Loading
SHALAT …. hanya dapat PAYAH dan LETIH !!!?? …..apa SEBABnya ??? ——————————- >> maka ….DIRIKAN-lah SHOLAT {Al Baqarah:3 } …. bukan hanya mengerjakan SHALAT … ” tapi” …. NIAT-nya {“tidak riya”} dan lihat “GUNA/imbas”-nya setelah shalat…. masih MAKSIAT/KEJI/Munkar ?? ………………… Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad). ………………………….. Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Akan datang pada manusia (umat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya SHALAT, padahal mereka sebenarnya TIDAK shalat.” (HR Ahmad} ………………………….. Rasulullah menyatakan, ”Berapa BANYAK ORANG yang SHALAT, keuntungan yang diperoleh hanyalah PAYAH dan LETIH.” (HR Ibnu Majah). ……………………………. SUDAH “mengerjakan” SHALAT ….. tapi … masih CELAKA {Al Maa’uun:4} —————————— ﴾ Al Baqarah:3 ﴿……. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang MENDIRIKAN {dan mereka mendirikan/ وَيُقِيمُونَ} SHALAT, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. ﴾ Al Baqarah:43 ﴿……… Dan DIRIKANLAH {dan dirikan olehmu/ وَأَقِيمُوا۟} SHALAT, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. ﴾ Al Baqarah:110 ﴿……….. Dan DIRIKANLAH {وَأَقِيمُوا۟} SHALAT dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. ……………………….. ﴾ Al Maa’uun:1 ﴿ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? ﴾ Al Maa’uun:2 ﴿ Itulah orang yang menghardik anak yatim, ﴾ Al Maa’uun:3 ﴿ dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. ﴾ Al Maa’uun:4 ﴿ Maka keCELAKAanlah {فَوَيْلٌ} bagi orang-orang yang shalat, ﴾ Al Maa’uun:5 ﴿ (yaitu) orang-orang yang LALAI {سَاهُونَ} dari shalatnya, ﴾ Al Maa’uun:6 ﴿ orang-orang yang berbuat riya {يُرَآءُونَ}, ﴾ Al Maa’uun:7 ﴿ dan mereka enggan {وَيَمْنَعُونَ} menolong {memberi PERTOLONGAN/ ٱلْمَاعُونَ) ………………… Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad). …………………………………….. orang ISLAM …. yang “BANGKRUT” di AKHIRAT ….. MENGAPA?? … sudah “susah-susah” PUASA … sudah “susah-susah” SHALAT … sudah “susah-susah” ZAKAT *) {TETAPI} …. TIDAK BISA menjaga ‘NAFSU (…. egois/ ingin menang sendiri/ ingin BENAR sendiri … lalu MENUDUH/ MEMFITNAH manusia lain…. ) dari MULUTnya’ **) KEBAIKANnya diambil …..setelah ….. sudah HABIS KEBAIKANnya, KEBURUKAN mansuia yang diFITNAH diletakkan di PUNDAKnya …. lalu orang yang MEMFITNAH dilemparkan ke NERAKA ***) betapa RUGI ibadah PUASA, SHALAT, dan ZAKATnya….. tak berguna …. BANGKRUT/ RUGI BESAR ————————— Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim) ——————————- Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya) : “Barangsiapa yang memiliki kesalahan dengan saudaranya maka hendaklah diselesaikan sekarang, karena sesungguhnya di sana (di akhirat) tiada lagi harta untuk membayar, (yang ada hanyalah) diambil kebaikan yang ada padanya, kalau dia tidak mempunyai kebaikan, diambil keburukan orang itu lalu diletakkan ke atasnya.” (Hadits Riwayat Bukhari) ———————— Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” ….. Mereka menjawab : “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” ….. Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala SHALAT, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522) …………… | EP Artikel-Edy Gojira

SHALAT …. hanya dapat PAYAH dan LETIH !!!?? …..apa SEBABnya ??? ——————————- >> maka ….DIRIKAN-lah SHOLAT {Al Baqarah:3 } …. bukan hanya mengerjakan SHALAT … ” tapi” …. NIAT-nya {“tidak riya”} dan lihat “GUNA/imbas”-nya setelah shalat…. masih MAKSIAT/KEJI/Munkar ?? ………………… Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad). ………………………….. Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Akan datang pada manusia (umat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya SHALAT, padahal mereka sebenarnya TIDAK shalat.” (HR Ahmad} ………………………….. Rasulullah menyatakan, ”Berapa BANYAK ORANG yang SHALAT, keuntungan yang diperoleh hanyalah PAYAH dan LETIH.” (HR Ibnu Majah). ……………………………. SUDAH “mengerjakan” SHALAT ….. tapi … masih CELAKA {Al Maa’uun:4} —————————— ﴾ Al Baqarah:3 ﴿……. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang MENDIRIKAN {dan mereka mendirikan/ وَيُقِيمُونَ} SHALAT, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. ﴾ Al Baqarah:43 ﴿……… Dan DIRIKANLAH {dan dirikan olehmu/ وَأَقِيمُوا۟} SHALAT, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. ﴾ Al Baqarah:110 ﴿……….. Dan DIRIKANLAH {وَأَقِيمُوا۟} SHALAT dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. ……………………….. ﴾ Al Maa’uun:1 ﴿ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? ﴾ Al Maa’uun:2 ﴿ Itulah orang yang menghardik anak yatim, ﴾ Al Maa’uun:3 ﴿ dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. ﴾ Al Maa’uun:4 ﴿ Maka keCELAKAanlah {فَوَيْلٌ} bagi orang-orang yang shalat, ﴾ Al Maa’uun:5 ﴿ (yaitu) orang-orang yang LALAI {سَاهُونَ} dari shalatnya, ﴾ Al Maa’uun:6 ﴿ orang-orang yang berbuat riya {يُرَآءُونَ}, ﴾ Al Maa’uun:7 ﴿ dan mereka enggan {وَيَمْنَعُونَ} menolong {memberi PERTOLONGAN/ ٱلْمَاعُونَ) ………………… Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad). …………………………………….. orang ISLAM …. yang “BANGKRUT” di AKHIRAT ….. MENGAPA?? … sudah “susah-susah” PUASA … sudah “susah-susah” SHALAT … sudah “susah-susah” ZAKAT *) {TETAPI} …. TIDAK BISA menjaga ‘NAFSU (…. egois/ ingin menang sendiri/ ingin BENAR sendiri … lalu MENUDUH/ MEMFITNAH manusia lain…. ) dari MULUTnya’ **) KEBAIKANnya diambil …..setelah ….. sudah HABIS KEBAIKANnya, KEBURUKAN mansuia yang diFITNAH diletakkan di PUNDAKnya …. lalu orang yang MEMFITNAH dilemparkan ke NERAKA ***) betapa RUGI ibadah PUASA, SHALAT, dan ZAKATnya….. tak berguna …. BANGKRUT/ RUGI BESAR ————————— Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim) ——————————- Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya) : “Barangsiapa yang memiliki kesalahan dengan saudaranya maka hendaklah diselesaikan sekarang, karena sesungguhnya di sana (di akhirat) tiada lagi harta untuk membayar, (yang ada hanyalah) diambil kebaikan yang ada padanya, kalau dia tidak mempunyai kebaikan, diambil keburukan orang itu lalu diletakkan ke atasnya.” (Hadits Riwayat Bukhari) ———————— Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” ….. Mereka menjawab : “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” ….. Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala SHALAT, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522) ……………

SHALAT …. hanya dapat PAYAH dan LETIH !!!?? …..apa SEBABnya ???
——————————-
>> maka ….DIRIKAN-lah SHOLAT {Al Baqarah:3 } …. bukan hanya mengerjakan SHALAT … ” tapi” …. NIAT-nya {“tidak riya”} dan lihat “GUNA/imbas”-nya setelah shalat…. masih MAKSIAT/KEJI/Munkar ??
…………………
Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad).
…………………………..
Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Akan datang pada manusia (umat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya SHALAT, padahal mereka sebenarnya TIDAK shalat.” (HR Ahmad}
…………………………..
Rasulullah menyatakan, ”Berapa BANYAK ORANG yang SHALAT, keuntungan yang diperoleh hanyalah PAYAH dan LETIH.” (HR Ibnu Majah).
…………………………….
SUDAH “mengerjakan” SHALAT ….. tapi … masih CELAKA {Al Maa’uun:4} …. apa sebabnya ???
—————————–
jangan asal shalat 1
————————
﴾ Al Baqarah:3 ﴿…….
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang MENDIRIKAN {dan mereka mendirikan/ وَيُقِيمُونَ} SHALAT, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
﴾ Al Baqarah:43 ﴿………
Dan DIRIKANLAH {dan dirikan olehmu/ وَأَقِيمُوا۟} SHALAT, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.
﴾ Al Baqarah:110 ﴿………..
Dan DIRIKANLAH {وَأَقِيمُوا۟} SHALAT dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
………………………..
shalat celaka 1

﴾ Al Maa’uun:1 ﴿
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
﴾ Al Maa’uun:2 ﴿
Itulah orang yang menghardik anak yatim,
﴾ Al Maa’uun:3 ﴿
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
﴾ Al Maa’uun:4 ﴿
Maka keCELAKAanlah {فَوَيْلٌ} bagi orang-orang yang shalat,
﴾ Al Maa’uun:5 ﴿
(yaitu) orang-orang yang LALAI {سَاهُونَ} dari shalatnya,
﴾ Al Maa’uun:6 ﴿
orang-orang yang berbuat riya {يُرَآءُونَ},
﴾ Al Maa’uun:7 ﴿
dan mereka enggan {وَيَمْنَعُونَ} menolong {memberi PERTOLONGAN/ ٱلْمَاعُونَ)
…………………
Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad).
……………………………………..
orang bankrut

orang ISLAM …. yang “BANGKRUT” di AKHIRAT ….. MENGAPA??

… sudah “susah-susah” PUASA
… sudah “susah-susah” SHALAT
… sudah “susah-susah” ZAKAT

*) {TETAPI} …. TIDAK BISA menjaga ‘NAFSU (…. egois/ ingin menang sendiri/ ingin BENAR sendiri … lalu MENUDUH/ MEMFITNAH manusia lain…. ) dari MULUTnya’

**) KEBAIKANnya diambil …..setelah ….. sudah HABIS KEBAIKANnya, KEBURUKAN mansuia yang diFITNAH diletakkan di PUNDAKnya …. lalu orang yang MEMFITNAH dilemparkan ke NERAKA

***) betapa RUGI ibadah PUASA, SHALAT, dan ZAKATnya….. tak berguna …. BANGKRUT/ RUGI BESAR
—————————

Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam lalu berkata,

“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim)
——————————-

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya) :

“Barangsiapa yang memiliki kesalahan dengan saudaranya maka hendaklah diselesaikan sekarang, karena sesungguhnya di sana (di akhirat) tiada lagi harta untuk membayar, (yang ada hanyalah) diambil kebaikan yang ada padanya, kalau dia tidak mempunyai kebaikan, diambil keburukan orang itu lalu diletakkan ke atasnya.” (Hadits Riwayat Bukhari)
————————

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” …..

Mereka menjawab : “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” …..

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala SHALAT, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522)
……………

﴾ Al Baqarah:177 ﴿
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat (=SHALAT) itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

iman amal 3

kebaikan itu bukan hanya …. menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat “mengerjakan” SHALAT) ….. tetapi ada 10 (nilai tertinggi seorang manusia)

1) beriman kepada Allah,
2) beriman hari kemudian,
3) beriman malaikat-malaikat,
4) beriman kitab-kitab,
5) beriman nabi-nabi
6) memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
7) MENDIRIKAN { وَأَقَامَ} SHALAT { ٱلصَّلَوٰةَ},
8) menunaikan zakat;
9) orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan
10) orang-orang yang sabar dalam ke-SEMPIT-an, pen-DERITA-an dan dalam pe-PERANG-an.

Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
================================

Pengertian/Definisi/Ta’rif Shalat

Shalat secara bahasa/lughoh/etimologi adalah doa sedangkan secara istilah/syari’ah/ terminologi adalah suatu pekerjaan yang dimulai dengan takbir (takbiratul ihram) diakhiri dengan salam.

Para ahli fiqh mengartikan shalat secara lahir dan hakiki sebagai berikut :

  1. Menurut Sidi Gazalba : secara lahiriah shalat berarti ‘beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.
  2. Menurut Hasbi Asy-syidiqi : secara hakiki shalat ialah berhadapan hati, jiwa dan raga kepada Allah, secara yang mendatangkan rasa takut kepadaNya atau mendhahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan perbuatan.
  3. Menurut Imam Basyahri Assayuthi : shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa shalat adalah suatu pekerjaan yang diperintahkan oleh Allah terhadap hambanya yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Syarat Shalat

  1. Beragama islam.
  2. Sudah baligh dan berakal.
  3. Suci dari hadats baik hadats kecil maupun besar.
  4. Suci seluruh anggota badan pakaian dan tempat.
  5. Menutup aurat.
  6. Masuk waktu yang telah ditentukan.
  7. Menghadap kiblat.
  8. Mengetahui mana rukun wajib dan sunah.

Rukun Shalat

Rukun shalat adalah setiap bagian shalat yang apabila ketinggalan salah satunya dengan sengaja atau karena lupa maka shalatnya batal (tidak syah).

  1. Berdiri bagi yang mampu, bila tidak mampu berdiri maka dengan duduk, bila tidak mampu duduk maka dengan berbaring secara miring atau telentang.
  2. Takbiratul Ihram  ketika memulai shalat.
  3. Membaca Al Fatihah.
  4. Rukuk
  5. I’tidal.
  6. Sujud
  7. Bangun dari sujud.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Tuma’ninah dalam setiap rukun
  10. Tasyahud Akhir.
  11. Duduk Tasyahud Akhir.
  12. Shalawat atas Nabi pada Tasyahud Akhir.
  13. Tertib pada setiap rukun.
  14. Salam

Yang Membatalkan Shalat

  1. Berhadats
  2. Terkena Najis yang tidak dimaafkan.
  3. Berkata-kata dengan sengaja diluar bacaan shalat.
  4. Terbuka auratnya.
  5. Mengubah niat misalnya ingin memutuskan shalat (niat berhenti shalat) atau menggantungkan niat shalat contoh kalau ada orang datang barangkali mau mengambil sandal saya maka nanti saya akan berhenti.
  6. Makan atau /minum walau sedikit.
  7. Bergerak tiga kali berturut-turut, di luar gerakan shalat.
  8. Membelakangi kiblat.
  9. Menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti menambah rukuk, sujud atau lainnya dengan sengaja.
  10. Tertawa terbahak-bahak
  11. Mendahului Imam dua rukun.
  12. Murtad atau keluar dari Islam.

=====================
Dalil Shalat
====================

Dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik dalam Alquran maupun dalam Hadits nabi Muhammad SAW.

Dalil Ayat-ayat Alquran yang mewajibkan shalat antara lain yang artinya berbunyi :

“Dan dirikanlah Shalat, dan keluarkanlah Zakat, dan ruku’lah bersama-sama orang yang ruku” (QS.Al Baqarah : 43)

“Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah perbuatan yang jahat dan mungkar” (QS. Al-Ankabut : 45)

Perintah shalat ini hendaklah ditanamkan dalam hati dan jiwa kita sebagai orang Islam dan anak-anak kita dengan cara pendidikan yang cermat, dan dilakukan sejak kecil sebagaimana tersebut dalam hadits Nabi Muhammad SAW :

“Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat di waktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukulah (kalau mereka enggan melasanakan shalat) di waktu usia mereka meningkat sepuluh tahun”. (HR.Abu Dawud).

Perlu kami sampaikan bahwa gerakan–gerakan shalat adalah gerakan paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sisi medis, shalat adalah gudangnya obat dari berbagai macam penyakit. Sehingga pantas kalau ada orang mengatakan bahwa shalat itu sebagai media olah raga yang bersifat jasmani dan rohani. Pendapat ini bisa diterima karena semua gerakan shalat itu mengandung unsur kesehatan. Dan jika seseorang mengalami gangguan penyakit atau kondisinya kurang sehat, maka tidak dapat melakukan shalat dengan baik dan benar. Dengan demikian apabila shalat itu dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara menyeluruh baik pisik maupun psikis. Hal ini telah dilakukan penelitian oleh dokter A. Saboe. Dia adalah seorang dokter muslim yang taat yang ingin membuktikan kebenaran ajaran Islam, khususnya masalah gerakan shalat dari awal hingga akhir. Dalam bahasa orang awam pati-patiya di perintah oleh Allah SWT, shalat pasti ada manfaatnya.

Berikut Ini Fakta Manfaat Gerakan Shalat Untuk Kesehatan Fisik Adalah :

1.Takbiratul Ihram.

Posisi: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

2. Ruku.

Posisi: Ruku yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Manfaat: Posisi ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot – otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, ruku merupakan wahana latihan bagi kemih untuk mencegah gangguan prostat.

Menghindarkan diri dari berbagai penyakit tulang belakang, seperti :

  • Acute Lumbargo ; sengal (rasa sakit) pinggang mendadak.
  • Cronic Recurant ; sengal (rasa sakit) pinggang menahun.
  • Spondilosis ; tergelincirnya ruas tulang belakang.3.I’tidal.

Posisi: Bangun dari ruku, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

Manfaat: Itidal adalah variasi Posisi setelah ruku dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

4.Sujud.

Posisi: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Karena otak adalah pusat susunan syaraf, maka terpenuhi atau tidaknya kebutuhan darah di otak akan banyak berpengaruh terhadap seluruh tubuh. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa – gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

5.Duduk.

Posisi: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy ( tahiyyat awal ) dan tawarruk ( tahiyyat akhir ). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih ( urethra ), kelenjar kelamin pria ( prostata ) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, Posisi irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ – organ gerak kita.

6.Salam.

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.

Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
————————————–

Manfaat Shalat Terhadap Mental Bagi Pelaku Shalat Adalah :

  1. Mendidik manusia agar taat kepada pimpinan yang memberi komando, karena setelah mendengar adzan dikumandangkan, kita disunnahkan bersegera menuju masjid / mushalla untuk menunaikan shalat berjamaah.
  2. Mendidik manusia agar memiliki kedislipinan yang tinggi dalam melaksanakan tugas yang dipikulkan kepadanya, karena shalat telah diaturkan waktunya secara jelas.
  3. Mendidik manusia untuk memiliki sikap optimis dalam menyongsong masa depan, karena inti ibadah itu adalah doa, yaitu harapan atau permohonan kepada Allah SWT yang mengatur segala-galanya.
  4. Menentramkan jiwa, karena dengan shalat seseorang akan merasa senantiasa dekat dengan Allah. Hal ini dapat dipahami karena dengan shalat berarti berdzikir, sedangkan berdzikir kepada Allah akan membuahkan ketentraman hati. Sebagaimana firman Allah :”Ketahuilah hanya dengan berdzikir kepada Allah hati akan tentram”.(Q.S.Ar Ro’du : 28).
  5. Mendorong manusia berani menghadapi problematika kehidupan dengan hati sabar dan tabah. Semua problematika kehidupan dihadapi dan disadarinya sebagai ujian dari Allah yang perlu diterima untuk menguji mentalnya, serta iman dan takwanya.
  6. Mendidik manusia agar bersikap sportif dan gentleman untuk mengakui kesalahan dan dosanya, karena dengan shalat merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memohon ampunan kepada Allah swt. atas segala kesalahan dan dosa-dosanya yang telah dilakukan.
  7. Menghindarkan manusia dari berbuat keji dan munkar (jahat). Jika shalat dilakukan dengan sepenuh hati, dengan sikap tunduk dan tawadlu’ (rendah hati) serta hati yang patuh, maka akan mendorong pelakunya untuk membentengi dirinya dari perbuatan buruk dan jahat. Firman Allah swt. :”Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah diri dari perbuatan keji (buruk) dan munkar (jahat)”(Q.S. Ankabut : 45)

berbagai sumber

wallahua’lam

Views All Time
Views All Time
872
Views Today
Views Today
1
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

4 Comments on SHALAT …. hanya dapat PAYAH dan LETIH !!!?? …..apa SEBABnya ??? ——————————- >> maka ….DIRIKAN-lah SHOLAT {Al Baqarah:3 } …. bukan hanya mengerjakan SHALAT … ” tapi” …. NIAT-nya {“tidak riya”} dan lihat “GUNA/imbas”-nya setelah shalat…. masih MAKSIAT/KEJI/Munkar ?? ………………… Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad). ………………………….. Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Akan datang pada manusia (umat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya SHALAT, padahal mereka sebenarnya TIDAK shalat.” (HR Ahmad} ………………………….. Rasulullah menyatakan, ”Berapa BANYAK ORANG yang SHALAT, keuntungan yang diperoleh hanyalah PAYAH dan LETIH.” (HR Ibnu Majah). ……………………………. SUDAH “mengerjakan” SHALAT ….. tapi … masih CELAKA {Al Maa’uun:4} —————————— ﴾ Al Baqarah:3 ﴿……. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang MENDIRIKAN {dan mereka mendirikan/ وَيُقِيمُونَ} SHALAT, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. ﴾ Al Baqarah:43 ﴿……… Dan DIRIKANLAH {dan dirikan olehmu/ وَأَقِيمُوا۟} SHALAT, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. ﴾ Al Baqarah:110 ﴿……….. Dan DIRIKANLAH {وَأَقِيمُوا۟} SHALAT dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. ……………………….. ﴾ Al Maa’uun:1 ﴿ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? ﴾ Al Maa’uun:2 ﴿ Itulah orang yang menghardik anak yatim, ﴾ Al Maa’uun:3 ﴿ dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. ﴾ Al Maa’uun:4 ﴿ Maka keCELAKAanlah {فَوَيْلٌ} bagi orang-orang yang shalat, ﴾ Al Maa’uun:5 ﴿ (yaitu) orang-orang yang LALAI {سَاهُونَ} dari shalatnya, ﴾ Al Maa’uun:6 ﴿ orang-orang yang berbuat riya {يُرَآءُونَ}, ﴾ Al Maa’uun:7 ﴿ dan mereka enggan {وَيَمْنَعُونَ} menolong {memberi PERTOLONGAN/ ٱلْمَاعُونَ) ………………… Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad). …………………………………….. orang ISLAM …. yang “BANGKRUT” di AKHIRAT ….. MENGAPA?? … sudah “susah-susah” PUASA … sudah “susah-susah” SHALAT … sudah “susah-susah” ZAKAT *) {TETAPI} …. TIDAK BISA menjaga ‘NAFSU (…. egois/ ingin menang sendiri/ ingin BENAR sendiri … lalu MENUDUH/ MEMFITNAH manusia lain…. ) dari MULUTnya’ **) KEBAIKANnya diambil …..setelah ….. sudah HABIS KEBAIKANnya, KEBURUKAN mansuia yang diFITNAH diletakkan di PUNDAKnya …. lalu orang yang MEMFITNAH dilemparkan ke NERAKA ***) betapa RUGI ibadah PUASA, SHALAT, dan ZAKATnya….. tak berguna …. BANGKRUT/ RUGI BESAR ————————— Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim) ——————————- Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya) : “Barangsiapa yang memiliki kesalahan dengan saudaranya maka hendaklah diselesaikan sekarang, karena sesungguhnya di sana (di akhirat) tiada lagi harta untuk membayar, (yang ada hanyalah) diambil kebaikan yang ada padanya, kalau dia tidak mempunyai kebaikan, diambil keburukan orang itu lalu diletakkan ke atasnya.” (Hadits Riwayat Bukhari) ———————— Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” ….. Mereka menjawab : “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” ….. Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala SHALAT, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522) ……………

  1. Mereka menjawab : “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.”

    Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala SHALAT, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522)

  2. jangan sudah shalat TAPI malah semakin JAUH dari Allah ….masih berbuat KEJI {akhlak BURUK} dan MUNKAR .. apa itu KEJI dan MUNKAR?? .. ————
    Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur’an) dan DIRIKANlah SHALAT. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan fahsya’ {KEJI/buruk} dan MUNKAR. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45)
    ————————–—–
    perbuatan KEJI dari bahasa Arab yakni fakhisyah (فاخشة), menurut bahasa artinya perbuatan atau kejahatan yan menimbulkan aib besar, sedangkan menurut istilah, keji ialah suatu perbuatan yang melanggar susila.
    …………..
    perbuatan MUNKAR ialah sesuatu yang disyariat mengingkarinya, karena bertentangan dengan fitrah dan maslahah. Munkar secara bahasa berarti tidak terkenali atau asing, karena diakui buruk. Al-Quran menekankan kepada Nabi dan kaum muslimin agar terus menerus untuk menyuruh kepada perbuatan yang ma’ruf {baik}dan mencegah yang munkar.
    ———-
    >> maka ….DIRIKAN-lah SHOLAT {Al Baqarah:3 } …. bukan hanya mengerjakan SHALAT … ” tapi” …. NIAT-nya {“tidak riya”} dan lihat “GUNA/imbas”-nya setelah shalat… apakah masih banyak amal KEJI dan MUNKAR !!!!
    …………………
    Rasulullah menegaskan, ”Barang siapa yang SHALATnya TIDAK dapat MENCEGAH perbuatan KEJI dan MUNKAR, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin JAUH dari Allah.” (HR Ali Ibnu Ma’bad).
    ————————–————–
    Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Akan datang pada manusia (umat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya SHALAT, padahal mereka sebenarnya TIDAK shalat.” (HR Ahmad}
    …………………………..
    Rasulullah menyatakan, ”Berapa BANYAK ORANG yang SHALAT, keuntungan yang diperoleh hanyalah PAYAH dan LETIH.” (HR Ibnu Majah).
    …………………………….
    ﴾ Al Baqarah:3 ﴿
    (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang MENDIRIKAN {dan mereka mendirikan/ وَيُقِيمُونَ} SHALAT, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
    ﴾ Al Baqarah:43 ﴿
    Dan DIRIKANLAH {dan dirikan olehmu/ وَأَقِيمُوا۟} SHALAT, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.
    ﴾ Al Baqarah:110 ﴿
    Dan DIRIKANLAH {وَأَقِيمُوا۟} SHALAT dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
    ………………………..
    ﴾ Al Maa’uun:1 ﴿
    Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
    ﴾ Al Maa’uun:2 ﴿
    Itulah orang yang menghardik anak yatim,
    ﴾ Al Maa’uun:3 ﴿
    dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
    ﴾ Al Maa’uun:4 ﴿
    Maka keCELAKAanlah {فَوَيْلٌ} bagi orang-orang yang shalat,
    ﴾ Al Maa’uun:5 ﴿

  3. Najis Yang Dimaafkan Dan Tidak Berpengaruh Pada Sholat
    Seseorang yang hendak melaksanakan sholat seharusnya terlebih dahulu ia memastikan bahwa dirinya, beserta pakaiannya dan tempatnya dimana ia bersembahyang (melaksanakan sholat) suci dari najis. Jika ada kotoran pada hal-hal yang disebutkan tersebut, maka hendaklah ia dibersihkan terlebih dahulu sehingga hal tersebut (yang terkena najis) menjadi suci. Karena salah satu syarat sah-nya shalat kita itu adalah suci (tubuh, pakaian serta tempat dimana kita melaksanakan shalat itu). Sebagaimana firman Allah SWT :
    {“ Dan pakaianmu, (maka hendaklah engkau) bersihkan “} (Surah al-Muddatstsir: 4)
    Persyaratan suci dari najis yakni ketika/ pada saat kita melaksanakan sholat, ini juga berdasarkan hadits yang mana telah diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra.’, bahwa Baginda Rasul Muhammad SAW bersabda :
    {“ Jika datang bulan ‘darah ha-id’, maka tinggalkanlah sholat, dan jika (kalian muslimah) telah berlalu/ selesai (masa) ‘ha-id’ itu maka bersihkanlah (darah ha-id) tersebut dari dirimu dan dirikanlah (segera) sholat “} (Hadits riwayat : Al-Bukhari)
    Dari hadits di atas ini, jelas sekali bahwasanya tidak sah sholat seseorang tersebut (sholat kita) jika masih terdapat najis dari tubuhnya atau pakaian atau tempatnya dimana ia melaksanakan sholat itu. Namun jika hal najis itu adalah merupakan ‘najis yang dimaafkan’, maka sholat kita adalah sah hukumnya, meskipun kita tidak menghilangkan najis dan menyucikan tempat yang terkena najis tersebut terlebih dahulu.
    Oleh karena itu, untuk lebih memudahkan dalam melaksanakan ibadah sholat kepada Allah SWT (khususnya perihal najis ini), maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui hal–hal apa saja yang di kategorikan sebagai najis yang dimaafkan tersebut. Apakah hal ini termasuk Najis yang dimaafkan ?
    Menurut para ulama yang bermadzhab “Asy-Syafi’i”, secara metode umum yang dapat menjadi rujukan dalam meng-identifikasi perihal najis-najis apa saja yang dimaafkan itu adalah seperti halnya sesuatu yang susah untuk dihindari dari kita. Berikut ini adalah sebagian contoh najis-najis yang dimaafkan :
    Yang Pertama
    Najis yang tidak nampak secara kasat mata (pandangan mata kasar kita), Seperti contoh : darah yang terlalu sedikit, percikan air seni yang terpercik entah itu pada tubuh kita, pakaian kita atau tempat sholat kita yang secara kasat mata tidak nampak.
    Yang Kedua
    Najis yang sedikit seperti halnya : darah nyamuk, darah kutu yang tidak mengalir. Begitu juga dengan darah yang keluar dari luka kecil kita, darah dari bisul, jerawat kecil, atau nanah pada tubuh kita, pakaian atau tempat dimana ia melaksanakan sholat yang bukan disebabkan oleh perbuatannya sendiri.
    Artinya, jika darah tersebut keluar disebabkan oleh perbuatan kita sendiri, seperti misalnya membunuh nyamuk yang ada pada bajunya atau memijit lukanya atau jerawat sampai mengeluarkan darah, maka hal tersebut hukumnya tetap najis (bukan termasuk najis yang dimaafkan).
    Sedangkan untuk darah atau nanah yang keluar dari luka yang banyak, maka hal ini termasuk najis yang dimaafkan, tapi tentunya dengan syarat-syarat sebagai berikut :
    • Darah atau nanah tersebut merupakan darah / nanah dari orang itu sendiri.
    • Darah atau nanah yang keluar itu bukan karena perbuatannya atau hal yang disengaja.
    • Darah atau nanah yang keluar itu tidak mengalir dari tempatnya.
    Yang Ketiga
    Darah Ajnabi (bukan mahram) yaitu darah orang lain yang terkena pada tubuh kita, atau pada kain atau pada tempat sholat kita dengan syarat darah hanya sedikit dan hal ini akan dimaafkan (najisnya), asalkan bukan dari najis mughallazhah (najis berat) yakni : darah anjing dan babi. Jika hal itu berasal dari keduanya (anjing dan babi) atau berasal dari salah satu diantara keduanya, maka najis itu tidak dimaafkan (meskipun hanya sedikit).
    Yang Keempat
    Darah yang hanya sedikit keluar dari hidung atau darah yang keluar dari bagian-bagian tubuh seperti misalnya : mata, telinga dan lain jenisnya. (artinya selain dari tempat keluarnya kotoran ‘buang hajat/ air besar’).
    Jika darah yang keluar itu dari hidung kita, sebelum kita melaksanakan sholat dan terus menerus hidung kita mengeluarkan darah, khusus dalam hal ini jika terjadi pendarahan terus-menerus maka diharapkan untuk berhenti (tidak melaksanakan sholat) dengan syarat kondisi waktu sholat yang masih panjang, (sebaiknya harus ditunggu dulu). Artinya hendaklah kita membersihkan dahulu darah tersebut, kemudian menyumbatnya dengan kapas atau kain atau jenis yang lainnya.
    Yang Kelima
    Darah yang keluar dari gigi/ gusi kita, bila tercampur dengan air ludah sendiri maka sholatnya tetap sah, dalam artian selama dia tidak menelan air ludahnya yang tercampur darah itu dengan sengaja (ketika di dalam melaksanakan sholat).
    Yang Keenam
    Di tanah atau tempat-tempat umum atau jalan-raya atau yang sejenisnya, dimana tempat tersebut memang diyakini kenajisannya, dengan syarat di tempat itu najisnya tidak jelas dan kita sudah berusaha untuk menghindari agar tidak terkena najis dari tempat tersebut. Maka hal ini akan dimaafkan.

    *Harap diperhatikan :
    Sesungguhnya dasar untuk menentukan sedikit atau banyaknya yang dimaksudkan dalam perihal najis itu adalah mengacu pada adat kebiasaan kita, artinya Jika ada keraguan darah tersebut banyak atau darah itu sedikit, maka dihukumkan sedikit dan insyaallah akan dimaafkan.
    Ketahuilah bahwa sesungguhnya Islam itu adalah agama yang mengutamakan kebersihan. Karena kita sebagai umat Islam diperintahkan oleh Allah SWT untuk memelihara diri dari segala kotoran sehingga diri ini menjadi suci dari najis-najis.
    Islam juga adalah agama yang tidak membebani bagi umatnya dengan berbagai kesulitan. Seperti halnya : pengecualian terhadap najis yang dimaafkan tersebut dimana tidak mempengaruhi keabsahan sholat kita, dikarenakan kesulitan menghilangkannya atau menghindari terkena najis.

    Wallahua’lam !

  4. Najis Yang Tidak Dimaafkan

    Suci dari najis yang tidak dimaafkan merupakan salah satu syarat dalam mengerjakan shalat. Apabila najis tersebut menempel pada tubuh atau pakaian atau bahkan mungkin di tempat shalat kita dan terbawa shalat, maka shalatnya belum sah dan shalat tersebut harus diulang kembali. Sehingga sholat kita menjadi sah.

    Nah, di bawah ini adalah beberapa najis yang merupakan kategori najis yang tidak dimaafkan.

    1. Kotoran
    Yang di maksud kotoran di sini adalah kotoran manusia dan kotoran hewan. Kedua kotoran tersebut sama saja. Adapun lemak yang terletak di dalam usus hewan ( misal : kerbau dan sapi dan lain lain ) maka dia suci. Meski pun posisi lemak tersebut terletak di daerah yang dilalui keluarnya kotoran.
    Untuk cairan hitam tinta yang keluar dari hewan cumi-cumi, maka cairan hita tersebut dihukumi najis, hal ini karena cairan tersebut merupakan kotoran yang keluar dari usus hewan cumi cumi.

    2. Air kencing
    Meski air kencing itu keluar dari hewan yang suci dan bisa dimanakan seperti ikan, air kencing ikan tersebut tetaplah najis. Sedangkan air seni para nabi merupakan pengecualian dan tidak najis. Sedangkan untuk batu yang keluar saat kencing, maka batu tersebut bisa dikatakan suci ataupun najis tergantung para ahli/dokter. Apabila ternyata batu tersebut terbentuk dari bahan-bahan najis, maka batu tersebut najislah hukumnya. Dan jika tidak terbuat dari bahan bahan yang najis, maka sucilah batu tersebut.

    3. Darah dan Nanah
    Darah yang terdapat pada daging atau tulang maka akan menjadi najis jika terkena air, kecuali kumpulan darah yang sifatnya tidak mengalir atau membeku seperti hati, limpa dan mudghoh. Begitu juga darah beku tersebut berasal dari bangkai hewan, maka tidaklah najis. Adapun air mani dan air susu ibu yang warnanya berubah menjadi warna darah, maka dia tidak najis.

    4. Muntah
    Muntahan yang keluar dari usus adalah dihukumi kotoran, meskipun muntahan itu dikeluarkan dari usus hewan. Sehingga muntah semacam itu termasuk najis. Berbeda dengan kotoran yang keluar dari dada dan rongga kepala misal dahak maka kotoran tersebut tidak lah najis. Begitu juga muntahan burung walet yang membuat sarangnya dari unsur-unsur yang ada di laut, maka sarang tersebut tetap suci.

    5. Ara k
    Maksudnya dari arak di sini yaitu segala sesuatu yang memabukkan walaupun bahan pembuatannya terbuat dari bahan yang suci seperti anggur, kurma, beras dan lain sebagainya.

    6. Anjing dan Babi
    Anjing ataupun babi serta turunannya walaupun anaknya merupakan persilangan antara keduanya, maka dia tetap hukumnya najis.

    7. Bangkai
    Bangkai hewan dihukumi najis, termasuk tulang, bulu, kuku, kulit dan tanduk. Sedangkan bangkai manusia, ikan, belalang serta hewan yang matinya melalui proses penyembelihan dapat dimakan adalah suci. Adapun bagian tubuh hewan yang terpisah namun hewan tersebut masih hidup, seperti bulu hewan yang rontok, maka hukumnya sama saja dengan bangkai, kecuali bagian tubuh tersebut berasal dari manusia, ikan dan belalang dan hewan yang bisa dimakan, maka hukumnya tidak najis.

    Okee, cukup sekian ilmu yang dapat kami sampaikan. Semoga apa yang kami tuliskan di atas dapat menjadi ilmu yang bermanfaat dalam kehidupan sehari hari kita. Serta dapat menjadi ilmu yang bisa mengantarkan kita ke dalam setiap kebaikan .

Leave a Reply