Loading
> Benarkah JODOH …..sudah diTETAPkan oleh Allah?………….. > Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diUBAH?……….. > Apakah jodoh itu perlu diCARI?? ===================================== Benarkah JODOH …..sudah diTETAPkan oleh Allah? ————————————— __Ya benar. Bahkan, bukan hanya jodoh. Segala hal mengenai diri kita sudah ditetapkan/ditakdirkan oleh Allah ketika kita berada di rahim bunda. —————————— Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a., dikabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama. Kemudian ia berubah menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya disamping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni [1] rizkinya, [2] ajalnya, [3] perilakunya, dan [4] bahagia-celakanya.” ============================= Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diUBAH? ————————————– __Ya & Tidak. Takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia, tetapi dapat diubah oleh Allah. ————————– Allah SWT berfirman: “DihapuskanNya mana yang dikehendakiNya, dan ditetapkanNya mana yang dikehendakiNya, sebab di tanganNyalah terpegang Induk Kitab (Lauh Mahfuzh) itu.” (QS ar-Ra’du [13]: 39) —————————- Lalu, karena jodoh (dan segala takdir lain) itu hanya bisa diubah oleh Allah, apakah sebaiknya kita menunggu takdir dari Allah saja tanpa perlu berusaha lagi? ————————– Tidak seperti itu. Alih-alih, Allah dan Rasul-Nya telah mempersilahkan kita untuk berusaha supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”). —————— Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] suatu kaum sebelum mereka [berusaha] mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’du [13]: 11) ——————— | EP Artikel-Edy Gojira

> Benarkah JODOH …..sudah diTETAPkan oleh Allah?………….. > Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diUBAH?……….. > Apakah jodoh itu perlu diCARI?? ===================================== Benarkah JODOH …..sudah diTETAPkan oleh Allah? ————————————— __Ya benar. Bahkan, bukan hanya jodoh. Segala hal mengenai diri kita sudah ditetapkan/ditakdirkan oleh Allah ketika kita berada di rahim bunda. —————————— Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a., dikabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama. Kemudian ia berubah menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya disamping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni [1] rizkinya, [2] ajalnya, [3] perilakunya, dan [4] bahagia-celakanya.” ============================= Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diUBAH? ————————————– __Ya & Tidak. Takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia, tetapi dapat diubah oleh Allah. ————————– Allah SWT berfirman: “DihapuskanNya mana yang dikehendakiNya, dan ditetapkanNya mana yang dikehendakiNya, sebab di tanganNyalah terpegang Induk Kitab (Lauh Mahfuzh) itu.” (QS ar-Ra’du [13]: 39) —————————- Lalu, karena jodoh (dan segala takdir lain) itu hanya bisa diubah oleh Allah, apakah sebaiknya kita menunggu takdir dari Allah saja tanpa perlu berusaha lagi? ————————– Tidak seperti itu. Alih-alih, Allah dan Rasul-Nya telah mempersilahkan kita untuk berusaha supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”). —————— Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] suatu kaum sebelum mereka [berusaha] mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’du [13]: 11) ———————

> Benarkah JODOH …..sudah diTETAPkan oleh Allah?.………….
> Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diUBAH?………..
> Apakah jodoh itu perlu diCARI??
=====================================
Benarkah JODOH …..sudah diTETAPkan oleh Allah?
————————–————-
__Ya benar. Bahkan, bukan hanya jodoh. Segala hal mengenai diri kita sudah ditetapkan/ditakdirkan oleh Allah ketika kita berada di rahim bunda.
——————————
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a., dikabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama. Kemudian ia berubah menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya disamping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni [1] rizkinya, [2] ajalnya, [3] perilakunya, dan [4] bahagia-celakanya.”
=============================
Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diUBAH?
————————–————
__Ya & Tidak. Takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia, tetapi dapat diubah oleh Allah.
————————–
Allah SWT berfirman:

“DihapuskanNya mana yang dikehendakiNya, dan ditetapkanNya mana yang dikehendakiNya, sebab di tanganNyalah terpegang Induk Kitab (Lauh Mahfuzh) itu.”
(QS ar-Ra’du [13]: 39)
—————————-
Lalu, karena jodoh (dan segala takdir lain) itu hanya bisa diubah oleh Allah, apakah sebaiknya kita menunggu takdir dari Allah saja tanpa perlu berusaha lagi?
————————–
Tidak seperti itu. Alih-alih, Allah dan Rasul-Nya telah mempersilahkan kita untuk berusaha supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”).
——————
Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] suatu kaum sebelum mereka [berusaha] mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] diri mereka sendiri.”
(QS ar-Ra’du [13]: 11)
———————
takdir usaha allah

Rasulullah saw. pun telah mengajarkan doa istikharah (menurut hadits Bukhari, Ahmad, dll), yang isinya mengandung permohonan mengubah takdir-Nya:

“Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka TAKDIRKANLAH dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini. … dan TAKDIRKANLAH kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.“

Artinya, supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”), termasuk dalam hal jodoh, kita perlu berikhtiar dan berdoa.
==========================
Apakah jodoh itu perlu dicari??
————————–—————-
cari nanti

Ya, perlu. (Dalilnya, QS ar-Ra’du [13]: 11, sudah ditulis di atas.)

Kalau “iya”, bagaimana konsep mencari jodoh secara islami??

Pada garis besarnya, sesuai dengan kaidah-kaidah ushul fiqih, ada dua bagian pada konsep-konsep mencari jodoh secara islami.

Pertama, dalam hal-hal yang berkenaan dengan aqidah dan ibadah mahdhoh (hubungan dengan Tuhan), yang islami adalah yang ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya. Dalam hal ini, yang tidak ada tuntunannya tidaklah islami.

jodoh tak datang

Karena itu, diantara cara mencari jodoh yang tergolong islami adalah doa istikharah (sesuai tuntunan Rasulullah saw.).
Sedangkan yang tidak islami: mengikuti ramalan bintang, mengikuti ramalan paranormal, melakukan “istikharah” yang tergolong bid’ah, dsb.

Kedua, dalam hal-hal yang berkenaan dengan muamalah (hubungan dengan manusia), yang islami adalah yang tidak ada larangannya dari Allah dan Rasul-Nya. Dalam hal ini, yang ada dalil larangannya tidaklah islami.
==========================

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”(QS.An­-Nuur:26).

Ketika janin ada di perut ibunya, telah ditetapkan untuknya atas 4 hal: rizkinya, ajalnya, amalnya, dan bahagia atau celakanya.

Untuk rizki sehari-hari kita ikhtiar mencari, sedangkan jodoh adalah termasuk dalam rizqi. Jadi, jodoh perlu di ikhtiarkan. Salah satu jalan ikhtiar adalah meminta kepada Alloh Swt. Dengan Berdoa.

Namun berdo’alah dengan cara yang baik, meminta yang baik.

Mengambil contoh kisah nabi Musa as.

Nabi Musa as. suatu kali tidak sengaja membunuh seseorang yang dzalim hanya dengan mendorongnya. Karena takut Nabi Musa dizalimi, orang-orang menyarankannya untuk pergi jauh untuk menyelamatkan diri.

Sampailah ia ke suatu daerah asing,  dekat mata air yang banyak laki-laki berdesakan untuk mengambil air. Musa melihat dua orang gadis yang ingin mengambil air namun menunggu semua laki-laki itu pergi karena mereka tidak ingin berbaur.

Musa membantu dua gadis tersebut mengambilkan air, dan dua gadis tersebut pulang lebih awal dari biasanya karena dibantu oleh Musa yang adalah pemuda asing tersebut.

Lalu Nabi Musa berdoa: “Robbi, inni lima anzalta ilayya min KHOIRIN faqiir..” “Duhai Robbku, sungguh aku terhadap yang Kau turunkan padaku dari antara KEBAIKAN, aku amat faqir, amatlah memerlukan.” {QS 28: 24}.

Nabi Musa memilih kalimat do’a yang indah. Do’a ini  sebagai bentuk kepasrahan atas kebaikan dari-Nya untuk segala keperluannya.

Singkat cerita, ayah kedua gadis tersebut (Nabi Syu’aib) memanggilnya untuk memberi upah atas kebaikannya, makanan, tempat tinggal, dan salah satunya adalah nabi Musa As  dinikahkan dengan salah seorang gadis tersebut.

Yang namanya jodoh = rizki = ajal.

Tidak akan pernah salah alamat.

Mintalah kepada Alloh Swt dengan do’a tersebut sebagai bagian dari ikhtiar.

Mintalah jodoh yang mudah-mudahan bisa membawa kebaikan hingga ke hari akhiratmu.

Hidup ini singkat, kalau tidak dipakai untuk mencari jalan menuju syurga, mau untuk apa lagi?

Jika sudah ada jalan untuk menikah, istikhorohlah.

Tips istikharah dari Ustadzah Halimah:

– Sholat Istikharah.dua rokaat sebelom tidur,hendaknya di mulai dari hari jumat.

– Do’a istikharah
– mintalah jawaban istikharoh dengan mimpi berupa waran, hijau atau putih utk jawaban kebaikan dan Hitam utk jawaban tidak baik. dengan alasan warna hijau atau putih adalah kesukaan Alloh swt dan Rosululloh.

Sebelum tidur, berdo’alah dengan bahasa sendiri yang intinya: jika menikah dengannya membawa kebaikan.

Dan shalihahkan dirimu, seperti pada di awal disampaikan, laki-laki shalih adalah untuk perempuan yang sholihah.

Lalu menikahlah dengan taqwa; Alloh akan turunkan sakinnah, mawaddah, dan warahmah sesudah menikah. Suamimu adalah pintu syurga bagimu, dan istri adalah amanat bagi suami untuk berjalan bersama menuju syurga.
=============================

Kita memiliki pasangan masing-masing, mula-mula berjauhan, kemudian bergerak saling mendekat, lalu ada yang dipersatukan dalam jarak dan waktu, namun ada yang berhenti dalam jarak yang tak terlalu jauh tapi tak bertemu atau bahkan ada yang makin menjauh. Bahkan jodoh kita sebenarnya sudah ada di depan mata, tapi karena amalan yang buruk sehingga kita tak segera dipersatukan. Allah senantiasa memberi pasangan hidup bagi setiap orang, namun tidak semua orang mudah menemukan belahan jiwanya, ada yang cepat ada yang lambat Bagi yang dilambatkan, ini menjadi latihan kesabaran, jika mampu menghadapinya dan berserah diri kepada Allah maka akan dimudahkan bertemu jodohnya & segera menikah. Di dalam Islam ada tip segera menikah:

 1. Beramal shaleh, berbakti kepada orang tua.

Perbanyak shodaqoh, menolong orang dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan & ketaqwaan menjadi lebih baik agar Allah memberikan pasangan yang memiliki kualitas yang juga sama tingkat kebaikannya. “Dan perempuan baik adalah untuk laki-laki baik dan laki-laki baik adalah untuk perempuan baik pula” (QS. an-Nur : 26).

2. Kepada jodoh, hendaknya jangan terlalu ideal.

Setiap orang punya kekurangan. Jadikanlah kita sebagai kriteria yang ideal. Jika kita mengharapkan jodoh yang baik maka jadilah orang yang baik, karena hati yang baik akan bertemu dan bersinergi dengan hati yang baik. Hati yang buruk akan berhimpin dengan hati yang buruk pula.

 3. Berdoa & Berprasangka baik kepada Allah

“Aku selalu sesuai dengan persangkaan hambaKU kepadaKU. Dan aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepadaKU. Dan jika ia ingat padaKU dalam jiwanya, maka AKU pun mengingatnya dalam Zat-KU. Dan jika ia ingat padaKU ditempat ramai, AKU pun mengingatnya ditempat ramai yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat padaKU sejengkal, AKU pun mendekat kepadanya sehasta. Jka ia mendekat sehasta, Aku pun mendekat kepadanya satu depa. Dan jika ia datang kepadaKU dengan berjalan, AKU pun akan datang kepadanya dengan berlari cepat” (Hadist Qudsi)

Jadi, jika ditanya: Jodoh, dicari atau dinanti? Jawabannya adalah: DIMINTA.

 

berbagai sumber
wallahua’lam

About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

1 Comment on > Benarkah JODOH …..sudah diTETAPkan oleh Allah?………….. > Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diUBAH?……….. > Apakah jodoh itu perlu diCARI?? ===================================== Benarkah JODOH …..sudah diTETAPkan oleh Allah? ————————————— __Ya benar. Bahkan, bukan hanya jodoh. Segala hal mengenai diri kita sudah ditetapkan/ditakdirkan oleh Allah ketika kita berada di rahim bunda. —————————— Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a., dikabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama. Kemudian ia berubah menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya disamping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni [1] rizkinya, [2] ajalnya, [3] perilakunya, dan [4] bahagia-celakanya.” ============================= Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diUBAH? ————————————– __Ya & Tidak. Takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia, tetapi dapat diubah oleh Allah. ————————– Allah SWT berfirman: “DihapuskanNya mana yang dikehendakiNya, dan ditetapkanNya mana yang dikehendakiNya, sebab di tanganNyalah terpegang Induk Kitab (Lauh Mahfuzh) itu.” (QS ar-Ra’du [13]: 39) —————————- Lalu, karena jodoh (dan segala takdir lain) itu hanya bisa diubah oleh Allah, apakah sebaiknya kita menunggu takdir dari Allah saja tanpa perlu berusaha lagi? ————————– Tidak seperti itu. Alih-alih, Allah dan Rasul-Nya telah mempersilahkan kita untuk berusaha supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”). —————— Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] suatu kaum sebelum mereka [berusaha] mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’du [13]: 11) ———————

  1. hadits riwayat Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a., dikabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
    “Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama. Kemudian ia berubah menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya disamping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni [1] rizkinya, [2] ajalnya, [3] perilakunya, dan [4] bahagia-celakanya.”

Leave a Reply