Loading
Mengapa umat Islam di akhir zaman yang mayoritas begitu LEMAH dan mudah di-dzolimi/diHINAkan ……. oleh kaum KUFFAR? ——————————————- ——-MUSLIM “buih” .. AL WAHN .. cinta dunia dan TAKUT mati ——— —————————————— Sebuah hadis diriwayatkan daripada Thauban r.a., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.” Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?” Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.” | EP Artikel-Edy Gojira

Mengapa umat Islam di akhir zaman yang mayoritas begitu LEMAH dan mudah di-dzolimi/diHINAkan ....... oleh kaum KUFFAR? ------------------------------------------- -------MUSLIM "buih" .. AL WAHN .. cinta dunia dan TAKUT mati --------- ------------------------------------------ Sebuah hadis diriwayatkan daripada Thauban r.a., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.” Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?” Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.”

Mengapa umat Islam di akhir zaman yang mayoritas begitu LEMAH dan mudah di-dzolimi/diHINAkan ....... oleh kaum KUFFAR?
-------------------------------------------
-------MUSLIM "buih" .. AL WAHN .. cinta dunia dan TAKUT mati ---------
------------------------------------------
Sebuah hadis diriwayatkan daripada Thauban r.a., bahawa Rasulullah
SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat
Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas
mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain
makan bersama.”

Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam
telah lemah dan musuh sangat kuat?”

Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak
berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah
ibarat buih di laut.”

Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di
laut?”

Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa
penyakit al-Wahn.”

Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?”

Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.”
---------------------------------------------------------
Suatu keadaan yang nyata di hadapan kita sekarang, bahwa jumlah umat
Islam sudah cukup banyak. Di dunia ini, satu setengah milyar lebih
penduduk bumi adalah Muslim. Tetapi kita saksikan bahawa jumlah yang
banyak ini belum membawa umat ini keluar dari kesulitan-kesulitannya.
Inilah rupanya yang diungkapkan Rasulullah dalam hadis di atas. Patutlah
kiranya kita semua, umat Islam melihat ke dalam, seberapa jauh kiranya
kita sudah terjangkiti penyakit al-Wahn tersebut, penyakit cinta dunia
dan takut akan kematian.

Tentunya ini tak lepas dari kesalahan pandangan umumnya masyarakat
Muslim terhadap kehidupan dunia. Mengapa sampai cinta pada dunia dan
takut mati? Tentu ini kerana memandang bahwa dunia ini adalah tempatnya
segala kesenangan, dan kematian adalah pemutus kesenangan tersebut.
Sungguh suatu cara pandang yang sesat dan keliru.

Asy- Syaikh Salim Al Hilali menjelaskan dan merinci hadits yang sangat
penting ini.Hadits ini menceritakan apa itu wahn yang itu menunjukkan
keadaan ummat Islam.

Pertama: Musuh-musuh Allah dari kalangan tentara Iblis serta pendukung
syaithan selalu memata-matai perkembangan ummat Islam serta negara
mereka. Karena mereka telah melihat penyakit wahn ini telah merasuki
kaum musiimin. Penyakit ini telah menyembelih leher-leher ummat Islam.
Maka mereka menerkamnya dan masih menyembunyikan sisanya.

Kaum kuffar dan musyrikin ahlul kitab selalu melakukan hal demikian
sejak munculnya fajar is¬lam. Itu terjadi ketika daulah Islam yang murni
yang ditanamkan pondasinya dan dikokohkan oleh Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam di Madinah dan sekitarnya.

Ini ditegaskan dalam hadits yang menceritakan tiga orang yang sengaja
tidak ikut berperang (HR Bukhari Muslim), sebagaimana dikatakan oleh
Ka’ab bin Malik radhiyallahuanhu: “…Ketika aku berjalan di pasar
Madinah, tiba-tiba ada seorang petani dari petani-petani negeri Syam
yang membawa makanan untuk dijual di Madinah

berkata: Siapa yang bisa menunjukkan Ka’ab bin Malik kepadaku? Maka
orang-orang menunjukinya, maka dia datangi aku kemudian menyerahkan
kepadaku sebuah surat dari raja Ghassan. Dan saya adalah seorang
terpelajar, maka aku baca ternyata didalamnya tertulis: Amma ba’du,
telah sampai kepada kami berita bahwa teman-temanmu bersikap keras
kepadamu. Dan Allah tidak akan membiarkanmu berada di negeri yang penuh
dengan kehinaan dan kesempitan, maka datanglah dan bergabunglah dengan
kami, kami akan menampungmu.”

Perhatikan, wahai muslim yang cerdas dan coba renungkan, wahai saudara
terkasih, bagaimana orang-orang kafir selalu mengawasi berita-berita
daulah Islam. Bila ada kesempatan, mereka akan menerkamnya dari segala
penjuru. Itu juga dijelaskan dengan:

Kedua: Sesungguhnya ummat-ummat kafir saling membantu dan bergabung
untuk menyerang Islam, daulahnya, pemeluknya dan para da’inya.

Siapa yang membaca sejarah perang Salib, akan tahu bagaimana peristiwa
itu. Yang mana Bani Ashfar mempersiapkan pasukannya untuk membinasakan
daulah khilafah. Akan jelas hal ini seperti jelasnya cahaya matahari
ditengah teriknya siang.

Dan hingga sempurna bagi mereka hal itu, maka mereka membuatKelompok”,
kemudianBadan orgainisasi”, kemudian “dewan”, kemudian “Organisasi
dunia”, dengan itu mereka membakarnya semangat mereka dengan
slogan-slogan. Juga:

Ketiga: Negeri-negeri Islam adalah sumbersumber kebaikan dan berkah.
Maka ummat-ummat kafir ingin menguasainya. Oleh karena itu Rasulullah
shallallahualaihi wa sallam menyerupakannya dengan makanan baik yang
membuat berselera para menyantapnya, maka mereka menyerbunya, setiap
penyerbu ingin mendapat bagian seperti bagian singa.

Ke- empat: Orang-orang kafir membuat neger-¬negeri Islam menjadi
berkelompok terpecah dan terpisah-pisah, sebagaimana datam hadits
Abdullah bin Hawalah radhiyallahuanhu berkata: Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam:

Nanti kalian akan menjadi pasukan yang berkelompok¬kelompok. Satu
kelompok di Syam, satu kelompok di Iraq, dan satu kelompok di Yaman.”
kata sahabat: Berilah pilihan, wahai Rasulullah. Maka beliau bersabda:
Pilihlah yang di Syam, siapa yang enggan, maka yang di Yaman. Dan
hendaklah dia minum dari airnya, karena Allah menjaminkan untukku negeri
Syam dan penduduknya. ”

Rabi’ah berkata: Aku mendengar Idris Al Khaulani menyampaikan hadits ini
dan berkata: “Dan siapa yang dijamin Allah tidak akan tersia-sia.”

Bukankah ini realita ummat Islam?! Mereka menjadi negara-negara yang
terpisah. Tidak punya wibawa.Tidak bisa berkuasa mengurus dalam dan luar
negerinya dengan merdeka. Semuanya diatur oleh or¬ang kafir. Hanya Allah
yang kita minta pertolongannya dan kepadanya kita bertawakkal.

Ke enam: Kini, orang kafir tidak segan lagi kepada kaum muslimin, karena
mereka (kaum muslimin) sudah kehilangan wibawanya dihadapan umrnat-ummat
lainnya. Yang mana dulu wibawa itu membuat gemetar lutut dan sendi-sendi
orang kafir dan pasukan Iblis. Itu karena senjata penghancur milik kaum
muslimin tidak lagi ditakuti oleh orang kafir.

Allah berfirman:

“Akan Kami lemparkan dalam hati orang-orang kafir rasa takut akibat
mereka menyekutukan Allah. ” (Ali Imran: 151)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

“Aku ditolong Allah dengan musuh mengalami rasa takut, padahal aku
masih sebulan perjalanan kesana. ”

Ke tujuh: Unsur-unsur kekuatan ummat Is¬lam bukan pada banyaknya jumlah
dan kekuatannya, pasukan kavalerinya dan kesombongannya, pasukan
infantrinya dan para komandannya, tapi pada aqidahnya dan manhajnya.
Karena ummat ini adalah ummat tauhid dan pengusung panji-panji tauhid.

Apakah engkau tidak dengar sabda Rasulutlah shallallahu ‘alaihi wa
sallam ketika menjawab pertanyaan seorang sahabat tentang jumlah:
Bahkan kalian ketika itu banyak !” ?

Perhatikan pelajaran dari perang Hunain, akan engkau dapati dia menjadi
contoh disetiap masa.

“Dan hari Hunain ketika kalian merasa takjub dengan jumlah kalian
yang banyak, tapi itu tidak berguna bagi kalian sedikitpun. ” (QS At
Taubah:26)

Ke delapan: Posisi ummat Islam ticlak dipertimbangkan sedikitpun
diantara ummat¬ummat dimuka bumi, sebagaimana sabda Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Akan tetapi kalian bagai buih, seperti
buih banjir.”

Sabda ini memberikan beberapa hal:

1. Buih yang mengalir membawa banyak kotoran bersamanya. Begini juga
ummat Islam, berjalan bersama kotoran ummat Kafir
2. Banjir membawa buih yang tidak bermanfaat bagi manusia. Begitu juga
ummat Is¬lam, tidak melaksanakan perannya dihadapan ummat-ummat
lain, yaitu Amar Ma’ruf dan Nahyi Mungkar.
3. Buih akan segera sirna. Dan karena itu Allah akan mengganti siapa
yang berpaling dan mengokohkan kelompok yang bermanfaat bagi manusia
di muka bumi.
4. Buih yang dibawa banjir tercampur dengan kotoran tanah. Begitu juga
pemikiran mayoritas ummat Islam telah terkontaminasi dengan sampah
filsafat dan budaya yang rusak.
5. Buih yang dibawa oleh banjir tidak tahu akan berakhir dimana karena
dia berjalan bukan atas keinginannya. Dia seperti orang yang
menggali kuburnya dengan kukunya. Begitu juga ummat Is¬lam, tidak
tahu apa yang sedang direncakan musuh¬-musuhnya atas diri mereka.
Ironisnya, mereka masih saja membebek dan mengikuti mana yang lebih
keras gaungnya dan bersikap bagai pucuk Erau yang bergerak kemana
angin meniupnya.

Ke sembilan: Ummat Islam menjadikan dunia sebagai target utamanya.
Tujuan ilmunya. Oleh karena itulah mereka menjadi takut mati. Cinta
dunia karena mereka meramaikan dunia hingga lupa kepada kampung akhirat.

Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkhawatirkan hal ini
menimpa ummatnya.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, beliau bersabda: “Bila ditaklukkan Persia dan Romawi, di kaum
mana kalian? Abdurrahman bin Auf berkata: Kami akan berposisi seperti
yang Allah perintahkan kami (yaitu akan memuji-Nya, bersyukur kepada-Nya
dan meminta tambahan dari nikmat-Nya. Lihat An Nawawi 18/96),

Kata beliau: Jangan sampai selain itu, yaitu kalian akan saling
berlomba-lomba, kemudion saling mendengki, kemudian saling
membelakangi,kemudian saling membenci -atau yang sejenisnya ¬kemudian
kalian berjalan dihadapan muhajirin yang miskin dan sebagian kalian
memakan sebagian. “(HR Muslim no_ 2962)

Oleh karena ketika ditaktukkan perbendaharaan Persia, Umar bin At
Khaththab radhiyallahuanhu menangis dan berkata: “Sesungguhnya harta
ini jika dibukakan kepada sebuah ummat, Allah jadikan permusuhan
diantara mereka.”

Ke sepuluh: Ummat-ummat kafir tidak akan bisa menghabiskan ummat Islam,
walau mereka bersatu untuk itu dari segala penjuru -dan mereka memang
sudah bersatu-, sebagaimana dinyatakan dengan jelas dalam hadits Tsauban
radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:

Sesungguhnya Allah telah melipat bumi ini bagiku, maka aku melihat
bagian timur dan baratnya. Dan ummatku akan sampai kekuasaan mereka
seperti yang ditunjukkan kepadaku. Aku juga diberi perbendaharan merah
dan putih (emas dan perak yang itu adalah harta benda kerajaan Persia
dan Rumawi) dan aku meminta kepada Allah untuk ummatku agar tidak
dibinasakan dengan kelaparan setahun yang membinasakan mereka. Dan agar
jangan sampai mereka dikuasai musuh selain diri mereka sendiri hingga
akan dihancurkan mereka hingga akar-akarnya. Dan

Allah telah berfirman :

Wahai Muhammad, Sesungguhnya Aku bila menetapkan suatu ketetapan,
maka itu tidak bisaditolak. Aku memberikan bagi ummatmu untuk tidak
dibinasakan dengan kelaparan setahun.

Dan Aku tidak jadikan berkuasa mereka satu musuhpun selain diri
sendiri yang akan menyerang mereka sendiri walau musuhnya sudah
bersatu dari berbagai penjuru. Hingga diantara mereka sendiri yang
saling menghacurkan satu dengan lainnya (HR Muslim no. 2889)

Maka apa yang bisa membuat sebuah pohon yang kokoh yang akarnya menancap
ke bumi dan cabangnya mencakar ke langit menjadi sia-sia?!

berbagai sumber

Views All Time
Views All Time
1170
Views Today
Views Today
2
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

2 Comments on Mengapa umat Islam di akhir zaman yang mayoritas begitu LEMAH dan mudah di-dzolimi/diHINAkan ....... oleh kaum KUFFAR? ------------------------------------------- -------MUSLIM "buih" .. AL WAHN .. cinta dunia dan TAKUT mati --------- ------------------------------------------ Sebuah hadis diriwayatkan daripada Thauban r.a., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.” Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?” Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.”

  1. ……. BUIH {= al wahn/ “cinta dunia & takut mati”}…… hadits

    Dalam satu hadis Nabi S.A.W., baginda telah menggambarkan UMAT di AKHIR ZAMAN seperti BUIH.“Akan datang umat-umat yang berkerumunan ke atas kalian seperti kerumunannya orang-orang yang makan pada satu pinggan.” Maka seorang bertanya : “Apakah jumlah kami pada ketika itu sedikit?”
    Baginda s.a.w menjawab: “Bahkan jumlah kamu pada saat itu ramai. Akan tetapi keadaan kamu seperti buih-buih di lautan. Dan sesunguhnya Allah akan mencabut dari (hati) musuh-musuh kamu rasa takut terhadap kamu serta akan ditimpakan (penyakit) al-Wahn di dalam hati-hati kamu.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah al-Wahn?” Nabi SAW menjawab: “Cinta kepada dunia dan takut mati.”(Sahih – Hadis riwayat Abu Daud, Kitab al-Malahim: Bab: Fi Tada al Umam ‘Alal Islam, jld. 4, ms. 484, no: 4297)

  2. ………….. BUIH …. sangat banyak 72 golongan …………………

    ….. 72 golongan masuk NERAKA (banyak sekali … tetapi hanya BUIH) …………..

    Ibnu Hibban dan Asy-Syathibi dalam Al-I’tisham 2:189 menshahihkan hadits ini. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam kitab Silsilah Ash-Shahiihah no. 203 dan Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2128.
    Dari Abu ‘Aamir Al-Huzaniy, dari Mu’awiyyah bin Abi Sufyan bahwasannya ia (Mu’awiyyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata : Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bediri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda : “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, dan sesungguhnya UMAT INI {=umat nabi Muhammad/ orang Islam) akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan. (Adapun) yang tujuh puluh dua (72) akan masuk NERAKA dan satu (1) golongan akan masuk SURGA, yaitu ”Al-Jama’ah”.

    ….. BUIH ……. TIDAK “mengikuti” seruan Tuhan ……..

    SERUAN Tuhan = MENGIKUTI/mentaati dan menjalankan (follower) PERINTAH Allah melalui RASUL-nya (contoh dari RASUL dan SAHABAT Nabi)

    ﴾ Al Anfaal:24 ﴿
    Hai orang-orang yang beriman, penuhilah SERUAN ALLAH dan SERUAN RASUL apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.

    ﴾ Ibrahim:44 ﴿
    Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi SERUAN ENGKAU dan AKAN MENGIKUTI RASUL-RASUL”. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?

    ﴾ Al Anbiyaa:45 ﴿
    Katakanlah (hai Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan TIADALAH ORANG-ORANG YANG TULI MENDENGAR SERUAN, apabila MEREKA DIBERI PERINGATAN”

    ﴾ Ar Ruum:52 ﴿
    Maka Sesungguhnya KAMU TIDAK AKAN SANGGUP menjadikan orang-orang yang MATI ITU DAPAT MENDENGAR, dan menjadikan orang-orang yang TULI DAPAT MENDENGAR SERUAN, apabila mereka itu berpaling membelakang.

    ﴾ Asy Syuura:47 ﴿
    PATUHILAH SERUAN TUHANMU sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu TIDAK MEMPEROLEH TEMPAT BERLINDUNG PADA HARI ITU (kiamat universe /akhirat) DAN TIDAK (PULA) DAPAT MENGINGKARI (dosa-dosamu).

Leave a Reply