Loading
Bincang | EP Artikel-Edy Gojira

segera-lah berbuat BAIK …. sebelum ASSAAH {kiamat/malapetaka/catastrophe} datang “TIBA-TIBA” …. Apakah belum muncul/datang TANDA-TANDAnya ??? ------------------------------------- “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (ASSAAH/ٱلسَّاعَةَ) kedatangannya kepada mereka dengan TIBA-TIBA, karena sesungguhnya telah datang TANDA-TANDAnya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (QS Muhammad ayat 18) ----------------------------------- Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Bersegeralah berbuat BAIK sebelum datangnya enam perkara: Dajjal, ASAP (dukhaan), binatang bumi, terbitnya matahari dari barat, Kiamat dan kematian salah seorang dari kalian.” (HR. Muslim) ----------------------------- Dari Hudzaefah bin Usaid Al-Ghifari berkata, Rasulullah saw melewati kami, sementara kami sedang berbincang-bincang. Beliau bertanya, “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab, “Kiamat.” Beliau bersabda, “Kiamat tidak datang sehingga kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya: ASAP (dukhaan), Dajjal, binatang bumi, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga pembenaman: pembenaman di timur, pembenaman di barat dan pembenaman di jazirah Arab, dan yang terakhir adalah api yang menggiring manusia ke padang Mahsyar.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi). ----------------------------- PENYEBAB “asap” (dukhan) …. “HUJAN BATU” dari langit = hujan “API” {dari bumi meteor shower/ hujan batu “terlihat” seperti obor/API turun dari LANGIT} --------------------------- >>> jika DIA (“laki-laki itu”= pemuda tuhan = al mahdi = imam mahdi= anak domba) ….. dari sisi ENGKAU … HUJANilah BATU dari LANGIT (BATSYAH) ,,,, huwa = هُوَ dia laki-laki….. ---------------------------- dan ketika وَإِذْ mereka berkata قَالُو ya Allah ا۟ ٱللَّـهُمَّ jika إِن adalah كَانَ ini هٰذَا DIA هُوَ (“LAKI-LAKI itu”) benar ٱلْحَقَّ dari مِنْ sisi Engkau عِندِكَ HUJANILAH فَأَمْطِرْ atas kami عَلَيْنَا BATU حِجَارَةً dari مِّنَ LANGIT ٱلسَّمَآءِ atau أَوِ datangkan kepada KAMI ٱئْتِنَا dengan ADZAB بِعَذَابٍ sangat PEDIH أَلِيمٍ ﴾ Al Anfaal:32 ﴿ ----------------------- <<< BINTANG BEREKOR ….. lalu …. Terjadi ….”asap”/ DUKHAAN >>> Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Abdullah bin Abu Malikah, ia berkata: “Pada suatu pagi saya pergi kepada Ibnu Abbas.” Maka ia berkata: “Malam tadi aku tidak dapat tidur sampai pagi.” Aku bertanya: ‘Apa sebabnya.” Beliau menjawab: “Karena orang-orang berkata bahwa “BINTANG BEREKOR (KOMET)” sudah terbit, maka saya cemas AKAN kedatangan “ASAP” (ad dukhaan) yang sudah mengetuk pintu, sehingga saya tidak dapat tidur sampai pagi. <<< … bintang berekor “menyebabkan” terjadinya asap ================================ Sebelum —-Kedatangan Mahdi—-, Sebuah ——KOMET—— yang Menyebarkan Cahaya Akan Datang dari Timur. Kelahiran dari Bintang itu akan Mengikuti —- GERHANA MATAHARI dan BULAN—-. Bintang Berekor Akan Lahir dari Timur dan Menyebarkan Cahayanya. Arah datangnya dari Timur menuju Barat (Ibn Hajar Haytahami) ------------------------------ ﴾ Ad Dukhaan:10 ﴿ tunggulah hari يَوْمَ datang/membawa تَأْتِى langit ٱلسَّمَآءُ dengan kabut/ASAP بِدُخَانٍ yang nyata مُّبِينٍ (مُّبِينٍ = sangat jelas disaksikan/dibenarkan dengan INDERA banyak orang), ﴾ Ad Dukhaan:11 ﴿ MENUTUPI يَغْشَى manusia ٱلنَّاسَ (manusia BUMI). Inilah azab عَذَابٌ yang pedih أَلِيمٌ (seluruh BUMI ditutupi ASAP). ﴾ Ad Dukhaan:16 ﴿ hari يَوْمَ (ketika) Kami menghantam نَبْطِشُ dengan hantaman ٱلْبَطْشَةَ yang keras لْكُبْرَىٰٓ. Sesungguhnya Kami إِنَّا adalah Pemberi siksaan مُنتَقِمُونَ.

June 15, 2016 Edy Gojira 7

segera-lah berbuat BAIK …. sebelum ASSAAH {kiamat/malapetaka/catastrophe}  datang “TIBA-TIBA” …. [...]

Rasulullah menyatakan rasa CINTA pada istri secara verbal/ kata-kata.. dengan ..... KATA-KATA yg keluar dari mulut-nya …………………….. Rasulullah menyatakan rasa cinta pada istri secara verbal/kata-kata ----------------------------------------------------------------------- 1. Rasulullah suka berbincang-bincang dengan istrinya ----------------------------------------------------------------- Pasangan suami istri yang tidak pernah berbagi cerita, tidak pernah berkomunikasi, tentu saja akan merasakan kekeringan dalam rumah tangga. ----------------------- “Adalah dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika berkumpul bersama Aisyah Radhiallahu anhaa di malam hari maka Rasulullah berbincang-bincang dengan putri Abu Bakar Radhiallahu anhumma” (HR Bukhari) ---------------------------- Hadits ini menunjukkan bahwa suami yang baik adalah lelaki yang meluangkan waktunya untuk berbicara dengan istri. Berbincang seputar hal yang bermanfaat. Entah perkara dunia atau akhirat. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa rumah tangga yang harmonis terwujud manakala terjadi komunikasi yang baik antar anggota keluarga ----------------------------- Hadits ini juga menjadi dalil pengecualian atas sabda Nabi yang menyebutkan bahwa beliau tidak menyukai obrolan-obrolah yang terjadi selepas isya. Karena bercengkerama dengan istri adalah salah satu perkara yang bermanfaat. Bahkan termasuk ibadah. Sebagaimana penjabaran dari kaidah "Al Wasailu Lahaa hukmul Maqashid". Maka jika membahagiakan istri dan menjaga kelanggengan rumah tangga adalah sesuatu yang diperintahkan dalam syariat. Tentu hal-hal yang menjadi sebab terwujudnya hal tersebut juga menjadi sesuatu yang diperintahkan pula. -------------------------------------------------------------------- 2. Rasulullah suka membantu pekerjaan rumah tangga --------------------------------------------------------- Para suami yang tiap di rumah hanya bisa mengganti channel televisi, membaca surat kabar, tertidur pulas, dan makan, cobalah membahagiakan istri dengan membantu beberapa pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan. ---------------------------------- “Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. "Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istri-nya?" "Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya". tutur Aisyah Radhiallahu anhaa” (HR Bukhari) ---------------------------- Suami yang baik adalah lelaki yang tidak sungkan membantu istri menggarap pekerjaan rumah tangga. Bahkan bila suami adalah seorang tokoh masyarakat atau professional yang memiliki kesibukan luar biasa di luar rumah. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga bukanlah sesuatu yang merendahkan derajat suami ------------------------------- Istri akan semakin mencintai pasangannya apabila senantiasa mendapat bantuan dari suami dalam pengerjaan kewajiban-kewajibannya di rumah -------------------------------------------------- 3. Rasulullah menyatakan rasa cinta pada istri secara verbal ------------------------------------------------- Jangan biarkan istri menebak-nebak bagaimana sebenarnya perasaan suami terhadapnya, karena sungguh itu sangat menyedihkan. Para istri akan sangat bahagia jika suami mau menyatakan cinta, sekalipun itu hanyalah kebohongan, asal tidak diketahui istri tidak mengapa. ----------------------- Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bertutur: "Aku diberi rizki berupa rasa cinta kepada istriku" (HR Muslim) --------------------------- Hadits ini memberi anjuran untuk menyatakan cinta kepada istri. Menampakkan dan menyatakan rasa cinta kepada istri adalah di antara cara merekatkan hubungan cinta kasih antar lelaki dan wanita yang diikat dalam bingkai pernikahan --------------------------------------------------- 4. Rasulullah tidak pernah membenci istrinya! ------------------------------------------------------------------ Nabi shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” (HR Muslim) ---------------- Berkata An-Nawawi, “Yang benar adalah Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam melarang, yaitu hendaknya dia tidak membencinya karena jika mendapati sikap (akhlak) yang dibencinya pada istrinya maka ia akan mendapati sikapnya yang lain yang ia ridhai. Misalnya wataknya keras namun ia wanita yang taat beribadah, atau cantik, atau menjaga diri, atau lembut kepadanya, atau (kelebihan-kelebihan) yang lainnya” --------------------- Suami yang paling sedikit mendapat taufiq dari Allah dan yang paling jauh dari kebaikan adalah seorang suami yang melupakan seluruh kebaikan-kebaikan istrinya, atau pura-pura melupakan kebaikan-kebaikan istrinya dan menjadikan kesalahan-kesalahan istrinya selalu di depan matanya. ------------------ Bahkan terkadang kesalahan istrinya yang sepele dibesar-besarkan, apalagi dibumbui dengan prasangka-prasangka buruk yang akhirnya menjadikannya berkesimpulan bahwa istrinya sama sekali tidak memiliki kebaikan ------------------- Tatkala seorang suami marah kepada istrinya maka syaitan akan datang dan menghembuskan kedalam hatinya dan membesar-besarkan kesalahan istrinya tersebut. Syaitan berkata, “Sudahlah ceraikan saja dia, masih banyak wanita yang sholehah, cantik lagi…, ayolah jangan ragu-ragu…”. Syaitan juga berkata, “Cobalah renungkan jika engkau hidup dengan wanita seperti ini…., bisa jadi di kemudian hari ia akan lebih membangkang kepadamu...” ---------------- Atau syaitan berkata, “Tidaklah istrimu itu bersalah kepadamu kecuali karena ia tidak menghormatimu…atau kurang sayang kepadamu, karena jika ia sayang kepadamu maka ia tidak akan berbuat demikian…”. Dan demikanlah bisikan demi bisikan dilancarkan syaitan kepada para suami. Yang bisikan-bisikan seperti ini bisa menjadikan suami melupakan kebaikan-kebaikan istrinya yang banyak yang telah diterimanya. Jika sang suami telah melupakan kebaikan-kebaikan yang lain yang dimiliki isrinya maka sesungguhnya ia telah menyamai sifat para wanita yang suka melupakan kebaikan-kebaikan suaminya !!!. -----------------------------------

June 13, 2016 Edy Gojira 2

Rasulullah menyatakan rasa CINTA pada istri secara verbal/ kata-kata.. dengan [...]