Loading
Memenuhi | EP Artikel-Edy Gojira - Part 3

arti MISKIN dalam FIQIH ISLAM…. dan apa arti FAKIR ?? ———————————- Dalam bahasa aslinya (Arab) kata miskin terambil dari kata sakana yang berarti diam atau tenang, sedang kata masakin ialah bentuk jama’ dari miskin yang menurut bahasa diambil dari kata sakana yang artinya menjadi diam atau tidak bergerak karena lemah fisik atau sikap yang sabar dan qana’ah.[1] ——————————- Menurut al-Fairuz Abadi dalam Al-Qamus “miskin” adalah orang yang tidak punya apa-apa atau orang-orang yang sangat butuh pertolongan. Dan boleh dikatakan miskin orang yang dihinakan oleh kemiskinan atau selainnya.[2] Dengan kata lain miskin adalah orang yang hina karena fakir jadi miskin menurut bahasa adalah orang yang diam dikarenakan fakir.[3] ——————————– Sedangkan menurut Yasin Ibrahim sebagaimana yang diungkapkan oleh M. Ridlwan Mas’ud dalam bukunya zakat dan kemiskinan, instrument pemberdayaan umat lebih luas lagi yaitu orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka kebalikan dari orang-orang kaya yang mampu memenuhi apa yang diperlukannya.[4] ————————— Sementara itu para ulama baik sahabat atau tabi’in berbeda pendapat dalam memahami dan menafsirkan lafadh al-masakin dalam surat at-Taubah ayat 60: إنما الصدقات للفقراء و المسكين و العملين عليها و المؤلفة القلوبهم و في الرقاب و الغرمين و في سبيل الله و ابن السبيل فريضة من الله و الله عليم حكيم “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah: 60)[5] ————————- Kata miskin pada ayat di atas diartikan sebagai orang yang mempunyai sesuatu tetapi kurang dari nisab, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka atau orang-orang yang memiliki harta tetapi tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sendiri tanpa ada bantuan.[6] —————————– Ibnu Abbas menyatakan lain kata al-masakin diartikan orang yang keluar rumah untuk meminta-minta.[7] Hal serupa juga diungkapkan oleh Mujahid, lebih lanjut ia menyatakan bahwa al-masakin adalah orang yang meminta. Ibnu Zaid dalam menafsirkan al-masakin diartikan orang-orang yang meminta-minta pada orang lain. Sedangkan menurut Qatadah al-masakin adalah orang yang sehat (orang yang tidak mempunyai penyakit) yang membutuhkan.[8] ——————————– Pada riwayat lain disebutkan bahwa Umar menyatakan “bukanlah orang miskin yang tidak mempunyai harta sama sekali, tetapi orang yang buruk raganya” sementara Ikrimah menyatakan orang-orang ahli kitab.[9] —————————- Pengertian miskin sering disamakan dengan fakir. Penjelasannya adalah bahwa mengenai pengertian fakir dan miskin terdapat perbedaan pendapat, yaitu sebagai berikut: ————————————– 1) Menurut Madzhab Hanafi, orang fakir adalah orang yang memiliki usaha namun tidak mencukupi untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan orang miskin tidak memiliki mata pencaharian untuk mencukupi keperluan sehari-hari. Jadi keadaan orang fakir masih lebih baik daripada orang miskin.[10] ——————————– Pendapat ini diperkuat oleh Firman Allah dalam surat al-Balad ayat 16: او مسكينا ذا متربة “Atau kepada orang miskin yang sangat fakir.” (QS. al-Balad: 16).[11] ———————————- Imam Abu Hanifah memberi pengertian miskin adalah mereka yang benar-benar miskin dan tidak memiliki apa-apa untuk memenuhi kebutuhan hidup.[12] Dengan kata lain orang miskin lebih parah kondisinya daripada fakir.[13] —————————– Imam Malik mengatakan bahwa fakir adalah orang yang mempunyai harta yang jumlahnya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam masa satu tahun. ———————- Imam asy-Syafi’i mengatakan bahwa fakir adalah orang yang tidak mempunyai harta dan usaha atau mempunyai harta dan usaha tetapi kurang dari setengah kebutuhan hidupnya dan tidak ada orang yang berkewajiban menanggung biaya hidupnya. ————————————-

July 16, 2016 Edy Gojira 2

arti MISKIN dalam FIQIH ISLAM…. dan apa arti FAKIR ?? […]

KALIMAT ‘LAA ILAHA ILLALLAH’ BUKAN hanya …. di LISAN ——————- JIKA hanya di MULUT saja {lisan} .. semua orang KAFIR bisa berKATA “‘LAA ILAHA ILLALLAH’” …. lalu orang KAFIR masuk SURGA ??? ———————— … semua manusia yg berkata “‘LAA ILAHA ILLALLAH’” AKAN masuk SURGA ? …WALAU … MURTAD, MUSYRIK, MUNAFIk, FASIK, penyembah THAGHUT,penyembah ULAMA SU’, penyembah RAHIB, … ??????????? —————————————– Perlu diketahui bahwasanya kalimat laa ilaha illallah tidaklah diterima dengan hanya diucapkan semata. Banyak orang yang salah dan keliru dalam memahami hadits-hadits tentang keutamaan laa ilaha illallah. Mereka menganggap bahwa cukup mengucapkannya di akhir kehidupan -misalnya-, maka seseorang akan masuk surga dan terbebas dari siksa neraka. Hal ini tidaklah demikian. ———————————— Semua muslim pasti telah memahami bahwa segala macam bentuk ibadah tidaklah diterima begitu saja kecuali dengan terpenuhi syarat-syaratnya. Misalnya saja shalat. Ibadah ini tidak akan diterima kecuali jika terpenuhi syaratnya seperti wudhu. Begitu juga dengan puasa, haji dan ibadah lainnya, semua ibadah tersebut tidak akan diterima kecuali dengan memenuhi syarat-syaratnya. Maka begitu juga dengan kalimat yang mulia ini. Kalimat laa ilaha illallah tidak akan diterima kecuali dengan terpenuhi syarat-syaratnya. ————————————- Oleh karena itu, para ulama (ahlus sunnah wal jama’ah yg Haq} terdahulu telah mengisyaratkan kepada kita mengenai pentingnya memperhatikan syarat laa ilaha illallah. Lihatlah di antara perkataan mereka berikut ini. ——————————– Al Hasan Al Bashri rahimahullah pernah diberitahukan bahwa orang-orang mengatakan, “Barang siapa mengucapkan laa ilaha illallah maka dia akan masuk surga.” Lalu beliau rahimahullah mengatakan, “Barang siapa menunaikan hak kalimat tersebut dan juga kewajibannya, maka dia akan masuk surga.” ——————————– Wahab bin Munabbih telah ditanyakan, “Bukankah kunci surga adalah laa ilaha illallah?” Beliau rahimahullah menjawab, “Iya betul. Namun, setiap kunci itu pasti punya gerigi. Jika kamu memasukinya dengan kunci yang memiliki gerigi, pintu tersebut akan terbuka. Jika tidak demikian, pintu tersebut tidak akan terbuka.” Beliau rahimahullah mengisyaratkan bahwa gerigi tersebut adalah syarat-syarat kalimat laa ilaha illallah. (Lihat Fiqhul Ad’iyyah wal Adzkar, I/179-180) ——————————- MENGENAL SYARAT laa ilaha illallah ———————————– Dari hasil penelusuran dan penelitian terhadap al-Qur’an dan As Sunnah, para ulama akhirnya menyimpulkan bahwa kalimat laa ilaha illallah tidaklah diterima kecuali dengan memenuhi tujuh syarat berikut : [1] Mengilmui maknanya yang meniadakan kejahilan (bodoh) [2] Yakin yang meniadakan keragu-raguan [3] Menerima yang meniadakan sikap menentang [4] Patuh yang meniadakan sikap meninggalkan [5] Jujur yang meniadakan dusta [6] Ikhlas yang meniadakan syirik dan riya’ [7] Cinta yang meniadakan benci —————————- ORANG-ORANG MUSYRIK LEBIH PAHAM MAKNA LAA ILAHA ILLALLAH —————————- Setelah kita melihat tafsiran yang tepat dari kalimat laa ilaha illallah.. Kita dapat melihat bahwasanya orang-orang musyrik dahulu sebenarnya lebih paham tentang laa ilaha illallah daripada umat Islam saat ini khusunya para da’inya. ————– Pernyataan ini dapat dilihat dalam perkataan Syaikh Muhammad At Tamimi dalam kitab beliau Kasyfu Syubuhat. Beliau rahimahullah berkata,”Orang kafir jahiliyyah mengetahui bahwa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan dengan kalimat (laa ilaha illallah, pen) adalah mengesakan Allah dengan menyandarkan hati kepada-Nya dan kufur (mengingkari) serta berlepas diri dari sesembahan selain-Nya.” ——————————– Apa yang membuktikan bahwa orang-orang kafir memahami kalimat laa ilaha illallah? —————————– Beliau rahimahullah melanjutkan perkataan di atas, “Yaitu ketika dikatakan kepada mereka, ‘Katakanlah laa ilaha illallah.’ Mereka menjawab, أَجَعَلَ الْآَلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu menjadi ilah (sesembahan) yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (QS. Shaad [38]: 5)” ——————– Lihatlah orang-orang musyrik sudah memahami bahwa laa ilaha illallah adalah laa ma’buda bihaqqin illallah [tidak ada sesembahan yang disembah dengan benar kecuali Allah] dan mereka mengingkari yang demikian, namun mereka sama sekali tidak mengingkari bahwa Allah adalah pencipta dan pemberi rizki. ————— Syaikh Muhammad At Tamimi melanjutkan lagi, “Jika kamu sudah mengetahui bahwa orang musyrik mengetahui yang demikian (bahwa laa ilaha illallah bermakna tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, pen); maka sungguh sangat mengherankan di mana para da’i yang mendakwahkan islam tidak mengetahui tafsiran kalimat laa ilaha illallah sebagaimana yang diketahui oleh orang kafir jahiliyyah. Bahkan orang-orang tersebut mengira bahwa laa ilaha illallah cukup diucapkan saja tanpa meyakini maknanya. Dan pakar ahli (orang-orang pintar dari ahli kalam dan ahli bid’ah, pen) di antara mereka pun menyangka bahwa makna laa ilaha illallah adalah tidak ada pencipta, pemberi rizki, pengatur alam semesta kecuali Allah. Maka tidak ada satu pun kebaikan pada seseorang di mana orang kafir jahiliyyah lebih mengetahui dari dirinya mengenai makna laa ilaha illallah.” (Lihat Syarh Kasyfi Syubuhaat Al ‘Utsaimin, hal. 27-28 dan Ad Dalail wal Isyarot, hal. 48-51). ——————————— Demikianlah sangat disayangkan sekali, para cendekiawan muslim dan para da’i yang mengajari umat tentang islam banyak yang tidak memahami laa ilaha illallah sebagaimana yang dipahami oleh orang-orang musyrik. Dan kebanyakan pakar Islam sendiri -yang kebanyakan adalah ahli kalam serta tertular virus Asya’iroh dan Mathuridiyyah- hanya memaknai kalimat laa ilaha illallah dengan ‘tidak ada pencipta selain Allah’, atau ‘tidak ada pengatur alam semesta selain Allah’, atau ‘tidak ada pemberi rizki selain Allah’ di mana tafsiran tersebut hanya terbatas pada sifat rububiyyah Allah saja. Lalu apa kelebihan mereka dari orang-orang musyrik dahulu?! Renungkanlah hal ini!! ——————————–

July 9, 2016 Edy Gojira 3

KALIMAT ‘LAA ILAHA ILLALLAH’ BUKAN hanya …. di LISAN ——————- […]

1 2 3