Loading
“Hampir-hampir saja kefakiran akan menjadi kekufuran dan hampir saja hasad mendahului takdir.” = HADITS DHO’IF/ LEMAH. ————————————————- apakah FAKIR {=miskin} …… BURUK/tercela ??? ….. KeFAKIRan MenDEKATkan Kepada KeKUFURan ?? …………………………………………. “MISKIN ILMU TAKWA” yg membuat FAKIR …. menjadi dekat keKUFURan/ keKAFIRan >>>>>>>>>>> ALLAH … yg MELAPANGKAN REZEKI = banyak/berlimpah REZEKI= KAYA……………………. ALLAH …. yg MENYEMPITKAN REZEKI= SEDKIT/terBATAS rezeki= MISKIN …………………………………………………….. Al Qashash:82 ————– .. RUSAK AGAMA …dan…. RAKUS pada HARTA = penyebab RUSAK dan HANCURnya UMAT ISLAM {hadits} >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> | EP Artikel-Edy Gojira

“Hampir-hampir saja kefakiran akan menjadi kekufuran dan hampir saja hasad mendahului takdir.” = HADITS DHO’IF/ LEMAH. ------------------------------------------------- apakah FAKIR {=miskin} ...... BURUK/tercela ??? ..... KeFAKIRan MenDEKATkan Kepada KeKUFURan ?? ................................................. "MISKIN ILMU TAKWA" yg membuat FAKIR .... menjadi dekat keKUFURan/ keKAFIRan <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> ALLAH ... yg MELAPANGKAN REZEKI = banyak/berlimpah REZEKI= KAYA......................... ALLAH .... yg MENYEMPITKAN REZEKI= SEDKIT/terBATAS rezeki= MISKIN .............................................................. Al Qashash:82 -------------- .. RUSAK AGAMA ...dan.... RAKUS pada HARTA = penyebab RUSAK dan HANCURnya UMAT ISLAM {hadits} >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<< >>> LUAS rezeki {=kaya/banyak harta} dan SEMPIT {=miskin/ sedikit harta} = KEHENDAK Allah …… Ar Ra’du:26 ................................................................................. rasul bersabda: "Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan UJIAN umatku adalah HARTA" {HR. Tirmidzi, no. 2336; Ahmad 4/160; Ibnu Hibbân no. 3223; al-Hâkim 4/318; al-Qudhai dalam Asy-Syihâb no. 1022; dishahihkan oleh syaikh Salîm al-Hilâli dalam Silsilah al-Manahi asy-Syar’iyyah, 4/194} ----------------------------- .. karena berapa banyak orang miskin dan fakir TIDAK mendekati kekafiran, apalagi jadi kafir. Lihatlah realita kebanyakan sahabat; mereka fakir, tapi tidak kafir. Yang benar, jika ilmu dan iman seseorang kurang, maka di sinilah seseorang terkadang mendekati kekufuran. ---------------------------------- ... Karena sesungguhnya kaya-miskin merupakan ketentuan Allah. Dia melapangkan rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Begitu juga sebaliknya, menyempitkan rizki dan membatasinya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia sengaja membuat perbedaan itu dengan hikmah yang Dia ketahui. - ................................................................. LHATLAH ..... BACALAH .... RASUL "TAKUT" umatnya diberi UJIAN KAYA ...."dibentangkan DUNIA" .... yg membuat BINASA Umat ISLAM --------------------------------- Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda:“Tidaklah kefakiran yang aku takutkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan pada kalian kalau dibentangkan dunia pada kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian lalu kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka lakukan lalu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR. al-Bukhori: 3791 dan Muslim: 2961) ........................................ <<< RUSAK AGAMA ...dan.... RAKUS pada HARTA = penyebab RUSAK dan HANCURnya UMAT ISLAM >>>> ------------------------- ===================================================== >>>>> Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: <<<<<<< مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِى غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ Kerusakan pada sekawanan kambing akibat dua srigala lapar yang dilepaskan padanya tidak lebih parah dibandingkan kerusakan pada agama seseorang akibat kerakusannya terhadap harta dan kemuliaan {HR. Tirmidzi, no. 2376; Ahmad 3/456; dishahîhkan syaikh Salîm al-Hilâli dalam Silsilahtul Manahi asy-Syar’iyyah, 4/195 } ==========================

Hampir-hampir saja kefakiran akan menjadi kekufuran dan hampir saja hasad mendahului takdir.” = HADITS DHO’IF/ LEMAH.
-------------------------------------------------
apakah FAKIR {=miskin} ...... BURUK/tercela ??? ..... KeFAKIRan MenDEKATkan Kepada KeKUFURan ??
................................................. "MISKIN ILMU TAKWA" yg membuat FAKIR .... menjadi dekat keKUFURan/ keKAFIRan
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
ALLAH ... yg MELAPANGKAN REZEKI = banyak/berlimpah REZEKI= KAYA.........................
ALLAH .... yg MENYEMPITKAN REZEKI= SEDKIT/terBATAS rezeki= MISKIN
.............................................................. Al Qashash:82
fakir kufur 1

--------------
.. RUSAK AGAMA ...dan.... RAKUS pada HARTA = penyebab RUSAK dan HANCURnya UMAT ISLAM {hadits}
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
>>> LUAS rezeki {=kaya/banyak harta} dan SEMPIT {=miskin/ sedikit harta} = KEHENDAK Allah …… Ar Ra’du:26
.................................................................................
rasul bersabda: "Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan UJIAN umatku adalah HARTA" {HR. Tirmidzi, no. 2336; Ahmad 4/160; Ibnu Hibbân no. 3223; al-Hâkim 4/318; al-Qudhai dalam Asy-Syihâb no. 1022; dishahihkan oleh syaikh Salîm al-Hilâli dalam Silsilah al-Manahi asy-Syar’iyyah, 4/194}
-----------------------------
.. karena berapa banyak orang miskin dan fakir TIDAK mendekati kekafiran, apalagi jadi kafir. Lihatlah realita kebanyakan sahabat; mereka fakir, tapi tidak kafir. Yang benar, jika ilmu dan iman seseorang kurang, maka di sinilah seseorang terkadang mendekati kekufuran.
----------------------------------
... Karena sesungguhnya kaya-miskin merupakan ketentuan Allah. Dia melapangkan rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Begitu juga sebaliknya, menyempitkan rizki dan membatasinya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia sengaja membuat perbedaan itu dengan hikmah yang Dia ketahui. -
.................................................................
LHATLAH ..... BACALAH .... RASUL "TAKUT" umatnya diberi UJIAN KAYA ...."dibentangkan DUNIA" .... yg membuat BINASA Umat ISLAM
---------------------------------
Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda:“Tidaklah kefakiran yang aku takutkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan pada kalian kalau dibentangkan dunia pada kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian lalu kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka lakukan lalu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR. al-Bukhori: 3791 dan Muslim: 2961)
........................................
<<< RUSAK AGAMA ...dan.... RAKUS pada HARTA = penyebab RUSAK dan HANCURnya UMAT ISLAM >>>>
-------------------------
kufur awas 2
=====================================================
>>>>> Nabi Muhammad Shallallahualaihi wa sallam bersabda: <<<<<<<

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِى غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

Kerusakan pada sekawanan kambing akibat dua srigala lapar yang dilepaskan padanya tidak lebih parah dibandingkan kerusakan pada agama seseorang akibat kerakusannya terhadap harta dan kemuliaan {HR. Tirmidzi, no. 2376; Ahmad 3/456; dishahîhkan syaikh Salîm al-Hilâli dalam Silsilahtul Manahi asy-Syar’iyyah, 4/195 }
==========================
“Hampir-hampir saja kefakiran akan menjadi kekufuran dan hampir saja hasad mendahului takdir.” = HADITS DHO’IF/ LEMAH
--------
Berkata as-Sakhowi dalam al-Maqosidul Hasanah: “Diriwayatkan Ahmad bin Manidari Hasan atau Anas secara marfu’. Dan diriwayatkan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (3/53,109 dan 8/253), Ibnu Sakan dalam Mushonnaf-nya, al-Baihaqi dalam Syuabul Iman (2/486/1) dan IbnuAdi dalam al-Kamil dari Hasan tanpa ada keraguan.”

Berkata al-‘Iroqi (3/163): “Diriwayatkan Abu Muslim al-Kisyi dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari riwayat Yazid ar-Roqqosyi dari Anas. Sedangkan Yazid ini, seorang rowi yang lemah.”

Ibnul Jauzi rahimahulloh berkata dalam ‘Ilal Mutanahiyah: 3/163: “Hadits ini tidak shohih dari Rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Yazid ar-Roqqosyi tidak diterima riwayatnya. Syu’bah berkata: “Saya zina lebih saya sukai dari pada meriwayatkan hadits dari Yazid ar-Roqqosyi.”

Dan diriwayatkan pula oleh ad-Dulabi dalam al-Kuna (2/131) dari jalan Yazid bin Roqqosyi juga. Demikian pula al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (2/286/1) dan al-Qudho’i (380). Berkata al-Haitsami dalam “Mazma’ Zawaid” (8/78): “Diriwayatkan ath-Thobaroni dalam al-Ausath dari Anas. Dalam sanadnya, terdapatAmr bin Utsman al-Kilabi, dia dianggap tepercaya oleh Ibnu Hibban padahal dia adalah matruk (ditinggalkan).”

Dan diriwayatkan juga dari hadits Ibnu Abbas, sebagaimana riwayat Abu Bakr ath-Thoritsi dalam Musalsalat-nya: 127-131 dan haditsnya adalah maudhu’ (palsu). Dan diriwayatkan oleh Nashr al-Maqdisi dalam Majalis min Amalihi: 2/195 dari jalur Ali bin Muhammad bin Hatim dari Husain bin Muhammad bin Yahya al-Alawi dari ayahnya dari kakeknya dari Ali bin Abi Tholib secara marfu’ (sampai kepada Nabi). Sanad ini gelap, semua rowi setelah Ali tidak ada yang dikenal. Kesimpulannya, hadits ini lemah, semua penguatnya tidak berguna dan tidak bisa mengangkat derajatnya karena semua jalurnya terlalu parah keadaannya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
MATAN HADITS

Isi hadits ini pun tidak benar, karena mengatakan kefakiran adalah pos menuju kekafiran atau hampir saja kefakiran itu menjadi kekufuran, semua ini membutuhkan dalil yang shohih. Ya, memang ada sebuah hadits yang sekilas sepertinya mendukung hadits ini, yaitu doa Nabi shollallohu alaihi wasallam: “Dan aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran dan kekufuran.(HR. an-Nasa’i: 1/198 dan Ahmad dalam Musnad: 5/36, dishohihkan oleh al-Albani dalam Irwa’ul Gholil: 3/357)

Namun konotasi hadits ini sangat berbeda dengan hadits yang sekarang menjadi pembahasan. Sehingga tidak bisa dijadikan penguat, karena konotasi hadits pertama adalah bahwa kefakiran itu mendekati kekafiran, sedangkan konotasi hadits kedua adalah bahwa Nabi shollallohu alaihi wasallam berlindung dari kefakiran dan kekufuran. Penyebutan keduanya dalam doa bukanlah berarti keduanya sama-sama dalam kesatuan.
---------------------------------------======================

﴾ Al Qashash:82 ﴿
Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)".

وَأَصْبَحَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوْا۟ مَكَانَهُۥ بِٱلْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ ٱللَّـهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ ۖ لَوْلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّـهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكٰفِرُونَ ﴿القصص:٨٢﴾

..............................................
awas murtad 1

﴾ Ar Ra’du:26 ﴿
Allah me-LUAS-kan rezeki dan me-NYEMPIT-kannya bagi siapa yang Dia KEHENDAKi. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
...........................................................................
Sesungguhnya kekuatan Islam tidaklah disyaratkan kuatnya perekonomian, tetapi yang terpenting dari itu adalah kuatnya Aqidah (Tauhid) dan Keyakinan. Hal ini sebagaimana dibuktikan dalam sejarah Nabi shollallohu alaihi wasallam dan para sahabatnya, pemerintahan Abu Bakar, Umar dan lain sebagainya yang dapat mengembalikan dan menyebarkan kejayaan Islam dengan modal penggerak paling inti, yaitu kekuatan aqidah, bukan kekuatan ekonomi semata.

termasuk kebijakan Alloh subhanahu wata’ala tatkala menjadikan sebagian hamba-Nya ada yang kaya dan ada yang miskin agar mereka saling membantu dan bekerja sama dalam mewujudkan kebaikan untuk kedua belah pihak, baik ibadah badan, jihad melawan musuh, program kebajikan dan lain sebagainya dengan badan, harta dan pangkat masing-masing.

Alloh memerintahkan kepada yang kaya untuk mengeluarkan zakat, shodaqoh, dan membantu kebutuhan orang miskin setiap waktu. Demikian juga Alloh memerintahkan kepada yang fakir untuk sabar, bekerja yang halal, bersyukur kepada Alloh, qona’ah (merasa cukup dengan pemberian Alloh) dan pintar-pintar dalam membelanjakan harta. Inilah petunjuk Islam kepada kaum kaya dan kaum miskin. Seandainya masing-masing mau melakukannya, maka niscaya akan terwujud kebaikan di dunia dan akhirat
...................................................
Allah Ta’ala berfirman,

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آَتَاكُمْ

"Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-An’am: 165)

Dalam firman-Nya yang lain,

نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا

"Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain.” (QS. Al-zukhruf: 32)

Ibnu Hazm al-Andulisy dalam kitabnya, al-Ushul wa al-Furu’ (1/108) menyinggung tentang kaya dan miskin, mana yang lebih utama?.

Menurut beliau, bahwa kaya dan miskin tidak menentukan kemuliaan. Kemuliaan orang kaya dan orang miskin ditentukan oleh amal mereka. Jika amal keduanya sama, maka kemuliaannya pun juga sama. Jika yang kaya lebih banyak beramalnya, maka ia lebih mulia dari orang miskin, begitu juga sebaliknya.

Kemudian beliau menjelaskan tentang hadits tentang orang-orang fakir 40 tahun lebih dulu masuk surga dibandingkan dengan orang kaya, bahwa secara umum para fuqaramuhajirin lebih dahulu masuk surga daripada orang kaya mereka. Karena orang-orang miskin muhajirin lebih banyak amal shalihnya dibandingkan dengan orang kaya mereka.

Jadi, jika miskin tapi seseorang bisa bersabar dan ridha dengan ketetapan Allah dan tidak sampai lalai dari ketaatan kepada-Nya, maka miskin yang seperti ini mulia dan tidak tercela.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
TEKS DAN TAKHRIJ HADITS

“Hampir-hampir saja kefakiran akan menjadi kekufuran dan hampir saja hasad mendahului takdir.”

HADITS DHO’IF/ LEMAH.

Berkata as-Sakhowi dalam al-Maqosidul Hasanah: “Diriwayatkan Ahmad bin Mani’ dari Hasan atau Anas secara marfu’. Dan diriwayatkan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (3/53,109 dan 8/253), Ibnu Sakan dalam Mushonnaf-nya, al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (2/486/1) dan Ibnu ‘Adi dalam al-Kamil dari Hasan tanpa ada keraguan.”

Berkata al-‘Iroqi (3/163): “Diriwayatkan Abu Muslim al-Kisyi dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari riwayat Yazid ar-Roqqosyi dari Anas. Sedangkan Yazid ini, seorang rowi yang lemah.”

Ibnul Jauzi rahimahulloh berkata dalam ‘Ilal Mutanahiyah: 3/163: “Hadits ini tidak shohih dari Rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Yazid ar-Roqqosyi tidak diterima riwayatnya. Syu’bah berkata: “Saya zina lebih saya sukai dari pada meriwayatkan hadits dari Yazid ar-Roqqosyi.”

Dan diriwayatkan pula oleh ad-Dulabi dalam al-Kuna (2/131) dari jalan Yazid bin Roqqosyi juga. Demikian pula al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (2/286/1) dan al-Qudho’i (380). Berkata al-Haitsami dalam “Mazma’ Zawaid” (8/78): “Diriwayatkan ath-Thobaroni dalam al-Ausath dari Anas. Dalam sanadnya, terdapatAmr bin Utsman al-Kilabi, dia dianggap tepercaya oleh Ibnu Hibban padahal dia adalah matruk (ditinggalkan).”

Dan diriwayatkan juga dari hadits Ibnu Abbas, sebagaimana riwayat Abu Bakr ath-Thoritsi dalam Musalsalat-nya: 127-131 dan haditsnya adalah maudhu’ (palsu). Dan diriwayatkan oleh Nashr al-Maqdisi dalam Majalis min Amalihi: 2/195 dari jalur Ali bin Muhammad bin Hatim dari Husain bin Muhammad bin Yahya al-Alawi dari ayahnya dari kakeknya dari Ali bin Abi Tholib secara marfu’ (sampai kepada Nabi). Sanad ini gelap, semua rowi setelah Ali tidak ada yang dikenal. Kesimpulannya, hadits ini lemah, semua penguatnya tidak berguna dan tidak bisa mengangkat derajatnya karena semua jalurnya terlalu parah keadaannya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
MATAN HADITS

Isi hadits ini pun tidak benar, karena mengatakan kefakiran adalah pos menuju kekafiran atau hampir saja kefakiran itu menjadi kekufuran, semua ini membutuhkan dalil yang shohih. Ya, memang ada sebuah hadits yang sekilas sepertinya mendukung hadits ini, yaitu doa Nabi shollallohu alaihi wasallam: “Dan aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran dan kekufuran.(HR. an-Nasa’i: 1/198 dan Ahmad dalam Musnad: 5/36, dishohihkan oleh al-Albani dalam Irwa’ul Gholil: 3/357)

Namun konotasi hadits ini sangat berbeda dengan hadits yang sekarang menjadi pembahasan. Sehingga tidak bisa dijadikan penguat, karena konotasi hadits pertama adalah bahwa kefakiran itu mendekati kekafiran, sedangkan konotasi hadits kedua adalah bahwa Nabi shollallohu alaihi wasallam berlindung dari kefakiran dan kekufuran. Penyebutan keduanya dalam doa bukanlah berarti keduanya sama-sama dalam kesatuan.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
takut miskin 23

Rasul berkata:" ..... kumpulkan Aku bersama kelompok orang MISKIN .."
...................................................................
Aisyah mendengar Rasulullah berdoa : “ Ya Allah, jadikanlah gaya hidupku seperti gaya hidup orang miskin, cabutlah nyawaku dalam keadaan miskin, lalu kumpulkanlah aku pada Hari Kiamat bersama kelompok orang miskin “.

Mendengar doa itu Aisyah protes : “ Mengapa engkau berdoa seperti itu wahai Rasulullah ? “, Beliau menjawab :

“ orang-orang miskin akan masuk Sorga 40 tahun lebih awal dari pada orang-orang kaya, wahai Aisyah jangan pernah menolak orang-orang miskin meski engkau hanya bisa memberi separuh biji korma, cintailah orang miskin dan dekatkanlah mereka kepadamu agar Allah juga mendekatkanmu kepadaNYA pada Hari kiamat nanti “ ( HR.Tirmidzi, Baihaqi dan Mundziri
................................
Mengapa Nabi berdoa demikian, apakah kita tidak boleh kaya raya ? Rosulullah bukan orang miskin, Beliau Pemimpin yang kaya raya tetapi gaya hidup diri dan keluarganya adalah gaya hidup orang yang paling miskin, pernah dalam 40 malam rumah beliau tidak ada api yang menyala artinya tidak ada bahan makanan yang bisa dimasak juga tidak ada lentera penerang, belau hanya mengkonsumsi beberapa biji korma dan air saja.

Suatu hari seorang laki-laki miskin mendatangi Aisyah istri Rasulullah saw, Aisyah pun memberinya sedekah. Lalu Aisyah memanggil pembantunya Barirah dan menyuruh memperhatikan dan menyelidiki laki-laki itu , apa benar laki-laki itu miskin atau pura-pura miskin, lalu dipakai apa itu sedekah yang didapatnya.

Melihat kejadian tersebut Rasulullah kemudian menegur Aisyah dengan sabdanyaJangan kau berhitung dalam memberi sedekah karena Allahpun tidak pernah berhitung dalam memberikan rezeki kepada kita “ (HR.Nasa’i , Ibnu Hibban, Ahmad dan Haitsami )

Dalam kesempatan lain Rasulullah juga menganjurkan: “ Wahai Aisyah, berlindunglah dari api neraka (kebangkrutan) meski hanya dengan bersedekah separuh biji korma, sungguh separuh biji korma itu mengisi perut orang yang lapar sama seperti ia mengisi perut orang yang kenyang “ (artinya walau separuh biji korma itu sudah cukup mengenyangkan bagi orang-orang yang sedang kelaparan) ( HR.Ahmad dan Mundziri )
.........................
Rasulullah menjalani hidupnya dengan cara yang sangat sederhana. Jauh dari kesan penguasa. Sebagai pemimpin umat, dia tidak tinggal di rumah mewah apalagi istana yang megah. Sebaliknya, Rasulullah tinggal di rumah yang hampir menyerupai gubuk. Sangat sederhana sekali.

Belum lama ini, satu lembaga di Arab Saudi, membangun ulang kediaman Rasulullah di Madina. Replika, seperti dipapar Daily Motion, dibuat sepersis mungkin dengan aslinya, berdasarkan petunjuk dari sejumlah hadist dan kitab-kitab.

Tidak ada pintu di rumah ini. Sekadar kain atau tirai yang digunakan sebagai penutup. Seluruh dinding terbuat dari lempung (batu yang dilapisi tanah liat), dengan atap dari pelepah daun kurma.

Di dinding rumah tergantung busur, anak panah, dan pedang. Tak banyak perabot pula. Hanya meja dan alas tidur, juga seperangkat alat dapur dan alat makan. Dan Anda tahu apa yang menjadi bantal, penyangga kepala beliau yang mulia? Sebuah batu

sumber http://medan.tribunnews.com/…/masya-allah-begini-isi-rumah-…

replica rumah nabi Muhammad SAW https://www.youtube.com/watch?v=B-Jg4wNQYHo

=================================================
--------------------------------------
HARTA = FITNAH ..... UJIAN KAYA= banyak HARTA = PENYEBAB BANYAK MUSLIM ..... diLEMPAR ke NERAKA

<<<< Penduduk Surga Kebanyakan Orang Miskin >>>>>
……………….jangan ditanyakan takdir/nasib orang KAFIR/ MUSYRIK …. langsung di seret dan dilempar ke NERAKA…………………

Harta merupakan salah satu bentuk fitnah, yaitu ujian dan godaan yang sangat dikhawatirkan bisa menjerumuskan orang-orang beriman ke dalam kemaksiatan dan hal yang haram. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang shahih,

عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” إِنَّ لكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ “

Dari Ka’ab bin Iyadh radhiyallahuanhu berkata: Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Setiap umat memiliki godaan yang menjerumuskan tersendiri dan godaan yang menjerumuskan umatku adalah godaan harta kekayaan.” (HR. Tirmidzi no. 2336, An-Nasai dalam AS-Sunan Al-Kubra no. 11795, Ahmad no. 17471, Al-Hakim no. 7896 dan Ibnu Hibban no. 3223. Hadits shahih)

Rasulullah saw melihat bahwa di SURGA itu kebanyakan orang orang MISKIN, sedangkan dalam neraka kebanyakan wanita. HR Muslim-Bukhary.

Rasulullah berdoa kepada Allah swt,” Yaa Allah jadikanlah aku seorang miskin dan matikanlah aku dalam kemiskinan”HR Muslim.

“Orang – orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang – orang kaya” (HR. Tirmidzi, dia berkata, “Hadits shahih”, dari Abu Hurarah}

Dari Haritsah bin Wahb radhiallahuanhu bhwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ألا أخبركم بأهل الجنة؟ قالوا: بلي، قال: كل ضعيف متضعف، لو أقسم على الله لأبره

Maukah kusampaikan kepada kalian tentang ahli surga?” Para sahabat menjawab. “Tentu.” Beliau bersabda, “Orang-orang yang lemah dan diremehkan. Andaikan orang ini bersumpah atas nama Allah (berdoa), pasti Allah kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

An-Nawawi dalam syarah hadis ini menyatakan:

ومعناه يستضعفه الناس، ويحتقرونه، ويتجبرون عليه، لضعف حاله في الدنيا، والمراد أن أغلب أهل الجنة هؤلاء … وليس المراد الاستيعاب

Makna hadis: “Dia diremehkan masyarakat, dianggap hina, suka disuruh-suruh. Karena dia lemah dari sisi dunianya. Maksud hadis ini adalah umumnya penduduk surga orangnya semacam itu, bukan maksudnya seluruh penduduk surga.” (Syarh Muslim An-Nawawi, 17:187)
……………………………
Oleh sebab itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan kepada umatnya untuk biasa berlindung dari keburukan godaan kekayaan dan kemiskinan. Kekayaan dan kemiskinan adalah ujian yang harus dihadapi dengan keimanan dan kesabaran. Ada orang yang jatuh karena ujian kemiskinan, sebagaimana ada orang yang jatu karena ujian kekayaan.

Dari Aisiyah radhiyallahuanha berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa membaca doa:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ القَبْرِ وَعَذَابِ القَبْرِ، وَشَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ قَلْبِي بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ»

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksaan neraka; dari fitnah kubur dan siksaan kubur; keburukan fitnah kekayaan dan keburukan fitnah kemiskinan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebutkan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

Ya Allah, basuhlah hatiku dengan es dan embun…bersihkanlah hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran…jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, perbuatan dosa dan jeratan hutang.” (HR. Bukhari no. 6377 dan Muslim no. 589)

Kekayaan bisa membuat orang kaya tak bersyukur, sehingga ia menghambur-hamburkan hartanya untuk hidup mewah, kikir, rakus, tidak peduli kepada penderitaan sesama, tidak mengeluarkan zakat dan hak-hak orang lain dalam hartanya. Adapun kemiskinan bisa membuat orang tak sabar, sehingga ia mengeluh, mendengki, dan melakukan perbuatan haram atau dosa guna mengejar harta. Semoga Allah melindungi kita dari keburukan godaan kemiskinan dan kekayaan.

Dari Usamah bin Zaid radhiallahuanhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قمت على باب الجنة، فكان عامة من دخلها المساكين، وأصحاب الجد محبوسون غير أن أصحاب النار قد أمر بهم إلى النار

“Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
======================================
HARTA = FITNAH ..... UJIAN KAYA= banyak HARTA = PENYEBAB BANYAK MUSLIM ..... diLEMPAR ke NERAKA

<<<< Penduduk Surga Kebanyakan Orang Miskin >>>>>
……………….jangan ditanyakan takdir/nasib orang KAFIR/ MUSYRIK …. langsung di seret dan dilempar ke NERAKA…………………

Harta merupakan salah satu bentuk fitnah, yaitu ujian dan godaan yang sangat dikhawatirkan bisa menjerumuskan orang-orang beriman ke dalam kemaksiatan dan hal yang haram. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang shahih,

عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” إِنَّ لكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ “

Dari Ka’ab bin Iyadh radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Setiap umat memiliki godaan yang menjerumuskan tersendiri dan godaan yang menjerumuskan umatku adalah godaan harta kekayaan.” (HR. Tirmidzi no. 2336, An-Nasai dalam AS-Sunan Al-Kubra no. 11795, Ahmad no. 17471, Al-Hakim no. 7896 dan Ibnu Hibban no. 3223. Hadits shahih)

Rasulullah saw melihat bahwa di SURGA itu kebanyakan orang orang MISKIN, sedangkan dalam neraka kebanyakan wanita. HR Muslim-Bukhary.

Rasulullah berdoa kepada Allah swt,” Yaa Allah jadikanlah aku seorang miskin dan matikanlah aku dalam kemiskinan”HR Muslim.

“Orang – orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang – orang kaya” (HR. Tirmidzi, dia berkata, “Hadits shahih”, dari Abu Hurarah}

Dari Haritsah bin Wahb radhiallahu ‘anhu bhwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ألا أخبركم بأهل الجنة؟ قالوا: بلي، قال: كل ضعيف متضعف، لو أقسم على الله لأبره

Maukah kusampaikan kepada kalian tentang ahli surga?” Para sahabat menjawab. “Tentu.” Beliau bersabda, “Orang-orang yang lemah dan diremehkan. Andaikan orang ini bersumpah atas nama Allah (berdoa), pasti Allah kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

An-Nawawi dalam syarah hadis ini menyatakan:

ومعناه يستضعفه الناس، ويحتقرونه، ويتجبرون عليه، لضعف حاله في الدنيا، والمراد أن أغلب أهل الجنة هؤلاء … وليس المراد الاستيعاب

Makna hadis: “Dia diremehkan masyarakat, dianggap hina, suka disuruh-suruh. Karena dia lemah dari sisi dunianya. Maksud hadis ini adalah umumnya penduduk surga orangnya semacam itu, bukan maksudnya seluruh penduduk surga.” (Syarh Muslim An-Nawawi, 17:187)
……………………………
Oleh sebab itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan kepada umatnya untuk biasa berlindung dari keburukan godaan kekayaan dan kemiskinan. Kekayaan dan kemiskinan adalah ujian yang harus dihadapi dengan keimanan dan kesabaran. Ada orang yang jatuh karena ujian kemiskinan, sebagaimana ada orang yang jatu karena ujian kekayaan.

Dari Aisiyah radhiyallahu ‘anha berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa membaca doa:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ القَبْرِ وَعَذَابِ القَبْرِ، وَشَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ قَلْبِي بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ»

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksaan neraka; dari fitnah kubur dan siksaan kubur; keburukan fitnah kekayaan dan keburukan fitnah kemiskinan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebutkan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

Ya Allah, basuhlah hatiku dengan es dan embun…bersihkanlah hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran…jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, perbuatan dosa dan jeratan hutang.” (HR. Bukhari no. 6377 dan Muslim no. 589)

Kekayaan bisa membuat orang kaya tak bersyukur, sehingga ia menghambur-hamburkan hartanya untuk hidup mewah, kikir, rakus, tidak peduli kepada penderitaan sesama, tidak mengeluarkan zakat dan hak-hak orang lain dalam hartanya. Adapun kemiskinan bisa membuat orang tak sabar, sehingga ia mengeluh, mendengki, dan melakukan perbuatan haram atau dosa guna mengejar harta. Semoga Allah melindungi kita dari keburukan godaan kemiskinan dan kekayaan.

Dari Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قمت على باب الجنة، فكان عامة من دخلها المساكين، وأصحاب الجد محبوسون غير أن أصحاب النار قد أمر بهم إلى النار

“Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)

Views All Time
Views All Time
724
Views Today
Views Today
3
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

3 Comments on “Hampir-hampir saja kefakiran akan menjadi kekufuran dan hampir saja hasad mendahului takdir.” = HADITS DHO’IF/ LEMAH. ------------------------------------------------- apakah FAKIR {=miskin} ...... BURUK/tercela ??? ..... KeFAKIRan MenDEKATkan Kepada KeKUFURan ?? ................................................. "MISKIN ILMU TAKWA" yg membuat FAKIR .... menjadi dekat keKUFURan/ keKAFIRan <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> ALLAH ... yg MELAPANGKAN REZEKI = banyak/berlimpah REZEKI= KAYA......................... ALLAH .... yg MENYEMPITKAN REZEKI= SEDKIT/terBATAS rezeki= MISKIN .............................................................. Al Qashash:82 -------------- .. RUSAK AGAMA ...dan.... RAKUS pada HARTA = penyebab RUSAK dan HANCURnya UMAT ISLAM {hadits} >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<< >>> LUAS rezeki {=kaya/banyak harta} dan SEMPIT {=miskin/ sedikit harta} = KEHENDAK Allah …… Ar Ra’du:26 ................................................................................. rasul bersabda: "Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan UJIAN umatku adalah HARTA" {HR. Tirmidzi, no. 2336; Ahmad 4/160; Ibnu Hibbân no. 3223; al-Hâkim 4/318; al-Qudhai dalam Asy-Syihâb no. 1022; dishahihkan oleh syaikh Salîm al-Hilâli dalam Silsilah al-Manahi asy-Syar’iyyah, 4/194} ----------------------------- .. karena berapa banyak orang miskin dan fakir TIDAK mendekati kekafiran, apalagi jadi kafir. Lihatlah realita kebanyakan sahabat; mereka fakir, tapi tidak kafir. Yang benar, jika ilmu dan iman seseorang kurang, maka di sinilah seseorang terkadang mendekati kekufuran. ---------------------------------- ... Karena sesungguhnya kaya-miskin merupakan ketentuan Allah. Dia melapangkan rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Begitu juga sebaliknya, menyempitkan rizki dan membatasinya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia sengaja membuat perbedaan itu dengan hikmah yang Dia ketahui. - ................................................................. LHATLAH ..... BACALAH .... RASUL "TAKUT" umatnya diberi UJIAN KAYA ...."dibentangkan DUNIA" .... yg membuat BINASA Umat ISLAM --------------------------------- Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda:“Tidaklah kefakiran yang aku takutkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan pada kalian kalau dibentangkan dunia pada kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian lalu kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka lakukan lalu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR. al-Bukhori: 3791 dan Muslim: 2961) ........................................ <<< RUSAK AGAMA ...dan.... RAKUS pada HARTA = penyebab RUSAK dan HANCURnya UMAT ISLAM >>>> ------------------------- ===================================================== >>>>> Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: <<<<<<< مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِى غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ Kerusakan pada sekawanan kambing akibat dua srigala lapar yang dilepaskan padanya tidak lebih parah dibandingkan kerusakan pada agama seseorang akibat kerakusannya terhadap harta dan kemuliaan {HR. Tirmidzi, no. 2376; Ahmad 3/456; dishahîhkan syaikh Salîm al-Hilâli dalam Silsilahtul Manahi asy-Syar’iyyah, 4/195 } ==========================

  1. apakah FAKIR {=miskin} ...... BURUK/tercela ??? ..... KeFAKIRan MenDEKATkan Kepada KeKUFURan ??
    ................................................. "MISKIN ILMU TAKWA" yg membuat FAKIR .... menjadi dekat keKUFURan/ keKAFIRan
    < <<<<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    ALLAH ... yg MELAPANGKAN REZEKI = banyak/berlimpah REZEKI= KAYA
    ALLAH .... yg MENYEMPITKAN REZEKI= SEDKIT/terBATAS rezeki= MISKIN
    .............................................................. Al Qashash:82

    .. RUSAK AGAMA ...dan.... RAKUS pada HARTA = penyebab RUSAK dan HANCURnya UMAT ISLAM {hadits}
    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>< <<<<<<<<<<<<<<<<<<< >>> LUAS rezeki {=kaya/banyak harta} dan SEMPIT {=miskin/ sedikit harta} = KEHENDAK Allah …… Ar Ra’du:26
    .................................................................................
    rasul bersabda: "Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan UJIAN umatku adalah HARTA" {HR. Tirmidzi, no. 2336; Ahmad 4/160; Ibnu Hibbân no. 3223; al-Hâkim 4/318; al-Qudhai dalam Asy-Syihâb no. 1022; dishahihkan oleh syaikh Salîm al-Hilâli dalam Silsilah al-Manahi asy-Syar’iyyah, 4/194}

    .. karena berapa banyak orang miskin dan fakir TIDAK mendekati kekafiran, apalagi jadi kafir. Lihatlah realita kebanyakan sahabat; mereka fakir, tapi tidak kafir. Yang benar, jika ilmu dan iman seseorang kurang, maka di sinilah seseorang terkadang mendekati kekufuran.

    ... Karena sesungguhnya kaya-miskin merupakan ketentuan Allah. Dia melapangkan rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Begitu juga sebaliknya, menyempitkan rizki dan membatasinya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia sengaja membuat perbedaan itu dengan hikmah yang Dia ketahui. -
    .................................................................
    LHATLAH ..... BACALAH .... RASUL "TAKUT" umatnya diberi UJIAN KAYA ...."dibentangkan DUNIA" .... yg membuat BINASA Umat ISLAM

    Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda:“Tidaklah kefakiran yang aku takutkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan pada kalian kalau dibentangkan dunia pada kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian lalu kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka lakukan lalu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR. al-Bukhori: 3791 dan Muslim: 2961)
    ........................................
    < << RUSAK AGAMA ...dan.... RAKUS pada HARTA = penyebab RUSAK dan HANCURnya UMAT ISLAM >>>>

    Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِى غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

    Kerusakan pada sekawanan kambing akibat dua srigala lapar yang dilepaskan padanya tidak lebih parah dibandingkan kerusakan pada agama seseorang akibat kerakusannya terhadap harta dan kemuliaan {HR. Tirmidzi, no. 2376; Ahmad 3/456; dishahîhkan syaikh Salîm al-Hilâli dalam Silsilahtul Manahi asy-Syar’iyyah, 4/195 }

  2. Rasul berkata:" ..... kumpulkan Aku bersama kelompok orang MISKIN .."
    ...................................................................
    Aisyah mendengar Rasulullah berdoa : “ Ya Allah, jadikanlah gaya hidupku seperti gaya hidup orang miskin, cabutlah nyawaku dalam keadaan miskin, lalu kumpulkanlah aku pada Hari Kiamat bersama kelompok orang miskin “.

    Mendengar doa itu Aisyah protes : “ Mengapa engkau berdoa seperti itu wahai Rasulullah ? “, Beliau menjawab :

    “ orang-orang miskin akan masuk Sorga 40 tahun lebih awal dari pada orang-orang kaya, wahai Aisyah jangan pernah menolak orang-orang miskin meski engkau hanya bisa memberi separuh biji korma, cintailah orang miskin dan dekatkanlah mereka kepadamu agar Allah juga mendekatkanmu kepadaNYA pada Hari kiamat nanti “ ( HR.Tirmidzi, Baihaqi dan Mundziri
    ................................
    Mengapa Nabi berdoa demikian, apakah kita tidak boleh kaya raya ? Rosulullah bukan orang miskin, Beliau Pemimpin yang kaya raya tetapi gaya hidup diri dan keluarganya adalah gaya hidup orang yang paling miskin, pernah dalam 40 malam rumah beliau tidak ada api yang menyala artinya tidak ada bahan makanan yang bisa dimasak juga tidak ada lentera penerang, belau hanya mengkonsumsi beberapa biji korma dan air saja.

    Suatu hari seorang laki-laki miskin mendatangi Aisyah istri Rasulullah saw, Aisyah pun memberinya sedekah. Lalu Aisyah memanggil pembantunya Barirah dan menyuruh memperhatikan dan menyelidiki laki-laki itu , apa benar laki-laki itu miskin atau pura-pura miskin, lalu dipakai apa itu sedekah yang didapatnya.

    Melihat kejadian tersebut Rasulullah kemudian menegur Aisyah dengan sabdanya “ Jangan kau berhitung dalam memberi sedekah karena Allahpun tidak pernah berhitung dalam memberikan rezeki kepada kita “ (HR.Nasa’i , Ibnu Hibban, Ahmad dan Haitsami )

  3. HARTA = FITNAH ..... UJIAN KAYA= banyak HARTA = PENYEBAB BANYAK MUSLIM ..... diLEMPAR ke NERAKA

    < <<< Penduduk Surga Kebanyakan Orang Miskin >>>>>
    ……………….jangan ditanyakan takdir/nasib orang KAFIR/ MUSYRIK …. langsung di seret dan dilempar ke NERAKA…………………

    Harta merupakan salah satu bentuk fitnah, yaitu ujian dan godaan yang sangat dikhawatirkan bisa menjerumuskan orang-orang beriman ke dalam kemaksiatan dan hal yang haram. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang shahih,

    عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” إِنَّ لكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ “

    Dari Ka’ab bin Iyadh radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Setiap umat memiliki godaan yang menjerumuskan tersendiri dan godaan yang menjerumuskan umatku adalah godaan harta kekayaan.” (HR. Tirmidzi no. 2336, An-Nasai dalam AS-Sunan Al-Kubra no. 11795, Ahmad no. 17471, Al-Hakim no. 7896 dan Ibnu Hibban no. 3223. Hadits shahih)

    Rasulullah saw melihat bahwa di SURGA itu kebanyakan orang orang MISKIN, sedangkan dalam neraka kebanyakan wanita. HR Muslim-Bukhary.

    Rasulullah berdoa kepada Allah swt,” Yaa Allah jadikanlah aku seorang miskin dan matikanlah aku dalam kemiskinan”HR Muslim.

    “Orang – orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang – orang kaya” (HR. Tirmidzi, dia berkata, “Hadits shahih”, dari Abu Hurarah}

    Dari Haritsah bin Wahb radhiallahu ‘anhu bhwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    ألا أخبركم بأهل الجنة؟ قالوا: بلي، قال: كل ضعيف متضعف، لو أقسم على الله لأبره

    “Maukah kusampaikan kepada kalian tentang ahli surga?” Para sahabat menjawab. “Tentu.” Beliau bersabda, “Orang-orang yang lemah dan diremehkan. Andaikan orang ini bersumpah atas nama Allah (berdoa), pasti Allah kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    An-Nawawi dalam syarah hadis ini menyatakan:

    ومعناه يستضعفه الناس، ويحتقرونه، ويتجبرون عليه، لضعف حاله في الدنيا، والمراد أن أغلب أهل الجنة هؤلاء … وليس المراد الاستيعاب

    Makna hadis: “Dia diremehkan masyarakat, dianggap hina, suka disuruh-suruh. Karena dia lemah dari sisi dunianya. Maksud hadis ini adalah umumnya penduduk surga orangnya semacam itu, bukan maksudnya seluruh penduduk surga.” (Syarh Muslim An-Nawawi, 17:187)
    ……………………………
    Oleh sebab itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan kepada umatnya untuk biasa berlindung dari keburukan godaan kekayaan dan kemiskinan. Kekayaan dan kemiskinan adalah ujian yang harus dihadapi dengan keimanan dan kesabaran. Ada orang yang jatuh karena ujian kemiskinan, sebagaimana ada orang yang jatu karena ujian kekayaan.

    Dari Aisiyah radhiyallahu ‘anha berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa membaca doa:

    عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ القَبْرِ وَعَذَابِ القَبْرِ، وَشَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ قَلْبِي بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ»

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksaan neraka; dari fitnah kubur dan siksaan kubur; keburukan fitnah kekayaan dan keburukan fitnah kemiskinan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebutkan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

    Ya Allah, basuhlah hatiku dengan es dan embun…bersihkanlah hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran…jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat.

    Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, perbuatan dosa dan jeratan hutang.” (HR. Bukhari no. 6377 dan Muslim no. 589)

    Kekayaan bisa membuat orang kaya tak bersyukur, sehingga ia menghambur-hamburkan hartanya untuk hidup mewah, kikir, rakus, tidak peduli kepada penderitaan sesama, tidak mengeluarkan zakat dan hak-hak orang lain dalam hartanya. Adapun kemiskinan bisa membuat orang tak sabar, sehingga ia mengeluh, mendengki, dan melakukan perbuatan haram atau dosa guna mengejar harta. Semoga Allah melindungi kita dari keburukan godaan kemiskinan dan kekayaan.

    Dari Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    قمت على باب الجنة، فكان عامة من دخلها المساكين، وأصحاب الجد محبوسون غير أن أصحاب النار قد أمر بهم إلى النار

    “Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)

Leave a Reply