ULAMA SU' /para bandit da’wah/ dai-dai yang mengAJAK ke pintu NERAKA, yang dzahirnya berbicara tentang agama tetapi kenyataannya justru jauh memalingkan umat dari agama. --------------------------- Hadits Hudzaifah: Nabi bersabda: “Ya”, Dai – dai yang mengajak ke pintu Neraka Jahanam. Barang siapa yang mengikutinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda: “Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita”. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya? Beliau bersabda: “Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya”. Aku bertanya: “Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya?” Beliau bersabda: “Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. (Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399) ------------------ mereka tiada lain adalah para calo-calo da’wah yang senantiasa mengabaikan dan menjual prinsip-prinsip agama demi untuk menggapai kelezatan dunia. ---------------------------- Sungguh mereka adalah orang-orang yang telah dinyatakan dalam sabda Rasulullah saw, “Di malam hari saat aku isro’, aku melihat suatu kaum di mana lidah-lidah mereka dipotong dengan guntingan dari api” – atau ia (Rasulullah) berkata, “dari besi. Aku bertanya siapa mereka wahai Jibril? Mereka adalah para khatib-khatib dari umatmu!” (H.R. Abu Ya’la dari sahabat Anas bin Malik radliyallahu ‘anhuma). --------------------- Umumnya ummat Islam mengikuti Ulama/Dai agar bisa masuk ke surga. Tapi ada juga ulama / dai yang bukannya menyeru ke surga, tapi malah ke neraka. Makanya Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Uluumuddiin membagi ulama jadi 2: Ulama Akhirat (Ulama yg lurus) dengan Ulama Su’ / Ulama Dunia (Ulama yang jahat). Nah kita harus hati-hati dan memahami mana Ulama Akhirat dan mana Ulama Jahat. ------------------- Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. “ [Al Maa-idah:63] -------------------- “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. “ [At Taubah:31]- --------------------------- Mengikuti pemimpin yang sesat akan menyeret kita ke neraka: “Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk ke dalam neraka, dia mengutuk pemimpinnya yang menyesatkannya; sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.” Allah berfirman: “Masing-masing mendapat siksaan yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui.” [Al A’raaf:38] ------------------------- “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul.”----- Dan mereka berkata;:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.” [Al Ahzab:66-67] ------------------- Mengikuti pemimpin selama sesuai dengan Al Qur’an dan Hadits adalah satu kewajiban. Namun jika menyimpang dan kita mengikutinya, niscaya muka kita dibolak-balikan Allah di dalam neraka. ------------------ “Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan” [Ash Shaaffaat:28] --------------- Ayat di atas menjelaskan pemimpin yang menyesatkan ummatnya dengan berbagai dalih yang meski kelihatan masuk, namun menyimpang dari Al Qur’an dan Hadits. ------------- “Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.” [Al Qashash:41] ----------- Hati-hatilah pada pemimpin yang menyeru kita ke neraka. Tetaplah berpegang pada Al Qur’an dan Hadits. -------------- Nabi Muhammad bersabda: Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR. Abu Dawud) Yang aku takuti terhadap umatku ada tiga perbuatan, yaitu kesalahan seorang ulama, hukum yang zalim, dan hawa nafsu yang diperturutkan. (HR. Asysyihaab) --------- Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim) ------------------------ Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari) ------------------------- Apalagi jika membunuh sesama Muslim dgn bantuan Yahudi dan Nasrani (AS dan Israel). Allah berfirman hanya orang munafik yg mendekati Yahudi dan Nasrani guna membunuh ummat Islam:“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52] --------------------------- Ciri ulama jahat lainnya adalah bersekutu dengan Sultan/Pemimpin yang zhalim: Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri. (HR. Ad-Dailami) ----------------- Walhasil jadi Da’i kemana2 tapi ilmunya tidak cukup ini jadi “Ulama” yang menyeru ummat ke neraka. -------------- Para pembaca -hadzanallahu wa iyyakum- mereka adalah para da’i dan ulama-ulama su’ yang telah Allah beberkan keberadaannya. Allah berfirman, “Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab. Dan mereka mengatakan ia (yang dibacanya itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.” (Q.S. Ali Imron: 78). ------------------------------------ Dan Allah juga berfirman, “Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami berikan kepadanya ayat-ayat kami, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaithon (sampai dia tergoda) maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.” -------------- “Dan kalau kami menghendaki, sesungguhnya kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (Q.S. Al A’raf: 175-176). --------------------- Rasulullah saw mengistilahkan mereka ulama su’ dengan sebutan “para dai yang berada di tepi pintu-pintu neraka”. Beliau peringatkan kita dari keberadaan mereka sebagaimana dalam sabdanya, “… Dan sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku ialah para ulama-ulama yang menyesatkan.” (H.R. Abu Daud dari sahabat Tsauban ra). ------------------------- Adapun sahabat Umar ibnul Khaththab beliau mengistilahkan mereka dengan sebutan “al munafiq al alim”, ketika ditanya maksudnya, beliau menjawab “aliimul lisaan jaahilul qolbi!” (pandai berbicara tetapi bodoh hatinya -tidak memiliki ilmu-). ------------------

dai neraka

ULAMA SU' /para bandit da’wah/ dai-dai yang mengAJAK ke pintu NERAKA, yang dzahirnya berbicara tentang agama tetapi kenyataannya justru jauh memalingkan umat dari agama.
---------------------------
Hadits Hudzaifah: Nabi bersabda: “Ya”, Dai – dai yang mengajak ke pintu Neraka Jahanam. Barang siapa yang mengikutinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda: “Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita”. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya? Beliau bersabda: “Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya”. Aku bertanya: “Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya?” Beliau bersabda: “Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. (Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399)
------------------
mereka tiada lain adalah para calo-calo da’wah yang senantiasa mengabaikan dan menjual prinsip-prinsip agama demi untuk menggapai kelezatan dunia.
----------------------------

Sungguh mereka adalah orang-orang yang telah dinyatakan dalam sabda Rasulullah saw, “Di malam hari saat aku isro’, aku melihat suatu kaum di mana lidah-lidah mereka dipotong dengan guntingan dari api” – atau ia (Rasulullah) berkata, “dari besi. Aku bertanya siapa mereka wahai Jibril? Mereka adalah para khatib-khatib dari umatmu!” (H.R. Abu Ya’la dari sahabat Anas bin Malik radliyallahu ‘anhuma).
---------------------

Umumnya ummat Islam mengikuti Ulama/Dai agar bisa masuk ke surga. Tapi ada juga ulama / dai yang bukannya menyeru ke surga, tapi malah ke neraka. Makanya Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Uluumuddiin membagi ulama jadi 2: Ulama Akhirat (Ulama yg lurus) dengan Ulama Su’ / Ulama Dunia (Ulama yang jahat). Nah kita harus hati-hati dan memahami mana Ulama Akhirat dan mana Ulama Jahat.
-------------------

Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. “ [Al Maa-idah:63]

--------------------

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. “ [At Taubah:31]-

---------------------------

Mengikuti pemimpin yang sesat akan menyeret kita ke neraka:
“Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk ke dalam neraka, dia mengutuk pemimpinnya yang menyesatkannya; sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.” Allah berfirman: “Masing-masing mendapat siksaan yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui.” [Al A’raaf:38]

-------------------------

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul.”-----

Dan mereka berkata;:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.” [Al Ahzab:66-67]

-------------------

Mengikuti pemimpin selama sesuai dengan Al Qur’an dan Hadits adalah satu kewajiban. Namun jika menyimpang dan kita mengikutinya, niscaya muka kita dibolak-balikan Allah di dalam neraka.

------------------

“Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan” [Ash Shaaffaat:28]

---------------

Ayat di atas menjelaskan pemimpin yang menyesatkan ummatnya dengan berbagai dalih yang meski kelihatan masuk, namun menyimpang dari Al Qur’an dan Hadits.

-------------

“Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.” [Al Qashash:41]

-----------

Hati-hatilah pada pemimpin yang menyeru kita ke neraka. Tetaplah berpegang pada Al Qur’an dan Hadits. --------------

Nabi Muhammad bersabda:

Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR. Abu Dawud)

Yang aku takuti terhadap umatku ada tiga perbuatan, yaitu kesalahan seorang ulama, hukum yang zalim, dan hawa nafsu yang diperturutkan. (HR. Asysyihaab)

---------

Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)

------------------------
 Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)
 -------------------------
Apalagi jika membunuh sesama Muslim dgn bantuan Yahudi dan Nasrani (AS dan Israel). Allah berfirman hanya orang munafik yg mendekati Yahudi dan Nasrani guna membunuh ummat Islam:“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]
 ---------------------------
Ciri ulama jahat lainnya adalah bersekutu dengan Sultan/Pemimpin yang zhalim:
Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri. (HR. Ad-Dailami)
 -----------------
Walhasil jadi Da’i kemana2 tapi ilmunya tidak cukup ini jadi “Ulama” yang menyeru ummat ke neraka.

--------------

Para pembaca -hadzanallahu wa iyyakum- mereka adalah para da’i dan ulama-ulama su’ yang telah Allah beberkan keberadaannya. Allah berfirman, “Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab. Dan mereka mengatakan ia (yang dibacanya itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.” (Q.S. Ali Imron: 78).
------------------------------------

Dan Allah juga berfirman, “Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami berikan kepadanya ayat-ayat kami, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaithon (sampai dia tergoda) maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.” --------------

“Dan kalau kami menghendaki, sesungguhnya kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (Q.S. Al A’raf: 175-176).
---------------------

Rasulullah saw mengistilahkan mereka ulama su’ dengan sebutan “para dai yang berada di tepi pintu-pintu neraka”. Beliau peringatkan kita dari keberadaan mereka sebagaimana dalam sabdanya, “… Dan sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku ialah para ulama-ulama yang menyesatkan.” (H.R. Abu Daud dari sahabat Tsauban ra).
-------------------------

Adapun sahabat Umar ibnul Khaththab beliau mengistilahkan mereka dengan sebutan “al munafiq al alim”, ketika ditanya maksudnya, beliau menjawab “aliimul lisaan jaahilul qolbi!” (pandai berbicara tetapi bodoh hatinya -tidak memiliki ilmu-).
------------------

Para pembaca hadzanallahu wa iyyakum

Allah swt dan rasul-Nya tetap akan menjaga agama ini dari upaya penyesatan yang dilakukan oleh para ulama dan dai-dai sesat, sehingga kita dibimbing oleh Allah untuk senantiasa bersikap antipati dari seruan dan fatwa-fatwa mereka. Perhatikanlah peringatan-peringatan Allah berikut ini agar menjauh dan tidak mengikuti fatwa-fatwa mereka:

Pertama: “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim yahudi dan rahib-rahib nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang bathil dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah.” (Q.S. At Taubah: 34).

Kedua: “Hai orang-orang yang beriman jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir setelah kamu beriman.” (Q.S. Ali Imron: 100).

Ketiga: “… Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (Q.S. Al Maidah: 49).

Keempat: “Dan demikianlah kami telah menurunkan Al Qur’an itu sebagai peraturan yang benar dalam bahasa Arab dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap siksa Allah.” (Q.S. Ar Ra’d: 37).

Kelima: “Kemudian kami jadikanlah kamu berada suatu syari’at dan urusan agama, maka ikutilah syari’at itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (Q.S. Al Jaatsiyah: 18).

Keenam: “Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zhalim.” (Q.S. Al Baqoroh: 145).

Demikianlah dan semoga Allah swt menjaga dan membimbing kita ke jalan yang diridhoinya. Wallahul Muwaffaq.

Mengapa Dia Murka kepada Yahudi dan menyuruh kaum Islam untuk memusuhi dan memerangi -------------- seorang teman berkomentar, “Kadang gue kepikir kenapa Allah sedemikian benci dengan ciptaan -Nya sendiri yg dinamai Yahudi ini ya….dan menyuruh kaum Islam untuk memusuhi dan memerangi… sorry bener-bener ga mengerti…” ?? -------------- Nampaknya teman saya ini memang benar-benar tidak mengerti tentang siapakah kaum Yahudi dan kenapa Allah mengarahkan umat Islam untuk berhati-hati terhadap mereka, bahkan disuruh bersiap untuk berperang dengan kaum Yahudi. Dan saya menduga, jangan-jangan tidak cuma dia yang benar-benar tidak mengerti tentang siapakah kaum Yahudi sehingga Allah murka pada mereka. ---------------- Karena yang ditanya tentang sikap Allah, maka untuk mengetahui bagaimana sikap-Nya itu perlu kita tanyakan kepada Allah. Namun karena saya tidak bisa mendapat jawaban langsung dari-Nya, maka saya cukup mendapatkan jawabannya dari apa yang sudah Dia firmankan di dalam al-Quran maupun Hadits (melalui Nabi-Nya). ---------------- Untuk menjawab pertanyaan teman saya tentang sikap Allah terhadap Yahudi, perlu memahami dulu apa sifat-sifat Allah. ----------------------- Apakah Allah Tuhan Yang Pemurka? (Mengapa Dia Murka kepada Yahudi?) --------------- Sama sekali tidak. Dia adalah Tuhan yang Maha Pencipta, Maha Pemberi dan Maha Penyayang. Juga Maha Sabar. -------------- Mari kita bandingkan antara kasih sayang orangtua kepada anaknya dan kasih sayang Allah kepada makhluknya. -------------------- Setiap orangtua pasti cinta dan sayang pada anak-anaknya. Meski begitu, sebagai orangtua kita pernah marah kepada anak kita kalau mereka membangkang terhadap perintah dan larangan kita. Apalagi jika anak kita durhaka kepada kita, tentu kita sangat marah, galau dan sedih. Tapi tidak ada orangtua yang tiba-tiba marah dan benci kepada anaknya tanpa sebab. --------------- Seperti orangtua kepada anaknya, sesungguhnya Allah juga sangat cinta dan sayang kepada seluruh ciptaan-Nya. Bahkan kasih sayang dan cinta Allah kepada makhluk-Nya melebihi kasih sayang orangtua kepada anaknya. ----------------------- Kisah ini disampaikan oleh ‘Umar bin al-Khaththab : --------------------- Datang para tawanan di hadapan Rasulullah. Ternyata di antara para tawanan ada seorang wanita yang buah dadanya penuh dengan air susu. Setiap dia dapati anak kecil di antara tawanan, diambilnya, didekap di perutnya dan disusuinya. Maka Nabi bertanya, “Apakah kalian menganggap wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?” Kami pun menjawab, “Tidak. Padahal dia kuasa untuk tidak melemparkan anaknya ke dalam api.” Nabi bersabda, “Sungguh Allah lebih penyayang terhadap hamba-Nya daripada wanita ini terhadap anaknya.” (Shahih, HR. al-Bukhari no. 5999) -------------------- Begitu penyayangnya Allah kepada kita, sehingga tak mungkin Dia murka kecuali bila makhluknya telah bertindak keterlaluan. Begitu pula kepada orang-orang Yahudi, Allah murka kepada mereka disebabkan mereka perilaku pembangkangan dan kedurhakaan mereka sudah melampuai batas ---------------------- Namun meski Allah sangat marah kepada makhluk yang kufur kepada-Nya, Dia bersabar terhadap kekufuran mereka. Allah tidak serta-merta marah kepada makhluk-makhluk yang membangkang dan durhaka kepada-Nya lalu mengazab mereka atas kekufurannya itu, meski Dia sangat bisa melakukan itu. Karena Allah telah menetapkan ketentuan untuk dirinya sendiri bahwa, “Kasih sayang-Ku mendahului murka-Ku.” Padahal setiap hari lautan, gunung dan bumi merasa geram terhadap manusia. -----------------------

yahudi bangkang

seorang teman berkomentar, “Kadang gue kepikir kenapa Allah sedemikian benci dengan ciptaan -Nya sendiri yg dinamai Yahudi ini ya….dan menyuruh kaum Islam untuk memusuhi dan memerangi… sorry bener-bener ga mengerti…” ??
--------------

Nampaknya teman saya ini memang benar-benar tidak mengerti tentang siapakah kaum Yahudi dan kenapa Allah mengarahkan umat Islam untuk berhati-hati terhadap mereka, bahkan disuruh bersiap untuk berperang dengan kaum Yahudi. Dan saya menduga, jangan-jangan tidak cuma dia yang benar-benar tidak mengerti tentang siapakah kaum Yahudi sehingga Allah murka pada mereka.
----------------
Karena yang ditanya tentang sikap Allah, maka untuk mengetahui bagaimana sikap-Nya itu perlu kita tanyakan kepada Allah. Namun karena saya tidak bisa mendapat jawaban langsung dari-Nya, maka saya cukup mendapatkan jawabannya dari apa yang sudah Dia firmankan di dalam al-Quran maupun Hadits (melalui Nabi-Nya).
----------------
Untuk menjawab pertanyaan teman saya tentang sikap Allah terhadap Yahudi, perlu memahami dulu apa sifat-sifat Allah.
-----------------------

Apakah Allah Tuhan Yang Pemurka? (Mengapa Dia Murka kepada Yahudi?)
---------------

Sama sekali tidak. Dia adalah Tuhan yang Maha Pencipta, Maha Pemberi dan Maha Penyayang. Juga Maha Sabar.
--------------

Mari kita bandingkan antara kasih sayang orangtua kepada anaknya dan kasih sayang Allah kepada makhluknya.
--------------------

Setiap orangtua pasti cinta dan sayang pada anak-anaknya. Meski begitu, sebagai orangtua kita pernah marah kepada anak kita kalau mereka membangkang terhadap perintah dan larangan kita. Apalagi jika anak kita durhaka kepada kita, tentu kita sangat marah, galau dan sedih. Tapi tidak ada orangtua yang tiba-tiba marah dan benci kepada anaknya tanpa sebab.
---------------

Seperti orangtua kepada anaknya, sesungguhnya Allah juga sangat cinta dan sayang kepada seluruh ciptaan-Nya. Bahkan kasih sayang dan cinta Allah kepada makhluk-Nya melebihi kasih sayang orangtua kepada anaknya.
-----------------------

Kisah ini disampaikan oleh ‘Umar bin al-Khaththab :
---------------------

Datang para tawanan di hadapan Rasulullah. Ternyata di antara para tawanan ada seorang wanita yang buah dadanya penuh dengan air susu. Setiap dia dapati anak kecil di antara tawanan, diambilnya, didekap di perutnya dan disusuinya. Maka Nabi bertanya, “Apakah kalian menganggap wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?” Kami pun menjawab, “Tidak. Padahal dia kuasa untuk tidak melemparkan anaknya ke dalam api.” Nabi bersabda, “Sungguh Allah lebih penyayang terhadap hamba-Nya daripada wanita ini terhadap anaknya.” (Shahih, HR. al-Bukhari no. 5999)
--------------------

Begitu penyayangnya Allah kepada kita, sehingga tak mungkin Dia murka kecuali bila makhluknya telah bertindak keterlaluan. Begitu pula kepada orang-orang Yahudi, Allah murka kepada mereka disebabkan mereka perilaku pembangkangan dan kedurhakaan mereka sudah melampuai batas
----------------------

Namun meski  Allah sangat marah kepada makhluk yang kufur kepada-Nya, Dia bersabar terhadap kekufuran mereka.  Allah tidak serta-merta marah  kepada makhluk-makhluk yang membangkang dan durhaka kepada-Nya lalu mengazab mereka atas kekufurannya itu, meski Dia sangat bisa melakukan itu. Karena Allah telah menetapkan ketentuan untuk dirinya sendiri bahwa, “Kasih sayang-Ku mendahului murka-Ku.” Padahal setiap hari lautan, gunung dan bumi merasa geram terhadap manusia.
-----------------------

Setiap hari lautan meminta izin pada Allah, “Tuhan, izinkan aku menenggelamkan anak Adam yang telah memakan rezeki-Mu, namun ia menyembah selain Engkau.” Gunung – gunung juga berkata, Tuhan, izinkan aku menghimpit anak manusia yang telah memakan rezeki-Mu, namun ia menyembah selain Engkau.”  Bumi pun tak mau kalah. Ia berkata, Tuhan, izinkan aku untuk menelan anak Adam yang telah memakan rezeki-Mu, namun ia menyembah selain Engkau.”

Menanggapi permintaan itu, Allah swt. berkata, “Biarkan saja mereka. Andai kalian menciptakan mereka, pastilah kalian akan mengasihi mereka.”

Setiap hari dan setiap saat, Allah bersabar menanti manusia-manusia yang sadar terhadap kesalahannya lalu bertaubat dan meminta ampun kepada-Nya. Kesabaran-Nya berlangsung hingga tiba kiamat dan hari pengadilan.

Jadi meskipun kaum Yahudi sudah bertindak keterlaluan dalam pembagkangannya kepada Allah, sehingga membuat Dia murka. Namun Dia bersabar, tidak menghabisi para pembangkang itu saat ini juga. Mereka terus diberi waktu untuk bertaubat, hingga tiba saat yang dijanjikan.
==================

Mulanya Yahudi adalah Makhluk yang Diistimewakan Allah

===========

Dalam Al-Qur’an, Allah mengungkit-ungkit keistimewaan yang pernah Dia berikan kepada Bani Israil.

2:47. Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat

Salah satu bentuk keistimewaan untuk mereka adalah mereka dibela oleh Allah ketika mereka dizalimi oleh rezim Fir’aun:

2:49. Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Firaun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.

2:50. Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Firaun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.

Meski telah diselamatkan oleh Allah dari kejaran Fir’aun, tapi mereka tidak bersyukur dan beriman kepada Allah. Mereka berdalih ingin melihat Tuhan terlebih dulu.

2:55. Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang”,…

Permintaan mereka memaksa Nabi Musa bermohon kepada Allah untuk memperlihatkan diri-Nya. Allah mengatakan mereka tidak akan sanggup melihat Allah. Tapi mereka memaksa, sehingga Allah memperlihatkan ketakmampuan makhluk melihat diri-Nya melalui gunung. Gunung tak sanggup menghadapi keagungan Allah, sehingga gunung itu hancur berantakan.  Maka Nabi Musa pun jatuh pingsan.

7:143. Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.  Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.

Sedangkan orang-orang Yahudi yang menjadi kaum Nabi Musa mati tersambar petir yang menghancurkan gunung itu.

2: 55. …karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.

Tapi Allah mengistimewakan orang Yahudi sesudah mematikan mereka, supaya mereka bersyukur.

2:56. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.

Allah juga mengistimewakan mereka dengan menurunkan kitab Taurat melalui Nabi Musa:

2:53. Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk.

Tapi mereka tidak mau bersyukur. Ketika Nabi Musa dipanggil Allah ke bukit Thursina untuk menerima kitab Taurat, Nabi Musa meninggalkan kaumnya selama 40 malam. Tapi pada masa itu orang Yahudi menjadi penyembah berhala:

2:51. Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim.

Mereka kemudian dimarahi oleh Nabi Musa:

2:54. Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertobatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima tobatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Setelah dimarahi Nabi Musa, mereka kembali beriman kepada Allah, lalu mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka:

2:52. Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.

Dalam perjalanan pulang dari Mesir ke Palestina, mereka diistimewakan lagi dengan cara perjalanan mereka senantiasa dinaungi dengan awan sehingga mereka tidak kepanasan, dan mereka diberi makanan dari surga:

2:57. Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Dalam ayat di atas, Allah menyatakan tidak menzalimi mereka. Bahkan cenderung memanjakan mereka, meski mereka adalah “anak-anak” nakal. Kalau mereka merasa dizalimi, sesungguhnya kezaliman itu karena ulah mereka sendiri.

Meski dimanjakan, mereka sudah berlaku fasik, mengganti aturan Allah dan aturan mereka sendiri lalu mengerjakan perbuatan yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Allah mulai menimpakan azab kepada mereka atas kezalimannya itu.

2:59. Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.

Meski mereka mulai fasik, mereka terus diberi nikmat. Yang berikutnya berupa 12 mata air yang memancar:

2:60. Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing) Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.---------------
-------------------------

 

Orang Yahudi Tidak Mensyukuri Nikmat Allah


================

Meski Bani Israil telah mendapat banyak keistimewaan dari Allah, tapi semua itu tidak membuat mereka beriman dengan benar. Meski telah diberikan makanan dari surga dan diberi air dari 12 mata air, mereka tidak juga bersyukur. Bahkan mereka tidak mau menyebut Allah sebagai “Tuhan kita”, tetapi mereka sebut sebagai “Tuhanmu” saat berbicara kepada Nabi Musa:

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”…. (2:61)

Mereka diperintahkan untuk masuk ke negeri Palestina sambil bersujud dan memohon ampun kepada Allah:

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitulmakdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”. (2:58). 

Tapi mereka tidak mau masuk ke dalam negeri Palestina, dengan alasan di dalam negeri itu sudah ada bangsa lain. Mereka tidak mau berbaur dengan masyarakat yang sudah ada di situ. Dengan kurangajarnya mereka minta Nabi Musa bersama Tuhan mengusir masyarakat yang ada di situ (sebagaimana saat ini mereka mengusir orang Arab dari Palestina):

Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (5:24.)

Allah pernah memerintahkan Bani Israil untuk taat pada perintah-Nya dan meminta mereka mengucapkan janji setia. Pada saat itu, Allah mengangkat bukit Thursina ke atas kepada mereka. Padahal tidak ada kaum sebelum dan sesudah mereka yang dimuliakan seperti itu.

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!”.. (2:93)

Apa isi sumpah/janji yang Allah diktekan kepada mereka?

2:83. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

2:84. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.

Apa jawaban mereka?:

…Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menaati…”. (2:93)

Betapa beraninya dan angkuhnya mereka melecehkan perintah Allah dengan mengucapkan kalimat itu.
---------------------------------

Pembangkangan Orang Yahudi kepada Allah

-----------------------------------------------
==========================

Selanjutnya mereka memang mengabaikan janji mereka itu. Mereka mengimani sebagian isi Taurat yang sesuai dengan hawa nafsu mereka dan mengingkari yang tidak sesuai hawa nafsu mereka:

2:85. Kemudian kamu (Bani Israel) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

Mereka adalah orang yang mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat:

2:86. Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.==============
-----------------------

Orang Yahudi Membunuh Para Nabi

===========================

Atas pembangkangan mereka itu, Allah mengirimkan banyak nabi kepada mereka. Tetapi mereka tetap membangkang. Bahkan  beberapa nabi telah mereka bunuh, di antaranya Nabi Zakaria dan Nabi Yahya:

2:87. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada `Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

Mereka membunuh para nabi karena ajaran para nabi tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka:

5:70. Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israel, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.

5:71. Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima tobat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi).  Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.========
--------------------

Orang Yahudi Telah Menuduh Maryam Berzina dan Mengklaim Telah Membunuh Nabi Isa

=========================

4:156. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

4:157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka.  Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

4:158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

-----------------------------

Orang Yahudi Tak Takut Ancaman Neraka

==========================

Ketika diancam dengan azab neraka, mereka menjawab seperti ini:

Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja…” (2:80).

Tapi kemudian dibantah oleh Allah:

…Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”. (2:80).

(Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (2:81).
===========================

Orang Yahudi Mengubah Al-Kitab

================================
Karena ada ayat-ayat Taurat yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, kemudian mereka mengubah-ubah ayat-ayat Taurat itu:

2:78. Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.

2:79. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.=====================
-------------------------

Orang Yahudi Menolak Kenabian Muhammad
-----------------------

Menjelang Muhammad diangkat sebagai Rasul, orang Yahudi sedang menanti-nanti datangnya nabi terakhir yang mereka harapkan akan menjadi pembela mereka. Ciri-ciri orang yang mereka nantikan itu sudah dideskripsikan dengan jelas dalam Taurat dan Injil. Begitu jelasnya, hingga mereka mengenal ciri-ciri nabi yang akan datang itu seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri:

2:146. Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Bahkan Nabi Isa menyebutkan nama yang akan datang sesudahnya adalah Ahmad, sama dengan nama nabi ketika beliau baru dilahirkan. Kata “Ahmad” dan “Muhammad” berbeda bentuk tapi bermakna sama, yakni “Yang terpuji” :

61:6. Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.

Namun setelah mereka menjumpai Nabi Muhammad yang mengoreksi kesesatan mereka, mereka menolak mengakui kenabian Muhammad. Padahal Al-Qur`an yang dibawa Nabi Muhammad membenarkan sebagian isi Taurat yang belum diubah.

2:89. Dan setelah datang kepada mereka Al Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.----------
----------------------------------------

Yahudi Pengkhianat Perjanjian

-----------------------------

Orang Yahudi adalah masyarakat pengkhianat perjanjian. Mereka tidak hanya suka mengkhianati perjanjian dengan manusia. Perjanjian dengan Allah pun mereka khianati:

2:100. Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebahagian besar dari mereka tidak beriman.

2:101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang (punggung) nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah).---
-------------------------

Yahudi Kaum Rasis yang Rakus

-------------------------------

Orang Yahudi adalah kaum rasis. Mereka merasa diri mereka superior, hanya bangsa Yahudi yang disayang oleh Allah. Mereka mengklaim, ghayim atau bangsa lain diciptakan Tuhan hanyalah sebagai budak mereka. Ini bunyi klaim mereka dalam kitab Talmud:

“Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) datang, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin 43b)

Namun klaim mereka dibantah oleh Allah:

2:94. Katakanlah: “Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian (mu), jika kamu memang benar.

2:95. Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.

Bantahan juga Allah ungkapkan pada surat lain:

62:6. Katakanlah: “Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mengklaim bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar”.

62:7. Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang lalim.

Mereka juga mengklaim bahwa seharusnya semua nabi berasal dari bangsa mereka, tak boleh dari bangsa Arab atau yang lainnya. Karena itu mereka menolak kenabian Muhammad, dengan alasan Muhammad bukan orang Yahudi. Karena paham mereka yang rasis itu, Allah murka kepada mereka.

2:90. Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

Orang Yahudi berdalih bahwa mereka akan beriman kepada Muhammad jika dia bangsa Yahudi. Namun dalih itu juga dibantah Allah dengan data pembunuhan yang mereka lakukan kepada para utusan Allah yang berkebangsaan Yahudi.

2:91. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Qur’an yang diturunkan Allah”, mereka berkata: “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. Dan mereka kafir kepada Al Qur’an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur’an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?”

Allah kemudian membuka rahasia tentang apa yang sebenarnya membuat mereka memilih kekufuran daripada keimanan, yakni rakus terhadap kenikmatan dunia:

2:96. Dan sungguh kamu akan mendapati mereka (orang Yahudi), manusia yang paling rakus kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih rakus lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

 

berbagai sumber
wallahua'lam

 

 

 

kaum Yahudi dan Nashrani telah Allah nyatakan sebagai golongan kafir. ---------------------------------- Allah berfirman: “Artinya : Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka;bagaimana mereka sampai berpaling?. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” [At Taubah : 30-31] --------------------- Dengan demikian ayat tersebut menyatakan bahwa mereka itu adalah golongan musyrik. Pada beberapa ayat lain Allah menyatakan dengan tegas bahwa mereka itu kafir, sebagaimana ayat-ayat berikut. ---------------- “Artinya : Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. [Al Maidah:17] --------------- “Artinya : Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga” [Al Maidah:73] ----------------- “Artinya : Orang-orang kafir dari Bani Israel telah dilaknat melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam” [Al Maidah : 78] --------------------- “Artinya : Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam..” [Al Bayyinah : 6] -------------------------------- Ayat-ayat tentang hal ini banyak sekali, begitu juga hadits-hadits. Orang yang mengingkari kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani berarti tidak beriman dan mendustakan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, ia juga mendustakan Allah, sedang mendustakan Allah itu kafir. Seseorang yang meragukan kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani tidak diragukan lagi bahwa ia telah kafir. ------------------------

kaum Yahudi dan Nashrani telah Allah nyatakan sebagai golongan kafir.
----------------------------------
Allah berfirman:

“Artinya : Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka;bagaimana mereka sampai berpaling?. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” [At Taubah : 30-31]
---------------------

Dengan demikian ayat tersebut menyatakan bahwa mereka itu adalah golongan musyrik. Pada beberapa ayat lain Allah menyatakan dengan tegas bahwa mereka itu kafir, sebagaimana ayat-ayat berikut.
----------------

“Artinya : Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. [Al Maidah:17]
---------------

“Artinya : Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga” [Al Maidah:73]
-----------------

“Artinya : Orang-orang kafir dari Bani Israel telah dilaknat melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam” [Al Maidah : 78]
---------------------

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam..” [Al Bayyinah : 6]
--------------------------------

Ayat-ayat tentang hal ini banyak sekali, begitu juga hadits-hadits. Orang yang mengingkari kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani berarti tidak beriman dan mendustakan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, ia juga mendustakan Allah, sedang mendustakan Allah itu kafir. Seseorang yang meragukan kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani tidak diragukan lagi bahwa ia telah kafir.
------------------------

Demi Allah, bagaimana penceramah agama seperti itu rela berkata bahwa kaum Yahudi dan Nashrani tidak boleh dinyatakan sebagai golongan kafir, padahal mereka sendiri mengatakan Allah itu adalah salah satu dari tiga tuhan? Allah sendiri telah menyatakan mereka itu kafir. Mengapa ia tidak ridha menyatakan golongan Yahudi dan Nasrani itu kafir, padahal mereka telah mengatakan: “Isa bin Maryam adalah putra Allah. Tangan Allah terbelenggu, Allah miskin dan kami adalah orang-orang kaya?”

Bagaimana penceramah itu tidak rela menyatakan golongan Yahudi dan Nasrani adalah kafir padahal mereka telah menyebut tuhan mereka dengan sifat-sifat yang buruk yang semua sifat tersebut merupakan aib, cacat, dan kalimat celaan?

Saya (Syaikh Utsaimin) menyeru penceramah ini supaya tobat kepada Allah dan membaca firman Alah :

“Artinya : Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)” [Al Qalam :9]

Hendaklah penceramah ini tidak bersikap lunak terhadap kekafiran mereka.Ia harus menerangkan kepada semua orang bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah golongan kafir dan termasuk penghuni neraka. Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Demi dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya. Tiada seorang-pun dari umat ini yang mendengar seruanku, baik Yahudi maupun Nasrani,tetapi ia tidak beriman kepada seruan yang aku sampaikan, kemudian ia mati, pasti ia termasuk penghuni neraka”. [Hadits Riwayat Muslim no.153 dalam kitabul Iman]

“Artinya : Tiga golongan yang akan mendapatkan dua pahala :Seseorang dari golongan Ahli Kitab yang beriman kepada Nabinya dan beriman kepada Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam”.[Hadits Riwayat. Bukhari no.97 dalam Kitabul Ilmu ; Muslim no.153 dalam Kitabul Iman]

Selanjutnya, saya (Syaikh Utsaimin) membaca pernyataan pengarang Kitaabul Iqna’ dalam bab Hukum Orang Murtad. Dalam kitab ini beliau berkata : “Orang yang tidak mengkafirkan seseorang yang beragama selain Islam seperti Nasrani atau meragukan kekafiran mereka atau menganggap mazhab mereka benar,maka ia adalah orang kafir”.

Dikutip dari pernyataan Syaikhul Islam suatu pernyataan : “Barangsiapa beranggapan bahwa gereja adalah rumah Allah dan di tempat itu Allah disembah, dan beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan Nashrani adalah suatu ibadah kepada Allah, ketaatan kepadaNya dan kepada RasulNya, atau ia senang dan ridha terhadap hal semacam itu, atau ia membantu kaum Yahudi dan Nasrani untuk memenangkan dan menegakkan agama mereka serta beranggapan bahwa perbuatan mereka itu adalah ibadah dan ketaatan kepada Allah ,maka orang ini telah kafir”.

Ditempat lain beliau berkata : “Barang siapa beranggapan bahwa kunjungan golongan dzimmi (penganut agama non-Islam) ke gereja-gerejanya adalah suatu ibadah kepada Allah, maka ia telah murtad”.

Kepada penceramah ini saya (Syaikh Utsaimin) serukan agar bertobat kepada Rabbnya dari perkatan-nya yang sangat menyimpang itu. Hendaknya ia mengumumkan dengan terbuka bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kafir, mereka termasuk golongan penghuni nereka. Mereka harus mengikuti Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, karena nama beliau (Shalallahu alaihi wa sallam) telah termaktub didalam kitab taurat mereka. Allah berfirman:

“Artinya : (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung”[ Al A’raaf:157]

Hal itu merupakan kabar gembira Isa bin Maryam. Isa bin Maryam berkata sebagaimana Allah kisahkan pada firmanNya:

“Artinya : Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata:”Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku,yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku,yang namanya Ahmad (Muhammad) ‘Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti kebenaran,mereka berkata’ Ini adalah sihir yang nyata”. [Ash Shaff:6]

Kalimat “Maka tatkala ia datang kepada mereka”, siapakah gerangan orang ini? Ia tidak lain adalah orang yang khabarnya telah disampaikan oleh Isa (Alaihi salam) ,yaitu Ahmad. Tatkala ia datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti kebenaran kerasulan, maka mereka menyambutnya dengan perkataan :”Ini adalah sihir yang nyata”.

Kami katakan tentang firman Allah : “Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti kebenaran” bahwa sesungguhnya tidak ada seorang rasul yang datang sesudah Isa (Alaihi salam) selain Ahmad, yang merupakan lafadz tafdhil dari kata Muhammad. Akan tetapi, Allah telah memberikan ilham kepada Isa untuk menyebut Muhammad dengan Ahmad sebab kata “Ahmad” adalah isim tafdhil dari kata-kata “alhamdu”, artinya orang yang banyak memuji Allah dan mahluk yang paling terpuji karena sifat-sifatnya yang sempurna. Jadi,beliau adalah orang yang paling banyak memuji Allah, sehingga digunakanlah lafazh Tafdhil untuk menyebut sifat orang yang paling banyak memuji dan memiliki sifat terpuji. Beliau adalah seorang manusia yang paling berhak diberi pujian karena “Ahmad” merupakan isim tafdhil dari kata hamid ataupun mahmud,artinya orang yang banyak memuji Allah dan banyak dipuji manusia.

Saya (Syaikh Utsaimin) katakan bahwa setiap orang yang beranggapan bahwa didunia ini ada agama yang diterima oleh Allah diluar dari Agama Islam, maka ia telah kafir dan tidak perlu diragukan kekafirannya itu. Karena Allah telah menyatakan dalam firmanNya:

“Artinya : Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.[Ali Imraan : 85]

“Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu”. [Al Maidah:3]

Oleh karena itu, disini saya (Syaikh Utsaimin) ulangi untuk yang ke-3 kalinya bahwa penceramah seperti itu wajib bertobat kepada Allah dan menerangkan kepada semua manusia bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kaum kafir.Hal ini karena penjelasan telah sampai kepada mereka dan risalah kenabian Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam telah sampai kepada mereka pula, namun mereka kafir dan menolaknya.

Kaum Yahudi telah dinyatakan sifatnya sebagai kaum yang dimurkai Allah karena mereka telah mengetahui kebenaran kerasulan Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dan Al Qur’an tetapi mereka menentangnya. Kaum Nashrani disebutkan sifatnya sebagai kaum yang sesat karena menginginkan kebenaran,tetapi ternyata menyimpang dari kebenaran itu.

Adapun sekarang, kedua kaum ini telah mengetahui kebenaran Muhammad sebagai rasul dan mengenalnya, tetapi mereka tetap menentangnya. Oleh sebab itu, kedua kaum ini berhak menjadi kaum yang dimurkai Allah. Saya (Saikh Utsaimin) serukan kepada kaum Yahudi dan Nasrani untuk beriman kepada Allah, semua RasulNya dan mengikuti Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam karena hal inilah yang diperintahkan kepada mereka didalam kitab-kitab mereka, sebagaimana firman Allah :

“Artinya : Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman : “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung” [Al-A’raf : 156 -157]

“Artinya : Katakanlah :”Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua,yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi ; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia,Yang menghidupkan dan mematikan,maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia,supaya kamu mendapat petunjuk”. [Al A’raaf :158]

CEPAT Belajar Iqro' atau Membaca Al Quran untuk Pemula ------------------------- Belajar membaca suatu huruf, termasuk huruf Al-Qur’an sebetulnya mudah, asal tidak malas-malasan dan rajin berlatih. Bagi yang belum bisa membaca huruf di Al-Qur’an, huruf-huruf tersebut tampak sulit diingat. Itu sama halnya ketika kita belum bisa membaca huruf latin, melihat huruf latin pun bingung tidak tahu maksudnya. Namun, ketika kita bisa membaca huruf latin, kita pun dengan mudah membacanya meski hanya melihatnya sebentar. ------------------ Banyak yang masih belum bisa membaca Al-Quran. Mungkin karena sibuk sehingga tidak punya waktu untuk belajar membaca Al-Qur’an. Atau semasa kecil disuruh belajar ngaji ke guru ngaji, TPA, atau madrasah, tapi malah memilih main. Alhasil, sampai besar masih belum bisa mengaji. Namun, tak ada tua untuk belajar. Selama masih hidup, masih ada kesempatan untuk belajar baca Quran. ------------------- Ada beberapa dasar dalam belajar membaca Al-Qur’an, yaitu pengenalan huruf, tanda baca, tajwid, dan latihan. ---------------- 1. Pengenalan huruf hijaiyah .............. Huruf hijaiyah merupakan huruf Arab yang digunakan dalam Al-Qur’an. Jumlahnya ada 29 huruf. Semua huruf ini wajib hafal jika mau bisa baca Quran. Ada yang pengucapannya seperti huruf latin, ada juga yang berbeda, seperti tsa, kha, dzal, dan sebagainya. ----------------- Selain mengenal bentuk-bentuk huruf hijaiyah secara satu persatu, kita juga harus mengetahui bagaimana huruf tersebut jika disambung dengan huruf lain, apakah bisa disambung atau tidak, apakah bisa menyambung atau tidak. -------------- 2. Pengenalan tanda baca............ Tanda baca huruf hijaiyah disebut harakat. Dulu tidak ada yang namanya tanda baca dan tanda titik dalam huruf hijaiyah. Dulu Al-Qur’an ditulis tanpa tanda baca, atau yang disebut huruf gundul. Jika tanpa tanda baca, apakah tidak bingung? Bagi yang fasih bahasa Arab, ternyata hal ini tidak masalah. -------------- Analoginya begini, orang Indonesia biasa membaca SMS tanpa huruf vokal, tapi paham apa maksudnya. Contohnya seperti berikut ini. ------ “q gk tw km lg dmn” --------- Anda tahu maksudnya? Tapi, bagi orang luar yang baru belajar bahasa Indonesia belum tahu bagaimana cara membacanya. ------------ Berhubung banyaknya pemeluk Islam yang bukan dari bangsa Arab, dan dikhawatirkan terjadi kesalahan dalam memahami isi Al-Qur’an, akhirnya dibuatlah tanda-tanda baca yang sampai sekarang masih berlaku. ------------ 3. Tajwid .......... Selain tanda baca, tajwid juga perlu dipahami dalam belajar membaca Al-Qur’an. Tajwid merupakan ilmu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kalau dalam bahasa Inggris, ibaratnya ini grammar. Nah, ‘grammar’ dalam bahasa Arab ada bermacam-macam. Ada yang namanya Idzhar, Idgham, dan lain-lain. ........4. Latihan ............ Agar lebih lancar dalam membaca Al-Qur’an, tentu perlu latihan. Berlatih membaca sampai lancar, hingga tajwidnya benar. -------- Jika sudah bisa baca Al-Qur’an, tentu lebih mudah dalam menghafalkannya. Syukur-syukur juga dipelajari terjemahannya. -------

CEPAT Belajar Iqro' atau Membaca Al Quran untuk Pemula

-------------------------
Belajar membaca suatu huruf, termasuk huruf Al-Qur’an sebetulnya mudah, asal tidak malas-malasan dan rajin berlatih. Bagi yang belum bisa membaca huruf di Al-Qur’an, huruf-huruf tersebut tampak sulit diingat. Itu sama halnya ketika kita belum bisa membaca huruf latin, melihat huruf latin pun bingung tidak tahu maksudnya. Namun, ketika kita bisa membaca huruf latin, kita pun dengan mudah membacanya meski hanya melihatnya sebentar.
------------------

Banyak yang masih belum bisa membaca Al-Quran. Mungkin karena sibuk sehingga tidak punya waktu untuk belajar membaca Al-Qur’an. Atau semasa kecil disuruh belajar ngaji ke guru ngaji, TPA, atau madrasah, tapi malah memilih main. Alhasil, sampai besar masih belum bisa mengaji. Namun, tak ada tua untuk belajar. Selama masih hidup, masih ada kesempatan untuk belajar baca Quran.
-------------------

Ada beberapa dasar dalam belajar membaca Al-Qur’an, yaitu pengenalan huruf, tanda baca, tajwid, dan latihan.
----------------

1. Pengenalan huruf hijaiyah ..............
Huruf hijaiyah merupakan huruf Arab yang digunakan dalam Al-Qur’an. Jumlahnya ada 29 huruf. Semua huruf ini wajib hafal jika mau bisa baca Quran. Ada yang pengucapannya seperti huruf latin, ada juga yang berbeda, seperti tsa, kha, dzal, dan sebagainya.
-----------------

Selain mengenal bentuk-bentuk huruf hijaiyah secara satu persatu, kita juga harus mengetahui bagaimana huruf tersebut jika disambung dengan huruf lain, apakah bisa disambung atau tidak, apakah bisa menyambung atau tidak.
--------------

Dalam belajar pengucapan huruf hijaiyah, kita harus tahu makhraj-nya. Makhraj merupakan tempat keluarnya huruf.

huruf hijaiyah

2. Pengenalan tanda baca............
Tanda baca huruf hijaiyah disebut harakat. Dulu tidak ada yang namanya tanda baca dan tanda titik dalam huruf hijaiyah. Dulu Al-Qur’an ditulis tanpa tanda baca, atau yang disebut huruf gundul. Jika tanpa tanda baca, apakah tidak bingung? Bagi yang fasih bahasa Arab, ternyata hal ini tidak masalah.
--------------

Analoginya begini, orang Indonesia biasa membaca SMS tanpa huruf vokal, tapi paham apa maksudnya. Contohnya seperti berikut ini. ------

“q gk tw km lg dmn” ---------

Anda tahu maksudnya? Tapi, bagi orang luar yang baru belajar bahasa Indonesia belum tahu bagaimana cara membacanya.
------------

Berhubung banyaknya pemeluk Islam yang bukan dari bangsa Arab, dan dikhawatirkan terjadi kesalahan dalam memahami isi Al-Qur’an, akhirnya dibuatlah tanda-tanda baca yang sampai sekarang masih berlaku.
------------

3. Tajwid ..........
Selain tanda baca, tajwid juga perlu dipahami dalam belajar membaca Al-Qur’an. Tajwid merupakan ilmu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kalau dalam bahasa Inggris, ibaratnya ini grammar. Nah, ‘grammar’ dalam bahasa Arab ada bermacam-macam. Ada yang namanya Idzhar, Idgham, dan lain-lain.

........4. Latihan ............
Agar lebih lancar dalam membaca Al-Qur’an, tentu perlu latihan. Berlatih membaca sampai lancar, hingga tajwidnya benar.
--------

Jika sudah bisa baca Al-Qur’an, tentu lebih mudah dalam menghafalkannya. Syukur-syukur juga dipelajari terjemahannya.
======================
=======================

Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab dan huruf hijaiyah. Meski begitu, Al-Qur’an diturunkan bukan cuma untuk orang Arab saja, tetapi seluruh umat Islam di dunia. Untuk itu, agar bisa memahami isi bacaan Al-Qur’an, kita harus tahu cara membacanya. Bagi orang Indonesia, huruf hijaiyah bukan huruf yang utama digunakan sehari-hari. Di sekolah reguler pun yang diajarkan adalah cara membaca huruf latin. Namun, untuk belajar membaca huruf Arab, kini sudah banyak sekolah madrasah atau guru ngaji yang mau mengajarkannya.

Tapi, masih banyak orang yang masih tidak bisa membaca Al-Qur’an. Mungkin ada yang waktu kecil belajar, tapi karena sering tidak dipraktikkan, bacanya jadi tidak lancar. Namun, belajar tidak mengenal kata terlambat. Selagi belum masuk ke liang lahat, masih ada waktu untuk belajar.

Agar bisa membaca Al-Qur’an, kita perlu mengenali huruf-huruf hijaiyah, bagaimana bentuknya dan cara membacanya. Berikut ini huruf hijaiyah beserta huruf latinnya. Cara bacanya jangan ditelan mentah-mentah, misalnya di situ tulisannya ra, padahal bacanya ro. Kalau dalam penulisan bahasa Indonesia memang begitu, dalam KBBI juga ra artinya huruf nama huruf ke-10 dalam abjad Arab.

huruf hijaiyah

Kalau pada gambar di atas, ada hamzah di huruf alif. Berdasarkan referensi lainnya, tidak ada hamzah di atas huruf alif.

Kalau cuma membaca tanpa mendengar bagaimana cara pengucapannya yang benar, rasanya masih kurang. Kalau huruf-huruf seperti alif, ba, dan ta, rasanya tidak susah bagi lidah orang Indonesia. Tapi, dengan huruf-huruf yang tidak ada dalam huruf latin seperti dzal, dha, dan dad agak susah karena tidak terbiasa. Berikut ini video untuk belajar cara pengucapan huruf hijaiyah.