Loading
Laksana | EP Artikel-Edy Gojira

Gagasan penyatuan awal bulan ramadhan, syawal dan dzulhijjah telah bertahun-tahun diupayakan, tetapi hasilnya tetap nihil. -------------------------- Seakan mempersatukan umat Islam yangdinyatakan oleh Allah sebagai “ummatan wahidah” itu sulit diwujudkan,bagai mempersatukan minyak tanah dengan air. Walaupun nampak sama-sama cair tapi susah bersatu walau hanya untuk menentukan kapan tanggal 1 ramadhan,syawal dan dzulhijjah. ------------------- Para Ulama sepakat bahwa orangyang enggan mengikuti perintah rasulullah adalah orang yang membangkang kepadabeliau. “Kullu ummatie yadkhuluunal jannata illaa man abaa, wa man ya’baayaa Rasulullah? Man ashoonie fa qod abaa”. ------------ KEABSAHAN RUKYATUL HILAL --------------- MOZAIK LINGUSTIK ----------- Kata “Rukyatul Hilal”terdiri dari dua kata dalam bahasa arab, yakni rukyah dan hilal.Rukyah adalah sepatah kata isim berbentuk mashdar mempunyai fi’il ra-a –yara. Kata ra-a dan tashrifnya mempunyai banyak arti, antara lain: ----------- 1. Ra-a bermakna abshara, artinyamelihat dengan mata kepala. Bentuk mashdarnya rukyah. Diartikan demikianjika maf’ul bih (objek) nya menunjukkan sesuatu yang tampak/terlihat. ------------------ 2. Ra-a bermakna adraka/’alima,artinya mengerti, memahami, mengetahui, memperhatikan, berpendapat, dan adayang mengatakan melihat dengan akal fikiran. Bentuk mashdarnya adalah ra’yun.Diartikan demikian jika maf’ul bih (objek) nya berbentuk abstrak atau tidakmempunyai maf’ul bih (objek). -------------------- 3. Ra-a bermakna hasiba/zhonna,artinya mengira, menduga, yakin dan ada yang mengatakan melihat denganhati. Bentuk mashdarnya ra’yun. Dalam kaidah bahasa arab diartikandemikian jika mempunyai 2 maf’ul bih (objek). --------------- Jadi, rukyahhanya dapat diartikan melihat dengan mata kepala, dan tidak boleh diartikandengan arti yang lain. -------------------------- Hilal Menurut Bahasa ------------------- Hilal dalam bahasa arab adalahsepatah kata isim yang terbentuk dari 3 huruf asal yaitu ha-lam-lam, samadengan terbentuknya kata fi’il halla dan ahalla yang berarti tampak. ----------- · Halla al-Hilaalu dan Ahalla al-Hilaaluartinya bulan sabit tampak.------- · Halla ar-Rajulu artinya seoranglaki-laki melihat/memandang bulan sabit.-------- · Ahalla al-Qoumu al-Hilaala artinya orangbanyak berteriak ketika melihat bulan sabit.----------- · Halla asy-Syahru artinya bulan (baru)dimulai dengan tampaknya bulan sabit.---------- Jadi, menurutbahasa arab, hilal itu adalah bulan sabit yang tampak pada awal bulan.------- ----------------- Hilal Menurut al-Qur’an ------------------- “Mereka bertanya kepadamutentang ahillah (jamak dari hilal) ...” (QS. Al-Baqarah: 189) --------------------------- Al-Maraghidalam tafsirnya jilid I halaman 84 mengekemukakan sebuah riwayat dari Abu Na’imdan Ibnu ‘Asakir dari Abi Sholih dan Ibnu Abbas menceritakan: “BahwaMu’adz bin Jabal dan Tsa’labah Ibnu Ghunaimah bertanya: Ya Rasulallah, mengapakeadaan hilal itu tampak lembut cahayanya laksana benang, kemudian bertambahsehingga membesar, merata dan bundar, dan kemudian berangsur-angsur menyesutdan melembut sehingga kembali seperti keadaan semula, tidak dalam satu bentuk?Maka turunlah ayat ini.” ------------------

August 20, 2016 Edy Gojira 1

Gagasan penyatuan awal bulan ramadhan, syawal dan dzulhijjah telah bertahun-tahun [...]