Loading
BAHAYA ….. AMAL {perbuatan} …… Tanpa ILMU …………………………………………………………….. “Semua amal itu tergantung NIAT-nya dan setiap orang hanya menDAPATkan sesuai NIAT-nya …” {HR Bukhari dan Muslim} ———————— “Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Dia berikan pemahaman tentang urusan agamanya.” (HR. Bukhari-Muslim).* —————————— “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakAllah Subhanahu Wata’ala yang dapat menerima pelajaran.” (Qs. az-Zumar [39] : 9). —————————— Seseorang yang beribadah tanpa ilmu akan lebih banyak menuai mudharat daripada manfaat. Manfaatnya sedikit justru mudharatnya lebih banyak. Itulah kenyataan yang akan dihadapi oleh setiap pengamal tanpa ilmu. Nol besar. Tidak ada nilainya. | EP Artikel-Edy Gojira

BAHAYA ….. AMAL {perbuatan} …… Tanpa ILMU …………………………………………………………….. “Semua amal itu tergantung NIAT-nya dan setiap orang hanya menDAPATkan sesuai NIAT-nya …” {HR Bukhari dan Muslim} ———————— “Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Dia berikan pemahaman tentang urusan agamanya.” (HR. Bukhari-Muslim).* —————————— “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakAllah Subhanahu Wata’ala yang dapat menerima pelajaran.” (Qs. az-Zumar [39] : 9). —————————— Seseorang yang beribadah tanpa ilmu akan lebih banyak menuai mudharat daripada manfaat. Manfaatnya sedikit justru mudharatnya lebih banyak. Itulah kenyataan yang akan dihadapi oleh setiap pengamal tanpa ilmu. Nol besar. Tidak ada nilainya.

BAHAYA ….. AMAL {perbuatan} …… Tanpa ILMU
……………………..……………………..……………….
“Semua amal itu tergantung NIAT-nya dan setiap orang hanya menDAPATkan sesuai NIAT-nya …” {HR Bukhari dan Muslim}
————————
“Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Dia berikan pemahaman tentang urusan agamanya.” (HR. Bukhari-Muslim).*
——————————
“Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakAllah Subhanahu Wata’ala yang dapat menerima pelajaran.” (Qs. az-Zumar [39] : 9).
——————————
Seseorang yang beribadah tanpa ilmu akan lebih banyak menuai mudharat daripada manfaat. Manfaatnya sedikit justru mudharatnya lebih banyak. Itulah kenyataan yang akan dihadapi oleh setiap pengamal tanpa ilmu. Nol besar. Tidak ada nilainya.

Nihil pahala dan keutamaan di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Oleh karenanya, jangan mencoba-coba beramal dengan ketidaktahuan. Sama halnya orang yang sakit meminum sembarang obat. Tidak cocok dengan satu obat beralih ke obat berikutnya. Hasilnya, bukan kesembuhan tapi malapetaka yang berujung maut.

Tidak sedikit seseorang yang memandang bahwa dirinya melakukan suatu ketaatan padahal sedang bermaksiat. Memandang suatu kemaksiatan bukan sebagai kemaksiatan. Dalam kasus Maulid, misalnya. Sebagian orang mengadakan kegiatan Maulid tidak sesuai dengan cara yang benar. Bermaulid tapi dilakukan dengan hura-hura, menghamburkan biaya dalam jumlah yang tidak wajar untuk membeli mercon, kembang api. Dalihnya untuk syiar.

Padahal di sekelilingnya masih banyak orang yang membutuhkan. Atau bermaulid tapi dengan dangdutan, campur laki dan perempuan. Bermaulid ada tata caranya. Bukan sesuka hati. Bukan dengan hawa nafsu sesuai keinginan diri sendiri. Inilah sedikit contoh yang salah dalam mengungkapkan mahabbah (kecintaan) kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam. Hal di atas terjadi karena orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak dibekali dengan ilmu. Akibatnya, menyangka telah berbuat kebajikan namun yang didapat justru sebaliknya. Berharap dapat syafaat tapi yang didapat justru ketidakrelaan atas apa yang sudah dikerjakan.

Alkisah, di negeri Maroko pernah hidup seorang ahli ibadah yang dikenal oleh masyarakat sekitarnya sebagai orang shalih. Siang-malam ia isi dengan ibadah. Hari-harinya ia hiasi dengan kegiatan ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Suatu hari ia membeli seekor keledai betina. Anehnya keledai itu tidak ia gunakan sama sekali. Hal ini membuat seorang tetangganya diliputi rasa penasaran, “Tuan, mengapa keledainya tidak dimanfaatkan?” Dijawab oleh si ahli ibadah ini, “Memang, aku hanya memanfaatkannya untuk memuaskan nafsu birahiku.” Setelah diusut, ternyata si ahli ibadah ini betul-betul tidak tahu soal larangan keras menyetubuhi hewan. Ketika ia diberi tahu soal hukum menyetubuhi hewan, ia menangis sejadi-jadinya.
Oleh karena itu, setiap muslim wajib memiliki ilmu. Syukur jika ilmu yang telah ia miliki bermanfaat bagi orang lain. Ia ajarkan dan sebarkan kepada sesamanya. Bermanfaat bagi diri sendiri sekaligus bagi umat. Dikatakan, “Barangsiapa memiliki ilmu, lalu ia amalkan dan ajarkan, ia akan dikenal oleh para penduduk langit.” Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah Subhanahu Wata’ala akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Allah Subhanahu Wata’ala Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. al-Mujadilah [58] : 11).

Abdullah bin Abbas RA mengatakan orang yang memiliki ilmu dibanding orang yang tidak memilikinya, perbandingannya 700 derajat. Derajat pertama ke derajat kedua menempuh perjalan 500 tahun lamanya.

Betapa mulia orang yang berilmu yang ilmunya bemanfaat. Di dunia dan di akhirat ia hidup mulia mendapat kedudukan terhormat di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Dalam ayat lain Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاء اللَّيْلِ سَاجِداً وَقَائِماً يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

“Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakAllah Subhanahu Wata’ala yang dapat menerima pelajaran.” (Qs. az-Zumar [39] : 9).

Bunyi ayat ini bukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Ayat ini merupakan sindiran bahwa tidak ada kesamaan posisi orang yang berilmu dengan orang yang jahil. Wali songo yang telah wafat ribuan tahun silam masih seperti orang hidup. Peziarahnya banyak di setiap saat. Ini terjadi berkat ilmu yang mereka miliki. Memang sangat beda antara orang yang berilmu dengan yang tidak.

Karena itu, semangat mencari ilmu merupakan tanda kesuksesan. Mencari ilmu di sepanjang waktu. Tidak ada perasaan lelah. Selalu haus dalam mendulang ilmu dalam segala kondisi. Maka, mari kita siapkan anak-anak kita menjadi sosok berilmu. Cakap dalam membaca al-Quran, mengetahui tata cara ibadah yang sebenarnya, menghafal hadits, paham fiqih dan ilmu-ilmu agama lainnya. Sejak dini, buat program pengentasan kejahilan dari setiap anggota keluarga dalam urusan agama. Jadikan ilmu sebagai hal pertama di setiap langkah. Rasulullah bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Dia berikan pemahaman tentang urusan agamanya.” (HR. Bukhari-Muslim).*

berbagai sumber

 

Views All Time
Views All Time
354
Views Today
Views Today
1
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

1 Comment on BAHAYA ….. AMAL {perbuatan} …… Tanpa ILMU …………………………………………………………….. “Semua amal itu tergantung NIAT-nya dan setiap orang hanya menDAPATkan sesuai NIAT-nya …” {HR Bukhari dan Muslim} ———————— “Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Dia berikan pemahaman tentang urusan agamanya.” (HR. Bukhari-Muslim).* —————————— “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakAllah Subhanahu Wata’ala yang dapat menerima pelajaran.” (Qs. az-Zumar [39] : 9). —————————— Seseorang yang beribadah tanpa ilmu akan lebih banyak menuai mudharat daripada manfaat. Manfaatnya sedikit justru mudharatnya lebih banyak. Itulah kenyataan yang akan dihadapi oleh setiap pengamal tanpa ilmu. Nol besar. Tidak ada nilainya.

  1. “Semua amal itu tergantung NIAT-nya dan setiap orang hanya menDAPATkan sesuai NIAT-nya …” {HR Bukhari dan Muslim}
    ————————
    “Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Dia berikan pemahaman tentang urusan agamanya.” (HR. Bukhari-Muslim).*
    ——————————
    “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakAllah Subhanahu Wata’ala yang dapat menerima pelajaran.” (Qs. az-Zumar [39] : 9).
    ——————————
    Seseorang yang beribadah tanpa ilmu akan lebih banyak menuai mudharat daripada manfaat. Manfaatnya sedikit justru mudharatnya lebih banyak. Itulah kenyataan yang akan dihadapi oleh setiap pengamal tanpa ilmu. Nol besar. Tidak ada nilainya.

Leave a Reply