semakin mempertegas, semua kejadian di masa depan, hanya dipengaruhi oleh kejadian di masa sebelumnya.
 Sungguh besar kekuasaan Allah SWT
=====================

Misteri Mesin Waktu Dan Ruang Waktu; John Titor

Dibalik Dunia Nyata Fenomena Mesin Waktu

Apa yang  terlintas dipikiran  ketika mendengar kata “Mesin Waktu” ???? Mungkin sebagian hanya menganggap lelucon ato dongeng belaka. Atau hanya fiksi yang sangat imajinatif yang menjadi ide film-film ilmiah yang para tokohnya dapat kembali kemasa lalu, ataupun melompat mengunjungi masa depan.  Atau seperti doraemon yang bisa melakukan parking Mesin Waktu di dalam laci meja belajar Nobita, seorang anak SD kelas 4 yang bersekolah di Tokyo, Japan. Mesin waktu merupakan sebuah penemuan lanjut yang dilandasi teori mengenai Warp Theory (Berpindah tempat menggunakan lompatan ruang dan waktu). Akan tetapi masih tetap tidak sama seperti jurus “Berpindah Tempat Dalam Sekejap” milik SonGoku di Dragon Ball. Pertanyaannya, Percayakah anda dengan adanya mesin waktu ?? Ehhhhh…..sebenarnya sangat sulit dipercaya namun pada kenyataannya Mesin waktu sangatlah fenomenal..
Apakah time travel itu mungkin terjadi menurut ilmu fisika? Fisika newton mengatakan tidak, karena waktu bagi Isaac Newton adalah bagaikan anak panah yang ditembakkan. Ia melaju searah dan tetap. Jam berdetak sama cepatnya dimanapun di jagat raya ini. Lalu datang pak Albert Einstein yang membuktikan kalau rupanya Newton itu salah besar. Einstein bilang, waktu itu bagaikan aliran air di sungai. Ia bisa dipercepat, diperlambat, dan kadang ia bermuara di suatu tempat, kadang sungainya malah bercabang dua. Fisika Einstein yang terkesan gila ini ternyata memungkinkan terjadinya time travel.

      Dalam pengertian secara sederhana, pada umumnya mesin waktu adalah tempat atau wadah yang dapat menghubungkan waktu dan zaman. Dalam beberapa film fiksi biasanya dengan menggunakan alat yang bisa terbang dengan kecepatan tinggi.
Berbicara masalah Mesin Waktu, pasti akan berhubungan dan menyinggung dengan beberapa istilah yang saling berhubungan seperti Teori Relativitas Eistein, Gravitasi dan Black Hole (Lubang Hitam), Negative Energy & Worm Hole (Lubang Cacing), Fenomena Grandfather Paradox, Parallel Universe (Dunia Paralel). Berbekal rasa keingintahuan dan ketertarikan saiaah sejak dulu mengenai Time Travel, maka saiah berburu dan menghimpun informasi dari berbagai sumber, (bahkan mencopy paste text aslinya. di blog ini.. iHiahaha.. 😛 yang penting kan usaha ), saiaah akan mencoba mendiskripsikan hubungan Time Travel dan aksesorisnya.
      Smoga bisa menambah informasi dan menimbulkan ketertarikan anda dengan misteri “Time Travel”.  (hehehe..skalian deh cari teman untuk berimajinasi tentang time travel). 
Ehmmmm…… 
      Secara teori, keberadaan mesin waktu bisa diwujudkan secara nyata.Banyak ilmuwan yang berusaha mencoba membuktikan keberadaan mesin waktu dan penjelajah waktu (time traveller).Teori Relativitas Albert Einstein, E = mc2 menjadi dasar bagi ilmuan untuk membuktikan  bahwa menjelajah waktu sangat mungkin untuk dilakukan.
      Pada teori relativitas khusus menjelaskan bahwa jika dua pengamat berada dalam kerangka acuan lembam dan bergerak dengan kecepatan sama relatif terhadap pengamat lain, maka kedua pengamat tersebut tidak dapat melakukan percobaan apakah mereka bergerak atau diam. Bayangkan ini seperti pada saat anda berada di dalam sebuah kapal selam yang bergerak dengan kecepatan tetap. Anda tidak akan dapat menyatakan apakah kapal selam tengah bergerak atau diam. Teori relativitas khusus ini disandarkan pada postulat bahwa kecepatan cahaya akan sama terhadap semua pengamat yang ber berada dalam kerangka acuan lembam.
      Teori relativitas yang dijelaskan oleh Einstein menjelaskan bahwa kecepatan cahayalah yang menjadi kecepatan terakhir yang ada dialam ini. Artinya, pada saat seseorang bergerak dengan kecepatan cahaya, maka benda yang ada di sekitarnya akan bergerak diam, dan waktu juga akan berhenti. Dari penjelasan tersebut, tentulah timbul pertanyaan bagaimana jika seandainya seseorang mampu bergerak lebih cepat atau bahkan mampu melampaui kecepatan cahaya ??
       Pada tahun  1916, Karl Schwartz menduga bahwa Black Hole (lubang hitam) adalah pintu gerbang untuk time travel. Black Hole adalah benda luar angkasa yang bermasa tinggi dan juga mempunyai gravitasi super tinggi sehingga cahayapun tidak akan lolos dari gaya tarik gravitasi lubang hitam. Blackhole adalah sebuah fenomena alam yang terjadi di luar angkasa ketika bintang raksasa mati, meledak, dan runtuh membentuk sebuah lubang hitam yang gaya tarik gravitasinya begitu besar sampai benda apapun tidak bisa meloloskan diri, bahkan cahaya. Lubang hitam akan menghisap apa saja yang ada didekatnya, apakah itu bintang, asteroid, bumi bahkan juga galaksi.
      Pada tahun 1935, Eistein dan rekannya, Nathan Rosen membuat percobaan dengan potongan kecil  dalam black hole yang akan berhubungan dengan potongan lainnya. Untuk menghubungkan bagian yang berbeda ruang waktu itu digunakan saluran sempit yang dikenal dengan The Einstein-Rosen Bridge (jembatan Einstein-Rosen). Saluran ini merupakan pintu gerbang jalan pintas untuk menembus ruang dan waktu yang berbeda.
        Pada tahun 1957, Jhon Wheeler ikut mengumumkan teori Time Travelnya yang dinamakan teori Worm Hole (lubang Cacing). Worm Hole merupakan penghubung antar Black Hole. Teorinya menjelaskan bahwa setiap dunia punya black hole, yang fungsinya untuk kembali atau pergi ke suatu masa. Tapi, untuk menembus Worm Hole tidak semudah yang dipikirkan. Menurut teori Einstein-Rosen, untuk melewati ke ruang itu dibutuhkan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Hingga saat ini masih dicari seberapa cepat kecepatan yang dibutuhkan untuk masuk ke sana.
      Pada tahun 1988, Kip Thorne mengumumkan idenya tentang mesin waktu. Bahan-bahan yang digunakan termasuk teori black hole dan energi negatif. Menurut Thorne, benda anti gravitasi akan membuka pintu gerbang worm hole, hingga memungkinkan astronot atau siapapun masuk kedalamnya. Menurutnya pilihan terbaik untuk antigravitasi adalah Casimir Effect, karena masih berhubungan dengan teknik quantum, yaitu pada plat metal seukuran rambut, yang mampu mengeluarkan energi negatif.
     Berdasarkan teori Relativitas ini maka sangatlah mungkin bagi manusia untuk bisa menjelajah waktu jika
manusia telah mampu menciptakan sebuah alat yang mampu bergerak melebihi kecepatan cahaya.
Apakah Ada Usaha Imuwan Dunia Untuk Membuktikan Time Travel ????

Sebuah Project dengan nama “The Large Hadron Collider (LHC)”, dianggap sebagai mesin waktu paling pertama dibuat dalam sejarah umat manusia. LHC dibuat oleh Badan Riset Nuklir Eropa (CERN).

Mesin Terumit Yang dibuat Manusia

Proyek ini dimulai sejak tahun 1995, dan merupakan project terbesar yang perbah dilakukan oleh umat manusia, dengan menggunakan peralatan paling rumit didunia, serta memakan biaya lebih dari USD 10 milyar yang akan memakan waktu peyelesaian 20 tahun, dan sampai sekarang masih berjalan.

Terletak 127 m  dibawah  tanah,perpatasan Franco-Swiss dekat Geneva, Switzerland.Mesin LHC berbentuk terowongan sepanjang 27 km yang dibangun oleh 7000 fisikawan lebih dari 100 negara, serta didukung oleh ratusan universitas dan laboratorium.Project ini memfasilitasi proses tubrukan antar proton dengan kecepatan cahaya.

Terowongan untuk Proses Tubrukan Proton

Disisi lain, project LHC diperkirakan justru akan sangat berbahaya untuk dilanjutkan.Idenya  yang mengfokuskan energi besar kedalam ruang sekecil mungkin ” Makin besar energinya, makin dahsyat pula partilel-partikel yang disemburkan”  Seberapa besar dan apakah ini adalah miniatur dari black hole ?? Bayangkan saja, ada sekelompok orang yang akan membangun miniatur Black Hole tidak jauh dari tempat tinggal kita, siapa yang akan percaya bahwa dijamin tidak akan terjadi sesuatu nantinya. Jika bukan perjalanan waktu (time travel), hal menarik lain yang mungkin dihasilkan dari proyek ini  adalah : Hari Kiamat

      Seluruh catatan yang menyebutkan LHC mungkin saja akan menghasilkan Black Hole mini yang tak bisa dikendalikan, dibantah oleh CERN, mereka meyakinkan bahwa : “meski Black Hole bisa diciptakan, hal ini masih terlalu kecil dan terlalu cepat jika dikatakan akan menghasilkan tenaga gravitasi yang kuat”

     Yah, mungkin hanya dapat berdoa dan berharap, smoga  pada ilmuwan & fisikawan dunia bisa segera memecahkan Rahasia teori Relativitas dan menemukan “Time Travel”

Ketidakmungkinan Time Travel ????

Selain para imuwan yang berusaha mencoba membuktikan keradaan “Time Travel”, Tapi disisi lain banyak ilmuwan besar yang menganggap time travel itu tidak mungkin/tidak boleh terjadi. Stephen Hawking, misalnya. Beliau adalah genius yang tidak percaya pada time travel. Ia terus berusaha membuktikan kalau time travel itu tidak mungkin dilakukan. Anehnya, sampai saat ini, tidak ada satupun hukum di fisika yang melarang terjadinya time travel. Time travel mungkin terjadi!
Lalu Stephen Hawking mengeluarkan satu pertanyaan yang sangat terkenal, yang bertujuan untuk membungkam orang yang terobsesi dengan membuat mesin waktu. Dia bilang begini :
“Kalau mesin waktu itu ada, dan time travel itu bisa diciptakan, mengapa kita belum menjumpai turis yang datang dari masa depan? Seharusnya turis2 sekarang sudah membanjiri zaman ini, datang dari masa depan untuk mengambil foto dsb. Mengapa belum ada seorang pun?”
Lalu ada juga beberapa paradoks yang membuat time travel terkesan mustahil yaitu :Grandfather Paradox.              

Orang awam berpikir, jika si A balik ke masa lalu dan membunuh kakeknya sebelum si kakek punya keturunan (ayah/ibu si A), maka si A akan lenyap. Sebab tanpa ayah/ibunya, si A takkan lahir. Tapi masalah muncul. Jika di masa lalu, si kakek sudah mati sebelum dia punya keturunan, bagaima mungkin si A bisa ada di masa lalu untuk membunuhnya? Sebab logikanya, masa depan telah ditulis ulang dan si A seharusnya hilang. Lalu kenapa si A bisa membunuh kakeknya di masa lalu? Paradoks/masalah itu dinamakan Paradoks Sang Kakek.
      Time travel membuka banyak ketidakmungkinan, paradoks. Anda bisa mengubah sejarah hanya karena melakukan sesuatu yang simple (butterfly effect). Misalkan Anda kembali ke masa dinosaurus dan tidak sengaja menginjak serangga yang kelak akan menjadi nenek moyang manusia. Maka anda akan punah dan tidak pernah dilahirkan. Bahkan, menurut kuantum mekanik, gerak sebuah elektron saja bisa merubah semuanya di dunia ini. Begitu seriusnya implikasi time travel, maka banyak orang yang bilang time travel mustahil.
Kemungkinan Time Travel ????
      Alasan mengapa Time Travel mungkin (solusi dari paradoks diatas) adalah Percaya atau tidak, semua paradoks dan pertanyaan Hawking diatas bisa dipecahkan. Bahkan, ada 2 solusi :
1. Semuanya sudah tertulis.Mungkin ketika anda kembali ke masa lalu dan bertemu dengan dirimu yang lebih muda, anda sudah  bertemu diri anda yang lebih tua pada saat itu. Dan alam ini mencegah supaya terjadi paradoks. Anda bisa mencoba untuk membunuh kakek anda, tapi anda akan gagal dalam setiap percobaan. Dan ketika anda sudah tua nanti, kakek anda akan bercerita bahwa dulu ada orang yang mencoba membunuhnya. Di skenario ini, kita sebagai manusia tidak punya “free will” lagi. Semuanya sudah diatur. Kita hanya memenuhi takdir kita dalam universe ini. Mantap kan?Di skenario ini, semua paradox tidak mungkin terjadi. Kalau ayah anda bukan diri anda, maka ketika anda kembali ke masa lalu dan berniat menikahi ibu,mu anda tidak akan berhasil. Solusi ini mencegah terjadinya paradox.

2. Parallel Universe.

Inilah solusi yang paling aneh namun tampaknya paling mungkin secara scientific, karena solusi ini sesuai dengan hukum mekanika quantum.Solusi ini bilang kalo setiap kali kamu kembali ke masa lalu, anda masuk kedalam alternate universe, sebuah dunia yang baru yang sangat mirip dengan dunia kita, tapi bedanya Cuma ada anda yang datang dari masa depan. Jadi kalo di dunia ini anda membunuh ayah anda, maka anda membunuh orang yang mempunyai hubungan genetik dengan dirimu, tapi itu bukan ayahmu. Di dunia dimana ayahmu mati, anda tidak pernah dilahirkan, tapi di dunia asalmu, ayahmu masih hidup, sehingga anda juga eksis.
       Semua paradoks menjadi lumpuh kalo memang waktu konsepnya begini. Pertanyaan Hawking pun terjawab sudah. Tidak ada turis yang berasal dari masa depan karena mereka semua memasuki parallel universe.Ada banyak dunia, bahkan ada tak terhingga dunia menurut teori paralel universes.
Time Travel Untuk Meloncat Ke Massa Depan ????
      Mesin waktu yang bisa membawa kita ke masa depan paling sederhana cara kerjanya adalah seperti ini. Menurut teori relativitas umum Einstein, semakin cepat kita bergerak, waktu berdetak semakin lambat.
       Untuk memahami, kita ambil contoh Twin Problem. Ada 2 orang yang kembar, A dan B. Suatu hari, A pergi ke merkurius dan balik lagi ke bumi dengan pesawat yang bergerak hampir mendekati kecepatan cahaya. Perjalanannya hanya butuh waktu 10 menit, tapi ketika dia balik ke bumi, waktu sudah berlalu 40 tahun. Lho? Kok bisa begini? Ini karena jam di pesawat yang bergerak berdetak lebih lambat daripada jam di bumi. Jadi kalo ada seseorang yang diam melihat orang lain yang bergerak dengan roket, orang dalam roket itu tampak seakan2 diam tak bergerak, padahal orang dalam roket tidak merasa apa-apa, dan baginya waktu berlalu seperti normal. Jadi dalam contoh ini, A kembali dan menemui B yang sudah lebih tua 40 tahun dari dia. A baru saja time travel ke masa depan.
       Jadi bisa donk kita ke masa depan? Bisa saja, bahkan sudah ada orang yang melakukannya. Astronot Rusia Sergei Avdeyev yang menetap selama 748 hari di satelit yang bergerak mengorbit bumi dengan kecepatan yang lumayan cepat, telah melompat 0.02 detik ke masa depan. Untuk melompat jauh ke masa depan, dibutuhkan pesawat yang mampu bergerak mendekati kecepatan cahaya. Ini sangat susah, karena massa tubuh kita meningkat drastis seiring meningkatnya kecepatan kita, sampai ketika kecepatan kita sama dengan kecepatan cahaya, massa kita sudah tak terhingga besarnya, sehingga dibutuhkan energi tak terhingga untuk menggerakkan kita.
       Nah, kalau ke masa depan sesulit itu, bagaimana kalau kita lompat ke masa lalu saja? Bisa gak? Jawabannya bisa, tapi ternyata lebih sulit lagi.
Time Travel Untuk Kembali Ke Masa Lalu ????
      Untuk kembali ke masa lalu, kita butuh 2 hal. Satu namanya “Tranversable Wormhole”, dan satu lagi namanya “Negative Energy”, seperti teori  yang diungkapkan oleh Jhon Wheeler (1957) dan Kip Thome (1988). Tranversable Wormhole dan Negative Energy, keduanya sangat sulit ditemukan/dibuat dan hampir mustahil. Tapi secara teori, jika kita ada kedua benda ini, maka kita bisa kembali ke masa lalu. Wormhole mirip dengan blackhole, hanya saja, wormhole menghubungkan 2 tempat yang berbeda di jagat raya. Dan bukan hanya 2 tempat yang berbeda, tapi juga 2 waktu yang berbeda.
      Untuk mengerti wormhole, bayangkan ada 2 titik di satu kertas. Titik A dan B. Jika ditanya apa jarak terdekat jika kita hendak menempuh dari A menuju B? Maka jawabannya adalah sebuah garis lurus diantara 2 titik. Tapi sebenarnya ada jalan lain yang lebih cepat, yaitu dengan melipat dua kertas itu sehingga kedua titik saling bertemu. Itulah wormhole, jalur shortcut, jalan pintas antara 2 tempat di universe.
Wormhole mempunyai 2 pintu, jika salah satu pintu kita letakkan disebuah roket yang bergerak dalam kecepatan cahaya, maka waktu di kedua ujung wormhole itu akan berbeda. Kita bisa menggunakan wormhole yang dimanipulasi seperti ini untuk mengirim kita kembali ke masa lalu. Tapi kekurangannya, kita hanya bisa kembali ke masa setelah mesin waktu ini dibuat, kita tidak bisa kembali ke masa lalu yang lebih jauh dari pada itu.
       Jika sesuatu masuk ke dalam wormhole, dia bisa keluar dimana saja. Untuk mengontrol lubang cacing ini, diperlukan teknologi yang jauh lebih canggih dari teknologi kita sekarang. Lubang cacing yang bisa menyediakan perjalanan ke masa lalu namanya adalah Einstein-Rosen Bridge.
Masalahnya, wormhole bukan hanya sulit ditemukan, tapi juga sangat tidak stabil. Ketika jalan pintas antara 2 tempat berbeda muncul, ia hanya muncul selama sepersekian detik dan kemudian akan hilang. Untuk menggunakan wormhole itu sebagai mesin waktu, kita butuh sesuatu energi untuk menahannya supaya tetap terbuka. Energi ini namanya Negative Energy, sesuatu yang sangat langka dan sulit dibuat. Energi negatif yang diperlukan juga ma sif, hampir sebesar planet Jupiter untuk membuka wormhole seluas 1 meter.
Adakah Si Penjelajah Waktu yang telah Melewati Time Travel ??
Para penggemar science fiction dan misteri mungkin sudah pernah mendengar nama John Titor.

Seseorang yang mengaku dari tahun 2036 datang ke tahun 2000 untuk memposting di forum internet, mengaku sebagai prajurit amerika di tahun 2036 mengemban misi ke tahun 1975 untuk mengambil komputer portable pertama di dunia yaitu IBM 5100, dan mampir di tahun 2000-2001 untuk melihat keluarganya

JOHN TITOR SANG PENJELAJAH WAKTU
      Sejak 2 November 2000, John Titor muncul di forum dengan name Timetravel_0, mengaku sebagai tentara Amrik dari tahun 2036. Dia menge-post foto mesin waktunya. (liat postingan john  titor :http://www.anomalies.net/object/titororiginalpost.html.) John diperintahkan balik ke tahun 1970an untuk mengambil komputer kuno milik kakeknya (IBM 5100). Sebab di masanya (2036), komputer UNIX mengalami masalah (semacam Y2K) dan Menurut dia semua sistem unix akan menghadapi time error di tahun 2036, oleh sebab itu IBM 5100 sangat penting dan hanya IBM 5100 yg mampu mengatasinya. Hal ini langsung di akui oleh pihak IBM , dan mereka kaget, karena hanya 5 org yg mengetahui hal itu, dan itu pun terjadi pada tahun 1975.!
      John seharusnya langsung balik ke masanya tapi dia singgah di tahun 2001 untuk memperingatkan orangtuanya akan bahaya2 masa depan. Pada saat itulah John muncul di forum. 21 Maret 2001, John pamit pulang ke masanya dan sejak itu tak pernah muncul lagi di forum.

      John mengaku bahwa namanya cuma nama samaran. Nama aslinya tidak pernah diungkap. Katanya dia lahir tahun 1998 dan orangtuanya tinggal di Florida. Orangtua John tentu shock saat tahu siapa John sebenarnya. John juga sempat bertemu dengan “dirinya” sendiri (yg berumur 3th). John meninggalkan beberapa benda masa depan untuk orangtuanya dan meminta mereka membuat video detik2 keberangkatannya. Benda2 itu kini disimpan oleh pengacara orangtua John untuk dihancurkan.

      John Titor last post tgl 21 maret 2001 mengatakan selamat tinggal, dan dia kembali ke tahun 2036.

John Titor pernah meminta ayahnya untuk merekam proses time machine saat dia pakai untuk kembali ke tahun 2036 dan di upload ke internet melalui pengacara keluarganya Larry Harber, tapi entah kenapa rekaman video itu tidak jadi di upload, ada yg bilang rekaman itu telah di ambil oleh pihak intelijen amerika.Video keberangkatan John smepat dikirim ke beberapa orang tapi tak pernah dipublikasikan. Anehnya, setelah kepergian John, orangtua John pindah dari Florida. Beberapa saat kemudian, 2 topan dahsyat menghajar area itu! Apakah mereka pindah karena John telah memperingatkan mereka???

      Namun, kaum yg tak percaya tetap menyerangnya dengan pertanyaan bahwa jika John memang benar dari masa depan, kenapa John tidak memperingatkan dunia tentang tragedi WTC 9/11, bom Bali, tsunami Aceh sebab tragedi2 itu menghebohkan dunia. Tapi kaum yg percaya membela John bahwa tragedi2 itu tidak ada artinya dibandingkan Perang Dunia 3 dan perang sipil 2015 yg mengoyak Amerika menjadi 5 pecahan (itu sebabnya John tidak menganggap penting untuk menyebutkan tragedi WTC dll).
      Adapun pro dan kontra terhadap orang ini di forum menjadi topik hangat saat itu, karena dia dapat membuktikan hal-hal yang akan terjadi di masa dpn, dia juga mengupload foto mesin waktu nya, cara kerjanya, dan juga menyebarkan formula ilmiah mesin waktu tersebut di forum.
       Beberapa orang di forum mulai memberondong John Titor dgn beragam pertanyaan, kesimpulan yang di dapat bahwa JOhn Titor adalah orang yg cerdas dan mempunya ilmu pengetahuan science yg mendalam, meski JOhn mengaku spesialisasi di History bukan di bidang komputer maupun science.
      Konsep mesin waktu, John mengaku mesin waktu yg di pakai dia adalah C204 yg dpt memuat sampai 3 org mesin ini dimiliki oleh militer amerika di tahun 2036, dan mesin waktu bukan barang yg aneh di masa dia, ada lagi yg tipe lebih besar yaitu C206 yg di buat oleh GE (General Electric) dapat sampai 7 orang. Mesin ini hanya mampu membawa mereka maksium 60tahun ke masa silam dgn kecepatan 10tahun per jam

Teori mesin waktu menurut John Titor,

1. Apapun yg saya lakukan dgn pergi ke masa silam tidak akan merubah masa depan saya, karena kita hidup di dimensi yg berbeda. Jadi menurut dia bahwa masa depan adalah keputusan. apa pun keputusan yg dibuat, di masa depan sudah ada jawaban nya.
2. Mesin waktu sangat berat bentuk nya panjang seperti box amunisi dengan beban mencapai 500kg, dia harus menaruh alat itu di dalam mobil dgn suspensi yg kuat, dan jika di nyalakan akan terbentu suatu black hole kecil yg mirip dgn donut. dan disaat itu lah semua akan terhisap kedalam black hole itu termasuk mobil nya menuju ketempat tujuan dalam proses perjalanan akan sangat panas, sulit untuk bernafas, dan jika tujuan anda nanti ternyata ada benda atau tembok yg menghalangi kehadiran anda di titik point yg sama maka otomatis mesin waktu akan switch off. jadi anda tidak pindah dari 1 titik ke titik yg lain, tapi anda pindah ke dimensi yg lain.
3. Hukum fisika Kuantum Everett-Wheeler adalah teori yg benar untuk mesin waktu, model ini juga bisa disebut �Many-Worlds Interpretation� atau dgn kata lain banyak hasil kemungkinan yang akan terjadi di masa depan berdasarkan keputusan saat ini, contoh nya, jika saya kembali ke tahun 1975 untuk membunuh kakek saya, lalu saya kembali ke 2036, saya akan tetap eksis, begitupun orang tua saya. tetapi di dimensi tahun 1975 dan masa depan nya saya dan orangtua saya tidak eksis. ini lah yg disebut many worlds interpretation
      John Titor menyebutkan bahwa Grandfather paradoks itu SALAH. Sebab jika si A balik ke masa lalu ataupun maju ke masa depan, dia akan mendarat di DUNIA LAIN serupa tapi tak sama. Agar lebih mudah dijelaskan, ibaratkan waktu sebagai sungai yg terdiri dari trilyunan tetes air. Dunia/masa kita ini adalah setetes air yg mengalir bersama tetes2 air lain membentuk sungai. Dunia John dan dunia kita serupa, sama2 seperti tetes air. Dengan mendatangi masa kita, John melompat dari dunianya dan mendarat di dunia kita. Meski masa kita serupa dengan masa lalu dari dunia John, dunai kita bukanlah dunianya. Jika John membunuh kakek kandungnya di dunia kita, kakek John yg asli (yg berasal dari dunia John) akan tetap selamat. Sebab orang yg John bunuh di masa kita adalah orang lain yg serupa tapi tak sama. Jadi intinya, jika kita balik ke masa lalu dan berharap bisa mengubah sesuatu agar masa depan berubah, hal itu takkan bisa terjadi. Sebab perubahan yg terjadi hanya mempengaruhi dunia yg kita datangi.
      Berhubung dunia kita dengan dunia John tidak sama, walaupun serupa, ada beberapa hal yg mungkin tidak akan terjadi menurut “ramalan” John. John menyatakan beberapa kejadian mengerikan dari masanya. Kejadian2 itu mungkin takkan terjadi di dunia kita sebab dunia kita dan dunianya BERBEDA. TAPI dengan kehadirannya di dunia kita dan tindakannya yg membocorkan beberapa event masa depan MUNGKIN telah merubah dunia kita tanpa kita sadari! (contoh: mungkin saja, dunia kita seharusnya tidak bisa menciptakan mesin waktu dalam waktu dekat tapi gara2 John mengobral pengalamannya, ilmuwan2 dunia kita tertantang untuk menciptakan mesin waktu. Alhasil, dunia kita mengenal mesin waktu lebih cepat dari yg seharusnya)
Menurut rumus Fisika, semakin jauh kita berkelana ke masa lalu, dunia yg kita temui akan semakin berbeda. Mungkin saja di dunia masa lalu yg kita datangi, manusia gagal berevolusi. Dikarenakan hal ini, balik ke masa asal kita juga takkan mudah. Kita akan mendarat di dunia yg serupa tapi tak sama, sama dengan kejadian dalam film seri Sliders.
      Karena jumlah dunia paralel itu tak terhitung, tak mungkin bagi seorang penjelajah waktu untuk kembali ke masa yg sama 2x sebab dia akan mendarat di dunia lain. Jadi John tak bisa kembali mengunjingi dunia kita di tahun 2001 2x atau lebih. Kalaupun ada seorang John Titor lain, maka John itu pasti John yg berasal dari dunia/masa LAIN (yg belum pernah datang ke dunia/masa kita).

PREDIKSI :

John tidak pernah akan memberikan prediksi untuk menyangkut sport tips, atau untuk memperkaya diri
John tidak pernah akan memberikan prediksi kepada org untuk menghindari kematian, kecelakaan,tragedi.
John tidak akan pernah menunjuk/menyebutkan nama lengkap seseorang yg akan berpengaruh nantinya di masa depan.

Dalam posting nya tidak pernah memberi prediksi secara langsung, hasil prediksi berikut merupakan rangkuman dariapa yg telah menjadi bahan diskusi John selama 5 bulan dari november 2000 – maret 2001.

1. John menyebutkan initial Tipler dan Kerr ,ilmuwan yang akan berpengaruh dgn mesin waktu. Nama kedua  orang ini di lacak kebenerannya dan ternyata mereka eksis dan mereka adalah profesor fisika.
2. Konsep dasar mesin waktu akan di kemukakan oleh CERN di tahun 2001, kenyataanya di tahun 2000-2001 blom banyak yg tahu tentang organisasi CERN, dan ternyata bener pd tahun 2001 CERN menyatakan menemukan konsep black hole, dimana ini akan menjadi dasar mesin waktu.
3. John Titor memberikan rincian mesin waktu yang dia pakai kpd kita,yg berisi Magnetic housing units for dual microsignularities, Electron injection manifold to alter mass and gravity of microsingularities, Cooling and x-ray venting system, Gravity sensors (VGL system), Main clocks (4 cesium units), Main computer units (3). Para ilmuwan skrg menyatakan dgn mesin dan cara operasional yg disampaikan John memungkinkan untuk melakukan timetravel.
4. Prediksi cepat JOhn ttg amerika bahwah, mulai tahun 2004 USA akan mulai terjadi perang saudara, dimana antara tahun 2004-2008 terjadi demonstrasi dan pergolakan di dalam USA, tahun 2008-2015 puncak dari perang saudara itu.
5. Perang dunia 3 akan di mulai tahun 2015, dia menyatakan Rusia akan menyerang amerika dgn nuklir di tahun 2015, otomatis perang saudara di amerika berhenti dan mereka bersatu melawan russia dan nantinya amerika hanya akan terbentuk menjadi 5 negara bagian dengan presiden setiap negara bagian masing2 dengan ibukota berpindah ke nebraska. Menurut dia kota2 besar di amerika akan hancur begitun di eropa,CINA, timur tengah. Sedangkan negara2 yg tidak terlibat perang dunia ke 3 adalah amerika selatan dan australia, NZ. Perang ini akan menghilangkan 3 milyar populasi dunia.
6. Penyakit sapi gila akan mewabah dan makin parah di tahun 2036, karena penyakit ini dapat berdiam dalam tubuh manusia selama 30tahun lebih dan mulai beraksi saat kita menjelang tua, penyakit AIDS belum ada obatnya, penyakit kanker sudah bisa di atasi dgn menggunakan virus melawan kanker itu sendiri (teori kanker ini sudah terbukti di jaman kita).
7. Makanan dan air bersih sangat sukar di dapatkan akibat radiasi nuklir, di tahun 2036 setiap orang akan sangat berhati2 dengan makanan/minuman yg akan di konsumsinya, John menyatakan dia sangat ketakutan di tahun 2000-2001 dimana melihat orang dpt memesan makanan sesuka hatinya spt di fastfood tanpa mengecek kesehatan makanan tersebut.
8. Dimasa depan kehidupan bertani akan kembali,religi akan menjadi sangat kuat, banyak orang yg menyesalkan PD3 hanya karena permainan politik.
9. John pernah menyatakan di NY akan ada gedung pencakar langit yang akan hilang dalam waktu dekat (9/11) dan tidak ditemukan nya Senjata pemusnah massal di timur tengah (irak) tetap membuat politik amerika untuk berperang.
10. Perkembangan IT akan sangat berkembang, dia menyatakan bahwa bakal banyak org akan membuat video mereka sendiri dan di upload ke internet (youtube) lalu sistem internet nanti akan independen dgn hanya menggunakan alat kecil dgn tenaga matahari dapat memancarkan signal sejauh 60mil (wi-max)
11. Di tahun 2036 energi hydrogen dan energi panas matahari berperan sangat penting dan lebih efisien
12. Anda-anda sekarang barusan melewati bencana yg menakutkan, coba andi pikiran kembali apa yg ditakuti 1- 1,5 tahun yg lalu (taon 1999), menurut milis di forum yg di maksud adalah bencana y2k, mereka menyatakan bahwa John telah kembali ke tahun 1975 untuk memberitahu para imuwan ttg bencana y2k.
13. Menurut John, kehidupan sosial masyarakat sekarang adalah sangat parah, karena kita semua sangat malas, egois, individualis, acuh untuk bersosialisasi seperti domba dan banyak org yg menghabiskan waktu untuk hal2 yg tak berguna. Coba lah tuk bangun dan melihat keadaan disekeliling kita, kondisi alam makin rusak, bumi ini lagi sekarat.
14. Di tahun 2036 tidak ada organisasi kesehatan yang akan melindungi mu, jadi jika anda sakit parah, siap2 gali lubang kubur sendiri.(klo saat ini ada jaminan kesehatan tuk seluruh penduduk amrik)
15. Temperatur dan suhu di dunia akan menjadi lebih dingin.
16. Saya tahu tentang prediksi bangsa maya ttg tahun 2012, yah memang sesuatu hal yg unik akan terjadi,
kira2 seperti cerita ttg laut merah dan org mesir. tapi itu tidak membuat dunia ini kiamat.
17. Yahoo and microsoft is no longer exist in 2036.
18. MARS AND UFO, sampai tahun 2036 kita masih tidak menemukan apa2 di mars, begitu pun ttg ufo masih menjadi misteri, walaupun para ilmuwan di tahun 2036 pernah menyatakan bahwa ufo/alien juga adalah timetraveler dari masa depan dan alien adalah bangsa manusia yg telah berevolusi akibat perubahan alam/radiasi/perang, mereka para alien memiliki struktur tubuh dan organ2 internal yg sama dengan manusia.
RAMALAN” JOHN TITOR vs KENYATAAN TAHUN 2008
 

Mudah sekali untuk menganggap Jon sebagai kebohongan science-fiction, banyak orang setuju bahwa ada sesuatu ‘mengerikan’ tentang dia. Sebab penjelasan ilmiahnya sangat akurat! Professor Ronald Mallet dari University of Connecticut membenarkan teori John dan malah dikabarkan sedang membangun mesin waktu! Beberapa prediksi John (pada masa 2001 memang terdengar konyol) mulai menjadi kenyataan!

1.
KATA JOHN: Olimpiade 2004 adalah olimpiade yg terakhir. Olimpiade berikutnya dijadwalkan berlangsung tahun 2040.
KENYATAAN: Seperti yg kita tahu, banyak orang menyerukan agar olimpiade Beijing 2008 diboikot karena China dianggap tidak menghormati hak asasi Tibet. Jika benar diboikot, Olimpiade bisa gagal!
2.
KATA JOHN: Di tahun 2001, John menyebut sebuah puisi “A Soldier’s Winter” (Musin Dingin Seorang Tentara). Dia mengaku bahwa puisi itu ditulis oleh seorang personel militer Amrik. Saat penulis puisi itu meninggal, puisinya diedit dan dijadikan simbol di masa John.
KENYATAAN: Di masa kita, seorang pensiunan Kolonel dari Angkatan Darat Amrik bernama Larry Cluck menulis puisi berjudul “A Soldier’s Winter” SETELAH John menyebutkannya!
3.
KATA JOHN: Mesin waktunya memasok tenaga lubang hitam. Teknologi lubang hitam telah dimulai sejak awal 2000an. Di masanya, lubang hitam mudah diciptakan dengan mesin khusus.
KENYATAAN: (23 Feb 2007) Di Albuquerque, New Mexico, Amerika, di laboratorium Sandia National, para ahli menciptakan Mesin Z. Listrik secara diam2 dicuri dari kota untuk menghidupkan generator raksasa mesin Z. Energi yg dihasilkan diarahkan ke sebuah ruang hampa udara dan membentuk sebuah “matahari” mini yg lebih panas dari suhu inti dalam matahari kita. Terlalu panas, “matahari” itu meledak dan berubah menjadi lubang hitam mini yg mampu menyedot apapun (bahkan cahaya!). Lubang hitam jika dibiarkan bisa menyedot segalanya dan menyebabkan kiamat. Tapi beruntung, lubang hitam mini itu langsung musnah setelah tercipta. Penelitian lubang hitam telah dimulai sejak 1990. Kabarnya, mereka mau mengembangkan lubang hitam menjadi energi alternatif. Mesin Z juga bisa MELUMERKAN intan dalam sekejab!
4.
KATA JOHN: Kanker dan AIDS masih mewabah di masanya tapi ilmuwan menemukan cara lain untuk memernagi kanker. Dengan memakai VIRUS!
KENYATAAN: Di Calgary, Canada, tahun 2007, ilmuwan mengembangkan virus yg bisa dipakai untuk menyernag sel kanker bernama Virus VSV. Virus ini berhasil memernagi sel kanker pada tikus2 percobaan.
5.
KATA JOHN: Meisn waktunya adalah model C204 yg dibuat oleh militer AS.
KENYATAAN: Militer AS sejak tahun 1989 telah mengembangkan alat penghasil gravitasi berputar/spinning gravity device (proyek 8914-I). Alat ini sangat besar dan tinggi, berputar dengan poros vertikal berlawanan jarum jam. Putarannya sangat cepat sehingga dimensi waktu dan ruang akan terdistorsi. Energi yg dihasilkan adalah electromagnetik. Alat ini mirip sekali dengan C204.
6.
KATA JOHN: Internet di masanya tidak tergantung pada ISP. Internet model baru bisa “berdiri” sendiri (terpisah dari backbone), bisa diinstal di mana saja, bisa dipindah2. Dan mengisi energinya sendiri.
KENYATAAN: Intel mengembangkan teknologi Wi-Fi yg bisa mengirim data sejauh 60MIL! Penduduk di pelosok pedalaman bisa memakai internet di kemudian hari. Teknologi ini disebut “Rural Connectivity Platform” (RCP) terdiri dari prosesor, “radio”, software khusus dan antena. Mampu mengirim data 6.5 megabits/detik! Alat ini cuma membutuhkan energi matahari untuk berfungsi!
7.
KATA JOHN: Penyakit sapi gila akan mewabah di masanya dan membunuh banyak orang tanpa bisa dihentikan.
KENYATAAN: Penyakit ini memang BELUM mewabah seperti flu burung. Tapi penelitian pada suku Papua Nugini (suku Fore) menunjukkan bahwa kuman penyebab sapi gila bisa bersmebunyi dalam tubuh manusia selama 56 TAHUN tanpa menunjukkan gejala! Banyak orang suku Fore terkena penyakit serupa sapi gila (akibat kanibalisme) tapi mereka hidup puluhan tahun sebelum akhirnya mati mengenaskan (paranoid/gila lalu mati). Para ahli berteori bahwa kemungkinan besar orang bisa mengidap sapi gila tanpa mengetahuinya selama puluhan tahun. Dan saat penyakit itu sudah “matang”, takkan tertolong lagi.
8.
KATA JOHN: Stephen Hawking punya teori SALAH soal lubang hitam mini, bahwa benda itu tak bisa ditahan sebab lubang hitam akan segera menguap begitu terbentuk.
KENYATAAN: Beberapa tahun setelah kepergian John, Stephen Hawking (http://en.wikipedia.org/wiki/Stephen_hawking) BENAR-BENAR MERUBAH pendapatnya soal lubang hitam saat dia mengunjungi laboratorium CERN (Badan Penelitian Nuklir Dewan Eropa). Stephen terpesona melihat CERN mampu menghasilkan lubang hitam mini dan menahannya!
RAMALAN” JOHN TITOR YG BELUM TERJADI

1. Amerika akan jatuh miskin dan kacau akibat bencana alam skala besar. Penduduk Amrik yg selamat akan kelaparan dan kesal sehingga terjadi perang sipil. Amerika akan terkoyak. Kota2 besar akan rata dengan tanah. Setelah Amrik bangkit dari kehancuran, Amrik akan punya presiden bersama (beberapa presiden yg mewakili area Amrik yg terpecah). Kehidupan menjadi lebih sederhana. Tak ada pabrik yg menciptakan produk mewah, kendaraan, dan makanan ringan/kaleng. Makanan akan dihasilkan sendiri (berternak/berkebun) karena banyak area terkena radiasi dan penyakit. Orang2 akan lebih banyak membaca dan berbicara. Kehidupan beragama akan meningkat (karena semua trauma dengan bencana, perang, kematian).

2. China mengambil kesempatan dalam kesempitan. Saat Amrik kacau, China akan menjajah Taiwan, Korea, dan Jepang! Tanda2 ke arah itu sudah muncul. China menghabiskan banyak uang untuk memperbaharui persenjataannya. Sampai2 Amerika penasaran.

3. Rusia juga gila, menyerang Amerika, Uni Eropa, dan China. Alhasil, Uni Eropa pecah. Negara2 Eropa dan China akan hancur akibat serangan Rusia.

Baik John Titor sungguhan ataupun palsu, hal ini takkan merubah kenyataan bahwa kita berada di ambang dunia baru. Dengan Mesin Z dan percobaan lubang hitam, dunia2 baru akan segera terbuka. Mari berharap takkan ada kecelakaan seperti kejadian dalam film The Mist di mana monster2 dunia lain masuk ke dunia kita akibat kesalahan dalam proyek pembukaan dimensi. Tapi harus diakui, “seram” sekali mengetahui bahwa beberapa “ramalan” John Titor ternyata terwujud!

wallahua’lam

berbagai sumber