BEKERJA = untuk AKHIRAT …. seAKAN-akan MATI BESOK hari …… ------------------------- …. untuk DUNIA = jagalah …. hidup SESUAI contoh dari NABi SAW ……. --------------------------------------- “—JAGALAH— untuk duniamu, seakan kamu hidup selamanya, dan —BEKERJALAH— untuk akhiratmu seakan kamu MATI BESOK.” (Lihat Musnad Al Harits, No. 1079. Mawqi’ Jami’ Al Hadits. Lalu Imam Nuruddin Al Haitsami, Bughiyatul Bahits ‘an Zawaid Musnad Al Harits, Hal. 327. Dar Ath Thala’i Lin Nasyr wat Tauzi’ wat Tashdir. Lihat juga, Al Hafizh Ibnu Hajar, Al Mathalib Al ‘Aliyah, No. 3256. Mauqi’ Jami’ Al Hadits.) -------------------------------- tiap manusia, ada BATAS waktu …. PERISTIWA, dan WAKTUnya (ada awal dan ada AKHIRnya) …………………………………… ﴾ Al A’raf:34 ﴿ Tiap-tiap umat أُمَّةٍ mempunyai BATAS WAKTU; maka apabila TELAH DATANG waktunya mereka TIDAK dapat mengUNDURkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) meMAJUkannya. ---------------------------- >> BERDO’A …. ketika ada BAHAYA (kejelekan) yang MUNGKIN akan meNIMPA, …. setelah itu tak INGAT lagi …… BATAS AKHIR nya (Living in SIN) … Yunus:12 ---------------------------- ﴾ Yunus:12 ﴿ Dan apabila manusia DITIMPA BAHAYA dia berDOA kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), SEOLAH-OLAH dia TIDAK PERNAH BERDOA kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu MEMANDANG BAIK apa yang selalu mereka kerjakan. -------------------------- >>> APALAGI … bila Umat/manusia diberi REJEKI … yang BANYAK dan BERLIMPAH .>>> pasti AKAN melampaui BATAS …. cenderung berbuat DURHAKA dan BERLEBIHAN …. Al Fajr:20 --------------------------- … Harta, Mobil, wanita, RUMAH, …. manusia cenederung TAMAK dan mengikuti HAWA NAFSU nya (ditambah mengikuti AJAKAN setan) = “diLAPANGkan Rezeki-nya” oleh Allah … Asy Syuura:27 --------------------------- ﴾ Al Fajr:20 ﴿ dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. ................ ﴾ Asy Syuura:27 ﴿ Dan jikalau Allah MELAPANGKAN REZEKI kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.................. ﴾ Asy Syuura:30 ﴿ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)...................... ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ,,,,,,,,,,,,”””””””””””””””””””,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, banyak manusia meminta kepada ALLAH ingin dikembalikan ke DUNIA ….. krn MASUK ke NERAKA “…DAPATKAH KAMI DIKEMBALIKAN (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”….. Al A’raf:53 ----------------------------- ﴾ Ibrahim:44 ﴿ Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, BERI TANGGUHLAH KAMI (KEMBALIKANLAH KAMI KE DUNIA) WALAUPUN DALAM WAKTU YANG SEDIKIT, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? ﴾ Al An’am:27 ﴿ Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami DIKEMBALIKAN (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). ﴾ Al An’am:28 ﴿ Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka DIKEMBALIKAN KE DUNIA, TENTULAH MEREKA KEMBALI KEPADA APA YANG MEREKA TELAH DILARANG MENGERJAKANNYA. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.

ajal jemput

….. BEKERJA = untuk AKHIRAT …. seAKAN-akan MATI BESOK hari ……
-------------------------
…. untuk DUNIA = jagalah …. hidup SESUAI contoh dari NABi SAW …….
---------------------------------------
“—JAGALAHuntuk duniamu, seakan kamu hidup selamanya, danBEKERJALAH— untuk akhiratmu seakan kamu MATI BESOK.” (Lihat Musnad Al Harits, No. 1079. MawqiJami’ Al Hadits. Lalu Imam Nuruddin Al Haitsami, Bughiyatul Bahits ‘an Zawaid Musnad Al Harits, Hal. 327. Dar Ath Thala’i Lin Nasyr wat Tauziwat Tashdir. Lihat juga, Al Hafizh Ibnu Hajar, Al Mathalib Al ‘Aliyah, No. 3256. MauqiJami’ Al Hadits.)
--------------------------------
tiap manusia, ada BATAS waktu …. PERISTIWA, dan WAKTUnya (ada awal dan ada AKHIRnya)
……………………………………
﴾ Al A’raf:34 ﴿
Tiap-tiap umat أُمَّةٍ mempunyai BATAS WAKTU; maka apabila TELAH DATANG waktunya mereka TIDAK dapat mengUNDURkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) meMAJUkannya.
----------------------------
>> BERDO’A …. ketika ada BAHAYA (kejelekan) yang MUNGKIN akan meNIMPA, …. setelah itu tak INGAT lagi …… BATAS AKHIR nya (Living in SIN) … Yunus:12
----------------------------
Yunus:12 ﴿
Dan apabila manusia DITIMPA BAHAYA dia berDOA kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), SEOLAH-OLAH dia TIDAK PERNAH BERDOA kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu MEMANDANG BAIK apa yang selalu mereka kerjakan.
--------------------------
>>> APALAGIbila Umat/manusia diberi REJEKI … yang BANYAK dan BERLIMPAH .>>> pasti AKAN melampaui BATAS …. cenderung berbuat DURHAKA dan BERLEBIHAN …. Al Fajr:20
---------------------------
Harta, Mobil, wanita, RUMAH, …. manusia cenederung TAMAK dan mengikuti HAWA NAFSU nya (ditambah mengikuti AJAKAN setan) = “diLAPANGkan Rezeki-nyaoleh AllahAsy Syuura:27
---------------------------
﴾ Al Fajr:20 ﴿
dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. ................
Asy Syuura:27 ﴿
Dan jikalau Allah MELAPANGKAN REZEKI kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat..................
Asy Syuura:30 ﴿
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)......................
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ,,,,,,,,,,,,”””””””””””””””””””,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
banyak manusia meminta kepada ALLAH ingin dikembalikan ke DUNIA ….. krn MASUK ke NERAKA
“…DAPATKAH KAMI DIKEMBALIKAN (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”….. Al A’raf:53
-----------------------------
Ibrahim:44 ﴿
Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, BERI TANGGUHLAH KAMI (KEMBALIKANLAH KAMI KE DUNIA) WALAUPUN DALAM WAKTU YANG SEDIKIT, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?
﴾ Al An’am:27 ﴿
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami DIKEMBALIKAN (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).
﴾ Al An’am:28 ﴿
Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka DIKEMBALIKAN KE DUNIA, TENTULAH MEREKA KEMBALI KEPADA APA YANG MEREKA TELAH DILARANG MENGERJAKANNYA. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.
﴾ Al A’raf:53 ﴿
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: “Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau DAPATKAH KAMI DIKEMBALIKAN (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”. Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.
……………………..
>>> Peristiwa Yang TERJADI … (now) dan … Yang “AKAN” TERjadi (future) adalah = UJIAN
﴾ Az Zumar:49 ﴿
Maka apabila manusia ditimpa BAHAYA ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya NIKMAT dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. SEBENARNYA itu adalah “”””” UJIAN”””””, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
===================================
1). Orang yang telah mengucapkan kalimatLAA ILAAHA ILLALLOH” dengan lisannya saja tanpa disertai dengan pembenaran di dalam hatinya, maka orang itu layak disebut sebagai MUSLIM, walaupun dia juga layak disebut sebagai MUNAFIQ.

2). Orang yang telah membenarkan di dalam hatinya bahwa tiada Tuhan selain Alloh, tanpa diucapkan dengan lisan, maka orang itu layak disebut sebagai MUKMIN di sisi Alloh. Namun di sisi manusia maka orang tersebut belum layak disebut sebagai mukmin, karena manusia tidak dapat mengetahui isi hati orang lain, sehingga dia masih boleh diperangi.

Batas terendah seseorang dapat disebut sebagai mukmin adalah tatkala dia membenarkan (beriman) di dalam hatinya bahwa : “Tiada Tuhan selain Alloh yang tidak ada sekutu bagi-Nya”.
Hal ini berdasarkan keterangan hadits shohih yang menceritakan tentang kisah do’a Nabi Muhammad SAW kepada Alloh Ta’ala kelak di yaumil qiyamah, Rasululloh SAW bersabda :

يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي، فَيَقُولُ : إنْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ أَدْنَى أَدْنَى أَدْنَى مِثْقَالِ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيْمَانٍ فَأَخْرِجْهُ مِنَ النَّارِ
Wahai Tuhan-ku, tolonglah umatku, umatku, lalu Dia (Alloh) berfirman : Pergilah kamu lalu keluarkan orang-orang yang ada di dalam hatinya ada lebih rendah, lebih rendah, lebih rendah beratnya biji sawi dari keimanan, maka keluarkan dia dari neraka”.

Kemudian di dalam lanjutan hadits tersebut dijelaskan bahwa Rasululloh SAW memohon kepada Alloh Ta’ala :

يَا رَبِّ ائْذَنْ لِي فِيمَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، فَيَقُولُ : وَعِزَّتِي وَجَلاَلِي وَكِبْرِيَائِي وَعَظَمَتِي لَأُخْرِجَنَّ مِنْهَا مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ. أخرجه البخاري (٧٥١٠)، ومسلم (١٩٣) عن أنس بن مالك
Wahai Tuhan-ku, izinkanlah aku di dalam orang-orang yang telah mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLOH, lalu Dia (Alloh) berfirman : Demi ‘Izzah-KU dan kebesaran-KU dan keagungan-KU sungguh AKU akan mengeluarkan dari neraka orang-orang yang telah mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLOH”. (H.R. Al-Bukhari, No : 7510, dan Muslim, No : 193). Dari Anas bin Malik

Yang dimaksud dengan kata QOOLA (berkata) di dalam hadits ini adalah mengucapkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLOH dengan disertai adanya pembenaran di dalam hati, dan bukan hanya sekedar ucapan di lisan saja tanpa adanya pembenaran di dalam hati. Karena siapa saja yang telah mengucapkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLOH yang dimaksudkan untuk meyelamatkan diri, maka dia sudah dapat disebut sebagai MUSLIM, walaupun ucapannya tersebut tidak disertai dengan pembenaran di dalam hatinya. Dan hal ini juga berdasarkan banyak riwayat hadits shohih di dalam kitab shohih al-Bukhari dan Muslim, dan di antaranya adalah haditsnya Usamah bin Zaid yang telah membunuh musuhnya setelah mengucapkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLOH, dan hadistnya Abu Sa’id al-Khudriy yang menceritakan tentang kisah orang-orang Khowarij yang akan dibunuh oleh Kholid bin Walid.

قَالَ خَالِدٌ : وَكَمْ مِنْ مُصَلٍّ يَقُولُ بِلِسَانِهِ مَا لَيْسَ فِي قَلْبِهِ؟ فَقَالَ : رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنِّي لَمْ أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ عَنْ قُلُوبِ النَّاسِ وَلاَ أَشُقَّ بُطُونَهُمْ. أخرجه البخاري (٣٣٤٤)، ومسلم (١٠٦٤) واللفظ له
Kholid berkata : Berapa banyak dari orang yang sholat, sedangkan dia berkata dengan lisannya pada sesuatu yang tidak ada di dalam hatinya?, lalu Rasululloh SAW bersabda : “Sesungguhnya aku tidak diperintah agar aku melubangi hatinya manusia dan aku juga tidak diperintah agar aku membelah perut mereka”. (H.R. al-Bukhari, No : 3344, dan Muslim, No : 1064). Dan redaksi hadits miliknya Imam Muslim.

Wallohu A’lam

Views All Time
Views All Time
301
Views Today
Views Today
2

2 thoughts on “BEKERJA = untuk AKHIRAT …. seAKAN-akan MATI BESOK hari …… ------------------------- …. untuk DUNIA = jagalah …. hidup SESUAI contoh dari NABi SAW ……. --------------------------------------- “—JAGALAH— untuk duniamu, seakan kamu hidup selamanya, dan —BEKERJALAH— untuk akhiratmu seakan kamu MATI BESOK.” (Lihat Musnad Al Harits, No. 1079. Mawqi’ Jami’ Al Hadits. Lalu Imam Nuruddin Al Haitsami, Bughiyatul Bahits ‘an Zawaid Musnad Al Harits, Hal. 327. Dar Ath Thala’i Lin Nasyr wat Tauzi’ wat Tashdir. Lihat juga, Al Hafizh Ibnu Hajar, Al Mathalib Al ‘Aliyah, No. 3256. Mauqi’ Jami’ Al Hadits.) -------------------------------- tiap manusia, ada BATAS waktu …. PERISTIWA, dan WAKTUnya (ada awal dan ada AKHIRnya) …………………………………… ﴾ Al A’raf:34 ﴿ Tiap-tiap umat أُمَّةٍ mempunyai BATAS WAKTU; maka apabila TELAH DATANG waktunya mereka TIDAK dapat mengUNDURkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) meMAJUkannya. ---------------------------- >> BERDO’A …. ketika ada BAHAYA (kejelekan) yang MUNGKIN akan meNIMPA, …. setelah itu tak INGAT lagi …… BATAS AKHIR nya (Living in SIN) … Yunus:12 ---------------------------- ﴾ Yunus:12 ﴿ Dan apabila manusia DITIMPA BAHAYA dia berDOA kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), SEOLAH-OLAH dia TIDAK PERNAH BERDOA kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu MEMANDANG BAIK apa yang selalu mereka kerjakan. -------------------------- >>> APALAGI … bila Umat/manusia diberi REJEKI … yang BANYAK dan BERLIMPAH .>>> pasti AKAN melampaui BATAS …. cenderung berbuat DURHAKA dan BERLEBIHAN …. Al Fajr:20 --------------------------- … Harta, Mobil, wanita, RUMAH, …. manusia cenederung TAMAK dan mengikuti HAWA NAFSU nya (ditambah mengikuti AJAKAN setan) = “diLAPANGkan Rezeki-nya” oleh Allah … Asy Syuura:27 --------------------------- ﴾ Al Fajr:20 ﴿ dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. ................ ﴾ Asy Syuura:27 ﴿ Dan jikalau Allah MELAPANGKAN REZEKI kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.................. ﴾ Asy Syuura:30 ﴿ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)...................... ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ,,,,,,,,,,,,”””””””””””””””””””,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, banyak manusia meminta kepada ALLAH ingin dikembalikan ke DUNIA ….. krn MASUK ke NERAKA “…DAPATKAH KAMI DIKEMBALIKAN (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”….. Al A’raf:53 ----------------------------- ﴾ Ibrahim:44 ﴿ Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, BERI TANGGUHLAH KAMI (KEMBALIKANLAH KAMI KE DUNIA) WALAUPUN DALAM WAKTU YANG SEDIKIT, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? ﴾ Al An’am:27 ﴿ Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami DIKEMBALIKAN (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). ﴾ Al An’am:28 ﴿ Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka DIKEMBALIKAN KE DUNIA, TENTULAH MEREKA KEMBALI KEPADA APA YANG MEREKA TELAH DILARANG MENGERJAKANNYA. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.

  1. Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. Buta melihat BATAS ‘waktu”
    Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. TIDAK menyiapkan BEKAL
    Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu ‘melihat” keSENANGan
    Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. selalu berMIMPI surga
    Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira cukup BAIK amalnya
    Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira CUKUP ibadahnya
    Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira AKAN dapat syafaat Tuhan
    Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira dapat AMPUNAN Tuhan
    Manusia yg “mengira” HIDUP masih LAMA ….. mengira SELAMAT di akhirat

  2. 1). Orang yang telah mengucapkan kalimat “LAA ILAAHA ILLALLOH” dengan lisannya saja tanpa disertai dengan pembenaran di dalam hatinya, maka orang itu layak disebut sebagai MUSLIM, walaupun dia juga layak disebut sebagai MUNAFIQ.

    2). Orang yang telah membenarkan di dalam hatinya bahwa tiada Tuhan selain Alloh, tanpa diucapkan dengan lisan, maka orang itu layak disebut sebagai MUKMIN di sisi Alloh. Namun di sisi manusia maka orang tersebut belum layak disebut sebagai mukmin, karena manusia tidak dapat mengetahui isi hati orang lain, sehingga dia masih boleh diperangi.

    Batas terendah seseorang dapat disebut sebagai mukmin adalah tatkala dia membenarkan (beriman) di dalam hatinya bahwa : “Tiada Tuhan selain Alloh yang tidak ada sekutu bagi-Nya”.
    Hal ini berdasarkan keterangan hadits shohih yang menceritakan tentang kisah do’a Nabi Muhammad SAW kepada Alloh Ta’ala kelak di yaumil qiyamah, Rasululloh SAW bersabda :

    يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي، فَيَقُولُ : إنْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ أَدْنَى أَدْنَى أَدْنَى مِثْقَالِ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيْمَانٍ فَأَخْرِجْهُ مِنَ النَّارِ
    “Wahai Tuhan-ku, tolonglah umatku, umatku, lalu Dia (Alloh) berfirman : Pergilah kamu lalu keluarkan orang-orang yang ada di dalam hatinya ada lebih rendah, lebih rendah, lebih rendah beratnya biji sawi dari keimanan, maka keluarkan dia dari neraka”.

    Kemudian di dalam lanjutan hadits tersebut dijelaskan bahwa Rasululloh SAW memohon kepada Alloh Ta’ala :

    يَا رَبِّ ائْذَنْ لِي فِيمَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، فَيَقُولُ : وَعِزَّتِي وَجَلاَلِي وَكِبْرِيَائِي وَعَظَمَتِي لَأُخْرِجَنَّ مِنْهَا مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ. أخرجه البخاري (٧٥١٠)، ومسلم (١٩٣) عن أنس بن مالك
    “Wahai Tuhan-ku, izinkanlah aku di dalam orang-orang yang telah mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLOH, lalu Dia (Alloh) berfirman : Demi ‘Izzah-KU dan kebesaran-KU dan keagungan-KU sungguh AKU akan mengeluarkan dari neraka orang-orang yang telah mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLOH”. (H.R. Al-Bukhari, No : 7510, dan Muslim, No : 193). Dari Anas bin Malik

    Yang dimaksud dengan kata QOOLA (berkata) di dalam hadits ini adalah mengucapkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLOH dengan disertai adanya pembenaran di dalam hati, dan bukan hanya sekedar ucapan di lisan saja tanpa adanya pembenaran di dalam hati. Karena siapa saja yang telah mengucapkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLOH yang dimaksudkan untuk meyelamatkan diri, maka dia sudah dapat disebut sebagai MUSLIM, walaupun ucapannya tersebut tidak disertai dengan pembenaran di dalam hatinya. Dan hal ini juga berdasarkan banyak riwayat hadits shohih di dalam kitab shohih al-Bukhari dan Muslim, dan di antaranya adalah haditsnya Usamah bin Zaid yang telah membunuh musuhnya setelah mengucapkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLOH, dan hadistnya Abu Sa’id al-Khudriy yang menceritakan tentang kisah orang-orang Khowarij yang akan dibunuh oleh Kholid bin Walid.

    قَالَ خَالِدٌ : وَكَمْ مِنْ مُصَلٍّ يَقُولُ بِلِسَانِهِ مَا لَيْسَ فِي قَلْبِهِ؟ فَقَالَ : رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنِّي لَمْ أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ عَنْ قُلُوبِ النَّاسِ وَلاَ أَشُقَّ بُطُونَهُمْ. أخرجه البخاري (٣٣٤٤)، ومسلم (١٠٦٤) واللفظ له
    Kholid berkata : Berapa banyak dari orang yang sholat, sedangkan dia berkata dengan lisannya pada sesuatu yang tidak ada di dalam hatinya?, lalu Rasululloh SAW bersabda : “Sesungguhnya aku tidak diperintah agar aku melubangi hatinya manusia dan aku juga tidak diperintah agar aku membelah perut mereka”. (H.R. al-Bukhari, No : 3344, dan Muslim, No : 1064). Dan redaksi hadits miliknya Imam Muslim.

    Wallohu A’lam

Leave a Reply