Loading
TAAT pada suami atau ….TAAT pada IBU BAPAK/ orang tua ?? ———-TAAT kepada mereka ….. selama TIDAK MAKSIAT atau dalam DOSA /pelanggaran …………………………………. “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq. HR. Ahmad 1/131} ———————————————- >> selama TIDAK MAKSIAT …. taat pada SUAMI /orang tua…… ……………………………………………………..contoh apakah kalau disuruh jadi MUSYRIK oleh SUAMI /orang tua….. lalu istri /anak MAU jadi MUSYRIK ???? …………………… contoh apakah disuruh SUAMI/orang tua MENCURI oleh suami/ortu .. lalu istri /anak mau MENCURI ??? …………… apakah kalau disuruh suami/ortu jadi PSK bayaran .. si istri /anak mau saja jadi PSK ??? ————– >> APAKAH jika kamu suruh MURTAD oleh suamimu /ortumu … kamu mau saja jadi MURTAD ???????? ———————- >> SUAMI /ortu= bukan TUHAN = bukan MALAIKAT = bukan DEWA ….. taat suami/ortu selama BUKAN dalam DOSA dan pelanggaran …. bukan taklid BUTA …. TAAT pada suami/ortu dalam maksiat dan DOSA = NERAKA ….diempar ke NERAKA suami istri /anak ortu tersebut {keduanya} ………………. jangan DURHAKA pada Allah = melanggar LARANGAN dari Allah dan Rasul-Nya = KEKAL di NERAKA —————————- ﴾ An Nisaa:14 ﴿ Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. وَمَن يَعْصِ ٱللَّـهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدْخِلْهُ نَارًا خٰلِدًا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٌ مُّهِينٌ ﴿النساء:١٤﴾ …………………………………………………………………… | EP Artikel-Edy Gojira

TAAT pada suami atau ....TAAT pada IBU BAPAK/ orang tua ?? ----------TAAT kepada mereka ..... selama TIDAK MAKSIAT atau dalam DOSA /pelanggaran ........................................ “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq. HR. Ahmad 1/131} ---------------------------------------------- >> selama TIDAK MAKSIAT .... taat pada SUAMI /orang tua...... ..............................................................contoh apakah kalau disuruh jadi MUSYRIK oleh SUAMI /orang tua..... lalu istri /anak MAU jadi MUSYRIK ???? ........................ contoh apakah disuruh SUAMI/orang tua MENCURI oleh suami/ortu .. lalu istri /anak mau MENCURI ??? ............... apakah kalau disuruh suami/ortu jadi PSK bayaran .. si istri /anak mau saja jadi PSK ??? -------------- >> APAKAH jika kamu suruh MURTAD oleh suamimu /ortumu ... kamu mau saja jadi MURTAD ???????? ---------------------- >> SUAMI /ortu= bukan TUHAN = bukan MALAIKAT = bukan DEWA ..... taat suami/ortu selama BUKAN dalam DOSA dan pelanggaran .... bukan taklid BUTA .... TAAT pada suami/ortu dalam maksiat dan DOSA = NERAKA ....diempar ke NERAKA suami istri /anak ortu tersebut {keduanya} ................... jangan DURHAKA pada Allah = melanggar LARANGAN dari Allah dan Rasul-Nya = KEKAL di NERAKA ---------------------------- ﴾ An Nisaa:14 ﴿ Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. وَمَن يَعْصِ ٱللَّـهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدْخِلْهُ نَارًا خٰلِدًا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٌ مُّهِينٌ ﴿النساء:١٤﴾ ..............................................................................

TAAT pada suami atau ....TAAT pada IBU BAPAK/ orang tua ??
----------TAAT kepada mereka ..... selama TIDAK MAKSIAT atau dalam DOSA /pelanggaran
........................................
Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.
HR. Ahmad 1/131}
----------------------------------------------
>> selama TIDAK MAKSIAT .... taat pada SUAMI /orang tua......
..............................................................contoh apakah kalau disuruh jadi MUSYRIK oleh SUAMI /orang tua..... lalu istri /anak MAU jadi MUSYRIK ????
........................ contoh apakah disuruh SUAMI/orang tua MENCURI oleh suami/ortu .. lalu istri /anak mau MENCURI ???
............... apakah kalau disuruh suami/ortu jadi PSK bayaran .. si istri /anak mau saja jadi PSK ???
--------------
>> APAKAH jika kamu suruh MURTAD oleh suamimu /ortumu ... kamu mau saja jadi MURTAD ????????
----------------------
>> SUAMI /ortu= bukan TUHAN = bukan MALAIKAT = bukan DEWA ..... taat suami/ortu selama BUKAN dalam DOSA dan pelanggaran .... bukan taklid BUTA .... TAAT pada suami/ortu dalam maksiat dan DOSA = NERAKA ....diempar ke NERAKA suami istri /anak ortu tersebut {keduanya}
...................
jangan DURHAKA pada Allah = melanggar LARANGAN dari Allah dan Rasul-Nya = KEKAL di NERAKA
----------------------------
﴾ An Nisaa:14 ﴿
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.
وَمَن يَعْصِ ٱللَّـهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدْخِلْهُ نَارًا خٰلِدًا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٌ مُّهِينٌ ﴿النساء:١٤﴾
..............................................................................

>> contoh MUDAH ...... tidak boleh TAAT pada DOSA walau itu perintah SUAMI /orang tua/ortu .....
............................ Jika suami/ortu memerintahkan istri /anak untuk melepas kerudungnya atau membuka aurat lainnya, dengan alasan untuk pekerjaan atau apa pun alasannya, maka istri tidak boleh mematuhinya. Jika istri mematuhinya, berarti ia telah durhaka kepada Allah ta’ala. Allah berfirman, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59).

>> contoh MUDAH lain ......
.................................................
Suami minta dilayani di ranjang, sedangkan istri dalam keadaan haidh, atau suami minta jimak melalui dubur

.{Lihat hadits riwayat al-Bukhari, no. 3237..]

Namun demi suatu hikmah dan kemaslahatan, Islam telah mengatur rambu-rambu bagi suami istri dalam berhubungan intim, dan jika rambu-rambu itu dilanggar, maka mereka akan terjatuh ke dalam dosa. Di antara rambu-rambu itu adalah tidak boleh berhubungan intim ketika istri sedang haidh, oleh karena itu istri harus menolak ajakan suami untuk berhubungan intim jika ia sedang haidh. Namun dalam kondisi seperti ini keduanya boleh melakukan apa saja selain jimak. Demikian juga apabila suami mengajak istri untuk berhubungan intim melalui dubur, maka ia juga harus menolaknya. Jika tidak, maka keduanya justru akan mendapatkan murka dari Allah ta’ala {Lihat hadits riwayat at-Tirmdzi, no. 135, }

>> Nabi Shallallahualaihi wa sallam bersabda:
إِنَّهُ لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.
HR. Ahmad 1/131,

Views All Time
Views All Time
362
Views Today
Views Today
2
About Edy Gojira 721 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

3 Comments on TAAT pada suami atau ....TAAT pada IBU BAPAK/ orang tua ?? ----------TAAT kepada mereka ..... selama TIDAK MAKSIAT atau dalam DOSA /pelanggaran ........................................ “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq. HR. Ahmad 1/131} ---------------------------------------------- >> selama TIDAK MAKSIAT .... taat pada SUAMI /orang tua...... ..............................................................contoh apakah kalau disuruh jadi MUSYRIK oleh SUAMI /orang tua..... lalu istri /anak MAU jadi MUSYRIK ???? ........................ contoh apakah disuruh SUAMI/orang tua MENCURI oleh suami/ortu .. lalu istri /anak mau MENCURI ??? ............... apakah kalau disuruh suami/ortu jadi PSK bayaran .. si istri /anak mau saja jadi PSK ??? -------------- >> APAKAH jika kamu suruh MURTAD oleh suamimu /ortumu ... kamu mau saja jadi MURTAD ???????? ---------------------- >> SUAMI /ortu= bukan TUHAN = bukan MALAIKAT = bukan DEWA ..... taat suami/ortu selama BUKAN dalam DOSA dan pelanggaran .... bukan taklid BUTA .... TAAT pada suami/ortu dalam maksiat dan DOSA = NERAKA ....diempar ke NERAKA suami istri /anak ortu tersebut {keduanya} ................... jangan DURHAKA pada Allah = melanggar LARANGAN dari Allah dan Rasul-Nya = KEKAL di NERAKA ---------------------------- ﴾ An Nisaa:14 ﴿ Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. وَمَن يَعْصِ ٱللَّـهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدْخِلْهُ نَارًا خٰلِدًا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٌ مُّهِينٌ ﴿النساء:١٤﴾ ..............................................................................

  1. “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq. HR. Ahmad 1/131}

    jangan DURHAKA pada Allah = melanggar LARANGAN dari Allah dan Rasul-Nya = KEKAL di NERAKA

    ﴾ An Nisaa:14 ﴿
    Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.
    وَمَن يَعْصِ ٱللَّـهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدْخِلْهُ نَارًا خٰلِدًا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٌ مُّهِينٌ ﴿النساء:١٤﴾

  2. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    إِنَّهُ لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ
    “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.

    HR. Ahmad 1/131, kata Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam ta’liqnya terhadap Musnad Al-Imam Ahmad, “Isnadnya shahih.”

  3. jangan DURHAKA pada Allah = melanggar LARANGAN dari Allah dan Rasul-Nya = KEKAL di NERAKA

    ﴾ An Nisaa:14 ﴿
    Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.
    وَمَن يَعْصِ ٱللَّـهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدْخِلْهُ نَارًا خٰلِدًا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٌ مُّهِينٌ ﴿النساء:١٤﴾

Leave a Reply