Loading
Dalam Islam | EP Artikel-Edy Gojira

mimpi-MIMPI para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM 72 golongan,,,, selalu BERMIMPI …. dapat BAIk/nikmat/ SURGA ……. janji Allah {katanya} ——————————— Mengapa umat ISLAM di akhir zaman yang mayoritas …… begitu LEMAH dan ….mudah di-DZOLIMi oleh kaum KUFFAR ????????? ———————————————————– Sebuah hadis diriwayatkan daripada Thauban r.a., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.” Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai {/banyak} tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?” Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.” —————————————————————– Suatu keadaan yang nyata di hadapan kita sekarang, bahwa jumlah umat Islam sudah cukup banyak. Di dunia ini, satu setengah milyar lebih penduduk bumi adalah Muslim. Tetapi kita saksikan bahawa jumlah yang banyak ini belum membawa umat ini keluar dari kesulitan-kesulitannya. Inilah rupanya yang diungkapkan Rasulullah dalam hadis di atas. Patutlah kiranya kita semua, umat Islam melihat ke dalam, seberapa jauh kiranya kita sudah terjangkiti penyakit al-Wahn tersebut, penyakit cinta dunia dan takut akan kematian. —————– Tentunya ini tak lepas dari kesalahan pandangan umumnya masyarakat Muslim terhadap kehidupan dunia. Mengapa sampai cinta pada dunia dan takut mati? Tentu ini kerana memandang bahwa dunia ini adalah tempatnya segala kesenangan, dan kematian adalah pemutus kesenangan tersebut. Sungguh suatu cara pandang yang sesat dan keliru. —————————— …………………….. Jika semua “DUNIA” diberikan Allah …. kemungkinan terJERUMUS ke NERAKA …. semakin BESAR … godaan SYAITAN, dan Nafsu memiliki DUNIA ……………………. >> UJUB … sombong DIRI …. pasti MENYELIMUTI HATI >> BERAMAL akhirat utk DUNIA …. pasti SELAMAnya dilakukan >>meremehkan JIHAD … lebih MENYIBUKKAN … kesenangan DUNIA >> BUTA mata QALBU …. ingin hidup lama …. menikmati DUNIA >> MENGIRA diri … dpt NIKMAT Akhirat …. di dunia SAJA diberi BAIK >> merasa CUKUP …. agamanya … AMALANnya … REZEKI … bangga diri >> LUPA Kewajiban BESAR …. yg BELUM/TIDAK dilakukan …. fasik >> BERKACA … melihat ke ATAS pada manusia LAIN … tidak TUNDUK >> IQRO’ … KORAN, TV, MUSIK, VIDEO … keMEWAHan dunia >> INTERNET … tidak MENYAMPAIKAN … takut dianggap “SOK SUCI” >> RIYA’ .. pada manusia .. TAKUT hanya pada CEMOOHAN manusia >> INTERNET … hanya utk GHIBAH … tak INGAT “DOSA” yg akan diHISAB >> AKHIRAT adalah … BESOK …. syaitan memBISIKi tiap saat >> MATI adalah TUA … masih MUDA .. masih SEHAT .. apa yg diTAKUTkan >> saya kan ISLAM … ya PASTI dapat… SYAFAAT ….masuk SURGA pasti >> Allah kan MAHA PENGAMPUN … aku ISLAM pasti “diampuni” >> aku sudah Shalat ….. aku sudah puasa … ya pasti dapat SURGA >> aku sudah SYAHADAT … api NERAKA .. tak mempan pd KULITku >> BIDADARI – BIDADARI … sudah siap MENYAMBUTku …. di akhirat >> NAUNGAN … pohon dan nikmat SURGA … sudah TERBAYANG >> aku kan ISLAM … aku kan orang BERIMAN ….. >> ……………………………………………………………….. dst APAKAH KAMU/aku … MENGIRA AKAN MASUK SURGA ?? ————————–———— >> ﴾ Ali Imran:142 ﴿…. Belum/tidak … diUJI dengan “JIHAD dan SABAR” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? ………… Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (???), padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. ———————– >>> ﴾ Al Baqarah:214 ﴿ …. Belum/tidak … diUJI dengan “MALAPETAKA dan KESENGSARAAN” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ?? …………….. Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (??), padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ————————– mimpi-mimpi para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM 72 golongan selalu BERMIMPI …. dapat BAIk/nikmat/ SURGA ……. janji Allah {katanya} ————————–————— Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. Buta melihat BATAS ‘waktu” >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. TIDAK menyiapkan BEKAL >>>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu ‘melihat” keSENANGan >>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu berMIMPI surga >>>>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira cukup BAIK amalnya >>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira CUKUP ibadahnya >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira AKAN dapat syafaat Tuhan >>>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira dapat AMPUNAN Tuhan >>>>> Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira SELAMAT di akhirat >>>>>>> ——————-

July 7, 2016 Edy Gojira 6

mimpi-MIMPI para BUIH .. para AL WAHN …. para MUSLIM […]

Banyak sekali … PERTANYAAN …. “apakah AKU/kamu medapatkan PAHALA LAILATUL QADAR ?? ——————————- jawaban yg mudah sekali .. kita LIHAT tanda-tandanya SAJA !!! ————————– setelah PUASA Ramadhan apakah LEBIH TAQWA pada Allah … jika YA, berarti ada KEMUNGKINAN mendapat HIDAYAH/petunjuk dari Allah …. ada kemungkinan mendapatkan PAHALA Lailatul Qadar ———————————————- setelah PUASA apakah perbuatan LEBIH BURUK .. atau SAMA saja sebelum PUASA Ramadhan ?? —————————— >> ……… jika IYA .. ada kemungkinan KITA mendapatkan HANYA LAPAR dan HAUS saja !!! >> ……… kita ada kemungkinan BELUM tergolong orang BERIMAN … hanya MUSLIM BUIH !! >> …….. kita ada kemungkinan masih tergolong FASIK {mengambil perintah ALLAh yang ENAK dan MUDAH saja…… perintah yg “SUSAH dan BERAT” … di tinggalkan …. tidak diperdulikan} >> …….. kita ada kemungkinan,masih tergolong/dikelompokkan Allah sebagai MURTAD tanpa SADAR, masih tergolong penyembah THAGHUT, taklid buta, penyembah ULAMA/RAHIB, >> ……. kita ada kemungkinan masih tergolong manusia BUTA {Qalbunya}, tidak berusaha MEMAHAMI kebenaran Firman ALLAH, tidak berusaha MENGAMALKAN perintah Allah AL QUR’AN dan AL HADITS … secara KAFFAH … masih BANYAK FASIKnya ….. masih BANYAK DOSAnya … masih BANYAK MAKSIATnya ————————————- ISLAM KAFFAH = MELAKSANAKAN AJARAN Allah secara keseluruhan, …. tanpa MEMBEDAKAN semua ayat-ayat ALLAH …… atau …. mengikuti langkah-langkah SYAITHAN dengan melakukan pembeda-bedaan ajaran Islam atau meremehkan sebagian ajaran Allah dan Nabi-Nya .————- ……………………..memakai ayat yg MUDAH dilakukan …. ayat Allah yg SULIT dan nyawa TARUHANnya … diABAIKAN, di lewati SEAKAN-AKAN TIDAK ada adalah = ciri MUSLIM BUIH .. muslim FASIK …, muslim 72 golongan ——- …………………………..………. ISLAM KAFFAH {“manhaj SELAMAT dunia akhirat”} = berPEGANG pada SUNNAH NABI SAW dan SAHABAT NABI {Khalifah Rasyidin … sesudah Nabi} ……………………..………………… “Pegang teguhlah SUNNAH-ku {=contoh dari NABI SAW} dan sunnah KHALIFAH-Khalifah Rasyidin sesudah aku, pegang teguhlah dengan gerahammu”. (Hadits riwayat Imam Abu Daud dan Tirmidzi. Lihat Sunan Abu Daud Juzu’ II hal. 201)<<<<…………………………………………………………………………..>>>> “Bahwasanya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 millah (firqah) dan akan berFIRQAH umatku sebanyak 73 firqah, SEMUA-nya masuk NERAKA “kecuali” SATU. Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya, “SIAPAkah yang satu itu ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Yang satu itu ialah orang yang berpegang (beri i’tiqad) sebagai PEGANGAN-KU (i’tiqadku) dan pegangan sahabat-SAHABAT-KU”. (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, lihat Shahih Tirmidzi juz X) ———————– “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya). <<<< …………………………………………………. >>>>

July 7, 2016 Edy Gojira 6

Banyak sekali … PERTANYAAN …. “apakah AKU/kamu medapatkan PAHALA LAILATUL […]

BERTANGGUNGJAWAB …. APA yang telah DIKERJAKAN.. {Al Muddastir:38} …. Tidak ada lagi “TALI NASAB” … keluarga atau teman… {Al Mu’minun:101} —————————— MATI ….. Rugi … Su’ul Khatimah …. krn diLALAIkan oleh DUNIA …………………….. jangan SYIRIK … jangan MURTAD tanpa sadar … …………….. jangan MUNAFIK … jangan FASIK … jangan DOSA BESAR ————————– LAHIR “”sendirian”” …… MATI juga “”sendirian”” ….. TANGGUNG JAWAB “ sendirian” —————————- jika KAMU .. atau mungkin saya …. di LEMPAR ke NERAKA … adalah TANGGUNG JAWAB dirimu SeNDIri …../ diriku sendiri ——————– ﴾ Al An’am:94 ﴿ Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah). ……………… ﴾ Maryam:95 ﴿ Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. …………….. ﴾ Al Mu’minun:101 ﴿ Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya……………………. ﴾ Al Muddastir:38 ﴿ Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,………………… ﴾ Al Baqarah:134 ﴿ Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. …………….. ﴾ Saba’:25 ﴿ Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat”………………… ﴾ Al Qiyaamah:36 ﴿ Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?……………. ﴾ Al Israa’:36 ﴿ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ————————-

July 5, 2016 Edy Gojira 2

BERTANGGUNGJAWAB …. APA yang telah DIKERJAKAN.. {Al Muddastir:38} …. Tidak […]

mengapa Allah MENYIKSA orang kafir di NERAKA ??? ————– KAFIR …kan KEHENDAK ALLAH …. takdir Allah .. ketetapan dari ALLAH ?? ————– ” Mau tanya dong kawan…. Mengapa sih, orang kafir harus ditakdirkan masuk neraka? Bukankah Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui…? Nyatanya, hidayah datangnya dari Allah… Siksaan juga datangnya dari Allah… Mengapa Allah menciptakan hamba-hamba-Nya yang sejak awal diciptakan akan masuk neraka?…………………. Bukankah hati dan akal tidak cukup untuk mencapai kebenaran, tanpa hidayah itu sendiri…?……… Ini juga jadi pertanyaan teman ane…. Jawab yach…. ……….. Jaza kumullahu khair.” ============================= Apakah manusia …Beriman/Kafir dan …Masuk Surga/Neraka …. Sudah Ditakdirkan Allah? ——————- Sesungguhnya, seorang anak Adam, telah ditentukan oleh Allah, akan dimasukkan ke Surga atau Neraka jauh sebelum mereka dilahirkan, sebagaimana terdapat dlm hadits, …………………………… “Allah menciptakan Adam, lalu ditepuk pundak kanannya kemudian keluarlah keturunan yang putih, mereka seperti susu. Kemudian ditepuk pundak yang kirinya lalu keluarlah keturunan yang hitam, mereka seperti arang.. Allah berfriman, ‘Mereka (yang seperti susu -pen) akan masuk ke dlm surga sedangkan Aku tak peduli dan mereka (yang seperti arang-pen) akan masuk ke neraka sedangkan Aku tak peduli.’” (Shahih; HR. Ahmad, ath-Thabrani dallam Al-Mu’jamul Kabir & Ibnu Asakir, lihat Shahihul Jami’ no: 3233) ———–………………….. Dari Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam & beliau sedang membawa tongkat sambil digores-goreskan ke tanah seraya bersabda,……………… ‘Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun surga.’ (HR. Bukhari & Muslim) —————————— Setelah mengetahui bahwa seseorang telah ditentukan akan dimasukkan ke surga atau neraka, tentu akan timbul pertanyaan & kesimpulan berdasarkan akal logika manusia yang lemah, “Kalau begitu buat apa kita beramal. Nanti udah capek-capek ibadah ternyata masuk neraka” atau perkataan semisal itu. ———————————- Pertanyaan semisal ini pun banyak ditanyakan oleh para sahabat di berbagai kesempatan. Salah satunya adalah pertanyaan seorang sahabat ketika mendengar pernyataan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun surga.’ —————————— Maka para sahabat bertanya, ‘”Wahai Rasulullah, kalau begitu apakah kami tinggalkan amal shalih & bersandar dgn apa yang telah dituliskan utk kami (ittikal)?”‘ (maksudnya pasrah saja tak melakukan suatu usaha – pen) ————————– Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ .ثُمَّ قَرَأَ ( فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى * وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ). الآية Beramallah kalian! Sebab semuanya telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan untuknya. Adapun orang-orang yang bahagia, maka mereka akan mudah utk mengamalkan amalan yang menyebabkan menjadi orang bahagia. Dan mereka yang celaka, akan mudah mengamalkan amalan yang menyebabkannya menjadi orang yang celaka” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah, “Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah & bertakwa, & membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (HR. Bukhari, kitab at-Tafsir & Muslim, kitab al-Qadar) —————————————– JANGAN sekalipun melakukan keMUSYRIKan ….. dan … keKAFIRAN —— JAUHI …… HINDARI …….. DOSA-DOSA BESAR ….. dan ….DOSA tidak terampuni oleh Allah/ SYIRIK {menyekutukan Allah} —————————- “Anas r.a. berkata, ketika Nabi ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab: “Syirik (mempersekutukan Allah), durhaka terhadap kedua ayah-bunda, membunuh jiwa manusia, dan saksi palsu.”……. JAUHI …… HINDARI …….. DOSA-DOSA BESAR ….. dan ….DOSA tidak terampuni oleh Allah/ SYIRIK {menyekutukan Allah} —————————- “Anas r.a. berkata, ketika Nabi ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab: “Syirik (mempersekutukan Allah), durhaka terhadap kedua ayah-bunda, membunuh jiwa manusia, dan saksi palsu.”

July 4, 2016 Edy Gojira 1

KAFIR …kan KEHENDAK ALLAH …. takdir Allah .. ketetapan dari […]

Pengertian Takdir ….dan…. Hubungan Dengan KeMAHA-TAHUan Tuhan —————————- SEBAB yang BAIK Akan Mendatangkan KeBAIKan ……….. SEBAB yang BURUK Akan Mendatangkan KeBURUKan —————————– Apakah takdir itu sudah ditetapkan oleh Allah terhadap manusia?. Apakah manusia berakhir (mati) dalam keadaan menjadi penjahat atau kafir itu sudah ditakdirkan oleh Allah?. Jika sudah mengapa harus masuk neraka?. ———————- Itulah beberapa pertanyaan yang mungkin menjadi pikiran bagi anda-anda semua. Untuk mengetahui jawaban diatas, maka berikut saya berikan beberapa ayat-ayat Al-Quran yang membahas mengenai pertanyaan diatas : ========================= Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak ada satu jiwapun dari kalian melainkan telah diketahui tempatnya, baik di surga atau di neraka.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu untuk apa kita beramal? Mengapa kita tidak pasrah saja?” Beliau menjawab, “Tidak, tapi beramallah! Karena setiap orang telah dimudahkan kepada apa yang telah ditakdirkan untuknya.” (HR: Bukhari, (VII/212) dan Muslim, (VIII/47, no. 2647). …………………………………………………. keimanan terhadap takdir harus mencakup empat prinsip. Keempat prinsip ini harus diimani oleh setiap muslim. ………………………. Pertama: Mengimani bahwa Allah Ta’ala mengetahui dengan ilmunya yang azali dan abadi tentang segala sesuatu yang terjadi baik perkara yang kecil maupun yang besar, yang nyata maupun yang tersembunyi, baik itu perbuatan yang dilakukan oleh Allah maupun perbuatan makhluknya. Semuanya terjadi dalam pengilmuan Allah Ta’ala…………………………. Kedua: Mengimanai bahwa Allah Ta’ala telah menulis dalam lauhul mahfudz catatan takdir segala sesuatu sampai hari kiamat. Tidak ada sesuatupun yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kecuali telah tercatat………………………………… Dalil kedua prinsip di atas terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman, أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَافِي السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ {70} “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah” (QS. Al Hajj:70)……………………… وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَيَعْلَمُهَآ إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَافِي الْبَرِّوَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ يَعْلَمُهَا وَلاَحَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ اْلأَرْضِ وَلاَرَطْبٍ وَلاَيَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مًّبِينٍ {59} “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”” (QS. Al An’am:59)……………………………………………. Sedangkan dalil dari As Sunnah, di antaranya adalah sabda Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa salam, كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ “… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi”[HR. Muslim 2653……………………………….. Ketiga: Mengimani bahwa kehendak Allah meliputi segala sesuatu, baik yang terjadi maupun yang tidak terjadi, baik perkara besar maupun kecil, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik yang terjadi di langit maupun di bumi. Semuanya terjadi atas kehendak Allah Ta’ala, baik itu perbuatan Allah sendiri maupun perbuatan makhluknya………………………………. Keempat: Mengimani dengan penciptaan Allah. Allah Ta’ala menciptakan segala sesuatu baik yang besar maupun kecil, yang nyata dan tersembunyi. Ciptaan Allah mencakup segala sesuatu dari bagian makhluk beserta sifat-sifatnya. Perkataan dan perbuatan makhluk pun termasuk ciptaan Allah …………………. Dalil kedua prinsip di atas adalah firman Allah Ta’ala, اللهُ خَالِقُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ {62} لَّهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِئَايَاتِ اللهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ {63} “.Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.”(QS. Az Zumar 62-63)…………………………. وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَاتَعْمَلُونَ {96} “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu“.” (QS. As Shafat:96). =============================== “Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3) ………………………. BerHATI-HATIlah … lihat diri kita sendiri…. kita sekarang “BERAMAL . penduduk NERAKA” …atau … berAMAL “penduduk SURGA”/ Jalan Allah {sesuai perintah dan larangan Allah} ???? ————————–————————–— “Sesungguhnya ada di antara kalian yang beramal dengan amalan ahli Surga menurut pandangan manusia, padahal sebenarnya ia penduduk Neraka.” (HR. Muslim } ———————————–—— “Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja,” adalah seseorang yang menurut pandangan mata manusia mengerjakan amalan surga dan ketika sudah mendekati ajalnya mengerjakan amalan penduduk neraka, kemudian ia dimasukkan ke dalam neraka. Jadi yang dimaksud ‘jaraknya dengan surga atau neraka tinggal sehasta‘ bukan tingkatan dan kedekatannya dengan surga, namun waktu antara hidupnya dengan ajalnya tinggal sebentar, seperti sehasta. ————————- Yang patut kita pahami dari hadits ini, bukan berarti ketika kita sudah berusaha melakukan kebaikan dan amalan ibadah maka Allah akan menyia-nyiakan amalan kita. Karena hadits di atas diperjelas dengan hadits lainnya, yaitu, ————————- Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda, – dan beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan – “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: rezeki, ajal, amal dan celaka/bahagianya. Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Bad’ul Khalq)

July 4, 2016 Edy Gojira 1

Pengertian Takdir ….dan…. Hubungan Dengan KeMAHA-TAHUan Tuhan —————————- SEBAB yang BAIK […]

1 2 3 19