Loading
di AL QUR’AN … MALAIKAT dan Jibril… dengan “KECEPATAN DI ATAS kecepatan CAHAYA” {=50 kali kecepatan cahaya/c = 50 x 299792.5 km/det) ……. KECEPATAN CAHAYA MENURUT AL QUR’AN ———————— >> yang TIDAK DIAKUI … fisika matematis …. >>> sangat LOGIS, KENAPA Nabi Muhammad SAW yang mengalami Mi’raj dengan Buraq (berarti “kilat”) bisa melihat/ kasyaf MASA DEPAN … bahkan SURGA dan NERAKA ————————– ﴾ As Sajdah:5 ﴿Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu NAIK kepada-Nya dalam SATU HARI yang kadarnya adalah 1000 TAHUN menurut PERHITUNGANMU | EP Artikel-Edy Gojira

di AL QUR’AN … MALAIKAT dan Jibril… dengan “KECEPATAN DI ATAS kecepatan CAHAYA” {=50 kali kecepatan cahaya/c = 50 x 299792.5 km/det) ….... KECEPATAN CAHAYA MENURUT AL QUR’AN ------------------------ >> yang TIDAK DIAKUI … fisika matematis …. >>> sangat LOGIS, KENAPA Nabi Muhammad SAW yang mengalami Mi’raj dengan Buraq (berarti “kilat”) bisa melihat/ kasyaf MASA DEPAN … bahkan SURGA dan NERAKA -------------------------- ﴾ As Sajdah:5 ﴿Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu NAIK kepada-Nya dalam SATU HARI yang kadarnya adalah 1000 TAHUN menurut PERHITUNGANMU <<< …. sumber perhitungan kecepatan cahaya (c) = 299792.5 km/det ------------------------------------------ ﴾ Al Ma’aarij:4 ﴿ Malaikat-malaikat dan Jibril NAIK (menghadap) kepada Tuhan dalam SEHARI yang kadarnya 50.000 tahun. <<<< …. sumber perhitungan kecepatan malaikat (JIBRIL) = 50 x c ----------------------------- ﴾ Al Israa’:1 ﴿ Maha Suci Allah, yang telah MEMPERJALANKAN hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami PERLIHATKAN KEPADANYA sebagian dari TANDA-TANDA (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. -------------------------- “Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18) --------------------------------- Rasulullah SAW melihat secara langsung. Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 13 diatas, terdapat kata “Yaro” dalam bahasa Arab yang artinya “menyaksikan langsung”. Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung. ------------------------------------- >>> Ketika sesuatu itu beregerak dengan kecepatan mendekati atau sama denga atau lebih dari kecepatan cahaya maka sesuatu itu akan dapat bergerak ke MASA DEPAN dan ke MASA LALU.

di AL QUR’AN … MALAIKAT dan JibrildenganKECEPATAN DI ATAS kecepatan CAHAYA” {=50 kali kecepatan cahaya/c = 50 x 299792.5 km/det) …....
KECEPATAN CAHAYA MENURUT AL QUR’AN
------------------------
>> yang TIDAK DIAKUIfisika matematis ….
>>> sangat LOGIS, KENAPA Nabi Muhammad SAW yang mengalami Mi’raj dengan Buraq (berartikilat”) bisa melihat/ kasyaf MASA DEPANbahkan SURGA dan NERAKA
--------------------------
﴾ As Sajdah:5 ﴿Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu NAIK kepada-Nya dalam SATU HARI yang kadarnya adalah 1000 TAHUN menurut PERHITUNGANMU <<< …. sumber perhitungan kecepatan cahaya (c) = 299792.5 km/det
------------------------------------------
﴾ Al Ma’aarij:4 ﴿ Malaikat-malaikat dan Jibril NAIK (menghadap) kepada Tuhan dalam SEHARI yang kadarnya 50.000 tahun. <<<< …. sumber perhitungan kecepatan malaikat (JIBRIL) = 50 x c
-----------------------------
﴾ Al Israa’:1 ﴿
Maha Suci Allah, yang telah MEMPERJALANKAN hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami PERLIHATKAN KEPADANYA sebagian dari TANDA-TANDA (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
--------------------------
“Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18)
---------------------------------
Rasulullah SAW melihat secara langsung.
Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 13 diatas, terdapat kataYaro” dalam bahasa Arab yang artinyamenyaksikan langsung”. Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung.
-------------------------------------
>>> Ketika sesuatu itu beregerak dengan kecepatan mendekati atau sama denga atau lebih dari kecepatan cahaya maka sesuatu itu akan dapat bergerak ke MASA DEPAN dan ke MASA LALU. ref http://zulkiflinaesaku.blogspot.com/2014/04/kejanggalan-teori-relativitas-einstein.html

>>> Pada peristiwa mi’raj nabi melakukan perjalanan dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya.

sumber https://darwinarya.wordpress.com/2010/08/14/kecepatan-terbang-malaikat-dan-jibril/
sumber landasan perhitungan: http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=waktu+adalah+kumpulan+peristiwa+interval+waktu+%28dan+jarak%29+antara+dua+peristiwa+bergantung+pada+pengamat+sebagai+kerangka+acuan&source=web&cd=4&cad=rja&ved=0CDMQFjAD&url=http%3A%2F%2Foc.its.ac.id%2Fambilfile.php%3Fidp%3D200&ei=Jf9DULvBGI2urAfatIHgDA&usg=AFQjCNGU6BaBRUMVu2uhTVtK7QnQDiJJYQ

==============================
Kecepatan Cahaya, Kecepatan gelombang elektro magnetic , yaitu: 299792.5 Km/detik, yang baru diketahui abad 20 tentu saja dengan peralatan canggih & modern terakhir, namun hal ini ternyata telah ditulis Qur’an 1400 Tahun yang lalu.
Mungkin saudara pernah tahu jika konstanta C, atau kecepatan cahaya yaitu kecepatan tercepat di jagat raya ini diukur, dihitung atau ditentukan oleh berbagai institusion berikut:
US National Bureau of Standards, C = 299792.4574 + 0.0011 km/det
The British National Physical Laboratory, C = 299792.4590 + 0.0008 km/det
Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar: ”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik”.

Sekarang, mari kita perhatikan apa yg Qur’an tulis tentang kecepatan cahaya.
Qs. 10 Yunus: 5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (jalan-jalan) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq. Dia menjelaskan tanda-tanda kepada orang-orang yang mengetahui.
Qs. 21 Anbiyaa: 33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
Qs. 32 Sajdah: 5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

Sekarang, mari kita perhatikan dengan seksama.
Jarak yang dicapaiSang urusan” selama 1 hari = jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan.
C . t = 12000 . L
dimana : C = kecepatan Sang urusan
t = waktu selama satu hari
L = panjang rute edar bulan selama satu bulan
Sekarang, sistem kalender telah diuji mendapatkan nilai C yang sama dengan nilai C yang sudah diketahui setelah pengukuran.
Ada dua macam system kalender bulan:
1. Sistem sinodik, didasarkan atas penampakan semu gerak bulan dan matahari dari bumi.
1 hari = 24 jam
1 bulan = 29.53059 hari
2. Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta.
1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik = 86164.0906 detik
1 bulan = 27.321661 hari
Bulan kembali ke posisi semula tepat pada garis lurus antara matahari dan bumi. Periode ini disebutsatu bulan sinodik”
Selanjutnya perhatikan rute bulan selama satu bulan sidereal, Rutenya bukan berupa lingkaran seperti yang mungkin anda bayangkan melainkan berbentuk kurva yang panjangnya L = v . T.

Dimana:
v = kecepatan bulan
T = periode revolusi bulan
= 27.321661 hari
a = 27.321661 days/365.25636 days x 360 o = 26.92848o
Ada dua tipe kecepatan bulan :
1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan
rumus berikut: ve = 2 . p . R / T
dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km
T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam
Jadi ve = 2 X 3.14162 X 384264 km / 655.71986 jam
= 3682.07 km/jam
Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Yang ini yang akan diperlukan. Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan yang pertama dengan cosinus a, sehingga: v = Ve X Cos a

Dimana a adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal

a = 26.92848o

Bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan dengan nilai C (kecepatan cahaya) yang sudah diketahui !

Jika:

L = v . T

v = Ve X Cos a

Ve = 3682.07 km/jam

a = 26.92848 o

T = 655.71986 jam

t = 86164.0906 detik
Maka:

C . t = 12000 . L

C . t = 12000 . v . T

C . t = 12000 . (Ve X Cos a) . T

C = 12000 . ve . Cos a . T / t

C = 12000 * 3682.07 km/jam X 0.89157 X 655.71986 jam / 86164.0906 detik

C = 299792.5 km/det
Sekarang,,, mari kita bandingkan antara perhitungan yg ditulis Qur’an dengan perhitungan abad 20.

Qur’an ————————————–> C = 299792.5 Km/detik

US National Bureau of Standards, ——> C = 299792.4574 + 0.0011 km/detik

The British National Physical Laboratory, C = 299792.4590 + 0.0008 km/detik

Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar: ”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik”.

Kesimpulan dari Profesor Elnaby:

“Perhitungan ini membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta C hasil pengukuran selama ini dan juga mnunjukkan kebenaran AlQuranul karim sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam karena penulisnya adalah ALLAH, Sang Pencipta Alam Semesta Raya.”

Elnaby, M.H, 1990, A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C

Fix, John D, 1995, Astronomy, Journey of the Cosmic Frontier, 1st edition, Mosby-Year Book, Inc., St Louis, Missouri

Views All Time
Views All Time
174
Views Today
Views Today
1
About Edy Gojira 721 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

3 Comments on di AL QUR’AN … MALAIKAT dan Jibril… dengan “KECEPATAN DI ATAS kecepatan CAHAYA” {=50 kali kecepatan cahaya/c = 50 x 299792.5 km/det) ….... KECEPATAN CAHAYA MENURUT AL QUR’AN ------------------------ >> yang TIDAK DIAKUI … fisika matematis …. >>> sangat LOGIS, KENAPA Nabi Muhammad SAW yang mengalami Mi’raj dengan Buraq (berarti “kilat”) bisa melihat/ kasyaf MASA DEPAN … bahkan SURGA dan NERAKA -------------------------- ﴾ As Sajdah:5 ﴿Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu NAIK kepada-Nya dalam SATU HARI yang kadarnya adalah 1000 TAHUN menurut PERHITUNGANMU <<< …. sumber perhitungan kecepatan cahaya (c) = 299792.5 km/det ------------------------------------------ ﴾ Al Ma’aarij:4 ﴿ Malaikat-malaikat dan Jibril NAIK (menghadap) kepada Tuhan dalam SEHARI yang kadarnya 50.000 tahun. <<<< …. sumber perhitungan kecepatan malaikat (JIBRIL) = 50 x c ----------------------------- ﴾ Al Israa’:1 ﴿ Maha Suci Allah, yang telah MEMPERJALANKAN hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami PERLIHATKAN KEPADANYA sebagian dari TANDA-TANDA (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. -------------------------- “Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18) --------------------------------- Rasulullah SAW melihat secara langsung. Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 13 diatas, terdapat kata “Yaro” dalam bahasa Arab yang artinya “menyaksikan langsung”. Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung. ------------------------------------- >>> Ketika sesuatu itu beregerak dengan kecepatan mendekati atau sama denga atau lebih dari kecepatan cahaya maka sesuatu itu akan dapat bergerak ke MASA DEPAN dan ke MASA LALU.

  1. angel wings/sayap malaikat ...... wings to fly .... Angels fly different speeds .. wallahua'lam
    ....................... sehari = 50.000 tahun .. hukum relativitas, kecepatan malaikat 50 kali kecepatan cahaya

    ﴾ Faathir:1 ﴿
    Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap { أَجْنِحَةٍ}, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
    ٱلْحَمْدُ لِلَّـهِ فَاطِرِ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضِ جَاعِلِ ٱلْمَلٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُو۟لِىٓ أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۚ يَزِيدُ فِى ٱلْخَلْقِ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ﴿فاطر:١﴾

    ﴾ Al Mursalaat:2 ﴿
    dan (malaikat-malaikat) yang terbang {فَٱلْعٰصِفٰتِ} dengan kencangnya,
    فَٱلْعٰصِفٰتِ عَصْفًا ﴿المرسلات:٢﴾

    ﴾ Al Ma'aarij:4 ﴿
    Malaikat-malaikat dan Jibril naik (تَعْرُجُ ) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
    تَعْرُجُ ٱلْمَلٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ ﴿المعارج:٤﴾

    Diriwayatkan kepadaku Asy-Syaibani r.a ia berkata: Aku bertanya kepada Zir bin Hubaisyin tentang firman Alah s.w.t, artinya: maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). {An Najm : 9}. Ruzain bin Hubaisyin berkata: Ibnu Mas’ud menceritakan kepadaku: Bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam telah melihat Jibril a.s mempunyai enam ratus sayap. (HR Bukhori pada Kitab Permulaan Kejadian No.2993, Muslim pada Kitab Iman No. 253)

    Dalam Alquran disebutkan, “Tiada seorang pun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu. Sesungguhnya kami bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah) dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (mensucikan Tuhan).” (Q.S. Ash-Shaffat:164-166)
    .............................................................
    di AL QUR’AN … MALAIKAT dan Jibril… dengan “KECEPATAN DI ATAS kecepatan CAHAYA” {=50 kali kecepatan cahaya/c = 50 x 299792.5 km/det) …
    KECEPATAN CAHAYA MENURUT AL QUR’AN

    >> yang TIDAK DIAKUI … fisika matematis ….
    >>> sangat LOGIS, KENAPA Nabi Muhammad SAW yang mengalami Mi’raj dengan Buraq (berarti “kilat”) bisa melihat/ kasyaf MASA DEPAN … bahkan SURGA dan NERAKA

    ﴾ As Sajdah:5 ﴿Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu NAIK kepada-Nya dalam SATU HARI yang kadarnya adalah 1000 TAHUN menurut PERHITUNGANMU < << …. sumber perhitungan kecepatan cahaya (c) = 299792.5 km/det ﴾ Al Ma’aarij:4 ﴿ Malaikat-malaikat dan Jibril NAIK (menghadap) kepada Tuhan dalam SEHARI yang kadarnya 50.000 tahun. <<<< …. sumber perhitungan kecepatan malaikat (JIBRIL) = 50 x c ﴾ Al Israa’:1 ﴿ Maha Suci Allah, yang telah MEMPERJALANKAN hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami PERLIHATKAN KEPADANYA sebagian dari TANDA-TANDA (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18) Rasulullah SAW melihat secara langsung. Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 13 diatas, terdapat kata “Yaro” dalam bahasa Arab yang artinya “menyaksikan langsung”. Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung. >>> Ketika sesuatu itu beregerak dengan kecepatan mendekati atau sama denga atau lebih dari kecepatan cahaya maka sesuatu itu akan dapat bergerak ke MASA DEPAN dan ke MASA LALU. ref http://zulkiflinaesaku.blogspot.co.id/2014/04/kejanggalan-teori-relativitas-einstein.html

    >>> Pada peristiwa mi’raj nabi melakukan perjalanan dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya.

    sumber https://darwinarya.wordpress.com/2010/08/14/kecepatan-terbang-malaikat-dan-jibril/
    sumber landasan perhitungan: http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=waktu+adalah+kumpulan+peristiwa+interval+waktu+%28dan+jarak%29+antara+dua+peristiwa+bergantung+pada+pengamat+sebagai+kerangka+acuan&source=web&cd=4&cad=rja&ved=0CDMQFjAD&url=http%3A%2F%2Foc.its.ac.id%2Fambilfile.php%3Fidp%3D200&ei=Jf9DULvBGI2urAfatIHgDA&usg=AFQjCNGU6BaBRUMVu2uhTVtK7QnQDiJJYQ
    .................................................................

    Dari Aisyah r.a: diriwayatkan dari Masruq r.a ia berkata : Ketika aku duduk bersandar berhampiran dengan Aisyah, Aisyah berkata: Wahai Abu Aisyah yaitu Masruq! Ada tiga perkara, barang siapa yang mengatakan salah satu daripadanya berarti dia telah melakukan pembohongan yang amat besar terhadap Allah s.w.t. Aku bertanya: Apakah tiga perkara itu? Aisyah menjawab: Pertama: Barang siapa yang menyatakan bahwa Muhammad s.a.w melihat Tuhannya berarti besarlah kebohongannya terhadap Allah s.w.t. Aku yang duduk bersandar dari tadi lalu duduk dengan baik lalu aku berkata: Wahai Ummul Mukminin! Dengarlah kata-kataku ini terlebih dahulu, bukankah Allah s.w.t telah berfirman yang artinya: Dan Nabi Muhammad yakin bahwa yang disampaikan kepadanya ialah wahyu dari Tuhan karena Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. {At Takwir: 23) Dan firman Allah lagi yang artinya: Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain {An Najm :13} Kemudian Aisyah berkata: Akulah orang yang pertama bertanya kepada Rasulullah s.a.w mengenai perkara ini dari kalangan umat ini. Baginda telah menjawab dengan bersabda: Aku tidak pernah melihat Jibril dalam bentuk asalnya kecuali dua kali sahaja iaitu semasa dia turun dari langit dalam keadaan yang terlalu besar sehingga memenuhi di antara lagit dan bumi. Kemudian Aisyah berkata lagi: apakah kamu tidak pernah mendengar firman Allah yang artinya: Dia tidak dapat dilihat oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat dan mengetahui hakikat segala penglihatan mata dan Dialah Yang Maha Bersifat Lemah Lembut dalam melayani hamba-hambaNya dengan belas kasihan, lagi Maha Mendalam pengetahuanNya. Atau adakah engkau tidak pernah mendengar firman Allah yang artinya: Dan tidaklah layak bagi seseorang manusia bahwa Allah berkata-kata dengannya kecuali dengan jalan wahyu dengan diberi ilham atau mimpi atau dari balik dinding dengan mendengar suara saja atau dengan mengutuskan utusan Malaikat lalu utusan itu menyampaikan wahyu kepadanya dengan izin Allah akan apa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi KeadaanNya, lagi Maha Bijaksana. Kemudian Aisyah berkata lagi: Barangsiapa yang menyatakan bahwa Rasulullah s.a.w telah menyembunyikan sesuatu dari kitab Allah, maka ketahuilah sesungguhnya dia adalah pendusta yang paling besar terhadap Allah, sebagaimana firman Allah yang artinya: Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan jika engkau tidak melakukannya dengan menyampaikan semuanya, berarti engkau tidak menyampaikan perutusanNya. Kemudian Aisyah berkata lagi: Barangsiapa yang menyatakan bahwa rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam menceritakan perkara yang akan terjadi pada besok harinya, maka ketahuilah bahwa itu merupakan suatu pendustaan yang besar terhadap Allah, sebagaimana firmanNya yang artinya: Katakanlah lagi, tiada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib melainkan Allah. (HR Bukhori dalam Kitab Permulaan Kejadian dan Muslim dalam Kitab Iman)

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a ia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam adalah Seorang yang paling dermawan dalam hal-hal kebaikan. Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan. Sesungguhnya Malaikat Jibril a.s telah bertemu dengan Rasulullah setiap tahun pada bulan Ramadan hingga berakhir Ramadan. Rasulullah s.a.w membaca al-Quran di hadapannya. Apabila Rasulullah s.a.w bertemu dengan Malaikat Jibril, maka beliau adalah orang yang paling dermawan dalam hal-hal kebaikan melebihi angin kencang yang diutuskan (HR Bukhori, Kitab Permulaan Wahyu dan Muslim Kitab Kelebihan Hadist)

    Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a ia berkata: Ketika perang Uhud ayahku telah dibawa kepadaku dalam keadaan tertutup seluruh tubuhnya, beliau telah berkorban. Ketika aku ingin membuka pakaiannya, orang-orang melarangku. Aku mencoba sekali lagi tetapi mereka tetap melarangku. Akhirnya Rasulullah s.a.w membukanya atau Rasulullah menyuruh orang membukanya. Tiba-tiba terdengar suara tangisan atau jeritan. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: Siapakah yang menangis? Para Sahabat menjawab: Anak perempuan Amru atau saudara perempuan Amru. Rasulullah s.a.w bersabda: Mengapa kamu menangis? Sesungguhnya Malaikat masih menutupi beliau dengan sayap-sayapnya sehinggalah beliau di bawa naik ke langit. (HR Bukhori KItab Jenazah dan Muslim Kitab Kelebihan Sahabat).

    Para sahabat melihat malaikat

    Dari Saad r.a katanya: Aku pernah melihat di sebelah kanan dan kiri Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam terdapat dua orang lelaki yang berpakaian warna putih ketika peperangan Uhud, sebelum dan sesudahnya aku tidak pernah melihat mereka, yaitu Malaikat Jibril dan Mikail a.s (HR Bukhori pada Kitab Maghzi dan Muslim pada Kitab Kelebihan Hadis)

  2. after death

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    رأيت جعفر بن أبي طالب ملكاً في الجنّة؛ مضرّجةٌ قوادمه بالدّماء؛ يطيرُ بالـجنّـة

    “Aku lihat Ja’far bin Abi Thalib di dalam surga seperti malaikat – dengan sayap lebar yang berlumuran darah – terbang di dalamnya.” (HR. Al-Hakim, 3:209; Al-Hafizh berkata dalam Fathul Bari, 7:76, “Sanadnya jayyid [baik].”)

    Ibnu Hisyam bertutur, “Seorang yang aku anggap tsiqah (kredibel) di antara para ulama menuturkan kepadaku bahwa Ja’far bin Abi Thalib membawa bendera perang dengan tangan kanannya, kemudian tersabet pedang hingga putus. Lalu dia membawa bendera itu dengan tangan kirinya, yang kemudian juga terkena tebasan pedang hingga putus. Selanjutnya bendera itu ia dekap dengan kedua lengan atasnya sehingga beliau terbunuh. Ketika itu beliau berumur 33 tahun. Allah mengganti kedua tangannya itu dengan dua sayap, yang dengannya beliau bisa terbang di dalam surga kemana saja beliau mau.”
    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=155322588158685&set=p.155322588158685&type=3&hc_location=ufi

    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=155322588158685&set=p.155322588158685&type=3

    Ada seorang perawi berkata, “Seorang tentara Romawi bahkan menebaskan pedang ke arah Ja’far sehingga badan beliau terputus menjadi dua bagian.”

    Ibnu Umar berkata, “Pada hari pertempuran di Mu’tah itu, aku dekap tubuh Ja’far dan aku temukan lebih dari 40 luka karena tusukan panah dan sabetan pedang mengenai bagian depan tubuhnya.”

  3. “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya AL QUR'AN itu akan datang pada HARI KIAMAT {=Akhirat} untuk memberi SYAFAAT bagi orang yang membacanya.” [HR MUSLIM}
    ...............................................................
    karena AL QUR'AN/ firman Allah { ٱلْكِتٰبُ} = CAHAYA {NUR/ نُورًا}
    sumber cahaya... bagi MANUSIA.. dalam meniti JALAN ALLAH di DUNIA dan AKHIRAT
    ..............
    ﴾ Asy Syuura:52 ﴿
    Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran/ ٱلْكِتٰبُ) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan AL QUR'AN itu CAHAYA {نُورًا}, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
    .......................................................
    Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

    يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ

    Maksudnya: "Akan didatangkan Al-Quran di hari kiamat kelak kepada ahlinya (yakni orang-orang yang selalu membaca Al-Quran - pent) yang beramal dengannya, terutamanya surah Al-Baqarah dan Ali-Imran..." (HR. Muslim, M.S no: 1338)

    Dalam riwayat lain:

    يَأْتِي الْقُرْآنُ وَأَهْلُهُ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ بِهِ فِي الدُّنْيَا تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ

    Maksudnya: "Al-Quran akan datang kepada ahlinya dari kalangan orang-orang yang mengamalkannya di dunia, terutamanya surah Al-Baqarah dan Ali-Imran." (HR. Tirmizi, katanya hadis Gharib. Menurut Syeikh Al-Albani hadis ini sahih; Shahih wa Dha'if Sunan At-Tirmizi, no: 2883)

    Imam At-Tirmizi berkata pada menjelaskan hadis di atas ini:

    مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَمَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّهُ يَجِيءُ ثَوَابُ قِرَاءَتِهِ كَذَا فَسَّرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ هَذَا الْحَدِيثَ وَمَا يُشْبِهُ هَذَا مِنْ الْأَحَادِيثِ أَنَّهُ يَجِيءُ ثَوَابُ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَفِي حَدِيثِ النَّوَّاسِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَدُلُّ عَلَى مَا فَسَّرُوا إِذْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَهْلُهُ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ بِهِ فِي الدُّنْيَا فَفِي هَذَا دَلَالَةٌ أَنَّهُ يَجِيءُ ثَوَابُ الْعَمَلِ

    Maksudnya: "Di sisi ahli ilmi (ahli sunnah) berpendapat dari wajah dan makna hadis ini adalah bahawa (dihari kiamat kelak - pent) akan didatangkan pahala kepada pembacanya. Demikianlah tafsiran sebahagian ahli ilmi tentang hadis ini dan apa-apa yang serupa dengan hadis-hadis berikut, dan di dalam hadis An-Nawwas tersebut dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam apa yang menunjukkan ke atas penafsiran bagi sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bahawasanya akan didatangkan pahala-pahala bacaan Al-Quran kepada pembacanya yang mengamalkannya di dunia. Maka dengan itu menjadi dalil bahawasanya akan didatangkan pahala-pahala amalan (kepada pembaca Al-Quran dihari kiamat - pent)." (Sunan At-Tirmizi, M.S 10/115, no: 2808)

    Syeikh Muhammad Soleh Al-'Utsaimin rahimahullah (wafat 1421 Hijrah) berkata:

    قال النبي صلى الله عليه وسلم اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه إذا كان يوم القيامة جعل الله عز وجل ثواب هذا القرآن شيئا قائما بنفسه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه يشفع لهم عند الله سبحانه وتعالى فإن القرآن إذا تلاه الإنسان محتسبا فيه الأجر عند الله فله بكل حرف عشر حسنات ومثله حديث النواس بن سمعان رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم أخبر أن من قرأ القرآن وعمل به فإنه يأتي يوم القيامة يتقدمه سورة البقرة وآل عمران يحاجان عن صاحبهما يوم القيامة ولكن الرسول صلى الله عليه وسلم قيد في هذا الحديث قراءة القرآن بالعمل به لأن الذين يقرءون القرآن ينقسمون إلى قسمين قسم لا يعمل به فلا يؤمنون بأخباره ولا يعملون بأحكامه هؤلاء يكون القرآن حجة عليهم وقسم آخر يؤمنون بأخباره ويصدقون بها ويعملون بأحكامه فهؤلاء يكون القرآن حجة لهم يحاج عنهم يوم القيامة لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال القرآن حجة لك أو عليك وفي هذا دليل على أن أهم شيء في القرآن العمل به

    “Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bacalah olehmu akan Al-Quran kerana ia di hari kiamat kelak akan memberi syafa’at kepada para pembacanya iaitu apabila berlakunya hari kiamat maka Allah Azza wa Jalla menjadikan pahala pada Al-Quran tersebut sesuatu yang berdiri dengan dirinya. Ia akan datang di hari kiamat kelak untuk memberi syafa’at kepada para pembacanya iaitu mensyafa’atkan untuk mereka di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka sesungguhnya Al-Qur’an bila datang kepada manusia sebagai penghitung pahala di sisi Allah maka baginya setiap huruf adalah sepuluh kebaikan.

    Dan seperti hadis An-Nawwas bin Sam’an radhiallahu ‘anhu bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhabarkan bahawa barangsiapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat terutamanya surah Al-Baqarah dan Ali-Imran yang akan menjadi hujah kedua-duanya di hari kiamat kelak. Akan tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengikat (Qaid) dengan hadis tersebut iaitu membaca Al-Quran disertai dengan mengamalkannya adalah kerana orang-orang yang membaca Al-Quran terbahagi menjadi dua:

    Pertama: Orang yang tidak mengamalkannya, orang yang tidak beriman dengan apa dikhabarkan kepadanya, dan orang yang tidak beramal dengan hukum-hakamnya. Mereka itulah orang-orang yang Al-Quran menjadi hujah ke atas mereka (yakni Al-Quran akan membantah mereka - pent).

    Kedua: Orang yang beriman dengan yang apa dikhabarkan kepadanya, membenarkannya, dan mengamalkan hukum-hakamnya. Mereka itulah orang-orang yang Al-Quran menjadi hujah bagi mereka (yakni Al-Quran akan membela mereka - pent) sebagai hujah-hujah kepada mereka di hari kiamat. Ini kerana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    القرآن حجة لك أو عليك

    Maksudnya: “Al-Quran itu boleh menjadi hujah yang akan membela kamu atau hujah yang akan membantah kamu.”

    Dan dari dalil ini menunjukkan betapa pentingnya pada Al-Quran itu untuk diamalkan.” (Syarah Riyadhus Solihin, M.S 1/1142)

    Peringatan:

    Sebagaimana yang telah kita ketahui bahawa Al-Quran itu adalah kalamullah (kata-kata Allah) dan bukan makhluk dan pendapat ini disepakati oleh para ulama Ahli Sunnah wal Jama'ah menyelisihi golongan muktazilah. Penjelasannya boleh didapati di kitab-kitab (kutub) Aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah silalah merujuk di sana.

    Secara ringkasnya sebagaimana dijelaskan oleh Al-Imam Ja'far At-Tahawi rahimahullah (wafat 321 Hijrah) di dalam Matan Aqidahnya, beliau berkata:

    وأن القرآن كلام الله منه بدأ بلا كيفية قولاً، وأنزله على رسوله وحياً وصدقه المؤمنون على ذلك حقاً وأيقنوا أنه كلام الله تعالى بالحقيقة ليس بمخلوق ككلام البرية فمن سمعه فزعم أنه كلام البشر، فقد كفر

    Maksudnya: "Sesungguhnya Al-Quran adalah Kalamullah berasal dariNya tanpa diketahui tatacara (kaifiyat) ucapannya, diturunkan ke atas RasulNya sebagai wahyu, dibenarkan oleh orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, dan mereka meyakini bahawasanya Kalamullah itu hakikat dan bukanlah makhluk seperti ucapan manusia. Maka barangsiapa yang mendengarnya dan berpendapat bahawa ianya adalah ucapan makhluk, maka dia telah kafir." (Dinukil dari At-Ta'liqat Al-Mukhtasarah 'Ala Matnil 'Aqidah At-Tohawiyah oleh Fadhilatus-Syeikh Dr. Soleh Fauzan Al-Fauzan)

    Wallahua'lam

Leave a Reply