Loading
Stempel WAHABI adalah …. cara SYIAH memadamkan cahaya Al Quran dan Sunnah | EP Artikel-Edy Gojira

Stempel WAHABI adalah .... cara SYIAH memadamkan cahaya Al Quran dan Sunnah

Stempel WAHABI adalah .... cara SYIAH memadamkan cahaya Al Quran dan Sunnah
.........................................................
Oleh: Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman

Siapa saja yang anti syi’ah, mereka labelkan Wahabi, maka Wahabi adalah senjata ampuh kaum syi’ah mengadu domba umat Islan dan menutupi kejahatan syi’ah.
Musuh orang-orang syiah sejak dahulu sampai sekarang adalah orang Islam yang faqih dan ‘Aalim tentang Al Quran dan As sunnah.

Merekalah yang mampu berhujjah sempurna untuk mendebat, menundukkan kebohongan dan kelicikan mereka terhadap pemalsuan ayat ayat dan hadits Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam.
Orang-orang syiah bertekuk lutut dan takluk dalam menghadapi kehebatan dan kecerdasan hujjah-hujjah mereka, para ulama ahli Sunnah Wal jamaah.
Dari sinilah mereka mencari cari cara bagaimana mengadakan serangan dan membalas kekalahan hujjah keji mereka.
Mereka pun mendapatkan senjata ampuh dengan memberi label bahwa mereka yang berpegang teguh dengan Al Quran dan As Sunnah adalah kaum wahabi.

Lalu menyebut satu persatu tokoh Wahabi seperti: Imam Muhammad bin Abdul Wahab, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qoyyim, Muhammad Nasruddin Al Albani, Bin Baz, Shalih Al Usaimin dan lain lain.
Kemudian Orang-orang syiah mulai mengadu domba antara umat Islam yang mereka sebut berfahaman Wahabi dan Ahlu as Sunnah wal jamaah. Ahlu Sunnah wal Jamaah mereka labelkan adalah umat Islam yang berqunut, tahlilan; selawatan dan muludan.
Lalu mereka mencirikan wahabi adalah golongan yang anti tahlilan dan kenduri, anti qunut dan zikir keras ba’da sholat wajib, anti berzanji dan selawatan, anti rajaban. Orang wahabi adalah orang yang celana cingkrang dan jenggotan dan lain lain.

Tidak berhenti di situ, orang-orang syiah mengangkat isu nasional dengan menghubungkannya dengan amalan jihad sebagai amalan Wahabi jihadis atau teroris.

Itulah kelicikan syiah, mereka ingin memadamkan cahaya Quran dan Sunnah dengan melabelkan Wahabi, dan menutup kekafiran syiah.
Akibatnya umat Islam lebih kenal dengan Wahabi dari pada syiah bahkan orang lslam lebih membenci Wahabi ketimbang syiah. Orang-orang syiah pandai menggunakan ulama Ahli Sunnah memusuhi Ahli Sunnah sendiri.
Sehingga ada di antara ada yang tidak sadar bahwa dirinya sedang diperalat oleh orang syi’ah.

Ulama ahli sunnah berkata: Kita ahli sunnah wal jamaah jangan sampe dipecah belah oleh golongan syi’ah dan wahabi, Ahli sunnah harus berhati-hati dengan Wahabi karena Wahabi lebih berbahaya dari syi’ah.
Dampak negatifnya ulama Islam dan para ustadznya lebih bersemangat mempereteli Wahabi daripada syiah yang merupakan ancaman Islam sepanjang masa.

Wahai para ulama Islam janganlah terus tertipu dan ditipu oleh kaum Syiah mengadu domba sesama Ahlu Sunnah sementara syiah terus memurtadkan umat Islam sedang umat Islam tidak sadar.
Umat Islam disibukkan dengan membahas fiqih tahlilan, muludan, rajaban, dan mendiskusikannya berhari, berminggu, bertahun dan arah serangannya Wahabi, Wahabi dan Wahabi….

Umat Islam ditipu oleh orang syiah dengan mengangkat isu syiah vs wahabi. Syiah lah yang mempopulerkan isu wahabi dan membenturkan sesama kaum muslimin Ahlu Sunnah wal jamaah. Kemudian mereka berkata wahabi kafir dan ahli sunnah wal jamaah lah yang Islam.

Yang benar adalah Ahli Sunnah wal jamaah baik yang disebut Wahabi atau Ahli sunnah wal jamaah adalah Islam sementara syiah adalah kafir. Wa Allohu A’lam.

Semoga bermanfaat, tazkiroh di hari yang barokah dan bulan yg barokah ini. Ramadhan Yang penuh Rahmat dan Barokah. Amien Ya Rabbal Alamin.
14 Ramadhan 1436 H/30 Juni 2015 M
http://www.arrahmah.com/kajian-islam/stempel-wahabi-adalah-cara-syiah-memadamkan-cahaya-al-quran-dan-sunnah.html

Habib Ahmad Zein: Awas ! Syi’ah kalau Kalah Debat, Menuduh “Wahabi”.
Sameeh.net- “Saya yang jelas-jelas NU saja, karena anti terhadap Syi’ah mereka tuduh saya sebagai wahabi”, kata Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff dalam acara Multaqa Nasional Seruan Al-Haq di hotel Sahira Bogor april 2015 lalu.

Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff mengungkap jebakan Syi’ah bila kalah debat dengan membuat tuduhan Wahabi itu berdasarkan pengalaman dirinya saat membantah salah satu ustadz Syi’ah ber-marga “Shihab” yang mengatakan bahwa Rasulullah tidak dijamin masuk surga.

(lihat link ini http://www.nahimunkar.com/menyoal-lontaran-quraish-shihab-nabi-muhammad-saw-tidak-dijamin-masuk-surga/ )

Jadi ceritanya, syi’ah ini bikin opini bahwa yang menyesatkan Syi’ah itu hanya wahabi, saya nggak terima. Saya gak terima ahlus sunnah wal jama’ah di bumi Indonesia ini di obok-obok. Begitu saya countre Syi’ah dengan yayasan Al-Bayyinat, mereka bikin isu bahwa saya ini susupan wahabi”, tutur Imam Besar Al-Bayyinat Jawa Timur itu.

Habib Ahmad pernah menanggapi seorang oknum MUI bermarga shihab yang terlihat sangat membela Syi’ah. Tanggapan itu berupa rekaman video yang pernah di upload di Youtube. Setelah itu, Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff banyak dituduh “Wahabi” oleh kalangan Syi’ah dan Liberal.

Propaganda Syi’ah itu menjadi cacatan tersendiri bagi Habib Ahmad, dan beliau berupaya terus untuk memperingatkan umat Islam tentang propaganda Syi’ah tersebut. Menurutnya, banyak pihak yang dituduh wahabi karena anti terhadap Syi’ah. Propaganda Syi’ah dengan cara menuduh “wahabi” terjadi apabila mereka kalah dalam argumentasi.
Makanya hati-hati, ini propaganda dan adu domba Syi’ah. Pokoknya ntah kalau ada kiai-kiai yang anti Syi’ah, langsung tuh di tuduh, “Awas, Itu kiyai fulan Wahabi”. Kenapa begitu? karena mereka tidak bisa lawan dengan argumentasi. “, terang Habib Ahmad.

Menutup pembicaraan, Habib Ahmad mengatakan, “Wahabi itu ahlus sunnah, saudara kita. Kalau syi’ah bukan. Kita di obok-obok oleh Syi’ah. Banyak habib dan cendikiawan muslim yang di cuci otaknya di Iran. Di tamasyakan ke Iran. Pulang-pulang omongannya sudah berubah, mereka sesat dan menyesatkandst”.
(nahimunkar.com)

Views All Time
Views All Time
318
Views Today
Views Today
2
About Edy Gojira 721 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

1 Comment on Stempel WAHABI adalah .... cara SYIAH memadamkan cahaya Al Quran dan Sunnah

  1. KAUM MUSYRIK ..... SYIAH RAFIDAH,
    >> walau mengaku MUSLIM dan baca Al Qur'an, .... tetapi dicap Nabi Muhammad mereka, Syiah RAfidah = kaum MUSYRIK

    Nabi Muhammad SAW bersabda " ... mereka dikenal dengan nama Syi’ah Rafidhah. Karena itu bunuhlah mereka sebab mereka adalah kaum MUSYRIK."

    Rasulullah berkata sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh imam Ath-Thabrani dalam kitab Al-Mu’jam Al-Kabir no. 12998

    عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قال : كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَعِنْدَهُ عَلِيٌّ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « يَا عَلِيُّ ، سَيَكُوْنُ فِي أُمَّتِيْ قَوْمٌ يَنْتَحِلُوْنَ حُبَّنَا أَهْلَ الْبَيْتِ لَهُمْ نَبَزٌ يُسَمَّوْنَ الرَّافِضَةَ فَاقْتُلُوْهُمْ فَإِنَّهُمْ مُشْرِكُوْنِ ».

    Dari Ibnu Abbas ujarnya, saya pernah berada di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersamaan dengan Ali. Saat itu Nabi bersabda kepada Ali: Wahai Ali, nanti akan muncul di tengah umatku suatu kaum yang berlebihan dalam mencintai kita ahlul bait, mereka dikenal dengan nama Syi’ah Rafidhah. Karena itu bunuhlah mereka sebab mereka adalah kaum MUSYRIK.
    ...........................
    PERANGILAH .. kaum MUSYRIKIN itu = perintah Allah = kebenaran Daulah Islamiyah

    ﴾ At Taubah:36 ﴿
    Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

    إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّـهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتٰبِ ٱللَّـهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّـهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ ﴿التوبة:٣٦

    KAUM MUSYRIK = PENGHUNI NERAKA JAHANAM

    ﴾ At Taubah:113 ﴿
    Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.

    مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن يَسْتَغْفِرُوا۟ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓا۟ أُو۟لِى قُرْبَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحٰبُ ٱلْجَحِيمِ ﴿التوبة:١١٣﴾
    .....................

    Rasulullah SAW juga telah memperingatkan kita :

    يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَيْسَ قِرَاءُتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ بِشَيْءٍ وَلاَ صَلاَتُكُمْ إِلَى صَلاَتِهِمْ بِشَيْءٍ وَلاَ صِيَامُكُمْ إِلَى صِيَامِهِمْ بِشَيْءٍ
    "Akan keluar satu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur'an, dimana bacaan kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan bacaan mereka, demikian pula sholat kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sholat mereka, juga puasa kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan puasa mereka."(HR. Muslim no 2516)

    Perhatikanlah bagaimana hebatnya ibadah mereka, namun bersamaan dengan itu, Rasulullah menyatakan mereka adalah anjing-anjing neraka, sebagaimana dalam hadits berikut ini:

    كِلاَبُ النَّارِ شَرُّ قَتْلًى تَحْتَ أَدِيْمِ السَّمَاءِ خَيْرُ قَتْلَى مَنْ قَتَلُوهُ
    "Mereka adalah anjing-anjing neraka. seburuk-buruknya makhluk yang terbunuh di bawah kolong langit, sedang sebaik-baiknya makhluk yang terbunuh adalah yang dibunuh oleh mereka." HR. At-Tirmidzi, (no. 3000), dari Abu Umamah Al-Bahili -radhiyallahu'anhu-, dihasankan dalam Al-Misykah, (no. 3554)

    أَنَّ الْحَرُوْرِيَّة لَمَّا خَرَجَتْ عَلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ وَهُوَ مَعَهُ فَقَالُوا " لاَ حُكْمَ إِلاَّ لِلَّهِ " قَالَ عَلِيٌّ : كَلِمَةُ حَقٍّ أُرِيْدَ بِهَا بَاطِلٌ, إِنَّ رَسُولَ اللهِ {صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} وَصَفَ لَنَا نَاسًا إِنِّي لَأَعْرِفُ صِفَتَهُمْ فِي هَؤُلاَءِ يَقُوْلُونَ الَحَقُّ بِأَلْسِنَتِهِمْ لاَ يُجَاوِزُ هَذَا مِنْهُمْ وَأَشَارَ إِلَى حَلَقِهِ . (رواه مسلم )
    "Ketika kaum Khawarij Haruriyah memberontak kepada pemerintahan Ali bin Abi Thalib mereka mengatakan, "Tidak ada hukum kecuali milik Allah". Maka Ali berkata,"Perkataan yang benar, namun yang diinginkan dengannya adalah kebatilan. Sesungguhnya Rasulullah pernah menjelaskan kepadaku tentang ciri-ciri sekelompok orang yang telah aku tahu sekarang bahwa ciri-ciri tersebut ada pada mereka (Khawarij),yaitu mereka mengucapkan perkataan yang benar hanya dengan lisan-lisan mereka, namun tidak melewati kerongkongan mereka. (HR. Muslim)

Leave a Reply