Loading
manusia keluar dari KUBURAN …. pada HARI KIAMAT {AKHIRAT}…. seperti BELALANG beterbangan —————————- rev,add ———————– Dalam firman Allah SWT, “…mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, manusia-manusia yang keluar dari kuburnya pada hari kebangkitan diibaratkan bagaikan belalang-belalang yang beterbangan. Sirkulasi hidup belalang dimulai dari meletakkan telur pembuahan pada beberapa tempat tertentu. Induknya menjaga hingga menetas pada permulaan bulan Mei setiap tahunnya. Dari telur keluar peri (nymph) yang melepaskan diri dari kulitnya beberapa kali hingga mencapai bentuk serangga dewasa yang pada awalnya hidup secara individual. Setelah itu membentuk kelompok-kelompok, yang berakhir kepada perjalanan migrasi kolektif, dimana sekawanan besar belalang bisa menmpuh jarak yang jauh melintasi wilayah-wilayah reproduksi misim gugur, musim dingin, misim semi, dan kmudian, kembali ke wilayah semua tempat mereka berangkat. ……………………….. Belalang terbang sepenuhnya di dalam keadaan telanjang, kecuali rahmat Allah SWT yang melengkapinya dengan lapisan tanduk halus. Kelak manusia juga dikumpulkan di dalam keadaan telanjang bulat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Tidak ada yang menutupi mereka kecuali kulit mereka saja” ………………………—– Berdasarkan keterangan itu, perumpamaan Alquran yang luar biasa ini, “…mereka keluar dari kubur seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, tetap menjadi bukti bahwa Alquran adalah firman Allah SWT, Tuhan Pencipta yang menurunkan Wahyu dengan ilmu-Nya kepada penutup para nabi dan rasul-Nya, Muhammad SAW.—— | EP Artikel-Edy Gojira

manusia keluar dari KUBURAN …. pada HARI KIAMAT {AKHIRAT}…. seperti BELALANG beterbangan —————————- rev,add ———————– Dalam firman Allah SWT, “…mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, manusia-manusia yang keluar dari kuburnya pada hari kebangkitan diibaratkan bagaikan belalang-belalang yang beterbangan. Sirkulasi hidup belalang dimulai dari meletakkan telur pembuahan pada beberapa tempat tertentu. Induknya menjaga hingga menetas pada permulaan bulan Mei setiap tahunnya. Dari telur keluar peri (nymph) yang melepaskan diri dari kulitnya beberapa kali hingga mencapai bentuk serangga dewasa yang pada awalnya hidup secara individual. Setelah itu membentuk kelompok-kelompok, yang berakhir kepada perjalanan migrasi kolektif, dimana sekawanan besar belalang bisa menmpuh jarak yang jauh melintasi wilayah-wilayah reproduksi misim gugur, musim dingin, misim semi, dan kmudian, kembali ke wilayah semua tempat mereka berangkat. ……………………….. Belalang terbang sepenuhnya di dalam keadaan telanjang, kecuali rahmat Allah SWT yang melengkapinya dengan lapisan tanduk halus. Kelak manusia juga dikumpulkan di dalam keadaan telanjang bulat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Tidak ada yang menutupi mereka kecuali kulit mereka saja” ………………………—– Berdasarkan keterangan itu, perumpamaan Alquran yang luar biasa ini, “…mereka keluar dari kubur seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, tetap menjadi bukti bahwa Alquran adalah firman Allah SWT, Tuhan Pencipta yang menurunkan Wahyu dengan ilmu-Nya kepada penutup para nabi dan rasul-Nya, Muhammad SAW.——

manusia keluar dari KUBURAN …. pada HARI KIAMAT {AKHIRAT}…. seperti BELALANG beterbangan
—————————- rev,add,————————–
﴾ Al Qamar:7 ﴿
sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan

﴾ Al Qamar:8 ﴿
mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: “Ini adalah hari yang berat”.

Dalam ayat ini Allah menggambarkan pada saat di bangkitkannya kembali seluruh manusia pada hari kiamat,mereka akan dibangkitkan seperti belalang yang beterbangan,kenapa Allah swt menjadikan belalang sebagai contoh?

Kalau kita perhatikan bagaimana rupa belalang yang matanya menunduk kebawah,dan bagaimana belalang berkembang biak,kita akan bisa memahami betapa akuratnya perlambang ini dengan keadaan dimana seluruh manusia akan dibangkitkan bersama-sama.

belalang2 4

Para peneliti menemukan bahwa ternyata belalang mengubur telur telur mereka didalam tanah,dan kemudian ketika telur telur itu berubah menjadi larva,larva tersebut tetap tinggal untuk sementara waktu didalam tanah.sebelum pada akhirnya mereka secara bersama sama keluar dari dalam tanah dan dengan jumlah yang sangat banyak,mereka hampir menyerupai awan hitam dari kejauhan.yang jarak dari ujung satu ke ujung lainnya dapat mencapai berkilo kilometer jauhnya.dan bukan itu saja,sekelompok peneliti telah menemukan bahwa berkumpulnya mereka didalam tanah,adalah menunggu datangnya sebuah sinyal yang akan tertangkap oleh antena pada kepala mereka yang kemudian akan  menggerakkan mereka untuk berkumpul.(bergerak secara bersama sama)

Disinilah persamaan antara belalang dengan kebangkitan manusia pada hari akhir nanti.

1.Setelah waktu yang lama

2.Berdesak desakan dibawah tanah

3.Dalam kerumunan yang padat,mereka menunggu datangnya
sinyal untuk berkumpul.

4.Ketika sinyal berkumpul telah diterima,maka mereka keluar secara bersama sama dari dalam tanah ke permukaan tanah dalam  jumlah yang luar biasa banyaknya.

Seperti itulah penggambaran bagaimana manusia akan dibangkitkan,bermilar milyar manusia dari jaman Nabi Adam as,hingga manusia terakhir yang diciptakan,akan dibangkitkan secara bersama sama.menuju satu tempat pertemuan.dalam hal ini,belalang menunjukkan kepada kita semua,walaupun telur telur belalang membutuhkan waktu 4 hngga 5 bulan(di dalam tanah) untuk berubah dari telur menjadi larva dan kemudian menjadi belalang,mereka tetap dapat dibangkitkan,hidup kembali.seperti itulah halnya bagaimana setiap dari kita akan menghadapi hari itu,hari kebangkitan bersama sama seluruh umat manusia.(hari dimana tidak ada titik kembali.)

Bagaimana Al Quran dapat membuat perlambang seperti ini?
(inilah salah satu keajaiban ayat Al Quran.menginformasikan sesuatu pengetahuan pada suatu masa dimana tidak ada manusia lain selain  Sang Maha Pencipta yang mengetahuinya saat itu.sebagai bukti bahwa Al Quran ini merupakan wahyu dari Allah swt.manusia masa sekarang adalah orang orang yang beruntung karena dapat mengetahui hal ini berkat makin canggih dan majunya ilmu pengetahuan.hal ini tidak diketahui manusia pada masa ayat ini diturunkan. perlu seorang ahli peneliti serangga untuk dapat membuat kalimat sebagaimana ayat diatas.)

Dilanjutkan dengan ayat berikutnya dari ayat diatas,

Mereka datang menghampiri penyeru itu.orang orang kafir  berkata,”ini adalah hari yang amat berat.”(Surah Al Qomar ayat 8)
==============================

Jika para ahli Astronomi mempergunakan bukti fisik yang terkait dengan sirnanya alam semesta untuk memastikan terjadinya, sebenarnya apa yang mereka lakukan termasuk di dalam kategori kemestian terjadinya hari akhirat dan bukan waktu terjadinya. Proses hari berbangkit dan bangkitnya mayat dari dalam kubur seperti belalang yang bertebaran adalah proses alam gaib mutlak yang tidak mungkin bagi ilmu pengetahuan untuk membicarakannya, tapi di sini oleh Dr. Zaghloul El-Naggar yang diungkap dalam bukunya Ayat-Ayat Kosmos dalam Al-Quran Al-Karim, menggunakan bantuan sabda Rasulullah SAW untuk mengetahui sisi lain dari masalah gaib ini, terkait hikmah perumpamaannya dengan belalang yang berterbangan.

Marilah kita ikut dulu sisi ilmiah proses peyusunan kembali struktur tubuh manusia dari benih embrio, pada hari berbangkit. Allah SWT memulai penciptaan janin dari zygote (pencampuran mani pria dengan sel telur wanita) yang mulai tertanam pada dinding rahim pada hari ke-enam usia janin, dimana mulai pembelahan secara beruntun hingga berubah menjadi bentuk tablet sel bertingkat dua (atas bawah) yang tidak jelas arahnya, dimana pada salah satu sisi tingkat atas sel muncul benang halus yang membatasi sebagian belakang janin, yang dikenal dengan The Primitif of Primary Streak. Benang ini mempunyai awal di tengah tablet kecil dan sedikit bergelumbung yang disebut The Primitif of Primary Node. Dari masing-maingnya terbentuk beberapa anggota badan dengan sel dan jaringan spesial di dalam proses yang disebut Gastrulation (proses pembentukan perangkat). Perangkat pertama yang terbentuk adalah poros kepala dan tulang ekor, dimana tercipta awal susunan saraf pusat, termauk awal otak tengkorak, jaringan tulangan sumsum, dan tulang punggung. Derngan demikian, semua perangkat tubuh terbentuk dari benang dan ikatan primitif dan membenarkan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Darinya tercipta”. Setelah selesai pembentukan berbgi perangkat tubuh janin, benang dan ikatan primitif mundur ke kawasan tulang belakang, dimana tersimpang di dalam bentuk janin lengkap (seperti embrio benih tanaman) yang dari padanya disusun kembali tubuh manusia di hari berbangkit.

seprti belalang kubur 1

Dalam firman Allah SWT, “…mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, manusia-manusia yang keluar dari kuburnya pada hari kebangkitan diibaratkan bagaikan belalang-belalang yang beterbangan. Sirkulasi hidup belalang dimulai dari meletakkan telur pembuahan pada beberapa tempat tertentu. Induknya menjaga hingga menetas pada permulaan bulan Mei setiap tahunnya. Dari telur keluar peri (nymph) yang melepaskan diri dari kulitnya beberapa kali hingga mencapai bentuk serangga dewasa yang pada awalnya hidup secara individual. Setelah itu membentuk kelompok-kelompok, yang berakhir kepada perjalanan migrasi kolektif, dimana sekawanan besar belalang bisa menmpuh jarak yang jauh melintasi wilayah-wilayah reproduksi misim gugur, musim dingin, misim semi, dan kmudian, kembali ke wilayah semua tempat mereka berangkat.

Sekawanan besar belalang yang melakukan perjalanan hijrah bersama kawannya bisa mencapai puluhan miliar. Dari sinilah dapat dipahami perumpamaan keluarnya makhluk yang hidup di bumi dari manusia pertama hingga manusia terakhir (yang diperkirakan jumlahnya mencapai puluhan hingga ratusan miliar) dengan belalang yang beterbangan. Hal ini berupa perumpamaan yang sangat akurat dari aspek ilmiah, karena sekawanan belalang yang hijrah, menutup area bumi lebih dari 1.000 km persegi, begitu juga luasnya areal padang mahsyar di akhirat kelak.

Sekawanan belalang yang hijrah, terbang salaing merapat di dalam ketinggian tidak jauh dari permukaan bumi, dengan kepadatan berkisar antara sejuta hingga puluhan juta belalang, pada satu kilometer persegi (disebut sekawanan berlapis). Demikian pula halnya, kelak manusia akan saling berdesak-desakan ketika digiring menuju padang mahsyar. Sekawanan belalang bergerak dengan sangat disiplin di bawah komando yang tegas di barisan depan. Begitu pula kondisi mnusia pada waktu itu di padang mahsyar. “Mereka datang dengan sepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: ini adalah hari yang berat”. (QS Al- Qamar [54]:8)

Belalang terbang sepenuhnya di dalam keadaan telanjang, kecuali rahmat Allah SWT yang melengkapinya dengan lapisan tanduk halus. Kelak manusia juga dikumpulkan di dalam keadaan telanjang bulat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Tidak ada yang menutupi mereka kecuali kulit mereka saja”.

Berdasarkan keterangan itu, perumpamaan Alquran yang luar biasa ini, “…mereka keluar dari kubur seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, tetap menjadi bukti bahwa Alquran adalah firman Allah SWT, Tuhan Pencipta yang menurunkan Wahyu dengan ilmu-Nya kepada penutup para nabi dan rasul-Nya, Muhammad SAW.***

berbagai sumber

Views All Time
Views All Time
977
Views Today
Views Today
1
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

2 Comments on manusia keluar dari KUBURAN …. pada HARI KIAMAT {AKHIRAT}…. seperti BELALANG beterbangan —————————- rev,add ———————– Dalam firman Allah SWT, “…mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, manusia-manusia yang keluar dari kuburnya pada hari kebangkitan diibaratkan bagaikan belalang-belalang yang beterbangan. Sirkulasi hidup belalang dimulai dari meletakkan telur pembuahan pada beberapa tempat tertentu. Induknya menjaga hingga menetas pada permulaan bulan Mei setiap tahunnya. Dari telur keluar peri (nymph) yang melepaskan diri dari kulitnya beberapa kali hingga mencapai bentuk serangga dewasa yang pada awalnya hidup secara individual. Setelah itu membentuk kelompok-kelompok, yang berakhir kepada perjalanan migrasi kolektif, dimana sekawanan besar belalang bisa menmpuh jarak yang jauh melintasi wilayah-wilayah reproduksi misim gugur, musim dingin, misim semi, dan kmudian, kembali ke wilayah semua tempat mereka berangkat. ……………………….. Belalang terbang sepenuhnya di dalam keadaan telanjang, kecuali rahmat Allah SWT yang melengkapinya dengan lapisan tanduk halus. Kelak manusia juga dikumpulkan di dalam keadaan telanjang bulat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Tidak ada yang menutupi mereka kecuali kulit mereka saja” ………………………—– Berdasarkan keterangan itu, perumpamaan Alquran yang luar biasa ini, “…mereka keluar dari kubur seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, tetap menjadi bukti bahwa Alquran adalah firman Allah SWT, Tuhan Pencipta yang menurunkan Wahyu dengan ilmu-Nya kepada penutup para nabi dan rasul-Nya, Muhammad SAW.——

  1. Dalam firman Allah SWT, “…mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, manusia-manusia yang keluar dari kuburnya pada hari kebangkitan diibaratkan bagaikan belalang-belalang yang beterbangan. Sirkulasi hidup belalang dimulai dari meletakkan telur pembuahan pada beberapa tempat tertentu. Induknya menjaga hingga menetas pada permulaan bulan Mei setiap tahunnya. Dari telur keluar peri (nymph) yang melepaskan diri dari kulitnya beberapa kali hingga mencapai bentuk serangga dewasa yang pada awalnya hidup secara individual. Setelah itu membentuk kelompok-kelompok, yang berakhir kepada perjalanan migrasi kolektif, dimana sekawanan besar belalang bisa menmpuh jarak yang jauh melintasi wilayah-wilayah reproduksi misim gugur, musim dingin, misim semi, dan kmudian, kembali ke wilayah semua tempat mereka berangkat.

  2. Sekawanan besar belalang yang melakukan perjalanan hijrah bersama kawannya bisa mencapai puluhan miliar. Dari sinilah dapat dipahami perumpamaan keluarnya makhluk yang hidup di bumi dari manusia pertama hingga manusia terakhir (yang diperkirakan jumlahnya mencapai puluhan hingga ratusan miliar) dengan belalang yang beterbangan. Hal ini berupa perumpamaan yang sangat akurat dari aspek ilmiah, karena sekawanan belalang yang hijrah, menutup area bumi lebih dari 1.000 km persegi, begitu juga luasnya areal padang mahsyar di akhirat kelak.

    Sekawanan belalang yang hijrah, terbang salaing merapat di dalam ketinggian tidak jauh dari permukaan bumi, dengan kepadatan berkisar antara sejuta hingga puluhan juta belalang, pada satu kilometer persegi (disebut sekawanan berlapis). Demikian pula halnya, kelak manusia akan saling berdesak-desakan ketika digiring menuju padang mahsyar. Sekawanan belalang bergerak dengan sangat disiplin di bawah komando yang tegas di barisan depan. Begitu pula kondisi mnusia pada waktu itu di padang mahsyar. “Mereka datang dengan sepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: ini adalah hari yang berat”. (QS Al- Qamar [54]:8)

Leave a Reply