Loading
BARISAN di Akhirat …… sesuai dg AMAL perbuatannya di DUNIA …………………………… ada yg berbentuk: tanpa tangan kaki, jadi BABI, KELEDAI, darah di mulutnya, bau BANGKAI, TANPA kepala, mulut keluar NANAH dan darah, KEPALA di bawah, WAJAH hitam, tubuh KUSTA, BUTA mata, … dan… barisan ke 12. wajah berSINAR… manusia ke surga ……………………………………………………. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ ……………………………………………………………………………………. | EP Artikel-Edy Gojira

BARISAN di Akhirat …… sesuai dg AMAL perbuatannya di DUNIA …………………………… ada yg berbentuk: tanpa tangan kaki, jadi BABI, KELEDAI, darah di mulutnya, bau BANGKAI, TANPA kepala, mulut keluar NANAH dan darah, KEPALA di bawah, WAJAH hitam, tubuh KUSTA, BUTA mata, … dan… barisan ke 12. wajah berSINAR… manusia ke surga ……………………………………………………. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ …………………………………………………………………………………….

BARISAN di Akhirat …… sesuai dg AMAL perbuatannya di DUNIA
……………………..…….
ada yg berbentuk: tanpa tangan kaki, jadi BABI, KELEDAI, darah di mulutnya, bau BANGKAI, TANPA kepala, mulut keluar NANAH dan darah, KEPALA di bawah, WAJAH hitam, tubuh KUSTA, BUTA mata, … dan… barisan ke 12. wajah berSINAR… manusia ke surga
……………………..……………………..……
﴾ Ali Imran:185 ﴿
Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾
……………………..……………………..……………………..……………….
Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)”

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.”

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut…..

Barisan Pertama

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kedua

Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Ketiga

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Keempat

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kelima

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Keenam

Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Ketujuh

Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kedelapan

Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kesembilan

Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kesepuluh

Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kesebelas

Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kedua Belas

Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”
……………………..…………………….
Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin…

Views All Time
Views All Time
467
Views Today
Views Today
1
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

2 Comments on BARISAN di Akhirat …… sesuai dg AMAL perbuatannya di DUNIA …………………………… ada yg berbentuk: tanpa tangan kaki, jadi BABI, KELEDAI, darah di mulutnya, bau BANGKAI, TANPA kepala, mulut keluar NANAH dan darah, KEPALA di bawah, WAJAH hitam, tubuh KUSTA, BUTA mata, … dan… barisan ke 12. wajah berSINAR… manusia ke surga ……………………………………………………. ﴾ Ali Imran:185 ﴿ Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾ …………………………………………………………………………………….

  1. BARISAN ke 12 ….. wajah BERSINAR … berCAHAYA …. berjalan seperti KILAT/ kecepatan cahaya/kecepatan malaikat …. karena syafaat dari FIRMAN Allah …. Al qur’an … karena AL QUR’AN = CAHAYA Allah

    Barisan Kedua Belas

    Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”

    sumber cahaya ..agar besok manusia beriman .. diberi CAHAYA .. to the light …. dg AL QUR’AN … memahami dan mengamalkan isi Al QUR’AN

    karena AL QUR’AN/ firman Allah { ٱلْكِتٰبُ} = CAHAYA {NUR/ نُورًا}
    sumber cahaya… bagi MANUSIA.. dalam meniti JALAN ALLAH di DUNIA dan AKHIRAT

    ﴾ Asy Syuura:52 ﴿ AL QUR’AN = CAHAYA
    Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
    وَكَذٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتٰبُ وَلَا ٱلْإِيمٰنُ وَلٰكِن جَعَلْنٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿الشورى:٥٢﴾

  2. “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya AL QUR’AN itu akan datang pada HARI KIAMAT {=Akhirat} untuk memberi SYAFAAT bagi orang yang membacanya.” [HR MUSLIM}
    ………………………………………………………
    karena AL QUR’AN/ firman Allah { ٱلْكِتٰبُ} = CAHAYA {NUR/ نُورًا}
    sumber cahaya… bagi MANUSIA.. dalam meniti JALAN ALLAH di DUNIA dan AKHIRAT
    …………..
    ﴾ Asy Syuura:52 ﴿
    Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran/ ٱلْكِتٰبُ) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan AL QUR’AN itu CAHAYA {نُورًا}, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
    ……………………………………………….
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ

    Maksudnya: “Akan didatangkan Al-Quran di hari kiamat kelak kepada ahlinya (yakni orang-orang yang selalu membaca Al-Quran – pent) yang beramal dengannya, terutamanya surah Al-Baqarah dan Ali-Imran…” (HR. Muslim, M.S no: 1338)

    Dalam riwayat lain:

    يَأْتِي الْقُرْآنُ وَأَهْلُهُ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ بِهِ فِي الدُّنْيَا تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ

    Maksudnya: “Al-Quran akan datang kepada ahlinya dari kalangan orang-orang yang mengamalkannya di dunia, terutamanya surah Al-Baqarah dan Ali-Imran.” (HR. Tirmizi, katanya hadis Gharib. Menurut Syeikh Al-Albani hadis ini sahih; Shahih wa Dha’if Sunan At-Tirmizi, no: 2883)

    Imam At-Tirmizi berkata pada menjelaskan hadis di atas ini:

    مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَمَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّهُ يَجِيءُ ثَوَابُ قِرَاءَتِهِ كَذَا فَسَّرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ هَذَا الْحَدِيثَ وَمَا يُشْبِهُ هَذَا مِنْ الْأَحَادِيثِ أَنَّهُ يَجِيءُ ثَوَابُ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَفِي حَدِيثِ النَّوَّاسِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَدُلُّ عَلَى مَا فَسَّرُوا إِذْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَهْلُهُ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ بِهِ فِي الدُّنْيَا فَفِي هَذَا دَلَالَةٌ أَنَّهُ يَجِيءُ ثَوَابُ الْعَمَلِ

    Maksudnya: “Di sisi ahli ilmi (ahli sunnah) berpendapat dari wajah dan makna hadis ini adalah bahawa (dihari kiamat kelak – pent) akan didatangkan pahala kepada pembacanya. Demikianlah tafsiran sebahagian ahli ilmi tentang hadis ini dan apa-apa yang serupa dengan hadis-hadis berikut, dan di dalam hadis An-Nawwas tersebut dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam apa yang menunjukkan ke atas penafsiran bagi sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahawasanya akan didatangkan pahala-pahala bacaan Al-Quran kepada pembacanya yang mengamalkannya di dunia. Maka dengan itu menjadi dalil bahawasanya akan didatangkan pahala-pahala amalan (kepada pembaca Al-Quran dihari kiamat – pent).” (Sunan At-Tirmizi, M.S 10/115, no: 2808)

    Syeikh Muhammad Soleh Al-‘Utsaimin rahimahullah (wafat 1421 Hijrah) berkata:

    قال النبي صلى الله عليه وسلم اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه إذا كان يوم القيامة جعل الله عز وجل ثواب هذا القرآن شيئا قائما بنفسه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه يشفع لهم عند الله سبحانه وتعالى فإن القرآن إذا تلاه الإنسان محتسبا فيه الأجر عند الله فله بكل حرف عشر حسنات ومثله حديث النواس بن سمعان رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم أخبر أن من قرأ القرآن وعمل به فإنه يأتي يوم القيامة يتقدمه سورة البقرة وآل عمران يحاجان عن صاحبهما يوم القيامة ولكن الرسول صلى الله عليه وسلم قيد في هذا الحديث قراءة القرآن بالعمل به لأن الذين يقرءون القرآن ينقسمون إلى قسمين قسم لا يعمل به فلا يؤمنون بأخباره ولا يعملون بأحكامه هؤلاء يكون القرآن حجة عليهم وقسم آخر يؤمنون بأخباره ويصدقون بها ويعملون بأحكامه فهؤلاء يكون القرآن حجة لهم يحاج عنهم يوم القيامة لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال القرآن حجة لك أو عليك وفي هذا دليل على أن أهم شيء في القرآن العمل به

    “Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bacalah olehmu akan Al-Quran kerana ia di hari kiamat kelak akan memberi syafa’at kepada para pembacanya iaitu apabila berlakunya hari kiamat maka Allah Azza wa Jalla menjadikan pahala pada Al-Quran tersebut sesuatu yang berdiri dengan dirinya. Ia akan datang di hari kiamat kelak untuk memberi syafa’at kepada para pembacanya iaitu mensyafa’atkan untuk mereka di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka sesungguhnya Al-Qur’an bila datang kepada manusia sebagai penghitung pahala di sisi Allah maka baginya setiap huruf adalah sepuluh kebaikan.

    Dan seperti hadis An-Nawwas bin Sam’an radhiallahu ‘anhu bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhabarkan bahawa barangsiapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat terutamanya surah Al-Baqarah dan Ali-Imran yang akan menjadi hujah kedua-duanya di hari kiamat kelak. Akan tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengikat (Qaid) dengan hadis tersebut iaitu membaca Al-Quran disertai dengan mengamalkannya adalah kerana orang-orang yang membaca Al-Quran terbahagi menjadi dua:

    Pertama: Orang yang tidak mengamalkannya, orang yang tidak beriman dengan apa dikhabarkan kepadanya, dan orang yang tidak beramal dengan hukum-hakamnya. Mereka itulah orang-orang yang Al-Quran menjadi hujah ke atas mereka (yakni Al-Quran akan membantah mereka – pent).

    Kedua: Orang yang beriman dengan yang apa dikhabarkan kepadanya, membenarkannya, dan mengamalkan hukum-hakamnya. Mereka itulah orang-orang yang Al-Quran menjadi hujah bagi mereka (yakni Al-Quran akan membela mereka – pent) sebagai hujah-hujah kepada mereka di hari kiamat. Ini kerana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    القرآن حجة لك أو عليك

    Maksudnya: “Al-Quran itu boleh menjadi hujah yang akan membela kamu atau hujah yang akan membantah kamu.”

    Dan dari dalil ini menunjukkan betapa pentingnya pada Al-Quran itu untuk diamalkan.” (Syarah Riyadhus Solihin, M.S 1/1142)

    Peringatan:

    Sebagaimana yang telah kita ketahui bahawa Al-Quran itu adalah kalamullah (kata-kata Allah) dan bukan makhluk dan pendapat ini disepakati oleh para ulama Ahli Sunnah wal Jama’ah menyelisihi golongan muktazilah. Penjelasannya boleh didapati di kitab-kitab (kutub) Aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah silalah merujuk di sana.

    Secara ringkasnya sebagaimana dijelaskan oleh Al-Imam Ja’far At-Tahawi rahimahullah (wafat 321 Hijrah) di dalam Matan Aqidahnya, beliau berkata:

    وأن القرآن كلام الله منه بدأ بلا كيفية قولاً، وأنزله على رسوله وحياً وصدقه المؤمنون على ذلك حقاً وأيقنوا أنه كلام الله تعالى بالحقيقة ليس بمخلوق ككلام البرية فمن سمعه فزعم أنه كلام البشر، فقد كفر

    Maksudnya: “Sesungguhnya Al-Quran adalah Kalamullah berasal dariNya tanpa diketahui tatacara (kaifiyat) ucapannya, diturunkan ke atas RasulNya sebagai wahyu, dibenarkan oleh orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, dan mereka meyakini bahawasanya Kalamullah itu hakikat dan bukanlah makhluk seperti ucapan manusia. Maka barangsiapa yang mendengarnya dan berpendapat bahawa ianya adalah ucapan makhluk, maka dia telah kafir.” (Dinukil dari At-Ta’liqat Al-Mukhtasarah ‘Ala Matnil ‘Aqidah At-Tohawiyah oleh Fadhilatus-Syeikh Dr. Soleh Fauzan Al-Fauzan)

    Wallahua’lam

Leave a Reply