Loading
Bola | EP Artikel-Edy Gojira

BUMI BULAT … LANGIT juga BULAT … sudah diJELASkan AL QUR’AN ————————————— AL QUR’AN menjelaskan “segala SESUATU” … >> Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan SEGALA SESUATU, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. Q.S Yusuf:111 ——————– SIFAT KETERBATASAN MANUSIA ITU ADALAH MERASA SEGALA TAHU DAN HANYA BERBEKAL TEORI YANG TERPANDANG OLEH MATA ——————— Para kafir harby sering kali menuduh Ayat Alqur’an tidak ilmiah —————- TUJUH (7) langit = HAMPIR sama bentuknya dengan BUMI = universe = alam semesta <<<< ----------------------------- 7 LANGIT= 7 konstelasi = lapisan langit …. seperti BUMI [berbentuk BOLA .. efek dari BIG BANG } konstelasi bumi mulai dari elektron mengelilingi Inti …. sampai konstelasi pulau yg terpisahkan samudra /laut {memudahkan penggambaran pemahaman} --------------------------------------- konstelasi LANGIT /alam semesta/ universe .... <<< mulai dari langit 1 BINTANG dan PLANETnya ,,,,,,, << langit 2 {selanjutnya} .. al BURUJ/ gugusan bintang /kumpulan BINTANG/galaksi .... << langit 3 /selanjutnya .... gugusan/kumpulan BURUJ/ cluster .... << langit 4 ... gugusan/kumpulan CLUSTER / super cluster .... << sampai langit 7 SAJA {langit/samawat= TERBATAS= yg TIDAK terbatas adalah ALLAH .... ALLAHU AKBAR ... Allah MAHA BESAR --------------------------------------- ﴾ Ath Thalaaq:12 ﴿ Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. ٱللَّـهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ ٱللَّـهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا ﴿الطلاق:١٢﴾ ———————------------------------------------- << LANGIT terdekat … konstelasi BINTANg dan PLANETnya = langit 1 >>> ——————– Ash Shaaffat:6 ﴿ Sesungguhnya Kami telah menghiasi {زَيَّنَّا} langit { ٱلسَّمَآءَ} yang terdekat {ٱلدُّنْيَا} dengan hiasan, yaitu PLANET-PLANET {ٱلْكَوَاكِبِ}, إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ ﴿الصافات:٦﴾ —————————– Qur-an menamakan planet itu dengan nama Kaukab. Kata jamaknya Kawakib, tetapi tanpa memberitahukan jumlahnya. Impian Nabi Yusuf menyebutkan sebelas (surat 12 atau surat Yusuf) akan tetapi ini adalah riwayat impian NabiYusuf. ——————– ———————————- HIASAN langit yg lain ….. GALAKSI /buruj… konstelasi PUSAT GALAKSI / blackhole / dwarf star dan BINTANG-BINTANG ….. LANGIT ke 2 ——————— ﴾ Al Hijr:16 ﴿ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (GALAKSI / galaxy / KUMPULAN BINTANG-BINTANG /بُرُوجًا) dan Kami telah menghiasi {وَزَيَّنّٰهَا} langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِينَ ﴿الحجر:١٦﴾ ——————————- ﴾ Al Buruuj:1 ﴿ Demi langit yang mempunyai gugusan bintang {BURUJ/ٱلْبُرُوجِ} , وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ ﴿البروج:١﴾ ————- ﴾ Al Furqaan:61 ﴿ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang {BURUJ/ بُرُوجًا} dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرٰجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا ﴿الفرقان:٦١﴾ —————– Galaksi atau yang dalam terminologi al-Qur’an disebut al-buruj,merupakan suatu sistem dari himpunan besar yang terdiri dari bintang-bintang yang jumlahnya jutaan, bahkan milyaran. Hornby mendefinisikan galaksi sebagai beberapa kelompok besar gugusan bintang-bintang di angkasa luar yang menghimpun tata surya kita. ========================= AL QUR’AN Menjawab …. Tuduhan Allah Menciptakan Bumi Datar ———————————— BULATNYA BUMI DI JELASKAN DALAM AL-QUR’AN —————————— SIFAT KETERBATASAN MANUSIA ITU ADALAH MERASA SEGALA TAHU DAN HANYA BERBEKAL TEORI YANG TERPANDANG OLEH MATA —————————- Para kafir harby sering kali menuduh Ayat Alqur’an tidak ilmiah berkaitan dengan anggapan bahwa menurut Alqur’an bumi itu datar. ——————————- ———— Ada satu ayat Al-Qur’an lagi yang patut kita perhatikan sebagai tambahan penjelasan masalah ini, inilah jawaban telak tentang tuduhan bumi itu datar menurut Alqur’an: surat Az-Zumar ayat 5 خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ “Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Maha Mulia, Maha Pengampun.” (QS.Az-Zumar:5) —————- Kata “at-takwir” artinya adalah menggulung. Pada ayat di atas dengan jelas Allah berfirman bahwa malam menggulung siang dan siang menggulung malam. Kalau malam dan siang dapat saling menggulung, pastilah karena keduanya berada pada satu TEMPAT YANG BULAT secara bersama-sama. Bagaimana keduanya dapat saling menggulung jika berada pada tempat yang datar….? Kalau saja kejadian itu pada tempat yang datar, mestinya akan lebih tepat jika dipakai kata MENIMPA atau MENINDIH. ——————— Dari keterangan ayat di atas juga dapat diperoleh gambaran bahwa pada permukaan bumi ini setiap saat, separuh permukaannya senantiasa malam, dan separuh lagi permukaannya adalah siang hari. Hal ini dapat digambarkan dari keterangan ayat, dimana seolah-olah bagian kepala dari sang malam itu menggulung bagian ekor dari sang siang, namun pada saat yang sama bagian kepala dari sang siang sedang menggulung pula bagian ekor dari sang malam. Sebanyak bagian siang yang digulung malam, maka pada saat yang bersamaan, sebanyak itu pula bagian malam yang sedang digulung oleh sang siang. Sekali lagi, keterangan ini menggambarkan bahwa terjadinya hal menakjubkan tersebut di atas bumi, hanya jika permukaan BUMI ITU BULAT adanya…! —————–

September 2, 2016 Edy Gojira 1

BUMI BULAT … LANGIT juga BULAT … sudah diJELASkan AL […]

KEHANCURAN ALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN —————— KEHANCURAN ALAM PERSPEKTIF SAINS MODERN (TEORI BIG CRUNCH) ————————- Al-Qur’an memiliki banyak ayat yang menganjurkan manusia untuk berfikir dan menggunakan akal mereka dalam mengungkapkan rahasia alam semesta.[4] Pada kesempatan ini, pemakalah membatasi sumber yang diambil dari ayat Al-Quran. Ayat Al-Quran yang digunakan adalah surat Al-Anbiya’ ayat 104. ” Pada hari kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku”. ———— Kiamat atau kehancuran alam semesta merupakan fenomena tersendiri untuk para cendekiawan dan ilmuan. Salah satu cabang ilmu yang menelaah kiamat adalah sains. Dalam hal ini pemakalah membatasi kajian mengenai kehancuran alam semesta perspektif sains pada teori Big Crunch.———– Rumusan Masalah—– Dari latar belakang dan dasar pemikiran di atas, maka pokok yang menjadi titik konsentrasi kajian adalah: Bagaimana Teori Kehancuran Alam menurut Al-Quran? Bagaimana Kehancuran Alam perspektif Sains (Fisika) pada teori Big Crunch? Bagaimana hubungan penjelasan Teori Kehancuran Alam dari sudut pandang Al-Qur’an dan Sains (Fisika)? Tujuan———— Mengetahui ranah integrasi-interkoneksi teori kehancuran alam semesta perspektif Al-Qur’an dan Sains modern Mengetahui model integrasi-interkoneksi teori kehancuran alam semesta perspektif Al-Qur’an dan Sains modern Manfaat———– Mempertebal keimanan dan ketaqwaan Mengetahui penjelasan Al-Quran mengenai Teori Kehancuran Alam Mengetahui penyelidikan Sains mengenai Teori Kehancuran Alam Mengetahui hubungan pendekatan Islam dan Sains (Fisika).—————— Di dalam Al-Quran sendiri, terdapat beberapa tanda-tanda Hari Kehancuran salah satunya seperti dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 104 ————– Artinya: “ Pada hari Kami melipat langit bagaikan melipat lembaran buku-buku. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama Kami akan mengulanginya. Suatu janji atas diri Kami sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.”——— Ketakutan yang besar dan terbesar itu, mulai terjadi pada hari Kami melipat langit dengan sangat mudah bagaikan melipat lembaran buku-buku atau kertas. Ketika itulah bermula proses perhitungan dan pembalasan. Hal itu sangat gampang Kami lakukan-walaupun makhluk telah mati dan punah, karena sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama dari ketiadaan menjadi ada, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji atas diri Kami, yakni yang pasti Kami tepati atas kehendak Kami sendiri bukan karena terpaksa; sesungguhnya Kami-lah yang kan melaksanakannya. Demikian juga halnya dengan langit bila ditutup atas kuasa Allah Swt. “semua langit dilipat dengan tangan kanan-Nya” (QS. az-Zumar: 97), dalam arti semua langit hilang dari pandangan dan pengetahuan siapapun kecuali Allah Swt. dan siapa yang dikehendaki-Nya.[6]—————- Pengetahuan tentang hari kehancuran, hanya Allah yang mengetahuinya. Manusia hanya diberi ilmu sedikit.[7] Al-Qur’an hanya memberikan beberapa isyarat tentang hari kehancuran alam semesta ini. Belum tentu sebagai suatu rangkian mekanisme yang pernah terjadi atau dapat diprakirakan oleh sains saat ini. Tetapi mengkaji kemungkinan secara ilmiah, diharapkan memerkuat keyakinan kita akan kepastian hari kehancuran.————— Menurut teori evolusi bintang, matahari akan membesar menjadi bintang raksasa, merah menjelang kematiaanya. Pada saat itu matahari bersinar sedemikian terangnya hingga lautan akan mendidih dan kering, batuan akan meleleh, dan kehidupan pun akan punah. Kemudian matahari akan terus bertambah besar hingga planet-planet disekitarnya, merkurius, venus, bumi dan bulan serta mars, masuk ke dalam bola gas matahari. Barangkali kejadian inilah yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an Surat al-Qiyamah ayat 7-9 sebagai “bersatunya matahari dan bulan”. Kita tidak bisa bicara tentang rentang waktu tibanya peristiwa ini sampai akhirnya kehancuran ntotal alam semesta. Karena, walaupun secara teoritik dapat diperkirakan kapan matahari akan menjadi bintang raksasa merah, sekitar 5 milyar tahun lagi, tetapi kepastian tentang saat kehancuran hanya Allah yang tahu.[8]—————- Jatuhnya pecahan komet berdiameter sekitar 100 meter di Tunguska (Siberia Utara) menumbangkan hutan dengan radius 25 km, dan ledakannya terdengar sejauh 800 km. ini contoh kerusakan akibat tumbukan benda langit.[9]————— Kehancuran total nampaknya bermula dari berkontraksinya alam semesta. Kontraksi atau pengerutan alam semesta yang digambarkan dalam model alam semesta yang digambarkan dalam model alam semesta “tertutup” mirip dengan gambaran Al-Qur’an tentang hari kehancuran semesta. “Apabila matahari digulung dan apabila bintang-bintang berjatuhan” (at-Takwir: 1-2). Mungkin ini menggambarkan ketika alam semesta mulai mengerut. Ketika itulah galaksi-galaksi mulai saling mendekat dan bintang-bintang, termasuk tata surya, saling bertumbukan, atau ‘jatuh’ satu menimpa yang lain. Alam semesta makin mengecil ukurannya. Dan akhirnya semua materi di alam semesta akan runtuh kembali menjadi satu kesatuan seperti pada awal penciptaannya. Inilah yang disebut Big Crunch (keruntuhan besar) sebagai kebalikan dari Big Bang, ledakan besar saat penciptaan alam semesta. Kejadian inilah yang digambarkan oleh Allah dalam Surat al-Ambiya’ ayat 104 dengan mengumpamakan pengerutan alam semesta seperti makin mampatnya lembaran kertas yang digulung.—————-

August 20, 2016 Edy Gojira 1

KEHANCURAN ALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN —————— KEHANCURAN ALAM PERSPEKTIF SAINS MODERN […]

Lelaki Paling TAMPAN, … Bukan Nabi Yusuf ——– ALLAH tidak melihat RUPA, tetapi HATI kita —————- amal perbuatan kita ——————- Nabi yusuf itu ketampanannya separuh dari penduduk dunia. ….Benarkah nabi Yusuf manusia paling tampan? ————————– Para wanita yang pernah ketemu Nabi Yusuf ‘alaihis salam, mereka menganggap Yusuf bukan manusia biasa, tapi jelmaan Malaikat. فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ “Tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum dengan keelokan wajahnya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.” (QS. Yusuf: 31). ——————————————- Apakah Nabi Yusuf Paling Ganteng? ……… Ulama berbeda pendapat tentang siapakah lelaki yang paling tampan. ==================================== Pendapat pertama, yang paling adalah Nabi Yusuf. ==================================== Kedua, orang yang paling tampan adalah Nabi Adam ‘alaihis Salam =================================== Ketiga, orang yang paling tampan adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. ================================= –…. >>>hadis riwayat Turmudzi dari Qatadah, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan, “Tidaklah Allah mengutus nabi, kecuali berwajah tampan, dan suaranya bagus. Dan Nabi kalian Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling tampan wajahnya dan paling indah suaranya.” ………………………… Apapun itu, yang lebih penting kita memahami bahwa derajat kemuliaan manusia di sisi Allah tidak diukur dari neraca fisik, namun kembali kepada taqwa. Kita berusaha untuk meniru taqwanya para nabi dan bukan ketampanan para nabi ………………………………….. Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)

July 2, 2016 Edy Gojira 2

Lelaki Paling TAMPAN, … Bukan Nabi Yusuf …. ALLAH tidak […]

KEBENCIAN orang-orang KAFIR terhadap ….. AL QUR’AN & RASULULLAH Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – ——————————- Ancaman Allah SWT Terhadap Orang-orang Yang Mendustkan, Mengingkari dan Menentang Al Qur’an —————————————- “Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Al-Qur’an, mereka itu tidak akan mampu melarikan diri dari adzab Kami. Apakah orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka itu lebih baik? Ataukah orang beriman yang dimasukkan ke dalam surga pada hari kiamat kelak? Wahai manusia, karena itu silahkan kalian berbuat sesuka kalian. Sungguh Allah taala senantiasa mengetahui apa yangkalian lakukan. Orang-orang kafir yang mengingkari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an datang kepada mereka PASTI CELAKA. Sungguh Al-Qur’an ini adalah sebuah kitab yang amat mulia. Al-Qur’an tidak tersentuh oleh upaya pemalsuan pada masa turunnya mau¬pun pada masa-masa selanjutnya. Al-Qur’an turun dari Tuhan Yang Maha¬bijaksana lagi Maha Terpuji. Wahai Muhammad, apa yang dikatakan oleh kaum kafir kepadamu juga telah dikatakan oleh kaum kafir dahulu kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sungguh Tuhanmu Maha Pengampun dan Maha Memberi siksa yang amat pedih.” (QS. Fusshilat, 41: 40-43) —————————————– Inilah sebagian Ayat-ayat yang menjelaskan sikap jelek dan KEBENCIAN …. orang-orang kafir terhadp Al Qur’an dan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. ————————– 1. Orang Kafir berkata: Al Qur’an Adalah Kebohongan dan Cerita-cerita Usang. ……. Allah Ta’ala berfirman: وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ افْتَرَاهُ وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًا * وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا * قُلْ أَنزَلَهُ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنَّهُ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا “Orang-orang kafir berkata: “Al-Qur’an ini hanyalah perkataan dusta yang dibuat oleh Muhammad. Dia membuat Al-Qur’an ini dibantu oleh sekelompok kaum Yahudi dan Nasrani.” Sungguh orang-orang kafir itu telah berbuat zhalim dan melakukan kebohongan yang sangat keji. Orang-orang kafir berkata: “Al-Qur’an ini hanyalah dongeng-dongeng umat-umat masa lalu yang dituliskan dan didiktekan kepada Muhammad pagi dan sore hari.” Wahai Muhammad, katakanlah: “Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan yang mengetahui segala rahasia yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.”” (QS. Al Furqan, 25: 4-6) —————————— 2. Orang Kafir berkata: Al Qur’an adalah Mimpi-mimpi kalut yang dibacakan oleh seorang Penyair. ………………… Allah Ta’ala berfirman: مَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّن رَّبِّهِم مُّحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ * لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ * قَالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ * بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَ “Setiap ada ayat Al-Qur’an datang kepada orang-orang musyrik, mereka pasti mendengarkannya dengan sikap mengejek. Hati orang-orang musyrik itu selalu melalaikan hari akhirat, dan mereka merahasiakan rencana jahat mereka kepada Nabi. Mereka berkata: “Bukankah Muhammad adalah manusia seperti kita juga? Patutkah kalian mengikuti Muhammad yang datang membawa sihir berupa Al-Qur’an? Padahal kalian tahu bahwa Al-Qur’an adalah sihir.” Muhammad berkata: “Wahai Tuhanku, Engkau mengetahui semua ucapan di langit dan di bumi. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Bahkan orang-orang musyrik berkata: “Al-Qur’an ini adalah perkataan orang yang mengigau, atau Muhammad telah merekayasa kebohongan, atau Muhammad juga seorang penyair. Karena itu, seharusnya Muhammad dapat menunjukkan mukjizat kenabian kepada kita sebagaimana rasul-rasul dahulu.” (QS. Al Anbiya’, 21: 2-5) ————————— 3. Orang Kafir berkata: Al Qur’an adalah dongeng-dongeng Purbakala. ……… Allah Ta’ala berfirman: وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ * وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا ۙ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ “Wahai Muhammad, ingatlah ketika kaum kafir Makkah mengatur siasat buruk terhadapmu, untuk menangkap kamu atau membunuh kamu, atau mengusir kamu dari Makkah. Mereka melakukan tipu daya terhadap kamu, lalu Allah menyelamatkan kamu dari tipu daya mereka. Allah adalah sebaik-baik pengatur tipu daya untuk menghancurkan orang-orang kafir. Wahai Muhammad, ketika kamu membacakan Al-Qur’an kepada kaum musyrik Makkah, mereka berkata: “Kami mendengar. Sekiranya kami mau membuat bacaan seperti Al-Qur’an, maka kami juga bisa melakukannya karena Al-Qur’an itu hanyalah dongeng-dongeng masa lalu.” (QS. Al Anfal, 8: 30-31) —————————– 4. Orang Kafir berkata: Al Qur’an adalah rekayasa kebohongan dan sihir yang yang nyata. ……… Allah Ta’ala berfirman: وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا رَجُلٌ يُرِيدُ أَن يَصُدَّكُمْ عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُكُمْ وَقَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ مُّفْتَرًى ۚ وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ * وَمَا آتَيْنَاهُم مِّن كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا ۖ وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِن نَّذِيرٍ * وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا مِعْشَارَ مَا آتَيْنَاهُمْ فَكَذَّبُوا رُسُلِي ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ “Ketika ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah jelas kebenarannya dibacakan kepada orang-orang musyrik, mereka berkata kepada sesama mereka: “Laki-laki yang membacakan Al-Qur’an ini hanyalah ingin membelokkan kita dari tradisi menyembah tuhan-tuhan selain Allah yang dilakukan oleh nenek moyang kita.” Orang-orang musyrik berkata: “Al-Qur’an yang dibawa laki-laki ini hanyalah kebohongan yang dibuat-buat.” Orang-orang kafir berkata tentang Al-Qur’an yang datang kepada mereka: “Sungguh Al-Qur’an ini benar-benar hanyalah sihir.” Kami tidak pernah menurunkan kitab suci kepada bangsa Arab sebelum Al-Qur’an ini, sehingga mereka dapat mempelajari isinya. Wahai Muhammad, sebelum kamu, Kami tidak pernah mengirim rasul kepada bangsa Arab untuk menyampaikan ancaman Tuhanmu. Umat-umat bukan bangsa Arab dahulu Kami binasakan karena mereka telah mendustakan rasul-rasul-Ku. Padahal kekayaan dan kekuatan kaummu tidak mencapai sepuluh persen dari kekayaan dan kekuatan yang Kami berikan kepada mereka dahulu. Mengapa manusia tidak mau memperhatikan adzab-Ku kepada orang-orang yang mendustakan rasul-rasul-Ku?” (QS. Saba’, 34: 43-45) —————————- 5. Orang Kafir berkata: Muhammad adalah Ahli Sihir yang banyak Berdusta. ……… Allah Ta’ala berfirman: ص ۚ وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ * بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ * كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ فَنَادَوا وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ * وَعَجِبُوا أَن جَاءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ * أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ * وَانطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ * مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ إِنْ هَٰذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌ * أَأُنزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِن بَيْنِنَا ۚ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِّن ذِكْرِي ۖ بَل لَّمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ “Shaad. Demi Al-Qur’an yang memuat peringatan. Orang-orang kafir benar-benar sangat congkak dan memusuhi agama Allah. Amat banyak negeri yang telah Kami binasakan sebelum kaum kafir Quraisy. Ketika kaum kafir di negeri itu dibinasakan, mereka berteriak: “Alangkah celakanya nasib kami karena tidak ada lagi tempat untuk melarikan diri dari adzab.” Kaum kafir Quraisy heran dengan datangnya seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang menyampaikan ancaman kepada mereka. Orang-orang kafir Quraisy berkata: “Muhammad adalah seorang penyihir lagi pembohong. Bagaimana Muhammad dapat menyatukan tuhan yang begitu banyak ini menjadi satu tuhan saja? Sungguh perbuatan Muhammad ini suatu hal yang tidak masuk akal.” Para pembesar kafir Quraisy keluar, lalu berkata: “Biarkanlah orang ini. Wahai kaum Quraisy, bersabarlah kalian untuk membela tuhan-tuhan yang kalian sembah selama ini. Sungguh perbuatan Muhammad menyatukan tuhan-tuhan kita adalah untuk tujuan tertentu. Wahai kaum Quraisy, kita tidak pernah mendengar ajaran satu tuhan ini dari agama Nasrani. Sungguh ajaran satu tuhan ini adalah kebohongan yang direkayasa. Apakah kepada Muhammad diturunkan Kitab untuk memberi peringatan kepada kita?” Bahkan kaum kafir Quraisy selalu meragukan peringatan-Ku sekalipun saat mereka ditimpa adzab.” (QS. Shaad, 38: 1-8) ——————————– 6. Akan selalu mengganggu dan kacaukan orang-orang Islam dari Al Qur’an dengan ajaran-ajaran sesat mereka. ……………… Allah Ta’ala berfirman: وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ * فَلَنُذِيقَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا عَذَابًا شَدِيدًا وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ * ذَٰلِكَ جَزَاءُ أَعْدَاءِ اللَّهِ النَّارُ ۖ لَهُمْ فِيهَا دَارُ الْخُلْدِ ۖ جَزَاءً بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ “Orang-orang kafir berkata: “Janganlah kalian dengarkan Al-Qur’an ini. Hendaklah kalian buat keributan supaya kalian dapat mengalahkan suara bacaan Al-Qur’an.” Karena itu, sungguh Kami akan menimpakan adzab yang berat kepada orang-orang kafir. Di akhirat Kami akan berikan balasan yang lebih buruk daripada dosa yang mereka lakukan di dunia. Begitulah balasan neraka bagi musuh-musuh Allah. Mereka kekal di dalam neraka, sebagai hukuman atas pengingkaran mereka kepada Al-Qur’an.” (QS. Fusshilat, 41: 26-28) —————————– 7. Orang Kafir buta matanya, menyumbat telinganya terhadap Al Qur’an. …….. Allah Ta’ala berfirman: وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ “Sekiranya Al-Qur’an ini Kami turunkan bukan berbahasa Arab, pasti kaum kafir Quraisy berkata: “Mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan berbahasa Arab yang mudah dipahami? Apakah Al-Qur’an bukan berbahasa Arab, padahal nabi yang membawa Al-Qur’an orang Arab?” Wahai Muhammad, katakanlah: “Al-Qur’an ini menjadi petunjuk dan obat bagi orang-orang yang beriman. Orang-orang yang tidak beriman, mereka menyumbat telinga mereka agar tidak mendengar Al-Qur’an. Mereka juga buta terhadap Al-Qur’an. Mereka itu seolah-olah mendengar suara Al-Qur’an dari tempat yang sangat jauh.” (QS. Fusshilat, 41: 44) —————————- 8. Bila Al Qur’an dibacakan dihadapan orang kafir, akan menampakkan wajak jelek dan jahatnya, dan nyaris menyerang orang-orang beriman. …………………… Allah Ta’ala berfirman: وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكُمُ ۗ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ “Apabila ayat-ayat Al-Qur’an yang jelas kebenarannya itu dibacakan kepada orang-orang kafir, engkau lihat wajah-wajah mereka cemberut tanda tidak senang. Orang-orang kafir itu nyaris membinasakan orang-orang mukmin yang membacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepada mereka. Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Apakah kalian mau aku beri kabar yang lebih buruk daripada sikap kalian menolak Al-Qur’an? Yaitu neraka yang Allah janjikan kepada orang-orang kafir. Neraka adalah tempat tinggal yang paling buruk bagi orang-orang kafir.” (QS. Al Hajj, 22: 72) ————————–

June 30, 2016 Edy Gojira 5

KEBENCIAN orang-orang KAFIR  terhadap ….. AL QUR’AN & RASULULLAH Shallallahu […]

Bukankah Pengumpulan al-Quran itu bid’ah ? ———————————- Ini adalah komentar yang sering dilemparkan oleh para pendukung bid’ah hasanah (baik) untuk menghalalkan bid’ah dan ibadah buatan mereka. ——————————- Maka kita jawab dengan jawaban yg ilmiah _________ Pertama : ……………… Nabi shallallahu ‘alaihiwa sallam telah memerintahkan untuk berpegang teguh dengan sunnah para al-Khulafaa ar-Roosyidiin , diantaranya Abu Bakar radhiallahu ‘ anhu. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺴُﻨَّﺘِﻲ ﻭَﺳُﻨَّﺔِ ﺍﻟْﺨُﻠَﻔَﺎﺀِ ﺍﻟﺮَّﺍﺷِﺪِﻳْﻦَ ﺍﻟْﻤَﻬْﺪِﻳِﻴْﻦَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻱ ” Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah para al-Khulafaa ar- Rosyidiin yang mendapat petunjuk setelahku” (HR At- Thirmidzi no 2676 , Abu Dawud 4607 , dan Ibnu Maajah no 42 dan dishahihkan oleh At-Thirmidzi dan Al- Haakim, dan dishahihkan oleh Al- Albani dalam Shahih al-Jaami’ no 2549) . —- Maka, mengumpulkan al-Qur ‘an adalah sunnahnya Abu Bakar radhiallahu ‘anhu yang kita diperintahkan untuk melakukannya. ________ Kedua : …………….. Penulisan al-Qur’an bukanlah sesuatu yang baru dan para Sahabat hanya mengumpul,menyalin dalam mushaf dan membukukannya saja. “Al-Qur’an telah tertulis di lembaran-lembaran, akan tetapi terpisah-pisah. Maka Abu Bakar pun mengumpulkannya pada satu tempat. Kemudian setelah itu tetap terjaga hingga akhirnya Utsman bin ‘Affaan memerintahkan untuk menyalin dari lembaran-lembaran tersebut. Lalu disalinlah ke beberapa mushaf lalu dikirim oleh Utsman ke kota-kota” (Fathul Baari 9/13) Allah ta’ala berfirman : ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺘْﻠُﻮ ﺻُﺤُﻔًﺎ ﻣُﻄَﻬَّﺮَﺓً “( Yaitu ) seorang Rasul dari Allah (yaitu Muhammad ) yang membacakan lembaran- lembaran yang disucikan ( Al Quran )” (QS. Al-Bayyinah : 2 ). ————— Ayat ini menunjukan bahwa al-Qur ‘an terlah tercatat di lembaran-lembaran yang suci. Rasulullah shallallahu ‘ alaihi wa sallam pernah bersabda : ﻻَ ﺗَﻜْﺘُﺒُﻮﺍ ﻋَﻨِّﻲ ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺘَﺐَ ﻋَﻨِّﻲ ﻏَﻴْﺮَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻓَﻠْﻴَﻤْﺤُﻪُ ” Janganlah kalian menulis dariku , barang siapa yang menulis dariku selain Al- Qur ‘an maka hapuslah ” (HR Muslim no 3004 ). ————- Hadits ini menunjukan bahwa al-Qur ‘an telah tercatat di masa kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tentunya mengumpulkan lembaran-lembaran itu semua dalam satu tempat maka bukanlah perkara yang diingkari . ________ Ketiga : …………. Mereka (para sahabat) mengumpulkan al- Qur ‘an dalam rangka merealisasikan firman Allah ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮَ ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﻟَﻪُ ﻟَﺤَﺎﻓِﻈُﻮﻥَ ” Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar- benar memeliharanya” ( QS Al -Hijr : 9 ) ………………. Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Qur’an selama – lamanya. Dan diantara bentuk penjagaan Allah terhadap al-Qur ‘an adalah Allah memudahkan para sahabat untuk mengumpulkan lembaran-lembaran Al-Qur ‘ an sebagaimana yang dipelopori oleh Abu Bakar As-Shiddiq dan kemudian dilanjutkan oleh Utsman bin ‘Affaan dengan penyalinan lembaran- lembaran tersebut dalam mushaf – mushaf . …………. Oleh karenanya apa yang dilakukan oleh Abu Bakar adalah fardu kifayah dalam rangka menjalankan perintah Allah . …………… Al-Haafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: ” Ibnu Al- Baaqillaani berkata : Apa yang dilakukan oleh Abu Bakr merupakan fardu kifayah, dengan dalil sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ” Janganlah kalian menulis dariku selain Al- Qur ‘an” disertakan dengan firman Allah ﺇِﻥَّ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺟَﻤْﻌَﻪُ ﻭَﻗُﺮْﺁﻧَﻪُ ” Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan ( membuatmu pandai) membacanya” ( QS Al- Qiyaamah :17) …………………….. Dan juga firman Allah : ﺇِﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﻟَﻔِﻲ ﺍﻟﺼُّﺤُﻒِ ﺍﻷﻭﻟَﻰ (١٨ ) “Sesungguhnya ini benar- benar terdapat dalam Kitab – Kitab yang dahulu ” ( QS Al-A ‘ la : 18) …………………….. Dan firman Allah ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺘْﻠُﻮ ﺻُﺤُﻔًﺎ ﻣُﻄَﻬَّﺮَﺓً “( yaitu ) seorang Rasul dari Allah (yaitu Muhammad ) yang membacakan lembaran- lembaran yang disucikan ( Al Quran )” (QS Al- Bayyinah : 2 ) ……………………. Maka seluruh perbuatan yang kembali pada (merealisasikan) pengumpulan dan penjagaan al-Qur ‘an maka hukumnya wajib kifayah . ————— Dan itu semua adalah bentuk nasehat kepada Allah , RasulNya, KitabNya , para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin pada umumnya” (Fathul Baari 9 /14 ) —————- Karenanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki sekretaris-sekretaris ﻛُﺘَّﺎﺏُ ﺍﻟْﻮَﺣْﻲِ yang beliau tugaskan untuk menulis wahyu (al-Qur ‘an ). —————— Mereka menulis al-Qur ‘ an yang didikte oleh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Tentunya ini merupakan isyarat dari Nabi untuk mengumpulkan al- Qur ‘an setelah selesai seluruh penyalinan di lembaran- lembaran mereka. ————————— Tentunya Allah tatkala menjamin penjagaan Al- Qur ‘an bukanlah penjagaan secara otomatis akan tetapi penjagaan dengan sebab yang Allah siapkan yaitu menggerakan hati-hati para sahabat untuk mengumpulkan Al-Qur ‘an agar tidak ada yang hilang atau yang diperselisihkan keotentikannya. _______

June 28, 2016 Edy Gojira 2

Bukankah Pengumpulan al-Quran itu bid’ah ? ———————————- Ini adalah komentar […]

1 2