Loading
MENYESAL setelah MATI ??? …… apa GUNAnya ??? ………… MATI lalu diSIKSA di BARZAKH …. di AKhirat di NERAKA??? ……………………………………….. penyesalan-penyesalan MANUSIA di akhirat sebagai akibat dari amalan-amalan manusia di dunia 1. Penyesalan orang-orang munafik setelah menyaksikan kemenangan dan kejayaan orang-orang beriman: “Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).” [Surat 4 An-Nisa’, ayat 73] ………………. 2. Penyesalan orang yang menyekutukan Allah setelah menyaksikan kerugiannya: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.” [Surat 18 Al-Kahfi, ayat 42]…………………….. 3. Penyesalan orang yang menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” [Surat 25 Al-Furqon, ayat 27]………. 4. Penyesalan orang yang salah dalam memilih sahabat sehingga menjadikannya menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti: “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).”[Surat 25 Al-Furqon, ayat 28]…………………………. 5. Penyesalan orang menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya pada hari kiamat nanti karena amal buruknya ketika di dunia: “Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” [Surat 69 Al-Haqqoh, ayat 25]………. 6. Penyesalan orang kafir pada hari kiamat nanti karena dibakar di neraka selamanya: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” [Surat 78 An-Naba’, ayat 40]……………………. 7. Penyesalan pada hari kiamat karena kurang dalam beramal kebaikan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” [Surat 89 Al-Fajr, ayat 24]……………………………………. 8. Penyesalan ahli neraka: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” [Surat 6 Al-An’am, ayat 27]………………………….. 9. Penyesalan karena tidak taat kepada Allah dan RasulNya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” [Surat 33 Al-Ahzab, ayat 66]………………………… Semuanya adalah harapan dan penyesalan yang telah terlambat pada saat itu..! ————————- Saat ini, ketika kita masih di dunia dan ketika jiwa di kandung badan, kita masih bisa memperbaikinya.. Masih ada waktu dan kesempatan untuk menjadi orang baik dan menutup umur dengan yang terbaik, husnul khotimah..—————– Sesal dahulu pendapatan, sesal setelah MATI …. tiada guna.. …………………………………….. | EP Artikel-Edy Gojira

MENYESAL setelah MATI ??? …… apa GUNAnya ??? ………… MATI lalu diSIKSA di BARZAKH …. di AKhirat di NERAKA??? ……………………………………….. penyesalan-penyesalan MANUSIA di akhirat sebagai akibat dari amalan-amalan manusia di dunia 1. Penyesalan orang-orang munafik setelah menyaksikan kemenangan dan kejayaan orang-orang beriman: “Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).” [Surat 4 An-Nisa’, ayat 73] ................... 2. Penyesalan orang yang menyekutukan Allah setelah menyaksikan kerugiannya: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.” [Surat 18 Al-Kahfi, ayat 42].......................... 3. Penyesalan orang yang menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” [Surat 25 Al-Furqon, ayat 27].......... 4. Penyesalan orang yang salah dalam memilih sahabat sehingga menjadikannya menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti: “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).”[Surat 25 Al-Furqon, ayat 28]............................... 5. Penyesalan orang menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya pada hari kiamat nanti karena amal buruknya ketika di dunia: “Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” [Surat 69 Al-Haqqoh, ayat 25].......... 6. Penyesalan orang kafir pada hari kiamat nanti karena dibakar di neraka selamanya: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” [Surat 78 An-Naba’, ayat 40]......................... 7. Penyesalan pada hari kiamat karena kurang dalam beramal kebaikan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” [Surat 89 Al-Fajr, ayat 24]........................................... 8. Penyesalan ahli neraka: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” [Surat 6 Al-An’am, ayat 27]................................ 9. Penyesalan karena tidak taat kepada Allah dan RasulNya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” [Surat 33 Al-Ahzab, ayat 66].............................. Semuanya adalah harapan dan penyesalan yang telah terlambat pada saat itu..! ------------------------- Saat ini, ketika kita masih di dunia dan ketika jiwa di kandung badan, kita masih bisa memperbaikinya.. Masih ada waktu dan kesempatan untuk menjadi orang baik dan menutup umur dengan yang terbaik, husnul khotimah..----------------- Sesal dahulu pendapatan, sesal setelah MATI …. tiada guna.. ……………………………………..

MENYESAL setelah MATI ??? …… apa GUNAnya ???
………… MATI lalu diSIKSA di BARZAKH …. di AKhirat di NERAKA???
………………………………………..
penyesalan-penyesalan MANUSIA di akhirat sebagai akibat dari amalan-amalan manusia di dunia

1. Penyesalan orang-orang munafik setelah menyaksikan kemenangan dan kejayaan orang-orang beriman:

Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).” [Surat 4 An-Nisa’, ayat 73] ...................

2. Penyesalan orang yang menyekutukan Allah setelah menyaksikan kerugiannya:

“Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.” [Surat 18 Al-Kahfi, ayat 42]..........................

3. Penyesalan orang yang menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad ShallallahuAlaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti:

“Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” [Surat 25 Al-Furqon, ayat 27]..........

4. Penyesalan orang yang salah dalam memilih sahabat sehingga menjadikannya menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad ShallallahuAlaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti:

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).”[Surat 25 Al-Furqon, ayat 28]...............................

5. Penyesalan orang menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya pada hari kiamat nanti karena amal buruknya ketika di dunia:

Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” [Surat 69 Al-Haqqoh, ayat 25]..........

6. Penyesalan orang kafir pada hari kiamat nanti karena dibakar di neraka selamanya:

Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” [Surat 78 An-Naba’, ayat 40].........................

7. Penyesalan pada hari kiamat karena kurang dalam beramal kebaikan:

Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” [Surat 89 Al-Fajr, ayat 24]...........................................

8. Penyesalan ahli neraka:

“Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” [Surat 6 Al-An’am, ayat 27]................................

9. Penyesalan karena tidak taat kepada Allah dan RasulNya Muhammad ShallallahuAlaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam:

“Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” [Surat 33 Al-Ahzab, ayat 66]..............................

Semuanya adalah harapan dan penyesalan yang telah terlambat pada saat itu..!
-------------------------

Saat ini, ketika kita masih di dunia dan ketika jiwa di kandung badan, kita masih bisa memperbaikinya.. Masih ada waktu dan kesempatan untuk menjadi orang baik dan menutup umur dengan yang terbaik, husnul khotimah..-----------------

Sesal dahulu pendapatan, sesal setelah MATI …. tiada guna..
……………………………………..
Allah SWT telah menyediakan suatu tempat di akhirat nanti. Tempat yang saling berlawanan. yang pertama tempat yang begitu nyaman dan bagi mereka yang telah di tetapkan oleh Allah untuk tinggal di situ (SYURGA), mereka tidak akan mau pergi ke tempat yang lain, mereka betah tinggal di tempat itu. Berbeda dengan tempat yang kedua. tempat ini justru yang paling di takutkan oleh umat manusia (NERAKA). Mereka yang tinggal di situ tak akan betah, mereka ingin segera mungkin untuk keluar.
Dua tempat yang berlawanan itu adalah surga dan neraka. Surga tidak perlu di sangsikan lagi, semua yang hidup ingin sekali masuk ke dalamnya dan menikmati fasilitasnya. Berbeda dengan neraka semua makhluk tidak ada yang bercita-cita masuk ke dalamnya, apalagi tinggal di dalamnya.

Al-Qur’an menggambarkan kedua tempat dan ucapan-ucapan penghuni keduanya. Bagi penghuni surga perkataannya begitu bahagia tinggal di situ. Berbeda dengan penghuni neraka, penyesalan-penyesalan yang ada. mereka mengakui akan perbuatan-perbuatan yang buruk semasa hidup di dunia. Mereka para penghuni neraka ingin kembali ke dunia dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.

“Mereka menjawab, ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali lalu kami mengakui (kesalahan) dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” (Qs. Al-Mumin : 11)

“Ya Tuhan kami , keluarkan kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (Qs. Al-Muminun : 107)

Semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang menyesal di neraka sana, tapi menyesal ketika masih di dunia karena pintu tobat masih terbuka lebar selama hayat dikandung badan.
Semoga di akhir hidup tidak dalam keadaan buruk atau Shuul khotimah.

Imam Al-Ghozali mengatakan sesuatu yang paling jauh adalah hari kemarin, karena hari kemarin tidak akan pernah kembali lagi. Dan sesuatu yang paling dekat adalah kematian, karena yang namanya kematian tidak ada yang tahu. Bisa hari ini, besok, atau satu jam kemudian.
selama masih ada waktu mari kita mengadakan perubahan pada diri kita untuk selalu berada pada jalur yang telah di tetapkan oleh Allah dan Rosul-Nya, Nabi Muhammad SAW.
===================================

…………….Nikmat dan Azab Kubur……………
————-
Para salafus shalih dan imam-imam kaum muslimin meyakini bahwa seseorang yang meninggal dunia akan mendapatkan kenikmatan atau siksaan di alam kuburnya. Nikmat atau siksa ini dikenakan pada ruh dan badannya. Mereka meyakini bahwa ruh tetap ada setelah berpisah dari badan. Beriman dengan adanya nikmat dan siksa kubur ini termasuk salah satu pokok keimanan yang ditunjukkan di dalam nas-nas Al-Quran dan As-Sunnah.
—————–
Dalil-dalil Tentang Nikmat dan Siksa Kubur
———————————–
Di antara dalil dari Al-Quran tentang nikmat kubur ialah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim: 27) Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala akan meneguhkan orang-orang beriman ketika mereka ditanya di alam kubur. Setelah itu mereka akan mendapatkan kenikmatan.
—————————————————–
Kemudian dalil dari Al-Quran tentang siksa kubur adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (QS. Ghafir: 45-46)
——————————–
Berkenaan dengan ayat ini, al-Qhurtubi mengatakan, “Jumhur ulama meyakini bahwa hal ini terjadi di alam barzakh. Ia adalah hujjah yang menunjukkan adanya siksa kubur.” Al-Hafidz Ibnu Katsir juga mengatakan, “Ayat ini adalah landasan kuat yang menjadi dasar bagi Ahlussunnah tentang adanya azab di alam kubur.” (Tafsir Ibnu Katsir 7/136)

Adapun dalil dari As-Sunnah tentang nikmat dan siksa kubur sungguh banyak sekali jumlahnya. Di antaranya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap orang dari kalian, ketika telah meninggal, akan ditampakkan tempatnya pada pagi dan petang. Jika tempat yang ditampakkan adalah tempat penduduk surga, ia termasuk penduduk surga. Dan jika tempat yang ditampakkan adalah tempat penduduk neraka, ia termasuk penduduk neraka. Kemudian akan dikatakan kepadanya, “Ini adalah tempatmu, sampai Allah bangkitkan engkau pada hari kiamat.” (HR. al-Bukhari 1379 dan Muslim 2866)

Nabi shallallahu alaih wa sallam juga bersabda, “Seandainya kalian tidak akan mati bergelimpangan, niscaya aku akan berdoa kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian sebagian dari siksa kubur.” (HR. Muslim 2868) Dalil-dalil lain tentang ini masih banyak di dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

Nikmat dan Azab Kubur Akan Dikenakan Pada Ruh dan Jasad
————————————————————-
Ahlussunnah sepakat bahwa nikmat dan siksa kubur menimpa jasad dan ruh. Terkadang ruh diberi nikmat atau siksa dalam keadaan tidak terpisah dari jasad, sehingga nikmat atau siksaan itu terjadi pada keduanya. Dan terkadang, ruh diberi nikmat atau disiksa dalam keadaan terpisah dari jasad, sehingga nikmat atau siksaan itu hanya terjadi pada ruh saja. Keyakinan Ahlussunnah tentang hal ini berbeda dengan keyakinan mereka yang menyatakan bahwa nikmat atau siksa kubur hanya terjadi pada ruh saja, tanpa ada perincian seperti di atas.

Di antara dalil yang menjadi dasar keyakinan Ahlussunnah tersebut ialah sabda Rasulullah shallallahu alaih wa sallam, “Sesungguhnya, jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kuburnya dan ditinggalkan oleh para sahabatnya, dia akan mendengar suara alas kaki mereka dan didatangi oleh dua malaikat. Malaikat itu kemudian mendudukkannya dan berkata, “Apa yang kau katakan tentang orang ini (Muhammad shallallahu alaih wa sallam)?” Jika ia seorang yang beriman, ia akan menjawab, “Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba dan utusan Allah.” Lalu dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempatmu di neraka. Sungguh Allah telah menggantikannya dengan satu tempat di surga.”

Maka ia pun melihat keduanya. Adapun jika ia seorang munafik dan kafir, maka akan ditanyakan kepadanya, “Apa yang engkau katakan tentang orang ini?” Ia menjawab, “Aku tidak tahu. Aku hanya mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka akan dikatakan kepadanya, “Engkau tidak pernah mau tahu dan tidak membaca.” Lantas dipukullah dia dengan pemukul dari besi. Satu pukulan membuatnya berteriak dengan teriakan yang terdengar oleh yang ada didekatnya selain manusia dan jin.”(HR. al-Bukhari 1338)

Dalam riwayat yang lain, setelah menyebutkan tentang keluar dan naiknya ruh orang yang beriman ke langit, beliau bersabda, “Maka dikembalikanlah ruh itu ke dalam jasadnya, lalu datanglah dua malaikat mendudukkannya kemudian bertanya, “Siapa Rabbmu?”(HR. Ahmad 4/287, Abu Dawud 5/75 no. 4753 dan al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/37-38)

Dua hadits ini menunjukkan bahwa nikmat dan azab kubur dikenakan pada ruh dan jasad. Kemudian ada juga sebagian keterangan yang menunjukkan bahwa nikmat dan siksa kubur kadang terjadi pada ruh saja. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini ialah sabda Nabi shallallahu alaih wa sallam, “Ketika saudara-saudara kalian terbunuh pada perang Uhud, Allah menjadikan ruh-ruh mereka di perut burung-burung hijau, yang mendatangi sungai-sungai surga, makan buah-buahannya, dan berlindung di kendil-kendil dari emas yang ada di bawah naunganArsy.” (HR. Ahmad 1/266, al-Hakim dalam al-Mustadrak 2/88) Kesimpulannya, nikmat dan azab kubur terjadi pada ruh dan jasad. Namun pada sebagian keadaan hanya terjadi pada ruh saja.

Bantahan Untuk Para Pengingkar Nikmat dan Azab Kubur
——————————————————–
Orang-orang ateis dan munafik mengingkari nikmat dan azab kubur. Mereka berkata, “Jika kita membongkar kuburan, kita tidak mendapati malaikat yang sedang memukuli orang yang di dalam kubur itu. Kuburan itu juga tidak mengalami perubahan apa-apa. Tidak bertambah panjang atau pendek. Lalu bagaimana bisa kubur itu menjadi taman surga atau lubang neraka?!”

Demikian perkataan yang keluar dari mulut mereka. Ini adalah syubhat/kerancuan yang harus kita terangkan perkaranya kepada umat. Maka jawaban kita terhadap kerancuan ini adalah sebagai berikut:

1. Sesungguhnya keadaan alam barzakh termasuk perkara ghaib yang dikabarkan oleh para nabi sehingga kita harus membenarkannya.
2. Sesungguhnya kenikmatan dan azab di alam kubur bukanlah kenikmatan dan azab di alam dunia yang bisa disaksikan oleh orang-orang yang masih hidup di dunia. Nikmat dan azab alam kubur adalah nikmat dan azab alam akhirat. Apabila Allah menghendaki, Allah akan memperlihatkan nikmat dan azab itu. Maka perkara melihat nikmat dan azab kubur seperti perkara melihat malaikat dan jin. Terkadang Allah memperlihatkannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Kemudian, lihatlah keadaan orang yang tidur di sebuah kamar di atas tempat tidur. Bisa jadi ia bermimpi mengalami siksaan atau kenikmatan, kelapangan atau kesempitan, namun tidak dapat dirasakan atau dilihat oleh orang yang terjaga di sampingnya. Demikian juga kamar atau tempat tidurnya tidak mengalami perubahan sama sekali.

Kesimpulannya, nikmat dan azab kubur adalah salah satu perkara ghaib yang bersandar kepada nas-nas shahih. Tidak ada peluang bagi akal dan pikiran manusia dalam perkara ini. Kemudian, alam kubur itu sudah termasuk ke dalam alam akhirat yang tidak bisa diqiyaskan/dianalogikan dengan alam dunia. Seseorang yang tidak memiliki ilmu tentang sesuatu, tidak mesti berarti bahwa sesuatu itu tidak ada.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah mengatakan, “Negeri itu ada tiga tahapan: negeri dunia, negeri barzakh dan negeri akhirat. Masing-masing negeri tersebut memiliki hukum-hukum khusus yang telah Allah tetapkan. Dan Allah membuat manusia terdiri dari ruh dan badan. Allah menjadikan alam dunia ini untuk badan sedangkan ruh mengikutinya. Sedangkan alam akhirat untuk ruh sedangkan badan mengikutinya. Kemudian ketika hari penghimpunan manusia telah datang, dan manusia dibangkitkan dari kuburnya, maka kenikmatan dan siksaan dirasakan oleh ruh dan jasad dengan porsi yang sama.”

Apakah nikmat dan siksa kubur hanya dirasakan orang yang dikubur saja?

Pertanyaan dua malaikat, dan nikmat/siksa di alam kubur akan dialami oleh semua orang yang meninggal dunia, baik jasanya dikubur ataupun tidak. Nikmat dan siksa kubur adalah istilah untuk nikmat dan siksa yang ada di alam barzakh. Alam barzakh adalah alam yang ada antara dunia dan akhirat. Allah Taala berfirman (yang artinya), “Dan di hadapan mereka ada dinding/alam barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. al-Muminuun: 100) Maka orang mati yang tidak dikubur, seperti orang yang mati di atas salib, terbakar, tenggelam, dimakan binatang buas dan lain-lain, semuanya akan mendapatkan siksaan atau kenikmatan sesuai dengan amalnya selama hidup.

Sobat, marilah kita berlomba-lomba dalam mencari kebaikan.
SEMOGA BERMANFAAT

Views All Time
Views All Time
876
Views Today
Views Today
2
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

2 Comments on MENYESAL setelah MATI ??? …… apa GUNAnya ??? ………… MATI lalu diSIKSA di BARZAKH …. di AKhirat di NERAKA??? ……………………………………….. penyesalan-penyesalan MANUSIA di akhirat sebagai akibat dari amalan-amalan manusia di dunia 1. Penyesalan orang-orang munafik setelah menyaksikan kemenangan dan kejayaan orang-orang beriman: “Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).” [Surat 4 An-Nisa’, ayat 73] ................... 2. Penyesalan orang yang menyekutukan Allah setelah menyaksikan kerugiannya: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.” [Surat 18 Al-Kahfi, ayat 42].......................... 3. Penyesalan orang yang menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” [Surat 25 Al-Furqon, ayat 27].......... 4. Penyesalan orang yang salah dalam memilih sahabat sehingga menjadikannya menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti: “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).”[Surat 25 Al-Furqon, ayat 28]............................... 5. Penyesalan orang menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya pada hari kiamat nanti karena amal buruknya ketika di dunia: “Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” [Surat 69 Al-Haqqoh, ayat 25].......... 6. Penyesalan orang kafir pada hari kiamat nanti karena dibakar di neraka selamanya: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” [Surat 78 An-Naba’, ayat 40]......................... 7. Penyesalan pada hari kiamat karena kurang dalam beramal kebaikan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” [Surat 89 Al-Fajr, ayat 24]........................................... 8. Penyesalan ahli neraka: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” [Surat 6 Al-An’am, ayat 27]................................ 9. Penyesalan karena tidak taat kepada Allah dan RasulNya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” [Surat 33 Al-Ahzab, ayat 66].............................. Semuanya adalah harapan dan penyesalan yang telah terlambat pada saat itu..! ------------------------- Saat ini, ketika kita masih di dunia dan ketika jiwa di kandung badan, kita masih bisa memperbaikinya.. Masih ada waktu dan kesempatan untuk menjadi orang baik dan menutup umur dengan yang terbaik, husnul khotimah..----------------- Sesal dahulu pendapatan, sesal setelah MATI …. tiada guna.. ……………………………………..

  1. Andai Si Mati Bisa Bicara, Kembalikan Aku ke Dunia

    hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (Qs. Al Mu'minuun : 99-100)

  2. Memang, saat manusia paling lalai terhadap nikmat Allah ialah ketika ia bergelimang di dalamnya. Ia tidak menyadari betapa besarnya kenikmatan tersebut, kecuali setelah kenikmatan itu tercabut darinya. Sebab itu, kita yang masih hidup sungguh berada dalam kenikmatan yang besar. Karenanya, jangan kita biarkan semenit pun berlalu tanpa ibadah walau sekedar mengucapkan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil.

    Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Ada dua orang Arab badui datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satunya bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Hai Muhammad, siapakah lelaki yang terbaik?’ ‘Yang panjang umurnya dan baik amalnya.’ jawab Rasulullah. Kemudian yang satu lagi bertanya, ‘Sesungguhnya ajaran Islam terlampau banyak bagi kami, lalu adakah amalan yang mencakup banyak kebaikan yang dapat kami tekuni?’ ‘Usahakan agar lisanmu selalu basah dengan dzikrullah’, jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

    Tidakkah pembaca tahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita untuk memuji Allah saat bangun tidur, karena Dia telah menghidupkan kita setelah mati, dan mengijinkan kita untuk kembali mengingat-Nya? Benar, tidur memang identik dengan kematian. Saat tidur, manusia berhenti dari segala aktivitasnya dan acuh akan apa yang terjadi di sekelilingnya. Alangkah miripnya ia dengan orang mati, andai saja Allah tidak mengembalikan ruhnya.

    Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ

    “Jika seorang terbangun hendaklah mengucapkan AL HAMDULILLAAHILLADZII ‘AAFAANII FII JASADII WA RADDA ‘ALAYYA RUUHII WA ADZINA LII BIDZIKRIHI. (Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku tubuhku, dan mengembalikan nyawa kepadaku, serta mengizinkanku untuk berdzikir kepadaNya).” (HR. Tirmidzi)

    Sekarang kita masih mengenyam nikmatnya hidup, kita masih bisa menambah pahala dan menghapus dosa. Ingatlah bahwa suatu saat Anda akan tutup usia, dan semuanya menjadi angan-angan. Oleh karena itu, marilah kita wujudkan angan-angan itu mulai sekarang!

    Sumber: https://muslimah.or.id/2790-angan-angan-mereka-yang-telah-tiada.html

Leave a Reply