Loading
Alhamdulillah dijauhkan BUKAN didekatkan … Kau perlihatkan “TANDA yang sangat JELAS” padaku, MAHA BENAR ALLAH SWT …. Sehingga aku lebih bersyukur pada-Mu ….. wallahua’lam !!===== BAGI orang KAFIR dan TASYABUH (pengikut cara hidup) KAFIR, DUNIA = adalah HIDUP yg INDAH, karena diberi ALLAH penuh NIKMAT(kecukupan dunia, punya harta banyak utk memuaskan keinginan dunia, dst ) !! ﴾ Al Baqarah:212 ﴿ ====== ……. berbeda dg MUKMIN, DUNIA adalah PENJARA, penuh UJIAN /COBAAN dari ALLAH ﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿====== tanda orang MUKMIN …… selalu diberi UJIAN/COBAAN dari Allah ….. semakin tinggi/kuat AGAMAnya … UJIANnya semakin BERAT (Hadits)—————————— ——— Mukmin akan didekatkan dengan kelompok mukmin. ———- APALAGI di AKHIRAT, pasti MUKMIN akan bersama MUKMIN, TIDAK AKAN MUNGKIN didekatkan dan bersama BUKAN MUKMIN ! … ———— orang BAIK menurut Allah = MUKMIN (mukminin & Mukminat) —————- orang BAIK menurut ALLAH = BUKAN KAFIRin, bukan MUSYRIKin, bukan FASIKin, bukan MUNAFIKin, bukan AHLUL BID’AH, bukan pengikut SYUBHAT 30 DAJJAL ….. BUKAN muslim 72 golongan yg DZALIM ﴾ Al An’am:82 ﴿ dan mendzalimi diri sendiri sehingga tergolong ahlul naar, karena TAKLID BUTA “menyembah manusia” dan BUTA QALBU, hatinya menghitam sehingga sulit memantulkan cahaya KEBENARAN dari ALLAH SWT. ——————– MUKMIN (mukminin) = akan didekatkan/dipasangkan/dijodohkan dengan MUKMIN (mukminat) sudah ketetapan ALLAH DI DUNIA ini ( An Nuur:26 ﴿), ﴾ Al Baqarah:221 ﴿ !!! ….. karena di AKHIRAT, MUKMIN dan NON MUKMIN = dipisahkan oleh ALLAH, diberikan ALAM tempat tinggal yg JAUH berbeda, hanya 2 ALAM, ……. ALAM JANNAH= tempat tinggal MUKMIN ….. ALAM NERAKA/naar/api/siksaan = tempat tinggal BUKAN MUKMIN/non mukmin !!! ============ كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّـهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفٰسِقُونَ ﴿آل عمران:١١۰﴾ —– ﴾ Ali Imran:110 ﴿ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. =============﴾ An Nisaa:57 ) Dan orang-orang yang beriman (MUKMININ & MUKMINAT) dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. ======= BAGI orang KAFIR dan TASYABUH (pengikut cara hidup) KAFIR, DUNIA = adalah HIDUP yg INDAH, karena diberi ALLAH penuh NIKMAT !! …berbeda dg MUKMIN DUNIA adalah PENJARA, penuh UJIAN /COBAAN dari ALLAH ====== “Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya” HR At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023=======﴾ Al Baqarah:212 ﴿ Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. ======== ﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? ======== ﴾ Al An’am:82 ﴿ Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (kesyirikan, kesesatan,kebid’ahan,kekafiran dst), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ======== WALLAHUA’LAM | Edy Gojira >

Alhamdulillah dijauhkan BUKAN didekatkan … Kau perlihatkan “TANDA yang sangat JELAS” padaku, MAHA BENAR ALLAH SWT …. Sehingga aku lebih bersyukur pada-Mu ….. wallahua’lam !!===== BAGI orang KAFIR dan TASYABUH (pengikut cara hidup) KAFIR, DUNIA = adalah HIDUP yg INDAH, karena diberi ALLAH penuh NIKMAT(kecukupan dunia, punya harta banyak utk memuaskan keinginan dunia, dst ) !! ﴾ Al Baqarah:212 ﴿ ====== ……. berbeda dg MUKMIN, DUNIA adalah PENJARA, penuh UJIAN /COBAAN dari ALLAH ﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿====== tanda orang MUKMIN …… selalu diberi UJIAN/COBAAN dari Allah ….. semakin tinggi/kuat AGAMAnya … UJIANnya semakin BERAT (Hadits)—————————— ——— Mukmin akan didekatkan dengan kelompok mukmin. ———- APALAGI di AKHIRAT, pasti MUKMIN akan bersama MUKMIN, TIDAK AKAN MUNGKIN didekatkan dan bersama BUKAN MUKMIN ! … ———— orang BAIK menurut Allah = MUKMIN (mukminin & Mukminat) —————- orang BAIK menurut ALLAH = BUKAN KAFIRin, bukan MUSYRIKin, bukan FASIKin, bukan MUNAFIKin, bukan AHLUL BID’AH, bukan pengikut SYUBHAT 30 DAJJAL ….. BUKAN muslim 72 golongan yg DZALIM ﴾ Al An’am:82 ﴿ dan mendzalimi diri sendiri sehingga tergolong ahlul naar, karena TAKLID BUTA “menyembah manusia” dan BUTA QALBU, hatinya menghitam sehingga sulit memantulkan cahaya KEBENARAN dari ALLAH SWT. ——————– MUKMIN (mukminin) = akan didekatkan/dipasangkan/dijodohkan dengan MUKMIN (mukminat) sudah ketetapan ALLAH DI DUNIA ini ( An Nuur:26 ﴿), ﴾ Al Baqarah:221 ﴿ !!! ….. karena di AKHIRAT, MUKMIN dan NON MUKMIN = dipisahkan oleh ALLAH, diberikan ALAM tempat tinggal yg JAUH berbeda, hanya 2 ALAM, ……. ALAM JANNAH= tempat tinggal MUKMIN ….. ALAM NERAKA/naar/api/siksaan = tempat tinggal BUKAN MUKMIN/non mukmin !!! ============ كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّـهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفٰسِقُونَ ﴿آل عمران:١١۰﴾ —– ﴾ Ali Imran:110 ﴿ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. =============﴾ An Nisaa:57 ) Dan orang-orang yang beriman (MUKMININ & MUKMINAT) dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. ======= BAGI orang KAFIR dan TASYABUH (pengikut cara hidup) KAFIR, DUNIA = adalah HIDUP yg INDAH, karena diberi ALLAH penuh NIKMAT !! …berbeda dg MUKMIN DUNIA adalah PENJARA, penuh UJIAN /COBAAN dari ALLAH ====== “Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya” HR At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023=======﴾ Al Baqarah:212 ﴿ Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. ======== ﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? ======== ﴾ Al An’am:82 ﴿ Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (kesyirikan, kesesatan,kebid’ahan,kekafiran dst), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ======== WALLAHUA’LAM

Alhamdulillah dijauhkan BUKAN didekatkan … Kau perlihatkan “TANDA yang sangat JELAS” padaku, MAHA BENAR ALLAH SWT …. Sehingga aku lebih bersyukur pada-Mu ….. wallahua’lam !!=====  BAGI orang KAFIR dan TASYABUH (pengikut cara hidup) KAFIR, DUNIA = adalah HIDUP yg INDAH, karena diberi ALLAH penuh NIKMAT(kecukupan dunia, punya harta banyak utk memuaskan keinginan dunia,  dst  ) !! ﴾ Al Baqarah:212 ﴿ ======   ……. berbeda  dg MUKMIN, DUNIA adalah PENJARA, penuh UJIAN /COBAAN dari ALLAH  ﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿====== ——— Mukmin akan didekatkan dengan kelompok mukmin. ———- APALAGI di AKHIRAT,  pasti MUKMIN akan bersama MUKMIN, TIDAK AKAN MUNGKIN didekatkan dan bersama BUKAN MUKMIN ! … ———— orang BAIK menurut Allah = MUKMIN (mukminin & Mukminat) —————- orang BAIK menurut ALLAH = BUKAN KAFIRin, bukan MUSYRIKin, bukan FASIKin, bukan MUNAFIKin, bukan AHLUL BID’AH, bukan pengikut SYUBHAT 30 DAJJAL ….. BUKAN muslim 72 golongan yg DZALIM (﴾ Al An’am:82 ﴿) dan mendzalimi diri sendiri sehingga tergolong ahlul naar, karena TAKLID BUTA “menyembah manusia” dan BUTA QALBU, hatinya menghitam sehingga sulit memantulkan cahaya KEBENARAN dari ALLAH SWT. ——————– MUKMIN (mukminin) = akan didekatkan/dipasangkan/dijodohkan dengan MUKMIN (mukminat) sudah ketetapan ALLAH DI DUNIA ini ( An Nuur:26 ﴿), ﴾ Al Baqarah:221 ﴿ !!! ….. karena di AKHIRAT, MUKMIN dan NON MUKMIN = dipisahkan oleh ALLAH, diberikan ALAM tempat tinggal  yg JAUH berbeda, hanya 2 ALAM, ……. ALAM JANNAH= tempat tinggal MUKMIN ….. ALAM NERAKA/naar/api/siksaan = tempat tinggal BUKAN MUKMIN/non mukmin !!! ============ كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّـهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفٰسِقُونَ ﴿آل عمران:١١۰﴾ —– ﴾ Ali Imran:110 ﴿ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. =============﴾ An Nisaa:57 ) Dan orang-orang yang beriman (MUKMININ & MUKMINAT)  dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. =======

BERTANGGUNGJAWAB …. APA yang telah DIKERJAKAN.. {Al Muddastir:38} …. Tidak ada lagi “TALI NASAB” … keluarga atau teman… {Al Mu’minun:101} —————————— MATI ….. Rugi … Su’ul Khatimah …. krn diLALAIkan oleh DUNIA …………………….. jangan SYIRIK … jangan MURTAD tanpa sadar … …………….. jangan MUNAFIK … jangan FASIK … jangan DOSA BESAR ————————– LAHIR “”sendirian”” …… MATI juga “”sendirian”” ….. TANGGUNG JAWAB “ sendirian” —————————- jika KAMU .. atau mungkin saya …. di LEMPAR ke NERAKA … adalah TANGGUNG JAWAB dirimu SeNDIri …../ diriku sendiri ——————– ﴾ Al An’am:94 ﴿ Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah). ……………… ﴾ Maryam:95 ﴿ Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. …………….. ﴾ Al Mu’minun:101 ﴿ Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya……………………. ﴾ Al Muddastir:38 ﴿ Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,………………… ﴾ Al Baqarah:134 ﴿ Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. …………….. ﴾ Saba’:25 ﴿ Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat”………………… ﴾ Al Qiyaamah:36 ﴿ Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?……………. ﴾ Al Israa’:36 ﴿ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ————————-

=========================

Ahlul Bid’ah Ketika  Di Ingatkan Dengan Dalil, Mereka Bilang “Wahabi” !

Ayah dan Ibu Nabi Muhammad di dalam NERAKA …… mati dalam keadaan MUSYRIK/kafir

======================

fenomena baru juni 2021 … SELAMAT MURTAD …. selamat MURTAD ….. (bisaku …. tertawa terbahak-bahak TAPI di dalam HATI ….krn TIDAK KAGET dan TIDAK HERAN sudah lama)

Jika jodoh cerminan diri mengapa Firaun berjodoh dengan Siti Asiah ….. ???

APAKAH AKU/KAMU masih BUTA melihat benar dan salah ???? atau tergolong BUTA QALBU ??? yang salah malah dianggap BENAR… atau yang jelas BENAR malah disalahkan ??

=================== APAKAH AKU/KAMu MASIH BUTA MELIHAT 30 DAJJAL & MENJADI PENGIKUT DAJJAL ??? =======

Nabi bersabda: “Siapa yang mendengar (kedatangan) Dajjal hendaklah menjauhinya. Demi Allah, seorang laki-laki benar-benar akan mendatangi Dajjal dan MENGIRA bahwa ia adalah seorang MUKMIN (=dikira benar dan lurus ISLAM dan IMANnya oleh pengikut dajjal), lalu ia akan mengikuti setiap syubhat yang ditebarkannya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)——————-Rasulullah bersabda, “Bersamanya (Dajjal) surga dan neraka, sesungguhnya surganya itu adalah neraka, dan nerakanya itu adalah surga.” – HR.Muslim, 2934, kitab Al-Fitan.

===============

Masuk Surga itu Gampang Sulit Masuk Neraka ….????

Diriwayatkan dari sahabat Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلًا بِالفُسُوقِ، وَلاَ يَرْمِيهِ بِالكُفْرِ، إِلَّا ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ، إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ

“Janganlah seseorang menuduh orang lain dengan tuduhan fasik dan jangan pula menuduhnya dengan tuduhan kafir, karena tuduhan itu akan kembali kepada dirinya sendiri jika orang lain tersebut tidak sebagaimana yang dia tuduhkan.” (HR. Bukhari no. 6045)

BAGI orang KAFIR dan TASYABUH (pengikut cara hidup) KAFIR, DUNIA = adalah HIDUP yg INDAH, karena diberi ALLAH penuh NIKMAT !! …berbeda  dg MUKMIN DUNIA adalah PENJARA, penuh UJIAN /COBAAN dari ALLAH  ====== ﴾ Al Baqarah:212 ﴿ Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. ========

﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman“, sedang mereka tidak diuji lagi?  ======== ﴾ Al An’am:82 ﴿ Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (” kesyirikan, kesesatan,kebid’ahan,kekafiran …dst”), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.  ======== WALLAHUA’LAM

============================

IRONIS sekali … TAKLID BUTA …. pengikut dan yg DIIKUTI … di NERAKA
……………………..……………
…………jangan TAKLID BUTA … yang BENAR malah dianggapnya SALAH … yang SALAH malah dianggapnya BENAR = manusia BUTA
……………………...
Firman Allah dalam Qs. Al-Mu’min (40: 47-48-49) :

وَإِذ يَتَحاجّونَ فِى النّارِ فَيَقولُ الضُّعَفٰؤُا۟ لِلَّذينَ استَكبَروا إِنّا كُنّا لَكُم تَبَعًا فَهَل أَنتُم مُغنونَ عَنّا نَصيبًا مِنَ
النّارِ ٤٧

(47) “Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “”Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?”””
———————————-
قالَ الَّذينَ استَكبَروا إِنّا كُلٌّ فيها إِنَّ اللَّهَ قَد حَكَمَ بَينَ العِبادِ ٤٨

(48) “Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “”Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba- (Nya)””.”

وَقالَ الَّذينَ فِى النّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادعوا رَبَّكُم يُخَفِّف عَنّا يَومًا مِنَ العَذابِ ٤٩
—————————————–
(49) “Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam: “”Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari””.”
……………………..……
jangan TAKLID BUTA … yang BENAR malah dianggapnya SALAH … yang SALAH malah dianggapnya BENAR = manusia BUTA
………………………………………………


﴾ Al Israa’:97 ﴿Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia SESATkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari KIAMAT (diseret) atas muka mereka dalam keadaan BUTA, BISU dan TULI {pekak}. Tempat kediaman mereka adalah neraka JAHANAM. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.
———————————
﴾ Al An’am:25 ﴿
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan TUTUPan di atas HATI mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) SUMBATan di TELINGA-nya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap TIDAK mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”.
…………………………………………..
*) BUTA = …… buta dalam MELIHAT KEBENARAN … TIDAK BISA membedakan BENAR dan SALAH … hanya TAKLID/ ikut-ikutan saja

BUTA … walau punya mata yang bisa dipakai utk melihat

﴾ Al Maidah:71 ﴿
Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap
mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi
buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian
kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa
yang mereka kerjakan.

﴾ Al An’am:104 ﴿
Sesungguhnya
telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa
melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan
barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya
kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah
pemelihara(mu).

﴾ Yunus:43 ﴿
Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan.

﴾ Al Hajj:46 ﴿
maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

*) TULI = … TIDAK berusaha … MENDENGARkan seruan Allah … mendengar (dg telinganya) … tetapi.. SEAKAN-AKAN tidak mendengar = munafik/ bohong

﴾ Al Baqarah:171 ﴿
Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti
penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain
panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab
itu) mereka tidak mengerti.

﴾ Al Jaatsiyah:8 ﴿
dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap
menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri khabar
gembiralah dia dengan azab yang pedih.

﴾ Al Anfaal:21 ﴿
dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) vang berkata “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan
<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Fenomena yang terjadi hari ini banyak dari kalangan pelajar yang masih minim ilmunya menjadikan ulama seolah-olah seorang nabi, sehingga apapun pendapat ulama tersebut dianggap sebuah kebenaran mutlak. siapa yang mencoba mengkritisi pendapatnya maka seolah-olah ia telah mengingkari al-quran dan hadist. Sikap yang seperti ini disebut dengan taklid buta.

Jangan Taqlid buta:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [Al Israa’:36]

Jangan MenTuhankan Ulama

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. “ [At Taubah:31]

Nabi menjelaskan bahwa memperTuhankan ulama itu adalah mematuhi ajaran ulama dengan membabi buta, biarpun ulama itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.

taklid buta terhadap ulama adalah suatu perbuatan yang tercela dalam Islam, karena ulama bukan seorang nabi yang maksum ulama adalah manusia biasa yang bisa benar dan juga bisa salah dalam memahami al-Quran dan hadist. sehingga sangat tidak wajar di saat seorang ulama dijadikan sebagai posisi sebagai nabi seolah-olah pendapat ulama tersebut tidak pernah salah. Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah Beliau mengatakan,

لا تقلدني ولا تقلد مالكا ولا الثوري ولا الأوزاعي وخذ من حيث أخذوا

“Janganlah kalian taklid kepadaku, jangan pula bertaklid kepada Malik, ats-Tsauri, al-Auza’i, tapi ikutilah dalil.” (I’lam al-Muwaqqi’in 2/201;Asy-Syamilah,).

Imam ahmad dalam hal ini ingin menjelaskan bahwa tidak semua pendapat yang beliau kemukakan itu benar, pasti ada salahnya karena beliau adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. sehingga jika pemahaman beliau terhadap suatu nas menyimpang maka tinggalkan pendapatnya ikutilah dalil yang sudah jelas maknanya. jangan bersikap di saat sebuah dalil dikemukakan secara jelas maksudnya lalu didatangkan pendapat ulama untuk membantah dalil tersebut. Imam Malik bin Anas rahimahullah Beliau mengatakan,

إنما أنا بشر أخطئ وأصيب فانظروا في رأيي فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه

“Aku hanyalah seorang manusia, terkadang benar dan salah. Maka, telitilah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan al-Quran dan sunnah nabi, maka ambillah. Dan jika tidak sesuai dengan keduanya, maka tinggalkanlah.” (Jami’ Bayan al-‘Ilmi wa Fadhlih 2/32).

Beliau juga mengatakan,

ليس أحد بعد النبي صلى الله عليه وسلم إلا ويؤخذ من قوله ويترك إلا النبي صلى الله عليه وسلم

“Setiap orang sesudah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat diambil dan ditinggalkan perkataannya, kecuali perkataan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Jami’ Bayan al-‘Ilmi wa Fadhlih 2/91).

Oleh sebab itu tinggalkanlah sikap taklid buta terhadap ulama, karena ulama juga manusia biasa yang bisa salah dan bisa benar. janganlah menjadikan ulama sebagai nabi dengan menjadikan bahwa semua pendapat yang berseberangan dengannya adalah salah dan bathi. tapi bersikaplah jika ternyata kita menemukan dalil yang jelas maknanya walaupun bertentangan dengan pendapat ulama tersebut maka tinggalkan pendapat ulama tersebut ikutilah dalil. Imam abu Hanifah mengatakan

حرام على من لم يعرف دليلي أن يفتي بكلامي (الفلاني في الإيقاظ ص 50)

“Haram bagi seorang berfatwa dengan pendapatku sedang dia tidak mengetahui dalilnya.”

Dalam hal ini imam hanafy secara tegas menyatakan bahwa haram mengatakan imam hanafy membolehkan hal ini tapi tidak mengetahui dalil yang membolehkan hal tersebut. dalam hal ini imam hanafy sangat menekankan bahwa segala sesuatu perlu kepada dalil jangan hanya mengatakan ulama ini membolehkan tapi tidak tahu dalil. karena bisa jadi pemahaman ulama tersebut salah dalam memahami dalil. sehingga disaat kita mengetahui bahwa pendapat tersebut tidak tepat dengan dalil maka tinggalkanlah pendapat tersebut.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Agama Islam memerintahkan para pemeluknya untuk mengikuti dalil dan tidak memperkenankan seorang untuk bertaklid (baca: mengekor/membeo) kecuali dalam keadaan darurat (mendesak), yaitu tatkala seorang tidak mampu mengetahui dan mengenal dalil dengan pasti. Hal ini berlaku dalam seluruh permasalahan agama, baik yang terkait dengan akidah maupun hukum (fikih).

Oleh karena itu, seorang yang mampu berijtihad dalam permasalahan fikih, misalnya, tidak diperkenankan untuk bertaklid. Demikian pula seorang yang mampu untuk meneliti berbagai nash-nash syari’at yang terkait dengan permasalahan akidah, tidak diperbolehkan untuk bertaklid.

Mengapa Taklid Tidak Diperkenankan?

Agama ini tidak memperkenankan seorang untuk bertaklid pada suatu pendapat tanpa memperhatikan dalilnya. Hal ini dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut:

Pertama: Allah ta’alla memerintahkan para hamba-Nya untuk memikirkan (bertafakkur) dan merenungi (bertadabbur) ayat-ayat-Nya. Allah ta’alla berfirman,

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ (190) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (191)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran: 190-191).

Kedua: Allah ta’alla mencela taklid dan kaum musyrikin jahiliyah yang mengekor perbuatan nenek moyang mereka tanpa didasari ilmu. Allah ta’alla berfirman,

بَلْ قَالُوا إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ

“Mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az Zukhruf: 22).

Allah ta’alla juga berfirman,

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Rabb selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Taubah: 31).

Ayat ini turun terkait dengan orang-orang Yahudi yang mempertuhankan para ulama dan rahib mereka dalam hal ketaatan dan ketundukan. Hal ini dikarenakan mereka mematuhi ajaran-ajaran ulama dan rahib tersebut dengan membabi buta, walaupun para ulama dan rahib tersebut memerintahkan kemaksiatan dengan mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram [lihat hadits riwayat. At-Tirmidzi no. 3096 dari sahabat ‘Ady bin Hatim].

Ketiga: Taklid hanya menghasilkan zhan (prasangka) semata dan Allah telah melarang untuk mengikuti prasangka. Allah ta’alla berfirman,

إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (QS. Al-An’am: 116).

Namun, yang patut diperhatikan adalah zhan yang tercela dalam agama ini adalah praduga yang tidak dilandasi ilmu. Adapun zhan yang berlandaskan pengetahuan, maka ini tergolong sebagai ilmu yang membuahkan keyakinan sebagaimana firman Allah,

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 46).

Inilah beberapa ayat al-Quran yang menerangkan bahwa taklid buta tidak semestinya dilakukan oleh seorang muslim dan kewajiban yang mesti dilakukan oleh seorang muslim adalah mengikuti dalil.


Tanda-tanda pada manusia di DUNIA …. Antara MUKMIN dan MUNAFIK
————————–——–
………………………… Qalbu yg TIDAK BUTA QALBUnya .. bisa merasakan itu … tergolong MUKMIN atau MUNAFIK …..
————————–———
>> Orang MUKMIN … COBAAN hidupnya “sangat BANYAK” … spt “menggenggam BARA api” … spt tanaman diGOYANGkan oleh angin

———————–

>> Orang MUNAFIK … cobaan hidupnya “sangat SEDIKIT” … cobaan-nya “SETELAH mati” … spt POHON CEMARA yang TIDAK goyang … krn TIDAK dihembus angin …. Dan pohon itu TUMBANG … HANYA … ketika “diTEBANG” …. SIKSAAN MALAIKAT … di Barzakh dan akhirat/NERAKA

…………………Maha Benar, Allah …. sangat BENAR ya Allah …………..
…………….. hanya ORANG “munafik” SAJA …. Yang TIDAK merasakan … “hembusan ANGIN”………….

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Perumpamaan orang MUKMIN itu seperti tanaman yang selalu digoyangkan oleh HEMBUSAN ANGIN karena orang mukmin senantiasa ditimpa BERBAGAI COBAAN. Sedangkan perumpamaan orang MUNAFIK seperti pohon cemara yang TIDAK GOYANG dihembus angin kecuali setelah DITEBANG. (Shahih Muslim No.5024)

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ القَابِضُ عَلَى دِيْنِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
“akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang BERPEGANG TEGUH PADA AGAMANYA seperti orang yang MENGGENGGAM BARA API.” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi.

==============================

tanda orang MUKMIN …… selalu diberi UJIAN/COBAAN dari Allah ….. semakin tinggi/kuat AGAMAnya … UJIANnya semakin BERAT
————————————–

lihatlah diri KITA … diriku/dirimu … apakah sudah MENDAPATKAN ….. ujian itu ???…. sudahkah kita diANGGAP MUKMIN … oleh Allah ???
————————————
Rasulullah SAW bersabda, “Setiap mukmin dihadapkan pada lima ujian; mukmin (“mengaku beriman/mukmin”…. An Nisaa:60 ﴿
) yang menghasudnya, munafik yang membencinya, kafir yang memeranginya, nafsu yang menentangnya, dan setan yang selalu menyesatkannya.” (HR ad-Dailami).
————————

—————————
﴾ An Nisaa:60 ﴿ Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.

================

orang diberi COBAAN Allah… diberi UJIAN oleh Allah …. diberi MUSIBAH oleh Allah = ciri orang diberi KEBAIKAN oleh Allah = ciri orang BERIMAN …….
———————–
Dari Shuhaib Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya” HR Muslim, 8/125
…………………………..

bersabda Rasulullah Saw., “Barangsiapa yang dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan, maka Allah Swt. akan memberinya cobaan.” ( H.R. Bukhari)
———————————
﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
——————————–
﴾ Al ‘Ankabut:3 ﴿
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
————————————
bersabda Nabi Saw., “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” ( H.R. Bukhari dan Muslim)
————————————-

“Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya” HR At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023,


============================

ALLAH menilai hanya “USAHA” kita saja. { HASIL / takdir kita baik atau buruk (menurut pengamatan kita) merupakan kumpulan peristiwa yang telah “tertulis”}

30:23. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

2:134. Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

KITa diNILAI dari usaha kita …. dan hasil USAHA kita akan “dibalas”

3:25. Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).

*} ingin HIDUP lama/ umur panjang/ “NIKMAH dunia” …. sampai 1000 tahun (jika bisa)
“untuk APA” ….. jika AKHIR-nya diSIKSA di NERAKA ??? {Al Baqarah:96}

*} Allah Maha Pengasih dan maha Penyayang, … Allah maha Pengampun {Al Baqarah:218}?? ….”tetapi” Allah JUGA sangat KERAS SIKSAan-Nya (al anfaal:25). …. hanya mengandalkan AMAL BAIK yg “seberat SAYAP nyamuk” (HR Abu Hurairah)

*} Allah MAHA pengampun dan MAHA penyayang …. “HANYA” … kepada ORANG BERIMAN …. (“di Akhirat”) {Al Baqarah:218}

﴾ Al Baqarah:96 ﴿
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling LOBA {=SERAKAH/ أَحْرَصَ} kepada keHIDUPan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi UMUR seribu tahun, padahal umur PANJANG itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada SIKSA. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

﴾ Al Baqarah:218 ﴿
Sesungguhnya orang-orang yang BERIMAN, orang-orang yang berHIJRAH dan berJIHAD di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha PENGAMPUN lagi Maha PENYAYANG.

﴾ Al Anfaal:25 ﴿
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa ALLAH sangat KERAS SIKSAan-Nya.

———————————–

perBEDAan .. orang PINTAR dan orang … BODOH itu apa ??
————————–
>>> orang BODOH … selalu meMINTA pada Allah…. berharap ….. SURGA …. dg AMAL sedikit … tanpa melihat DOSA-nya yg BANYAK———————

>>> orang PINTAR = orang selalu melihat keBURUKan dirinya …. dan berusaha BERAMAL utk AKHIRAT …. <<<
————————
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (Ibnu Majah, Ahmad, dan ath-Thabrani), Syaddad bin Aus mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “ORANG PINTAR ialah orang yang mau mengoreksi dirinya sendiri dan BERAMAL untuk kepentingan akhirat nanti. Dan ORANG LEMAH ( = BODOH/LEMAH AKALnya ) ialah orang yang mengikuti HAWA NAFSUNYA, tetapi “BERHARAP-HARAP terhadap Allah (=selalu minta/berdoa/berharap pada Allah utk MASUk SURGA … dg amalanya yg masih SEDIKIT, DOSA banyak)”.

=======================

manusia BUTA di dunia =  manusia yg TIDAK bisa MELIHAT KEBENARAN >> yg BENAR malah diSALAHkan .. yg JELAS SALAH malah dianggap BENAR = manusia MENJADI BUTA di AKHIRAT ——-


………….. buta didunia (tidak bisa melihat/menolak KEBENARAN di dunia {Al An’am:104}) …. di akhirat akan LEBIH BUTA lagi {Al Israa’:72} = masuk neraka {Al Israa’:97}
…………………………..
﴾ Al An’am:104 ﴿ <<< BUTA = tidak bisa melihat KEBENARAN (keterangan/ bukti nyata) dari Tuhan
…………………
“Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti بَصَآئِرُ yang terang; maka barangsiapa MELIHAT (أَبْصَرَ kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa BUTA (عَمِىَ tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemeliharamu”
——————————————
buta mata hell 6

﴾ Al Israa’:97 ﴿ <<< buta di akhirat = masuk NERAKA jahanam
………………….
“Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan BUTA, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah NERAKA jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya”.
—————————
bodoh buta 5

﴾ Al Israa’:72 ﴿ <<<<<<,buta di dunia (tidak bisa melihat kebenaran) di dunia …. akan lebih buta lagi di akhirat
………..
“Dan barangsiapa yang BUTA (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan LEBIH BUTA (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.

……………………………………………………………………
yang BURUK dilihat …. baik…. / …. yang BAIK malah dilihat BURUK
……………… >>>
bodoh 3
﴾ Al Anbiyaa:35 ﴿>>> MANUSIA diuji …. dg BAIk dan BURUK …. apakah kita TERMASUK TIDAK bisa melihat/ BUTA ….. melihat BAIK dan BURUK?????? …
….. BUTA melihat KEBAIKAN dan KEBURUKAN ……

…… zaman Dajjal (jalan ke surga DAJJAL = NERAKA Allah, …. jalan ke NERAKA Dajjal = SURGA Allah)
——————
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan MENGUJI kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”.

………………………………………………………………………………………………………..
orang BERDUSTA dikatakan BENAR … ORANG BENAR dikatakan berdusta = tahun-tahun PENIPUAN
……………………………………………………………………………………………………..
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Dan pada waktu itu orang yang berdusta dikatakan benar, dan orang yang benar dikatakan berdusta. Orang khianat akan disuruh memegang amanah, dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berpeluang bercakap hanyalah golongan ‘Ruwaibidhah’. Sahabat bertanya, ‘Apakah Ruwaibidhah wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab, ‘Orang bodoh yang bercakap mengenai urusan orang ramai” [HR Ahmad].

…………………………….<<
Dari Hudzaidah bin Al-Yaman radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اَلدَّجّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى، جَفالُ الشَّعْرِ. مَعَهُ جَنَّةٌ وَنارٌ، فَنارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ
“Dajjal itu rusak mata kirinya dan sangat lebat rambutnya. Dia membawa surga dan neraka bersamanya, akan tetapi neraka yang dia bawa sebenarnya adalah surga dan surga yang dia bawa sebenarnya adalah neraka.” (HR. Muslim no. 2934)
>>>>>>>>>>>>>>>>>,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,…………..>>>>>>>>>>
bodoh 4 gajah hitam
JANGAN MENOLAK KEBENARAN

Kebenaran mutlak datang hanya dari Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu, al-haq tidak diambil kecuali dengan petunjuk kitab Allah Azza wa Jalla dan Sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sepantasnya orang-orang yang sudah menerima al-haq, hendaknya mereka menerima dan mengikutinya.

Allah Azza wa Jalla telah memuji orang-orang yang beriman karena mereka mengkuti al-haq dalam firmannya:

أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, [a-Ra’d/13:19]

Imam Ibnu Katsîr rahimahullah berkata tentang makna ayat ini: “Maka tidaklah sama orang yang meyakini kebenaran yang engkau bawa –wahai Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam – dengan orang yang buta, yang tidak mengetahui dan memahami kebaikan. Seandainya memahami, dia tidak mematuhinya, tidak mempercayainya, dan tidak mengikutinya”. [1]

Namun, umumnya manusia tidak peduli terhadap kebenaran, tidak mau mencarinya, dan tidak menelitinya. Sehingga mereka berkubang di dalam kesesatan dengan sadar atau tanpa sadar. Allah Azza wa Jalla berfirman:

أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً ۖ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ ۖ هَٰذَا ذِكْرُ مَنْ مَعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِي ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ ۖ فَهُمْ مُعْرِضُونَ

Apakah mereka mengambil sesembahan-sesembahan selain-Nya? Katakanlah: “Tunjukkanlah hujjahmu! (al-Qur`ân) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku.” Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling. [al-Anbiyâ’/21:24]

Syaikh `Abdurrahmân bin Nâshir as-Sa’di rahimahullah berkata: “Mereka tidak mengetahui kebenaran bukan karena kebenaran itu samar dan tidak jelas. Namun karena mereka berpaling darinya. Jika mereka tidak berpaling dan mau memperhatikannya, niscaya kebenaran menjadi jelas bagi mereka dari kebatilan, dengan kejelasan yang nyata dan gamblang”.[2]

Oleh karena itu, jangan sekali-kali seorang Muslim menolak kebenaran. Siapa pun pembawanya. Karena menolak kebenaran itu merupakan sifat kesombongan yang dibenci oleh Allah Azza wa Jalla . Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi. Seorang laki-laki bertanya: “Ada seseorang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus (apakah termasuk kesombongan?) Beliau menjawab: “Sesungguhnya Allah Maha indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. [HR. Muslim, no. 2749, dari `Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu]

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Adapun ‘menolak kebenaran’ yaitu menolaknya dan mengingkarinya dengan menganggap dirinya tinggi dan besar”.[3]

Imam Ibnul Atsîr rahimahullah berkata tentang makna ‘menolak kebenaran’, yaitu menyatakan batil terhadap perkara yang telah Allah Azza wa Jalla tetapkan sebagai kebenaran, seperti mentauhidkan-Nya dan beribadah kepada-Nya. Ada yang mengatakan, maknanya adalah menzhalimi kebenaran, yaitu tidak menganggapnya sebagai kebenaran. Dan ada yang mengatakan, maknanya adalah merasa besar terhadap kebenaran, yaitu tidak menerimanya”.[4]

Seorang Muslim jangan menyerupai orang-orang Yahudi. Mereka mengetahui kebenaran, namun tidak mengikutinya. Allah Azza wa Jalla berfirman tentang orang-orang Yahudi Madinah yang enggan beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ

Dan setelah datang kepada mereka (orang-orang Yahudi) al-Qur`ân dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. [al-Baqarah/2:89]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Allah Azza wa Jalla menyifati orang-orang Yahudi bahwa mereka dahulu mengetahui kebenaran sebelum munculnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbicara dengan kebenaran dan mendakwahkannya. Namun, setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada mereka, beliau berbicara dengan kebenaran. Karena beliau bukan dari kelompok yang mereka sukai, maka mereka pun tidak tunduk kepada beliau, dan mereka tidak menerima kebenaran kecuali dari kelompok mereka. Padahal, mereka tidak mengikuti perkara yang diwajibkan oleh keyakinan mereka”[5]

Inilah di antara sifat-sifat buruk orang-orang Yahudi. Mereka tidak mau menerima kebenaran kecuali dari kelompok mereka saja. Rupanya, sifat seperti ini menjalar di kalangan ahli bid’ah dulu dan sekarang, mereka tidak mau menerima kebenaran kecuali dari kelompoknya saja, atau buku-bukunya saja, atau guru-gurunya saja. Wallâhul Musta’ân.

Sesungguhnya kebenaran itu tetap diterima walau pun datangnya dari orang kafir. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan hal ini di dalam beberapa hadits beliau. Antara lain hadits berikut ini.‘Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata:

دَخَلَتْ عَلَيَّ عَجُوزَانِ مِنْ عُجُزِ يَهُوْدِ الْمَدِينَةِ فَقَالَتَا لِيْ إِنَّ أَهْلَ الْقُبُوْرِ يُعَذَّبُونَ فِي قُبُوْرِهِمْ فَكَذَّبْتُهُمَا وَلَمْ أُنْعِمْ أَنْ أُصَدِّقَهُمَا فَخَرَجَتَا وَدَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ عَجُوزَيْنِ وَذَكَرْتُ لَهُ فَقَالَ صَدَقَتَا إِنَّهُمْ يُعَذَّبُونَ عَذَابًا تَسْمَعُهُ الْبَهَائِمُ كُلُّهَا فَمَا رَأَيْتُهُ بَعْدُ فِي صَلاَةٍ إِلاَّ تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Dua nenek Yahudi Madinah masuk menemuiku, keduanya mengatakan kepadaku: “Sesungguhnya orang-orang yang berada di dalam kubur disiksa di dalam kubur mereka”. Aku mendustakan keduanya, aku tidak senang membenarkan keduanya. Lalu keduanya keluar. Nabi datang masuk menemuiku, maka aku berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah , sesungguhnya dua nenek…”, aku menyebutkan kepada beliau. Beliau bersabda: “Keduanya benar. Sesungguhnya mereka disiksa dengan siksaan yang didengar oleh binatang-binatang semuanya”. Kemudian tidaklah aku melihat beliau di dalam shalat setelah itu, kecuali beliau berlindung dari siksa kubur”. [HR. Bukhâri, no. 6366; Muslim, no. 586]

=========================

banyak manusia meminta kepada ALLAH ingin dikembalikan ke DUNIA ….. karena  MASUK ke NERAKA,,,
—————————–
…. KITA tidak BOLEH BUTA …. terjerumus dalam memilih 72 golongan MUSLIM yg ke NERAKA
———————

Bahwasannya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu.”  Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?

”  Nabi menjawab: ” Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.” HR Imam Tirmizi.

——————————–
“…DAPATKAH KAMI DIKEMBALIKAN (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”….. Al A’raf:53
—————————————-
﴾ Ibrahim:44 ﴿
Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, BERI TANGGUHLAH KAMI (KEMBALIKANLAH KAMI KE DUNIA) WALAUPUN DALAM WAKTU YANG SEDIKIT, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?
—————————-
﴾ Al An’am:27 ﴿
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami DIKEMBALIKAN (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, .
———————————–
﴾ Al An’am:28 ﴿
Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka DIKEMBALIKAN KE DUNIA, TENTULAH MEREKA KEMBALI KEPADA APA YANG MEREKA TELAH DILARANG MENGERJAKANNYA. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.
————————————–
﴾ Al A’raf:53 ﴿
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: “Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau DAPATKAH KAMI DIKEMBALIKAN (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”. Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.
……………………..
>>> Peristiwa Yang TERJADI … (now) dan … Yang “AKAN” TERjadi (future) adalah = UJIAN

﴾ Az Zumar:49 ﴿
Maka apabila manusia ditimpa BAHAYA ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya NIKMAT dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. SEBENARNYA itu adalah “”””” UJIAN”””””, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
————————————-
PENYESALAN …. tak BERGUNA …. jika telah MATI …..
DUNIA ini, MAIN-MAIN dan SENDA GURAU BELAKA ,,,,,,
————————-
﴾ Al An’am:31 ﴿
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat {ASSAAH/malapetaka/saat itu} datang kepada mereka dengan TIBA-TIBA, mereka berkata: “Alangkah besarnya PENYESALAN kami, terhadap ke-LALAI-an kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.
قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱللَّـهِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتْهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا۟ يٰحَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ ﴿الأنعام:٣١﴾
﴾ Al An’am:32 ﴿
Dan tiadalah kehidupan DUNIA ini, selain dari MAIN-MAIN dan SENDA GURAU BELAKA. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴿الأنعام:٣٢﴾
﴾ Al An’am:33 ﴿
Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُۥ لَيَحْزُنُكَ ٱلَّذِى يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلٰكِنَّ ٱلظّٰلِمِينَ بِـَٔايٰتِ ٱللَّـهِ يَجْحَدُونَ ﴿الأنعام:٣٣﴾
﴾ Al An’am:34 ﴿
Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا۟ عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا۟ وَأُوذُوا۟ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ ٱللَّـهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِن نَّبَإِى۟ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿الأنعام:٣٤﴾
============================
…………………….

Dalam sebuah kesempatan, Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri dan memberikan khutbah dan dalam khutbahnya diriwayatkan bahwa dia berkata, “Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, ‘Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah,

—————————————-

 Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya, seperti anjing mengikuti tuannya, sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya.” HR. Sunan Abu Daud.
————————-

Dari Auf bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:”Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan, satu golongan di surga dan 70 golongan di neraka. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan, 71 golongan di neraka dan satu di surga. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya umatku ini pasti akan berpecah belah menjadi 73 golongan, satu golongan di surga dan 72 golongan di neraka.” Lalu beliau ditanya: “Wahai Rasulullah siapakah mereka ?” Beliau menjawab: “Al Jamaah.” HR Sunan Ibnu Majah.

———————————–

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang Bani Israil akan terpecah menjadi 71 golongan dan umatku akan terpecah kedalam 73 golongan,

seluruhnya akan masuk neraka, kecuali satu, yaitu Al-Jamaa’ah. HR. Sunan Ibnu Majah.
————————————-

Bahwasannya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu.”  Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?

”  Nabi menjawab: ” Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.” HR Imam Tirmizi.

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ,,,,,,,,,,,,”””””””””””””””””””,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Ahli Sunah wal Jama’ah.

———————————————

1. Pengertian.

Secara etimologi Ahli adalah kelompok/keluarga/pengikut. Sunah adalah perbuatan-perbuatan Rasulullah yang diperagakan beliau untuk menjelaskan hukum-hukum Al Qur’an yang dituangkan dalam bentuk amalan. Al Jama’ah yaitu Al Ummah ( Al Munjid) yaitu sekumpulan orang-orang beriman yang di pimpin oleh imam untuk saling bekerjasama dalam hal urusan yang penting.

—————————

Menurut istilah Ahli Sunah wal Jama’ah adalah sekelompok orang yang mentaati sunah Rasulullah secara berjama’ah, atau satu golongan umat islam di bawah satu komando untuk urusan agama islam sesuai dengan ajaran Rasulullah dan para sahabatnya.

——————

Ada DUA PUSAKA YG DI TINGGALKAN RASULULLAH S.A.W

ADALAH Berpegang teguh’lah pada SUNAH – SUNAH  RASULULLAH S.A.W

DAN KITABULLAH AL-QUR’AN KALIAN TIDAK AKAN TERSESAT .

( HR.MUSLIM )
————————–

AHLUS SUNNAH wal JAMA’AH .. itu siapa?
————————–————————–—–
“… Yang disebut sebagai Ahlus Sunnah wal jama’ah hanyalah orang-orang yang benar-benar berpegang teguh dengan As Sunnah (ajaran Nabi) dan mereka bersatu di atasnya. Mereka tidak menyimpang kepada selain ajaran As Sunnah, baik dalam urusan keyakinan ilmiah maupun dalam masalah amal praktik hukum. Oleh sebab inilah mereka disebut dengan Ahlus Sunnah, yaitu karena mereka bersatu padu di atasnya (di atas Sunnah)…”
————————–————————-
As Sunnah secara bahasa artinya jalan. Adapun secara istilah As Sunnah adalah ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya, baik berupa keyakinan, perkataan maupun perbuatan. Dalam hal ini Sunnah menjadi lawan dari bid’ah. Bukan sunnah dalam terminologi fikih. Karena sunnah menurut istilah fikih adalah segala perbuatan ibadah yang bila dikerjakan berpahala akan tetapi bila ditinggalkan tidak berdosa. Maka sunnah yang dimaksud dalam istilah Ahlus Sunnah adalah seluruh ajaran Rasul dan para sahabat, baik yang hukumnya wajib maupun sunnah!! (silakan baca Lau Kaana Khairan karya Ustadz Abdul Hakim, hal. 14-17 baca juga Panduan Aqidah Lengkap penerbit Pustaka Ibnu Katsir hal. 36-40).
———————–
Al Jama’ah secara bahasa artinya kumpulan orang yang bersepakat untuk suatu perkara. Sedangkan menurut istilah syar’i, al jama’ah berarti orang-orang yang bersatu di atas kebenaran yaitu jama’ah para sahabat beserta orang-orang sesudah mereka hingga hari kiamat yang meniti jejak mereka dalam beragama di atas Al Kitab dan As Sunnah secara lahir maupun batin. Oleh karena itu seorang Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Al Jama’ah adalah segala yang sesuai dengan al haq walaupun engkau seorang diri.” (lihat Al Wajiz fi ‘Aqidati Salafish Shalih, hal. 29 dan 30). Ukuran seseorang berada di atas jama’ah bukanlah jumlah. Akan tetapi ukurannya adalah sejauh mana dia berpegang teguh dengan kebenaran yaitu Islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat radhiyallahu ta’ala ‘anhum. Sebagaimana hal ini telah diisyaratkan oleh Rasul ketika menceritakan akan terjadi perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu yaitu al jama’ah. Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang beragama sebagaimana Nabi dan para sahabat. Hadits perpecahan umat adalah hadits yang sah menurut ulama ahli hadits. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan di dalam Majmu’ Fatawa (3/345), “Hadits tentang perpecahan umat adalah hadits yang shahih dan sangat populer di dalam kitab-kitab sunan dan musnad.” (lihat Al Minhah Al Ilahiyah fi Tahdzib Syarh Ath Thahawiyah, hal. 348, Silsilah Ash Shahihah no. 203 dan 204 karya Al Imam Al Albani rahimahullah, baca keterangan tentang status dan faidah-faidah dari hadits perpecahan umat di dalam buku Lau Kaana Khairan, hal. 190-196).

Sehingga hakikat Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Sunnah para sahabatnya dan juga orang-orang yang mengikuti mereka dan menempuh jalan mereka dalam berkeyakinan, berucap dan mengerjakan amalan, demikian pula orang-orang yang konsisten di atas jalur ittiba’ (mengikuti Sunnah) dan menjauhi jalur ibtida’ (mereka-reka bid’ah). Mereka senantiasa ada, eksis dan mendapatkan pertolongan (dari Allah) hingga datangnya hari kiamat. Oleh sebab itu maka mengikuti mereka adalah hidayah sedangkan menyelisihi mereka adalah kesesatan. Mereka itulah yang disebut dengan istilah ‘salaf’ (lihat Al Wajiz fi ‘Aqidati Salafish Shalih, hal. 30, Panduan Aqidah Lengkap hal. 40, baca juga definisi Ahlus Sunnah di dalam Ma’alim Ushul Fiqh ‘inda Ahlis Sunnah wal Jama’ah hal. 17-18, karya Syaikh Doktor Muhammad bin Husain Al Jizani hafizhahullah).

Sedangkan lawan dari Ahlus Sunnah adalah Ahlul bid’ah yaitu orang-orang yang tetap mengerjakan bid’ah sesudah ditegakkan hujjah atas mereka, baik bid’ah i’tiqadiyyah (keyakinan) maupun bid’ah amaliyah (amalan), tetapi kemudian mereka tetap istiqamah dengan bid’ahnya (lihat Lau Kaana Khairan, hal. 170). Kita tidak boleh sembarangan dalam menghukumi seseorang atau jama’ah sebagai ahli bid’ah. Syaikh Al Albani berkata, “Terjatuhnya seorang ulama dalam bid’ah tidaklah secara otomatis menjadikannya sebagai seorang ahli bid’ah….” “…Ada dua persyaratan agar seseorang dikatakan sebagai ahli bid’ah:

Ia bukanlah seorang mujtahid, namun seorang pengikut hawa nafsu.
Berbuat bid’ah merupakan kebiasaannya (Silsilah Huda wa Nur, kaset no. 785)

Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad (Ahli hadits Madinah saat ini) berkata, “Tidak semua orang yang melakukan bid’ah secara otomatis menjadi ahli bid’ah. Hanyalah dikatakan ahli bid’ah bagi orang yang telah jelas dan dikenal dengan bid’ahnya. Sebagian orang sangat berani dalam pembid’ahan sampai-sampai mentabdi’ orang yang memiliki kebaikan dan memberi manfaat yang banyak bagi masyarakat. Sebagian orang menyebut setiap orang yang menyelisihinya sebagai ahli bid’ah.” (dinukil dari Ringkasan buku Lerai Pertikaian, Sudahi Permusuhan karya Ustadz Abu Abdil Muhsin hafizhahullah).

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: Siapakah yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah? Beliau menjawab, “Yang disebut sebagai Ahlus Sunnah wal jama’ah hanyalah orang-orang yang benar-benar berpegang teguh dengan As Sunnah (ajaran Nabi) dan mereka bersatu di atasnya. Mereka tidak menyimpang kepada selain ajaran As Sunnah, baik dalam urusan keyakinan ilmiah maupun dalam masalah amal praktik hukum. Oleh sebab inilah mereka disebut dengan Ahlus Sunnah, yaitu karena mereka bersatu padu di atasnya (di atas Sunnah). Dan apabila anda cermati keadaan ahlul bid’ah niscaya anda dapatkan mereka itu berselisih dalam hal metode akidah dan amaliah, ini menunjukkan bahwa mereka itu sangat jauh dari petunjuk As Sunnah, tergantung dengan kadar kebid’ahan yang mereka ciptakan.” (Fatawa Arkanul Islam, hal. 21).

Ahlus Sunnah wal Jama’ah memiliki sebutan lain di kalangan para ulama yaitu: Ash-habul Hadits atau Ahlul Hadits (pengikut dan pembela hadits), Ahlul Atsar (pengikut jejak salaf), Ahlul Ittiba’ (Peniti Sunnah Nabi), Al Ghurabaa’ (Orang-orang yang terasing dari berbagai keburukan), Ath Thaa’ifah Al Manshurah (Kelompok yang mendapatkan pertolongan Allah) dan Al Firqah An Najiyah (Golongan yang selamat). Dan pada saat sekarang ini ketika banyak kelompok dalam tubuh umat Islam yang mengaku sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan pengikut Al Kitab dan As Sunnah namun ternyata praktik dan ajarannya jauh menyimpang dari prinsip-prinsip Salafush Shalih maka bangkitlah para ulama untuk memberikan sebuah istilah pembeda yaitu Salafiyun (para pengikut Salaf) (lihat Mujmal Ushul Ahlis Sunnah, hal. 6, Limadza hal. 36-38, Minhaaj Al Firqah An Najiyah, hal. 6-17 dan Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, hal. 7-14). Apabila para pembaca ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah munculnya istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah maka kami sarankan untuk membaca Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas yang diterbitkan Pustaka At Taqwa hal. 14-17. Di sana beliau sudah menerangkan hal ini, semoga Allah memberikan balasan sebaik-baiknya kepada beliau. Dan bagi para pembaca yang ingin membaca keterangan yang menjelaskan bahwa Al Firqatun Najiyah adalah Ath Tha’ifah Al Manshurah juga sama dengan Ahlul Hadits maka silakan baca buku Mereka Adalah Teroris cet. I hal. 77-95. Semoga Allah merahmati para ustadz kita dan menyatukan mereka dalam barisan dakwah Salafiyah dalam membumihanguskan gerombolan dakwah Ahlul bid’ah, …Aammiin.

Hanya Satu yang Selamat!

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberitakan tentang terjadinya perpecahan umatnya sesudah beliau wafat. Kami sangat mengharapkan keterangan dari yang mulia tentang hal itu? Beliau menjawab, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan dalam hadits-hadits yang sah (riwayat Abu Dawud di Kitab As Sunnah bab Syarhu Sunnah (4596), At Tirmidzi di Kitabul Iman bab Iftiraqu Hadzihihil Ummah (2642), Ibnu Majah di Kitabul Fitan bab Iftiraqul Ummah (3991)). Hadits-hadits itu menceritakan bahwa kaum Yahudi berpecah belah menjadi 71 kelompok/firqah. Sedangkan kaum Nashara berpecah menjadi 72 firqah. Dan umat ini akan berpecah menjadi 73 firqah. Seluruh firqah ini terancam berada di neraka kecuali satu firqah. Firqah tersebut terdiri dari orang-orang yang berpegang teguh dengan ajaran dan pemahaman agama sebagaimana yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya. Kelompok inilah yang disebut dengan Al Firqah An Najiyah (kelompok yang selamat). Mereka selamat dari kebid’ahan ketika berada di dunia. Dan mereka terselamatkan dari api neraka ketika di akhirat kelak. Inilah Ath Thaa’ifah Al Manshuurah (kelompok yang diberi pertolongan dan dimenangkan) yang akan tetap eksis hingga datangnya hari kiamat. Mereka senantiasa menang dan mendapatkan ketegaran dalam menegakkan agama Allah ‘azza wa jalla.”

“Tujuh puluh tiga firqah ini, salah satunya berada di atas kebenaran sedangkan selainnya berada di atas kebatilan. Sebagian ulama berusaha untuk merincinya satu persatu dan menyimpulkannya menjadi lima aliran utama ahlul bida’ (kaum pembela bid’ah). Dari setiap aliran itu mereka bagi lagi menjadi beberapa sekte sampai bisa mencapai total bilangan tersebut yang telah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan ulama yang lainnya memandang bahwa dalam hal ini sikap yang lebih baik ialah menahan diri untuk tidak merincinya. Mereka beralasan karena bukan hanya firqah-firqah yang sudah ada ini saja yang tersesat. Tetapi telah banyak kelompok orang yang tersesat dalam jumlah kelompok yang lebih besar di masa sebelumnya. Begitu pula banyak firqah baru yang muncul setelah tujuh puluh dua firqah yang ada sekarang. Mereka berpendapat bahwa bilangan ini tidak akan pernah terhenti dan tidak mungkin bisa diketahui sampai kapan berakhirnya kecuali nanti di akhir zaman ketika hari kiamat datang. Oleh sebab itu sikap yang lebih baik ialah kita sebutkan secara global saja bilangan yang sudah disebutkan secara global oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kita katakan bahwasanya umat ini akan berpecah belah menjadi 73 firqah, semuanya berada di neraka kecuali satu. Kemudian kita katakan bahwa setiap orang yang menyimpang dari petunjuk dan pemahaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya adalah termasuk dalam firqah-firqah ini. Dan bisa juga Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan gambaran tentang pokok-pokok aliran sesat yang belum bisa kita ketahui keberadaannya sekarang ini kecuali hanya sebatas sepuluh aliran saja yang baru bisa kita lihat. Atau bisa juga beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan beberapa pokok aliran sesat yang di dalamnya terkandung cabang-cabang sebagaimana pendapat demikian dipilih oleh sebagian ulama. Adapun ilmu yang sebenarnya ada di sisi Allah ‘azza wa jalla.” (Fatawa Arkaanul Islaam, hal. 21-22).

Firqah-Firqah yang Menyimpang

Setelah kita mengetahui bersama bahwasanya satu-satunya jalan yang diridhai Allah dalam beragama adalah pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah; yaitu tegak di atas Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafush shalih. Maka tidak kalah pentingnya sekarang adalah mengetahui berbagai kelompok Islam atau firqah yang menyimpang dari pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Di sini kami ingin mengingatkan kembali perkataan Imam Ibnul Qayyim yang sangat penting untuk kita cermati. Beliau rahimahullah mengatakan, “Pemahaman yang benar dan niat yang baik adalah termasuk nikmat paling agung yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya. Bahkan tidaklah seorang hamba mendapatkan pemberian yang lebih utama dan lebih agung setelah nikmat Islam daripada memperoleh kedua nikmat ini. Bahkan kedua hal ini adalah pilar tegaknya agama Islam, dan Islam tegak di atas pondasi keduanya. Dengan dua nikmat inilah hamba bisa menyelamatkan dirinya dari terjebak di jalan orang yang dimurkai (al maghdhuubi ‘alaihim) yaitu orang yang memiliki niat yang rusak. Dan juga dengan keduanya ia selamat dari jebakan jalan orang sesat (adh dhaalliin) yaitu orang-orang yang pemahamannya rusak. Sehingga dengan itulah dia akan termasuk orang yang meniti jalan orang yang diberi nikmat (an’amta ‘alaihim) yaitu orang-orang yang memiliki pemahaman dan niat yang baik. Mereka itulah pengikut shirathal mustaqim..” (I’laamul Muwaqqi’iin, 1/87, dinukil dari Min Washaaya Salaf, hal. 44) Dari perkataan beliau ini kita bisa menarik kesimpulan berharga bahwasanya sumber penyimpangan manusia dari jalan yang lurus adalah buruknya pemahaman dan buruknya niat. Inilah dua pokok kesesatan yang ada, baik di dalam Islam maupun di luar Islam.

Sebagian besar kelompok menyimpang yang ada sekarang ini pada hakikatnya mewarisi penyimpangan-penyimpangan yang ada pada para pendahulunya, sedikit maupun banyak. Ada di antara mereka yang murni mengikuti sebuah aliran masa silam tapi ada juga yang menggabung-gabungkan penyimpangan dari berbagai aliran masa silam ke dalam tubuh kelompok mereka. Dan kebanyakan dari mereka sudah tidak lagi memakai nama lama. Akan tetapi mereka kelabui umat dengan nama-nama yang indah dan mempesona. Ada lagi orang-orang yang merasa tidak puas dengan referensi-referensi Islam dan mencoba menggali ‘tambahan pelajaran’ dari produk pemikiran orang-orang Kafir. Di antara mereka ada yang masih berada dalam lingkaran Islam. Tetapi ada juga yang sudah mental keluar karena bosan dengan manhaj para ulama Salaf dan lebih senang dengan ajaran Orientalis. Maka jadilah orang-orang seperti ini sebagai orang-orang yang merasa memperjuangkan keagungan nilai ajaran agama Islam. Berdasarkan persangkaan ini maka mereka pun mengumpulkan manusia dan menyebarkan ide-ide mereka dalam bentuk ceramah maupun tulisan. Mereka bangun sekolah demi mengkader para penerus kesesatan mereka. Mereka racuni pikiran para generasi muda dan kaum cerdik cendekia. Bahkan tidak jarang ada di antara mereka yang nekat turun ke jalan dan mengerahkan massa. Atau lebih sangar lagi ada yang berani mengangkat senjata dan menumpahkan darah manusia tanpa hak. Subhaanallaah…!!

Haram Berpecah Belah Menjadi Berbagai Jama’ah dan Partai

Berikut ini sebagian fatwa para ulama yang mengecam keras tindakan mendirikan berbagai jama’ah dan mengkotak-kotakkan umat Islam dalam sekat-sekat partai dan kelompok keagamaan. Komite Tetap urusan fatwa Kerajaan Saudi Arabia yang diketuai oleh Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya, “Apakah hukum berbilangnya jama’ah dan hizb/partai di dalam Islam, dan apakah hukum berloyalitas kepadanya ?” Komite tersebut menjawab: “Tidak diperbolehkan kaum muslimin terpecah belah dalam agama mereka menjadi berbagai kelompok dan golongan… Karena sesungguhnya perpecahan ini tergolong perkara yang dilarang Allah kepada kita. Allah mencela orang yang menciptakan dan juga orang yang mengikuti orang yang mencetuskannya. Dan Allah telah mengancam pelakunya dengan siksaan yang sangat besar. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah dan janganlah berpecah belah..” (QS. Ali ‘Imran : 103) sampai firman Allah ta’ala, “Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah belah dan senantiasa berselisih sesudah datang berbagai macam keterangan kepada mereka. Dan bagi mereka itulah siksaan yang sangat besar.” (QS. Ali ‘Imran: 105). Allah ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka sehingga mereka pun menjadi bergolong-golongan tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.” (QS. Al An’am : 159). Adapun apabila pemegang urusan kaum muslimin (Pemerintah, red) yang melakukan upaya pengaturan terhadap mereka serta memilah-milah mereka dalam berbagai kegiatan agama atau keduniaan (bukan untuk memecah belah, red) maka tindakan semacam ini disyari’atkan.” (Fatwa No. 1674 tertanggal 7/10/1397 H, lihat Silsilah Abhats Manhajiyah Salafiyah, hal. 52-53).

Nasihat serupa juga disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah. Beliau mengatakan, “Tidak terdapat dalil baik di dalam Al Kitab maupun di dalam As Sunnah yang membolehkan munculnya berbagai macam jama’ah dan hizb/partai. Akan tetapi yang ada di dalam Al Kitab dan As Sunnah justru mencela hal itu. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Kemudian mereka (pengikut-pengikut Rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).” (QS. Al Mu’minuun: 53). Dan tidak ragu lagi bahwasanya keberadaan hizb-hizb ini bertentangan dengan perintah Allah, bahkan ia juga bertolak belakang dengan anjuran yang disinggung di dalam firman Allah ta’ala, “Sesungguhnya (agama Tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku.” (QS. Al Anbiyaa’: 92)” (lihat Silsilah Abhats Manhajiyah Salafiyah, hal. 54).

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah yang dulunya pernah membolehkan orang untuk khuruj (keluar daerah untuk berdakwah ala Tablighi dalam rentang waktu tertentu) bersama Jama’ah Tabligh pun dalam fatwa terakhirnya mengatakan, “Jama’ah Tabligh tidak memiliki bashirah (ilmu dan keterangan) dalam berbagai permasalahan akidah, sehingga tidak diperbolehkan untuk khuruj bersama mereka, kecuali bagi orang yang sudah mempunyai bekal ilmu dan bashirah (pemahaman yang dalam) dalam hal akidah lurus yang dipegang oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah supaya dia bisa mengarahkan dan menasihati mereka.” (Majalah Ad Da’wah, Riyadh No. 1438 tertanggal 13/1/1414 H dan tercantum dalam Majmu’ Fatawa beliau 8/331, dinukil dengan sedikit perubahan dari Silsilah Abhats Manhajiyah Salafiyah, hal. 55-56). Dalam permasalahan ini para ulama lainnya juga memberikan fatwa yang melarang terbentuknya berbagai jama’ah dan hizb semacam ini, di antara mereka adalah Syaikh Shalih Al Fauzan (anggota Lembaga Ulama Besar kerajaan Saudi Arabia), Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani (mujaddid dan ahli hadits abad ini), Syaikh Bakr Abu Zaid dan ulama-ulama yang lainnya dari negeri Saudi, Yaman, Yordan, dan negeri lain, semoga Allah menjaga mereka semua.

Maka pada masa ini di negeri yang kita tempati, kita sungguh dibuat terheran-heran oleh ulah sebagian kelompok umat Islam yang menyerukan persatuan dan mengajak untuk mempererat jalinan ukhuwah di antara sesama muslim namun di saat yang sama mereka justru asyik mendengung-dengungkan kehebatan partainya sembari mengibar-ngibarkan bendera partainya, mengenakan kaos dan beraneka atribut partai, merentangkan spanduk kebanggaannya serta memobilisasi massa untuk mencoblos partai mereka dan tidak memilih partai Islam yang lainnya. Inilah salah satu keajaiban Harakah Islamiyah (Gerakan Islam) abad 21 yang berusaha ‘menegakkan benang basah’ dan rela untuk merengek-rengek kepada Demokrasi demi mendapatkan jatah kursi. Wallahul musta’aan. Adakah orang yang mau merenungkan?

============================

apakah kita (AKU/KAMU)  termasuk golongan orang BERIMAN ????
————————–—————- SUDAHKAH KITA BERIMAN…..???…. semua orang BERIMAN … akan merasakan “terPENJARA” ….. berbeda dg orang MUNAFIK, FASIK,MUSYRIK … atau KAFIR !!! pahamilah …. LIHATlah diriku/dirimu/diri kita sendiri !!!??
————————–————————–————————–——-

Dunia itu penjara bagi orang beriman. Apa maksudnya?

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan, “Orang mukmin terpenjara di dunia karena mesti menahan diri dari berbagai syahwat yang diharamkan dan dimakruhkan. Orang mukmin juga diperintah untuk melakukan ketaatan. Ketika ia mati, barulah ia rehat dari hal itu. Kemudian ia akan memperoleh apa yang telah Allah janjikan dengan kenikmatan dunia yang kekal, mendapati peristirahatan yang jauh dari sifat kurang.

Adapun orang kafir, dunia yang ia peroleh sedikit atau pun banyak, ketika ia meninggal dunia, ia akan mendapatkan azab (siksa) yang kekal abadi.”

————————————-
15 CIRI – CIRI MUKMIN YANG BENAR ….. IMANnya
—————————————————————
1.Beriman kepada Allah,Rasul-Nya,semua rukun Iman /Islam,semua Hukum-Nya dan Sunnah-Nya tanpa ragu-ragu.

“Sesungguhnya orang- orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya(beriman)kepada Allah dan Rasul-Nya,kemudian mereka tidak ragu-ragu…”.(Qs.Al-Hujuraat:15)
…………………………………………….
2.Hanya bersedia ta’at dan patuh pada hukum Allah dan sunnah Nabi-Nya,tidak mencari dan menerima hukum yang lain.

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula)bagi perempuan yang mukmin,apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan,akan ada bagi mereka pilihan(yang lain)tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allahdan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah tersesat,sesat yang nyata.”(Qs.Al-Ahzaab:36)
………………………………………………….
iman 1 23

3.Bersedia ta’at dengan keyakinan mutlak tidak ada keraguan sedikitpun bila diajak mengamalakan Hukum Allah,tidak mencampurkan hukum Allah dengan kebatilan sedikitpun.

“yang tidak datang (Alqur’an)kebathilan baik dari depan maupun dari belakangnya,yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.”(Qs.Fushilat:42)

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mumin,bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nyaagar Rasul menghukum(mengadili)diantara mereka ialah ucapan “kami dengar dan kami patuh.”(QSAn-Nuur:51)
……………………………………………..
4.Mereka orang2 yg beriman adalah orang2 yg tidak berloyalitas kepada orang kafir.

sebagaimana firmanNYA:”Wahai orang-orang yg beriman!janganlah kamu menjaqdikan teman orang2 yg diluar kalanganmu(seagama)sebagai teman kepercayaanmu.(karena)mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu.mereka mengharap kehancuranmu.sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka,dan apa g tersembunyi dihati mereka lebih jahat.sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat2 (kami)jika kamu mengerti.”Q.S. Ali-Imran 118.

dan firmanNYA:”wahai orang-orang yg beriman!jika kamu mentaati orang2 yg kafir,niscaya mereka akan mengembalikan kamu kebelakang(murtad)maka kamu akan kembali menjadi orang ygrugi.’”Q.S.Ali—imran149.

dan firmanNYa:”wahai orang2 yg beriman janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung ,jika mereka menyukai kekafiran dari pada keimanan.barang siapadiantara kamu yg menjadikan mereka pelindung,maka mereka itulah oranr-orang yg zalim.”Q.S At-TAUBAH 23.
……………………………………………..
tali iman 23

5. mereka orang-orang yg beriman,adalah mereka yg jika di seru untuk berjihad,mereka menyanggupinya, tanpa alasan dll.

sebagaimana firmanNYA:”sesungguhnya ALLAH membeli dari orang-orang yg mukmin,baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.mreka berperang di jalan ALLAH,sengga mereka membunuh atau terbunuh,(sebagai)janji yg benar dari ALLAH di dalam taurat,injil dan AL-qur’an.dan siapakah yg lebih menepati janjinya selain ALLAH?maka bergembiralah dengan jual beli yg telah kamu lakukan itu,dan demikian itulah kemenangan yg agung.mereka itulah orang2 yg bertaubat,beribadah,memui ALLAH,mengembara(demi ilmu agama),rukuk,sujud,menyuruh berbuat yg ma’ruf,dan mencegah dari yg mungkar,dan yg memelihara hukum2 ALLAH.dan gembirakanlah orang2 yg beriman.””Q.S.At-Taubah 111-112.

dan firmanNYA:”dan di antara manusia ada orang-orang yg mengorbankan dirinya untuk mencari ke ridhoan ALLAH.dan ALLAH maha penyantun kepada hamba-hambanya.”Q.S Al-Baqarah 207.

tentang jihad ini rasulullah s.a.w. menerangkan dalam sabdanya,yang di riwayatkan dari Abu Musa Abdullah bin Qais Al-Asy’ary r.a ia berkata’rasulullah s.a.w pernah di Tanya,manakakah yang termasuk berperang di jalan ALLAH?,

apakah berperang karena keberanian,kesukuan,ataukah berperang karena ‘ria’?rasulullah s.a.w bersabda:”siapa saja yg berperang agar kalimat ALLAH terangkat,maka itulah berperang di jkalan ALLAH(jihad riwayat:muslim-bikhari).dan sabdanya,dari Abu Tsabits(Abu Sa’id/Abu WalidSahl bin Hunaif)ia adalah oprang yg ikut perang badar,rasulullah s.a.w bersabda:”barang siapa yg benar2 memohon mati syahid ke pada ALLAH ta’ala niscaya ALLAH akan mengabulkannya,ke tingkat orang yg mati ssyahid,walaupun ia mati di atas tempat tidur.”(riwayat:muslim).dan sabdanya,dari Abu Abdurrahman Zaid bin Khalid Al-Juhainy r.a ia berkata’rasulullah s.a.w bersabda:”siapa saja yg menyediakan perbekalan perang dijalan ALLAH,maka ia di samakan dngn berperang.dan barang siapa yg tdk ikut berperang lalu menjaga baik2 keluarga yg di tinggalkan orang yg ikut berperang,berarti ia ikut berperang.”(riwayat:bukhari-muslim).

dan sabdanya pula,’dari Abu Baqar Ash-Shidiq r.a. ia berkata’rasulullah s.a.w bersabda:’tidaklah sebuah kaum meninggalkan jihad,melainkan ALLAH akan meratakan adzab kepada mereka.”(al-albany dlm ash-shahiah 2663).dan sabdanya,dari Ibnu Mas’ud r.a. ia berkata’aku bertnya kepada rasulullah s.a.w,amal apalah yg paling utama?’beliau menjawab”shalat tepat pada waktunya.”kemudian amala apalagi?’beliau s.a.w. bersabda”berbakti kepada orang tua”kemidian apa lagi?’beliau bersabda’berjihad di jalan ALLAH”.(riwayat:bikhari-muslim)

dan sabdanya,dari Abu Hurairah r.a. bahwa ia mendengar rasulullah s.a.w bersabda;”barang siapa yg masuk masjid ini,untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya maka ia seperti mujahid di jalan ALLAH.dan barang siapa masuk kedalamnya tdk untuk maksud yg demikian,maka ia seperti melihat sesuatu yg bukan miliknya.’(ibnu hibban). Dan ketahuilah bahwasanya permasalahn tentang jihad ini begitu panjang pembahasannya.karena pembahasan ini bukan pembahasan tentang jihad,maka silahkan merujuk kpd kitab2 atau pembahasan mengenai jihad.
…………………………………………………
6. orang-orang yg beriman mereka orang2 yang tidak bakhil,serta mereka berinfak mengharapkan wajah ALLAH,

sebagaimana yg ALLAH kabarkan dalam Q.S. Al-Insan 8-9 yg artinya:”dan mereka memberikan makanan yg disukainya kepada orang miskin,anak yatim dan orang yg di tawan.sambil berkata’sesungguhnya kami memberikan makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhoaan ALLAH,kami tdk mengharapkan balasan dan terima kasih darimu.dan firmanNYA:”dan bagi orang2 yg menerima(mematuhi)seruan tuhan dan melaksanakan shalat,sedang urusan mereka(diputuskan)dngn musyawarah antara mereka,dan merekamenginfakkan sebagian dari rizki yg kami berikan kepada mereka.”Q.S.AL-Insan 38.dan firmanNYA:”(yaitu)orang2 yg berinfak baik lapang maupun sempit.”Q.S. Ali- Imran 134.dan firmanNYA:”dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada l;ehermu dan jangan pula engkau terlalau mengulurkannya(sangat pemurah)nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.
”Q.S Al-Isro’29.

dalam sebuah hadits di katakana bahwasanya rasulullah s.a.w. bersabda:”takutlah kalian dari api neraka,meski dengan berinfak(sedakah) dngn setengah biji kurma”’’dan dalam sebuah hadits dikatakan ,dari Umar bin Syu’aib dari ayahnya adri kakeknya bahwa rasulullah s.a.w bersabda;”makan dan minumlah dan bersedekahlah tanpa kesombongan dan berlebih-lebihan.sesungguhnya ALLAH ingin melihat nikmatnya yg telah di anugrahkan kepada hambaNYA.”(ahmad,an-nasa’I,ibnu majah,bukhari, lafadz menurut ahmad.).dalam sebuah hadits di sebutkan dari Abu Hurairah r.a.,dari nabi s.a.w bersabda:”jika anak adam meninggal dunia maka amalnya terputus kecuali tiga hal:sedekah jariah,ilmu yg bermanfaat dan anak shalih yg mendoakannya.”(muslim).dan ketahuilah bahwasanya sedekah tidaklah sebatas apa-apa yg berbentuk materi,karena agama ini agama yg mudah dan gampang di jalankan.sebagaimana rasulullah s.a.w menerangkan tentang sesuatu amalan yg termasuk kedalam sedekah,diantaranya hadits yg di riwayatkan dari Abu Dzar r.a ia berkata;’sesungguhnya seorang dari shahabat rasulullah s.a.w berkata kepada nabi s.a.w’ya rasulullah orang2 yg kaya telah membawa pahala2 mereka.mereka shalat sebagaimana kami shalat,mereka puasa sebagaimana kami puasa,dan mereka telah bershadakah dengan harta mereka.kemudian rasulullah s.a.w bersabda:’maukah aku tunjukkan sesutu apa2 yg ALLAH jadikan atas kalian shadakah?,sesungguhnya setiap bacaan tasbih adalah shadakah.setiap bacaan takbir adalah shadakah,dan setiap bacaan tahmid adalah shadakah,dan setiap bacaan tahlil adalah shadakah.dan menyuruh yg ma’ruf adalah shadakah,dan mencegah yg munkar adalah shdakah,dan seseorang yg mendatangi seorang istrinya adalah shadakah..maka di tanyakan kepada beliau’ya rasulullah,apakah seseorang mendatangiistrinya adalah termasuk shadakah? Beliau s.a.w menjawab’bagaimana menurutmu jika itu di lakukan dengan cara yg haram(zina)bukankahitu sebuah dosa?

demikian pula jika di lakukan dengan cara yg halal.”(muslim).dan diriwayatkan dari Abu hurairah r.a bawasanya ia berkata;’rasulullah s.a.w bersabda:”setiap persendian dari manusia adalah shadakah.setiap hari melasaksanakan shalat 2 rakaat diwaktu matahari meninggi(dhuha)merupakan shadakah.menolong seseorang menaikan atau menurunkan bawaannya kedalam tunggangannya adalah shadakah.perkataan yg baik adalah shadakah.setiap langkah menuju masjid untuk shalatadalah shadakah.menyingkirkan gangguan dari jalan adalah shadakah.(bukhari-muslim)
…………………………………………..
7.orang-orang yg beriman mereka adalah orang2 yg menjauhi dosa2 besar.

sebagaimana firmanNYA:”dan juga bagi orang-orang yg menjauhi dosa-dosa besar dan peerbuatan-perbuatan keji,dan apabila mereka marah segeramemberi maaf.”Q.S.Asy-Syura 37.dan firmanNYA:” orang-orang yg memelihara kemaluannya.kecuali terhadap istri-isri mereka,atau terhadap hamba sahaya yg mereka miliki. dan sesungguhnya mereka tidaklah tercela.”Q.S.Al-Ma’arij 29-30.dan firmanNYA:’dan katakanlah kepada laki2 yg beriman,agar mereka menjaga pandangannya,dan memelihara kemaluannya.yg demikian itu lebih suci bagi mereka.sungguh ALLAH mahamengetahui apa yg merka perbuat.”Q.S. An-Nuur 30.

dan firmanNYA:katakanlah (Muhammad)’marilah aku bacakan apa yg diharamkan tuan kepadamu,janganlah mempersekutukanNYA dengan sesuatupun.berbuat baik kepada ibu bapak,janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin.kamilah yg memberi rizki kepadamu dan dan kepada mereka;dan janganlah kamu mendekati perbuatan yg keji,baik yg terlihat maupun yg tersembunyi.janganlah kamu membunuh orang yg di haramkan ALLAH kecuali dengan alasan yg benar.demikianlah DIA menerangkan kepadamu agar kamu mengerti.dan janganlah kamu mendekati anak yatim,kecuali dngn cara yg maruf,sampai ia mencapai dewasa.dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dngn adil. kami tidak membebani seseorang kecuali menurut kesanggupannya.apabila kamu berbicara bicaralah sejujurnya.sekalipun dia kerabatmu.dan penuhilah janji ALLAH.demikianlah IA memerintahkanmu agar kamu igat.”Q.S Al-An’am151-152.

dalam hadits shahih yg di riwayatkan dari jalan ibnu Mas’ud r.a. ia berkata’rasulullah s.a.w. bersabda:”tidak halal darah seorang muslim kecuali dari tiga’orang yg berzina,orang yg membunuh,dan orang meninggalkan agamanya(murtad)serta meninggalkan al-jama’ah.(riwayat:bukhari-muslim)
……………………………………………
pembeda iman 1

8. mreka orang2 yg beriman adalah orang2 menyuruh kebaikan,dan menjaga diri dari perbuatan yg sia2,serta selalu mengingat ALLAH,dan beristigfar.

sebagaimana firmanNYA dalm Q.S Al-A’araf 199-201,yg artinya:”jadilah pemaaf,dan suruhlah orang mengerjakan yg ma’ruf,serta berpalinglah dari orang2 yg bodoh.dan jika syaithan datang menggodamu,maka berlindunglah kpd ALLAH,sungguh DIA maha mendengar,maha mengetahui.sesungguhnya orang2 yg bertaqwa,apabila mereka dibayangi pikiran jahat(berbuat dosa)dari syaithon,merekapun segera ingat kepada ALLAH,maka ketika itu juga mereka melihat(kesalahnan2nya).dan firmanNYA:”maka bertasbihlah dengan memuji rabbmu,danjadilah engkau diantara orang yg bersujud(shalat).Q.S.An-Nahl 98.

Serta firmanNYA;’(yaitu)orang2 yg beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat ALLAH,hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tentram.”Q.S.Ar’Ra’d 28.dan ketahuilah dalam permasalahan ini begitu banyak hadits2 nabi s.a.w. yg menerangkan hal demikian diantaranya hadits yg di riwayatkan oleh Abi Malik al Harits ibnu ‘Ashim al Asy’srie r.a. ia berkata’bersabda rasulullah s.a.w:”bersuci itu sebagian dari iman.alhamdulillah memenuhi timbangan,subhanallah wal hamdulillah memenuhi keduanya.atau memenuhi apa2 yg ada di antara langit dan bumi.shalat adalah cahaya,shdaqah adalah bukti,sabar adalah .:penerang,dan al-quran hujah untukmu atau atas selainmu..setiap manusia berusaha.ada yg menjualdirinya,membebaskannya atau menghancurkannya.”(riwayat:muslim.)

dalam hadits lain di khabarkan dari Ibnu Abbas r.a. ia berkatya:’rasulullah s.a.w bersabda:”barang siapa yg membawa istighfar,maka ALLAH akan melapangkan segala kesempitannya,memudahkan segala kesulitannya,dan member rizki tanpa disangka2.”(abu daud) dan sabdanya’dari Abu Hurairah r.a ia berkata’saya mendengar rasulullah s.a.w. bersabda:”sungguh akumemohon ampun dan bertaubat kpd ALLAH lebih dari tujuh puluh kali dalam seharari.”(bukhari)) .dan sabdanya,dari Abu Hurairah r.a. ia berkata’rasulullah s.a.w bersabda;”dunia itu terkutuk dan apa saja yg ada di dalamnya,kecuali dzikir kepada ALLAH,dan apa saja yg mendukungnya;orang berilmu,dan orang yg berilmu,danorang yg berilmu.”(thirmidzi menurutnya hadits hasan)
………………………………………….
9. mereka orang-orang yg beriman adalah mereka yg selalu bertawakal kepada ALLAH,dan menyerahkan urusan mereka kepada ALLAH.

sebagaimana yg IA khabarkan dalam Q.S Yunus84-85,yg artinya:”dan Musa berkata’wahai kaumku!apabila kamu beriman kepada ALLAH,maka bertawakallah kepadaNYA,jika kamu benar2 orang muslim(berserah diri)’.lalu mereka berkata’kepada ALLAH lah kami bertawakal.ya rabb kamu,janganlah engkau jadika kami(sasaran)fitnah bagi kaum yg zalim.danALLAH s.w.t befirman yg artinya:”hanya kepadaMUlah aku menyembah.dan hanya kepadaMUlah aku memohon pertolongan.”q.s. AL-Fatihah 4.

Dalam hal tawakal ini banyak hadits yg menerangkan tentangnya.diantaranya,hadits yg di riwayatkan dari Buraidah r.a ia berkata bahwasanya nabi s.a.w tidak pernah merasa sial karena sesuatu.’(Abu Daud).dan hadits yg di riwayatkan dari Anas r.a. ia berkata;’rasulullah s.a.w bersabda:”tidak ada penularan dan tidak ada pesimis karena melihat sesuatu,dan aku terkesan dengan ‘fa’l(optimis)apaartinya fa’l wahai rasulullah?’beliau menjawab’ucapan yg baik”(bukhari-muslim).Dari Urwah ibnu ‘Amir r.a. ia berkata;’disebutkan di hadapan nabi s.a.w tentang thiyarah(merasa bernasib sial pd sesuatu) maka beliau s.a.w bersabda:”yg paling bagus dari perasaan itu dalah fa’l,maka janganlah sampai rasa itu menyebabkan seorang muslim mengurungkan niatnya.,jika salah seorang di antara kalian melihat sesuatuyg di bencinya,hedaklah ia berdoa’allahumma laa ya,ti bil hasanati illa anta,,wa lla yadfa’u ssaiiati illa anta walahaula walaa quata illa bikka.artinya;’ ya ALLAH tidaklah ada kebaikan yang datang kecuali dariMU.dan tidak ada menolak keburukan kecuali ENGKAU. Dan tidak daya dan upaya kecuali denganMU.(RIWAYAT Abu Daub).

Tentang tawakal ini ibnu Abbas r.a. menerangkantentang firman ALLAH S.W.T yg berbunyi:
”hasbunallahu wani’mal wakil(cukuplah ALLAH menjadi penolong kami,dan DIAlah sebaik-baki eplindung)akta2 ini di ucapkan oleh nabi Ibrahim a.s ketika beliu dilemparkan kedalam api.dan juga oleh Muhammad s.a.w ketika orang2 berkata kepada mereka’sesungguhnya manusia telah berkumpul untuk menyerang kamu.”(bukhari-al-hakim-an-nasa’i).dan Sufyan bin Uyainah memberikan komentar tentang makna tawakal adalah:keridhoaan sesuatu yg di kerjakan.dan kepasrahan kepada sesuatu yg tidak disanggupinya,atau kepada sesuatu yg di luar kesanggupannya kepada ALLAH s.w.t.”
……………………………………..
10. seorang yg beriman adalah orang-orang yg tidak menghambur-hamburkan harta mereka dengan percuma atau boros.

sebagaimana ALLAH s.w.t berfirman:”dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat,juga kepada orang miskin dan orang yg dalam perjalanan;dan janganlah kamu menghambur hamburkan (hartamu)secara boros.sesungguhnya orang-orang yg boros itu saudara syaithan.dan syaithan itu sangat ingkar kepada tuhannya”.Q.S Al-ISRO 26-27.

dan firmanNYA:”wahai anak cucu adam!pakailah pakaianmu yg bagus pada setiap (memasuki_)masjd.makan dan minumlah,tetapi jangan berlebihan.sungguh ALLAH tidak menyukai orang yg berlebih-lebihan.”Q.S Al-A’raaf 31.

dalam hal ini rasulullah s.a.w. menerangkan dengan sabdanya,dari Abu Hurairah r.a. ia berkata’rasul;ullah s.a.w bersabda:”sesungguhnya ALAH s.w.t meridhoi tiga hal bagi kalian,dan membenci tiga hal atas kalian.DIA meridhoi atas kalian;untuk menyembahNYA dan tdk menyekutukanNYA dngn sesuatupun,dan hendaklah kalian berpegang teguh atas tali agama ALLAH,dan jangan berpercah belah.dan DIA membenci atas kalian;katanya-katanya,dan banyak pertanyaan,serta menghambur-hamburkan uang.”(muslim)
…………………………………………..
11. orang –orang yg beriman adalah mereka yg menjaga segala perkataan dan perbuatannya.

sebagaimana ALLAH s.w.t berfirman dalam Q.S. AL-Mu’minun 3,yg artinya:”dan orang-orang yg menjauhkan diri dari (perbuatan danperkataan)yantg tidak berguna.dan firmanNYA:”sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati,semuanya ituakan di mintai pertangung jawabannya.”Q.S Al-Israa’36.

Dalam hal ini rasulullah s.a.w.menjabarkannya melalui Sabdanya,dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya rasulullah s.a.w bersabda:”tidak sepatutnya seorang shiddiqmenjadi seorang pelaknat.(muslim).dan sabdanya,dari Ibnu Mas’ud r.a ia berkata’rasulullah s.a.w bersabda:”seorang mi’min bukanlah seorang pencela,bukan pelaknat,bukan orang yg jorok,juga bukan orang yg suka berkata kotor.(thirmidzi,ia berkata hadits hasan).

dan dalam hadits lainnya yg diriwayatkan oleh Bukhari dari jalan shahabat Abu Huraiah r.a. ia berkata;’seseorang bertanya kepada nabi s.a.w ‘berilah aku wasiat? Beliau bersabda:’janganlah kamu marah.beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.Dan dari Abu Hurairah r.a ia berkata;’rasulullah sa.w.bersabda:”barang siapa yg beriman kepada ALLAH dan hari akhir maka katakanlah yg baik atau diam.barang siapa yg beriman kpd ALLAH dan hari akhir hendaklah ia memulakan tetangganya.barang siapa yg beriman kepada ALLAH dan hari akhir,hendaknya ia menghormati tamunya.”((Bukhari-Muslim).
……………………………………………
12. Orang yg beriman mereka adalah orang2 yg suka membaca al-qur’an.

sebagaiman ALLAH perintahkan dalam Q.S AL-Muzzammil 20 yg artinya;”karena itu bacalah apa yg mudah bagiimu dari al-qur’an.”dan dalam banyak hadits di sebutkan tentang keutamaan –keutaman orang yg membaca al-qur’an,siantaranya hadits yg di riwayatkan dari shahabat Abu Umamah r.a. di berkata;’saya mendengar rasulullah s.a.w bersabda:’bacalah al-qur’an itu,Karena ia akan dating padahari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”(Muslim).

dalam hadits lainnya disebutkan dari IBnu Abbas r.a dia berkata;’rasulullah s.a.w bersabda:”sesungguhnya orang yg dalam hatinya tidak terdapat sedikitpun dari alqur’an,maka ia bagaikan rumah rusak,”(Thirmidzi).dan dari Umar Ibnu al-Khathab r.a bahwa nabi s.a.w bersabda:”sesungguhnya dengan al-qur’an ini ALLAH mengangkat derajat beberapa kaum,dan merendahkan beberapa kaum yg lain.”(Muslim).
…………………………………….
13. orang yang beriman mereka adalah orang-orang yg tidak menyembah sesembahan selain ALLAH,selalu beristiqamah dalam hal menyembah(beribadah) hanya kepadaNYA,dan memurnikan ketaatan hanya kepadaNYA.

sebagaimana yg IA firmankan dalam Q.S Al-Baqarah 256,yg artinya:”tidak ada paksaaan dalam (menganut)agama (islam).sesungguhnya telah jelas(perbedaan)antara jalan yg benar dan jalan yg sesat.barang siapa yg ingkar kepada thagut(sesuatu yg di sembah selain ALLAH) ,dan beriman kepada ALLAH,maka sungguh iatelah berpegang teguh kepada tali yg amat kuat dan tidak akan putus.ALLAH maha mendengar dan mahamengetahui.”

dan firmanNYA;”sesungguhnya orang-orang yg berkata’tuhan kami adalah ALLAH,’kemudian mereka tetap ber-istiqamah,tidak ada kekhawatiran pada mereka,dan mereka tidak pula bersedih hati.mereka itulah para penghuni surga,mereka kekal didalamnya;sebagai balasan atas apa yg mereka telah kerjakan.”Q.S. Al-AHQAF 13-14.
…………………………………..
14. Orang yang beriman adalah mereka yang mengenal ALLAH s.w.t dengan sebenarnya,dan mengenal nama dan sifatnya,dan tidak menyimpangkan makna dan arti serta tidak mengurangi jumlah

yang telah di kabarkan ALLAH dalam al-qur’an dan sunnah nabiNYA s,a,w.yang tidak memerlukan ta’wil,ta’til,dan tamsil,karena asma dan sifat ALLAH s.w.t mutlak adanya,tanpa campur tangan pemikiran manusia untuk mengartikannya,apa-apa yang telah di kabarkan olehNYA,serta rasulNYA Muhammad s.a.w.dalam sebuah ayat dikatakan olehNYA:”sebenarnya kami melemparkan yang hak(kebenaran)kepada yang bathil.lalu yang hak itu menghancurkannya,maka seketika itu(yangbathil) lenyap.dan celaka kamu karena mensifati(ALLAH dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagiNYA)Q.S Al-Anbiya 18.kemudian dalam firmanNYA pula:”dan orang-orang yahudi berkata;’tangan ALLAH terbelenggu.’sebenarnya tangan mereka lah yang terbelenggu dan mereka di laknat di sebabkan apa yang telah di katakannya itu.padahal kedua tangan ALLAH terbuka;DIA memberi rizki sebagaimana yang IA kehendaki.Q.S.Al-Ma’idah64.Adapun orang-orang yang beriman mengakui dan meyakini dengan keyakinan yang di kabarkan oelh ALLAH&rasulNYA,sebagaimana firmanNYA:”dan ALLAH memiliki asma’ul husna(nama-nama yang terbaik)maka bermohonlah kepadaNYA dengan menyebut asma’ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-namaNYA,mereka kelak akan mendapatkan balasan terhadap apa-apa yang telah merekakerjakan.”Q.S.Al-A,RAF 180.

dan dalam hadits shahih di kabarkan tentang jumlah asma wa sifat ALLAH,dari jalan shahabat Abu Hurairah r.a.,ia berkata;’rasulullah s.a.w bersabda:”sesungguhnya ALLAH azza wa jalla mempunyai nama yang indah 99 seratus kurang satu.barang siapa yangmenghafalnya(memahami&mengamalkan)maka ia akan masuk surga).(Muslim-bukhari).

dan dalam hadits yang lainnya rasulullah s.a.w bersabda:”aku memohon kepada ENGKAU dengan nama yang menjadi namaMU yang baik yang telah ENGKAU menamai dengannya sebagai namaMU,atau yang ENGKAU turunkan dalam kitabMU,atau yang telah ENGKAU ajarkan kepada seseorang dari makhlukMU,atau yang ENGKAU simpan menjadi ilmu ghaib disisiMU.”(;RIWAYAT:Ahmad 1/394,452)Ibnu Hibban,Al-Hakim (1/519),di shohihkan oleh Al-Albany dlm as-shohihah 199).

dan mereka meyakini bahwasanya ALLAH s.w.t bersemayam di atas Arsyi,tanpa harus mengartikan bersemayam dengan artian yang lainnya.sebagaimana firmanNYA:”DIAlah yang menciptakan langitdan bumi dalam enam masa;kemudian DIA bersemayam diatas arsy.”Q.S Al-Hadid 4.
……………………………………….
15. orang beriman adalah mereka orang-orang yang tawadhu dan berusaha berbuat baik,

karena mereka bertanggung jawab kepada RABBnya,tanpa penilaian sesuatupun yang mengikutinya,meski manusia bertingkat-tingkat keadaan dan kedudukan dimataNYA.dengan sifat tawadhu yang di miliki seseorang,niscaya ia akan menjaga dan terjaga dirinya dari perbuatan yang tidak baik.sebagaimana yg dikabarkan dalam firmanNYA::”adapun hamba-hamba tuhan yang maha pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka(dengan kata-kata yang menghina)mereka mengucapkansalam(keselamatan).Q.S Al-Furqan 63.

sebagai penutup;keimanan adalah perkara yg khusus yg perlu penjabaran dan keterangan panjang dan terperinci.tidaklah seseorang yg beriman harus mempunyai keyakinan yg mantap dan kokoh dalam pendirian tentang keimanannya.terlebih lagi ia yg benar-benar jujur dalam keimanannya,tidak menyembuyikan kebencian sedikitpun terhadap syariat yg meski di jaga dan di jalani,serta tidak membenci orang2 yg berada diatasnya ,baik dengan pekataan maupun perbuatan. Dan syariat dan hukum2 telah jelas dan terperinci telah di terangkan dan dijabarkan melalui lisan rasulullah s.a.w ,para shahabat r.a serta para ulama yg mengikutinya hingga akhir zaman.sebagai akhir akan di sebutkan beberapa hadits tentang selamatnya seseorang yg beriman dari kekalnya siksaan api neraka.hadits yg diriwayatkan dariAbu Sa’id al- Khudri r.a bahwa rasulullah s.a.w bersabda:’Musa a.s. berkata;’ya, rabbi,ajarkanlah kepadaku sesuatu yg dapat ku gunakan untuk mengingatMU dan berdoa kepadaMU’.ALLAH s.w.t berfirman:”ucapkanlah wahai Musa,’LAILAHA ILLALLAH’Musa berkata’ya,rabbi apakah setiap hamba-hambamu mengucapkannya?’
ALLAH .S.W.T berfirman’wahai Musa,sekiranya langit yg tujuh dengan segala isinya berserta bumi yg tujuh berada pada satu mangkuk timbangan,dan LAILAHA ILALLAH berada padamangkuk timbangan yg lainnya,maka LAILAHA ILALLAH dapat mengalahkannya.”(riwayat:Ibnu Hibban,Al-Hakim).

dalam hadits lain di sebutkan,dari Ubadah bin Shamit r.a menuturkan,rasulullah s.a.w bersabda:”barang siapa yg bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yg hak selain ALLAH,tiada sekutu bagiNYA,bahwa muhammad hamba dan utusanNYA,bahwa Isa adalah hamba ALLAH dan utusanNYA,dan kalimatNYA yg di sampaikanNYA kepada Maryam,serta ruh daripadaNYA,neraka benar adanya,maka ALLAH akan memasukannya kedalam surgameski betapapun amal yg telah di perbuatnya.”(Bukhari-Muslim)

=========== WALLAHUA’LAM

About Edy Gojira 739 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

5 Comments on Alhamdulillah dijauhkan BUKAN didekatkan … Kau perlihatkan “TANDA yang sangat JELAS” padaku, MAHA BENAR ALLAH SWT …. Sehingga aku lebih bersyukur pada-Mu ….. wallahua’lam !!===== BAGI orang KAFIR dan TASYABUH (pengikut cara hidup) KAFIR, DUNIA = adalah HIDUP yg INDAH, karena diberi ALLAH penuh NIKMAT(kecukupan dunia, punya harta banyak utk memuaskan keinginan dunia, dst ) !! ﴾ Al Baqarah:212 ﴿ ====== ……. berbeda dg MUKMIN, DUNIA adalah PENJARA, penuh UJIAN /COBAAN dari ALLAH ﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿====== tanda orang MUKMIN …… selalu diberi UJIAN/COBAAN dari Allah ….. semakin tinggi/kuat AGAMAnya … UJIANnya semakin BERAT (Hadits)—————————— ——— Mukmin akan didekatkan dengan kelompok mukmin. ———- APALAGI di AKHIRAT, pasti MUKMIN akan bersama MUKMIN, TIDAK AKAN MUNGKIN didekatkan dan bersama BUKAN MUKMIN ! … ———— orang BAIK menurut Allah = MUKMIN (mukminin & Mukminat) —————- orang BAIK menurut ALLAH = BUKAN KAFIRin, bukan MUSYRIKin, bukan FASIKin, bukan MUNAFIKin, bukan AHLUL BID’AH, bukan pengikut SYUBHAT 30 DAJJAL ….. BUKAN muslim 72 golongan yg DZALIM ﴾ Al An’am:82 ﴿ dan mendzalimi diri sendiri sehingga tergolong ahlul naar, karena TAKLID BUTA “menyembah manusia” dan BUTA QALBU, hatinya menghitam sehingga sulit memantulkan cahaya KEBENARAN dari ALLAH SWT. ——————– MUKMIN (mukminin) = akan didekatkan/dipasangkan/dijodohkan dengan MUKMIN (mukminat) sudah ketetapan ALLAH DI DUNIA ini ( An Nuur:26 ﴿), ﴾ Al Baqarah:221 ﴿ !!! ….. karena di AKHIRAT, MUKMIN dan NON MUKMIN = dipisahkan oleh ALLAH, diberikan ALAM tempat tinggal yg JAUH berbeda, hanya 2 ALAM, ……. ALAM JANNAH= tempat tinggal MUKMIN ….. ALAM NERAKA/naar/api/siksaan = tempat tinggal BUKAN MUKMIN/non mukmin !!! ============ كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّـهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفٰسِقُونَ ﴿آل عمران:١١۰﴾ —– ﴾ Ali Imran:110 ﴿ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. =============﴾ An Nisaa:57 ) Dan orang-orang yang beriman (MUKMININ & MUKMINAT) dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. ======= BAGI orang KAFIR dan TASYABUH (pengikut cara hidup) KAFIR, DUNIA = adalah HIDUP yg INDAH, karena diberi ALLAH penuh NIKMAT !! …berbeda dg MUKMIN DUNIA adalah PENJARA, penuh UJIAN /COBAAN dari ALLAH ====== “Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya” HR At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023=======﴾ Al Baqarah:212 ﴿ Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. ======== ﴾ Al ‘Ankabut:2 ﴿ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? ======== ﴾ Al An’am:82 ﴿ Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (kesyirikan, kesesatan,kebid’ahan,kekafiran dst), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ======== WALLAHUA’LAM

  1. NABI dan orang BERIMAN sangat KERAS pada orang KAFIR !! … itu adalah PERINTAH Allah ….. At Taubah:73,Al Maidah:54
    —————————————–
    …. apakah nabi MUNAFIK dan FASIK seperti manusia BUIH …. MUSLIM BUIH …. MUSLIM 72 golongan ke NERAKA ??
    —————————————–
    ﴾ Al Maidah:54 ﴿ Hai orang-orang yang BERIMAN, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap KERAS terhadap orang-orang KAFIR, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
    ——————
    ﴾ At Taubah:73 ﴿ Hai NABI, berjihadlah (melawan) orang-orang KAFIR dan orang-orang munafik itu, dan bersikap KERASlah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
    ————————
    ﴾ Al Fushilat:27 ﴿ Maka sesungguhnya Kami akan merasakan AZAB yang KERAS kepada orang-orang KAFIR dan Kami akan memberi BALASAN kepada mereka dengan seBURUK-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
    ———————–
    Shahih Bukhari:

    حدثنا ‏ ‏مسلم بن إبراهيم ‏ ‏حدثنا ‏ ‏سلام بن مسكين ‏ ‏حدثنا ‏ ‏ثابت ‏ ‏عن ‏ ‏أنس ‏أن ناسا كان بهم سقم قالوا يا رسول الله آونا وأطعمنا فلما صحوا قالوا إن ‏ ‏المدينة ‏ ‏وخمة ‏ ‏فأنزلهم ‏ ‏الحرة ‏ ‏في ‏ ‏ذود ‏ ‏له فقال ‏ ‏اشربوا ألبانها فلما صحوا قتلوا ‏ ‏راعي ‏ ‏النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏واستاقوا ذوده فبعث في آثارهم فقطع أيديهم وأرجلهم ‏ ‏وسمر ‏ ‏أعينهم فرأيت الرجل منهم ‏ ‏يكدم ‏ ‏الأرض بلسانه حتى يموت ‏قال ‏ ‏سلام ‏ ‏فبلغني أن ‏ ‏الحجاج ‏ ‏قال ‏ ‏لأنس ‏ ‏حدثني بأشد عقوبة عاقبه النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فحدثه بهذا ‏ ‏فبلغ ‏ ‏الحسن ‏ ‏فقال وددت أنه لم يحدثه بهذا
    .… Dari Anas ibn Malik, “Sesungguhnya ada sekelompok orang yang sakit, mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah saw., beri kami tempat berteduh (tempat tinggal) dan beri kami makan.’ Maka setelah mereka sembuh, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kota Madinah ini jelek untuk kita.” Maka Nabi saw. memerintah mereka mendatangi daerah Hurrah (pinggiran kota Madinah) dan beliau bersabda, “Minumlah dari susu unta-unta di sana. Setelah mereka sembuh, mereka membunuh si pengembala dan menggiring (membawa lari) unta-unta itu. Kemdian sampailah berita itu kepada Nabi saw., maka beliau mengutus orang-orang untuk mengejar mereka, setelah mereka didatangkan, Nabi memotong tanga-tangan dan kaki-kaki mereka serta menggores mata-mata mereka dengan besi/paku mengangah. Aku (kata Anas) menyaksikan seorang dari mereka menggigit tanah dengan lidahnya hingga mati.”
    ———–
    Sallâm berkata, “Maka sampailah kepadaku bahwa Hajjâj berkata kepada Anas, ‘Sampaikan kepadaku siksaan Nabi yang paling keras/sadis, maka ia pun menyampaikan hadis ini.lalu sampailah berita itu kpada Hasan dan ia pun berkata, ‘Aku berharap andai ia tidak menyampaikan hadis itu kepada Hajjaj.’”
    ———————–
    Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Sallam bin Miskin telah menceritakan kepada kami Tsabit dari Anas bahwa beberapa orang sedang menderita sakit, lalu mereka berkata; “Wahai Rasulullah, berilah kami tempat untuk menginap dan jamulah kami, ketika keadaan mereka mulai membaik, mereka berkata; “Sesungguhnya kota Madinah tidak cocok untuk kami, ” lantas beliau menyuruh mereka supaya pergi ke padang tempat gembalaan unta-unta milik beliau, lalu beliau bersabda: “Setelah itu minumlah susunya.” Ketika mereka semuanya sehat, ternyata mereka membunuh penggembala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan merampok sejumlah unta beliau, maka beliau memerintahkan untuk mengejar mereka. Kemudian beliau memotong tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka serta mencongkel mata mereka, dan aku melihat salah seorang dari mereka menjulurkan lidahnya ke tanah sampai akhirnya mati terkapar.” Sallam berkata; telah sampai kepadaku bahwa Al Hajjaj pernah berkata kepada Anas; “Ceritakanlah kepadaku tentang hukuman yang paling sadis yang pernah di lakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu Anas menceritakan hadits di atas, ternyata hal itu sampai kepada Al Hasan, maka dia berkata; “Aku menyangka bahwa Anas belum pernah menyampaikan hadits ini.”
    ===============================
    Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Anas radliallahu ‘anhu bahwa sekelompok orang sedang menderita sakit ketika berada di Madinah, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan mereka supaya menemui penggembala beliau dan meminum susu dan kencing unta, mereka lalu pergi menemui sang penggembala dan meminum air susu dan kencing unta tersebut sehingga badan-badan mereka kembali sehat, setelah badan mereka sehat mereka justru membunuh penggembala dan merampok unta-untanya, setelah kabar itu sampai ke nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau pun memerintahkan untuk mengejar mereka, kemudian mereka di bawa ke hadapan Nabi, lantas Nabi memotong tangan dan kaki mereka serta mencongkel mata mereka.” Qatadah berkata; telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Sirin bahwa peristiwa tersebut terjadi sebelum turunnya ayat tentang hudud (hukuman).”
    =============================
    Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la bin Hammad telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami Sa’id telah menceritakan kepada kami Qatadah bahwa Anas bin Malik telah menceritakan kepada mereka bahwa sekelompok orang atau pemuda dari kabilah ‘Ukl dan ‘Urainah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka menyatakan masuk Islam. Lalu mereka berkata, “Wahai Nabiyullah, kami orang yang hidup dari hasil ternak, bukan dari hasil pertanian.” Lalu mereka menderita sakit di Madinah karena iklim yang tidak cocok, maka Rasulullah Shallallahu’alihi wasallam memerintahkan mereka supaya keluar menemui penggembala yang sedang menggembalakan unta, lalu beliau menyuruh mereka keluar dari Madinah. Mereka pun minum susu unta tersebut dan minum air kencingnya. Tatkala mereka berada di perbatasan Madinah, mereka keluar dari Islam (kufur), kemudian membunuh pengembala unta Rasulullah Shallallahu’alihi wasallam, dan menggiring untanya. Berita tersebut sampai kepada Rasulullah Shallallahu’alihi wasallam, maka beliau menyuruh untuk mencari jejak mereka, dan akhirnya mereka dapat dibawa kepada Rasulullah Shallallahu’laihi wasallam. Mereka dihukum dengan cara ditusuk matanya dengan paku (di congkel dengan paku panas), tangan dan kaki mereka dipotong, lalu mereka dibiarkan dalam keadaan seperti itu dibawah terik matahari hingga mereka mati.”

  2. hati-hati …. 72 golongan MUSLIM ke NERAKA.. BERCERMINlah .. itu adalah aku/ kita …. lihat diri kita/ dirimu sendiri …!!!!
    ……………………..
    “Dan barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik”. (Surah al-Maidah ayat 47)
    ———————
    karena “FASIK” …. banyak manusia terjun ke NERAKA ….
    —————————–
    ﴾ As Sajdah:20 ﴿
    Dan adapun orang-orang yang FASIK {فَسَقُوا۟} maka tempat mereka adalah JAHANAM. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.
    ———————-
    >>>>Yang dimaksudkan dengan fasik, Syeikh Raghib al-Asfahani mendefinisikan sebagai keluar daripada landasan syariat atau agama. Istilah fasik digunakan khusus kepada orang yang diperintahkan dengan hukum Allah SWT namun mereka menolak untuk mentaatinya dan seterusnya mengingkari sama ada sebahagian mahupun keseluruhan hukum itu.
    ————————————

    Dengan lain perkataan, istilah fasik ditujukan kepada mereka yang banyak melakukan dosa, baik dosanya kepada Tuhannya atau dosanya kepada sesama manusia.
    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    >>>> Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang Bani Israil akan terpecah menjadi 71 golongan dan umatku akan terpecah kedalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, kecuali satu, yaitu Al-Jamaa’ah. HR. Sunan Ibnu Majah.
    —————————–

    >>>> Bahwasannya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu.” Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah? ” Nabi menjawab: ” Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.” HR Imam Tirmizi.
    …………………………..

  3. karena “FASIK” …. banyak manusia terjun ke NERAKA ….
    …………………………………………………………….
    orang yang FASIK adalah orang yang secara SADAR “melanggar larangan atau hukum agama”.
    ……………………………muslim 72 GOLONGAN = fasik penyebab ke NERAKA.. walau mereka mengaku beriman ……
    ……………………………………………………
    >>“mereka MENGAKU beriman kepada Allah” … padahal mereka “pengikut Thaghut” (An Nisaa:60)….>>> Mereka di cap Allah = munafik (An Nisaa:61)
    ——————————–

    ﴾ An Nisaa:60 ﴿Apakah kamu tidak memperhatikan ORANG-ORANG YANG MENGAKU DIRINYA TELAH BERIMAN kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak BERHAKIM KEPADA THAGHUT, padahal MEREKA TELAH DIPERINTAH MENGINGKARI THAGHUT ITU. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.
    —————————

    ﴾ An Nisaa:61 ﴿
    Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang MUNAFIK menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.
    وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّـهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ رَأَيْتَ ٱلْمُنٰفِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًا ﴿النساء:٦١﴾
    ————————————-

    ﴾ An Nisaa:48 ﴿ <<< syirik = menyembah selain Allah … “menyembah” THAGHUT {=”mengikuti semua perintah, berHAKIM, berkawan, koalisi THAGHUT}, … thaghut = kawan syetan Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang MEMPERSEKUTUKAN ALLAH, MAKA SUNGGUH IA TELAH BERBUAT DOSA YANG BESAR. ———————————– “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : “SEMBAHLAH ALLAH (saja) dan jauhilah thaghut itu” (Al-Qur’an Surat Al-Nahl ayat 36) —————————— Imam al-Shadiq as berkata, “Thaghut adalah orang yang tidak menghakimi dengan benar, membuat keputusan yang menentang perintah Allah lalu perintahnya ditaati. ——————— Tauhid Syarat Diterima Amal بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ TAUHID berasal dari akar kata wahhada-yuwahhidu-tawhiidan yang berarti mengesakan atau menunggalkan sehingga dapat disimpulkan dengan bertauhid berarti kita mengesakan Allah SWT dalam beribadah, sesuai dengan perintah Allah SWT dalam surat AnNisa : 32 : “Dan sembahlah Allah, dan janganlah kamu menyekutukannnya dengan sesuatu apapun” Amal shalih apapun, baik itu shalat, shaum, zakat, haji, infaq, birrul walidain(berbakti kepada orang tua) dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak ada pahalanya bila tidak dilandasai tauhid yang bersih dari syirik. Berapapun banyaknya amal kebaikan yang dilakukan seseorang tetap tidak mungkin ada artinya bila pelakunya tidak kufur kepada thaghut, sedangkan seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah apabila dia tidak kufur kepada thaghut. Anda telah mengetahui makna kufur kepada thaghut beserta thaghut-thaghut yang mesti kita kafir kepadanya. Kufur kepada thaghut serta iman kepada Allah adalah dua hal yang dengannya orang bisa dikatakan mukmin dan dengannya amalan bisa diterima, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “Siapa yang melakukan amal shalih, baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin, maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (QS. An Nahl [16]: 97). ……………………………………………. ……………….. Dalam al-Quran terdapat celaan yang amat keras terhadap mereka yang TIDAK menerapkan hukum berdasarkan hukum yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa taala. dalam ayat ke 47 surah al-Maidah pula mereka dicela sebagai orang FASIK …………………………………………………………….. ﴾ As Sajdah:20 ﴿ Dan adapun orang-orang yang FASIK {فَسَقُوا۟} maka tempat mereka adalah JAHANAM. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”. وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فَسَقُوا۟ فَمَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ۖ كُلَّمَآ أَرَادُوٓا۟ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَآ أُعِيدُوا۟ فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿السجدة:٢۰﴾ …………………………………………………………….. Orang fasik adalah seorang muslim yang secara sadar melanggar ajaran Allah (Islam) atau dengan kata lain orang tersebut percaya akan adanya Allah, percaya akan kebenaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW tetapi dalam tindak perbuatannya mereka mengingkari terhadap Allah SWT dan hukumNya, selalu berbuat kerusakan dan kemaksiatan. ………………………………………………………… Yang dimaksudkan dengan fasik, Syeikh Raghib al-Asfahani mendefinisikan sebagai keluar daripada landasan syariat atau agama. Istilah fasik digunakan khusus kepada orang yang diperintahkan dengan hukum Allah SWT namun mereka menolak untuk mentaatinya dan seterusnya mengingkari sama ada sebahagian mahupun keseluruhan hukum itu. Dengan lain perkataan, istilah fasik ditujukan kepada mereka yang banyak melakukan dosa, baik dosanya kepada Tuhannya atau dosanya kepada sesama manusia. Firman Allah SWT maksudnya : “Dalam al-Quran terdapat celaan yang amat keras terhadap mereka yang tidak menerapkan hukum berdasarkan hukum yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa taala. dalam ayat ke 47 surah al-Maidah pula mereka dicela sebagai orang fasik. Memang benar, terdapat celaan yang keras bagi mereka yang tidak menerapkan hukum selari dengan hukum Allah subhanahu wa taala. Allah Subhanahu Wa Taala telah berfirman: وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ “Dan barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik”. (Surah al-Maidah ayat 47) >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    >>>> Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang Bani Israil akan terpecah menjadi 71 golongan dan umatku akan terpecah kedalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, kecuali satu, yaitu Al-Jamaa’ah. HR. Sunan Ibnu Majah.

    >>>> Bahwasannya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu.” Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah? ” Nabi menjawab: ” Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.” HR Imam Tirmizi.
    ……………………………………………..

    “Makna kata ‘fasiq’ secara bahasa, dalam dialek masyarakat Arab adalah الخروجُ عن الشيء: keluar dari sesuatu. Karena itu, tikus gurun dinamakan fuwaisiqah [Arab: فُوَيْسِقة] karena dia sering keluar dari tempat persembunyiannya. Demikian pula orang munafik dan orang kafir disebut orang fasik. Karena dua orang ini telah keluar dari ketaatan kepada Allah. Karena itu, Allah menyifati iblis dengan firman-Nya:

    إِلا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

    “Kecuali iblis (tidak mau sujud), dia termasuk golongan jin, dan dia berbuat fasik terhadap perintah Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi, 50)

    <<<, Maksud kalimat “dia berbuat fasik” keluar dari ketaatan kepada-Nya dan tidak mengikuti perintahnya. (Tafsir At-Thabari, 1:409) >>>>>

    ……………………………….munafik = fasik ………………………..
    ﴾ At Taubah:67 ﴿
    Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang MUNAFIK itu adalah orang-orang yang FASIK .
    ٱلْمُنٰفِقُونَ وَٱلْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُم مِّنۢ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا۟ ٱللَّـهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ ٱلْمُنٰفِقِينَ هُمُ ٱلْفٰسِقُونَ ﴿التوبة:٦٧﴾

    Bagi orang-orang yang FASIK, tempat mereka adalah NERAKA jahannam
    ﴾ As Sajdah:20 ﴿
    Dan adapun orang-orang yang FASIK (فَسَقُوا۟) maka tempat mereka adalah NERAKA (ٱلنَّارُ). Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.
    وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فَسَقُوا۟ فَمَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ۖ كُلَّمَآ أَرَادُوٓا۟ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَآ أُعِيدُوا۟ فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿السجدة:٢۰﴾
    ……………………………………………………..
    ﴾ Al Baqarah:81 ﴿
    (Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
    بَلَىٰ مَن كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحٰطَتْ بِهِۦ خَطِيٓـَٔتُهُۥ فَأُو۟لٰٓئِكَ أَصْحٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ ﴿البقرة:٨١﴾
    ………………………………………….<<<<<<<<<<<<<<<<<<

  4. Fasiq ada dua:

    – Fasik besar, yaitu kufur/KAFIR

    – Fasik kecil

    >>> fasik BESAR/ akbar adalah firman Allah sebagaimana di surat As-Sajdah,

    “Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? Mereka tidak sama. (18) Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. (19) Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya.” (QS. As-Sajdah: 18 – 20)

    أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لَا يَسْتَوُونَ ( ) أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ( ) وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ

    >>> fasik KECIL, adalah perbuatan kefasikan yang TIDAK sampai pada derajat kekafiran. Misalnya firman Allah:

    وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

    “… tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS. Al-Hujurat: 7)

    Allah dalam ayat ini menyebutkan kekafiran, kemudian kefasikan, dan maksiat. Artinya tiga hal ini berbeda. Dan kefasikan dalam ayat ini adalah fasik kecil, artinya bukan kekufuran.

    ………………………………………………………..
    Orang yang fasik sebagaimana yang disampaikan dalam firman Allah ta’ala yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al Baqarah [2]:27)

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran”. (HR Muslim)
    ………………………………………..

    Sifat-sifat Orang Fasik yang terekam dalam alquran:
    1. Mereka yang selalu mengingkari perjanjian kepada Allah setelah perjanjian itu terjadi dan kita semua mempunyai perjanjian Allah semua perjanjian telah kita ambil sebelum kita lahir kedunia sering juga kita bersumpah atas nama Alah dengan sumpah mengatas namakan Allah kita terikat perjanjian juga dengan-Nya.

    2. Mereka selalu memutuskan hubungan padahal hubungan itu supaya disambung hubungan silaturahmi baik dengan keluarga sanaksaudara dan orang sekitar, hubungan yang paling dekat dan yang wajib adalah silaturahmi kepada nabi muhammad Saw beserta keluarga beliau

    3. Mereka yang melakukan perbuatan keji dan penghancuran dibumi Allah

    4. Mereka orang dzolim yang selalu merubah hukum Allah dalam alquran sehingga Allah menjatuhkan siksaan yang dahsyat kepadanya.

    5. Ada juga sifat orang fasik ialah yang selalu menginkari ayat-ayat Allah yang telah gamblang di matanya

    6. Ada juga sifat yang lain mereka yang menganggap hukum Allah itu salah dan suka memilah-milah hukum Allah yang mudah dikerjakan yang sulit dan tidak cocok dengannya ditinggalkan Allah berfirman dalam surat al-ma’idah kebanyakan manusia melakukan perbuatan yang durjana

    7. Dalam surat At-Taubah apabila mereka mencintai apa yang dipunyainya misal anak, istri, suami dan harta yang dimiliki sehingga ia merasa nyaman tetapi apabila semua itu lebih dicintai daripada Allah maka kita tergolong orang fasik. Setiap saat kita harus minta supaya diberi petunjuk Allah supaya dijauhkan dari sifat fasik

    8. Orang yang boros juga termasuk fasik, kalau sudah ini yang terjadi maka Allah akan menghancurkannya, “Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik”.[Al-Ankabuut:34]

    9. Kaum luth adalah contoh orang-orang fasik
    “dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji {966}. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik” [Al Anbiyaa’:74]

    10. Ada juga didalam alquran orang yang selalu menuduh wanita yang suci dan benar berbuat zina sehingga apabila mereka tidak pernah bisa mendatangkan 4 saksi maka wajib baginya dipukul dan jangan pernah terima lagi kesaksiannya.

    11. Yaitu orang-orang yang menyerukan perbuatan keji dan mencegah yang hak, mereka melupakan Allah

    12. Kaum fir’aun termasuk kaum yang Fasik
    “Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu {1122}, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan {1123}, maka yang demikian itu adalah dua mu’jizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir’aun dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik”[Al Qashash :32].

    13. Kaum nabi muhammad yang tidak mempercayai kerosulannya,

    14. Dan masih banyak lagi contoh perbuatan Fasik
    Ada sanksi Allah yang amat besar yaitu Allah tidak akan pernah memberi kerelahan-Nya terhadap mereka padahal kerelahan Allah adalah nikmat yang terbesar. Orang yang tidak kenal dirinya maka ia lebih rendah dari binatang, hidup mereka terbalik menganggap dosa itu biasa dan indah mereka menganggap hak itu tidak nyaman bagi mereka.
    =====================================

  5. Allah memberi keBEBASan manusia di DUNIA —– ingin “BERIMAN pada Allah” << silahkan >>
    ———————-
    > ingin menjadi “MUSUH Allah” …. KAFIR/ MUSYRIK/ MUNAFIK/ FASIK/AL WAHN/ Muslim 72 golongan/ Muslim BUIH {=manusia DZALIM} … ke NERAKA << ya …Silahkan >>
    ————————————-
    dan siapa saja yang TIDAK berHUKUM dengan apa-apa yang di turunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang KAFIR…. {Al-maidah (5) ayat 44}
    ——————————
    > pilihan ke SURGA atau ke NERAKA = PILIHAN manusia itu SENDIRI ……
    ———————————–
    >SURGA = adalah CIPTAAN Allah … Allah yang menentukan SYARAT-SYARAT ke SURGA-Nya
    ————————————-
    > NERAKA = adalah CIPTAAN Allah … Allah yang menentukan SYARAT-SYARAT ke NERAKA-Nya
    ————————-

    Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia BERIMAN {فَلْيُؤْمِن}, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia KAFIR {فَلْيَكْفُرْ}”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang DZALIM {لِلظّٰلِمِينَ} itu NERAKA {نَارً}, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang MENDIDIH {كَٱلْمُهْلِ/logam mendidih} yang mengHANGUSkan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling BURUK { وَسَآءَتْ}. {Q.s. Al-Kahfi: 29}
    ——————–
    ﴾ Al Baqarah:98 ﴿
    Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلٰٓئِكَتِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَىٰلَ فَإِنَّ ٱللَّـهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِينَ ﴿البقرة:٩٨﴾
    ﴾ Al Anfaal:60 ﴿
    Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّـهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ ٱللَّـهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ ٱللَّـهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ ﴿الأنفال:٦۰﴾
    ﴾ At Taubah:114 ﴿
    Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. وَمَا كَانَ ٱسْتِغْفَارُ إِبْرٰهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَن مَّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥٓ أَنَّهُۥ عَدُوٌّ لِّلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرٰهِيمَ لَأَوّٰهٌ حَلِيمٌ ﴿التوبة:١١٤﴾
    ﴾ Ali Imran:146 ﴿
    Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. وَكَأَيِّن مِّن نَّبِىٍّ قٰتَلَ مَعَهُۥ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا۟ لِمَآ أَصَابَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّـهِ وَمَا ضَعُفُوا۟ وَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ ۗ وَٱللَّـهُ يُحِبُّ ٱلصّٰبِرِينَ ﴿آل عمران:١٤٦﴾
    ﴾ Al Fushilat:19 ﴿
    Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya. وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَآءُ ٱللَّـهِ إِلَى ٱلنَّارِ فَهُمْ يُوزَعُونَ ﴿فصلت:١٩﴾
    ﴾ Al Fushilat:28 ﴿
    Demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami. ذٰلِكَ جَزَآءُ أَعْدَآءِ ٱللَّـهِ ٱلنَّارُ ۖ لَهُمْ فِيهَا دَارُ ٱلْخُلْدِ ۖ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ بِـَٔايٰتِنَا يَجْحَدُونَ ﴿فصلت:٢٨﴾
    ﴾ Al An’am:142 ﴿
    Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. وَمِنَ ٱلْأَنْعٰمِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّـهُ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوٰتِ ٱلشَّيْطٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿الأنعام:١٤٢﴾
    ﴾ At Taubah:120 ﴿
    Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, مَا كَانَ لِأَهْلِ ٱلْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُم مِّنَ ٱلْأَعْرَابِ أَن يَتَخَلَّفُوا۟ عَن رَّسُولِ ٱللَّـهِ وَلَا يَرْغَبُوا۟ بِأَنفُسِهِمْ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِى سَبِيلِ ٱللَّـهِ وَلَا يَطَـُٔونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ ٱلْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُم بِهِۦ عَمَلٌ صٰلِحٌ ۚ إِنَّ ٱللَّـهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿التوبة:١٢۰﴾
    —————————–
    Berimanlah, atau …. tidak usah beriman sama sekali.
    ———————————————

    Iman berarti selalu mentaati aturan-aturan Alloh dan mencontoh Rosululloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat An-Nur (24) ayat 51, yaitu :

    إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

    Artinya : Hanya perkataan orang-orang yang beriman sajalah, yang apabila diajak kepada (aturan) Alloh dan Rosul-Nya, supaya dia menghukum diantara mereka, mereka mengatakan “kami mendengar dan kami taat” dan mereka itulah orang-orang yang beruntung
    ———————————-

    Sedangkan kafir adalah lawan dari iman, maka kafir adalah yang tidak mau melaksanakan aturan atau hukum Alloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-maidah (5) ayat 44, yaitu :

    وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

    Artinya : dan siapa saja yang tidak berhukum dengan apa-apa yang di turunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir
    ——————————————–

    Orang-orang yang beriman itu tempat kembalinya surga, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Baqoroh (2) ayat 82, yaitu :

    وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أُولَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

    Artinya : Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya
    —————————————–
    azah didih neraka

    Sedangkan orang-orang kafir akan di masukkan ke dalam neraka, sebagaimana Allah katakan di dalam Alqur’an surat An-Nisa (4) ayat 140, yaitu :

    إِنَّ اللّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعاً

    Artinya : Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam neraka Jahannam

    ——————————————

    Allah menciptakan alam semesta dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Untuk siapa ? Untuk manusia. Alam dan segala sesuatunya di ciptakan lebih dulu sebagai tanda-tanda kebenaran akan keberadaaNya, akan kuasaNya dalam menciptakan segala sesuatu, akan keperkasaan yang tiada bandingnya, akan kemuliaanNya diatas semua makhluk yang diciptakan, akan keikhlasan terhadap segala sesuatu yang menimpa alam ciptaannya dan atas kehendak yang tidak ada garis pembatasnya.

    Kemudian Allah menciptakan manusia, sebuah makhluk yang mirip dengan makhluk yang sudah ada, yang padanya hanya ada secuil kekuatan, yang hanya bisa bertahan hanya dalam beberapa kali pergantian siang dan malam. Sebuah makhluk yang bisa berdarah hanya karena goresan kukunya. Makhluk yang sengaja di buat begitu lemah, karena Allah hendak memberikan keringanan padanya.

    Tapi dibalik kelemahan itu tersembunyi kekuatan yang dahsyat. Sebuah kekuatan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain yang ada di permukaan bumi. Terbukti telah beraninya manusia tampil sebagai pengemban amanat Allah yang hampir semua makhluk di muka bumi ini tidak ada yang sanggup mengembannya.

    QS. Al Ahzab : 72

    إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا﴿٧٢﴾
    “Inna `aradhnal amaanata `alaas samaawaati wal `ardhi wal jibaali fa`abaina an yahmilnahaa wa asyfaqna minhaa wa hamalahal `insaanu, innahu kaana zhaluuman jahuulan”

    ”Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

    Hanya manusia yang berani mengemban amanat-amanat Allah dalam tugas-tugas agama yang akan dibebankan. Tidak ada satu makhluk pun yang berani mengemban amanat Allah di karenakan takutnya akan berkhianat nantinya. Dan kekuatan dahsyat manusia terletak pada kebersihan dan kesucian hatinya. Terbukti telah berlalunya beberapa Rasul-rasul yang padanya telah sanggup menerima beratnya wahyu Allah berupa kalimat-kalimat yang disampaikan melalui malaikat jibril.

    Demikian juga dengan Rasulullah Sayyidina Muhammad saw, beliau telah membuktikan kekuatan atas bersih dan sucinya hati yang dimiliki dengan penerimaan wahyu berupa ayat-ayat Al Qur`an yang seluruh ayatnya berjumlah ribuan. Yang Allah sendiri telah menginformasikan dalam ayat yang lain, bahwa jika saja Al Qur`an ini diturunkan kepada sebuah gunung, niscaya gunung tersebut akan hancur berantakan di karenakan saking takutnya kepada Allah.

    QS. Al Hasyr : 21

    لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ﴿٢١﴾
    “Lau anzalnaa haadzal qur`aana `alaa jabalin lara `autuhu khaasyi`an mutashaddian min khasyyatillahi, wa tilkal amtsaalu nadhribuha linnasi la`allahum yatafakkaruuna”

    ”Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.”

    Demikianlah, manusia telah diciptakan dan akan di jadikan pemimpin di muka bumi, sebagai makhluk yang mewakili Allah dalam menyampaikan tugas-tugas keagamaan yang di dasarkan pada perintah-perintah Allah berupa ayat-ayat yang diturunkan melalui wahyu. Dan Allah juga mengatakan bahwa manusia itu amat zhalim dan bodoh.

    Dengan bentuknya yang sempurna. Allah membekali manusia dengan mata, telinga dan hati. Yang ketiganya mempunyai fungsi untuk digunakan memahami segala sesuatu yang sudah ada. Masih ditambah lagi dengan kemampuan berfikir yang lebih baik dari pada makhluk yang sudah ada.

    Tujuan utamanya adalah agar manusia bertauhid kepada Allah yang telah menciptakannya dan memberikan kesempatan kepadanya untuk tampil di arena ujian kehidupan. Yang apabila ada yang lulus, Allah akan memberikan sertifikat “muttaqiin” yaitu orang-orang yang tunduk dan patuh kepada Allah dan sertifikat “mukhlasiin” yaitu orang-orang yang “ikhlas” hanya bertauhid kepada Allah swt. dan sebuah kompensasi yang akan di terimanya adalah kehidupan di sebuah kampung akhirat yang dinamakan syurga. Yang segala sesuatunya belum pernah terbayangkan sebelumnya.

    Agar game kehidupan lebih menarik, disertakan juga kehendak dalam diri manusia untuk memberikan kebebasan dalam memilih kehidupan mana yang akan di kehendakinya. Ada dua pilihan bagi manusia yang satu kehidupan dunia satunya lagi kehidupan akhirat. Dan kehendak inilah yng nantinya membuktikan kebenaran kalimat Allah bahwa manusia itu sangat zhalim dan bodoh.

    Dalam perkembangannya, manusia justru lebih banyak yang “hanya” terkesima pada ciptaan-ciptaan yang sudah ada. Manusia lebih cenderung menikmati apa yang sudah ada. Mengeksplorasinya dengan membabi buta tanpa menghiraukan lagi akibat sampingan yang akan di terima. Semua itu dilakukannya atas nama “kemakmuran kehidupan”, bukan karena Allah semata.

    Inilah kezhaliman dan kebodohan. Zhalim terhadap diri sendiri dengan mengabaikan sang pencipta alam semesta, zhalim terhadap alam dengan melakukan berbagai kerusakan padanya, bodoh dalam menafsirkan keberadaan alam. Alam yang seharusnya menjadi tanda-tanda kebesaran dan kekuasan Allah, sama sekali tak pernah terlintas dalam fikiran mereka. Dan kezhaliman akan bertambah lagi dengan kekerasan yang terjadi antara sesama dalam memperebutkan kekayaan alam untuk memenuhi hasrat dunianya.

    Kemudian Allah mengirimkan utusan kepada manusia, untuk memberi kabar tentang kebenaran akan tauhidnya suatu dzat yang Maha perkasa, yang telah menciptakan alam semesta dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Tak terkecuali pula manusia yang juga diciptakanNya. Para utusan Allah ini datang membawa perintah untuk beriman dan bertauhid hanya kepadaNya, untuk beriman kepada para Malaikat-malaikatNya, untuk beriman kepada Kitab-kitabnya, untuk beriman kepada rasul-rasulnya, untuk beriman kepada hari kiamat yang pasti akan terjadi, dan untuk beriman kepada ketentuanNya atau TakdirNya. Dengan membawa petunjuk yang diterimanya melalui wahyu para utusan Allah berusaha untuk menyadarkan mereka dari keingkarannya. Dan apa tanggapan dari mereka ?

    Manusia ternyata banyak yang membantah tentang keberadaan Allah. Bantahan tanpa alasan yang jelas. Bahkan Allah mengatakan dalam firmanNya, banyak manusia membantah tentang keberadaan Allah tanpa “ilmu pengetahuan”, tanpa petunjuk dan tanpa kitab yang bercahaya.

    Sesungguhnyalah bahwa ajaran Iman yang di bawa oleh Rasulullah saw itu adalah untuk kepentingan manusia sendiri. Allah tidak membutuhkan Iman mereka. Kekafiran seluruh manusia tidak akan berdampak apa-apa sama sekali bagi Allah. Allah tetap akan berkuasa dengan kerajaannya dan jika Allah menghendaki, Allah akan memusnahkan semua manusia dan menggantinya dengan umat yang lain.

    QS. Al Israa` : 107

    قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا﴿١٠٧﴾
    “Qul aaminuu bihi au laa tu`minuu, innal ladziina `utuul `ilma min qablihi `idzaa yutlaa `alaihim yajirruuna lil `adzqaani sujjadan”

    107. Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,

Leave a Reply