Kebahagiaan Dunia Akhirat ……. harus diRAIH …. agar tidak RUGI selamanya ————————— Anda mungkin pernah memimpikan untuk hidup bergelimangan harta, hidup dalam kemewahan, memiliki istri yang cantik, anak-anak yang baik, mobil yang canggih serta segala harta dunia lainnya yang rasanya begitu nikmat jika bisa kita miliki. ——————– Namun, sesungguhnya, semua itu tidak bisa menjamin orang yang memilikinya merasakan kebahagiaan ataupun keindahan hidup yang sesungguhnya. ———- di DUNIA RUGI …. di AKHIRAT ke NERAKA ….. manusia paling sengsara —————– Kesengsaraan yang paling sengsara ialah MISKIN di dunia dan diSIKSA di akhirat. (HR. Ath-Thabrani dan Asysyihaab) ——————- Oleh karena itu, ebook ini tidak membahas bagaimana cara mengumpulkan kekayaan, tidak membahas cara mencari pasangan idaman, tidak membahas apapun yang sekilas enak dinikmati tetapi sebagian besar isinya membahas tentang bagaimana meraih kebahagiaan “Hidup” dunia dan akhirat dengan rumus-rumus canggih yang mungkin belum pernah Anda sadari sebelumnya. ——————- Inilah dia “Rumus Canggih” yang saya maksud : ——– 1. BERDO’A ———- Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kukabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [QS. 40 : 60] ———— Ayat Al-Qur’an di atas merupakan ayat motivator maha dahsyat untuk manusia agar tidak putus asa untuk berdo’a dan meminta sesuatu. Apapun keinginan Anda, jangan ragu untuk memintanya kepada Dzat yang memilikinya, yaitu Allah Swt, dan yakinlah bahwa do’a yang Anda panjatkan pasti dikabulkanNya. ———- Anda ingin pekerjaan, Anda ingin jodoh, Anda ingin kendaraan, Anda ingin pintar atau apapun keinginan Anda boleh Anda ajukan kepadaNya. ————– 2. INGATLAH, ALLAH SELALU MEMBERI YANG TERBAIK ———– “Aku (mungkin merasa telah) tekun berdoa dan berusaha untuk keberhasilan dan kebahagiaan… aku sadar, ada kalanya beberapa niatku lambat terpenuhi dan mungkin Allah akan menggantikan dengan yang lain, yang lebih baik… aku yakin keberhasilan dan kebahagiaan itu akan jadi milikku walaupun mungkin dalam bentuk dan waktu yang lain… insyaAllah….innallaha ma’ana ———– “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah : 216) ———– 3. BERSUKUR DALAM SEGALA HAL ————– Bersyukurlah dalam segala hal, karena semua indah pada waktunya…. ———— Setiap kejadian, baik atau buruk menurut kita mengandung hikmah mendalam yang ingin disampaikan oleh Allah Swt. ————— 4. BERBAGI SUMBER KEBAHAGIAAN ———– Sebuah perbuatan untuk menyenangkan dan membahagiakan orang lain merupakan sebuah hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan. Tidak peduli sebesar atau sekecil apapun hal yang Anda lakukan, selama itu dilakukan dengan niat yang tulus.

Kebahagiaan Dunia Akhirat ……. harus diRAIH …. agar tidak RUGI selamanya

—————————
Anda mungkin pernah memimpikan untuk hidup bergelimangan harta, hidup dalam kemewahan, memiliki istri yang cantik, anak-anak yang baik, mobil yang canggih serta segala harta dunia lainnya yang rasanya begitu nikmat jika bisa kita miliki.

——————–
Namun, sesungguhnya, semua itu tidak bisa menjamin orang yang memilikinya merasakan kebahagiaan ataupun keindahan hidup yang sesungguhnya.
———-
di DUNIA RUGI …. di AKHIRAT ke NERAKA ….. manusia paling sengsara
—————–
Kesengsaraan yang paling sengsara ialah MISKIN di dunia dan diSIKSA di akhirat. (HR. Ath-Thabrani dan Asysyihaab)
——————-
Oleh karena itu, ebook ini tidak membahas bagaimana cara mengumpulkan kekayaan, tidak membahas cara mencari pasangan idaman, tidak membahas apapun yang sekilas enak dinikmati tetapi sebagian besar isinya membahas tentang bagaimana meraih kebahagiaan “Hidup” dunia dan akhirat dengan rumus-rumus canggih yang mungkin belum pernah Anda sadari sebelumnya.
——————-
Inilah dia “Rumus Canggih” yang saya maksud :
——–
1. BERDO’A ———-
 
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kukabulkan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [QS. 40 : 60]
————
Ayat Al-Qur’an di atas merupakan ayat motivator maha dahsyat untuk manusia agar tidak putus asa untuk berdo’a dan meminta sesuatu. Apapun keinginan Anda, jangan ragu untuk memintanya kepada Dzat yang memilikinya, yaitu Allah Swt, dan yakinlah bahwa do’a yang Anda panjatkan pasti dikabulkanNya.
———-
Anda ingin pekerjaan, Anda ingin jodoh, Anda ingin kendaraan, Anda ingin pintar atau apapun keinginan Anda boleh Anda ajukan kepadaNya.
————–
2. INGATLAH, ALLAH SELALU MEMBERI YANG TERBAIK
———–
“Aku (mungkin merasa telah) tekun berdoa dan berusaha untuk keberhasilan dan kebahagiaan… aku sadar, ada kalanya beberapa niatku lambat terpenuhi dan mungkin Allah akan menggantikan dengan yang lain, yang lebih baik… aku yakin keberhasilan dan kebahagiaan itu akan jadi milikku walaupun mungkin dalam bentuk dan waktu yang lain…
insyaAllah….innallaha ma’ana
———–

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah : 216)
———–
3. BERSYUKUR DALAM SEGALA HAL
————–
Bersyukurlah dalam segala hal, karena semua indah pada waktunya….
————
Pada jaman dahulu, di Negeri China kuno…., hiduplah seorang saudagar, mempunyai seorang anak lelaki,
peternakan, dan perkebunan yang luas. Mereka menjalani segalanya dengan baik, dan bersyukur atas segala yang telah mereka terima senantiasa.
Pada suatu hari, masuklah seekor kuda liar (tanpa pemilik) ke dalam kandang milik saudagar tersebut. Melihat hal tersebut, tetangga saudagar mengatakan “sungguh amat beruntung karena Tuan mendapatkan seekor kuda tanpa harus bersusah payah membeli atau menangkapnya”. Mendengar hal tersebut Sang
Saudagar berkata “Terima kasih, semua itu memang suatu berkat, tetapi semua itu pasti ada hikmahnya.”
Setelah kuda dirasa telah cukup jinak, Putra Sang Saudagar mencoba menungganginya, namun malang, kuda tersebut memberontak dan membuat Putra Sang Saudagar tersebut terjatuh yang membuat kaki Putra Sang Saudagar tersebut patah. Hal ini membuat tetangga saudagar itu mengatakan “Betapa malang nasib Putra Tuan”. Sang Saudagar itu menjawab, “Terima kasih atas perhatiannya, ini merupakan suatu kecelakaan, namun semua ini pasti ada hikmah dan bersyukurlah senantiasa”.
Mungkin dapat dibayangkan kesusahan yang dihadapi Putra Sang Saudagar tersebut, namun Sang Saudagar tersebut tetap bersyukur, karena percaya akan ada hikmah dan berkat yang didapatkan dari semua kejadian.
Selang beberapa tahun, terjadilah peperangan hebat, seluruh lelaki muda yang berbadan sehat dan tidak cacat, wajib mengikuti program wajib militer untuk perang. Putra Sang Saudagar tersebut dapat selamat dari peperangan tersebut, karena kecacatan kakinya.
Setiap kejadian, baik atau buruk menurut kita mengandung hikmah mendalam yang ingin disampaikan oleh Allah Swt.
—————
4. BERBAGI SUMBER KEBAHAGIAAN
———–
Sebuah perbuatan untuk menyenangkan dan membahagiakan orang lain merupakan sebuah hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan. Tidak peduli sebesar atau sekecil apapun hal yang Anda lakukan, selama itu dilakukan dengan niat yang tulus.

Rasulullah menyatakan rasa CINTA pada istri secara verbal/ kata-kata.. dengan ….. KATA-KATA yg keluar dari mulut-nya …………………….. Rasulullah menyatakan rasa cinta pada istri secara verbal/kata-kata ———————————————————————– 1. Rasulullah suka berbincang-bincang dengan istrinya —————————————————————– Pasangan suami istri yang tidak pernah berbagi cerita, tidak pernah berkomunikasi, tentu saja akan merasakan kekeringan dalam rumah tangga. ———————– “Adalah dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika berkumpul bersama Aisyah Radhiallahu anhaa di malam hari maka Rasulullah berbincang-bincang dengan putri Abu Bakar Radhiallahu anhumma” (HR Bukhari) —————————- Hadits ini menunjukkan bahwa suami yang baik adalah lelaki yang meluangkan waktunya untuk berbicara dengan istri. Berbincang seputar hal yang bermanfaat. Entah perkara dunia atau akhirat. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa rumah tangga yang harmonis terwujud manakala terjadi komunikasi yang baik antar anggota keluarga —————————– Hadits ini juga menjadi dalil pengecualian atas sabda Nabi yang menyebutkan bahwa beliau tidak menyukai obrolan-obrolah yang terjadi selepas isya. Karena bercengkerama dengan istri adalah salah satu perkara yang bermanfaat. Bahkan termasuk ibadah. Sebagaimana penjabaran dari kaidah “Al Wasailu Lahaa hukmul Maqashid”. Maka jika membahagiakan istri dan menjaga kelanggengan rumah tangga adalah sesuatu yang diperintahkan dalam syariat. Tentu hal-hal yang menjadi sebab terwujudnya hal tersebut juga menjadi sesuatu yang diperintahkan pula. ——————————————————————– 2. Rasulullah suka membantu pekerjaan rumah tangga ——————————————————— Para suami yang tiap di rumah hanya bisa mengganti channel televisi, membaca surat kabar, tertidur pulas, dan makan, cobalah membahagiakan istri dengan membantu beberapa pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan. ———————————- “Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. “Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istri-nya?” “Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya”. tutur Aisyah Radhiallahu anhaa” (HR Bukhari) —————————- Suami yang baik adalah lelaki yang tidak sungkan membantu istri menggarap pekerjaan rumah tangga. Bahkan bila suami adalah seorang tokoh masyarakat atau professional yang memiliki kesibukan luar biasa di luar rumah. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga bukanlah sesuatu yang merendahkan derajat suami ——————————- Istri akan semakin mencintai pasangannya apabila senantiasa mendapat bantuan dari suami dalam pengerjaan kewajiban-kewajibannya di rumah ————————————————– 3. Rasulullah menyatakan rasa cinta pada istri secara verbal ————————————————- Jangan biarkan istri menebak-nebak bagaimana sebenarnya perasaan suami terhadapnya, karena sungguh itu sangat menyedihkan. Para istri akan sangat bahagia jika suami mau menyatakan cinta, sekalipun itu hanyalah kebohongan, asal tidak diketahui istri tidak mengapa. ———————– Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bertutur: “Aku diberi rizki berupa rasa cinta kepada istriku” (HR Muslim) ————————— Hadits ini memberi anjuran untuk menyatakan cinta kepada istri. Menampakkan dan menyatakan rasa cinta kepada istri adalah di antara cara merekatkan hubungan cinta kasih antar lelaki dan wanita yang diikat dalam bingkai pernikahan ————————————————— 4. Rasulullah tidak pernah membenci istrinya! —————————————————————— Nabi shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” (HR Muslim) —————- Berkata An-Nawawi, “Yang benar adalah Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam melarang, yaitu hendaknya dia tidak membencinya karena jika mendapati sikap (akhlak) yang dibencinya pada istrinya maka ia akan mendapati sikapnya yang lain yang ia ridhai. Misalnya wataknya keras namun ia wanita yang taat beribadah, atau cantik, atau menjaga diri, atau lembut kepadanya, atau (kelebihan-kelebihan) yang lainnya” ——————— Suami yang paling sedikit mendapat taufiq dari Allah dan yang paling jauh dari kebaikan adalah seorang suami yang melupakan seluruh kebaikan-kebaikan istrinya, atau pura-pura melupakan kebaikan-kebaikan istrinya dan menjadikan kesalahan-kesalahan istrinya selalu di depan matanya. —————— Bahkan terkadang kesalahan istrinya yang sepele dibesar-besarkan, apalagi dibumbui dengan prasangka-prasangka buruk yang akhirnya menjadikannya berkesimpulan bahwa istrinya sama sekali tidak memiliki kebaikan ——————- Tatkala seorang suami marah kepada istrinya maka syaitan akan datang dan menghembuskan kedalam hatinya dan membesar-besarkan kesalahan istrinya tersebut. Syaitan berkata, “Sudahlah ceraikan saja dia, masih banyak wanita yang sholehah, cantik lagi…, ayolah jangan ragu-ragu…”. Syaitan juga berkata, “Cobalah renungkan jika engkau hidup dengan wanita seperti ini…., bisa jadi di kemudian hari ia akan lebih membangkang kepadamu…” —————- Atau syaitan berkata, “Tidaklah istrimu itu bersalah kepadamu kecuali karena ia tidak menghormatimu…atau kurang sayang kepadamu, karena jika ia sayang kepadamu maka ia tidak akan berbuat demikian…”. Dan demikanlah bisikan demi bisikan dilancarkan syaitan kepada para suami. Yang bisikan-bisikan seperti ini bisa menjadikan suami melupakan kebaikan-kebaikan istrinya yang banyak yang telah diterimanya. Jika sang suami telah melupakan kebaikan-kebaikan yang lain yang dimiliki isrinya maka sesungguhnya ia telah menyamai sifat para wanita yang suka melupakan kebaikan-kebaikan suaminya !!!. ———————————–

cara rasul bahagia istri

Rasulullah menyatakan rasa CINTA pada istri secara verbal/ kata-kata.. dengan ….. KATA-KATA yg keluar dari mulut-nya
……………………..
Rasulullah menyatakan rasa cinta pada istri secara verbal/kata-kata
———————————————————————–
paling baik 3

1. Rasulullah suka berbincang-bincang dengan istrinya
—————————————————————–
Pasangan suami istri yang tidak pernah berbagi cerita, tidak pernah berkomunikasi, tentu saja akan merasakan kekeringan dalam rumah tangga.
———————–
“Adalah dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika berkumpul bersama Aisyah Radhiallahu anhaa di malam hari maka Rasulullah berbincang-bincang dengan putri Abu Bakar Radhiallahu anhumma” (HR Bukhari)
—————————-
Hadits ini menunjukkan bahwa suami yang baik adalah lelaki yang meluangkan waktunya untuk berbicara dengan istri. Berbincang seputar hal yang bermanfaat. Entah perkara dunia atau akhirat. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa rumah tangga yang harmonis terwujud manakala terjadi komunikasi yang baik antar anggota keluarga
—————————–
Hadits ini juga menjadi dalil pengecualian atas sabda Nabi yang menyebutkan bahwa beliau tidak menyukai obrolan-obrolah yang terjadi selepas isya. Karena bercengkerama dengan istri adalah salah satu perkara yang bermanfaat. Bahkan termasuk ibadah. Sebagaimana penjabaran dari kaidah “Al Wasailu Lahaa hukmul Maqashid”. Maka jika membahagiakan istri dan menjaga kelanggengan rumah tangga adalah sesuatu yang diperintahkan dalam syariat. Tentu hal-hal yang menjadi sebab terwujudnya hal tersebut juga menjadi sesuatu yang diperintahkan pula.
——————————————————————–
suami 1 34
2. Rasulullah suka membantu pekerjaan rumah tangga
———————————————————
Para suami yang tiap di rumah hanya bisa mengganti channel televisi, membaca surat kabar, tertidur pulas, dan makan, cobalah membahagiakan istri dengan membantu beberapa pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan.
———————————-
“Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. “Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istri-nya?” “Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya”. tutur Aisyah Radhiallahu anhaa” (HR Bukhari)
—————————-
Suami yang baik adalah lelaki yang tidak sungkan membantu istri menggarap pekerjaan rumah tangga. Bahkan bila suami adalah seorang tokoh masyarakat atau professional yang memiliki kesibukan luar biasa di luar rumah. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga bukanlah sesuatu yang merendahkan derajat suami
——————————-
Istri akan semakin mencintai pasangannya apabila senantiasa mendapat bantuan dari suami dalam pengerjaan kewajiban-kewajibannya di rumah
————————————————–
sebaik kalian 2

3. Rasulullah menyatakan rasa cinta pada istri secara verbal
————————————————-
Jangan biarkan istri menebak-nebak bagaimana sebenarnya perasaan suami terhadapnya, karena sungguh itu sangat menyedihkan. Para istri akan sangat bahagia jika suami mau menyatakan cinta, sekalipun itu hanyalah kebohongan, asal tidak diketahui istri tidak mengapa.
———————–
Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bertutur: “Aku diberi rizki berupa rasa cinta kepada istriku” (HR Muslim)
—————————
Hadits ini memberi anjuran untuk menyatakan cinta kepada istri. Menampakkan dan menyatakan rasa cinta kepada istri adalah di antara cara merekatkan hubungan cinta kasih antar lelaki dan wanita yang diikat dalam bingkai pernikahan
—————————————————
sebaik aklhak 2
4. Rasulullah tidak pernah membenci istrinya!
——————————————————————
Nabi shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” (HR Muslim)
—————-
Berkata An-Nawawi, “Yang benar adalah Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam melarang, yaitu hendaknya dia tidak membencinya karena jika mendapati sikap (akhlak) yang dibencinya pada istrinya maka ia akan mendapati sikapnya yang lain yang ia ridhai. Misalnya wataknya keras namun ia wanita yang taat beribadah, atau cantik, atau menjaga diri, atau lembut kepadanya, atau (kelebihan-kelebihan) yang lainnya”
———————
Suami yang paling sedikit mendapat taufiq dari Allah dan yang paling jauh dari kebaikan adalah seorang suami yang melupakan seluruh kebaikan-kebaikan istrinya, atau pura-pura melupakan kebaikan-kebaikan istrinya dan menjadikan kesalahan-kesalahan istrinya selalu di depan matanya.
——————
Bahkan terkadang kesalahan istrinya yang sepele dibesar-besarkan, apalagi dibumbui dengan prasangka-prasangka buruk yang akhirnya menjadikannya berkesimpulan bahwa istrinya sama sekali tidak memiliki kebaikan
——————-
Tatkala seorang suami marah kepada istrinya maka syaitan akan datang dan menghembuskan kedalam hatinya dan membesar-besarkan kesalahan istrinya tersebut. Syaitan berkata, “Sudahlah ceraikan saja dia, masih banyak wanita yang sholehah, cantik lagi…, ayolah jangan ragu-ragu…”. Syaitan juga berkata, “Cobalah renungkan jika engkau hidup dengan wanita seperti ini…., bisa jadi di kemudian hari ia akan lebih membangkang kepadamu…”
—————-
Atau syaitan berkata, “Tidaklah istrimu itu bersalah kepadamu kecuali karena ia tidak menghormatimu…atau kurang sayang kepadamu, karena jika ia sayang kepadamu maka ia tidak akan berbuat demikian…”. Dan demikanlah bisikan demi bisikan dilancarkan syaitan kepada para suami. Yang bisikan-bisikan seperti ini bisa menjadikan suami melupakan kebaikan-kebaikan istrinya yang banyak yang telah diterimanya. Jika sang suami telah melupakan kebaikan-kebaikan yang lain yang dimiliki isrinya maka sesungguhnya ia telah menyamai sifat para wanita yang suka melupakan kebaikan-kebaikan suaminya !!!.
—————————————————————-
kata cinta suami 1
5. Rasulullah tidak pernah memukul istrinya
———————————————–
Suami yang ringan tangan, gemar menampar dan memukul istri adalah suami yang tidak mengerti bahwa Islam meninggikan perempuan.

“Aisyah Radhiallahu anhaa pernah bertutur: Suamiku tidak pernah memukul* istrinya meskipun hanya sekali” (HR Nasa’i)

*pukulan yang menciderai atau pukulan di wajah. Adapun apabila seorang istri melakukan pembangkangan kepada suami, maka diperbolehkan memukulnya dengan pukulan yang tidak menyebabkan cedera dan tidak pula mengenai di muka. Allahu a’lam

Sesungguhnya lelaki sejati tidak akan pernah memukul istri semarah apapun yang bersangkutan kepada pasangannya. Memukul istri adalah akhlak pria durjana
———————————————–
kata cinta bs 1
6. Rasulullah Menghibur kesedihan istri
———————————————————–
Tidak hanya bersenang-senang dengan istri di saat gembira, Rasulullah pun peduli pada istri di kala istrinya menangis dan bersedih.

“Suatu saat Shafiyah safar bersama Rasulullah, saat itu adalah hari gilirannya. Dia ketinggalan (rombongan) karena untanya berjalan lambat,lalu menangis. Maka Rasulullah datang mengusapkan air mata dengan kedua tangannya kemudian berusaha membuat Shafiyah berhenti menangis” (HR Nasa’i)

Pelajaran yang diambil dari hadits ini adalah bahwa menghibur istri adalah kewajiban suami. Berusaha menghilangkan kesedihan dan kesusahan istri adalah sesuatu yang disyariatkan Islam. Suami yang baik tidak akan tahan dan tinggal diam manakala melihat istrinya menangis atau bersedih hati.

Demikianlah beberapa ulasan hadits mengenai cara Rasulullah membahagiakan istrinya, semoga bermanfaat untuk mewujudkan rumah tangga yang penuh cinta kasih.