Loading
Dzolim | EP Artikel-Edy Gojira

mimpi-MIMPI para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM 72 golongan,,,, selalu BERMIMPI …. dapat BAIk/nikmat/ SURGA ……. janji Allah {katanya} ——————————— Mengapa umat ISLAM di akhir zaman yang mayoritas …… begitu LEMAH dan ….mudah di-DZOLIMi oleh kaum KUFFAR ????????? ———————————————————– Sebuah hadis diriwayatkan daripada Thauban r.a., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.” Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai {/banyak} tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?” Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.” —————————————————————– Suatu keadaan yang nyata di hadapan kita sekarang, bahwa jumlah umat Islam sudah cukup banyak. Di dunia ini, satu setengah milyar lebih penduduk bumi adalah Muslim. Tetapi kita saksikan bahawa jumlah yang banyak ini belum membawa umat ini keluar dari kesulitan-kesulitannya. Inilah rupanya yang diungkapkan Rasulullah dalam hadis di atas. Patutlah kiranya kita semua, umat Islam melihat ke dalam, seberapa jauh kiranya kita sudah terjangkiti penyakit al-Wahn tersebut, penyakit cinta dunia dan takut akan kematian. —————– Tentunya ini tak lepas dari kesalahan pandangan umumnya masyarakat Muslim terhadap kehidupan dunia. Mengapa sampai cinta pada dunia dan takut mati? Tentu ini kerana memandang bahwa dunia ini adalah tempatnya segala kesenangan, dan kematian adalah pemutus kesenangan tersebut. Sungguh suatu cara pandang yang sesat dan keliru. —————————— …………………….. Jika semua “DUNIA” diberikan Allah …. kemungkinan terJERUMUS ke NERAKA …. semakin BESAR … godaan SYAITAN, dan Nafsu memiliki DUNIA ……………………. >> UJUB … sombong DIRI …. pasti MENYELIMUTI HATI >> BERAMAL akhirat utk DUNIA …. pasti SELAMAnya dilakukan >>meremehkan JIHAD … lebih MENYIBUKKAN … kesenangan DUNIA >> BUTA mata QALBU …. ingin hidup lama …. menikmati DUNIA >> MENGIRA diri … dpt NIKMAT Akhirat …. di dunia SAJA diberi BAIK >> merasa CUKUP …. agamanya … AMALANnya … REZEKI … bangga diri >> LUPA Kewajiban BESAR …. yg BELUM/TIDAK dilakukan …. fasik >> BERKACA … melihat ke ATAS pada manusia LAIN … tidak TUNDUK >> IQRO’ … KORAN, TV, MUSIK, VIDEO … keMEWAHan dunia >> INTERNET … tidak MENYAMPAIKAN … takut dianggap “SOK SUCI” >> RIYA’ .. pada manusia .. TAKUT hanya pada CEMOOHAN manusia >> INTERNET … hanya utk GHIBAH … tak INGAT “DOSA” yg akan diHISAB >> AKHIRAT adalah … BESOK …. syaitan memBISIKi tiap saat >> MATI adalah TUA … masih MUDA .. masih SEHAT .. apa yg diTAKUTkan >> saya kan ISLAM … ya PASTI dapat… SYAFAAT ….masuk SURGA pasti >> Allah kan MAHA PENGAMPUN … aku ISLAM pasti “diampuni” >> aku sudah Shalat ….. aku sudah puasa … ya pasti dapat SURGA >> aku sudah SYAHADAT … api NERAKA .. tak mempan pd KULITku >> BIDADARI – BIDADARI … sudah siap MENYAMBUTku …. di akhirat >> NAUNGAN … pohon dan nikmat SURGA … sudah TERBAYANG >> aku kan ISLAM … aku kan orang BERIMAN ….. >> ……………………………………………………………….. dst APAKAH KAMU/aku … MENGIRA AKAN MASUK SURGA ?? ————————–———— >> ﴾ Ali Imran:142 ﴿…. Belum/tidak … diUJI dengan “JIHAD dan SABAR” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? ………… Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (???), padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. ———————– >>> ﴾ Al Baqarah:214 ﴿ …. Belum/tidak … diUJI dengan “MALAPETAKA dan KESENGSARAAN” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? …………….. Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (??), padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ————————– mimpi-mimpi para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM 72 golongan selalu BERMIMPI …. dapat BAIk/nikmat/ SURGA ……. janji Allah {katanya} ————————–————— Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. Buta melihat BATAS ‘waktu” >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. TIDAK menyiapkan BEKAL >>>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu ‘melihat” keSENANGan >>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu berMIMPI surga >>>>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira cukup BAIK amalnya >>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira CUKUP ibadahnya >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira AKAN dapat syafaat Tuhan >>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira dapat AMPUNAN Tuhan >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira SELAMAT di akhirat >>>>>>> ——————-

July 7, 2016 Edy Gojira 6

mimpi-MIMPI para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM […]

PAHALA Amal Shalih …..Adalah HASIL USAHAnya Sendiri ———————————-usaha-ku/ usaha-mu sendiri ——————- Allah berfirman: “Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka USAHA-kan dan bagimu apa yang telah kamu USAHA-kan.” (Al-Baqarah, 134 & 141) ————————————- Sehingga jelas bahwa kita hanya mendapatkan pahala yang kita kerjakan dan bukan hadiah dari orang lain. ……………. Dan masih banyak ayat-ayat yang semisalnya seperti firman Allah: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Al-Baqarah, 286) —————————- Seseorang tidak mendapatkan pahala kecuali dari usahanya sendiri. Pahala kebaikan yang telah didapatkan bisa dilipatgandakan sebesar 10 hingga 700 kali lipat bahkan hingga kelipatan tanpa batas yang hanya diketahui oleh Allah sebagaimana hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim. —————————- Hal ini berbeda dengan apa yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin bahwa pahala amal shalih bisa “dihadiahkan” kepada mayit. Olehkarena itu kita dapati banyak majelis yang dimanfaatkan untuk mangumpulkan kaum muslimin dalam rangka beramal dan mengirimkan pahalanya untuk mayit yang dimaksud. ———————————– Apakah yang seperti ini sesuai dengan ajaran Islam? Karena sepintas kita pahami jika demikian adanya maka akan membuka beberapa pintu kejelekan seperti membuat orang malas beramal, meremehkan dosa, dan lain-lain karena mengandalkan ‘pahala kiriman’ dari orang lain. ————————————–

June 28, 2016 Edy Gojira 3

PAHALA Amal Shalih …..Adalah HASIL USAHAnya Sendiri ————————–——–usaha-ku/ usaha-mu sendiri […]

apa itu ZALIM ?? ….. Larangan berbuat DOSA…. larangan menZALIMi/menDZALIMi/menDzolimi …………………………………………………………….. ——————— krn pemBAHASan panjang — Bagaimana Ayat-ayat Al-Quran yang melarang perbuatan Zhalim? — Bagaimana seharusnya sikap kita apabila kita di zholimi oleh orang muslim dan orang kafir? — Bagaimana solusi yang ditawarkan untuk meminimalisir perbuatan zhalim? ……………………………………….. Kata zalim atau zalimun berulang-ulang disebutkan dalam Al-Quran dengan berbagai pengertian, yang hakekatnya adalah sikap atau tindakan dari orang-orang yang tetap menolak dan memusuhi kebenaran ajaran Allah swt meskipun telah diberi penjelasan-penjelasan dengan cara yang baik. Orang yang zalim adalah orang yang melanggar perintah Allah swt, berbuat apa yang bertentangan dengan hati nurani yang suci, berbuat kejam, tidak syukur ni’mat, menyia-nyiakan amanat, menghianati janji, berbuat menang sendiri, korupsi, penyalahgunaan jabatan, berbuat zina, menyekutukan Allah swt. Semua itu termasuk perbuatan zalim. Intinya segala perbuatan yang menerjang nilai-nilai agama dan nilai-nilai kemanusiaan disebut perbuatan zalim —————————– .dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim. Tetapi orang-orang yang membela diri setelah dizalimi, tidak ada alasan untuk menyalahkan mereka. Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksa yang pedih. Tetapi barangsiapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia. Ash-Shuraa[42]:39 ————- Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Akan turun kepada umatku di akhir zaman nanti cobaan yang dahsyat dari pemimpin mereka. Belum pernah terdengar cobaan yang lebih dahsyat darinya sehingga bumi yang luas itu terasa sempit bagi mereka karena bumi dipenuhi dengan kejahatan dan kezaliman. Seorang mukmin tidak mendapatkan tempat berpindah dari kezaliman itu. Kemudian, Allah Azza wa Jalla mengutus seseorang dari keturunanku. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kejahatan dan kezaliman. Penduduk bumi dan langit ridha dengannya, dan bumi tidak menyimpan sesuatu pun dari bijinya, kecuali mengeluarkannya. Begitu juga dengan langit, kecuali Allah menuangkannya ke bumi. Ia hidup di tengah-tengah mereka selama tujuh, delapan, atau sembilan tahun agar semua yang hidup dan mati menikmati apa yang tellah diperbuat Allah Azza wa Jalla terhada penduduk bumi dari kebaikan-Nya.”(HR Hakim)

June 14, 2016 Edy Gojira 4

 apa itu ZALIM ?? ….. Larangan berbuat DOSA….  larangan menZALIMi/menDZALIMi/menDzolimi […]

PAHALA Amal Shalih …..Adalah HASIL USAHAmu/USAHAku…. USAHA kita Sendiri ——————— DOSA Maksiat … adalah juga ….. HASIL USAHAmu/USAHAku…. USAHA kita Sendiri —————————– “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (An-Najm, 40) ———————— Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Asy Syuuro [42] : 30 ———————– Allah Tidak MenDzalimi Makhluk-Nya …………… Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri. Yunus [10] : 44 ………………………………… Begitu juga sedekah jariyah yaitu sedekah pada jalur manfaatnya ada terus-menerus, ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain serta terus dimanfaatkan dan doa yang dipanjatkan anaknya yang shalih. ……………………………………. Nabi bersabda: “Jika manusia telah meninggal maka amalannya terputus (yaitu tidak bisa beramal lagi dan mendapat pahala) kecuali tiga: Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat (dalam riwayat lain: ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan), atau anak shalih yang mendoakan (kebaikan) untuknya (yaitu untuk orangtuanya).” (HR. Muslim, riyadhus shalihin no. 949) …………………………………………….. Peringatan:……………………. Yang dimaksud dengan ‘Doa’ di dalam hadist ini bukanlah ‘acara yasinan atau selamatan kematian’ yang tidak ada contohnya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena doa adalah permohonan yang dipanjatkan seseorang kepada Allah. Seperti ketika seorang anak berdoa agar dosa orang tuanya yang muslim diampuni, dimasukkan surga dan lain-lain. Tanpa terikat waktu maupun tempat dan tanpa biaya sepeserpun. —————————-

June 9, 2016 Edy Gojira 5

PAHALA Amal Shalih …..Adalah HASIL USAHAmu/USAHAku…. USAHA kita Sendiri ——————— […]

1 2