Loading
yang TIDAK masuk SURGA = orang yg DURHAKA pada NABI-Nya ————— ………… artinya apa??? … orang itu / manusia itu … TIDAK TAAT pada Nabi-Nya ….. berarti = TIDAK TAAT pada perintah dan larangan Allah !!!! ———————————————————- “Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?’ beliau menjawab, “Siapa yang mentaatiku ia masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku sugguh ia telah enggan masuk surga.” (H.R. Bukhari). ————————————- Dalam hadits tersebut Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam menjamin seluruh umatnya akan masuk surga. Namun, ada orang yang menolak masuk surga. Loh, kok ada? Kan di awal dinyatakan bahwa semua orang maunya masuk surga. Tidak seorang pun mau masuk neraka. Ini ungkapan Nabi bahwa ketika keingan masuk surga kemudian syaratnya tidak dipenuhi, sama halnya dengan orang yang menolak masuk surga. | EP Artikel-Edy Gojira

yang TIDAK masuk SURGA = orang yg DURHAKA pada NABI-Nya ————— ………… artinya apa??? … orang itu / manusia itu … TIDAK TAAT pada Nabi-Nya ….. berarti = TIDAK TAAT pada perintah dan larangan Allah !!!! ———————————————————- “Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?’ beliau menjawab, “Siapa yang mentaatiku ia masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku sugguh ia telah enggan masuk surga.” (H.R. Bukhari). ————————————- Dalam hadits tersebut Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam menjamin seluruh umatnya akan masuk surga. Namun, ada orang yang menolak masuk surga. Loh, kok ada? Kan di awal dinyatakan bahwa semua orang maunya masuk surga. Tidak seorang pun mau masuk neraka. Ini ungkapan Nabi bahwa ketika keingan masuk surga kemudian syaratnya tidak dipenuhi, sama halnya dengan orang yang menolak masuk surga.

yang TIDAK masuk SURGA = orang yg DURHAKA pada NABI-Nya —————
………… artinya apa??? … orang itu / manusia itu … TIDAK TAAT pada Nabi-Nya ….. berarti = TIDAK TAAT pada perintah dan larangan Allah !!!!
————————–————————–——
“Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?’ beliau menjawab, “Siapa yang mentaatiku ia masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku sugguh ia telah enggan masuk surga.” (H.R. Bukhari).
————————–———–
Dalam hadits tersebut Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam menjamin seluruh umatnya akan masuk surga. Namun, ada orang yang menolak masuk surga. Loh, kok ada? Kan di awal dinyatakan bahwa semua orang maunya masuk surga. Tidak seorang pun mau masuk neraka. Ini ungkapan Nabi bahwa ketika keingan masuk surga kemudian syaratnya tidak dipenuhi, sama halnya dengan orang yang menolak masuk surga.
———————————–
Apa syaratnya? Jelas, dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa syarat masuk surga cuma satu, yakni taat. Ya, taat kepada Nabi merupakan kunci utama mewujudkan keinginan menjadi ahli surga di akhirat kelak.
————————–————–
Taat Nabi
———–
Taat kepada Nabi tentunya bersifat menyeluruh. Dari mulai hal yang dianggap sepele, maupun hal yang dianggap berpele-pele. Kita ambil contoh kecil saja yang semua orang pasti bisa melakukannya.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa memakai sandal itu dimulai dengan kaki yang kanan, dan melepasnya dimulai dengan kaki yang kiri. Beliau shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
إذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ وَلْتَكُنْ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ
“Apabila salah seorang kamu memakai sandal hendaknya ia mengawali dengan kaki kanan. Dan apabila melepas, hendaknya memulai dengan kaki kiri.Hendaknya yang kanan diawalkan dalam memakai dan diakhirkan dalam melepas.”(H.R. Muttafaq ‘Alaih).

Nah, jika kita mendahulukan kaki kanan saat memakai sandal dan mendahulukan kaki kiri saat melepasnya, maka kita akan mendapat kavling surga. Loh kok bisa? Iya dong. Kan, kunci utama masuk surga itu adalah taat kepada Nabi. Taat dalam kaifiyat memakai sandal bisa mendapat jaminan masuk surga karena urusan memakai sandal diatur oleh Nabi.

Ada lagi contoh sederhana yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan etika makan dan minum. Pertama, makan dan minum mesti dengan tangan kanan. Kedua, makan dan minum mesti sambil duduk, tidak berdiri (standing eating, standing party). Ketiga, berdoa sebelum dan sesudah makan dan minum.

Nah, jika kita makan dan minum sesuai dengan tuntunan Nabi tersebut, maka prosesi makan dan minumnya kita ini akan mendapat jaminan masuk surga. Loh, bisa juga? Iya. Kan kunci utamanya taat kepada Nabi, dalam hal yang dianggap sepele maupun yang dianggap perkara besar seperti shalat, zakat, shaum, haji, dll..
————————–——————
Taat kepada Nabi = adalah Taat kepada Allah
————————–————————–
Taat kepada Nabi hakekatnya adalah taat kepada Allah SWT. Karena, apa yang Nabi ajarkan merupakan apa yang Allah wahyukan. “Tidaklah Muhammad berbicara dari hawa nafsunya. Tidaklah ucapannya itu kecuali atas wahyu yang diwahyukan kepadanya.” Demikian firman Allah dalam al-Quran Surat an-Najm (53) ayat 3-4.

Sebagai penegasan, Allah SWT berfirman dalam ayat lain:
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ
“Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah.” (Q.S. al-Nisa [4]: 80).

Dan, taat kepada Allah SWT diwujudkan dengan mengamalkan amal-amal saleh dan menjauhi segala hal yang dilarang Allah SWT.

Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا
“Dan siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.” (QS. Al-Nisa [4]: 124).

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Dan barang siapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.” (Q.S. Ghaafir [40]: 40).

Views All Time
Views All Time
676
Views Today
Views Today
1
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

4 Comments on yang TIDAK masuk SURGA = orang yg DURHAKA pada NABI-Nya ————— ………… artinya apa??? … orang itu / manusia itu … TIDAK TAAT pada Nabi-Nya ….. berarti = TIDAK TAAT pada perintah dan larangan Allah !!!! ———————————————————- “Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?’ beliau menjawab, “Siapa yang mentaatiku ia masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku sugguh ia telah enggan masuk surga.” (H.R. Bukhari). ————————————- Dalam hadits tersebut Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam menjamin seluruh umatnya akan masuk surga. Namun, ada orang yang menolak masuk surga. Loh, kok ada? Kan di awal dinyatakan bahwa semua orang maunya masuk surga. Tidak seorang pun mau masuk neraka. Ini ungkapan Nabi bahwa ketika keingan masuk surga kemudian syaratnya tidak dipenuhi, sama halnya dengan orang yang menolak masuk surga.

  1. Taat kepada Nabi = adalah Taat kepada Allah
    —————————————————–
    Taat kepada Nabi hakekatnya adalah taat kepada Allah SWT. Karena, apa yang Nabi ajarkan merupakan apa yang Allah wahyukan. “Tidaklah Muhammad berbicara dari hawa nafsunya. Tidaklah ucapannya itu kecuali atas wahyu yang diwahyukan kepadanya.” Demikian firman Allah dalam al-Quran Surat an-Najm (53) ayat 3-4.

    Sebagai penegasan, Allah SWT berfirman dalam ayat lain:
    مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ
    “Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah.” (Q.S. al-Nisa [4]: 80).

    Dan, taat kepada Allah SWT diwujudkan dengan mengamalkan amal-amal saleh dan menjauhi segala hal yang dilarang Allah SWT.

    Allah SWT berfirman:
    وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا
    “Dan siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.” (QS. Al-Nisa [4]: 124).

    مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ
    “Dan barang siapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.” (Q.S. Ghaafir [40]: 40).

  2. Rasul bersabda; “….. TIDAK SHADAQAH dan TIDAK JIHAD? Dengan apa engkau MASUK SURGA?….”
    ……………………………………………. mati MUNAFIK ?…. takut MATI ? …
    ……………………
    Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam at-Thabraniy dan Imam al-Bayhaqiy, dari Basyir bin al-Khoshoshiyyah ra berkata,”Aku datang kepada kepada Rasulullah saw untuk berbai’at masuk islam. Maka beliau mensyaratkan kepadaku untuk bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rosul-Nya, sholat lima waktu, puasa Romadhon menunaikan zakat, haji ke baitullah dan berjihad di jalan Allah.” Dia lanjutkan, “Wahai Rasulullah, ada dua yang aku TIDAK mampu, yaitu ZAKAT karena aku tidak memiliki sesuatu kecuali sepuluh dzaud (sekelompok unta) yang merupakan titipan dan kendaraan bagi keluargaku. Sedangkan jihad, orang-orang yakin bahwa yang lari (ketika perang) maka akan mendapat kemurkaan dari Allah, sedangkan aku takut jika ikut perang lalu aku TAKUT MATI dan ingin (menyelamatkan) jiwaku.” Lalu Rasulullah menggenggam tangannya kemudian menggerakkannya lalu berkata, “Tidak shadaqah dan tidak jihad? Dengan apa engkau masuk surga?” Lalu Rasulullah menggenggam tangannya kemudian menggerakkannya lalu berkata, “TIDAK SHADAQAH dan TIDAK JIHAD? Dengan apa engkau MASUK SURGA?”
    Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
    جَاهِدُوا اَلْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ, وَأَنْفُسِكُمْ, وَأَلْسِنَتِكُمْ
    “Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan HARTA-mu, JIWA-mu {nyawa} dan LIDAH-mu.” (HR. Ahmad dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim)
    Dari Abu Hurairah ra., dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa mati (dalam keadaan) BELUM pernah berperang dan tidak terbesit dalam BENAK-nya keINGINan berPERANG, maka ia MATI dalam keadaan MUNAFIK.” (HR. Muslim dan Abu Daud. Hadits-hadits yang se makna dengan hadits ini banyak jumlahnya)
    ——————————————-
    SURGA ITU SULIT … SANGAT SULIT,JANGAN DIANGGAP ENTENG

Leave a Reply