Loading
Lubang | EP Artikel-Edy Gojira - Part 2

apa yang dimaksud…… Hawa Nafsu ?? ——————- Apakah hawa nafsu itu selalu buruk ?? —————————- Hawa nafsu terdiri dari dua kata: hawa (الهوى) dan nafsu (النفس).”Dalam bahasa Indonesia, ‘nafsu’ bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa (=hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan bersetubuh”Ketiga-tiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab: Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak. Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera; usaha. Syahwat (الشهوة): keinginan untuk mendapatkan yang lezat; birahi. ————————– Ada sekolompok orang menganggap hawa nafsu sebagai “syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia,” yang bertugas untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang. ——————– ‘Hawa nafsu ‘cenderung’ pada keburukan’, ketika kita menyandarkan seluruh perbuatan kita pada ‘hawa nafsu’ semata atau ‘hawa nafsu’ sebagai yang utama dan tentu ‘jiwa’ ini akan jatuh ke lubang kotor, yang mengotori jiwa. Manusia akan ‘dikuasai’ dan ‘diperbudak’ oleh hawa nafsu-nya. ——————————— Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا{7} فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا{8} قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا{9} وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا{10} “Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy Syams: 7-10) ——————————————- Sedangkan secara umum nafsu memerintahkan kepada keburukan dan maksiat, hal ini sebagaimana telah disinyalir dalam Al Quran surat Yusuf ayat 53, yang mana memang pada asalnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan, وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِالسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿يوسف:٥٣﴾ “Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.” (Yusuf: 53) ————————————— Ibnu Katsir Rahimahullahu berkata: “Yaitu (nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan) kecuali nafsu yang Allah menjaganya (dari keburukan)”. Sesungguhnya nafsu itu selalu memerintahkan kepada sesuatu yang diinginkannya, meskipun ia menyuruh kepada sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah Ta’ala, kecuali Allah memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya, maka Dia menyelamatkannya dari mengikuti hawa nafsu dan mentaatinya dari keburukan-keburukan yang diperintahkannya. Sesungguhnya Allah Maha memaafkan dari dosa-dosa bagi siapa yang bertaubat dari dosa tersebut dengan tidak menyiksanya. —————————————- Adapun kecondongan jiwa kepada apa yang diinginkannya, kecondongan hati kepada apa yang dicintainya meskipun hal itu keluar dari hukum-hukum syari’at. Dan setiap apa yang keluar dari yang diwajibkan oleh kitab dan sunnah maka itulah hawa. Dan setiap orang yang tidak mengikuti ilmu dan kebenaran maka ia adalah shohibul hawa, Allah Ta’ala berfirman, “Dan Sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas’’. (Al-An’am: 119) ——————— Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan. Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya. Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan (dalam realita kehidupan). Maka dari itu mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan di jalur-jalur yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut. ———————- Ada pula yang mendefinisikan hawa nafsu yang tidak berbeda jauh dari yang disebutkan diatas yaitu : 1.Kecenderungan jiwa kepada yang diinginkan. 2.Kehendak jiwa terhadap yang disukai. 3.Kecintaan manusia terhadap sesuatu hingga mengalahkan hatinya (qalbunya). 4.Suka atau asyik terhadap sesuatu kemudian menjadi isi hatinya (qalbunya). ——————

July 8, 2016 Edy Gojira 1

apa yang dimaksud…… Hawa Nafsu ?? ——————- Apakah hawa nafsu [...]

mimpi-MIMPI para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM 72 golongan,,,, selalu BERMIMPI …. dapat BAIk/nikmat/ SURGA ……. janji Allah {katanya} --------------------------------- Mengapa umat ISLAM di akhir zaman yang mayoritas …… begitu LEMAH dan ….mudah di-DZOLIMi oleh kaum KUFFAR ????????? ———————————————————– Sebuah hadis diriwayatkan daripada Thauban r.a., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.” Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai {/banyak} tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?” Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.” —————————————————————– Suatu keadaan yang nyata di hadapan kita sekarang, bahwa jumlah umat Islam sudah cukup banyak. Di dunia ini, satu setengah milyar lebih penduduk bumi adalah Muslim. Tetapi kita saksikan bahawa jumlah yang banyak ini belum membawa umat ini keluar dari kesulitan-kesulitannya. Inilah rupanya yang diungkapkan Rasulullah dalam hadis di atas. Patutlah kiranya kita semua, umat Islam melihat ke dalam, seberapa jauh kiranya kita sudah terjangkiti penyakit al-Wahn tersebut, penyakit cinta dunia dan takut akan kematian. —————– Tentunya ini tak lepas dari kesalahan pandangan umumnya masyarakat Muslim terhadap kehidupan dunia. Mengapa sampai cinta pada dunia dan takut mati? Tentu ini kerana memandang bahwa dunia ini adalah tempatnya segala kesenangan, dan kematian adalah pemutus kesenangan tersebut. Sungguh suatu cara pandang yang sesat dan keliru. —————————— .......................... Jika semua “DUNIA” diberikan Allah …. kemungkinan terJERUMUS ke NERAKA …. semakin BESAR … godaan SYAITAN, dan Nafsu memiliki DUNIA ……………………. >> UJUB … sombong DIRI …. pasti MENYELIMUTI HATI >> BERAMAL akhirat utk DUNIA …. pasti SELAMAnya dilakukan >>meremehkan JIHAD … lebih MENYIBUKKAN … kesenangan DUNIA >> BUTA mata QALBU …. ingin hidup lama …. menikmati DUNIA >> MENGIRA diri … dpt NIKMAT Akhirat …. di dunia SAJA diberi BAIK >> merasa CUKUP …. agamanya … AMALANnya … REZEKI … bangga diri >> LUPA Kewajiban BESAR …. yg BELUM/TIDAK dilakukan …. fasik >> BERKACA … melihat ke ATAS pada manusia LAIN … tidak TUNDUK >> IQRO’ … KORAN, TV, MUSIK, VIDEO … keMEWAHan dunia >> INTERNET … tidak MENYAMPAIKAN … takut dianggap “SOK SUCI” >> RIYA’ .. pada manusia .. TAKUT hanya pada CEMOOHAN manusia >> INTERNET … hanya utk GHIBAH … tak INGAT “DOSA” yg akan diHISAB >> AKHIRAT adalah … BESOK …. syaitan memBISIKi tiap saat >> MATI adalah TUA … masih MUDA .. masih SEHAT .. apa yg diTAKUTkan >> saya kan ISLAM … ya PASTI dapat… SYAFAAT ….masuk SURGA pasti >> Allah kan MAHA PENGAMPUN … aku ISLAM pasti “diampuni” >> aku sudah Shalat ….. aku sudah puasa … ya pasti dapat SURGA >> aku sudah SYAHADAT … api NERAKA .. tak mempan pd KULITku >> BIDADARI – BIDADARI … sudah siap MENYAMBUTku …. di akhirat >> NAUNGAN … pohon dan nikmat SURGA … sudah TERBAYANG >> aku kan ISLAM … aku kan orang BERIMAN ….. >> ……………………………………………………………….. dst APAKAH KAMU/aku … MENGIRA AKAN MASUK SURGA ?? ————————–———— >> ﴾ Ali Imran:142 ﴿…. Belum/tidak … diUJI dengan “JIHAD dan SABAR” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? ………… Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (???), padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. ———————– >>> ﴾ Al Baqarah:214 ﴿ …. Belum/tidak … diUJI dengan “MALAPETAKA dan KESENGSARAAN” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? …………….. Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (??), padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ————————– mimpi-mimpi para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM 72 golongan selalu BERMIMPI …. dapat BAIk/nikmat/ SURGA ……. janji Allah {katanya} ————————–————— Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. Buta melihat BATAS ‘waktu” >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. TIDAK menyiapkan BEKAL >>>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu ‘melihat” keSENANGan >>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu berMIMPI surga >>>>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira cukup BAIK amalnya >>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira CUKUP ibadahnya >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira AKAN dapat syafaat Tuhan >>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira dapat AMPUNAN Tuhan >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira SELAMAT di akhirat >>>>>>> ——————-

July 7, 2016 Edy Gojira 6

mimpi-MIMPI para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM [...]

Banyak sekali ... PERTANYAAN .... "apakah AKU/kamu medapatkan PAHALA LAILATUL QADAR ?? ------------------------------- jawaban yg mudah sekali .. kita LIHAT tanda-tandanya SAJA !!! -------------------------- setelah PUASA Ramadhan apakah LEBIH TAQWA pada Allah ... jika YA, berarti ada KEMUNGKINAN mendapat HIDAYAH/petunjuk dari Allah .... ada kemungkinan mendapatkan PAHALA Lailatul Qadar ---------------------------------------------- setelah PUASA apakah perbuatan LEBIH BURUK .. atau SAMA saja sebelum PUASA Ramadhan ?? ------------------------------ >> ......... jika IYA .. ada kemungkinan KITA mendapatkan HANYA LAPAR dan HAUS saja !!! >> ......... kita ada kemungkinan BELUM tergolong orang BERIMAN ... hanya MUSLIM BUIH !! >> ........ kita ada kemungkinan masih tergolong FASIK {mengambil perintah ALLAh yang ENAK dan MUDAH saja...... perintah yg "SUSAH dan BERAT" ... di tinggalkan .... tidak diperdulikan} >> ........ kita ada kemungkinan,masih tergolong/dikelompokkan Allah sebagai MURTAD tanpa SADAR, masih tergolong penyembah THAGHUT, taklid buta, penyembah ULAMA/RAHIB, >> ....... kita ada kemungkinan masih tergolong manusia BUTA {Qalbunya}, tidak berusaha MEMAHAMI kebenaran Firman ALLAH, tidak berusaha MENGAMALKAN perintah Allah AL QUR'AN dan AL HADITS ... secara KAFFAH ... masih BANYAK FASIKnya ..... masih BANYAK DOSAnya ... masih BANYAK MAKSIATnya ------------------------------------- ISLAM KAFFAH = MELAKSANAKAN AJARAN Allah secara keseluruhan, …. tanpa MEMBEDAKAN semua ayat-ayat ALLAH …… atau …. mengikuti langkah-langkah SYAITHAN dengan melakukan pembeda-bedaan ajaran Islam atau meremehkan sebagian ajaran Allah dan Nabi-Nya .————- ……………………..memakai ayat yg MUDAH dilakukan …. ayat Allah yg SULIT dan nyawa TARUHANnya … diABAIKAN, di lewati SEAKAN-AKAN TIDAK ada adalah = ciri MUSLIM BUIH .. muslim FASIK …, muslim 72 golongan ——- …………………………..………. ISLAM KAFFAH {“manhaj SELAMAT dunia akhirat”} = berPEGANG pada SUNNAH NABI SAW dan SAHABAT NABI {Khalifah Rasyidin … sesudah Nabi} ……………………..………………… “Pegang teguhlah SUNNAH-ku {=contoh dari NABI SAW} dan sunnah KHALIFAH-Khalifah Rasyidin sesudah aku, pegang teguhlah dengan gerahammu”. (Hadits riwayat Imam Abu Daud dan Tirmidzi. Lihat Sunan Abu Daud Juzu’ II hal. 201)<<<<…………………………………………………………………………..>>>> “Bahwasanya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 millah (firqah) dan akan berFIRQAH umatku sebanyak 73 firqah, SEMUA-nya masuk NERAKA “kecuali” SATU. Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya, “SIAPAkah yang satu itu ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Yang satu itu ialah orang yang berpegang (beri i’tiqad) sebagai PEGANGAN-KU (i’tiqadku) dan pegangan sahabat-SAHABAT-KU”. (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, lihat Shahih Tirmidzi juz X) ----------------------- “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya). <<<< …………………………………………………. >>>>

July 7, 2016 Edy Gojira 6

Banyak sekali ... PERTANYAAN .... "apakah AKU/kamu medapatkan PAHALA LAILATUL [...]

BERTANGGUNGJAWAB …. APA yang telah DIKERJAKAN.. {Al Muddastir:38} …. Tidak ada lagi "TALI NASAB" ... keluarga atau teman... {Al Mu’minun:101} ------------------------------ MATI ….. Rugi … Su’ul Khatimah …. krn diLALAIkan oleh DUNIA …………………….. jangan SYIRIK … jangan MURTAD tanpa sadar … …………….. jangan MUNAFIK … jangan FASIK … jangan DOSA BESAR -------------------------- LAHIR “”sendirian”” …… MATI juga “”sendirian”” ….. TANGGUNG JAWAB “ sendirian” ---------------------------- jika KAMU .. atau mungkin saya …. di LEMPAR ke NERAKA … adalah TANGGUNG JAWAB dirimu SeNDIri …../ diriku sendiri -------------------- ﴾ Al An’am:94 ﴿ Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah). .................. ﴾ Maryam:95 ﴿ Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. ................. ﴾ Al Mu’minun:101 ﴿ Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya......................... ﴾ Al Muddastir:38 ﴿ Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,..................... ﴾ Al Baqarah:134 ﴿ Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. ................. ﴾ Saba’:25 ﴿ Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat”..................... ﴾ Al Qiyaamah:36 ﴿ Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?................ ﴾ Al Israa’:36 ﴿ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. -------------------------

July 5, 2016 Edy Gojira 2

BERTANGGUNGJAWAB …. APA yang telah DIKERJAKAN.. {Al Muddastir:38} …. Tidak [...]

mengapa Allah MENYIKSA orang kafir di NERAKA ??? -------------- KAFIR ...kan KEHENDAK ALLAH .... takdir Allah .. ketetapan dari ALLAH ?? -------------- " Mau tanya dong kawan.... Mengapa sih, orang kafir harus ditakdirkan masuk neraka? Bukankah Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui...? Nyatanya, hidayah datangnya dari Allah... Siksaan juga datangnya dari Allah... Mengapa Allah menciptakan hamba-hamba-Nya yang sejak awal diciptakan akan masuk neraka?...................... Bukankah hati dan akal tidak cukup untuk mencapai kebenaran, tanpa hidayah itu sendiri...?......... Ini juga jadi pertanyaan teman ane.... Jawab yach.... ........... Jaza kumullahu khair." ============================= Apakah manusia ...Beriman/Kafir dan ...Masuk Surga/Neraka .... Sudah Ditakdirkan Allah? ------------------- Sesungguhnya, seorang anak Adam, telah ditentukan oleh Allah, akan dimasukkan ke Surga atau Neraka jauh sebelum mereka dilahirkan, sebagaimana terdapat dlm hadits, ................................. “Allah menciptakan Adam, lalu ditepuk pundak kanannya kemudian keluarlah keturunan yang putih, mereka seperti susu. Kemudian ditepuk pundak yang kirinya lalu keluarlah keturunan yang hitam, mereka seperti arang.. Allah berfriman, ‘Mereka (yang seperti susu -pen) akan masuk ke dlm surga sedangkan Aku tak peduli dan mereka (yang seperti arang-pen) akan masuk ke neraka sedangkan Aku tak peduli.’” (Shahih; HR. Ahmad, ath-Thabrani dallam Al-Mu’jamul Kabir & Ibnu Asakir, lihat Shahihul Jami’ no: 3233) -----------....................... Dari Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam & beliau sedang membawa tongkat sambil digores-goreskan ke tanah seraya bersabda,.................. ‘Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun surga.’ (HR. Bukhari & Muslim) ------------------------------ Setelah mengetahui bahwa seseorang telah ditentukan akan dimasukkan ke surga atau neraka, tentu akan timbul pertanyaan & kesimpulan berdasarkan akal logika manusia yang lemah, “Kalau begitu buat apa kita beramal. Nanti udah capek-capek ibadah ternyata masuk neraka” atau perkataan semisal itu. ---------------------------------- Pertanyaan semisal ini pun banyak ditanyakan oleh para sahabat di berbagai kesempatan. Salah satunya adalah pertanyaan seorang sahabat ketika mendengar pernyataan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun surga.’ ------------------------------ Maka para sahabat bertanya, ‘”Wahai Rasulullah, kalau begitu apakah kami tinggalkan amal shalih & bersandar dgn apa yang telah dituliskan utk kami (ittikal)?”‘ (maksudnya pasrah saja tak melakukan suatu usaha – pen) -------------------------- Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ .ثُمَّ قَرَأَ ( فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى * وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ). الآية Beramallah kalian! Sebab semuanya telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan untuknya. Adapun orang-orang yang bahagia, maka mereka akan mudah utk mengamalkan amalan yang menyebabkan menjadi orang bahagia. Dan mereka yang celaka, akan mudah mengamalkan amalan yang menyebabkannya menjadi orang yang celaka” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah, “Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah & bertakwa, & membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (HR. Bukhari, kitab at-Tafsir & Muslim, kitab al-Qadar) ----------------------------------------- JANGAN sekalipun melakukan keMUSYRIKan ….. dan … keKAFIRAN ------ JAUHI …… HINDARI …….. DOSA-DOSA BESAR ….. dan ….DOSA tidak terampuni oleh Allah/ SYIRIK {menyekutukan Allah} —————————- “Anas r.a. berkata, ketika Nabi ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab: “Syirik (mempersekutukan Allah), durhaka terhadap kedua ayah-bunda, membunuh jiwa manusia, dan saksi palsu.”....... JAUHI …… HINDARI …….. DOSA-DOSA BESAR ….. dan ….DOSA tidak terampuni oleh Allah/ SYIRIK {menyekutukan Allah} —————————- “Anas r.a. berkata, ketika Nabi ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab: “Syirik (mempersekutukan Allah), durhaka terhadap kedua ayah-bunda, membunuh jiwa manusia, dan saksi palsu.”

July 4, 2016 Edy Gojira 1

KAFIR ...kan KEHENDAK ALLAH .... takdir Allah .. ketetapan dari [...]

1 2 3 4 12