Loading
73 Golongan | EP Artikel-Edy Gojira

Kenapa Umat ISLAM Terpecah-Belah .... Menjadi BANYAK Golongan? ................................. APAKAH zaman NABI dan Khulafaur Rasyiddin .... ISLAM terdiri BANYAK GOLONGAN/jama'ah ???????????????? ............................................................. Pertanyaan: Semua Muslim membaca Al-Qur'an yang sama. Lalu mengapa ada begitu banyak kelompok dan jama’ah yang berbeda-beda di kalangan umat Islam? ---------------- Jawaban: 1. Muslim Harus Bersatu Merupakan fakta bahwa Muslim zaman sekarang saling terpecah-belah. Yang menyedihkan adalah bahwa perpecahan tersebut tidak diajarkan oleh Islam sama sekali. Islam mengajarkan untuk menjaga persatuan di antara umat Muslim. Al-Qur’an berfirman: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Qs. Ali Imran[3]:103) Apakah yang dimaksud tali Allah dalam ayat ini? Maksudnya adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah tali Allah yang harus dipegang teguh semua Muslim. Ada dua penegasan dalam ayat ini. Selain mengatakan “berpeganglah kamu semuanya” ayatnya kemudian menegaskan, “dan janganlah kamu bercerai-berai.” Al-Qur'an lebih lanjut berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul-(Nya).” (Qs. An-Nisaa’[4]:103) Dengan begitu, semua Muslim harus mengikuti Al-Qur'an dan hadis sahih dan tidak boleh berpecah-belah. -------------------------------------- 2. Dilarang untuk Membuat Golongan dan Jama’ah Sendiri-sendiri dalam Islam Al-Qur’an berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (Qs. Al-An’aam[6]:159) Dalam ayat ini Allah s.w.t berfirman bahwa kita harus menjauhkan diri kita dari orang-orang yang berpecah-belah dan membuat golongan sendiri. Tapi ketika seseorang yang bertanya kepada seorang Muslim, "siapakah kamu?", jawaban yang umum adalah “saya seorang Sunni”, atau “saya Syi’ah.” Sebagian lagi menyebut diri mereka Hanafi, Syafi'i, Maliki atau Hanbali. Ada juga yang berkata “Saya Sufi”, sementara yang lain mengatakan “Saya jama’ah Tabligh.” ------------------------------ 3. Nabi Kita Semua adalah Seorang Muslim Seseorang bisa bertanya pada Muslim yang demikian, "Siapa Nabi kita tercinta? Apakah dia seorang pengikut Hanafi, atau Syafi'i, atau Hanbali, atau Maliki?" Tidak! Dia adalah seorang Muslim, seperti semua nabi Allah lainnya. Hal ini disebutkan dalam Qs. Ali Imran[3] ayat 52 bahwa Nabi Isa atau Yesus a.s adalah seorang Muslim. Selanjutnya, dalam Qs. Ali Imran[3] ayat 67, Al-Qur'an berfirman bahwa Ibrahim a.s bukanlah pengikut Yahudi atau Kristen, melainkan seorang Muslim. --------------------------------------------

May 28, 2016 Edy Gojira 2

Kenapa Umat ISLAM Terpecah-Belah .... Menjadi BANYAK Golongan? ................................. APAKAH [...]