Loading
Dengar | EP Artikel-Edy Gojira

Benarkah Musik Islami Itu Haram?........ Nasyid Islami yang banyak kita dengar sekarang ini itu, bukanlah nasyid yang dilakukan oleh para sahabat Nabi yang mereka lakukan ketika mereka melakukan perjalanan jauh ataupun ketika mereka bekerja, akan tetapi nasyid-nasyid saat ini itu merupakan budaya kaum sufi ------------------- MUSIK adalah HARAM ...... bagaimanapun BENTUKnya ------------------------------------- Thabl (bedug, drum, genderang) itu hukumnya haram dimainkan dalam keadaan dan kesempatan apa pun dan bagi siapapun. Karena ia termasuk alat musik yang tidak ada pengecualiannya dari hukum asal. ------------- Sedangkan duff (rebana), ia alat musik yang diharamkan memainkannya bagi laki-laki dalam keadaan dan kesempatan apapun. Namun diberi keringanan khusus bagi wanita dan anak-anak perempuan untuk memainkannya. Adapun laki-laki mendengarkan permainan duff dari anak-anak perempuan hukumnya mubah, sebatas dalam pesta pernikahan atau hari raya saja. ------------------------ Lalu mendengarkan permainan duff melalui kaset, baik bagi wanita maupun laki-laki, diluar pesta pernikahan atau hari raya, hukumnya haram. Wallahu’alam. ---------------------------- Hukum asal bagi seluruh jenis alat musik adalah haram, baik mendengarkan atau memainkannya, baik laki-laki maupun wanita. Berdasarkan hadits marfu dari Abu Malik Al Asy’ari radhiallahu’anhu : لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الحِرَ والحريرَ والخَمْرَ والمَعَازِفَ “Akan datang kaum dari umatku kelak yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan ma’azif (alat musik)” (HR. Bukhari secara mu’allaq dengan shighah jazm) ----------------- Juga hadits Amir bin Sa’ad Al Bajali, ia berkata: دَخَلْتُ عَلَى قُرَظَةَ بْنِ كَعْبٍ، وَأَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ، فِي عُرْسٍ، وَإِذَا جَوَارٍ يُغَنِّينَ، فَقُلْتُ: أَنْتُمَا صَاحِبَا رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِنْ أَهْلِ بَدْرٍ، يُفْعَلُ هَذَا عِنْدَكُمْ؟ فَقَالَ: اجْلِسْ إِنْ شِئْتَ فَاسْمَعْ مَعَنَا، وَإِنْ شِئْتَ اذْهَبْ، قَدْ رُخِّصَ لَنَا فِي اللَّهْوِ عِنْدَ الْعُرْسِ “Aku datang ke sebuah acara pernikahan bersama Qurazah bin Ka’ab dan Abu Mas’ud Al Anshari. Di sana para budak wanita bernyanyi. Aku pun berkata, ‘Kalian berdua adalah sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan juga ahlul badr, engkau membiarkan ini semua terjadi di hadapan kalian?’. Mereka berkata: ‘Duduklah jika engkau mau dan dengarlah nyanyian bersama kami, kalau engkau tidak mau maka pergilah, sesungguhnya kita diberi rukhshah untuk mendengarkan al lahwu dalam pesta pernikahan’” (HR. Ibnu Maajah 3383, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Ibni Maajah) ----------------- Yang namanya rukhshah (keringanan), tidak akan ada jika tidak ada larangan atau pengharaman. --------------- Duff dan thabl tanpa diragukan lagi termasuk alat musik. Ibnu Atsir dalam kitab Nihayah Fii Gharibil Hadits Wal Atsar berkata: العزف: اللعب بالمعازف وهي الدفوف وغيرها مما يضرب به “Al ‘Azaf adalah memainkan alat musik semisal duff dan semacamnya yang ditabuh” ---------------- Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (1/484) berkata: وآلات المعازف: من اليراع والدف والأوتار والعيدان “Alat musik berupa yaraa’, duff, sitar, ‘idaan” ------------- Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari (10/46) berkata: وفي حواشي الدمياطي، المعازف: الدفوف وغيرها مما يضرب به “Dalam kitab Al Hawasyi karya Ad Dimyathi, al ma’azif maknanya duff dan sejenisnya yang ditabuh” ------------- Oleh karena itu, duff dan thabl baik secara bahasa maupun secara syar’i termasuk ma’azif yang dilarang dalam hadits. -----------------

August 2, 2016 Edy Gojira 1

MUSIK adalah HARAM ...... bagaimanapun BENTUKnya ------------------------------------- Thabl (bedug, drum, genderang) [...]

suatu umat yang MENINGGALKAN masalah JIHAD adalah UMAT yang LEMAH. .... Musuh-musuh akan mengalahkan mereka dan merampas hak milik mereka serta menjadikan mereka umat yang ....terHINA dan .... diperBUDAK. -------------------- Meninggalkan jihad melawan musuh dan lari dalam pertempuran di dalam menghadapi mereka, adalah perbuatan yang paling di cela oleh Islam, mengingat dampaknya sangat bahaya bagi masa depan umat Islam itu sendiri. Karena hal tersebut akan bisa membawa umat Islam kepada kekalahan, setelah itu mereka akan terhina dan tertindas serta akan di perbudak oleh musuh-musuh Islam. -------------------------- Lari dari medan pertempuran di kala pertempuran melawan musuh yang sedang berkobar, perbuatan ini dalam agama Islam dianggap sebagai perbuatan dosa besar. Bagi pelakunya akan mendapat dua ancaman dari Allah swt. yaitu : akan mendapat amarah-Nya dan akan mendapat siksa neraka. Allah telah berfirman : ------------------------------------ ”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu yang itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan kemurkaanya adalah neraka jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya”. (Q.S. 8 : 15-16). --------------------------------------- Melalui ayat tersebut, Allah melarang lari dari medan pertempuran di kala menghadapi orang-orang kafir. Allah mengecualikan dua hal, yaitu lari sebagai siasat agar musuh maju, sehingga musuh masuk ke dalam suatu jebakan, atau dengan kata lain, mundur untuk melakukan siasat perang. Kedua, ialah mundur karena ingin membantu teman-temannya, kemudian secara bersamaan menyerang dan melawan musuh. Dalam kedua hal tersebut, Allah telah memberi maaf kepada mereka, karena mundur bukan berarti lari atau takut menghadap musuh, tetapi merupakan strategi peperangan yang diperlukan. ------------------------------ Nabi saw. telah memasukkan perihal mundur dari medan pertempuran ini ke dalam salah satu di antara dosa-dosa besar. Beliau telah bersabda : اجتنبوا السّبع الموبقات،قالوا: وماهنّ يارسول الله؟ قال: الشّرك با لله، والسّحر، وقتل النّفس الّتى حرّم الله الاّ بالحقّ، وأكل الرّبا،واكل مال اليتيم، والتّولى يوم الزحف وقذف المحصنات المؤمتات الغافلا ت (رواه البخارى ومسلم) “Kamu harus menjauhi tujuh perkara yag akan mengakibatkan kerusakan (dosa-dosa besar)”. Para sahabat bertanya kepada beliau : “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tujuh perkara itu?”. Rasulullah menjawab : “ Berbuat syirik kepada Allah (menduakan Tuhan), menjalankan ilmu sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali membunuh dengan hak, memakan hasil riba (rente), memakan harta anak yatim, lari dari ajang pertempuran dan menyangka orang-orang perempuan baik-baik berbuat zina”.142 --------------------------------- Terkadang, perbuatan meninggalkan perang melawan musuh ini hanya terdorong oleh rasa malas dan tak mau mengerti kepentingan kaum muslimin. Orang-orang yang bertipe demikian ini lebih mengutamakan kepentingan pribadinya, dan lebih mencintai kehidupan duniawinya, tanpa menghiraukan rekan-rekannya yang berjuang demi menolak bahaya-bahaya yang datang dari musuh-musuh Islam. Kasus semacam ini pernah terjadi di masa Rasulullah saw. yang pelakunya terdiri dari tiga orang. Ketiga orang tersebut mendapat hukuman psikologis dan sosiologis dari kaum muslimin, sehingga hampir-hampir mereka diusir dari kalangan kaum muslimin. ---------------------------------- Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan kisah mereka dalam suatu hadits yang panjang, tentang nasib orang-orang yang tidak ikut serta dengan rombongan Rasulullah menuju perang Tabuk tanpa alasan yang bisa diterima. Lalu Nabi saw. memberi sedikit pelajaran pada mereka dengan cara mengisolir. Seluruh kaum muslimin, kala itu tidak ada yang mau berbicara dengan mereka dan tak ada yang berhubungan ataupun memberi salam, sekalipun kepada kerabat sendiri. Sekarang, marilah kita dengar kisah yang diangkat dari salah seorang di antara mereka yang terlibat dalam peristiwa ini: Sahabat Ka’ab ibnu Malik berkata: “Ketika berita kembalinya Rasulullah dari petempuran Tabuk. Terdengar olehku, hatiku kini terasa susah sekali mengingat alasan yang kubuat-buat terhadap beliau. Diriku tak tahu lagi apa yang harus kuperbuat agar jangan sampai kena marah besok, maka kucoba untuk menguasai diriku dari kesusahan yang melanda diriku sejak kedatangan Rasulullah. Pada keesokan harinya, datanglah Rasulullah dan rombongan, seperti biasa apabila beliau datang dari bepergian, beliau singgah dulu di masjid kemudian melakukan sembahyang dua rakaat. Setelah itu beliau datang baru duduk istirahat. Ketika beliau sedang istirahat, tiba-tiba datang orang-orang yang tidak ikut bertempur, semuanya meminta maaf kepada Rasul atas keaalpaan mereka tidak mengikuti pertempuran. Jumlah terdapat delapan puluh orang lebih, mereka bersumpah di hadapan Rasul bahwa alasan yang mereka ajukan adalah benar-benar dan tidak dibuat-buat. Akhirnya Rasulullah menerima alasan mereka dan memohonkan ampunan bagi mereka semuanya. Adapun masalah yang terpendam dalam hati mereka masing-masing Rasulullah menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. ------------ Setelah itu aku datang menemui Rasulullah dan bersalam dengan beliau. Tetapi beliau menjawab dengan sambutan yang mengandung marah. Beliau lalu bersabda padaku : “Hai, ke sinilah engkau”. Kemudian aku langsung menuju beliau dan duduk di hadapannya; lalu beliau bertanya : “Apa yang menyebabkan engkau tidak ikut serta?”. Aku segera menjawab : “Wahai Rasulullah, demi Allah, seandainya saya berada di hadapan selain anda, pastilah saya akan dimaafkan dengan alasan-alasanku. Tetapi di hadapan anda wahai Rasulullah, seandainya saya membuat-buat alasan tentang ketidakhadiran saya dalam perang Tabuk tentu Allah akan marah kepadaku. Dan apabila saya berkata sebenarnya pasti anda akan marah kepadaku, hanya saja harapanku semoga Allah memaafkan diriku ini. Terus terang saya tidak mempunyai alasan apapun yang bisa diterima; demi Allah, ketika saya tidak ikut serta, keadaanku cukup kuat untuk bisa ikut serta”. ---------------------- Kemudian Rasulullah bersabda : “Kau berkata benar, sekarang pergilah sampai Allah akan memberi keputusan mengenai diriku”. Kemudian segera aku berdiri pergi dari situ, lalu aku disusul oleh orang-orang Bani Salmah, mereka mengikutiku sambil berkata : ----------------------- “Demi Allah kami belum pernah melihat anda berbuat dosa, kenapa engkau tidak membuat alasan sebagaimana mereka yang telah mendapat maaf dari Rasulullah. Sebenarnya dosa yang telah anda lakukan telah diampuni karena istighfar Rasulullah”. ------------------------ Demi Allah, mereka terus mengatakan penyesalannya atas keputusan yang telah kuambil, sehingga hampir saja diriku terpengaruh oleh mereka lalu kembali kepada Rasulullah dan membuat-buat alasan. Kemudian aku bertanya kepada Bani Salim : Apakah ada orang lain yang seperti diriku ini?”. Mereka menjawab : “Ya ada, mereka berjumlah dua orang. Mereka mengatakan seperti apa yang kau katakan dan mendapat jawaban yang sama dari beliau”. Lalu aku bertanya kepada mereka: “Siapa saja mereka itu?”. Mereka menjawab : “Mararah ibnu Ar-Rabiah Al-‘Amiry dan Hilal ibnu Umayyah Al-Waqify”. ---------------- Rasulullah melarang semua kaum muslimin berbicara dengan kami bertiga. Kini, kami bertiga serasa asing di tempat sendiri, karena semua orang menjauh dari kami tak ada satu pun di antara mereka yang mau berbicara ataupun bergaul dengan kami. Keadaan yang sangat menyedihkan bagi kami itu terus berlangsung selama lima puluh hari. ------------ Sikap kedua temanku hanya berdiam di rumah mereka masing-masing meratapi nasibnya. Lain dengan diriku, karena termasuk yang paling muda dan paling kuat di antara kaumku, aku selalu keluar ikut sembahyang berjamaah dengan kaum muslimin di masjid, dan berjalan-jalan di pasar. Tetapi ternyata tak ada seorang pun yang mau berbicara denganku. Kemudian aku mendatangi Rasulullah dan mengucapkan salam pada beliau dengan harapan akan mendapat jawaban dari beliau, tatapi beliau diam saja. Lalu aku ikut sembahyang dengan beliau dan mencari posisi yang dekat dengan beliau, namun ternyata jika pandangan kami bertemu Rasulullah memalingkan mukanya dari diriku. Terasa olehku perlakuan yang kejam dari semua orang amat lama sekali sehingga membuat diriku malu. Apabila berjalan aku terpaksa melewati tembok rumah Abu Qatadah karena malu dilihat orang. Abu Qatadah adalah anak pamanku. Pada suatu hari aku mengucapkan salam kepadanya, tetapi ia tidak mau menjawab salamku. Lalu segera ia kutanya: “Hai Abu Qatadah, demi Allah, tidaklah kau tahu bahwa aku benar-benar mencintai Allah dan Rasul-Nya?”. Ia hanya diam saja tidak mau menjawab, kemudian aku mengulangi perkataanku itu beberapa kali. Setelah itu Abu Qatadah hanya mengatakan : “Hanya Allah dan Rasul yang lebih mengetahui”. Mendengar jawabannya itu air mataku terus berlinang, aku langsung berlari dari situ. Setelah lewat masa empat puluh hari tiba-tiba datanglah utusan Rasulullah saw. untuk menyampaikan pesan kepadaku. Utusan itu berkata kepadaku : “Sesungguhnya Rasulullah memerintahkan agar engkau menjauhi istrimu”. Aku bertanya kepadanya : “Apakah aku harus mentalaknya atau bagaimana?”. Ia menjawab : “Tidak, tetapi jauhi ia dan jangan kau dekati”. Rasulullah pun mengutus utusan yang sama kepada kedua temanku yang tidak ikut berperang dan menyampaikan kepada mereka pesan yang sama kepada beliau. Setelah itu, aku melaksanakan perintah Rasulullah dan kuperintahkan kepada istriku agar kembali kepada kedua orang tuanya sampai Allah memberikan keputusan-Nya mengenai diriku ini. -------------- Setelah selang sepuluh hari genaplah lima puluh hari sejak Rasulullah saw. melarang semua orang berbicara denganku. -------------------- Pada esok hari yang kelima puluhnya aku melakukan sembahyang subuh di atas rumahku. Setelah itu aku duduk-duduk memikirkan takdir yang sedang menimpa diriku. Waktu itu terasa olehku dunia yang lebar ini terasa sempit sekali. Tiba-tiba, terdengar suara keras mengatakan : “Hai Ka’ab ibnu Malik, bergembiralah” Setelah mendengar suara itu segera aku bersujud sebagai tanda syukur bahwa Allah telah memberi ampunan kepadaku. Semua orang datang kepadaku setelah melakukan sembahyang subuh untuk memberi selamat. Segera aku bangkit menuju Rasulullah. Di tengah jalan banyak orang-orang secara berduyun-duyun menyambut diriku dan mengucapkan selamat atas diampuninya dosaku. Ketika aku sampai di hadapan Rasulullah, beliau menyambut kedatanganku dengan wajah yang berseri-seri karena gembira. Waktu itu beliau sedang duduk dikerumuni para sahabat. Segara aku mengucapkan salam kepada beliau, menjawab : “Bergembiralah dengan hari yang paling baik ini sejak kau dilahirkan oleh ibumu”. Aku bertanya : “Apakah pengampunan itu datangnya dari anda atau dari Allah?”. Beliau menjawab : “Tentu saja dari Allah”. Ketika aku duduk di hadapan Rasulullah saw. aku berkata pada beliau : “Sebagai konsekwensi atas taubatku, kini saya harus melepaskan hartaku sebagai shadaqah kepada Allah dan Rasul-Nya”. Beliau menjawab : “Peganglah hartamu itu, karena itu akan kau perlukan”. Aku menjawab : “Wahai Rasulullah, biasanya saya selamat karena selalu berkata benar. Sekarang saya taubat dan tidak mau berkata kecuali perkataan benar selama hayat masih dikandung badan”. ------------------------ Setelah peristiwa tadi terjadi, maka turunlah ayat yang memberikan keterangan tentang diterimanya taubat mereka yang selalu berkata benar. Ayat-ayat tersebut berbunyi sebagai berikut : -------------------- “Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepda mereka, terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka tidak mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepadanya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha penyayang. --------------- “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”.(Q. S. : 9 : 117 – 119). ------------

July 25, 2016 Edy Gojira 3

suatu umat yang MENINGGALKAN masalah JIHAD adalah UMAT yang LEMAH. [...]

MENGAPA Allah malah BERTANYA pada manusia manusia, ".... Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA ??? ..." -------------------------------------------------------------- >> ﴾ Ali Imran:142 ﴿…. Belum/tidak … diUJI dengan “JIHAD dan SABAR” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? ...................... Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (???), padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. -------------------------------------------------------------- >>> ﴾ Al Baqarah:214 ﴿ …. Belum/tidak … diUJI dengan “MALAPETAKA dan KESENGSARAAN” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? ........................ Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (??), padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ========================== semua diMULAI ... setelah MATI ..... diPERLIHATkan .... HELL or HEAVEN .................................sesuai AMALnya... banyak BAIK atau buruk .... atau .. BERAMAL .. tapi SIA-SIA ......................................... Rasulullah SAW. juga bersabda : عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. Dari Abdullah Bin Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh jika diantara kalian telah wafat, diperlihatkan padanya tempatnya kelak setiap pagi dan sore, jika ia penduduk surga maka diperlihatkan bahwa ia penduduk surga, jika ia penduduk neraka maka diperlihatkan bahwa ia penduduk neraka, dan dikatakan padanya: inilah tempatmu. Demikian hingga kau dibangkitkan Allah di hari kiamat” (HR, Bukhari) ----------------------------- Orang yang telah meninggal saling kunjung-mengunjungi antara yang satu dengan yang lainnya. Nabi SAW bersabda: “Ummu Hani bertanya kepada Rasulullah SAW: ‘Apakah kita akan saling mengunjungi jika kita telah mati, dan saling melihat satu dengan yang lainnya wahai Rasulullah SAW?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ruh akan menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya masing-masing’,” (HR. Ahmad dan Thabrani dengan sanad baik). ----------------------------- Allah SWT. berfirman : اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ [الزمر: 42] “Allah memegang jiwa (manusia) ketika matinya dan (memegang) jiwa (manusia) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan, dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir” . (Az-Zumar : 42) --------------------------- Rasulullah SAW. bersabda : عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِذَا وُضِعَتِ الْجَنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلاَّ الإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهَا ؤ (رواه البخاري) Dari Sa'id bin abi sa’id dari Bapaknya bahwa dia mendengar dari Abu Sa'id AL Khudriy RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Jika jenazah diletakkan lalu dibawa oleh para orang-orang di atas pundak mereka, jika jenazah tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka (jenazah tersebut) berkata; "Bersegeralah kalian (membawa aku). Dan jika ia bukan dari orang shalih, maka dia akan berkata kepada keluarganya; "Celaka, kemana mereka akan membawanya?. Suara jenazah itu akan didengar oleh setiap makhluq kecuali manusia dan seandainya ada manusia yang mendengarnya tentu dia akan jatuh pingsan". (HR. Bukhari) ------------------------ ........................berAMAL tapi SIA-SIA ... apa GUNAnya ??? .......... janganlah melelahkan dirimu dahulu dengan banyak melakukan amal perbuatan, karena banyak sekali orang yang melakukan perbuatan, sedangkan amal tersebut sama sekali tidak memberikan apa-apa kecuali kelelahan di dunia dan dan siksa di akhirat. Oleh karena itu sebelum melangkah untuk melakukan amal perbuatan, kita harus mengetahui syarat diterimanya amal tersebut, dengan harapan amal kita bisa diterima di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Di dalam masalah ini ada tiga syarat penting lagi agung yang perlu diketahui oleh setiap hamba yang beramal, jika tidak demikian, maka amal terebut tidak akan diterima. --------------------------- Pertama, Iman Kepada Allah dengan Men-tauhid-Nya إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـلِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّـتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلاً “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.”(QS. Al- Kahfi:107) ---------------------------------- Tempat masuknya orang-orang kafir adalah neraka jahannam, sedangkan surga firdaus bagi mereka orang-orang yang mukmin, namun ada 2 syarat seseorang bisa memasuki surga firdaus tersebut yaitu: -------------------------------------- 1. Iman -------------------- Aqidah Islam dasarnya adalah iman kepada Allah, iman kepada para malaikat-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada para rasul-Nya, iman kepada hari akhir, dan iman kepada takdir yang baik dan yang buruk. Dasar-dasar ini telah ditunjukkan oleh kitabullah dan sunnah rasul-Nya -------------------- Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam sunnahnya sebagai jawaban terhadap pertanyaan malaikat Jibril ketika bertanya tentang iman: “Iman adalah engkau mengimani Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kemudian, dan mengimani takdir yang baik dan yang buruk.” (HR Muslim) ----------------------------------- 2. Amal Shalih ------------------------ Yaitu mencakup ikhlas karena Allah dan sesuai dengan yang diperintahkan dalam syariat Allah. …إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ (2) أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ “Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agamya yang bersih (dari syirik).” (Az-Zumar: 2-3) ------------------------------- الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.” (All-Mulk : 2) ------------------------ Al-Fudhail berkata: “Maksud yang lebih baik amalnya dalam ayat ini adalah yang paling ikhlas dan paling benar.” (Tafsir al-Baghawi, 8:176) ---------------------------------- Kedua, Ikhlas karena Allah ---------------------- Mungkin kita sudah bosan mendengar kata ini, seringkali kita dengar di ceramah-ceramah, namun kita tidak mengetahui makna dari ikhlas tersebut. Ikhlas adalah membersihkan segala kotoran dan sesembahan-sesembahan selain Allah dalam beribadah kepada-Nya. Yaitu beramal karena Allah tanpa berbuat riya’ dan juga tidak sum’ah. ----------------------- Orang-orang bertanya: “Wahai Abu Ali, apakah amal yang paling ikhlas dan paling benar itu?”. Dia menjawab, “Sesungguhnya jika amal itu ikhlas namun tidak benar, maka ia tidak diterima. Jika amal itu benar namun tidak ikhlas maka ia tidak akan diterima, hingga amal itu ikhlas dan benar. Yang ikhlas ialah yang dikerjakan karena Allah, dan yang benar ialah yang dikerjakan menurut As-Sunnah.” Kemudian ia membaca ayat: فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya.” (Al-Kahfi :110) --------------------------------- Allah juga berfirman: وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ “Artinya : Dan sipakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan?” (An-Nisa’ :125) -------------------------------- Menyerahkan diri kepada Allah artinya memurnikan tujuan dan amal karena Allah. Sedangkan mengerjakan kebaikan ialah mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sunnah beliau. ----------------- Allah juga berfirman. وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا ” Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan”. (Al-Furqan : 23) --------------------

July 23, 2016 Edy Gojira 1

MENGAPA Allah malah BERTANYA pada manusia manusia, ".... Apakah kamu [...]

mimpi-MIMPI para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM 72 golongan,,,, selalu BERMIMPI …. dapat BAIk/nikmat/ SURGA ……. janji Allah {katanya} --------------------------------- Mengapa umat ISLAM di akhir zaman yang mayoritas …… begitu LEMAH dan ….mudah di-DZOLIMi oleh kaum KUFFAR ????????? ———————————————————– Sebuah hadis diriwayatkan daripada Thauban r.a., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.” Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai {/banyak} tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?” Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.” —————————————————————– Suatu keadaan yang nyata di hadapan kita sekarang, bahwa jumlah umat Islam sudah cukup banyak. Di dunia ini, satu setengah milyar lebih penduduk bumi adalah Muslim. Tetapi kita saksikan bahawa jumlah yang banyak ini belum membawa umat ini keluar dari kesulitan-kesulitannya. Inilah rupanya yang diungkapkan Rasulullah dalam hadis di atas. Patutlah kiranya kita semua, umat Islam melihat ke dalam, seberapa jauh kiranya kita sudah terjangkiti penyakit al-Wahn tersebut, penyakit cinta dunia dan takut akan kematian. —————– Tentunya ini tak lepas dari kesalahan pandangan umumnya masyarakat Muslim terhadap kehidupan dunia. Mengapa sampai cinta pada dunia dan takut mati? Tentu ini kerana memandang bahwa dunia ini adalah tempatnya segala kesenangan, dan kematian adalah pemutus kesenangan tersebut. Sungguh suatu cara pandang yang sesat dan keliru. —————————— .......................... Jika semua “DUNIA” diberikan Allah …. kemungkinan terJERUMUS ke NERAKA …. semakin BESAR … godaan SYAITAN, dan Nafsu memiliki DUNIA ……………………. >> UJUB … sombong DIRI …. pasti MENYELIMUTI HATI >> BERAMAL akhirat utk DUNIA …. pasti SELAMAnya dilakukan >>meremehkan JIHAD … lebih MENYIBUKKAN … kesenangan DUNIA >> BUTA mata QALBU …. ingin hidup lama …. menikmati DUNIA >> MENGIRA diri … dpt NIKMAT Akhirat …. di dunia SAJA diberi BAIK >> merasa CUKUP …. agamanya … AMALANnya … REZEKI … bangga diri >> LUPA Kewajiban BESAR …. yg BELUM/TIDAK dilakukan …. fasik >> BERKACA … melihat ke ATAS pada manusia LAIN … tidak TUNDUK >> IQRO’ … KORAN, TV, MUSIK, VIDEO … keMEWAHan dunia >> INTERNET … tidak MENYAMPAIKAN … takut dianggap “SOK SUCI” >> RIYA’ .. pada manusia .. TAKUT hanya pada CEMOOHAN manusia >> INTERNET … hanya utk GHIBAH … tak INGAT “DOSA” yg akan diHISAB >> AKHIRAT adalah … BESOK …. syaitan memBISIKi tiap saat >> MATI adalah TUA … masih MUDA .. masih SEHAT .. apa yg diTAKUTkan >> saya kan ISLAM … ya PASTI dapat… SYAFAAT ….masuk SURGA pasti >> Allah kan MAHA PENGAMPUN … aku ISLAM pasti “diampuni” >> aku sudah Shalat ….. aku sudah puasa … ya pasti dapat SURGA >> aku sudah SYAHADAT … api NERAKA .. tak mempan pd KULITku >> BIDADARI – BIDADARI … sudah siap MENYAMBUTku …. di akhirat >> NAUNGAN … pohon dan nikmat SURGA … sudah TERBAYANG >> aku kan ISLAM … aku kan orang BERIMAN ….. >> ……………………………………………………………….. dst APAKAH KAMU/aku … MENGIRA AKAN MASUK SURGA ?? ————————–———— >> ﴾ Ali Imran:142 ﴿…. Belum/tidak … diUJI dengan “JIHAD dan SABAR” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? ………… Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (???), padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. ———————– >>> ﴾ Al Baqarah:214 ﴿ …. Belum/tidak … diUJI dengan “MALAPETAKA dan KESENGSARAAN” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? …………….. Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (??), padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ————————– mimpi-mimpi para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM 72 golongan selalu BERMIMPI …. dapat BAIk/nikmat/ SURGA ……. janji Allah {katanya} ————————–————— Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. Buta melihat BATAS ‘waktu” >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. TIDAK menyiapkan BEKAL >>>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu ‘melihat” keSENANGan >>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu berMIMPI surga >>>>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira cukup BAIK amalnya >>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira CUKUP ibadahnya >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira AKAN dapat syafaat Tuhan >>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira dapat AMPUNAN Tuhan >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira SELAMAT di akhirat >>>>>>> ——————-

July 7, 2016 Edy Gojira 6

mimpi-MIMPI para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM [...]

Banyak sekali ... PERTANYAAN .... "apakah AKU/kamu medapatkan PAHALA LAILATUL QADAR ?? ------------------------------- jawaban yg mudah sekali .. kita LIHAT tanda-tandanya SAJA !!! -------------------------- setelah PUASA Ramadhan apakah LEBIH TAQWA pada Allah ... jika YA, berarti ada KEMUNGKINAN mendapat HIDAYAH/petunjuk dari Allah .... ada kemungkinan mendapatkan PAHALA Lailatul Qadar ---------------------------------------------- setelah PUASA apakah perbuatan LEBIH BURUK .. atau SAMA saja sebelum PUASA Ramadhan ?? ------------------------------ >> ......... jika IYA .. ada kemungkinan KITA mendapatkan HANYA LAPAR dan HAUS saja !!! >> ......... kita ada kemungkinan BELUM tergolong orang BERIMAN ... hanya MUSLIM BUIH !! >> ........ kita ada kemungkinan masih tergolong FASIK {mengambil perintah ALLAh yang ENAK dan MUDAH saja...... perintah yg "SUSAH dan BERAT" ... di tinggalkan .... tidak diperdulikan} >> ........ kita ada kemungkinan,masih tergolong/dikelompokkan Allah sebagai MURTAD tanpa SADAR, masih tergolong penyembah THAGHUT, taklid buta, penyembah ULAMA/RAHIB, >> ....... kita ada kemungkinan masih tergolong manusia BUTA {Qalbunya}, tidak berusaha MEMAHAMI kebenaran Firman ALLAH, tidak berusaha MENGAMALKAN perintah Allah AL QUR'AN dan AL HADITS ... secara KAFFAH ... masih BANYAK FASIKnya ..... masih BANYAK DOSAnya ... masih BANYAK MAKSIATnya ------------------------------------- ISLAM KAFFAH = MELAKSANAKAN AJARAN Allah secara keseluruhan, …. tanpa MEMBEDAKAN semua ayat-ayat ALLAH …… atau …. mengikuti langkah-langkah SYAITHAN dengan melakukan pembeda-bedaan ajaran Islam atau meremehkan sebagian ajaran Allah dan Nabi-Nya .————- ……………………..memakai ayat yg MUDAH dilakukan …. ayat Allah yg SULIT dan nyawa TARUHANnya … diABAIKAN, di lewati SEAKAN-AKAN TIDAK ada adalah = ciri MUSLIM BUIH .. muslim FASIK …, muslim 72 golongan ——- …………………………..………. ISLAM KAFFAH {“manhaj SELAMAT dunia akhirat”} = berPEGANG pada SUNNAH NABI SAW dan SAHABAT NABI {Khalifah Rasyidin … sesudah Nabi} ……………………..………………… “Pegang teguhlah SUNNAH-ku {=contoh dari NABI SAW} dan sunnah KHALIFAH-Khalifah Rasyidin sesudah aku, pegang teguhlah dengan gerahammu”. (Hadits riwayat Imam Abu Daud dan Tirmidzi. Lihat Sunan Abu Daud Juzu’ II hal. 201)<<<<…………………………………………………………………………..>>>> “Bahwasanya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 millah (firqah) dan akan berFIRQAH umatku sebanyak 73 firqah, SEMUA-nya masuk NERAKA “kecuali” SATU. Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya, “SIAPAkah yang satu itu ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Yang satu itu ialah orang yang berpegang (beri i’tiqad) sebagai PEGANGAN-KU (i’tiqadku) dan pegangan sahabat-SAHABAT-KU”. (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, lihat Shahih Tirmidzi juz X) ----------------------- “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya). <<<< …………………………………………………. >>>>

July 7, 2016 Edy Gojira 6

Banyak sekali ... PERTANYAAN .... "apakah AKU/kamu medapatkan PAHALA LAILATUL [...]

1 2 3 20