Loading
KASIH SAYANG Allah: 1 bagian di DUNIA …. dan … diberikan 99 bagian di SURGA/Akhirat ……………………………….. SURGA = Nikmat dari Allah —————KASIH SAYANG = pemberian Allah .. SURGA RAHMAT Allah ………………………………… NERAKA = MURKA Allah————— kasih sayang di dunia ini, sejatinya hanyalah 1 % dari kasih sayang yang disiapkan Allah di luar dunia ini. Nabi bersabda: إِنَّ الله خَلَقَ الرَّحْمَةَ يَوْمَ خَلَقَهَا مِائَةَ رَحْمَةٍ فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعًا وَتِسْعِيْنَ رَحْمَةً وَأَرْسَلَ فِي خَلْقِهِ كُلِّهِمْ رَحْمَةً وَاحِدَةً Sesungguhnya Allah ketika menciptakan kasih sayang, Dia menciptakannya 100 bagian. Disimpan-Nya 99 bagian di sisi-Nya, dan Dia memberikan untuk untuk seluruh makhluk-Nya satu bagian. (HR. Thabrani) ——– ………………KARENA …. Allah MAHA penyayang pada orag BERIMAN …. Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.’ (Q.s. Al-Ahzab: 43) …………………. | EP Artikel-Edy Gojira

KASIH SAYANG Allah: 1 bagian di DUNIA .... dan ... diberikan 99 bagian di SURGA/Akhirat ...................................... SURGA = Nikmat dari Allah ---------------KASIH SAYANG = pemberian Allah .. SURGA RAHMAT Allah ....................................... NERAKA = MURKA Allah--------------- kasih sayang di dunia ini, sejatinya hanyalah 1 % dari kasih sayang yang disiapkan Allah di luar dunia ini. Nabi bersabda: إِنَّ الله خَلَقَ الرَّحْمَةَ يَوْمَ خَلَقَهَا مِائَةَ رَحْمَةٍ فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعًا وَتِسْعِيْنَ رَحْمَةً وَأَرْسَلَ فِي خَلْقِهِ كُلِّهِمْ رَحْمَةً وَاحِدَةً Sesungguhnya Allah ketika menciptakan kasih sayang, Dia menciptakannya 100 bagian. Disimpan-Nya 99 bagian di sisi-Nya, dan Dia memberikan untuk untuk seluruh makhluk-Nya satu bagian. (HR. Thabrani) -------- ..................KARENA .... Allah MAHA penyayang pada orag BERIMAN .... Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.’ (Q.s. Al-Ahzab: 43) ......................

KASIH SAYANG Allah: 1 bagian di DUNIA .... dan ... diberikan 99 bagian di SURGA/Akhirat
...................................... SURGA = Nikmat dari Allah
---------------KASIH SAYANG = pemberian Allah .. SURGA RAHMAT Allah
....................................... NERAKA = MURKA Allah---------------
kasih sayang di dunia ini, sejatinya hanyalah 1 % dari kasih sayang yang disiapkan Allah di luar dunia ini. Nabi bersabda:

إِنَّ الله خَلَقَ الرَّحْمَةَ يَوْمَ خَلَقَهَا مِائَةَ رَحْمَةٍ فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعًا وَتِسْعِيْنَ رَحْمَةً وَأَرْسَلَ فِي خَلْقِهِ كُلِّهِمْ رَحْمَةً وَاحِدَةً

Sesungguhnya Allah ketika menciptakan kasih sayang, Dia menciptakannya 100 bagian. Disimpan-Nya 99 bagian di sisi-Nya, dan Dia memberikan untuk untuk seluruh makhluk-Nya satu bagian. (HR. Thabrani)
--------
..................KARENA .... Allah MAHA penyayang pada orag BERIMAN ....

Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.’ (Q.s. Al-Ahzab: 43)
......................
Kasih sayang Allah terkhusus bagi orang-orang beriman

Ar-rahmah al-khashshah: Kasih sayang Allah yang khusus diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Kasih sayang jenis ini bersifat imaniah diniah duniawiah ukhrawiah, berupa taufik untuk mengerjakan ketaatan, kemudahan dalam beramal kebajikan, keteguhan di atas iman, petunjuk menuju jalan yang lurus, serta kemuliaan dengan dimasukkan ke dalam surga dan dibebaskan dari siksa neraka.

, bagaimana keadaan orang-orang beriman?

Di akhirat kelak, Allah akan mengkhususkan rahmat, keutamaan, dan kebaikan dari-Nya bagi orang-orang mukmin. Allah juga akan memuliakan mereka dengan ampunan dan penghapusan dosa. Saking luasnya segenap karunia itu, sampai-sampai lisan tak mampu menceritakannya dan pikiran tak mampu membayangkannya.

إن لله مائة رحمة أنزل منها رحمة واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام، فيها يتعاطفون، وبها يتراحمون، وبها تعطف الوحش على ولدها، وأخر الله تسعا وتسعين رحمة يرحم بها عباده يوم القيامة

Rasulullah bersabda :
Sesungguhnya Allah SWT memiliki 100 rahmat (nikmat) satu rahmat dari padanya diturunkan Nya dan dibagi-bagi diantara jin, manusia, hewan-hewan besar dan kecil. Dengan rahmat yang satu itu, semua makhluk tersebut. Saling sayang menyayangi dan kasih mengasihi. Dengan rahmat yang satu itulah seekor keledai liar menyayangi anaknya. Adapun rahmat yang 99 lagi disediakan Allah SWT buat kehidupan di akhirat. Dengan rahmat yang 99 itulah Allah akan mengasihi hambaNya pada hari kiamat”. (Riwayat Bukhari dan Muslim).
..................................................

Siapa gerangan yang tidak menyayang maka dia tidak akan disayang.(HR. Bukhari).

Siapa yang tidak menyayang apa yang ada di bumi maka dia tidak akan disayang oleh Siapa yang ada di langit (HR. Thabrani).

Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Allah menjadikan rahmat 100 bagian, 99 bagian Allah tahan dan Allah turunkan ke bumi satu bagian. Satu bagian itulah yang menyebabkan sesama mahluk saling menyayangi sampai kuda mengangkat telapak kakinya dari anaknya khawatir mengenainya” (Muttafaqunalaihi).

Dari jabir, ia berkata: saya pernah mendengar Nabi Saw. bersabda: "Amal saleh seseotang diantara kamu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga dan tidak dapat menjauhkannya dari azab api neraka dan tidak pula aku, kecuali dengan rahmat Allah." (Riwayat Muslim; kitab Shahih Muslim, Juz II, halaman 528)

Dari Abi Hurairah, ia berkata:
Rasulullah Saw. telah bersabda: "Amal saleh seseorang diantara kamu sekali-kali tidak dapat memasukkannya ke dalam surga."
Mereka (para sahabat) bertanya, "Hai Rasulullah, tidak pula engkau?"
Rasulullah menjawab, "Tidak pula aku kecuali bila Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku."
(Riwayat Muslim; kitab Shahih Muslim, Juz II, halaman 528)

Dalam sebuah hadis, Aisyah ra., bercerita sebagai berikut:

جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ تُقَبِّلُوْنَ الصِّبْيَانَ ؟ فَمَا نُقَبِّلُهُمْ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم ( أَو أَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ )

Seorang (Arab Badui) datang kepada Nabi dan berkata: Engkau menciumi anak kecil? Kami tidak mencium anak-anak! Maka Nabi saw., bersabda: Aku tidak bisa membuat kasih sayang dalam hatimu, jika Allah telah mencabutnya.” (HR. Muslim).

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Di akhirat kelak

Rahmat Allah bagi orang-orang kafir hanya terbatas di dunia. Dengan kata lain, tak ada rahmat sejati bagi mereka. Lihatlah keadaan mereka nantinya di akhirat,

رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ

Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

(Q.s. Al-Mu’minun: 107)

Tak ada rahmat bagi mereka pada hari itu. Yang ada hanya keadilan! Allah berfirman kepada mereka,

قَالَ اخْسَؤُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ

“Allah berfirman, ‘Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan-Ku.’” (Q.s. Al-Mu’minun: 108)
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Bilamana kasih sayang Allah bertambah?

Jika seorang hamba memperbanyak ketaatan dan mendekatkan dirinya kepada Rabb-nya maka bagian rahmat Allah yang diperolehnya juga akan semakin bertambah banyak.

وَهَـذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan Al Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.”

(Q.s. Al-An’am: 155)

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah rasul, supaya kamu diberi rahmat.”

(Q.s. An-Nur: 56)

إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

(Q.s. Al-A’raf: 56)

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَـاةَ وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

“Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.”

(Q.s. Al-A’raf: 156)

Hanya kepada Allah kita memohon agar –dengan rahmat-Nya– kita termasuk dalam golongan orang-orang shalih. Semoga Allah juga mencurahkan kasih sayang kepada kita, sebagaimana yang Dia limpahkan kepada kekasih-kekasih-Nya yang beriman. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala Mahamulia lagi Maha Agung, rahmat-Nya begitu luas tak terbatas.

Views All Time
Views All Time
486
Views Today
Views Today
2
About Edy Gojira 721 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

1 Comment on KASIH SAYANG Allah: 1 bagian di DUNIA .... dan ... diberikan 99 bagian di SURGA/Akhirat ...................................... SURGA = Nikmat dari Allah ---------------KASIH SAYANG = pemberian Allah .. SURGA RAHMAT Allah ....................................... NERAKA = MURKA Allah--------------- kasih sayang di dunia ini, sejatinya hanyalah 1 % dari kasih sayang yang disiapkan Allah di luar dunia ini. Nabi bersabda: إِنَّ الله خَلَقَ الرَّحْمَةَ يَوْمَ خَلَقَهَا مِائَةَ رَحْمَةٍ فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعًا وَتِسْعِيْنَ رَحْمَةً وَأَرْسَلَ فِي خَلْقِهِ كُلِّهِمْ رَحْمَةً وَاحِدَةً Sesungguhnya Allah ketika menciptakan kasih sayang, Dia menciptakannya 100 bagian. Disimpan-Nya 99 bagian di sisi-Nya, dan Dia memberikan untuk untuk seluruh makhluk-Nya satu bagian. (HR. Thabrani) -------- ..................KARENA .... Allah MAHA penyayang pada orag BERIMAN .... Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.’ (Q.s. Al-Ahzab: 43) ......................

  1. ... AKIDAH yg LURUS .... TAAT kepada Allah ..... TAWAKAL dan .... berSANDAR kepada Allah
    ........................................... kesempurnaan takdir Allah dan bahwa Dialah yang mengatur segala urusan hamba-hamba-Nya....

    Ayat-ayat mengajarkan kita tentang akidah yang agung yang harus menancap kuat di dalam hati kita, yang memberikan pelajaran agar setiap hamba senantiasa istiqomah dalam ketaatan kepada Allah, selalu bertawakkal dan bersandar kepada-Nya. Ayat-ayat di atas juga mengajarkan kita agar senantiasa memanjatkan doa, memohon taufik dan istiqomah di jalan-Nya, karena Dialah yang menentukan hal tersebut.

    Mengetahui bahwa segala perkara itu berada di tangan Allah akan menjauhkan kita dari sifat sombong dan lupa diri, karena apa yang kita dapatkan adalah anugerah dari-Nya bukan semata-mata usaha kita. Selain itu, kita juga diajarkan agar ridha dan sabar atas hal-hal buruk yang menimpa kita dalam kehidupan dunia, karena yang demikian pula adalah ketepan dari-Nya atas hikmah yang Dia kehendaki. Dan masih banyak lagi buah-buah keimanan yang dapat kita petik dari mempelajari ayat-ayat

    Ya Allah, ya Rabbal ‘alamin, perbaikilah akidah kami, perbaikilah amalan kami dan jangan Engkau serahkan diri kami ini kepada diri kami sendiri. Engkau mengetahui kelemahan kami, tiada daya dan upaya melainkan atas kehendakmu jua. Ya Allah, ya Rabb kami berilah kami semua petunjuk kepada jalan yang lurus dan perbaikilah keadan kami.

    Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih keduanya, dari Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَلِمَةٍ هِيَ كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: قُلْ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

    “Maukah engkau aku beritahukan sebuah kalimat yang termasuk perbendaharaan di antara perbendaharaan surga?” Aku (Abu Musa) menjawab, “Tentu, ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Katakanlah ‘laa haula wala quwwata illaa billaah’ (tiada daya dan upaya melainkan kehendak Allah semata).”

    Di dalam Musnad dijelaskan bahwa dianjurkan seseorang memperbanyak menyebut kalimat ini, karena kalimat ini merupakan wujud dari memohon pertolongan dan bertawakkal kepada Allah. Dengan meresapi kalimat ini, seorang hamba sadar bahwa dia adalah seorang yang lemah dan tidak berdaya di sisi Allah. Dan seseorang hamba menyadari bahwa tiada daya baginya untuk melaksanakan ketaatan dan teguh dalam keimanan kecuali atas kehendak Allah Tabaraka wa Ta’ala.

    Tiada daya bagi seorang hamba dalam melaksanakan bentuk apapun dari amalan ketaatan dan hal-hal yang maslahat bagi dunia dan akhiratnya kecuali atas kehendak Allah Tabaraka wa Ta’ala. Seorang hamba itu adalah seorang yang sangat fakir di sisi Allah Jalla wa ‘Ala dan Allah ‘Azza wa Jalla itu Maha Kaya dan tidak butuh kepada hamba-hamba-Nya dalam hal apapun. Allah Ta’ala berfirman,

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ (15) إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ (16) وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ

    “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” (QS. Fathir: 15-17).

Leave a Reply