MAU PILIH mana??? .. amal JARIYAH .. atau .. DOSA jariyah ............................... hati-hati !!! --------------- DOSA JARIYAH,............ yaitu AMAL/perbuatan yg terus mengalir dosanya walau sudah MATI ---------------------- AMAL JARIYAH, amal yg terus mengalirkan pahala walau sudah MATI ------------------------ Dari al-Mundzir bin Jarir, dari ayahnya, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang merintis perbuatan (sunnah) baik yang kemudian diikuti (orang- orang), maka dia memperoleh pahalanya sendiri dan pahala (orang-orang) yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. -------------------------------------- Dan barangsiapa memelopori perbuatan buruk yang kemudian diikuti (orang- orang), maka ia mendapat dosanya sendiri dan dosa (orang-orang) yang mengamalkan sesudahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun."{ HR Ibnu Majah (203), ------------------------------------------------- *Apa sajakah dosa-dosa jariyah itu* *----------------------------------------- * *1. Orang yang mempelopori perbuatan maksiat* -------------------------------- Mempelopori dalam arti dia melakukan perbuatan maksiat itu di hadapan orang lain, sehingga banyak orang yang mengikutinya. Meskipun dia sendiri tidak mengajak orang lain untuk mengikutinya. Dalam sebuah hadits dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim). --------------------------------------- Pemikul dosa jariyah ini tak menyuruh orang untuk mencontohnya,tapi dengan ia terang-terangan melakukan kemaksiatan itu diantara keramaian manusia sudah membuka pintu dosa itu mengenai dirinya. -------------------------------- Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لاَ تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا “Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan yang lainnya). -------------------------------------- Maka termasuk siapapun manusia yang dalam catatan kehidupanya ia memperlihatkan dari contoh-contoh dosa kepada masyarakat sekelilingnya atau kepada karib kerabatnya maka ia akan ditimpa dengan dosa dari orang-orang yang akan mencontoh perbuatan itu. --------------------------------- Sebagai contoh kasus blog atau website dan media-media yang memperlihatkan program-program kemaksiatan,lalu kemaksiatan itu ditiru oleh setiap mata yang memandang dan dicontoh oleh mereka, maka aliran dosanya akan mengalir kepada penulis atau pengunggah yang mempertotonkan kemaksiatan tersebut. ------------------------------------- Iklan-iklan tv, sinetron yang mengumbar aurat, adegan pacaran yang dilarang serta seremonila mewah yang sarat akan dosa, maka aliran dosanya tidak akan berhenti yang mencontoh kemaksiatan itu tapi juga mengalir kepada yang memproduksi acara kemaksiatan itu. ---------------------------------- *2. Yang mengajarkan ajaran-ajaran sesat dan kekufuran* --------------------------------- مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Muslim) ---------------------------- Dari untaian hadits diatas kita mengetahui secara jelas bahwa siapapun manusia yang menyeru kepada setiap kesesatan, kekufuran dan deretan perilaku menyimpang maka penyeru atas semua itu mendapatkan limpahan dosa dari yang mengikuti itu semua. ------------------------------------ Maka semakin menyebar pemikiran sesat itu diantara manusia,maka semakin pula membanjiri dosa kepada penyerunya, Sungguh tidak ada beban yang paling menyiksa di akherat kecuali adalah beban dosa ketika manusia kelak dihisab oleh Allah SWT, maka sangat tragis seorang manusia yang tak hanya membawa dosa ia sendiri tapi juga memikul dosa dari orang lain disebabkan dosa jariyah yang ia cetuskan. ------------------------------ Berdasarkan dengan dalil-dalil diatas, Maka kita sebagai seorang muslim sudah seharusnya untuk tidak mengupload konten-konten yang tidak senonoh di blog maupun di media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lain sebagainya. Karena kita tidak hanya dikenai dosa uploadnya saja, namun dosa dari orang yang menikmatinya juga akan mengalir seperti yang sudah saya jelaskan diatas. ----------------------------------- Pikirkan, jika 1 orang menikmati konten Anda, kemudian mendownload dan menyebarkan. Ada yang membuat menjadi bacaan / CD film porno dan mungkin ada juga yang menyebarkan secara gratis lewat situs ataupun sosial media. --------------------------- Bagaimana jika yang menikmati ada 100 orang? maka setiap konten terlarang itu"dinikmati" oleh orang lain maka dosa akan tetap mengalir kepada Anda dari 100 orang tersebut. ------------------------------------ Oh tidak hanya sampai disitu, diantara 100 orang tadi ternyata ada 10 orang diantara mereka memerkosa anak gadis orang sehabis membaca / menonton konten yang diupload atau ditulis oleh Anda. ----------------------------- Entah mengalir selama setahun atau entah meski besok ajal menjemput, dosa itupun akan tetap terus mengalir. -----------------------------------

mlm dosa
MAU PILIH mana??? .. amal JARIYAH .. atau .. DOSA jariyah
............................... hati-hati !!! ---------------
DOSA JARIYAH,............
yaitu AMAL/perbuatan yg terus mengalir dosanya walau sudah MATI
----------------------
AMAL JARIYAH,
amal yg terus mengalirkan pahala walau sudah MATI
------------------------
dosa jariyah 1

Dari al-Mundzir bin Jarir, dari ayahnya, ia telah berkata:
Telah bersabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa yang merintis perbuatan (sunnah) baik yang
kemudian diikuti (orang- orang), maka dia memperoleh
pahalanya sendiri dan pahala (orang-orang) yang mengamalkannya tanpa
mengurangi pahala mereka sedikitpun.
--------------------------------------
Dan barangsiapa memelopori perbuatan buruk yang kemudian diikuti (orang- orang), maka ia mendapat dosanya sendiri dan dosa
(orang-orang) yang mengamalkan sesudahnya
tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun."{ HR Ibnu Majah (203),
-------------------------------------------------
dosa berantai

*Apa sajakah dosa-dosa jariyah itu*

*-----------------------------------------
* *1. Orang yang mempelopori perbuatan maksiat*
--------------------------------
Mempelopori dalam arti dia melakukan perbuatan maksiat itu di hadapan
orang lain, sehingga banyak orang yang mengikutinya. Meskipun dia
sendiri tidak mengajak orang lain untuk mengikutinya. Dalam sebuah
hadits dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ
غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

“Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia
mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan
keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.”
(HR. Muslim).
---------------------------------------
Pemikul dosa jariyah ini tak menyuruh orang untuk mencontohnya,tapi
dengan ia terang-terangan melakukan kemaksiatan itu diantara keramaian
manusia sudah membuka pintu dosa itu mengenai dirinya.
--------------------------------
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam
yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan
darah itu.” (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan yang lainnya).
--------------------------------------
Maka termasuk siapapun manusia yang dalam catatan kehidupanya ia
memperlihatkan dari contoh-contoh dosa kepada masyarakat sekelilingnya
atau kepada karib kerabatnya maka ia akan ditimpa dengan dosa dari
orang-orang yang akan mencontoh perbuatan itu.
---------------------------------
Sebagai contoh kasus blog atau website dan media-media yang
memperlihatkan program-program kemaksiatan,lalu kemaksiatan itu ditiru
oleh setiap mata yang memandang dan dicontoh oleh mereka, maka aliran
dosanya akan mengalir kepada penulis atau pengunggah yang mempertotonkan
kemaksiatan tersebut.
-------------------------------------
Iklan-iklan tv, sinetron yang mengumbar aurat, adegan pacaran yang
dilarang serta seremonila mewah yang sarat akan dosa, maka aliran
dosanya tidak akan berhenti yang mencontoh kemaksiatan itu tapi juga
mengalir kepada yang memproduksi acara kemaksiatan itu.
----------------------------------
mlm dosa lagi

*2. Yang mengajarkan ajaran-ajaran sesat dan kekufuran*
---------------------------------
مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ
آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti
dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Muslim)
----------------------------
Dari untaian hadits diatas kita mengetahui secara jelas bahwa siapapun
manusia yang menyeru kepada setiap kesesatan, kekufuran dan deretan
perilaku menyimpang maka penyeru atas semua itu mendapatkan limpahan
dosa dari yang mengikuti itu semua.
------------------------------------
Maka semakin menyebar pemikiran sesat itu diantara manusia,maka semakin
pula membanjiri dosa kepada penyerunya, Sungguh tidak ada beban yang
paling menyiksa di akherat kecuali adalah beban dosa ketika manusia
kelak dihisab oleh Allah SWT, maka sangat tragis seorang manusia yang
tak hanya membawa dosa ia sendiri tapi juga memikul dosa dari orang lain
disebabkan dosa jariyah yang ia cetuskan.
------------------------------
Berdasarkan dengan dalil-dalil diatas, Maka kita sebagai seorang muslim
sudah seharusnya untuk tidak mengupload konten-konten yang tidak senonoh
di blog maupun di media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan
lain sebagainya. Karena kita tidak hanya dikenai dosa uploadnya saja,
namun dosa dari orang yang menikmatinya juga akan mengalir seperti yang
sudah saya jelaskan diatas.
-----------------------------------
Pikirkan, jika 1 orang menikmati konten Anda, kemudian mendownload dan
menyebarkan. Ada yang membuat menjadi bacaan / CD film porno dan mungkin
ada juga yang menyebarkan secara gratis lewat situs ataupun sosial media.
---------------------------
Bagaimana jika yang menikmati ada 100 orang? maka setiap konten
terlarang itu"dinikmati" oleh orang lain maka dosa akan tetap mengalir
kepada Anda dari 100 orang tersebut.
------------------------------------
Oh tidak hanya sampai disitu, diantara 100 orang tadi ternyata ada 10
orang diantara mereka memerkosa anak gadis orang sehabis membaca /
menonton konten yang diupload atau ditulis oleh Anda.
-----------------------------
Entah mengalir selama setahun atau entah meski besok ajal menjemput,
dosa itupun akan tetap terus mengalir.
-----------------------------------
Semoga Allah SWT melindungi kita dari segala dosa-dosa jariyah dan
menggantinya dengan pahala jariyah. Amiin Ya Robbal'alamiin.

Lelaki Paling TAMPAN, ... Bukan Nabi Yusuf -------- ALLAH tidak melihat RUPA, tetapi HATI kita ---------------- amal perbuatan kita ------------------- Nabi yusuf itu ketampanannya separuh dari penduduk dunia. ....Benarkah nabi Yusuf manusia paling tampan? -------------------------- Para wanita yang pernah ketemu Nabi Yusuf ‘alaihis salam, mereka menganggap Yusuf bukan manusia biasa, tapi jelmaan Malaikat. فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ “Tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum dengan keelokan wajahnya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.” (QS. Yusuf: 31). ------------------------------------------- Apakah Nabi Yusuf Paling Ganteng? ......... Ulama berbeda pendapat tentang siapakah lelaki yang paling tampan. ==================================== Pendapat pertama, yang paling adalah Nabi Yusuf. ==================================== Kedua, orang yang paling tampan adalah Nabi Adam ‘alaihis Salam =================================== Ketiga, orang yang paling tampan adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. ================================= --.... >>>hadis riwayat Turmudzi dari Qatadah, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan, “Tidaklah Allah mengutus nabi, kecuali berwajah tampan, dan suaranya bagus. Dan Nabi kalian Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling tampan wajahnya dan paling indah suaranya.” .............................. Apapun itu, yang lebih penting kita memahami bahwa derajat kemuliaan manusia di sisi Allah tidak diukur dari neraca fisik, namun kembali kepada taqwa. Kita berusaha untuk meniru taqwanya para nabi dan bukan ketampanan para nabi ......................................... Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)

harta rupa 1

Lelaki Paling TAMPAN, ... Bukan Nabi Yusuf .... ALLAH tidak melihat RUPA, tetapi HATI kita..... amal perbuatan kita
-------------------------------------------

Nabi yusuf itu ketampanannya separuh dari penduduk dunia. ....Benarkah nabi Yusuf manusia paling tampan?
--------------------------

Para wanita yang pernah ketemu Nabi Yusuf ‘alaihis salam, mereka menganggap Yusuf bukan manusia biasa, tapi jelmaan Malaikat.

فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

“Tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum dengan keelokan wajahnya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.” (QS. Yusuf: 31).
-------------------------------------------

Apakah Nabi Yusuf Paling Ganteng? .........

Ulama berbeda pendapat tentang siapakah lelaki yang paling tampan.

====================================
Pendapat pertama, yang paling adalah Nabi Yusuf.
====================================

Kedua, orang yang paling tampan adalah Nabi Adam ‘alaihis Salam

===================================
Ketiga, orang yang paling tampan adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

=================================
--.... >>>hadis riwayat Turmudzi dari Qatadah, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan,“Tidaklah Allah mengutus nabi, kecuali berwajah tampan, dan suaranya bagus. Dan Nabi kalian Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling tampan wajahnya dan paling indah suaranya.”..............................
Dari Abu Hurairah  ia berkata, Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)

Dari Abu Huroiroh ‘Abdurrahman bin Shokhr rodhiyallaahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda,

إنَّ الله لا ينْظُرُ إِلى أجْسَامِكُمْ ، ولا إِلى صُوَرِكمْ ، وَلَكن ينْظُرُ إلى قُلُوبِكمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuh kalian dan tidak juga bentuk rupa kalian, tetapi Dia melihat hati kalian.” {HR. Muslim}
=============================================================

harta rupa 1
=================================================================

Pendapat pertama, yang paling adalah Nabi Yusuf.

Diantara dalilnya adalah ayat di atas dan hadis dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُعْطِيَ يُوسُفُ شَطْرَ الْحُسْنِ

“Yusuf diberi setengah ketampanan.” (HR. Ahmad 14050 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
-----------------------------------------

Disebutkan pula dalam hadis riwayat muslim, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan peristiwa Isra Mi’raj yang beliau alami. Ketika beliau di langit ketiga, beliau bertemu dengan Yusuf. Komentar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ketemu beliau,

فَإِذَا أَنَا بِيُوسُفَ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا هُوَ قَدْ أُعْطِىَ شَطْرَ الْحُسْنِ

Di sana saya bertemu Yusuf  alaihis shalatu was salam, ternyata beliau diberi setengah ketampanan. (HR. Muslim 429).

Ibnul Qoyim menjelaskan makna hadis,

والظاهر أن معناه أن يوسف عليه السلام اختص على الناس بشطر الحسن واشترك الناس كلهم في شطره

Kesimpulan yang bisa dipahami dari hadis bahwa Yusuf ‘alaihis salam secara khusus memiliki setengah ketampanan semua manusia. Sementara setengah setampanan sisanya terbagi pada semua manusia lainnya. (Badai al-Fawaid, 3/723).

Kedua, orang yang paling tampan adalah Nabi Adam ‘alaihis Salam

Diantara dalil yang mendukung pendapat ini,

Hadis Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ

Allah menciptakan Adam dengan rupa sama seperti wajahnya. (HR. Bukhari 6227 & Muslim 2841)

Dalam riwayat lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِذَا قَاتَلَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيَجْتَنِبْ الْوَجْهَ فَإِنَّ اللَّهَ خَلَقَ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ

“Apabila kalian menghukum orang lain, jauhi wajah. Karena Allah menciptakan Adam dengan rupa seperti wajahnya.” (HR. Muslim 2612).

Kita tidak membahas makna kalimat ‘seperti wajahnya’, yang jelas hadis ini menunjukkan betapa wajah Nabi Adam ‘alaihis Salam adalah wajah yang indah.

Disamping itu, Adam adalah bapak semua manusia, dan semua ketampanan yang dimiliki keturunannya adalah cipratan dari Adam.

Sementara hadis di atas, bahwa “Yusuf diberi setengah ketampanan.”

Maknanya, Yusuf diberi setengah ketampanan Nabi Adam.

Pendapat ini disebutkan Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah (1/97).

Ketiga, orang yang paling tampan adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibnul Qoyim menyebutkan pendapat ini,

قالت طائفة المراد منه أن يوسف اوتي شطر الحسن الذي أوتيه محمد فالنبي بلغ الغاية في الحسن ويوسف بلغ شطر تلك الغاية

Sebagian ulama menyebutkan, maksud hadis bahwa Yusuf diberi setengah ketampanan yang dimiliki Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di puncak ketampanan, sementara Yusuf hanya mencapai setengah ketampanan beliau.

Selanjutnya, Ibnul Qoyim menyebutkan alasan pendapat ini,

قالوا ويحقق ذلك ما رواه الترمذي من حديث قتادة عن أنس قال لَمْ يَبْعَثِ اللَّهُ نَبِيًّا إِلا حَسَنَ الصَّوْتِ ، حَسَنَ الْوَجْهِ ، وَكَانَ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَهُمْ وَجْهًا وَأَحْسَنَهُمْ صَوْتًا

Mereka beralasan, bahwa ini sesuai dengan hadis riwayat Turmudzi dari Qatadah, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan,

“Tidaklah Allah mengutus nabi, kecuali berwajah tampan, dan suaranya bagus. Dan Nabi kalian Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling tampan wajahnya dan paling indah suaranya.” (Badai al-Fawaid, 3/723).

Apapun itu, yang lebih penting kita memahami bahwa derajat kemuliaan manusia di sisi Allah tidak diukur dari neraca fisik, namun kembali kepada taqwa. Kita berusaha untuk meniru taqwanya para nabi dan bukan ketampanan para nabi.

Wallahu a’lam.

hadits ttg di NERAKA ..... dan ... di SURGA ........ menunjukkan ------------------------------------------------------- ......kesenangan dunia bukanlah tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya .... kesenangan dunia ini adalah kesenangan yang semu dan menipu ----------------------------------- ..... kesenangan di surga adalah kesenangan yang sejati dan hakiki ...... kenikmatan yang ada di surga itu bertingkat-tingkat ...... siksa di dalam neraka juga bertingkat-tingkat ----------------------------------- Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya : حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ Amr an-Naqid menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Hammad bin Salamah memberitakan kepada kami dari Tsabit al-Bunani dari Anas bin Malik, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari kiamat nanti akan didatangkan penduduk neraka yang ketika di dunia adalah orang yang paling merasakan kesenangan di sana. Kemudian dia dicelupkan di dalam neraka sekali celupan, lantas ditanyakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan sebelum ini? Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan sebelum ini?’. Maka dia menjawab, ‘Demi Allah, belum pernah wahai Rabbku!’. Dan didatangkan pula seorang penduduk surga yang ketika di dunia merupakan orang yang paling merasakan kesusahan di sana kemudian dia dicelupkan ke dalam surga satu kali celupan. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesusahan sebelum ini? Apakah kamu pernah merasakan kesusahan sebelum ini?’. Maka dia menjawab, ‘Demi Allah, belum pernah wahai Rabbku, aku belum pernah merasakan kesusahan barang sedikit pun. Dan aku juga tidak pernah melihat kesulitan sama sekali.’.” (HR. Muslim dalam Kitab Shifat al-Qiyamah wa al-Jannah wa an-Naar) ------------------------------------

surga neraka hell 1

hadits ttg di NERAKA ..... dan ... di SURGA ........ menunjukkan
-------------------------------------------------------
......kesenangan dunia bukanlah tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya
.... kesenangan dunia ini adalah kesenangan yang semu dan menipu
-----------------------------------
..... kesenangan di surga adalah kesenangan yang sejati dan hakiki
...... kenikmatan yang ada di surga itu bertingkat-tingkat
...... siksa di dalam neraka juga bertingkat-tingkat
-----------------------------------
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :

حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

Amr an-Naqid menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Hammad bin Salamah memberitakan kepada kami dari Tsabit al-Bunani dari Anas bin Malik, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari kiamat nanti akan didatangkan penduduk neraka yang ketika di dunia adalah orang yang paling merasakan kesenangan di sana. Kemudian dia dicelupkan di dalam neraka sekali celupan, lantas ditanyakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan sebelum ini? Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan sebelum ini?’. Maka dia menjawab, ‘Demi Allah, belum pernah wahai Rabbku!’. Dan didatangkan pula seorang penduduk surga yang ketika di dunia merupakan orang yang paling merasakan kesusahan di sana kemudian dia dicelupkan ke dalam surga satu kali celupan. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesusahan sebelum ini? Apakah kamu pernah merasakan kesusahan sebelum ini?’. Maka dia menjawab, ‘Demi Allah, belum pernah wahai Rabbku, aku belum pernah merasakan kesusahan barang sedikit pun. Dan aku juga tidak pernah melihat kesulitan sama sekali.’.” (HR. Muslim dalam Kitab Shifat al-Qiyamah wa al-Jannah wa an-Naar)
------------------------------------
Hadits yang agung ini menyimpan banyak pelajaran berharga, di antaranya :

Iman kepada hari kiamat dan meyakini bahwa dunia adalah sementara

Iman akan adanya kebangkitan setelah kematian

Iman bahwasanya setiap orang akan mendapatkan pembalasan atas amalnya di dunia, apabila baik maka baik pula balasannya demikian pula sebaliknya

Iman kepada surga dan neraka dan bahwasanya surga merupakan negeri kebahagiaan dan neraka adalah negeri kesengsaraan
Kenikmatan dan kesusahan di dunia tidak ada apa-apanya apabila dibandingkan dengan apa yang terjadi di akhirat

Hadits ini menunjukkan bahwa kesenangan dunia bukanlah tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya

Hadits ini menunjukkan bahwa kenikmatan yang ada di surga bukan main nikmatnya sehingga sekali celupan saja bisa melupakan segala kesusahan hidup di dunia

Hadits ini menunjukkan bahwa kesengsaraan di neraka bukan main mengerikan dan menyakitkan sehingga sekali celupan di dalamnya bisa melupakan segala tetek bengek kesenangan dunia entah yang berwujud harta, kedudukan atau yang lainnya

Hadits ini menunjukkan bolehnya bersumpah untuk menekankan sesuatu tanpa diminta sebelumnya

Hadits ini juga menunjukkan penetapan sifat rububiyah Allah

Hadits ini menunjukkan keadilan Allah kepada hamba-hamba-Nya
Kesenangan dan kesusahan di dunia adalah hal yang biasa, namun yang terpenting adalah bagaimana cara menyikapinya; apakah dengan kesusahan itu dia bersabar dan apakah dengan kesenangan itu dia mau bersyukur kepada-Nya atau tidak

Dunia adalah negeri cobaan dan tempat untuk beramal sedangkan akhirat adalah negeri pembalasan

Iman kepada perkara gaib dan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara dengan wahyu dari Allah ta’ala
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar utusan Allah untuk manusia
Hadits ini merupakan mukjizat yang dimiliki Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dimana beliau mengabarkan sesuatu yang belum terjadi di dunia

Di dalamnya juga terkandung khauf (takut) dan roja’ (harap).Takut akan neraka dan berharap untuk masuk ke dalam surga

Hadits ini menunjukkan bahwa keadaan yang sangat menyenangkan bisa membuat orang lupa akan kesusahan yang pernah dialaminya

Hadits ini juga menunjukkan bahwa kesusahan dan kesulitan yang amat sangat dapat membuat orang lupa akan kesenangan yang pernah dirasakannya

Hadits ini juga menunjukkan bahwa kesenangan dunia ini adalah kesenangan yang semu dan menipu

Hadits ini juga menunjukkan bahwa kesenangan di surga adalah kesenangan yang sejati dan hakiki

Hadits ini juga mengandung dorongan bagi para mujahid untuk bersungguh-sungguh dalam berperang di jalan-Nya tanpa perlu merasa khawatir akan luka yang akan mereka derita

Hadits ini juga mengandung dorongan kepada para da’i agar terus mengajak manusia ke jalan-Nya meskipun orang-orang sedemikian keras memusuhi dakwahnya

Hadits ini juga mengandung dorongan kepada para penuntut ilmu agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu meskipun banyak hambatan yang dijumpainya karena sesungguhnya menuntut ilmu agama merupakan jalan menuju surga

Hadits ini juga mengandung ancaman bagi para pelaku maksiat agar tidak meneruskan maksiat dan segera bertaubat dengan tulus kepada Allah ta’ala karena maksiat akan mendatangkan murka-Nya

Hadits ini juga menunjukkan keutamaan mempelajarai tauhid dan mengetahui seluk beluk syirik dan kekafiran

Hadits ini menunjukkan bahwa kenikmatan yang ada di surga itu bertingkat-tingkat

Hadits ini juga menunjukkan bahwa siksa di dalam neraka juga bertingkat-tingkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah diutus untuk memberikan kabar gembira dan sebagai pemberi peringatan (lihat QS. al-Furqan : 56)

Dan faidah lainnya yang belum saya ketahui, wallahu a’lam.

Mengapa Tuhan tidak hanya menciptakan SATU agama?---- Mengapa Dia tidak hanya menciptakan satu agama sehingga tidak ada kebingungan, tidak ada pertengkaran. -------------- Dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran [3]: 19 Allah berfirman: “Satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah adalah Islam.” ------------- Semua nabi yang datang kepada mereka tidak mengajarkan apapun kecuali menundukkan kehendak pada Tuhan. Dan pesan dasar yang diajarkan semua nabi adalah keesaan Tuhan, bahwa Dia tidak beranak, tidak mempunyai ayah, tidak mempunyai ibu, Dia hanya satu, dan tidak ada yang menyerupai-Nya. Tetapi seiring berjalannya waktu, semua yang diajarkan para nabi menjadi rusak.------ Jadi semua nabi yang datang mengajarkan bahwa kita harus tunduk kepada Tuhan. Mereka semua mengajarkan monoteisme. Semuanya mengajarkan tauhid. Tapi seiring berjalannya waktu, kitab-kitab pun diubah-ubah. Dan itulah alasan Tuhan mengutus nabi terakhir dan penutup, Nabi Muhammad /shallallahu ‘alaihi wa sallam/, dan menurunkan wahyu terakhir dan penutup Al-Qur’an.

BANYAK AGAMA 1

Mengapa Tuhan tidak hanya menciptakan SATU agama?---- Mengapa Dia tidak

hanya menciptakan satu agama sehingga tidak ada kebingungan, tidak ada

pertengkaran.

------------------------------------

Dr. Zakir Naik <https://www.youtube.com/watch?v=580kMd0j6QM>:

---------------------------------------------------

Dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran [3]: 19 Allah berfirman: “Satu-satunya

agama yang diterima di sisi Allah adalah Islam.”

-----------------------------------------

Islam berarti tunduk kepada Tuhan. Jadi Tuhan mengutus semua nabi hanya

untuk mengajarkan satu agama. Semua nabi yang datang, mulai dari Adam

a.s, sampai ke Nuh, Musa, Yesus, Muhammad, semoga Allah merahmati mereka.

------------------------------

Nabi /shallallahu ‘alaihi wa sallam/ bersabda bahwa ada 124.000 nabi

yang diutus di muka bumi. Dan disebutkan dalam Al-Quran surat Faatir

[35]: 24 : “Tidak ada satu kaum pun yang tidak diutus nabi kepadanya.”

 

Allah berfirman dalam surat Ar-Ra’d [13]: 7 Allah berfirman: “dan bagi

tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk..”

------------------------

Semua nabi yang datang kepada mereka tidak mengajarkan apapun kecuali

menundukkan kehendak pada Tuhan. Dan pesan dasar yang diajarkan semua

nabi adalah keesaan Tuhan, bahwa Dia tidak beranak, tidak mempunyai

ayah, tidak mempunyai ibu, Dia hanya satu, dan tidak ada yang

menyerupai-Nya. Tetapi seiring berjalannya waktu, semua yang diajarkan

para nabi menjadi rusak.

--------------------------

Jika Anda mendengarkan ceramah saya, saya menyebutkan bahwa hampir semua

kitab yang ada sebelum Al-Qur’an telah diubah-ubah. Pada beberapa tempat

dalam Al-Qur’an Allah berfirman bahwa jika Dia mau, Dia bisa membuat

semua manusia tunduk kepada-Nya, semua orang dijadikan Muslim. Islam

bukan hanya sebuah agama, makna sebenarnya dari Islam adalah /din

/(jalan hidup), menundukkan diri kepada Tuhan.

 

Dan Muslim bukan berarti seseorang yang bernama Zakir, Abdullah, atau

Sultan, Muslim berarti seseorang yang tunduk kepada Tuhan. Jika Anda

tunduk kepada Tuhan, dalam bahasa Arab Anda disebut Muslim. Jadi jangan

melihat hanya pada nama Sultan, Zakir, Abdullah. Muslim dalam bahasa

Arab berarti seseorang yang tunduk kepada Tuhan. Siapapun yang tunduk

kepada Tuhan maka disebut sebagai Muslim.

--------------------------

Jadi semua nabi yang datang mengajarkan bahwa kita harus tunduk kepada

Tuhan. Mereka semua mengajarkan monoteisme. Semuanya mengajarkan tauhid.

Tapi seiring berjalannya waktu, kitab-kitab pun diubah-ubah. Dan itulah

alasan Tuhan mengutus nabi terakhir dan penutup, Nabi Muhammad

/shallallahu ‘alaihi wa sallam/, dan menurunkan wahyu terakhir dan

penutup Al-Qur’an.

------------------------------------

Semua nabi yang datang sebelum Nabi Muhammad /shallallahu ‘alaihi wa

sallam/, semua wahyu yang datang sebelum Al-Qur’an hanya diperuntukkan

untuk kaum tertentu dan masa tertentu. Di antaranya 4 kitab yang

disebutkan dalam Al-Qur’an, Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an.

 

Taurat adalah wahyu yang diturunkan kepada Musa /a.s/. Zabur adalah

wahyu yang diturunkan kepada Daud /a.s/. Injil adalah wahyu yang

diturunkan kepada Yesus Kristus /a.s/. Dan Al-Qur’an, wahyu terakhir dan

penutup yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul penutup, Nabi Muhammad

/shallallahu ‘alaihi wa sallam/.

 

Dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’d [13]: 38 Allah berfirman: “Bagi tiap-tiap

masa telah Kami turunkan wahyu.” Ada beberapa wahyu yang diturunkan,

tetapi semua wahyu yang diturunkan sebelum Al-Qur’an, dan semua nabi

yang ada sebelum Nabi Muhammad, hanya diperuntukkan bagi kaum dan pada

masa tertentu. Itulah alasan Tuhan tidak menjaganya.

 

Tetapi karena Al-Qur’an adalah wahyu terakhir dan penutup, maka

Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk Muslim atau orang Arab. Al-Qur’an

diturunkan untuk seluruh umat manusia. Dan Nabi Muhammad /shallallahu

‘alaihi wa sallam/ tidak hanya diutus untuk Muslim atau orang Arab,

beliau diutus untuk seluruh manusia. Itulah mengapa kedatangannya sudah

dinubuatkan di semua kitab agama besar di dunia.

 

Dalam Al-Qur’an surat Hijr [15]: 9 Allah berfirman: “Kami telah

menurunkan Al-Qur’an dan Kami akan menjaganya dari kerusakan.” Jadi apa

yang sadari bahwa Tuhan mengutus para nabi hanya untuk menyebarkan satu

agama, yaitu berserah diri kepada Tuhan. Dalam bahasa Arab, inilah Islam.

 

Yesus Kristus tidak pernah mengajarkan Kekristenan. Kata ‘Kristen’ tidak

ada dalam Bibel. Dalam keseluruhan Bibel, tidak adak kata ‘Kristen’. Dia

tidak mengajarkan Kekristenan. Kata ‘Kristen’ adalah julukan yang

diberikan kepada para pengikut Yesus dari Antioch. Ini disebutkan dalam

Kisah Para Rasul 11:26.

 

Jadi Yesus Kristus mengajarkan Islam. Disebutkan dalam Gospel Yohanes

5:30 bahwa Yesus Kristus a.s berkata: “Bukan kehendakku melainkan

kehendak Bapa” atau kehendak Tuhan. Dalam bahasa Arab, ini artinya dia

mengajarkan Islam.

 

Begitu juga dalam Bhagavad Gita, Shri Khrisna berkata bahwa Anda harus

tunduk kepada Tuhan (Bhagavad Gita 18:66). Dalam bahasa Arab, ini

artinya Anda harus menerima Islam.

 

Jadi semua nabi tidak mengajarkan apapun kecuali menundukkan diri kepada

Tuhan. Itulah alasan mengapa dalam Al-Qur’an dalam surat Ali-Imran [3]:

19 Allah berfirman: “Satu-satunya jalan hidup yang diterima di sisi

Tuhan adalah menundukkan diri kepada Tuhan”

 

Jadi kita harus kembali kepada kitab aslinya, kembali kepada perintah

Tuhan, dan menundukkan diri kepada perintah Tuhan, maka kita akan

mengikuti jalan yang lurus.