AZAB meMINTA BAYARAN/ UPAH dari MANUSIA dalam berDAKWAH atau menyampaikan Ayat-ayat Allah dan sabda Nabi-Nya !!?? …. sudah tahu AZAB dari Allah ?? … meminta IMBALAN dakwah ——————- Dari Buridah r.a. Rasululloh bersabda,” Barang siapa membaca Al-Quran, yang dengannya ia memperoleh makanan dari manusia, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan wajah hanya berupa tulang tanpa daging,” (HR. Baihaqi, Syu’abul Iman). —————- Rasulullah bersabda,” Barang siapa membaca Al-Quran dan dia menginginkan sesuatu, maka mintalah hanya kepada ALLAH. Karena tidak lama lagi akan datang suatu kaum yang setelah membaca Al-Quran, maka mereka akan meminta minta kepada manusia.” {HR Imran bin Husain r.a} —————– Sahabat Nabi, Ubay bin Kaab pernah diperingatkan Rasululloh. Pada suatu ketika aku mengajarkan Al-Quran kepada seseorang. Lalu ia menghadiahkan padaku sebuah busur panah. Ketika hal itu aku sampaikan kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda,” Engkau telah mengambil satu busur dari neraka.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah) ———— Bahkan Khotib sholat Jumat pun harus menerima bayaran. Padahal Khutbah pada sholat Jumat adalah bagian dari rukun sholat Jumat. Sudah menjadi kewajiban orang Islam untuk melakukannya. Sama seperti kita melakukan rukun ibadah lainnya. Saya ambil contoh, kita tidak dibayar dalam melaksanakan sholat, juga tidak dibayar dalam melaksanakan puasa. Tapi untuk sholat jumat, kenapa harus dibayar dalam melaksanakan salah satu rukunnya. ———– Maka pantaslah jika para Kiai, Syekh, Ustad dan para dai sekarang banyak yang hidup bermewah- mewahan dan bermegah megahan. Bahkan ada yang punya Rumah mewah, Mobil Jaguar, BMW dll. Walaupun mungkin dia memiliki perusahaan pribadi, tetapi itukah yang dicontohkan Nabi ? Bukankah Nabi SAW pernah bersabda,” Jika kamu mengikuti jalanku, maka bersiap siaplah kamu miskin.” —————- Lebih tegas lagi di firmankan ALLAH dalam QS. At Takaatsur : 1-2 ,” Kamu telah dilalaikan ( dari mengingat ALLAH ) karena bermegah- megah / bermewah- mewah. Hingga kamu masuk ke dalam kubur”. Bukan berarti Islam tidak boleh kaya. Boleh, tetapi sebagaimana halnya Nabi dan para sahabat,kekayaan itu hanya boleh digunakan di jalan ALLAH. Kita hanya boleh mengambil secukupnya, sisanya adalah untuk mencari keridloan ALLAH. Bukan untuk bersenang senang, bermewah mewah dan pamer kekayaan. ———— sesungguhnya Nabi dan para sahabat tidak pernah menerima bayaran atas dakwahnya. Maka, kalau memang para ulama tersebut itu adalah pewaris Nabi, ikuti saja seperti cara Nabi berdakwah.Tetapi ternyata persoalannya tidak sesederhana itu. Karena banyak ulama yang tidak menjadi pewaris Nabi. Selain itu urusan dunia dan kemapanan ikut dilibatkan dalam urusan dakwah ini. Tidak heran jika mereka mendapat bayaran jutaan, bahkan ada yang pasang tarif hingga puluhan juta rupiah. Bagi mereka yang mendukung pendakwah menerima upah, berpendapat bahwa : 1. Kalau tidak dibayar, dimasa datang tidak ada lagi orang yang mau berdakwah, lalu siapa yang akan menyampaikan ajaran agama? 2. Karena sibuk berdakwah, mereka tidak punya waktu lagi untuk mencari nafkah. Maka bayaran itu dianggap pantas untuk menjadi pengganti waktu mencari nafkah. 3. Berdakwah/ ceramah perlu transportasi, maka bayaran itu dianggap sebagai pengganti transportasi. 4. Ada yang mengibaratkan seperti pergi ke sawah, kalau menemukan belut maka boleh diambil. Artinya boleh menerima asal tidak meminta 5. Ada yang beranggapan bahwa untuk sekolah agama, IAIN misalnya, memerlukan banyak biaya. Jadi sudah sepantasnya dai dibayar. 6. Ada Ustad dari lembaga pendidikan terkenal mengatakan bahwa untuk kepentingan yang lebih besar, tidak apa apa ceramah agama dibayar. 7. Ada pendapat yang mengatakan, ustadz menerima bayaran agar bisa disedekahkan lagi ketempat lain yang membutuhkan. 8. Bahkan ada yang membandingkan dengan artis. Mereka berpendapat artis saja dibayar mahal, masak Dai yang memberi pencerahan dunia dan akhirat dibayar sekedarnya. Ini bagi mereka yang pasang tarif hingga jutaan hingga puluhan juta rupiah. Dasar yang digunakan kelompok ini adalah sabda Nabi : إن ﺃ ﺤﻕ ﻤﺎ ﺃ ﺨﺫ ﺘﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﺃ ﺠﺭﺍ ﻜﺘﺎ ﺏ ﺍﻠﻠﻪ Yang ditafsirkan ,” Sesungguhnya yang paling haq/ benar kamu ambil pahala atasnya adalah kitabulloh,” (HR. Bukhari). ————– sabda Rosululloh,”Dan akan tetap ada dari umatku segolongan yang tegak membela kebenaran (al-haq) dan mendapatkan pertolongan (dari ALLAH), mereka tak tergoyahkan oleh orang orang yang menyelisihi dan menghinakan mereka, sampai datang keputusan ALLAH yaitu kematian seluruh orang mukmin menjelang kiamat dengan datangnya angin yang mematikan seluruh orang mukmin.”(HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah). ——— Dan jika apa yang dikatakan ustad tersebut memang benar bahwa ceramah agama untuk kepentingan yang lebih besar dengan mengajarkan Al Quran boleh dibayar, kenapa Rosululloh tidak pernah mengatakan hal ini ? ————— ALLAH SWT pun telah menggariskan dalam firman-Nya : 1. “ Katakanlah : Aku tidak meminta upah sedikitpun atas dakwahku.”(QS.Shaad: 86). 2. “ Hai kaumku, Aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari ALLAH yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan ?” (QS.Huud: 51) 3. “ Katakanlah: Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan orang- orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.” (QS.Al-Furqaan: 57) 4. “ Dan engkau tidak meminta imbalan apapun kepada mereka (terhadap seruan ini), sebab (seruanmu) itu adalah pengajaran bagi seluruh alam.” (QS. Yusuf:104) berbagai sumber

minta bayar dakwah

AZAB meMINTA BAYARAN/ UPAH dari MANUSIA dalam berDAKWAH atau menyampaikan Ayat-ayat Allah dan sabda Nabi-Nya !!??  …. sudah tahu AZAB  dari Allah ?? … meminta IMBALAN dakwah
——————-
Dari Buridah r.a. Rasululloh bersabda,” Barang siapa membaca Al-Quran, yang dengannya ia memperoleh makanan dari manusia, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan wajah hanya berupa tulang tanpa daging,” (HR. Baihaqi, Syu’abul Iman).
—————-
Rasulullah bersabda,” Barang siapa membaca Al-Quran dan dia menginginkan sesuatu, maka mintalah hanya kepada ALLAH. Karena tidak lama lagi akan datang suatu kaum yang setelah membaca Al-Quran, maka mereka akan meminta minta kepada manusia.”  {HR Imran bin Husain r.a}
—————–
Sahabat Nabi, Ubay bin Kaab pernah diperingatkan Rasululloh. Pada suatu ketika aku mengajarkan Al-Quran kepada seseorang. Lalu ia menghadiahkan padaku sebuah busur panah. Ketika hal itu aku sampaikan kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda,” Engkau telah mengambil satu busur dari neraka.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah)
————
Bahkan Khotib sholat Jumat pun harus menerima bayaran. Padahal Khutbah pada sholat Jumat adalah bagian dari rukun sholat Jumat. Sudah menjadi kewajiban orang Islam untuk melakukannya. Sama seperti kita melakukan rukun ibadah lainnya. Saya ambil contoh, kita tidak dibayar dalam melaksanakan sholat, juga tidak dibayar dalam melaksanakan puasa. Tapi untuk sholat jumat, kenapa harus dibayar dalam melaksanakan salah satu rukunnya.
———–
Maka pantaslah jika para Kiai, Syekh, Ustad dan para dai sekarang banyak yang hidup bermewah- mewahan dan bermegah megahan. Bahkan ada yang punya Rumah mewah, Mobil Jaguar, BMW dll. Walaupun mungkin dia memiliki perusahaan pribadi, tetapi itukah yang dicontohkan Nabi ? Bukankah Nabi SAW pernah bersabda,” Jika kamu mengikuti jalanku, maka bersiap siaplah kamu miskin.”
—————-
Lebih tegas lagi di firmankan ALLAH dalam QS. At Takaatsur : 1-2 ,” Kamu telah dilalaikan ( dari mengingat ALLAH ) karena bermegah- megah / bermewah- mewah. Hingga kamu masuk ke dalam kubur”.
Bukan berarti Islam tidak boleh kaya. Boleh, tetapi sebagaimana halnya Nabi dan para sahabat,kekayaan itu hanya boleh digunakan di jalan ALLAH. Kita hanya boleh mengambil secukupnya, sisanya adalah untuk mencari keridloan ALLAH. Bukan untuk bersenang senang, bermewah mewah dan pamer kekayaan.
————
sesungguhnya Nabi dan para sahabat tidak pernah menerima bayaran atas dakwahnya. Maka, kalau memang para ulama tersebut itu adalah pewaris Nabi, ikuti saja seperti cara Nabi berdakwah.Tetapi ternyata persoalannya tidak sesederhana itu. Karena banyak ulama yang tidak menjadi pewaris Nabi. Selain itu urusan dunia dan kemapanan ikut dilibatkan dalam urusan dakwah ini. Tidak heran jika mereka mendapat bayaran jutaan, bahkan ada yang pasang tarif hingga puluhan juta rupiah.
Bagi mereka yang mendukung pendakwah menerima upah, berpendapat bahwa :
1. Kalau tidak dibayar, dimasa datang tidak ada lagi orang yang mau berdakwah, lalu siapa yang akan menyampaikan ajaran agama?
2. Karena sibuk berdakwah, mereka tidak punya waktu lagi untuk mencari nafkah. Maka bayaran itu dianggap pantas untuk menjadi pengganti waktu mencari nafkah.
3. Berdakwah/ ceramah perlu transportasi, maka bayaran itu dianggap sebagai pengganti transportasi.
4. Ada yang mengibaratkan seperti pergi ke sawah, kalau menemukan belut maka boleh diambil. Artinya boleh menerima asal tidak meminta
5. Ada yang beranggapan bahwa untuk sekolah agama, IAIN misalnya, memerlukan banyak biaya. Jadi sudah sepantasnya dai dibayar.
6. Ada Ustad dari lembaga pendidikan terkenal mengatakan bahwa untuk kepentingan yang lebih besar, tidak apa apa ceramah agama dibayar.
7. Ada pendapat yang mengatakan, ustadz menerima bayaran agar bisa disedekahkan lagi ketempat lain yang membutuhkan.
8. Bahkan ada yang membandingkan dengan artis. Mereka berpendapat artis saja dibayar mahal, masak Dai yang memberi pencerahan dunia dan akhirat dibayar sekedarnya. Ini bagi mereka yang pasang tarif hingga jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Dasar yang digunakan kelompok ini adalah sabda Nabi :
إن ﺃ ﺤﻕ ﻤﺎ ﺃ ﺨﺫ ﺘﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﺃ ﺠﺭﺍ ﻜﺘﺎ ﺏ ﺍﻠﻠﻪ
Yang ditafsirkan ,” Sesungguhnya yang paling haq/ benar kamu ambil pahala atasnya adalah kitabulloh,” (HR. Bukhari).
————–
sabda Rosululloh,”Dan akan tetap ada dari umatku segolongan yang tegak membela kebenaran (al-haq) dan mendapatkan pertolongan (dari ALLAH), mereka tak tergoyahkan oleh orang orang yang menyelisihi dan menghinakan mereka, sampai datang keputusan ALLAH yaitu kematian seluruh orang mukmin menjelang kiamat dengan datangnya angin yang mematikan seluruh orang mukmin.”(HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah).
———
Dan jika apa yang dikatakan ustad tersebut memang benar bahwa ceramah agama untuk kepentingan yang lebih besar dengan mengajarkan Al Quran boleh dibayar, kenapa Rosululloh tidak pernah mengatakan hal ini ?
—————
ALLAH SWT pun telah menggariskan dalam firman-Nya :
1. “ Katakanlah : Aku tidak meminta upah sedikitpun atas dakwahku.”(QS.Shaad: 86).
2. “ Hai kaumku, Aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari ALLAH yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan ?” (QS.Huud: 51)
3. “ Katakanlah: Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan orang- orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.” (QS.Al-Furqaan: 57)
4. “ Dan engkau tidak meminta imbalan apapun kepada mereka (terhadap seruan ini), sebab (seruanmu) itu adalah pengajaran bagi seluruh alam.” (QS. Yusuf:104)

berbagai sumber

JANTUNG komandan OTAK, ….. lalu OTAK PATUH pada perintah JANTUNG —————- Jantung ternyata pegang peran yang amat penting bagi baik buruknya keputusan yang manusia ambil yg otomatis pada baik buruknya manusia itu sendiri. —————- Dari sekian peneliti psychophysiological untuk hubungan otak dan jantung, beberapanya adalah John dan Beatrice Lacey. Melalui 20 tahun penelitian, mereka temukan bahwa jantung berkomunikasi dengan otak dalam cara-cara yang secara signifikan mempengaruhi bagaimana cara kita memandang dan bereaksi terhadap fenomena. Kedua peneliti itu juga menemukan betapa jantung sepertinya punya logika “anehnya” sendiri yang memiliki alur berbeda (dan mandiri) dari arahan dari sistem syaraf tak-sadar (autonomic). Jantung ini tampak selalu mengirimkan pesan sarat-makna kepada otak yang tidak hanya dipahami oleh si otak, namun juga dipatuhi. Maka menariknya, pesan dari jantung tersebut akan berpengaruh pada pilihan perilaku seseorang.——— Pada 1991, Dr. J. Andrew Armour memperkenalkan konsep “otak jantung”. Hasil kerjanya menyatakan bahwa jantung memiliki sistem syaraf intrinsik kompleks yang sedemikian rumitnya hingga bisa dikata bahwa dia memiliki “otak kecil”nya sendiri. Jantung memiliki sistem sirkuit yang menjadikannya mampu bertindak independen atas otak – untuk secara mandiri belajar, mengingat, dan bahkan merasa dan mengindera.———- Sistem syarat jantung terdiri dari 40.000 neuron yang disebut sensory neurites. Komunikasi antara jantung dan otak dilakukan melalui jalur afferent. Melaluinya, sinyal sakit (pain) dan sensasi rasa lain masuk ke otak, tepatnya yang disebut medulla. Lebih dari itu, ada juga sinyal yang terus masuk lebih dalam ke wilayah otak sedemikian rupa berpengaruh pada persepsi, pengambilan keputusan dan proses kognitif yang lain.———- The heart is the most powerful generator of rhythmic information patterns in the human body. Institute of Heartmath menemukan bahwa manakala pola ritme otak bersifat baik dan koheren, informasi syaraf yang dikirimkan ke otak akan memfasilitasi cortical function. Efek darinya adalah: kejelasan pikiran yang meningkat, kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik, dan meningkatnya daya kreatif. Sebagai tambahan, input yang koheren dan positif dari jantung cenderung akan membentuk cara pandang dan rasa yang baik.——— Since emotional processes can work faster than the mind, it takes a power stronger than the mind to bend perception, override emotional circuitry, and provide us with intuitive feeling instead. It takes the power of the heart.” ~Doc Childre, founder, Institute of Heart——– Hasil Riset: Jantung Punya Kuasa untuk Berpikir Mandiri dari Otak Manakala kemudian di Al Quran surat Al A’raf (surat 7) ayat 179 dikatakan:—— Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati {JANTUNG/QALBU/ قُلُوبٌ) , tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami [3] dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat [2], dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar [1]. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.—– [1] Telinga, jelas untuk mendengar——- [2] Mata, jelas untuk melihat—— [3] Hati atau jantung, adalah untuk memahami——- Jika yang kita inginkan adalah kebaikan, maka mari kita baikkan jantung kita agar kita dianugerahi cara pandang yang baik dan benar untuk bisa memiliki pengertian yang benar, bijak, dan memuliakan.—- Referensi: Rollin McCraty, The Scientific Role of the Heart in Learning and Performance, Institute of HeartMath, 2003.——– =============== Allah melalui Al-Qur’an sebagai kitab suci, banyak memerintahkan manusia untuk menggunakan akal mereka untuk berpikir, menemukan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, dan juga di dalam diri manusia itu sendiri. Memahami dan berpikir, tidak hanya di perintahkan untuk dilakukan dengan akal atau otak, akan tetapi dengan hati. Karena perpaduan akal dan hati, bagi seorang manusia, akan menuntunnya kepada kebenaran. Hal ini tertuang di dalam surah 22. Al-Hajj:46 : ——— [22:46] maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati {JANTUNG, QALBU,لْقُلُوبُ) yang di dalam dada.— Perhatikan surah Al-Hajj ayat 46 di atas. “fatakuuna lahum qulubun ya’qiluuna biha” yang diartikan “…lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami…”, memiliki arti kata per kata “maka bagi mereka hati (qulubun) yang memahami (ya’qiluuna) dengannya”. Dalam bahasa Arab, qulubun berasal dari akar kata qalb yang artinya hati atau jantung. Harap dibedakan antara hati disini dengan hati (liver) yang merupakan salah satu anatomi dalam sistem pencernaan. Sebagaimana halnya beberapa bahasa di dunia, seperti misalnya bahasa Inggris, yang mana heart dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung, dalam bahasa Arab qalb dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung. Sedangkan ya’qiluuna berasal dari akar kata a’qal yang berarti berpikir atau memahami, dan dalam kaitannya dengan anatomi berarti otak.———— Deangan demikian “qulubun ya’qiluuna” secara tersurat juga berarti “jantung untuk memahami/berpikir”. Hal ini dipertegas pada kelanjutan ayat tersebut di ayat yang sama, mengenai kemampuan jantung ini : “fa-innahaa laa ta’maa l-abshaaru walaakin ta’ma l-qulubu allatii fii l-shuduuri” — “karena sesungguhnya bukanlah yang buta itu mata, tetapi yang buta adalah qalbu yang ada di dalam dada (l-qulubu allatii fii l-shuduuri)”. Frasa ini menegaskan frasa sebelum-nya. Dimanakah letak qalb yang dimaksud ? Qulubu allatii fii l-shuduuri, qalbu tersebut terletak di dalam dada. Qalb apakah yang ada di dalam dada ? Secara anatomi, qalbu yang berada di dalam dada adalah jantung. Al-Qur’an dalam hal ini mengatakan qalb orang-orang yang kafir itu buta, sebagaimana di Allah mengatakan bahwa orang-orang kafir memiliki “qalb yang tidak dapat memahami”, di Q.S 6:25, 9:87, 63:3.———— Pemilihan kata a’qal yang disandingkan dengan qalb disini patut digaris-bawahi, karena “memahami” dalam bahasa arab, yang digunakan kurang lebih 19 kali dalam Al-Qur’an, adalah faqaha, bukan a’qal. A’qal yang berarti “memahami” atau “berakal” sendiri digunakan lebih dari 40 kali dalam Al-Qur’an, akan tetapi kaitannya dengan memikirkan dengan otak, bukan dengan hati.———– Jika “memahami” dengan qalb menggunakan kata faqaha (dan turunannya), sedangkan “memahami” dengan otak” Al-Qur’an menggunakan kata a’qal (dan turunannya), maka di surah Al-Hajj ayat 46 secara khusus dikaitkan kemampuan qalb dengan a’qal — qulubun ya’qiluun, yang berbeda dari penggunaannya di ayat-ayat yang lain.———– Qs22:46 “maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, mereka mempunyai jantung yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah yang buta itu mata, tetapi yang buta adalah qalbu yang ada di dalam dada”———

jantung mikir

JANTUNG komandan OTAK, ….. lalu OTAK PATUH pada perintah JANTUNG
—————-

Jantung ternyata pegang peran yang amat penting bagi baik buruknya keputusan yang manusia ambil yg otomatis pada baik buruknya manusia itu sendiri.
—————-
Dari sekian peneliti psychophysiological untuk hubungan otak dan jantung, beberapanya adalah John dan Beatrice Lacey. Melalui 20 tahun penelitian, mereka temukan bahwa jantung berkomunikasi dengan otak dalam cara-cara yang secara signifikan mempengaruhi bagaimana cara kita memandang dan bereaksi terhadap fenomena. Kedua peneliti itu juga menemukan betapa jantung sepertinya punya logika “anehnya” sendiri yang memiliki alur berbeda (dan mandiri) dari arahan dari sistem syaraf tak-sadar (autonomic). Jantung ini tampak selalu mengirimkan pesan sarat-makna kepada otak yang tidak hanya dipahami oleh si otak, namun juga dipatuhi. Maka menariknya, pesan dari jantung tersebut akan berpengaruh pada pilihan perilaku seseorang.———

Pada 1991, Dr. J. Andrew Armour memperkenalkan konsep “otak jantung”. Hasil kerjanya menyatakan bahwa jantung memiliki sistem syaraf intrinsik kompleks yang sedemikian rumitnya hingga bisa dikata bahwa dia memiliki “otak kecil”nya sendiri. Jantung memiliki sistem sirkuit yang menjadikannya mampu bertindak independen atas otak – untuk secara mandiri belajar, mengingat, dan bahkan merasa dan mengindera.———-

Sistem syarat jantung terdiri dari 40.000 neuron yang disebut sensory neurites. Komunikasi antara jantung dan otak dilakukan melalui jalur afferent. Melaluinya, sinyal sakit (pain) dan sensasi rasa lain masuk ke otak, tepatnya yang disebut medulla. Lebih dari itu, ada juga sinyal yang terus masuk lebih dalam ke wilayah otak sedemikian rupa berpengaruh pada persepsi, pengambilan keputusan dan proses kognitif yang lain.———-

The heart is the most powerful generator of rhythmic information patterns in the human body.

Institute of Heartmath menemukan bahwa manakala pola ritme otak bersifat baik dan koheren, informasi syaraf yang dikirimkan ke otak akan memfasilitasi cortical function. Efek darinya adalah: kejelasan pikiran yang meningkat, kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik, dan meningkatnya daya kreatif. Sebagai tambahan, input yang koheren dan positif dari jantung cenderung akan membentuk cara pandang dan rasa yang baik.———

Since emotional processes can work faster than the mind, it takes a power stronger than the mind to bend perception, override emotional circuitry, and provide us with intuitive feeling instead. It takes the power of the heart.”
~Doc Childre, founder, Institute of Heart——–

Hasil Riset: Jantung Punya Kuasa untuk Berpikir Mandiri dari Otak

Manakala kemudian di Al Quran surat Al A’raf (surat 7) ayat 179 dikatakan:——

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati {JANTUNG/QALBU/ قُلُوبٌ)  , tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami [3] dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat [2], dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar [1]. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.—–

[1] Telinga, jelas untuk mendengar——-
[2] Mata, jelas untuk melihat——
[3] Hati atau jantung, adalah untuk memahami——-

Jika yang kita inginkan adalah kebaikan, maka mari kita baikkan jantung kita agar kita dianugerahi cara pandang yang baik dan benar untuk bisa memiliki pengertian yang benar, bijak, dan memuliakan.—-

Referensi: Rollin McCraty, The Scientific Role of the Heart in Learning and Performance, Institute of HeartMath, 2003.——–
===============
Allah melalui Al-Qur’an sebagai kitab suci, banyak memerintahkan manusia untuk menggunakan akal mereka untuk berpikir, menemukan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, dan juga di dalam diri manusia itu sendiri. Memahami dan berpikir, tidak hanya di perintahkan untuk dilakukan dengan akal atau otak, akan tetapi dengan hati. Karena perpaduan akal dan hati, bagi seorang manusia, akan menuntunnya kepada kebenaran. Hal ini tertuang di dalam surah 22. Al-Hajj:46  : ———

[22:46] maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati {JANTUNG, QALBU,لْقُلُوبُ) yang di dalam dada.—

Perhatikan surah Al-Hajj ayat 46 di atas. “fatakuuna lahum qulubun ya’qiluuna biha” yang diartikan “…lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami…”, memiliki arti kata per kata “maka bagi mereka hati (qulubun) yang memahami (ya’qiluuna) dengannya”. Dalam bahasa Arab, qulubun berasal dari akar kata qalb yang artinya hati atau jantung. Harap dibedakan antara hati disini dengan hati (liver) yang merupakan salah satu anatomi dalam sistem pencernaan. Sebagaimana halnya beberapa bahasa di dunia, seperti misalnya bahasa Inggris, yang mana heart dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung, dalam bahasa Arab qalb dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung. Sedangkan ya’qiluuna berasal dari akar kata a’qal yang berarti berpikir atau memahami, dan dalam kaitannya dengan anatomi berarti otak.————

Deangan demikian “qulubun ya’qiluuna” secara tersurat juga berarti “jantung untuk memahami/berpikir”. Hal ini dipertegas pada kelanjutan ayat tersebut di ayat yang sama, mengenai kemampuan jantung ini :  “fa-innahaa laa ta’maa l-abshaaru walaakin ta’ma l-qulubu allatii fii l-shuduuri” — “karena sesungguhnya bukanlah yang buta itu mata, tetapi yang buta adalah qalbu yang ada di dalam dada (l-qulubu allatii fii l-shuduuri)”. Frasa ini menegaskan frasa sebelum-nya. Dimanakah letak qalb yang dimaksud ? Qulubu allatii fii l-shuduuri, qalbu tersebut terletak di dalam dada. Qalb apakah yang ada di dalam dada ? Secara anatomi, qalbu yang berada di dalam dada adalah jantung. Al-Qur’an dalam hal ini mengatakan qalb orang-orang yang kafir itu buta, sebagaimana di Allah mengatakan bahwa orang-orang kafir memiliki “qalb yang tidak dapat memahami”, di Q.S 6:25, 9:87, 63:3.————

Pemilihan kata a’qal yang disandingkan dengan qalb disini patut digaris-bawahi, karena “memahami” dalam bahasa arab, yang digunakan kurang lebih 19 kali dalam Al-Qur’an, adalah faqaha, bukan a’qal. A’qal yang berarti “memahami” atau “berakal” sendiri digunakan lebih dari 40 kali dalam Al-Qur’an, akan tetapi kaitannya dengan memikirkan dengan otak, bukan dengan hati.———–

Jika “memahami” dengan qalb menggunakan kata faqaha (dan turunannya), sedangkan “memahami” dengan otak” Al-Qur’an menggunakan kata a’qal (dan turunannya), maka di surah Al-Hajj ayat 46 secara khusus dikaitkan kemampuan qalb dengan a’qalqulubun ya’qiluun, yang berbeda dari penggunaannya di ayat-ayat yang lain.———–

Qs22:46  “maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, mereka mempunyai jantung yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah yang buta itu mata, tetapi yang buta adalah qalbu yang ada di dalam dada”———

Ilmu pengetahuan sekarang membuktikan bahwa jantung manusia (qalb) ternyata mampu bersifat seperti otak (a’qal), mampu belajar, mengingat, bahkan merasakan, sebagaimana yang tertuang dalam artikel “Neurocardiology : The Brain in the Heart” (http://www.heartmath.org/research/science-of-the-heart/introduction.html) :

After extensive research, one of the early pioneers in neurocardiology, Dr. J. Andrew Armour, introduced the concept of a functional “heart brain” in 1991. His work revealed that the heart has a complex intrinsic nervous system that is sufficiently sophisticated to qualify as a “little brain” in its own right. The heart’s brain is an intricate network of several types of neurons, neurotransmitters, proteins and support cells like those found in the brain proper. Its elaborate circuitry enables it to act independently of the cranial brain – to learn, remember, and even feel and sense. The recent book Neurocardiology, edited by Dr. Armour and Dr. Jeffrey Ardell, provides a comprehensive overview of the function of the heart’s intrinsic nervous system and the role of central and peripheral autonomic neurons in the regulation of cardiac function.

Selanjutnya masih dalam artikel yang sama dijelaskan bagaimana pentingnya peranan dan konstribusi jantung dalam mengintegrasikan tubuh, pikiran, jiwa dan emosi seseorang :

In our internal environment many different organs and systems contribute to the patterns that ultimately determine our emotional experience. However, research has illuminated that the heart plays a particularly important role. The heart is the most powerful generator of rhythmic information patterns in the human body. As we saw earlier, it functions as sophisticated information encoding and processing center, and possesses a far more developed communication system with the brain than do most of the body’s major organs. With every beat, the heart not only pumps blood, but also transmits complex patterns of neurological, hormonal, pressure and electromagnetic information to the brain and through-out the body. As a critical nodal point in many of the body’s interacting systems, the heart is uniquely positioned as a powerful entry point into the communication network that connects body, mind, emotions and spirit.

Al-Qur’an pun menyatakan bahwa sistem otak di dalam jantung, pun berkomunikasi dengan otak manusia, sehingga bagi orang-orang yang kafir, maka Allah memfilter penyampaian sinyal-sinyal syaraf yang dikirim “otak dalam jantung” ke otak manusia, sebagaimana yang tertuang dalam Al-Israa (17) ayat 46 :

[17:46] dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya …

waja’alnaa ‘alaa quluubihim akinnatan an yafqahuuhu wa fii adzaanihim waqran” — “dan Kami tempatkan di atas qalb mereka  penutup sehingga mereka tidak dapat memahaminya, dan sumbatan di telinga mereka”. Lihat bagaimana ketika membicarakan “filter” di telinga, Allah menggunakan kata fii (di dalam), sedangkan ketika membicarakan qalb, Allah menggunakan kata a’laa (diatas). Hal ini dikarenakan qalb (jantung) yang memiliki sistem otak sendiri, berkomunikasi dengan otak manusia, dimana otak manusia dalam hal ini berada di atas jantung, sehingga Allah mengatakan bahwa “filter” tersebut di letakkan “di atas” qalb, yaitu di antara qalb dan otak manusia.

[2:7] Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat
“khatamallaahu ‘alaa quluubihim wa’alaa sam’ihim wa’alaa abshaarihim ghisyaawatun walahum ‘adzaabun ‘azhiim”

Hal ini di jelaskan, masih di dalam artikel yang sama, sebagai berikut :

“As their research evolved, they found that the heart seemed to have its own peculiar logic that frequently diverged from the direction of the autonomic nervous system. The heart appeared to be sending meaningful messages to the brain that it not only understood, but obeyed.

Dalam artikel yang lain mengenai kemampuan otak di dalam jantung ini pun di dijelaskan, bahwa jantung pun memiliki sytem syaraf yang dijuluki dengan “the brain in the heart” :

These scientists have found that the heart has its own independent nervous system – a complex system referred to as “the brain in the heart.” There are at least forty thousand neurons (nerve cells) in the heart – as many as are found in various subcortical centers of the brain. (http://www.therealessentials.com/followyourheart.html)

Pam Montgomery dalam bukunya “Plant Spirit Healing: A Guide to Working with Plant Consciousness” menuliskan kaitan jantung dalam pengendalian emosi seseorang sebagai berikut :

There are 40,000 nerve cells in the heart as well as neurotransmitters such as noradrenaline and dopamine (known emotional mediators), that the heart synthesizes and releases. “With every beat of the heart, a burst of neural activity is relayed to the brain,” Martin explains. “The heart senses hormonal, [heart] rate and pressure information, translates it into neurological impulses and processes this information.

Bahkan, jantung manusia, sebagaimana otak manusia, pun memiliki kemampuan untuk mengingat. Dalam artikel http://www.lostartsofthemind.com/2006/11/can-your-heart-think-and-feel.html dinyatakan :

Amazingly, Dr Andrew Armour, a neurologist from Montreal, Canada, discovered a small but complex network of neurons in the heart, which he has dubbed ‘the little brain in the heart’. These neurons seem to be capable of both short and long term memory. Why should the heart even have neurons and the ability to remember? Well, for one thing, there is a lot of muscle co-ordination that goes on in the heart in order to allow it to function properly. The fact that hearts can even be transplanted shows that there is a long-term memory stored in the heart for its rhythms. When a heart is removed, it is cooled and can stay alive for up to four hours. Once the heart is connected into its new recipient, as blood enters it, it begins to beat again. It is almost certainly the ‘little brain in the heart’ that is enabling the heart to remember how to beat.

Di lain artikel, Professor Mohammad Omar Salem dalam tulisannya “The heart, mind and spirit” (http://www.rcpsych.ac.uk/pdf/Heart,%20Mind%20and%20Spirit%20%20Mohamed%20Salem.pdf) pun membahas mengenai brain in the heart ini. Mengutip dari tulisan tersebut :

After extensive research, Armour (Armour J A (1994), Neurocardiology: A natomical and Functional Principles, New York, NY, Oxford University Press: 3-19.) introduced the concept of functional ‘heart brain’. His work revealed that the heart has a complex intrinsic nervous system that is sufficiently sophistic ated to qualify as a ‘little brain’ in its own right. The heart’s brain is an intricate network of several types of neurons,  neurotransmitters, proteins and support cells similar to those found in the brain proper. Its elaborate circuitry enables it to act independently of the cranial brain – to learn, remember, and even feel and sense. The heart’s nervous system contains around 40,000 neurons, called sensory neurites (Armour J A (1991), Anatomy and function of the intrathor acic neurons regulating the mammalian heart. In: Zucker I H and Gilmore J P, eds. Reflex Control of the Circulation. Boca Raton, FL, CRC Press: 1-37. ). Information from the heart – including feeling sensations – is sent to the brain through several afferents. These afferent nerve pathways enter the brain at the area of the medulla, and cascade up into the higher centres of the brain, where they may influence perception, decision making and other cognitive processes (Armour J. A. (2004), Cardiac neuronal hierarchy in health and disease, American 4 journal of physiology, regulatory, integrative and comparative physiology. Aug;287(2):R262-71.).

Thus, it was revealed that the heart has its own intrinsic nervous system that operates and processes information independently of the brain or nervous system. This is what allows a heart transplant to work. Normally, the heart communicates with the brain via nerve fibres running through the vagus nerve and the spinal column. In a heart transplant, these nerve connections do not reconnect for an extended period of time; in the meantime, the transplanted heart is able to function in its new host only through the capacity of its intact, intrinsic nervous system (Murphy D A, Thompson G W, et al (2000), The heart reinnervates after transplantation. Annals of Thor acic Surgery;69(6): 1769-1781. )

Keterkaitan dengan emosi manusia, Al-Qur’an sangat menganjurkan keselarasan berpikir dengan akal dan berpikir dengan hati, mengisyaratkan keterhubungan yang erat antara a’qal dan qalb ini. Emosi dan tindakan manusia adalah hasil keselarasan antara keduanya, meskipun pusat emosi dan pengambilan tindakan tetap dipegang oleh otak  atau a’qal (klik disini untuk baca postingan “Struktur Otak Manusia Dalam Al-Qur’an”). Oleh sebab itu juga, salah satu metode pendeteksi kebohongan yang banyak dilakukan adalah dengan metode polygraph, dalam kaitannya dengan mendeteksi qalb atau jantung, sebagaimana yang diulas dalam postingan “Metode Pendeteksi Kebohongan Menurut Al-Qur’an (klik disini untuk baca)”.

Hal senada mengenai peranan qalb dalam kaitannya dengan emosi manusia di ungkapkan di dalam artikel “http://www.today.com/id/11023208/ns/today-today_health/t/does-your-heart-sense-your-emotional-state/#.UjnU4X9TC50” :

Psychologists once maintained that emotions were purely mental expressions generated by the brain alone. We now know that this is not true — emotions have as much to do with the heart and body as they do with the brain. Of the bodily organs, the heart plays a particularly important role in our emotional experience. The experience of an emotion results from the brain, heart and body acting in concert.

Dan juga dikatakan www.sciencedaily.com dalam artikelnya “http://www.sciencedaily.com/releases/2013/04/130407211558.htm” menjelaskan bagaimana jantung, dalam fungsinya yang independen (sebagaimana di atas dikatakan sebagai “little brain in the heart“), berperan dalam mempengaruhi persepsi manusia dalam melihat sesuatu :

“From previous research, we know that if we present images very fast then we have trouble detecting them, but if an image is particularly emotional then it can ‘pop’ out and be seen. In a second experiment, we exploited our cardiac effect on emotion to show that our conscious experience is affected by our heart. We demonstrated that fearful faces are better detected at systole (when they are perceived as more fearful), relative to diastole. Thus our hearts can also affect what we see and what we don’t see — and can guide whether we see fear.

“Lastly, we have demonstrated that the degree to which our hearts can change the way we see and process fear is influenced by how anxious we are. The anxiety level of our individual subjects altered the extent their hearts could change the way they perceived emotional faces and also altered neural circuitry underlying heart modulation of emotion.”

Sebelum Al-Qur’an di turunkan, pernyataan “qalb (hati) yang memahami”, “bepikir dengan hati nurani”, “memahami dengan hati” mungkin sudah ada, akan tetapi sekali lagi, pemilihan kata selalu menjadi keajaiban Al-Qur’an, yang mampu mengubah suatu istilah yang pada masa diturunkannya mampu dipahami secara biasa, akan tetapi ternyata menyimpan makna yang mengungkapkan sesuatu yang baru akan diketahui berabad-abad kemudian, seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan. Qulubun ya’qiluuna adalah salah satunya,  qalb (jantung) yang bersifat a’qal (otak), jantung yang memiliki system otak yang mandiri, yang berkomunikasi dengan otak manusia, sebagaimana Allah melalui Al-Qur’an sangat menekankan pentingnya keselarasan berpikir dengan a’qal dan berpikir dengan qalb. Hanya Al-Qur’an satu-satunya kitab yang menyatakan hal ini dengan pemilihan kata-nya yang sangat selektif.

[41:53] Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? 

Wallahu a’lam

Larangan bersahabat/TEMAN DEKAT/sahabat DEKAT {AULIYA} dengan orang-orang KAFIR ————————— Firman Allah SWT: لاَيَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكٰفِرِينَ اَوْلَيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَۚ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّٰهِ فِى شَيْءٍ إِلاَّ أَن تَتَّقُوا مِنهُمْ تُقٰةًۚ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ وَإِلَى اللّٰهِ الْمَصِيرُ۝ آل عمران ٢٨ “Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena ( siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri ( siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” (Qs: Ali Imran; ayat; 28). ————————- Kupasan Kata-kata ——————————— “Auliyah” bentuk jama’ dari ” Wali.” Menurut bahasa berarti: “Pelindung” Penolong”. —————————– Raghib Asfahani berkata: setiap orang yang mengurus persoalan orang lain, maka orang tersebut adalah, ‘wali’ dari orang lain itu. Makna ini terdapat pada firman Allah SWT: اللّٰهُ وَلِىُّ الَّذِينَ ءَامَنُو١ ۝ البقرة ٢٥٧ ( Allah Pengurus bagi orang-orang yang beriman…..) Al Baqarah; 257) ( lihat Al-Mufradat oleh Raghib Asfahani, hal; 533). ———————————— ” Tiqaah” semakna dengan, “Taqiyyah” yakni ‘ menggunakan siasat terhadap seseorang karena takut akan kejahatan orang itu.” Ibnu Abbas RA berkata: “Al Taqiyyah” ialah sikap lahir yang digunakan sebagai siasat, yaitu ada kalanya seseorang bersama-sama di antara orang-orang kafir, atau berada di tengah-tengah mereka, maka ia berpura-pura senang dengan mereka dengan lisannyya, akan tetapi dalam hatinya ia sedikit pun tidak menaruh kecintaan pada mereka. ( lihat tafsier Al-Bahrul-Muhith, jilid II hal; 432). —————————– Al-Qurthubi berkata; kata ” Tuqaah” asalnya ” Wuqayah.” Senada dengan kata; “Tu’adah” ( Ketenangan dalam berfikir dan bertindak). ——————————– Adapun makna: إِلاَّ أَن تَتَّقُوا مِنهُمْ تُقٰةً “Kecuali bila ada sesuatu pada mereka yang kamu takuti, maka tak mengapa melahirkan keakraban dengan mereka dengan lisan untuk memelihara diri dan sebagai siasat untuk menolak kedurjanaan dan gangguan mereka, tanpa keyakinan di dalam hati. وَإِلَى اللّٰهِ الْمَصِيرُ “Artinya: dan kepada Allah-lah tempat kamu kembali dan pulang, kemudian Dia akan membalas segala amal perbuatanmu. ———————– Sebab Turunnya Ayat ————————— 1. Ayat ini turun sehubungan dengan masalah segolongan dari kaum mukminin, yang mempunyai kawan-kawan orang Yahudi dan yang mereka jadikan teman-teman akrab. Beberapa sahabat menegur mereka: “Jauhilah orang-orang Yahudi itu, dan berhati-hatilah berkawan dengan mereka, supaya mereka tidak dapat mengintimidasi kalian terhadap agama kalian, dan menyesatkan kalian setelah kalian beriman.” Akan tetapi mereka menolak menerima baik nasihat tersebut dan mereka tetap dalam keakraban mereka dengan orang-orang Yahudi itu,. Maka turunlah ayat ini. ( lihat tafsier Ath-Thabari, jilid III hal; 223). ————————— 2. Al-Qurthubi meriwayatkan dalam Tafsiernya dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya ayat tersebut turun sehubungan dengan masalah Ubadah bin Shamit dari golongan Anshor yangg menghadiri perang Badr. Ia mempunyai sekutu-sekutu dari orang-orang Yahudi. Ketika Nabi SAW keluar untuk berjuang dalam perang Azhab, Ubadah berkata kepada Nabi SAW : “Ya Nabi Allah, saya mempunyyai lima ratus orang sekutu dari orang-orang Yahudi. Saya berpendapat agar mereka keluar bersama saya untuk menggunakan mereka sebagai kekuatan menghadapi musuh.” Lalu Allah SWT menurunkan ayat tersebut. ————————- Ayat-Ayat yang Menunjukkan Kepada Diharamkan Berteman Akrab Dengan Orang-Orang Kafir —————- Semakna dengan apa yang kami sebutkan di atas, yaitu di haramkannya berkawan akrab dengan orang-orang kafir, banyak ayat telah turun perihal tersebut, yang di antaranya khusus mengenai masalah hubungan dengan orang-orang ahli Kitab dan yang lain berhubungan secara umum dengan kaum musyrikin. —————————— Di sini kami mambatasi diri dengan menyebutkan sebagian saja dari ayat-ayat yang bersangkutan: ————————- 1. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Maidah, ( 5) ayat; 51. يٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصٰرٰىٓ أَوْلِيَآءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءَ بَعْضٍ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi wali-wali.” ( teman akrab, seperti pemimpin, penolong atau pelindung). Sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain……” ———————– 2. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Mumtahinah, (60) ayat; 1. يَٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَتَّخِذُوا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَآءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan hal-hal kepadanya, karena rasa kasih sayang….” —————————– 3. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Maidah, ( 5), ayat; 57. يٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَآءَ وَاتَّقُوا اللّٰهَ إِن كُنتُمْ مُؤْمِنِينَ۝ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, jadi pemimpinmu ( teman setiamu) yaitu di antara orang-orang yang diberi Kitab sebelummu dan orang-orang yang kafir ( orang-orang musyrik). Dan bertaqwalah kepada Allah, jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” ——————————– 4. Firman Allah SWT di dalam surah Ali ‘Imran (3), ayat 118. يٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لاَ يَأْلُو نَكُمْ خَبَالاً “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil jadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu…..” ————————— 5. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Mujadalah (58) ayat; 22. لاَتَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ اْلأٰخِرِ يُوَآ دُّوْنَ مَن حَآ دَّ اللّٰهَ وَرَسُولَهٗ “Tidaklah kamu akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya….” ——————————

jabat syaitan
Larangan bersahabat/TEMAN DEKAT/sahabat DEKAT {AULIYA}  dengan orang-orang KAFIR
—————————
Firman Allah SWT:
لاَيَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكٰفِرِينَ اَوْلَيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَۚ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّٰهِ فِى شَيْءٍ إِلاَّ أَن تَتَّقُوا مِنهُمْ تُقٰةًۚ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ وَإِلَى اللّٰهِ الْمَصِيرُ۝ آل عمران ٢٨
 
“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena ( siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri ( siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” (Qs: Ali Imran; ayat; 28).
————————-
Kupasan Kata-kata
———————————
“Auliyah” bentuk jama’ dari ” Wali.” Menurut bahasa berarti: “Pelindung” Penolong”.
—————————–
Raghib Asfahani berkata: setiap orang yang mengurus persoalan orang lain, maka orang tersebut adalah, ‘wali’ dari orang lain itu. Makna ini terdapat pada firman Allah SWT:
اللّٰهُ وَلِىُّ الَّذِينَ ءَامَنُو١ ۝ البقرة ٢٥٧
 
( Allah Pengurus bagi orang-orang yang beriman…..) Al Baqarah; 257) ( lihat Al-Mufradat oleh Raghib Asfahani, hal; 533).
————————————
” Tiqaah” semakna dengan, “Taqiyyah” yakni ‘ menggunakan siasat terhadap seseorang karena takut akan kejahatan orang itu.” Ibnu Abbas RA berkata: “Al Taqiyyah” ialah sikap lahir yang digunakan sebagai siasat, yaitu ada kalanya seseorang bersama-sama di antara orang-orang kafir, atau berada di tengah-tengah mereka, maka ia berpura-pura senang dengan mereka dengan lisannyya, akan tetapi dalam hatinya ia sedikit pun tidak menaruh kecintaan pada mereka. ( lihat tafsier Al-Bahrul-Muhith, jilid II hal; 432).
—————————–
Al-Qurthubi berkata; kata ” Tuqaah” asalnya ” Wuqayah.” Senada dengan kata; “Tu’adah” ( Ketenangan dalam berfikir dan bertindak).
——————————–
Adapun makna:
إِلاَّ أَن تَتَّقُوا مِنهُمْ تُقٰةً
 
“Kecuali bila ada sesuatu pada mereka yang kamu takuti, maka tak mengapa melahirkan keakraban dengan mereka dengan lisan untuk memelihara diri dan sebagai siasat untuk menolak kedurjanaan dan gangguan mereka, tanpa keyakinan di dalam hati.
وَإِلَى اللّٰهِ الْمَصِيرُ
 
“Artinya: dan kepada Allah-lah tempat kamu kembali dan pulang, kemudian Dia akan membalas segala amal perbuatanmu.
———————–
Sebab Turunnya Ayat
—————————
1. Ayat ini turun sehubungan dengan masalah segolongan dari kaum mukminin, yang mempunyai kawan-kawan orang Yahudi dan yang mereka jadikan teman-teman akrab. Beberapa sahabat menegur mereka: “Jauhilah orang-orang Yahudi itu, dan berhati-hatilah berkawan dengan mereka, supaya mereka tidak dapat mengintimidasi kalian terhadap agama kalian, dan menyesatkan kalian setelah kalian beriman.” Akan tetapi mereka menolak menerima baik nasihat tersebut dan mereka tetap dalam keakraban mereka dengan orang-orang Yahudi itu,. Maka turunlah ayat ini. ( lihat tafsier Ath-Thabari, jilid III hal; 223).
—————————
2. Al-Qurthubi meriwayatkan dalam Tafsiernya dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya ayat tersebut turun sehubungan dengan masalah Ubadah bin Shamit dari golongan Anshor yangg menghadiri perang Badr. Ia mempunyai sekutu-sekutu dari orang-orang Yahudi. Ketika Nabi SAW keluar untuk berjuang dalam perang Azhab, Ubadah berkata kepada Nabi SAW : “Ya Nabi Allah, saya mempunyyai lima ratus orang sekutu dari orang-orang Yahudi. Saya berpendapat agar mereka keluar bersama saya untuk menggunakan mereka sebagai kekuatan menghadapi musuh.” Lalu Allah SWT menurunkan ayat tersebut.
————————-
Ayat-Ayat yang Menunjukkan Kepada Diharamkan Berteman Akrab Dengan Orang-Orang Kafir
—————-
Semakna dengan apa yang kami sebutkan di atas, yaitu di haramkannya berkawan akrab dengan orang-orang kafir, banyak ayat telah turun perihal tersebut, yang di antaranya khusus mengenai masalah hubungan dengan orang-orang ahli Kitab dan yang lain berhubungan secara umum dengan kaum musyrikin.
——————————
Di sini kami mambatasi diri dengan menyebutkan sebagian saja dari ayat-ayat yang bersangkutan:
————————-
1. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Maidah, ( 5) ayat; 51.
يٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصٰرٰىٓ أَوْلِيَآءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءَ بَعْضٍ
 
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi wali-wali.” ( teman akrab, seperti pemimpin, penolong atau pelindung). Sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain……”
———————–
2. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Mumtahinah, (60) ayat; 1.
يَٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَتَّخِذُوا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَآءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ
 
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan hal-hal kepadanya, karena rasa kasih sayang….”
—————————–
3. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Maidah, ( 5), ayat; 57.
يٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَآءَ وَاتَّقُوا اللّٰهَ إِن كُنتُمْ مُؤْمِنِينَ۝
 
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, jadi pemimpinmu ( teman setiamu) yaitu di antara orang-orang yang diberi Kitab sebelummu dan orang-orang yang kafir ( orang-orang musyrik). Dan bertaqwalah kepada Allah, jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”
——————————–
4. Firman Allah SWT di dalam surah Ali ‘Imran (3), ayat 118.
يٰأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لاَ يَأْلُو نَكُمْ خَبَالاً
 
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil jadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu…..”
—————————
5. Firman Allah SWT di dalam surah Al-Mujadalah (58) ayat; 22.
لاَتَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ اْلأٰخِرِ يُوَآ دُّوْنَ مَن حَآ دَّ اللّٰهَ وَرَسُولَهٗ
 
“Tidaklah kamu akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya….”
——————————
Ikhtisar Kandungan Ayat
 
Allah SWT melarang hamba-hambaNya yang beriman untuk berteman dan berkawan dengan orang-orang kafir, atau mendekati mereka secara akrab dengan rasa kasih dan cinta, atau berkawan dengan mereka karena hubungan kekerabatan atau karena kenal, sebab tidaklah patut bagi orang-orang beriman berkasih sayang dengan musuh-musuh Allah, karena tidak dapat masuk pada akal akan adanya orang yang mempersatukan dalam hatinya kecintaan kepada Allah dan kecintaan kepada musuh-musuh-Nya, karena hal itu berarti mempersatukan dua hal yang saling bertentangan.
 
Ibnul Arabi berkata bahwa Umar Ibnu Khaththab RA melarang Abu Musa Al-Asy’ari mempekerjakan seorang ahli Kitab, yang oleh Abu Musa dipakainya sebagai penulis ( sekretaris) di Yaman. Umar memerintahkan Abu Musa agar ia memberhentikan pegawainya itu.( lihat tafsier ayat-ayat hukum oleh, Ali Ash-Shabuni, jilid I hal: 693-705).
 
Jadi orang muslim tidak diperkenankan berkasih sayang dengan selain orang-orang yang beriman, lalu ia mengambil orang-orang kafir, yang menanti-nanti marabahaya menimpa kaum mukminin, menjadi teman akrab, bersahabat dengan mereka dan menunjukkan rasa kasih sayang kepada mereka, atau meminta pertolongan kepada mereka, dengan meninggalkan saudara-saudaranya yang beriman, di antara iman dan kufur tidak ada relasi dan hubungan. Maka ayat-ayat tersebut memperingatkan kaum mukminin dari mengambil orang-orang kafir menjadi kawan akrab, kawan perjuangan.
 

Selanjutnya ayat-ayat tersebut menutup keterangannya dengan peringatan keras yang menunjukkan akan besarnya dosa atas orang yang menentang perintah-perintah Allah dan berteman akrab dengan musuh-musuh-Nya.”

wallahua’lam
berbagai sumber
======================================

LOYALITAS ….. hanya kepada ALLAH, RASUL, dan ORANG BERIMAN saja…..
>>> LOYALITAS kepada orang KAFIR, MUSYRIK = menyebabkan BATAL SYAHADATnya
……………………..………..
Kita meyakini bahwa landasan Al-Walawal Bara’ (loyalitas kepada Islam dan berlepas diri dari selainnya) hanyalah Islam, tidak yang lainnya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan RasulNya, kita wajib berwala’ kepadanya di mana saja. Dan barangsiapa kafir terhadap Allah dan RasulNya, kita wajib berlepas diri darinya di mana saja. Barangsiapa yang ada keimanan dan perbuatan dosa padanya, maka kita berwala’ kepadanya sebatas keimanannya dan berlepas diri darinya sebatas dosadosanya. Dan barangsiapa berwala’ kepada agama selain Islam berarti tauhid dan keimanannya telah batal.

Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpinpemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Al-Ma’idah: 51).

Kalimat berwala’ menunjukkan kecintaan dan pertolongan, maksudnya janganlah engkau bergaul dengan mereka atau berhubungan dengan mereka sebagaimana pergaulan dengan orang-orang yang dicintai. Alasan dilarangnya berwala’ kepada mereka karena sebagian dari mereka merupakan pemimpin dari sebagian yang lain. Itu berarti bahwa mereka bersatu dalam melawan dan melecehkan orang-orang yang beriman. Bagaimana mungkin akan terjadi hubungan walaantara kita dengan mereka?

Firman Allah Subhaanahu Wata’ala,

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ (55) وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (Al-Ma’idah: 55-56).

Saat Allah melarang mereka untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong, Allah juga menerangkan kepada mereka siapa sebenarnya penolong mereka, sehingga maksud ayat tersebut adalah: Janganlah kalian menjadikan mereka sebagai penolong, sebab sebagian dari mereka adalah pemimpin dari sebagian yang lain, sehingga tidak bisa digambarkan adanya perwalian antara mereka dengan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya penolong-penolong kalian adalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Maka jadikanlah mereka itu sebagai penolong dan pemimpinmu.

Lafazh penolong diungkapkan dalam bentuk mufrad (tunggal) padahal obyeknya lebih dari satu, karena sesungguhnya asal pertolongan hanya dari satu Dzat, yaitu Allah. Berwala’ kepada Rasul dan orang-orang yang beriman adalah mengikuti Allah Subhaanahu Wata’ala.

Firman Allah Subhaanahu Wata’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi temanteman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (beritaberita Muhammad) karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu.” (Al-Mumtahanah: 1).

Maka Allah Subhaanahu Wata’ala melarang kaum muslimin untuk menjadikan orang-orang musyrik dan orang-orang kafir yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sebagai pemimpin dan orang pilihan mereka.

Firman Allah Subhaanahu Wata’ala,

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ

“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.” (Ali Imran: 28).

Allah menerangkan dalam ayat ini bahwa barangsiapa menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong dan pemimpin dan meninggalkan orang-orang yang beriman, maka Allah dan Rasul-Nya telah berlepas darinya. Ini merupakan ancaman yang keras.

Kita diperintahkan untuk meniru Nabi Ibrahim dan orang-orang yang beriman bersamanya dalam menghadapi permusuhan orang-orang kafir dan perlawanan mereka. Firman Allah Subhaanahu Wata’ala,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja”.” (Al-Mumtahanah: 4).

Firman Allah Subhaanahu Wata’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (23) قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapakbapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anakanak, saudarasaudara, isteriisteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumahrumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (At-Taubah: 23-24).

Allah Subhaanahu Wata’ala memerintahkan untuk berlepas dari orang-orang kafir meskipun mereka adalah orang tua atau anak-anak mereka, dan melarang untuk menjadikan mereka sebagai penolong dan pemimpin apabila mereka lebih memilih kekufuran daripada Islam. Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk memberi ancaman kepada orang yang lebih mengutamakan keluarganya dan kerabatnya daripada Allah dan Rasul-Nya, akan kedatangan adzab dan siksa Allah kepada mereka.

Firman Allah,

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.” (Al-Mujadilah: 22).

Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Ubaidah yang telah membunuh orang tuanya pada perang Badar. Juga menerangkan bahwa di antara kaum mukminin tidak ada yang berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, dan bahwa orang yang lepas dari berkasih sayang dengan musuhmusuh Allah adalah orang yang Allah telah menanamkan keimanan di dalam hatinya dan menjadikannya indah di mata hatinya.

Diriwayatkan dari Amr bin Al-‘Ash radhiyallahuanhu, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahualaihi wasallam bersabda dengan suara keras, tidak pelan, “Ketahuilah bahwa keluarga orang tuaku –maksudnya si fulan- bukanlah pemimpin dan penolong bagiku. Sesungguhnya penolongku hanyalah Allah dan orang-orang beriman yang shalih.” (HR. Muslim)

Al-Qadhi Iyadh berkata, “Dikatakan, bahwa yang dimaksud oleh Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam di sini adalah Al-Hakam bin Abi Al-‘Ash. Wallahu a’lam. An-Nawawi telah memberi judul untuk hadits ini dengan ‘Bab perwalian dengan orang-orang beriman dan pemutusan hubungan serta berlepas diri dari selain mereka’.”

Tha’ifah Manshurah : Berperang Adalah Salah Satu Ciri Mereka ———————- Tha`ifah Manshurah atau Tha`ifah Zhahirah adalah satu kelompok kecil dari umat Islam yang mendapat pertolongan Allah. Mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah yang akan selalu ada. Sejak masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam hingga hari kiamat nanti. —————————– Tha`ifah Manshurah adalah orang-orang yang berakidah sesuai pemahaman Rasululah dan para sahabat. Mereka menjauhi dosa dosa besar dan dosa kecil semampu mereka. Berusaha mengamalkan Sunnah, mulai dari yang paling kecil hingga yang besar. Dan jelas sikap fanatiknya pada Islam, anti nasionalisme dan pemetakan berdasarkan ras dan daerah. —————————— Wahai Rasulullah, apakah itu perang di jalan Allah ————————— ‘Utsman bercerita kepada kami, ia berkata: Jarir bin Manshur memberitakan kepada kami dari Abu Wa’il dari Abu Musa, ia berkata: “Seseorang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah itu perang di jalan Allah? Sesungguhnya ada seseorang dari kami yang berperang karena marah, dan ada yang berperang karena membela orang lain.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya -(Abu Musa) berkata: Tidaklah Rasulullah mengangkat kepalanya melainkan karena orang yang bertanya dalam keadaan berdiri- dan menjawab: ‘Siapa saja yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia berada di jalan Allah.’” HR. al-Bukhari. —————————— Hanya satu yang menyatukan mereka yaitu akidah Islam dan permusuhan terhadap thaghut. —————————— Salah ciri mereka yang jelas terlihat adalah bahwa mereka berperang di jalan Allah. Sekali lagi saya menggunakan kata perang (قِتَال) bukan jihad yang masih bisa diinterpretasikan lain selain angkat senjata membunuh atau dibunuh musuh. ————————– Berikut beberapa riwayat tentang tha`ifah manshurah yang mengandung tegas kalimat qital (berperang) di jalan Allah. …………….. 1.Hadis Jabir bin Samurah, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :……. لَنْ يَبْرَحَ هَذَا الدِّينُ قَائِمًا يُقَاتِلُ عَلَيْهِ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ Agama ini akan selalu tegak dimana ada sekelompok kaum muslimin berperang membelanya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim, no. 1922 dalam kitab Al-Imarah, Musnad Ahmad, no. 20985). Isnadnya hasan karena dalam sanadnya ada Simak bin Harb dimana haditsnya hasan bila bersendirian.

khalifah hujan batu 1

Tha’ifah Manshurah : Berperang Adalah Salah Satu Ciri Mereka
———————-

Tha`ifah Manshurah atau Tha`ifah Zhahirah adalah satu kelompok kecil dari umat Islam yang mendapat pertolongan Allah.  Mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah yang akan selalu ada.  Sejak masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam hingga hari kiamat nanti.
—————————–

Tha`ifah Manshurah adalah orang-orang yang berakidah sesuai pemahaman Rasululah dan para sahabat.  Mereka menjauhi dosa dosa besar dan dosa kecil semampu mereka.  Berusaha mengamalkan Sunnah,  mulai dari yang paling kecil hingga yang besar.  Dan jelas sikap fanatiknya pada Islam, anti nasionalisme dan pemetakan berdasarkan ras dan daerah.
——————————

hujn batu segera1

Wahai Rasulullah, apakah itu perang di jalan Allah

 —————————

‘Utsman bercerita kepada kami, ia berkata: Jarir bin Manshur memberitakan kepada kami dari Abu Wa’il dari Abu Musa, ia berkata: “Seseorang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah itu perang di jalan Allah? Sesungguhnya ada seseorang dari kami yang berperang karena marah, dan ada yang berperang karena membela orang lain.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya -(Abu Musa) berkata: Tidaklah Rasulullah mengangkat kepalanya melainkan karena orang yang bertanya dalam keadaan berdiri- dan menjawab: ‘Siapa saja yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia berada di jalan Allah.’” HR. al-Bukhari.
——————————

Hanya satu yang menyatukan mereka yaitu akidah Islam dan permusuhan terhadap thaghut.
——————————

Salah ciri mereka yang jelas terlihat adalah bahwa mereka berperang di jalan Allah.  Sekali lagi saya menggunakan kata perang (قِتَال) bukan jihad yang masih bisa diinterpretasikan lain selain angkat senjata membunuh atau dibunuh musuh.
————————–
bendera khalifah 1

Berikut beberapa riwayat tentang tha`ifah manshurah yang mengandung tegas kalimat qital (berperang) di jalan Allah. ……………..

1.Hadis Jabir bin Samurah, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :…….

لَنْ يَبْرَحَ هَذَا الدِّينُ قَائِمًا يُقَاتِلُ عَلَيْهِ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Agama ini akan selalu tegak dimana ada sekelompok kaum muslimin berperang membelanya sampai hari kiamat.”
(HR. Muslim, no. 1922 dalam kitab Al-Imarah, Musnad Ahmad, no. 20985).  Isnadnya hasan karena dalam sanadnya ada Simak bin Harb dimana haditsnya hasan bila bersendirian.

2. Hadis Jabir bin Abdullah yang juga diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya, nomor 1923 :

Harun bin Abdullah dan Hajjaj bin Asy-Sya’ir menceritakan kepadaku, keduanya berkata, Hajjaj bin Muhammad menceritakan kepada kami, dia berkata, Ibnu Juraij berkata, Abu Az Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang berperang di atas kebenaran dan menang sampai hari kiamat.

Juga diriwayatkan oleh Ahmad dengan tambahan,

“Lalu turunlah Isa putra Maryam dan berkatalah pimpinan mereka, “Mari shalat menjadi Imam kami.” Tapi Isa berkata, “Tidak, melainkan salah satu dari kalian berhak memimpin yang lain sebagai penghormatan Allah kepada umat ini”.”
(Musnad Ahmad, no. 15127).

3. Hadis Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang juga diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya nomor 1037 dalam riwayat mutabi’ :

Ishaq bin Manshur menceritakan kepadaku, Katsir bin Hisyam mengabarkan kepada kami, Ja’far yaitu putra Burlan menceritakan kepada kami, Yazid bin Al-Ashamm menceritakan kepada kami, dia berkata, Aku mendengar Mu’awiyah bin Abu Sufyan menyebutkan sebuah Hadits yang dia riwayatkan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan belum pernah aku dengar dia meriwayatkan sebuah Hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam di mimbarnya selain Hadits ini. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَلَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya maka dia akan dipahamkan dalam urusan agama. Akan senantiasa ada sebagian kecil dari umatku ini yang berperang di atas kebenaran dan selalu menang menghadapi siapa saja yang memerangi mereka sampai hari kiamat.

4.Hadits Imran bin Hushain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ حَتَّى يُقَاتِلَ آخِرُهُمُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ

“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang berperang di atas kebenaran dan menang melawan orang yang memerangi mereka sampai generasi terakhir mereka akan berperang melawan Al Masih Ad Dajjal.”
(HR.Abu Daud, no. 2484, Ahmad dalam musnadnya nomor 19920, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, no. 8391 dia menyatakan Hadits ini Shahih berdasarkan syarat Muslim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi, serta diiyakan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 1959).

4. Hadits Uqbah bin Amir yang berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى أَمْرِ اللَّهِ قَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى تَأْتِيَهُمْ السَّاعَةُ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ

“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari kalangan umatku yang berperang berdasarkan urusan Allah yang mengalahkan musuh mereka. Orang yang menyelisihi mereka tidak membahayakan mereka sampai datang kiamat kepada mereka dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu.”
(HR. Muslim, no. 1924).

5.Hadits Salamah bin Nufail Al-Kindi yang berkata,

“Aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam maka ada seorang laki-laki datang dan berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang telah melepas kuda dan meletakkan senjata dan mereka katakan bahwa jihad tidak ada lagi dan alat-alat perangpun sudah dikemas.” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pun menghadapkan wajahnya dan berkata,

كذبوا الآن الآن جاء القتال ولا يزال من أمتي أمة يقاتلون على الحق ويزيغ الله لهم قلوب أقوام ويرزقهم منهم حتى تقوم الساعة وحتى يأتي وعد الله

“Mereka salah! Justru sekarang inilah, ya sekarang inilah saatnya perang dan akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang berperang di atas kebenaran. Allah menyesatkan hati sebagian orang untuk mereka sehingga mereka bisa memperoleh rezeki dari orang-orang yang tersesat itu. Itu akan berlangsung terus hingga hari kiamat atau sampai datangnya urusan Allah…..” sampai akhir Hadits.
(HR. An Nasa`iy, no. 3561, Ahmad dalam musnadnya, no. 16965 dinyatakan hasan sanadnya oleh Al-Arnauth.

*****
war kuda perang badai

Inilah Hadits Hadits yang menyatakan bahwa salah satu ciri tha`ifah manshurah yang dijanjikan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang akan selalu ada sepanjang zaman adalah : berperang melawan musuh Allah.

Jumlah mereka sedikit, karena kata tha`ifah atau ‘ishabah yang terdapat dalam Hadits menunjukkan bahwa mereka hanya sekelompok orang, bukan mayoritas umat Islam.

Mengingat tidak semua orang mampu melakukan jihad dalam bentuk perang, hanya manusia pilihan Allah yang akan melaksanakannya.

Dengan melihat ciri tersebut bisa kita lihat saat ini ada dimana saja kelompok itu. Sebab kata qital atau perang sudah sangat spesifik tak lagi bisa diartikan menulis buku, mendalami Hadits, membantah ahli bid’ah lewat tulisan dan lain-lain.

Akan tetapi, tidak semua mereka yang berperang akan dianggap masuk kelompok ini, karena hanya mereka yang berakidah lurus dan memperjuangkan agama Allah saja yang berhak menyandangnya. Sedangkan yang berperang karena rasa nasionalisme semata, atau demi kepentingan duniawi dan bukan untuk menegakkan syariat Allah atau akidah mereka menyimpang maka tidak bisa dikategorikan kelompok ini.

Peperangan merupakan sunnatullah yang akan terjadi karena orang-orang kafir akan selalu berusaha merongrong Islam dan kaum muslimin sampai kita mau tunduk terjajah oleh mereka dan itulah yang dijanjikan Allah dalam surah Al Baqarah [2] Ayat 120.

 وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ 120

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Maka umat ini akan selalu ditimpa bencana serangan dari orang-orang kafir. Ini mengingatkan kita kepada pernyataan emas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ketika terjadi penyerangan Tartar.  Saat itu  Ibnu Taimiyah membagi kelompok umat Islam saat itu menjadi tiga :

  1. Thaifah Manshurah yaitu mereka yang berjihad melawan Tartar sang perusak.
  2. Tha`idah Mukhalifah yaitu kaum perusak itu sendiri beserta orang-orang Islam yang mengikuti dan bersekutu dengan mereka.
  3. Tha`ifah Mukhadzilah, yaitu mereka yang hanya duduk dan tidak mau angkat senjata, meski sikap keislaman mereka benar.

(Lihat Majmu’ Al Fatawa jilid 26, hal. 416-417).

Apa yang terjadi di masa Ibnu Taimiyah ini terjadi lagi sekarang di Irak, Afghanistan, Palestina dan belahan bumi lainnya.

Tha`ifah Manshurah mengambil peran mereka dalam mempertahankan agama Allah dengan angkat senjata, dan mereka itulah yang sedang berperang di sana.

Sedangkan tha`ifah mukhalifah adalah para pemimpin Munafik model Hamid Karzai yang menjadi kaki tangan orang kafir untuk memerangi kaum muslimin.

Sedangkan tha`ifah mukhadzilah adalah mereka yang tidak mau angkat senjata dengan berjuta alasan, mulai dari merasa diri masih lemah, jihadnya tidak syar’i sampai yang memang tidak peduli.

Semoga ada kelompok keempat yaitu mereka yang berniat untuk membantu saudara-saudaranya yang berjihad di sana namun belum mendapat kemampuan dan kesanggupan, tapi mereka mendukung dan tidak malah menghina perjuangan saudaranya itu dengan cap khawarij dan lain sebagainya yang hanya menguntungkan Amerika dan sekutu-sekutunya.

BERBAGAI SUMBER

wallahua’lam

Energi keBAIKan & Energi keBURUKan… tidak HILANG … akan berUBAH menjadi BENTUK LAIN …. >> menjadi MATERI LAIN ——————————– BARISAN manusia di negeri AKHIRAT : …… ada yg berbentuk: ….tanpa tangan kaki,…. jadi BABI, ….KELEDAI, ….darah di mulutnya, ….bau BANGKAI, …TANPA kepala, …mulut keluar NANAH dan darah, …KEPALA di bawah, …WAJAH hitam, …tubuh KUSTA, …BUTA mata, … dan… barisan ke 12. …wajah berSINAR… manusia ke surga ……………………………………………………. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ ……………………………… ———————— Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)” … Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.”…. Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut….. ………….Barisan Pertama…. Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……….Barisan Kedua…… Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………Barisan Ketiga….. Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………….Barisan Keempat…. Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………..Barisan Kelima………. Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………….Barisan Keenam…………….. Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” …………Barisan Ketujuh………………. Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……….Barisan Kedelapan……………….. Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……..Barisan Kesembilan………….. Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………….Barisan Kesepuluh…………….. Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ………Barisan Kesebelas………….. Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…” ……………..Barisan Kedua Belas……………….. Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…” ……………………..…………………….

akhirat sebenarnya 1

 Energi keBAIKan & Energi keBURUKan… tidak HILANG … akan berUBAH menjadi BENTUK LAIN …. >> menjadi MATERI LAIN
——————————–

BARISAN manusia di negeri AKHIRAT : ……

ada yg berbentuk: ….tanpa tangan kaki,…. jadi BABI, ….KELEDAI, ….darah di mulutnya, ….bau BANGKAI, …TANPA kepala, …mulut keluar NANAH dan darah, …KEPALA di bawah, …WAJAH hitam, …tubuh KUSTA, …BUTA mata, … dan… barisan ke 12. …wajah berSINAR… manusia ke surga ……………………………………………………. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ ………………………………
————————
manusia babi kera

Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)” …

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.”….

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut…..

………….Barisan Pertama….

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

……….Barisan Kedua……

Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

………Barisan Ketiga…..

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

………….Barisan Keempat….

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

………..Barisan Kelima……….

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

hell paint dream

………….Barisan Keenam……………..

Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

…………Barisan Ketujuh……………….

Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

……….Barisan Kedelapan………………..

Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

……..Barisan Kesembilan…………..

Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

………….Barisan Kesepuluh……………..

Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

………Barisan Kesebelas…………..

Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

……………..Barisan Kedua Belas………………..

Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”
……………………..…………………….

atom sebagai partikel dasar yang menyusun jagat raya ini, dan energi  yang sudah tersedia di dalam atom. Dan berikutnya, kita akan membahas Hukum Kekekalan Energi & Massa.

Bahasa yang terkesan melawan kodrat dari Tuhan tentang makna  kekekalan.  Dan, tentu bukan itu yang akan kita bahas, karena energi akan ada hanya kalau ada materi, tanpa materi maka tidak ada energi. Dan ada Sang Pencipta materi. Dan istilah kekekalan energi hanya ada dalam terminologi ilmu fisika dan kimia.
Dalam ilmu fisika, setiap system fisik (materi) mengandung atau menyimpan energi. Dan untuk mengetahui besaran energinya, ada persamaan khusus, masing-masing persamaan di desain untuk mengukur energi yang tersimpan secara khusus. Secara umum, adanya energi diketahui oleh para peneliti atau pengamat melalui perubahan sifat objek atau system. Dan tidak ada cara seragam untuk mengungkap energi.

Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) seorang ilmuwan fisika teoretis, keturunan Yahudi yang lahir di Jerman, membuat rumus yang paling terkenal :

E = mc2

  • E = energi (J)
  • m = massa (kg)
  • c = kecepatan cahaya (m. s-1)

Energi dalam persamaan di atas dikategorikan sebagai energi diam. Diamnya dimaknai tidak bergerak dalam kerangka acuan inersia.
Kerangka acuan inersia didefinisikan sebagai bergerak dengan kecepatan konstan, tidak bergerak dipercepat (tidak ada percepatan), tidak berotasi dan bergerak dalam garis lurus.

Rumus yang diungkap Einstein itu pada dasarnya masih sebuah teori atau formula yang didasarkan atas pengamatannya pada tahun 1905 atas kelakuan obyek yang bergerak dengan laju mendekati laju cahaya. Kesimpulan terkenal yang ditariknya dari pengamatan ini adalah bahwa massa sebuah benda adalah sebuah ukuran dari kandungan energi benda tersebut.
Pembuktian formula tersebut masih belum bisa dicapai sampai sekarang ini, karena manusia belum mampu membuat atau menciptakan alat yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya.

Beberapa kejadian di reaksi atom dianggap mewakili rumus itu, yaitu pada peristiwa peluruhan inti atom. Di mana pada saat peluruhan inti atom, ada partikel yang dipancarkan (radiasi elektromagnetik) yang menyebabkan massa atom berkurang. Massa yang hilang dianggap berubah menjadi energi.

Kecepatan cahaya dalam ruang vakum (hampa udara atau dalam keadaan kosong) :

299.792.458 meter per detik (m/s) = 1.079.252.848,8 kilometer per jam (km/h)

Atau 1,079 milyar kilometer per jam.

Sangat cepat sehingga hanya dibutuhkan waktu 0,13 detik untuk mengelilingi bumi, atau  sekejapan mata. Diameter bumi 12.756 km, kelilingnya 40.054 km (bulat).

Namun, di dalam film digambarkan bahwa suatu saat akan ada pesawat yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya.  Pesawat yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya akan berubah menjadi energi, sehingga bisa menembus ruang dan waktu.

Seandainya saja teori Einstein terbukti, di mana sudah ada teknologi yang mampu merubah benda padat  menjadi energi dan dari energi dikembalikan lagi menjadi benda padat. Maka akan banyak rekayasa teknologi yang tidak terbayangkan sekarang ini.

Misalnya akan ada sarana bagi kita untuk masuk ke dalam bumi tanpa harus mengebornya atau membuat lubang, dan membawa kita masuk ke bumi.
Tidak ada lagi tabrakan kendaraan bermotor atau kecelakaan lalu lintas, karena motor-motor sudah bisa berubah menjadi energi.
Kendaraan tidak lagi butuh jalan raya, karena sifat energi yang bisa menembus ruang dan waktu. Dan lain-lain
Jadi kita bisa menghilang dan menembus tembok seperti hantu. He he he ….

Hukum Kekekalan Energi

Hukum Kekekalan Energi (Hukum I termodinamika) berbunyi: “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”.
Karena energi bersifat kekal, maka energi yang ada di alam semesta ini jumlahnya tidak pernah berubah, tidak bertambah dan berkurang. Yang ada hanyalah perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain.

Di dalam ilmu fisika yang dipakai sekarang ini, penghitungan besaran energi lebih pada perubahan-perubahan energi yang terjadi pada suatu benda/materi. Karena setiap materi memiliki energi. Bukan energi yang dibicarakan Einstein E= mc2 (miroskopis), tetapi energi pada skala makroskopis.

Energi dari sebuah materi bisa dihitung melalui proses-proses atau sebab-sebab tertentu, misalnya energi dari benda yang bergerak, energi hasil dari pembakaran, energi dari proses kimia, energi listrik, dan lain-lain.

Untuk memudahkan penghitungan  energi suatu materi, para ilmuwan ilmu fisika dan kimia sepakat untuk menggunakan rumus pendekatan Joule disingkat J. Nama joule diambil dari penemunya James Prescott Joule.
1 Joule = 1 kg

m2/s2 = 1 kg dikalikan kecepatan kuadrat.
1 joule = 1 newton meter (simbol: N.m).

Satu newton adalah besarnya gaya yang diperlukan untuk membuat benda bermassa satu kilogram mengalami percepatan sebesar satu meter per detik.

Definisi satu joule lainnya:

  • Pekerjaan yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan listrik sebesar satu coulomb melalui perbedaan potensial satu volt, atau satu coulomb volt (simbol: C.V).
  • Pekerjaan untuk menghasilkan daya satu watt terus-menerus selama satu detik, atau satu watt sekon (simbol: W.s).

1 Joule mendekati sama dengan:

  • 6.241506363×1018 eV (elektron volt)
  • 0.239 kal (kalori). Kalori adalah satuan panas untuk menaikkan suhu temperatur air 1 derajat Celsius. Satuan ini sebesar 4,2 joule.
  • 2.7778×10-7 kwh (kilowatt-hour)
  • 2.7778×10-4 wh (watt-hour)
  • 9.8692×10-3 liter-atmosfer

Dengan adanya satuan untuk mengukur besaran energi ini, memudahkan manusia untuk mengembangkan peralatan dan tekonologi yang berhubungan dengan pemanfaatan energi.
Misalnya berapa joule energi yang dihasilkan dari seliter Bensin. Atau berapa joule, energi yang dihasilkan dari 1 kg TNT.
Termasuk kekuatan pukulan manusia juga bisa dihitung. Misalnya anda memukul sebuah dinding, maka bisa diketahui kekuatan pukulan anda. Juga kekuatan tendangan kaki kita, bahkan sampai kekuatan suara kita (suara diukur dengan satuan desibel)

Untuk memanfaatkan energi, manusia perlu usaha atau kerja untuk merubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain. Dan untuk itu manusia membutuhkan alat bantu atau teknologi.

  • Air yang mengalir (entah dari sungai yang dibendung, waduk atau air terjun), bisa menggerakkan baling-baling (yang lebih canggih turbin), putaran baling-baling lalu memutar kumparan listrik sehingga energinya berubah menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan lalu bisa dirubah untuk berbagai keperluan lain seperti kebutuhan rumah tangga kita. Dari energi listrik bisa dirubah menjadi energi panas, untuk menyetrika, untuk memasak dan lain-lain. Energi listrik bisa menjadi energi cahaya misalnya pada lampu. Energi listrik bisa menjadi energi gerak misalnya pada kipas.
  • Minyak bumi, di ambil dari dalam bumi, salah satunya menjadi bensin, yang sering kita gunakan pada kendaraan bermotor kita. Melalui proses pembakaran dan ledakan dalam mesin kendaraan kita, muncul energi yang mampu menggerakkan motor kita.
  • Yang paling hebat yang sudah ditemukan adalah energi yang ada di dalam atom dan dirubah menjadi energi nuklir. Selain untuk pembangkit listrik juga bisa untuk membuat bom nuklir.

Kalau dipakai terus, energinya akan habis dong???
Kembali ke hukum kekekalan energi, bahwa energi tidak bisa diciptakan dan dimusnahkan. Jadi pada prinsipnya energi tidak pernah berkurang dan bertambah.
Bahwa kemudian ada istilah krisis energi, hal itu lebih pada krisis pada sumber energinya. Sumber energi seperti minyak, gas dan batu bara memang suatu saat akan habis, dan tentu akan menyulitkan dan menyusahkan banyak manusia yang terbiasa tergantung dengan sumber energi seperti minyak, gas dan batu bara. (baca lebih jauh artikelku yang lain terkait krisis energi)

Matahari juga bagian dari sumber energi, dan diprediksi suatu saat juga akan habis. Tetapi masih lamaaa sekali, milyaran tahun… jadi tenang saja.

Seperti yang telah kita pelajari di artikel sebelumnya bahwa alam semesta ini sesungguhnya terdiri dari atom. Dan di dalam setiap materi ada energi yang tersimpan di dalamnya. Sehingga seluruh alam semesta dipenuhi oleh energi dan atom.
Di dalam batu, di sebuah besi, dipepohonan, di dalam hewan, dilangit, di udara dan diseluruh alam semesta.

Setiap aktifitas manusia juga membutuhkan energi, misalnya berjalan, berbicara, melihat, mendengar, berlari, berolah raga, dan semua aktifitas lainnya.  Seperti mobil butuh bensin, manusia butuh makan dan minum, juga butuh istirahat karena kelelahan. Jadi tubuh manusia pada dasarnya adalah pabrik (produsen) energi, mengolah makanan dan minuman (sumber energi) dan merubahnya menjadi energi,  sebagaimana mesin mobil/motor adalah alat untuk mengubah energi.

Bedanya adalah kalau tubuh manusia ini produk alami karena ciptaan Tuhan, sedang mesin mobil adalah produk yang tidak alami karena ciptaan manusia. Hasil buangannya pun berbeda, di mana buangan manusia adalah kotoran yang bisa diurai kembal oleh alam, sedangkan buangan energi mobil/motor menjadi polusi bagi alam.

Kalau menciptakan mobil, televisi, HP, komputer dan lain-lain, manusia membutuhkan pabrik, membutuhkan banyak sumber daya manusia maupun bahan baku. Namun Tuhan menciptakan manusia tanpa itu semua. Dan hebatnya semua mahluk hidup seperi tumbuh-tumbuhan,hewan dan manusia terus berkembang tanpa adanya sebuah pabrik.
Coba kalau pabrik mobil bisa menciptakan mobil yang bisa beranak pinak, tentu manusia tidak akan menjadi repot. He he he

Jadi setiap aktifitas yang menjadikan adanya perubahan energi, akan menyebabkan energi berubah dalam bentuk lain dan mengubah atau mempengaruhi lingkungan.
Misalnya anda membakar korek api dari kayu. Maka ketika kayu korek api habis, apinya akan mati. Apakah energinya hilang? Sama sekali tidak, karena energi bersifat kekal, maka setiap energi yang habis dipakai, akan terbuang dan terurai oleh alam. Atau terjadi perpindahan energi dari satu materi ke materi yang lain.

Beberapa hal lain yang bisa kita rumuskan terkait dengan energi ini adalah:

  • Setiap aktifitas manusia selalu membutuhkan energi atau mengeluarkan energi.
  • Setiap aktifitas alam, juga akan selalu memunculkan perubahan energi, baik mahluk hidup maupun benda mati. Seperti bumi yang selalu berputar dan berotasi.
  • Semua materi yang ada di dunia ini diselimuti oleh energi dan dihubungkan atau menghubungkan energi yang lain
  • Hanya sedikit sekali energi yang ada di dalam diri dan di alam semesta yang mampu dikenali, diteliti dan diolah manusia.
  • Bahkan manusia yang sedang tidur juga memerlukan energi, yang diperkirakan  membutuhkan 48 kilojoule (kJ) setiap kg berat tubunya. Karena sekalipun dia tidur, tetapi jantung, paru-paru dan organ-organ tubuh lainnya juga bekerja.
  • Juga batu atau besi, yang setiap saat juga mengalami perubahan sifat materinya

Mungkin, selama ini kita hanya menyadari adanya energi kalau aktifitas dari perubahan energi ini bisa kita lihat atau dirasakan oleh indra maupun tubuh kita. Misalnya energi panas, energi dingin, energi listrik dan lain-lain. Sehingga sering lupa atau sering tidak sadar bahwa ada energi yang melimpah di dalam diri dan diluar diri kita.

Para ilmuan juga belum mampu menyentuh energi yang dimunculkan oleh adanya aktifitas organ seperti otak, hati atau mata kita. Padahal kalau kita merasakan, menghayati, memahami atau melihat sesuatu dalam waktu tertentu akan membuat kita lelah dan lapar. Mata kita juga memiliki kecepatan penglihatan, namun belum diketahui lebih cepat mana dengan kecepatan cahaya.

Untuk otak, para ilmuwan baru bisa mengukur gelombang otak manusia untuk mengetahui tingkat kerja otak manusia pada keadaan dan kondisi tertentu. Misalnya bedanya kerja otak ketika orang sedang bekerja dan sedang tidur. Tetapi belum menyentuh sampai besaran energi yang keluar dan masuk ke otak manusia……. Pembicaraan lebih lengkap tentang otak dan pikiran pada artikel lain. Insyaallah.

Dari dalam tubuh manusia juga mengeluarkan energi yang sampai sekarang ini belum mampu diilmiahkan. Di yakini bahwa dari dalam tubuh manusia mengeluarkan gelombang elektromagnetik, atau yang dikenal dengan istilah AURA, dan berubah terus-menerus sesuai dengan keadaan emosi dan jiwanya. Masih dianggap metafisik, karena ilmu fisika belum sampai ke sana. Namun seorang ilmuwan berkebangsaan Rusia bernama Kirlian, menciptakan Kamera Kirlian untuk menangkap fenomena ini. Kamera itu sekarang telah disempurnakan menjadi Aura Camera 6000. Dari kamera itu, kita bisa melihat selubung gelombang elektromagnetik yang menyelimuti manusia dengan perwujudan beragam spektrum warna dengan implikasi berdasarkan kondisi fisik dan psikisnya.

Hukum Kekekalan Massa

Massa diartikan sebagai sifat fisika dari suatu benda, yang secara umum dapat digunakan untuk mengukur banyaknya materi yang terdapat dalam suatu benda.
Dalam Sistem Internasional (SI), massa diukur dalam satuan kilogram (kg). Alat yang digunakan untuk mengukur massa biasanya adalah timbangan. Tetapi massa berbeda dengan berat, karena massa selalu sama disetiap tempat.

Misalnya: massa kita ketika di bumi sama dengan massa di bulan, akan tetapi berat kita di bumi dan di bulan berbeda.
Berat (F/force) = massa (m) dikalikan gaya grafitasi (g) atau F = mg
Gaya garfitasi bumi juga tidak merata disetiap permukaan bumi. Contohnya  berat suatu benda di atas permukaan laut akan lebih besar dari pada beratnya pada puncak gunung yang tinggi. Hal ini disebabkan karena percepatan gravitasi di kutub lebih besar daripada di katulistiwa, dan percepatan gravitasi di atas permukaan laut lebih besar dari pada di tempat yang lebih tinggi (karena jaraknya ke pusat bumi lebih jauh).

Hukum kekekalan Massa dikemukakan oleh Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) yang berbunyi: ”Dalam suatu reaksi, massa zat  sebelum dan sesudah reaksi adalah  sama”, dengan kata lain massa tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Artinya selama reaksi terjadi tidak ada atom-atom pereaksi dan hasil reaksi yang hilang.

Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.
Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti kimia, teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida.

Hukum kekekalan massa dapat terlihat pada reaksi pembentukan hidrogen dan oksigen dari air. Bila hidrogen dan oksigen dibentuk dari 36 g air, maka bila reaksi berlangsung hingga seluruh air habis, akan diperoleh massa campuran produk hidrogen dan oksigen sebesar 36 g. Bila reaksi masih menyisakan air, maka massa campuran hidrogen, oksigen dan air yang tidak bereaksi tetap sebesar 36 g.

Begitu juga kalau kita membakar kayu misalnya kayu korek api. Berlaku juga hukum kekekalan massa. Memang setelah kayu terbakar akan menjadi abu. Namun yang  perlu anda ketahui adalah bahwa selain abu, pada pembakaran kayu juga dihasilkan oksida karbon, asap dan uap air. Oksida carbon dan uap air tidak tampak oleh mata karena bermujud gas. Jika ditimbang ulang :
mk massa kayu + masa oksigen = masa abu + massa oksida karbon + massa uap air + massa asap.

Kalau hukum kekekalan massa memang benar, maka massa dari materi yang ada didunia ini berarti tidak pernah berubah.
Kalau begitu, maka ketika mahluk hidup, hewan, tumbuhan dan manusia, setiap kali tumbuh menjadi semakin besar, berarti ada penambahan massa yang diambilkan dari massa materi yang lain. Begitu juga setiap bayi yang lahir, berarti ada energi dan massa di alam semesta ini yang beralih ke dalam diri bayi.

Kalau kita makan, maka ada beberapa massa dari air dan makanan yang makan akan menjadi daging pada tubuh kita. Kalau manusia bertambah banyak, sesungguhnya tidak ada perubahan massa di alam semesta ini, karena jumlah massa tentu juga sama sebagaimana jumlah energi di alam semesti ini, berarti selalu sama. Ini masih kalau……

Hukum kekekalan massa dan energi ini,  menunjukkan bahwa dunia dan alam semesta ini merupakan system yang tertutup, di mana perubahan-perubahan di dalamnya tidak mempengaruhi jumlah energi dan massa. Perubahan jumlah manusia, hewan, tumbuhan, bumi dan planet-planet lainnya, hanyalah merupakan perpindahan bentuk energi dan massa dari bentuk satu ke bentuk yang lainnya.

Pengetahuan ini menunjukkan bahwa diri kita selalu terhubung ke semua bentuk energi dan massa yang ada dilingkungan kita sampai ke alam semesta. Tubuh kita merupakan bagian dari rangkaian system energi dan massa yang mengisi jagat raya ini. Tubuh kita adalah simpanan atau kandungan dari materi dan energi.

Apa yang kita lakukan, pikirkan dan ucapkan selalu mempengaruhi dan dipengaruhi system yang ada di dalam diri kita maupun diluar diri kita.
Energi dari kekuatan pikiran juga menimbulkan serangkaian energi yang belum mampu diurai secara ilmiah.

Ada fenomena seperti ini :
“Suatu saat saya pernah diajari teman saya tentang kekuatan fokus pikiran, kemudian saya praktekkan ketika saya berada pada sebuah perjalanan di pesawat, saya fokuskan pandangan saya pada sesorang, yang duduk beberapa baris di depan saya. Kemudian saya gunakan focus pikiran saya pada orang itu, agar orang itu menoleh kepada saya. Beberapa saat kemudian orang tersebut benar-benar menoleh pada saya dan tersenyum.”
Saya sempat tertegun dan takjub.
Kekuatan fokus pikiran tersebut relatif mudah dipraktekkan dan dibuktikan, namun meninggalkan pertanyaan tentang dasar ilmiahnya. Karena belum ada teori ilmiah yang menerangkan hal itu.
================================

Semuanya Adalah Energi
================

Mengapa penemuan Albert Einstein ini begitu penting? Untuk memahami ini, Anda perlu memiliki sedikit informasi tentang latar belakangnya. Sebelum Einstein, para ilmuwan percaya bahwa alam semesta dibuat dari dua unsur yang berbeda secara mendasar, yaitu materi (yang dianggap dibuat dari partikel yang tidak terbagi) dan energi (dianggap dibuat dari gelombang). Materi dan energi ini berinteraksi untuk membentuk jagad material, tetapi mereka tidak bercampur (yang satu tidak bisa diubah menjadi yang lain).

Diantara para ilmuwan tersebut, tiba-tiba muncul seorang petugas paten sederhana (Einstein) yang datang dengan rumus sederhana, E = mc2, yang membuat pandangan dunia sebelumnya menjadi usang. Bahkan, Einstein membuktikan bahwa dualisme materi/energi telah salah selama ini.

Formula Einstein (dan percobaan yang tak terhitung jumlahnya telah membuktikan rumus tersebut) bahwa materi dapat diubah menjadi energi dan sebaliknya.
Anda mungkin telah belajar bahwa reaksi nuklir mengkonversi materi (uranium) menjadi energi. Namun, pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Pada kenyataannya, reaksi nuklir hanya membebaskan energi yang sudah tersimpan dalam atom Uranium. Mengapa energi tersebut bisa tersimpan di dalam atom ? Karena atom itu terbuat dari energi!

Perjalanan ke Materi

Konsekuensi dari itu rumus Einstein adalah bahwa semua materi terbuat dari energi. Untuk mendapatkan ide visual fakta yang agak abstrak ini, bayangkan bahwa Anda memulai perjalanan ke dalam level yang lebih dalam dari materi. Anda mulai dari permukaan, dan pada tingkat ini besi tampak padat. Namun, Anda mengetahui bahwa materi tersusun dari blok bangunan yang lebih kecil, yang disebut molekul. Ketika Anda masuk ke tingkat molekuler, Anda melihat bahwa blok materi padat dibuat dari banyak potongan-potongan kecil dan ada ruang terbuka di antara molekul-molekul tersebut.

Namun, molekul bukanlah dasar blok bangunan atau akhir dari materi. Molekul terbuat dari kombinasi beberapa blok bangunan yang lebih kecil, yang disebut atom. Ketika Anda melompat ke tingkat atom, Anda menyadari bahwa ada banyak ruang kosong di antara atom-atom yang membentuk molekul. Selanjutnya, Anda menyadari bahwa atom tidak kokoh. Sebagian besar atom adalah ruang kosong. Memiliki inti, yang dari kejauhan tampak padat, dan kemudian sejumlah elektron yang mengorbit di sekitar inti, seperti planet mengelilingi matahari (atau setidaknya ini adalah bagaimana kebanyakan orang memvisualisasikan atom).

Sebelum Einstein, para ilmuwan percaya bahwa berbagai jenis atom (108 tepatnya) dibuat dari hanya tiga jenis partikel;. Partikel-partikel Dasar ini diduga akan membangun blok terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Hal ini justru adalah keyakinan yang dihancurkan Einstein!

Partikel atau gelombang

Formula Einstein membuktikan bahwa apa yang sebelumnya dianggap sebagai blok bangunan terkecil dari materi, partikel-partikel dasar, ternyata bisa dipecah lagi. Dengan kata lain, mereka tidak hanya sangat kecil, seperti bola biliar padat. Mereka bahkan bisa dipecah menjadi komponen yang lebih mendasar atau lebih kecil, dan ketika kita melakukannya, kita bergerak melampaui alam materi dan menjadi sebuah dunia di mana semuanya adalah energi!

Berdasarkan temuan Einstein, sekelompok ahli fisika yang berpikiran terbuka mengembangkan Mekanika kuantum. Cabang ilmu pengetahuan baru ini mengkaji tingkat yang paling mendasar dari materi, yaitu partikel subatom.

Fisika Quantum dengan cepat menemukan fenomena yang sangat menarik yang bertentangan total dengan pandangan dunia yang berbasis indera kita. Indra kita memang dirancang untuk mendeteksi kontras dan perbedaan. Dengan kata lain, indra kita melihat sesuatu sebagai bulat atau persegi, padat atau cair. Materi adalah padat, dan energi adalah cair, karena itu materi dan energi berbeda.

Fisika Quantum menemukan bahwa partikel subatomik bisa muncul baik sebagai partikel maupun sebagai gelombang. Dengan kata lain, mereka tampaknya memiliki sifat ganda, dan ini disebut dualitas gelombang/partikel. Fenomena ini ditemukan pada tahun 1920, dan memiliki beberapa implikasi yang sangat menarik.

Realitas tergantung pada pengamat

Fisikawan Quantum telah menunjukkan (melalui percobaan yang tak terhitung jumlahnya) bahwa apa yang kita sebut partikel subatomik dapat berperilaku baik sebagai gelombang maupun partikel. Apakah mereka berperilaku sebagai satu atau yang lain tampaknya tergantung pada bagaimana kita ingin mengamati mereka. Dengan kata lain, jika seorang fisikawan sedang mencari sebuah partikel, entitas subatomik berperilaku sebagai sebuah partikel. Jika fisikawan sedang mencari gelombang, entitas subatomik berperilaku sebagai gelombang.

Hal ini menyebabkan ahli fisika menyimpulkan bahwa pengamatan ilmiah adalah produk dari tiga faktor:

  • Fenomena yang diamati (entitas subatomik)
  • Instrumen yang digunakan untuk membuat pengamatan
  • Kesadaran dari ilmuwan yang membuat pengamatan

Ketiga faktor ini bergabung membentuk apa yang para ilmuwan sebut “situasi pengukuran keseluruhan.” Pengamatan adalah produk dari ketiga faktor, termasuk kesadaran pengamat.

Dengan kata lain, kesadaran dari ilmuwan mempengaruhi pengamatan! Kesimpulan ini telah diterima oleh sebagian besar fisikawan. Sayangnya, kebanyakan ilmuwan menghindari berpikir tentang konsekuensi filosofis dari fakta eksperimental yang divalidasi ini. Konsekuensi tersebut sangat menakjubkan, dan itu memaksa kita untuk memikirkan kembali setiap aspek dari pandangan dunia kita saat ini.

Pada bagian berikut, kita akan meneliti beberapa wilayah yang dipengaruhi oleh temuan ilmiah tersebut.

Tidak ada Dualisme

Orang mungkin mengatakan bahwa manusia selalu dipengaruhi oleh dua kondisi kesadaran. Ada tingkat kesadaran di permukaan yang didominasi oleh indera kita dan kesimpulan yang kita buat berdasarkan apa yang indra kita memberitahu kita tentang dunia. Ini adalah apa yang Yesus sebut sebagai pikiran bawah atau keinginan daging.

Keadaan kesadaran ini sesungguhnya didominasi oleh dualisme, relativitas, hambatan dan batas-batas. Dalam kondisi pikiran ini, kita menilai segala sesuatu (kebanyakan dari ide orang lain) dengan meletakkannya pada skala relatif, didominasi oleh dua ekstrim (benar dan salah, baik dan buruk dll). Kita berusaha untuk menilai segala sesuatu berdasarkan pada skala ini. Kita berusaha untuk memberi label terhadap segala sesuatu dan menaruhnya dalam kotak kecil sebagai benar atau salah, baik atau buruk. Sekali berada dalam kotak, ide atau manusia kelihatannya tidak ingin untuk keluar dari itu. Keadaan pikiran dualistik ini ingin menjaga segala sesuatu di bawah kendali mereka.

Namun, kita juga memiliki dorongan untuk pemahaman yang lebih dalam, dan ini menyebabkan kita untuk berusaha mencoba melihat melampaui indra, di luar tampilan permukaan dan di luar dunia material. Melalui keadaan kesadaran ini, kita sering melihat di luar dualisme dan relativitas dari kesadaran permukaan. Kita melihat koneksi dan kesatuan yang lebih dalam. Ini adalah apa yang Yesus katakan sebagai kesadaran Kristus.

Daripada menilai segala sesuatu berdasarkan skala relatif, orang-orang dalam keadaan kesadaran yang lebih tinggi berusaha tidak menghakimi. Mereka tidak memberi label apa pun, dan mereka tidak memiliki kotak dalam pikiran mereka;. Mereka tidak tertarik untuk menempatkan segala sesuatu di dalam kotak, mereka hanya ingin meningkatkan pemahaman mereka terhadap dunia. Mereka tidak ingin mengontrol, mereka ingin menemukan.

Sebelum Einstein, ilmu pengetahuan didominasi oleh kesadaran dualistik. Ilmu pengetahuan hanya berfokus pada memperpanjang jangkauan indra, misalnya melalui teleskop dan mikroskop, tetapi sedikit sekali yang dilakukan untuk menantang pandangan dualistik dunia.

Teori Relativitas adalah tantangan serius pertama terhadap dualisme, dan fisika kuantum telah berjalan lebih jauh daripada Teori Einstein. Jika semuanya adalah energi, maka dunia ini tidak dibuat dari dua unsur yang terpisah. Semua hanya dibuat dari satu elemen yang hanya muncul dalam bentuk yang berbeda.

Banyak ilmuwan menunjukkan bahwa materi adalah bentuk lain dari energi. Namun, fisika kuantum tampaknya menunjukkan bahwa ada sesuatu di luar dari apa yang biasanya kita sebut energi. Oleh karena itu, orang mungkin menduga bahwa materi dan energi hanyalah dua manifestasi yang berbeda dari suatu realitas yang lebih dalam. Dengan kata lain, ketika kita melampaui dualitas energi/materi, kita menemukan tingkat yang lebih dalam terhadap kesatuan.

Berdasarkan temuan tersebut, adalah perlu bagi kita untuk mengevaluasi kembali pandangan dunia kita dan menghancurkan rintangan buatan yang halus dan banyak yang berasal dari dualisme. Energi dapat muncul dalam berbagai bentuk, tetapi satu-satunya perbedaan antara berbagai bentuk energi adalah perbedaan dalam getaran. Tidak ada penghalang yang nyata antara materi dan energi, antara tubuh dan pikiran atau antara pikiran dan materi. Hambatan ini hanyalah konstruksi mental yang dihasilkan dari dualisme.

Mengapa melampaui dualisme?

Apa yang salah dengan kondisi kesadaran dualistik, mengapa perlu melampaui itu? Dalam kerangka pemikiran dualisme akan banyak timbul masalah dan konflik yang tampaknya tidak ada solusi. Jika ada perbedaan antara dua sistem keyakinan maka salah satu harus benar dan yang lainnya salah. Jika ada perbedaan antara dua kelompok, satu kelompok akan berusaha untuk memaksakan kelompok yang lain menjadi sesuai dengan yang diinginkan kelompok tersebut. Jika ini tidak dapat dilakukan, kelompok yang menentang harus dihilangkan. Sejarah menunjukkan bahwa hampir semua konflik manusia berasal dari kesadaran dualistik ini. Dengan melihat kekejaman yang dihasilkan, keadaan kesadaran ini akan dapat menyebabkan manusia menghancurkan dirinya sendiri.

Dengan meruntuhkan hambatan ini, kita dapat mengatasi beberapa masalah yang tampaknya tak terpecahkan yang berasal dari keadaan kesadaran dualistik. Sebagai contoh, kita dapat mulai melihat hubungan yang lebih dalam antara pikiran dan penyakit fisik yang mungkin dapat membuka jalan baru untuk mendeteksi dan menyembuhkan penyakit. Dengan mengakui bahwa segala sesuatu adalah energi, kita bisa membuka jalan baru untuk-teknik penyembuhan diri yang ditujukan untuk menangani energi mental dan emosional (psikis). Pada skala yang lebih besar, kita mungkin mulai mampu melihat di balik label buatan manusia, seperti ras, jenis kelamin, kebangsaan, status dll, yang sering menimbulkan konflik diantara kelompok-kelompok orang. Mungkin ini akhirnya bisa mengarah pada bentuk baru hidup berdampingan secara damai.

Meruntuhkan dualisme dapat memiliki implikasi besar bagi seluruh aspek atau kehidupan pribadi dan interpersonal kita. Hal ini dapat meningkatkan tren, yang telah berlangsung selama berabad-abad, yang berusaha memecah hambatan ini untuk kemajuan dan kerja sama. Sebagai contoh, beberapa abad yang lalu, sebagian besar masyarakat kita masih didasarkan pada beberapa bentuk perbudakan atau pembedaan penduduk. Ini jelas adalah pendekatan dualistik, dan sebagai hasilnya banyak konflik yang tampaknya tidak memiliki solusi. Jika kita tetap berpikiran terpisah dari yang laini, bagaimana kita bisa menyelesaikan konflik antara majikan dan budak atau antara ras?

Demokrasi adalah akibat langsung dari pemahaman yang lebih dalam ini, yaitu bahwa semua manusia diciptakan sama. Berdasarkan pemahaman ini, perbudakan tidak lagi dapat diterima, dan kita bisa menghilangkan konflik antara majikan dan budak dengan menciptakan sebuah masyarakat di mana orang tidak dapat lagi dimiliki seperti properti.

Apakah ilmu pengetahuan benar-benar obyektif?

Selama lebih dari empat abad, masyarakat Barat telah disandera oleh perang antara sains dan agama. Perang ini jelas adalah hasil dari pandangan dunia yang dualistik. Fisika modern kini telah membuktikan bahwa pandangan dunia dualistik adalah usang, dan oleh karena itu konflik antara sains dan agama seharusnya tidak ada lagi.

Kita perlu melihat di luar pemisahan buatan yang diciptakan oleh konflik ini dan mencari pemahaman yang lebih dalam terhadap realitas. Konflik antara ilmu pengetahuan dan agama muncul dari sebuah kondisi kesadaran dualistik yang melihat perbedaan sebagai sumber konflik. Jika agama dan ilmu pengetahuan bersikeras melihat semua berdasarkan doktrin mereka yang dianggap “sempurna” , maka salah satu harus benar dan yang lainnya salah.

Kondisi kesadaran yang lebih tinggi melihat dibalik tampilan permukaan tersebut. Mereka hanya melihat konflik ini sebagai bukti bahwa kita belum sampai pada pemahaman yang lebih tinggi terhadap dunia. Oleh karena itu, kita harus melihat melampaui doktrin-doktrin yang disajikan oleh kedua belah pihak. Alih-alih membuktikan satu sisi benar dan yang lain salah, kita harus mencari pemahaman yang lebih dalam yang bisa menghilangkan konflik tersebut.

Bagaimana kita bisa mulai menemukan pemahaman seperti itu? Satu tempat yang jelas untuk memulainya adalah temuan fisika. Karena fisika kuantum telah membuktikan bahwa pengamatan ilmiah dapat dipengaruhi oleh kesadaran dari ilmuwan, ilmu pengetahuan tidak bisa lagi bisa menjauhkan diri dari agama dengan mengklaim bahwa sains adalah objektif sementara semua ide-ide agama adalah subyektif. Kita harus mempertimbangkan fakta bahwa pengetahuan ilmiah juga dapat dipengaruhi oleh pikiran dari ilmuwan.

Sangat menarik untuk melihat bahwa ilmu pengetahuan modern berkembang sebagai reaksi terhadap gereja di abad pertengahan dan doktrin-doktrin sempurna-nya. Sains berusaha untuk mendirikan suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang tidak dapat dipengaruhi oleh takhayul atau kepercayaan dari ilmuwan. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan materialistik kini mengklaim berada di posisi yang sama dengan posisi yang dimiliki oleh gereja di abad pertengahan. Gereja mengklaim kebenarannya karena otoritas Paus tidak dipengaruhi oleh kesadaran manusia. Sains mengklaim kebenarannya karena metode ilmiah mengarah pada pengetahuan yang tidak dipengaruhi oleh kesadaran manusia.

Sains membuktikan bahwa gereja bisa salah, dan sekarang fisika kuantum telah membuktikan bahwa ilmu pengetahuan ternyata belum sempurna. Mungkin pelajaran sebenarnya adalah bahwa tidak ada manusia atau institusi yang harus dilihat sebagai sempurna. Alih-alih menyatakan bahwa doktrin kita sekarang adalah doktrin paling benar, kita selalu harus mencari pemahaman yang lebih tinggi. Alih-alih membela kesempurnaan dari ide yang ada, kita mungkin harus menerima bahwa pemahaman kita sekarang adalah batu loncatan untuk pemahaman yang lebih baik.

Pada kenyataannya, kebutuhan akan suatu doktrin sempurna adalah produk dari kondisi dualistik atau kesadaran yang lebih rendah. Dengan mencapai keadaan di luar kesadaran tersebut, kita bisa membuka jalan baru baik bagi ilmu pengetahuan maupun agama. Alih-alih menjadi korban dari perjuangan untuk perebutan kekuasaan, ilmu pengetahuan dan agama bisa menjadi dua alat untuk mencari jawabannya. Mungkin satu-satunya cara untuk menemukan jawaban yang valid adalah untuk menjangkau di luar kondisi kesadaran dualistik.

Manusia selalu memiliki keinginan untuk pemahaman yang lebih tinggi. Mungkin keinginan untuk keadaan kesadaran yang lebih tinggi , yang berada di luar dualitas, adalah kekuatan pendorong sebenarnya di balik ilmu pengetahuan dan agama?

Sejarah manusia dapat dilihat sebagai sebuah perjuangan antara dua kekuatan. Satu kekuatan diwakili oleh kondisi dualistik kesadaran yang membuat segala sesuatu menjadi perebutan kekuasaan dan kontrol. Yang lainnya adalah usaha untuk persatuan dan pemahaman yang lebih tinggi yang diungkapkan melalui sisi positif dari sifat alami manusia.

Sejarah telah dengan jelas membuktikan bahwa baik sains maupun agama dapat digunakan dalam permainan ini untuk kontrol dan kekuasaan. Namun, baik sains maupun agama juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan pemahaman yang lebih tinggi. Mungkinkah pemahaman yang lebih tinggi adalah kunci untuk menyatukan ilmu pengetahuan dan agama?

Sains dan kesadaran

Sains telah berkembang sebagai upaya untuk melampaui kesadaran manusia yang lebih rendah yang didominasi oleh dualisme, relativitas dan konflik. Sains berusaha untuk mendirikan suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang tidak dapat dipengaruhi oleh  keegoisan manusia, takhayul, dan dualisme. Jelas, ilmu pengetahuan telah mencapai banyak kemajuan dalam hal ini, dan itu akan menjadi tidak adil untuk mendiskreditkan kemajuan ini. Namun, karena keinginan untuk objektivitas, ilmu pengetahuan telah sering mengabaikan kesadaran. Para ilmuwan sering melihat kesadaran sebagai berada di luar bidang ilmu pengetahuan, terlalu subjektif untuk penelitian ilmiah atau dianggap tidak penting untuk hasil ilmiah dan kesimpulan. Berdasarkan temuan dari fisika kuantum, sudut pandang ini tidak berlaku lagi.

Sains tidak bisa terus mengabaikan kesadaran. Jika kesadaran dapat mempengaruhi pengamatan ilmiah dari aspek yang paling fundamental dari materi, maka ilmuwan tidak lagi bisa mengabaikan kesadaran. Jika semuanya adalah energi, maka berarti bahwa pikiran manusia terdiri dari energi. Oleh karena itu, tidak ada lagi penghalang yang nyata antara materi dan pikiran atau antara dunia dan kesadaran pengamat. Kita harus melihat melampaui hambatan-hambatan buatan ini dan mulai memahami bagaimana kesadaran mempengaruhi setiap aspek kehidupan kita.
==================

Proses dan Hasil Penemuan Relativitas Umum Albert Einstein
===============

Teori relativitas khusus diperluas sehingga mencakup benda-benda yang bergerak relatif dipercepat, seperti gravitasi (dimana objek yang jatuh meningkat kecepatannya). Untuk melakukan hal ini, Einstein pertama-tama harus mengesampingkan gagasan klasik Newton mengenai gravitasi yaitu gaya tarik-menarik antara dua benda. Sebaliknya, ia memandang gravitasi sebagai suatu medan energi yang berasal dari materi itu sendiri. Semakin besar jumlah materi, semakin besar pula pengaruh energi gravitasi yang dihantarkan.
Einstein mengemukakan mengenai awal fikiran mengenai relativitas umum yaitu “Suatu hari saya sedang duduk di atas sebuah kursi di Kantor Paten Swiss di Bern. Inilah saatnya sebuah ide cemerlang melintas di benak saya. “Seseorang yang jatuh bebas tidak akan mengetahui berat badannya.” Ide sederhana ini memberi saya pemikiran yang mendalam. Emosi liar yang melanda saya saat itu mendorong saya ke arah teori gravitasi. Saya kembali berfikir, “Seseorang yang jatuh bebas memiliki percepatan.” Pengamatan yang dilakukan oleh orang ini sebenarnya dilakukan pada sistem yang dipercepat. Saya memutuskan untuk memperluas prinsip relativitas dengan memasukkan percepatan. Saya juga berharap, dengan menggeneralisasi teori ini saya akan sekaligus memecahkan masalah gravitasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa orang yang jatuh bebas tidak merasakan berat badannya akibat adanya medan gravitasi lain yang menghilangkan medan gravitasi bumi. Dengan kata lain, setiap benda yang dipercepat membutuhkan medan gravitasi baru. Meski demikian saya tidak dapat memecahkan masalah ini secara utuh. Delapan tahun saya habiskan untuk menurunkan relasi yang nyata. Sebelum itu, saya hanya mendapatkan potongan-potongan dasar teori tersebut”.

Sejak 1905, Einstein juga memperluas teorinya mengenai cahaya, mengembangkan gagasan bahwa cahaya itu harus dipandang sebagai partikel maupun sebagai gelombang. Namun apabila cahaya terdiri dari partikel-partikel, maka cahaya dapat berpengaruh ketika melintasi medan gravitasi. Dengan kata lain, apabila cahaya melintasi medan gravitasi yang kuat, maka cahaya pasti melengkung.
Seluruh gagasan kita mengenai garis lurus tergantung pada lintasan cahaya. Misalnya, jarak paling dekat antara dua titik dalam medan lengkung bukanlah sebuah garis lurus. seperti sebuah pesawat yang terbang pada jarak terdekat antara London dan Los Angeles akan membentuk lintasan lengkung.
Demikian pula seluruh gagasan kita tentang kecepatan tinggi –the ultimate speed- (dan juga ruang, serta waktu) tergantung pada kecepatan cahaya. Apabila sebuah sinar cahaya dilengkungkan ketika melintasi medan gravitasi, ini tidak berarti tidak ada yang bisa melintas lebih cepat di antara dua titik pada sinar yang dibelokkan itu selain yang melalui sinar lengkung itu (ruang lengkung).
Ruang dan waktu melengkung serta tidak bersifat absolut; tetapi semata-mata seperti dimensi keempat dalam sebuah kesatuan ruang-waktu. Apabila cahaya bergerak dalam sebuah lengkungan, maka waktu tidakbisa bergerak dalam garis lurus yang lebih cepat melainkan harus bergerak dalam sebuah lengkungan pula.
Einstein menerbitkan hasil penelitiannya pada bulan Maret 1916 dalam Annalen der Physik, dengan artikel berjudul “The Foundation of the General Theory of Relativity”.
Gagasannya sangat bagus, tetapi semuanya hanyalah teori. Ia mengklaim bahwa teorinya dapat menjelaskan alam semesta, tetapi semua yang disajikannya hanyalah perhitungan matematis, dimana tidak ada bukti-bukti nyata di dalamnya.
Einstein mengemukakan suatu pengujian nyata. Menurut teorinya, cahaya dari bintang yang jauh pasti dibelokkan pada saat melintasi medan gravitasi matahari yang kuat.
Medan ruang dan waktu adalah medan 4-dimensi, tiga dimensi berasal dari ruang dan satu dimensi berasal dari waktu. Bentuk susunan anyaman ruang dan waktu ini sangat dipengaruhi oleh distribusi massa atau energi yang berada di dalammedan 4-dimensi ini. Benda angkasa seperti matahari akan melekukkan medan ini. Efek lekukannya bisa dibayangkan seperti lekukkan permukaan kasur karet yang disebabkan oleh bola bowling di atasnya. Sebagai perhatian, gambaran lekukan kasur dua dimensi ini hanyalah untuk menyederhanakan gambaran lekukan 4-dimensi yang sulit dibayangkan. Fenomena ini lebih dikenal sebagai warped space time atau ruang-waktu yang terlekuk.
Dalam konsep ini, semakin besar massa benda semakin luas efek lekukan yang terjadi. Karena matahari memiliki massa yang cukup besar, maka efek lekukanmedan ruang dan waktu memiliki jangkauan yang jauh menjangkau planet, asteroid atau benda-benda angkasa yang bermassa lebih kecil lainnya. Gerakan planet-planet yang mengorbit matahari bisa dimengerti bukan sebagai efek gaya tarik matahari melainkan karena planet-planet ini bergerak mengikuti konturmedan ruang dan waktu yang terlekuk di sekitar matahari.
Pada bulan November 1919, Arthur Eddington, seorang ahli astrofisika Inggris berhasil memotret gerhana matahari. Foto itu menunjukkan bahwa ketika cahaya bintang-bintang melintas dekat matahari, cahaya tersebut dilengkungkan. Akibatnya,posisi bintang-bintang itu tampak berbeda dibandingkan ketika cahayanya tiddak melintas dekat matahari. Pengamatan itu sesuai dengan prediksi Einstein bahwa cahaya dari bintang yang jauh akan dilengkungkan oleh matahari. Teori relativitas umum pun terbukti kebenarannya.
Ketika mengajukan teorinya Einstein paham benar bahwa orang akan meminta bukti lapangan untuk bisa menerima teori relativitas umumnya. Oleh karena itu ia mengajukan tiga fenomena alam semesta yang bisa dijelaskan dengan menggunakan teori relativitas umum: melekuknya lintasan cahaya, gerak presisi perihelion planet Merkuri, dan pergeseran warna merah akibat gravitasi.
Premis utama relativitas umum adalah bahwa semua materi dan energi dipengaruhi oleh medan ruang dan waktu yang terlekuk. Lintasan cahaya termasuk ke dalam kategori ini, sehingga bisa berjalan dalam garis lengkung. Cahaya yang berasal dari bintang yang sangat jauh dan terdeteksi oleh teleskop di permukaan bumi mungkin mengalami fenomena ini. Apalagi ketika cahaya itu melintas berdekatan dengan matahari. Gravitasi matahari yang cukup besar oleh Einstein diprediksikan membelokkan cahaya sejauh 1,75 detik arc. Satu detik arc sama dengan satu per per tiga ribu enam ratus derajat.
Untuk mengamati fenomena ini, pengamatan harus dilakukan ketika sebuah bintang menempati lokasi yang dekat dengan matahari. Tetapi dalam kondisi seperti ini cahaya matahari akan menutupi cahaya bintang tersebut. Karenanya pengamatan harus dilakukan pada saat gerhana matahari total. Pada 29 Mei 1919 Sir Arthur Edington memimpin ekspedisi ke Afrika untuk pengamatan sinar bintang saat gerhana matahari total terjadi. Pada 6 November 1919, konfirmasi pembelokan lintasan cahaya yang diprediksikan Einstein dalam ketelitian sekitar 20 persen diumumkan ke dunia. Di antara tahun 1969 sampai 1975 sebanyak dua belas pengamatan dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dan menghasilkan pengukuran dengan ketelitian satu persen dibanding dengan prediksi Einstein.
Sesuai dengan hukum gerak dan teori gravitasi universal Newton, setiap planet akan bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan orbit elips. Posisi terdekat dan terjauh sebuah planet dari matahari dalam lintasan tersebut masing-masing dikenal sebagai perihelion dan apehelion. Jika hanya satu planet yang mengelilingi matahari maka lintasan elips tadi tidak akan berubah, namun karena ada lebih dari satu planet dalam tata surya, planet-planet lain juga memberikan pengaruh gravitasinya yang relatif kecil kepada salah satu planet. Akibatnya orbit sebuah planet dalam tata-surya kita tidaklah statis melainkan bergerak berputar (berpresisi) terhadap Matahari.
Dari pengamatan yang dilakukan bertahun-tahun, titik perihelion planet merkuri mengalami total presisi sejauh 574 arc detik setiap satu abad. Namun teori gravitasi Newton hanya memberikan 531 arc detik. Itu berarti masih ada perbedaan sebanyak 43 arc detik. Tidak sedikit alasan yang diajukan untuk menjelaskan angka 43 arc detik ini namun tidak ada yang berhasil menyempurnakan prediksi dengan teori gravitasi Newton ini. Namun dengan teori gravitasinya, Einstein sanggup menjelaskan perbedaan 43 arc detik dan dengan demikian menghasilkan angka yang sesuai dengan data astronomy lapangan.
Fenomena terakhir yang diajukan oleh Einstein berhubungan dengan hilangnya sebagian energi cahaya ketika sebuah berkas cahaya keluar darimedan gravitasi sebuah benda angkasa. Ketika sebuah berkas sinar kehilangan sebagian energi, panjang gelombangnya berubah menjadi lebih panjang mengakibatkan warna cahaya tersebut akan bergeser ke arah warna merah. Itulah sebabnya fenomena ini disebut sebagai pergeseran warna merah akibatmedan gravitasi.
Eksperimen terkenal untuk membuktikan prediksi ini dilakukan oleh R.V. Pound dan G.A. Rebka di universitas Harvard pada tahun 1959 dengan menggunakan teknik yang disebut sebagai efek Mossbauer. Sinar gamma yang dihasilkan oleh elemen radioaktif kobalt dipancarkan dari lantai dasar laboratorium fisika Jefferson di kampus itu. Melalui lubang yang didesain mencapai tingkat teratas laboratorium setinggi 22.5 meter menghasilkan konfirmasi perbedaan frekuensi cahaya yang dihasilkan.
Sebuah tes yang lebih akurat dari percobaan di atas adalah yang dilakukan oleh Gravity Probe A (GP A), percobaan yang menggunakan roket, di tahun 1976. Dalam percobaan ini, sebuah jam yang menggunakan cahaya maser-hidrogen dilepaskan dengan menggunakan roket Vessot-Levine. Frekuensi jam ini dibandingkan dengan frekuensi yang terdapat di bumi dan menunjukkan perbedaan yang sesuai dengan prediksi teori relativitas umum Eistein.

========================
Sejarah Bom Atom
E = MC2 Albert Einstein mengembangkan teori tentang hubungan massa dan energi. Rumus, E = mc², mungkin adalah hasil yang paling terkenal dari teori khusus relativitas Einstein. Rumus yang mengatakan energi (E) sama dengan massa (m) kali kecepatan cahaya (c) kuadrat. Pada dasarnya, itu berarti massa hanyalah salah satu bentuk energi. Karena kecepatan cahaya kuadrat adalah sejumlah besar (186.000 mil per detik)², sejumlah kecil massa dapat dikonversi ke jumlah energi yang fenomenal. Atau, jika ada banyak energi yang tersedia, energi sebagian dapat dikonversi menjadi massa dan partikel yang baru dapat dibuat. reaktor nuklir, misalnya, bekerja karena reaksi nuklir mengubah sejumlah kecil massa dalam jumlah besar energi


Rumus E=MC² memang sangat berpengaruh terhadap terciptanya Bom Atom. Tapi taukah Anda bahwa bahkan Albert Einstein pun ragu bahwa teorinya itu dapat dibuktikan. Bahkan Albert Einstein pernah mengibaratkan membuat bom berdasarkan rumus E=MC² sama saja seperti menembak burung dalam gelap di negara yang memiliki sedikit sekali burung. Lalu bagaimana bom atom dapat dibuat?

Pada jaman Perang Dunia I, para ilmuwan Jerman yang mendukung Nazi berusaha untuk membuat sebuah energi dari partikel – partikel atom. Namun usaha yang dilakukan untuk menciptakan energi tersebut terlalu besar, dan tidak sebanding dengan energi yang tercipta. Hal ini terjadi karena para ilmuwan berusaha untuk menabrakkan partikel Proton dan Neutron, hal ini sangat sulit, karena kedua partikel ini bersifat positif. Ibarat kedua kubu Magnet positif yang ketika didekatkan akan saling menolak. Oleh karena itulah usaha para ilmuwan Jerman selalu kandas.


Namun, seorang ilmuwan asal Hungaria, Leo Szilard, berhasil menemukan teori baru dimana dia berhasil menemukan teori bahwa energi dapat dihasilkan apabila Elektron yang bermuatan negatif bertabrakan dengan Neutron dan akan menghasilkan reaksi berantai dan akan menciptakan sebuah energi yang sangat besar. Hal ini kemudian membuat Leo Szilard menjadi takut, karena apabila dia berhasil menemukan teori ini, maka Ilmuwan Jerman dapat pula menemukan ini.


Dalam kekhawatirannya, Leo Szilard pergi mengunjungi Albert Einstein untuk meyakinkan Albert Einstein bahwa sebuah Bom Atom yang menghasilkan dampak besar dapat dibuat. Hal ini membuat gusar Einstein, karena dia merasa bertanggung jawab telah menemukan rumus tersebut. Akan tetapi idealisme Einstein untuk tidak menyatukan urusan Laboratorium dan Perang, sedikit menghalangi Szilard. Namun setelah beberapa pertemuan, Leo Szilard berhasil meyakinkan Albert Einstein untuk membuat surat kepada Presiden Amerika saat itu, Roosevelt.


Agustus 1939, surat tersebut akhirnya dibuat dan dikirimkan kepada Presiden Roosevelt. Surat itu kemudian memicu Amerika untuk membuat Bom Atom, proyek tersebut biasa dikenal dengan nama “The Manhattan Project” Leo Szilard pun ikut dalam proyek itu, namun Albert Einstein tetap dalam pendiriannya untuk tidak terlibat dalam urusan perang.


Ternyata tak begitu lama setelah surat tersebut dikirim, PD I berakhir dengan kekalahan Jerman. Hal itu berarti Jerman belum berhasil membuat bom atom. Albert Einstein pun meminta kepada Presiden Roosevelt supata “The Manhattan Project” dihentikan, namun hal itu tidak digubris. Bahkan setelah bom berhasil dibuat. Amerika menggunakan bom tersebut untuk mengakhiri PD II dengan menjatuhkan “Little Boy” dan “Fat Man” di kota Hiroshima dan Nagasaki. Kejadian ini membuat dunia berubah.


Pengeboman tersebut membuat Einstein menyesal telah mengirimkan surat tersebut kepada Roosevelt. Bahkan Einstein menyebutkan bahwa penyesalan terberatnya adalah mengirimkan surat itu.Rumus E=MC² adalah rumus yang menyebabkan kehancuran. Saat itu hanya Kehancuranlah yang diketahui Einstein tentang gunanya rumus yang berhasil dia ciptakan. Namun setelah Kematian Einstein, teori baru tentang “Penciptaan” lahir, teori yang juga didasari teori relativias Albert Einstein menjawab bagaimana Alam semesta ini lahir. Teori ini biasa disebut dengan “Big Bang Theory” dimana massa tercipta dari suatu energi yang sangat besar.
=======================
Beberapa kesimpulan para ahli Fisika Kuantum antara lain :

  1.   Segala yang ada di dunia ini bukan berasal dari benda padat tapi berasal dari ruang hampa, yang berupa energi yang tak tampak dan bergetar. Segalanya yang kita lihat bukanlah benda padat seperti yang terlihat.
  2.   Setiap benda padat terdiri dari molekul-molekul dan molekul-molekul itu terdiri dari atom-atom. Seluruh dunia fisik dimana kita berada termasuk diri kita sendiri adalah terdiri dari bukan apa-apa kecuali energi yang bergetar. Fenomena ini mencipatakan sebuah illusi yang membuat persepsi yang seolah-olah benda padat itu merupakan kenyataan, padahal sebenarnya bukan.
  3.    Para ilmuwan menemukan bahwa realitas obyektif (kenyataan) sesungguhnya tidak lebih dan hanyalah merupakan ilusi.
  4.   Saat Roh menguasai tubuh fisik secara sempurna maka dalam diri manusia tersebut berlaku hukum Fisika Quantum. Dalam hukum fisika quantum tidak ada lagi jarak dan waktu. Dan alam semesta ini hanyalah vibrasi energi.
  5.    Ilmuwan telah membuktikan dalam “teori kuantum superposisi”, bahwa suatu benda bisa berada di dua dimensi yang berbeda pada waktu yang sama.
  6. Kesadaran kuantum adalah teori kesadaran yang mendasari keterhubungan semua orang dan segala sesuatu dan didasarkan pada fakta bahwa medan kuantum dapat menjangkau segala sesuatu bahkan yang jauh di ruang angkasa.
  7. Pada kecepatan cahaya, masa lalu, masa kini, dan masa depan semua bisa ada secara bersamaan. Jika seseorang bisa melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya, mereka akan menjadi abadi.
  8. Manusia bergerak menuju suatu tingkatan kesadaran yang semakin tinggi dan pada akhirnya berada dalam posisi paralel / selaras dengan sumbernya. Manakala keselarasan itu terjadi, hal yang ada dalam alam pikirannya, bisa terwujud berupa materi.
  9. Waktu mengalir baik maju dan mundur secara simetris dan relatif – sebuah konsep yang membuat perjalanan waktu menjadi mungkin.
  10. Lanzaberpendapat bahwabeberapaalam semestadapat eksis secara bersamaan. Dalam satualam semesta, tubuh bisamati. Dandidimensi yang lain kesadaran terus ada, kemudian bermigrasike alam semestaini. Ini berarti bahwaorang matisaat bepergian melaluiterowonganyang samaberakhirtidakdi nerakaataudi surga, tetapi diduniayang samayang iapernahhuni (berreinkarnasi)
  11. Lanzajuga berpendapat bahwakehidupantidak berakhir ketikatubuh mati,
  12. Teori biocentrisme menyiratkanbahwa kematiankesadaransama sekali tidak ada., Umumnya orang mengidentifikasikan dirinya dengantubuh mereka, maka ketika tubuhnya mati, mereka mengira kesadarannya juga mati. Tubuh pasti akanbinasa, cepat atau lambat, tetapi kesadaran abadi
  13. Fisika quantum juga menegaskan bahwa setiap interaksi antara individu dengan semua makluk akan mempengaruhi segala sesuatu di alam semesta ini.

KUANTUM 1

Apa itu Fisika Kuantum

Didalam dunia fisika terdapat dua pandangan, fisika klasik (Newtonian), dan fisika modern (Fisika Quantum). Fisika Newtonian mengkonsentrasikan pikirannya kepada benda solid, atau yang bisa dilihat sehari-hari. Sedangkan fisika Quantum memulai observasinya pada benda-benda yang sangat kecil, yang lebih kecil dari atom, yang tidak bisa dilihat oleh mata. Dari berbagai macam penelitian, di temukan hal yang menarik yaitu ternyata segala yang ada di dunia ini bukan berasal dari benda padat tapi berasal dari ruang hampa, yang berupa energi yang tak tampak dan bergetar. Karena kita berasal dari quanta juga, kitapun mampu menciptakan realitas yang kita mau. sebab yang berlaku atas kesuksesan kita misalnya tidak hanya berasal dari teori atau kerja keras kita, tetapi juga berasal dari diri kita (tepatnya dari olah fikir, positif thinking, positif feeling, doa).

Fisika kuantum merupakan studi tentang perilaku materi dan energi pada molekul, atom, nuklir, dan tingkat mikroskopis bahkan lebih kecil. “Quantum” berasal dari bahasa Latin yang berarti “berapa banyak.” Hal ini mengacu pada unit diskrit materi dan energi yang diprediksi oleh dan diamati dalam fisika kuantum. Fisika kuantum kadang-kadang disebut mekanika kuantum atau teori medan kuantum. Fisika Quantum mempelajari blok bangunan alam semesta; ilmu yang menjelaskan bagaimana keseluruhan di dunia ini hadir sebagai kenyataan. Hal ini menyangkut benda-benda sangat kecil yang membentuk dunia secara keseluruhan. Segalanya yang kita lihat bukanlah benda padat seperti yang terlihat. Setiap benda padat terdiri dari molekul-molekul dan molekul-molekul itu terdiri dari atom-atom. Jadi berarti lengan atau kursi yang diduduki sekarang adalah terdiri dari atom-atom yang sangat kecil yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang. Atom-atom yang dikatakan sebagai benda terkecil ternyata terdiri lagi dari partikel sub atom, yang tidak memiliki kepadatan sama sekali. Mereka pada hakekatnya, kumpulan atau gelombang-grelombang informasi dan konsentrasi energi. Jadi tangan atau kursi yang diduduki adalah energi dan informasi. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa seluruh dunia fisik dimana kita berada termasuk diri kita sendiri adalah terdiri dari bukan apa-apa kecuali energi yang bergetar pada frekuensi yang berbeda. Fenomena ini mencipatakan sebuah illusi yang membuat persepsi yang seolah-olah benda padat itu merupakan kenyataan, padahal sebenarnya bukan. Jadi apakah yang membedakan antara satu benda dengan benda yang lainnya ?. Yang membedakan adalah perbedaan frekuensi masing-masing yang bergetar. Hal ini sulit untuk diterima, tetapi bagaimanapun ini adalah kebenaran..

Fisika Kuantum adalah Ilmu Fisika yang membahas tentang Gelombang Elektromagnetik (GEM) dengan menghitung kecepatan cahaya 186,000 mil per detik. Methoda normal untuk menghitung kecepatan relativitas dengan mengambil gelombang suara sebagai contohnya. Gelombang suara bergerak pada kecepatan 1088 ft/per detik. Jika anda bergerak pada kecepatan 1000 ft. /detik dan sebuah gelombang suara juga bergerak dengan arah yang sama, anda akan mengamati gelombang itu begerak dengan kecepatan 88 ft/detik. Begitu juga, untuk seorang pengamat yang bergerak dengan kecepatan 1088 ft/detik, kecepatan gelombang suara itu yang teramati adalah nihil. Jika bergerak dengan arah berlawanan, anda akan menambahkan selisih kedua kecepatan itu jika menghitung dengan cara Fisika Newtonian klasik.
Hipotesis Max Planck : “radiant energi (energi gelombang cahaya) tidaklah mengalir dalam arus yang kontinyu, tetapi terdiri dari potongan-potongan yang disebut quanta”. Pada tahun 1900 Max Planck seorang ahli Fisika memperkenalkan teori Kuantum ang menjelaskan dalam teorinya bahwa pada materi, energi terjadi pada satu satuan materi dan terukur sehingga dipastikan pula bahwa semua bentuk materi akan memancarkan atau menyerap energi dalam satuan yang disebut Kuanta (Quantum). Albert Einstein menyatakan teorinya bahwa tidak hanya energi saja yang terukur tetapi radiasi juga terukur.

Pada tahun 1905, Albert Einstein menjelaskan efek fotoelektrik dengan menyimpulkan bahwa energi cahaya datang dalam bentuk kuanta yang disebut foton. Pada tahun 1913, Niels Bohr menjelaskan garis spektrum dari atom hidrogen, lagi dengan menggunakan kuantisasi. Pada tahun 1924, Louis de Broglie memberikan teorinya tentang gelombang benda. Teori-teori di atas, meskipun sukses, tetapi sangat fenomenologikal, tidak ada penjelasan yang gamblang untuk kuantisasi. Mereka dikenal sebagai teori kuantum lama. Istilah “Fisika kuantum” pertama kali digunakan oleh Johnston dalam tulisannya Planck’s Universe in Light of Modern Physics (Alam Planck Dalam Cahaya Fisika Modern).