Loading
Hadir | EP Artikel-Edy Gojira

UJIAN/cobaan ... bersifat BAIK dan BURUK menurut KITA. ..... sakit sehat, bahagia sengsara, miskin kaya, dan seterusnya .... adalah UJIAN dari Allah --------------------------- ------------ Kaya dan Miskin ------------- Hidup kaya dan miskin (harta duniawi) adalah ketetapan Allah kepada para hambanya, ada orang yang ditakdirkan hidup miskin dan ada pula yang ditakdirkan jadi orang kaya. Kaya dan miskin dalam urusan duniawi, kedua-duanya tidak ada unsur cela dan hina. Baik si kaya atau si miskin bisa menjadikan orang mulia, pun bisa menjadi orang hina. Pendeknya, kaya dan miskin adalah bagian dari takdir Allah. ----- Selama ini kita mengenal takdir baik dan takdir buruk. Banyak orang beranggapan bahwa kaya adalah takdir baik dan miskin adalah takdir buruk. Padahal sesungguhnya, konsep takdir baik dan takdir buruk hanyalah sudut pandang bagi seorang hamba yang—katakanlah—kurang tepat. Kita menganggap sebuah takdir adalah baik atau buruk hanya perspektif kita semata. Padahal belum tentu apa yang kita anggap sebagai takdir buruk adalah sebuh keburukan bagi kita.--------------- Semua takdir bagi seorang mukmin adalah baik. Rasulullah menjelaskan bahwa Allah tidak menetapkan takdir bagi seorang mukmin, melainkan pasti baik baginya (HR. Imam Ahmad). Jadi, baik hidup miskin ataupun kaya dalam urusan harta, bagi seorang mukmin kedua-duanya adalah takdir baik. Jika kita sering mendengar bahwa rukun iman yang keenam adalah beriman kepada takdir baik dan takdir buruk, maka yang dimaksud dengan takdir baik dan takdir buruk adalah dalam perspektif manusiawi. Pada hakikatnya segala sesuatu yang Allah takdirkan bagi hambanya yang beriman adalah baik.-------- Terdapat sebuah hadits yang cukup terkenal, mengatakan bahwa kefakiran hampir-hampir mendekatkan seseorang kepada kekufuran. Menurut Ustadz Ammi Nur Baits, sanad hadits ini maudhu’ alias palsu. Di samping itu, secara makna juga bertentangan atau tidak sesuai dengan ajaran Islam, karena dalam Islam kemuliaan seseorang bukan diukur dari kefakiran ataupun kekayaan, tetapi dari ketakwaannya. Jadi, hadits ini tidak bisa diterima, baik secara riwayat ataupun makna. ----------- -------------- Empat Jenis Manusia ----------------- Dalam hadits yang dirwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad, Rasulullah shallallahu ta’ala ‘alaihi wa aalihi wa sallam menjelaskan bahwa dunia ini dihuni oleh empat jenis manusia: ---- Manusia yang dikaruniai harta dan ilmu. Kemudian ia bertakwa dan menggunakannya untuk kebaikan, maka orang yang seperti ini akan mendapat kemuliaan dunia dan akhirat.---- Manusia yang dikaruniai ilmu, tapi tidak diberi kelebihan harta. Akan tetapi, ia berniat dalam hati seandainya memiliki harta akan digunakan untuk kebaikan. Orang yang seperti ini akan memperoleh pahala dan kedudukan seperti golongan yang pertama.----- Manusia yang dikaruniai harta, tapi tidak diberi ilmu. Kemudian ia membelanjakan hartanya sesuai hawa nafsunya tanpa dasar ilmu, serta tidak menggunakannya untuk kebaikan. Dan ia pun tidak bertakwa kepada Allah, maka orang yang seperti ini berada pada kedudukan yang rendah.---------- Manusia yang tidak dikarunia harta dan ilmu. Kemudian ia berkata dalam hatinya, “Seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan menggunakannya seperti si fulan (golongan ketiga) untuk kesenangan dan hura-hura. Orang yang seperti ini akan memperoleh kedudukan rendah seperti golongan yang ketiga.------------- ----------- Hasad dan Ghittoh ---------- Hasad adalah tidak rela orang lain mendapat suatu nikmat dan menginginkan/membayangkan nikmat yang ada pada orang lain tersebut hilang. Ghittoh adalah menginginkan nikmat seperti yang ada pada orang lain, sehingga membuatnya terpacu agar memperoleh hal yang sama. Akan tetapi, ia tidak menginginkan nikmat yang ada pada orang lain tersebut hilang atau lenyap.----- Salah satu hal yang menjadi penyebab beban batin pada diri manusia ialah karena adanya perasaan benci, iri, ataupun dengki. Andaikan penyakit-penyakit hati seperti rasa iri, dengki, dan benci tidak terdapat dalam hati manusia, niscaya manusia akan selalu merasa bahagia. Bahkan, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauzi mengatakan bahwa penduduk surga belum bisa merasakan nikmatnya surga, kecuali setelah dicabut penyakit-penyakit hati seperti hasad, iri, dengki, benci, dan sebagainya.----------- Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan, perasaan hasad biasanya muncul karena adanya kesamaan dalam berbagai aspek atau bidang tertentu, entah dalam bidang pekerjaan, agama, aktivitas, dan seterusnya. Seorang tukang becak akan saling hasad dengan sesama tukang becak, seorang pedagang buah akan saling iri dengan sesama pedagang buah, aparat polisi dengan aparat TNI, seorang pendakwah saling hasad dengan sesama pendakwah, orang Islam dengan sesama orang Islam, aktivis muslim dengan sesama aktivis muslim, dan lain sebagainya.-------------- Kalau tidak ada kesamaan aspek atau bidang, biasanya hampir tidak ada perasaan hasad. Seorang muslim hampir tidak ada rasa hasad dengan orang kafir, sebab—barangkali—dalam pikirannya sehebat apapun ia, toh ia tetap saja orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Seorang pedagang hampir tidak mungkin merasa iri dengan tukang becak, dan seterusnya.------- Di samping karena hati kita yang sakit, perasaan hasad juga disebabkan karena setan ikut berkecimpung di dalamnya. Setan akan selalu berusaha merusak hati kita dan menimbulkan permusuhan antara manusia, apalagi sesama muslim. Jadi, kita perlu berwaspada dan membersihkan penyakit-penyakit hati semacam hasad.----------- Perasaan iri, benci, atau hasad harus terus-menerus dilawan, salah satu solusinya ialah dengan cara mendoakan kebaikan pada orang yang dibenci tersebut. Para ulama dahulu, tatkala muncul perasaan benci atau hasad, maka bersegera untuk mendoakan orang yang dibenci tersebut agar mendapatkan kebaikan, bukan malah mendoakan keburukan karena dilarang dalam agama. Hal ini dilakukan untuk melawan sekaligus membersihkan hatinya dari perasaan benci.---------- Kalaupun mendoakan kebaikan bagi orang yang kita benci terasa berat, maka ada sebuah doa yang diajarkan oleh Imam Husain seperti yang disampaikan oleh Ustadz Ammi Nur Baits. Tujuannya tidak lain adalah untuk melawan rasa hasad yang timbul dalam hati, yakni dengan cara mendoakan agar nikmat orang yang kita merasa iri dengannya semakin bertambah dan berkah. Contoh doa dari Imam Husain adalah demikian, “Ya Allah, tambahkan kebaikan baginya, tambahkan rezekinya, jadikanlah ia semakin kaya, makmur, dan sejahtera. Dan berikanlah kepada hamba yang lebih baik darinya”.-------- Jangan lupa—tambahan dari penulis—untuk memohon kebersihan hati dengan berdoa, “Ya Allah, hilangkan perasaan iri dan dengki yang ada di dalam hati hamba. Bersihkan hati hamba dari penyakit-penyakit hati. Karuniakan hamba hati yang bersih, suci, lembut, dan mudah menerima hidayah dari-Mu. Ya Allah, hilangkan kebencian yang ada dalam hati hamba. Penuhi hati hamba dengan rasa cinta dan kasih sayang, sehingga tiada tempat lagi bagi kebencian di hati hamba”. ---------------- ------------- Definisi Fitnah ------------------ Kata “fitnah” dalam konteks Al-Qur’an dan Hadits tidak pernah diartikan dengan kata “menuduh” seperti yang ada dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, kata “fitnah” diartikan dengan kata “menuduh”. Sehingga jika ada orang yang menuduh orang lain melakukan perbuatan jahat, maka dikatakan telah memfitnah.------------ Lebih parah lagi, menggunakan dalil ayat wal fitnatu asyaddu minal qatl (fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan) untuk kasus tuduhan, tentu saja tidak tepat. Padahal ayat yang tepat untuk kasus tuduhan adalah subhanaka hadza buhtanun ‘azhim (An-Nur: 16), yang artinya Maha Suci Engkau, ini adalah dusta yang besar. Jadi, yang lebih tepat untuk kata menuduh adalah “buhtan” bukan “fitnah”.----------------- Kata “fitnah” dalam konteks Islam maksudnya adalah cobaan, ujian, godaan, atau sesuatu yang menghambat/menghalangi kebaikan. ------- ------------- Sumber Fitnah ------------------ Semua lingkungan yang kita diami bisa menjadi sumber fitnah, dan solusi bagi seorang muslim untuk menghadapi fitnah adalah dengan sabar. Masing-masing umat mempunyai fitnah, contoh: fitnah kaum ‘Ad adalah tubuh yang kekar, kaum Tsamud dengan keahlian bangunannya, bani Israil dengan fitnah wanita, dan fitnah umat Islam adalah harta dunia alias kekayaan, wanita, dan dajjal. --------- Rasulullah menegaskan bahwa setiap umat memiliki fitnah, dan fitnah umatku adalah harta. Dalam hadits lain, Sayyidina Muhammad bersabda, “Sungguh, bukanlah kefakiran yang aku takutkan dari kalian. Akan tetapi, yang aku takutkan dari kalian adalah ketika dunia dibentangkan, kemudian kalian saling berebut hingga membinasakan kalian seperti orang-orang sebelum kalian (HR. Imam Bukhari). ------------- Rasulullah juga mengatakan, “Sungguh, aku tidak mengkhawatirkan kalian akan berbuat syirik sepeninggalku, namun yang aku khawatirkan adalah kalian bersaing memperebutkan harta-harta dunia (HR. Imam Bukhari). Beliau juga memperingatkan, “Aku tidak meninggalkan satu fitnah yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita” (HR. Imam Bukhari). ------------ Selain itu, salah satu fitnah umat Islam yang terbesar adalah dajjal. Kanjeng Nabi memperingatkan umatnya bahwa tidak ada makhluk yang Allah ciptakan di muka bumi sejak Nabi Adam hingga hari kiamat yang fitnahnya lebih besar daripada dajjal (HR. Imam Muslim). --------------- ---------------- Bahagia itu Sederhana ---------------- Nabi seluruh umat manusia bersabda, “Barangsiapa yang dikaruniai sehat pada pagi hari, aman di tempat tinggalnya, dan punya cukup makanan untuk hari itu; maka seolah-olah ia telah mendapatkan dunia dan segala isinya (HR. Tirmidzi).---------- Nabiyullah Muhammad menjelaskan bahwa kebahagiaan itu ada empat, yakni: istri yang salehah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Sedangkan kesengsaraan itu ada empat, yakni: istri yang buruk, tetangga yang buruk, rumah yang sempit, dan kendaraan yang buruk (HR. Imam Ibnu Hibban).------------------ Hakikat kebahagiaan adalah qana’ah, yakni merasa cukup dan ridha atas segala yang Allah karuniakan. Imam Syafi’i pernah berujar, “Kalau engkau qana’ah dengan harta, niscaya tidak ada bedanya antara engkau dengan raja-raja dunia”.--------------- Kanjeng Nabi juga mengatakan bahwa kekayaan yang sebenarnya bukan dengan banyaknya harta, akan tetapi dengan kaya hati. Maksudnya, merasa cukup dan ridha atas segala pemberian Allah. Lebih lanjut, beliau Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammad menegaskan bahwa muslim yang berbahagia ialah yang merasa cukup dalam urusan harta dan ridha atas segala ketetapan Allah.---------------- Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa sebenarnya inti dari fakir adalah hajat atau kebutuhan. Semakin banyak hajat seseorang, maka sebenarnya ia semakin fakir. Sebaliknya, inti dari kaya adalah merasa cukup alias qana’ah. Semakin ia merasa cukup terhadap harta, maka sesungguhnya ia semakin kaya. ---------------- Begitu simpelnya hidup bahagia, maka tak salah jika ada hadits yang mengatakan, “Terimalah dengan penuh keridhaan apa yang Allah berikan kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya” (Al-Hadits). ------------------- ------------ Ujian Hidup ---------- Dalam menjalani kehidupan di dunia, manusia tidak bisa lepas dari yang namanya ujian. Hidup di dunia adalah sesuatu yang melelahkan. Bahagia memang bisa diraih, tapi adakalanya seseorang pasti akan merasakan kesusahan. Entah bagaimana, pasti ada saja yang membuat kita susah, lelah, khawatir, dan keluh kesah. Begitulah hidup di dunia, penuh dengan ujian-ujian. Allah sendiri menegaskan bahwa sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah (Al-Ma’arij: 19). -------------- Sesuatu yang melelahkan dalam hidup, ada yang bersifat lahir dan ada yang bersifat batin. Lelah yang bersifat lahir adalah tubuh jasmani atau fisik kita, entah karena pekerjaan, menunaikan kewajiban, atau bahkan mengambil hak. Sedangkan lelah secara batin, yakni kita merasa bosan, jenuh, capek, suntuk, pesimis, marah, emosi, dan sebagainya. Pendeknya, tidak ada orang yang tidak lelah dalam menjalani hidup, semuanya pasti akan mengalami lelah.---------------- Allah memberikan berbagai macam musibah dan ujian, salah satu tujuannya agar manusia tidak merasa betah atau kerasan tinggal di dunia, karena memang hidup di dunia hanya sementara dan sangatlah singkat. Allah berfirman bahwa kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (Ali ‘Imran: 185).---------------- Imam Hasan Al-Bashri pernah menasihati Khalifah Umar bin Abdul Aziz, bahwa manusia hidup di dunia hanya sebentar. Nasihat Imam Hasan Al-Bashri ini sesuai dengan sabda Nabi, bahwa hidup di dunia ini diibaratkan dengan seorang musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh di terik panas matahari, kemudian ia berteduh di bawah pohon, setelah panas matahari hilang, maka ia pun melanjutkan perjalanannya. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri untuk mengahadapi perjalanan yang masih panjang. ---------------- Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Al-Hasyr: 18).------------- Semakin besar tingkat keimanan seseorang, maka semakin besar pula ujian yang akan diterima. Semakin rendah tingkat keimanan seseorang, maka ujian yang akan diterima juga kecil. Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan memberikan ujian kepadanya agar Allah ta’ala mendengar permohonannya (HR. Imam Baihaqi).----------------- Allah juga berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 214 yang artinya: -------------- Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam ujian), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ------ ------------ Taatilah Allah Sepenuh Hati ------------------- Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa tunduk dan patuh kepada perintah Allah serta menjauhi semua larangan Allah. Mufti Ismail ibn Musa Menk mengatakan bahwa Islam mempunyai dua makna, yaitu ketundukan dan kedamaian. Artinya, jika kita tunduk pada aturan Allah, maka otomatis kita akan memperoleh kedamaian.----------- Akan tetapi, yang menjadi problem adalah ketika kita tidak sepenuh hati dalam menjalani ketaatan kepada Allah. Kita taat kepada Allah kalau itu menguntungkan nafsu kita, sedang yang tidak sesuai dengan selera dan tidak membawa keuntungan, dengan serta merta ditinggalkannya. Hal ini mengindikasikan bahwa hati kita belum sepenuhnya terbuka dalam menjalani ketaatan kepada Allah. Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa orang-orang yang semacam ini adalah orang-orang yang beribadah kepada Allah di pinggiran, belum masuk ke “Rumah Allah”.-------------- Dahulu ada beberapa orang Arab-Badui yang ingin menyatakan diri masuk Islam di hadapan Nabi. Akan tetapi, motivasinya bukan karena mengikuti kebenaran, melainkan karena semata-mata ingin memperoleh banyak harta dari hasil ghanimah (rampasan perang) maupun fai (tanpa perang) dengan menjadi pasukan Islam. Orang-orang yang menjalani ketaatan seperti ini adalah model manusia yang hidupnya rugi dunia dan akhirat. ---------------- ----------- Kesejahteraan itu Perlu ----------------------- Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kesejahteraan umatnya. Islam tidak membiarkan ketidakadilan hidup di tengah-tengah masyarakat. Antara si kaya dan si miskin harus ada keadilan, tidak boleh ada kesenjangan atau kecemburuan yang bisa menimbulkan konflik sosial. Oleh karena itulah, dalam Al-Qur’an disebutkan supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang yang kaya saja di antara kamu (Al-Hasyr: 7).------------------ Beberapa konsep Islam untuk kesejahteraan umatnya antara lain: zakat, infak, sedekah, qurban, aqiqah, membayar denda atau kafarat (memberi makan orang miskin, memerdekakan budak, dll), pembagian ghanimah, fai, dan sebagainya. Apabila salah satu konsep di atas diberdayakan dengan baik, semisal zakat dan sedekah, Insya Allah kesejahteraan umat akan semakin merata.--------------- Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah mengapa banyak di antara kaum muslimin yang masih hidup miskin di bawah standar kesejahteraan. Sebenarnya dalam Islam, kaya dan miskin tidak terlalu penting untuk dipermasahkan, karena ini berkaitan dengan takdir Allah dan sunnatullah. Semenjak Nabi Adam hingga akhir zaman, kaya dan miskin akan selalu beriringan. Ibarat dua sisi mata uang, keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ada orang kaya pasti ada orang miskin. Dan yang terpenting kedua-duanya bisa menjadi orang mulia di mata Allah.--------------- Akan tetapi, yang terkadang mengusik kita ialah ketika beberapa umat Islam yang lemah imannya, rela menjual agamanya demi urusan duniawi. Tentu saja ia rela mengganti agamanya karena persoalan himpitan ekonomi dan kesejahteraan hidup yang kurang. Sehingga ketika para misionaris menawari “satu kardus mi instant” dengan syarat ikut agamanya, maka ia pun tergiur, dan dengan serta merta menerimanya. Lalu kita pun menyalahkan para misionaris yang melakukan kristenisasi itu dengan mengatakan licik, tidak fair, dan seterusnya.--------------- Siapa yang harus kita salahkan? Para misionaris ataukah orang-orang miskin yang lemah imannya? Apakah kita harus menyalahkan dan hanya terus bisa menyalahkan mereka? Kalau umat Islam yang fakir dan miskin itu bukan kita yang menyantuninya, maka jangan salahkan mereka ketika mereka pindah agama Krsiten ketika ditawari sejumlah fasilitas dan kesejahteraan hidup.--------------- Mungkin dalam pikiran mereka (umat Islam yang lemah imannya dan terbatas ilmunya), agama Kristen lebih peduli orang-orang lemah dan lebih menjanjikan kesejahteraan daripada agama Islam, makanya mereka tergiur untuk masuk agama Kristen. Bagaimana dengan kita wahai kaum muslimin yang diberi kecukupan? Bantulah mereka yang miskin, pedulilah nasib mereka, berdayakan mereka, nasihatilah untuk bersabar, bantu mereka memperkuat iman dengan mengajaknya untuk selalu hadir di majelis ilmu. ----------------------- Sebagai hamba Allâh Ta’ala, semua manusia dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullâh yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. ------------ Allâh Ta’ala berfirman:---------- Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35)-------- Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata:------------- “(Makna ayat ini) yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa”.[1]---------- ------- SEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN BERTAKWA KEPADA ALLAH TA’ALA ----------- Allâh Ta’ala dengan ilmu-Nya yang Maha Tinggi dan hikmah-Nya yang Maha Sempurna menurunkan syariat-Nya kepada manusia untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup mereka. Oleh karena itu, hanya dengan berpegang teguh kepada agama-Nyalah seseorang bisa merasakan kebahagiaan hidup yang hakiki di dunia dan akhirat.------------ Allâh Ta’ala berfirman:----------- Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan)[2] hidup bagimu (Qs al-Anfâl/8:24)---- Imam Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata:-------- “(Ayat ini menunjukkan) bahwa kehidupan yang bermanfaat hanya didapatkan dengan memenuhi seruan Allâh Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam. Maka, barang siapa tidak memenuhi seruan Allâh Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, dia tidak akan merasakan kehidupan (yang baik) meskipun fisiknya hidup, sebagaimana binatang yang paling hina. Jadi, kehidupan baik yang hakiki adalah kehidupan seorang dengan memenuhi seruan Allâh Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam secara lahir maupun batin”[3].------------- Allâh Ta’ala berfirman:----------- “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu (di dunia) sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya (di akhirat nanti)” (Qs Hûd/11:3)-------- Dalam mengomentari ayat-ayat di atas, Imam Ibnul Qayyim rahimahullâh mengatakan:----- “Dalam ayat-ayat ini Allâh Ta’ala menyebutkan bahwa Dia akan memberikan balasan kebaikan bagi orang yang berbuat kebaikan dengan dua balasan: balasan (kebaikan) di dunia dan balasan (kebaikan) di akhirat. [4]----------- ---- SIKAP SEORANG MUKMIN DALAM MENGHADAPI MASALAH ----------- Seorang Mukmin dengan ketakwaannya kepada Allâh Ta’ala, memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, sehingga masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak akan membuatnya mengeluh atau stres, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan keimanannya yang kuat kepada Allâh Ta’ala membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan yang Allâh Ta’ala berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya.------------ Dengan keyakinannya ini pula Allâh Ta’ala akan memberikan balasan kebaikan baginya berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwanya. Inilah yang dinyatakan oleh Allâh Ta’ala dalam firman-Nya:--- Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allâh; barang siapa yang beriman kepada Allâh, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allâh Maha Mengetahui segala sesuatu (Qs at-Taghâbun/64:11)------------- Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata:----------- “Maknanya: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allâh Ta’ala, kemudian dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allâh Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allâh Ta’ala tersebut, maka Allâh Ta’ala akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Allâh Ta’ala akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan sesuatu yang lebih baik baginya.”[5]----- Inilah sikap seorang Mukmin yang benar dalam menghadapi musibah yang menimpanya.------ Meskipun Allâh Ta’ala dengan hikmah-Nya yang Maha Sempurna telah menetapkan bahwa musibah itu akan menimpa semua manusia, baik orang yang beriman maupun orang kafir, akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allâh Ta’ala dalam menghadapi musibah tersebut. Dan tentu saja semua ini akan semakin meringankan beratnya musibah tersebut bagi seorang Mukmin.----------- Dalam menjelaskan hikmah yang agung ini, Ibnul Qayyim rahimahullâh mengatakan:---------- “Sesungguhnya semua (musibah) yang menimpa orang-orang yang beriman dalam (menjalankan agama) Allâh Ta’ala senantiasa disertai dengan sikap ridha dan ihtisâb (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun sikap ridha tidak mereka miliki maka pegangan mereka adalah sikap sabar dan ihtisâb. Ini (semua) akan meringankan beratnya beban musibah tersebut. Karena, setiap kali mereka menyaksikan (mengingat) balasan (kebaikan) tersebut, akan terasa ringan bagi mereka menghadapi kesusahan dan musibah tersebut.------------------- Adapun orang-orang kafir, mereka tidak memiliki sikap ridha dan tidak pula ihtisâb. Kalaupun mereka bersabar (menahan diri), maka (tidak lebih) seperti kesabaran hewan-hewan (ketika mengalami kesusahan).--------------- Sungguh Allâh Ta’ala telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya yang artinya:-------- ”Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allâh apa yang tidak mereka harapkan” (Qs an-Nisâ/4:104).----------- Jadi, orang-orang Mukmin maupun kafir sama-sama menderita kesakitan, akan tetapi orang-orang Mukmin teristimewakan dengan pengharapan pahala dan kedekatan dengan Allâh Ta’ala.”[6]--------- ------------- HIKMAH COBAAN -------- Di samping sebab-sebab di atas, ada lagi faktor lain yang bisa meringankan semua kesusahan yang dialami seorang Mukmin di dunia ini, yaitu merenungi dan menghayati hikmah-hikmah agung yang Allâh Ta’ala jadikan dalam setiap ketentuan yang terjadi pada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Dengan merenungi hikmah-hikmah tersebut, seorang Mukmin akan semakin yakin bahwa semua cobaan yang menimpanya pada hakikatnya adalah kebaikan bagi dirinya, untuk menyempurnakan keimanannya dan semakin mendekatkan diri-Nya kepada Allâh Ta’ala.------ Semua ini, di samping akan semakin menguatkan kesabarannya, juga akan membuatnya selalu bersikap husnuzh zhann (berbaik sangka) kepada Allâh Ta’ala dalam semua musibah dan cobaan yang menimpanya.-------------- Dengan sikap ini, Allâh Ta’ala akan semakin melipatgandakan balasan kebaikan baginya, karena Allâh Ta’ala memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadits qudsi yang artinya:------------- “Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepada-Ku”.[7]------- Maknanya: Allâh Ta’ala akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, dan Dia akan berbuat pada hamba-Nya sesuai dengan harapan baik atau buruk dari hamba tersebut, maka hendaknya hamba tersebut selalu menjadikan baik persangkaan dan harapannya kepada Allâh Ta’ala.[8]-------

September 17, 2016 Edy Gojira 1

UJIAN/cobaan ... bersifat BAIK dan BURUK menurut KITA. ..... sakit [...]

memahami pendekatan teori WORMHOLE, BLACK HOLE dan ISRA' Mi'raj Nabi Muhammad ..... misteri John Titor time machine ...... hanya Allah saja yang MAHA mengetahui ----------------------- Kata Isra’ berasal dari bahasa arab, artinya berjalan malam. Menurut istilah , Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa atau disebut Baitul Maqdis di Palestina. ------------- Mi’raj dari bahasa arab berarti naik ke atas. Menurut istilah Mi’raj berarti naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju ke Al Arsy menghadap Allah SWT.---- Allah berfirman dalam QS Al-Isra' : 1 yang berbunyi: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ Artinya "Maha suci Allah, yang telah memberi jalan hambanya pada suatu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar lagi maha melihat." (QS. Al-Isra: 1) ------------------- Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .(QS. An Najm / 53:13-15) ------------------ 1. Black Hole (Lubang Hitam)------------ Lubang hitam mampu menelan berbagai benda angkasa. Semakin banyak yang ia telan, semakin besar daya hisapnya. Namun resikonya tidak hanya itu. Lubang hitam merupakan wilayah luar angkasa yang dapat menelan gas, debu, bintang, planet, maupun benda angkasa lain yang ada dalam suatu galaksi. Gaya tarik gravitasinya sangat kuat. Sebuah planet yang melintas di sekitarnya tidak akan selamat dari hisapan lubang itu. ------------------- Banyak astronom khawatir aktivitasnya yang semakin liar akan mampu menelan planet Bumi. Lantas apa yang membuat sebuah lubang hitam mampu menyedot benda-benda angkasa di sekitarnya? Sebenarnya ada teori yang menyebutkan, daya hisap sebuah lubang hitam bisa melemah lalu ia akan masuk ke fase tidur, berhenti memakan benda angkasa. Menurut George Helou, dari Spitzer Science Center NASA di Institut Teknologi California, lubang hitam di galaksi kita saat ini sedang dalam fase tidur itu.------------- Lubang hitam yang disebut Sagitarius A itu letaknya berada di tengah galaksi Bima Sakti. Scherbakov, astronom dari Pusat Astrofisika Harvard mengatakan, lubang hitam di galaksi Bima Sakti hanya memakan 0,01% bintang di sekelilingnya.----------------- Namun selanjutnya peneliti juga menemukan fakta, lubang hitam senantiasa berevolusi, sehingga bisa jadi akan aktif lagi suatu hari nanti. Semakin banyak ia menelan bintang, semakin cepat pula proses evolusinya.-------------- Menurut data yang didapat dari teleskop luar angkasa, selama beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak lubang hitam menelan benda angkasa. Selain itu, dikatakan bahwa semakin banyak ia menghisap benda angkasa, semakin besar pula daya sedotnya. Ini dikarenakan peningkatan unsur ion di dalamnya.----- Namun tidak hanya berevolusi, belakangan juga diketahui lubang-lubang hitam yang ada di berbagai galaksi juga saling bergabung. Berbagai benda angkasa yang masuk ke dalam lubang hitam mengandung banyak energi dalam jumlah besar.---------- Sehingga gabungan antar lubang hitam tentunya juga meningkatkan jumlah energi yang dimilikinya. Energi ini dapat mengendalikan alur keluar masuk gas dan debu ke luar lubang.--------------- Tidak hanya debu dan gas, para astronom meyakini bahwa hisapan sebuah lubang hitam juga banyak melepaskan sinar-X dan gelombang radioaktif. Namun jumlah radiasi sinar X yang mereka amati belum dapat dijelaskan. Yang jelas, semuanya itu mempengaruhi perkembangan galaksi dimana tempat lubang hitam itu berada.------------------ Memahami proses, cara kerja dan evolusi lubang hitam adalah penting untuk menjelaskan formasi galaksi bima sakti dan keutuhan bumi di masa depan. Mempelajari radiasi dan interaksi antargalaksi dapat membuat kita paham akan besarnya medan gravitasi, gaya magnet, dan proses radiasi lubang hitam.-------------- “Kami telah mempelajari data dari teleskop ruang angkasa selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan bahwa semakin cepat lubang hitam melahap material angkasa, maka semakin tinggi daya ionisasinya,” ujar David Ballantyne, asisten profesor fisika Georgia Institute of Technology.--------- Ahli fisika angkasa saat ini belum memiliki penjelasan yang cukup mengenai daya sedot lubang hitam dan bagaimana pertumbuhannya atau apa yang membuat lubang hitam tertentu berhenti berkembang. Tapi yang jelas, lubang hitam dan cakram di sekitarnya akan memengaruhi benda-benda langit.------------- “Penghisapan lubang hitam atas benda angkasa melepaskan banyak energi. Tidak hanya radiasi, tapi juga gas yang dilepaskan sampai jauh ke luar galaksi. Gas ini dapat mengubah susunan letak bintang, dan menghentikan perkembangan galaksi,” ujar Ballantyne.----------------- “Daya hisap lubang hitam masih terus dipelajari. Ada yang berkembang dan ada juga yang mati. Mempelajari ini penting untuk mengetahui bentuk dan perubahan susunan galaksi kita,” tambah Ballantyne.-------------- Lubang hitam memang menyedot benda angkasa. Bumi beresiko ditelan olehnya. Namun risikonya ternyata tidak hanya itu. Gas yang disemburkan dari dalamnya pun dapat membuat benda angkasa bergeser, dan bahkan mungkin bertabrakan.------------------ 2. Worm Hole (Lubang Cacing)-------------- Keberadaan wormhole dalam teori dimulai ketika Albert Einstein memperkenalkan Teori Relativitas Umum. Einstein menunjukkan bahwa massa bisa membuat ruang (waktu) melengkung/terlipat, semakin besar massa, semakin melengkung ruang(waktu). Sulitdibayangkan.Di tahun 1919, Arthur Eddington membuktikan, ketika pada waktu itu terjadi Gerhana Matahari Total, bintang-bintang di sekitar Matahari teramati dalam posisi yang bergeser dari posisi yang seharusnya. Tentu saja pada saat gerhana, bintang-bintang bisa diamati pada siang hari. Dan bukti pengamatan tersebut menunjukkan bahwa Einstein memang benar. Bagaimana bintang bisa bergeser dari posisi yang seharusnya? Karena medan gravitasi Matahari membelokkan arah pancaran cahaya bintang.Tapi bukti pembengkokan cahaya oleh Matahari pada saat gerhana itu tidak ada hubungannya dengan wormhole. Pembuktian oleh Eddington tersebut menunjukkan bahwa teori Relativitas Einstein itu benar. Dari teori itu, satu pemikiran fundamental yang kita tahu kemudian adalah, bahwa massa mempengaruhi ruang dan waktu. Secara umum gravitasi berkaitan erat dengan geometri, bagaimana arah cahaya bisa berbelok, itu tidak terbayangkan sebelumnya. Secara sederhana, bagaimana hubungan gravitasi dan geometri bisa digambarkan seperti gambar berikutini.Perlu dipahami bahwa sebelum Einstein, ruang dan waktu adalah dua entitas yang terpisah, tetapi teori Einstein menyatakan bahwa ruang dan waktu merupakan entitas tunggal yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, geometri disini perlu dipahami sebagai relasi ruang-waktu.-------------------- Kembali pada pekerjaan Einstein, teori Einstein mempergunakan teori matematis yang dikenal sebagai persamaan medan Einstein, dan solusinya dikenal sebagai solusi Scwarzschild. Solusi teori ini menguraikan tentang medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi. Solusi ini adalah yang menjadi cikal-bakal adanya blackhole (Blackhole Schwarzschild).------------- Di tahun 1916, tidak lama setelah Einstein memperkenalkan teori Relativitas. Ludwing Flamm menyadari bahwa persamaan Einstein mempunyai solusi yang lain, dikenal sebagai White Hole, dan bahwa kedua solusi tersebut menguraikan adanya dua daerah dalam ruang-waktu (datar) yang terhubungkan (secara matematis) oleh adanya suatu ‘lorong’ ruang-waktu. Karena teori belum mengatakan dimana wilayah ruang waktu itu di dunia nyata, jadi bisa saja black-hole sebagai pintu masuk dan white hole sebagai pintu keluar, tapi bisa saja di dunia yang sama dengan kita (ruang waktu yang bisa kita pahami), atau di ruang dan waktu yang lain (semesta lain, semesta paralel, masa lalu, sekarang, masa depan). Tetapi, White Hole melanggar Hukum Ke-2 Termodinamika, dengan demikian, keberadaan White Hole sulit diterima secara mudah.--------- Pada tahun 1935, Albert Einstein dan Nathan Rosen mempelajari lebih lanjut kaitan Black Hole dan White Hole tersebut, bahwa dari perumusan teori Relativitas Umum, struktur ruang-waktu yang melengkung bisa menghubungkan dua wilayah dari ruang-waktu yang jauh, melalui suatu bentuk serupa lorong, sebagai jalan pintas dalam ruang. Pekerjaan ini secara formal dikenal sebagai jembatan Einstein-Rosen. Tujuannya bukan untuk mempelajari perjalanan yang lebih cepat dari cahaya atau perjalanan antar semesta, tetapi lebih pada mencari penjelasan pada partikel fundamental (seperti elektron) dalam ruang-waktu. Jembatan Einstein-Rosen ini dikenal juga dengan nama lain, seperi Lorentzian Wormhole atau Schwazschild wormhole.--------------- Pada tahun 1962, John Wheeler dan Robert Fuller menunjukkan bahwa wormhole tipe jembatan Einstein-Rosen tidak stabil, menyebabkan cahaya pun tidak dapat melewatinya sesaat wormhole terbentuk. Lalu, apakah wormhole tidak bisa dilalui? (Traversable)? Kita akan meninjau tentang traversable wormhole sejurus nanti.------------ Demikian, sejak saat itu, teori tentang wormhole terus menerus dikaji. Demikian juga, urban legend tentang wormhole pun hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam literatur fiksi ilmiah. Teori ilmiah tentang wormhole terus berkembang. Semuanya mempunyai prinsip yang sama, yaitu solusi matematis mengenai hubungan geometris antara satu titik dalam ruang-waktu dengan titik yang lain, dimana hubungan tersebut bisa berperilaku sebagai ‘jalan pintas’ dalam ruang-waktu. Bagaimana wormhole terbentuk? Kembali pada ilustrasi gambar Bumi. Jika ada kelengkungan ruang-waktu pada suatu titik, dan tersambung dengan kelengkungan pada ruang-waktu yang lain, maka demikian lah gambaran wormhole ada. Seperti pada ilustrasi berikut, yang diambil dari film Stargate S1, seolah-olah semuanya itu indah dan menyenangkan. Seperti pintu Doraemon, kita buka pintu-nya, lalu kita sampai di suatu tempat yang jauhh sekali. Ah indahnya fiksi ilmiah.------------ Wormhole yang berkaitan dengan hubungan dalam ruang-waktu, dikenal sebagai Laurentzian wormhole. Hubungan disini tentu saja dikatakan sebagai jalan pintas, karena jika perjalanan dari Gerbang ke Bulan, bisa dilakukan jauh lebih cepat, bahkan lebih cepat daripada laju cahaya menempuh jalur normal. (Tentu saja artian lebih cepat dari laju cahaya ini karena menggunakan jalur yang lebih pintas, bukan karena ‘lebih cepat dari laju cahaya’). Itu tentu saja, bila perjalanan memang dapat dilakukan melalui wormhole.Tetapi, kompleksitas muncul, karena, apakah kita bisa menentukan ujung perjalanan kita? Apakah kita akan keluar di ujung, di semesta yang sama? Atau di semesta paralel? Atau kita muncul di waktu yang sama? Apakah kita muncul di waktu kita? Atau di masa lalu? Atau masa depan? Tentu saja semua mungkin, karena Laurentzian wormhole merupakan produk dari Teori Relativitas Umum yang menyatakan bahwa semua bergerak baik dalam ruang maupun dalam waktu.Lorentzian wormholes terbagi dalam dua jenis:---------- 1) Inter-universe wormholes, wormholes yang menghubungkan semesta kita dengan ’semesta’ yang lain. Ini adalah dugaan tentang adanya semesta paralel.---------- 2) Intra-universe wormholes, wormhole yang menghubungkan dua daerah dalam semesta yang sama.Ada juga wormhole lain yang dikenal sebagai Euclidean wormholes, yang mana, wormhole ini ada dalam proses yang sangat mikro, karena menjadi perhatian utama para ahli teori medan quantum. Dengan demikian wormhole jenis ini, pada saat ini tidak akan dibahas, dan Laurentzian wormhole adalah wormhole yang kita bahas.------- Kembali pada pertanyaan, apakah mungkin kita melakukan perjalanan melalui wormhole? Kip Thorne dan Mike Morris pada tahun 1988 mengusulkan bahwa wormhole bisa dipertahankan kestabilannya mempergunakan materi eksotik (materi yang masih teoritis, dan belum ditemukan di dunia, dengan perilaku seperti massa yang negatif atau menolak gravitasi, alih-alih patuh pada hukum Gravitasi Newton). Model teori ini dikenal sebagai Morris-Thorne wormhole. Teori-teori yang kemudian dikembangkan untuk mempertahankan kestabilan wormhole, sehingga bisa dilalui, sampai saat ini berpedoman pada argumentasi bahwa, tidak ada materi yang kita ketahui bisa berperanan untuk mempertahankan kestabilan, karena membutuhkan adanya energi negatif.------- Kendati wormhole masih menjadi wacana teori (dan urban legend), tetapi belum ada bukti yang bisa mendukung keberadaannya, baik dari pengamatan maupun secara eksperimen. Apakah kemudian wormhole itu tidak mungkin ada? Atau mungkinkah wormhole dibuat?---------- Secara teori, kita bisa membangun wormhole. Caranya? Supaya ruang-waktu bisa terlipat dibutuhkan materi dan energi yang sangat luar biasa, jadi kita tinggal mencari materi yang sangat padat di luar angkasa sana, sebut saja, dari bintang ne(u)tron. Kenapa bintang netron? Bintang netron adalah jenis bintang yang massa-nya mencapai 1,35 sampai 2,1 kali masssa Matahari, tetapi dengan radius hanya 20 sampai 10 km, mencapai 30 ribu – 70 ribu lebih kecil daripada Matahari. Dengan demikian, maka berat-jenis bintang netron mencapai of 8×10^13 to 2×10^15 g/cm^3.----------- Seberapa banyak? “Secukupnya” sampai bisa membentuk cincin raksasa seukuran orbit Bumi mengelilingi Matahari. Kemudian, buat cincin yang lain di ujung yang lain. Setelah konstruksi cincin raksasa di kedua ujung tersebut selesai, berikan tegangan listrik yang sangat tinggi, pada kedua ujungnya, diputar sampai mencapai laju cahaya dua-duanya, dan voila, perjalanan lintas ruang-waktu seketika.------------- Fakta bahwa perjalanan menembus waktu, apabila meloncat ke masa depan itu bisa diterima, karena memang tidak bertentangan dengan Teori Relativitas Khusus, tetapi jika perjalanan-nya mundur dalam waktu? Itu menjadi kontroversi, sulit dipahami, bahkan bisa menimbulkan paradoks.--------------- Bila, salah satu ujung wormhole yang tadi telah dibuat tersebut digerakkan dengan laju mencapai laju cahaya, dan sesuai dari teori Relativitas Khusus, semakin laju suatu benda, mencapai kecepatan cahaya, waktu berjalan menjadi lambat. Gerak relatif tersebut menciptakan perbedaan waktu antara keduanya. Sedemikian sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari ujung yang diam, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari ujung yang bergerak, dia akan kembali ke masa lalu.------------------ Disinilah kontroversinya, jika seseorang kembali dari masa depan, lalu membunuh orang-tuanya sebelum dia dilahirkan, lalu bagaimana dia bisa ‘ada’ dan melaksanakan misi membunuh orang-tuanya? Dengan pengetahuan akan teori Quantum, Stephen Hawking memperkenalkan ‘Konjektur Perlindungan Kronologi’, yang bisa ‘melindungi’ perjalanan antar waktu tersebut. Karena secara teori, di dalam lorong pasangan partikel-antipartikel secara terus menerus tercipta dan saling meniadakan, dengan demikian energi meluap dengan amat sangat, bahkan bisa melebihi energi eksotis yang diperlukan untuk membuka gerbang wormhole. Dan wormhole akan terganggu dan tertutup, bahkan sebelum mesin waktu tercipta. Lalu apakah dengan demikian mesin waktu itu tidak mungkin?---------- Apapun yang mungkin sebenarnya bisa terjadi, apakah wormhole sebagai mesin waktu ada? Bisa terjadi? Atau sebagai portal antar ruang? Semua masih terbuka, masih harus menunggu penantian yang panjang, karena masih harus mencari pemahaman dan penyatuan teori mekanika quantum dan gravitasi. Jangan jangan wormhole ini sering digunakan oleh pesawat-pesawat ufo--------- untuk menjelajahi waktu. Atau jangan jangan bangsa lemuria yang hilang secara misterius telah masuk ke worm hole dan telah membentuk sebuah kehidupan baru di dimensi lain. Hanya Allah yang tahu segalanya-------------

September 6, 2016 Edy Gojira 1

memahami pendekatan teori WORMHOLE, BLACK HOLE dan  ISRA' Mi'raj Nabi [...]

manusia BANYAK tergelincir dalam ...........keSYIRIKan ---------------------------------- Mengucapkan Kalimat SYAHADAT= BUKAN Jaminan Masuk Surga ------------------- Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan HAPUSlah AMALmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar: 65) -------------------------------- Seseorang tidaklah dianggap telah beribadah kepada Allah jika dia masih berbuat syirik, sebab amalan ibadah dari orang yang mempersekutukan Allah akan dihapuskan dan tidak bermanfaat sedikit pun di sisi Allah. ------------------------------- Dan sabda Nabi Saw. : ............... Dan tidak akan masuk surga kecuali yang berjiwa Muslim, sedangkan kalian kalau dibandingkan dengan ahli SYIRIK, bagaikan SEHELAI bulu putih di tengah-tengah kulit lembu yang berbulu merah. (Bukhori – Muslim). Dalam kitab Hadits Al Lu’lu’ Wal Marjan No : 132 ---------------------------------- >>> Dalam 1000 orang 999 akan memasuki neraka.. Hadis Qudsi ; Daripada Abu Sa’id katanya; Rasulullah saw bersabda; “Allah berfirman; “Wahai Adam!” Adam menjawab; “Aku sambut seruanmu, Ya Allah… aku sambut seruanMu dan Engkau telah membahagiankan daku dengan kebahagiaan justeru kemuliaan dan ketinggianMu.” .............. Allah berfirman; “Pisahkanlah ahli neraka (dari zuriatmu).” Adam bertanya: “Bagaimanakah pemisahan itu.” Allah berfirman; “Dari setiap 1000 orang, 999 orang (memasuki neraka).” maka itu terjadi di waktu kanak2 berubah menjadi tua dan wanita yg mengandung anaknya melahirkan anaknya dan kamu lihat manusia seperti orang2 gila sedangkan mereka tidak gila akan tetapi azab Allah amat dahsyat sekali.” ................... Lalu para sahabat merasa amat terkesan dengan apa yg diberitahu oleh Rasulullah saw itu. Mereka pun berkata; “Ya Rasulullah, siapakah di kalangan kami si lelaki itu (yg memasuki syurga dari setiap 1000 org).? ......................... Rasulullah saw bersabda; “Gembiralah kamu bahawa nisbah bilangan Ya’juj dan Ma’juj berbanding dengan orang2 beriman ialah 1:1000 (1000 Ya’juj dan Ma’juj dan seorang mukmin, iaitu nisbah yg hadir pada hari kiamat).” ............................ Kemudian baginda saw bersabda; ” Demi Dia Yang memegang jiwaku di dalam tanganNya, sesungguhnya aku ingin sekali agar bilangan kamu menjadi 1/3 ahli syurga.” ............ Kata Abu Sa’id; “Maka kamipun memuji Allah serta bertakbir.” Kemudian baginda saw bersabda; “Dan demi Dia Yang memegang jiwaku di dalam tanganNya, sesungguhnya daku amat ingin sekali agar bilangan kamu menjadi separuh dari ahli syurga. Sesungguhnya perumpamaan kamu di kalangan umat2 ialah seperti sehelai bulu puith pada kulit seekor lembu jantan yg berwarna hitam atau kesan yg ada pada kaki keledai.” .................... {Hadis sahih. Dikeluarkan oleh Al Bukhari dan Muslim.} -------------------------------------- Mengucapkan Kalimat Syahadat Bukan Jaminan Masuk Surga -------------------------- “Wah, ngawur ente!!” (berdasarkan hadits “Siapa yang mengucapkan laa ilaaha illallah akan masuk surga”). Mungkin itu komentar yang muncul, setelah membaca sub judul di atas. Akan tetapi yang kami maksudkan di sini adalah, bahwa hanya sekedar perkataan tidaklah bermanfaat bagi kita jika kita tidak memahami dan mengamalkan maknanya. Karena kaum munafik juga mengatakan kalimat tersebut, mereka juga sholat, puasa, mengeluarkan zakat, dan pergi haji seperti kaum muslimin yang lainnya. Akan tetapi, mengapa kaum munafik ditempatkan pada jurang neraka yang paling dasar? -------------------------- Allah berfirman, إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيراً “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisaa’: 145) ----------------------------------- Yang lebih mengherankan, apa yang menyebabkan mereka tidak bisa menjawab 3 pertanyaan yang mudah (siapa Rabbmu? apa agamamu? dan siapa nabimu? di dalam kubur?). ------------------------------- Jawaban mereka adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: هاه، هاه، لا أدري، سمعت الناس يقولون شئ فقلته “Hah… hah… aku tidak tahu, aku mendengar orang mengatakan sesuatu, kemudian aku mengatakan hal tersebut.” ------------------------- Pertanyaannya memang mudah, tetapi menjawabnya sangatlah sulit. Karena hati manusia di akhirat merupakan hasil dari perbuatannya di dunia. Jika di dunia dia meremehkan agamanya, maka dia tidak akan bisa mengatakan bahwa agamanya adalah Islam. Sekarang, jika kaum munafik yang mengucapkan syahadat kemudian mengamalkan sholat, puasa, zakat, dan haji, tidak dianggap telah mengamalkan makna syahadat, maka apa sih makna syahadat yang (harus kita amalkan) sebenarnya? -------------------------------- Makna Kalimat Syahadat “Laa Ilaaha Illallah” ------------------------------------ Makna kalimat syahadat tersebut bukanlah pengakuan bahwa Allah adalah pencipta, pemberi rezeki dan pengatur seluruh alam semesta ini. Karena orang Yahudi dan Nasrani juga mengakuinya. Akan tetapi mereka tetap dikatakan kafir. Bahkan kaum musyrikin yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga meyakini hal tersebut. Sebagaimana difirmankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam banyak ayat di Al Quran, di antaranya adalah: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ Katakanlah (wahai Muhammad): “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (QS. Yunus: 31) -------------------------------------- Bahkan kaum musyrikin tersebut mengatakan bahwa penyembahan mereka terhadap berhala-berhala yang merupakan patung orang-orang shalih itu adalah dengan tujuan untuk mendapatkan syafaat mereka dan kedekatan di sisi Allah subhanahu wa ta’ala (sebagaimana para penyembah kuburan para wali di sebagian negeri kaum muslimin). --------------------------- Hal tersebut dinyatakan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut: وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (QS. Az-Zumar: 3)------------------------- وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan mudarat dan manfaat bagi mereka, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.” (QS. Yunus: 18)---------------- وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah.” (QS. Yusuf: 106) ------------------------ Yaitu mengimani, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala adalah pencipta, pemberi rezeki dan pengatur alam semesta, akan tetapi mempersekutukan-Nya dalam peribadatan. Secara ringkas makna syahadat “Laa ilaaha illallah” adalah tidak ada sembahan yang haq (benar) kecuali Allah. Seorang yang bersaksi dengan kalimat tersebut harus meninggalkan pengabdian kepada selain Allah dan hanya beribadah kepada Allah saja secara lahir maupun batin. Sama saja, baik yang dijadikan sembahan selain Allah itu malaikat, nabi, wali, orang-orang shalih, matahari, bulan, bintang, batu, pohon, jin, patung dan gambar-gambar. Jika kita masih merasa tenang dengan menganggap diri kita adalah ahli tauhid serta memandang remeh untuk mendalami dan medakwahkannya maka perhatikanlah beberapa hal berikut: -------------------------- Tujuan Penciptaan Jin dan Manusia Adalah untuk MenTauhidkan Allah (وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka (hanya) menyembahku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56) ----------------------- Seseorang tidaklah dianggap telah beribadah kepada Allah jika dia masih berbuat syirik, sebab amalan ibadah dari orang yang mempersekutukan Allah akan dihapuskan dan tidak bermanfaat sedikit pun di sisi Allah. وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar: 65) --------------------------------- Karena tauhid adalah menunggalkan Allah dalam peribadatan, maka syirik membatalkan tauhid sebagaimana berhadats dapat membatalkan wudhu. Jika sholatnya orang yang berhadats tidaklah sah, dalam arti kata belum dianggap telah melakukan sholat sehingga harus diulangi, maka begitu pun syirik jika mencampuri tauhid, akan merusak tauhid tersebut dan membatalkannya. ---------------------------------------

July 9, 2016 Edy Gojira 3

manusia BANYAK tergelincir dalam ...........keSYIRIKan ---------------------------------- Mengucapkan Kalimat SYAHADAT=  BUKAN [...]

ketahuilah semua BID’AH ................ itu SESAT ------------------------------------------- MENAMBAH atau MENGURANGI ...... dalam URUSAN 'AGAMA' = BID'AH = SESAT ----------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Barang siapa yang mengada-adakan {BID'AH} sesuatu amalan dalam urusan AGAMA yang bukan datang dari kami (Allah dan Rasul-Nya), maka tertolaklah amalnya itu" (SHAHIH, riwayat Muslim Juz 5,133) --------------------------------------- Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap BID'AH adalah SESAT.” (HR. Muslim no. 867) ------------------------------------------ HUKUM BID’AH DALAM ISLAM ......... Hukum semua bid’ah adalah terlarang. Namun, hukum tersebut bertingkat-tingkat.---------------------------- Bid'ah itu perkara ibadah bukan alat/benda/urusan dunia...seperti sabda Rasul,"Dalam perkara ibadah lihatlah Aku,sedangkan urusan Dunia kamu lebih tahu." ................ Contohnya:Sholat,Zakat,puasa,haji....Lihatlah Dalil yg diperintahkan Allah dlm Alquran kemudian lihatlah bagaimana Rosul mempraktekkan perintah Allah... ............. Sedangkan Contoh urusan dunia : Fb,twitter,Tv,Mobil pesawat,kereta semua ini adalah alat / benda yang dapat digunakan untuk mempermudah Ibadah kita kepada Allah. ............... Manusia Diciptakan Allah semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah.... Dan Allah Maha pemurah sehingga memberikan fasilitas Dunia sebagai alat untuk mempermudah Ibadah kepada Allah... ========================= dalam AGAMA harus ITTIBA' RASUL ==================================== Pengertian Ittiba’ Ittiba’ secara bahasa berarti iqtifa’ (menelusuri jejak), qudwah (bersuri teladan) dan uswah (berpanutan). Ittiba’ terhadap Al-Qur’an berarti menjadikan Al-Qur’an sebagai imam dan mengamalkan isinya. Ittiba’ kepada Rasul berarti menjadikannya sebagai panutan yang patut diteladani dan ditelusuri langkahnya. (Mahabbatur Rasul, hal.101-102).----------------------- Kesempurnaan agama Islam ini diakui oleh orang-orang Yahudi. Bahawa agama Islam ini sudah sempurna, tidak boleh lagi ditambah-tambah atau dikurang-kurangi. Maka ketika ayat ini turun, Umar bin Khaththab menangis. Ketika beliau ditanya kenapa menangis, beliau menjawab: “Aku menangis, (kerana) tidak ada sesuatu yang sempurna melainkn pasti akan berkurang”. Berkurang yang beliau maksudkan adalah dengan wafatnya Rasulullah s.a.w.. kerana selang beberapa waktu antara turunnya ayat ini dengan wafatnya Rasulullah adalah 81 hari. ---------------. Tidak boleh sesiapa pun menambah sesuatu dalam agama ini. Agama Islam sudah sempurna, dan kewajiban kita adalah ittiba’.

June 22, 2016 Edy Gojira 4

ketahuilah  semua BID’AH ................ itu  SESAT ------------------------------------------- MENAMBAH atau MENGURANGI [...]

Pelajaran DAKWAH ....dari Kisah Nabi YUSUF -------------------------------------------------------- >> pelajaran tentang perlunya mewaspadai kaum pendengki dengan cara merahasiakan berita yang mungkin dapat mengusik mereka. ---------------------------------------------------------- >> pelajaran tentang pentingnya menghadirkan kesabaran dalam menghadapi makar musuh. ------------------------------------------- Lihatlah Yusuf, karena kesabarannya kemudian Allah menyiapkan untuknya seorang pembeli dari Mesir yang akan memperhatikan dan memuliakannya. Yusuf ditempatkan oleh Allah di negeri Mesir lalu dikuatkanlah ia dengan hikmah dan ilmu, “…dan agar kami ajarkan kepadanya ta’bir mimpi. dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. Dan tatkala dia cukup dewasa, kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Yusuf, 12: 22). ---------------------------- “Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.” (QS. An-Naml, 27: 50) ----------------------------- SAMPAIKANLAH …. {.. “semampu-mu”), walau kebenaran yang MUTLAK hanya Allah (BUKAN manusia) …. WALAU mereka mengolok-olokmu (mengHINAmu) ---------------------------- artinya menyampaikan ayat-ayat Allah dan sabda Nabi-Nya = WAJIB ... jika tidak dilaksanakan = berDOSA ------------------------------------------ ﴾ Al Hijr:94 ﴿ Maka SAMPAIKAN-lah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diPERINTAHkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. ........................... ﴾ Al Hijr:95 ﴿ Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperOLOK-OLOKkan/ mengHINA (kamu), ﴾ Al Hijr:96 ﴿ (Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya). ……………………….. MEREKA “tidak ingin MATI” … krn Banyak SALAH/ DOSA yg diperbuatnya. … ingin HIDUP “lama (kalau bisa 1000 tahun lagi’) …. untuk APA umur panjang … jika AKHIRnya diSIKSA di NERAKA??? ----------------------------------- ﴾ Al Baqarah:95 ﴿ Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya. ........................... ﴾ Al Baqarah:96 ﴿ Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. “orang beriman” …. pasti mendapat “COBAAN yang berat”, … Al Baqarah:214, Ali Imran:142 …. layak mereka masuk JANNAH … tidak ke NERAKA ----------------------------------- Ucapan Ya’qub kepada Yusuf yang dimuat dalam ayat 4 – 5 menggambarkan hal ini: (Ingatlah), ketika Yusuf Berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, Sesungguhnya Aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” ------------------------------------- satu-satunya surah yang Allah turunkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pada masa-masa sulit dalam sejarah dakwah dan kehidupannya, adalah surah Yusuf. Surah ini diturunkan antara ‘amul huzni (tahun duka cita karena kematian Abu Thalib dan Khadijah) dan antara baiat Aqabah pertama yang dilanjutkan dengan Baiat Aqabah kedua. Pada saat itu selain mengalami kesedihan karena ditinggal dua orang yang menjadi sandarannya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga mengalami kesedihan akibat pengasingan dan keterputusan hubungan di tengah-tengah masyarakat Quraisy.

June 4, 2016 Edy Gojira 3

Pelajaran DAKWAH ....dari Kisah Nabi YUSUF -------------------------------------------------------- >> pelajaran tentang [...]