Loading
Ke Surga | EP Artikel-Edy Gojira

Energi keBAIKan & Energi keBURUKan… tidak HILANG … akan berUBAH menjadi BENTUK LAIN …. >> menjadi MATERI LAIN ——————————– BARISAN manusia di negeri AKHIRAT : …… ada yg berbentuk: ….tanpa tangan kaki,…. jadi BABI, ….KELEDAI, ….darah di mulutnya, ….bau BANGKAI, …TANPA kepala, …mulut keluar NANAH dan darah, …KEPALA di bawah, …WAJAH hitam, …tubuh KUSTA, …BUTA mata, … dan… barisan ke 12. …wajah berSINAR… manusia ke surga ……………………………………………………. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ ……………………………… ———————— Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)” … Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.”…. Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut….. ………….Barisan Pertama…. Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……….Barisan Kedua…… Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………Barisan Ketiga….. Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………….Barisan Keempat…. Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………..Barisan Kelima………. Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………….Barisan Keenam…………….. Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” …………Barisan Ketujuh………………. Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……….Barisan Kedelapan……………….. Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……..Barisan Kesembilan………….. Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………….Barisan Kesepuluh…………….. Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………Barisan Kesebelas………….. Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……………..Barisan Kedua Belas……………….. Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…” ……………………..…………………….

July 4, 2016 Edy Gojira 1

 Energi keBAIKan & Energi keBURUKan… tidak HILANG … akan berUBAH […]

KEKAL = selamanya itu ……. hanya ALLAH saja yg maha mengetahui ……. wallahua’lam —————————- SIKSAAN ….. bagi orang MUSLIM atau …. SIKSAAN bagi KAFIR = KEHENDAK ALLAH … utk membersihkan DOSA …… <<< --------------------------- KEKAL = selamanya .. BATAS waktunya yg TAHU HANYA ALLAH saja >>>>> ” kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain) “…… ———————– Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya. QS. Hud [11] : 108 ———————————- فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ (106) خَالِدِينَ فِيهَا مَادَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ (107) وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ مَا دَامَتِالسَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ (108) “ Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya .” (QS. Huud: 106-108) —————– Jika kita melihat ayat di atas, seakan-akan ada yang ganjil. Allah mengisyaratkan surga dan neraka itu ada selama bumi dan langit itu ada. Dari sini bisa diyakini bahwa surga dan neraka itu tidak kekal. Ayat inilah yang menjadi dasar keyakinan Ir. Agus Mustofa (Penulis Buku Tasawuf Modern) dalam bukunya “ Ternyata Akhirat Tidak Kekal ” [1] . ————————– pendapat yg BERBEDA Surga dan Neraka Kekal ======= “Selama ada langit dan bumi” adh Dhahak mengatakan,”Selama langit surga dan neraka serta bumi keduanya (surga dan neraka). Dan setiap yang berada diatasmu dan melindungimu adalah langit sedangkan setiap yang menjadi pijakan kakimu adalah bumi. …………….. Para ahli makna mengatakan bahwa kalimat ini adalah perumpamaan terhadap “selamanya” yang digunakan oleh orang Arab. Mereka mengatakan : “Saya tidak akan mendatangimu selama langit dan bumi, dan dia tidak akan terjadi ini selama pergantian malam dan siang, artinya adalah abadi.

June 18, 2016 Edy Gojira 1

KEKAL = selamanya itu ……. hanya ALLAH saja yg maha […]

MENYESAL setelah MATI ??? …… apa GUNAnya ??? ………… MATI lalu diSIKSA di BARZAKH …. di AKhirat di NERAKA??? ……………………………………….. penyesalan-penyesalan MANUSIA di akhirat sebagai akibat dari amalan-amalan manusia di dunia 1. Penyesalan orang-orang munafik setelah menyaksikan kemenangan dan kejayaan orang-orang beriman: “Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).” [Surat 4 An-Nisa’, ayat 73] ………………. 2. Penyesalan orang yang menyekutukan Allah setelah menyaksikan kerugiannya: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.” [Surat 18 Al-Kahfi, ayat 42]…………………….. 3. Penyesalan orang yang menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” [Surat 25 Al-Furqon, ayat 27]………. 4. Penyesalan orang yang salah dalam memilih sahabat sehingga menjadikannya menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti: “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).”[Surat 25 Al-Furqon, ayat 28]…………………………. 5. Penyesalan orang menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya pada hari kiamat nanti karena amal buruknya ketika di dunia: “Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” [Surat 69 Al-Haqqoh, ayat 25]………. 6. Penyesalan orang kafir pada hari kiamat nanti karena dibakar di neraka selamanya: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” [Surat 78 An-Naba’, ayat 40]……………………. 7. Penyesalan pada hari kiamat karena kurang dalam beramal kebaikan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” [Surat 89 Al-Fajr, ayat 24]……………………………………. 8. Penyesalan ahli neraka: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” [Surat 6 Al-An’am, ayat 27]………………………….. 9. Penyesalan karena tidak taat kepada Allah dan RasulNya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” [Surat 33 Al-Ahzab, ayat 66]………………………… Semuanya adalah harapan dan penyesalan yang telah terlambat pada saat itu..! ————————- Saat ini, ketika kita masih di dunia dan ketika jiwa di kandung badan, kita masih bisa memperbaikinya.. Masih ada waktu dan kesempatan untuk menjadi orang baik dan menutup umur dengan yang terbaik, husnul khotimah..—————– Sesal dahulu pendapatan, sesal setelah MATI …. tiada guna.. ……………………………………..

June 18, 2016 Edy Gojira 2

MENYESAL setelah MATI ??? …… apa GUNAnya ??? ………… MATI […]

MENYESAL setelah di CABUT nyawa oleh MALAIKAT ?? …. apa gunanya ??… kamu/aku SUDAH merasa akan ke SURGA Allah ? ——————————– Bentuk Penyesalan Pertama: “KIAMAT KECIL” ………….. Bentuk Penyesalan Kedua: “GIGIT TANGAN”……………… Bentuk Penyesalan Ketiga: “KETIKA NERAKA DI DATANGKAN”…………… Bentuk Penyesalan Keempat: “KETIKA BERDIRI DI NERAKA”……………. Bentuk Penyesalan Kelima: “SETELAH DILEMPAR KE NERAKA”………………… ——————– ﴾ As Sajdah:11 ﴿ Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan”. ۞ قُلْ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلْمَوْتِ ٱلَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ ﴿السجدة:١١﴾ ———————————- ﴾ As Sajdah:12 ﴿ Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ ﴿السجدة:١٢﴾ ——————————————- ﴾As Sajdah:13 ﴿ Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: “Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama”. وَلَوْ شِئْنَا لَءَاتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَىٰهَا وَلٰكِنْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ مِنِّى لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ ﴿السجدة:١٣﴾ ————————————— Bentuk Penyesalan Pertama: “KIAMAT KECIL” —————————– Kiamat kecil yang dialami manusia ialah kematian. Seseorang mulai menyesal ketika detik-detik akhir usianya dan menyakini nyawanya tidak lama lagi keluar dari tubuhnya. Allah Ta’ala berfirman, …………………………… “Dan dia yakin sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia). Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.” (Al-Qiyamah: 28-29). ———————————— Saat itu, ia ingat ribuan jam yang tidak ia gunakan untuk taat kepada Allah Ta’ala dan ia berharap dikembalikan ke dunia untuk beramal shalih. Allah Ta’ala berfirman: ———— “Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata, ‘Tuhanku, kembalikan aku (Ke dunia), agar aku berbuat amal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan’.” (Al-Mukminun: 99). ……………………….

June 10, 2016 Edy Gojira 2

MENYESAL setelah di CABUT nyawa oleh MALAIKAT ?? …. apa […]

Miftahul Jannah (Kunci Surga)….. harus berGERIGI… agar bisa masuk ke jannah…. ………….. Suatu kali Wahb ibn Al-Munabbih di tanya oleh seseorang: “Apakah kunci Surga itu adalah kalimat Laa Ilaha Illallah?” Maka ia menjawab: “Benar. Akan tetapi bukanlah sebuah kunci jika tidak memiliki gigi-gigi, jika engkau datang dengan membawa kunci, dan di kunci tersebut terdapat gigi-giginya, maka kunci tersebut dapat membukakan untukmu, namun jika kunci tersebut tidak memiliki gigi-giginya, maka kunci tersebut tidak dapat membukakan pintu untukmu.” {HR.Shahih Bukhari} ……………….. Kunci merupakan alat untuk membuka pintu, sehingga ketika kita ingin memasuki rumah dalam keadaan pintu tertutup, maka kita menggunakan kunci, kunci bukan sekedar kunci, namun kunci yang dimaksud adalah kunci asli, ia memiliki gigi-gigi yang sempurna, sehingga ia pun dapat membukakan pintu tersebut dan akhirnya kita dapat memasuki rumah dalam keadaan selamat dan bahagia. —————————- Demikian halnya ketika seorang hamba, menginginkan masuk Surga Alloh Subhanahu wa Ta’ala, maka hendaknya ia mengetahui dan memiliki kunci yang dapat menghantarkannya ke Surga Alloh Subhanahu wa Ta’ala,.Kunci tersebut adalah “Kalimat Tauhid atau Kalimat Syahadat atau disebut juga Kalimat Al-Haq/ Kebenaran”, sebagaimana firman-Nya: “…dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa’at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya).” (QS. Az-Zukhruf [43] : 86) ———————– Adapun syarat dari kalimat Laa Ilaha Illallah adalah; 1. Al-Ilmu. Artinya mengetahui makna syahadat dengan kedua dimensinya, penafian (peniadaan) dan penetapannya. Pengetahuan tentang arti Laa Ilaha Illa-llah adalah hal utama bagi seseorang yang bersaksi atas syahadat tersebut. Tanpa mengetahui artinya, tidak ada gunanya lafadz syahadah itu bagi yang bersaksi. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhakdisembah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad [70] : 19). Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yangmeninggal dunia dan mengetahui bahwa tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak di sem-bah selain Allah, ia pasti memasuki surga.” (HR. Muslim). —————– 2. Al-Yaqin. Artinya adalah keyakinan tentangkebenaran syahadahnya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat [49] : 15). Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Siapa yang berjumpa denganku dari balik dinding ini dan dia bersaksi bahwa Laa ilaaha Illallah dan meyakini dengan hatinya, maka berikanlah kabar gembira bahwa ia masuk ke dalam Surga.” (HR. Muslim). —————————– 3. Al-Inqiyad. Artinya adalah tunduk melaksanakan kandungannya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisa’ [4] : 125). ————————– 4. Al-Qobul.Artinya adalah menerima, tidak menolak kandungannya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (tiada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus me-ninggalkan sembahan-sembahan kami karenaseorang penyair gila?” (QS. Ash-Shaafat [37] : 35-36). ————————– 5. Al-Ikhlas. Artinya adalah seseorang bersya-hadat dan melaksanakan isinya hanya karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Manusia yang paling berbahagia dengan syafa’atku adalah orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan tulus ikhlas dari hati dan jiwanya.” (HR. Bukhari). —————– 6. Ash-Sidq. Artinya adalah bahwa yang diucapkan dari syahadah ini adalah benar-benar bersemayam di dalam hati dan bukanhanya di mulut saja. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan sebenar-benarnya dari dalam lubuk hatinya, niscaya masuk Surga.” (HR. Ahmad). ———————— 7. Al-Mahabbah. Artinya adalah mencintai dari apa yang ia ucapkan, mencintai orang yang mengucapkan dan konsisten di atasnya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah, dan jika seandai-nya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allahsemuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah [2] : 165). ——————————– Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala,. Maka inilah hakikat sebenarnya dari kalimat Laa Ilaha Illallah yang jika diucapkan oleh seorang Muslim dapat bermanfaat di akhirat kelak, dan ia akan memasuki Surga yang telah Alloh Subhanahu wa Ta’ala sediakan. Wallahu Ta’ala A’lam.

May 31, 2016 Edy Gojira 3

Miftahul Jannah (Kunci Surga)….. harus berGERIGI… agar bisa masuk ke […]

1 2