mengapa Allah MENYIKSA orang kafir di NERAKA ??? -------------- KAFIR ...kan KEHENDAK ALLAH .... takdir Allah .. ketetapan dari ALLAH ?? -------------- " Mau tanya dong kawan.... Mengapa sih, orang kafir harus ditakdirkan masuk neraka? Bukankah Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui...? Nyatanya, hidayah datangnya dari Allah... Siksaan juga datangnya dari Allah... Mengapa Allah menciptakan hamba-hamba-Nya yang sejak awal diciptakan akan masuk neraka?...................... Bukankah hati dan akal tidak cukup untuk mencapai kebenaran, tanpa hidayah itu sendiri...?......... Ini juga jadi pertanyaan teman ane.... Jawab yach.... ........... Jaza kumullahu khair." ============================= Apakah manusia ...Beriman/Kafir dan ...Masuk Surga/Neraka .... Sudah Ditakdirkan Allah? ------------------- Sesungguhnya, seorang anak Adam, telah ditentukan oleh Allah, akan dimasukkan ke Surga atau Neraka jauh sebelum mereka dilahirkan, sebagaimana terdapat dlm hadits, ................................. “Allah menciptakan Adam, lalu ditepuk pundak kanannya kemudian keluarlah keturunan yang putih, mereka seperti susu. Kemudian ditepuk pundak yang kirinya lalu keluarlah keturunan yang hitam, mereka seperti arang.. Allah berfriman, ‘Mereka (yang seperti susu -pen) akan masuk ke dlm surga sedangkan Aku tak peduli dan mereka (yang seperti arang-pen) akan masuk ke neraka sedangkan Aku tak peduli.’” (Shahih; HR. Ahmad, ath-Thabrani dallam Al-Mu’jamul Kabir & Ibnu Asakir, lihat Shahihul Jami’ no: 3233) -----------....................... Dari Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam & beliau sedang membawa tongkat sambil digores-goreskan ke tanah seraya bersabda,.................. ‘Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun surga.’ (HR. Bukhari & Muslim) ------------------------------ Setelah mengetahui bahwa seseorang telah ditentukan akan dimasukkan ke surga atau neraka, tentu akan timbul pertanyaan & kesimpulan berdasarkan akal logika manusia yang lemah, “Kalau begitu buat apa kita beramal. Nanti udah capek-capek ibadah ternyata masuk neraka” atau perkataan semisal itu. ---------------------------------- Pertanyaan semisal ini pun banyak ditanyakan oleh para sahabat di berbagai kesempatan. Salah satunya adalah pertanyaan seorang sahabat ketika mendengar pernyataan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun surga.’ ------------------------------ Maka para sahabat bertanya, ‘”Wahai Rasulullah, kalau begitu apakah kami tinggalkan amal shalih & bersandar dgn apa yang telah dituliskan utk kami (ittikal)?”‘ (maksudnya pasrah saja tak melakukan suatu usaha – pen) -------------------------- Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ .ثُمَّ قَرَأَ ( فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى * وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ). الآية Beramallah kalian! Sebab semuanya telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan untuknya. Adapun orang-orang yang bahagia, maka mereka akan mudah utk mengamalkan amalan yang menyebabkan menjadi orang bahagia. Dan mereka yang celaka, akan mudah mengamalkan amalan yang menyebabkannya menjadi orang yang celaka” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah, “Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah & bertakwa, & membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (HR. Bukhari, kitab at-Tafsir & Muslim, kitab al-Qadar) ----------------------------------------- JANGAN sekalipun melakukan keMUSYRIKan ….. dan … keKAFIRAN ------ JAUHI …… HINDARI …….. DOSA-DOSA BESAR ….. dan ….DOSA tidak terampuni oleh Allah/ SYIRIK {menyekutukan Allah} —————————- “Anas r.a. berkata, ketika Nabi ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab: “Syirik (mempersekutukan Allah), durhaka terhadap kedua ayah-bunda, membunuh jiwa manusia, dan saksi palsu.”....... JAUHI …… HINDARI …….. DOSA-DOSA BESAR ….. dan ….DOSA tidak terampuni oleh Allah/ SYIRIK {menyekutukan Allah} —————————- “Anas r.a. berkata, ketika Nabi ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab: “Syirik (mempersekutukan Allah), durhaka terhadap kedua ayah-bunda, membunuh jiwa manusia, dan saksi palsu.”

terjadi kehendak allah 2

KAFIR ...kan KEHENDAK ALLAH .... takdir Allah .. ketetapan dari ALLAH ?? mengapa Allah MENYIKSA orang kafir di NERAKA ???
----------------------------
" Mau tanya dong kawan.... Mengapa sih, orang kafir harus ditakdirkan masuk neraka? Bukankah Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui...? Nyatanya, hidayah datangnya dari Allah... Siksaan juga datangnya dari Allah... Mengapa Allah menciptakan hamba-hamba-Nya yang sejak awal diciptakan akan masuk neraka?......................

Bukankah hati dan akal tidak cukup untuk mencapai kebenaran, tanpa hidayah itu sendiri...?.........

Ini juga jadi pertanyaan teman ane.... Jawab yach....
...........
Jaza kumullahu khair."
=============================

Apakah manusia ...Beriman/Kafir dan ...Masuk Surga/Neraka .... Sudah Ditakdirkan Allah?
-------------------

Sesungguhnya, seorang anak Adam, telah ditentukan oleh Allah, akan dimasukkan ke Surga atau Neraka jauh sebelum mereka dilahirkan, sebagaimana terdapat dlm hadits,
.................................
“Allah menciptakan Adam, lalu ditepuk pundak kanannya kemudian keluarlah keturunan yang putih, mereka seperti susu. Kemudian ditepuk pundak yang kirinya lalu keluarlah keturunan yang hitam, mereka seperti arang.. Allah berfriman, ‘Mereka (yang seperti susu -pen) akan masuk ke dlm surga sedangkan Aku tak peduli dan mereka (yang seperti arang-pen) akan masuk ke neraka sedangkan Aku tak peduli.’” (Shahih; HR. Ahmad, ath-Thabrani dallam Al-Mu’jamul Kabir & Ibnu Asakir, lihat Shahihul Jami’ no: 3233)

-----------.......................

Dari Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam & beliau sedang membawa tongkat sambil digores-goreskan ke tanah seraya bersabda,..................
‘Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun surga.’ (HR. Bukhari & Muslim)
------------------------------
Setelah mengetahui bahwa seseorang telah ditentukan akan dimasukkan ke surga atau neraka, tentu akan timbul pertanyaan & kesimpulan berdasarkan akal logika manusia yang lemah, “Kalau begitu buat apa kita beramal. Nanti udah capek-capek ibadah ternyata masuk neraka” atau perkataan semisal itu.
----------------------------------
Pertanyaan semisal ini pun banyak ditanyakan oleh para sahabat di berbagai kesempatan. Salah satunya adalah pertanyaan seorang sahabat ketika mendengar pernyataan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun surga.’
------------------------------
Maka para sahabat bertanya, ‘”Wahai Rasulullah, kalau begitu apakah kami tinggalkan amal shalih & bersandar dgn apa yang telah dituliskan utk kami (ittikal)?”‘ (maksudnya pasrah saja tak melakukan suatu usaha – pen)
--------------------------
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ .ثُمَّ قَرَأَ ( فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى * وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ). الآية
Beramallah kalian! Sebab semuanya telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan untuknya. Adapun orang-orang yang bahagia, maka mereka akan mudah utk mengamalkan amalan yang menyebabkan menjadi orang bahagia. Dan mereka yang celaka, akan mudah mengamalkan amalan yang menyebabkannya menjadi orang yang celaka” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah, “Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah & bertakwa, & membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (HR. Bukhari, kitab at-Tafsir & Muslim, kitab al-Qadar)
-----------------------------------------
Contoh lain adalah ketika sahabat Umar bin Khaththab bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وسأله عمر هل نعمل في شئ نستأنفه ام في شئ قد فرغ منه قال بل في شئ قد فرغ منه قال ففيم العمل قال يا عمر لا يدرك ذلك إلا بالعمل قال إذا نجتهد يا رسول الله
Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

Umar: Apakah amal yang kita lakukan itu kita sendiri yang memulai (belum ditakdirkan) ataukah amal yang sudah selesai ditentukan takdirnya?Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bahkan amal itu telah selesai ditentukan taqdirnya.”

Umar: Jika demikian, untuk apa amal?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Umar, orang tak tahu hal itu, kecuali setelah beramal.”

Umar: Jika demikian, kami akan bersungguh-sungguh, wahai Rasulullah. (Riwayat ini disebutkan oleh al-Bazzar dlm Musnadnya no. 168 & Penulis Kanzul Ummal, no. 1583).Sementara apa yang dilakukan sebagian orang dgn alasan ketetapan tersebut, kemudian mereka pasrah bahkan kemudian bermudah-mudah, bahkan melegalkan perbuatan maksiat maka hal ini tak dibenarkan. Mereka yang melakukan ini beranggapan, bahwa mereka berbuat maksiat tersebut karena sudah ditetapkan, karena itu mereka tak berdosa. Sungguh pendapat ini sangat jauh dari kebenaran.

Sesungguhnya Allah menakdirkan seseorang masuk neraka bukan berarti Allah memaksa seseorang kufur. Ini bukanlah akidah yang benar, Allah Ta’ala berlepas diri dari keyakinan demikian. Allah Ta’ala mengetahui apa yang akan dilakukan oleh makhluk-makhluknya di dalam kehidupan mereka di dunia. Allah ‘Azza wa Jalla telah memerintahkan pena penulis takdir untuk menuliskan apa saja yang akan terjadi pada para hamba-Nya. Takdir tersebut tidak diketahui oleh satu pun dari makhluk-Nya, baik malaikat-malaikat yang dekat dengan-Nya, tidak pula para nabi. Tidak seorang pun mengetahui tentang takdir yang dituliskan di lauhul mahfuzh untuknya. Dengan demikian tidak ada manfaatnya bagi orang-orang yang mengkritisi takdir Allah.

Hamba-hamba Allah hanya diperintahkan untuk beriman dan beramal. Allah Ta’ala akan memberi balasan bagi mereka pada hari kiamat berdasarkan apa yang telah mereka usahakan bukan berdasarkan apa yang Allah tetapkan bagi mereka di lauhul mahfuz (maksudnya seseorang melakukan perbuatan atas pilihannya sendiri, bukan dipaksa ed.).

Allah pun telah mengutus para rasul sebagai penegak hujjah-Nya. Para rasul telah memberikan kabar gembira dan peringatan serta ancaman. Allah Ta’ala berfirman,

رُسُلاً مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ


“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu”
. (QS. An-Nisa: 165)

Kalau seandainya Allah tidak mengutus para rasul, maka masuk akal kalau seseorang hendak mengkritik Allah Ta’ala, Maha Suci Allah dari yang demikian. Seseorang diadzab di akhirat, tidak lain dikarenakan apa yang mereka amalkan setelah dijelaskan kepada mereka mana yang salah dan mana yang benar, Allah Ta’ala telah menetapkan hujjahnya. Oleh karena itulah, orang-orang yang belum sampai risalah kenabian pada mereka memiliki alasan kelak di hari kiamat.

Syaikh Shaleh bin Fauzan hafizhahullah ketika ditanya tentang seseorang yang tidak sampai padanya ilmu, beliau menjelaskan. Yang dimaksud tidak sampai ilmu pada seseorang atau seseorang dimaklumi jika tidak tahu adalah apabila seseorang tidak mengetahui karena tidak memungkinkan baginya, maka hal ini dapat dimaklumi. Misalnya seseorang yang tidak menemukan seorang guru yang bisa mengajarinya, seperti seseorang yang tinggal di negeri kafir yang tidak memiliki akses dengan negeri-negeri Islam, maka dia dimaklumi tidak tahu. Sedangkan mereka yang tinggal di lingkungan orang-orang Islam, mendengar Alquran dan hadis dibacakan, dan banyak dai yang menyerukan Islam, orang yang demikian tidak bisa dimaklumi kalau dia tidak mengerti dan mengetahui. Sudah sampai kepada mereka risalah, hanya saja mereka yang tidak memiliki perhatian. (Durus fi Syarhi Nawaqid Al-Islam, Hal.31)

Apalagi pada zaman sekarang, kemajuan teknologi sangat mendukung bagi seseorang untuk mengetahui dan mempelajari agamanya. Tidak tersembunyi bagi seseorang bahwasanya Allah Ta’ala telah menjelaskan mana jalan yang lurus dan mana pula jalan yang menyimpang, tinggallah dirinya sendiri hendak menempuh jalan yang mana. Seseorang yang menempuh jalan yang lurus, maka ia akan masuk ke surga dan bagi mereka yang menempuh jalan yang sesat bagi mereka neraka. Allah sama sekali tidak memaksa mereka untuk menempuh jalan yang mana. Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ فَمَن شَاء فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاء فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاء كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءتْ مُرْتَفَقًا . إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلاً . أُوْلَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا

Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal shaleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik. Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.” (QS. Al-Kahfi: 29-31)

Ketika kita mengimani Allah Ta’ala telah menakdirkan segala sesuatu dan Allah mengilmui tentang hal tersebut, hendaknya kita berpikir positif Allah menakdirkan bagi kita hidayah dan kebaikan.

Allah Ta’ala telah mewajibkan bagi kita syariat-Nya dan memerintahkan kita dengan syariat tersebut. Sehingga yang tersisa bagi kita hanya ada dua pilihan.

Pertama, kita berprasangka baik bahwa Allah. Dia telah menetapkan takdir yang baik bagi kita dan menakdirkan kita sebagai penghuni surga. Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya rahmat-Nya itu mendahului kemarahan-Nya, ridha-Nya lebih Dia kedepankan dari pada rasa kebencian-Nya. Tempuhlah takdir yang demikian! Berlakulah dengan perbuatan layaknya calon penghuni surga. Setiap orang akan dimudahkan menuju takdirnya.

Kedua, kita berprasangka buruk kepada Allah Ta’ala. Dia akan memasukkan kita ke neraka dan kita memilih jalan-jalan yang mengantarkan kita ke neraka, wal’iyadzbillah.

Inilah keimanan kita terhadap takdir Allah yang merupakan salah satu dari rukun iman yang enam. Jangan sampai karena permasalahan ini tidak terjangkau oleh akal kita atau karena kita belum memahaminya, kemudian kita lebih mendahulukan berburuk sangka kepada Allah.

Dan ketika seseorang ketika melakukan sesuatu, dia dihadapkan pada pilihan; melakukannya ataukah membatalkannya. Sementara saat menghadapi pilihan tersebut, ia tak tahu apakah ia ditakdirkan melakukan kemaksiatan ataukah ketaatan. Kemudian, ketika ia memilih melakukan kemaksiatan, itu merupakan pilihannya namun keduanya terjadi berdasarkan takdir dari Allah. Lain halnya dgn orang yang dipaksa melakukan pelanggaran, ia tak dihukum disebabkan melakukan pelanggaran tersebut, karena ia dipaksa melakukannya, bukan berdasarkan pilihannya sendiri.
 kekal neraka kafir musyrik

Makanya dalam catatan hadits, ada beberapa kejadian yang memperlihatkan Rasulullah marah dan mengecam ketika sahabat mempertanyakan soal takdir yang ada dalam kehendak Allah ini :

Musnad Ahmad 6381: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Dawud bin Abu Hind dari 'Amru bin Syu'aib dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata; Suatu hari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam pernah keluar rumah dan orang-orang saat itu sedang membicarakan masalah qodar. Dia berkata; dan seakan-akan pada wajah beliau Shallallahu 'alaihi wa Salam terdapat merahnya buah delima karena marah. Lalu beliau berkata kepada mereka: "Kenapa kalian membenturkan sebagian ketentuan Allah dengan sebagian yang lain? Dengan permasalahan inilah orang-orang sebelum menemui kebinasaan." …

Khalifah Umar bin Khattab ketika mengadili seorang pencuri juga sangat marah mendengar si terdakwa tersebut melakukan pembelaan :"Saya mencuri karena memang sudah ditakdirkan Allah..", Alih-alih memberikan kebebasan, si pencurinya malah diperberat hukumannya, satu kesalahan karena mencuri, kesalahan yang lain karena telah menghina Allah.

Maka terkait dengan pembelaan diri seorang kafir yang menyatakan dia menjadi kafir karena sudah ditakdirkan Allah, Al-Qur'an telah 'menyiapkan' jawaban yang 'telak' dan akan membungkam pernyataan tersebut :

"Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir." (Az-Zumar: 71)

Jadi kalau seseorang memilih kafir dan masih berusaha untuk mempertahankan kekafirannya, jawaban dari pertanyaan itu sudah disampaikan Allah sekarang juga dalam bentuk pertanyaan balik :"Apakah anda sudah menerima petunjuk Allah berupa Al-Qur'an dan hadist agar anda bisa keluar dari kekafiran..? apakah sudah ada saudara-saudara anda yang Muslim datang untuk membacakan ayat-ayat tersebut kepada anda..?".

Jawaban lain bagi orang yang menjadikan takdir Allah sebagai pembenaran maksiat yang dilakukannya adalah sebagaimana yang dicontohkan oleh syaikh Utsaimin, bahwa ketika terjadi kasus semacam ini, kita katakan kepadanya, “Engkau menyatakan bahwa Allah telah mentakdirkanmu utk melakukan maksiat sehingga engkau melakukannya, mengapa engkau tak menyatakan sebaliknya, bahwa Allah mentakdirkanmu utk melakukan ketaatan, sehingga engkau mentaati-Nya, sebab perkara takdir adalah perkara yang sangat rahasia, tak ada yang mengetahuinya melainkan Allah ta’ala saja. Kita tak tahu apa yang Allah tetapkan & takdirkan itu melainkan setelah kejadiannya. Mengapa tak engkau hentikan saja kemaksiatan itu, lalu engkau melakukan yang sebaliknya (ketaatan) & setelah itu engkau katakan bawah hal ini aku lakukan dgn sebab takdir Allah.” (Syarah Hadits Arba’in)Ini sebagaimana seseorang yang lapar, tentu orang itu tak akan diam saja agar kenyang. Tetapi ia akan berusaha utk menghilangkan rasa laparnya itu dgn makan. Tidak mungkin ia menunggu saja hanya karena ia yakin sudah ditakdirkan akan kenyang. Demikianlah, karena seseorang tak tahu apakah yang akan terjadi atau yang telah ditetapkan untuknya. Namun orang tersebut tentu tahu, agar kenyang atau hilang rasa laparnya ia harus makan. Demikian pula seorang mukmin, ia tahu bahwa utk masuk surga maka ia harus berbuat ketaatan kepada Allah.
==============================
==============================
JANGAN sekalipun melakukan keMUSYRIKan ….. dan … keKAFIRAN
———————————————————–
>> orang yg ditakdirkan Allah  ke SURGA = akan diMUDAHkan beramal ke SURGA…………………
>> orang yg ditakdirkan Allah ke NERAKA= akan diMUDAHkan beramal ke NERAKA………………..
SURGA – NERAKA SESEORANG …. sudah DiTENTUkan Allah (TAKDIR Allah)
———————————————————–
<<< Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi UNTUK APA ORANG-ORANG HARUS BERAMAL? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang AKAN DIMUDAHKAN untuk melakukan APA YANG TELAH MENJADI TAKDIRNYA. (Shahih Muslim No.4789) >>>
………………………….
JAUHI …… HINDARI …….. DOSA-DOSA BESAR ….. dan ….DOSA tidak terampuni oleh Allah/ SYIRIK {menyekutukan Allah}
—————————-
“Anas r.a. berkata, ketika Nabi ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab: “Syirik (mempersekutukan Allah), durhaka terhadap kedua ayah-bunda, membunuh jiwa manusia, dan saksi palsu.”
(Dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab “Syahadat”, bab: Apa yang diucapkan dalam saksi palsu).

—————————
JANGAN sekali-kali …… menjadi orang KAFIR ……
………………….

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al-Imran 3 : 85).

—————–
Hadis riwayat Ali ra, ia berkata:
Kami sedang mengiringi sebuah jenazah di Baqi Gharqad (sebuah tempat pemakaman di Madinah), lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri kami. Beliau segera duduk dan kami pun ikut duduk di sekeliling beliau yang ketika itu memegang sebatang tongkat kecil.
Beliau menundukkan kepalanya dan mulailah membuat goresan-goresan kecil di tanah dengan tongkatnya itu kemudian beliau bersabda: TIDAK ADA SEORANG PUN DARI KAMU SEKALIAN ATAU TIDAK ADA SATU JIWA PUN YANG HIDUP KECUALI TELAH ALLAH TENTUKAN KEDUDUKANNYA DI DALAM SURGA ATAUKAH DI DALAM NERAKA serta apakah ia sebagai seorang yang sengsara ataukah sebagai seorang yang bahagia.
——————————–
kafir kekal

KAFIR /musyrik/menyekutukan Allah …. tidak perlu ditimbang oleh Allah … langsung diLEMPAR ke NERAKA
—————–  …. KEKAL di NERAKA   wallahua’lam
﴾ Al Israa’:39 ﴿
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).
ذٰلِكَ مِمَّآ أَوْحَىٰٓ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّـهِ إِلٰهًا ءَاخَرَ فَتُلْقَىٰ فِى جَهَنَّمَ مَلُومًا مَّدْحُورًا ﴿الإسراء:٣٩﴾﴾ Al Fushilat:40 ﴿
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ ءَايٰتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَآ ۗ أَفَمَن يُلْقَىٰ فِى ٱلنَّارِ خَيْرٌ أَم مَّن يَأْتِىٓ ءَامِنًا يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۚ ٱعْمَلُوا۟ مَا شِئْتُمْ ۖ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿فصلت:٤۰﴾

 ——————

At Taubah:17 ﴿  Yahudi,penguasa Al QUDS = KAFIR <<<
Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.
…….
An Nisaa:14 ﴿ DURHAKA = menolak/kufur/kafir pada perintah Allah {Al Qur’an} …. dan RASUL {Al Hadits}
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.”

===========================

>>> Lalu seorang lelaki tiba-tiba bertanya: Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita pasrah saja kepada takdir kita dan meninggalkan amal sholeh? Jawaban Rasulullah : Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara.
Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: BERAMALLAH! Karena setiap orang AKAN DIPERMUDAH! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara.
Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini: Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar. (Shahih Muslim No.4786)
……………………………………………………………………..
Hadis riwayat Ali ra, ia berkata:
Kami sedang mengiringi sebuah jenazah di Baqi Gharqad (sebuah tempat pemakaman di Madinah), lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri kami. Beliau segera duduk dan kami pun ikut duduk di sekeliling beliau yang ketika itu memegang sebatang tongkat kecil.
Beliau menundukkan kepalanya dan mulailah membuat goresan-goresan kecil di tanah dengan tongkatnya itu kemudian beliau bersabda: TIDAK ADA SEORANG PUN DARI KAMU SEKALIAN ATAU TIDAK ADA SATU JIWA PUN YANG HIDUP KECUALI TELAH ALLAH TENTUKAN KEDUDUKANNYA DI DALAM SURGA ATAUKAH DI DALAM NERAKA serta apakah ia sebagai seorang yang sengsara ataukah sebagai seorang yang bahagia.
————————————-
stop riya

>> amalan yang besar seperti jihad Bisa tidak bernilai sama sekali di sisi Allah jika diiringi dengan RIYA’, UJUB atau pemBATAL amalan lainnya.
—————————————-
Perhatikan yang pernah Rasulullah kisahkan, beliau pernah bersabda:
>> “Seorang laki-laki melihat dahan pohon di tengah jalan, ia berkata: Demi Allah aku akan singkirkan dahan pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin, Maka ia pun masuk surga karenanya.” (HR. Muslim)
…………………………………
>> Kisah wanita pelacur bani Israil diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِىٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِى إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ إِيَّاهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

“Pada suatu ketika, seekor anjing mengelilingi sebuah sumur. hampir-hampir anjing itu mati kehausan. Tiba-tiba seorang wanita pelacur bangsa bani Israil melihatnya. Maka dilepaslah sepatunya, kemudian diambilkannya air dengan sepatunya, lalu anjing yang hampir mati itu diberinya minum. Maka Allah swt mengampuninya dengan sebab itu.”
——————————–
<<< amalan yang besar seperti jihad Bisa tidak bernilai sama sekali di sisi Allah jika diiringi dengan riya, ujub atau pembatal amalan lainnya. Seorang laki-laki pernah datang kepada Rasulullah sawdan bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan pahala dan agar dia disebut-sebut oleh orang lain?” maka Rasulullah saw menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Orang itu pun mengulangi pertanyaannya tiga kali, Rasulullah pun menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali apabila amalan itu dilakukan ikhlas karenanya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Nasai dari hadits Abu Umamah Al-Bahili).
=======================================

dog and woman 1
=======================================
banyak hal membuat manusia tertegun, dan merasa lemah di hadapan ilmu dan kekuasaan Allah. Seseorang, di awal kehidupannya demikian buruk, namun di akhir hayatnya berbalik keadaan, Rahmat Allah meliputinya, Allah ampuni dosa-dosanya.

Demikian pula manusia hanya bisa bertasbih, bertakbir tatkala mendengar berita bahwa satu amalan yang sepertinya remeh namun ternyata Allah membalasinya dengan pahala besar. Allahu akbar.

Itulah yang terjadi pada seorang wanita pelacur Bani Israil. Kehidupannya yang kelam, hari-harinya yang penuh dosa, tubuhnya yang selalu berkubang di lumpur kenistaan, membuat kita terkejut ketika kemudian dia meraih rahmat Allah dengan sebab sayangnya yang tulus kepada seekor anjing yang lemah.

Kisah wanita pelacur bani Israil diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِىٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِى إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ إِيَّاهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

“Pada suatu ketika, seekor anjing mengelilingi sebuah sumur. hampir-hampir anjing itu mati kehausan. Tiba-tiba seorang wanita pelacur bangsa bani Israil melihatnya. Maka dilepaslah sepatunya, kemudian diambilkannya air dengan sepatunya, lalu anjing yang hampir mati itu diberinya minum. Maka Allah swt mengampuninya denga sebab itu.”

Al-Bukhari menambahkan bahwa wanita itu dengan penuh ketulusan mengikat sepatunya dengan kain penutup kepalanya. Rasulullah saw bersabda:

غفر لامرأة مومسة مرت بكلب على رأس ركي يلهث قال كاد يقتله العطش فنـزعت خفها فأوثقته بخمارها فنـزعت له من الماء فغفر لها بذلك

“Wanita pezina diampuni tatkala melewati seekor anjing di sebuah sumur sembari menjulurkan lidahnya, hampir-hampir haus membunuhnya. Segera Ia lepas sepatunya, dan ia ikat dengan kain penutup kepalanya, ia ambilkan air untuk anjing maka Allah ampuni dengan sebab itu.”

Kisah mengharukan itu terjadi di hari yang panas, membakar dan menyengat sebagaimana ditunjukkan dalam riwayat Muslim.

أن امرأة بغيَّا رأت كلباً في يومٍ حار يطيف ببئر قد أدلع لسانه من العطش فنزعت له بموقها فغفر لها

Seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang sangat panas mengelilingi sumur dengan menjulurkan lidahnya karena kehausan. Dia ambilkan air untuk anjing, iapun diampuni.

Adakah rohmah itu terselip di kalbu kita. Apa yang kiranya kita lakukan ketika di tengah padang pasir, panas menyengat, kita sendiri kehausan lalu seekor anjing menjulurkan lidahnya terengah kehausan, adakah kita sempatkan melepas sepatu, lalu kita ikat dengan kain baju kita untuk mendapatkan air untuk anjing. Allahua’lam.

Syaikh Al-Albani telah mengumpulkan jalan-jalan kisah hadits ini dalam buku beliau Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah. Semua jalan-jalan periwayatan hadits, menunjukkan bahwa berita ini menempati posisi puncak kesahihan.

Saudarakku fillah, ada kisah lain yang serupa dengan kisah diatas diriwayatkan Imam Muslim melalui guru beliau Qutaibah bin Sa’id Al-Baghlani dengan sanadnya kepada Abu Hurairah ra Rasulullah saw pernah bersabda:

بينما رجل يمشي بطريق اشتد عليه العطش فوجد بئرا فنزل فيها فشرب ثم خرج فإذا كلب يلهث يأكل الثرى من العطش فقال الرجل لقد بلغ هذا الكلب من العطش مثل الذي كان بلغ مني فنزل البئر فملأ خفه ماء ثم أمسكه بفيه حتى رقي فسقى الكلب فشكر الله له فغفر له قالوا يا رسول الله وإن لنا في هذه البهائم لأجرا فقال في كل كبد رطبة أجر

“Pada suatu ketika, seorang lelaki sedang berjalan melalui sebuah jalan, lalu dia merasa sangat kehausan. Dia dapatkan sebuah sumur, lalu turun ke dalamnya untuk minum. Begitu keluar dari sumur, dia dikejutkan oleh seekor anjing menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karana kehausan. Orang itu berkata, “Sungguh anjing ini kehausan seperti yang baru kualami” lalu dia turun kembali ke dalam sumur, ia penuhi sepatunya dengan air, dia gigit sepatunya dengan mulutnya, dibawanya naik ke atas dan diberi minumkannya kepada anjing itu. Maka Allah bersyukur kepada lelaki itu, dan diampuni Nya dosanya” Para sahabat bertanya “Ya Rasulullah saw. Apakah kami mendapat pahala ketika kami (menyayangi) hewan-hewan ini?” Jawab rasulullah saw “Menyayangi setiap makhluk hidup ada pahalanya,”

Kisah wanita pelacur Bani Israil sungguh menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah, terlebih hamba-hamba-Nya yang merahmati sesama. Baginda Rasul pernah bersabda dalam hadits Usamah bin Zaid:

إنما يرحم الله من عباده الرحماء

“Sungguh Allah merahmati hamba-hamba-Nya yang penyayang”

“Kasihilah yang berada di bumi, niscaya Allah yang berada di atas langit akan mengasihimu.”

Betapa indahnya andai sifat penyayang menghiasi kalbu kita. Betapa bahagianya andai diri kita yang penuh dengan kedzaliman diampuni dan dirahmati oleh-Nya.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Wahai Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.

Faedah-faedah Hadist

1) Islam adalah agama yang mendorong pemeluknya berbuat baik kepada hewan-hewan yang tidak diperintahkan untuk dibunuh.[1] Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

إن الله كتب الإحسان على كل شيء …..

Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berbuat baik (ihsan) atas segala sesuatu …. Al-Hadits[2]

2) Kebaikan wanita pelacur dan pemuda dalam dua kisah di atas kepada anjing bukan berarti dibolehkannya seorang memelihara anjing.

3) Hadits ini menunjukkan betapa Maha adilnya Allah, sekecil apapun amalan, Allah akan memberikan balasan walaupun seberat dzarrah, semua tercatat, semua diberi balasan. Allah berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.

4) Pentingnya keikhlasan dan harapan kepada Allah dalam beramal. Amalan shaleh walaupun sepertinya kecil dan remeh, namun akan bernilai besar di sisi Allah dengan keikhlasan dan besarnya pengharapan kepada-Nya, seperti apa yang di lakukan wanita pelacur. Al-Imam Abdullah bin Mubarak Al-Marwazi (198 H) berkata, “Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat.”

Amal yang dinilai kecil di mata manusia, apabila ikhlas dan sesuai dengan bimbingan Rasulullah saw, Allah akan menerimanya bahkan melipat gandakan pahala dari amal tersebut. Allah berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Al-Baqarah: 261

Perhatikan contoh lain yang pernah Rasulullah kisahkan, beliau pernah bersabda: “Seorang laki-laki melihat dahan pohon di tengah jalan, ia berkata: Demi Allah aku akan singkirkan dahan pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin, Maka ia pun masuk surga karenanya.” (HR. Muslim)

Sebaliknya amalan yang besar seperti jihad Bisa tidak bernilai sama sekali di sisi Allah jika diiringi dengan riya, ujub atau pembatal amalan lainnya. Seorang laki-laki pernah datang kepada Rasulullah sawdan bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan pahala dan agar dia disebut-sebut oleh orang lain?” maka Rasulullah saw menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Orang itu pun mengulangi pertanyaannya tiga kali, Rasulullah pun menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali apabila amalan itu dilakukan ikhlas karenanya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Nasai dari hadits Abu Umamah Al-Bahili).

5) Rahmat Allah ta’ala demikian luas maka tidak pantas seorang berputus asa dari rahmat-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

Kisah ini diantara contoh bahwasannya amalan kebaikan menghapus amalan kejelekan. Allah berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Huud:114

7) Kisah ini menetapkan sifat Maghfiroh (mengampuni) bagi Allah, sekaligus bantahan bagi Mu’aththilah, kelompok pengingkar sifat.

8) Kisah di atas juga menetapkan sifat Syukur bagi Allah. Allah bersyukur atas kebaikan hamba-Nya, dengan menerima amalan saleh hamba-Nya dan memberikan balasan yang lebih dari apa yang hamba-Nya perbuat

9)Amalan itu sesuai dengan akhirnya.

10) Hadits ini juga bantahan bagi Khawarij yang mengafirkan pelaku dosa besar.

11) Keutamaan memberi minum, dan ini termasuk sebaik-baik amalan. Banyak hadits-hadits shahih yang secara tegas menunjukkan keutamaan amalan member air minum.

[1] Adapun hewan yang diperintah untuk dibunuh maka hewan-hewnan tersebut diperlakukan sesuai degan syareat yakni dibunuh, ular dan tikus misalnya.

[2] HR. Muslim dari shahabat Syaddad bin Aus

============================

tauhid sw

mengaku MUSLIM … = harus meninggalkan/menjauhi … Alihah (Sembahan-sembahan)…. Arbaab (tuhan-tuhan pengatur) … Andaad (tandingan-tandingan)….Thaghut
……………………... agar TIDAK BATAL syahadatnya … agar tidak MURTAD TANPA SADAR
……………………..…….
orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dikatakan memegang Laa ilaaha illallaah: dikatakan muslim, mukmin apabila dia meninggalkan atau menjauhi, atau berlepas diri dari empat hal, yaitu :
………….
1 Alihah (Sembahan-sembahan)
2 Arbaab (tuhan-tuhan pengatur)
3 Andaad (tandingan-tandingan)
4 Thaghut
……………
Jadi Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri, menjauhi, meninggalkan empat hal tadi
……………………..
1. Alihah
Alihah adalah jamak daripada ilaah, yang artinya tuhan. Jadi Laa ilaaha illallaah ketika kita mengucapkannya: tidak ada ilaah, tidak ada tuhan yang diibadati kecuali Allah, berarti menuntut dari kita untuk meninggalkan ilah-ilah selain Allah (tuhan-tuhan selain Allah) dan yang penting bagi kita di sini adalah memahami apa makna ilaah. Karena kalau kita melihat realita orang yang melakukan kemusyrikan pada jaman sekarang, mereka tidak menamakan apa yang mereka ibadati selain Allah itu sebagai ilah (sebagai tuhan) akan tetapi dengan nama-nama yang lain. Dan kalau kita memahami makna ilah, maka kita akan mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh si fulan atau masyarakat fulani itu adalah mempertuhankan selain Allah.
…………………….
2. Arbaab (tuhan-tuhan)
Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk meninggalkan arbaab, berlepas diri daripada Arbaab.

Apa Arbab…?? Ia adalah bentuk jamak daripada Rabb, yang artinya tuhan pengatur atau yang mengatur, berarti kalau kata-kata “atur” maka berhubungan dengan aturan, seperti hukum/undang-undang. Jadi Rabb adalah tuhan yang mengatur, yang menentukan hukum.

Kita sebagai makhluk Allah, dan konsekuensi sebagai makhluk yang diciptakan Allah yang mana Dia juga telah memberikan sarana kepada kita, maka yang berhak menentukan adalah… hanya Allah. Jadi Allah disebut Rabbul ‘Alamin karena Allah yang mengatur alam raya ini, baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at). Sedangkan jika ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa dia berhak mengatur, berarti dia memposisikan dirinya sebagai rabb.
……………………..…….
3. Andad (Tandingan-tandingan)
Andad adalah jamak dari kata nidd, yang artinya tandingan, maksudnya adalah tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah memerintahkan agar kita hanya menghadapkan dan menjadikan-Nya sebagai tujuan satu-satunya. Tidak boleh seseorang mengedepankan yang lain terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah berfirman tentang nidd ini atau tentang Andad ini :
فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. (QS Al Baqarah [2]: 22)

Andad itu apa…?

Andad adalah sesuatu yang memalingkan kamu daripada Al Islam, atau sesuatu yang memalingkan kamu daripada tauhid, baik itu anak, isteri, jabatan, harta, atau apa saja yang mana jika hal itu memalingkan seseorang daripada tauhid atau memalingkan seseorang dari pada Al Islam atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau ke dalam kemusyrikan, maka sesuatu hal itu sudah menjadi Andad.
……………………....
4. Thaghut.
Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut…” (QS. An Nahl [16] : 36)

Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua Rasul dan pokok dari Islam. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih, dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik, Allah ta’ala berfirman:
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا

“Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh (laa ilaaha ilallaah)” (QS. Al Baqarah [2]: 256)

Bila seseorang beribadah shalat, zakat, shaum, haji dan sebagainya, akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima.

Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah :

Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah,
Engkau meninggalkannya,
Engkau membencinya,
Engkau mengkafirkan pelakunya,
Dan engkau memusuhi para pelakunya.

Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab menyebutkan bahwa thaghut ada 5. Beliau tidak menyatakan sesuatu sebagai thaghut secara asal-asalan, namun karena memang ada landasannya dari nash-nash yang jelas. Maka thaghut adalah:
1. Syetan yang menyeru agar beribadah kepada selain Allah SWT, dalilnya: ”Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Yassin: 60)
2. Penguasa yang merubah hukum Allah SWT, dalilnya: ”Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut.” (An Nisa: 60)
3. Mereka yang berhukum selain dengan hukum Allah, dalilnya: ”Barangsiapa tidak memutuskan perkara dengan apa yang diturunkan Allah, mereka itulah orang-orang kafir.” (Al Maidah: 44)
4. Mereka yang mengaku mengetahui perkara ghaib (dukun, paranormal), dalilnya: ”Allah mengetahui yang gaib, dan Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun tentang yang gaib itu, kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya.” (Al Jinn: 26-27)
5. Orang yang diibadahi selain Allah dan dia ridha dengan hal itu, dalilnya: ”Barangsiapa di antara mereka mengatakan: ’Sesungguhnya aku adalah Tuhan selain Allah,’ maka orang itu Kami berikan balasan berupa Jahannam.” (Al Anbiya: 29)
————————–
Tauhid Syarat Diterima Amal

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

TAUHID berasal dari akar kata wahhada-yuwahhidu-tawhiidan yang berarti mengesakan atau menunggalkan sehingga dapat disimpulkan dengan bertauhid berarti kita mengesakan Allah SWT dalam beribadah, sesuai dengan perintah Allah SWT dalam surat AnNisa : 32 :
“Dan sembahlah Allah, dan janganlah kamu menyekutukannnya dengan sesuatu apapun”

Amal shalih apapun, baik itu shalat, shaum, zakat, haji, infaq, birrul walidain(berbakti kepada orang tua) dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak ada pahalanya bila tidak dilandasai tauhid yang bersih dari syirik.

Wallahu a’lam bi showab
berbagai sumber

Pengertian Takdir ....dan.... Hubungan Dengan KeMAHA-TAHUan Tuhan ---------------------------- SEBAB yang BAIK Akan Mendatangkan KeBAIKan ........... SEBAB yang BURUK Akan Mendatangkan KeBURUKan ----------------------------- Apakah takdir itu sudah ditetapkan oleh Allah terhadap manusia?. Apakah manusia berakhir (mati) dalam keadaan menjadi penjahat atau kafir itu sudah ditakdirkan oleh Allah?. Jika sudah mengapa harus masuk neraka?. ---------------------- Itulah beberapa pertanyaan yang mungkin menjadi pikiran bagi anda-anda semua. Untuk mengetahui jawaban diatas, maka berikut saya berikan beberapa ayat-ayat Al-Quran yang membahas mengenai pertanyaan diatas : ========================= Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak ada satu jiwapun dari kalian melainkan telah diketahui tempatnya, baik di surga atau di neraka.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu untuk apa kita beramal? Mengapa kita tidak pasrah saja?” Beliau menjawab, “Tidak, tapi beramallah! Karena setiap orang telah dimudahkan kepada apa yang telah ditakdirkan untuknya.” (HR: Bukhari, (VII/212) dan Muslim, (VIII/47, no. 2647). …………………………………………………. keimanan terhadap takdir harus mencakup empat prinsip. Keempat prinsip ini harus diimani oleh setiap muslim. ............................ Pertama: Mengimani bahwa Allah Ta’ala mengetahui dengan ilmunya yang azali dan abadi tentang segala sesuatu yang terjadi baik perkara yang kecil maupun yang besar, yang nyata maupun yang tersembunyi, baik itu perbuatan yang dilakukan oleh Allah maupun perbuatan makhluknya. Semuanya terjadi dalam pengilmuan Allah Ta’ala............................... Kedua: Mengimanai bahwa Allah Ta’ala telah menulis dalam lauhul mahfudz catatan takdir segala sesuatu sampai hari kiamat. Tidak ada sesuatupun yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kecuali telah tercatat....................................... Dalil kedua prinsip di atas terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman, أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَافِي السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ {70} “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah” (QS. Al Hajj:70)........................... وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَيَعْلَمُهَآ إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَافِي الْبَرِّوَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ يَعْلَمُهَا وَلاَحَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ اْلأَرْضِ وَلاَرَطْبٍ وَلاَيَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مًّبِينٍ {59} “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”” (QS. Al An’am:59).................................................... Sedangkan dalil dari As Sunnah, di antaranya adalah sabda Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa salam, كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ “… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi”[HR. Muslim 2653...................................... Ketiga: Mengimani bahwa kehendak Allah meliputi segala sesuatu, baik yang terjadi maupun yang tidak terjadi, baik perkara besar maupun kecil, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik yang terjadi di langit maupun di bumi. Semuanya terjadi atas kehendak Allah Ta’ala, baik itu perbuatan Allah sendiri maupun perbuatan makhluknya..................................... Keempat: Mengimani dengan penciptaan Allah. Allah Ta’ala menciptakan segala sesuatu baik yang besar maupun kecil, yang nyata dan tersembunyi. Ciptaan Allah mencakup segala sesuatu dari bagian makhluk beserta sifat-sifatnya. Perkataan dan perbuatan makhluk pun termasuk ciptaan Allah ...................... Dalil kedua prinsip di atas adalah firman Allah Ta’ala, اللهُ خَالِقُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ {62} لَّهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِئَايَاتِ اللهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ {63} “.Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.”(QS. Az Zumar 62-63)............................... وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَاتَعْمَلُونَ {96} “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu“.” (QS. As Shafat:96). =============================== “Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3) ............................ BerHATI-HATIlah … lihat diri kita sendiri…. kita sekarang “BERAMAL . penduduk NERAKA” …atau … berAMAL “penduduk SURGA”/ Jalan Allah {sesuai perintah dan larangan Allah} ???? ————————–————————–— “Sesungguhnya ada di antara kalian yang beramal dengan amalan ahli Surga menurut pandangan manusia, padahal sebenarnya ia penduduk Neraka.” (HR. Muslim } ———————————–—— “Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja,” adalah seseorang yang menurut pandangan mata manusia mengerjakan amalan surga dan ketika sudah mendekati ajalnya mengerjakan amalan penduduk neraka, kemudian ia dimasukkan ke dalam neraka. Jadi yang dimaksud ‘jaraknya dengan surga atau neraka tinggal sehasta‘ bukan tingkatan dan kedekatannya dengan surga, namun waktu antara hidupnya dengan ajalnya tinggal sebentar, seperti sehasta. ————————- Yang patut kita pahami dari hadits ini, bukan berarti ketika kita sudah berusaha melakukan kebaikan dan amalan ibadah maka Allah akan menyia-nyiakan amalan kita. Karena hadits di atas diperjelas dengan hadits lainnya, yaitu, ————————- Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda, – dan beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan – “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: rezeki, ajal, amal dan celaka/bahagianya. Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Bad’ul Khalq)

takdir baik buruk sulit

Pengertian Takdir ....dan.... Hubungan Dengan KeMAHA-TAHUan Tuhan

----------------------------

SEBAB yang BAIK Akan Mendatangkan KeBAIKan ...........  SEBAB yang BURUK Akan Mendatangkan KeBURUKan

-----------------------------
Apakah takdir itu sudah ditetapkan oleh Allah terhadap manusia?. Apakah manusia berakhir (mati) dalam keadaan menjadi penjahat atau kafir itu sudah ditakdirkan oleh Allah?. Jika sudah mengapa harus masuk neraka?.
----------------------

Itulah beberapa pertanyaan yang mungkin menjadi pikiran bagi anda-anda semua. Untuk mengetahui jawaban diatas, maka berikut saya berikan beberapa ayat-ayat Al-Quran yang membahas mengenai pertanyaan diatas :
=========================

BerHATI-HATIlah … lihat diri kita sendiri…. kita sekarang “BERAMAL . penduduk NERAKA” …atau … berAMAL “penduduk SURGA”/ Jalan Allah {sesuai perintah dan larangan Allah} ???? ————————–————————–— “Sesungguhnya ada di antara kalian yang beramal dengan amalan ahli Surga menurut pandangan manusia, padahal sebenarnya ia penduduk Neraka.” (HR. Muslim } ———————————–—— “Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja,” adalah seseorang yang menurut pandangan mata manusia mengerjakan amalan surga dan ketika sudah mendekati ajalnya mengerjakan amalan penduduk neraka, kemudian ia dimasukkan ke dalam neraka. Jadi yang dimaksud ‘jaraknya dengan surga atau neraka tinggal sehasta‘ bukan tingkatan dan kedekatannya dengan surga, namun waktu antara hidupnya dengan ajalnya tinggal sebentar, seperti sehasta. ————————- Yang patut kita pahami dari hadits ini, bukan berarti ketika kita sudah berusaha melakukan kebaikan dan amalan ibadah maka Allah akan menyia-nyiakan amalan kita. Karena hadits di atas diperjelas dengan hadits lainnya, yaitu, ————————- Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda, – dan beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan – “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: rezeki, ajal, amal dan celaka/bahagianya. Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Bad’ul Khalq)

=======================
ujian hapus dosa

orang BERIMAN/ Mukmin … menerima SEMUA takdir BAIK dan BURUK ……………………………… <<< segala sesuatu itu TERJADI dengan TAKDIR Allah. Segala yang terjadi dalam alam wujud ini, ....................................... BAIK atau BURUK, semuanya dengan takdir dan ketentuan serta kehendak Allah. Karena tidak ada Rabb selain Allah dan tidak ada yang mengatur segala sesuatu bersama-Nya. >>> ——————————————————– Menjelang wafat, Abu Hurairah tampak menangis. Orang-orang di sekitarnya lalu bertanya sebab ia menangis, apakah karena takut mati. Abu Hurairah menjawab, “Tidak, saya menangis karena saya TAHU akan menghadapi perjalanan yang sangat jauh namun perbekalan saya sangatlah sedikit.” ………………………………………… Ketika sakit menjelang wafat, Abu Hurairah sempat menangis. Ketika ditanya, beliau berkata, “Aku menangis bukan karena memikirkan dunia, melainkan karena membayangkan jauhnya perjalanan menuju negeri akhirat. Aku harus menghadap Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Aku tak tahu, perjalananku ke sorga tempat keNIKMATan atau ke neraka tempat penDERITAan.?” Lalu Abu Hurairah berdo’a: “Ya Allah, aku merindukan pertemuan dengan-Mu, kiranya Engkau pun berkenan menerimaku. Segerakanlah pertemuan ini”! Tak lama kemudian, Abu Hurairah berpulang ke rahmatullah. ……………………………………………….. sahabat Umar bin Khattab radhiallahu’anhu, sahabat Nabi yang alim lagi mulia dan stempel surga sudah diraihnya, beliau tetap berkata: “Andai terdengar suara dari langit yang berkata: ‘Wahai manusia, kalian semua sudah dijamin pasti masuk surga kecuali satu orang saja’. Sungguh aku khawatir satu orang itu adalah aku” (HR. Abu Nu’aim dalam Al Hilyah, 138) …………………………………………….. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak ada satu jiwapun dari kalian melainkan telah diketahui tempatnya, baik di surga atau di neraka.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu untuk apa kita beramal? Mengapa kita tidak pasrah saja?” Beliau menjawab, “Tidak, tapi beramallah! Karena setiap orang telah dimudahkan kepada apa yang telah ditakdirkan untuknya.” (HR: Bukhari, (VII/212) dan Muslim, (VIII/47, no. 2647). …………………………………………………. BERBEDA … dg orang yg TIDAK PAHAM ….. apalagi MUNAFIK/FASIK yg selalu berharap SURGA ….. dg AMAL …. yg begitu KECIL ……………………. ……..>>>> *) Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (Ibnu Majah, Ahmad, dan ath-Thabrani), Syaddad bin Aus mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “ORANG PINTAR ialah orang yang mau mengoreksi dirinya sendiri dan BERAMAL untuk kepentingan akhirat nanti. Dan ORANG LEMAH ialah orang yang mengikuti HAWA NAFSUNYA, tetapi “BERHARAP-HARAP terhadap Allah (=selalu minta/berdoa/berharap pada Allah utk MASUk SURGA … dg amalanya yg masih SEDIKIT, DOSA banyak)”. <<<<<<< ………………………………………………… ( HR.MUSLIM No:4991 ) Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata:Bahwa Rasulullah bersabda: Sesungguhnya akan datang seorang lelaki besar gemuk pada hari kiamat yang berat amalnya di sisi Allah tidak seberat SAYAP seekor NYAMUK sekalipun. Bacalah oleh kalian: Maka Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat. ................................................ >﴾ Al A’raf:51 ﴿ <<< didunia amalan sehari-hari HANYA bermain dan KETAWA saja (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai MAIN-MAIN DAN SENDA GURAU, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami MELUPAKAN MEREKA sebagaimana MEREKA MELUPAKAN pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu MENGINGKARI ayat-ayat Kami ……………………………………. …………………….mereka MENGIRA akan masuka SURGA??? …………. ﴾ Al Baqarah:214 ﴿ ….<<< belum/tidak diuji dg malapetaka, kesengsaraan, sudah “MENGIRA” masuk surga??...................... Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ------------------------------------- ﴾ Ali Imran:142 ﴿ …..<<< belum/tidak diUJI dengan Jihad dan SABAR, sudah “MENGIRA” masuk surga??.................... Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. <<<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

============================Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak ada satu jiwapun dari kalian melainkan telah diketahui tempatnya, baik di surga atau di neraka.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu untuk apa kita beramal? Mengapa kita tidak pasrah saja?” Beliau menjawab, “Tidak, tapi beramallah! Karena setiap orang telah dimudahkan kepada apa yang telah ditakdirkan untuknya.” (HR: Bukhari, (VII/212) dan Muslim, (VIII/47, no. 2647).
………………………………………………….

keimanan terhadap takdir harus mencakup empat prinsip. Keempat prinsip ini harus diimani oleh setiap muslim. ............................

Pertama: Mengimani bahwa Allah Ta’ala mengetahui dengan ilmunya yang azali dan abadi tentang segala sesuatu yang terjadi baik perkara yang kecil maupun yang besar, yang nyata maupun yang tersembunyi, baik itu perbuatan yang dilakukan oleh Allah maupun perbuatan makhluknya. Semuanya terjadi dalam pengilmuan Allah Ta’ala...............................

Kedua: Mengimanai bahwa Allah Ta’ala telah menulis dalam lauhul mahfudz catatan takdir segala sesuatu sampai hari kiamat. Tidak ada sesuatupun yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kecuali telah tercatat.......................................

Dalil kedua prinsip di atas terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman,

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَافِي السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ {70}

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah” (QS. Al Hajj:70)...........................

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَيَعْلَمُهَآ إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَافِي الْبَرِّوَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ يَعْلَمُهَا وَلاَحَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ اْلأَرْضِ وَلاَرَطْبٍ وَلاَيَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مًّبِينٍ {59}

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”” (QS. Al An’am:59)....................................................

Sedangkan dalil dari As Sunnah, di antaranya adalah sabda Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa salam,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi”[HR. Muslim 2653......................................

Ketiga: Mengimani bahwa kehendak Allah meliputi segala sesuatu, baik yang terjadi maupun yang tidak terjadi, baik perkara besar maupun kecil, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik yang terjadi di langit maupun di bumi. Semuanya terjadi atas kehendak Allah Ta’ala, baik itu perbuatan Allah sendiri maupun perbuatan makhluknya.....................................

Keempat: Mengimani dengan penciptaan Allah. Allah Ta’ala menciptakan segala sesuatu baik yang besar maupun kecil, yang nyata dan tersembunyi. Ciptaan Allah mencakup segala sesuatu dari bagian makhluk beserta sifat-sifatnya. Perkataan dan perbuatan makhluk pun termasuk ciptaan Allah ......................

Dalil kedua prinsip di atas adalah firman Allah Ta’ala,

اللهُ خَالِقُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ {62} لَّهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِئَايَاتِ اللهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ {63}

“.Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.”(QS. Az Zumar 62-63)...............................

وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَاتَعْمَلُونَ {96}

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu“.” (QS. As Shafat:96).

===============================

“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3)
 ............................
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Al-Mulk: 1-2)
 ...................................
Kalau kita memahami 2 contoh ayat diatas pasti kita akan menarik kesimpulan umum bahwa Allah mencobai makhluknya untuk mengetahui siapa-siapa yang benar-benar beriman diantara mereka. Padahal jika Allah Maha Tahu tanpa diuji pasti sudah tahu. Jika ini jawabannya maka akan timbul pertanyaan, Apakah Allah itu tidak Maha Tahu?.
 ............................................
Sebagai muslim kita pasti percaya bahwa Allah Maha Tahu. Tetapi terkadang pemahaman muslim tentang Ke-Maha Tahu-an Allah agak keliru. Karena keliru inilah maka Konsep Takdir juga keliru. Bagaimana bisa begitu?.
 ..................................
Sebagian besar muslim memahami Takdir sebagai sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah. Bahwa nasib kita sudah digariskan oleh Allah. Hal ini sebenarnya tidak benar.
 .......................................
(QS 30:41) Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (30 :41)
(13:11) ……..Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(QS 42:30) Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
Berdasarkan ketiga ayat diatas maka dapat disimpulkan bahwa takdir ditentukan oleh manusia itu sendiri. Lalu bagaimana dengan maksud takdir Allah. Takdir Allah disini maksudnya bahwa Allah bisa mengubah apa yang kita kerjakan. Maksudnya ketika seseorang melakukan sesuatu yang menurut Allah berbahaya bagi diri orang itu dan Allah sangat sayang pada dia, maka Allah bisa campur tangan untuk membuat orang tersebut merubah arah hidupnya. Dan juga sebaliknya. Bagaimana kita mengetahui itu takdir Allah atau bukan?. Itu gampang-gampang susah. Biasanya takdir Allah itu cirinya sesuatu yang timbul tetapi tidak kita rencanakan. Misalnya : Anda berusaha mencuri mangga tetangga sebelah, ketika mau mencuri secara tidak sengaja anda disengat tawon, padahal disitu  tidak ada sarang tawon, nah sengatan tawon itulah takdir Allah. Atau anda mendapat hadiah yang tidak disangka-sangka, hadiah itulah takdir Allah.
 ---------------------------
Jadi TAKDIR ALLAH itu sebenarnya tidak ada. Yang ada adalah KETETAPAN ALLAH. Sekilas Takdir dan Ketetapan kelihatan sama pengertiannya padahal berbeda. Perlu diketahui bahwa sebelum ada hasil pasti ada proses awal. Sebelum ada kejadian pasti ada proses menuju kejadian. Jika ada orang yang tahu besuk akan terjadi sesuatu berarti ada yang memberitahu. Yang memberi tahu pasti sudah tahu proses yang akan terjadi.
 ----------------------------
Misalnya ada seorang peramal (A). Peramal tersebut tahu bahwa akan terjadi kebakaran. Pasti ada yang memberi tahu si peramal yaitu si (B). B sudah tahu mengapa akan terjadi kebakaran (proses).
 ...................
TAKDIR bermakna bahwa segala sesuatu sudah direncanakan oleh Allah. Sehingga seolah-olah Allah tahu apa yang akan terjadi pada kita karena skenarionya sudah direncanakan.
 ............................
KETETAPAN bermakna bahwa segala sesuatu akan ditetapkan oleh Allah. Apa yang terjadi pada anda boleh jadi ada campur tangan Allah didalamnya (ditetapkan di tengah proses).
 .....................................
HIDUP pilihan 1
Untuk mengetahui Konsep Ke-Maha Tahu-an Allah lebih jelas, saya mempunyai sebuah teori yang saya namakan “TEORI SARANG LABA-LABA”. Pemahaman dari teori ini adalah sebagai berikut :
Saat Allah menciptakan langit dan bumi dengan ledakan besar dan mengembangkannya (Baca Disini), sebenarnya Allah seperti membuat sarang laba-laba. Tetapi sarang laba-laba disini jangan dimaknai sebagai sarang laba-laba yang anda lihat sehari-hari di rumah atau pohon. Sarang laba-laba disini terbuat dari berbagai elemen metafisis yang disertai gelombang yang kuat yang bentuk dan fungsinya mirip sarang laba-laba.
Pada saat manusia lahir di dunia, itu seperti sebuah benda hidup yang jatuh dari langit lalu menempel di sarang laba-laba. Dari bayi hingga dewasa, manusia (jasad, pikiran & jiwa) beraktifitas hanya di sarang laba-laba. Laba-laba itu hanya tahu ada mangsa jika mangsa itu tersangkut di sarang laba-laba. Semua yang hidup dan mati  berada di dalamnya. Pada saat mangsanya tersangkut dan bergerak laba-laba bisa merasakan kehadiran mangsa tersebut lewat getaran sarang.
Disekeliling kita sebenarnya penuh dengan gelombang. Yang mana setiap gerakan kita selalu tercatat dalam gelombang tersebut. Jadi Allah tahu apa yang kita lakukan karena kita beraktifitas, baik jasmani dan ruhani. Aktifitas yang kita lakukan menjadi sebuah informasi yang terkirim melalui sarang laba-laba tadi ke sisi Allah dengan kecepatan yang Allah sendiri yang tahu.
Jadi sebelum anda beraktifitas tidak ada informasi yang diterima oleh Allah. Allah hanya tahu anda diam. Allah Maha Tahu atas apa yang sedang kita lakukan, fikirkan dan rasakan dalam diamnya kita.
Lalu apa Allah bisa tahu terhadap sesuatu yang akan terjadi. Jawabnya Allah bisa tahu. Alasannya adalah bahwa Allah itu pusat data dan informasi yang paling akurat. Allah bisa membuat statistik untuk mengetahui masa depan dengan perhitungan yang sangat akurat tanpa selisih desimal.
takdir allah tepat 1
Seperti halnya sesuatu itu diciptakan berpasangan, maka untuk memahami Takdir dan hubungannya dengan keMahaTahuan Allah  kita bisa menggunakan teori berpasangan ini.
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. (QS. 51:49)
Banyak kafirun yang menganggap ayat ini ayat yang tidak ilmiah, mereka mengatakan bahwa ada hal di dunia ini yang tidak ada pasangannya. Misalnya cacing yang merupakan hermaprodit, bakteri yang membelah dan lainnya yang sejenis. Sebenarnya maksud berpasangan disini tidak dari segi fisik tetapi dari segi sifat. Misalnya sifat pria & wanita, baik & buruk, gelap & terang, manis & pahit dan sejenisnya.
Demikian juga dengan nasib manusia, sebenarnya manusia diberikan dua buah nasib oleh Allah. Yang mana Allah sudah menetapkannya. Bisa dikatakan nasib A dan nasib B. Untuk mengetahui bagaimana Konsep takdir yang benar perhatikan gambar dibawah ini .

Pada gambar diatas Garis A merupakan Takdir yang sudah digariskan Allah untuk menjadi nasib A. Gambar B merupakan Takdir yang sudah digariskan Allah untuk menjadi nasib B. Warna merah merupakan berbagai ketetapan Allah. Dan terjawab sudah pengertian ke-Maha Tahu-an Allah. Karena kita ini diciptakan berada dalam warna merah yang dibatasi garis A dan B.
Perlu anda ketahui bahwa anda memutuskan untuk di garis A atau B itu berdasarkan pilihan yang anda buat. Tentu saat anda membuat pilihan anda terkadang asal pilih, asal jalan tapi ada juga yang dibarengi dengan do’a dan tawakal. Dalam posisi warna merah, Allah berkuasa menetapkan segala seuatu. Allah bisa menggiring anda ke nasib A atau juga ke nasib B.
…….. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. 13:11)
Di ayat ini (QS 13:11) Allah berfirman : “Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia“, hal ini secara langsung merujuk dengan kebaikan bahwa ” Dan apabila Allah menghendaki KEBAIKAN terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya”.
kaya menerima takdir
Hubungan Konsep keMahaTahuan Allah dengan takdir kalau dijelaskan sebagai ” Allah tahu siapa-siapa yang akan masuk neraka atau surga”. Jika Allah sudah tahu, apakah mereka masuk surga atau neraka itu karena sudah ditakdirkan oleh Allah?. Jika iya bukankah tidak ada keadilan disana. Padahal Allah telah berfirman :
……..Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. …… (QS 13:11)
Jika demikian bagaimana Allah akan tahu apa yang akan terjadi pada manusia?.  Padahal nasib manusia pada dasarnya mereka sendiri yang menentukan?.
Untuk memahaminya pertama-tama kita harus bisa memahami apa itu “Mengetahui”. Mengetahui dibagi menjadi 2 :
1. Dikasih tahu
2. Menyelidiki dan akhirnya tahu.
Berdasarkan 2 kriteria diatas maka tidak mungkin Tuhan “dikasih tahu”, karena Tuhan itu pusat dari kehidupan. Menurut pemikiran ini maka kita bisa menetapkan bahwa Tuhan itu “Menyelidiki dan akhirnya tahu”. Nah penyelidikan Tuhan ini tentu penyelidikan tingkat tinggi yang tidak bisa diukur dengan “Tahun Cahaya” atau “Mikro Nuklir” sekalipun. Hanya Allah yang tahu. Al-Quran menyebutkan :
maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti. (MARYAM-19 ayat 84)
Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (MARYAM-19 ayat 94)

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa pengetahuan Tuhan adalah pengetahuan ke masa depan. Bagi Tuhan tidak ada masa lalu. Karena Tuhan adalah yang awal.

Konsep ini sebenarnya suatu konsep yang “tidak bisa dicerna” bagi Tuhan dalam pemikiran kita. Jika mau Tuhan bisa saja membuat semua manusia tunduk pada-NYA. Tetapi Tuhan tidak melakukannya. Padahal semua manusia berasal dari Tuhan (Firman). Seolah-olah Tuhan mengambil bagian dari-NYA (Firman) tetapi berkelakuan yang tidak seperti diri-NYA. Tuhan mencipta sesuatu yang bisa menolak sifat Ketuhanan-NYA.
Seperti halnya  Tuhan Tahu bagaimana nasib manusia, tetapi seolah-olah Tuhan tidak ingin tahu bagaimana nasib manusia dan lebih membiarkan manusia untuk memilih jalan hidupnya sendiri.
Setelah memikirkan sana sini agaknya mulai terbuka pemahaman mengenai konsep takdir Allah. Yaitu berdasarkan sifat Allah :  AL AWWAL (Maha Awal) dan AL AAKHIR (Maha Akhir).
[QS 57:3] Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin  dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dua sifat Allah diatas bukanlah sifat KEBERADAAN Allah, karena Allah itu tanpa Awal dan tanpa Akhir. Maha Awal dan Maha Akhir merupakan jawaban terhadap keMahaTahuan Allah.

Gambar diatas merupakan hubungan antara Konsep Takdir Allah dan Kemahatahuan Allah yang sebenarnya merupakan skema dari Lauh Mahfuz. Cara memahaminya adalah sebagai berikut :
Kita ibaratkan (Maha Awal) sebagai bayi yang baru lahir, (Takdir) merupakan proses yang dialami selama hidup, (Maha Akhir) sebagai matinya seseorang. Allah adalah Tuhan yang memiliki kemampuan untuk berada pada 2 sisi waktu pada saat yang sama. Cara kerjanya seperti bola yang dipukul oleh tongkat dan secara seksama si pemukul bola menangkap bola tersebut. Disitulah si pemukul tahu saat bola dipukul melayang dan ditangkap kembali.
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.(QS 2:115)
Itulah mengapa Allah sanggup menuliskan takdir seseorang dalam kitab Luh Mahfuz
Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi ALLAH. (QS 57:22)
===============================
berubah diri 2
Allah Ta’ala telah menghimpuan raihan berbagai kebaikan di dunia dan akhirat, dan menghimpun raihan keburukan di dunia dan akhirat dalam kitab-Nya tergantung dengan amalan-amalan seorang hamba. Balasan itu tergantung dengan syarat yang telah dipenuhi, akibat tergantung adanya sebab, dan sesuatu yang disebabkan itu tergantung atas keberadaan sebabnya. Perkara ini di dalam al-Quran melebihi 1000 tempat.Maka terkadang Allah Subhanahu wa Ta’ala menghimpun hukum berita yang ada di alam ini ataupun perintah syar’i sesuai dengan sifat yang mencocokinya (yakni balasan yang pantas akibat amalannya). Seperti firman Allah Ta’ala:

فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

“Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina”.” (al-A’raaf: 166)

Dan firman-Nya:

فَلَمَّا آسَفُونَا انْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ

“Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),” (az-Zukhruf: 55)

Dan firman-Nya:

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالا مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (al-Maaidah: 38)

Dan firman-Nya:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (al-Ahzab: 35)

Dan yang seperti ini terlalu banyak di dalam al-Quran

Dan terkadang Allah Tabaroka wa Ta’ala menghimpun di atasnya dengan bentuk kata syarat dan balasannya (yakni jika ada syarat yang dipenuhi maka akan ada balasan yang dipenuhi pula).
Seperti firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (al-Anfaal: 29)

Dan firman-Nya:

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ

“Jika mereka bertobat, mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” (at-Taubah: 11)

وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

“Dan bahwasanya: jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (al-Jin: 16)

Demikian pula ayat-ayat yang semisalnya.

Dan terkadang Allah Ta’ala mendatangkan “Lam at Ta’lil” (huruf lam yang menunjukkan sebagai sebab sesuatu).
Seperti firman Allah Ta’ala:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Shaad: 29)

Dan firman-Nya:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (al-Baqarah: 143)

Dan seterusnya….

Secara global, maka al-Quran dari awalnya sampai akhirnya sangat jelas dalam meletakkan sebuah balasan kebaikan ataupun balasan keburukan, demikian pula hukum-hukum kauniyah dan hukum-hukum perintah itu berdasarkan sebab-sebab. Bahkan meletakkan hukum-hukum dunia dan hukum-hukum akhirat, kemashalatan pada keduanya, dan kerusakan pada keduanya, berdasarkan sebab-sebab dan perbuatan hamba.

Maka barangsiapa yang mau memahami masalah ini dan memperhatikan dengan sebenar-benarnya, ia akan mendapati kemanfaatan dengannya yang sangat luar biasa. Dan ia tidak akan bergantung hanya pada takdir karena kebodohannya, kelemahannya, tafrith (sifatnya yang meremehkan), dan menyia-nyiakan. Sehingga menjadikan bentuk tawakalnya itu sebagai kelemahan (pasrah pada nasib, ia tidak mau berusaha), dan akhirnya kelemahannya itulah yang akan menjadi tawakalnya.

Orang yang benar-benar faqih (mengerti) itu menginginkan takdir dengan yang ditakdirkan, menghindari takdir dengan yang ditakdirkan, melawan takdir dengan yang ditakdirkan. Bahkan manusia tidak mungkin bisa hidup kecuali dengan cara yang demikian (tidak pasrah dengan nasib, akan tetapi melakukan usaha yang bisa mengubah nasib menjadi lebih baik)
Sesungguhnya rasa lapar, haus, dingin, dan berbagai rasa takut dan kekhawatiran itu bagian dari takdir. Dan semua makhluk sedang berusaha untuk menolak takdir ini dengan takdirnya yang lain.

Demikian pula orang yang Allah Ta’ala beri taufiq dan hikmah dengan memberinya petunjuk, mereka menolak takdir siksa di akhirat kelak dengan takdir ia bertaubat, beriman, dan beramal shalih. Inilah timbangan takdir yang dikhawatirkan ketika di dunia, dan kebalikan dari itu juga sama (maka semua takdir yang buruk kita lawan dengan takdir yang baik)
Maka Rabb dunia dan akhirat itu satu, hikmah Allah Ta’ala juga satu (hikmah di dunia sama seperti hikmah di akhirat), yang tidak berlawanan antara yang satu dengan yang lain, juga tidak menggugurkan antara yang satu dengan yang lain.

Perkara ini termasuk dari perkara-perkara yang sangat mulia bagi orang yang mengerti tentang nilainya dan mau meresapinya dengan sebaik-baiknya.

wallahua'lam
berbagai sumber

Tha’ifah Manshurah : Berperang Adalah Salah Satu Ciri Mereka ---------------------- Tha`ifah Manshurah atau Tha`ifah Zhahirah adalah satu kelompok kecil dari umat Islam yang mendapat pertolongan Allah. Mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah yang akan selalu ada. Sejak masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam hingga hari kiamat nanti. ----------------------------- Tha`ifah Manshurah adalah orang-orang yang berakidah sesuai pemahaman Rasululah dan para sahabat. Mereka menjauhi dosa dosa besar dan dosa kecil semampu mereka. Berusaha mengamalkan Sunnah, mulai dari yang paling kecil hingga yang besar. Dan jelas sikap fanatiknya pada Islam, anti nasionalisme dan pemetakan berdasarkan ras dan daerah. ------------------------------ Wahai Rasulullah, apakah itu perang di jalan Allah --------------------------- ‘Utsman bercerita kepada kami, ia berkata: Jarir bin Manshur memberitakan kepada kami dari Abu Wa’il dari Abu Musa, ia berkata: “Seseorang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah itu perang di jalan Allah? Sesungguhnya ada seseorang dari kami yang berperang karena marah, dan ada yang berperang karena membela orang lain.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya -(Abu Musa) berkata: Tidaklah Rasulullah mengangkat kepalanya melainkan karena orang yang bertanya dalam keadaan berdiri- dan menjawab: ‘Siapa saja yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia berada di jalan Allah.’” HR. al-Bukhari. ------------------------------ Hanya satu yang menyatukan mereka yaitu akidah Islam dan permusuhan terhadap thaghut. ------------------------------ Salah ciri mereka yang jelas terlihat adalah bahwa mereka berperang di jalan Allah. Sekali lagi saya menggunakan kata perang (قِتَال) bukan jihad yang masih bisa diinterpretasikan lain selain angkat senjata membunuh atau dibunuh musuh. -------------------------- Berikut beberapa riwayat tentang tha`ifah manshurah yang mengandung tegas kalimat qital (berperang) di jalan Allah. ................. 1.Hadis Jabir bin Samurah, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :....... لَنْ يَبْرَحَ هَذَا الدِّينُ قَائِمًا يُقَاتِلُ عَلَيْهِ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ Agama ini akan selalu tegak dimana ada sekelompok kaum muslimin berperang membelanya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim, no. 1922 dalam kitab Al-Imarah, Musnad Ahmad, no. 20985). Isnadnya hasan karena dalam sanadnya ada Simak bin Harb dimana haditsnya hasan bila bersendirian.

khalifah hujan batu 1

Tha’ifah Manshurah : Berperang Adalah Salah Satu Ciri Mereka
----------------------

Tha`ifah Manshurah atau Tha`ifah Zhahirah adalah satu kelompok kecil dari umat Islam yang mendapat pertolongan Allah.  Mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah yang akan selalu ada.  Sejak masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam hingga hari kiamat nanti.
-----------------------------

Tha`ifah Manshurah adalah orang-orang yang berakidah sesuai pemahaman Rasululah dan para sahabat.  Mereka menjauhi dosa dosa besar dan dosa kecil semampu mereka.  Berusaha mengamalkan Sunnah,  mulai dari yang paling kecil hingga yang besar.  Dan jelas sikap fanatiknya pada Islam, anti nasionalisme dan pemetakan berdasarkan ras dan daerah.
------------------------------

hujn batu segera1

Wahai Rasulullah, apakah itu perang di jalan Allah

 ---------------------------

‘Utsman bercerita kepada kami, ia berkata: Jarir bin Manshur memberitakan kepada kami dari Abu Wa’il dari Abu Musa, ia berkata: “Seseorang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah itu perang di jalan Allah? Sesungguhnya ada seseorang dari kami yang berperang karena marah, dan ada yang berperang karena membela orang lain.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya -(Abu Musa) berkata: Tidaklah Rasulullah mengangkat kepalanya melainkan karena orang yang bertanya dalam keadaan berdiri- dan menjawab: ‘Siapa saja yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia berada di jalan Allah.’” HR. al-Bukhari.
------------------------------

Hanya satu yang menyatukan mereka yaitu akidah Islam dan permusuhan terhadap thaghut.
------------------------------

Salah ciri mereka yang jelas terlihat adalah bahwa mereka berperang di jalan Allah.  Sekali lagi saya menggunakan kata perang (قِتَال) bukan jihad yang masih bisa diinterpretasikan lain selain angkat senjata membunuh atau dibunuh musuh.
--------------------------
bendera khalifah 1

Berikut beberapa riwayat tentang tha`ifah manshurah yang mengandung tegas kalimat qital (berperang) di jalan Allah. .................

1.Hadis Jabir bin Samurah, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :.......

لَنْ يَبْرَحَ هَذَا الدِّينُ قَائِمًا يُقَاتِلُ عَلَيْهِ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Agama ini akan selalu tegak dimana ada sekelompok kaum muslimin berperang membelanya sampai hari kiamat.”
(HR. Muslim, no. 1922 dalam kitab Al-Imarah, Musnad Ahmad, no. 20985).  Isnadnya hasan karena dalam sanadnya ada Simak bin Harb dimana haditsnya hasan bila bersendirian.

2. Hadis Jabir bin Abdullah yang juga diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya, nomor 1923 :

Harun bin Abdullah dan Hajjaj bin Asy-Sya’ir menceritakan kepadaku, keduanya berkata, Hajjaj bin Muhammad menceritakan kepada kami, dia berkata, Ibnu Juraij berkata, Abu Az Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang berperang di atas kebenaran dan menang sampai hari kiamat.

Juga diriwayatkan oleh Ahmad dengan tambahan,

“Lalu turunlah Isa putra Maryam dan berkatalah pimpinan mereka, “Mari shalat menjadi Imam kami.” Tapi Isa berkata, “Tidak, melainkan salah satu dari kalian berhak memimpin yang lain sebagai penghormatan Allah kepada umat ini”.”
(Musnad Ahmad, no. 15127).

3. Hadis Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang juga diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya nomor 1037 dalam riwayat mutabi’ :

Ishaq bin Manshur menceritakan kepadaku, Katsir bin Hisyam mengabarkan kepada kami, Ja’far yaitu putra Burlan menceritakan kepada kami, Yazid bin Al-Ashamm menceritakan kepada kami, dia berkata, Aku mendengar Mu’awiyah bin Abu Sufyan menyebutkan sebuah Hadits yang dia riwayatkan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan belum pernah aku dengar dia meriwayatkan sebuah Hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam di mimbarnya selain Hadits ini. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَلَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya maka dia akan dipahamkan dalam urusan agama. Akan senantiasa ada sebagian kecil dari umatku ini yang berperang di atas kebenaran dan selalu menang menghadapi siapa saja yang memerangi mereka sampai hari kiamat.

4.Hadits Imran bin Hushain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ حَتَّى يُقَاتِلَ آخِرُهُمُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ

“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang berperang di atas kebenaran dan menang melawan orang yang memerangi mereka sampai generasi terakhir mereka akan berperang melawan Al Masih Ad Dajjal.”
(HR.Abu Daud, no. 2484, Ahmad dalam musnadnya nomor 19920, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, no. 8391 dia menyatakan Hadits ini Shahih berdasarkan syarat Muslim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi, serta diiyakan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 1959).

4. Hadits Uqbah bin Amir yang berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى أَمْرِ اللَّهِ قَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى تَأْتِيَهُمْ السَّاعَةُ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ

“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari kalangan umatku yang berperang berdasarkan urusan Allah yang mengalahkan musuh mereka. Orang yang menyelisihi mereka tidak membahayakan mereka sampai datang kiamat kepada mereka dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu.”
(HR. Muslim, no. 1924).

5.Hadits Salamah bin Nufail Al-Kindi yang berkata,

“Aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam maka ada seorang laki-laki datang dan berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang telah melepas kuda dan meletakkan senjata dan mereka katakan bahwa jihad tidak ada lagi dan alat-alat perangpun sudah dikemas.” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pun menghadapkan wajahnya dan berkata,

كذبوا الآن الآن جاء القتال ولا يزال من أمتي أمة يقاتلون على الحق ويزيغ الله لهم قلوب أقوام ويرزقهم منهم حتى تقوم الساعة وحتى يأتي وعد الله

“Mereka salah! Justru sekarang inilah, ya sekarang inilah saatnya perang dan akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang berperang di atas kebenaran. Allah menyesatkan hati sebagian orang untuk mereka sehingga mereka bisa memperoleh rezeki dari orang-orang yang tersesat itu. Itu akan berlangsung terus hingga hari kiamat atau sampai datangnya urusan Allah…..” sampai akhir Hadits.
(HR. An Nasa`iy, no. 3561, Ahmad dalam musnadnya, no. 16965 dinyatakan hasan sanadnya oleh Al-Arnauth.

*****
war kuda perang badai

Inilah Hadits Hadits yang menyatakan bahwa salah satu ciri tha`ifah manshurah yang dijanjikan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang akan selalu ada sepanjang zaman adalah : berperang melawan musuh Allah.

Jumlah mereka sedikit, karena kata tha`ifah atau ‘ishabah yang terdapat dalam Hadits menunjukkan bahwa mereka hanya sekelompok orang, bukan mayoritas umat Islam.

Mengingat tidak semua orang mampu melakukan jihad dalam bentuk perang, hanya manusia pilihan Allah yang akan melaksanakannya.

Dengan melihat ciri tersebut bisa kita lihat saat ini ada dimana saja kelompok itu. Sebab kata qital atau perang sudah sangat spesifik tak lagi bisa diartikan menulis buku, mendalami Hadits, membantah ahli bid’ah lewat tulisan dan lain-lain.

Akan tetapi, tidak semua mereka yang berperang akan dianggap masuk kelompok ini, karena hanya mereka yang berakidah lurus dan memperjuangkan agama Allah saja yang berhak menyandangnya. Sedangkan yang berperang karena rasa nasionalisme semata, atau demi kepentingan duniawi dan bukan untuk menegakkan syariat Allah atau akidah mereka menyimpang maka tidak bisa dikategorikan kelompok ini.

Peperangan merupakan sunnatullah yang akan terjadi karena orang-orang kafir akan selalu berusaha merongrong Islam dan kaum muslimin sampai kita mau tunduk terjajah oleh mereka dan itulah yang dijanjikan Allah dalam surah Al Baqarah [2] Ayat 120.

 وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ 120

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Maka umat ini akan selalu ditimpa bencana serangan dari orang-orang kafir. Ini mengingatkan kita kepada pernyataan emas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ketika terjadi penyerangan Tartar.  Saat itu  Ibnu Taimiyah membagi kelompok umat Islam saat itu menjadi tiga :

  1. Thaifah Manshurah yaitu mereka yang berjihad melawan Tartar sang perusak.
  2. Tha`idah Mukhalifah yaitu kaum perusak itu sendiri beserta orang-orang Islam yang mengikuti dan bersekutu dengan mereka.
  3. Tha`ifah Mukhadzilah, yaitu mereka yang hanya duduk dan tidak mau angkat senjata, meski sikap keislaman mereka benar.

(Lihat Majmu’ Al Fatawa jilid 26, hal. 416-417).

Apa yang terjadi di masa Ibnu Taimiyah ini terjadi lagi sekarang di Irak, Afghanistan, Palestina dan belahan bumi lainnya.

Tha`ifah Manshurah mengambil peran mereka dalam mempertahankan agama Allah dengan angkat senjata, dan mereka itulah yang sedang berperang di sana.

Sedangkan tha`ifah mukhalifah adalah para pemimpin Munafik model Hamid Karzai yang menjadi kaki tangan orang kafir untuk memerangi kaum muslimin.

Sedangkan tha`ifah mukhadzilah adalah mereka yang tidak mau angkat senjata dengan berjuta alasan, mulai dari merasa diri masih lemah, jihadnya tidak syar’i sampai yang memang tidak peduli.

Semoga ada kelompok keempat yaitu mereka yang berniat untuk membantu saudara-saudaranya yang berjihad di sana namun belum mendapat kemampuan dan kesanggupan, tapi mereka mendukung dan tidak malah menghina perjuangan saudaranya itu dengan cap khawarij dan lain sebagainya yang hanya menguntungkan Amerika dan sekutu-sekutunya.

BERBAGAI SUMBER

wallahua'lam

Energi keBAIKan & Energi keBURUKan... tidak HILANG ... akan berUBAH menjadi BENTUK LAIN .... >> menjadi MATERI LAIN -------------------------------- BARISAN manusia di negeri AKHIRAT : ...... ada yg berbentuk: ....tanpa tangan kaki,.... jadi BABI, ....KELEDAI, ....darah di mulutnya, ....bau BANGKAI, ...TANPA kepala, ...mulut keluar NANAH dan darah, ...KEPALA di bawah, ...WAJAH hitam, ...tubuh KUSTA, ...BUTA mata, … dan… barisan ke 12. ...wajah berSINAR… manusia ke surga ……………………………………………………. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ ……………………………… ------------------------ Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)” ... Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.”.... Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut….. .............Barisan Pertama.... Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ..........Barisan Kedua...... Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” .........Barisan Ketiga..... Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” .............Barisan Keempat.... Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ...........Barisan Kelima.......... Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” .............Barisan Keenam................. Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ............Barisan Ketujuh................... Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ..........Barisan Kedelapan.................... Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ........Barisan Kesembilan.............. Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” .............Barisan Kesepuluh................. Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” .........Barisan Kesebelas.............. Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” .................Barisan Kedua Belas.................... Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…” ……………………..…………………….

akhirat sebenarnya 1

 Energi keBAIKan & Energi keBURUKan... tidak HILANG ... akan berUBAH menjadi BENTUK LAIN .... >> menjadi MATERI LAIN
--------------------------------

BARISAN manusia di negeri AKHIRAT : ......

ada yg berbentuk: ....tanpa tangan kaki,.... jadi BABI, ....KELEDAI, ....darah di mulutnya, ....bau BANGKAI, ...TANPA kepala, ...mulut keluar NANAH dan darah, ...KEPALA di bawah, ...WAJAH hitam, ...tubuh KUSTA, ...BUTA mata, … dan… barisan ke 12. ...wajah berSINAR… manusia ke surga ……………………………………………………. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ ………………………………
------------------------
manusia babi kera

Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)” ...

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.”....

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut…..

.............Barisan Pertama....

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

..........Barisan Kedua......

Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

.........Barisan Ketiga.....

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

.............Barisan Keempat....

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

...........Barisan Kelima..........

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

hell paint dream

.............Barisan Keenam.................

Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

............Barisan Ketujuh...................

Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

..........Barisan Kedelapan....................

Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

........Barisan Kesembilan..............

Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

.............Barisan Kesepuluh.................

Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

.........Barisan Kesebelas..............

Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

.................Barisan Kedua Belas....................

Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”
……………………..…………………….

atom sebagai partikel dasar yang menyusun jagat raya ini, dan energi  yang sudah tersedia di dalam atom. Dan berikutnya, kita akan membahas Hukum Kekekalan Energi & Massa.

Bahasa yang terkesan melawan kodrat dari Tuhan tentang makna  kekekalan.  Dan, tentu bukan itu yang akan kita bahas, karena energi akan ada hanya kalau ada materi, tanpa materi maka tidak ada energi. Dan ada Sang Pencipta materi. Dan istilah kekekalan energi hanya ada dalam terminologi ilmu fisika dan kimia.
Dalam ilmu fisika, setiap system fisik (materi) mengandung atau menyimpan energi. Dan untuk mengetahui besaran energinya, ada persamaan khusus, masing-masing persamaan di desain untuk mengukur energi yang tersimpan secara khusus. Secara umum, adanya energi diketahui oleh para peneliti atau pengamat melalui perubahan sifat objek atau system. Dan tidak ada cara seragam untuk mengungkap energi.

Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) seorang ilmuwan fisika teoretis, keturunan Yahudi yang lahir di Jerman, membuat rumus yang paling terkenal :

E = mc2

  • E = energi (J)
  • m = massa (kg)
  • c = kecepatan cahaya (m. s-1)

Energi dalam persamaan di atas dikategorikan sebagai energi diam. Diamnya dimaknai tidak bergerak dalam kerangka acuan inersia.
Kerangka acuan inersia didefinisikan sebagai bergerak dengan kecepatan konstan, tidak bergerak dipercepat (tidak ada percepatan), tidak berotasi dan bergerak dalam garis lurus.

Rumus yang diungkap Einstein itu pada dasarnya masih sebuah teori atau formula yang didasarkan atas pengamatannya pada tahun 1905 atas kelakuan obyek yang bergerak dengan laju mendekati laju cahaya. Kesimpulan terkenal yang ditariknya dari pengamatan ini adalah bahwa massa sebuah benda adalah sebuah ukuran dari kandungan energi benda tersebut.
Pembuktian formula tersebut masih belum bisa dicapai sampai sekarang ini, karena manusia belum mampu membuat atau menciptakan alat yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya.

Beberapa kejadian di reaksi atom dianggap mewakili rumus itu, yaitu pada peristiwa peluruhan inti atom. Di mana pada saat peluruhan inti atom, ada partikel yang dipancarkan (radiasi elektromagnetik) yang menyebabkan massa atom berkurang. Massa yang hilang dianggap berubah menjadi energi.

Kecepatan cahaya dalam ruang vakum (hampa udara atau dalam keadaan kosong) :

299.792.458 meter per detik (m/s) = 1.079.252.848,8 kilometer per jam (km/h)

Atau 1,079 milyar kilometer per jam.

Sangat cepat sehingga hanya dibutuhkan waktu 0,13 detik untuk mengelilingi bumi, atau  sekejapan mata. Diameter bumi 12.756 km, kelilingnya 40.054 km (bulat).

Namun, di dalam film digambarkan bahwa suatu saat akan ada pesawat yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya.  Pesawat yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya akan berubah menjadi energi, sehingga bisa menembus ruang dan waktu.

Seandainya saja teori Einstein terbukti, di mana sudah ada teknologi yang mampu merubah benda padat  menjadi energi dan dari energi dikembalikan lagi menjadi benda padat. Maka akan banyak rekayasa teknologi yang tidak terbayangkan sekarang ini.

Misalnya akan ada sarana bagi kita untuk masuk ke dalam bumi tanpa harus mengebornya atau membuat lubang, dan membawa kita masuk ke bumi.
Tidak ada lagi tabrakan kendaraan bermotor atau kecelakaan lalu lintas, karena motor-motor sudah bisa berubah menjadi energi.
Kendaraan tidak lagi butuh jalan raya, karena sifat energi yang bisa menembus ruang dan waktu. Dan lain-lain
Jadi kita bisa menghilang dan menembus tembok seperti hantu. He he he ….

Hukum Kekekalan Energi

Hukum Kekekalan Energi (Hukum I termodinamika) berbunyi: “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”.
Karena energi bersifat kekal, maka energi yang ada di alam semesta ini jumlahnya tidak pernah berubah, tidak bertambah dan berkurang. Yang ada hanyalah perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain.

Di dalam ilmu fisika yang dipakai sekarang ini, penghitungan besaran energi lebih pada perubahan-perubahan energi yang terjadi pada suatu benda/materi. Karena setiap materi memiliki energi. Bukan energi yang dibicarakan Einstein E= mc2 (miroskopis), tetapi energi pada skala makroskopis.

Energi dari sebuah materi bisa dihitung melalui proses-proses atau sebab-sebab tertentu, misalnya energi dari benda yang bergerak, energi hasil dari pembakaran, energi dari proses kimia, energi listrik, dan lain-lain.

Untuk memudahkan penghitungan  energi suatu materi, para ilmuwan ilmu fisika dan kimia sepakat untuk menggunakan rumus pendekatan Joule disingkat J. Nama joule diambil dari penemunya James Prescott Joule.
1 Joule = 1 kg

m2/s2 = 1 kg dikalikan kecepatan kuadrat.
1 joule = 1 newton meter (simbol: N.m).

Satu newton adalah besarnya gaya yang diperlukan untuk membuat benda bermassa satu kilogram mengalami percepatan sebesar satu meter per detik.

Definisi satu joule lainnya:

  • Pekerjaan yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan listrik sebesar satu coulomb melalui perbedaan potensial satu volt, atau satu coulomb volt (simbol: C.V).
  • Pekerjaan untuk menghasilkan daya satu watt terus-menerus selama satu detik, atau satu watt sekon (simbol: W.s).

1 Joule mendekati sama dengan:

  • 6.241506363×1018 eV (elektron volt)
  • 0.239 kal (kalori). Kalori adalah satuan panas untuk menaikkan suhu temperatur air 1 derajat Celsius. Satuan ini sebesar 4,2 joule.
  • 2.7778×10-7 kwh (kilowatt-hour)
  • 2.7778×10-4 wh (watt-hour)
  • 9.8692×10-3 liter-atmosfer

Dengan adanya satuan untuk mengukur besaran energi ini, memudahkan manusia untuk mengembangkan peralatan dan tekonologi yang berhubungan dengan pemanfaatan energi.
Misalnya berapa joule energi yang dihasilkan dari seliter Bensin. Atau berapa joule, energi yang dihasilkan dari 1 kg TNT.
Termasuk kekuatan pukulan manusia juga bisa dihitung. Misalnya anda memukul sebuah dinding, maka bisa diketahui kekuatan pukulan anda. Juga kekuatan tendangan kaki kita, bahkan sampai kekuatan suara kita (suara diukur dengan satuan desibel)

Untuk memanfaatkan energi, manusia perlu usaha atau kerja untuk merubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain. Dan untuk itu manusia membutuhkan alat bantu atau teknologi.

  • Air yang mengalir (entah dari sungai yang dibendung, waduk atau air terjun), bisa menggerakkan baling-baling (yang lebih canggih turbin), putaran baling-baling lalu memutar kumparan listrik sehingga energinya berubah menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan lalu bisa dirubah untuk berbagai keperluan lain seperti kebutuhan rumah tangga kita. Dari energi listrik bisa dirubah menjadi energi panas, untuk menyetrika, untuk memasak dan lain-lain. Energi listrik bisa menjadi energi cahaya misalnya pada lampu. Energi listrik bisa menjadi energi gerak misalnya pada kipas.
  • Minyak bumi, di ambil dari dalam bumi, salah satunya menjadi bensin, yang sering kita gunakan pada kendaraan bermotor kita. Melalui proses pembakaran dan ledakan dalam mesin kendaraan kita, muncul energi yang mampu menggerakkan motor kita.
  • Yang paling hebat yang sudah ditemukan adalah energi yang ada di dalam atom dan dirubah menjadi energi nuklir. Selain untuk pembangkit listrik juga bisa untuk membuat bom nuklir.

Kalau dipakai terus, energinya akan habis dong???
Kembali ke hukum kekekalan energi, bahwa energi tidak bisa diciptakan dan dimusnahkan. Jadi pada prinsipnya energi tidak pernah berkurang dan bertambah.
Bahwa kemudian ada istilah krisis energi, hal itu lebih pada krisis pada sumber energinya. Sumber energi seperti minyak, gas dan batu bara memang suatu saat akan habis, dan tentu akan menyulitkan dan menyusahkan banyak manusia yang terbiasa tergantung dengan sumber energi seperti minyak, gas dan batu bara. (baca lebih jauh artikelku yang lain terkait krisis energi)

Matahari juga bagian dari sumber energi, dan diprediksi suatu saat juga akan habis. Tetapi masih lamaaa sekali, milyaran tahun… jadi tenang saja.

Seperti yang telah kita pelajari di artikel sebelumnya bahwa alam semesta ini sesungguhnya terdiri dari atom. Dan di dalam setiap materi ada energi yang tersimpan di dalamnya. Sehingga seluruh alam semesta dipenuhi oleh energi dan atom.
Di dalam batu, di sebuah besi, dipepohonan, di dalam hewan, dilangit, di udara dan diseluruh alam semesta.

Setiap aktifitas manusia juga membutuhkan energi, misalnya berjalan, berbicara, melihat, mendengar, berlari, berolah raga, dan semua aktifitas lainnya.  Seperti mobil butuh bensin, manusia butuh makan dan minum, juga butuh istirahat karena kelelahan. Jadi tubuh manusia pada dasarnya adalah pabrik (produsen) energi, mengolah makanan dan minuman (sumber energi) dan merubahnya menjadi energi,  sebagaimana mesin mobil/motor adalah alat untuk mengubah energi.

Bedanya adalah kalau tubuh manusia ini produk alami karena ciptaan Tuhan, sedang mesin mobil adalah produk yang tidak alami karena ciptaan manusia. Hasil buangannya pun berbeda, di mana buangan manusia adalah kotoran yang bisa diurai kembal oleh alam, sedangkan buangan energi mobil/motor menjadi polusi bagi alam.

Kalau menciptakan mobil, televisi, HP, komputer dan lain-lain, manusia membutuhkan pabrik, membutuhkan banyak sumber daya manusia maupun bahan baku. Namun Tuhan menciptakan manusia tanpa itu semua. Dan hebatnya semua mahluk hidup seperi tumbuh-tumbuhan,hewan dan manusia terus berkembang tanpa adanya sebuah pabrik.
Coba kalau pabrik mobil bisa menciptakan mobil yang bisa beranak pinak, tentu manusia tidak akan menjadi repot. He he he

Jadi setiap aktifitas yang menjadikan adanya perubahan energi, akan menyebabkan energi berubah dalam bentuk lain dan mengubah atau mempengaruhi lingkungan.
Misalnya anda membakar korek api dari kayu. Maka ketika kayu korek api habis, apinya akan mati. Apakah energinya hilang? Sama sekali tidak, karena energi bersifat kekal, maka setiap energi yang habis dipakai, akan terbuang dan terurai oleh alam. Atau terjadi perpindahan energi dari satu materi ke materi yang lain.

Beberapa hal lain yang bisa kita rumuskan terkait dengan energi ini adalah:

  • Setiap aktifitas manusia selalu membutuhkan energi atau mengeluarkan energi.
  • Setiap aktifitas alam, juga akan selalu memunculkan perubahan energi, baik mahluk hidup maupun benda mati. Seperti bumi yang selalu berputar dan berotasi.
  • Semua materi yang ada di dunia ini diselimuti oleh energi dan dihubungkan atau menghubungkan energi yang lain
  • Hanya sedikit sekali energi yang ada di dalam diri dan di alam semesta yang mampu dikenali, diteliti dan diolah manusia.
  • Bahkan manusia yang sedang tidur juga memerlukan energi, yang diperkirakan  membutuhkan 48 kilojoule (kJ) setiap kg berat tubunya. Karena sekalipun dia tidur, tetapi jantung, paru-paru dan organ-organ tubuh lainnya juga bekerja.
  • Juga batu atau besi, yang setiap saat juga mengalami perubahan sifat materinya

Mungkin, selama ini kita hanya menyadari adanya energi kalau aktifitas dari perubahan energi ini bisa kita lihat atau dirasakan oleh indra maupun tubuh kita. Misalnya energi panas, energi dingin, energi listrik dan lain-lain. Sehingga sering lupa atau sering tidak sadar bahwa ada energi yang melimpah di dalam diri dan diluar diri kita.

Para ilmuan juga belum mampu menyentuh energi yang dimunculkan oleh adanya aktifitas organ seperti otak, hati atau mata kita. Padahal kalau kita merasakan, menghayati, memahami atau melihat sesuatu dalam waktu tertentu akan membuat kita lelah dan lapar. Mata kita juga memiliki kecepatan penglihatan, namun belum diketahui lebih cepat mana dengan kecepatan cahaya.

Untuk otak, para ilmuwan baru bisa mengukur gelombang otak manusia untuk mengetahui tingkat kerja otak manusia pada keadaan dan kondisi tertentu. Misalnya bedanya kerja otak ketika orang sedang bekerja dan sedang tidur. Tetapi belum menyentuh sampai besaran energi yang keluar dan masuk ke otak manusia……. Pembicaraan lebih lengkap tentang otak dan pikiran pada artikel lain. Insyaallah.

Dari dalam tubuh manusia juga mengeluarkan energi yang sampai sekarang ini belum mampu diilmiahkan. Di yakini bahwa dari dalam tubuh manusia mengeluarkan gelombang elektromagnetik, atau yang dikenal dengan istilah AURA, dan berubah terus-menerus sesuai dengan keadaan emosi dan jiwanya. Masih dianggap metafisik, karena ilmu fisika belum sampai ke sana. Namun seorang ilmuwan berkebangsaan Rusia bernama Kirlian, menciptakan Kamera Kirlian untuk menangkap fenomena ini. Kamera itu sekarang telah disempurnakan menjadi Aura Camera 6000. Dari kamera itu, kita bisa melihat selubung gelombang elektromagnetik yang menyelimuti manusia dengan perwujudan beragam spektrum warna dengan implikasi berdasarkan kondisi fisik dan psikisnya.

Hukum Kekekalan Massa

Massa diartikan sebagai sifat fisika dari suatu benda, yang secara umum dapat digunakan untuk mengukur banyaknya materi yang terdapat dalam suatu benda.
Dalam Sistem Internasional (SI), massa diukur dalam satuan kilogram (kg). Alat yang digunakan untuk mengukur massa biasanya adalah timbangan. Tetapi massa berbeda dengan berat, karena massa selalu sama disetiap tempat.

Misalnya: massa kita ketika di bumi sama dengan massa di bulan, akan tetapi berat kita di bumi dan di bulan berbeda.
Berat (F/force) = massa (m) dikalikan gaya grafitasi (g) atau F = mg
Gaya garfitasi bumi juga tidak merata disetiap permukaan bumi. Contohnya  berat suatu benda di atas permukaan laut akan lebih besar dari pada beratnya pada puncak gunung yang tinggi. Hal ini disebabkan karena percepatan gravitasi di kutub lebih besar daripada di katulistiwa, dan percepatan gravitasi di atas permukaan laut lebih besar dari pada di tempat yang lebih tinggi (karena jaraknya ke pusat bumi lebih jauh).

Hukum kekekalan Massa dikemukakan oleh Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) yang berbunyi: ”Dalam suatu reaksi, massa zat  sebelum dan sesudah reaksi adalah  sama”, dengan kata lain massa tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Artinya selama reaksi terjadi tidak ada atom-atom pereaksi dan hasil reaksi yang hilang.

Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.
Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti kimia, teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida.

Hukum kekekalan massa dapat terlihat pada reaksi pembentukan hidrogen dan oksigen dari air. Bila hidrogen dan oksigen dibentuk dari 36 g air, maka bila reaksi berlangsung hingga seluruh air habis, akan diperoleh massa campuran produk hidrogen dan oksigen sebesar 36 g. Bila reaksi masih menyisakan air, maka massa campuran hidrogen, oksigen dan air yang tidak bereaksi tetap sebesar 36 g.

Begitu juga kalau kita membakar kayu misalnya kayu korek api. Berlaku juga hukum kekekalan massa. Memang setelah kayu terbakar akan menjadi abu. Namun yang  perlu anda ketahui adalah bahwa selain abu, pada pembakaran kayu juga dihasilkan oksida karbon, asap dan uap air. Oksida carbon dan uap air tidak tampak oleh mata karena bermujud gas. Jika ditimbang ulang :
mk massa kayu + masa oksigen = masa abu + massa oksida karbon + massa uap air + massa asap.

Kalau hukum kekekalan massa memang benar, maka massa dari materi yang ada didunia ini berarti tidak pernah berubah.
Kalau begitu, maka ketika mahluk hidup, hewan, tumbuhan dan manusia, setiap kali tumbuh menjadi semakin besar, berarti ada penambahan massa yang diambilkan dari massa materi yang lain. Begitu juga setiap bayi yang lahir, berarti ada energi dan massa di alam semesta ini yang beralih ke dalam diri bayi.

Kalau kita makan, maka ada beberapa massa dari air dan makanan yang makan akan menjadi daging pada tubuh kita. Kalau manusia bertambah banyak, sesungguhnya tidak ada perubahan massa di alam semesta ini, karena jumlah massa tentu juga sama sebagaimana jumlah energi di alam semesti ini, berarti selalu sama. Ini masih kalau……

Hukum kekekalan massa dan energi ini,  menunjukkan bahwa dunia dan alam semesta ini merupakan system yang tertutup, di mana perubahan-perubahan di dalamnya tidak mempengaruhi jumlah energi dan massa. Perubahan jumlah manusia, hewan, tumbuhan, bumi dan planet-planet lainnya, hanyalah merupakan perpindahan bentuk energi dan massa dari bentuk satu ke bentuk yang lainnya.

Pengetahuan ini menunjukkan bahwa diri kita selalu terhubung ke semua bentuk energi dan massa yang ada dilingkungan kita sampai ke alam semesta. Tubuh kita merupakan bagian dari rangkaian system energi dan massa yang mengisi jagat raya ini. Tubuh kita adalah simpanan atau kandungan dari materi dan energi.

Apa yang kita lakukan, pikirkan dan ucapkan selalu mempengaruhi dan dipengaruhi system yang ada di dalam diri kita maupun diluar diri kita.
Energi dari kekuatan pikiran juga menimbulkan serangkaian energi yang belum mampu diurai secara ilmiah.

Ada fenomena seperti ini :
“Suatu saat saya pernah diajari teman saya tentang kekuatan fokus pikiran, kemudian saya praktekkan ketika saya berada pada sebuah perjalanan di pesawat, saya fokuskan pandangan saya pada sesorang, yang duduk beberapa baris di depan saya. Kemudian saya gunakan focus pikiran saya pada orang itu, agar orang itu menoleh kepada saya. Beberapa saat kemudian orang tersebut benar-benar menoleh pada saya dan tersenyum.”
Saya sempat tertegun dan takjub.
Kekuatan fokus pikiran tersebut relatif mudah dipraktekkan dan dibuktikan, namun meninggalkan pertanyaan tentang dasar ilmiahnya. Karena belum ada teori ilmiah yang menerangkan hal itu.
================================

Semuanya Adalah Energi
================

Mengapa penemuan Albert Einstein ini begitu penting? Untuk memahami ini, Anda perlu memiliki sedikit informasi tentang latar belakangnya. Sebelum Einstein, para ilmuwan percaya bahwa alam semesta dibuat dari dua unsur yang berbeda secara mendasar, yaitu materi (yang dianggap dibuat dari partikel yang tidak terbagi) dan energi (dianggap dibuat dari gelombang). Materi dan energi ini berinteraksi untuk membentuk jagad material, tetapi mereka tidak bercampur (yang satu tidak bisa diubah menjadi yang lain).

Diantara para ilmuwan tersebut, tiba-tiba muncul seorang petugas paten sederhana (Einstein) yang datang dengan rumus sederhana, E = mc2, yang membuat pandangan dunia sebelumnya menjadi usang. Bahkan, Einstein membuktikan bahwa dualisme materi/energi telah salah selama ini.

Formula Einstein (dan percobaan yang tak terhitung jumlahnya telah membuktikan rumus tersebut) bahwa materi dapat diubah menjadi energi dan sebaliknya.
Anda mungkin telah belajar bahwa reaksi nuklir mengkonversi materi (uranium) menjadi energi. Namun, pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Pada kenyataannya, reaksi nuklir hanya membebaskan energi yang sudah tersimpan dalam atom Uranium. Mengapa energi tersebut bisa tersimpan di dalam atom ? Karena atom itu terbuat dari energi!

Perjalanan ke Materi

Konsekuensi dari itu rumus Einstein adalah bahwa semua materi terbuat dari energi. Untuk mendapatkan ide visual fakta yang agak abstrak ini, bayangkan bahwa Anda memulai perjalanan ke dalam level yang lebih dalam dari materi. Anda mulai dari permukaan, dan pada tingkat ini besi tampak padat. Namun, Anda mengetahui bahwa materi tersusun dari blok bangunan yang lebih kecil, yang disebut molekul. Ketika Anda masuk ke tingkat molekuler, Anda melihat bahwa blok materi padat dibuat dari banyak potongan-potongan kecil dan ada ruang terbuka di antara molekul-molekul tersebut.

Namun, molekul bukanlah dasar blok bangunan atau akhir dari materi. Molekul terbuat dari kombinasi beberapa blok bangunan yang lebih kecil, yang disebut atom. Ketika Anda melompat ke tingkat atom, Anda menyadari bahwa ada banyak ruang kosong di antara atom-atom yang membentuk molekul. Selanjutnya, Anda menyadari bahwa atom tidak kokoh. Sebagian besar atom adalah ruang kosong. Memiliki inti, yang dari kejauhan tampak padat, dan kemudian sejumlah elektron yang mengorbit di sekitar inti, seperti planet mengelilingi matahari (atau setidaknya ini adalah bagaimana kebanyakan orang memvisualisasikan atom).

Sebelum Einstein, para ilmuwan percaya bahwa berbagai jenis atom (108 tepatnya) dibuat dari hanya tiga jenis partikel;. Partikel-partikel Dasar ini diduga akan membangun blok terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Hal ini justru adalah keyakinan yang dihancurkan Einstein!

Partikel atau gelombang

Formula Einstein membuktikan bahwa apa yang sebelumnya dianggap sebagai blok bangunan terkecil dari materi, partikel-partikel dasar, ternyata bisa dipecah lagi. Dengan kata lain, mereka tidak hanya sangat kecil, seperti bola biliar padat. Mereka bahkan bisa dipecah menjadi komponen yang lebih mendasar atau lebih kecil, dan ketika kita melakukannya, kita bergerak melampaui alam materi dan menjadi sebuah dunia di mana semuanya adalah energi!

Berdasarkan temuan Einstein, sekelompok ahli fisika yang berpikiran terbuka mengembangkan Mekanika kuantum. Cabang ilmu pengetahuan baru ini mengkaji tingkat yang paling mendasar dari materi, yaitu partikel subatom.

Fisika Quantum dengan cepat menemukan fenomena yang sangat menarik yang bertentangan total dengan pandangan dunia yang berbasis indera kita. Indra kita memang dirancang untuk mendeteksi kontras dan perbedaan. Dengan kata lain, indra kita melihat sesuatu sebagai bulat atau persegi, padat atau cair. Materi adalah padat, dan energi adalah cair, karena itu materi dan energi berbeda.

Fisika Quantum menemukan bahwa partikel subatomik bisa muncul baik sebagai partikel maupun sebagai gelombang. Dengan kata lain, mereka tampaknya memiliki sifat ganda, dan ini disebut dualitas gelombang/partikel. Fenomena ini ditemukan pada tahun 1920, dan memiliki beberapa implikasi yang sangat menarik.

Realitas tergantung pada pengamat

Fisikawan Quantum telah menunjukkan (melalui percobaan yang tak terhitung jumlahnya) bahwa apa yang kita sebut partikel subatomik dapat berperilaku baik sebagai gelombang maupun partikel. Apakah mereka berperilaku sebagai satu atau yang lain tampaknya tergantung pada bagaimana kita ingin mengamati mereka. Dengan kata lain, jika seorang fisikawan sedang mencari sebuah partikel, entitas subatomik berperilaku sebagai sebuah partikel. Jika fisikawan sedang mencari gelombang, entitas subatomik berperilaku sebagai gelombang.

Hal ini menyebabkan ahli fisika menyimpulkan bahwa pengamatan ilmiah adalah produk dari tiga faktor:

  • Fenomena yang diamati (entitas subatomik)
  • Instrumen yang digunakan untuk membuat pengamatan
  • Kesadaran dari ilmuwan yang membuat pengamatan

Ketiga faktor ini bergabung membentuk apa yang para ilmuwan sebut “situasi pengukuran keseluruhan.” Pengamatan adalah produk dari ketiga faktor, termasuk kesadaran pengamat.

Dengan kata lain, kesadaran dari ilmuwan mempengaruhi pengamatan! Kesimpulan ini telah diterima oleh sebagian besar fisikawan. Sayangnya, kebanyakan ilmuwan menghindari berpikir tentang konsekuensi filosofis dari fakta eksperimental yang divalidasi ini. Konsekuensi tersebut sangat menakjubkan, dan itu memaksa kita untuk memikirkan kembali setiap aspek dari pandangan dunia kita saat ini.

Pada bagian berikut, kita akan meneliti beberapa wilayah yang dipengaruhi oleh temuan ilmiah tersebut.

Tidak ada Dualisme

Orang mungkin mengatakan bahwa manusia selalu dipengaruhi oleh dua kondisi kesadaran. Ada tingkat kesadaran di permukaan yang didominasi oleh indera kita dan kesimpulan yang kita buat berdasarkan apa yang indra kita memberitahu kita tentang dunia. Ini adalah apa yang Yesus sebut sebagai pikiran bawah atau keinginan daging.

Keadaan kesadaran ini sesungguhnya didominasi oleh dualisme, relativitas, hambatan dan batas-batas. Dalam kondisi pikiran ini, kita menilai segala sesuatu (kebanyakan dari ide orang lain) dengan meletakkannya pada skala relatif, didominasi oleh dua ekstrim (benar dan salah, baik dan buruk dll). Kita berusaha untuk menilai segala sesuatu berdasarkan pada skala ini. Kita berusaha untuk memberi label terhadap segala sesuatu dan menaruhnya dalam kotak kecil sebagai benar atau salah, baik atau buruk. Sekali berada dalam kotak, ide atau manusia kelihatannya tidak ingin untuk keluar dari itu. Keadaan pikiran dualistik ini ingin menjaga segala sesuatu di bawah kendali mereka.

Namun, kita juga memiliki dorongan untuk pemahaman yang lebih dalam, dan ini menyebabkan kita untuk berusaha mencoba melihat melampaui indra, di luar tampilan permukaan dan di luar dunia material. Melalui keadaan kesadaran ini, kita sering melihat di luar dualisme dan relativitas dari kesadaran permukaan. Kita melihat koneksi dan kesatuan yang lebih dalam. Ini adalah apa yang Yesus katakan sebagai kesadaran Kristus.

Daripada menilai segala sesuatu berdasarkan skala relatif, orang-orang dalam keadaan kesadaran yang lebih tinggi berusaha tidak menghakimi. Mereka tidak memberi label apa pun, dan mereka tidak memiliki kotak dalam pikiran mereka;. Mereka tidak tertarik untuk menempatkan segala sesuatu di dalam kotak, mereka hanya ingin meningkatkan pemahaman mereka terhadap dunia. Mereka tidak ingin mengontrol, mereka ingin menemukan.

Sebelum Einstein, ilmu pengetahuan didominasi oleh kesadaran dualistik. Ilmu pengetahuan hanya berfokus pada memperpanjang jangkauan indra, misalnya melalui teleskop dan mikroskop, tetapi sedikit sekali yang dilakukan untuk menantang pandangan dualistik dunia.

Teori Relativitas adalah tantangan serius pertama terhadap dualisme, dan fisika kuantum telah berjalan lebih jauh daripada Teori Einstein. Jika semuanya adalah energi, maka dunia ini tidak dibuat dari dua unsur yang terpisah. Semua hanya dibuat dari satu elemen yang hanya muncul dalam bentuk yang berbeda.

Banyak ilmuwan menunjukkan bahwa materi adalah bentuk lain dari energi. Namun, fisika kuantum tampaknya menunjukkan bahwa ada sesuatu di luar dari apa yang biasanya kita sebut energi. Oleh karena itu, orang mungkin menduga bahwa materi dan energi hanyalah dua manifestasi yang berbeda dari suatu realitas yang lebih dalam. Dengan kata lain, ketika kita melampaui dualitas energi/materi, kita menemukan tingkat yang lebih dalam terhadap kesatuan.

Berdasarkan temuan tersebut, adalah perlu bagi kita untuk mengevaluasi kembali pandangan dunia kita dan menghancurkan rintangan buatan yang halus dan banyak yang berasal dari dualisme. Energi dapat muncul dalam berbagai bentuk, tetapi satu-satunya perbedaan antara berbagai bentuk energi adalah perbedaan dalam getaran. Tidak ada penghalang yang nyata antara materi dan energi, antara tubuh dan pikiran atau antara pikiran dan materi. Hambatan ini hanyalah konstruksi mental yang dihasilkan dari dualisme.

Mengapa melampaui dualisme?

Apa yang salah dengan kondisi kesadaran dualistik, mengapa perlu melampaui itu? Dalam kerangka pemikiran dualisme akan banyak timbul masalah dan konflik yang tampaknya tidak ada solusi. Jika ada perbedaan antara dua sistem keyakinan maka salah satu harus benar dan yang lainnya salah. Jika ada perbedaan antara dua kelompok, satu kelompok akan berusaha untuk memaksakan kelompok yang lain menjadi sesuai dengan yang diinginkan kelompok tersebut. Jika ini tidak dapat dilakukan, kelompok yang menentang harus dihilangkan. Sejarah menunjukkan bahwa hampir semua konflik manusia berasal dari kesadaran dualistik ini. Dengan melihat kekejaman yang dihasilkan, keadaan kesadaran ini akan dapat menyebabkan manusia menghancurkan dirinya sendiri.

Dengan meruntuhkan hambatan ini, kita dapat mengatasi beberapa masalah yang tampaknya tak terpecahkan yang berasal dari keadaan kesadaran dualistik. Sebagai contoh, kita dapat mulai melihat hubungan yang lebih dalam antara pikiran dan penyakit fisik yang mungkin dapat membuka jalan baru untuk mendeteksi dan menyembuhkan penyakit. Dengan mengakui bahwa segala sesuatu adalah energi, kita bisa membuka jalan baru untuk-teknik penyembuhan diri yang ditujukan untuk menangani energi mental dan emosional (psikis). Pada skala yang lebih besar, kita mungkin mulai mampu melihat di balik label buatan manusia, seperti ras, jenis kelamin, kebangsaan, status dll, yang sering menimbulkan konflik diantara kelompok-kelompok orang. Mungkin ini akhirnya bisa mengarah pada bentuk baru hidup berdampingan secara damai.

Meruntuhkan dualisme dapat memiliki implikasi besar bagi seluruh aspek atau kehidupan pribadi dan interpersonal kita. Hal ini dapat meningkatkan tren, yang telah berlangsung selama berabad-abad, yang berusaha memecah hambatan ini untuk kemajuan dan kerja sama. Sebagai contoh, beberapa abad yang lalu, sebagian besar masyarakat kita masih didasarkan pada beberapa bentuk perbudakan atau pembedaan penduduk. Ini jelas adalah pendekatan dualistik, dan sebagai hasilnya banyak konflik yang tampaknya tidak memiliki solusi. Jika kita tetap berpikiran terpisah dari yang laini, bagaimana kita bisa menyelesaikan konflik antara majikan dan budak atau antara ras?

Demokrasi adalah akibat langsung dari pemahaman yang lebih dalam ini, yaitu bahwa semua manusia diciptakan sama. Berdasarkan pemahaman ini, perbudakan tidak lagi dapat diterima, dan kita bisa menghilangkan konflik antara majikan dan budak dengan menciptakan sebuah masyarakat di mana orang tidak dapat lagi dimiliki seperti properti.

Apakah ilmu pengetahuan benar-benar obyektif?

Selama lebih dari empat abad, masyarakat Barat telah disandera oleh perang antara sains dan agama. Perang ini jelas adalah hasil dari pandangan dunia yang dualistik. Fisika modern kini telah membuktikan bahwa pandangan dunia dualistik adalah usang, dan oleh karena itu konflik antara sains dan agama seharusnya tidak ada lagi.

Kita perlu melihat di luar pemisahan buatan yang diciptakan oleh konflik ini dan mencari pemahaman yang lebih dalam terhadap realitas. Konflik antara ilmu pengetahuan dan agama muncul dari sebuah kondisi kesadaran dualistik yang melihat perbedaan sebagai sumber konflik. Jika agama dan ilmu pengetahuan bersikeras melihat semua berdasarkan doktrin mereka yang dianggap “sempurna” , maka salah satu harus benar dan yang lainnya salah.

Kondisi kesadaran yang lebih tinggi melihat dibalik tampilan permukaan tersebut. Mereka hanya melihat konflik ini sebagai bukti bahwa kita belum sampai pada pemahaman yang lebih tinggi terhadap dunia. Oleh karena itu, kita harus melihat melampaui doktrin-doktrin yang disajikan oleh kedua belah pihak. Alih-alih membuktikan satu sisi benar dan yang lain salah, kita harus mencari pemahaman yang lebih dalam yang bisa menghilangkan konflik tersebut.

Bagaimana kita bisa mulai menemukan pemahaman seperti itu? Satu tempat yang jelas untuk memulainya adalah temuan fisika. Karena fisika kuantum telah membuktikan bahwa pengamatan ilmiah dapat dipengaruhi oleh kesadaran dari ilmuwan, ilmu pengetahuan tidak bisa lagi bisa menjauhkan diri dari agama dengan mengklaim bahwa sains adalah objektif sementara semua ide-ide agama adalah subyektif. Kita harus mempertimbangkan fakta bahwa pengetahuan ilmiah juga dapat dipengaruhi oleh pikiran dari ilmuwan.

Sangat menarik untuk melihat bahwa ilmu pengetahuan modern berkembang sebagai reaksi terhadap gereja di abad pertengahan dan doktrin-doktrin sempurna-nya. Sains berusaha untuk mendirikan suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang tidak dapat dipengaruhi oleh takhayul atau kepercayaan dari ilmuwan. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan materialistik kini mengklaim berada di posisi yang sama dengan posisi yang dimiliki oleh gereja di abad pertengahan. Gereja mengklaim kebenarannya karena otoritas Paus tidak dipengaruhi oleh kesadaran manusia. Sains mengklaim kebenarannya karena metode ilmiah mengarah pada pengetahuan yang tidak dipengaruhi oleh kesadaran manusia.

Sains membuktikan bahwa gereja bisa salah, dan sekarang fisika kuantum telah membuktikan bahwa ilmu pengetahuan ternyata belum sempurna. Mungkin pelajaran sebenarnya adalah bahwa tidak ada manusia atau institusi yang harus dilihat sebagai sempurna. Alih-alih menyatakan bahwa doktrin kita sekarang adalah doktrin paling benar, kita selalu harus mencari pemahaman yang lebih tinggi. Alih-alih membela kesempurnaan dari ide yang ada, kita mungkin harus menerima bahwa pemahaman kita sekarang adalah batu loncatan untuk pemahaman yang lebih baik.

Pada kenyataannya, kebutuhan akan suatu doktrin sempurna adalah produk dari kondisi dualistik atau kesadaran yang lebih rendah. Dengan mencapai keadaan di luar kesadaran tersebut, kita bisa membuka jalan baru baik bagi ilmu pengetahuan maupun agama. Alih-alih menjadi korban dari perjuangan untuk perebutan kekuasaan, ilmu pengetahuan dan agama bisa menjadi dua alat untuk mencari jawabannya. Mungkin satu-satunya cara untuk menemukan jawaban yang valid adalah untuk menjangkau di luar kondisi kesadaran dualistik.

Manusia selalu memiliki keinginan untuk pemahaman yang lebih tinggi. Mungkin keinginan untuk keadaan kesadaran yang lebih tinggi , yang berada di luar dualitas, adalah kekuatan pendorong sebenarnya di balik ilmu pengetahuan dan agama?

Sejarah manusia dapat dilihat sebagai sebuah perjuangan antara dua kekuatan. Satu kekuatan diwakili oleh kondisi dualistik kesadaran yang membuat segala sesuatu menjadi perebutan kekuasaan dan kontrol. Yang lainnya adalah usaha untuk persatuan dan pemahaman yang lebih tinggi yang diungkapkan melalui sisi positif dari sifat alami manusia.

Sejarah telah dengan jelas membuktikan bahwa baik sains maupun agama dapat digunakan dalam permainan ini untuk kontrol dan kekuasaan. Namun, baik sains maupun agama juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan pemahaman yang lebih tinggi. Mungkinkah pemahaman yang lebih tinggi adalah kunci untuk menyatukan ilmu pengetahuan dan agama?

Sains dan kesadaran

Sains telah berkembang sebagai upaya untuk melampaui kesadaran manusia yang lebih rendah yang didominasi oleh dualisme, relativitas dan konflik. Sains berusaha untuk mendirikan suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang tidak dapat dipengaruhi oleh  keegoisan manusia, takhayul, dan dualisme. Jelas, ilmu pengetahuan telah mencapai banyak kemajuan dalam hal ini, dan itu akan menjadi tidak adil untuk mendiskreditkan kemajuan ini. Namun, karena keinginan untuk objektivitas, ilmu pengetahuan telah sering mengabaikan kesadaran. Para ilmuwan sering melihat kesadaran sebagai berada di luar bidang ilmu pengetahuan, terlalu subjektif untuk penelitian ilmiah atau dianggap tidak penting untuk hasil ilmiah dan kesimpulan. Berdasarkan temuan dari fisika kuantum, sudut pandang ini tidak berlaku lagi.

Sains tidak bisa terus mengabaikan kesadaran. Jika kesadaran dapat mempengaruhi pengamatan ilmiah dari aspek yang paling fundamental dari materi, maka ilmuwan tidak lagi bisa mengabaikan kesadaran. Jika semuanya adalah energi, maka berarti bahwa pikiran manusia terdiri dari energi. Oleh karena itu, tidak ada lagi penghalang yang nyata antara materi dan pikiran atau antara dunia dan kesadaran pengamat. Kita harus melihat melampaui hambatan-hambatan buatan ini dan mulai memahami bagaimana kesadaran mempengaruhi setiap aspek kehidupan kita.
==================

Proses dan Hasil Penemuan Relativitas Umum Albert Einstein
===============

Teori relativitas khusus diperluas sehingga mencakup benda-benda yang bergerak relatif dipercepat, seperti gravitasi (dimana objek yang jatuh meningkat kecepatannya). Untuk melakukan hal ini, Einstein pertama-tama harus mengesampingkan gagasan klasik Newton mengenai gravitasi yaitu gaya tarik-menarik antara dua benda. Sebaliknya, ia memandang gravitasi sebagai suatu medan energi yang berasal dari materi itu sendiri. Semakin besar jumlah materi, semakin besar pula pengaruh energi gravitasi yang dihantarkan.
Einstein mengemukakan mengenai awal fikiran mengenai relativitas umum yaitu “Suatu hari saya sedang duduk di atas sebuah kursi di Kantor Paten Swiss di Bern. Inilah saatnya sebuah ide cemerlang melintas di benak saya. "Seseorang yang jatuh bebas tidak akan mengetahui berat badannya." Ide sederhana ini memberi saya pemikiran yang mendalam. Emosi liar yang melanda saya saat itu mendorong saya ke arah teori gravitasi. Saya kembali berfikir, "Seseorang yang jatuh bebas memiliki percepatan." Pengamatan yang dilakukan oleh orang ini sebenarnya dilakukan pada sistem yang dipercepat. Saya memutuskan untuk memperluas prinsip relativitas dengan memasukkan percepatan. Saya juga berharap, dengan menggeneralisasi teori ini saya akan sekaligus memecahkan masalah gravitasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa orang yang jatuh bebas tidak merasakan berat badannya akibat adanya medan gravitasi lain yang menghilangkan medan gravitasi bumi. Dengan kata lain, setiap benda yang dipercepat membutuhkan medan gravitasi baru. Meski demikian saya tidak dapat memecahkan masalah ini secara utuh. Delapan tahun saya habiskan untuk menurunkan relasi yang nyata. Sebelum itu, saya hanya mendapatkan potongan-potongan dasar teori tersebut”.

Sejak 1905, Einstein juga memperluas teorinya mengenai cahaya, mengembangkan gagasan bahwa cahaya itu harus dipandang sebagai partikel maupun sebagai gelombang. Namun apabila cahaya terdiri dari partikel-partikel, maka cahaya dapat berpengaruh ketika melintasi medan gravitasi. Dengan kata lain, apabila cahaya melintasi medan gravitasi yang kuat, maka cahaya pasti melengkung.
Seluruh gagasan kita mengenai garis lurus tergantung pada lintasan cahaya. Misalnya, jarak paling dekat antara dua titik dalam medan lengkung bukanlah sebuah garis lurus. seperti sebuah pesawat yang terbang pada jarak terdekat antara London dan Los Angeles akan membentuk lintasan lengkung.
Demikian pula seluruh gagasan kita tentang kecepatan tinggi –the ultimate speed- (dan juga ruang, serta waktu) tergantung pada kecepatan cahaya. Apabila sebuah sinar cahaya dilengkungkan ketika melintasi medan gravitasi, ini tidak berarti tidak ada yang bisa melintas lebih cepat di antara dua titik pada sinar yang dibelokkan itu selain yang melalui sinar lengkung itu (ruang lengkung).
Ruang dan waktu melengkung serta tidak bersifat absolut; tetapi semata-mata seperti dimensi keempat dalam sebuah kesatuan ruang-waktu. Apabila cahaya bergerak dalam sebuah lengkungan, maka waktu tidakbisa bergerak dalam garis lurus yang lebih cepat melainkan harus bergerak dalam sebuah lengkungan pula.
Einstein menerbitkan hasil penelitiannya pada bulan Maret 1916 dalam Annalen der Physik, dengan artikel berjudul “The Foundation of the General Theory of Relativity”.
Gagasannya sangat bagus, tetapi semuanya hanyalah teori. Ia mengklaim bahwa teorinya dapat menjelaskan alam semesta, tetapi semua yang disajikannya hanyalah perhitungan matematis, dimana tidak ada bukti-bukti nyata di dalamnya.
Einstein mengemukakan suatu pengujian nyata. Menurut teorinya, cahaya dari bintang yang jauh pasti dibelokkan pada saat melintasi medan gravitasi matahari yang kuat.
Medan ruang dan waktu adalah medan 4-dimensi, tiga dimensi berasal dari ruang dan satu dimensi berasal dari waktu. Bentuk susunan anyaman ruang dan waktu ini sangat dipengaruhi oleh distribusi massa atau energi yang berada di dalammedan 4-dimensi ini. Benda angkasa seperti matahari akan melekukkan medan ini. Efek lekukannya bisa dibayangkan seperti lekukkan permukaan kasur karet yang disebabkan oleh bola bowling di atasnya. Sebagai perhatian, gambaran lekukan kasur dua dimensi ini hanyalah untuk menyederhanakan gambaran lekukan 4-dimensi yang sulit dibayangkan. Fenomena ini lebih dikenal sebagai warped space time atau ruang-waktu yang terlekuk.
Dalam konsep ini, semakin besar massa benda semakin luas efek lekukan yang terjadi. Karena matahari memiliki massa yang cukup besar, maka efek lekukanmedan ruang dan waktu memiliki jangkauan yang jauh menjangkau planet, asteroid atau benda-benda angkasa yang bermassa lebih kecil lainnya. Gerakan planet-planet yang mengorbit matahari bisa dimengerti bukan sebagai efek gaya tarik matahari melainkan karena planet-planet ini bergerak mengikuti konturmedan ruang dan waktu yang terlekuk di sekitar matahari.
Pada bulan November 1919, Arthur Eddington, seorang ahli astrofisika Inggris berhasil memotret gerhana matahari. Foto itu menunjukkan bahwa ketika cahaya bintang-bintang melintas dekat matahari, cahaya tersebut dilengkungkan. Akibatnya,posisi bintang-bintang itu tampak berbeda dibandingkan ketika cahayanya tiddak melintas dekat matahari. Pengamatan itu sesuai dengan prediksi Einstein bahwa cahaya dari bintang yang jauh akan dilengkungkan oleh matahari. Teori relativitas umum pun terbukti kebenarannya.
Ketika mengajukan teorinya Einstein paham benar bahwa orang akan meminta bukti lapangan untuk bisa menerima teori relativitas umumnya. Oleh karena itu ia mengajukan tiga fenomena alam semesta yang bisa dijelaskan dengan menggunakan teori relativitas umum: melekuknya lintasan cahaya, gerak presisi perihelion planet Merkuri, dan pergeseran warna merah akibat gravitasi.
Premis utama relativitas umum adalah bahwa semua materi dan energi dipengaruhi oleh medan ruang dan waktu yang terlekuk. Lintasan cahaya termasuk ke dalam kategori ini, sehingga bisa berjalan dalam garis lengkung. Cahaya yang berasal dari bintang yang sangat jauh dan terdeteksi oleh teleskop di permukaan bumi mungkin mengalami fenomena ini. Apalagi ketika cahaya itu melintas berdekatan dengan matahari. Gravitasi matahari yang cukup besar oleh Einstein diprediksikan membelokkan cahaya sejauh 1,75 detik arc. Satu detik arc sama dengan satu per per tiga ribu enam ratus derajat.
Untuk mengamati fenomena ini, pengamatan harus dilakukan ketika sebuah bintang menempati lokasi yang dekat dengan matahari. Tetapi dalam kondisi seperti ini cahaya matahari akan menutupi cahaya bintang tersebut. Karenanya pengamatan harus dilakukan pada saat gerhana matahari total. Pada 29 Mei 1919 Sir Arthur Edington memimpin ekspedisi ke Afrika untuk pengamatan sinar bintang saat gerhana matahari total terjadi. Pada 6 November 1919, konfirmasi pembelokan lintasan cahaya yang diprediksikan Einstein dalam ketelitian sekitar 20 persen diumumkan ke dunia. Di antara tahun 1969 sampai 1975 sebanyak dua belas pengamatan dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dan menghasilkan pengukuran dengan ketelitian satu persen dibanding dengan prediksi Einstein.
Sesuai dengan hukum gerak dan teori gravitasi universal Newton, setiap planet akan bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan orbit elips. Posisi terdekat dan terjauh sebuah planet dari matahari dalam lintasan tersebut masing-masing dikenal sebagai perihelion dan apehelion. Jika hanya satu planet yang mengelilingi matahari maka lintasan elips tadi tidak akan berubah, namun karena ada lebih dari satu planet dalam tata surya, planet-planet lain juga memberikan pengaruh gravitasinya yang relatif kecil kepada salah satu planet. Akibatnya orbit sebuah planet dalam tata-surya kita tidaklah statis melainkan bergerak berputar (berpresisi) terhadap Matahari.
Dari pengamatan yang dilakukan bertahun-tahun, titik perihelion planet merkuri mengalami total presisi sejauh 574 arc detik setiap satu abad. Namun teori gravitasi Newton hanya memberikan 531 arc detik. Itu berarti masih ada perbedaan sebanyak 43 arc detik. Tidak sedikit alasan yang diajukan untuk menjelaskan angka 43 arc detik ini namun tidak ada yang berhasil menyempurnakan prediksi dengan teori gravitasi Newton ini. Namun dengan teori gravitasinya, Einstein sanggup menjelaskan perbedaan 43 arc detik dan dengan demikian menghasilkan angka yang sesuai dengan data astronomy lapangan.
Fenomena terakhir yang diajukan oleh Einstein berhubungan dengan hilangnya sebagian energi cahaya ketika sebuah berkas cahaya keluar darimedan gravitasi sebuah benda angkasa. Ketika sebuah berkas sinar kehilangan sebagian energi, panjang gelombangnya berubah menjadi lebih panjang mengakibatkan warna cahaya tersebut akan bergeser ke arah warna merah. Itulah sebabnya fenomena ini disebut sebagai pergeseran warna merah akibatmedan gravitasi.
Eksperimen terkenal untuk membuktikan prediksi ini dilakukan oleh R.V. Pound dan G.A. Rebka di universitas Harvard pada tahun 1959 dengan menggunakan teknik yang disebut sebagai efek Mossbauer. Sinar gamma yang dihasilkan oleh elemen radioaktif kobalt dipancarkan dari lantai dasar laboratorium fisika Jefferson di kampus itu. Melalui lubang yang didesain mencapai tingkat teratas laboratorium setinggi 22.5 meter menghasilkan konfirmasi perbedaan frekuensi cahaya yang dihasilkan.
Sebuah tes yang lebih akurat dari percobaan di atas adalah yang dilakukan oleh Gravity Probe A (GP A), percobaan yang menggunakan roket, di tahun 1976. Dalam percobaan ini, sebuah jam yang menggunakan cahaya maser-hidrogen dilepaskan dengan menggunakan roket Vessot-Levine. Frekuensi jam ini dibandingkan dengan frekuensi yang terdapat di bumi dan menunjukkan perbedaan yang sesuai dengan prediksi teori relativitas umum Eistein.

========================
Sejarah Bom Atom
E = MC2 Albert Einstein mengembangkan teori tentang hubungan massa dan energi. Rumus, E = mc², mungkin adalah hasil yang paling terkenal dari teori khusus relativitas Einstein. Rumus yang mengatakan energi (E) sama dengan massa (m) kali kecepatan cahaya (c) kuadrat. Pada dasarnya, itu berarti massa hanyalah salah satu bentuk energi. Karena kecepatan cahaya kuadrat adalah sejumlah besar (186.000 mil per detik)², sejumlah kecil massa dapat dikonversi ke jumlah energi yang fenomenal. Atau, jika ada banyak energi yang tersedia, energi sebagian dapat dikonversi menjadi massa dan partikel yang baru dapat dibuat. reaktor nuklir, misalnya, bekerja karena reaksi nuklir mengubah sejumlah kecil massa dalam jumlah besar energi


Rumus E=MC² memang sangat berpengaruh terhadap terciptanya Bom Atom. Tapi taukah Anda bahwa bahkan Albert Einstein pun ragu bahwa teorinya itu dapat dibuktikan. Bahkan Albert Einstein pernah mengibaratkan membuat bom berdasarkan rumus E=MC² sama saja seperti menembak burung dalam gelap di negara yang memiliki sedikit sekali burung. Lalu bagaimana bom atom dapat dibuat?

Pada jaman Perang Dunia I, para ilmuwan Jerman yang mendukung Nazi berusaha untuk membuat sebuah energi dari partikel - partikel atom. Namun usaha yang dilakukan untuk menciptakan energi tersebut terlalu besar, dan tidak sebanding dengan energi yang tercipta. Hal ini terjadi karena para ilmuwan berusaha untuk menabrakkan partikel Proton dan Neutron, hal ini sangat sulit, karena kedua partikel ini bersifat positif. Ibarat kedua kubu Magnet positif yang ketika didekatkan akan saling menolak. Oleh karena itulah usaha para ilmuwan Jerman selalu kandas.


Namun, seorang ilmuwan asal Hungaria, Leo Szilard, berhasil menemukan teori baru dimana dia berhasil menemukan teori bahwa energi dapat dihasilkan apabila Elektron yang bermuatan negatif bertabrakan dengan Neutron dan akan menghasilkan reaksi berantai dan akan menciptakan sebuah energi yang sangat besar. Hal ini kemudian membuat Leo Szilard menjadi takut, karena apabila dia berhasil menemukan teori ini, maka Ilmuwan Jerman dapat pula menemukan ini.


Dalam kekhawatirannya, Leo Szilard pergi mengunjungi Albert Einstein untuk meyakinkan Albert Einstein bahwa sebuah Bom Atom yang menghasilkan dampak besar dapat dibuat. Hal ini membuat gusar Einstein, karena dia merasa bertanggung jawab telah menemukan rumus tersebut. Akan tetapi idealisme Einstein untuk tidak menyatukan urusan Laboratorium dan Perang, sedikit menghalangi Szilard. Namun setelah beberapa pertemuan, Leo Szilard berhasil meyakinkan Albert Einstein untuk membuat surat kepada Presiden Amerika saat itu, Roosevelt.


Agustus 1939, surat tersebut akhirnya dibuat dan dikirimkan kepada Presiden Roosevelt. Surat itu kemudian memicu Amerika untuk membuat Bom Atom, proyek tersebut biasa dikenal dengan nama "The Manhattan Project" Leo Szilard pun ikut dalam proyek itu, namun Albert Einstein tetap dalam pendiriannya untuk tidak terlibat dalam urusan perang.


Ternyata tak begitu lama setelah surat tersebut dikirim, PD I berakhir dengan kekalahan Jerman. Hal itu berarti Jerman belum berhasil membuat bom atom. Albert Einstein pun meminta kepada Presiden Roosevelt supata "The Manhattan Project" dihentikan, namun hal itu tidak digubris. Bahkan setelah bom berhasil dibuat. Amerika menggunakan bom tersebut untuk mengakhiri PD II dengan menjatuhkan "Little Boy" dan "Fat Man" di kota Hiroshima dan Nagasaki. Kejadian ini membuat dunia berubah.


Pengeboman tersebut membuat Einstein menyesal telah mengirimkan surat tersebut kepada Roosevelt. Bahkan Einstein menyebutkan bahwa penyesalan terberatnya adalah mengirimkan surat itu.Rumus E=MC² adalah rumus yang menyebabkan kehancuran. Saat itu hanya Kehancuranlah yang diketahui Einstein tentang gunanya rumus yang berhasil dia ciptakan. Namun setelah Kematian Einstein, teori baru tentang "Penciptaan" lahir, teori yang juga didasari teori relativias Albert Einstein menjawab bagaimana Alam semesta ini lahir. Teori ini biasa disebut dengan "Big Bang Theory" dimana massa tercipta dari suatu energi yang sangat besar.
=======================
Beberapa kesimpulan para ahli Fisika Kuantum antara lain :

  1.   Segala yang ada di dunia ini bukan berasal dari benda padat tapi berasal dari ruang hampa, yang berupa energi yang tak tampak dan bergetar. Segalanya yang kita lihat bukanlah benda padat seperti yang terlihat.
  2.   Setiap benda padat terdiri dari molekul-molekul dan molekul-molekul itu terdiri dari atom-atom. Seluruh dunia fisik dimana kita berada termasuk diri kita sendiri adalah terdiri dari bukan apa-apa kecuali energi yang bergetar. Fenomena ini mencipatakan sebuah illusi yang membuat persepsi yang seolah-olah benda padat itu merupakan kenyataan, padahal sebenarnya bukan.
  3.    Para ilmuwan menemukan bahwa realitas obyektif (kenyataan) sesungguhnya tidak lebih dan hanyalah merupakan ilusi.
  4.   Saat Roh menguasai tubuh fisik secara sempurna maka dalam diri manusia tersebut berlaku hukum Fisika Quantum. Dalam hukum fisika quantum tidak ada lagi jarak dan waktu. Dan alam semesta ini hanyalah vibrasi energi.
  5.    Ilmuwan telah membuktikan dalam “teori kuantum superposisi”, bahwa suatu benda bisa berada di dua dimensi yang berbeda pada waktu yang sama.
  6. Kesadaran kuantum adalah teori kesadaran yang mendasari keterhubungan semua orang dan segala sesuatu dan didasarkan pada fakta bahwa medan kuantum dapat menjangkau segala sesuatu bahkan yang jauh di ruang angkasa.
  7. Pada kecepatan cahaya, masa lalu, masa kini, dan masa depan semua bisa ada secara bersamaan. Jika seseorang bisa melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya, mereka akan menjadi abadi.
  8. Manusia bergerak menuju suatu tingkatan kesadaran yang semakin tinggi dan pada akhirnya berada dalam posisi paralel / selaras dengan sumbernya. Manakala keselarasan itu terjadi, hal yang ada dalam alam pikirannya, bisa terwujud berupa materi.
  9. Waktu mengalir baik maju dan mundur secara simetris dan relatif – sebuah konsep yang membuat perjalanan waktu menjadi mungkin.
  10. Lanzaberpendapat bahwabeberapaalam semestadapat eksis secara bersamaan. Dalam satualam semesta, tubuh bisamati. Dandidimensi yang lain kesadaran terus ada, kemudian bermigrasike alam semestaini. Ini berarti bahwaorang matisaat bepergian melaluiterowonganyang samaberakhirtidakdi nerakaataudi surga, tetapi diduniayang samayang iapernahhuni (berreinkarnasi)
  11. Lanzajuga berpendapat bahwakehidupantidak berakhir ketikatubuh mati,
  12. Teori biocentrisme menyiratkanbahwa kematiankesadaransama sekali tidak ada., Umumnya orang mengidentifikasikan dirinya dengantubuh mereka, maka ketika tubuhnya mati, mereka mengira kesadarannya juga mati. Tubuh pasti akanbinasa, cepat atau lambat, tetapi kesadaran abadi
  13. Fisika quantum juga menegaskan bahwa setiap interaksi antara individu dengan semua makluk akan mempengaruhi segala sesuatu di alam semesta ini.

KUANTUM 1

Apa itu Fisika Kuantum

Didalam dunia fisika terdapat dua pandangan, fisika klasik (Newtonian), dan fisika modern (Fisika Quantum). Fisika Newtonian mengkonsentrasikan pikirannya kepada benda solid, atau yang bisa dilihat sehari-hari. Sedangkan fisika Quantum memulai observasinya pada benda-benda yang sangat kecil, yang lebih kecil dari atom, yang tidak bisa dilihat oleh mata. Dari berbagai macam penelitian, di temukan hal yang menarik yaitu ternyata segala yang ada di dunia ini bukan berasal dari benda padat tapi berasal dari ruang hampa, yang berupa energi yang tak tampak dan bergetar. Karena kita berasal dari quanta juga, kitapun mampu menciptakan realitas yang kita mau. sebab yang berlaku atas kesuksesan kita misalnya tidak hanya berasal dari teori atau kerja keras kita, tetapi juga berasal dari diri kita (tepatnya dari olah fikir, positif thinking, positif feeling, doa).

Fisika kuantum merupakan studi tentang perilaku materi dan energi pada molekul, atom, nuklir, dan tingkat mikroskopis bahkan lebih kecil. "Quantum" berasal dari bahasa Latin yang berarti "berapa banyak." Hal ini mengacu pada unit diskrit materi dan energi yang diprediksi oleh dan diamati dalam fisika kuantum. Fisika kuantum kadang-kadang disebut mekanika kuantum atau teori medan kuantum. Fisika Quantum mempelajari blok bangunan alam semesta; ilmu yang menjelaskan bagaimana keseluruhan di dunia ini hadir sebagai kenyataan. Hal ini menyangkut benda-benda sangat kecil yang membentuk dunia secara keseluruhan. Segalanya yang kita lihat bukanlah benda padat seperti yang terlihat. Setiap benda padat terdiri dari molekul-molekul dan molekul-molekul itu terdiri dari atom-atom. Jadi berarti lengan atau kursi yang diduduki sekarang adalah terdiri dari atom-atom yang sangat kecil yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang. Atom-atom yang dikatakan sebagai benda terkecil ternyata terdiri lagi dari partikel sub atom, yang tidak memiliki kepadatan sama sekali. Mereka pada hakekatnya, kumpulan atau gelombang-grelombang informasi dan konsentrasi energi. Jadi tangan atau kursi yang diduduki adalah energi dan informasi. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa seluruh dunia fisik dimana kita berada termasuk diri kita sendiri adalah terdiri dari bukan apa-apa kecuali energi yang bergetar pada frekuensi yang berbeda. Fenomena ini mencipatakan sebuah illusi yang membuat persepsi yang seolah-olah benda padat itu merupakan kenyataan, padahal sebenarnya bukan. Jadi apakah yang membedakan antara satu benda dengan benda yang lainnya ?. Yang membedakan adalah perbedaan frekuensi masing-masing yang bergetar. Hal ini sulit untuk diterima, tetapi bagaimanapun ini adalah kebenaran..

Fisika Kuantum adalah Ilmu Fisika yang membahas tentang Gelombang Elektromagnetik (GEM) dengan menghitung kecepatan cahaya 186,000 mil per detik. Methoda normal untuk menghitung kecepatan relativitas dengan mengambil gelombang suara sebagai contohnya. Gelombang suara bergerak pada kecepatan 1088 ft/per detik. Jika anda bergerak pada kecepatan 1000 ft. /detik dan sebuah gelombang suara juga bergerak dengan arah yang sama, anda akan mengamati gelombang itu begerak dengan kecepatan 88 ft/detik. Begitu juga, untuk seorang pengamat yang bergerak dengan kecepatan 1088 ft/detik, kecepatan gelombang suara itu yang teramati adalah nihil. Jika bergerak dengan arah berlawanan, anda akan menambahkan selisih kedua kecepatan itu jika menghitung dengan cara Fisika Newtonian klasik.
Hipotesis Max Planck : “radiant energi (energi gelombang cahaya) tidaklah mengalir dalam arus yang kontinyu, tetapi terdiri dari potongan-potongan yang disebut quanta”. Pada tahun 1900 Max Planck seorang ahli Fisika memperkenalkan teori Kuantum ang menjelaskan dalam teorinya bahwa pada materi, energi terjadi pada satu satuan materi dan terukur sehingga dipastikan pula bahwa semua bentuk materi akan memancarkan atau menyerap energi dalam satuan yang disebut Kuanta (Quantum). Albert Einstein menyatakan teorinya bahwa tidak hanya energi saja yang terukur tetapi radiasi juga terukur.

Pada tahun 1905, Albert Einstein menjelaskan efek fotoelektrik dengan menyimpulkan bahwa energi cahaya datang dalam bentuk kuanta yang disebut foton. Pada tahun 1913, Niels Bohr menjelaskan garis spektrum dari atom hidrogen, lagi dengan menggunakan kuantisasi. Pada tahun 1924, Louis de Broglie memberikan teorinya tentang gelombang benda. Teori-teori di atas, meskipun sukses, tetapi sangat fenomenologikal, tidak ada penjelasan yang gamblang untuk kuantisasi. Mereka dikenal sebagai teori kuantum lama. Istilah "Fisika kuantum" pertama kali digunakan oleh Johnston dalam tulisannya Planck's Universe in Light of Modern Physics (Alam Planck Dalam Cahaya Fisika Modern).

penuh MISTERI ...Kapal Nabi Nuh ... wallahua'lam -------------------------- berbagai sumber ....... Nabi Nuh dan Banjir dalam al-Qur’an ................. Banjir Nuh disebutkan dalam banyak ayat di dalam al-Qur’an. Di bawah ini bisa dilihat ayat-ayat yang disusun berdasarkan urut-urutan peristiwa banjir tersebut: ------------------------ Nabi Nuh Menyeru Kaumnya pada Agama Kebenaran --------------------------- Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnyalalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selainNya”. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)”. (Al-A’raf: 59) ........................... Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. QS. Asy-Syuara’: 107-110)........................ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?”.QS. Al-Mukminun: 23)................... ------------------------- Peringatan Nabi Nuh kepada kaumnya untuk Menghindari Hukuman dari Allah ---------------------------------- Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”(QS. Nuh: 1) ........................... Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal. (QS. Hud:39)......................... Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. (QS. Hud: 26)......................... --------------------------------- Pembangkangan kaum Nabi Nuh ---------------------------------------- Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”.(QS. Al-A’raf: 60) ........................... Mereka berkata: “Hai Nuh sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (QS. Hud: 32)............... Dan mulailah Nuh membuat bahtera . Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkata Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). (QS. Hud: 38)..................... Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu , yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu . Dan kalau Allah menghendaki , tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu. (QS. Al-Mukminun: 24-25).................................... Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman”.(QS. Al-Qamar: 9)................... ------------------------------------------- Penghinaan terhadap para pengikut Nabi Nuh -------------------------------------- Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu , melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu , melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”. (QS. Hud: 27)....................... Mereka berkata: “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” Nuh menjawab: “Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?”. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari .Dan aku sekali-kali tidka akan mengusir orang-orang yang beriman. Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan. (QS. Asy-Syuara’: 111-115)...................... ---------------------------------------- Peringatan Allah agar Nabi Nuh tidak Bersedih --------------------------------- Dan diwahyukan kepada Nuh , bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Hud: 36)........... ------------------------- Doa Nabi Nuh -------------------------- Maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka , dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku. (QS. Asy-Syuara’: 118).......................... Maka dia mengadu kepada Tuhannya : “bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku). (QS. Al-Qamar: 10).......................... Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (QS. Nuh: 5-6)....................... Nuh berdoa : “Ya Tuhanku tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.”(QS. Al-Mukminun: 26).................. Sesungguhnya Nuh telah menyeru kami : Maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).(QS. Ash-Shaffat: 75).................... ------------------------------ Pembuatan Kapal (Bahtera) --------------------------------- Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami , dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang zalim itu , sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. Hud: 37) ............................. --------------------------------- Penghancuran umat Nabi Nuh dengan cara Ditenggelamkan -------------------------------------- Maka mereka mendustakan Nuh , kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).(QS. Al-A’raf: 64).......................... Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (QS. Asy-Syuara: 120).............. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun.Maka mereka ditimpa banjir besar , dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al- Ankabut: 14)...................... ------------------------------------ Dibinasakannya Putera Nabi Nuh ------------------------------- Al-Qur’an sehubungan dengan dengan dialog yang terjadi antara Nabi Nuh dan puteranya, pada tahap-tahap awal dari terjadinya banjir mengungkapkan: ................ Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”. Nuh berkata : “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya ; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (QS. Hud: 42-43)...................... --------------------------------- Diselamatkannya Orang-Orang yang Beriman dari Banjir ---------------------------------- Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.(QS. Asy-Syuara: 119).................................. Maka kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia. (QS. Al-Ankabut: 15)................. -------------------------------------- Bentuk Fisik dari Banjir yang Terjadi --------------------------------- Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah . Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku. (QS. Al-Qamar: 11-13).................................. Hingga apabila perintah Kami datang dan ‘dapur’(permukaan bumi yang memancarkan air hingga meneyebabkan timbulnya taufan) telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” .(QS. Hud: 40-42) .................................... Lalu Kami wahyukan kepadanya : “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan ‘tannur’ telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.(QS. Al-Mukminun: 27)........................ ---------------------------------- Terdamparnya Perahu di Tempat yang Tinggi ---------------------------------- Dan difirmankan: “Hai bumi tahanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. (QS. Hud: 44)......................... ------------------------------------ I’tibar yang Diambil dari Peristiwa Banjir ---------------------------------- Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa )nenek moyang) kamu ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (QS. Al-Haqqah: 11-12)........................ Pujian Allah terhadap Nabi Nuh.................. “Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam”. Sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Ash-Shaffat: 79-81)......................... -----------------------------

kapal nuh 2

penuh MISTERI ...Kapal Nabi Nuh ...  wallahua'lam
-------------------------- berbagai sumber .......

Nabi Nuh dan Banjir dalam al-Qur’an .................

Banjir Nuh disebutkan dalam banyak ayat di dalam al-Qur’an. Di bawah ini bisa dilihat ayat-ayat yang disusun berdasarkan urut-urutan peristiwa banjir tersebut:
------------------------
kapal nuh 1

Nabi Nuh Menyeru Kaumnya pada Agama Kebenaran
---------------------------

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnyalalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selainNya”. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)”. (Al-A’raf: 59) ...........................

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. QS. Asy-Syuara’: 107-110)........................

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?”.QS. Al-Mukminun: 23)...................
-------------------------

Peringatan Nabi Nuh kepada kaumnya untuk Menghindari Hukuman dari Allah
----------------------------------

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”(QS. Nuh: 1) ...........................

Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal. (QS. Hud:39).........................

Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. (QS. Hud: 26).........................
---------------------------------

Pembangkangan kaum Nabi Nuh
----------------------------------------

Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”.(QS. Al-A’raf: 60) ...........................

Mereka berkata: “Hai Nuh sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (QS. Hud: 32)...............

Dan mulailah Nuh membuat bahtera . Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkata Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). (QS. Hud: 38).....................

Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu , yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu . Dan kalau Allah menghendaki , tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu. (QS. Al-Mukminun: 24-25)....................................

Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman”.(QS. Al-Qamar: 9)...................
-------------------------------------------

Penghinaan terhadap para pengikut Nabi Nuh
--------------------------------------

Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu , melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu , melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”. (QS. Hud: 27).......................

Mereka berkata: “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” Nuh menjawab: “Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?”. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari .Dan aku sekali-kali tidka akan mengusir orang-orang yang beriman. Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan. (QS. Asy-Syuara’: 111-115)......................
----------------------------------------

Peringatan Allah agar Nabi Nuh tidak Bersedih
---------------------------------

Dan diwahyukan kepada Nuh , bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Hud: 36)...........
-------------------------

Doa Nabi Nuh
--------------------------

Maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka , dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku. (QS. Asy-Syuara’: 118)..........................

Maka dia mengadu kepada Tuhannya : “bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku). (QS. Al-Qamar: 10)..........................

Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (QS. Nuh: 5-6).......................

Nuh berdoa : “Ya Tuhanku tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.”(QS. Al-Mukminun: 26)..................

Sesungguhnya Nuh telah menyeru kami : Maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).(QS. Ash-Shaffat: 75)....................
------------------------------

Pembuatan Kapal (Bahtera)
---------------------------------

Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami , dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang zalim itu , sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. Hud: 37) .............................
---------------------------------
kapal nuh 2

Penghancuran umat Nabi Nuh dengan cara Ditenggelamkan
--------------------------------------

Maka mereka mendustakan Nuh , kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).(QS. Al-A’raf: 64)..........................

Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (QS. Asy-Syuara: 120)..............

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun.Maka mereka ditimpa banjir besar , dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al- Ankabut: 14)......................

------------------------------------

Dibinasakannya Putera Nabi Nuh
-------------------------------

Al-Qur’an sehubungan dengan dengan dialog yang terjadi antara Nabi Nuh dan puteranya, pada tahap-tahap awal dari terjadinya banjir mengungkapkan: ................

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”. Nuh berkata : “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya ; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (QS. Hud: 42-43)......................
---------------------------------

Diselamatkannya Orang-Orang yang Beriman dari Banjir
----------------------------------

Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.(QS. Asy-Syuara: 119)..................................

Maka kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia. (QS. Al-Ankabut: 15).................
--------------------------------------

Bentuk Fisik dari Banjir yang Terjadi
---------------------------------

Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah . Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku. (QS. Al-Qamar: 11-13)..................................

Hingga apabila perintah Kami datang dan ‘dapur’(permukaan bumi yang memancarkan air hingga meneyebabkan timbulnya taufan) telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” .(QS. Hud: 40-42) ....................................

Lalu Kami wahyukan kepadanya : “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan ‘tannur’ telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.(QS. Al-Mukminun: 27)........................
----------------------------------

Terdamparnya Perahu di Tempat yang Tinggi
----------------------------------

Dan difirmankan: “Hai bumi tahanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. (QS. Hud: 44).........................
------------------------------------

I’tibar yang Diambil dari Peristiwa Banjir
----------------------------------

Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa )nenek moyang) kamu ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (QS. Al-Haqqah: 11-12)........................

Pujian Allah terhadap Nabi Nuh..................

“Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam”. Sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Ash-Shaffat: 79-81).........................

-----------------------------

Banjir besar dunia (Bencana Nuh), berdasarkan temuan-temuan geologi diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 11.000 SM atau 13.000 tahun yang lalu. Selain temuan geologi, Peristiwa Bencana Nuh, juga meninggalkan Jejak Arkeologis berupa Patung Sphinx di Mesir (sumber : Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam).

Bencana Nuh ini juga melanda Nusantara. Hal ini bisa kita buktikan, dengan ditemukannya, ikan spesifik yang bernama ikan belido, pada dua pulau yang berbeda, yakni Sumatera (sungai musi) dan Kalimantan (sungai kapuas).

Diperkirakan, Pulau Sumatera dan Kalimantan, dahulunya menyatu, dimana sungai musi dan sungai kapuas, merupakan anak sungai, dari sebuah sungai, yang saat ini berada di dasar laut Selat Malaka. (sumber : Banjir di Zaman Nabi Nuh dan Forum Diskusi Banjir Nuh)

Berdasarkan ilmu Geografi, Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Jazirah Malaka dipisahkan oleh laut yang dangkal. Diperkirakan sebelum terjadi bencana Nuh, pulau-pulau itu berada dalam satu daratan, yang disebut Keping Sunda (Sunda Plat).

Beberapa ilmuwan, diantaranya Profesor Aryso Santos dari Brasil, menduga Keping Sunda ini, dahulunya merupakan benua Atlantis, seperti disebut-sebut Plato di dalam bukunya Timeus dan Critias.


Peradaban Tinggi Masa Lalu

Berdasarkan kepada penemuan naskah kuno di dalam Piramid Besar Cheops, yang mengatakan piramid dibangun ‘pada waktu gugusan bintang Lyra berada di rasi Cancer’. Menurut sejarawan, Abu Said El Balchi, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar 73.300 tahun yang lalu. (sumber : Forbidden archeology).

Kemajuan teknologi di masa lalu, juga terlihat dari kecanggihan, kapal yang dibuat Nabi Nuh bersama pengikutnya, sekitar 11.000 SM (13.000 tahun yang lalu).

Mari kita coba bayangkan…

Kapal ini bisa memuat ribuan bahkan mungkin ratusan ribu pasang hewan, yang kelak menjadi nenek moyang hewan masa kini….

Masing-masing hewan harus ditempatkan sesuai dengan habitatnya. Unta harus di tempat yang panas. Pinguin harus di daerah dingin. Belum lagi buat binatang-binatang kecil seperti semut, kutu, jangkrik, dll. Semuanya harus disiapkan tempat khusus. Kalau tidak, wah, jelas binatang-binatang kecil itu bisa terinjak-injak oleh binatang-binatang lainnya.

Untuk pelayaran berminggu-minggu jelas diperlukan gudang makanan yang besar dan canggih. Kalau tidak, bisa-bisa semua tikus dimakan ular, akibatnya tikus menjadi punah. Belum lagi makanan buat harimau, singa dan buaya. Untuk sapi, kambing dan kuda juga harus disiapkan rumput segar.

Tempat makanan juga harus steril, sebab kalau sampai hewan itu sakit lalu mati, hewan tersebut akan menjadi punah. Mungkin kita tidak akan pernah melihat lagi di masa sekarang kalau saja di masa itu telah punah.

Kapal tersebut juga dirancang agar tahan terhadap terjangan ombak dan air bah, yang mungkin 1000x lebih hebat dari tsunami. Dan harus menahan beban ribuan hewan.

Di dalam Al Qur’an diceritakan, gelombang air ketika itu laksana gunung, sebagaimana firman-Nya :

”Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung…(QS. Hud (11) ayat 42-43).

Bahkan berdasarkan pendapat, salah seorang cendikiawan Muslim, Ustadz Nazwar Syamsu, dalam Buku Serial “Tauhid dan Logika“, bencana Nuh ini, telah mengakibatkan bergesernya kutub utara bumi, dari Makkah kepada posisinya yang sekarang.

Kapal Nabi Nuh AS ini dibuat di atas bukit yang tinggi. Diperlukan peralatan yang canggih untuk mengangkut bahan bangunannya. Belum lagi perhitungan struktur kapal yang harus teliti, tentunya untuk proyek raksasa perjalanan Nabi Nuh AS dan pengikutnya, tidak mungkin dibuat secara asal-asalan.

.
The Great Noah Ark, belum ditemukan

Dengan memperhatikan, betapa dahsyatnya teknologi Bahtera Nuh ini, rasanya sulit bagi kita untuk mempercayai temuan Ekspedisi “Noah’s Ark Ministries International” (NAMI) dari Hongkong, yang mengklaim telah menemukan ”The Great Noah Ark”, di gunung Arafat Turki, pada ketinggian 4.000 meter, sekitar bulan April 2010.

Lagipula Kapal Nabi Nuh, yang mereka temukan diperkirakan terbuat dari susunan kayu purba, dan berdasarkan hasil penelitian, telah berumur 4.800 tahun.


Apa mungkin, ada sebuah kapal kayu bisa bertahan dari bencana Nuh, yang gelombangnya laksana gunung, dengan kekuatan mungkin 1.000 kali, lebih hebatnya dari Tsunami di Aceh ?

Apa ada bukti arkeologis, yang menyatakan pada 4.800 tahun yang lalu, pernah terjadi banjir besar di permukaan bumi ?

Intinya, Kapal Nabi Nuh AS merupakan kapal tercanggih yang pernah dibuat umat manusia. Dan sampai saat ini, keberadaannya masih misterius.

Bencana banjir di masa Nabi Nuh AS telah menghancurkan dan menenggelamkan peradaban tinggi umat manusia pada masa itu. Akibatnya peradaban itu musnah tak bersisa kecuali sebagian kecil saja yang diselamatkan, dan semua itu telah membawa kembali umat manusia kepada zaman batu.
====================================

Kisah Kapal Nabi Nuh AS yang Terbuat Dari Kayu Indonesia
---------------

Bintang.com mendapatkan artikel menarik dari sebuah forum yang menyatakan jika kayu untuk membuat kapal tersebut didatangkan dari Indonesia, tepatnya Jawa! Bintang.com bakal tulis ulang kisah tersebut di sini. Simak, ya.

Sejak ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 kaki (sekitar 4.600 M), dan di muat dalam berita Life Magazine. Pada 1960, pesawat Tentara Nasional Turki juga menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 meter.

Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini. Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat? Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru.

Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku. Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa. Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010).

“Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub,” Jelas Yeung Wing. Pendapat peneliti National Turk, Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan, “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga menyebut, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam Injil, Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).

Menurut penelitian The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke antah beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir yang sangat besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air sudah menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka telah terdampar di puncak sebuah gunung. Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan sementara kayu jati itu hanya tumbuh di Indonesia pada jaman purba hingga saat ini, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Dunia dulunya daratan yang sangat luas.

Sedangkan Dr.Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar berusia sekitar 18 Masehi dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh. Dia menjelaskan, pada zaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak zaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya.

Untuk versi bahasa inggrisnya, kamu bisa lihat di sini.

Setelah mengetahui kisah tersebut, percayakah kamu? Faktanya artikel ini memang belum bisa dibuktikan dan tak terdeteksi dari mana asal muasal tulisan awalnya. Namun kisah ini semakin membuat penasaran dan ingin membuktikan, ya. Kenapa tidak? Semoga suatu hari nanti arkeolog kita bisa terlibat dalam penelitian kapal Nabi Nuh AS ini, ya.

=====================================

Kapal Nabi Nuh Diduga Berasal dari Nusantara
----------------

Yang jelas, dalam penelitian sejarah ini tidak ada orang Islam dan orang Indonesia, melainkan para arkeolog dari Turki dan Cina yang sejak awal melakukan penelitian kapal Nabi Nuh. Ternyata, bahan kayu kapal Nabi Nuh AS adalah kayu-kayu jati purba yang berasal dari Jawa. 

_________________

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International China-Turki, menujukan bukti bahwa fosil kayu kapal Nabi Nuh berasa dari Jawa

Ankara, Pelita Online, 30 Nopember 2012.

Perahu Nuh3

SEJAK ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M). Dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M. Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.

Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?

Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku.

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa.

Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu.

“Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing

Pendapat National Turk

Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).

Menurut peneliti The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke anta beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka terdampar di puncak sebuah gunung.

Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan itu hanya tumbuh di Indonesia jaman purba, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat saksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu merupakan daratan yang luas.

Sedangkan Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh.

Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya.
=========================================

Pertikaian Banjir Besar Nabi Nuh a.s.

Category: Let Be Open-Minded

Majoriti manusia yang hidup hari ini begitu juga dengan manusia yang hidup beribu-ribu tahun sebelum ini juga mengetahui akan berlakunya peristiwa Banjir Besar Nabi Nuh a.s. Peristiwa ini bukan sahaja diakui oleh penganut agama Islam malah ia juga turut diakui oleh penganut agama lain seperti Kristian, Yahudi, Buddha, Hindu dan lain-lain agama lagi yang wujud di muka bumi. Mereka ini percaya bahawa pernah berlaku kejadian banjir besar yang menenggelamkan satu dunia. Yang berbeza mungkin pada sebutan nama nakhoda (captain) kapal yang selamat dalam peristiwa banjir besar tersebut. Ada yang memanggilnya Nuh, ada yang memanggilnya Noah dan berbagai panggilan lagi. Berikut merupakan beberapa versi berkaitan Banjir Besar Nabi Nuh a.s. mengikut kitab agama lain.

Versi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Tuhan memerintahkan kepada Nuh bahwa semua orang, kecuali para pengikutnya, akan dihancurkan karena bumi telah oenuh dengan berbagai macam tindak kekerasan. Tuhan memerintahkan mereka untuk membuat sebuah perahu dan menyebutkan secara detail bagaimana cara mengerjakannya. Tuhan juga mengatakan kepadanya untuk membawa serta keluarganya, tiga anaknya, istri-istri anaknya, dua dari setiap mahkluk hidup (sepasang), dan berbagai persediaan bahan pangan.

Tujuh hari kemudian, terjadilah banjir besar yang berlangsung selama 40 hari 40 malam. Setelah air surut, perahu itu berlabuh di puncak gunung Ararat (Agri)

Babilonia

Ut-Napishtim adalah persamaan tokoh bangsa Babilonia terhadap pahlawan dalam peristiwa banjir dalam kisah bangsa Sumeria, yaitu Ziusudra. Tokoh penting yang lain adalah Gilgamesh.

Menurut legenda, Gilgamesh memutuskan untuk mencari dan menemukan para leluhurnya agar mengungkapkan rahasia kehidupan yang abadi. Ia melakukan sebuah perjalanan yang menentang bahaya. Ia diperintahkan supaya melakukan perjalanan melewati “Gunung Mashu dan Air Kematian”, dan sebuah perjalanan yang hanya dapat diselesaikan oleh seorang anak tuhan bernama Shamash.

Gilgamesh bertanya kepada Ut-Napishtim bagaimana ia dapat memperoleh keabadian. Lalu, Ut-Napishtim menceritakan kepadanya kisah tentang banjir sebagai jawaban atas pertanyaannya. Banjir juga diceritakan dalam kisah Duabelas Meja (twelve tables) yang terkenal dalam epik tentang Gilgamesh

India

Dalam epik India yang berjudul Shatapa Brahmana dan Mahabharata, seseorang yang disebut dengan Manu diselamatkan dari banjir bersama dengan Rishiz.

Menurut legenda, seekor ikan yang ditangkap dan diselamatkan oleh Manu, tiba-tiba berubah menjad besar dan mengatakan kepadanya untuk membuat sebuah perahu dan mengikatkan perahu tersebut ke tanduknya. Ikan ini dilambangkan sebagai penjelmaan dari Dewa Wisnu. Lalu, ikan tersebut menuntun kapal mengarungi ombak yang besar dan membawanya ke utara ke Gunung Hismavat.

Wales

Menurut legenda Welsh dikatakan, Dwynwen dan Dwfach selamat dari bencana yang besar dengan sebuah perahu. Ketika banjir yang amat mengerikan terjadi setelah meluapnya Llynllion, yang disebut dengan Danau Gelombang. Setelah selamat, keduanya kemudian kembali dan menghuni daratan Inggris.

Cina

Sumber di bangsa Cina menghubungkan cerita ini dengan seseorang yang dipanggil dengan nama Yao bersama dengan tujuh orang lain, atau Fa Li bersama dengan istri dan anak-anaknya. Mereka diselamatkan dari bencana banjir dan gempa bumi dalam sebuah perahu layar. Disni dikatakan, “Dunia semuanya berada dalam kehancuran. Air menyembur dan menutupi semua tempat”. Akhirnya, air surut.

Lithuania

Diceritakan bahwa beberapa pasang manusia dan binatang, diselamatkan dengan berlindung di puncak permukaan gunung yang tinggi. Ketika angin dan banjir yang berlangsung selama 12 hari 12 malam tersebut mulai mencapai ketinggian gunung, dan hampir akan menenggelamkan yang ada di atas puncak gunung tersebut, Sang Pencipta melemparkan sebuah kulit kacang raksasa kepada mereka. Sehingga, mereka yang berada di atas gunung tersebut diselamatkan dari bencana dengan berlayar di dalam kulit kacang raksasa ini.

Yunani

Dewa Zeus memutuskan untuk menghancurkan orang-orang yang semakian berbuat kesesatan setiap saat memlalui sebuah banjir. Hanya Deucalion dan istrinya, Pyrrha, yang diselamatkan dari banjir karena ayah Deucalion sebelumnya telah menyarankan anaknya untuk membuat sebuah bahtera. Pasangan ini turun ke Gunung Parnassis pada hari kesembilan setelah turun dari bahtera.

Skandinavia

Legenda Nordic Edda menyebutkan tentang Bergalmir dan istrinya, yang selamat dari banjir dengan sebuah kapal besar.

Seperti biasa, peristiwa besar yang memperlihatkan kekuatan dan kekuasaan Allah akan sentiasa dipertikaikan oleh golongan yang tidak percayakan agama atau tuhan. Mereka dikenali sebagai Atheist. Mereka akan menggunakan logik akal mereka sepenuhnya dengan pengetahuan sains yang ada pada mereka sepenuhnya untuk mempertikaikan mana-mana perkara yang di luar pengetahuan logik akal dan sains mereka. Sedangkan ilmu Allah itu sangat luas. Segala yang berlaku biarpun dengan kehendak Allah, in-shaa-Allah tetap akan mempunyai penjelasan saintifik. Hanya akal manusia pada satu-satu masa itu agak terhad sehingga belum mampu memjelaskannya. Sebagaimana perjalanan Nabi Muhammad s.a.w. dari Mekah ke Baitul Maqdis yang hanya sekelip mata sahaja. Dunia sains hari ini sudah ada penjelasannya yang mana ianya dipanggil teleport. Sungguhpun belum ada lagi alat atau penggunaannya hari ini tetapi dunia dapat menerimanya berdasarkan penerangan sains hari ini.

Walaubagaimanapun akhir-akhir ini bukan sahaja golongan atheist sahaja yang mempertikaikannya tetapi juga sebilangan umat Islam. Bukan sekadar entri-entri atau tulisan-tulisan di internet seperti di facebook atau di blog atau di YouTube malah ada juga buku yang terbitkan yang mengulas mengenai polemik ini. Bukanlah kerana tidak mempercayai kekuasaan Allah tetapi bukti-bukti sains yang mereka temukan seolahnya ada pendapat yang menyatakan bahawa ia hanya berlaku pada kawasan tertentu sahaja iaitu kawasan Nabi Nuh a.s. berdakwah. Sedangkan sebelum-sebelum ini kita sedia maklum bahawa banjir tersebut berlaku secara keseluruhannya ke atas semua muka bumi. Kerana itu juga ianya dipanggil Banjir Besar.

Maksud ayat al-Quran

Dan tidaklah menjadi kebiasaan Tuhanmu membinasakan mana-mana negeri sebelum Ia mengutus ke ibu negeri itu seorang Rasul yang akan membacakan kepada penduduknya ayat-ayat keterangan Kami dan tidaklah menjadi kebiasaan Kami membinasakan mana-mana negeri melainkan setelah penduduknya berlaku zalim.

(al-Qasas : ayat 59)
Allah tidak akan memusnahkan satu-satu kaum itu melainkan setelah diutuskan Rasul untuk disampaikan ayat-ayat Allah kepada mereka dan menyeru mereka kepada Allah. Berdasarkan ayat ini maka ada pendapat mengatakan bahawa tidak adil sekiranya Allah membinasakan seluruh umat manusia sedangkan hanya umat Nabi Nuh a.s. sahaja yang diutuskan Rasul dan kemudian mereka menentangnya.

Maksud ayat al-Quran

Disebabkan dosa-dosa dan kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan (dengan bah taufan), kemudian (pada hari akhirat) dimasukkan ke dalam neraka maka mereka tidak akan beroleh sebarang penolong yang lain dari Allah (yang dapat memberi pertolongan). Dan Nabi Nuh (merayu lagi dengan) berkata: "Wahai Tuhanku! Janganlah Engkau biarkan seorangpun dari orang-orang kafir itu hidup di atas muka bumi! Kerana sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka (hidup), nescaya mereka akan menyesatkan hamba-hambaMu, dan mereka tidak akan melahirkan anak melainkan yang berbuat dosa lagi kufur ingkar.

(Nuh : ayat 25-27)

Nabi Nuh a.s. memohon kepada Allah supaya dilenyapkan semua orang kafir di muka bumi ini pada ketika itu. Ada pendapat mengatakan bahawa Nabi Nuh a.s. hanya bermaksud 'semua orang kafir' itu adalah kaumnya sahaja yang mana menentang baginda pada ketika itu.

Bukti arkeologi pula menunjukkan bahawa kawasan sekitar Mesopotamia sahaja yang dikatakan pernah mengalami satu banjir besar yang mana ianya dikatakan kawasan Nabi Nuh a.s. dan juga kaumnya hidup ketika itu.

Sumber internet
Dapat dilihat gambaran yang cuba dijelaskan hasil arkeologi yang mereka temukan yang mana terdapat satu lapisan lumpur yang menutupi bukti peninggalan tamadun sebelum berlaku banjir besar tersebut.

Berdasarkan keadaan geografi pula yang mana Mesopotamia ini terletak di antara sungai Euphrates dan Tigris. Banjir besar dikatakan berpunca air melimpah daripada kedua-dua sungai ini.

Sumber internet
Boleh dilihat pada atlas atau GoogleMap atau apa-apa rujukan yang boleh menunjukkan bentuk muka bumi untuk dijadikan rujukan. Sungai ini akan terus menuju ke Teluk Parsi jika dilihat di peta dunia. Di bahagian utara sungai ini pula terdapat laut yang berdekatan iaitu Laut Hitam dan juga Caspian. Sekiranya berlaku ombak besar atau tsunami di kedua-dua laut ini, tidak mustahil juga sekiranya air laut ini boleh melimpah dan membanjiri kedua-dua sungai Euphrates dan Tigris sehingga menyebabkan banjir besar di Mesopotamia.

Berikutan kajian yang dilakukan ini, terdapat satu versi baru yang mana ianya dari pentaakulan hasil kajian saintifik yang telah dilakukan. Versi ini merupakan versi sains barat. Berdasarkan pentaakulan mereka setelah meneliti kesemua bukti yang diperolehi, Noah dikatakan bukan seorang miskin tetapi seorang bangsawan atau seorang pedagang. Adalah perkara biasa bagi seorang bangsawan atau pedagang untuk memiliki kapal. Bagi melancarkan proses pengangkutan barang-barang dagangan, menggunakan jalan air adalah lebih murah berbanding menggunakan jalan darat. Maka bukan suatu perkara yang asing sekiranya Noah ini memuatkan kesemua barang-barang dagangannya seperti makanan, minumam, haiwan ternakan dan lain-lain lagi berkaitan dengan tujuan keluar berdagang ke dalam kapal. Tidak hairan juga sekiranya Noah membawa keluarganya turut serta dalam kapalnya.

Satu hari hujan turun dengan lebatnya maka kelam kabut mereka sekeluarga memuatkan kapalnya dengan segala barang dagangan termasuk ternakan. Hujan yang terlampau lebat sehingga menyebabkan air sungai melimpah sehingga keesokan harinya setelah hujan berhenti, mereka dapati bahawa keliling mereka hanyalah air. Tiada daratan. Banjir besar. Kebetulan pada ketika itu kemungkinan Noah menghadapi krisis kewangan. Pada zaman itu, sesiapa sahaja yang berhutang dan tidak mampu melunaskannya, secara automatik akan menjadi hamba kepada orang yang memberinya hutang. Muflis atau bankrap bermakna menjadi hamba. Dengan itu Noah sekeluarga memanfaatkan keadaan ini untuk melarikan diri dengan kapalnya. Setelah jauh berlayar maka akhirnya banjir mula surut dan mendaratlah mereka di satu tempat yang sangat jauh daripada tempat asal mereka. Mereka pun memulakan hidup baru.

Begitulah kononnya kisah yang berlaku berkenaan dengan kisah banjir besar Noah. Itulah juga versi yang terkini yang terhasil dari kajian sains yang telah mereka lakukan.

Akan tetapi umat Islam tidak seharusnya percaya seratus peratus dengan cerita mengikut versi mereka kerana kita mempunyai al-Quran dan Hadith untuk dijadikan sebagai rujukan. Walaubagaimanapun kemungkinan fenomena banjir itu yang diterima oleh sebilangan muslim, iaitu Banjir Besar Nabi Nuh a.s. adalah banjir besar domestik sahaja iaitu melibatkan satu kawasan kerajaan dan bukanlah banjir global yang melibatkan satu dunia.

Sungguhpun begitu, terdapat sebilangan ahli sains yang masih ingin terus mempercayai bahawa banjir besar itu melibatkan seluruh muka bumi. Mereka masih meneruskan kajian bagi membuktikannya. Sekiranya rajin mencari menggunakan teknologi internet yang mana segala maklumat berada di hujung jari, mungkin boleh ditemukan pembentangan-pembentangan yang dibuat bagi membuktikan kebenaran kejadian Banjir Besar Nabi Nuh a.s. dari sudut sains.

Sekiranya anda merupakan seorang yang mempunyai banyak masa yang terluang melihat peta dunia samada melalui atlas atau GoogleMap atau mana-mana sumber yang membolehkan anda melihat bentuk muka bumi secara terperinci, anda mungkin dapat mengesan sesuatu padanya. Kita dapat lihat mana bahagian yang paling tinggi, bahagian paling rendah di permukaan tanah. Begitu juga dengan permukaan laut, bahagian mana yang lurah, berbukit-bukit, yang dalam, yang cetek dan sebagainya.

Anda mungkin akan perasan sesuatu bahawa di beberapa bahagian di bahagian laut dalam, terdapat seolah-olah bukit dalam laut yang membentuk seperti satu luka besar atau terkoyak kemudian dijahit. Dengan kata lain, seolah-olah kulit kita koyak besar kemudian dijahit 24 ke 50 ke..... Seakan-akan permukaan laut itu pernah terkoyak dan sudah tentu mengakibatkan sesuatu dan juga mengeluarkan sesuatu. Antara kesan yang tidak dinafikan akan berlaku adalah tsunami. Dengan skala kesan koyak yang dapat dilihat di peta, saiz koyakan tersebut agak besar dan panjang. Sedangkan gempa atau letusan satu gunung berapi dalam laut yang kecil sahaja sudah cukup untuk menyebabkan tsunami seperti yang kita ketahui pernah melanda Acheh dan juga Fukushima Daiichi. Contoh mudah kerana banyak video yang boleh dilihat bagaimana ombak tersebut menelan bumi. Bagaimana besar agaknya tsunami yang berlaku hasil dari koyakan yang dapat lihat di peta itu. Koyakan itu bukan kecil kerana ia jelas kelihatan. Di Lautan Atlantik sahaja dapat diperhatikan terdapat koyakan dari Greenland sehingga Amerika Selatan. Dapat dikesan juga kesan koyakan ini di bahagian lain.

Impak dari letusan itu sekiranya digambarkan bukan sahaja menyebabkan tsunami malah mungkin boleh digambarkan seperti letupan air berlaku di bumi. Tidak hairan sekiranya berlaku hujan yang sangat dahsyat dan ombak menelan bumi.

Animasi tersebut menggambarkan bagaimana proses tersebut berlaku menyebabkan air di permukaan bumi dan juga air yang berada di bawah lapisan permukaan bumi keluar membanjiri bumi. Ada sebahagiannya yang terkeluar dari atmosfera bumi berikutan terlalu kuat letusan yang berlaku. Sebahagiannya menjadi komet dan membasahi asteroid berdekatan. Kita boleh dapati bahawa komet terdiri daripada bongkah ais yang mengeliling bumi dengan satu orbit yang sangat besar sehingga menjangkau beberapa planet dan sebahagiannya jatuh kembali ke bumi. Ada juga batu-batu yang dilitupi ais yang jatuh ke bumi. Ianya masih lagi dapat kita lihat sehingga hari ini. Batu-batu meteor dan komet yang jatuh menghujani bumi biarpun sehingga hari ini. Tercampak jauh semasa kejadian tersebut.

Sebahagian ketulan ini membawa hidupan kecil seperti serangga dan bakteria yang mana terperangkap dan terbeku. Dengan kata lain mereka sebenarnya pulang semula ke bumi. Boleh jadi juga beberapa haiwan lain dengan tanah batu yang dipijak ketika itu turut tercampak bersama air kemudian membeku pada aras atmosfera tertentu dan kemudian jatuh kembali ke bumi. Kemudiannya perlahan-lahan cair kembali dan menyambung kehidupan seperti sediakala.

Maksud ayat al-Quran

(Nabi Nuh terus bekerja) sehingga apabila datang hukum Kami untuk membinasakan mereka dan air memancut-mancut dari muka bumi (yang menandakan kedatangan taufan), Kami berfirman kepada Nabi Nuh: "Bawalah dalam bahtera itu dua dari tiap-tiap sejenis haiwan (jantan dan betina) dan bawalah ahlimu selain daripada orang yang telah ditetapkan hukuman azab atasnya (disebabkan kekufurannya), juga bawalah orang-orang yang beriman". Dan tidak ada orang-orang yang beriman yang turut bersama-samanya, melainkan sedikit sahaja.

(Hud : ayat 40)

Maka Kami bukakan pintu-pintu langit, dengan menurunkan hujan yang mencurah-curah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mataair-mataair (di sana sini), lalu bertemulah air (langit dan bumi) itu untuk (melakukan) satu perkara yang telah ditetapkan.

(al-Qamar : ayat 11 -&12)

Ayat ini menggambarkan air yang datang dari langit dan bumi untuk menenggelamkan permukaan bumi.

Ada beberapa pendapat menyatakan bahawa maksud lain dari ayat 40 surah Hud bermaksud air terpancar dari dapur. Ada pendapat menyatakan dapur itu merupakan bumi kerana kita sedia maklum bahawa teras bumi ini merupakan satu bahagian yang sangat panas. Seolah-olah dapur yang memasak lapisan atasnya. Ini dapat dilihat pada terjemahan ayat tersebut dalam Bahasa Inggeris :

(So it was) till then came Our Command and the oven gushed forth (water like fountains from the earth). We said: "Embark therein, of each kind two (male and female), and your family, except him against whom the Word has already gone forth, and who believe. And none believed with him, except a few."

(Hud : 40)

Kemudian banjir mula surut.

Maksud ayat al-Quran

Dan (setelah binasanya kaum kafir itu) diperintahkan kepada bumi dan langit dengan berkata: "Wahai bumi telanlah airmu, dan wahai langit berhentilah dari curahan hujanmu". Dan (ketika itu) surutlah air, serta terlaksanalah perintah (Allah) itu. Dan bahtera Nabi Nuh itupun berhenti di atas Gunung "Judi", serta diingatkan (kepada kaum kafir umumnya bahawa): "Kebinasaanlah akhirnya bagi orang-orang yang zalim".

(Hud : ayat 44)

Ayat ini menggambarkan bagaimana Allah memerintahkan bumi untuk menelan kembali air yang banyak itu dan langit untuk berhenti menurunkan hujan bagi mengakhiri banjir besar satu dunia.

Ahli sains juga mendapati bahawa bentuk muka bumi di Grand Canyon di Amerika juga adalah antara yang terbentuk hasil dalam peristiwa ini. Ia seolah-olah satu laluan yang sangat besar dan dilihat dari jarak jauh, juga didapati bentuk koyakan yang dijahit. Ia merupakan satu bentuk untuk melalukan air yang terlampau banyak ini menuju ke satu bahagian bumi. Dengan kata lain ia merupakan satu terusan untuk melalukan air supaya kembali surut diserap bumi.

Banyak perubahan besar pada bentuk muka bumi yang berlaku selepas kejadian itu. Wujud bukit, gunung, lembah, lurah dan sebagainya akibat pergerakan muka bumi selepas berlaku 'koyakan' besar.

Adakah peristiwa ini juga yang memusnahkan tamadun-tamadun yang terkenal seperti Atlantik? Kota Atlantik dikatakan lenyap kerana satu letupan gunung berapi yang sangat kuat berlaku sehingga memusnahkan pulau yang mereka diami hinggakan tidak ditemui secara sahihnya pada hari ini. Begitu juga dengan Mohenjo-Daro yang dikatakan musnah dalam satu letupan nuklear yang mana kemungkinan loji nuklear mereka musnah akibat malapetaka ini. Tak kurang juga dengan beberapa Lost City yang lain yang digambarkan hebat tamadun dan teknologi mereka.

Peristiwa banjir besar ini berlaku dalam bulan Rejab dan bahtera Nabi Nuh a.s. selamat berlabuh pada 10 Muharram. 6 bulan lamanya berada di atas kapal, sepanjang berlakunya azab Allah dalam membersihkan muka bumi daripada manusia yang kufur terhadapNya. Berikutan peristiwa itu, dengan bahan yang ada seperti kacang-kacang dan gandum-gadum dimasak seperti yang kita kenali sebagai Bubur Asyura. Nabi Nuh a.s. juga berpuasa pada hari tersebut. Pada tarikh 10 Muharram itu juga dikatakan Nabi Musa a.s. bersama Bani Israel berjaya melepaskan diri dari dikejar Firaun di Laut Merah. Maka ia turut menjadi amalan orang Yahudi di mana mereka berpuasa pada 10 Muharram. Pernah Rasulullah s.a.w. bertanya kepada orang Yahudi, kenapa mereka berpuasa pada hari tersebut.

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: “Ketika Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi melaksanakan puasa hari Asyura. Ketika ditanyakan tentang hal itu, mereka menjawab: “Hari ini adalah hari kemenangan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Musa as. dan Bani Israel atas Firaun. Kerana itulah pada hari ini kami berpuasa sebagai penghormatan padanya.” Mendengar jawapan itu Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kami lebih berhak atas Musa dari kalian, maka beliau menyuruh para sahabat untuk berpuasa.” (Shahih Muslim No.1910)

Maka dengan itu terbit amalan sunnah untuk berpuasa pada 9, 10 dan 11 Muharram. Bilangan harinya ditambah atas alasan untuk membezakan dengan amalan orang Yahudi dan juga alasan tambahan seandainya berlaku kesilapan dari segi perhitungan takwim.

"Berpuasalah pada hari 'Asyura (10 Muharram) dan jangalah menyamai perbuatan orang Yahudi; oleh itu berpuasalah sehari sebelum dan sehari sesudahnya." (Riwayat Imam Ahmad)

Selepas peristiwa banjir besar tersebut, dikatakan Nabi Nuh a.s. sembahyang, sujud bertaubat kepada Allah. Tidak lama selepas mendarat dan kehidupan baru dimulakan, Nabi Nuh a.s. diperintahkan Allah untuk membuat pasu dari tanah dalam bilangan yang sangat banyak, mencecah ratusan atau ribuan. Kemudian diarahkannya untuk disusun secara bertingkat dan setelah itu Allah memerintahkan baginda menarik salah satu pasu paling bawah di tengah-tengah susunan pasu-pasu tersebut menyebabkan kesemua pasu yang lain hancur berkecai, tinggallah sebuah pasu yang ditarik Nabi Nuh a.s. Baginda mengeluh kerana diperintahkan membuat perkara yang dilihatnya sia-sia itu. Kemudian Allah menjelaskan begitulah yang baru sahaja diperlakukan terhadap ciptaanNya. Allah telah menjadikan manusia memenuhi muka bumi kemudian Nabi Nuh a.s. memohon kehancuran mereka termasuk hidupan lain di muka bumi. Setelah itu baginda sedar akan kesalahannya lalu bertaubat sehingga akhir hayatnya. Semenjak itu Allah melarang mana-mana nabi untuk memohon kemusnahan secara menyeluruh. Hanya satu-satu kaum sahaja yang dimusnahkan.

===============================

Inilah Ruang Interior Perahu Nabi Nuh AS: Menakjubkan!!

A
att000001Anda ingin bertamasya sekeluarga yang bermanfaat, membuat Anda takjub dan meningkatkan keimanan?? Ini untuk Muslim-Kristiani sama saja. Selain ke Timur Tengah, cobalah ke SCHAGEN, Belanda: Masuk dan jelajahilah bagian dalam Perahu Nabi Nuh AS. Waah.. asyik dong!! Kok ke Belanda?? Ya, seorang Belanda, Johan Huibers, membangun Replika Perahu Nabi Nuh AS yang sudah ditemukan sejak tahun 2005 (sebaiknya, biar nyambung, sebelum meneruskan membaca ini, Anda membaca dulu kisah penemuannya di website ini, klik: https://moeflich.wordpress.com/2007/11/24/perahu-nabi-nuh-ditemukan/) dan membangunnya sendiri persis dengan ukuran-ukuran detail seperti dijelaskan dalam Kitab Injil (Al-Qur’an tidak bicara detail ttg perahu Nuh, hanya menjelaskan kisah pembangkangan umatnya, tenggelamnya dan pelajarannya yang harus diambil). Ternyata, “khuuu…” perahu itu memang sangat besaar… ukurannya sepertiga lapangan sepakbola. Bagi Anda yang penghayatannya tinggi akan sangat terharu. Terbayang bagaimana dulu gelombang banjir yang sangat besar dan menakutkan dan umat Nabi Nuh dan ratusan pasang binatang berada didalamnya: jerapah, gajah, singa, buaya, zebra, bison dll. Di dalamnya juga di set satu ruangan teater besar (seperti bioskop) untuk 50 kursi dimana anak-anak bisa duduk nonton film kisah tenggelam dan penemuannya. Konon, banyak pengunjung terkesima. Banyak Kita pun sekarang bisa merasakan bagaimana berada di dalamnya. Selamat menikmati dan melancong kesana!! Maha Besar Allah dengan segala kekuasaan-Nya.

Detailnya baca nih:

“The massive central door in the side of Noah’s Ark was opened, the first crowd of curious townsfolk to behold the wonder. Of course, it’s only a replica of the biblical Ark, built by Dutch Creationist Johan Huibers as a testament to his faith in the literal truth of the Bible.
The ark is 150 cubits long, 30 cubits high and 20 cubits wide. That’s two-thirds the length of a football field and as high as a three-story house. Life-size models of giraffes, elephants, lions, crocodiles, zebras, bison and other animals greet visitors as they arrive in the main hold. A contractor by trade, Huibers built the ark of cedar and pine. Biblical Scholars debate exactly what the wood used by Noah would have been.

Huibers did the work mostly with his own hands, using modern tools and with occasional help from his son Roy. Construction began in May 2005. On the uncovered top deck not quite ready in time for the opening will come a petting zoo, with baby lambs and chickens, and goats, and one camel.Visitors on the first day were stunned. ‘It’s past comprehension’, said Mary Louise Starosciak, who happened to be bicycling by with her husband while on vacation when they saw the ark looming over the local landscape.  ‘I knew the story of Noah, but I had no idea the boat would have been so big.’ There is enough space near the keel for a 50-seat film theatre where kids can watch a video that tells the story of   Noah and his ark.

Huibers, a Christian man, said he hopes the project will renew interest in Christianity in the Netherlands, where church going has fallen dramatically in the past 50 years.  Now that I am old and Gray, give me the time to tell this new generation (and their children too) about all your mighty miracles. Psalm 71:18.”

(I should thank Bother Mohamed Bokreta for these amazing pictures)

att00000

att00001

att00002

att00003

att00004

att00005

att000061

att00007