Loading
Apakah SEMUA AGAMA Itu ….. BENAR? ……………………………. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al-Imran 3 : 85). | EP Artikel-Edy Gojira

Apakah SEMUA AGAMA Itu ..... BENAR? .................................. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al-Imran 3 : 85).

Apakah SEMUA AGAMA Itu ..... BENAR?
..................................
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al-Imran 3 : 85).
...................
Belakangan ini banyak orang beranggapan bahwa semua agama benar, khususnya dari kalangan orang-orang yang paham akan ideologi sekularisme, pluralisme, dan liberalisme (SEPILIS). Dan karena dewasa ini agama islam selalu menjadi sasaran mereka sebagai perbandingan agama.

Orang-orang Kristen banyak menyatakan bahwa semua agama sama, semua agama benar dan semua kitab suci wahyu Allah serta semua pemeluk agama masuk surga. Dengan adanya pemahaman seperti itu maka sengaja kami terbitkan tulisan ini, agar umat islam tidak mudah dirasuki oleh pemahaman yang jelas-jelas keliru dan menyesatkan.

Mungkin saja ada sebagian dari umat Kristiani yang apabila tanpa sengaja membaca tulisan ini, beranggapan bahwa ini sebagai penghinaan atau pelecehan terhadap iman, kepercayaan agama mereka atau kitab suci mereka, padahal sebenarnya tidaklah demikian. Malah sebaliknya, kami inginkan agar mereka berada pada jalan yang benar, yaitu jalan keselamatan menuju kepada kebenaran yang hakiki, agar kita semua sama-sama selamat dunia dan akhirat.

Anggapan sebagian besar umat kristiani bahwa umat islam tidak boleh ikut mencampuri kitab TAURAT, ZABUR (MAZMUR) dan INJIL, sebab kitab-kitab tersebut adalah milik mereka. Padahal kitab TAURAT, ZABUR dan Injil adalah juga kitab yang harus diimani oleh setiap muslim (orang Islam). Bahkan itu merupakan salah satu RUKUN IMAN yang WAJIB di imani oleh setiap kaum muslimin adalah mengimani terhadap semua Nabi, termasuk Nabi ISA as (YESUS) dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, sebagaimana firman Allah dalam Al-qur’an, yang artinya

Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil “.(QS. Al-Imran 3:3.)

Dari bunyi ayat tersebut dapat kita pahami bahwa al-qur’an yang diturunkan Allah kepada nabi Muhmmad Saw, membenarkan kitab taurat dan injil sebagai kitab yang diturunkan-Nya. Ini berarti bahwa kitab tersebut juga milik islam yang perlu diimani. Oleh sebab itu jika kami sebagai umat Islam ikut mempelajari, mendalami dan mengoreksi terhadap kandungan kitab-kitab tersebut adalah sangat wajar, sebab tidak ada satu dalil pun dalam alkitab yang mengatakan bahwa kitab-kitab tersebut hanya milik umat Kristiani saja.

Meluruskan dengan apa yang telah dirobah-robah oleh tangan-tangan yang JAHIL manusia terhadap kitab Allah adalah kewajiban setiap umat Muslim dengan tujuan agar manusia tidak tersesat mengimani kitab yang telah bercampur antara HAK (beanr) dan BATHIL (menyimpang). Sebagaimana dijelaskan dalam Al-qur’an yang artinya

maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis al-kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, ini dari Allah (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan”.(QS. Al-baqarah 2:79).

Allah yang menyuruh mengingatkan,maka kami harus menyampaikannya, sebagaimana firman-Nya dalamal-qur’an yang artinya, “ Hai ahli kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang HAQ dengan yang BATHIL, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui”. (QS. Al-Imran 3: 71).

Dan dalam ayat lain Allah SWT berfirman, sampaikan kepada ahli kitab, kembali kepada ajaran TAUHID, bahwa menyembah itu hanya Allah saja, bukan kepada YESUS, bukan kepada yang lainnya.

Katakanlah, Hai ahli kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia (Allah) dengan sesuatupun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai TUHAN selain ALLAH. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Al-Imran 3: 64).

Dari kedua ayat tersebut, intinya kita sebagai umat Islam disuruh Allah SWT utuk menyampaikan atau mendakwahkan kepada ahli kitab ( YAHUDI & NASRANI ) agar jangan campur adukkan yang hak dan bathil, dan jangan sembunyikan yang benar, katakanlah BENAR kalau itu BENAR dan katakan SALAH jika SALAH. Juga pada ayat tersebut Allah perintahkan,smapaikan kepada mereka, kembali kepada ajaran TAUHID, jangan menyembah TUHAN-TUHAN lain selain ALLAH Azja Wajala dan jangan sekutukan ALLAH dengan suatu apapun. Sebab mengamalkan ajaran-ajaran dari manusia dan meninggalkan ajaran ALLAH dan YESUS (nabi ISA as), sama saja menjadikan TUHAN-TUHAN lain selain ALLAH.

Nah inilah barangkali yang perlu kita sampaikan dan ingatkan kepada mereka orang-orang kaum NASRANI dan YAHUDI agar mereka mau MENGKRITISI apakah yang selama ini mereka imani sudah sesuai dengan ALKITAB / INJIL atau tidak.
Dijelaskan dalam Al-qur’an bahwasanya:

“Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci ” (QS. Ash-shaaf 61: 9).

Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi Allah hanyalah islam. Tidak berselisih orang-orang yang telah diberi alkitab kecuali sesudah dating pengetahuan kepadamereka,karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya “ (QS. Al-Imran 3:19).

Barang siapa mencari agama selain agama islam,maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi “ (QS. Al-Imran 3 : 85)

Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu,dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi islam itu jadi agama bagimu “ (QS. Al-maidah 5 :3).

BERBAGAI MACAM AGAMA
Di dunia ini ada begitu banyak agama, tapi dari sekian banyak agama yang ada, hanya ada dua agama yang selalu berpotensi konflik yaitu ISLAM dan KRISTEN.

Belum pernah kita melihat/mendengar ada agama YAHUDI, BUDHA, KONG HUCHU, HINDU dan lain-lain yang berdakwah kemana-mana dalam rangka untuk mempengaruhi umat beragama lainnya agar masuk dan ikut kedalam agama mereka, belum pernah!!!

Yang seringkali melakukan kegiatan da’wah kemana-mana, hanyalah agama islam dan Kristen. Gerja dibangun dimana-mana,bahkan hampir disetiap RUKO dan MALL ada salah satu ruangan atau gedung yang mereka sewa untuk dijadikan GEREJA.

Pendeta dan misionaris serta evangelis atau penginjil, disebarkan keseluruh dunia dalam rangka mendakwahkan agama mereka, karena mereka yakin hanya agama mereka saja yang benar dan menyelamatkan, kalau perlu semua orang masuk kedalam agama Kristen.

Islam juga demikian, mesjid dan mushola dibangun dimana-mana. Utstadz, kyai, mubaligh dan da’I disebarkan kemana-mana dalam rangka untuk mend’wahkan kebenaran islam, kalau perlu semua orang masuk kedalam agama Islam.

Kedua agama besar ini, sama-sama mengklaim bahwa agamanya saja yang benar dan menyelamatkan manusia di akhirat nanti.

Menurut umat Islam, semua manusia kafir, bakal masuk neraka dan kekal di dalamnya, kecuali tentu yang beragama islam atau pengikut nabi Muhammad SAW.

Menurut umat kristiani, mereka juga yakin bahwa semua manusia tidak akan selamat dan bakal masuk neraka, kecuali pengikut YESUS.

Sehigga timbul pertanyaan, apakah pernyataan kedua agama ini sama-sama benar? Atau dengan kata lain : MANA YANG BENAR, ISLAM ATAU KRISTEN?

Sampai saat ini masih cukup banyak orang-orang yang berpendapat bahwa semua agama benar, semua agama sama, semua kitab suci wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surge. Bahkan beberapa yag dipropangandakan oleh JIL (jaringan Islam Liberal) dengan istilah SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) dimana mereka katakan “ SEMUA AGAMA BENAR, SEMUA AGAMA SAMA, SEMUA KITAB SUCI WAHYU ALLAH DAN SEMUA PEMELUK AGAMA MASUK SURGA “.

Menurut mereka tidak boleh umat Islam mengklaim hanya agama islam saja agama yang benar. Tidak boleh umat islam mengklaim Al-qur’an saja kitab suci wahyu Allah dan tidak boleh umat islam mengklaim hanya pemeluk agama islam saja yang masuk surga.

Menurut mereka semua agama benar, semua kitab suci wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surga, hanya jalan, cara atau teknisnya saja yang berbeda.

Menurut kami, yang benar yaitu, semua agama pasti akan mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar, bukan hanya umat islam yang mengklaim demikian, tapi semua pemeluk agama.
Jika setiap agama mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar dan menyelamatkan, itu sesuatu yang wajar, SEBAB MANA ADA KECAP NOMOR DUA, PASTI NOMOR SATU. Jika masing-masing mengkalim seperti itu, adalah hak asasi mereka.

Adanya berbagia agama di dunia ini, al-qur’an membenarkan, artinya islam menerima PLURALITAS karena hal tersebut merupakan SUNNATULLAH sebagai dinamika kehidupan yang menghargai berbagia agama dan kemajemukkan. Tapi islam tidak mengakui atau menolak pemahaman PLURALISME, yaitu suatu isme atau paham yang membenarkan bahwa semua agama adalah sama benarnya.

APA DAN BAGAIMANA SEPILIS ITU
SEPILIS adalah singkatan dari SEKULARISME, PLURALISME DAN LIBERALISME.

SEKULARISME adalah suatu paham atau isme atau aliran pemikiran yang percaya dan meyakini bahkan mengimani bahwa agama harus dipisahkan dari negara, tidak boleh membawa atribut atau symbol-simbol agama, apalagi ajaran dari suatu agama.Dan kenyataannya, SEKULARISME telah menjadi suatu IDEOLOGY yang ANTI TERHADAP AGAMA, bahkan MEMUSUHI AGAMA.

PLURALISME adalah suatu paham atau isme atau aliran pemikiran yang mempercayai dan meyakini bahwa semua agama sama, semua agama benar dan semua pemeluk agama selamat. Menurut paham mereka.Siapapun termasuk nabi dan rasul, tidak berhak mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar.Dalam prakteknya.Paham ini telah menjadi semacam ideology lintas agama yang mencampur adukkan ajaran semua agama.

LIBERALISME adalah suatu paham atau isme atau aliran pemikiran atau paham, yang mempercayai dan meyakini bahkan mengimani bahwa NASH AL-QUR’AN dan ASSUNNAH harus harus TUNDUK KEPADA AKAL. Menurut mereka,manusia memiliki KEBEBASAN MUTLAK. Siapapun, bahkan termasuk TUHAN sekalipun, TIDAK BERHAK untuk MEWAJIBKAN atau MENGHARAMKAN sesuatu terhadap manusia, karena WAJIB dan HARAMadalah pemasungan kebebasan dan perkosaan HAM.Kenyataannya paham liberalism ini telah menjadi suatu ideology yang membolehkan berbagai KEMUNGKARAN, seperti pornografi, pornoaksi, lesbian, homosex, pelacuran dan perzinahan, pemurtadan, aliran sesat dan penistaan terhadap agama. Padahal masalah yang diusung oleh kalangan JIL (jarigan liberal islam) ini, sejak lama sudah dinyatakan HARAM oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2005 yang lalu, sebagaimana bunyi FATWA tersebut sebagai berikut:

FATWA MUI NO. 7 TAHUN 2005
“ SEKULARISME, PLURALISME dan LIBERALISME AGAMA adalah paham yang BERTENTANGAN dengan AJARAN AGAMA ISLAM dan HUKUMNYA HARAM ”.

Yang perlu kita ketahui, bahwa PLURALISME tidak sama dengan PLURALITAS. Yang Islam tolak adalah PEMAHAMAN PLURALISME karena itu adalah ideologi pencampur adukkan AQIDAH.

Tapi Islam menerima pluralitas karena hal tersebut sudah merupakan sunnatullah sebagai dinamika kehidupan yang menghargai keberadaan atau kemajemukan berbagai agama. Bagi umat Islam, tidak ada masalah dan bisa hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya secara damai dan penuh toleran, saling menghargai dan menghormati.

Dalam pandangan Islam, tiap umat beragama bebas meyakini kebenaran agamanya masing-masing, dan bebas pula untuk tidak menerima kebenaran agama lain, tapi tidak dibenarkan menistakan atau menghina terhadap agama-agama lainnya. Intinya ajaran islam sangat menghargai kebebasan beragama, tapi menolak pencampur adukkan antara semua agama dan apalagi melakukan penodaan terhadap agama.

Oleh karena itu, dalam ajaran Islam, pernyataan yang menyatakan bahwa semua agama benar, semua agama sama, semua kitab adalah wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surga adalah pernyataan yang sesat dan menyesatkan. Kenapa?Karena hal tersebut adalah pencampur adukkan agama. Sebab kalau pernyataan semua agama sama, semua agamabenar, semua kitab wahyu Allah dan semua pemeluk agama selamat, tentu orang akan MEMILIH AGAMA YANG PALING RINGAN RESIKONYA. ATAU DENGAN KATA LAIN MANUSIA AKAN MEMILIH BEBAN YANG PALING RINGAN DAN BEBAN YANG PALING RINGAN YAITU AGAMA KRISTEN.

Nantinya orang-orang islam yang awam akan cenderung memilih agama Kristen, daripada repot-repot beragama islam, harus shalat 5 kali sehari, harus berpuasa, harus berhaji dengan biaya yang mahal dan lain-lain.

JIKA SEMUA AGAMA BENAR
1. Kalau semua agama sama dan benar, berarti kapan saja kita boleh pindah-pindah agama. Tidak sempat Jum’atan boleh Mingguan. Dan jika tidak sempat Mingguan boleh Jum’atan.
2. Kalau semua agama benar berarti kita boleh menikah beda agama.
3. Kalau semua agama benar, tidak perlu lagi istilah halal dan haram.
4. Kalau semua agama benar, berarti konsep ketuhanan dan dewa-dewi semua agama benar. Atau dengan kata lain semua tuhan-tuhan dan dewa-dewi benar. Berarti kita harus ikut yakin dan percaya akan TUHAN BAPA, TUHAN ANAK dan TUHAN ROH KUDUS (TRINITAS). DEWA BRAHMA, WISNU, dan SHIWA (TRIMURTI), juga DEWA KWAN IM, DEWA TANAH, DEWA LANGIT, DEWA MATAHARI, DEWA BUMI, DEWA BULAN, DEWA LAUT, DEWA AIR BAHKAN DEWA PADI dll.

Pertanyaannya : mungkinkah kita umat islam menerima alasan-alasan tersebut? Tentu saja tidak! Dan hal ini juga sangat mungkin umat beragama lainnya berpendapat seperti itu.

PENDAPAT:
Orang-Orang JIL (jaringan islam liberal) yang mengatakan semua agama benar, semua agama sama, semua kitab wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surga, mungkin juga ditolak oleh umat beragama lainnya, sebab mereka juga sangat meyakini agamanya saja yang benar.

SEMUA YAKIN HANYA AGAMANYA YANG BENAR
Kami yakin, semua agama didunia ini, punya banyak alas an berdasarkan kitab suci masing-masing, bahwa hanya agamanya saja yang benar. Sebagai muslim, kita juga punya berbagai alas an berdasarkan al-qur’an bahwa hanya islam agama yang benar, hanya al-qur’an satu-satunya kitab suci yang terpelihara sampai akhir zaman dan hanya pemeluk agama islam yang benar, yang selamat masuk surga. Dalam al-qur’an surat ash-shaaf ayat 9 Allah SWT berfirman yang artinya

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik membencinya”.(QS. As-shaaf 61: 9).

Makna ayat tersebut yaitu Allah telah mengutus rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk (Al-qur’an) dan agama yang benar (Islam), kemudian Allah menangkan atas semua agama.
Kalau Yesus dan agama Kristen serta injil diperuntukkan untuk seluruh dunia, tentu tidak mungkin Allah harus mengutus lagi seorang rasul-Nya bernama Muhammad dengan membawa Al-qur’an dan agama Islam.

Sebab kalau kedua agama ini sama-sama benar dan untuk seluruh dunia, tentu masing-masing agama ini akan mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar dan yang menyelamatkan.

Kalau begitu, kenapa Allah mengutus lagi seorang Rasul bernama Muhammad dengan membawa petunjuk yaitu Al-qur’an dan agama Islam?Jawabannya sederhana saja, karena semua nabi sejak nabi Adam a.s sampai dengan nabi Isa a.s, mereka semua diutus oleh Allah SWT hanya untuk kaumnya saja. Al-qur’an menjelaskan bahwa nabi Isa a.s (Yesus), diutus hanya untuk kaumnya saja yaitu Bani Israil, bukan untuk seluruh dunia, sebagaiman firman-Nya:

“ DanDia (Allah) mengajarkan kepadanya (Isa) kitab, hikmah, Taurat dan Injil dan menjadi Rasul kepada Bani Israil ” (QS. Al-imran 3 : 48-49).

Dalam ayat lain Allah berfirma yang artinya

“ Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil” (QS. Az-Zukhruf 43 : 59).

Kesaksian Allah dalam Al-qur’an tersebut ternyata terdapat juda dalam kitab suci Injil, dimana Yesus sendiri bersabda dalam Injil Matius pasal 15 ayat 24 sbb:

Jawab Yesus ; “ Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari ummat Israil”.(Matius 15: 24)

Ayat tersebut adalah pernyataan Yesus yang jujur dan polos bahwa dia diutus hanya untuk kaumnya yaitu Bani Israil,bukan untuk seluruh dunia. Ummat kristiani juga meyakini bahwa Yesus adalah juruselamat dunia, padahal dalam al-kitab dikatakan bahwa Yesus juruselamt tapi hanya untuk orang Isarael saja, sebagaimana ayat Bibel ini:

“ Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus” (Kisah Rasul 13 : 23).

Bunyi ayat Bibel tersebut sangat jelas bahwa Yesus benar seorang juruselamat tapi sayangnya dia juruselamat hanya untuk orang Israel saja, bukan utnuk selauruh dunia atau alam semesta, dan periodenya juga sudah selesai dan telah digantikan oleh nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah beliau yang disempurnakan.

Karena semua nabi sejak nabi Adam s/d Isa a.s (Yesus) adalah utusan Allah yang diutus hanya untuk kaum tertentu saja, maka perlulah Allah mengutus seorang Rasul yang terakhir atau yang menjadi penutup para nabi (khataman nabiyyin) dengan membawa wahyu yang terakhir yaitu Al-qur’an, untuk menggantikan semua nabi yang pernah diutus dan semua wahyu yang diturunkan sebelumnya menjadi suatu agama yang diperuntukkan bagi seluruh ummat manusia atau seluruh alam semesta, sebagaiman firman Allah dalam Al-qur’an yang artinya;

“ Dan Kami tiada mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam”(QS. Al-Ambiyya 21 : 107).
Kemudan dalam ayat yang lain, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Imran ayat 19 dan surat Al-Imran ayat 85 sebagai berikut;

Sesungguhnya agama (yang benar/diridhoi) disisi Allah hanyalah Islam…..”(QS. Al-Imran 3 :19).

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al-Imran 3 : 85).

Dari bunyi beberapa ayat tersebut saja, sudah terjawab bahwa tidak semua agama sama dan tidak semua agama benar; Agama yang benar dan yang diridhoi disisi Allah hanyalah Islam.

Jika agama yang benar dan yag diridhoi oleh Allah hanyalah islam, kesimpulannya ;“selain daripada agama Islam, tdak benar atau tidak diridhoi oleh Allah SWT.

Nah dari beberapa ayat tersebut saja membuktikan bahwa keliru ika ada orang yang mengatakan bahwa semua agama benar dan semua agama sama! Yang benar hanyalah Islam.Oleh sebab itu, kesimpulannya berarti tiada keselamatan selain daripada beragama Islam, tiada keselamtan selain mengimani Al-qur’an dan tiada keselamtan selain menjadi pengikut nabi Muhammad SAW. Atau dengan kata lain bahwa yang benar hanyalah agama islam denga kitab sucinya Al-qur’an dan nabi-Nya yang terakhir/penutup para nabi dan rasul adalah Nabi Muhammad SAW, yang diperuntukkan bagi seluruh semesta alam,menjadi agama yang rahmatan lilalamin.

UMMAT KRISTIANI JUGA MEYAKINI AGAMANYA SAJA YANG BENAR
Kalau ayat-ayat Al-qur’an seperti itu kita sampaikan atau da’wahkan kepada ummat manusia, khususnya orang kristiani, apakah mereka yang tidak percaya akan menerimanya ?Tentu saja tidak !! kenapa ?? sebab mereka juga punya dalil,mereka juga punya kitab suci, mereka juga punya ayat-ayat andalan atau “ayat-ayat emas” dalam Injil mereka, seperti;

Kata Yesus kepadanya; “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang dating kepada bapa, kalau tidak melalui Aku “. (Yohanes 14 : 6).

Maksud ayat tersebut, jika ingin selamat, jalan satu-satunya harus menjadi pengikut Yesus alias masuk agama Kristen. Ayat ini sangat lemah, sebab Injil itu ada empat.jika ayat tersebut sangat menentukan keselamatan manusia di akhirat, mengapa hanya Yohanes yang menulisnya? Sementara Injil yang ditulis duluan yaitu Injil Matius, Markus dan Lukas, ayat tersebut tidak dijumpai. Tiba-tiba dalam Injil Yohanes muncul ayat tersebut? Padahal Injil yang muncul paling belakangan sebelum Yohanes, mestinya ayat tersebut ada dan sangat penting, logikannya ke empat penulis Injil harus abadikan dalam kitab Injil-injil mereka. Tidak ada seorang pendeta pun yang sanggup membuktikan adanya bunyi ayat tersebut dalam ke tiga Injil yang terbit duluan (Injil Matius, Markus dan Lukas) Yesus naik keledai, diabadikan oleh keempat penulis Injil. Mengapa ayat yang amat sangat penting dan menentukan keselamatan manusia didunia dan akhirat, hanya Injil Yohanes saja yang abadikan?

“ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia (Allah) telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal “(Yohanes 3:16).

Maksudnya, karena begitu besar kasih saying Tuhan karena semua manusia telah jatuh dalam dosa, maka diutuslah anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus ke dunia ini dalam rangka mati dikayu salaib untuk menebus dosa manusia. Ayat tersebut sangat tidak rasional, mengapa agar dosa-dosa manusia terampuni, Allah harus korbankan anak-Nya yang paling Dia kasihi (Yesus), mati dikayu salib agar tertebus dosa –dosa manusia? Bukankah Allah Maha Kuasa, Dia bisa mengampuni dosa manusia tanpa harus menjadikan Yesus sebagai tumbal. Mengapa untuk mengampuni dosa Allah gunakan cara-cara yang kejam dan sadis yang dipikulkan kepada Yesus (anak-Nya)? Bukankah Allah mengajarkan “jangan membunuh”, tapi mengapa anak-Nya bernama Yesus, Dia biarkan dibunuh dengan cara yang sangat sadis dan kejam? Bukankah Allah ajarkan KASIH, tetapi mengapa “anak-Nya” dibiarkan mati begitu saja dibunuh dengan sangat biadab?Mana kasih sayang-Nya terhadap Yesus?

Ayat tersebut seolah-olah Allah sudah hilang kemahakuasaan-Nya, sehingga jalan satu-satunya terpaksa Dia harus rela korbankan Anak-Nya (Yesus) agar dosa manusia tersebut diampuni, sebenarnya ayat tersebut bukan firman atau ucapan Yesus, tapi hanya tulisan Yohanes yang dia tulis berdasarkan kesaksian dari orang-orang lain yang tidak jelas sumbernya, karena dalam Injil Yohanes, dia menulis berdasarkan saksi (Yohanes 21 :24), bukan wahyu Allah langsung kepadanya.

“ Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan “ (Kisah Rasul 4 : 12).

Maksud ayat tersebut, keselamatan itu tidak dalam nama nabi Musa, Ibrahim, Muhammad, dll, tapi hanya dalam nama Yesus. Ayat tersebut sangat lemah, sebab ayat tersebut bukan ucapan Yesus, tapi hanya tulisan Lukas.Sementara Lukas bukan murid Yesus, tapi dia seorang tabib dan pengikut Paulus. Dan Kitab Kisah Rasul yang ditulis oleh Lukas, itu bukan Injil, tapi hanya tulisan Lukas yang ditujukan kepada seseorang bernama Teofilus. Lukas tidak termasuk dalam duabelas murid Yesus (Matius 6 : 13-16).

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan”(Roma 10 : 9.)

Ayat tersebut bukan ucapan Yesus dan bukan firman Allah, tapi hanya surat kiriman Paulus kepada jema’atnya di kota Roma.

Ini juga bukan Injil. Paulus bukan murid Yesus. Ketemu muka secara fisik dengan Yesus tidak pernah. Paulus sendiri mengaku Dia bertemu dengan Yesus sewaktu dalam perjalanannya ke kota Damsyik. Dan pertemuannya dengan Yesus, bukan ketemu fisik (muka dengan muka) tapi hanya ketemu Yesus dalam cahaya yang menyilaukan matanya. Dan latar belakang Paulus ini, dia seorang mantan pendusta, pembunuh, penjahat, penganiaya pengikut Yesus.

Kalau pernyataan ayat Bible tersebut benar, berarti Al-qur’an salah, tapi kalau pernyataan ayat-ayat Al-qur’an tadi benar berarti Bibel salah,sebab benar dua-duanya pasti mustahil, salah dua-duanya tidak mungkin!. Yang benar hanya satu, tapi yang mana?

Views All Time
Views All Time
1681
Views Today
Views Today
2
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

2 Comments on Apakah SEMUA AGAMA Itu ..... BENAR? .................................. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al-Imran 3 : 85).

  1. ISLAM ADALAH SATU-SATUNYA AGAMA YANG BENAR
    Allâh Azza wa Jalla berfirman :

    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

    Sesungguhnya agama di sisi Allâh ialah Islam… [Ali ‘Imrân/3:19]

    Allâh Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman :

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. [Ali ‘Imrân/3:85]

    Allâh Azza wa Jalla berfirman :

    وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

    Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, ‘Sesungguhnya petunjuk Allâh itulah petunjuk (yang sebenarnya).’ Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, maka tidak akan ada bagimu Pelindung dan Penolong dari Allâh. [al-Baqarah/2:120]

    Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa Islam satu-satunya agama yang benar, adapun selain Islam tidak benar dan tidak diterima oleh Allâh Allâh Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, agama selain Islam, tidak akan diterima oleh Allâh Azza wa Jalla , karena agama-agama tersebut telah mengalami penyimpangan yang fatal dan telah dicampuri dengan tangan-tangan kotor manusia. Setelah diutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka orang Yahudi, Nasrani dan yang lainnya wajib masuk ke dalam Islam, mengikuti Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

  2. Kemudian ayat-ayat di atas juga menjelaskan bahwa orang Yahudi dan Nasrani tidak senang kepada Islam serta mereka tidak ridha sampai umat Islam mengikuti mereka. Mereka berusaha untuk menyesatkan umat Islam dan memurtadkan umat Islam dengan berbagai cara. Saat ini gencar sekali dihembuskan propaganda penyatuan agama, yang menyatakan konsep satu Tuhan tiga agama. Hal ini tidak bisa diterima, baik secara nash (dalil al-Qur'ân dan as-Sunnah) maupun akal. Ini hanyalah angan-angan semu belaka.

    Kesesatan ini telah dibantah oleh Allâh Azza wa Jalla dalam al-Qur'ân :

    وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ﴿١١١﴾بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

    Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, ‘Tidak akan masuk surga kecuali orang-orang Yahudi atau Nasrani.’ Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, ‘Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar. Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allâh, dan ia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Rabb-nya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.’ [al-Baqarah/2:111-112]

    Orang Yahudi dan Nasrani mengadakan propaganda berupa tipuan agar kaum Muslimin keluar dari ke-Islamannya dan mengikuti mereka. Bahkan mereka memberikan iming-iming bahwa dengan mengikuti agama mereka, maka orang Islam akan mendapat petunjuk. Padahal, Allâh Azza wa Jalla telah memerintahkan kita untuk mengikuti agama Ibrahim q yang lurus, agama tauhid yang terpelihara. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

    وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُوا ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

    Dan mereka berkata, ‘Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.’ Katakanlah, ‘(Tidak!) tetapi (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan dia tidak termasuk orang yang mempersekutukan Allâh. [al-Baqarah/2:135]

    Allâh Azza wa Jalla berfirman :

    وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

    Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebathilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya. [al-Baqarah/2:42]

    Berkenaan dengan tafsir ayat ini, “Dan janganlah kalian campuradukkan yang haq dengan yang bathil,” Imam Ibnu Jarîr t membawakan pernyataan Imam Mujâhid rahimahullah yang mengatakan, “Janganlah kalian mencampuradukkan antara agama Yahudi dan Nasrani dengan agama Islam.”

Leave a Reply